Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Sangat banyak unsur-unsur yang dapat ditemui di alam ini. Sampai saat ini saja sudah
112 unsur telah ditemukan oleh para ahli. Unsur-unsur tersebut memiliki sifat dan
karakteristik yang berbeda-beda yang menyebabkan sulit untuk mempelajarinya. Oleh karena
itu, untuk memudahkan dalam mempelajari unsur-unsur tersebut, para ahli telah berupaya
untuk mengelompokkan unsur-unsur tersebut berdasarkan kemiripan sifat dan karakteristik
unsure-unsur tersebut. Berdasarkan pernyataan di atas maka penulis tertarik untuk membuat
sebuah makalah yang berjudul Unsur Golongan IIIB. Dalam makalah ini terdapat materi
mengenai sejarah unsur golongan IIIB dan reaksi mengenai unsur golongan IIIB.

BAB II

ISI
Unsur Unsur Golongan III B
Perbandingan Sifat Unsur-Unsur Golongan IIIB
a. Ukuran Atom
Dalam satu golongan, dari atas ke bawah jari-jari semakin bertambah besar, jumlah
kulit elektron semakin banyak. Sedangkan dalam satu periode, dari kiri ke kanan jari-jari
semakin pendek, karena ukuran inti semakin ke kanan semakin besar, daya tarik inti dengan
elektron semakin kuat.
b. Densitas
Dalam satu golongan dari atas ke bawah densitas semakin besar. Hal ini dikarenakan
massa atom relative yang semakin besar pula tetapi menempati volume yang hampir sama.
c. Energi Ionisasi
Energi ionisasi merupakan energi yang dibutuhkan untuk melepaskan satu elektron
yang

terikat

paling

lemah

dari

suatu

atom

netral

atau

dalam

keadaan

gas.

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah nilai energi ionisasi unsur golongan IIIB semakin
menurun, karena dari atas ke bawah jari-jari atom semakin besar sehingga daya tarik inti
dengan elektron terluar semakin lemah, maka energi ionisasinya semakin kecil.

d. Elektronegatifitas
Elektronegatifitas adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari atom
unsur lain.Dalam satu golongan, dari atas ke bawah elektronegatifitas unsur golongan IIIB
semakin kecil, karena jari-jarinya semakin besar, volumenya semakin besar dan daya tarik
inti dan elektron semakin lemah.
1. Skandium (Sc)
Tingkat
Energi
Energi
Ketiga

Energi:
Tingkat
Tingkat
Energi

Pertama:

II:

Level:

Keempat Energi Level: 2


1.1.Sejarah
(Latin: scandia, Scandinavia). Mendeleev telah memprediksi keberadaan unsur
ekaboron berdasarkan prinsip sistim periodik yang ditemukannya. Unsur ini diperkirakan
memiliki berat atom antara 40 (kalsium) dan 48 (titanium). Elemen skandium ditemukan oleh
Nilson pada tahun 1878 di dalam mineral-mineral euxenite dan gadolinite, yang belum
pernah ditemukan dimanapun kecuali di Skandinavia. Dengan memproses 10 kg euxenite dan
hasil sampingan mineral-mineral langka lainnya, Nilson berhasil memproduksi 2 gram
skandium oksida murni. Ilmuwan-ilmuwan berikutnya kemudian menunjukkan bahwa
skandium yang ditemukan Nilson sama dengan ekaboronnya Mendeleev.
1.2.Penemuan
Skandium adalah unsur golongan IIIB yang berada pada periode 4. Skandium merupakan
bagian dari unsur transisi. Skandium ditemukan oleh Lars Nilson pada tahun 1879 di Swedia.
Skandium ditemukan dalam mineral euxenite, thortveitile, thortvetile dan gadoline di
Skandinavia dan Madagaskar. Lars Fredik Nilson dan timnya tidak sadar tentang prediksinya
pada sumber pada tahun 1879, yang menyelidiki logam yang terdapat sedikit di bumi.
Dengan analisis spektra mereka menemukan unsur baru dalam mineral bumi. Mereka
menamakan scandium dari bahasa Latin Scandia yang berarti Scandinavia dan dalam proses
isolasi, mereka memproses 10 kg euxenite, menghasilkan sekitar 2 g scandium oksida murni
(Sc2O3). Elemen ini diberi nama Skandium karena untuk menghormati Negara Skandinavia

tempat ditemukannya unsure ini. Dmitri Mendeleev menggunakan periodik unsur tahun 1869
untuk memprediksikan keadaan dan sifat dari tiga unsur yang disebut ekaboron.Fischer,
Brunger, dan Grinelaus mengolah scandium untuk pertama kalinya pada tahun 1937, dengan
elektrolisis potassium, litium, dan scandium klorida pada suhu 700-800C.
1.3.Sifat-sifat
Skandium adalah logam perak-putih yang berubah warna menjadi kekuningan atau
kemerahjambuan jika diekspos dengan udara. Elemen ini lunak dan lebih menyerupai itrium
dan metal-metal langka lainnya ketimbang aluminium atau titanium. Ia ringan dan memiliki
titik didih yang lebih tinggi daripada aluminium, menjadikannya bahan yang sangat diminati
oleh perangcang pesawat antariksa. Skandium tidak terserang dengan campuran 1:1 HNO3
dan 48% HF.
. Sifat Fisika
1. Densitas

: 3 g/cm3

2. Titik leleh

: 1812,2 K

3. Titik didih

: 3021 K

4. Bentuk (25C)

: padat

5. Warna

: putih perak

Sifat Atomik
1. Nomor atom

: 21

2. Nomor massa

: 44,956

3. Konfigurasi electron

: [Ar] 3d1 4s2

4. Volume atom

: 15 cm3/mol

5. Afinitas elektron

: 18,1 kJ/mol

6. Keelektronegatifitasan

: 1,36

7. Energi ionisasi : - pertama : 631 kJ/mol, kedua


8. Bilangan oksidasi utama

: 1235 kJ/mol, ketiga : 2389 kJ/mol

: +3

9. Bilangan oksidasi lainnya : +1, +2


10. Bentuk Kristal

: Hexagonal Unit Cell

Pada keadaan padat scandium mempunyai struktur kristal hexagonal.


Sifat Kimia dan Reaksi Kimianya
Sifat kimia dari Skandium:
Reaksi dengan air:
Ketika dipanaskan maka Skandium akan larut dalam air membentuk larutan yang terdiri dari

ion Sc (III) dan gas hidrogen


2Sc(s) + 6H2O(aq) ---> 2Sc3+(aq) + 6OH-(aq) + 3H2(g)
Reaksi dengan oksigen
Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk scandium
(III)oksida
4Sc(s) + 3O2(g) ---> 2Sc2O3(s)
Reaksi dengan halogen
Skandium sangat reaktif ketika bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk trihalida
2Sc(s)

2Sc(s)

3F2(g)
3Cl2(g)

--->2ScF3(s)
--->

2ScCl3(s)

2Sc(s) + 3Br2(l) ---> 2ScBr3(s)


2Sc(s) + 3I2(s) ---> 2ScI3(s)
Reaksi dengan asam
Skandium mudah larut dalam asam klrida untuk membentuk larutan yang mengandung ion Sc
(III) dan gas hidrogen
Sc(s) + 6HCl(aq) ---> 2Sc3+(aq) + 6Cl-(aq) + 3H2(g)
1.4.

Senyawa Skandium
Salah satu bentuk senyawa yang ditemukan dalam unsure Skandium adalah

Skandium Clorida (ScCl3), Logam juga dapat diperoleh melalui proses elektrolisis dengan
reaksi sebagai berikut :
2Sc (s) + 3 Cl3 (g) 2ScCl3 (s)
elektrolisa ini berasal dari leburan dari potassium, lithium, scandium klorida pada suhu 700800 0C. Penelitian ini dilakukan oleh Fischer, Brunger, Grieneisen.
1.5 Kegunaan
Skandium Clorida (ScCl3), dimana senyawa ini dapat ditemukan dalam lampu halide, serat
optic, keramik elektrolit dan laser.
Aplikasi utama dari unsure scandium dalah sebagai alloy alumunium-

skandium yang

dimanfaatkan dalam industri aerospace dan untuk perlengkapan olahraga ( sepeda, baseball
bats) yang mempunyai kualitas yang tinggi.
Aplikasi yang lain adalah pengunaan scandium iodida untuk lampu yang memberikan intensitas
yang tinggi. Sc2O3 digunakan sebagai katalis dalam pembuatan Aseton
1.6.Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Skandium tidak beracun, namun perlu berhati-hati karena beberapa senyawa scandium
mungkin bersifat karsinogenik pada manusia selain itu dapat menyebabkan kerusakan pada
liver jika terakumulasi dalam tubuh. Bersama dengan hewan air, Sc dapat menyebabkan
kerusakan pada membran sel, sehingga memberikan pengaruh negatif pada reproduksi dan
sistem syaraf.
Sc dapat mencemari lingkungan, terutama dari industri petroleum dan dari pembuangan
perabot rumah tangga. Sc secara terus-menerus terakumulasi di dalam tanah, hal ini akan
memicu terkonsentrasinya di dalam tubuh manusia dan hewan.
2. YITRIUM (Itrium)
Saat ini yttrium (nama dari sebuah desa Swedia, Ytterby) banyak dikenal dalam
penggunaan nya sebagai superkonduktor oksida (bersama dengan barium dan tembaga). Ini
adalah bahan superkonduktor pertama yang berfungsi pada suhu nitrogen cair. Unsur ini
ditemukan pada 1789 oleh Gadolin terisolasi dan akhirnya pada tahun 1828 oleh Whler.
Lebih dari 15 ton oksida sekarang diproduksi setiap tahun. Selain penggunaannya dalam
penelitian superkonduktivitas, juga digunakan dalam fosfor (merah) untuk tabung televisi
berwarna.
Itrium merupakan logam berwarna keperakan. Kebanyakan yttrium komersial
dihasilkan dari pasir monasit yang juga merupakan sumber bagi sebagian besar unsur-unsur
tanah.
Itrium memiliki kilau metalik-keperakan. Itrium menyala di udara. Itrium banyak
ditemukan dalam mineral bumi. Batuan Bulan mengandung yttrium dan itrium digunakan
sebagai fosfor untuk menghasilkan warna merah di layar televisi.
Tabel: Informasi dasar tentang dan klasifikasi yttrium.

Nama : Itrium

Golongan dalam tabel periodik : 3

Simbol : Y

Periode dalam tabel periodik : 5

Nomor atom : 39

Blok dalam tabel periodik : d-blok

Berat atom : 88,90585 (2)

Warna : putih keperakan

Wujud standar : padat di 298 K

Klasifikasi : logam

Sampel ini adalah dari Koleksi Unsur , yang menarik dan dikemas dengan aman
koleksi dari 92 elemen alami yang tersedia untuk dijual.
2.1 Penemuan
Yttrium merupakan unsur golongan IIIB yang berada pada periode 5. Yttrium termasuk
dalam logam transisi. Yttrium ditemukan oleh peneliti dari Finlandia bernama Johan Gadolin
tahun 1794 dan diisolasi oleh Friedrich Wohler tahun 1828 berupa ekstrak tidak murni yttria
dari reduksi yttrium klorida anhidrat (YCl3) dengan potassium.
Johan Gadolin Friedrich Wohler
Yttria (YCl3) adalah oksida dari yttrium dan ditemukan oleh Johan Gadolin tahun 1794
dalam mineral gadolinite dari Yttreby, Swedia. Tahun 1843 seorang ahli kimia Swedia Carl
Mosander dapat menunjukkan bahwa yttria dapat terbagi menjadi oksida-oksida dalam tiga
unsur yang berbeda disebut Yttria. Penambangan yang terletak di dekat desa Ytterby yang
menghasilkan beberapa mineral antara lain erbium, terbium, ytterbium, dan yttrium memiliki
nama yang sama dengan desa tersebut.
Carl Mosander
Senyawa ini diberi nama Yttrium karena untuk menghormati kota Ytterby di Swedia.
Senyawa ini ditemukan pada barang tambang yang jarang ditemukan di bumi (termasuk
monazite, xenotime, Yttria). Senyawa ini tidak ditemukan dalam keadaan bebas di bumi.
2.2. Sifat Ytrium
Sifat Fisika
1. Densitas : 4,5 g/cm3
2. Titik lebur : 1799 [atau 1526 C (2779 F)] K
3. Titik didih : 3609 [atau 3.336 C (6037 F)] K
4. Bentuk (25C) : padat
5. Warna : perak
6. Suhu Superkonduksi : 1.3 [atau -271,85 C (-457,33 F)] (di bawah tekanan) K
Sifat Atomik
1. Nomor atom : 39
2. Nomor massa : 88,91
3. Konfigurasi elektron : [Kr] 4d1 5s2
4. Volume atom : 19,8 cm3/mol

5. Afinitas elektron : 29,6 kJ/mol


6. Keelektronegatifitasan (Elektronegativitas)
Definisi

yang

digunakan

sebagian

besar

elektronegativitas

adalah

bahwa

elektronegativitas sebuah unsur itu adalah kekuatan atom ketika dalam sebuah molekul untuk
menarik kerapatan elektron pada dirinya sendiri. elektronegativitas bergantung pada sejumlah
faktor dan memperinci sebagai atom lainnya dalam molekul. Skala elektronegativitas pertama
dikembangkan oleh Linus Pauling dan skala yttrium memiliki nilai 1,22 pada skala berjalan
dari dari sekitar 0,7 (perkiraan fransium) sampai 2,20 (untuk hidrogen) menjadi 3,98 (fluor).
Elektronegativitas tidak memiliki satuan tapi "satuan Pauling" sering digunakan ketika
menunjukkan nilai dipetakan ke skala Pauling. On the interactive plot below you may find
the "Ball chart" and "Shaded table" styles most useful. Pada titik interaktif di bawah ini dapat
dilihat bagan diagram dan tabel yang berguna.
Tabel Berbagai jenis elektronegativitas untuk yttrium
Elektronegativitas
Nilai dalam satuan Pauling
Elektronegativitas Pauling
1,22
Elektronegativitas Sanderson
0.65
Rochow elektronegativitas Allred
1,11
Ada sejumlah cara untuk menghasilkan suatu himpunan bilangan yang mewakili
elektronegativitas dan tiga diberikan dalam tabel di atas. Skala Pauling mungkin yang paling
terkenal dan cukup untuk berbagai tujuan.
7. Energi ionisasi : - pertama : 615,6 kJ/mol
- kedua : 1181 kJ/mol
- ketiga : 1979,9 kJ/mol
8. Bilangan oksidasi utama : +3
9. Bilangan oksidasi lainnya : +2
10. Bentuk Struktur : Hexagonal Unit Cell
Pada keadaan padat Yttrium mempunyai struktur kristal hexagonal.
Sifat Kimia
Sifat kimia dari Yttrium adalah:
o Reaksi dengan air
Ketika dipanaskan maka logam Yttrium akan larut dalam air membentuk larutan yang
terdiri

dari ion Y (III) dan gas hidrogen


2Y(s) + 6H2O(aq) 2Y3+ (aq) + 6OH-(aq) + 3H2(g)

o Reaksi dengan oksigen

Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk Yttrium
(III)oksida
4Y(s) + 3O2(g) 2Y2O3(s)
o Reaksi dengan halogen
Itrium sangat reaktif ketika bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk trihalida
2Y(s) + 3F2(g) 2YF3(s)
2Y(s) + 3Cl2(g) 2YCl3(s)
2Y(s) + 3Br2(g) 2YBr3(s)
2Y(s) + 3I2(g) 2YI3(s)
o Reaksi dengan asam
Yttrium mudah larut dalam asam klrida untuk membentuk larutan yang mengandung ion Y
(III) dan gas hidrogen
2Y(s) + 6HCl(aq) 2Y3+(aq) + 6Cl-(aq) + 3H2(g)
2.3. Senyawa Senyawa Itrium
Logam itrium tersedia secara komersial sehingga tidak perlu untuk membuatnya di
laboratorium. Itrium ditemukan dalam mineral lathanoid dan ekstraksi itrium dan logam
lanthanoid dari bijih sangat kompleks. Logam ini merupakan garam ekstrak dari bijih oleh
ekstraksi dengan asam sulfat (H 2 SO 4), asam klorida (HCl), dan sodium hidroksida (NaOH).
Teknik modern untuk pemurnian campuran garam lanthanoid tersebut melibatkan teknik
kompleksasi selektif, ekstraksi pelarut, dan kromatografi pertukaran ion.
Itrium Murni tersedia melalui reduksi YF 3 dengan logam kalsium.
2YF 3 + 3Ca 2Y + 3CaF 2 2YF 3 + 2y + 3Ca 3CaF 2
Yttria (oksida itrium, Y

3),

ditemukan oleh Johann Gadolin pada 1794 dalam

sebuah mineral disebut gadolinite dari Ytterby. Ytterby adalah situs dari sebuah tambang di
Swedia yang berisi banyak mineral yang tidak biasa mengandung erbium, Terbium, dan
Iterbium serta yttrium. Friedrich Wohler menyebutkan elemen murni yang diperoleh pada
tahun 1828 oleh reduksi klorida anhidrat (YCl 3) dengan kalium.
Senyawa Yttrium biasanya ditemukan dalam bentuk senyawa
-

Yttrium Allumunium garnet Y3All5O12

Yttrium(III)Oksida Y2O3
Bagian ini berisi daftar beberapa senyawa biner dengan halogen (dikenal sebagai
halida), oksigen (dikenal sebagai oksida), hidrogen (dikenal sebagai hidrida), dan beberapa
senyawa lainnya yttrium. Untuk setiap senyawa, sebuah bilangan oksidasi formal untuk
yttrium diberikan, tetapi kegunaan nomor ini terbatas untuk-blok elemen p pada khususnya.

Berdasarkan bilangan oksidasi, suatu konfigurasi elektron juga diberikan tetapi dicatat bahwa
untuk komponen lain, ini dilihat sebagai pedoman saja. Istilah hidrida digunakan dalam
pengertian generik untuk menunjukkan jenis senyawa M

dan tidak dibutuhkan untuk

menunjukkan bahwa setiap senyawa kimia yang tercantum berperilaku sebagai hidrida.
Dalam senyawa dari itrium, biasanya bilangan oksidasi sebagian besar yttrium adalah: 3.
Hidrida
Istilah hidrida digunakan dalam pengertian generik untuk menunjukkan jenis senyawa M x H
y

dan tidak dibutuhkan untuk menunjukkan bahwa setiap senyawa kimia yang tercantum

berperilaku sebagai hidrida.

Itrium dihidrida : YH 2

Itrium trihydride : YH 3

Fluorida , Klorida , Bromida, Iodida


Itrium sangat reaktif terhadap halogen ; fluorin, F 2 ; klorin, Cl

; bromin, Br 2 ; dan

yodium, I 2, untuk membentuk yttrium trihalides (III) fluoride, YF 3 ; yttrium (III) klorida, YCl
3

; yttrium (III) bromida, YBr 3 ; dan yttrium (III) iodida, YI 3.

2Y(s) + 3F 2 (g) 2YF 3 (s)


2Y(s) + 3Cl 2 (g) 2YCl 3 (s)
2Y(s) + 3Br 2 (g) 2YBr 3 (s)
2Y(s) + 3I 2 (g) 2YI 3 (s)

Itrium triflourida : YF 3

Itrium triklorida : YCl 3

Itrium tribromide : YBr 3

Itrium triiodide : YI 3

Oksida

Logam Itrium perlahan-lahan bereaksi di udara dan reaksi nya dengan oksigen
membentuk yttrium (III) oksida, Y 2 O 3. Atau Diyttrium trioksida : Y 2 O 3

4Y + 3O 2 2Y 2 O 3
Sulfida

Diyttrium trisulphide : Y 2 S 3

Kompleks

Diyttrium trisulphate octahydrate : Y 2 (SO 4) 3 . 4/5 H 2 O

Itrium trinitrate hexahydrate : Y (NO 3) 3 .3/5 H 2 O

2.4. Penggunaan
- Yttrium Allumunium garnet Y3All5O12 senyawa ini digunakan sebagai laser selain itu untuk
perhiasan yaitu stimulan pada berlian.
- Yttrium(III)Oksida Y2O3 senyawa ini digunakan untuk membuat YVO 4 ( Eu + Y2O3) dimana
phosphor Eu memberikan warna merah pada tube TV berwarna. Yttrium oksida juga
digunakan untuk membuat Yttrium-Iron-garnet yang dimanfaatkan pada microwave supaya
efektif
- Selain itu Yttrium juga digunakan untuk meningkatkan kekuatan pada logam alumunium dan
alloy magnesium. Penambahan Yttrium pada besi membuat nya mempunyai efektifitas dalam
bekerja.
2.5. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan
Bahaya Yttrium jika bereaksi dengan udara adalah jika terhirup oleh manusia dapat
menyebabkan kanker dan jika terakumulasi dalam jumlah berlebih dalam tubuh
menyebabkan kerusakan pada liver. Pada binatang air terpaan Yttrium menyebabkan
kerusakan pada membrane sel, yang berdampak pada system reproduksi dan fungsi pada
system saraf. Yttrium tidak beracun tetapi beberapa dari senyawa scandium bersifat
karsinogenik pada manusia selain itu dapat menyebabkan kerusakan pada liver jika
terakumulasi dalam tubuh.
Yttrium dapat mencemari lingkungan, terutama dari industri petroleum dan dari
pembuangan perabot rumah tangga. Yttrium secara terus-menerus terakumulasi di dalam
tanah, hal ini akan memicu terkonsentrasinya di dalam tubuh manusia dan hewan.
3.LANTHANUM
3.1. Deskripsi Umum

Lanthanum adalah unsur kimia dengan simbol La dan nomor atom 57. Lanthanum
adalah unsur logam berwarna putih perak yang dimiliki oleh kelompok 3 dari tabel periodik
dan merupakan lantanida . Lanthanum merupakan logam lunak, ulet, dan lembut yang
mengoksidasi cepat ketika terkena udara. Hal ini dihasilkan dari mineral monasit dan
bastnsite menggunakan multistage proses ekstraksi kompleks. Senyawa lanthanum memiliki
banyak aplikasi sebagai katalis, aditif dalam kaca, pencahayaan karbon untuk pencahayaan
studio

dan

proyeksi,

elemen

pengapian

dalam

korek

api

dan

obor,

katoda

elektron,scintillators,dan lain-lain. Lanthanum karbonat (La2(CO3)3) telah disetujui sebagai


pengobatan terhadap gagal ginjal.
3.2. Sejarah Penemuan dan Asal Usulnya
Seorang ilmuwan kimia dari Swedia, Carl Gustav Mosander yang merupakan
kimiawan hebat dengan julukan father moses pada tahun 1893 telah menemukan unsur
baru dalam bentuk sampel impuritif cerium nitrat. Lanthanum ditemukan oleh ahli kimia dari
Swedia ini ketika dia mengubah komposisi sampel cerium nitrat dengan memanaskan dan
mereaksikan garamnya dengan mencairkan asam nitrat. Dari hasil reaksi tersebut lalu
mengisolasinya yang disebut lantana. Lanthanum diisolasi dalam bentuk murni tahun 1923.
Kemudian dia memberi nama dengan Lanthana yang berarti tersembunyi. mineral
tersebut sekarang dikenal dengan sebagai Lanthanum oksida, La2O3 . logam murninya
tidak/belum

dapat

diisolasi

hingga

mencapai

tahun

1923.

Lanthanum adalah unsur pertama dalam satu seri unsur-unsur yang disebut dengan
Lanthanida.yang sering disebut dengan gol rare earth atau mineral langka. Y dan La
hampir selalu tergabung dengan golongan Lanthanida. La berwarna putih silver, lunak, dan
cukup mudah diiris dengan pisau biasa. Seluruh logam dalam golongan IIIB mudah timbul
bercak noda jika dalam udara, dan mudah terbakar seperti La2O3.
Pemisahannya dioperasikan secara komersial meliputi pengendapan dari basa lemah
larutan nitrat dengan penambahan magnesium oksida atau gas ammonia. Pemurnian
lanthanium tetap pada kondisi larutan. Cara lain kristalisasi fraksional dibuat oleh Dimitry
Mendeleev, dalam bentuk ganda ammonium nitrat tetrahidrat, yang digunakan untuk
memisahkan lanthanum yang memiliki kelarutan kecil dari didymium yang memiliki
kelarutan lebih besar di tahun 1870. Sistem tersebut digunakan secara komersial dalam proses
pemurnian lanthanum sampai perkembangan metode ekstraksi pelarut yang dimulai tahun
1950. Seperti pada pemurnian lanthanum, ammonium nitrat direkristalisaikan dari air.
Lanthanum relatif mudah dimurnikan, sejak hanya terdapat satu lantanida yang berdekatan
yaitu cerium yang sangat mudah lepas sesuai dengan ikatan valensinya.

3.3. SIFAT FISIK DAN SIFAT KIMIA


SIFAT FISIK
Lantanium merupakan logam putih keperak-perakan, mudah dibentuk, kuat tetapi cukup
lunak untuk dipotong dengan pisau. Ia merupakan salah satu logam yang sangat reaktif. Ia
mengoksida dengan cepat jika diekspos ke udara. Lanthanum mempunyai densitas sebesar
6,17 g/cm3. , mempunyai titik leleh sebesar 1193,2 K serta titik didih sebesar 3693 K.
SIFAT KIMIA
- Reaksi dengan air
Lanthanum cukup elektropositif dan bereaksi secara lambat dengan air dingin tapi cukup
cepat jika bereaksi dengan air panas membentuk lanthana hidroksida dan gas hidrogen
2La(s)+6H2O(g)2La(OH)3(aq)+3H2(g)
- Reaksi dengan oksigen
Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk Lanthana
(III) oksida.
4La(s) + 3O2(g) 2La2O3(s)
- Reaksi dengan halogen
Logam lanthanum bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk lanthana ( III) halida
2La(s) + 3F2(g) 2LaF(s)
2La(s) + 3Cl2(g) 2LaCl(s)
2La(s) + 3Br2(g) 2LaBr(s)
2La(s) + 3I2(g) 2LaI(s)
3.4. KEGUNAAN
Jarang sekali logam La murni atau senyawa oksidanya mempunyai kegunaan yang
spesifik. Karena unsur-unsur kimia mempunyai kesamaan maka mereka sangat sulit untuk
dipisahkan. Campuran tersebut akan lebih termaanfaatkan dari pada bentuk murninya.
sebagai contoh : misch metal adalah campuran dari beberapa rare earth dan biasa
digunakan untuk lighter flints dan bentuk oksidasinya juga digunakan dalam phosphor layar
televisi (LaMgAl11O19 ) dan beberapa peralatan flouresen serupa.
La2O2 digunakan untuk membuat kaca optic khusus (kaca adsorbsi infra merah,
kamera dan lensa teleskop). Jika La ditambahkan di dalam baja maka akan meningkatkan
kelunakan dan ketahanan baja tersebut. La digunakan sebagai material utama dalam elektroda
karbon (carbon arc electrodes). Garam-garam La yang terdapat dalam katalis zeolit

digunakan dalam proses pengkilangan minyak bumi. Salah satu kegunaan senyawa-senyawa
gol Lanthanida adalah pada industri perfilman untuk penerangan dalam studio dan proyeksi.
Lanthanum dapat mengadsorbsi gas H2 sehingga logam ini disebut dengan
hydrogen sponge atau sepon hydrogen. Gas H2 tersebut terdisosiasi menjadi atom H, yang
mana akan mengisi sebagian ruangan (interstice) dalam atom-atom La. Ketika atom H
kembali lepas ke udara maka mereka kembali bergabung membentuk ikatan H-H.
3.5. REAKSI KIMIA
- Lanthanum mudah terbakar pada 150 C untuk membentuk lanthanum (III) oksida
4 La + 3 O2 2 La2O3 + 4 La + 3O2 2LaO2
Namun, saat terkena udara lembab pada suhu kamar, oksida lanthanum membentuk oksida
terhidrasi dengan meningkatkan volume besar.
- Lanthanum cukup elektropositif dan bereaksi lambat dengan air dingin dan cukup cepat
dengan air panas untuk membentuk hidroksida lanthanum:
2La(s) + 6H2O(l) 2La(OH)3(aq) + 3H2(g) + 2La(s) + 6H2O(l) 2La(OH)3(aq) + 3H 2 (g)
- Lanthanum mudah larut dalam cairan asam sulfat untuk membentuk solusi yang berisi La
(III) ion, yang ada sebagai [La (OH2)9] 3 + kompleks
2La(s) + 3H2SO4(aq) 2La3+ (aq) + 3SO4 2-(aq) + 3H2(g) + 2La(s) + 3H 2SO 4(aq)
2La 3 + (aq) + 3SO4 2-(aq) + 3H2 (g)
4. Aktinium
4.1. Deskripsi Umum
Aktinium (diucapkan / ktnim / ak-TIN-nee-m ) adalah radioaktif unsur kimia
dengan lambang Ac dan nomor atom 89, yang ditemukan pada tahun 1899. Aktinium
merupakan unsur dari kelompok Aktinida, sekelompok dari 15 elemen yang sama antara
aktinium dan lawrencium dalam tabel periodik. Aktinium, dinamai aktinos dari
bahasaYunani. Aktinium juga merupakan logam radioaktif langka yang terpancar dalam
gelap. Isotop aktinium yang paling lama hidup (Ac-227) memiliki paruh 21,8 tahun. Unsur ini
diperoleh sebagai kotoran dalam bijih-bijih uranium, sebuah bijih ditambang untuk konten
uranium. Sepersepuluh dari satu gram aktinium dapat dipulihkan dari 1 ton bijih-bijih
uranium.
4.2. Asal-Usul Penemuan

Aktinium ditemukan pada tahun 1899 oleh Andre-Louis Debierne seorang ahli kimia
Prancis yang memisahkan aktinium dari campurannya. Aktinium dipisahkan dari bijih-bijih
uranium, pada tahun 1899 dijelaskan bahwa aktinium mirip dengan titanium dan pada tahun
1900 dijelaskan bahwa aktinium mirip dengan torium. Kemudian Friedrich Oskar Giesel
menemukan aktinium secara bebas tahun 1902 sebagai substansi yang mirip dengan lantanum
dan menyebutnya "emanium" pada tahun 1904. Setelah perbandingan zat pada tahun 1904,
nama Debierne dipertahankan karena itu senioritas. Sifat kimia actinium mirip dengan
lanthanum. Kata actinium berasal dari Yunani, akti, aktinos, yang berarti sinar. Karena Ac
adalah unsur radioaktif yang dapat bercahaya dalam ruangan gelap, yang disebabkan oleh
intensitas keradioaktifannya yang berwarna biru. Aktinium ditemukan dalam jumlah sedukit
dalam bijih uranium tetapi lebih banyak dibuat dalam satuan mg dengan cara penyinaran
neutron terhadap 226 Ra dalam reactor nuklir. Logam actinium dibuat dengan cara reduksi
actinium florida dengan uap lithium pada suhu 1100-1300C.
4.3. Sifat Kimia
Aktinium menunjukkan sifat kimia yang mirip dengan lantanum. Karena kesamaan
ini pemisahan aktinium dari lantanum dan unsur tanah jarang lainnya, yang juga ada dalam
bijih uranium menjadi sulit. Ekstraksi pelarut dan pertukaran ion kromatografi digunakan
untuk pemisahan. Hanya sejumlah senyawa aktinium dikenal, misalnya ACF 3, AcCl 3, AcBr 3,
AcOF, AcOCl, AcOBr, Ac 2 S

3,

Ac2O, dan AcPO3. Semua senyawa yang disebutkan adalah

serupa dengan senyawa lantanum dan menunjukkan bahwa senyawa aktinium umumnya
memiliki bilangan oksidasi +3.
4.4. Sifat Fisika
1. Densitas

: 10 g / cm 3

2. Titik leleh

: 1323,2 K

3. Titik didih

: 2743 K

4. Bentuk (25C)

: padat

5. Warna

: putih perak

6. Kalor lebur

: 14 kJ mol -1

7. Panas penguapan

: 400 kJ mol -1

8. Kapasitas bahan

: (25 C) 27,2 J mol -1 K -1

4.5. Kegunaan
Sifat keradioaktifan dari aktinium 150 kali lebih besar dari radium, sehingga
memungkinkan untuk menggunakan Ac sebagai sumber neutron. Sebaliknya, aktinium jarang
digunakan dalam bidang Industri. Ac-225 digunakan dalam pengobatan, yaitu digunakan

dalam suatu generator untuk memproduksi Bi-213. Ac-225 juga dapat digunakan sebagai
agen untuk penyembuhan secara radio-immunoterapi.
4.6. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan
Aktinium-227 bersifat sangat radioaktif dan berpengaruh buruk pada kesehatan.
Bahaya dari aktinium sama dengan bahaya dari plutonium. Bahaya terbesar dari raioaktif
unuk kehidupan sebagaimana kita ketahui adalah bahaya bagi sistem reproduksi dan
penurunan sifat. Bahkan dengan dosis rendah bersifat karsinogenik yang menyebabkan
penurunan sistem kekebalan tubuh. Pertumbuhan teknologi nuklir telah membawa sejumlah
besar pengeluaran zat radioaktif ke atmosfir, tanah, dan lautan. Radiasi membahayakan dan
terkonsentrasi dalam rantai makanan, sehingga membahayakan bagi manusia dan hewan.
4.7. Reaksi Kimia
Reaksi dengan oksigen
Aktinium mudah terbakar membentuk aktinium (III) oksida
4Ac(s) + 3O2(g) 2Ac2O3(s)
Senyawa Aktinium
Misalnya ACF 3, AcCl 3, AcBr 3, AcOF, AcOCl, AcOBr, Ac 2 S 3, Ac2O, dan AcPO3.

BAB III
PENUTUP
I. Kesimpulan
Sifat Unsur-Unsur Golongan IIIB
-

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah jari-jari semakin bertambah besar. Sedangkan
dalam satu periode, dari kiri ke kanan jari-jari semakin pendek.

Dalam satu golongan dari atas ke bawah densitas semakin besar

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah nilai energi ionisasi unsur golongan IIIB semakin
menurun.

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah elektronegatifitas semakin kecil.


Unsur golongan IIIB terdiri dari : Skandium (Sc), yitrium (Itrium), lanthanum, dan
Aktinium.
II. Saran
Dari pembuatan makalah kimia anorganik ini tentang unsure golongan IIIB, maka
untuk pembuatan makalah selanjutnya diharapkan penulis dapat menyajikan penjabaran
materi yang lebih banyak lagi.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.

29

Juni

2009.

Golongan

IIIB.

(Online),

(http://kimiadahsyat.blogspot.com/2009/06/golongan-iii-b.html, diakses tanggal 2 Oktober


2011).
http://ichanurfa.irvanriswanto.com/2010/12/15/golongan-iii-b/#more-12