P. 1
METODE EKSPERIMEN

METODE EKSPERIMEN

|Views: 5,601|Likes:
Dipublikasikan oleh l209

More info:

Published by: l209 on Mar 17, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

01/06/2013

METODE EKSPERIMEN

TRAVERS (1978): Merupakan Metode Plg bergengsi dlm Perkembangan Ilmu Pengetahuan GAY (1976) : SatuSatu-satunya Metode Penelitian yg benar-benar benardpt menguji Hipotesis mengenai sebab akibat Dpt mewakili pendekatan yg plg sahih dlm memecahkan masalah baik secara praktis/teori ARY (1972) : Metode Penelitian yg paling tangguh (sophisticated) dlm pengujian hipotesis sophisticated)

Metode Eksperimen /Metode perbedaan (Method (Method of Difference) : Difference) Variabel tunggal dpt diterapkan pd suatu keadaan yg ditaksir Paling sedikit satu kondisi yg dpt dimanipulasi, kondisi yg lain konstan, dan kemudian pengaruh perbedaan kondisi atu variabel tsb dpt diukur Pemanipulasian variabel mrpk karakteristik yg membedakan dg penelitian lain

Karakteristik: Karakteristik:
1. Variabel Bebas adlh Variabel yg 2. 3.
dimanipulasi Semua variabel kecuali var terikat adl konstan Pengaruh pemanipulasian var bebas atas var terikat dpt diamati atau dpt diukur

LangkahLangkah-Langkah Dasar
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
Identifikasi Penyeleksian Pendefinisian Masalah Penyusunan hipotesis Penyeleksian subyek-subyek dan alat subyekukur Pemilihan rancangan yg akan digunakan Pelaksanaan Prosedur Penganalisisan data dan penyusunan kesimpulan

Hindari kesalahan dengan tdk memberikan perlakuan pd kelompok kontrol Jenis kelamin, kemampuan mental, status sosialsosial-ekonomi : variabel yg tdk dpt dimanipulasi krn bukan variabel aktif Subyek var manipulatif: dpt ditetapkan secara acak (disebut variabel aktif) aktif) GAY (197) kontrol diartikan sbg usaha-usaha yg usahadilakukan oleh peneliti untuk menghilangkan pengaruh variabel-variabel lain selain variabel variabelbebas yg mungkin mempengaruhi hasil variabel terikat

ANCAMAN VALIDITAS
Eksperimen Valid bila hasil yg diperoleh sematasemata-mata disebabkan oleh pemanipulasian variabel bebas dan memperoleh hasil yg sama bila dilakukan di luar situasi eksperimen Validitas internal mengarah pada suatu kondisi bhw perbedaan yg diamati pd variabel terikat adlh semata-mata hasil langsung dr sematapemanipulasian variabel bebas, bukan dr variabelvariabel-variabel lain.

Pertanyaan validitas internal: internal:
Apakah perlakuan yg diberikan di dlm eksperimen benar-benar membawa benarperubahan variabel terikat? Apakah variabel bebas benar-benar membuat benarperbedaan yg signifikan? Pertanyaan tsb tdk dpt dijawab secara positif jika rancangan yg dibuat sebelumnya tdk memberikan kontrol yg cukup pd variabel yg tdk berhubungan

Ancaman Validitas Internal
1. Sejarah, bbrp peristiwa dpt terjadi selama
eksperimen (yg bukan bagian dr perlakuan) shg mengakibatkan perubahan serius pd var terikat 2. Kematangan, Proses psikologis atau biologis Kematangan, yg scr sistematis bervariasi sesuai dg perjalanan waktu, serta bebas dr kejadian eksternal khusus 3. Pengujian, peningkatan prestasi subyek pd Pengujian, pascauji yg mrpkn fungsi dr prauji dan bukan krn perlakuan eksperimental (dikontrol dg tdk memberikan prauji atau dg bentuk ujian lain)

4. Instrumen : a. Bila pra&pasca uji tdk memiliki tingkat b. c. d. e.

kesukaran yg sama Bila soal ujian esai digunakan dlm pengukuran dan nilai ujian pertama&kedua berfluktuasi Bila wawancara digunakan untuk mengukur keberhasilan dan subyek terbiasa dg jadwal wawancara tsb Bila pengamatan digunakan sbg alat pengukuran dr para pengamat melakukan cara sendiri-sendiri dlm pengamatan sendiriperlakuan pra-pasca uji praBila menggunakan alat mekanik untuk mengukur keberhasilan mungkin tdk dpt berfungsi krn rusak

5. Regresi Statistika, Bila pra uji yg Statistika, dilakukan pd subyek-subyek yg subyekditetapkan ada yg memperoleh skor yg terlalu tinggi dan terlalu rendah. Kecenderungan subyek tsb pd pasca uji menurun ke arah ratarata-rata tanpa pengaruh dr perlakuan Cara: dilakukan dg menyeleksi skor yg ekstrem dr subyek eksperimental tsb

bukan secara individual Cara: subyek yg akan digunakan untuk penyelidikan harus benar-benar ditetapkan scr benarseimbang yg didasarkan atas variabel tertentu

6. Seleksi, bila subyek yg dipilih melalui kelompok Seleksi,

7. Mortalitas, hilangnya (drop-out) subyek Mortalitas, (dropeksperimen krn berbagai alasan

8. Interaksi seleksi-kematangan, kelompokseleksi-kematangan, kelompok-

kelompok subyek yg sdh terbentuk ada yg memperoleh keuntungan lebih besar dr perlakuan yg diberikan penelitian

Ancaman validitas eksternal
Validitas populasi&validitas ekologis 1. Interaksi prauji-perlakuan, bila tanggapan atau prauji-perlakuan, reaksi subyek berbeda thd perlakuan krn tlh mengikuti pra uji 2. Interaksi seleksi-pra uji, bila kelompok yg seleksiuji, diseleksi tdk representatif mewakili populasi spt yg diinginkan dlm eksperimen 3. Kekhususan variabel-variabel, shg harus: variabela, mendefinisikan variabel-variabel scr operasional variabelshg dpt diketahui kondisi yg tdk termasuk bagian eksperimen b, menyatakan kesimpulan dan generalisasi scr hatihati-hati

4. Susunan

reaktif, kepalsuan perangkat eksperimen dan subyek-subyek subyekmengetahui bhw mereka dilibatkan dlm eksperimen Gangguan Perlakuan Ganda, bila Ganda, subyek yg sama memperoleh perlakuan lebih dr satu kali

5.

MENGONTROL VARIABELVARIABELVARIABEL EKSTRA (LUAR)
1. Pengacakan,
2. Tandingan (matching), dg prosedur: a. Tandingan individual b. Tandingan kelompok c. Tandingan Peringkat 3. Kelompok-kelompok yg homogen, Kelompokkelemahannya hasil temuan kurang krn variabel yg diteliti hanya satu tingkat

4. Menggunakan subyek-subyek yg mengontrol diri sendiri, subyekdg perlakuan pd subyek yg sama 5. Analisis Kovarian (ANOVA), suatu metoda statistik untuk menganalisis perbedaan antar kelompok eksperimen pd variabel terikat stlh diperoleh perbedaan awal antar kelompok dr pengukuran pra uji kelompok tersebut atau variabel bebas lain yg relevan ANOVA mrpk metode terbaik untuk mengontrol variabelvariabelvariabel ekstra (variabel yg dpt mengacaukan hubungan antara var bebas dg var terikat)

RANCANGANRANCANGAN-RANCANGAN EKSPERIMENTAL
Weirsma (1975), Tidak ada rancangan yg sempurna Campbell&Stanley : Rancangan eksperimental dibagi: Rancangan Variabel tunggal dan Rancangan Faktorial Rancangan Praeksperimental, Rancangan ekperimental sungguhan (True Experimental (True Design), Design), Rancangan eksperimental Semu (Quasi (Quasi Experimental Design) Design)

RancanganRancangan-rancangan Praeksperimental
1. Studi Kasus Satu-Sasaran SatuX O X: Perlakuan; O: Pascauji 2. Rancangan Pra- dan Pasca Uji Satu Kelompok PraO1 X O2 O1 : Pra Uji; X : Perlakuan; O2 : Pasca Uji Ancaman Validitas : Sejarah, Kematangan, Pengujian, Instrumen, Regresi Statistik

3. Perbandingan Kelompok Statis X O1 O2 X : Perlakuan; O1 : Pasca Uji Eksperimen O2 : Pasca Uji Kontrol; : Kelompok-Kelompok yg dibentuk tanpa Kelompokacak Ancaman Validitas : Kematangan, seleksi, interaksiinteraksi-interaksi seleksi,mortalitas

RancanganRancangan-Rancangan Eksperimental Sungguhan
1. Kelompok Kontrol Pra- dan Pasca Uji PraR R R O1 O3 O2 O4 X : : : : : : O1 O3 X O2 O4

Penetapan Scr acak Pra Uji Kelompok Eksperimen Pra Uji Kelompok Kontrol Pasca Uji Kelompok Eksperimen Pasca Uji Kelompok Kontrol Perlakuan

2. Rancangan Empat Kelompok Solomon R R R R O1 O3 X X O2 O4 O5 O6

Perbandingan yg dilakukan: 1. O1 dan O2 3. O5 dan O6 2. O2 dan O4 4. O3 dan O5 Kedua variabel bebas : variabel perlakuan dan pra uji Analisis data dihitung dg analisis varian dua arah dr skorskor-skor pasca uji yg diperoleh

3. Rancangan dg Kelompok Kontrol Hanya Pasca Uji
R R R X O1 O2 X O1 O2

: Penetapan Secara acak : Perlakuan :Pasca Uji eksperimen :Pasca Uji eksperimen

Analisis Data dg menggunakan Uji t murni

RANCANGAN EKSPERIMEN SEMU
1. Eksperimen Seri Waktu
O1 O2 O3 O4 X O5 O6 O7 O8 Ancaman Validitas: Sejarah, Instrumentasi, Interaksi Perlakuan Pra Uji Gay : Menganjurkan variasi rancangan seri waktu dg tambahan satu kelompok kontrol utk melenyapkan ancaman validitas O1 O1 O2 O2 O3 O3 O4 O4 X X O5 O5 O6 O6 O7 O7 O8 O8

Analisis data: Pola-pola pengujian skor (gb. grafik) Pola-

2. Rancangan-rancangan Counterbalance Rancangan* Rancangan ini Menghendaki Subyek-subyek diuji Subyekcoba pd semua perlakuan eksperimental tp dlm rangakian berbeda, disebut jg : Eksperimen bergilir Rancangan Imbang Rancangan Penyeberangan (Cross-Over Design) (CrossDesign) Rancangan Pindah (Switch-Over Design) (SwitchDesign) Pengaturan Kuadrat Latin

Waktu 1 Waktu 1 Waktu 1 Waktu 1 Kelompok A Kelompok B Kelompok C Kelompok D X1O X2O X3O X4O X2O X4O X1O X3O X3O X1O X4O X2O X4O X3O X2O X1O

Kelemahan : adanya gangguan perlakuan ganda

Kuadrat latin dpt diatur dlm cara yg lain tp pd dasarnya sama :
Waktu 1 Waktu 2 Waktu 3 Kelompok A Kelompok B Kelompok C Kelompok D t1O t3O t2O t4O t2O t1O t4O t3O t3O t4O t1O t2O Waktu 4 t4O t2O t3O t1O

3. Rancangan Kelompok Kontrol Tidak Sepadan
O O X O O

Rancangan ini biasa digunakan pd kelompok yg pesertanya terkumpul scr alami (murid dlm ruang) Analisis dg kovarian Keuntungan bila kelas yg dipilih sebagaimana adanya

4. Rancangan Faktorial
Merupakan perluasan dr rancangan eksperimental sungguhan dibuat mjd faktorial Faktorial :menyelidiki dua atau lebih variabel dimana setiap variabel memiliki dua atau lebih tingkatan (yg paling sederhana=2x2) 2x3 berarti : variabel pertama mempunyai dua tingkatan dan variabel kedua mempunyai tiga tingkatan Analisis : skor yang diperoleh dianalisis dg ANOVA. Jmlah arah ditentukan banyaknya variabel bebas yg ada pd rancangan dan banyaknya kemungkinan variabel terikat

PENELITIAN EX POST FACTO ATAU METODE KAUSAL-KOMPARATIF KAUSALEx post facto berarti setelah kejadian Contoh efek merokok thd ketulian

PENELITIAN PARTISIPATORI
Melibatkan semua unsur dlm suatu penelitian, baik peneliti maupun yg berhubungan langsung dengan penelitian (subyek penelitian) penelitian)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->