Anda di halaman 1dari 4

Divertikulum Meckel terjadi akibat regresi yang kurang sempurna pada duktus

omfalomesenterikus

(duktus

viteinus).

Divertikulum

Meckel

merupakan

divertikulum yang sering ditemukan di usus halus dan berasal dari bagian
intraabdomen duktus vitellinus

Rule of 2 dari divertikulum Meckel:


Terdapat pada 2% penduduk
Ditemukan 2 kaki (sekitar 60 cm) dari valvula Bauhini
Panjangnya 2 inci (4-5 cm)
Perbandingan kejadian pada laki-laki dan perempuan = 2:1
Di dalamnya mungkin terdapat 2 jaringan heterotopik, yaitu mukosa lambung dan
jaringan penkreas
Gejala divertikulum biasanya muncul pada umur 2 tahun pertama, tetapi gejala awal
sering muncul selama dekade pertama. Kebanyakan divertikulum Meckel dilapisi
oleh mukosa ektopik, termasuk mukosa pensekresi asam yang menyebabkan
perdarahan rektum intermitten tanpa nyeri karena ulserasi mukosa ileum normal yang
ada di dekatnya. Tidak seperti mukosa duodenum bagian atas, asam tersebut tidak
dinetralisir oleh bikarbonat pankreas.
Tinja khas berwarna merah bata atau seperti kismis. Perdarahan dapat menyebabkan
anemia yang cukup berat, tetapi biasanya berhenti sendiri karena kontraksi pembuluh
darah splenikus ketika penderita sudah menjadi hipovolemik. Perdarahan dari
divertikulum Meckel dapat juga tidak begitu dramatis, dengan tinja berwarna hitam.
Divertikulum Meckel jarang disertai obstruksi usu parsial atau komplit. Mekanisme
obstruksi yang paling sering adalah kalau divertikulum berperan sebagai titik awal

suatu invaginasi. Kejadian ini lebih sering pada anak laki-laki yang lebih tua.
Penyebab lain onstruksi adalah pita-pita intraperitoneum yang menghubungkan
potongan-potongan sisa duktus omfalomesenterikus dengan ileum dan umbilikus.
Pita-pita ini menyebabkan obstruksi karena menyebabkan herniasi interna atau
volvulus usus halus di sekeliling pita tersebut. Kadang-kadang divertikulum Meckel
dapat meradang (diverikulitis) dan memberikan gambaran seperti apendisitis akut.
Divertikulitis dapat menyebabkan perforasi dan peritonitis
Presentasi klinis tersering adalah temuan secara kebetulan divertikulum Meckel pada
laparotomi. Divertikulum Meckel dapat juga tampil sebagai kasus terkomplikasi.
Komplikasi yang tersering adalah ulserasi, perdarahan, obstruksi usus halus,
diverticulitis dan perforasi.
Berdasarkan studi selama 42 tahun oleh Cullen dkk, resiko seumur hidup untuk
terjadi komplikasi adalah sekitar 6,4%.1
a.

Perdarahan
Perdarahan adalah komplikasi paling sering, dengan insidensi 20-30% dari semua
komplikasi. Terjadi lebih sering pd anak <2 tahun dan pada laki. Pasien mengalami
BAB berdarah, yang dapat berupa hematoskezia berulang hingga perdarahan masif
yg menyebabkan syok. Jika perdarahan yang terjadi berlangsung cepat pasien akan
mengeluhkan BAB dengan feces bercampur darah berwarna merah terang. Jika
perdarahan yang terjadi adalah perdarahan minor dengan transit intestinal lambat,
feces akan hitam seperti ter. Pasien dapat juga datang dengan kelemahan dan anemia
akibat perdarahan yang berlangsung lama. 1
Pada 50% kasus, ditemukan mukosa gastrik ektopik yang memproduksi asam yang
merusak mukosa ileum disekitarnya sehingga terjadi ulkus kronik. Ulkus ini dapat
menjadi perforasi dan menyebabkan peritonitis. Pada 5% kasus, ditemukan mukosa
pancreas pada divertikulum.

b. Obstruksi intestinal
Terdapat pada 20-25% kasus yg simtomatik. Obstruksi yang terjadi sering baru
diketahui disebabkan oleh divertikulum Meckel saat operasi telah dilakukan.

Terdapat beberapa mekanisme terjadinya obstruksi, salah satunya adalah duktus


omphalomesenterikus yang dihubungkan oleh pita fibrotik ke dinding abdomen,
dapat menjadi tempat volvulus usus halus pada pita fibrotik tersebut yang
menyebabkan obstruksi. Divertikulum dapat juga menjadi lead point intususepsi dan
menjadi penyebab obstruksi. Ketika terjadi inkarserata dengan hernia inguinal,
divertikulum Meckel kemudian disebut Littr hernia.
Pasien dengan obstruksi intestinal karena divertikulum Meckel akan mengeluhkan
nyeri abdomen, muntah dan obstipasi. 1
c. Divertikulitis
Kondisi ini terjadi pada 10-20% pasien yg simtomatik, terutama pd usia lanjut.
Pasien mengeluhkan kolik abdomen dan nyeri di area periumbilikal. Perforasi yang
terjadi dapat menyebabkan peritonitis. Stasis di divertikulum (terutama divertikulum
dgn leher/pangkal yg sempit) menyebabkan inflamasi dan infeksi sekunder yang
menjadi diverticulitis. Sedangkan inflamasi yang menjadi adhesi dapat menjadi
penyebab obstruksi intestinal. 1
d. Anomali Umbilikus
Terjadi pada hampir 10% kasus. Anomali yang terjadi berupa fistula, sinus, kista dan
pita fibrotik. Pasien dapat datang dengan discharge kronik dari sinus umbilicus yang
disertai infeksi dan ekskoriasi kulit periumbilikal. Kanulasi dan injeksi dgn kontras
radiograf utk menggambarkan anomali bermanfaat untuk merencanakan tindakan
operasi yang akan dilakukan. 1
e. Neoplasma
Merupakan komplikasi yang paling jarang, dilaporkan pada 4-5% kasus. Tipe tumor
yang dilaporkan yaitu paling sering leiomioma, diikuti leiomiosarkoma, carcinoid
dan fibroma. 1
f. Komplikasi lain
Berupa fistula vesicodiverticular, daughter diverticula (pembentukan divertikulum di
dalam divertikulum Meckel). 1

Diagnosis
Pertimbangkan divertikulum Meckel sebagai diferensial diagnosis pada kasus
obstruksi atau perdarahan intestinal, terutama pada hematokezia yang tidak disertai
nyeri, terutama pada anak-anak. Sehingga, diferensial diagnosis nyeri abdomen

kuadran kanan bwh pada anak2: apendisitis, limfadenitis mesenterik, intususepsi dan
divertikulitis Meckel.2
a. Foto polos abdomen: kasus obstruksidilatasi, air fluid levels. Perforasigambaran
udara bebas.
b. USG: melihat fistula dan kista, melihat divertikulitis (struktur tubular yg menebal)
c. CT scan: divertikulitis massa dengan pita peridiverticular
d. Meckel Scan
Diagnosis dari diverticulum yang mengalami perdarahan dapat dilakukan dengan
technetium Tc 99m-pertechnate radioisotope scanning atau Meckel scan. Prinsipnya
adalah mengkonsentrasikan isotop, yang dimasukkan secara intravena, di mukosa
gaster ektopik. Hasil positif bila terdapat mukosa gaster ektopik 1,8cm 2. Sensitivitas
pemeriksaan ini 85% dengan spesifitas 95%. Premedikasi: pentagastrin dan antagonis
reseptor H2. Pentagastrin untuk meningkatkan produksi asam dan antagonis reseptor
H2 untuk menghambat sekresi intraluminal sehingga produksi asam dapat
terkonsentrasi di mukosa gaster. 1
Angka kejadian hasil negatif palsu cukup tinggi, sehingga hasil negatif tidak
mengeksklusi Divertikulum Meckel. Hasil positif palsu didapatkan pada pasien
dengan intususepsi, volvulus, obstruksi usus halus, apendisitis akut dan karsinoma
caecum. 1