Anda di halaman 1dari 4

1.

1 Latar Belakang
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini sedang
berkembang dengan sangat pesat. Kebutuhan masyarakat untuk memperoleh akses
informasi dengan cepat dan tepat melalui sumber-sumber informasi yang kini
semakin banyak jumlahnya terus meningkat. Hal ini berdampak pada tingkat
kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin meningkat,
khususnya kebutuhan akan ponsel pintar atau smartphone. Hal ini tentu saja
menjadi sebuah tantangan bagi para perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam
bidang teknologi informasi dan komunikasi untuk terus mengembangkan
produknya agar dapat bersaing untuk merebut hati calon konsumennya.
Persaingan ini tentu saja secara langsung maupun tidak langsung akan membawa
dampak kepada konsumen maupun produsen itu sendiri.
Bagi para produsen, persaingan ini membuat mereka harus terus-menerus
memikirkan berbagai cara untuk merebut minat calon konsumen. Mereka terus
mencoba untuk mengembangkan produknya baik dari segi kualitas produknya dan
terus melakukan inovasi-inovasi dalam hal desain dan fitur-fitur yang terkandung
di dalam produknya agar dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan calon
konsumennya. Menurut Kotler dan Armstrong (2001:354), kualitas produk adalah
kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya, meliputi daya tahan,
keandalan, ketepatan, kemudahaan operasi dan perbaikan, serta atribut bernilai
lainnya. Berdasarkan penjelasan diatas, kualitas produk bisa diukur sejauh mana
produk tersebut bisa memuaskan pelanggannya. Kotler dan Armstrong (2008:272)
menyatakan bahwa pengembangan suatu produk melibatkan pendefinisian
manfaat yang akan ditawarkan produk tersebut, dimana manfaat ini
dikomunikasikan oleh atribut produk seperti kualitas, fitur, dan desain. Menurut
Tjiptono (2001:103) atribut produk merupakan unsur-unsur yang dipandang
penting oleh konsumen dan dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan
pembelian.
Persaingan antar produsen yang semakin ketat ini lagi menjadikan aspek
harga sebagai fokus utama untuk merebut minat konsumen. Kualitas produk dan
fitur yang baik menjadi aspek utama yang terus dikembangkan produsen agar
memperoleh keunggulan bersaing dan memenangkan hati calon konsumennya.
Fenomena ini juga terlihat pada iklan dan promosi yang dilakukan oleh produsen
smartphone itu sendiri. Saat ini iklan yang dibuat fokus pada kemampuan produk
smartphone tersebut bahkan menggambarkan secara detail tentang kualitas, desain
dan fitur produk smartphone tersebut. Hal ini memberi gambaran bahwa ketiga
aspek ini dipandang penting untuk menciptakan keunggulan dan merebut hati
konsumen.

Disamping hal tersebut, produsen juga perlu mengamati dan mencermati


minat beli konsumen terhadap suatu produk untuk memprediksi perilaku
konsumen dimasa yang akan datang. Durianto dan Liana (2004:44) menyatakan
bahwa minat beli merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana
konsumen untuk membeli produk tertentu serta berapa banyak unit produk yang
dibutuhkan pada periode tertentu. Dapat dikatakan bahwa minat beli merupakan
pernyataan mental dari dari konsumen yang merefleksikan rencana pembelian
sejumlah produk dengan merek tertentu. Hal ini sangat diperlukan oleh para
produsen untuk mengetahui minat beli konsumen terhadap suatu produk, baik
para pemasar maupun ahli ekonomi menggunakan variabel minat untuk
memprediksi perilaku konsumen dimasa yang akan datang. Mengenali perilaku
konsumen khususnya dalam hal perilaku pembelian memang bukan pekerjaan
yang mudah tetapi merupakan tugas yang sangat penting bagi perusahaan untuk
memahaminya. Kotler & Armstrong (2008:158) menjelaskan bahwa kebanyakan
perusahaan besar melakukan penelitian secara sangat rinci untuk mengetahui
tentang apa yang dibeli konsumen, di mana mereka membeli, bagaimana dan
berapa banyak yang mereka beli, kapan mereka membeli, dan mengapa mereka
membeli.
Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi,
konsumen pun semakin mudah untuk memberi penilaian terhadap produk-produk
tersebut. Hal ini membuat konsumen semakin cermat dalam menentukan
keputusan yang sesuai dengan minat belinya. Konsumen semakin memperhatikan
kualitas produk yang akan dipilihnya. Khususnya smartphone, maka konsumen
sangat mementingkan kualitas mengingat tingkat penggunaannya yang tinggi dan
digunakan dalam jangka panjang. Tentu konsumen akan memilih smartphone
dengan kinerja yang baik, awet, dan memiliki fitur yang dapat memenuhi
kebutuhannya.
Di samping itu, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini
juga membuat kebutuhan konsumen terhadap ponsel tidak hanya sebatas sebagai
alat untuk berkomunikasi saja, melainkan sebagai sarana hiburan, perangkat yang
dapat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan, dan alat untuk memperoleh
informasi mengenai suatu kejadian ataupun fenomena yang sedang terjadi. Dalam
kaitannya mengenai situasi tersebut, smartphone menyediakan fitur-fitur yang
sangat lengkap yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumennya.
Media foto dan gambar yang semakin beragam, pemutar musik, sistem operasi
(operating system) yang semakin canggih, akses internet dan media sosial, serta
berbagai fitur lainnya memungkinkan para penggunanya dapat bertukar informasi
dengan sangat cepat. Hal ini menjadi bukti bahwa peran ponsel memang sudah
bergeser sehingga desain yang ditampilkam dalam sebuah smartphone dan fitur-

fitur yang terdapat didalamnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi konsumen
sebelum membuat keputusan membeli.
Apple Inc (sebelumnya bernama Apple Computer, Inc.) adalah sebuah
perusahaan yang bermarkas di Silicon Valley, Cupertino, California dan bergerak
dalam bidang perancangan, pengembangan, dan penjualan barang-barang yang
meliputi elektronik konsumen, perangkat lunak komputer, serta komputer pribadi.
Apple Inc. didirikan pada tanggal 1 April, 1976 dan diinkonporasikan menjadi
Apple Computer, Inc. pada tanggal 3 Januari, 1977. Pada 9 Januari, 2007, kata
"Computer" dihapus untuk mencerminkan fokus Apple terhadap bidang elektronik
konsumen setelah peluncuran smartphone iPhone. Smartphone iPhone merupakan
salah satu produk yang sedang menguasai penjualan smartphone di dunia bersama
perusahaan-perusahaan besar lainnya seperti Samsung, Lenovo, dan Xiaomi
seperti yang digambarkan pada table berikut ini:
Tabel 1.1
Penjualan dan Market Share Smartphone di Dunia Pada Kuartal 4 Tahun
2013 dan 2014
Perusahaan

Apple
Samsung
Lenovo
Huawei
Xiaomi
Lainnya
Total

Kuartal 4
2014
(Unit)
74.832
73.032
24.300
21.038
18.582
155.701
367.484

Kuartal 4
2014
Market
Share (%)
20,4
19,9
6,6
5,7
5,1
42,4
100,0

Kuartal 4
2013
(Unit)
50.224
83.317
16.465
16.057
5.598
111.204
282.866

Kuartal 4
2013
Market
Share(%)
17,8
29,5
5,8
5,7
2,0
39,3
100,0

Sumber: http://www.macrumors.com/2015/03/03/gartner-apple-samsung-q4-2014 (data


diolah)

Dari table 1.1 dapat kita lihat bahwa penjualan unit smartphone Apple
mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada kuartal 4 tahun 2014
dibandingkan dengan kuartal 4 tahun 2013. Hal ini membuat smartphone apple
menjadi market leader pada akhir tahun 2014 melewati penjualan produk
smartphone pesaing seperti Samsung, Lenovo, Huawei, Xiaomi dan lainnya.
Di Indonesia, fenomena smartphone ini juga terjadi di berbagai kalangan
termasuk di kalangan remaja terutama pada kalangan mahasiswa dan mahasiswi
di Fakultas Ekonomi Sumatera Utara. Kualitas produk iPhone yang tahan lama

dan desain produk yang simple membuat mahasiswa/i memilih untuk membeli
smartphone iPhone dibandingkan dengan produk smartphone perusahaan lain.
Fitur canggih dr iPhone juga menjadi suatu pertimbangan mengapa para
mahasiswa/i Fakultas Ekonomi Sumatera Utara memilih untuk menggunakan
produk pabrikan Apple ini.
Sedangkan untuk aspek harga, para mahasiswa/i Fakultas Ekonomi
Sumatera Utara merasa bahwa produk smartphone iPhone mempunyai kualitas
produk dan fitur yang dinilai pantas dengan harga yang ditawarkan oleh
perusahaan Apple. Peneliti melihat bahwa faktor harga bukanlah suatu aspek yang
menjadi penilaian utama atas pemilihan produk iPhone di kalangan mahasiswa/i
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk mengetahui sejauh
mana harga, kualitas produk, dan fitur-fitur produk mempengaruhi minat
pembelian produk smartphone iPhone. Untuk itu, penulis melakukan penelitian
dengan judul : Pengaruh Harga, Kualitas Produk, dan Fitur Produk
Terhadap Minat Pembelian smartphone iPhone Pada Mahasiswa/i Fakultas
Ekonomi Universitas Sumatera Utara.