Anda di halaman 1dari 5

Perencanaan Kapasitas untuk Layanan Web March 17, 2010

Perencanaan Kapasitas untuk Layanan Web


Boy Dewa Priambada

Program Pascasarjana Ilmu Komputer


Institut Pertanian Bogor

Abstrak

Website adalah kumpulan halaman yang digunakan untuk mempublikasikan


informasi. Dalam merancang web, tujuan harus jelas, sehingga jelas informasi yang akan
disampaikannya. Makalah ini dibuat untuk menelaah perencanaan kapasitas untu layanan
web. Perencanaan kapasitas layanan web diawali dengan menentukan model bisnis dan tujuan yang
terukur, yang menetapkan tujuan tingkat layanan dan mengidentifikasi aplikasi pusat
tujuan tersebut. Untuk memenuhi tuntutan pelanggan terhadap layanan web, yaitu avaibility,
scalability dan efisiensi biaya, perencanaan kapasitas harus memahami beban kerjanya, penggunaan
sumber daya, pemanfaatan sumber daya, dan waktu yang harus dipenuhi dalam menghabiskan beban
kerja tersebut, sehingga jelas kapasitas yang dibutuhkan oleh sebuah sistem untuk memenuhi
(mengubah) beban kerja dengan jaminan tingkat kinerja tertentu.

Pendahuluan

Website adalah kumpulan halaman yang digunakan untuk mempublikasikan informasi


berupa teks, gambar, dan program multimedia lainnya yang bersifat statis ataupun dinamis
yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait antara satu page dengan page
lainnya yang sering disebut sebagai hyperlink.
Dalam membuat harus merencanakan tujuan dari pembuatan website tersebut,
sehingga jelas informasi-informasi yang diperlukannya dan siapa yang akan menjadi
sasarannya. Web juga sangat erat hubungannya dengan pelanggan, yang jumlahnya tidak
terbatas, dengan waktu yang tidak terbartas pula. Untuk itu diperlukan metode perencanaan
kapasitas dan manajemen dalam layanan web tersebut. Makalah dibuat untuk memaparkan
perencanaan kapasitas dalam layanan web.

Perencanaan Kapasitas

Perencanaan kapasitas dapat melalui 3 tahapan, yaitu :

1. Menentukan level layanan yang dipersyaratkan


2. Menganalisis kapasitas (Analyze Current Capacity)
3. Perencanaan untuk masa yang akan datang (planning for the future)

1|Page
Perencanaan Kapasitas untuk Layanan Web March 17, 2010

1. Menentukan level layanan yang dipersyaratkan


Dalam menentukan level layanan diperlukan pemahaman beban kerja yang pada sistem
dan unit apa yang akan digunakan untuk mengukur pekerjaan tersebut. Beban kerja
dari perspektif perencanaan kapasitas merupakan proses sistem komputer
dalam memasok permintaan dan memberikan layanan yang memuaskan kepada
pengguna. Sebuah beban kerja adalah klasifikasi logis dari pekerjaan yang dilakukan
pada komputer sistem. Beban kerja itu sendiri juga mencakup apa, siapa dan bagaimana
pekerjaan tersebut dilakukan. Bagian yang paling penting dalam beban kerja adalah
bagian dari evaluasi kinerja proyek. Ada beberapa pertimbangan ketika kita memilih
beban kerja untuk evaluasi, seperti layanan yang diberikan oleh beban kerja, tingkat
detail, efektif perwakilan, dan ketepatan waktu (Fourtier et al., 2003).

2. Menganalisis kapasitas (Analyze Current Capacity)


Dalam menganalisis kapasitas langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :
a. Membandingkan hasil pengukuran dari setiap item yang dirujuk dalam
tingkat layanan dengan tujuan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui fungsi dari
beban (Throughput)
b. Memeriksa penggunaan berbagai sumber daya system (CPU, memori, dan I / O
device), sehingga dapat mengetahui permasalahan yang ada pada sumber daya.
c. Memperhatikan pemanfaatan sumber daya untuk setiap beban kerja. Memastikan
beban kerjalah yang menjadi pengguna utama dari setiap sumber daya.
d. Menentukan di mana beban kerja masing-masing menghabiskan waktunya dengan
menganalisis komponen waktu respon, sehingga dapat menentukan sumber daya
sistem yang bertanggung jawab atasbagian terbesar dari waktu respon untuk setiap
beban kerja.

3. Perencanaan untuk masa yang akan datang


Perencanaan kapasitas benar-benar hanya sebuah proses untuk menentukan optimal
cara untuk memenuhi kebutuhan bisnis seperti diperkirakan meningkat
dalam jumlah pekerjaan yang harus dilakukan, sementara pada saat yang sama
pertemuan persyaratan tingkat layanan. Persyaratan pemrosesan masa depan dapat
berasal dari berbagai sumber. Masukan dari manajemen dapat mencakup:
• Diharapkan adanya pertumbuhan dalam bisnis
• Persyaratan untuk menerapkan aplikasi baru

2|Page
Perencanaan Kapasitas untuk Layanan Web March 17, 2010

• Rencana akuisisi atau divestasi keterbatasan anggaran IT


• Permintaan untuk konsolidasi sumber daya TI

Selain itu, persyaratan pemrosesan masa depan dapat diidentifikasi dari


tren pengukuran sejarah yang masuk kerja seperti perintah atau transaksi.

Perencanaan Kapasitas untuk Layanan Web

Layanan web (web service) menggambarkan fungsionalitas terpapar oleh suatu


perusahaan, biasanya melalui sambungan internet, dengan tujuan agar perusahaan lain atau
program perangkat lunak lain dapat menggunakan layanan tersebut. Dalam layanan berbasis
web, users dan pelanggan mengandalkan kemampuan layanan web tersebut untuk diakses
setiap saat, dengan menuntut ketersediaan (avaibility), skalabilitas (scalability), dan efisiensi
biaya (cost efficiency). Ketersediaan berarti bahwa pengguna dan pelanggan dapat
mengandalkan mengakses layanan web apapun dari manapun, kapan saja, terlepas dari situs
web atau jaringan loads. Availability juga berarti bahwa situs layanan menyediakan bertemu
dengan beberapa ukuran kualitas, seperti pendek dan waktu respon dapat diramalkan.
Skalabilitas berarti bahwa penyedia layanan web harus mampu melayani yang cepat tumbuh
dan tidak diketahui jumlah pelanggan dengan sedikit penurunan performa. Sedangkan
keefektifan biaya berarti bahwa kualitas layanan web, diwakili oleh ketersediaan dan kecepat
tanggapan, harus datang dengan pengeluaran yang memadai dalam infrastruktur TI dan
personil.
Manajemen pelayanan web harus mencakup kesiapan web dalam mengakomodasi
lonjakan volume perdagangan per hari hingga 75 persen; jumlah server yang cukup untuk
menangani pelanggan dengan puncak akses 10 kali lebih besar daripada rata-rata dalam setiap
bulannya; jumlah server yang cukup untuk web dengan avaibility 99,99% selama puncak jam
bisnis;jaminan keamanan dalam transaksi bisnis serta pertukaran informasi.
Dengan memperhatikan kebutuhan dalam sistem manajemen pelayanan web maka
perencanaan kapasitas layanan web memerlukan sistematis mengikuti serangkaian steps.
Gambaran langkah-langkah utama dalam pendekatan kuantitatif untuk menganalisis
layanan web seperti terlihat pada Gambar 1.

3|Page
Perencanaan Kapasitas untuk Layanan Web March 17, 2010

Gambar 1. Proses Perencanaan Kapasitas untuk Pelayanan Web (Almeida et al., 2002)

Perencanaan kapasitas layanan web diawali dengan menentukan model bisnis model dan
tujuan yang terukur, yang menetapkan tujuan tingkat layanan dan mengidentifikasi aplikasi pusat
tujuan tersebut.

1. Layanan architecture (understand the service architecture). Hal ini berarti bahwa dalam
perencanaan kapasitas layanan web perlu dipahami sistem model bisnis yang dipersyaratkan,
konfigurasi situs dalam hal server dan konektivitas internal, jumlah dan jenis server (HTTP,
database, otentikasi, atau streaming media), jenis perangkat lunak (sistem operasi, perangkat
lunak server, transaksi monitor, atau sistem manajemen basis data),
avaibility dan skalabilitas. Dengan demikian dihasilkan deskripsi sistematis lingkungan Web,
komponen, dan jasa.
2. Characterize the workload. Merupakan urutan permintaan untuk melaksanaan e-
bisnis, dengan tujuan yang terukur

4|Page
Perencanaan Kapasitas untuk Layanan Web March 17, 2010

3. Obtain model parameters. Melibatkan pemantauan dan mengukur kinerja layanan


Web, kunci untuk menjamin kualitas layanan dan mencegah masalah.
4. Forecast workload evolution. Menyediakan jawaban atas pertanyaan seperti
bagaimana yang jumlah pengguna online-bervariasi selama kurun waktu tertentu dan
berapa banyak pengguna secara simultan akan mengakses streaminglayanan media
enam bulan dari sekarang.
5. Develop performance model. Menggunakan teknik kuantitatif dan analitis didasarkan
pada model teori antrian untuk mengembangkan model kinerja.
6. Calibrate and validate models. Memvalidasi model-model yang mewakili kinerja dan
beban kerja.
7. Predict service performance. Memprediksi kinerja layanan web di bawah berbagai
skenario.
8. Analyze cost performance. Menunjukkan kepada manajemen tindakan apa yang akan
menjamin bahwa Layanan TI akan memenuhi tujuan bisnis masa depan.

Kesimpulan

Perencanaan kapasitas layanan web diawali dengan menentukan model bisnis dan tujuan
yang terukur, yang menetapkan tujuan tingkat layanan dan mengidentifikasi aplikasi pusat
tujuan tersebut. Untuk memenuhi tuntutan pelanggan terhadap layanan web, yaitu avaibility,
scalability dan efisiensi biaya, perencanaan kapasitas harus memahami beban kerjanya, penggunaan
sumber daya, pemanfaatan sumber daya, dan waktu yang harus dipenuhi dalam menghabiskan beban
kerja tersebut, sehingga jelas kapasitas yang dibutuhkan oleh sebuah sistem untuk memenuhi
(mengubah) beban kerja dengan jaminan tingkat kinerja tertentu.

Daftar Pustaka

Anonimous. 2010. How to do capacity planning. Team Quest Corporation.


Anonimous. 2008. Pengertian website. Bali Intermedia Utama. http://www.balinter.net/
Almeida V.A.F. and Daniel A. Menasce. 2002. Capacity Planning: An Essential Tool for
Managing Web Services. IT Pro.
Fourtier P. J. and Howard E. Michel. 2003. Computer system, performance evaluation and
prediction. Digital Press is an imprint of Elsevier Science (USA).

5|Page