Anda di halaman 1dari 34

Ciri-Ciri Bunga yang Siap Dijadikan Tetua Betina pada Persilangan Tomat

Salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan pada persilangan tomat adalah pemilihan
bunga untuk tetua betina.Bunga yang terlalu muda menyebabkan stigma masih belum reseptif,
sehingga menyebabkan fertilisasi tidak terjadi.Bunga yang sudah terlalu matang menyebabkan
bunga sudah terserbuki oleh polen bunga tersebut (selfing).Hal ini menyebabkan pentingnya
memilih bunga tomat pada fase yang tepat untuk dijadikan tetua betina. Berikut ini akan
disampaikan ciri ciri bunga tomat yang siap dijadikan tetua betina pada persilangan tomat:
1. Mahkota bunga sudah sedikit membuka.
Bunga tomat yang mahkotanya sudah sedikit membuka umumnya sudah siap diserbuki dan kotak
anther masih belum pecah.Namun, apabila mahkotanya belum terbuka, umumnya stigma masih
belum reseptif dan baru reseptif sore hari atau besok paginya.Bunga yang mahkotanya sudah
membuka sempurna sebenarnya sudah sangat siap untuk diserbuki, namun dikhawatirkan kotak
anthernya sudah pecah dan telah terjadi selfing.
2. Anther masih berwarna kuning kehijauan.
Anther yang sudah berwarna kuning namun masih agak kehijauan umumnya kotak anthernya
belum pecah, bahkan polennya pun masih berbentuk cair (belum matang), namun stigmanya
sudah siap diserbuki.Sedangkan bunga yang kotak anthernya sudah berwarna kuning, umumnya
kotak anthernya sudah pecah dan polennya sudah menyerbuki stigma bunga.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Permintaan produk tomat dari tahun ke tahun selalu meningkat, hal ini terlihat dari
peningkatan produksi dan luas tanam secara nasional.Data luas areal tanaman tomat 10 tahun
terakhir menunjukkan adanya konsistensi peningkatan. Selama periode 2008-2009, produksi
tomat meningkat sebesar 5.18% yaitu dari 53,128 ton (2008) menjadi 55,881 ton (2009) dengan
rerata produktivitas 15,27 ton/ha (Direktorat Jenderal Hortikultura 2010). Pertanaman tomat di
Indonesia memiliki permasalahan yaitu kurang tersedianya varietas berpotensi tinggi. Untuk
mengatasi masalah tersebut perlu dicari varietas yang dapat memberikan potensi hasil yang
tinggi, dapat diperoleh dengan cara melakukan perakitan varietas, salah satunya dengan
melakukan persilangan dalam rangka pemuliaan tanaman.
Tujuan utama program pemuliaan tanaman tomat adalah mendapatkan kultivar tomat berdaya
hasil tinggi dan beradaptasi luas.Mutu buah juga perlu diperhatikan, karena berkaitan dengan
selera konsumen dan menentukan varietas bisa diterima atau tidak.Mutu buah tomat mencakup
semua sifat dan karakter yang melekat pada buah tersebut.Kenampakan bagian luar seperti
kekerasan, lama waktu masak dan daya simpan buah tomat, merupakan faktor penting yang
menentukan buah tomat tersebut untuk dapat diterima dan memiliki pangsa pasar yang
bagus.Selain itu mutu buah tomat ditentukan pula oleh rasa dan kandungan gizi yang bagus
(Grierson & Kader 1986).Varietas unggul menjadi salah satu komponen yang tidak dapat
diabaikan, karena menjadi penjamin keberhasilan usahatani hortikultura.Penentu jaminan
tersebut dibuktikan oleh peran yang nyata dalam peningkatan produksi, baik dalam jumlah
maupun hasil tanaman.
Hibridisasi merupakan suatu perkawinan silang antara berbagai jenis spesies pada setiap
tanaman.Yang mempunyai tujuan untuk memperoleh organisme dengan sifat-sifat yang
diinginkan dan dapat berfariasi jenisnya. Pad peristiwa hibridisasi akan memperoleh kombinasi
genetikyang diperoleh melalui persilangan dua atau lebih tetua yang berbeda genotipnya.
Emaskulasi atau sering disebut kastrasi merupakan pengambilan tepung sari pada kelamin jantan
agar tidak terjadi penyerbukan sendiri. Dalam proses pengambilan tepung sari tersebut
dilakukan pada saat sebelum kepala putik masak agar lebih menjaga dan memperkecil
kemungkinan terjadinya penyerbukan.
Dalam dunia pertanian dan dalam sub ilmu pemuliaan tanaman khususnya ada yang di
namakan dengan kastrasi dan hibridisasi tanaman, Kastrasi dan hibridisasi adalah teknik yang
digunakan oleh para pemulia yaitu orang yang berusaha untuk memperbanyak tanaman dalam
lingkup pemuliaan tanaman untuk meningkatkan produktifitas dari tanaman yang dimuliakan,
kastrasi disinimerupakan proses untuk menghilangkan kelamin jantan dari suatu bunga pada
tanaman untuk menghindari atau mencegah terjadinya penyerbukkan sendiri. Kastrasi digunakan
agar tanaman itu tidak menyerbuk sendiri, jika suatu tanaman menyerbuk sendiri secara terus

menerus mungkin dari filal juga tidak bisa optimal dalam hal produksinya.Pemuliaan adalah
suatu cara yang sistematik merakit keragaman genetik menjadi suatu bentuk yang bermanfaat
bagi manusia. Dalam proses ini diperlukan bahan baku berupa keanekaragaman genetik (plasma
nutfah) yang tesedia di alam. Untuk pemuliaan tanaman dan hewan, peranan penelitian untuk
mendapatkan bibit unggul adalah sangat penting.
Kastrasi

bertujuan

untuk

mencegah

terjadinya

penyerbukan

sendiri

(self

fertilization).Kastrasi berfungsi agar tanaman dapat lebih menghasilkan ke pertumbuhan


vegetatif (penguatan batang yang lebih besar) dan juga untuk merangsang pembentukan bunga
betina yang sempurna.Munculnya bunga jantan pada tandan bunga berkisar antara 6-12
hari.Kastrasi dilakukan setiap hari sesuai dengan kemunculan jantan. Ada beberapa cara untuk
melakukan kastrasi yaitu dengan menggunakan pompa pengisap, perlakuan dengan alkohol, dan
secara manual dengan menggunakan pinset.
B. Masalah
1. Bagaimana cara memenuhi permintaan pasar akan produk tomat yang tiap tahun
mengalami peningkatan?
2. Bagaimana cara menerapkan prinsip genetika dalam menghasilkan varietas tanaman
tomat yang diharapkan?
3. Bagaimana cara menghasilkan tomat yang disukai kebanyakan konsumen?
C. Tujuan
1. Mahasiswa mampu memahami konsep genetika terapan dalam program pemuliaan
tanaman.
2. Mahasiswa mampu mencanangkan suatu varietas tomat yang disukai pasar.
3. Mahasiswa mengenali berbagai macam varietas tomat yang telah beredar di masyarakat.
D. Manfaat
1. Memberi pengetahuan kepada mahasiswa mengenai konsep genetika terapan dalam
kaitannya dengan produk yang diminati pasar.
2. Memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai proses kegiatan pemuliaan tanaman.

BAB II
PEMBAHASAN
Permasalahan utama pada budidaya tanaman tomat di Indonesia adalah kurang tersedianya
varietas unggul yang berpotensi hasil tinggi, memiliki kualitas buah yang baik serta tahan
terhadap serangan hama dan penyakit. Usaha untuk mendapatkan varietas unggul terus dilakukan
yaitu dengan cara pemuliaan konvensional, introduksi, seleksi dan persilangan (Jaya 1995).
Informasi genetik merupakan hal yang penting dalam menyeleksi hasil persilangan untuk
mendapatkan varietas unggul (Welsh 1991).
Sesuai dengan hubungan kekeluargaan tanaman yang akan disilangkan ada beberapa macam
persilangan :
1. Intravarietal : persilangan antara tanaman-tanaman yang varietasnya sama.
2. Intervarietal : persilangan antara tanaman-tanaman yang berasala dari varietas yang
berbeda tetapi masih dalam spesies yang sama. Juga disebut persilangan Intraspesifik
3. Interspesifik : persilangan dari tanaman-tanaman yang berbeda spesies tetapi masih
dalam genus yang sama. Juga disebut persilangan Intragenerik. Persilangan ini dilakukan
untuk maksud memindahkan daya ressistensi terhadap hama, penyakit dan kekeringan
dari suatu spesies ke lain spesies. Misal : tomat, tebu
4. Intergenerik: persilangan antara tanaman-tanaman dari generasi yang berbeda.Persilangan
ini dilakukan untuk menstransfer daya resisten hama,penyakit dan kekeringan dari
genera-genera yang masih liar ke genera-genera yang sudah dibudidayakan.Misal tebu
dan glagah ,lobak dank obis.
5. Introgresive: pada tipe persilangan ini salah satu spesies seolah-olah sifatnya
mendominir sifat-sifat spesies yang lain sehingga populasi hybrid yang terbentuk seolaholah hanya terdiri atas satu jenis spesies yang mendominir tersebut. uji nyata untuk
mengetahui apakah data atau hasil yang diperoleh sesuai atau menyimpang dari nisbah
yang diharapkan atau tidak. Oleh karena itu untuk mengevaluasi terhadap benar tidaknya
hasil percobaan yang kita lakukan dengan keadaan secara teori dapat dilakukan dengan
uji-X2. Tanaman Adenium termasuk jenis tanaman berumah satu.Artinya, dalam satu
bunga adenium penyerbukar sendiri sangat jarang terjadi. Sebab, bunga betina dan bunga
jantan masak pada waktu tidak bersamaan. Kondisi seperti ini justru mempermudah
langkah penyilangan.Pemuliaan adalah suatu cara yang sistematik merakit keragaman
genetik menjadi suatu bentuk yang bermanfaat bagi manusia. Dalam proses ini
diperlukan bahan baku berupa keanekaragaman genetik (plasma nutfah) yang tesedia di
alam. Untuk pemuliaan tanaman dan hewan, peranan penelitian untuk mendapatkan bibit
unggul adalah sangat penting (Feros, 2009).
Kastrasi adalah pengambilan kotak sari (bunga jantan) dengan sengaja agar tidak terjadi
persilangan sendiri.Kastrasi dilakukang pada saat bunga jantan mulai muncul tetapi belum
pecah.Kotak sari yang belum pecah biasanya telah menyembul di dua sisi bunga betina dan
berwarna

putih,

sedangkan

kotak

sari

yang

sudah

pecah

berwarna

krem

coklat

kehitaman.Munculnya bunga jantan pada tandan bunga berkisar antara 5 sampai 12 hari (Alfin,
2008).
Kastrasi dilakukan setiap hari sesuai dengan kemunculan bunga jantan pada tanaman. Ada
beberapa cara melakukan kastrasi, yaitu; menggunakan pompa pengisap, dengan perlakuan
alkohol dan secara manual dengan pinset.Bunga jantan yang akan dikastrasi harus benar-benar
sudah keluar tatapi belum pecah. Tandan bunga dipegang dan kotak sari sudah keluar dihisap
dengan pompa penghisap.Cara ini dinilai kurang memuaskan karena disamping memerlukan
waktu yang tepat dan lama, hasil kastrasi juga kurang bersih.Kastrasi harus dilakukan setiap hari
selama 6 hingga 12 hari, sehingga kepala putik banyak mengalami kerusakan mekanis karena
sering dipegang dan terkena alat penghisap.Akibatnya kepala putik tidak reseptif lagi dan tandan
bunga banyak yang gugur sebelum disilangkan (Tanto, 2002).
Ada juga beberapa teknik yang digunakan dalam pemuliaan tanaman pada perlakuan
kastrasi, teknik - teknik kastrasi dalam pemuliaan tanaman adalah sebagai berikut:
Forching methode : Menghilangkan benang sari dengan membuka katup bunga yang masih
menutup dengan paksa.
Bagging methode : Menyelubungi bunga sehingga menjadi panas agar membuka.
Clipping Methode : Menggunting ujung katup bunga ( tinnggal putik saja )
Hot water treatment : Bunga diletakkan di atas air panas sampai membuka
Blowing methode : Bunga dibungkus kemudian dipanaskan sehingga membuka.
Sucking Methode : Pujuk bunga dipotong kemudian benang sari di ambil degan pompa
penghisap.
Bagian tomat yang mudah dikenali oleh konsumen adalah sifat fisik buah dan penampilan
buah. Faktor yang mempengaruhi penampilan buah adalah warna, ukuran, bentuk, dan kerusakan
fisik (Grierson dan Kader 1986).Warna dan bentuk buah dipengaruhi oleh faktor genetik. Dalam
jurnal Pola Pewarisan Sifat Buah Tomat yang dilakukan Rudi dkk, pengendali gentik sifat
buah tomat dapat dijabarkan. Bahan yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari empat tetua
(P) yaitu GM1, GM3, Gondol Hijau dan Gondol Putih serta keturunan F1 dan F2 dari
persilangan GM1xGH, GM3xGH dan GM3xGP. Jumlah tanaman masing-masing tetua dan F1
sebanyak 20 tanaman, sedangkan F2 dari masing-masing persilangan sebanyak 200 tanaman.
Penjelasan pola pewarisan sifat pada tomat adalah sebagai berikut:
A. Warna dan Bentuk Buah

Warna buah tomat dipengaruhi oleh kandungan klorofil dan betakarotin.


Warna buah mentah yang muncul pada generasi F2 dari ketiga persilangan
berwarna hijau muda, akan tetapi memiliki warna pangkal buah beragam
yaitu hijau tua, hijau dan hijau muda (seluruh buah berwarna hijau muda).
Warna hijau pada kulit buah dipengaruhi oleh kandungan klorofil a dan b.
Total klorofil pada buah hijau mentah adalah sekitar 13 g/g
buah.Kandungan karotenoid buah mentah jauh lebih kecil dibandingkan
klorofil (Grierson dan Kader 1986).Hasil analisis warna buah mentah untuk
ketiga persilangan menunjukkan warna buah mentah dikendalikan oleh lokus
tunggal dengan dua alel per lokus.Hal ini tampak dari tanaman F2 (dari
ketiga persilangan) yang menghasilkan buah dengan warna hijau tua dan
hijau muda dengan nisbah 3:1.Sifat warna pangkal buah mentah hijau tua
dominan terhadap warna hijau muda. Warna buah hijau akan berubah
menjadi merah akibat destruksi klorofil dan peningkatan akumulasi -karotin
dan lycopene (Grierson dan Kader 1986). Gen hp (high pigment) dan dg (dark green)
berkaitan dengan kandungan vitamin C buah tomat, yang juga mempunyai
efek pleotropi terhadap ukuran buah kecil dan hasil rendah (Martin ----).
Kesimpulannya, warna merah dominan terhadap warna merah jingga. Warna
buah masak dikendalikan oleh a) dua lokus dengan dua alel pada satu lokus dan
tiga alel di lokus yang lain atau b) tiga lokus dengan dua alel per lokus.
Sifat bentuk buah dikendalikan oleh dua lokus epistasis dominan.Hal ini
sesuai dengan hasil penelitian Murti et al. (2000) yang menunjukkan bahwa
bentuk buah dikendalikan oleh dua lokus dengan dua alel per lokus. Bentuk
lonjong dikendalikan gen resesif maka untuk menghasilkan buah lonjong
atau bulat maka genotipenya harus homosigot. Hasil penelitian van der
Knaap dan Tanksley (2000) menunjukkan bahwa lokus tunggal pada
kromosom 7 (disebut sun) yang mengendalikan perbedaan perkembangan
buah pada tomat TA491 dan LA1589. Lokus pengendalikan bentuk buah
pada tomat yaitu fs8.1 dan ovate yang menampakkan pengaruhnya sebelum
anthesis dan pada awal perkembangan bakal buah. Gen sun merupakan lokus
pertama yang teridentifikasi mengendalikan bentuk buah setelah terjadi
pembuahan. Genotipe heterosigot hasil persilangan tetua dengan buah
gepeng dan lonjong akan menghasilkan buah gepeng. Bentuk buah yang
banyak diminati bulat atau lonjong bukan gepeng (apel).Oleh sebab itu
dalam pembuatan tomat hibrida yang berbentuk lonjong hanya dapat
dilakukan dengan menyilangkan tomat berbuah lonjong dengan lonjong atau
bulat.
B. Komponen Hasil
Hasil uji normalitas yang telah dilakukan, menunjukkan panjang dan diameter buah dapat
digolongkan ke dalam sifat kuantitatif karena memiliki sebaran kontinu dengan data mengikuti
distribusi normal. Sifat kuantitatif dipengaruhi oleh banyak gen yang pengaruhnya bersifat
kumulatif. Hasil uji normalitas juga menunjukkan bahwa jumlah bunga, jumlah buah, fruitset,
jumlah rongga buah, dan berat buah pada ketiga persilangan yang diamati tidak mengikuti
distribusi normal.Parameter yang tidak mengikuti distribusi normal memiliki
sebaran diskontinu berarti digolongkan ke dalam sifat kualitatif. Sifat kualitatif

merupakan sifat yang kelasnya dapat dibedakan dengan jelas, karena


dipengaruhi oleh beberapa gen (monogenik atau digenik).
C. Aksi Gen
Aksi gen suatu sifat dari tanaman hasil persilangan dapat diketahui
dengan melihat nisbah potensinya. Nisbah potensi menunjukkan pengaruh
aksi gen dari persilangan kedua tetua pada keturunan pertama.
D. Korelasi Antar Sifat
Nilai korelasi ini menunjukkan keeratan hubungan antar variabel.Nilai korelasi dipengaruhi
oleh efek pleotropi dan tautan (Miranda dan Hallauer, 1988).Jika genotype bersegregasi secara
bebas maka korelasi antar sifat rendah.Tetua yang digunakan yaitu Gondol Hijau dan Gondol
Putih mempunyai banyak bunga dan buah tetapi jumlah rongga buah sedikit dan sebaliknya pada
GM3.Adanya tautan atau pleotropi dapat dekati dengan nilai korelasi sifat-sifat pada populasi F2
(populasi segregasi).Jumlah bunga berkorelasi negatif sangat nyata dengan fruitset dan jumlah
rongga buah.Hal ini menyebabkan efek yang berlawanan arah antara dua sifat, sehingga
menyebabkan jumlah rongga buah semakin sedikit pada tanaman yang jumlah bunga banyak.
Hal ini menunjukkan ada kemungkinan terjadi tautan (linkage) dua atau lebih gen dan atau
pleotropi gen yang mengendalikan jumlah bunga dan jumlah rongga buah.
Jumlah buah berkorelasi negatif sangat nyata dengan jumlah rongga buah, dan menunjukkan
korelasi positif sangat nyata dengan panjang buah.Fruitset berkorelasi positif sangat nyata
dengan panjang dan diameter buah sehingga apabila prosentase jumlah buah jadi semakin
meningkat maka diameter buah juga memiliki kecenderungan untuk bertambah.Jumlah rongga
buah berkorelasi positif sangat nyata dengan berat buah.Korelasi positif nyata pada jumlah
rongga buah dengan berat buah sesuai dengan tetuanya yang menunjukkan semakin bertambah
berat buah maka jumlah rongga buah juga bertambah.Jumlah rongga buah berkorelasi negatif
sangat nyata dengan panjang dan berkorelasi positif sangat nyata dengan diameter buah.
Menurut Tesar, (1984) cit. Sumpena (1995) hasil buah pertanaman ditentukan oleh jumlah
tandan buah, jumlah bunga dalam satu tandan, banyaknya bunga yangberhasil
menjadi buah dan berat buah per buah. Perbaikan salah satu sifat
komponenhasil akan mempengaruhi terhadap sifat komponen hasil lainnya.
Adanya korelasi positif pada sifat komponen hasil memudahkan untuk perbaikan
hasil tanaman tomat.
Penelitian yang dilakukan di Balai Pengembangan dan Promosi Agribisnis Perbenihan
Hortikultura oleh Erlina dkk, menjelaskan mengenai berbagai macam karakteristik benih tomat
F9: 2 galur harapan dari persilangan GM3 dengan Gondol Putih (GP) (terdiri dari B52 dan
B78), benih tetua, dan 2 varietas pembanding, yaitu Kaliurang 206 (galur murni) dan Permata
(hibrida F1).
Warna buah selain berpengaruh terhadap penampilan buah, juga berpengaruh terhadap
kandungan vitamin A. Menurut Wiryana (2000), pada umumnya buah tomat yang warnanya
merah jingga mengandung vitamin A lebih tinggi dibandingkan warna buah lainnya. Dengan
demikian, galur B52 diperkirakan memiliki kandungan vitamin A lebih tinggi daripada
B78.Namun demikian, tomat dengan warna kulit merah jingga seringkali kurang disukai oleh
konsumen.
Pada penelitian ini pengukuran warna buah tomat menggunakan Chromameter.Nilai L
merupakan atribut nilai yang menunjukkan tingkat kecerahan suatu obyek, dengan kisaran 0100.Nilai L yang mendekati nol menunjukkan obyek memiliki kecerahan rendah (gelap), nilai L
yang mendekati 100 menunjukkan obyek memiliki kecerahan tinggi (terang).Nilai a*
menyatakan spektrum warna dari merah ke hijau (nilai +60 0 menunjukkan warna merah, nilai

0 (-60) menunjukkan warna hijau).Nilai b* menunjukkan derajad kekuningan atau kebiruan


suatu obyek. Semakin positif nilai b* (+60 0 ) menunjukkan derajad kekuningan yang tinggi
dan semakin negatif nilai b* (0 60) menunjukkan derajad kebiruan yang tinggi (Liyanage,
2008).
Bentuk buah menjadi salah satu penentu mutu dalam pemilihan buah tomat.Selera konsumen
di setiap daerah terhadap bentuk tomat berbeda-beda, bentuk buah yang banyak diminati adalah
bulat atau lonjong (Murti et al., 2004), pengukuran dengan sphericity indeks berkisar antara
99-100 (Purwati, 2007).Bentuk buah dari penelitian ini ditera dari perbandingan panjang
dengan diameter buah.Keturunan GM3XGondol Putih, menghasilkan buah berbentuk
apel.GM3 memiliki bentuk buah apel dan Gondol Putih bentuk buahnya lonjong.Hal ini
menunjukkan bentuk GM3 yang terbawa pada keturunan terseleksi sampai generasi F9.
Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bentuk buah tomat dikendalikan oleh dua lokus
epistasis dominan dengan dua allel per lokus (Murti et al., 2000; Murti et al., 2004). Genotipe
heterosigot hasil persilangan tetua dengan buah bentuk apel dan lonjong akan menghasilkan
bentuk buah apel. Bentuk buah lonjong dikendalikan oleh gen resesif. Oleh sebab itu untuk
menghasilkan bentuk buah tomat lonjong hanya dapat dilakukan dengan menyilangkan tomat
berbentuk lonjong dengan lonjong atau bulat (Murti et al., 2004).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah tomat galur B52 berwarna merah jingga,
berbentuk seperti apel, jumlah rongga sedikit, daging buah tebal melebihi GM1, Kaliurang
206 dan Permata; buah keras, ukuran sedang tetapi lebih besar daripada Gondol Putih,
Kaliurang 206 dan Permata; buah lebih cepat matang dibandingkan Kaliurang 206 dan
Permata; pH cairan buah tinggi dan total padatan terlarut tinggi tidak berbeda dengan Kliurang
206 dan Permata. Buah galur B52 cocok sebagai tomat olahan.
Buah galur B78 berwarna merah gelap, berbentuk seperti apel bersegi, rongga buahnya
sedikit, daging buah tebal melebihi Kaliurang 206 dan Permata; buahnya keras dan tidak
berbeda dengan Kaliurang 206; memiliki ukuran buah sedang tetapi lebih besar dari Gondol
Putih, Kaliurang 206 dan Permata; lama buah matang tidak berbeda dengan Kaliurang 206
dengan daya simpan buah sekitar 1 bulan; kandungan vitamin C rendah, asam tertitrasi rendah,
pH cairan buah dan padatan terlarut total rendah tidak berbeda dengan Kaliurang 206 dan
Permata. Buah tomat galur B78 sesuai sebagai tomat buah (Erlina et al., 2011).
Setelah didapat varietas unggul, tanaman perlu di uji daya hasil agar bisa dipublikasikan ke
masyarakat.Perakitan varietas dilakukan oleh Fakultas Pertanian UGM dengan menyilangkan
GM 1 X Gondol Hijau dan GM 3 X Gondol Putih.Hasil persilangan telah diseleksi dan ditanam
hingga generasi F7.Pada generasi ini tanaman telah dianggap seragam, oleh sebab itu pada
generasi F8 di lakukan uji pendahuluan daya hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
daya hasil tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mil.) hasil GM 1 X Gondol Hijau dan GM 3
X Gondol Putih di dataran tinggi dan mengetahui variabelyang dapat dijadikan sebagai salah satu
kriteria seleksi tanaman tomat.
Bahan tanam yang digunakan dalam penelitian ini adalah
tomat Gadjah Mada 1 (GM 1), Gondol Hijau (GH), Gadjah Mada 3 (GM 3), Gondol Putih (GP)
dan tiga galur hasil persilangan dari tomat varietas GM 1 X GH yang diberi kode A dengan
nomor A65/6/8/1/1/5/3 (G20), A134/4/12/4/1/2/1 (G5), A175/1/11/1/1/1/5 (G19) dan galur hasil
persilangan antara varietas GM 3 dan GP yang diberi kode B dengan nomor B52/3/12/1/1/2/2
(G14), B78/1/9/3/1/3/1 (G18), varietas Kaliurang, dan varietas F1 Permata (varietas hibrida
sebagai pembanding. Penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata bobot buah pertanaman
diketahui bahwa nomor yang memiliki hasil tinggi adalah
B/78/1/9/3/1/3/1 (G18),
A/134/4/12/4/1/2/1 (G5) (Putri et al., 2011).

Beberapa genotip ungul tomat seperti CL 6046, CLN 2001, dan LV 2862 telah diseleksi dan
diuji di berbagai ketinggian tempat pada musim penghujan dan musim kemarau tahun terakhir
ini memberikan hasil tinggi (>30 t/ha) dengan kualitas buah baik (bentuk, kekerasan, dan tahan
simpan). Dalam uji daya peubah yang diamati berupa pertumbuhan keseragaman tanaman, sifat
morfologis tanaman, umur mulai berbunga, umur mulai panen, bobot buah per tanaman, bobot
biji per tanaman, dan bobot biji per kg buah (Budi 2011).
Dalam pengembangan pemuliaan tanaman, perlu diperhatikan perbedaan yang mana yang
merupakan hasil gen dan hasil pengaruh lingkungan.Penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal
Gravita bertujuan untuk mempelajari pewarisan sifat dari jumlah buah per tandan, berat buah,
ukuran buah dan jumlah rongga buah yang meliputi aksi gen yang terkait dan menduga varians
genetik serta heritabilitasnya. Dua buah tomat kultivar LV. 6123 (tomat apel) dan LV.5152 (tomat
cherry) dengan ukuran buah dan bentuk tandan yang berbeda disilangkan untuk menghasilkan
keturunan F1, F2, F3 dan selfed backcross dengan kedua tetuanya.Usaha memperoleh varietas
baru melalui persilangan antar individu merupakan salah satu metode untuk dapat memperbesar
variabilitas genetik. Dari persilangan tersebut akan memperbanyak pilihan dalam kombinasi baru
dari gen-gen yang diturunkan dari kedua tetuanya (Allard 1960)
Pendugaan heritabilitas juga penting untuk dilakukan, karena akan mengantarkan pada suatu
kesimpulan apakah sifat-sifat tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor genetic atau faktor
lingkungan. Heritabilitas tinggi menunjukkan bahwa varians genetik besar dan varians
lingkungan kecil (Crowder 1993).Penelitian menggunakan dua kultivar tomat yang mempunyai
sifat berbeda. Kultivar tomat LV 6123 memiliki karakter jumlah buah besar, sedangkan tomat LV
5152 memiliki jumlah buah kecil.Tujuan dilakukan persilangan ini adalah untuk merakit kultivar
tomat baru yang memiliki jumlah bunga tiap tandan yang banyak dengan ukuran buah yang lebih
besar (Kurniawan 2004).
Model pewarisan sifat untuk semua karakter mengikuti model aditif-dominan, kecuali
karakter panjang buah, diameter buah dan jumlah rongga buah juga terdapat pengaruh episatis.
Diameter buah dan jumlah rongga buah mengikuti model dua gen dan terdapat efek episatis,
sedangkan panjang buah diduga mengikuti bentuk episatis yang lebh tinggi. Pemuliaan galur
murni dapat dilakukan pada karakter panjang buah, sedangkan karakter jumlah buah per tandan
dan berat buah dapat dilakukan pemuliaan hibrida.Perlu populasi yang lebih banyak dalam
mempeajari pewarisan sifat panjang buah dan jumlah ronnga buah persilangan LV 6123 dan LV
5152 (Farah et al., 2009).

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan

1. Bagian tomat yang mudah dikenali oleh konsumen adalah sifat fisik
buah dan penampilan buah. Faktor yang mempengaruhi penampilan
buah adalah warna, ukuran, bentuk, dan kerusakan fisik (Grierson dan
Kader 1986).Warna dan bentuk buah dipengaruhi oleh faktor genetik.
2. Tujuan dilakukan persilangan adalah sebagai berikut :
a) Mendapatkan varitas baru
b) Potensi hasil tinggi
c) Umur panen relatif pendek
d) Daya simpan lama
e) Toleran terhadap hama dan pathogen penyebab penyakit
3. Buah tomat yang warnanya merah jingga mengandung vitamin A lebih tinggi dibandingkan
warna buah lainnya.
4. Bahwa buah tomat galur B52 berwarna merah jingga, berbentuk seperti apel, jumlah
rongga sedikit, daging buah tebal, cocok digunakan sebagai tomat olahan. Buah galur B78
berwarna merah gelap, berbentuk seperti apel bersegi, rongga buahnya sedikit, daging buah
tebal.
5. Beberapa genotip ungul tomat seperti CL 6046, CLN 2001, dan LV 2862 telah diseleksi
dan diuji di berbagai ketinggian tempat pada musim penghujan dan musim kemarau tahun
terakhir ini memberikan hasil tinggi (>30 t/ha) dengan kualitas buah baik (bentuk,
kekerasan, dan tahan simpan).
B.

Saran

Dalam kegiatan pemuliaan tanman yang akan datang diharapkan keragaman dari varietas
yang telah didapat sebelumnya, dapat dijadikan bahan keanekaragaman genetik, dengan

kelimpahan keanekaragaman genetik terebut dapat dijadikan varietas yang dapat disilangkan
untuk menghasilkan suatu keturunan yang memiliki sifat unggul.

DAFTAR PUSTAKA
Ambarwati et al., 2011.Mutu Buah Tomat Dua Galur Harapan Keturunan GM 3 dengan
Gondol Putih. Yogyakarta: Fakultas Pertanian UGM
PRESS.
Erlina et al., 2011.Mutu Buah Tomat Dua Galur Harapan Keturunan GM1
dengan
Gondol Putih. Yogyakarta: UGM PRESS.
Farah et al., 2009.Analisis Rata-Rata Generasi Hasil Persilangan Tomat LV 6123 dan LV 5152.
Jurnal AGRIVITA vol,31 no:2 Juni 2009. Yogyakarta:
Fakultas Pertanian UGM PRESS.
Jaya, Budi. 2011. Produksi Benih Calon Varietas Tomat untuk Persiapan Pelepasan Varietas
1804.17.c.3.3. Lembang: Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
Rudi et al., .Pola Pewarisan Sifat Buah Tomat GM1,GM3,Gondol Hijau,dan
Gondol putih .
Yogyakarta: Fakultas Pertanian UGM PRESS.

Perkawinan Silang Buah Tomat

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hibridisasi merupakan suatu perkawinan silang antara berbagai jenis spesies pada setiap
tanaman.Yang mempunyai tujuan untuk memperoleh organisme dengan sifat-sifat yang
diinginkan dan dapat berfariasi jenisnya. Pad peristiwa hibridisasi akan memperoleh kombinasi
genetikyang diperoleh melalui persilangan dua atau lebih tetua yang berbeda genotipnya.
Emaskulasi atau sering disebut kastrasi merupakan pengambilan tepung sari pada kelamin jantan
agar tidak terjadi penyerbukan sendiri. Dalam proses pengambilan tepung sari tersebut
dilakukan pada saat sebelum kepala putik masak agar lebih menjaga dan memperkecil
kemungkinan terjadinya penyerbukan.
Dalam dunia pertanian dan dalam sub ilmu pemuliaan tanaman khususnya ada yang di
namakan dengan kastrasi dan hibridisasi tanaman, Kastrasi dan hibridisasi adalah teknik yang
digunakan oleh para pemulia yaitu orang yang berusaha untuk memperbanyak tanaman dalam
lingkup pemuliaan tanaman untuk meningkatkan produktifitas dari tanaman yang dimuliakan,

kastrasi disinimerupakan proses untuk menghilangkan kelamin jantan dari suatu bunga pada
tanaman untuk menghindari atau mencegah terjadinya penyerbukkan sendiri. Kastrasi digunakan
agar tanaman itu tidak menyerbuk sendiri, jika suatu tanaman menyerbuk sendiri secara terus
menerus mungkin dari filal juga tidak bisa optimal dalam hal produksinya.Pemuliaan adalah
suatu cara yang sistematik merakit keragaman genetik menjadi suatu bentuk yang bermanfaat
bagi manusia. Dalam proses ini diperlukan bahan baku berupa keanekaragaman genetik (plasma
nutfah) yang tesedia di alam. Untuk pemuliaan tanaman dan hewan, peranan penelitian untuk
mendapatkan bibit unggul adalah sangat penting.
Kastrasi

bertujuan

untuk

mencegah

terjadinya

penyerbukan

sendiri

(self

fertilization).Kastrasi berfungsi agar tanaman dapat lebih menghasilkan ke pertumbuhan


vegetatif (penguatan batang yang lebih besar) dan juga untuk merangsang pembentukan bunga
betina yang sempurna.Munculnya bunga jantan pada tandan bunga berkisar antara 6-12
hari.Kastrasi dilakukan setiap hari sesuai dengan kemunculan jantan. Ada beberapa cara untuk
melakukan kastrasi yaitu dengan menggunakan pompa pengisap, perlakuan dengan alkohol, dan
secara manual dengan menggunakan pinset.
1.2 Tujuan
1. Memberi pemahaman mengenai persilangan tanaman tomat yang baik dan benar.
2. Penulis dapat mengetahui sistem kastrasi dan hibridisasi dalam melakukan persilangan bunga
jantan dan betina pada tanaman tomat.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


Hibridisasi merupakan suatu perkawinan silang antara berbagai jenis spesies pada setiap
tanaman.Yang mempunyai tujuan untuk memperoleh organisme dengan sifat-sifat yang
diinginkan dan dapat berfariasi jenisnya. Padsa peristiwa hibridisasi akan memperoleh kombinasi
genetikyang diperoleh melalui persilangan dua atau lebih tetua yang berbeda genotipnya.
Emaskulasi atau sering disebut kastrasi merupakan pengambilan tepung sari pada kelamin jantan
agar tidak terjadi penyerbukan sendiri. Dalam proses pengam,bilan tepung sari tersebut
dilakukan pada saat sebelum kepala putik masak agar lebih menjaga dan memperkecil
kemungkinan terjadinya penyerbukan (Ferdy. 2008).
Sesuai dengan hubungan kekeluargaan tanaman yang akan disilangkan ada beberapa
macam persilangan :
1. Intravarietal : persilangan antara tanaman-tanaman yang varietasnya sama.
2. Intervarietal : persilangan antara tanaman-tanaman yang berasala dari varietas yang berbeda
tetapi masih dalam spesies yang sama. Juga disebut persilangan Intraspesifik
3. Interspesifik : persilangan dari tanaman-tanaman yang berbeda spesies tetapi masih dalam genus
yang sama. Juga disebut persilangan Intragenerik. Persilangan ini dilakukan untuk maksud
memindahkan daya ressistensi terhadap hama, penyakit dan kekeringan dari suatu spesies ke
lain spesies. Misal : tomat, tebu
4. Intergenerik: persilangan antara tanaman-tanaman dari generasi yang berbeda.Persilangan ini
dilakukan untuk menstransfer daya resisten hama,penyakit dan kekeringan dari genera-genera
yang masih liar ke genera-genera yang sudah dibudidayakan.Misal tebu dan glagah ,lobak dank
obis.
5. Introgresive: pada tipe persilangan ini salah satu spesies seolah-olah sifatnya mendominir sifatsifat spesies yang lain sehingga populasi hybrid yang terbentuk seolah-olah hanya terdiri atas
satu jenis spesies yang mendominir tersebut. uji nyata untuk mengetahui apakah data atau hasil
yang diperoleh sesuai atau menyimpang dari nisbah yang diharapkan atau tidak. Oleh karena itu

untuk mengevaluasi terhadap benar tidaknya hasil percobaan yang kita lakukan dengan keadaan
secara teori dapat dilakukan dengan uji-X2. Tanaman Adenium

termasuk jenis tanaman

berumah satu.Artinya, dalam satu bunga adenium penyerbukar sendiri sangat jarang terjadi.
Sebab, bunga betina dan bunga jantan masak pada waktu tidak bersamaan. Kondisi seperti ini
justru mempermudah

langkah penyilangan.Pemuliaan adalah suatu cara yang sistematik

merakit keragaman genetik menjadi suatu bentuk yang bermanfaat bagi manusia. Dalam proses
ini diperlukan bahan baku berupa keanekaragaman genetik (plasma nutfah) yang tesedia di alam.
Untuk pemuliaan tanaman dan hewan, peranan penelitian untuk mendapatkan bibit unggul
adalah sangat penting (Feros, 2009).
Kastrasi adalah pengambilan kotak sari (bunga jantan) dengan sengaja agar tidak terjadi
persilangan sendiri.Kastrasi dilakukang pada saat bunga jantan mulai muncul tetapi belum
pecah.Kotak sari yang belum pecah biasanya telah menyembul di dua sisi bunga betina dan
berwarna

putih,

sedangkan

kotak

sari

yang

sudah

pecah

berwarna

krem

coklat

kehitaman.Munculnya bunga jantan pada tandan bunga berkisar antara 5 sampai 12 hari (Alfin,
2008).
Kastrasi dilakukan setiap hari sesuai dengan kemunculan bunga jantan pada tanaman.
Ada beberapa cara melakukan kastrasi, yaitu; menggunakan pompa pengisap, dengan perlakuan
alkohol dan secara manual dengan pinset.Bunga jantan yang akan dikastrasi harus benar-benar
sudah keluar tatapi belum pecah. Tandan bunga dipegang dan kotak sari sudah keluar dihisap
dengan pompa penghisap.Cara ini dinilai kurang memuaskan karena disamping memerlukan
waktu yang tepat dan lama, hasil kastrasi juga kurang bersih.Kastrasi harus dilakukan setiap hari
selama 6 hingga 12 hari, sehingga kepala putik banyak mengalami kerusakan mekanis karena
sering dipegang dan terkena alat penghisap.Akibatnya kepala putik tidak reseptif lagi dan tandan
bunga banyak yang gugur sebelum disilangkan (Tanto, 2002).
Ada juga beberapa teknik yang digunakan dalam pemuliaan tanaman pada perlakuan
kastrasi, teknik - teknik kastrasi dalam pemuliaan tanaman adalah sebagai berikut:
Forching methode : Menghilangkan benang sari dengan membuka katup bunga yang masih
menutup dengan paksa.
Bagging methode : Menyelubungi bunga sehingga menjadi panas agar membuka.
Clipping Methode : Menggunting ujung katup bunga ( tinnggal putik saja )
Hot water treatment : Bunga diletakkan di atas air panas sampai membuka

Blowing methode : Bunga dibungkus kemudian dipanaskan sehingga membuka.


Sucking Methode : Pujuk bunga dipotong kemudian benang sari di ambil degan pompa
penghisap.

BAB 3. METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Dalam acara pengamatan lapang ini yang berjudul Kastrasi dan Hibridisasi yang
dilaksanakan pada tanggal 15 November 2010 hari sabtu, di dusun Rayap Jalan Rembangan
Desa Kemuninglor Arjasa, pada pukul 05.00 WIB.
3.2 Bahan dan Alat
3.2.1 Bahan
Tanaman Penyerbuk Silang
1. Bunga jantan dan betina
3.2.2 Alat
1. Alkohol

2. Gunting
3. pinset
4. kapas
5. selang plastik
6. toples besar dan kecil
7. Lampo 5 wat
8. Hand phone
3.3 Langkah Kerja
Tanaman Penyerbuk Silang (Tanaman Tomat)
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. mengambil bunga jantan pada pagi hari sebelum matahari terbit, lalu dikering anginkan
menggunakan lampu 5 wat.
3. membuka bunga betina yang masih kuncup pada pagi hari sebelum matahari terbit.
4 Cara pengebirian bunga:
a. Memilih bunga yang masih kuncup, memegang antara telunjuk dan ibu jari tangan.
b. Membuang kelopak bunga dengan pinset sehingga terlihat mahkota bunga yang membungkus
bakal buah.
c. Mencabut mahkota bunga dengan pinset.
d. Membuang kepala sari sampai bersih dengan menggunakan pinset, sehingga hanya tinggal kepala
putik.
4. Menyilangkan dengan cara:
a. Mengambil yang telah mekar dan masih segar dari tanaman induk jantan.
b. Membuka mahkota bunga yang menyelubungi alat jantan dengan pinset, kemudian mengambil
bunga jantan.
-Pada waktu bunga masih kuncup, kepala sari lebih rendah dari kepala putik.
-Bunga hamper mekar, kepala sari sama tinggi dan menempel pada kepala putik.
c. Mengoleskan tepung sari tersebut pada kepala putik yang telah dikebiri.
5. Memberi etiket bunga yang telah disilangkan, agar kelak polong dapat dikenali dengan mudah.
6. Melakukan penyilangan ini pada pagi hari sebelum matahari terbit ( pukul 05.00).

BAB 4. PEMBAHASAN
Perkawinan silang antara spesies dan dalam spesies memiliki beberapa perbedaan dalam
tingkat keragaman genetik nantinya. Jenis perkawinan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Sehingga dalam proses perkawinan dalam tanaman atau sering disebut dengan penyerbukan
diperlukan pengetahuan khusus mengenai meorfologi dan sifat-sifat pada bunga. Proses
penyerbukan ditandai dengan menempelnya serbuk sari ke kepala putik. Setiap jenis tanaman
memiliki cara-cara tersendiri dalam proses tersebut secara alami. Penyerbukan tanaman oleh
manusia baik untuk memperoleh varietas baru maupun untuk mendapatkan produk dari tanaman
tersebut harus memperhatikan proses penyerbukan tanaman secara alami itu sendiri.
Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan
kualitas masih rendah.Bunga tanaman tomat berukuran kecil berdiameter sekitar 2 cm dan
berwarna kuning cerah.Kelopak bunga yang berjumlah 5 buah dan berwarna hijau terdapat pada
bagian baerah atau pangkal bunga.Bagian lain dari bunga tomat adalah mahkota bunga yaitu
bagian terindah dari bunga tomat.Mahkota bunga tomat berwarna kuning cerah, berjumlah
sekitar. 6 buah dan berukuran 1 cm. Bunga tomat merupakan bunga sempurna, karena benang
sari dan kepala putik terletak pada bunga yang sama. Bunganya memiliki 6 buah tepung sari
dengan kepala putik berwarna sama dengan mahkota bunga yakni kuning cerah. Bunga tomat
tumbuh dari batang (cabang) yang masih muda.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penyilangan
Penyerbukan sering mengalami kegagalan bila dilakukan pada saat kondisi lingkungan
yang tidak mendukung atau dilakukan pada saat serbuk sari atau kepala putik dalam keadaan
belum matang oleh karena itu saat penyerbukan yang tepat merupakan faktor penting yang harus

diperhatikan agar penyerbukan berhasil dengan baik. Untuk melakukan penyerbukan harus
dipilih waktu yang tepat dan tidak boleh terlambat dimana pada saat itu putik maupun serbuk sari
dalam keadaan segar, sehat, telah matang, dan cuaca mendukung proses persarian dengan baik.
Waktu yang baik untuk penyerbukan adalah jam 05.00 pagi (sebelum bunga mekar, karena jika
bunga telah mekar ditakutkan sudah mengalami penyerbukan sendiri pada bunga yang dijadikan
induk jantan).

Selain itu hal penting yang harus diperhatikan adalah cara meletakkan serbuk sari dari induk
jantan ke atas kepala putik induk betina, dan menjaganya jangan sampai kepala putik tersebut
kejatuhan serbuk sari dari tanaman lain yang tidak dikehendaki maupun dari tanaman yang sama.
Oleh karena itu, setelah polinasi bunga ditutup/ dibungkus menggunakan plastik agar tidak
terserbuku bunga lain dan tidak rusak).
Tanaman Tomat jantan

Pengambilan bunga jantan

Tanaman tomat jantan ini berumur 60 hari, antara bedengan 30 cm, lebar bedengan 60 cm
dan jarak tanamnya adalah 30x30 cm . Tempat penanaman bunga jantan dan betina yang hendak
disilangkan harus berbeda areal tanamnya karena dikuatirkan terjadi penyerbukan sendiri.
Pengambilan bunga jantan dilakukan pada pukul 05.00 pagi hari untuk mencegah
terjadinya pembukaan kuncup bunga sehingga serbuk sari dapat menyebar keseluruh permukaan
kepala putik.
Pada tanaman toamat jantan dialakuakan pengambilan buah jika tanaman tomat jantan
mengalami pembuahan akibat penyerbukan sendiri (alami) yang bertujuan untuk memperpanjang
perkembangan generatifnya.

Bunga jantan

Bunga jantan

Tanaman tomat jantan mencapai ketinggian 200 cm. Ciri-ciri bunga jantan kelopaknya agak
lebar dan kelapa putiknya besar dibandingkan dengan bunga betina.Dan gambar disampingnya
bunga jantan yang sudah dipetik lalu dikering anginkan. Bunga tanaman tomat berukuran kecil
berdiameter sekitar 2 cm dan berwarna kuning cerah.Kelopak bunga yang berjumlah 5 buah dan
berwarna hijau terdapat pada bagian baerah atau pangkal bunga.
Bunga jantan dikering kan

Bunga jantan dikering kan

Karena cuaca tidak mendukung maka mengeringkan bunga jantan pakai lampu, Dikeringkan
kira-kira 24 jam, maka bunga tersebut sudah kering.Bunga yang sudah cukup kering lalu
mahkota bunga dibuang semua, tinggal kepala putik.
Tempat pengucokan

Hasil pengucokan

Hasil dari kering-angin tersebut di masukkan kedalam toples kecil yang ditutup rapat
menggunkan tutup toples dan sebelum melakukan pengucokan di cuci dulu dengan alkohol untuk
mencegah terjadi nya kontaminasi bakteri serta kain katun berwarna putih ditengah-tengahnya
sebagai alat penyaring serbuk sari tersebut dengan kotoran dan mahkota bunga jantan tomat
tersebut.
Serbuk sari

Selang tempat serbuk sari

Sebelum memindahkan serbuk sari, tangan dan alat tersebut dicuci dengan alkohol, lalu
dimasukkan ke dalam selang yang tersebut sebagai tempat serbuk sari,dengan tujuan untuk
mempermudah dalam menempelkan serbuk sari ke kepala putik sewaktu dilapang.

Alat untuk Hibridisasi

Tanaman tomat betina

Adapun alat dan bahan yang digunakan sebagai berikut :


1. Alkohol
2. Gunting
3. pinset
4. kapas
5. selang plastik
6. toples besar dan kecil
7. Lampo 5 wat
8. Hand phone
Lahan tanaman tomat betina terpisah dengan areal tanaman tomat jantan untuk
menghindari terjadinya penyerbukan sendiri. Jarak tanam yang digunakan tanaman betina 35x35
cm, lebar bedengan 60 cm, jarak antara bedengan 30 cm.

Polinasi

Polinasi

Polinasi adalah membuka bunga yang belum mekar atau kuncup dan membuang kelopak bunga
dengan pinset sehingga terlihat mahkota bunga yang membungkus bakal buah Serta
membiarkannya selama 3 hari.
Hibridisasi

Hibridisasi

Menyilangkan dengan cara:


a. Memilih bunga btina yang sudah dilakukan proses polinasi.
b. Membuka mahkota bunga yang menyelubungi alat jantan dengan pinset, kemudian mengambil
bunga jantan.
-Pada waktu bunga masih kuncup, kepala sari lebih rendah dari kepala putik.

-Bunga hamper mekar, kepala sari sama tinggi dan menempel pada kepala putik.
c. Mengoleskan tepung sari tersebut pada kepala putik yang telah dikebiri.
5. Memberi etiket bunga yang telah disilangkan, dengan cara digunting agar kelak persilangan
dapat dikenali dengan mudah.
6. Melakukan penyilangan ini pada pagi hari sebelum matahari terbit ( pukul 05.00).

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
1. Persilangan dimulai dengan mengemaskulasi bunga yaitu pengambilan serbuk sari pada bagian
bunga.
2. Teknik hibridisasi sangat tergantung pada sifat bunga dan tingkat pemasakan sel-sel kelamin.
3. Keberhasilan hibridisasi disebabkan karena pemilihan tetua yang tepat.
4. Bunga dapat dibedakan berdasarkan ciri morfologinya

5. Berdasarkan kelengkapan bagian bunga dapat diklasifikasikan atas dua macam yaitu bunga
lengkap dan bunga tak lengkap.
6. Dari perbedaan proses morfologi dapat terjadi perbedaan proses penyerbukan.
5.2. Saran
Kami sangat berterima kasih kepada bapak dosen yang terhornat, karena telah
memberikan tugas Kastrasi dan Hibridisasi ini kepada kami sehingga dapat menimbah ilmu
secara mendalam. Kami sebagai maha siswa cukup berterima kasih yang telah memberikan ilmu
mulai dari pertemuan pertama perkuliahan dan sampai ahir kuliah,karena bagi kami ilmunya
sangat bermanfaat.
Saran saya untuk kemajuan proses belajar dan mengajar hendaknya bapak dapat berkenan
membimbing saya lansung didalam pengamatan dilapang agar dapat membantu saya
memecahkan masalah serta menemukan ide-ide baru didalam mengembangkan pertanian secara
optimal khususnya dibidangkastrasi dan hibridisasi tanaman.

DAFTAR PUSTAKA
Alfin. 2008. Penyerbukan Buatan pada Acung (Amorphophallus decus-silvae Back. & v.A.v.R.).
Biodiversitas Vol.9 No. 4, 2008: 292-295.
Ferdy. 2008. Kastrasi dan Hibridisasi. http://missrant.host22.com/ hkm_hrdy_wnbrg.html , diakses
pada 19 Oktober 2010.
Feros.2009. Pengujian Kesetimbangan Hardy Weinberg.
http://sony92erz.wordpress.com/2009/11/06/hukum-hardy weinberg/,diakses pada 19 Oktober
2010.
Suryo.1984. MengenaiKeseimbangan Hibridisasi dan Kastrasi. Jakarta: PT.Gramedia.
Tanto.2002. Pemuliaan Tanaman dengan Hibridisasi (Allogam). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

KLASIFIKASI TOMAT
Kata tomat berasal dari bahasa Nahuatl Tomatl yang berarti buah bengkak. Berikut ini
klasifikasi :
Nama umum
Indonesia : Tomat
Inggris
: Tomato, garden tomato
Melayu
: Terung masam, tomato
Vietnam : Ca chua, Ca tomach
Thailand : Ma khuea
Pilipina
: Kamatis
Cina
: Fan qie
Jepang
: Tomato
Kingdom
Subkingdom
Super Divisi
Divisi

:
:
:
:

Plantae (Tumbuhan)
Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas
Sub Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

III.

:
:
:
:
:
:

Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)


Asteridae
Solanales
Solanaceae (suku terung-terungan)
Solanum
Solanum lycopersicum L.

Kerabat Dekat
Grandiflorum, Terung Ngor, Terung Susu, Terung, Ranti, Terung Siam, Terung Teter, Terung
Pipit, Kentang, Pepino, Terung Dayak.
MORFOLOGI
1. Akar
Tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) memiliki akar tunggang yang tumbuh menembus
kedalam tanah dan akar serabuat yang tumbuh ke arah samping tetapi dangkal. Berdasarkan sifat
perakaran ini, tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) akan dapat tumbuh dengan baik jika
ditanam
ditanah
yang
gembur
dan
porous.
2. Batang
Batang tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) berbentuk persegi empat hingga bulat,
berbatang lunak tetapi cukup kuat, berbulu atau berambuat halus dan diantara bulu bulu itu
terdapat rambut kelenjar.Batang tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) berwarna hijau, pada
ruas ruas batang mengalami penebalan, dan pada ruas bagian bawah tumbuh akar akar
pendek. Selain itu, batang tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) dapat bercabang dan
apabila tidak dilakukan pemangkasan akan bercabang banyak yang menyebar secara merata.
3. Daun
Daun tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) berbentuk oval, bagian tepinya bergerigi dan
mambentuk celah celah menyirip agak melengkung kedalam.Daun berwarna hijau dan
merupakan daun majemuk ganjil yang berjumlah 5 7.Ukuran daun sekitar (15 30 cm) x (10 x
25 cm) dengan panjang tangkai sekitar 3 6 cm. diantara daun yang berukuran besar biasanya
tumbuh 1 2 daun yang berukuran kecil.Daun majemuk pada tanaman tomat (Solanum
lycopersicum L.) tumbuh berselang seling atau tersusun spiral mengelilingi batang tanaman.
4. Bunga
Bunga tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) berukuran kecil, berdiameter sekitar 2cm dan
berwarna kuning cerah.Kelopak bunga yang berjumlah 5 buah dan berwarna hijau terdapat pada
bagian bawah atau pangkal bunga.Bagian lain pada bunga tomat (Solanum lycopersicum L.)
adalah mahkota bunga, yaitu bagian terindah dari bunga tomat (Solanum lycopersicum L.).
Mahkota bunga tomat (Solanum lycopersicum L.) berwarna kuning cerah, berjumlah sekitar 6
buah dan berukuran sekitar 1 cm. bunga tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan bunga
sempurna, karena benang sari atau tepung sari dan kepala benang sari atau kepala putik terletak
pada bunga yang sama. Bunganya memiliki 6 buah tepung sari dengan kepala putik berwarna
sama dengan mahkota bunga, yakni kuning cerah. Bunga tomat (Solanum lycopersicum L.)
tumbuh
dari
batang
(cabang)
yang
masih
muda.
5. Buah
Buah tomat (Solanum lycopersicum L.) memiliki bentuk bervariasi, tergantung pada

IV.

a.

b.

1.

2.
3.

1.
2.
3.

jenisnya.Ada buah tomat (Solanum lycopersicum L.) yang berbentuk bulat, agak bulat, agak
lonjong, bulat telur (oval), dan bulat persegi. Ukuran buah tomat (Solanum lycopersicum L.)
juga sangat bervariasi, yang berukuran paling kecil memiliki berat 8 gram dan yang berukuran
besar memiliki berat sampai 180 gram. Buah tomat (Solanum lycopersicum L.) yang masih
muda berwarna hijau muda, bila sudah matang warnanya menjadi merah.
PENANAMAN DAN PASCA PANEN
Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan
kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro
serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan
iklim, serta teknis budidaya petani. Berikut ini cara menanam tomat :
PEMILIHAN BIBIT
Untuk meningkatkan mutu juga kualitas hasil panen perlu adanya bibit tomat yang
berkualitas tinngi. Pemilihan bibit tanaman tomat bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu mebeli bibit
yang sudah siap tanam dan mebuat sendiri. Namun bila kita membeli, maka harus dengan teliti
juga pada toko yang menyediakan bibit unggul atau yang sudah bersertifitikat. Pilihlah bibit yang
tidak cacat atau luka, karena biasa bibit yang luka bisa tidak tumbuh, benih yang bersih dari
kotoran, benih yang tidak keriput atau benih utuh, dan benih yang sehat dalam arti tidak ada
tanda-tanda gangguan dari penyakit atau hama. Namun kita juga bisa membikin benih tomat
sendiri dengan cara pilih satu buah tomat yang sudah masak. Lalu belah dan ambil bijinya dan
keringkan.Selanjutnya jemur benih tersebut, namun jangan langsung terkena sinar matahari,
cukup angin-anginkan saja. Yang perlu di ingat alam membikin benih sendiri adalah pastikan
tomat yang akan jadi bahan pembibitan tomat yang mempunyai mutu dan kualitas tnggi.
TAHAP PENYEMAIAN
Dalam tahap ini supaya memperoleh hasil panen bagus maka sebelum disemaikan benih
bibit didesinfektan terlebih dahulu.Caranya ccukup mudah dengan merendam benih tersebut
kedalam larutan fungisida supaya mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit mati. Cara
penyemaiannya sebagai berikut :
Taburkan secara merata benih tomat pada permukaan bedeng yang telah dibuwat untuk
persemaian. Kemudian tutup benih dengan tanah tipis tipis saja. Bedeng dibuat guritan sedalam
1 cm dengan jarak antar guritan 5 cm, lalu biji ditaburkan kedalan guritan secara merata dan
tidak saling tumpuk, kemudian ditutup kembali dengan tanah tipis-tipis.
Tanah dibuwat lubang dengan jarak sekitar 5cm, dengan dalam lubang sekitar 1cm saja. Lalu
setiap lubang kasih benih satu satu.Kemudian tutup lubang dengan tanah tipis tipis.
Penyemaian juga bisa menggunakan kantong kantong polibag. Caranya isi polibag dengan
tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang dengan skala 1:1.Demi hasil yang baik
harusnya setiap kantong polibag diisi satu benih saja, namun juga bisa diisi dengan dua atau
tiga.Kemudian tutup benih dengan tanah tipis sekitar 1 cm saja.
Setelah benih sudah tertanam dalam tanah, maka diperlukan perawatan sebagai berikut :
Penyiraman
Setelah ditanam benih benih tersebut maka lakukanlah penyiraman sebnayak 2kali sehari
yaitu pagi dan sore.
Penyianagan
Penyiangan dilakukan seperlunya saja dengan cara langsung mencabuti tanaman tanaman
lainya yang tumbuh disekitar bibit tanaman tomat.
Pemupukan

Pada media persemaian selain diberikan pupuk kandang, sebaiknya juga diberikan pupuk
kimia NPK secukupnya sebagai pupuk tambahan yang diberikan setelah benih tumbuh menjadi
bibit.
4. Mencegah dari serangan hama penyakit
Lakukan sterilisasi tanah untuk mencegah berkembangnya hama dan penyakit. Semprotkan
obat obatan seperti Insektisida untuk memberantas hama dari golongan serangga dan fungisida
yang disebabkan oleh jamur.
c. PEMINDAHAN BENIH
Setelah 30 45 hari dalam persemaian, pindahkan benih tersebut ke dalam lahan tanam
benih benih tomat dan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi atau sore hari, karena
menghindari dari kelayuan. Pilih benih yang berpenampilan menarik dan baik., yaitu
penampakannya segar dan daun-daunnya tidak rusak. Pilihlah bibit yang kuat, yaitu tegak
pertumbuhannya dan pilihlah bibit yang sehat, artinya bibit tidak terserang hama dan penyakit.
Ada 2 sistem untuk pemindahan bibit dalam bedeng yaitu :
1. Sistem cabut, yakni bibit yang telah tumbuh di persemaian dan cukup umur dicabut dengan
hati-hati. Namun, sebelum dilakukan pencabutan bedeng persemaian harus dibasahi dengan air
untuk memudahkan pencabutan dan tidak merusak akar.
2. Sistem putaran, yaitu bibit diambil beserta tanahnya. Namun, sebelum bibit diambil tanah
dibasahi dengan air telebih dahulu.

d.
1.

2.
3.

Supaya tidak rusak dan bisa tumbuh sempurna lakukan kedua system diatas dengan ekstra
hati hati. Disamping itu bila penyemaian dalam polibag caranya adalah buatlah terlebih dahulu
lubang sebesar polibag dalam tanah tanam, kemudian basahi tanah dalam polibag dengan air
lalu sobek polibag dan taruh pada lubang yang telah disedikan.
PENGOLAHAN MEDIA TANAM
Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan setelah 1-2 minggu benih disemaikan. Pengolahan
tanah yang intensif pada dasarnya melalui 3 tahap yaitu:
Membalik agregat tanah sehingga tanah yang berada pada lapisan dalam dapt terangkat
kepermukaan dengan kata lain mengunakan alat bajak hewan atau tenaga mesin traktor. Biarkan
dalam waktu 1 minggu supaya bongkahan bongkahan tanah cukup terkena angin, cahaya
matahari, dan agar terjadi proses oksidasi (pemasaman) zat zat beracun dari dalam tanah
seperti asam sulfida yang sangat membahayakan kehidupan tanaman.
Dicangkul tipis tipis sehingga diperoleh struktur tanah yang gembur dan remah, sekaligus
untuk meratakan bagian permukaan tanah.
Beri pupuk kandang yang masak sebnayak 15 20 ton/ha. Kemudian dicangkul kembali tipis tipis supaya rata permukaan tanah.

PEMBENTUKAN BEDENGAN
Setelah selesai diolah dan didiamkan selama 1minggu lamanya, selanjutnya buwat
bedeng bedeng yangmembujur kea rah Timur Barat supaya penyebaran cahaya matahai merata
ke tanaman. Lebar bedengan dapat dibuwat ukuran 1 -1,2 m, untuk panjang bedeng dapat
disesuaikan dengan keadaan lahanya dengan tinggi bedeng sekitar 30cm. Disela sela bedengan
buwatlah parit dengan lebar 20 30 cm dan dalamnya 30 cm. kemudian disekeliling bedeng
dibuat saluran pembuangan air dengan ukuran lebar 50 cm dan dalam 50 cm.
e. PEMUPUKAN
Sebelum tanaman tomat ditanam, lahan harus diberi pupuk dasar. Pemupukan dapat
dilakukan dengan 2 cara yaitu:

1. Kompos atau pupuk kandang yang telah jadi tanah dan TSP ditabur secara merata ke
seluruh bedengan. Selanjutnya, tanah dicangkul sampai homogen agar kompos atau pupuk
kandang dan TSP tercampur merata dengan tanah.
2. Pada jarak yang telah ditentukan dibuat lubang sedalam + 15 cm dan bergaris tengah +
20 cm. Lubang-lubang tersebut kemudian diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 0,5 kg
(satu genggam besar) dan diberi TSP sebanyak + 5 gram. Lubang ditimbun tanah, kemudian
diaduk-aduk sehingga kompos atau pupuk kandang, TSP dan tanah tercampur rata.
f. PEMBERIAN MULSA
Penggunaan plastik hitam perak sebagai mulsa lebih praktis daripada mengunakan sisa
sisa tanaman yang telah mati.Bedengan yang telah dipersiapkan untuk penanaman bibit, sehari
sebelumnya hendaknya diairi terlebih dahulu supaya basah.Kemudian pada bedeng yang telah
tertutup mulsa plastik dibuat lubang tanam dengan diameter 7-8 cm sedalam 15 cm.
g. PEMELIHARAAN TANAMAN
Dalam pemeliharaan tanaman ada beberapa langkah yaitu:
Dalam pemeliharaan tanaman hal pertama yang dilakukan yaitu penyulaman.Penyulaman
adalah mengganti tanaman yang mati, rusak atau yang pertumbuhannya tidak normal, misalnya
tumbuh kerdil. Penyulaman sebaiknya dilakukan secepat mungkin bila sudah ada tanda - tanda
tanaman tumbuh tidak sempurna, namun hal terpenting yang harus diingat adalah bibit pengganti
dalam penyulaman. Cara penyulaman sangat mudah yaitu tanaman yang sudah rusak, mati atau
pertumbuhanya tidak sempurna dicabut terlebih dahulu, kemudian tanam kembali bibit yang
telah disediakan dari bibit cadangan.
Langkah yang kedua adalah penyiangan. Hal ini perlu dilakukan agar tanaman tomat tidak
mempunyai pesaing untuk menghisap unsur hara pada tanah,sehingga tidak menyebabkan
tanaman tomat menjadi kerdil. Disamping itu juga bisa mengurangi sarang hama dan penyakit.
Sedang waktunya bisa dilakukan 3-4 kali dan tergantung sikon dan kondisi kebun tanaman tomat
itu sendiri.
Langkah yang ketiga yaitu pembubunan. Tujuanya adalah untuk memperbaiki peredaran
udara dalam tanah dan mengurangi gas gas atau zat zat beracun yang ada didalam tanah
sehingga perakaran tanaman akan menjadi lebih sehat dan tanaman akan menjadi lebih cepat
besar. Atau dengan istilah lain menggemburkan tanah yang padat.
Langkah ke empat yaitu perampalan atau memutus tunas yang dapat menjadi tanaman
bercabang. Perampalan sendiri sebaiknya dilakukan pada pagi hari supaya cepat kering bekas
lukanya. Jika terlambat merampal tunas akan bercabang besar dan sukar putus. Bila sudah begitu
maka rampallah dengan menggunakan alat pisau atau gunting yang tajam dengan keadaan
bersih.Perlu juga perhatikan ketinggian tanaman tomat, bila sudah mencapai 5-7 buah, maka
segeralah merampal ujung tanaman.
Langkah kelima yaitu pemberian pupuk.Hal ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan
tanaman tomat dengan subur.Pemberian pupuk cukup dengan ukuran bila melebihi dosis ukuran
bisa menyebabkan tanaman tomat mati karena tidak tahan dengan panas dari pupuk (pupuk yang
mengandung kimia). Dosis ukuranya 1 : 1 untuk setiap tanaman 1-2gram. Pemupukan dilakukan
dua kali yang pertama setelah tanaman berumur sekitar 1 minggu.Pemberian pupuk cukup
disekeliling tanaman pada jarak 3 cm saja, setelah itu tutup engan tanah dan kasih
air.Pemupukan kedua dilakukan setelah tanaman berumur sekitar 2-3 minggu dengan jarak 5
cm dan dalamnya 1 cm.Namun bila dalam umur 4 minggu tanaman belum subur maka lakukan
pemupukan lagi dengan jarak 7cm.

Langkah ke enam yaitu penyiraman dan pengairan.Tanaman tomat tidak terlalu banyak
memerlukan air, pemberian air yang berlebihan bisa menyebabkan tanaman tomat tumbuh
memanjang dan tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang
penyakit.Kelembaban tanah yang tinggi dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan
patogen sehingga tanaman tomat dapat mati keracunan karena kandungan oksigen dalam tanah
berkurang. Pori-pori yang terisi oleh air mendesak oksigen keluar dari dalam tanah sehingga
tanah menjadi anaerob yang menyebabkan proses oksidasi berubah menjadi proses reduksi.
Keadaan tanah yang demikian menyebabkan kerontokan bunga dan menyebabkan pertumbuhan
vegetatif berlebihan sehingga mengurangi pertumbuhan dan perkembangan generatif
(buah).Kekurangan air yang berkepanjangan pada pertanaman tomat dapat mengganggu
pertumbuhan tanaman pada stadia awal, mengakibatkan pecah-pecah pada buah apabila
kekurangan air terjadi pada stadia pembentukan hasil dan dapat menyebabkan kerontokan bunga
apabila kekurangan air terjadi selama periode pembungaan.
Langkah yang terakir yaitu pemassangan ajir atau pemberian jagak lancaran pada sebelah
tanaman agar tidak roboh.Ajir bisa dari bambu atau kayu dengan panjang antara 100 175 cm
tergantung dari variates tanaman tomat itu sendiri. Pemasanganya dilakukan dari dini supaya
tidak mengenai akar yang bisa menyebabkan putus dan jaraknya 10-20 cm. Bila tanaman tomat
sudah tinggi sekitar 10-15cm, segeralah ikat dengan ajir namun jangan terlalu erat yang penting
tanaman tomat itu bisa berdiri. Pengikatan ini dilakukan bertahap bila tanaman bertambah tinggi
sekitar 20 cm.
h. PANEN
Sekarang giliran kita memetik hasil setelah susah payah kita menanam juga merawatnya.
Pada umumnya tanaman tomat yang siap panen berumur sekitar 90-100 hari masa tanam. Tomat
yang siap panen biasanya mempunyai cirri cirri :kulit buah berubah dari warna hijau menjadi
kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning. Waktu yang baik buwat
pemetikan buah tomat adalah pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah.Pemetikan yang
dilakukan pada siang hari dari segi teknis kurang menguntungkan karena pada siang hari proses
fotosintesis masih berlangsung sehingga mengurangi zat-zat gizi yang terkandung. Disamping
itu, keadaan cuaca yang panas di siang hari dapat meningkatkan temperatur dalam buah tomat
sehingga dapat mempercepat proses transpirasi (penguapan air) dalam buah.Cara memanenya
pun cukup mudah yaitu dengan memuntir buah hingga tangkai buah terputus.Pemetikan buah
dilakukan satu persatu kemudian masukkan ke keranjang dan simpan ditempat penampungan
yang teduh. Masa panen bisa dilakukan sebnayak 10 kali karena buah tomat masaknya tidak
sama, juga dapat dipetik selang waktu 2-3 hari sekali sampai buah tomat habis terpetik. Supaya
tahan lama, tidak cepat busuk dan tidak mudah memar, buah tomat yang akan dikonsumsi segar
dipanen setengah matang.
V.

MANFAAT TANAMAN TOMAT


Kandungan vitamin yang ada pada buah tomat adalah vitamin A dan C. vitamin A
mencapai 1600IU yang dapat mencegah penyakit mata. Sedangkan vitamin C mencapai 35mg.
Tomat mempunyai masa simpan atau pasca panen yang pendek, sehingga produksi tomat
melimpah dan banyak buah tomat yang terbuang. Jika hal ini terjadi akan sangat merugikan bagi
petani. Untuk menagani kerugian pada petani maka sebaiknya diadakan pemanfaatan buah tomat
itu dengan upaya memanfaatkan buah tomat itu untuk menjadi beberapa produk makanan seperti:
1. Juice tomat

2. Selai tomat
3. Saus tomat
4. Yam tomat