Anda di halaman 1dari 6

Buku Tiket Menuju Surga

Bab I : Mengontrol Pandangan Mata

PRASARANA MENUJU SUKSES


Faktor Terpenting yang Perlu Diketahui
1. Pandangan dapat diumpamakan seperti anak panah beracun. Memiliki pengaruh yang amat
dahsyat, meskipun prosesnya tidak terlihat dan disadari. Hatilah yang akan berimajinasi
dengan bayang-bayang yang menggelisahkan pikiran.
2. Pandangan yang tajam terhadap maksiat akan membuat hati menjadi tumpul dan
bersahabat dengan dosa.
3. Kaum pria yang sekepribadian dengan Nabi Yusuf berkata, Wanita-wanita cantik yang
menusuk nafsu berahi yang dipamerkan di layar televisi. Tubuhnya ditawarkan di halaman
tabloid, koran, dan majalah. Teman-teman Zulaikha meramaikan jalan-jalan kota
memamerkan keindahan tubuhnya. Ini persis dengan apa yang dilakukan oleh Zulaikha.
4. Wanita merupakan senjata dan perangkap setan yang terampuh. Ketika dia keluar dari
rumah, maka setan menyambutnya dengan penuh penghormatan. Nabi Muhammad saw.
Mewasiatkan bahwa ujian terberat bagi kaum laki-laki adalah wanita.
5. Nafsu syahwat menyala-nyala, aurat telah terbuka, perdagangan tubuh manusia terlaris di
pasar, sesuatu yang haram telah menjadi tontonan biasa, malu telah manjadi barang yang
susah ditemukan, jalan maksiat terbuka sepanjang ada kemauan, rintangan diletakkan di
tengah jalan halal.

PROFITABILITAS
1. Luapan Kegembiraan atas Kemenangan
Merasakan manisnya iman, lezatnya perjuangan, buah kesabaran dan indahnya
kemenangan atas dorongan syahwat. Iman akan mengendalikan dirinya dan memerintahkan
kapada bola mata untuk memalingkan pandangannya.
2. Mempertajam Firasat
Ketajaman firasat adalah buah keimanan yang tertanam dalam diri setiap orang yang
menjaga pandangan mata. Keistimewaan seperti ini hanya didapatkan oleh orang seperti yang
demikian, dan tidak mungkin didapatkan kecuali oleh orang-orang yang serupa.

3. Menutup Celah-Celah Pintu Masuk Setan


Hati ibarat sebuah rumah dan mata adalah pintunya. Pencuri tidak bisa masuk rumah
kecuali pintu rumah terbuka. Seperti halnya setan, jika kita mampu menjaga hati kita maka
setan dengan segala tipu dayanya tidak akan mampu menembus pertahanan iman kita.
4. Mempertemukan Hati dengan Allah
Hati yang di dalamnya terlukis gambar yang Maha benar akan menghapus semua
gambar makhluk. Ia hanya melihat Tuhannya dan hanya mengharap ridha-Nya.
5. Membuahkan Ketaatan kepada Allah
Allah mengatur orang-orang yang beriman agar menjaga pandangannya. Pencipta
tentu lebih tahu akan ciptaan-Nya dan Dzat yang menentukan disiplin untuk membersihkan
hati tentu lebih tahu tentang arti kebaikan dan kebersihan hati.

KONSEKUENSI NEGATIF
1. Penjajahan terhadap hati
2. Dari mata turun ke hati, cinta buta yang menyebabkan lupa pada kodratnya untuk
selalu mengagungkan Allah SWT.
3. Pandangan adalah biang.
4. Jangan salah pilih dengan objek yang akan dilihat.
5. Pandangan adalah dosa.

KIAT SUKSES
1. Melakukan Studi Banding.
Membandingkan kecantikan bidadari di surga dengan wanita yang ada di dunia,
sehingga memiliki tujuan untuk mengejar surga.
2. Belajar dari Generasi Terdahulu (Salafussaleh).
Hidupkan hatimu dengan mengingat mereka. Ikutilah gaya hidup mereka, maka anda
akan mirip dengan mereka.
3. Membiasakan Diri Berbuat Kebajikan.
4. Khauf (rasa takut kepada Allah) Menurunkan Gejolak Syahwat.
5. Rajin Berpuasa.
6. Cermat Membaca Tipu Muslihat Musuh.
7. Segera Menikah.

8. Selalu sadar bahwa kita dalam pengawasan yang Mahakuasa.

Bab II : Utamakan Shalat

KEUTAMAAN SHALAT SUBUH BERJAMAAH


1. Pahalanya sama dengan Shalat Sunnah Semalam Suntuk.
Bangun di waktu subuh dan menjawab panggilan azan serta shalat berjamaah dengan
orang-orang saleh adalah pahala shalat malam (Qiyamullail).
2. Mendapat jaminan dari Allah SWT.
Jaminan Allah adalah jaminan yang tidak mungkin dibatalkan oleh orang lain. Orang
mukmin akan selalu berada dalam lindungan Allah, baik bagi dirinya, anaknya, akalnya,
agamanya, dan semua urusannya.
3. Bermandikan Cahaya pada Hari Kiamat.
Kekuatan cahaya yang dimiliki orang mukmin pada hari Kiamat berbeda-beda.
Perbedaan itu sesuai dengan perbedaan iman yang ada dalam hati mereka.
4. Terjamin Masuk Surga
5. Laporan Amal Siang dan Malam Baik.
6. Memperoleh pahala yang besar.
7. Melihat Allah di Akhirat.
Kenikmatan terbesar yang diberikan kepada penghuni surga adalah nikmat melihat
Allah. Melihat Allah adalah sebuah penghargaan dan kemuliaan yang lebih besar dari yang
dipikirkan oleh khayal manusia.
8. Punya Bekal Dunia dan Akhirat.
9. Sehat Jasmani dan Rohani.

KONSEKUENSI NEGATIF
1. Serupa dengan Orang Munafik.
Rasulullah saw. menjelaskan bahwa Shalat yang terberat bagi orang munafik adalah
shalat Isya dan shalat Subuh. Jika mereka tahu apa (rahasia) yang ada di dalamnya, pasti
mereka akan melakukannya, walaupun dengan merangkak (susah payah). (HR Bukhari dan
Muslim)

2. Mendapat Murka.
Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat
dan suka menuruti hawa nafsu. Maka, kelak mereka akan menemui kesesatan.
(Maryam:59)
3. Telinga menjadi Lubang Kotoran Setan.
Abdullah bin Masud berkata, Ada seorang pria mengisahkan kepada Rasulullah
saw. tentang seorang yang lelap tidur di malam hingga pagi. Rasulullah saw. menanggapinya,
Setan telah kencing di kedua telinganya.
4. Kepribadian Buruk dan Pemalas.
Orang yang terbiasa tidur melewatkan shalat subuh akan memiliki tabiat yang keras.
Orang yang terbiasa tidur melewatkan shalat subuh akan memiliki hati seperti batu. Nasihat
seperti apapun tidak akan pernah mampu mengubahnya.
5. Siksa yang Kejam di Neraka.
Shalat subuh adalah bagian dari jaminan Allah yang sering dilanggar. Barangsiapa
tidur meninggalkannya atau mengakhirkan waktunya, berarti telah melanggar jaminan Allah.
6. Di Neraka Kepala dipecah Berkali-kali.
7. Susah mendapatkan Rezeki.

KIAT SUKSES
1. Mengatur Jadwal Tidur.
2. Menjalankan Disiplin Tidur.
3. Yang Menanam Benih Kebaikan Pasti Menuai Buah Kebaikan.
4. Jauhi Hal-Hal Buruk, Anda Pasti Selamat.
5. Qailulah (tidur sebentar sebelum dzuhur).
6. Bergaul dengan Orang-Orang Saleh.
7. Mengutamakan Akhirat.
8. Marahlah terhadap Musuh Bebuyutanmu (setan).
9. Akhir dari Sebuah Kesabaran.

Bab III : Shalat Khusyu

PROFITABILITAS
1. Shalat menjadi Kenikmatan
Orang yang khusyu di dalam shalat akan merasakan kelezatan shalat. Ia akan merasa
damai ketika bermunajat (berdialog lirih) dengan Allah.
2. Shalat sebagai Solusi
Kekhusyuan dalam shalat merupakan sentuhan halus yang menghilangkan rasa lelah
dengan ketenangan iman dan ketangkasan jiwa yang tinggi.
3. Pahala Dinilai dari Khusyu
Besarnya pahala yang dapat diraih oleh seseorang dari shalatnya sesuai dengan kadar
kekhusyuannya di dalam shalat.
4. Pengampunan Dosa
Tatkala seorang hamba melakukan shalat, semua dosanya didatangkan dan
diletakkan di atas kepala dan pundaknya. Ketika ia ruku dan sujud, dosa-dosanya berguguran
darinya. (HR Thabrani dan Baihaqi)

KONSEKUENSI NEGATIF
1. Pahala Lenyap, Amal tidak Berguna
Pangkal pahala dalam shalat adalah kekhusyuan dan konsentrasi. Tanpa kekhusyuan,
gerakan lisan dan gerakan tubuh tidak berarti.
2. Munajat Tidak Mencukupi Syarat
Bila seseorang sedang melakukan shalat, berarti dia sedang bermunajat lirih dengan
tuhannya.
3. Mencuri waktu dalam shalat
Pencuri terburuk adalah orang yang mencuri shalatnya, dia tidak menyempurkan
rukunya, sujudnya, dan khusyunya. (HR Ahmad dan Hakim)
4. Mati di Luar Islam