Anda di halaman 1dari 37

ANALISA DEBIT BANJIR RENCANA

Analisis Frekuensi Curah Hujan


Curah hujan rencana dapat ditentukan dengan terlebih dahulu melakukan beberapa analisis yaitu
analisis frekuensi curah hujan rencana, analisis uji kecocokan sebaran kemudian analisis penentuan
curah hujan wilayah rencana. Curah hujan ini diperlukan untuk menentukan debit banjir rencana pada
daerah tinjauan.
Tujuan dari analisis frekuensi curah hujan adalah untuk memperoleh curah hujan dengan beberapa
perioda ulang. Pada analisis ini digunakan beberapa metoda untuk memperkirakan curah hujan
dengan periode ulang tertentu, yaitu:

a.

Metoda Distribusi Normal

b.

Metoda Distribusi Pearson Type III

c.

Metoda Distribusi Log Pearson Type III

d.

Metoda Distribusi Gumbel.

Metoda yang dipakai nantinya harus ditentukan dengan melihat karakteristik distribusi hujan daerah
setempat. Periode ulang yang akan dihitung pada masing-masing metode adalah untuk periode ulang
2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Uraian masing-masing dari metoda yang dipakai adalah sebagai
berikut :

a.

Metoda Distribusi Normal

Merupakan fungsi distribusi kumulatif (CDF) Normal atau dikenal dengan distribusi Gauss (Gaussian
Distribution). Distribusi normal memiliki fungsi kerapatan probabilitas yang dirumuskan :
f (x)

x
. exp 1 .

2

. 2.

Dimana :

dan

adalah parameter statistik, yang masing-masing adalah nilai rata-rata dan standar deviasi

dari varian.

b.

Metoda Distribusi Pearson Type III

Secara sederhana fungsi kerapatan distribusi Pearson Type III adalah sebagai berikut:
Xt

= Xi + KT.Si

Dimana:
Xi

Data ke-i

Si

Standar deviasi

Cs

Koefisien skewness

KT

Faktor sifat distribusi Pearson Type III, yang merupakan fungsi dari besarnya Cs
yang ditunjukan pada tabel.

c.

Log Pearson Type III

Secara sederhana fungsi kerapatan peluang distribusi Pearson Type III ini mempunyai persamaan
sebagai berikut
log Xt = log Xi + KT.Si
log

Si

log Xi
N
X=

= standar deviasi
=

Cs

(log Xi log X ) 2
N1

= Koefisien skewness

(log Xi log X) 2
3
= (N 1).(N 2)Si
Dimana
KT

= Koefisien frekuensi didapat dari tabel.

d.

Metoda Distribusi Gumbel Type I Ekatremal

Metoda distribusi Gumbel banyak digunakan dalam Analisis frekuensi hujan yang mempunyai rumus
Rt = R + K. Sx
K = (yt - yn)/Sn.
Yt = - (0,834 + 2,303 log T/T-1)
Dimana:
Rt

Curah hujan untuk periode ulang T tahun (mm).

Curah hujan maksimum rata-rata

Sx

Standar deviasi

Faktor frekuensi

Sn, Yn =

Faktor pengurangan deviasi standar rata-rata sebagai fungsi dari jumlah data.

Analisis Uji Kecocokan Sebaran Data


Pengujian kecocokan sebaran adalah untuk menguji apakah sebaran yang di pilih dalam pembuatan
duration curve cocok dengan sebaran empirisnya.
Pada analisis ini dilakukan uji kecocokan sebaran data menggunakan metode standar deviasi. Dari
beberapa metode yang dilakukan kemudian dipilih sebaran yang cocok atau memenuhi standar

deviasi. Analisis dilakukan menggunakan tabel yang akan diuraikan untuk tiap lokasi pada sub bab
selanjutnya.

Analisis Debit Banjir Rencana


Penentuan debit banjir rencana, dilakukan menurut ketentuan Tata Cara Perhitungan Debit Banjir
Rencana, SNI. Penentuan debit banjir yang dilakukan adalah dengan Metode Unit Hidrograf
(Hidrograf Sintetik) dengan rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :

Qp

C A Ro
3,6 ( 0,3Tp T0 ,3 )

dimana:
Qp

= debit banjir (m3 / detik)

Ro

= Unit curah hujan (mm)

Tp

= Waktu konsentrasi (jam)

T0,3 = waktu yang diperlukan dari kulminasi sampai 30 % banjir (jam).

1.

Rumus Kurva Menaik pada hidrograf

t
T
p

Qa Q p

2, 4

dimana:

2.

Qa

= debit banjir sebelum debit puncak

= waktu (jam)

Kurva menurun
a.

b.

c.
3.

Qd

>0,3 Qp

t Tp

Qd Q p * 0.3

0,3 Qp > Qd >0,32 Qp :

0,32 Qp > Qd :

Tp = tg + 0,8 tr
untuk

T0 , 3

t T p 0 , 5T0 , 3

Qd Q p * 0,3
t T p 1, 5T0 , 3

Qd Q p * 0.3

2T0 , 3

1, 5T0 , 3

L < 15 km

tg = 0,21 L0,7

L > 15 km

tg = 0,4 + 0,058 L

dimana:

4.

= panjang sungai/aliran (km)

tg

= waktu konsentrasi (jam)

tr

= 0,5 tg sampai tg (jam)

T 0,3

= tg( hour)

Dengan besarnya =
a. daerah pengaliran biasa = 2
b. bagian naik hidrograf yang lambat dan bagian menurun yang cepat = 15
c.

5.

bagian naik hidrograf yang cepat dan bagian menurun yang lambat = 3

Asumsi yang dipergunakan dalam perhitungan ini adalah :


a.
b.
c.

Panjang sungai
Luas catchment area
Koefisien pengaliran

Data yang tersedia


Untuk

melakukan

analisa

ini

digunakan

data

curah

hujan

harian

maksimum untuk tiap stasiun pengamat hujan yang akan digunakan


dalam analisa hidrologi dengan panjang data minimal 10 tahun untuk
masing-masing lokasi stasiun pengamat curah hujan. Data- data curah
hujan yang dipakai pada analisis ini didapat berdasarkan pencatatan
stasiun pengamat berikut ini:
1. Stasiun BMG (No. Stasiun 26a)
2. Stasiun BMG (No. Stasiun 27)
3. Stasiun BMG (No. Stasiun 7 TP)
4. Stasiun BMG (No. Stasiun 2 TP)
Resume data curah hujan maksimum harian yang digunakan dapat
disimak dalam tabel berikut ini :

Tabel curah hujan maksimum sta. 26a BMG


Tahun
1989

Hujan
regional
101

1990

78

1991

86

1992

86

1993

78

1994

79

1995

116

1996

117

1997

84

1998

102

1999

170

2000

103

2001

103

2002

89

2003

78

2004

89

2005

175

2006

97

2007

91

Maksimum

175

Rerata

100.15

Minimum

78

Standar
27.46
deviasi
Sumber : data BMG

Tabel curah hujan maksimum sta. 2 TP BMG


Tahun
1989

Hujan
regional
109

1990

78

1991

80

1992

89

1993

79

91994

79

1995

116

1996

117

1997

96

1998

96

1999

172

2000

105

2001

109

2002

89

2003

79

2004

87

2005

177

2006

97

2007

98

Maksimum

177

Rerata

105.33

Minimum

78

Standar
29.4
deviasi
Sumber : data BMG

Tabel curah hujan maksimum sta. 27 BMG


Tahun
1989

Hujan
regional
122

1990

78

1991

90

1992

89

1993

92

1994

97

1995

120

1996

120

1997

96

1998

96

1999

174

2000

105

2001

109

2002

89

2003

129

2004

98

2005

188

2006

99

2007

90

Maksimum

188

Rerata

108

Minimum

78

Standar
28.26
deviasi
Sumber : data BMG

Tabel curah hujan maksimum sta. 7 TP BMG


Tahun
1989

Hujan
regional
110

1990

90

1991

89

1992

89

1993

126

1994

97

1995

120

1996

111

1997

99

1998

111

1999

98

2000

100

2001

109

2002

100

2003

129

2004

98

2005

99

2006

99

2007

96

Maksimum

129

Rerata

102.94

Minimum

88.7

Standar
11.86
deviasi
Sumber : data BMG

Table analisis frekuensi dengan metode distribusi normal

No

Tahun

Rangking

Tr

Data

Rangking

tahun

1989

110.5

159.75

20

1990

19

81

153.5

10

1991

18

86.25

118

6.67

1992

16

88.25

116.25

1993

13

93.5

110.5

1994

17

88

107.5

3.33

1995

118

103.75

2.86

1996

116.25

103.25

2.50

1997

11

94

101.25

2.22

10

1998

101.25

98

11

1999

153.5

94

1.82

12

2000

103.25

93.75

1.67

13

2001

107.5

110.5

1.54

14

2002

15

91.75

93

1.43

15

2003

103.75

91.75

1.33

16

2004

14

93

88.25

1.25

17

2005

159.75

88

1.18

18

2006

10

98

86.25

1.11

19

2007

12

93.75

81

1.05

Jumlah data

(n)

= 19

Rata-rata

( xrerata)

= 104.2763

Standard Deviation

(Sx )

= 20.9975

KTr

= pembacaan dari table berdasarkan periode ulang

XTr

= average + (STD x KTr)

Periode Ulang

KTr

(tahun)

XTr

Probability

(mm)

104.2763

0.5

0.84

121.9142

0.2

10

1.28

131.1531

0.1

25

1.64

138.7122

0.04

50

2.05

147.321

0.02

100

2.33

153.2004

0.01

Table analisis frekuensi dengan metode log normal 2 parameter

No

Tahun

Rangkin
g

Tr

Data

Rangking

tahun

1989

110.5

159.75

20

1990

19

81

153.5

10

1991

18

86.25

118

6.67

1992

16

88.25

116.25

1993

13

93.5

110.5

1994

17

88

107.5

3.33

1995

118

103.75

2.86

1996

116.25

103.25

2.50

1997

11

94

101.25

2.22

10

1998

101.25

98

11

1999

153.5

94

1.82

12

2000

103.25

93.75

1.67

13

2001

107.5

110.5

1.54

14

2002

15

91.75

93

1.43

15

2003

103.75

91.75

1.33

16

2004

14

93

88.25

1.25

17

2005

159.75

88

1.18

18

2006

10

98

86.25

1.11

19

2007

12

93.75

81

1.05

Jumlah data

(n)

= 19

Standard Deviation

(Sx)

= 20.9975

Rata-rata

(x)

= 104.2763

Variance Coefficient

(Cv)

= Sx/Xrata2 = 0.20

Periode Ulang

KTr

(tahun)

XTr

Probability

(mm)

-0.1052

102.06

0.5

0.8032

121.1415

0.2

10

1.3393

132.398

0.1

25

1.9128

144.44

0.04

50

2.3916

154.494

0.02

100

2.7950

162.96

0.01

Table analisis frekuensi dengan log normal dengan 3 parameter

No

Tahun

Rangking

Tr

Data

Rangking

tahun

1989

110.5

159.75

20

1990

19

81

153.5

10

1991

18

86.25

118

6.67

1992

16

88.25

116.25

1993

13

93.5

110.5

1994

17

88

107.5

3.33

1995

118

103.75

2.86

1996

116.25

103.25

2.50

1997

11

94

101.25

2.22

10

1998

101.25

98

11

1999

153.5

94

1.82

12

2000

103.25

93.75

1.67

13

2001

107.5

110.5

1.54

14

2002

15

91.75

93

1.43

15

2003

103.75

91.75

1.33

16

2004

14

93

88.25

1.25

17

2005

159.75

88

1.18

18

2006

10

98

86.25

1.11

19

2007

12

93.75

81

1.05

Jumlah data

(n)

= 19

Standard Deviation

(Sx)

= 20.9975

Rata-rata

(x)

= 104.2763

Skewness Coeffient

(Cs)

= 1.74704

Periode Ulang

KTr

(tahun)

XTr

Probability

(mm)

-0.2366

99.3083

0.5

0.6144

117.177

0.2

10

1.2437

130.39

0.1

25

2.0421

147.1553

0.04

50

2.7943

162.95

0.02

100

3.5196

178.179

0.01

Table analisis frekuensi dengan metode Gumbell

No

Tahun

Rangkin
g

Tr

Data

(X1Xrerata)2

Rangking

tahun

1989

110.5

38.7

159.75

20

1990

19

81

541.8

153.5

10

1991

18

86.25

324.9

118

6.67

1992

16

88.25

256.8

116.25

1993

13

93.5

116.1

110.5

1994

17

88

264.9

107.5

3.33

1995

118

188.3

103.75

2.86

1996

116.25

143.4

103.25

2.50

1997

11

94

105.6

101.25

2.22

10

1998

101.25

9.2

98

11

1999

153.5

2423

94

1.82

12

2000

103.25

1.1

93.75

1.67

13

2001

107.5

10.4

110.5

1.54

14

2002

15

91.75

156.9

93

1.43

15

2003

103.75

0.3

91.75

1.33

16

2004

14

93

127.2

88.25

1.25

17

2005

159.75

3077.3

88

1.18

18

2006

10

98

39.4

86.25

1.11

19

2007

12

93.75

110.8

81

1.05

Jumlah data

(n)

= 19

Standard Deviation

(Sx)

= 20.9975

Rata-rata

( xrerata )

= 104.2763

Total nilai data

(X)

= 1981.25

Total kuadrat deviasi utk nilai tengah (X1-Xrerata)2 = 7936.1


Yn Coeff (reduce mean)

(Yn)

= 0.5220

Sn Coeff (reduce Sd)

(Sn)

= 1.0565

Periode Ulang

KTr

(tahun)

XTr

Probability

(mm)

0.3665

101.19

0.5

1.4999

123.71

0.2

10

2.2504

138.63

0.1

25

3.1985

157.47

0.04

50

3.9019

171.45

0.02

100

4.601

185.33

0.01

Table analisis frekuensi dengan metode pearson III

No

Tahun

X
Data

(XXrerata)3

1989

110.5

241.1

1990

81

-12610.8

1991

86.25

-5857.6

1992

88.25

-4116.2

1993

93.5

-1251.4

1994

88

-4311.9

1995

118

2584.7

1996

116.25

1716.7

1997

94

-1085.2

10

1998

101.25

-27.7

11

1999

153.5

119267.6

12

2000

103.25

-1.1

13

2001

107.5

33.5

14

2002

91.75

-1965.5

15

2003

103.75

-0.1

16

2004

93

-1433.8

17

2005

159.75

170711

18

2006

98

-247.2

19

2007

93.75

-1166.4

Jumlah data

(n)

= 19

Standard Deviation

(Sx)

= 20.9975

Rata-rata

( xrerata )

= 104.2763

Total nilai data

(X)

= 1981.25

Koef. Skewness

(Cs)

= 1.747038

Periode Ulang

KTr

(tahun)

XTr

Probability

(mm)

-0.284

98.313

0.5

0.661

118.155

0.2

10

1.347

132.56

0.1

25

2.215

150.786

0.04

50

2.863

164.39

0.02

100

3.508

177.935

0.01

Table analisis frekuensi dengan metode log pearson III

No

Tahun

Log X

(logXlogXrerata)2

(logXlogXrerata)3

Data
1

1989

110.5

2.04

0.00105

0.00003

1990

81

1.91

0.01052

-0.00108

1991

86.25

1.94

0.00567

-0.00043

1992

88.25

1.95

0.00427

-0.00028

1993

93.5

1.97

0.00162

-0.00007

1994

88

1.94

0.00443

-0.00029

1995

118

2.07

0.00370

0.00023

1996

116.25

2.07

0.00296

0.00016

1997

94

1.97

0.00144

-0.00005

10

1998

101.25

2.01

0.00003

0.00000

11

1999

153.5

2.19

0.03065

0.00537

12

2000

103.25

2.01

0.00001

0.00000

13

2001

107.5

2.03

0.00042

0.00001

14

2002

91.75

1.96

0.00234

-0.00011

15

2003

103.75

2.02

0.00002

0.00000

16

2004

93

1.97

0.00181

-0.00008

17

2005

159.75

2.20

0.03702

0.00712

18

2006

98

1.99

0.00039

-0.00001

19

2007

93.75

1.97

0.00153

-0.00006

Jumlah data

(n)

= 19

Total nilai log X

(logX)

= 38.21

Rerata log X mean

( logxrerata )

= 2.01

Total

(logX-logXrerata)2

= 0.10986

Standard Deviation logX (Slogx)

= 0.07812407

Total

(logX-logXrerata)3

= 0.01046

Koef. Skewness

(Cs)

Periode Ulang

KTr

= 1.36252757
logXTr

(tahun)

XTr
(mm)

-0.232

1.992

98.2

0.760

2.069

117.2

10

1.418

2.121

132.1

25

2.214

2.183

152.4

50

2.776

2.227

168.7

100

3.334

2.270

186.2

Tabel resume analisis frekuensi curah hujan rencana


Frekuensi analisis design hujan (mm)
Return
Periode

Normal

Log
normal

Log
normal

2
parameter

3
parameter

Gumbell

Person III

Log Person
III

104.2763

102.06

99.3083

101.19

98.313

98.2

121.9142

121.1415

117.177

123.71

118.155

117.2

10

131.1531

132.398

130.39

138.63

132.56

132.1

25

138.7122

144.44

147.1553

157.47

150.786

152.4

50

147.321

154.494

162.95

171.45

164.39

168.7

100

153.2004

162.96

178.179

185.33

177.935

Gambar Analisis Frekuensi Curah Hujan Rencana

186.2

Uji kecocokan sebaran untuk metode distribusi normal


n

Weinbull

Tr

KTr

Xactual

Xprediction

0.05

20

1.5200

110.5

136.19

25.69

0.10

10

1.2800

81

131.15

50.15

0.15

6.67

0.9867

86.25

124.99

38.74

0.20

0.8400

88.25

121.91

33.66

0.25

0.6700

93.5

118.34

24.84

0.30

3.33

0.5200

88

115.20

27.20

0.35

2.86

0.6700

118

118.34

0.34

0.40

2.50

0.2500

116.25

109.53

6.72

0.45

2.22

0.1111

94

106.61

12.61

10

0.50

0.0000

101.25

104.28

3.03

11

0.55

1.82

-0.1377

153.5

101.38

52.12

12

0.60

1.67

-0.2500

103.25

99.03

4.22

13

0.65

1.54

-0.3980

107.5

95.92

11.58

14

0.70

1.43

-0.5200

91.75

93.36

1.61

15

0.75

1.33

-0.6650

103.75

90.31

13.44

16

0.80

1.25

-0.8400

93

86.64

6.36

17

0.85

1.18

-1.0711

159.75

81.79

77.96

18

0.90

1.11

-0.2765

98

98.47

0.47

19

0.95

1.05

-1.6400

93.75

69.84

23.91

Total Deviation

maks

414.67

Average Deviation

41.47

Uji kecocokan sebaran untuk metode log normal dengan 2 parameter


Xprediction

Weinbull

Tr

KTr

Xactual

0.05

20

1.7568

110.5

141.17

30.67

0.10

10

1.2304

81

130.11

49.11

0.15

6.67

0.9224

86.25

123.64

37.39

0.20

0.7039

88.25

119.06

30.81

0.25

0.5344

93.5

115.50

22.00

0.30

3.33

0.3959

88

112.59

24.59

0.35

2.86

0.2788

118

110.13

7.87

0.40

2.50

0.1774

116.25

108.00

8.25

0.45

2.22

0.0880

94

106.12

12.12

10

0.50

0.0079

101.25

104.44

3.19

11

0.55

1.82

-0.0645

153.5

102.92

50.58

12

0.60

1.67

-0.1306

103.25

101.53

1.72

13

0.65

1.54

-0.1914

107.5

100.26

7.24

14

0.70

1.43

-0.2476

91.75

99.08

7.33

15

0.75

1.33

-0.3000

103.75

97.98

5.77

16

0.80

1.25

-0.3491

93

96.95

3.95

17

0.85

1.18

-0.3951

159.75

95.98

63.77

18

0.90

1.11

-0.4385

98

95.07

2.93

19

0.95

1.05

-0.4796

93.75

94.21

0.46

Total Deviation

maks

369.74

Average Deviation

36.97

Uji kecocokan sebaran untuk metode normal dengan 3 parameter


n

Weinbull

Tr

KTr

Xactual

Xprediction

0.05

20

0.2397

110.5

119.95

9.45

0.10

10

0.1654

81

112.82

31.82

0.15

6.67

0.1220

86.25

108.66

22.41

0.20

0.0912

88.25

105.70

17.45

0.25

0.0673

93.5

103.40

9.90

0.30

3.33

0.0477

88

101.53

13.53

0.35

2.86

0.0312

118

99.94

18.06

0.40

2.50

0.0169

116.25

98.57

17.68

0.45

2.22

0.0043

94

97.36

3.36

10

0.50

-0.0070

101.25

96.28

4.97

11

0.55

1.82

-0.0172

153.5

95.30

58.20

12

0.60

1.67

-0.0265

103.25

94.40

8.85

13

0.65

1.54

-0.0351

107.5

93.58

13.92

14

0.70

1.43

-0.0430

91.75

92.82

1.07

15

0.75

1.33

-0.0504

103.75

92.11

11.64

16

0.80

1.25

-0.0573

93

91.44

1.56

17

0.85

1.18

-0.0638

159.75

90.82

68.93

18

0.90

1.11

-0.0700

98

90.23

7.77

19

0.95

1.05

-0.0758

93.75

89.68

4.07

Total Deviation

maks

324.64

Average Deviation

32.46

Uji kecocokan sebaran untuk metode gumbell


n

Weinbull

Tr

YTr

Xactual

Xprediction

0.05

20

2.9702

110.5

152.93

42.43

0.10

10

2.2504

81

138.63

57.63

0.15

6.67

1.8170

86.25

130.01

43.76

0.20

1.4999

88.25

123.71

35.46

0.25

1.2459

93.5

118.66

25.16

0.30

3.33

1.0309

88

114.39

26.39

0.35

2.86

0.8422

118

110.64

7.36

0.40

2.50

0.6717

116.25

107.25

9.00

0.45

2.22

0.5144

94

104.13

10.13

10

0.50

0.3665

101.25

101.19

0.06

11

0.55

1.82

0.2250

153.5

98.37

55.13

12

0.60

1.67

0.0874

103.25

95.64

7.61

13

0.65

1.54

-0.0486

107.5

92.94

14.56

14

0.70

1.43

-0.1856

91.75

90.21

1.54

15

0.75

1.33

-0.3266

103.75

87.41

16.34

16

0.80

1.25

-0.4759

93

84.44

8.56

17

0.85

1.18

-0.6403

159.75

81.18

78.57

18

0.90

1.11

-0.8340

98

77.33

20.67

19

0.95

1.05

-1.0972

93.75

72.10

21.65

Total Deviation

maks

482.03

Average Deviation

48.20

Uji kecocokan sebaran untuk metode pearson III


n

Weinbull

Tr

KTr

Xactual

Xprediction

0.05

20

1.5591

110.5

137.01

26.51

0.10

10

1.1511

81

128.45

47.45

0.15

6.67

0.9123

86.25

123.43

37.18

0.20

0.7430

88.25

119.88

31.63

0.25

0.6116

93.5

117.12

23.62

0.30

3.33

0.5043

88

114.86

26.86

0.35

2.86

0.4135

118

112.96

5.04

0.40

2.50

0.3349

116.25

111.31

4.94

0.45

2.22

0.2655

94

109.85

15.85

10

0.50

0.2035

101.25

108.55

7.30

11

0.55

1.82

0.1474

153.5

107.37

46.13

12

0.60

1.67

0.0962

103.25

106.30

3.05

13

0.65

1.54

0.0490

107.5

105.31

2.19

14

0.70

1.43

0.0054

91.75

104.39

12.64

15

0.75

1.33

-0.0352

103.75

111.53

7.78

16

0.80

1.25

-0.0732

93

102.74

9.74

17

0.85

1.18

-0.1089

159.75

101.99

57.76

18

0.90

1.11

-0.1425

98

101.28

3.28

19

0.95

1.05

-0.1744

93.75

100.61

6.86

Total Deviation

maks

375.83

Average Deviation

37.58

Uji kecocokan sebaran untuk metode log pearson III


n

Weinbull

Tr

KTr

Xactual

Xprediction

0.05

20

1.1068

110.5

125.17

14.67

0.10

10

0.9173

81

120.97

39.97

0.15

6.67

0.8064

86.25

118.58

32.33

0.20

0.7277

88.25

116.92

28.67

0.25

0.6667

93.5

115.64

22.14

0.30

3.33

0.6169

88

114.61

26.61

0.35

2.86

0.5747

118

113.74

4.26

0.40

2.50

0.5382

116.25

113.00

3.25

0.45

2.22

0.5060

94

112.35

18.35

10

0.50

0.4772

101.25

111.77

10.52

11

0.55

1.82

0.4511

153.5

111.24

42.26

12

0.60

1.67

0.4273

103.25

110.77

7.52

13

0.65

1.54

0.4054

107.5

110.33

2.83

14

0.70

1.43

0.3851

91.75

109.93

18.18

15

0.75

1.33

0.3663

103.75

109.56

5.81

16

0.80

1.25

0.3486

93

109.21

16.21

17

0.85

1.18

0.3321

159.75

108.89

50.86

18

0.90

1.11

0.3164

98

108.58

10.58

19

0.95

1.05

0.3016

93.75

108.29

14.54

Total Deviation

maks

369.56

Average Deviation

36.96

Tabel resume uji kecocokan sebaran

Selisih Untuk nilai kritis 5 %


No.

Normal

Log
normal

Log
normal

2
parameter

3
parameter

Gumbell

Person III

Log Person
III

41.47

36.97

32.46

48.20

26.51

14.67

25.69

30.67

9.45

42.43

47.45

39.97

50.15

49.11

31.82

57.63

37.18

32.33

38.74

37.39

22.41

43.76

31.63

28.67

33.66

30.81

17.45

35.46

23.62

22.14

24.84

22.00

9.90

25.16

26.86

26.61

27.20

24.59

13.53

26.39

5.04

4.26

0.34

7.87

18.06

7.36

4.94

3.25

6.72

8.25

17.68

9.00

15.85

18.35

10

12.61

12.12

3.36

10.13

7.30

10.52

Rata2
Deviasi

41.47

36.97

32.46

48.20

37.58

36.96

Analisis Debit Banjir Rencana

Contoh Perhitungan :
Diketahui :
Panjang Sungai/Saluran (L)

: 3.15 Km

Luas DAS (F)

: 0.35 Km2

Koefisien Pengaliran DAS(C)

: 0,8

Parameter

:2

Curah hujan spesifik

:1

Menghitung time tag (Tg)


Syarat :

L= 3.408 Km

L < 15 km

tg = 0,21 L0,7

L > 15 km

tg = 0,4 + 0,058 L

maka:

Tg = 0,4 + 0,058 L
Tg = 0,4 + (0,058 x 3.408)
Tg = 0,598 jam

Menghitung Tr
Tr = 0,75 x Tg
Tr = 0,75 x 0,598
Tr = 0,448 jam

Menghitung Tp
Tp = tg + 0,8Tr
Tp = 0,598 + 0,8(0,448)
Tp = 0.96 jam

Menghitung nilai T

T0,3

1.1654

0,5T0,3

0.5827

jam

1,5T0,3

1.7481

jam

2,0T0,3

2.3308

jam

Menghitung debit puncak Qp

Qp (

F
R
C
)
3,6 0,3 Tp T0 ,3

Qp = 0.24 m3/det

Menghitung base flow ( Qb)


Qb 0,5 Qp
Qb = 0.5 x 0.024 = 0.12 m3/det

Perhitungan volume waduk dan elevasi muka air


Dalam melakukan optimasi waduk ini dikembangkan alternatif pola
operasi 2 pompa menyala . Tabulasi tersebut akan menghasilkan korelasi
antara debit limpasan, volume limpasan, kapasitas pemompaan, serta
TMA pada setiap waktu. Sehingga dapat dihitung lagi hubungan antara
operasi pompa, waktu dan elevasi waduk pada setiap waktunya dengan
tabel berikut :

Grafik elevasi muka air terhadap waktu untuk pengoperasian pompa secara penuh adalah sebagai
berikut.

Analisa stabilitas Turap waduk Panjalu