Anda di halaman 1dari 24

1.

Kmmm
Organisasi sequensial adalah merupakan cara yang paling dasar untuk

mengorganisasikan kumpulan record-record dalam sebuah berkas.


File dapat dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu:
A. Karekteristik dari media penyimpanan
B. Volume dan frekuensi ditransaksi yang diproses.
C. Respone time yang diperlukan.
KONSEP DASAR ORGANISASI SEQUENSIAL
1.Record
Dalam organisasi sequensial, pada waktu record dibuat, record-record direkam
secara berurutan. Record pertama ditempatkan pada posisi pertama dalam berkas, record
kedua ditempatkan pada posisi kedua dalam berkas dan seterusnya. Begitu pula pada
waktu pengaksesan dan pada waktu berkas ini digunakan sebagai input, record-record
harus diakses secara berurutan.
Dalam organisasi berkas sequential, bukan berarti bahwa record-record
tersebut disimpan dalam urutan numerik. Jika kita ingin menambahkan suatu record pada
berkas sequential, maka record tersebut akan terletak pada akhir berkas. Jika kita ingin
menambahkan suatu record pada berkas sekuensial, maka record tersebut akan tercetak
pada akhir berkas.

Organisasi berkas sequential dapat terdiri dari record-record yang berbeda jenis.
Contoh:
Pada gambar, dalam sistem penggajian terpadu (Intergrated personnel-payroll
system) mempunyai sebuah berkas pegawai (Employee file) yang terdiri dari dua jenis
record, yaitu:

Personnel Record
Rec type

empno

name

address

marital
status

sex

Home

Mil code

educ

so

log

Payroll Record
Rec

empno

type

Empno
type

accoun

Base

% time

respdept

salrate

Date

Date

start

chnge

Record-record pada berkas tersebut tidak memerlukan format dan ukuran yang sama.Pada
contoh tersebut, berkas disortir berdasarkan : EMP-NO, REC-TYPE

Proses
Karena record-record dalam organisasi berkas sequential harus diakses secara
berurutan, maka berkas sekuensial lebih sering menggunakan batch processing dari pada
interactive processing.
Keuntungan
Adapun keuntungan utama dari teknik organisasi berkas sequential adalah
kemampuan untuk mengakses record berikutnya secara tepat.karena recod tersusun
secara berurutan
Pola Akses

Pola Akses adalah penentuan akses berdasarkan field tertentu. Selama pola akses,
berkas sequential dapat dipasangkan dengan record-record yang sudah diurut pada
berkas, maka waktu aksesnya sangat baik. kita harus menentukan pola akses terlebih
dahulu, kemudian menentukan organisasi berkas sequential berdasarkan urutan yang
sesuai dengan pola aksesnya.
Media Penyimpanan Berkas Sequensial
Berkas sequential dapat disimpan dalam SASD, seperti magnetic tape atau pada
DASD, seperti magnetic disk.
Beberapa alasan kenapa menyimpan berkas sequensial pada DASD:
a.

Pada umumnya komputer dihubungkan dengan sedikit tape drive, sehingga tidak cukup
untuk menunjang program aplikasi yang banyak membutuhkan berkas sekuensial.

Contoh :
Jika 3 berkas sequential seperti master file, transaction file dan updata
master file yang digunakan oleh sebuah program, karena hanya ada 2 tape drive,
maka salah satu dari ketiga berkas tersebut disimpan dalam disk .
b.

Sistem yang dikonfigurasikan untuk fungsi berkas tertentu, selalu disimpan dalam disk.
Contoh
Sebuah sistem akan dikonfigurasikan dengan 2 tape drive pada satu saluran dan 2
disk drive pada saluran lain. Jika volume data besar yang dihasilkan oleh sebuah
program dari 2 berkas sequential maka akan menguntungkan bila berkas berkas
tersebut diletakan pada peralatan yang salurannya digunakan bersama sama.

c.

Karakteristik lalu lintas saluran dan kapasitas saluran pada sistem dapat dibuat
menguntungkan dengan cara memisahkan berkas-berkas dalam media penyimpanan.

Operasi-operasi dasar

Pembuatan Berkas Sequential


Pembuatan berkas sequential meliputi penulisan record-record dalam serangkaian
yang diinginkan pada media penyimpanan .
Pembuatan berkas transaksi sequential meliputi tugas-tugas:
Pengumpulan data
Perubahan data dalam bentuk bahasa yang dapat dibaca oleh mesin
Pengeditan data
Pemeriksaan transaksi yang ditolak
Penyortiran edit data
Pembuatan Berkas Laporan
Dalam pembuatan berkas laporan sequential dikenal 3 jenis record :
1) Header Record;
Mencakup report header, page header dan group header. Dikenal sebagai
informasi pengenal (Identifying Information).
2) Detail Record;
Mencakup isi laporan yang umumnya disusun dalam kolom.
3) Footer Record;
Mencakup report footer, page footer dan group footer. Dikenal sebagai informasi
ringkasan (Summary Information).
Retrieval Terhadap Berkas Sequential
Record pada berkas sequential di retrieve secara berurutan. Dimana record
tersebut ditulis pada berkas menentukan urutan dimana record tersebut di dapat
kembali.Retrieve dari sebuah berkas dapat dibagi 2, yaitu : Report Generation dan
Inquiry,yang bergantung pada jumlah data yang dihasilkan.
Pada umumnya berkas sequential diakses dalam model report generation. Karena
record-record harus diakses secara berurutan, tentunya lebih efisien mengakses setiap

record dari berkas tersebut.Inquiry dari berkas sequential mengalami hambatan, karena
organisasi berkas ini memerlukan pengaksesan record secara satu persatu. Namun ada
inquiry yang memerlukan pengaksesan semua record dari berkas.
Hit Ratio
Banyaknya record yang harus diakses untuk mendapatkan informasi yang
diinginkan dibagi dengan banyaknya record dalam berkas tersebut .
Contoh :
Inquiry NPM = 0029207 memerlukan pengaksesan record sebanyak 10 dari 100 record
yang ada dalam berkas mahasiswa.
Hit Ratio = 10/100 = 0.1
a. Semakin rendah hit ratio, semakin tidak baik bila menggunakan organisasi
sequential.
b. tinggi hit ratio, semakin baik bila menggunakan organisasi sequential. Kinerja
system berkas sequensial
Update Terhadap Berkas Sequential
Telah kita ketahui bahwa master file berisi data yang relatif tetap. Tetapi
kadangkadang kita perlu mengadakan perubahan pada berkas tersebut. Hal ini kita sebut
sebagai proses Update.
Frekuensi dimana sebuah master file harus di-update bergantung pada factor-faktor :
Tingkat perubahan data
Ukuran dari master file
Kebutuhan yang mendesak dari data yang sedang berjalan pada master file
File activity ratio
File Activity Ratio
Banyaknya record pada master file yang di-update dibagi dengan banyaknya record pada
master file.
Contoh :
Transaction file

Master File

101 Bimo 75

101 Bimo je.A 50

102 Amalia 70

103 seno je.C 30

103 Seno

60

104 Henni je Z 50
105 Pandu je.D 70

File Activity Ratio :

1+1=

0.5
4

Semakin tinggi file activity


ratio, semakin lama proses
peng-update-an master file

Semakin tinggi kebutuhan akan data yang baru pada master file, maka semakin
sering file tersebut diakses.

Semakin sering master file diupdate, semakin tinggi biaya pemrosesannya.


Kebanyakan berkas sequential tidak dapat di-update langsung di tempat, karena untuk

meng-update biasanya diperlukan berkas baru sebagai pengganti berkas lama.


Di bawah ini akan ditunjukkan gambar system flow diagram untuk meng-update
sebuah berkas sequential.

Generation File
Selama next cycle pada
proses update, new master file
yang sekarang akan
menjadi old master file. Menjadi banyaknya master file inilah yang disebut sebagai
Generation File. File yang mempunyai nama yang sama, tetapi berbeda nomor
generasinya. Jika old master sekarang merupakan generasi 1, maka new master
berikutnyamerupakan generasi 2, new master pada next cycle menjadi generasi 3, dan
seterusnya

Jenis update
Ada 3 jenis update yang dapat dilaksanakan pada master file :

Insert a new record

Delete an existing record

Modify an existing record

Kinerja Sitem berkas sequensial

Menangani Kesalahan
Dalam pelaksanaan update dapat ditemukan beberapa kesalahan ,seperti :

Insert record that already exists

Delete a record that does not exist

Modify a record that does not exist

Contoh :

Master File

Trans Type

101

101

102

103

2
1 : Delete

103

105

2 : Insert

104

107

3 : Modify

101
1
File activity ratio :
4
Contoh

Sebuah master file berisi 10 record. Transaksi yang akan diproses adalah sebagai
berikut :
Rec-Id
111
111
96
400
96
111
400
342
96

Trans Type
2
1
3
1
1
2
3
3
2

1 : Insert
2 : Delete
3 : Modify

4
File
activity ratio

=
10

DEKLARASI BERKAS SEQUENTIAL DALAM BAHASA COBOL


SELECT

[OPTIONAL]

filename

ASSIGN

TO

[implementor-name]
[ RESERVE integer
AREAS

AREA
[ ORGANIZATION is SEQUENTIAL ]
[ ACCESS MODE is SEQUENTIAL ]
[ FILE STATUS is data-name ].

ORGANISASI BERKAS INDEKS SEQUENTIAL


Pengertian organisasi berkas Index Sequensial
Organisasi berkas indeks sequential adalah Berkas/file yang disusun sedemikian
rupa sehingga dapat diakses secara sequential maupun secara direct (langsung) atau
kombinasi keduanya, direct dan sequential Data merupakan segala sesuatu yang masih
dalam bentuk bahan mentah yang akan diproses
Konsep Dasar ORGANISASI BERKAS INDEKS SEQUENTIAL
Struktur Pohon
Sebuah pohon adalah struktur dari sekumpulan elemen, dengan salah satu
elemennya merupakan akarnya dan sisanya yang lain merupakan bagian-bagian pohon
yang terorganisasi dalam susunan berhirarki dengan akar sebagai puncaknya.
Contoh umumnya adalah pada penyusunan silsilah keluarga, hirarki suatu
organisasi, daftar isi suatu buku dan lain sebagainya.
Secara rekursif suatu struktur pohon dapat didefinisikan sebagai berikut :
1.

Sebuah simpul tunggal adalah sebuah pohon.

2.

Bila terdapat simpul n, dan beberapa sub pohon T1, T2, ..., Tk, yang tidak saling
berhubungan, yang masing-masing akarnya adalah n1, n2, ..., nk, dari simpul / sub pohon
ini dapat dibuat sebuah pohon baru dengan n sebagai akar dari simpul-simpul n1,n2, ...,
nk.

Pohon Biner
Pohon

Biner adalah pohon yang setiap simpulnya memiliki paling banyak dua buah cabang /
anak.
Adapun jenis akses yang diperbolehkan, yaitu :
Akses Sekuensial
Akses Direct
Sedangkan jenis prosesnya adalah :
Batch
Interactive
Struktur Berkas Indeks sekuensial
Indeks Binary Search Tree
Data Sekuensial
Model operasi file :
A. Creation
B. Update
C. Retrieval ( pengaksesan file )
Comprehensip : mendapatkan semua informasi pada file
Selektifer : mendapatkan informasi pada record record dengan suatu

persyaratan

tertentu
D. Maintenance ( perubahan untuk memperbaiki tampila program )
Restructuring
Reorganization
Indeks disusun berdasarkan binary search tree dan digunakan untuk melayani sebuah
permintaan untuk mengakses sebuah record tertentu . Berkas data sequential digunakan
untuk mendukung akses sequential terhadap seluruh kumpulan record-record.
Implementasi Organisasi Berkas Indeks Sequential
Ada 2 pendekatan dasar untuk mengimplementasikan konsep dari organisasi
berkas indeks sequential :
_ Blok Indeks dan Data (Dinamik)
_ Prime dan Overflow Data Area (Statik)
Kedua pendekatan tersebut menggunakan sebuah bagian indeks dan sebuah bagian
data,dimana masing-masing menempati berkas yang terpisah.

Blok Indeks Dan Data


Pada pendekatan ini berkas indeks dan berkas data diorganisasikan dalam blok.
Berkas indeks mempunyai struktur tree, sedangkan berkas data mempunyai struktur
sequential dengan ruang bebas yang didistribusikan antar populasi record. Setiap entry
pada indeks mempunyai bentuk (nilai key terendah, pointer), dimana pointer menunjuk
pada blok yang lain, dengan nilai key-nya sebagai nilai key terendah. Setiap tingkat dari
blok indeks menunjuk seluruh blok, kecuali blok indeks pada tingkat terendah yang
menunjuk ke blok data.
Jika sebuah permintaan untuk mengakses record tertentu, misal kita ingin
mengakses dengan nilai key BAT, indeks dengan tingkat tertinggi (dalam hal ini blok
indeks 3-1) yang pertama yang akan dicari pada contoh ini, pointer dari AARDVARK
menunjuk blok indeks 2-1. Pointer yang ditunjuk pada kotak tersebut adalah pointer yang
berisikan AARDVARK, yang akan menunjuk ke blok indeks 1-1. POinter berikutnya
yang akan ditunjuk adalah pointer yang berisi BABOON, yang selanjutnya akan
menunjuk blok
Blok data ini akan mencari untuk record dengan key tujuan, yaitu BAT, dimana
pada blok ini record tersebut ditemukan.Permintaan untuk akses data dalam urutan
sequential dilayani dengan mengakses blok data dalam urutan sequential. Sebagai catatan
blok data merupakan consecutive secara logik dan bukan consecutive secara fisik. Dalam
hal ini, blok data harus dihubungkan secara bersama dalam urutan secara logik, seperti
terlihat pada gambar.
Misal :
Setiap blok data mempunyai ruang yang cukup untuk menampung 5 record dan
setiap blok indeks mempunyai ruang yang cukup untuk menyimpan 4 pasang (nilai
key,pointer).Parameter ini biasanya sudah dilengkapi dengan rutin dukungan sistem
manajemen data, pada saat berkas binatang ini dibentuk.
Jika kita menginginkan penyisipan maupun penghapusan terhadap isi berkas, maka blok
indeks dan blok data akan dibuat dengan sejumlah ruang bebas, yang biasanya disebut
sebagai padding dan pada gambar ditunjukkan sebagai irisan.

Permintaan : INSERT APE


INSERT AIREDALE
PRIME DAN OVERLOW AREA
Pendekatan lain untuk mengimplementasikan berkas indeks sequential
adalah berdasarkan struktur indeks dimana struktur indeks ini lebih ditekankan pada
karakteristik hardware (fisik) dari penyimpanan, dibandingkan dengan distribusi secara
logik dari nilai key. Indeksnya ada beberapa tingkat, misalnya tingkat cylinder indeks dan
tingkat track indeks. Berkas datanya secara umum diimplementasikan sebagai 2 berkas,
yaitu prime area dan overflow area. Misalnya setiap cylinder dari alat penyimpanan
mempunyai 4 track. Pada berkas binatang ada 6 cylinder yang dialokasikan pada prime
data area. Track pertama (nomor 0) dari setiap cylinder berisi sebuah indeks pada record
key dalam cylinder tersebut.

2. Kkjio

Sistem Berkas Organisasi


Berkas Relatif
ORGANISASI BERKAS RELATIF

Suatu berkas yang mengidentifikasikan record dengan key yang


diperlukan.

Record tidak perlu tersortir secara fisik menurut nilai key.

Organisasi berkas relatif paling sering digunakan dalam proses interaktif.

Tidak perlu mengakses record secara berurutan (consecutive).

Sebaiknya disimpan dalam Direct Access Storage Device (DASD) seperti


magnetic disk/drum.

Kemampuan Berkas Relatif

Kemampuan mengakses record secara langsung.

Record dapat di retrieve, insert, modifikasi dan delete tanpa


mempengaruhi record lain dalam berkas yang sama.

Tiga teknik dasar fungsi Pemetaan R


1. Pemetaan langsung (Direct Mapping)
2. Pencarian Tabel (Directory Look-up)
3. Kalkulasi (Calculating)
Teknik Pencarian Tabel

Dasar pemikirannya adalah direktori dari nilai key dan address.

Lebih cepat menggunakan binary search dibanding dengan sequential


search.

Keuntungan :
1.

Dapat meng-akses record dengan cepat bila diketahui nilai key.

2.
Nilai key berupa field, dapat diterjemahkan menjadi alamat. (select nama,
where nama = ??????). (select * from tmhs order by npm)
3.

Nilai key adalah address space indepedent.

Teknik Kalkulasi Alamat

R (Nilai key) address

Nilai key = dengan melakukan kalkulasi terhadap nilai key.

Benturan (collision) dapat terjadi apabila terdapat alamat relatif yang sama
untuk nilai key yang berbeda.

Cara mengatasi benturan, antara lain :

1. Scatter diagram techniques


2. Randomizing techniques
3. Key to address transformation methods

4. Direct addressing techniques


5. Hash tables methods
6. Hashing
Keuntungan Hashing :

Nilai key dapat digunakan langsung.

Nilai key adalah address space berubah.

Kelemahan Hashing :
Membutuhkan waktu proses untuk implementasi dan mengatasi benturan.
Teknik Pemetaan Langsung
Dua cara Peetaan Langsung :
1.

Pengalamatan Mutlak (Absolut Addressing) ;

R (Nilai key) Address


Nilai key = alamat mutlak
Nilai key = alamat sebenarnya dimana record tersimpan. Pada saat
penyimpanan dan pemakaian record, harus diketahui dan diberikan pemakai.
Keuntungan :
1)

Fungsi Pemetaan R sangat sederhana.

2)

Retrieve lebih cepat.

Kelemahan :
1)

Harus diketahui penyimapanan record secara fisik.

2)

Nilai key tidak boleh hasil perhitungan.

3)

Alamat mutlak adalah device independent.

4)

Alamat mutlak adalah address space dependent.

2.

Pengalamatan Relatif (Relative Addressing) ;

R (Nilai key) Address

Nilai key = alamat relatif.


Nilai key = urutan record tersebut dalam berkas.
Keuntungan :
1)

Fungsi Pemetaan R sangat sederhana.

2)

Penetuan nilai key tidak perlu waktu proses yang lama.

Kelemahan :
1)

Alamat relatif adalah address space dependent.

2)

Terjadinya pemborosan ruangan.

Contoh :
4 digit untuk jenis barang (9999).
Padahal hanya ada 2000 jenis barang.
Pemborosan 80% ruang penyimpanan.
Tujuan Utama Hashing :
Agar dua buah kunci yang berbeda tidak mempunyai nilai relative address yang
sama.
Perbandingan fungsi hash :

Division Remainder ;

Menggunakan metode pembagian.


Untuk distribusi nilai key yang tidak diketahui.

Mid Square ;

Menggunakan metode perpangkatan.


Untuk file dengan faktor cukup rendah.

Folding ;

Menggunakan metode penjumlahan.

Mudah dalam perhitungan, baik bila panjang nilai key = panjang address.
Pendekatan masalah Collision :
Open Addressing ;
Menemukan address yang bukan home address untuk K2.
Separate Overflow ;
Menemukan address untuuk K2 di luar primary area yakni di overflow area.
Teknik Mengatasi Collision :
1. Linier Probing (Pendekatan Open Addressing) ;
Proses pencarian secara sequential dari home address sampai lokasi yang
kosong.
Harus ada penentuan apakah address kosong.
1. Addressing (Pendekatan Separate Overflow) ;
Menggunakan double hashing.
Memakai fungsi hash kedua terhadap hasil dari fungsi hash pertama.
Hasilnya bisa di primary area atau separate overflow area.
Perbandingan kedua teknik :
Linier Probing
* menghasilkan synonim berkelompok

Double hashing

* cocok untuk faktor muat rendah* menghasilkan synonim berpencar


* cocok untuk faktor muat tinggi
Fungsi hash yang umum digunakan :
1. Division Remainder
2. Mid Square
3. Folding
Division Remainder

R(nilai key) address

Nomor relatif dari suatu nilai key merupakan sisa dari hasil pembagian nilai key
tersebut denga suatu bilangan.
Mid Square

R (Nilai key) Address

Nilai key dikuadratkan kemudian beberapa digit diambil dari tengah. Alamt relatif,
diambil mulai dari digit
Folding

Nilai key dibagi menjadi beberapa bagian.


Setiap bagian (kecuali bagian terakhir) mempunyai digit sama dengan
digit alamat relative.
Bagian-bagian ini dilipat dan dijumlah.
Hasil penjumlahan adalah alamat relatif (digit tertinggi dibuang bila
diperlukan).

Synonim Chaining (Penggandengan)

Menggabung synonim bersama-sama.


Tidak mengurangi jumlah collision tetapi mengurangi waktu akses untuk
meretrieve.

Bucket Addressing
Hash ke dalam blok yang memberikan tempat bagi sejumlah record.

3. Lkjjii

ORGANISASI BERKAS RELATIF

PENGERTIAN BERKAS RELATIF


Suatu cara yang efektif dalam mengorganisasi sekumpulan record yang membutuhkan
akses sebuah record dengan cepat. dalam berkas relative ada hubungan antara key yang
dipakai untuk mengidetifikasi record dengan lokasi record dalam penyimpanan sekunder.

urutan record secara logic tidak ada hubungannya dengan urutan secara fisik menurut
nilai key.
PROSES
pada waktu sebuah record ditulis kedalam berkas relative. fungsi pemetaan R digunakan
untuk menerjemahkan NILAI KEY DARI RECORD menjadi ADDRESS, dimana record
tersebut disimpan. Begitu pula pada waktu akan me-retrieve record dengan nilai key
tertentu, fungsi pemetaan R digunakan terhadap nilai key tersebut, untuk menerjemahkan
nilai key itu menjadi sebuah address dalam penyimpanan sekunder, dimana record
tersebut ditemukan. Organisasi berkas relatif ini tidak menguntungkan bila penyimpanan
sekundernya berupa media SASD, seperti magnetic tape. Berkas relative harus disimpan
didalam media SASD, seperti disk atau Drum. dimungkinkan untuk mengakses recordrecord dalam berkas relatif secara consecutive, tetati perlu diketahui bahwa nilai key
tidak terurut secara logic.
Ada 3 teknik dasar yang digunakan untuk menyatakan fungsi pemetaan R, dimana
R(NILAI KEY) ADDRESS:

1. Direct Mapping (Pemetaan Langsung)


2. Directory Lookup (Pencarian Tabel)
3. Calculation (Kalkulasi)

Penjelasan:
Teknik Direct Mapping (Pemetaan Langsung)
teknik ini merupakan teknik yang sederhana untuk menerjemahkan nilai record key
menjadi address. Ada 2 cara dalam pemetaan langsung, yaitu:
- Absolute Addressing (Pengalamatan Mutlak).
R (NILAI KEY) ADDRESS
NILAI KEY = ALAMAT MUTLAK
Nilai key yang diberikan oleh pemakai program sama dengan ADDRESS sebenarnya dari
record tersebut pada penyimpanan sekunder. pada waktu record disimpan, lokasi
penyimpanan record (nomor silinder, nomor permukaan, nomor record) bila dipakai
Cylinder Addressing bila dipakai Sector Addressing harus ditentukan oleh pemakai.
Untuk teknik pengalamatan mutlak ini kita tidak perlu mempermasalahkan kunci atribut
karena kita diminta lansung menuliskan dimana alamat record yang akan kita masukkan .
jika kita menggunakan hard disk atau macnetic drum, ada dua cara dalam menentukan
alamat memorinya, yaitu:

Cylinder Addressing
Sector Addressing
jika kita menggunakan Cylinder Addressing , maka kita harus menetapkan nomor-nomor
dari silinder (Sylinder), permukaan (Surface), dan Record. Sedangkan bila kita
menggunakan Secto Addresing, maka kita harus menetapkan nomor-nomor dari sektor
(Sector), lintasan (Track), dan permukaan (Surface). teknik ini mudah dalam pemetaan
(pemberian alamat memorinya).
Keuntungan dari Pengalamatan Mutlak:

Fungsi Pemetaan R sanant sederhana.


tidak membutuhkan waktu yang lama dalam menentukan lokasi record pada
penyimpanan sekunder.
Kelemahan dari Pengalamatan Mutlak:
Pemakai harus mengetahui dengan pasti record-record yang disimpan secara
fisik
alamat mutlak adalah device dependent. perbaikan atau pengubahan device,
dimana berkas berada akan mengubah nilai key.
Alamat mutlak adalah address spase dependent. Reorganisasi berkas relative
akan menyebabkan nilai key berubah.
- Relatif Addressing (Pengalamatan Relatif).
Teknik ini menjadi atribut kunci sebagai alamat memorinya, jadi data dari NIM dijadikan
bertipe numeric (Integer) dan dijadikan alamat dari record yang bersangkutan. cara ini
memang sangat efektif untuk menemukan kembali record yang sudah disimpan, tetapi
sangat boros pengunaan memorinya. tentu alamat memorinya mulai dari 1 higga alamat
ke sekian juta tidak digunakan karena nilai dari NIM tidak ada yang kecil. pelajari
keuntungan dan kerugian lainnya. teknik ini termasuk dalam katagori address space
dependent.
Keuntungan dari Pengalamatan Relatif:

Fungsi pemetaan R sangat sederhana.


Nilai Key dari sebuah record dapat ditentukan lokasi recordnya dalam sebauh
penyimpanan sekunder tanpa memerlukan waktu proses yang berarti.

Kelemahan dari Pengalamatan Relatif:


Alamat Relatif adalah bukan device dependendent.
Alamat Relatif adalah address space dependent.

Terjadinya pemborosan ruangan.

Directory Lookup (Pencarian Tabel)


dalam pencarian tabel adalah sebuah table atau direktori dari nilai key dan address.
Teknik ini dilakukan dengan cara, mengambil seluruh kunci atribut dan alamat memori
yang ada dan dimasukkan ke dalam tabel tersendiri. jadi tabel misalnya disebut dengan
tabel index hanya berisi kunci atribut misalkan NIM yang telah disorting/urut dan alamat
memorinya. Sewaktu dilakukan pencarian data, tabel yang pertama dibaca adalah tabel
yang diberi nama tabel index. setelah ditemukan atribur kuncinya, maka data alamat yang
ada disana digunakan untuk meraih alamat record dari data(berkas,file atau tabel) yang
sebenarnya. pencarian yang dilakukan di tabel index akan lebih cepat dilakukan dengan
teknik pencarian melaui binary search daripada dilakukan dengan cara sequential.
Nilai key field (kunci atribut) bersifat address space independent (tidak terpengaruh
terhadap perubahan organisasi file-nya), yang berubah hanyalah alamat yang ada
indexnya.
Keuntungan dari Pencarian Tabel:

Sebuah record dapat diakses dengan cepat, setelah nilai key dalam direktori
ditentukan.
Nilai key dapat berupa field yang mudah dimengerti.
Nilai key adalah Address Space Independent, dimana reorganisasi berkas tak
akan mempengaruhi nilai key, yang berubah adalah alamat direktori.
Calculation (Kalkulasi)
pada teknik pencarian tabel kita harus menydiakan ruang memori untuk menyimpan tabel
indexnya, tapi dalam teknik kalkulasi tidak diperlukan lagi hal itu. yang dilakukan adalah
membuat hitungan sedemikian rupa sehingga dengan memasukkan kunci atribut
recordnya, alamatnya sudah dapat diketahui, masalahnya bagaimana membuat hitungan
dari kunci atribut itu sehingga hasilnya dapat lebih efisien dan tidak berbenturan dengan
nilainya.
keadaan dimana:
R(K1) = R(K2)
K1 . K2
(DISEBUT BENTURAN/COLIISION).
Teknik-teknik yang terdapat pada kalkulasi alamat:

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Scatter Storage Technique.


Randomizing Technique.
Key-to-address Transformation Methods.
Direct Addressing Technique.
Hash Table Technique.
Hashing.
Salah satu contoh penjelasan tentang teknik kalkulasi pengalamatan yaitu pemakaian
Scatter Storage Technique, Randomizing Teqhnique, Key-to-address Transformation
Methods, Direct Addressing Technique, Hash Table Technique & teknik Hashing antara
lain:
-Scatter Storage Technique
Sebuah metode baru untuk memasukkan dan mengambil informasi yang digambarkan
dalam tabel hash. Metode ini bakal menjadi efisien jika lebih banyak bagian yang sering
dilihat . Jumlah yang diharapkan dari kemungkinan untuk mencari entri, diperkirakan
secara teoritis dan diverifikasi oleh percobaan Monte Carlo, adalah kurang dari untuk
metode sebanding lain jika tabel hampir penuh.
-Randomizing Teqhnique
Sebuah metode yang digunakan untuk pengambilan data dan informasi secara random
(acak).
- Key-To-Address Tranformation Methods
Teknik yang digunakan dalam teori mengkoreksi kesalahan kode. hal ini diterapkan untuk
dapat menyelesaikan masalah dalam menangani file besar. dalam pendekatan baru, file
menangani masalah yang digambarkan dengan desain khusus untuk menampilkan
kelayakan.
- Direct Addressing Technique
Semua instruksi lain yang diperlihatkan menggunakan pengalamatan langsung yang
berarti, bahwa data yang telah direfensikan sebenarnay dan disimpan dalam struktur lain,
baik sebuah register atau lokasi memori.
- Hash Table Technique
Merupakan struktur yang menggunakan fungsi hash untuk efisien peta pengdentifikasi
tertentu atau kunci/key (misalkan nama-nama orang) untuk dihubungkan nilai (misalkan

nomor telepon mereka). funsi dari hash digunakan untuk mengubah kunci ke indeks
(hash) dari array elemen (dalam slot/ember) dimana nilai yang sesuai akan dicari. dalam
banyak situasi, hash table technique atau yang sering disebut teknik tabel hash ternyata
lebih efisien daripada pohon pencarian atau struktur lookup. Biasanya banyak digunakan
diberbagai jenis komputer perangkat lunak terutama untuk array asosiatif, pengideksan
database,
cache
dan
set.
Keuntungan menggunakan tenik tabel hash:

Keuntungan utamanya dalah kecepatannya. keuntungan ini lebih jelas ketika


jumlah entri yang besar (ribuan atau lebih). tabel hash dapat sangat efisien
ketika jumlah maksimum entri dapat diprediksi dari sebelumnya, sehingga ember
array dapat dialokasikan sekali dengan ukuran optimal dan tidak pernah diubah
ukurannya.
Jika himpunan pasangan kunci-nilai adalah tetap dan dikenal lebih dulu sehingga
insersi serta penghapusan tidak diijinkan. yang dapat mengurangi biaya rata-rata
lookup pilihan hati-hati dari fungsi hash, ember ukuran meja dan struktur data
internal. Secara khusus, ada kemungkinan dapat menyusun fungsi hash yang
tabrakan (bebas ) atau bahkan sempurna.
Kelemahan menggunakan teknik tabel hash:
Untuk aplikasi pengolahan string tertentu, seperti spell-checking. tebel hash
mungkin kurang efisien. jika setiap tombol diwakili oleh sejumlah kecil bit yang
cukup, maka bukan sebuah tabel hash yang dapat menggunakan tombol
langsung sebagai indeks ke array nilai.
Meskipun rata-rata biaya per operasi adalah konstan dan cukup kecil dengan
biaya operasi tunggal dapat cukup tinggi. secara khusus, jiak tabel hash
menggunakan ukuran dinamis, penyisipan atau penghapusan operasi yang
memerlukan waktu sebanding dengan jumlah entri. hal ini dapat dilkatakan
kelemahan yang serius secara realtime atau interaktif.
tabel hash biasanya, dalam pameran umumnya miskin pemukiman referensi
artinya data yang akan deakses didistribusikan tampaknya secara acak di
memori. hal ini dikarenakan tabel hash menyebabkan pola akses berupa lompatlompatm ini dapat memicu cache mikroprosesor yang menyebabkan penundaan
yang lama.
tabel hash menjadi sangat tidak efisien bila ada banyak tabrakan.

-Hashing

Hashing merupakan teknik mengindeks pada menajemen database dimana


nilai kunci(yang mengindentifikasikan record) dimanipulasi secara numerik untuk
menghitung langsung lokasi record yang berkaitan atau titik tolak untuk mencari record
yang terkait.
Teknik
mengindeks
pada
menajemen database dimana
nilai kunci (yang
mengindentifikasikan record)
dimanipulasi
secara numerik untuk
menghitung
langsunglokasi record yang berkaitan atau titik tolak untuk mencari record yang terkait.
Keuntungan menggunakan teknik Hashing:

Nilai key yang sebenarnya dapat dipakai karena diterjemahkan ke dalam sebuah
alamat.
nilai key adalah address space independent bila berkas direorganisasi, funsi
hash dapat beruabah tetapi nilai key akan tetap.
kelemahan menggunakan teknik Hashing:
Distribusi nilai key yang dipakai.
Banyaknya nilai key yang dipakai relative terhadap ukuran dari ruang alamat.
Banyaknya record yang dapat disimpan pada alamat tertentu tanpa
menyebabkan benturan.
teknik yang dipakai untuk mengatasi benturan.
FILE HASH
Karakteristik File Hash
Perbandingan Hash dan File Berindeks
Persamaan :
Pengaksesan menurut satu atribut tunggal
Perbedaan :
Record-rekord di file hash tidak mempunyai keterhubungan dengan penerus dan
pendahulu.
File hash menggunakan komputasi untuk memperoleh alamat record, sedangkan
file berindeks mencari di indeks untuk menentukan alamat record.
Indeks B-tree memerlukan ruangan ekstra untuk mereduksi penyisipan dan
menghindari reorganisasi. File hash menggunakan ruang ekstra pada file

utama untuk menyederhanakan penyisipan record ke file dan menghindari


reorganisasi.
File hash disebut juga sebagai direct file karena kemampuan yang ditonjolkan file ini
adalah kemampuan operasi pengaksesan secara langsung (direct access).
Kelemahan struktur file ini adalah memaksakan rekord ditempatkan mengikuti satu
atibut tunggal, sehingga tidak cocok pengambilan record yang berdasarkan pada field
yang bukan merupakan kunci pada fungsi hash.

4. Kji
5.