Anda di halaman 1dari 3

Teknik Pemeriksaan MRI

Persiapan Pasien

Meminta Persetujuan Pasien dikarenakan MRI selalu dalam keadaan on sehingga setiap
saat dapat terjadi resiko kece-lakaan, dimana benda-benda feromagnetik dapat tertarik dan
kemungkinan mengenai pasien atau personil lainnya
Melepaskan semua perhiasan dan benda logam lainnya seperti kacamata, gigi palsu dan
kawat gigi, jepit rambut dan alat bantu dengar. Kartu kredit, kartu ATM dan kartu elektronik
lain juga harus disingkirkan karena bisa rusak oleh medan magnet
Jika memiliki fobia terhadap ruangan yang sempit dan tertutup (agorafobia/klaustrofobia),
perlu diberikan obat penenang, jika tidak, maka tidak perlu.
Melakukan Persiapan dengan Memprogram Mesin MRI, mengisi identitas pasien, mengatur
posisi tidur pasien sesuai dengan obyek yang akan diperiksa, memilih jenis koil yang akan
digunakan untuk pemeriksaan, memilih parameter yang tepat.

Prosedur Pemeriksaan MRI


1. Memasang MRI Scanner (MRI scanner kemudian memancarkan medan magnet berkekuatan
puluhan ribu kali magnet bumi ke bagian tubuh Pasien)
2. Setelah medan magnet MRI dimatikan, kutub-kutub atom secara bertahap akan kehilangan
keselarasan dan kembali ke posisi semula.
3. Ketika berpindah ke posisi semula inilah kutub-kutub atom akan mengirimkan sinyal
frekuensi radio yang dapat ditangkap oleh mesin MRI dan diubah dengan komputer
khusus menjadi gambar. Variasi lokasi dan kekuatan sinyal akan memberikan detil gambar
yang berbeda. Misalnya, karakteristik gelombang radio yang dihasilkan oleh tulang berbeda
dengan darah, dll. Semakin banyak jumlah air dalam jaringan tubuh, semakin tinggi
kandungan atom hidrogennya, semakin cerah pula hasilnya pada gambar MRI.
Cat :

Untuk mendapatkan hasil gambar yang optimal, perlu penentuan center magnet (land
marking patient) sehingga coil dan bagian tubuh yang diamati harus sedekat mungkin ke
center magnet, misalnya pemeriksaan MRI kepala, pusat magnet pada hidung.

Lama pemindaian MRI bervariasi, tergantung pada kondisi dan bagian tubuh yang dipelajari. Secara
umum, MRI membutuhkan sekitar 20 sampai 30 menit (lebih lama dari rata-rata pemindaian dengan
CT). MRI scanner menghasilkan kebisingan yang cukup keras sehingga Anda perlu memakai
penyumbat telinga atau headphoneuntuk menurunkan suara ke tingkat yang dapat ditoleransi.
MRI cocok untuk semua orang, termasuk ibu hamil dan anak-anak. Namun, MRI mungkin bukan
pilihan bagi Anda yang menggunakan perangkat elektronik atau logam di tubuh seperti alat pacu
jantung, defibrillator, implan koklea, pompa insulin, katup jantung buatan, dll. Medan magnet yang
kuat dapat membuat alat tersebut rusak. Sebaliknya, gerakan alat-alat tersebut dalam medan magnet
juga dapat merusak mesin MRI yang sangat mahal.

Sumber : http://majalahkesehatan.com/pemeriksaan-diagnostik-dengan-magneticresonance-imaging-mri

Teknik Pemeriksaan CT Scan


Persiapan pasien
Pasien dan keluarga sebaiknya diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan. Pasien
diberi gambaran tentang alat yang akan digunakan. Bila perlu dengan menggunakan kaset video
atau poster, hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian kepada pasien dengan demikian
menguragi stress sebelum waktu prosedur dilakukan. Test awal yang dilakukan meliputi :

Kekuatan untuk diam ditempat ( dimeja scanner ) selama 45 menit.


Melakukan pernapasan dengan aba aba ( untuk keperluan bila ada permintaan untuk
melakukannya ) saat dilakukan pemeriksaan.
Mengikuti aturan untuk memudahkan injeksi zat kontras.
Penjelasan kepada klien bahwa setelah melakukan injeksi zat kontaras maka wajah akan
nampak merah dan terasa agak panas pada seluruh badan, dan hal ini merupakan hal yang
normal dari reaksi obat tersebut. Perhatikan keadaan klinis klien apakah pasien mengalami
alergi terhadap iodine. Apabila pasien merasakan adanya rasa sakit berikan analgetik dan
bila pasien merasa cemas dapat diberikan minor tranguilizer. Bersihkan rambut pasien dari
jelly atau obat-obatan. Rambut tidak boleh dikepang dan tidak boleh memakai wig.

Prosedur Pemeriksaan CT Scan


1. Posisi terlentang dengan tangan terkendali.
2. Meja elektronik masuk ke dalam alat scanner.
3. Dilakukan pemantauan melalui komputer dan pengambilan gambar dari beberapa sudut
yang dicurigai adanya kelainan.
4. Selama prosedur berlangsung pasien harus diam absolut selama 20-45 menit.
5. Pengambilan gambar dilakukan dari berbagai posisi dengan pengaturan komputer.
6. Selama prosedur berlangsung perawat harus menemani pasien dari luar dengan memakai
protektif lead approan.
7. Sesudah pengambilan gambar pasien dirapihkan.

Cara Kerja CT Scan


Film yang menerima proyeksi sinar diganti dengan alat detektor yang dapat mencatat semua
sinar secara berdispensiasi. Pencatatan dilakukan dengan mengkombinasikan tiga pesawat detektor,
dua diantaranya menerima sinar yang telah menembus tubuh dan yang satu berfungsi sebagai
detektor aferen yang mengukur intensitas sinar rontgen yang telah menembus tubuh dan penyinaran
dilakukan menurut proteksi dari tiga tititk, menurut posisi jam 12, 10 dan jam 02 dengan memakai
waktu 4,5 menit
Sinar-X yang mengalami atenuasi, setelah menembus objek diteruskan ke detektor yang
mempunyai sifat sangat sensitive dalam menagkap perbedaan atenuasi dari sinar-X yang kemudian
mengubah sinar-X tersebut menjadi signal-signal listrik. Kemudian signal-signal listrik tersebut
diperkuat oleh Photomultiplier Tube sinar-X. Data dalam bentuk signal-signal listrik tersebut diubah
kedalam bentuk digital oleh Analog to Digital Converter (ADC), yang kemudian masuk ke dalam

system computer dan diolah oleh computer. Kemudian Data Acquistion System (DAS) melakukan
pengolahan data dalam bentuk data-data digital atau numerik.

Sumber : http://keladitikus.info/pemeriksaan-a-pengobatan/ct-scan.html

Teknik Pemeriksaan Spirometri


Persiapan
Spirometri merupakan pemeriksaan yang relative mudah namun sering kali hasilnya tidak dapat
digunakan. Karena itu perlu beberapa persiapan sebagai berikut:

Operator, harus memiliki pengetahuan yang memadai , tahu tujuan pemeriksaan dan mampu
melakukan instruksi kepada subjek dengan manuver yang benar
Persiapan alat, spirometer harus telah dikalibrasi untuk volume dan arus udara minimal 1
kali seminggu
Persiapan subjek, selama pemeriksaan subjek harus merasa nyaman. Sebelum pemeriksaan
subjek sudah tahu tentang tujuan pemeriksaan dan manuver yang akan dilakukan. Subjek
bebas rokok minimal 2 jam sebelumnya, tidak makan terlalu kenyang, tidak berpakaian
terlalu ketat, penggunaan obat pelega napas terakhir 8 jam sebelumnya untuk aksi singkat
dan 24 jam untuk aksi panjang.
Kondisi lingkungan, ruang pemeriksaan harus mempunyai sistem ventilasi yang baik dan
suhu udara berkisar antara 17 40 0C

Prosedur Pemeriksaan Spirometri


1. Siapkan alat spirometri
2. Nyalakan alat terlebih dahulu dengan memencet tombol ON. Masukkan data seperti umur,
seks, TB, BB
3. Kemudian masukkan mouthpiece yang ada dalam alat spirometri kedalam mulutnya dan
tutuplah hidung dengan penjepit hidung.
4. Untuk mengatur pernapasan, bernapaslah terlebih dahulu dengan tenang sebelum melakukan
pemeriksaan.
5. Tekan tombol start jika sudah siap untuk memulai pengukuran.
6. Mulai dengan pernapasan tenang sampai timbul perintah dari alat untuk ekspirasi maksimal
(tidak terputus). Bila dilakukan dengan benar maka akan keluar data dan kurva pada layar
monitor spirometri.
7. Kemudian ulangi pengukuran dengan melanjutkan inspirasi dalam dan ekspirasi maksimal.
8. Setelah selesai lepaskan mouthpiece, periksa data dan kurva kemudian dilanjutkan dengan
mencetak hasil rekaman (tekan tombol print pada alat spirometri).

Sumber :
http://www.klikparu.com/2013/01/spirometri.html
http://www.duniaalatkedokteran.com/2010/12/pemeriksaan-fungsi-paru-denganalat.html