Anda di halaman 1dari 2

TUGAS TERSTRUKTUR

MATA KULIAH FARMAKOEKONOMI


REVIEW JURNAL
Patient Self-Management Program for Diabetes: First-Year Clinical, Humanistic, and
Economic Outcomes

Disusun oleh:
Kelompok 1 Kelas A

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Nuke Paraswanti
Astri Dea Nuripah
Zakiyatul Fitriyah
Larasati Kartika
Dewi Oktaviana
Amani Hanifah
Desmalira
Deni Lastanto

(G1F012001)
(G1F012003)
(G1F012005)
(G1F012007)
(G1F012009)
(G1F012011)
(G1F012013)
(G1F012015)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU- ILMU KESEHATAN
JURUSAN FARMASI
PURWOKERTO
2015
REVIEW

Keberhasilan project Asheville mendorong para peneliti untuk mengembangkan lagi


sebuah metode yang dapat direplikasi diberbagai komunitas. Tercapainya tujuan dari program
ini dapat dilihat dari peningkatan nilai HbA1c, peningkatan kepuasan pasien dengan adanya
pelayanan farmasi, serta adanya penurunan biaya perawatan medis untuk pasien diabetes.
Penelitian mencakup komponen baru yang berfokus pada perawatan kolaboratif dan Patient
Self-Management Program (PSMP Diabetes) untuk pasien diabetes.
Penelitian ini dilakukan pada 80 penyedia layanan kefarmasian dengan sertifikasi
program training diabetes yang telah bekerjasama dan dibayar oleh perusahaan untuk
memberikan layanan kefarmasian pada karyawan di perusahaan tersebut. Subjek penelitian
yaitu melibatkan 256 pasien diabetes yang biaya perawatannya ditanggung oleh asuransi
kesehatan dari perusahaan. Outcome klinik diukur dari nilai A1c, LDL-C, TD, vaksinasi
influenza terbaru, pemeriksaan kaki, dan pemeriksaan mata. Outcome humanistic dilihat dari
kepuasan pasien atas perawatan diabetes secara keseluruhan yang diukur dari 10-point Likert
scale (1-10) dan kepuasan pasien terhadap pelayanan apoteker diukur dari 5-point Likert
scale (1- 5), selain itu dilihat juga dari Outcome ekonominya.
Hasil dari penelitian ini, penyakit diabetes pasien (karyawan) terkontrol dengan baik
yang dilihat dari nilai A1c yang mendekati 7%, peningkatan secara substansial dari indikator
perawatan diabetes seperti vaksinasi influenza, TD, profil lipid, dan persentase dari pasien
yang menerima pemeriksaan kaki dan mata. Selain itu, lebih dari 95% pasien sangat puas
dengan pelayanan yang diberikan oleh apoteker. Perusahaan dengan mudah mengevaluasi
dampak ekonomi dari program seluruh biaya perawatan kesehatan dibandingkan sebelum
adanya program PSMP ini, yang ditunjukkan dengan adanya penurunan biaya perawatan
kesehatan dari 69% menjadi 56% untuk rawat jalan dan rawat inap, sehingga biaya
keseluruhan perawatan kesehatan yang dikeluarkan oleh perusahaan berkurang sebesar 10,8%
per pasien per tahun.
Penerapan Patient Self-Management Programe untuk penderita diabetes di Indonesia
dengan sistem BPJS dapat sangat membantu pasien atau dalam hal ini perusahaan yang
meng-cover biaya kesehatan pasien (karyawan). Program ini dapat menurunkan biaya yang
harus dikeluarkan oleh perusahaan (economic outcome) karena adanya peningkatan clinic
outcome dari Patient Self-Management Programe untuk penderita diabetes terutama dalam
BPJS dengan sistem fee for service.