Anda di halaman 1dari 34

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini sedang
berkembang dengan sangat pesat. Kebutuhan masyarakat untuk memperoleh akses
informasi dengan cepat dan tepat melalui sumber-sumber informasi yang kini
semakin banyak jumlahnya terus meningkat. Hal ini berdampak pada tingkat
kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin meningkat,
khususnya kebutuhan akan ponsel pintar atau smartphone.
Hal ini tentu saja menjadi sebuah tantangan bagi para perusahaanperusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi
untuk terus mengembangkan produknya agar dapat bersaing untuk merebut hati
calon konsumennya. Persaingan ini tentu saja secara langsung maupun tidak
langsung akan membawa dampak kepada konsumen maupun produsen itu sendiri.
Bagi para produsen, persaingan ini membuat mereka harus terus-menerus
memikirkan berbagai cara untuk merebut minat calon konsumen. Mereka terus
mencoba untuk mengembangkan produknya baik dari segi kualitas produknya dan
terus melakukan inovasi-inovasi dalam hal desain dan fitur-fitur yang terkandung
di dalam produknya agar dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan calon
konsumennya.
Menurut Kotler dan Armstrong (2001:354), kualitas produk adalah
kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya, meliputi daya tahan,
keandalan, ketepatan, kemudahaan operasi dan perbaikan, serta atribut bernilai

lainnya. Berdasarkan penjelasan diatas, kualitas produk bisa diukur sejauh mana
produk tersebut bisa memuaskan pelanggannya.
Kotler dan Armstrong (2008:272) menyatakan bahwa pengembangan
suatu produk melibatkan pendefinisian manfaat yang akan ditawarkan produk
tersebut, dimana manfaat ini dikomunikasikan oleh atribut produk seperti kualitas,
fitur, dan desain. Menurut Tjiptono (2001:103) atribut produk merupakan unsurunsur yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar untuk
pengambilan keputusan pembelian.
Persaingan antar produsen yang semakin ketat ini tidak lagi menjadikan
aspek harga sebagai fokus utama untuk merebut minat konsumen. Kualitas produk
dan fitur yang baik menjadi aspek utama yang terus dikembangkan produsen agar
memperoleh keunggulan bersaing dan memenangkan hati calon konsumennya.
Fenomena ini juga terlihat pada iklan dan promosi yang dilakukan oleh
produsen smartphone itu sendiri. Saat ini iklan yang dibuat fokus pada
kemampuan produk smartphone tersebut bahkan menggambarkan secara detail
tentang kualitas, desain dan fitur produk smartphone tersebut. Hal ini memberi
gambaran bahwa ketiga aspek ini dipandang penting untuk menciptakan
keunggulan dan merebut hati konsumen.
Disamping hal tersebut, produsen juga perlu mengamati dan mencermati
minat beli konsumen terhadap suatu produk untuk memprediksi perilaku
konsumen dimasa yang akan datang. Durianto dan Liana (2004:44) menyatakan
bahwa minat beli merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana

konsumen untuk membeli produk tertentu serta berapa banyak unit produk yang
dibutuhkan pada periode tertentu.
Minat beli merupakan pernyataan mental dari dari konsumen yang
merefleksikan rencana pembelian sejumlah produk dengan merek tertentu. Hal ini
sangat diperlukan oleh para produsen untuk mengetahui minat beli konsumen
terhadap suatu produk, baik para pemasar maupun ahli ekonomi menggunakan
variabel minat untuk memprediksi perilaku konsumen dimasa yang akan datang.
Mengenali perilaku konsumen khususnya dalam hal perilaku pembelian
memang bukan pekerjaan yang mudah tetapi merupakan tugas yang sangat
penting bagi perusahaan untuk memahaminya. Kotler & Armstrong (2008:158)
menjelaskan bahwa kebanyakan perusahaan besar melakukan penelitian secara
sangat rinci untuk mengetahui tentang apa yang dibeli konsumen, di mana mereka
membeli, bagaimana dan berapa banyak yang mereka beli, kapan mereka
membeli, dan mengapa mereka membeli.
Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi,
konsumen pun semakin mudah untuk memberi penilaian terhadap produk-produk
tersebut. Hal ini membuat konsumen semakin cermat

dalam menentukan

keputusan yang sesuai dengan minat belinya.


Konsumen semakin memperhatikan kualitas produk

yang

akan

dipilihnya. Khususnya smartphone, maka konsumen sangat mementingkan


kualitas mengingat tingkat penggunaannya yang tinggi dan digunakan dalam
jangka panjang. Tentu konsumen akan memilih smartphone dengan kinerja yang
baik, awet, dan memiliki fitur yang dapat memenuhi kebutuhannya.

Di samping itu, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi


ini juga membuat kebutuhan konsumen terhadap ponsel tidak hanya sebatas
sebagai alat untuk berkomunikasi saja, melainkan sebagai sarana hiburan,
perangkat yang dapat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan, dan alat untuk
memperoleh informasi mengenai suatu kejadian ataupun fenomena yang sedang
terjadi. Dalam kaitannya mengenai situasi tersebut, smartphone menyediakan
fitur-fitur yang sangat lengkap yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
konsumennya.
Media foto dan gambar yang semakin beragam, pemutar musik, sistem
operasi (operating system) yang semakin canggih, akses internet dan media sosial,
serta berbagai fitur lainnya memungkinkan para penggunanya dapat bertukar
informasi dengan sangat cepat. Hal ini menjadi bukti bahwa peran ponsel memang
sudah bergeser sehingga desain yang ditampilkam dalam sebuah smartphone dan
fitur-fitur yang terdapat didalamnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi
konsumen sebelum membuat keputusan membeli.
Tambahi > macam2 produk smartphone yang sedang popular saat ini di
Indonesia. Kemudian hubungkan dengan paragraph bawah.
Apple Inc (sebelumnya bernama Apple Computer, Inc.) adalah
sebuah perusahaan yang bermarkas di Silicon Valley, Cupertino, California dan
bergerak dalam bidang perancangan, pengembangan, dan penjualan barangbarang yang meliputi elektronik konsumen, perangkat lunak komputer, serta
komputer pribadi. Apple Inc. didirikan pada tanggal 1 April, 1976 dan
diinkonporasikan menjadi Apple Computer, Inc. pada tanggal 3 Januari, 1977.

Pada 9 Januari, 2007, kata "Computer" dihapus untuk mencerminkan


fokus Apple terhadap bidang elektronik konsumen setelah peluncuran smartphone
iPhone. Smartphone iPhone merupakan salah satu produk yang sedang menguasai
penjualan smartphone di dunia bersama perusahaan-perusahaan besar lainnya
seperti Samsung, Lenovo, dan Xiaomi seperti yang digambarkan pada table
berikut ini:
Tabel 1.1
Penjualan dan Market Share Smartphone di Dunia Pada Kuartal 4
Tahun 2013 dan 2014
Perus
ahaan

Kuart
al 4 2014

Kuart
al 4 2014

Kuart
al 4 2013

Kuart
al 4 2013

(Unit)

Mark

(Unit)

Mark

Apple
Samsu

74.832
73.032

et Share (%)
20,4
19,9

50.224
83.317

et Share(%)
17,8
29,5

Lenov

24.300

6,6

16.465

5,8

Huawe

21.038

5,7

16.057

5,7

Xiaom

18.582

5,1

5.598

2,0

Lainny

155.70

42,4

111.20

39,3

1
367.48

100,0

4
282.86

100,0

ng
o
i
i
a
Total

Sumber: http://www.macrumors.com/2015/03/03/gartner-apple-samsungq4-2014 (data diolah)


Dari tabel 1.1 dapat kita lihat bahwa penjualan unit smartphone
Apple mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada kuartal 4 tahun 2014
dibandingkan dengan kuartal 4 tahun 2013. Hal ini membuat smartphone apple
menjadi market leader pada akhir tahun 2014 melewati penjualan produk
smartphone pesaing seperti Samsung, Lenovo, Huawei, Xiaomi dan lainnya.
Di Indonesia, fenomena smartphone ini juga terjadi di berbagai
kalangan termasuk di kalangan remaja terutama pada kalangan mahasiswa dan
mahasiswi di (Indonesia seperti halnya di ) Fakultas Ekonomi Sumatera Utara.
Kualitas produk iPhone yang tahan lama dan desain produk yang simple membuat
mahasiswa/i memilih untuk membeli smartphone iPhone dibandingkan dengan
produk smartphone perusahaan lain. Fitur canggih dr iPhone juga menjadi suatu
pertimbangan mengapa para mahasiswa/i Fakultas Ekonomi Sumatera Utara
memilih untuk menggunakan produk pabrikan Apple ini.
Berdasarkan aspek harga, para mahasiswa/i Fakultas Ekonomi
Sumatera Utara merasa bahwa produk smartphone iPhone mempunyai kualitas
produk dan fitur yang dinilai pantas dengan harga yang ditawarkan oleh
perusahaan Apple. Peneliti melihat bahwa faktor harga bukanlah suatu aspek yang
menjadi penilaian utama atas pemilihan produk iPhone di kalangan mahasiswa/i
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk
mengetahui sejauh mana harga, kualitas produk, dan fitur-fitur produk

mempengaruhi minat pembelian produk smartphone iPhone. Untuk itu, penulis


melakukan penelitian dengan judul : Pengaruh Harga, Kualitas Produk, dan
Fitur Produk Terhadap Minat Pembelian smartphone iPhone Pada
Mahasiswa/i Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
1.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dan penelitian pendahuluan yang
dilakukan maka ditemukan masalah yang dirumuskan sebagai berikut :
1. Apakah harga berpengaruh terhadap minat pembelian produk smartphone iPhone
pada mahasiswa/i di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara?
2. Apakah kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap minat pembelian produk
smartphone iPhone pada mahasiswa/i di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera
Utara?
3. Apakah fitur-fitur berpengaruh signifikan terhadap minat pembelian produk
smartphone iPhone pada mahasiswa/i di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera
Utara?
1.2 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui apakah harga berpengaruh signifikan terhadap minat
pembelian smartphone iPhone pada mahasiswa/i di Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara
2. Untuk mengetahui kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap minat
pembelian smartphone iPhone pada mahasiswa/i di Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara

3. Untuk mengetahui apakah fitur-fitur berpengaruh signifikan terhadap minat


pembelian smartphone iPhone pada mahasiswa/i di Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara.
1.3 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui secara nyata pengaruh kualitas produk, harga dan fitur-fitur
terhadap minat pembelian smartphone iPhone pada mahasiswa/i di Universitas
Sumatera Utara.
2. Sebagai referensi pihak bisnis atau perusahaan dalam menjalankan proses
pemasaran produknya. Dengan penelitian ini diharapkan pihak perusahaan dapat
menunjukkan apa dan bagaimana seharusnya kualitas produk, harga dan fitur-fitur
yang tepat bagi konsumen.
3. Sebagai referensi bagi pihak lain yang melakukan penelitian yang berhubungan
dengan judul fator-faktor kualitas produk, harga, fitur-fitur yang mempengaruhi
minat pembelian smartphone iPhone pada mahasiswa/i di Universitas Sumatera
Utara.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Uraian Teoritis
2.1.1 Pengertian Harga
Menurut Stanton (dalam Laksana 2008:105) harga adalah jumlah uang
(kemungkinan ditambah beberapa barang) yang dibutuhkan untuk memperoleh
beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya. Menurut
Kotler (2001:439) harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk
atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat
karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut.

Sedangkan menurut Basu Swastha (2005:137) harga adalah sejumlah uang


yang dibutuhkan untuk mendapat sejumlah kombinasi dari barang beserta
pelayanannya. Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka harga merupakan
jumlah uang yang diperlukan sebagai penukar berbagai kombinasi produk dan
jasa, dengan demikian maka suatu harga haruslah dihubungkan dengan
bermacam-macam barang atau pelayanan, yang akhirnya akan sama dengan
sesuatu yaitu produk dan jasa.
Tjiptono (2002:152) mengatakan bahwa, harga memiliki dua peranan
utama dalam mempengaruhi minat beli, yaitu:
1. Peranan alokasi dari harga
Fungsi harga dalam membantu para membeli untuk memutuskan cara
memperoleh manfaat atau utilitas tertinggi yang diharapkan berdasarkan daya
belinya. Dengan demikian, adanya harga dapat membantu para pembeli untuk
memutuskan cara mengalokasikan daya belinya pada berbagai jenis barang dan
jasa. Pembeli membandingkan harga dari berbagai alternatif yang tersedia,
kemudian memutuskan alokasi dana yang dikehendaki.
2. Peranan informasi dari harga
Fungsi harga dalam mendidik konsumen mengenai faktor-faktor produk,
seperti kualitas. hal ini terutama bermanfaat dalam situasi dimana pembeli
mengalami kesulitan untuk menilai faktor produk atau manfaatnya secara
obyektif. Persepsi yang sering berlaku adalah bahwa harga yang mahal
mencerminkan kualitas yang tinggi.
2.1.2 Tujuan Penetapan Harga
Keputusan penetapan harga haruslah dihubungkan dengan tujuan yang
menyeluruh dari perusahaan dan strategi pemasaran untuk mencapai tujuan ini.
9

Tujuan penetapan harga merupakan dasar bagi perusahaan dalam menjalankan


kebijaksanaan harga. Semakin jelas tujuan penetapan harga, semakin mudah harga
ditetapkan.
Menurut Situmorang (2011: 163) secara umum tujuan penetapan harga ada
lima yakni :
1. Tujuan berorientasi laba
Tujuan ini mengandung makna bahwa perusahaan akan mengabaikan
harga para pesaing. Pilihan ini cocok dalam tiga kondisi yaitu, tidak ada pesaing,
perusahaan beroperasi pada kapasitas maksimum, harga bukanlah merupakan
atribut yang penting bagi pembeli.
2. Tujuan berorientasi volume
Tujuan ini dilandaskan pada strategi mengalahkan atau mengalahkan
persaingan. Pada tujuan ini perusahaan akan melihat harga yang bawahnya.
3. Tujuan berorientasi pada citra
Dalam tujuan ini, perusahaan berusaha menghindari persaingan dengan
jalan melakukan differensiasi produk atau melayani segmen pasar khusus.
4. Tujuan stabilisasi harga
Tujuan

ini

dilakukan

dengan

jalan

menetapkan

harga

untuk

mempertahankan hubungan yang stabil antara harga satu perusahaan dan harga
pemimpin industri.
5. Tujuan-tujuan lainnya
Harga dapat pula ditetapkan dengan tujuan mencegah masuknya pesaing,
mempertahankan loyalitas pelanggan, mendukung penjualan atau menghindari
campur tangan pemerintah.
10

2.1.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga


Menurut Philip Kotler (2000:520) ada beberapa faktor-faktor yang
mempengaruhi harga, antara lain:
1. Faktor Intern
a. Sasaran Pemasaran
Sebelum menetapkan harga, perusahaan harus menetapkan
yang ingin dicapai terhadap produk tertentu. Jika perusahaan telah
memilih pasar sasarannya dan telah menentukan posisi pasarnya
dengan cermat maka strategi bauran pemasarannya termasuk harga
langsung menyusul. Semakin jelas perusahaan menetapkan
sasarannya

akan

semakin

mudahlah

menetapkan

harga

produksinya.
b. Strategi Marketing Mix
Harga merupakan salah satu sasaran bauran pemasaran
yang

digunakan

perusahaan

untuk

mencapai

sasaran

pemasarannya. Keputusan mengenai harga harus di koordinasikan


dengan keputusan mengenai desain, dan promosi produk untuk
membentuk sebuah program pemasaran yang konsisten secara
efektif.
c. Biaya
Biaya merupakan lantainya harga yang dapat ditetapkan
perusahaan untuk produk-produknya. Perusahaan tentu ingin
menetapkan suatu harga yang dapat menutup semua biaya dalam

11

memproduksi, mendistribusi dan menjual produk tersebut termasuk


tingkat laba yang wajar dan segala upaya dan resiko yang dihadapi.
d. Organisasi Penetapan Harga
Manajemen harus menetapkan siapa dalam organisasi yang
bersangkutan bertanggung jawab atas penetapan harga. Perusahaan
menangani penetapan harga dengan berbagai cara, pada perusahaan
sering kali harga ditetapkan oleh manajemen puncak bukan oleh
manajemen pemasaran atau bagian penjualan. Pada perusahaan
besar biasanya ditangani oleh manajer lini produk.
2. Faktor Ekstern
a. Sifat Pasar dan Permintaan
Para konsumen maupun pembeli industrial membandingkan
harga suatu produk atau produk dengan manfaat yang dimilikinya,
oleh karenanya sebelum menetapkan harga perusahaan hendaknya
memahami hubungan antara harga dan permintaan produk,
disamping harus mengetahui yang dihadapi apakah termasuk
persaingan sempurna, monopoli,atau oligopoli.
b. Persaingan
Konsumen mengevaluasi harga serta nilai produk-produk yang
termasuk sama juga strategi penetapan harga perusahaan dapat
mempengaruhi sifat persaingan yang dihadapinya. Suatu strategi
harga tinggi, laba tinggi dapat memancing persaingan, sebaiknya

12

suatu harga rendah, laba rendah dapat melemahkan para pesaing


atau mengeluarkan mereka dari pasar.
c. Faktor Lingkungan
Faktor lain yang harus dipertimbangkan dalam penetapan
harga yaitu faktor kondisi ekonomi yang berdampak luar biasa
terhadap keefektifan strategi penetapan harga, juga faktor
kebijakan dan peraturan pemerintah serta aspek sosial (kepedulian
terhadap lingkungan).
Faktor-faktor ini yang dapat mempengaruhi penetapan harga
tersebut menjadi patokan perusahaan dalam menetapkan hargaharga produk yang akan ditetapkan dan memudahkan perusahaan
menentukan harga produk yang akan dipasarkan.
2.1.3 Pengertian Kualitas Produk
Kualitas merupakan keadaan produk yang berhubungan dengan barang
maupun jasa yang meliputi kinerja, keandalan, keistimewaan, keawetan, dan
keindahan yang memenuhi bahkan melebihi harapan seseorang. Secara umum
kualitas produk merupakan salah satu cara bagi perusahaan untuk menguasai
pasar. Sedangkan bagi masyarakat kualitas adalah alat ukur sekaligus cara
seseorang dalam mencapai kepuasan.
Menurut Kotler dan Armstrong (2001:354), kualitas produk adalah
kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya, meliputi daya tahan,
keandalan, ketepatan, kemudahaan operasi dan perbaikan, serta atribut bernilai
lainnya. Sedangkan menurut Suyadi Prawirosentono (2004:6), kualitas produk
adalah keadaan fisik, fungsi dan sifat produk bersangkutan yang dapat memenuhi

13

selera dan kebutuhan konsumen dengan memuaskan sesuai nilai uang yang telah
dikeluarkan.
Menurut Assauri (2004:206) faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas
produk adalah sebagai berikut:
1. Fungsi suatu produk
Suatu produk yang dihasilkan hendaknya memperhatikan fungsi untuk
apa produk tersebut digunakan sehingga produk yang dihasilkan harus
dapat benar-benar memenuhi fungsi tersebut. Oleh karena pemenuhan
fungsi tersebut mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli.
Sedangkan tingkat keputusan tertinggi tidak selamanya terpenuhi atau
tercapai, maka tingkat kualitas suatu produk tergantung pada tingkat
pemenuhan fungsi keputusan pengguna yang dapat dicapai.
2. Wujud luar produk
Salah satu faktor yang penting dan sering dipergunakan oleh konsumen
dalam melihat produk pertama kalinya untuk menentukan kualitas produk
tersebut adalah wujud luar produk. Walaupun produk yang dihasilkan
secara teknis atau mekanis telah maju tetapi tidak bila wujud luarnya
kurang menarik akan sulit diterima, maka hal ini dapat menyebabkan
produk tersebut tidak disenangi konsumen.
3. Biaya produk tersebut
Umumnya biaya dan harga suatu produk akan dapat menentukan
kualitas produk tersebut. Hal ini terlihat dari produk yang mempunyai
biaya atau harga yang mahal menunjukkan bahwa kualitas produk tersebut

14

relatif lebih baik. Demikian sebaliknya produk yang mempunyai harga


yang murah dapat menunjukkan bahwa kualitas produk tersebut relatif
lebih murah.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kualitas produk
merupakan elemen yang terpenting dari sebuah pemasaran dengan upaya untuk
memuaskan para konsumen atas keinginan dan kebutuhannya.
2.1.4

Dimensi Kualitas Produk


Dimensi kualitas merupakan syarat agar suatu nilai dari produk

memungkinkan untuk bisa memuaskan pelanggan sesuai harapan. Adapun


dimensi kualitas produk meliputi kinerja, estetika, keistimewaan, kehandalan, dan
juga kesesuaian.
Menurut Tjiptono (2008), kualitas mencerminkan semua dimensi
penawaran produk yang menghasilkan manfaat (benefits) bagi pelanggan. Kualitas
suatu produk baik berupa barang atau jasa ditentukan melalui dimensidimensinya. Dimensi kualitas produk menurut Tjiptono (2008) adalah:
1. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari
sebuah produk.
2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang
bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar
frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya
produk.

15

3. Conformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu sejauh mana


karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari
konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk.
4. Features

(fitur),

adalah

karakteristik

produk

yang

dirancang

untuk

menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap


produk.
5. Reliability (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan
memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan
terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.
6. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk.
7. Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari
penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat
kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas
produk yang bersangkutan.
8. Serviceability, meliputi kecepatan dan kemudahan untuk direparasi, serta
kompetensi dan keramahtamahan staf layanan.
2.1.5

Pengertian Fitur Produk


Fitur merupakan karakteristik yang mungkin dimiliki atau tidak dimiliki

oleh objek. Berbagai produk yang serupa dapat dilihat berbeda oleh konsumen
dari perbandingan fitur di dalamnya, yaitu perbandingan kelengkapan fitur,
kecanggihan fitur atau keistimewaan yang ditonjolkan dari satu fitur pada suatu
produk dibandingkan dengan produk lain.

16

Kotler dan Amstrong (2004:348) menyatakan bahwa feature are


competitive tool for diferentiating the companys product from competitors
product, yang artinya fitur adalah alat untuk bersaing yang membedakan produk
suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Fitur produk identik dengan sifat
dan sesuatu yang unik, khas dan istimewa yang tidak dimiliki oleh produk
lainnya. Biasanya karakteristik yang melekat dalam suatu produk merupakan hasil
pengembangan dan penyempurnaan secara terus-menerus.
Fandy Tjiptono (2001:25) mengatakan bahwa fitur adalah karakteristik
produk yang melengkapi produk tersebut. Fitur produk dipandang penting oleh
konsumen dan dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan pembelian.
Dalam menciptakan suatu fitur baru ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan diantaranya adalah berapa banyak konsumen yang membutuhkan
fitur tersebut, berapa lama waktu yang diperlukan untuk memperkenalkan fitur
tersebut, dan apakah fitur yang telah diciptakan akan mudah ditiru oleh pesaing.
Kotler dan Keller (2009:8) menjelaskan bahwa perusahaan harus secara
cermat dan teliti memprioritaskan fitur-fitur yang tercakup dan menemukan cara
yang tepat untuk memberikan informasi kepada konsumen bagaimana
menggunakan dan memanfaatkan fitur tersebut.

2.1.6

Pengertian Minat Pembelian


Duriano, dkk (2003:109) menyatakan bahwa minat beli merupakan

sesuatu yang berhubungan dengan rencana konsumen untuk membeli produk


tertentu, serta berapa banyak unit produk yang dibutuhkan pada periode tertentu.

17

Minat beli merupakan pernyataan mental konsumen yang merefleksikan rencana


pembelian sejumlah produk dengan merek tertentu. Pengetahuan akan minat beli
sangat diperlukan para pemasar untuk mengetahui niat beli konsumen di masa
mendatang.
Minat membeli terbentuk dari sikap konsumen terhadap produk dan
keyakinan konsumen terhadap kualitas produk. Semakin rendah keyakinan
konsumen terhadap suatu produk akan menyebabkan menurunnya niat beli
konsumen. Pengetahuan akan minat beli juga sangat diperlukan para pemasar
untuk mengetahui minat konsumen terhadap suatu produk maupun untuk
memprediksikan penolakan konsumen di masa mendatang. Minat pembelian
terlihat dari sikap konsumen terhadap produk dan keyakinan konsumen terhadap
kualitas produk. Semakin rendah keyakinan konsumen terhadap suatu produk akan
menyebabkan menurunnya minat beli konsumen.
2.1.7

Pengertian Minat Pembelian Ulang

Keputusan pembelian ulang konsumen merupakan suatu keputusan


konsumen untuk membeli produk lebih dari satu kali dimana keputusan ini juga
diiringi faktor-faktor yang mempengaruhinya, terutama tentang informasi
mengenai produk yang akan mereka dapatkan.
Menurut Howard (1994) dalam Durianto dan Liana (2004), minat beli
ulang merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana konsumen untuk
membeli produk tertentu serta berapa banyak unit produk yang dibutuhkan pada
periode tertentu. Menurut pengertian di atas, minat beli ulang merupakan
komponen dari perilaku mengkonsumsi suatu produk yang membuat minat beli

18

menjadi tahap kecendrungan seorang konsumen atau responden bertindak


sebelum keputusan membeli benar benar dilaksanakan. Sedangkan minat
membeli ulang merupakan minat membeli produk yang telah dilakukan di masa
lalu.
Menurut Butcher (2005:127) minat konsumen untuk membeli ulang adalah
salah satu ukuran dari keberhasilan dari suatu perusahaan, terutama perusahaan jasa.
Pengalaman dan pengetahuan konsumen terhadap suatu merek merupakan faktor
yang dapat mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian kembali merek
yang sama.
Konsumen beranggapan bahwa hal ini lebih ekonomis dan efisien dari pada
konsumen harus kembali mencari tahu tentang brand yang lain. Dengan pengalaman
yang konsumen peroleh dari suatu produk dengan merek tertentu akan menimbulkan
kesan positif terhadap produk tersebut dan konsumen akan melakukan pembelian
ulang.

2.1.8 Dimensi-Dimensi Pembentuk Minat Pembelian


Minat beli diperoleh dari suatu proses belajar dan proses pemikiran yang
membentuk suatu persepsi. Minat yang muncul dalam melakukan pembelian
menciptakan suatu motivasi yang terus terekam dalam benaknya dan menjadi
suatu kegiatan yang sangat kuat, yang pada akhirnya ketika seorang konsumen
harus memenuhi kebutuhannya akan mengaktualisasikan apa yang ada didalam
benaknya.
Ajay dan Goodstein (2007: 270) mengatakan bahwa jika kita ingin
mempengaruhi seseorang, maka cara yang terbaik adalah mempelajari apa yang
dipikirkannya, dengan demikian akan didapatkan tidak hanya sekedar informasi
19

tentang orang itu, tentu lebih bagaimana proses informasi itu dapat berjalan dan
bagaimana memanfaatkannya. Hal ini yang dinamakan The Buying Process
(Proses Pembelian). Menurutnya proses pembelian meliputi lima hal sebagai
berikut :
1. Need (kebutuhan), proses pembelian berawal dari adanya kebutuhan yang tak
harus dipenuhi atau kebutuhan yang muncul pada saat itu dan memotivasi untuk
melakukan pembelian.
2. Recognition (Pengenalan), kebutuhan belum cukup untuk merangsang terjadinya
pembelian karena mengenali kebutuhan itu sendiri untuk dapat menetapkan
sesuatu untuk memenuhinya.
3. Search (Pencarian), merupakan bagian aktif dalam pembelian yaitu mencari jalan
untuk mengisi kebutuhan tersebut.
4. Evaluation (Evaluasi), suatu proses untuk mempelajari semua yang didapat
selama proses pencarian dan mengembangkan beberapa pilihan.
5. Decision (Keputusan), langkah terakhir dari suatu proses pembelian untuk
mengambil keputusan berdasarkan informasi yang diterima.
Lima tahap diatas merupakan suatu proses dimana kita dapat memberikan
suatu informasi persuasif yang spesifik untuk mempengaruhinya.
2.2 Penelitian Terdahulu
Syarifah Mardalena (2008) melakukan penelitian berjudul Pengaruh
atribut produk terhadap keputusan konsumen memilih Imperial Cakery Plaza
Medan Fair-Medan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui
dan menganalisis pengaruh dari atribut produk yang terdiri dari kualitas produk,

20

fitur, dan rancangan produk terhadap keputusan konsumen memilih Imperial


Cakery Plaza Medan Fair-Medan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Di
dalam penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan dan positif dari variabel
bebas yaitu atribut produk yang terdiri dari kualitas, fitur, dan rancangan produk
terhadap variabel terikat (Keputusan Konsumen).
Rina Afrianti (2015) melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh Harga
kompetitif, kelengkapan barang, dan lokasi terhadap keputusan pembelian di Toko
Sepatu Davin Pajak USU Medan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan
dapat disimpulkan bahwa harga kompetitif berpengaruh positif dan signifikan
terhadap keputusan pembelian, kelengkapan produk berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian, dan lokasi berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian.
Tika Dian Alfatris (2014) melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh
Harga, Promosi, Kualitas Produk, dan Kepercayaan (Trust) Terhadap Minat Beli
K-Pop (Korean Pop) Album dengan Sistem Pre Order secara Online (Studi Pada
Online Shop Kordo Day Shop (CORP) Semarang). Berdasarkan hasil penelitian
dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa antara harga, promosi, kualitas produk,
dan kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli K-pop
(korean pop) album dengan sistem pre order secara online pada online shop Kordo
Day Shop (CORP).
Putri Setyarini (2014) melakukan penelitian yang berjudul Analisis
Pengaruh Kualitas Produk, Harga, dan Merek Deterjen ATTACK EASY

21

Terhadap Kepuasan Konsumen di Andina Mart Gonilan, Kartasura Sukoharjo.


Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kualitas
produk, harga dan merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan
konsumen di Andina Mart Gonilan, Kartasura Sukoharjo.
2.3 Kerangka Konseptual
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah dapat disusun sebuah
kerangka konseptual mengenai pengaruh harga, kualitas produk, dan fitur produk
terhadap minat pembelian.
Menurut Dharmesta dan Irawan (2005:241) harga merupakan jumlah uang
yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan
pelayanannya. Harga merupakan salah satu faktor penentu konsumen dalam
menentukan suatu keputusan pembelian terhadap suatu produk maupun jasa.
Apalagi apabila produk atau jasa yang akan dibeli tersebut merupakan kebutuhan
sehari-hari seperti makanan, minuman dan kebutuhan pokok lainnya, konsumen
akan sangat memperhatikan harganya.
Pengusaha perlu memperhatikan hal ini, karena dalam persaingan usaha,
harga yang ditawarkan oleh pesaing bisa lebih rendah dengan kualitas yang sama
atau bahkan dengan kualitas yang lebih baik. Sehingga dalam penentuan harga
produk atau jasa yang dijual, baik perusahaan besar maupun usaha kecil sekalipun
harus memperhatikan konsumen dan para pesaingnya.
Menurut Kotler dan Armstrong (2001: 354), kualitas produk adalah
kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya, meliputi daya tahan,
keandalan, ketepatan, kemudahaan operasi dan perbaikan, serta atribut bernilai

22

lainnya. Ketika konsumen akan mengambil suatu keputusan pembelian, variabel


produk merupakan pertimbangan paling utama, karena produk adalah tujuan
utama bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhannya. Jika konsumen merasa
cocok dengan suatu produk dan produk tersebut dapat memenuhi kebutuhannya,
maka konsumen akan mengambil keputusan untuk membeli produk tersebut terus
menerus (Nabhan dan Kresnaini, 2005).
Kotler dan Amstrong (2004:348) menyatakan bahwa feature are
competitive tool for diferentiating the companys product from competitors
product, yang artinya fitur adalah alat untuk bersaing yang membedakan produk
suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Fitur produk identik dengan sifat
dan sesuatu yang unik, khas dan istimewa yang tidak dimiliki oleh produk
lainnya.
Biasanya karakteristik yang melekat dalam suatu produk merupakan hasil
pengembangan dan penyempurnaan secara terus-menerus. Fitur produk menjadi
pertimbangan konsumen untuk melakukan pembelian atas produk dan mempunyai
pengaruh terhadap minat beli konsumen, maka perusahaan tak jarang
menggunakan fitur produk sebagai bagian dari strategi pemsaran produknya.
Menurut Durianto dan Liana (2004:44), minat beli merupakan sesuatu
yang berhubungan dengan rencana konsumen untuk membeli produk tertentu
serta berapa banyak unit produk yang dibutuhkan pada periode tertentu.
Menurut teori-teori di atas, dapat digambarkan kerangka konseptual
sebagai berikut:
Harga (X1)
Kualitas Produk (X2)

23

Minat Pembelian (Y)

Fitur (X3)
Sumber : Philip Kotler (2001), Kotler dan Armstrong (2001), Durianto
dan Liana (2004).
Gambar 2.1. Kerangka Konseptual Penelitian
2.4 Hipotesis
Hipotesis merupakan pernyataan atau dugaan sementara yang diungkapkan
secara deklaratif atau dugaan diformulasikan dalam bentuk variabel agar bisa diuji
secara empiris. (Sumarni dan Wahyuni, 2005:32). Berdasarkan perumusan
masalah dan kerangka konseptual, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah :
1. Harga berpengaruh positif terhadap minat pembelian produk smartphone iPhone
pada mahasiswa/i di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
2. Kualitas berpengaruh positif terhadap minat pembelian produk smartphone
iPhone pada mahasiswa/i di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Fitur-fitur berpengaruh positif terhadap minat pembelian produk smartphone
iPhone pada mahasiswa/i di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

24

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1

Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah eksplanatori. Menurut Sugiyono (2006:10)

penelitian eksplanatori adalah penelitian yang menjelaskan hubungan kausal


antara variabel-variabel yang mempengaruhi hipotesis. Pada penelitian ini
minimal terdapat dua variabel yang dihubungkan dan penelitian ini berfungsi
menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.
Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dijelaskan mengenai adanya
hubungan interaktif atau timbal balik antara variabel yang akan diteliti dan sejauh
mana hubungan variabel tersebut saling mempengaruhi. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode yang digunakan adalah
metode penelitian survei.
Informasi dari penelitian survei dapat dikumpulkan dari seluruh populasi
dan dapat pula hanya sebagian dari populasi. Survei yang dilakukan kepada semua
populasi dinamakan penelitian sensus, sedangkan jika pengumpulan data hanya
dilakukan pada sebagian dari populasi disebut sebagai survei sampel.

25

3.2

Tempat dan Waktu Penelitian


Tempat penelitian ini dilakukan di Universitas Sumatera Utara yang

bertempat di Jalan Dr. T. Mansyur No. 9, Medan, Sumatera Utara. Waktu


penelitian ini dimulai dari bulan Juni 2015 sampai Oktober 2015.
3.3

Batasan Operasional
Batasan operasional dalam penelitian ini adalah:
1. Variabel independen (X) terdiri dari: harga (X1), kualitas produk
(X2) dan fitur (X3).
2. Variabel dependen (Y) adalah minat pembelian (Y).

3.4

Definisi Operasional
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang akan diteliti, terdiri

dari:
1. Variabel bebas, yaitu :
a) Harga (X1)
Harga adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang
atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari pembelian
produk iPhone bagi mahasiswa/i Universitas Sumatera Utara pada
waktu tertentu dan tempat tertentu. Istilah harga digunakan untuk
memberikan nilai finansial pada suatu produk barang atau jasa.
b) Kualitas produk
Kualitas produk adalah kemampuan produk iPhone untuk
menjalankan

fungsinya, meliputi daya tahan, keandalan,

26

ketepatan, kemudahaan operasi dan perbaikan, serta atribut bernilai


lainnya.
c) Fitur Produk
Fitur produk adalah unsur-unsur yang terkandung dalam produk
iPhone yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar
pengambilan keputusan pembelian. Fitur produk identik dengan
sifat dan sesuatu yang unik, khas dan istimewa yang tidak dimiliki
oleh produk lainnya.
2. Variabel Terikat (Y), yaitu :
Minat pembelian adalah kecenderungan konsumen untuk membeli
produk iPhone atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan
pembelian produk iPhone yang diukur dengan tingkat kemungkinan
mahasiswa/i melakukan pembelian.

27

Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel

Variabel

Definisi

Indikator

Skala
Pengukura
n

Harga (X1)

Merupakan

jumlaha. Sasaran pemasaran

uang

yang
b. Strategi

dibutuhkan

untuk Mix

mendapatkan
sejumlah

Marketing

c. Biaya

kombinasi
d. Organisasi
Likert

dari

produk

pelayanannya.

dan penetapan harga


e. Sifat

pasar

dan

permintaan
f. Persaingan
g. Faktor lingkungan
28

Kualitas
Produk (X2)

Kemampuan a) Kinerja
suatu produk untuk
b) Daya tahan
melaksanakan
fungsinya,

c) Kesesuaian

dengan

meliputi spesifikasi

daya

tahan,
d) Fitur
Likert

keandalan, ketepatan,
e) Reliabilitas
kemudahaan operasi
f) Estetika
dan perbaikan, serta
g) Kesan Kualitas
atribut
Fitur
(X3)

bernilai
h) Layanan

lainnya.
Alat
bersaing

untuk
a) Kelengkapan varian
yang fitur

membedakan produk
b) Kesesuaian fitur
suatu

perusahaan dengan kebutuhan

dengan

perusahaan konsumen
Like

lainnya.

c) Kemudahan
rt
penggunaan fitur
d) Keistimewaan fitur
dibanding produk
lain

29

Variabel

Definisi

Indikator

Skala
Pengukuran

Minat

Sesuatu a) Kebutuhan

Pembelian

yang berhubungan
b) Pengenalan
(Y)

dengan

rencana
c) Pencarian

konsumen
membeli

untuk
d) Evaluasi
produk
e) Keputusan
Likert

tertentu
berapa

serta
banyak

unit produk yang


dibutuhkan

pada

periode tertentu.
Sumber: Diolah Peneliti (2015)

3.5

Skala Pengukuran Variabel


Variabel yang akan diukur dalam penelitian ini adalah variabel harga,

kualitas produk, minat pembelian smartphone iPhone pada mahasiswa Fakultas


Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Pengukuran variabel bebas dan terikat pada
penelitian ini menggunakan Skala Likert.
Tujuannya untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi yang akan
diukur, dijabarkan menjadi indikator variabel dan dijadikan sebagai titik tolak

30

untuk menyusun item-item instrumen dengan menghadapkan responden terhadap


pernyataan kemudian memberikan jawaban atas pernyataan yang diajukan.
Dalam melakukan penelitian terhadap variabel-variabel yang akan diuji,
pada setiap jawaban akan diberi skor (Sugiyono, 2008:86). Skala Likert
menggunakan lima tingkatan jawaban yang dapat berbentuk sebagai berikut:
Tabel 3.2
Instrumen Skala Likert
N

Sk
Skala

or
1
2
3
4

Sangat Setuju (SS)


Setuju (S)
Kurang Setuju (KS)
Tidak Setuju (TS)
Sangat Tidak Setuju

5
4
3
2
1

(STS)
Sumber : Sugiyono (2008:86)
3.6
Populasi dan Sampel
3.7

Jenis Data
Jenis data didalam penelitian ini adalah:
a.

Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari

responden yang terpilih di lokasi penelitian. Data primer diperoleh dengan cara
memberikan daftar pertanyaan (questionaire)
b.

Data sekunder, yaitu data diperoleh melalui studi dokumentasi,

baik dari buku, jurnal, majalah, dan situs internet untuk mendukung penelitian ini.
3.8 Metode Pengumpulan Data

31

a. Kuesioner
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan
untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang
pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto, 2007 : 238).
b. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi adalah pengumpulan data diperoleh dari bukubuku dan internet yang mempunyai relevansi dengan penelitian yang dilakukan.

3.9 Uji Validitas Dan Realibilitas


Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk menguji apakah suatu
kuesioner layak untuk digunakan sebagai instrumen dalam penelitian. Suatu skala
pengukuran disebut valid bila melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan
mengukur apa yang seharusnya diukur (Kuncoro, 2009 : 310).
a. Uji Validitas
Pengujian validitas dilakukan pada responden diluar sampel penelitian
yang ada sebanyak 30 orang responden, di mana uji validitas akan di lakukan
pada mahasiswa/i Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Jalan Prof.
Hanafiah yang telah ditentukan dengan menggunakan program SPSS for windows
versi 17 , dengan kriteria sebagai berikut:
1) Jika rhitung >rtabel maka pertanyaan dinyatakan valid.
2) Jika rhitung <rtabel maka pertanyaan dinyatakan tidak valid.
b. Uji Realibilitas

32

Uji reliabilitas merupakan tingkat kehandalan suatu instrumen


penelitian. Instrumen yang reliabel berarti instrumen yang digunakan beberapa
kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama
(Sugiyono, 2005:110). Bila koefisien korelasi (r) positif dan signifikan, maka
instrumen tersebut sudah dinyatakan reliabel. Butir pertanyaan yang sudah
dinyatakan valid dalam uji validitas akan ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria
sebagai berikut:

1) Jika r alpha positif atau > r tabel maka pernyataan realibel.


2) Jika r alpha negatif atau > r tabel maka pernyataan tidak realibel
3.10 Teknik Analisis Data
a. Analisis Deskriptif
Metode ini merupakan uraian atau penjelasan dari hasil pengumpulan data
primer berupa kuesioner yang telah diisi oleh sejumlah responden penelitian
sehingga mendapat gambaran umum mengenai karakteristik dan kriteria
responden yang akan diteliti.

33

34