Anda di halaman 1dari 6

DAMPAK SAMPAH TERHADAP LINGKUNGAN DAN KESEHATAN

Penanganan sampah yang selama ini dilakukan belum sampai pada tahap memikirkan proses
daur ulang atau menggunakan ulang sampah tetapi penanganan sampah dilakukan hanya
mengangkutnya dari tempat sampah di permukiman kota dan membuangnya ke tempat
pembuangan sampah akhir. Cara seperti ini kurang bisa mengatasi masalah sampah karena
masih dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.
Masalah utama kesehatan lingkungan di Indonesia saat ini adalah sanitasi air, pencemaran
udara oleh sampah organik dan industri, penyebab banjir dan menjadi sumber penyakit.
1. Sanitasi Air
Sanitasi sumber air merupakan salah satu isu paling penting dalam kesehatan lingkungan
yang akhirnya bermuara kepada berbagai penyakit yang berhubungan dengan air. Ada tiga
golongan penyakit yang berhubungan dengan air, yakni:
1. Water borne (kolera, tifus, disentri, hepatitis A, dll).
2. Water washed (kudis, jamur di kulit , radang mata, dll)
3. Water based seperti malaria dan demam berdarah.
Air selain sebagai tempat penularan secara langsung dapat pula menjadi tempat perindukan
(habitat) berbagai penyebar dan sumber (hospes reservoir) penyakit. Proses pencucian
sampah padat oleh air terutama oleh air hujan merupakan sumber timbulnya pencemaran air,
baik air permukaan maupun air tanah. Akibatnya, berbagai sumber air yang digunakan untuk
kebutuhan sehari-hari (sumur) di

daerah pemukiman

telah

terkontaminasi yang

mengakibatkan terjadinya penurunan tingkat kesehatan manusia / penduduk. Pencemaran air


tidak hanya akibat proses pencucian sampah padat, tetapi pencemar terbesar justru berasal
dari limbah cair yang masih mengandung zat-zat kimia dari berbagai jenis pabrik dan jenis

industri lainnya. Air yang tercemar tidak hanya air permukaan saja, tetapi juga air tanah;
sehingga sangat mengganggu dan berbahaya bagi manusia.
2. Pencemaran Udara
Pencemaran udara terjadi akibat berbagai bahan kimia dan pencemaran partikel-partikel
kecil dari batu bara menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Sementara itu sampah organik
dan padat yang membusuk umumnya mengeluarkan gas seperti methan (CH4) dan karbon
dioksida (CO2) serta senyawa lainnya. Secara global, gas-gas ini merupakan salah satu
penyebab menurunnya kualitas lingkungan (udara) karena mempunyai efek rumah kaca
(green house effect) yang menyebabkan peningkatan suhu, dan menyebabkan hujan asam.
Sedangkan secara lokal, senyawa-senyawa ini, selain berbau tidak sedap / bau busuk, juga
dapat mengganggu kesehatan manusia. Sampah yang dibuang di TPA pun masih tetap
berisiko; karena bila TPA ditutup atau ditimbun terutama dengan bangunan akan
mengakibatkan gas methan tidak dapat keluar ke udara. Gas methan yang terkurung, lama
kelamaan akan semakin banyak sehingga berpotensi menimbulkan ledakan.
3. Penyebab Banjir
Fisik sampah (sampah padat), baik yang masih segar maupun yang sudah membusuk; yang
terbawa masuk ke got / selokan dan sungai akan menghambat aliran air dan memperdangkal
sungai. Pendangkalan mengakibatkan kapasitas sungai akan berkurang, sehingga air menjadi
tergenang dan meluap menyebabkan banjir. Banjir tentunya akan mengakibatkan kerugian
secara fisik dan mengancam kehidupan manusia (hanyut / tergenang air). Selain itu kejadian
banjir juga sering diikuti oleh penularan Leptospirosisyang ditularkan melalui kencing tikus .
4. Penyakit Berbasis Lingkungan Akibat Sampah
Sampah merupakan sumber penyakit, baik secara langsung maupun tak langsung.

Secara langsung sampah merupakan tempat berkembangnya berbagai parasit, bakteri dan
patogen; sedangkan secara tak langsung sampah merupakan sarang berbagai vektor
(pembawa penyakit) seperti tikus, kecoa, lalat dan nyamuk. Sampah yang membusuk;
maupun kaleng, botol, plastik; merupakan sarang patogen dan vektor penyakit. Berbagai
penyakit yang dapat muncul karena sampah yang tidak dikelola antara lain adalah, diare,
disentri, cacingan, malaria, kaki gajah (elephantiasis) dan demam berdarah. Penyakitpenyakit ini merupakan ancaman bagi manusia, yang dapat menimbulkan kematian.
Berikut penyakit-penyakit berbasis lingkungan akibat sampah:
1. Diare
Diare disebabkan bakteri E. coli memiliki cara penularan :

lalat melalui makanan

air minum yang tidak direbus sampai mendidih

air bersih yang tercemar bakteri e. coli

makan menggunakan tangan yang kotor

Penyakit diare dapat dicegah dengan:


cuci tangan pakai sabun ( ctps ) sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
menutup makanan
pergunakan air bersih
rebus air sampai mendidih untuk minum
buang sampah pada tempat tertutup
2. Demam Berdarah Dengue
Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue dengan cara
penularan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti

DBD dapat dicegah melalui :


- Gerakan 3 M Plus
- Tidur memakai kelambu
- Tidak terdapat genangan air di sekitar pemukiman
- memakai pakaian tertutup dan repelent
- Pemberantasan sarang nyamuk
3. Chikungunya
Chikungunya disebabkan oleh

virus chikungunya dengan penularan melalui gigitan

nyamuk Aedes Aegypti


Chikungunya dapat dicegah melalui :
- Gerakan 3 M Plus
- Tidur memakai kelambu
- Tidak terdapat genangan air di sekitar pemukiman
- memakai pakaian tertutup dan repelent
- Pemberantasan sarang nyamuk
4. Filariasis
penyakit filariasis disebabkan cacing mikrofilaria yang masuk ke dalam tubuh manusia
melalui gigitan nyamuk ( semua jenis nyamuk ) dimana nyamuk berperan sebagai vektor.
Filariasis dapat dicegah dengan :

- Gerakan 3 M Plus
- Tidur memakai kelambu
- Tidak terdapat genangan air di sekitar pemukiman
- memakai pakaian tertutup dan repelent
- Pemberantasan sarang nyamuk
5. Cacingan
Cacingan disebabkan manusia memakan makanan yang tercemar telur cacing . Di dalam
tumpukan sampah kadang-kadang mengandung telur-telur cacing seperti cacing
Trichinella Spiralis, Ascaris Lumbricoides, Oxyuris Vermecularis dan lain-lain.
cacingan dapat dihindari melalui :
- perilaku hidup bersih dan sehat
- bab di jamban
- membuang sampah di tempat tertutup dan kedap air
- menjaga kebersihan diri dan lingkungan

Tukiman. Dampak Kegiatan Pembangunan Pada Kesehatan Masyarakat. Jurnal


Mutiara Kesehatan Indonesia. Vol. 1, No. 2, Edisi Desember 2005
Tobing ISL. Dampak Sampah Terhadap Kesehatan Lingkungan Dan Manusia. Jakarta;
Fakultas Biologi Universitas Nasional.2005

Prasetya, A Z .Kajian Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Secara


Terpadu Di Kampung Menoreh Kota Semarang. Jurusan Perencanaan Wilayah Dan
Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro .Semarang.2010