Anda di halaman 1dari 8

http://www.poultryindonesia.

com/news/tips-dan-trik/node1238/
admin polutry 2008
Vitamin merupakan nutrien organik yang dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk berbagai fungsi biokimiawi yang
umumnya tidak disintesis oleh tubuh sehingga harus dipasok dari pakan. Asal kata Vitamin K berasal dari
Koagulations dalam bahasa Jerman, banyak dibutuhkan untuk proses pembekuan darah. Secara kimia vitamin K
terdiri dari turunan 2 methyl-1,4-naphthoquinone. Vitamin K2 (menaquinone, menatetrenone) secara normal
diproduksi oleh bakteri dalam saluran pencernaan, dan defisiensi gizi akibat diet yang sangat jarang kecuali saluran
pencernaan mengalami kerusakan yang sangat parah sehingga tidak dapat menyerap molekul.
Kekurangan Vitamin K
Kekurangan vitamin K akan memperlambat pembekuan darah. Anak ayam yang dalam ransumnya kekurangan
vitamin K, dapat menyebabkan kematian karena pendarahan akibat luka-luka yang disebabkan pecahnya urat darah.
Hemorrhagi dapat timbul di bawah kulit, intramuskular atau intraperitoneal, yang luasnya bervariasi.
Gejala defisiensi atau kekurangan vitamin K sering timbul pada anak ayam sekitar dua sampai tiga minggu setelah
anak ayam tersebut mulai makan ransum yang defisiensi akan vitamin K. Sulfaquinoksalin dalam ransum atau dalam
air minum mempertinggi parahnya gejala tersebut. Hemorrhagi dapat terlihat pada dada, kaki, sayap, dalam rongga
perut dan pada permukaan usus. Anak ayam menderita anemia sebagian disebabkan karena kehilangan darah akan
tetapi juga karena sumsum tulang yang hipoplastik. Defisiensi ringan seringkali menyebabkan bercak-bercak
hemorrhagis.
Ayam dewasa kelihatannya tidak dipengaruhi oleh defisiensi vitamin K akut. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa
ayam dewasa dapat mensintesis vitamin tersebut. Ayam dewasa yang mendapat ransum berkadar vitamin K rendah,
menghasilkan telur-telur yang rendah kadar vitamin K-nya. Bila telur-telur tersebut ditetaskan akan diperoleh anak
ayam yang mempunyai persediaan vitamin K sangat rendah dalam tubuhnya. Sebagai konsekuensinya anak ayam
tersebut dapat mati akibat pendarahan suatu luka pada waktu pemasangan nomor di sayapnya.
Meskipun waktu pembekuan darah merupakan ukuran defisiensi vitamin K yang baik, suatu ukuran yang lebih tepat
telah diperoleh dengan menentukan waktu prothrombin. Waktu prothrombin pada anak ayam yang menderita
defisiensi berat dapat diperpanjang dari normal 17-20 detik menjadi 5-6 menit atau lebih.
Vitamin K penting untuk pembentukan prothrombin oleh hati. Koagulasi darah terdiri dari dua tingkatan utama, yaitu:
(1) prothrombin (dengan adanya thromboplastin, kalsium dan faktor-faktor lainnya) dirubah kedalam thrombin; dan
(2) fibrinogen (dirangsang oleh trombin) dirubah kedalam gumpalan fibrin.
Karena prothrombin merupakan bagian penting dari mekanisme penggumpalan darah, maka defisiensi vitamin K
menyebabkan waktu pembekuan darah diperpanjang sedemikian rupa sehingga anak ayam atau anak kalkun yang
diserang dapat mati karena pendarahan akibat luka ringan. Untuk menjaga jangan sampai terjadi defisiensi vitamin
K, pabrik-pabrik pakan ternak menambahkan senyawa vitamin K sintetik (menadion atau menadion natrium bisulfit)
ke dalam ransumnya.
Vitamin K akan kehilangan aktivitasnya dengan adanya obat-obatan sulfa, yang merupakan antagenis terhadap
vitamin K. Obat-obatan tersebut tidak mempunyai pengaruh bila vitamin K diberikan dalam bentuk menadion atau
menadion natrium bisulfit. Vitamin K larut dalam lemak, stabil terhadap panas dan labil terhadap oksidasi alkali, asam
kuat, cahaya dan penyinaran.

Sumber terkaya yang mengandung vitamin K (K1) adalah tumbuh-tumbuhan seperti alfalfa dan rumput hijau. Akan
tetapi minyak kacang kedelai juga mengandung vitamin tersebut. Vitamin K2 (menaquinone) dihasilkan oleh flora
bakteri pada hewan dan penting dalam menyediakan kebutuhan vitamin K pada manusia dan sebagian besar hewan
mammalia lainnya. Akan tetapi, ayam yang tidak mempunyai cukup vitamin K dapat mensintesis dari mikroba usus.
Penambahan Vitamin K dalam Ransum Unggas
Ransum unggas yang tidak cukup mengandung vitamin K, biasanya ditambah dengan sumber-sumber khusus
vitamin tersebut. Bahan pakan seperti kacang kedelai berkadar lemak tinggi, bungkil biji-bijian berminyak, serta
tepung ikan yang telah membusuk kesemuanya menyediakan cukup vitamin K. Langkah yang dapat menimbulkan
defisiensi vitamin K, di antaranya : (1) ekstraksi larutan bungkil kacang kedelai dan bungkil biji-bijian berminyak; (2)
pengolahan tepung ikan telah disempurnakan dengan akibat kadar menaquinon yang rendah karena kekurangan
pembusukan; dan (3) penggunaan obat-obatan yang menghalang-halangi vitamin K dalam ransum. Hal tersebut
berpengaruh ganda yang membuat penambahan vitamin K yang ditambahkan harus cukup untuk menanggulangi
kebutuhan akan vitamin, dan terhadap berbagai macam stres yang ditemukan dalam produksi unggas.
Kebutuhan vitamin K1 pada anak ayam didasarkan atas ransum praktis yang bebas dari zat-zat pembuat stres,
seperti sulfaquinoksalin, yang dapat mempertinggi kebutuhan akan vitamin tersebut. Bila dalam ransum atau dalam
air minum terdapat sulfaquinoksalin atau obat-obatan lainnya, maka biasanya ditambahkan menadion natrium bisulfit
sebesar 2 sampai 3 gram per ton ransum. Uul

http://imbang.staff.umm.ac.id/?p=393#more-393

VITAMIN K

Oleh :
Drh. Imbang Dwi Rahayu, Mkes.
Staf Pengajar Jurusan Peternakan
Fakultas Pertanian-Peternakan
Universitas Muhammadiyah Malang

Vitamin K ditemukan pertama kali di Denmark (1964), pada saat itu ditemukan anak
ayam yang diberi makan ransum bebas lemak, ternyata memperlihatkan gejala hemorhagia. Pada
bayi, hemorhagia dapat dicegah dengan memberikan vitamin K pada ibunya sebelum bayi
tersebut dilahirkan. Berdasarkan alasan tersebut maka vitamin K disebut juga vitamin koagulasi,
karena vitamin ini bertperan dalam menjaga konsitensi aliran darah dan membekukannya saat
diperlukan. Defisiensi vitamin K menyebabkan waktu pembekuan darah menjadi lebih panjang,
sehingga penderita defisiensi vitamin K bisa mati hanya karena perdarahan ringan. Proses
pembekuan darah terdiri dari dua tahap, yaitu (1) protrombin, dengan adanya tromboplastin,
kalsium dan faktor-faktor lain diubah menjadi trombin dan (2) fibrinogen diubah menjadi
gumpalan fibrin.
Struktur kimia dan Klasifikasi Vitamin K
Struktur kimia vitamin K terdapat dalam tiga bentuk berbeda (Gambar 1.),
pertama adalah vitamin K1 atau filoquinon, yaitu jenis yang ditemukan dan
dihasilkan tumbuh-tumbuhan dan daun hijau. Kedua, adalah K 2 atau disebut juga
dengan

menaquinon,

yang

dihasilan

oleh

jaringan

hewan

dan

bakteri

menguntungkan dalam sistem pencernaan. Dan yang ketiga adalah K 3 atau


menadion, yang merupakan vitamin sintetik, bersifat larut dalam air, digunakan
untuk penderita yang mengalami gangguan penyerapan vitamin K dari makanan.

Vitamin K1

Vitamin K2

Vitamin K3

Gambar 1. Struktur kimia vitamin K dalam tiga


bentuk
Sifat-sifat Kimia vitamin K
Vitamin K yang terdapat di alam larut dalam lemak, namun beberapa
preparat sintis larut dalam air. 2-Metil-1,4-nafrakuinon, yang disebut juga menadion,
adalakah suatu produk sintetis vitamin K, yang bersifat lebih aktif dibanding vitamin
K1.
Manfaat/fungsi Vitamin K

Fungsi vitamin K antara lai 91) memelihara kadar normal faktor-faktor pembeku darah,
yaitu faktor II, VII, IX, dan X, yang disintesis di hati; (2) berperan dalam sintesis faktor II, yaitu
protrombin; (3) sebagai komponen koenzim dalam proses fosforilasi.
Vitamin

digunakan

untuk

mata

lebih

bersinar,

hal

ini

banyak ditemukan di krim mata yang juga mengandung retinol. Vitamin K dipercaya bisa
membantu mengatasi lingkar mata hitam. Pembuluh kapiler yang rentan dan bocor di sekitar

daerah mata sering diakui sebagai penyebab hitamnya daerah di sekitar mata. Vitamin K, yang
dikenal juga sebagai phytonadione, bisa membantu mengontrol aliran darah. Penggunaan
vitamin K teratur bisa membuat bagian lingkar mata yang menghitam terlihat lebih cerah.
Biasanya digunakan 2-3 hari seminggu, setiap sebelum tidur untuk mencegah iritasi. Vitamin K
uga berperan penting dalam pembentukan tulang dan pemeliharaan ginjal.
Seluruh vitamin K dalam tubuh diproses dalam liver di mana nantinya akan
digunakan untuk memproduksi zat pembuat darah bisa membeku. Selain berperan
dalam pembekuan, vitamin ini juga penting untuk pembentukan tulang terutama
jenis K1.

Vitamin K1 diperlukan supaya penyerapan kalsium bagi tulang menjadi

maksimal dan memastikan tidak salah sasaran.


Sumber Vitamin K
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin K terbilang cukup mudah karena selain
jumlahnya terbilang kecil, sistem pencernaan manusia sudah mengandung bakteri
yang mampu mensintesis vitamin K, yang sebagian diserap dan disimpan di dalam
hati.

Namun begitu,

tubuh masih perlu mendapat tambahan vitamin K dari

makanan.
Meskipun kebanyakan sumber vitamin K di dalam tubuh adalah hasil sintesis
oleh bakteri di dalam sistem pencernaan, namun Vitamin K juga terkandung dalam
makanan, seperti hati, sayur-sayuran berwarna hijau yang berdaun banyak dan
sayuran sejenis kobis (kol) dan susu. Vitamin K dalam konsentrasi tinggi juga
ditemukan pada susu kedele, teh hijau, susu sapi, serta daging sapi dan hati. Jenisjenis makanan probiotik, seperti yoghurt yang mengandung bakteri sehat aktif, bisa
membantu menstimulasi produksi vitamin ini.
Metabolisme Vitamin K
Sebagaimana vitamin yang larut lemak lainnya, penyerapan vitamin K
dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan lemak, antara lain
cukup tidaknya sekresi empedu dan pankreas yang diperlukan untuk penyerapan
vitamin K. Hanya sekitar 40 -70% vitamin K dalam makanan dapat diserap oleh
usus. Setelah diabsorbsi, vitamin K digabungkan dengan kilomikron, diangkut
melalui saluran limfatik, kemudian melalui saluran darah ditranportasi ke hati.

Sekitar 90% vitamin K yang sampai di hati disimpan dalam bentuk menaquinone.
Dari hati, vitamin K disebarkan ke seluruh jaringan tubuh yang memerlukan melalui
darah. Saat di darah, vitamin K bergabung dengan VLDL dalam plasma darah.
Setelah

disirkulasikan

berkali-kali,

vitamin

dimetabolisme

menjadi

komponen larut air dan produk asam empedu terkonjugasi. Selanjutnya, vitamin K
diekskresikan melalui urin dan feses. Sekitar 20% dari vitamin K diewkskresikan
melalui feses. Pada gangguan penyerapan lemak, ekskresi vitamin K bisa mencapai
70 -80 %.

Defisiensi Vitamin K
Jika vitamin K tidak terdapat dalam tubuh, darah tidak dapat membeku. Hal
ini dapat meyebabkan pendarahan atau hemoragik. Bagaimanapun, kekurangan
vitamin K jarang terjadi karena hampir semua orang memperolehnya dari bakteri
dalam usus dan dari makanan. Namun kekurangan bisa terjadi pada bayi karena
sistem pencernaan mereka masih steril dan tidak mengandung bakteri yang dapat
mensintesis vitamin K, sedangkan air susu ibu mengandung hanya sejumlah kecil
vitamin K. Untuk itu bayi diberi sejumlah vitamin K saat lahir.
Pada orang dewasa, kekurangan dapat terjadi karena minimnya konsumsi
sayuran atau mengonsumsi antobiotik terlalu lama. Antibiotik dapat membunuh
bakteri menguntungkan dalam usus yang memproduksi vitamin K. Terkadang
kekurangan vitamin K disebabkan oleh penyakit liver atau masalah pencernaan dan
kurangnya garam empedu.
Diagnosa adanya defisiensi vitamin K adalah timbulnya gejala-gejala, antara
lain hipoprotrombinemia, yaitu suatu keadaan adanya defisiensi protrombin dalam
darah. Selain itu, terlihat pula perdarahan subkutan dan intramuskuler.
Keracunan Vitamin K
Keracunan vitamin K bisa terjadi, misalnya pada orang yang menerima
pengganti vitamin K larut air. Gejala-gejalanya adalah hemolisis (penghancuran sel
darah merah), penyakit kuning dan kerusakan otak.

Sepertihalnya manusia, ayam membutuhkan vitamin k dalam proses pembekuan darah .


kekurangan vitamin k bisa menyebab kan terjadinya haemorrhages. Vitamin k diberikan pada
ayam broiler dalam bentuk K1. Ayam broiler membutuhkan vitamin k sebesar 0.5 mh/kg raansum.
Vitamin k dapat diperoleh dari sumber alami ( seperti tepung alfalfa atau tepung ikan) dalam
bentuk sintetik.
Rasyaf, Muhammad. 2008. Panduan beternak ayam pedaging. Penebar swadaya. Jakarta