Anda di halaman 1dari 14

TUGAS MAKALAH

KOMUNIKASI
KOMUNIKASI PERSUASIF
Disusun Oleh :
Kelompok IX (Sembilan)
Rizky Hidayat Mawardi

121015002

Alstrin Rangotwat

121015015

Vilincia Rahandekut

121015028

Megawati Ishak

121015044

Claudia Lovelita Adilang

121015057

PROGRAM STUDI

FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat-Nya,
sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini berjudul Komunikasi
Persuasif. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi.
Makalah ini membahas mengenai komunikasi persuasif.
Bermacam halangan terkadang menghambat dalam pembuatan makalah. Akan tetapi,
berkat dukungan dari berbagai pihak, akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Untuk itu,
penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang
membantu dalam pembuatan makalah ini.
Akhirnya penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk
itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari pembaca untuk perbaikan
penulis di masa yang akan datang.

Manado, 28 september 2015

Tim Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

ii

BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
1.2 Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
1.3 Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

1
2
2

BAB II Isi
2.1
2.2
2.3
2.4

Pengertian Komunikasi Persuasif . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Strategi Komunikasi Persuasif . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Elemen dalam Komunikasi Persuasi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Prinsip-Prinsip Komunikasi Persuasif . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

3
4
6
7

BAB III Penutup


3.1 Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
3.2 Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Daftar Pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

9
9
10

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Komunikasi adalah suatu aspek kehidupan manusia yang paling mendasar, penting, dan
kompleks. Kehidupan sehari-hari kita sangat dipengaruhi oleh komunikasi kita sendiri dengan
orang lain, bahkan oleh pesan yang berasal dari orang yang kita tidak tahu (we can not not
communication)
Komunikasi

persuasif

banyak

dimanfaatkan

dalam

kegiatan

pemasaran antara lain dalam pemasaran. Periklanan merupakan bagian dari


promotion mix (bauran promosi), bersama-sama dengan kegiatan promotion
selling, publisity, dan sales promotion. Sedangkan promotion mix merupakan
bagian dari kegiatan marketing mix(product, price, Place dan Promoion).
Dengan kata lain iklan merupakan bagian kecil dari kegiatan pemasaran
yang lebih luas. Iklan adalah salah satu bentuk komunikasi persuasif yang
merupakan bagian dari kegiatan pemasaran yang bermaksud membujuk
khalayak untuk memanfaatkan barnga atau jasa. Banyak jenis-jenis iklan
yang dapat digunakan untuk membujuk persuade guna mengenal pesan
yang disampaikan melalui iklan. Hanya saja komunikasi persuasif dalam
periklanan memiliki audien yang tidak mengetahui secara pasti sumber
pengirim, keputusan yang mereka buat, tergantung pada seberapa besar
komunikator mempengaruhi atau meyakinkan mereka. Untuk itu diperlukan
analisis yang terencana berdasarkan kaidah peneltian, guna mengukur
seberapa besar efektivitas pesan melalui iklan dapat mempengaruhi
keputusan audien/persuade.
Dalam prakteknya kegiatan pemasaran tidak hanya diperlukan
pruduk yang baik, penetapan harga yang sesuai dan menata (display) pada
tempat yang menarik tetapi diperlukan komunikasi yang baik dengan
konsumen. Salah satu bentuk kegiatan komunikasi adalah komunikasi
persuasi, yang mana komunikasi tersebut melibatkan pengirim (sumber) dan
penerima berinteraksi. Hanya saja komunikasi persuasif dalam periklanan
memiliki audien yang tidak mengetahui secara pasti sumber pengirim,
keputusan yang mereka buat, tergantung pada seberapa besar komunikator
mempengaruhi atau meyakinkan mereka. Efektivitas komunikasi persuasif
1

sangat tergantung pada kedua faktor pengirim dan penerima pesan


termasuk pesan yang disampaikan dalam periklanan.

1.2

Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan komunikasi persuasif ?
Bagaimana strategi komunikasi persuasif ?
Apa saja elemen dalam komunikasi persuasif ?
Apa saja prinsip-prinsip komunikasi persuasif ?

1.3 Tujuan

Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan komunikasi persuasive


Untuk mengetahui srategi komunikasi persuasif
Untuk mengetahui apa saja elemen dalam komunikasi persuasif
Untuk mengetahui apa saja prinsip-prinsip komunikasi persuasive

BAB II
ISI
2.1 Pengertian Komunikasi Persuasif
Istilah persuasif diambil dari istilah bahasa Inggris persuation yang juga berasal dari bahasa
latin persuasio persuasi mengandung bujukan, merayu, meyakinkan dsb.
Pengertain Persuasif Menurut Para Ahli :
a) Kenneth E. Anderson 1972:218
Menyatakan bahwa persuasif adalah proses komunikasi antar individu dimana komunikator
mengunakan simbol simbol untuk mempengaruhi pikiran si penerima sebagai dengan
sendirinya, komunikator dapat merubah tingkah laku dan perbuatan audienns.
b) Erwin P. Betinghaus
Dalam bukunya persuasive communication 1973 : 10 menjelaskan bahwa mempengaruhi
pemikiran dan perbuatan seseorang, hubungan aktivitas antara pembicara dan pendengar
dimana pembicara berusaha mempengaruhi tingkah laku pendengar melalui perantara
pendengaran dan penglihatan.
Jadi pengertian komunikasi persuasi adalah suatu teknik komunikasi yang mempengaruhi
manusia dengan jalan memanfaatkan atau mengunakan data dan fakta pshycolos dan sosiologi
dari komunikasi yang hendak dipengaruhi.
Pada umumnya sikap-sikap individu/ kelompok yang hendak dipengaruhi ini terdiri dari tiga
komponen:
1. Kognitif perilaku dimana individu mencapai tingkat tahu pada objek yang
diperkenalkan.
2. Afektif perilaku dimana individu mempunyai kecenderungan untuk suka atau tidak
suka pada objek.
3. Konatif perilaku yang sudah sampai tahap hingga individu melakukan sesuatu
(perbuatan) terhadap objek.
Kepercayaan/ pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat mempengaruhi sikap
mereka dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku dan tindakan mereka terhadap sesuatu.
Merubah pengetahuan seseorang akan sesuatu dipercaya dapat merubah perilaku mereka.

2.2 Strategi Komunikasi Persuasif


1).Kejelasan tujuan.
Tujuan komunikasi persuasif adalah untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku. Apabila
bertujuan untuk mengubah sikap maka berkaitan dengan aspek afektif, mengubah pendapat
maka berkaitan dengan aspek kognitif, sedangkan mengubah perilaku maka berkaitan dengan
aspek

motorik.

2). Memikirkan secara cermat orang yang dihadapi.


Sasaran persuasi memiliki keragaman yang cukup kompleks. Keragaman tersebut dapat dilihat
dari karakteristik demografis, jenis kelamin, level pekerjaan, suku bangsa, hingga gaya hidup.
Sehingga, sebelum melakukan komunikasi persuasif sebaiknya persuader mempelajari dan
menelusuri aspek-aspek keragaman sasaran persuasi terlebih dahulu.
3). Memilih komunikasi yang tepat.
Strategi komunikasi persuasif merupakan perpaduan antara perencanaan komunikasi persuasif
dengan manajemen komunikasi. Hal yang perlu diperhatikan seperti siapa sasaran persuasi,
tempat dan waktu pelaksanaan komunikasi persuasi, apa yang harus disampaikan, hingga
mengapa harus disampaikan. Ketika melakukan persuasi, perhatian kita dapat terpusat pada
upaya mengubah atau memperkuat sikap atau kepercayaan sasaran persuasi, atau pada upaya
mengajak mereka untuk bertindak dengan cara tertentu. Dari penjelasan tersebut, terdapat tiga
konsep yang perlu kita uraikan,yaitu:
a) Sikap
Sikap adalah suatu kecenderungan untuk berperilaku dengan cara tertentu. Melalui
komunikasi persuasif, seorang receiver (penerima pesan) dapat berubah sikap karena
paparan informasi dari sender (pengirim pesan). Menurut Martin Fishbein, sikap adalah
suatu kecenderungan untuk memberi reaksi yang menyenangkan, tidak menyenangkan, atau
netral terhadap suatu objek atau sebuah kumpulan objek. Sasaran perubahan sikap tersebut
meliputi aspek dasar sikap manusia yaitu aspek afektif (kesukaan atau perasaan terhadap
suatu objek), kognitif (keyakinan terhadap sebuah objek), dan motorik / perilaku (tindakan
terhadap objek) dengan uraian sebagaiberikut:
Sasaran aspek kognitif dalam komunikasi persuasif
4

Dalam proses ini, pesan yang berkaitan dengan objek sikap disampaikan kepada
individu, agar ia bersedia menyetujui ide-ide yang termuat dalam pesan tersebut. Proses
kognitif berjalan saat proses persuasif terjadi, sampai akhirnya individu memutuskan
setuju atau tidak setuju terhadap objek sikap. Seperti yang diterangkan Muzafer Sherif
dalam Social Judgement Theory ketika seseorang menerima pesan. Ia akan dihadapkan
pada tiga pilihan zona sikap. Zona penerimaan, penolakan, dan netral. Lalu, bagaimana
seseorang itu akan menyesuaikan diri dengan pesan tersebut berdasarkan seberapa besar /
dalam kepentingannya terhadap pesan tersebut. Menurut Sherif, persuasi terdiri dari dua
proses. Proses pertama terjadi ketika seseorang menerima/mendengar pesan kemudian
mengevaluasinya (apakah pesan itu penting untuknya). Kemudian proses yang kedua
terjadi ketika seseorang itu menyesuaikan sikapnya (menajuh/mendekati) pesan.

Mengevaluasi tersebut adalah proses kognitif seseorang ketika menerima pesan.


Sasaran aspek afektif dalam komunikasi persuasif
Pada bagian ini proses afektif atau emosi yang akan dijadikan pokok bahasan. Ketika
pesan persuasi disampaikan, pesan tersebut akan menyentuh dan mempengaruhi aspek
emosi individu yang dijadikan sasaran persuasi. Berkaitan dengan respon seseorang
terhadap pesan, Pavlov dalam prinsip classical atau respondent conditioning
mengemukakan bahwa seseorang akan bersikap positif terhadap objek yang sering
disajikan bersamaan dengan stimulus positif, begitupun sebaliknya, seseorang akan
bersikap negative terhadap objek yang disajikan bersamaan dengan stimulus negatif.

Prinsip tersebut berkaitan dengan proses afektif seseorang ketika menerima pesan.
Sasaran aspek motorik/perilaku dalam komunikasi persuasif.
Proses motorik seseorang ketika menerima pesan dapat diterangkan berdasarkan
cognitive dissonance theory. Dalam teori ini, Leon Festinger mengatakan bahwa: The
tension of dissonance motivates us to change either our behavioral or our belief in an
effort to avoid that distressing feeling. The more important of the issue is to us and the
greater the discrepancy is between our behavior and our belief, the higher is the
magnitude of dissonance we willfeel. (Tensi disonansi memotivasi kita untuk berubah,
baik perilaku kita atau keyakinan kita, dalam upaya untuk menghindari perasaan
tertekan. Semakin penting isu (pesan) untuk kita dan semakin besar perbedaan di antara
perilaku dan keyakinan kita, maka semakin tinggi besarnya disonansi yang akan kita
rasakan.) Menurut teori ini, perubahan sikap dapat terjadi karena adanya cognitive
dissonance. Ketika seseorang mendapat pesan baru dan telah dikuasai (dilakukan) nya,
terjadi proses ketidakselarasan antara perilaku dengan keyakinan dan respon afektif yang
sifatnya pribadi. Atau dengan kata lain perubahan sikap dapat terjadi karena adanya
keinginan seseorang untuk menghilangkan keadaan ketidakcocokan/ketidaknyamanan.
5

b) Kepercayaan
Kepercayaan adalah rasa yakin akan adanya sesuatu atau akan kebenaran sesuatu.
Kepercayaan timbul akibat dari percampuran observasi pengalaman, bukti dari pihak kedua,
juga motivasi yang kompleks. Martin Fishbein mengatakan bahwa kepercayaan adalah:
hipotesis bahwa suatu objek itu ada dan bahwa hubungan yang terjadi diantara objek
dengan pertimbangan objek-objek yang lainnya. Sehingga menurut definisi tersebut,
terdapat dua kepercayaan yaitu kepercayaan kepada objek dan kepercayaan tentang objek.
Kepercayaan kepada objek seperti Fulan sedang mengalami cedera. Kepercayaan tentang
objek seperti cedera yang dialami Fulan tidak akan berlangsung lama
c) Perilaku
Perilaku dalam persuasi mengacu pada tindakan yang jelas atau dapat diamati. Seperti
orang yang membuang sampah pada tempatnya, membeli motor, berolahraga,
membersihkan pekarangan; semua contoh tersebut merupakan perilaku, karena tindakan
tindakan tersebut dapat diamati. Perilaku merupakan tindakan dari sikap kita terhadap
sesuatu. Seperti perilaku membuang sampah pada tempatnya merupakan salah satu tindakan
yang terlihat dari orang yang memiliki sikap sadar akan kebersihan. Baron dan Byrne
mengatakan

bahwa:

Tampaknya sikap mempengaruhi tingkah laku melalui dua mekanisme yang berbeda.
Ketika kita dapat memberikan pemikiran yang mendalam terhadap sikap kita, intensi yang
berasal dari sikap kita dapat memprediksikan dengan kuat tingkah laku kita. Sementara
dalam situasi dimana kita tidak dapat melakukan pertimbangan tersebut, sikap
mempengaruhi tingkah laku dengan membentuk persepsi kita terhadap situasi tersebut.
2.3 Elemen dalam Komunikasi Persuasi
DeVito menjelaskan bahwa terdapat tiga alat utama dalam melakukan komunikasi persuasif,
yaitu:
1). Penalaran dan Bukti
Penalaran merupakan proses yang dijalani dalam membentuk kesimpulan berdasarkan bukti
yang ada. Dalam melakukan penalaran memerlukan bukti-bukti pendukung yang kuat, baru,
dan netral atau tidak memihak.
2). Daya Tarik Psikologis
Daya tarik psikologis dipusatkan pada motif kekuatan-kekuatan yang menyemangati seseorang
untuk mengembangkan, mengubah, atau memperkuat sikap atau cara perilaku tertentu. Motif
6

yang dapat menjadi sasaran daya tarik psikologis dapat berupa rasa takut, kekuasaan, kendali,
pengaruh, pengakuan, hingga ekonomi (keuangan).
3). Daya Tarik Kredibilitas
Kredibilitas mengacu pada kualitas daya persuasi yang bergantung pada persepsi khalayak
akan karakter pembicara. Baron dan Byrne menjelaskan dalam Psikologi Sosial bahwa
komunikator yang kredibel yang tahu akan apa yang mereka bicarakan atau ahli mengenai
topik atau isu yang mereka sampaikan lebih persuasif daripada komunikator yang bukan
ahlinya. Gamble dan Gamble menerangkan tentang seseorang yang kredibel sebagai berikut:
If your listener accept you as credible, they probably believe that you are a person of good
character (trustworthy and fair) and are knowlegeable (trained, competent to discuss your
topic, and reliable as source of information) and personable (dynamic, charimatic, active, and
energetic). As a result, your ideas are more likely to get a fair hearing.
(Jika pendengar menerima Anda sebagai seseorang yang kredibel, mereka mungkin percaya
bahwa Anda adalah orang dengan karakter yang baik (yang dapat dipercaya dan adil),
berpengetahuan (terlatih, kompeten untuk mendiskusikan topik Anda, dan dapat diandalkan
sebagai sumber informasi), berkepribadian (dinamis, kharimatik, aktif, dan energik). Sebagai
hasilnya, pemikiran-pemikiran Anda lebih mungkin untuk didengarkan.)
2.4 Prinsip Prinsip Persuasi
Ada empat prinsip utama yang dapat dimanfaatkan dalam komunikasi persuasif. Prinsip tersebut
dapat digunakan sebagai landasan untuk keberhasilan mengubah sikap, kepercayaan, dan
mengajak sasaran persuasi untuk berbuat sesuatu. DeVito menerangkan prinsip tersebut adalah
sebagai berikut:
1). Prinsip Pemaparan Selektif
Prinsip ini menerangkan bahwa: (1) pendengar akan secara aktif mencari informasi yang
mendukung opini, nilai, keputusan, perilaku, dan motivasi mereka (2) pendengar akan secara
aktif menghindari informasi yang bertentangan dengan opini, nilai, keputusan, perilaku, dan
motivasi mereka. Ketika proses meyakinkan sasaran persuasi akan dilangsungkan, maka
pemaparan selektif akan terjadi. Pemaparan tersebut terjadi secara induktif, artinya objek
persuasi disimpan terlebih dahulu setelah menyampaikan bukti dan argumen, kemudian kaitkan
bukti dan argumen tersebut pada pesan atau tujuan persuasi.
2). Prinsip Partisipasi Khalayak
Khalayak yang dimaksudkan disini adalah sasaran persuasi. Komunikasi persuasif akan lebih
efektif apabila khalayak turut berpartisipasi dalam proses komunikasi. Persuasi bersifat
7

transaksional dimana pembicara dan pendengar saling terlibat. Persuasi dapat dikatakan berhasil
apabila khalayak berpartisipasi secara aktif.
3). Prinsip Inokulasi
Prinsip ini berbicara tentang menghadapi sasaran persuasi yang terinokulasi sasaran yang telah
mengetahui posisi persuader dan telah menyiapkan senajata berupa argumen untuk
menentangnya (persuader). Sehingga seorang persuader perlu persiapan seperti beberapa
argumen dalam komunikasi yang akan dilakukan. Proses persuasi dilakukan perlahan, tidak
mengandung penyerangan secara total namun secara sedikit demi sedikit.
4). Prinsip Besaran Perubahan
Prinsip ini mengatakan bahwa semakin besar dan semakin penting perubahan yang diinginkan
persuader, maka semakin besar tantangan dan tugas untuk mencapai tujuan persuasi. Sehingga,
persuasi diarahkan untuk melakukan perubahan kecil atau sedikit demi sedikit terlebih dahulu
dan diperlukan untuk periode yang cukup lama.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa :

Komunikasi persuasif adalah suatu teknik komunikasi yang mempengaruhi manusia


dengan jalan memanfaatkan atau mengunakan data dan fakta pshycolos dan sosiologi

dari komunikasi yang hendak dipengaruhi.


Strategi komunikasi persuasif meliputi kejelasan tujuan, memikirkan secara cermat orang

yang dihadapi, memilih komunikasi yang tepat


Elemen dalam komunikasi persuasive meliputi penalaran dan bukti, Daya Tarik

psikologis, Daya Tarik kredibilitas.


Prinsip-prinsip komunikasi persuasive meliputi Prinsip pemaparan selektif, Prinsip
partisipasi khalayak, prinsip inokulasi, prinsip besaran perubahan

3.2 SARAN
Saat komunikasi persuasif dilakukan maka komunikator tidak diperkenankan untuk:
Menggunakan data palsu, data yang sengaja dirancang untuk menonjolkan kesan tertentu,
data yang dengan sengaja diejawantahkan secara salah, dibelokkan, atau bukti yang benar
tapi tidak ada hubungannya untuk mendukung suatu pernyataan atau mengesahkan sesuatu.
Tidak diperkenankan untuk mengaku sebuah kepastian sudah dibuat padahal situasinya
masih sementara, dan derajat kemungkinan situasi masih dapat berubah.

DAFTAR PUSTAKA
Cangara, Hafied. 2008. Pengantar Ilmu Komunikasi. Edisi Revisi. Jakarta. Raja Grafindo
Persada
Deni Darmawan. 2006. Teori Komunikasi. Bandung: Arum Mandiri Press
Depari E. Dan Andrews C.Mac. (1982).Peranan Komunikasi Massa dalam Pembangunan.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Effendy, Onong Uchyana. 1994. Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek. Bandung. Remaja
Rosdakarya
Mulyana, Deddy. 2001. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung. Remaja Rosdakarya
Salam, Burhanuddin. 1993. Sejarah Filsafat Ilmu dan Teknologi . Jakarta .Reneka Cipta
Suhartono, Suparlan. 2005. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Ar Ruzz
Tubbs,S.L dan S.Moss .1996. Human Communication: Prinsip-prinsip dasar. (terjemahan:
Dedy Mulyana).Bandung: Rosda.

10

11