Anda di halaman 1dari 8

I.

Mengenal alat - alat yang digunakan pada saat praktikum mikrobiologi dan kegunaannya.
No Nama Alat dan Gambar
1
Cawan Petri (Petridish)

Fungsi Alat
Cara Kerja Alat
untuk
menyimpan
medium padat dan
membiakkan mikroba

Gelas Ukur

untuk
mengukur
cairan atau larutan
yang akan digunakan.

Labu Erlenmeyer

untuk membuat dan


menyimpan medium,
serta
membiakkan
mikroba.

Jarum Inokulasi (Ose)

untuk memindahkan
biakan dari medium
padat ke medium cair
atau untuk membuat
preparat

Kaca benda (object glass) untuk membuat dan


meletakkan preparat
mikroba.

Lampu Bunsen

untuk mensterilkan
ose
dan
fiksasi
mikroba

Pipet volumetrik

untuk
mengambil
cairan pengencer

Mikroskop

untuk
pengamatan
mikroba

1 | Page

Neraca Analitik

Untuk
menimbang
secara akurat bahan
atau
zat
untuk
pembuatan medium
atau pengecatan

10

Autoclave

Untuk mensterilisasi
basah bahan medium
atau alat-alat gelas

11

Oven

untuk mensterilisasi
kering alat-alat dari
gelas

12

Batang Pengaduk

untuk
mengaduk
bahan pada saat
membuat medium

13

Tabung Reaksi

untuk
membuat
suspensi mikroba dan
tempat
pembiakan
mikroba

14

Colony Counter

untuk
menghitung
jumlah
koloni
mikroba
pada
medium padat

2 | Page

15

Inkubator

untuk mengeramkan
biakan mikroba

16

Laminary Flow

untuk
tempat
penuangan
medium,inokulasi,da
n
pembuatan
preparat.

17

Gelas Kimia

18

Tabung Durham

untuk mencampur /
membuat larutan dan
menaruh
larutan
dalam
pembuatan
medium
untuk
uji
bakteriologis apakah
positif(+)
atau
negative(-)
mengandung E.coli

19

Corong Kaca

untuk menyaring zat


dalam
pembuatan
medium

20

Pipet Tetes

untuk
meneteskan
cairan yang diambil
sedikit demi sedikit
secara tepat dalam
pembuatan medium

21

Kompor Gas

untuk memanaskan
atau
membuat
medium,dapat juga
untuk mensterilkan
alat dalam autoclave
yang
dipanaskan
dengan menggunakan

3 | Page

kompor
II.

Proses Pembuatan Media


A. Pengertian Media
Media merupakan suatu campuran bahan-bahan tertentu dengan aquadest yang
dapat menimbulkan mikro organisme pada derajat keasaman dan inkubasi tertentu,
atau bahan yang di gunakan untuk memperkembangakan mikro organisme di
laboratorium secara invitro. Sebelum di gunakan media harus dalam keadaan steril,
artinya tidak di tumbuhi oleh mikroba lain yang tidak di harapkan.
Persyaratan-persyaratan agar media dapat di tumbuhi dan mikroba dapat
berkembang dengan baik yaitu :
a. Dalam media harus terkandung semua unsur hara yang di perlukan untuk
pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri.
b. Media harus mempunyai tekanan osmosa dan PH yang sesuai dengan kebutuhan
mikroba.
c. Media harus keadaan steril.
B. Bentuk / Sifat Fisik Media
a. Media Padat
Yaitu media yang mengandung agen pemadat ( misalnya, agar dan gelatin )
dengan konsentrasi tertentu sehingga setelah dingin media menjadi padat. Media
padat berguna untuk menjaga sel agar tidak berpindah tempat sehingga akan
mudah dihitung dan pisahkan jenisnya ketika tumbuh menjadi koloni. Media
padat juga menampakkan difusi hasil metabolit bakteri sehingga memudahkan
dalam pengujian suatu hasil metabolit.
Media ini terdiri dari tiga macam bentuk, yaitu:
1. Bentuk lempeng, media dibekukan di dalam cawan pertri.
2. Bentuk miring, media dibekukan dalam keadaan miring di dalam tabung
reaksi.
3. Bentuk tegak, media dibekukan dalam keadaan tegak dalam tabung
b. Media Cair
Yaitu media yang mengandung larutan cair dari satu atau lebih bahan. Media cair
ini tidak mengandung agar, contohnya adalah NB (Nutrient Broth). Medium cair
akan memberi kesempatan bakteri untuk menyebar dan tercampur dengan seluruh
nutrisi sehingga lebih cocok untuk mengoptimumkan pertumbuhan mikroba.
Selain itu, dapat juga untuk mengetahui karakter suatu mikroba berdasarkan
kebutuhan oksigen.
c. Media Setengah Padat (Semi Solid )
Yaitu media yang mengandung agar 0,3-0,4 % sehingga menjadi sedikit kenyal,
tidak padat dan tidak begitu cair. Media semi solid ini dibuat dengan tujuan
supaya pertumbuhan mikroba dapat menyebar ke seluruh media tetapi tidak
mengalami percampuran sempurna jika tergoyang. Misalnya, bakteri yang tumbuh
pada media NfB (Nitrogen free Bromthymol Blue) semi solid akan membentuk
cincin hijau kebiruan di bawah permukaan media, jika media ini cair maka cincin
ini dapat dengan mudah hancur. Semi solid juga bertujuan untuk mencegah /
menekan difusi oksigen, misalnya pada media Nitrate Broth, kondisi anaerob atau
sedikit oksigen meningkatkan metabolisme nitrat tetapi bakteri ini juga diharuskan
tumbuh merata diseluruh media.
C. Kegunaan
4 | Page

a. Media Umum
Potato Dextrose Agar (PDA)
Merupakan medium dengan konsistensi yang padat yang berguna untuk
menyimpan stok murni dan menghitung koloni jamur yang tumbuh. Termasuk
medium semi alamiah karena dalam pembuatannya menggunakan bahan alami
dari kentang yang tidak diketahui kandungannya dan bahan sintetik yaitu
glukosa. Umumnya digunakan untuk pembiakan jamur dan kapang.Termasuk
medium umum yang dapat digunakan untuk menumbuhkan semua mikroba.
b. Media Selektif / Khusus
Media yang termasuk dalam selektif media yaitu Taurocholate Citrate Broom
Thymul, Blue Suchrose Salt Agar (TCBS), Mac Conkey (MC), Salmonella
Shigella Agar (SSA), Endo Agar (EA).
Taurocholate Citrate Broom Thymul, Blue Suchrose Salt Agar (TCBS)
Merupakan media selektif untuk Vibrio Cholera.
Bakteri Koloni :
Vibrio parahaemolyticus kuning, tipis
Vibrio Alginiliticus biru, kekuning-kuningan
Vibrio Metchnicovin kuning(3,5mm)
Vibrio Flufialis kuning (3,4mm)
Vibrio Vulnivicus biru, kehijauan (2,3mm)
Vibrio mimicus biru, kehijauan (1mm)
Jenis Entrococcus :
Jenis proteus kuning, kehijauan (1mm)
Jenis Pseudomonas biru, kehijauan (1mm)
Kontrol Kualitas :
- Kontrol Positif : Vibrio Colera
- Kontrol Negatif : Eschericia coli di hambat pertumbuhannya

5 | Page

Mac Conkey Agar (MCA)


Pembenihan ini bersifat selektif untuk hasil gram negatif, baik
Enterobacteriateae maupun yang non fermented basilgram negative,
sedangkan bakteri lain umumnya tidak tumbuh / tumbuh dengan tidak subur.
Persenyawaan utama dalam media ini adalah laktosa, garam empedu dan
nerah netral. Media ini menghambat pertumbuhan bakteri garam positif yang
disebabkan oleh garam empedu dan kristal violet, bakteri gram negatif yang
tumbuh di bedakan dalam kemampuannya memfermentasekan aktosa. Koloni
dari bakteri yang memfermentasekan laktosa berwarna merah bata dan di
kelilingi oleh endapan garam empedu. Endapan ini di sebabkan oleh
penguraian laktosa menjadi asam yamg bereaksi dengan garam empedu.
Bakteri yang tidak memfermentasekan laktosa biasanya bersifat pathogen.
Golongan bakteri ini tidak memperlihatkan perubahan pada media. Warna
koloni di lihat pada bagian koloni terpisah.
Media dalam MCA ini mempunyai keistimewaan memilih bakteri enteric
gram negative yang memfrementasekan laktosa, karena media ini
mengandung laktosa, crystal violet dan netral rerbile salt. Kemampuan Ecoli
memfregmentasekan laktosa menyebabkan penurunan PH, sehingga
mempermudah absorbsi netral red untuk mengubah koloni menjadi merah

bata. Mikroba lain yang dapat tumbuh pada media ini antara lain :
Enterobacter, proteus, salmonella, shigella, aerobacter, enterococcus.

Endo Agar
Persenyawaan utama dalam media ini adalah laktosa, Na-sulfat dan fiksinbusa. Sifat pertumbuhan koloni pada EA adalah :
a. Bakteri yang tidak memfregmentasikan laktosa
Terlihat sebagai koloni yang terang tembus, tidak berwarna dan di kelilingi
oleh media yang berwarna merah muda. Kelompok media ini
menyebabkan indicator fuksin-fuksin yang berwarna.
b. Bakteri yang memfregmentasikan laktosa
Terlihat sebagai koloni yang berwarna merah metalik dan di kelilingi oleh
media yang berwarna kemerahan. Perubahan warna media di sekeliling
koloni bakteri bukan di sebabkan oleh pengiraian asam, tetapi oleh reaksi
penengahnya yaitu asetaldehida dengan Na-dulfiat, bakteri gram positif
dihambat pertumbuhannya oleh sulfiat dan fuksin. Beberapa pertumbuhan
koloni pada agar ini.
Koloni Mikro organisme :
Tidak berwarna, bening lactosa-negative, salmonella, shigella
Merah dengan kilau logam lactosa-positif, E.coli(Metallic Sheen )
Merah mudam mukoid Enteribacter, klebsiella, citrobacter

Salminella Shigella Agar (SSA)


Perbenihan ini mirip MCA, hanya penggunaanya lebih khusus lagi untuk basil
gram negative pathogen enteric, sehingga di pakai untuk isolasi dari specimen
yinja terutama salmonella shigella yang keduanya memperlihatkan
pertumbuhan koloni yang tidak berwarna. Sebagai bahan penghambat utama
adalah garam empedu dan brilliant green yang tidak hanya menghambat
bakteri asam positif saja tetapi menekan pertumbuhan basil pathogen non
enteric lainnya.
Kontrol Kualitas :
- Kontrol Positif : Salmpnella typhimurium Salmonella enteridis
- Kontrol Negatif : Enterococcus raecallis

c. Media Diperkaya
Media yang termasuk dalam media diperkaya yaitu Blood Agar dan Coklat Agar.
Blood Agar
Media ini di gunakan untuk menumbuhkan mikro organisme yang sulit untuk
dibiakan dan juga untuk membedakan kelompok mikroorganisme yang melisis
atau tidak melisiskan butir darah merah. Agar darah terdiri dari bahan dasar
yang mengandung 5% darah domba. Lisis butir darah merah terlihat sebagai
wilayah jernih di sekitar koloni. Bila proses lisis sempurna akan terlihat di
wilayah yang benar-benar jernih dan jenis hemalisisnya di sebut beta
hemolisis. Bila proses lisis tidak sempurna dan media berwarna kehijauan
maka jenis hemolisisnya di sebut Alpha Hemolisis. Bakteri yang tidak mampu
melisiskan butir darah dan tidak menyebabkan perubahan nyata pada media
tersebut di sebut gamma hemolisi. Kelompok mikro organisme yang sering di
bedakan berdasarkan kemampuan melisiskan butir darah merah adalah
6 | Page

III.

sreptococcus dan staphylococcus, proses hemolisis di sebabkan oleh enzim


yang di lepas mikro organisme.
Kontrol Kualitas :
- Kontrol Positif : Streptococcus pyogenes, Sterptococcuc pneumoniae
- Kontrol Negatif : Media yang tidak ditanami
Coklat Agar
Kegunaannya adalah untuk menumbuhkan bakteri yang sulit tumbuh pada
perbenihan sederhana dan biasanya dipakai untuk menumbuhkan golongan
Neisseriae dan Hemorhylus influenza. Prosedur kerjanya sama dengan
pembuatan Blood Agar, hanya setelah penambahan darah, di panaskan
kembali sampai 80-90% selama 5-15 menit sampai berwarna coklat. Semua
ini di kerjakan dalam water bath. Bahan dari coklat agar sama dengan
bahan pada media Blood Agar. Media ini berwarna coklat di sebabkan oleh
suhu yang lebih sehingga kepanasan dan media berwarna coklat. Selain itu
juga dikarenakan bakteri N. Conarhoe dan Haemophylus suka di coklat agar.

Isolasi Bakteri
Isolasi mikroorganisme mengandung arti proses pengambilan mikroorganisme dari
lingkungannya untuk kemudian ditumbuhkan dalam suatu medium di laboratorium.
Proses isolasi ini menjadi penting dalam mempelajari identifikasi mikrobia, uji morfologi,
fisiologi, dan serologi. Sedangkan pengujian sifat-sifat tersebut di alam terbuka sangat
mustahil untuk dilakukan.
Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba
lain yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. Hal ini dapat dilakukan
dengan menumbuhkannya dalam media padat, sel-sel mikroba akan membentuk koloni
sel yang tetap pada tempatnya (Pelczar, 1986).
Tujuan dari pemindahan biakan untuk menguasai teknik pemindahan biakan bakteri
dari satu wadah ke wadah lain secara aseptik, sehingga hanya biakan murni yang
diharapkan yang tumbuh. Hal ini sangat penting dalam tahap awal pekerjaan isolasi
mikroba terutama yang berasal dari stok kultur (bukan dari substrat). Kegagalan dalam
hal pemindahan biakan dapat menyebabkan kontaminasi dari pertumbuhan mikroba yang
tidak diharapkan (Dwidjoseputro, 1990).
a. Tahapan isolasi bakteri
1. Teknik Piringan Goresan (Streak plate method)
Medium agar dicairkan, didinginkan pada suhu 450 C, dituang ke dalam cawan
petri steril (cawan gelas dengan garis tengah sekitar tiga inci) dan dibiarkan
sampai menjadi padat. Kemudian menginokulasi biakan dilakukan dengan jarum
ose pada permukaan atas agar yang penuh dengan biakan campuran (misalnya
specimen ludah atau bahan lain). Ada beberapa metode penggoresan yang
berbeda, namun kesemua metode bertujuan untuk meletakkan sebagian besar
organisme pada beberapa goresan pertama. Apabila sebaran dilakukan dengan
menggerakkan jarum ose bergantian dari satu bagian ke bagian lain cawan petri,
bakteri yang tertinggal pada jarum ose semakin berkurang. Jika dilakukan secara
sempurna, goresan akhir akan meninggalkan bakteri individual cukup terpisah
satu sama lain, sehingga setelah mengalami pertumbuhan, koloni yang berasal dari
bakteri individual akan benar-benar terpisah satu sama lain. Kemudian koloni
tunggal dapat ditinggalkan kemedium steril, dan akan tumbuhlah biakan murni
(Hadioetomo, 1993).
Ada beberapa teknik goresan yang biasa dipakai yaitu :
7 | Page

Goresan Sinambung
Goresan T
Goresan Kuadran (Streak quadrant)

2. Metode Tuang (pour-plate method)


Terdiri atas penginokulasian biakan campuran kedalam tabung uji yang
mengandung agar cair yang telah didinginkan pada suhu 450 C isinya diaduk untuk
memencarkan bakteri keseluruh medium. Campuran itu kemudian ditungkan
kedalam cawan petri steril dan dibiarkan padat pertumbuhan koloni terjadi baik
dalam medium tujuan pada kedua proses ialah untuk memisahkan bakteri satu
sama lain sehingga sel-sel itu akan tumbuh menjadi koloni-koloni yang terpisah
didalam medium yang padat. Kemudian dapat diambil sel-sel dari satu koloni
untuk mendapatkan biakan murni. Piringan kedua dalam praktek sering digores
kembali dengan organisme yang berasal dari koloni yang diidolasi untuk
menjamin bahwa hasil yang diperoleh adalah biakan murni (Hadioetomo, 1993).
3. Teknik Sebar (spread plate)
Teknik isolasi dan mikroba dengan cara menyebarkan mikroba pada permukaan
media yang akan digunakan (Trianda, 2011).
4. Teknik Pengenceran (dilution method)
Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam- macam
spesies diencerkan dalam suatu tabung yang tersendiri. Hasil pengenceran ini
kemudian diambil kira-kira 1 mL untuk diencerkan lebih lanjut. Jika dari
pengenceran yang ketiga ini diambil 0,1 mL untuk disebarkan pada suatu medium
padat, kemungkinan besar kita akan mendapatkan beberapa koloni yang akan
tumbuh dalam medium tersebut, akan tetapi mungkin juga kita hanya akan
memperoleh satu koloni saja. Hal yang demikian ini dapat kita jadikan biakan
murni. Jika kita belum yakin, bahwa koloni tunggal yang kita peroleh tersebut
merupakan koloni yang murni, maka kita dapat mengulang pengenceran dengan
menggunakan koloni ini sebagai sampel (Trianda, 2011)
5. Teknik Micromanipulator
Mengambil satu bakteri dengan mikropipet yang ditempatkan dalam mikro
manupulator, kemudian ditempatkan dalam mikromanupulator. Kemudian
ditempatkan dalam medium encer untuk dibiakkan (Trianda, 2011).

8 | Page