Anda di halaman 1dari 4

PENGERTIAN

Kepemimpinan(Leadership) adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh


pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukanya dalam kerja"
dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau
praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya
memberikan pengajaran/instruksi
Kepemimpinan yang efektif harus memberikan pengarahan terhadap usaha usaha
semua pekerja dalam mencapai tujuan tujuan organisasi, tanpa kepemimpinan
hubungan antara tujuan perseorangan dengan tujuan organisasi mungkin menjadi
renggang(lemah).
Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam
mengerjakan sesuatu atau tidak mangerjakan sesuatu. Seseorang dikatakan apabila
dia mempunyai pengikut atau bawahan.Bawahan pemimpin ini dapat disuruh untuk
mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu dalam mencapai tujuan
bersama yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
Semakin tinggi kedudukan seorang pemimpin dalam organisasi maka semakin
dituntut daripadanya kemampuan berfikir secara konsopsional strategis dan makro.
Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia akan semakin
generalist, sedang semakin rendah kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia
menjadi spesialist.
Teori generis, teori sosial dan teori okologis adalah teori yang mengemukakan
lahirnya/timbulnya seorang pemimpin, sedangkan tipe-tipe kepemimpinan dapat
diklasifikasikan menjadi lima tipe utama yaitu tipe otokratis, militeristis,
paternalistis, karismatis dan tipe demokratis.
TEORI KEPEMIMPINAN
1.

Teori sifat kepemimpinan

Keith Davis mengihtisarkan ada empat cirri utama yang mempunyai pengaruh
terhadap kesuksesan kepemimpinan dalam organisasi yaitu :
a.

Kecerdasan(intellegence)

b.

Kedewasaan social dan hubungan social yang luas(social maturity and breath)

c.

Motivasi diri dan dorongan berprestasi

d.

Sikap sikap hubungan manusiawi

2.

Teori kelompok

Teori ini dikembangkan atas dasar ilmu psikologi social yang menyatakan bahwa
untuk pencapaian tujuan-tujun kelompok harus ada pertukaran yang positif antara
pemimpin dan bawahannya.
3.

Teori situasional(contingency)

Pendekatan sifat maupun kelompok terbukti tidak memadai untuk mengungkap


teori kepemimpinan yang menyeluruh, perhatian dialihkan pada aspek-aspek
situasional kepemimpinan.
4.

Teori Path-Goal

Teori ini menganalisa engaruh(dampak) kepemimpinan terutama perilaku pmimpin


terhadap motivasi bawahan, kepuasan dan pelaksanaan kerja.

eorang pemimpin organisasi juga mempunyai tipe-tipe dalam

kepemimpanya, yaitu
1. Tipe Otokratik
Adalah tipe sorang pemimpin yang egois dan otoriter
2. Tipe Paternalistik
Adalah tipe seorang pemimpin yang hanya terdapat di lingkungan trasisional,
contohnya : tokoh adat , ulama, dan para guru
3. Tipe Kharismatik
Adalah tipe seorang pemimpin yang mempunya daya tarik sendiri pada pemimpin
tersebut sehingga menimbulkan simpati kepada organisasinya
4. Tipe Laissez Faire
Adalah tipe seorang pemimpin yang berpandangan bahwa organisasinya akan
berjalan secara lancar karena anggotanya yang terdiri dari orang orang dewasa
yang sudah memiliki tujuan organisasi.
5. Tipe Demokratik
Adalah tipe seorang pemimpin yang disegani bukan ditakuti karena melakukan
manusia dengan cara manusiawi dan menjunjung tinggi harkat dan martabat
manusia.
Ciri-ciri pemimpin tipe ini adalah sebagai berikut :
a. Menganggap bahwa organisasi adalah milik pribadi

b. Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.


c. Menganggap bahwa bawahan adalah sebagai alat semata-mata
d. Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain karena dia
menganggap dialah yang paling benar.
e. Selalu bergantung pada kekuasaan formal
f. Dalam menggerakkan bawahan sering mempergunakan pendekatan (Approach)
yang mengandung unsur paksaan dan ancaman.

Dibalik tipe-tipe kepemimpinan dalam suatu organisasi , juga ada yang mengatakan
teori-teori yang dilihat dari hasil survey yang dilakukan oleh orang-orang
mempelajari kriteria-kriteria yang dilakukan oleh seorang pemimpin.
Diantaranya adalah:
1. Teori Genetic
Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan leaders are born and not made.
bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena
dilahirkan dengan bakat pemimpin.Dalam keadaan bagaimana pun seorang
ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan
untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.
2. Teori Sosial
Jika teori genetis mengatakan bahwa leaders are born and not made, make
penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu : Leaders are made and
not born.
Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi
pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.
3. Teori Ekologis
Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial.
Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi
pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat
kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang
teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk
mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.
Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan
untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang menyebabkan
seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik
Syarat-syarat pemimpin yang baik Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa
seorang yang tergolong sebagai pemirnpin adalah seorang yang pada waktu
lahirnya yang berhasil memang telah diberkahi dengan bakat-bakat kepemimpinan

dan karirnya mengembangkan bakat genetisnya melalui pendidikan pengalaman


kerja.
Pengambangan kemampuan itu adalah suatu proses yang berlangsung terus
menerus dengan maksud agar yang bersangkutan semakin memiliki lebih banyak
ciri-ciri kepemimpinan.
Walaupun belum ada kesatuan pendapat antara para ahli mengenai syarat-syarat
ideal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, akan tetapi beberapa di antaranya
yang terpenting adalah sebagai berikut :
a) Pendidikan umum yang luas.
b) Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang genoralist yang baik juga.
c) Kemampuan berkembang secara mental
d) Ingin tahu
e) Kemampuan analistis
f) Memiliki daya ingat yang kuat
g) Mempunyai kapasitas integratif
h) Keterampilan berkomunikasi
i) Keterampilan mendidik
j) Personalitas dan objektivitas
k) Pragmatismo
l) Mempunyai naluri untuk prioritas
m) Sederhana
n) Berani
o) Tegas dan sebagainya.