Anda di halaman 1dari 1

Studi validasi tes MoCA (Nasreddine dkk, 2005) telah menunjukkan MoCA dapat

menjadi instrument yang menjanjikan untuk mendeteksi Mild Cognitive Impairment


(MCI) pada awal penyakit Alzheimer (AD) yang dibandingkan dengan pemeriksaan
terkenal Status Mini-Mental (MMSE).
Menurut studi validasi (Nasreddine dkk. 2005), sensitivitas dan spesifisitas MoCA
untuk mendeteksi MCI (n=94 subyek) adalah masing-masing 90% dan 87%,
dibandingkan dengan 18% dan 100% untuk MMSE. Dalam studi yang sama,
sensitivitas dan spesifisitas dari MoCA untuk mendeteksi AD dini (n=93 subyek)
adalah 100% dan 87%, dibandingkan dengan MMSE masing-masing 78% dan 100%.
Control normal (n=90 subject) memiliki usia rata-rata 72.84 dan pendidikan ratarata 13,33 tahun

Menurut Panentu & Irfan (2013), hasil uji validitas dan reliabilitas butir pemeriksaan
Montreal Cognitive Assesment (MoCA) versi Indonesia (MOCA-INA) pada insan paska
stroke fase recovery menggunakan uji korelasi Pearson sebagai berikut : visuospasial nilai
r = 0,657 dan p = 0,002; penamaan nilai r = 0,800 dan p = 0,000; atensi nilai r = 0,611
dan p = 0,004; bahasa nilai r = 0,812 dan p = 0,000; abstraksi nilai r = 0,650 dan p =
0,052; delayed recall nilai r = 0,650 dan 0,002; orientasi nilai r = -0,263 dan p = 0,26.
Menurut uji validasi Moca-Ina, sensitivitas dan spesifisitas MoCA untuk
mendeteksi MCI adalah masing-masing 90% dan 87% . Sedangkan uji reliabilitas
Moca-Ina dengan test-retest menggunakan uji korelasi Pearson adalah 96%. dengan
demikian Moca-Ina dinyatakan reliabel untuk digunakan untuk memeriksa kognitif.
Dengan demikian instrumen Moca-Ina dinyatakan valid dan reliabel untuk digunakan
untuk pemeriksaan kognitif pasien