Anda di halaman 1dari 2

PUSKESMAS SENDURO

STANDARD OPERATING PROCEDURE


PENATALAKSANAAN DISENTRI
No. Dokumen
: PKM
Senduro/SOP-BP.07
No. Revisi

: 00

Tanggal
2013

: 9 Desember

Halaman

Disahkan oleh :
Kepala Puskesmas

Diperiksa Oleh :
Management
Representatif

Dibuat Oleh :
Penanggung jawab

Dr. Marshall
Trihandono

Dr. Mustika
Kumaladewi

Dr. Mustika
Kumaladewi

1. Tujuan
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan Dysentri,
2. Ruang Lingkup
Semua Pasien yang datang di Layanan Poli Umum, Layanan UGD 24 jam dan Rawat lnap di
Puskesmas Senduro yang menderita Dysentri.
3. Petugas
3.1 Dokter Umum
3.2 Perawat
4. Uraian Umum
4.1 Gejala Klinis
Gejala-gejala dysentri antara lain adalah:
4.1.1 Buang air besar dengan tinja berdarah
4.1 .2 . Diare encer dengan volume sedikit
4.1.3 Buang air besar dengan tinja bercampur rendir (mucus)
4.1.4 Nyeri saat buang air besar (tenesmus)
4.1.5 Kadang panas, mual muntah
4.1.6 Sakit perut (kotik)
4.2 Penyebab
4.2.1 Bakteri (Disentri basiler)
4.2.2 Shigella, penyebab disentri yang terpenting dan tersering (r 60% kasus
disentri yang dirujuk serta hampir semua kisus disentri lang berat dan
mengancam jiwa disebabkan oleh Shigella
4.2.3 Echerichia coli enteroinvasif (EIEC)
4.2.4 Salmonelta
4.2.5 Campylobacter jejuni, terutama pada bayi
4.2.6 Amoeba (Disentri amoeba), disebabkanEntamoeba hystolitica, lebih sering
pada anak usia > 5 tahun
4.3 Diagnosis klinis
4.3.1 Dapat ditegakkan semata-mata dengan menemukan tinja bercampur
darah.
4.3.2 Diagnosis etiologi ditegakkan dengan pemeriksaan Feses Lengkap
4.4 Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan :
4.4.1 Pemeriksaantinja
4.4.2 Makroskopis : suatu disentri amoeba dapat ditegakkan bila ditemukan
bentuk trofozoit dalam tinja
4.4.3 Pemeriksaan darah rutin : leukositosis (5.000 - 15.000 sel/mm3), terkadang
dapat ditemukan leucopenia.
4.5 Komplikasi
4.5.1 Dehidrasi
4.5.2 Gangguan elektrolit, terutama hiponatremia
4,5.3 Kejang
4.5.4 Malnutrisi/malabsorpsi
4.5.5 Hipoglikemia
4.6 Penatalaksanaan
4.6.1 Perhatikan keadaan umum penderita, bila KU terlihat jelek, status gizi
kurang, lakukan pemeriksaan darah (bila memungkinkan disertai dengan
biakan darah) untuk mendeteksi adanya bakteremia.
4.6.2 Bila perlu rujukan rawat inap.

PUSKESMAS SENDURO
STANDARD OPERATING PROCEDURE
PENATALAKSANAAN DISENTRI
No. Dokumen
: PKM
Senduro/SOP-BP.07

No. Revisi

: 00

Tanggal
2013

: 9 Desember

Halaman

Disahkan oleh :
Kepala Puskesmas

Diperiksa Oleh :
Management
Representatif

Dibuat Oleh :
Penanggung jawab

Dr. Marshall
Trihandono

Dr. Mustika
Kumaladewi

Dr. Mustika
Kumaladewi

4.7 Komponen terapidisentri :


4.7.1 Koreksi dan maintenance cairan dan elektrolit bila ada maka rujukan rawat
inap
4.7.2 Diet
4.7.3 Antibiotika sesuai kemungkinan kuman penyebdb
4.7.4 Pilihan utama untuk Shigelosis (menurut anjuran WHO) : Kotrimokasazol
(trimetoprim 1Omg/kbBB/hari dan sulfametoksazol 50mg/kgBB/hari) dibagi
dalam 2 dosis, selama 5 hari.
4.7.5 Alternatif yang dapat diberikan : Ampisilin 10Omg/kgBB/hari dibagi dalam 4
dosis
4,7.6 Terapi yang dipilih sebagai antiamubik intestinal pada anak adalah
Metronidazol 30-50m9/kgBB/haridibagidalam 3 dosis selama 10 hari.
4.7.7 Bila disentri memang disebabkan oleh E. hystolistica, keadaan akan
membaik dalam 2-3 hariterapi.
4.8 Edukasi
Beritahukan kepada orang tua anak untuk selalu mencucitangan dengan bersih
sehabis membersihkan tinja anak untuk mencegah autoinfeksi.

5. Instruksi Kerja
Perawat
5.1 Memeriksa tanda vital dari pasien dan mencatatnya dalam KRJ.
Dokter
5.2
Melakukan anamnesa :
5.2.1 Keluhan yang dirasakan
5.2.2 Pola makan sehari-hari
5.2.3 Ada / tidak adanyh demam
5.3
Melakukan pemeriksaan fisik :
Keadaan umum pasien
5.4
Memberikan Terapi :
5.4.1 Terapi sesuai acuan
5.4.2 Terapi symptomatis sesuai dengan gejala yang diderita pasien.
5.5 Melakukan pemeriksaan penunjang bila perlu
5.6 Melakukan rujukan bila :
5.6.1 Tidak ada perbaikan klinis dan ada komplikasi
6. lndikator kinerja
Penanganan Dysentri sesuai acuan
7. Rekaman Mutu
7.1
Buku Register Layanan Poli Umum
7,2
KRJ
7.3
Rekam Medis
7.4
Lembar resep
7.5
Formulir rujukan lnternal
7.6
Formulir Rujukan Eksternal
7.7
Form SHP (Sensus Harian Penyakit)
7.8
Register Rujukan
7.9
Laporan bulanan Penyakit