Anda di halaman 1dari 28

ALGORITMA PENATALAKSANAAN

KEJANG AKUT DAN STATUS


EPILEPTIKUS
PADA BAYI DAN ANAK
Aji witama

PENDAHULUAN
Tatalaksana kejang seringkali tidak dilakukan
secara adekuat
Penggunaan obat yang kurang tepat kejang
tidak terkontrol dan depresi pernapasan

PENYEBAB KEJANG

Kejang dapat merupakan petanda adanya


penyakit serius yang menjadi etiologinya.

Penyabab kejang pada anak


Kejang

demam
Infeksi : intrakranial, meningiti, ensefalitis
Keracunan: alkohol, teofilin dan kokain
Gangguan metabolik
Gangguan metabolik bawaan
Trauma kepala
Penghentian obat anti epilepsi mendadak
Lain-lain: ensefalopati hipertensi, tumor otak
Idiopatik

TATALAKSANA
1.

Manajemen jalan nafas, pernapasan dan fungsi


sirkulasi yang adekuat.

Tanyakan beberapa hal penting saja


Periksa fungsi vital dengan cepat
Lakukan resusitasi bila diperlukan
Atasi kejang
Posisikan pasien miring dan lendir dihisap
cegah aspirasi
Beri oksigen 100%
Jangan masukkan benda keras diantara gigi yang
sudah tertutup
Bradikardi, hipotensi, dan perfusi yang buruk
tanda perburukan

TATALAKSANA
2.

Terminasi kejang dan pencegahan kembalinya


kejang

Kesulitan mendapatkan akses intravena


Antikonvulsan dalam berbagai sediaan
cth:diazepam, lorazepam , midazolam, fenobarbital,
fenitoin (iv)
midazolam (im)
diazepam, paraldehid (rektal)
lorazepam dan midazola (sublingual)

Pemberian intraoseus hanya dilakukan bila


pemberian secara IV, Intrarektal, IM gagal.

TATALAKSANA
Obat pilihan benzodiazepin yaitu diazepam
dan lorazepam efektivitas 80-90%
Diazepam iv paling banyak digunakan
Pemberiaan dapat diulang 2 kali dengan selang
waktu 5-10 menit
Jika akses vena sulit perrektal insersi 4 cm
kedalam anus anus dirapatkan selama 5
menit setelah obat diseprotkan

TATALAKSANA
Lorazepam dan diazepam dapat menyebabkan
depresi pernapasan pemberian cepat
Ventilasi bag-valve harus tersedia
Bila penderita apneu, ventilasi bag-valve selama
20-30 menit seringkali cukup
Jika kedua cara utama tersebut sulit dikerjakan
pilihan anternatifnya adalah midazolam
intramuskular

TATALAKSANA
Antikonvulsa yang pertama harus diberikan
dengan cara dan dosis yang benar untuk
mencapai kadar terapi secepat mungkin sebelum
menggunakan obat kedua
Kesalahan memeberikan dosis kegagalan
terapi

TATALAKSANA
Setalah kejang berhenti pencegahan kejang
berulang dan mengatasi penyebab kejang
Pasien dengan status epileptikus ( kejang yang
berlangsung lebih dari 30 menit atau kejang
berulang dimana di antara kejang pasien tetap
tidak sadar) perlu loading dose antikonvulsan
jangka panjang setelah dosis awal dengan
benzodiazepin

TATALAKSANA
Fenitoin lebih disukai daripada fenobarbital
karena lebih jarang menyebabkan depresi napas.
Fenitoin sangat sedikit menyebabkan sedasi
sehingga tidak mengganggu pemeriksaan
neurologis
Dosis awal 20 mg/kgBB diberikan dalam larutan
normal salin secara IV.
Bila kejang belum berhenti diberikan tambahan
5mg/kgBB
Dosis maksimal 30 mg/kgBB (1000mg)
Fenitoin harus diberikan dengan kecepatan
1mg/kgBB/jam

TATALAKSANA
Fenobarbital 20 mg/kgBB dapat diberikan
setalah loading dose fenitoin bila masih kejang
Dapat ditambah 5mg/kgBB bila masih kejang
Dosis total 30mg/kgBB (600mg)
Beberapa penelitian menggunakan dosis
maksimal 40mg/kgBB
Fenobarbital merupakan pilihan utama pada
bayi baru lahir dengan status epileptikus dan
pada anak dengan status epileptikus yang
berhubungan dengan demam

Antikonvulsa dengan massa kerja singkat, penghentian kejang akut


Obat
Pemberian
Dosis
Ulangan
Kecepatan
pemberian
Diazepam
IV, IO
0,3 mg/kg
5 menit
<2 mg/kg/jam
Maks 10 mg
Diazepam
Rektal
0,5 mg/kg Max Tiap 5-10
10 mg
menit
Lorazepam
IV, SL, IO
0,1 mg/kg Max 2 kali tiap 10 <2 mg/kg/jam
4 mg
menit

Komentar
Tanpa
dilarutkan

Harus
dilarutkan,
hipotensi,
depresi napas
Midazolam
IM
0,2 mg/kg Max 2 kali tiap 5Hipotensi
10 mg
10 menit
Depresi napas
Fenitoin*
IV,IO
20 mg/kg Max Tambahkan 5 1 mg/kg/jam
Hipotensi,
1000 mg
mg/kg iv bila
aritmia, harus
(30mg/kg)
masih kejang
larutan nonglukosa
Fenobarbital
IV
20 mg/kg Max
1 mg/kg/jam
Pilihan utama
600 mg
neonates
(30mg/kg)
Depresi
napas,
terutama
setelah
diazepam
*bila telah dengan fenitoin dan fenobarbital depat diberikan lagi 5 mg/kg. dosis berikutnya
berdasarkan kadar antikonvulsan darah
Iv= intravena, im= intramuscular, SL= sublingual, PR= per rectum, IO= intraoseus

TATALAKSANA
Pemberian obat berdasarkan tabel sebelumnya
memerlukan waktu selama 45 menit: 5 menit
untuk benzodiazepin, 20 menit untuk fenitoin,
dan 20 menit untuk fenobarbital
Asam valproat dalam bentuk sirup dapat
digunakan secara rektal dengan cara
mengencerkannya dengan air 1:1 dengan dosis
20mg/kgBB

TATALAKSANA
Sebagian besar pasien memberikan respon yang
baik terhadap pengobatan awal jika tidak,
maka perlu segera dirujuk ke perawatan intensif
untuk diintubasi dan konsultasi ke ahli saraf
anak
Untuk menentukan terapi obat selanjutnya perlu
pemerikasaan kadar obat antikonvulsa dalam
darah setalah 30 menit loading dose, terutama
untuk kasus kejang yang sulit diatasi

TATALAKSANA
Depresi pernapasan beberapa jenis obat dan
dosis yang tinggi
Pemeriksaan fisik dan analisa gas darah dapat
membantu menentukan apakah ventilasi cukup
adekuat, bila tidak diperlukan bantuan
ventilator
Masing-masing pusat kesehatan memiliki
protokolnya masing-masing

PEMERIKSAAN UNTUK MENCARI


ETIOLOGI
Pemeriksan harus dilakukan secara individual
sesuai kasus
Penyebab tersering adalah kejang demam
Pemeriksaan fisis lengkap dan penunjang
diperlukan bila didapatkan gejala dan tanda
klinis adanya infeksi, tanda rangsang meningeal,
defisit neurologis fokal, dan intoksikasi

PEMERIKSAAN.
Bila etiologi masih belum jelas, maka perlu
dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang
antara lain darah tepi lengkap, analisis gas
darah dan elektrolit, gula darah, fungsi ginjal,
fungsi hati dan kultur darah bial dicurigai
sepsis.
Kadar obat antikonvulsan harus diperiksa
terutama pasien yang memakai obat jangka
panjang

PEMERIKSAAN.
Pungsi lumbal harus ditunda sampai kejang
berhenti dan tanda vital telah stabil
Pemeberian antibiotik IV tidak perlu menunggu
pungsi lumbal bila dicurugai adanya sepsis atau
meningitis

PEMERIKSAAN.
CT scan kepala adanya riwayat trauma, tanda
peninggian tekanan intrakranial, gejala
neurologis fokal, penurunan kesadaran, atau
curiga herniasi.
Dikerjakan setelah kejang berhenti, jalan napas
dan sirkulasi stabil.
Bila secara klinis terdapat tanda-tanda
penekanan intrakranial dapat langsung diterapi
tanpa menunggu hasil CT-scan kepala.

JENIS KEJANG YANG MEMERLUKAN


PERHATIAN KHUSUS
Sebagian kejang hanya berlangsung kurang dari
2 menit
Kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit dan
berulang cenderung untuk berkembang menjadi
status epileptikus
Beberapa ahli epilepsi mendefinisikan status
epileptikus sebagai kejang yang berlangsung
lebih dari 5 menit atau 10 menit

JENIS KEJANG.
Terapi yang lebih awal akan mengurangi kejang
dan pemakaian obat sehingga tidak perlu
menunggu kejang berlangsung lebih dari 30
menit.
Algoritma pananggulangan kejang akut tidak
berbeda dengan penanganan status konvulsivus

Pastikan jalan napas, pernapasan dan sirkulasi baik


0-5 menit
Diazepam
0,3 mg/kg iv, maks 10 mg
0,5-0,75 mg/kg PR
Midazolam
0,2 mg/kg im
Kejang belum berhenti dalam
5-10 menit, ulang dengan
dosis dan cara sama
10 menit

Diazepam
Midazolam

15 menit

Fenitoin

35 menit

Fenobarbital

Bila masih kejang setelah 10


menit pemberian fenobarbital,
terapi, sebagai status
epileptikus refrakter
45-60 menit
Midazolam iv
infus

0,3 mg/kg iv maks 10 mg


0,5-0,75 mg/kg PR
0,2 mg/kg im
20 mg/kg iv maks 1 gram
iv drip 20 menit dalam 50 ml NaCl
(infuse 1 mg/kg/jam)
20 mg/kg iv, bolus 5-10 menit
(infuse 1 mg/kg/jam) hati-hati deprsi
napas

*bolus 0,2 mg/kg dilanjutkan drip


0,02-0,4 mg/kg/jam. Pertimbangkan
tambahan fenobarbital 10-15 mg/kg
bila tidak kejang selama 24 jam,

KEJANG LAMA ATAU KEJANG


BERULANG
Penanganan kejang lama dan kejang berulang
adalah sama
Diazepam rektal efektik untuk kejang lama dan
kejang berulang
Midazolam bukal atau nasal juga efektif dan
lebih disukai orang tua

STATUS EPILEPTIKUS
Status epileptikus adalah bangkitan kejang yang
berlangsung terus menurus atau kejang
berulang tanpa disertai pulihnya kesadaran
diantara kejang selama lebih dari 30 menit.
Mortalitas tinggi
Penanganan status epileptikus pada anak pada
dasarnya sama dengan penanganan status
konvulsivus pada orang dewasa, hanya dosis
harus disesuaikan dengan umur anak

STATUS EPILEPTIKUS REFRAKTER


Adalah status epileptikus yang tidak
memberikan respon terhadap pengobatan
antikonvulsan golongan benzodiazepin, fenitoin
atau fenobarbital.
Terjadi pada 9-13% di antara kasus dengan
status epileptikus.
Dalam keadan refrakter, harus dilakukan
pengobatan agresif
Obat yang dianjurkan adalah midazolam
intravena secara kontinu

KESIMPULAN
Walaupun sebagian kejang dapat berhenti
sendiri, sebagian lain memerlukan pengobatan
Tatalaksana yang adekuat penting untuk
mencegah terjadinya status epileptikus
Setelah kejang berhasil diatasi lakukan
anamnesis, pemfis neurologis, dan pemeriksaan
penunjang untuk mencari etiologi
Pengobatan lanjut tergantung ada tidaknya
faktor pencetus.

TERIMA KASIH