Anda di halaman 1dari 2

OPTIMASI

KAPASITAS

PENUKAR

PANAS

WIRE

AND

TUBE

HEAT

EXCHANGER DENGAN VARIABEL JARAK ANTAR WIRE


Refrigerator merupakan lemari pendingin yang banyak digunakan dalam kehidupan.
Kebutuhan akan alat ini meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Sehingga
diperlukan desain yang optimal terhadap alat ini yang dapat mendinginkan pada suhu tertentu
dengan energy serendah mungkin. Untuk meningkatkan performa tersebut dapat dilakukan
dengan mengganti refrigerant dengan bahan yang sesuai maupun mengubah desain dari alat
penukar panas (kondensor) yang dipasang pada refrigerator. Penelitian mengenai bahan
refrigerant sebagai pengganti CFC telah banyak dilakukan di Indonesia. Sedangkan untuk
mengganti desain condenser wire and tube masih jarang dilakukan di Indonesia. Sehingga
diperlukan studi optimasi terhadap desain dari kondenseor yang ada di pabrikan.
Optimasi ini dilakukan dengan menggunakan model yang dikembangkan Bansal dan
Chin (2003) untuk menghitung panas total. Model tersebut divalidasi dengan data dari hasil
ekperimen. Variabel yang akan dioptimasi berupa jarak antar wire untuk memperoleh panas
total persatuan massa wire and tube yang maksimal. Pada penelitian ini liquid yang
digunakan adalah minyak panas dengan suhu masuk 500C.
Berdasarkan hasil optimasi fref maksimal diperoleh saat jarak antar wire (pw) sebesar
2 cm. rincian mengenai kondisi fref maksimal ini adalah dw = 1,5 mm, pw = 2 cm, Qtotal =
43,113 watt, massa wire and tube = 2.258 kg, f0 = Qtotal / massa = 20.389 Watt/kg, fref = f /
f0 = 1,1723. Ini berarti hanya dengan menggunakan 73% dari massa awal wire and tube dapat
dipindahkan

panas

sebesar

88,8%

dari

panas

total

desain

awal

(http://digilib.its.ac.id/public/ITS-paper-25894-2308100154-2308100153-Paper.pdf).

PENGARUH TEBAL ISOLASI TERMAL TERHADAP EFEKTIVITAS PLATE HEAT


EXCHANGER
Dalam suatu heat exchanger selalu terjadi perpindahan panas ke atau dari lingkungan
yang tidak diharapkan. Untuk mengurangi perpindahan panas ini digunakan isolator termal.
Efektivitas heat exchanger akan meningkat jika panas yang hilang ke atau dari lingkungan
dapat dikurangi. Secara teoritis untuk heat exchanger berbentuk kotak semakin tebal isolator
termal yang digunakan semakin kecil panas mengalir ke atau dari lingkungan.
Dalam penelitian ini dicari pengaruh ketebalan isolator termal terhadap efektivitas
suatu plate heat exchanger. Percobaan dilakukan untuk 2 jenis isolator, yaitu glasswool dan

rockwool. Hasil yang didapat adalah efektivitas akan meningkat sampai harga tertentu dan
kemudian akan berkurang dengan penambahan ketebalan isolator termal
(http://cpanel.petra.ac.id/ejournal/index.php/mes/article/viewArticle/15922).
PENGARUH PENGGUNAAN PIPA KONDENSAT SEBAGAI HEAT RECOVERY
PADA BASIN TYPE SOLAR STILL TERHADAP EFISIENSI
Pada umumnya basin type solar still hanya menggunakan bagian bawah kaca penutup
sebagai media kondensasi. Padahal panas yang dilepas dari proses kondensasi ke lingkungan
adalah merupakan kerugian panas terbesar dalam sistem distilasi. Pada penelitian ini panas
yang dilepas dari proses kondensasi dimanfaatkan, dengan menggunakan media pipa tembaga
yang dibenamkan dalam air laut di bawah heat absorber sebagai heat recovery. Pengujian
dilakukan secara bersamaan antara solar still yang menggunakan pipa kondensat dengan yang
tidak menggunakan pipa kondensat. Diameter pipa kondensat yang digunakan adalah 19 mm,
tebal 0,8 mm, panjang 1,8 m berbentuk zig-zag. Luas solar still yang diujikan yaitu 0,125 m2.
Data yang diperoleh dianalisis dengan menghitung kesetimbangan energi panas dan efisiensi
yang terjadi pada masing-masing solar still. Hasil penelitian menunjukkan terjadi adanya
peningkatan energi panas yang dihasilkan solar still dari 11,52 Watt tanpa pipa kondensat
menjadi 14,61 Watt setelah menggunakan pipa kondensat. Efisiensi tertinggi solar still
mencapai 44.4 % pada solar still yang menggunakan pipa kondensat, sedangkan pada solar
still tanpa pipa kondensat mencapai 30.4 %, jadi ada peningkatan efisiensi sebesar 46.1%
(http://ojs.unud.ac.id/index.php/jem/article/view/2262).