Anda di halaman 1dari 19

MOTOR BERSILINDER > SATU

SILINDER

1. TUJUAN

a. MOTOR DENGAN DAYA RELATIF BESAR


b. MEMPERKECIL GETARAN YANG TERJADI
c. MEMPERKECIL RODA GILA (FLY WHEEL)
d. PENYALAAN DILAKUKAN BERGANTIAN
ANTAR SILINDER
2. INTERVAL PENYALAAN
a. MOTOR 4 TAKT = 720 0/JUMLAH SILINDER
b. MOTOR 2 TAKT = 360 0/JUMLAH SILINDER

PENGATURAN SILINDRE
1. LINE TYPE

V TYPE

TYPE

V - TYPE

H - TYPE

RADIAL TYPE

RADIAL - TYPE

SILINDER > 1 MENGURANGI GETERAN


TEKANAN MAKSIMUM

TEKANAN MINIMUN

TEKANAN MAKSIMUM

TEKANAN MINIMUM

FO

1 - 2 - 4 - 3

1 - 5 - 3 - 6 - 2 - 14 - 6 - 2 - 5 - 8 - 3

FIRING ORDER ( FO )
1. SILINDER MOTOR DIBERI NOMOR URUT
2. NOMOR URUT DIMULAI DARI DEPAN
3. ALTERNATIF FO UNTUK MOTOR 4 SILINDER
a. 1 - 2 - 3 - 4
b. 1 - 3 - 4 - 2
c. 1 - 4 - 2 - 3
d. 1 - 2 - 4 - 3
e. 1 - 3 - 2 - 4
f. 1 - 4 - 3 - 2
4. FO YANG DIPILIH 1 - 3 - 4 - 2

POSISI CRANK PIN POROS ENGKOL


MOTOR 4 TAKT 4 SILINDER DENGAN FO 1 - 3 - 4 - 2

4
NO. SILINDER

3
NO SILINDER

SIL 4
SIL 1

SIL 3
SIL 2

PEMETAAN PROSES
MOTOR 4 TAKT 4 SILINDER FIRING ORDER 1 - 3 - 4 - 2
0o

SILINDER

180 o
ISAP

360 o

540 o

720 o

KOMPRESI

EXPANSI

BUANG

BUANG

ISAP

KOMPRESI

EXPANSI

BUANG

ISAP

EXPANSI

KOMPRESI

BUANG

ISAP

SIL 1 TOP KOMPRESI

SIL 4 OVER LAPP

EXPANSI
KOMPRESI

MOTOR 4 TAKT 6 SILINDER IN LINE


ALTERNATIF F O : 1 2 3 4 5 6
15362-4
1- 3 4 5 6 - 2
1-6

3-4

5-2

SERING DIPAKAI

MOTOR 4 TAKT 6 SILINDER IN LINE

1-6

3-4

5-2

MOTOR 4 TAKT 6 SILINDER IN LINE


0o
1

180 o

FO 1 5 3 6 2 - 4

360 o

540 o

EXPANSI

SILINDER

EXPANSI

3
4
5
6

720 o

EXPANSI
SI

EXPAN
EXPANSI
EXPANSI

MOTOR 4 TAKT 6 SILINDER IN LINE


0o
1

SILINDER

180 o
EXPANSI
ANG

3
4
5
6

360 o
BUANG

ISAP
KOMPRESI

SI

ISAP

540 o
ISAP

KOMPRESI
EXPANSI

EXPANSI
KOMPRESI

720 o

KOMPRESI
EXPANSI

BUANG

BUANG
EXPANSI

BU
ISAP

KOMPRESI

ISAP

BUANG

PRESI

FO 1 5 3 6 2 - 4

EXPAN

ISAP
BUANG

KOM