Anda di halaman 1dari 3

KESEHATAN LINGKUNGAN

Pengertian sehat menurut WHO adalah Keadaan yg meliputi kesehatan fisik, mental, dan
sosial yg tidak hanya berarti suatu keadaan yg bebas dari penyakit dan kecacatan. Sedangkan
menurut UU No 23 / 1992 Tentang kesehatan Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kontribusi
lingkungan dalam mewujudkan derajat kesehatan merupakan hal yang essensial di samping
masalah perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan dan faktor keturunan. Lingkungan
memberikan kontribusi terbesar terhadap timbulnya masalah kesehatan masyarakat.
Melihat di Kel.Wasaga terdapat permasalahan lingkungan dimana warga belum bisa
mengelolah pembuangan sampah mereka. Warga memanfaatkan teluk untuk membuang sampah.
Jika hal ini terus dilanjutkan maka dampak pencemaran lingkungan akan dirasakan warga. Oleh
karena itu kami mahasiswa KKN membuat program membersihkan pesisir pantai dengan
mengajak warga bersama-sama membersihkan pesisir pantai tempat mereka membuang sampah.
Diharapkan mereka dapat menjaga apa yang sudah dilakukan.
KESEHATAN MASYARAKAT
Berkaitan dengan kesehatan masyarakat, Kel.Wasaga mempunyai satu Puskesmas
Pembantu atau yang sering dikenal dengan sebutan PUSTU. Pustu ini memiliki seorang tenaga
kesehatan yang bertugas melayani keluhan warga. Untuk tingkat kecamatan, terdapat satu
Puskesmas. Kelurahan Wasaga juga mempunyai satu balai untuk posyandu.
Mengenai kesehatan masyarakat, dengan memanfaatkan sarana dan prasarana kami
melakukan berbagai kegiatan yang bersifat prefentif seperti :
a. Sosialisasi pentingnya imunisasi di Posyandu
Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan oleh kami
ketika tiba dilokasi KKN. Kami membantu pihak PUSTU dalam
memperlancar kegiatan, Kami memberikan vitamin dan melakukan imunisasi.
Selain itu kami memberikan sosialisasi tentang bagaimana pentingnya
imunisasi dalam mencegah masuknya penyakit kedalam tubuh. Kegiatan
Posyandu di Kel.Wasaga dilakukan setiap satu bulan sekali, pada setiap
tanggal 10 bulan yang bersangkutan.
b. Sosialisasi Gerakan Keluraga Sadar Obat (GKSO) Dagusibu

DAGUSIBU atau singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan


Buang obat dengan benar merupakan kegiatan yang di promosikan oleh IAI
atau Ikatan Apoteker Indonesia bekerja sama dengan mahasiswa kesehatan
misalnya Farmasi dan Kesehatan Masyarakat dalam rangka mencanangkan
GKSO atau Gerakan Keluarga Sadar Obat. Tujuan kegiatan ini adalah agar
masyarakat dapat mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang
obat dengan benar.
c. Pemusnahan Obat Kadaluarsa di Puskesmas Pembantu (Pustu)
Kegiatan ini adalah untuk menerapkan cara memusnahkan obat dengan
benar. Kami mempraktekkan cara pemusnahan obat yang sesuai standar IAI.
Obat yang telah kadaluarsa atau yang telah berubah warna dan baunya harus
segera dipisahkan, dicatat nama obat dan tanggal kadaluarsa, jumlah obat
yang kadaluarsa dan tanggal pemusnahan.
d. Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga
PHBS Rumah tangga kami sosialisasikan pada ibu-ibu rumah tangga
dalam lingkup majelis taklim. Kami memberi informasi perilaku bersih dan
sehat apa saja yang dapat dilakukan dalam lingkup rumah tangga dimana
diharapkan ibu-ibu tersebut dapat meneruskan dan menerapkan informasi itu
di rumah tangganya masing-masing.
e. Sosialisasi penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
Berbeda dengan sosialisasi TOGA pada umumnya, kami melakukan
sosialisasi TOGA bukan dengan cara menanam. Namun kami menyediakan
sebuah buku yang didalamnya berisi ramuan-ramuan obat tradisional yang
memanfaatkan TOGA yang tanamannnya mudah diperoleh disekitar
pemukiman warga. Sosialisasi ini diadakan 2 kali. Pertama dalam lingkup
ibu-ibu dan kemudian kami diundang oleh kepala lingkungan 3 Kel.Wasaga
untuk memberikan informasi ini lagi dilingkungan mereka.
f. Sosialisasi Bahaya Rokok
Sosialisasi ini dilakukan di tingkat SMP yaitu di SMPN 2 Pasarwajo.
Kami membawakan materi tentang dampak berbahaya jika merokok. Kami
memberikan informasi di tingkat SMP adalah karena kami menganggap

bahwa pada usia SMP (12-15 tahun) biasanya seorang anak mulai penasaran
dengan rokok sehingga diharapkan sosialisasi ini dapat mencegah banyaknya
anak yang mulai merokok.
g. Sosialisasi UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
UKS atau Usaha Kesehatan Sekolah adalah salah satu wadah yang
dapat menyalurkan bakat kesehatan siswa. Kegiatan ini juga dilaksanakan di
SMPN 2 Pasarwajo. Kami memberi informasi tentang pertolongan pertama
pada kecelakaan yang sering terjadi disekolah seperti pingsan, luka, patah
tulang, dll dimana jika mereka membuat UKS maka mereka sudah dapat
melakukan pertolongan pertama jika ada kecelakaan kecil disekolah.
h. Sosialisasi Penggunaan Obat pada Ibu Hamil (BUMIL)
Kegiatan ini dilakukan dikelas ibu hamil (Kelas Bumil). Kegiatan kelas
ibu hamil merupakan kegiatan bulanan dari puskesmas tiap kecamatan. Setiap
bulan puskesmas kecamatan mengadakan Kelas Bumil dengan mendatangkan
para ibu hamil untuk mendengarkan informasi seputar kehamilan. Maka kami
memanfaatkan Kelas Bumil untuk juga ikut memberikan informasi mengenai
penggunaan obat pada masa kehamilan mengingat terdapat perbedaan dosis dan
fisiologi tubuh dalam kondisi hamil.