Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, sehingga atas izin- Nya
penyususnan buku ini dapat terselesaikan..
Modul ini ditujukan untuk kalangan sendiri SMK jurusan Akomodasi Perhotelan Semester 4.
Buku ini berisi sebagian dari kompetensi dasar membersihkan kamar sesuai dengan standard
Kompetensi dan tertuang pada struktur kurikulum keahlian tertentu sesuai dengan Standard
Kompetensi Kelulusan.
Dengan terbitnya buku ini penyusun harapkan agar siswa yang masih awam dengan
bagian Housekeeping cara membersihkan kamar bisa dengan mudah memahami dasar dasar
pembersihan kamar dari pekerjaan Housekeeping di Hotel .
Semoga buku ini bermanfaat dan senantiasa menjadi rekan dalam belajar untuk masa
depan yang lebih baik..Penyusun menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, sehingga
kritik serta saran yang membangun sangat penyusun harapkan.
Akhirnya kepada semua pihak yang telah berjasa dalam penyusunan buku ini kami
ucapkan terima kasih.
Bekasi , January 2012
Penyusun
( widodo)

Page
1

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAAN

BAB II TATA GRAHA ( HOUSEKEEPING )

Pengertian tata graha


Tugas dan tanggung jawab tata graha
Sasaran bagian tata graha
Struktur Organisasi tata graha
Hubungan tata graha dengan department lain
BAB III MEMILIH DAN MENATA PERALATAN
A. PERSIAPAN DIRI
B. Jenis jenis peralatan pembersih
C. Jenis Jenis Bahan pembersih ( Chemical )
D. Syarat Syarat Cleaner yang baik
E. Manfaat Cleaning Supplies
F. Pertimbangan memilih Cleaning Supplies
G. Jenis jenis Cleaning Supplies
H. Mengenal dan menggunakan bahan kimia yang aman

4
5
5
5
7
9
9

DAFTAR PUSTAKA

10
14
16
17
17
17
19
15

BAB 1
PENDAHULUAN

Page
2

Hotel adalah bentuk akomodasi yang dikelola secara komersial, disediakan bagi setiap
orang yang ingin memperoleh pelayanan penginapan, disamping pelayanan pelayanan lainnya
seperti makan dan minum, hiburan dan lain sebagainya. Karena tamu akan menginap, sudah
tentu hotel memiliki kamar-kamar tidur beserta semua fasilitas dan perlengkapannya. Seperti
dirumah sendiri , tamu pun menghendaki tidur dengan nyaman dan aman dihotel, bahkan
wajarlah kalau seorang tamu menuntut lebih nyaman daripada dirumahnya karena dia merasa
telah membayar untuk memenuhi keinginannya. Untuk itulah hotel harus menyiapkan kamar
dengan baik, bersih, hygienis,dan aman agar tamu betah tinggal dan bahkan memperpanjang
malam penginapannya di hotel .
Kunci keberhasilan penyiapan kamar tamu beserta semua fasilitas perlengkapannya
terletak pada pundak pengurus Tata Graha Hotel, baik Room Boy / Maid , floor supervisor, linen
boy, dan juga pihak engineering serta bagian terkait dalam lingkup organisasi hotel.
Kerja sama yang baik harus dibina, keterampilan karyawan ,selalu ditingkatkan agar tetap fresh .
Hal ini perlu karena teknologi bangunan, teknologi elektronika, teknik kimia dan keahlian design
dekorasi/interior sangat mempengaruhi Tata Graha Hotel.
Mekanisme kerja juga harus benar benar rapih sehingga dapat mengurangi dan kalau bisa
meniadakan guest complain. Begitu pula pembuatan laporan harus benar benar akurat, dengan
demikian setiap petugas Tata Graha dapat bekerja atau menindak lanjuti pekerjaan dengan baik ,
efektif dan efesien.

BAB II
TATA GRAHA (HOUSEKEEPING)
A. Pengertian Tata Graha ( Housekeeping )
Tata Graha terdiri dari dua kata yaitu Tata dan Graha Tata artinya kegiatan
menata, sedangkan Graha mempunyai arti rumah , ruang atau kamar .

Page
3

Jadi dapat disimpulkan bahwa Tata Graha merupakan kegiatan kegiatan menata rumah ,
ruang , kamar , Tata Graha ( Housekeeping) merupakan salah satu bagian organisasi
Hotel . Housekeeping Department adalah salah satu bagian dari hotel yang bertanggung
jawab atas kebersihan, kerapian, dan kenyamanan , ruangan umum , restaurant , bar dan
outlet outlet lain di hotel .
Area yang menjadi tanggung jawab bagian Tata Graha meliputi:
1. Ruang Tamu ( Guest Room )
2. Gang ( Corridor )
3. Restaurant dan Bar ( Bar and Restaurant )
4. Banquet ( Banquet Hall )
5. Ruang Kantor ( Office )
6. Toilet Tamu ( Guest Toilet )
7. Toilet Karyawan ( Employee Toilet )
8. Ruang Ganti Karyawan ( Employee Locker Room )
9. Taman ( In and Out Door Garden )
10. Kolam Renang ( Swimming Pool )
11. Halaman Parkir ( Parking Area )

B. Tugas dan Tanggung Jawab bagian Tata Graha


Bagian Tata Graha ( Housekeeping ) mempunyai tugas dan tanggung jawab meliputi :
1. Menciptakan suasana Hotel bersih ( Clean ) , menarik ( Interesting ) , nyaman
( Comportable ) aman ( Safety ).
2. Memberikan pelayanan kepada tamu sebaik baiknya supaya tamu merasa puas
selama berkunjung maupun menginap di hotel.
3. Menyiapkan , menata dan memelihara kamar dan ruang ruang lain dengan baik
4. Bertanggung jawab atas pemeliharaan kebersihan seluruh restaurant , outlet dan
ruangan umum di Hotel.
C. Sasaran bagian Tata Graha
Tugas dan tanggung jawab Tata Graha ( Housekeeping ) mempunyai sasaran meliputi :
1. Bersih : kebersihan di ruangan atau kamar tamu sangat menetukan suatu hotel bila
kebersihan terjaga maka tamu akan menjadi nyaman karena hygine dan sanitasi
terjaga dengan baik . inilah alasan pertama tamu menginap di hotel.
Page
4

2. Menarik : dengan dasar kebersihan pada ruangan dan kamar yang dilengkapi
perlengkapan , dekorasi serasi maka ruangan akan menjadi menarik .
3. Nyaman : lingkungan yang menarik dan bersih dengan pelayanan memuaskan
akan membuat tamu dan pengunjung merasa nyaman dan betah tinggal di hotel.
4. Aman : factor penting yang diperhatikan pengunjung atau tamu dihotel yaitui
keamanan tamu selama berada atau menginap dihotel meliputi keamanan pribadi
dari pencurian, kebakaran dan bahaya dari peralatan hotel.
D. Struktur Organisasi Tata Graha
1. Executive Housekeeper
Merupakan pimpinan tertinggi di housekeeping Department yang bertanggung
jawab terhadap operasional bagian tata graha . dalam menjalankan tugasnya
dibantu oleh Assistant Executive Housekeeper , Secretary dan Office Clerk .
2. Houseman Section
Merupakan bagian dari Housekeeping Department yang menangani kebersihan ,
kerapihan dan kenyamanan area umum ( Public Area ). Houseman Section
dipimpin oleh Chief Houseman tugasnyan melakukan pengawasan terhadap
proses pekerjaan yang dilakukan houseman / housemaid atau toilet attendant.
3. Room Section
Merupakan bagian dari Housekeeping Department yang menangani kebersihan ,
kerapihan dan kenyamanan kamar tamu ( Guest Room ) . Room Section dipimpin
oleh seorang Floor Supervisor atau Floor Captain yang melakukan pengawasan
terhadap proses pekerjaan yang dilaksanakan oleh Room boy atau Room Maid
( Room Attendant ).
4. Uniform Section
Merupakan bagian dari housekeeping Department yang menangani pakaian
seragam karyawan . Uniform section dipimpin oleh Chief Uniform yang bertugas
melakukan pengawasan terhadap operasional di uniform section.
5. Linen Room Section
Merupakan bagian dari Housekeeping Department yang menangani terhadap
pengadaan dan penggantian serta perawatan untuk keperluan Guest Room ,
Restaurant , Bar , Banquet , pool dan outlet lainnya. Linen room section dipimpin
oleh Chief Linen Room yang bertugas mengawasi operational linen room dan
melakukan inventory linen dalam melakukan tugasnya dibantu oleh Linen
Attendant , Linen Clerk dan Seemstrees.
Page
5

6. Swimming Pool Section


Merupakan bagian dari Housekeeping Department yang menangani kebersihan ,
kerapihan dan kenyamanan di kolam renang dipimpin oleh Chief Swimming Pool
yang bertugas mengawasi kebersihan area kolam renang , kebersihan dan
kelancaran air kolam renang , menyediakan handuk (Towel ) untuk tamu dan
menjamin keselamatan dan keamanan tamu diarea kolam renang . dalam
operasionalnya dibantu oleh Houseman Swimming Pool dan Swimming Pool
Guard.
7. Gardener Section
Merupakan bagian dari Housekeeping department yang menangani atas perawatan
tanaman dan pengadaan taman dihotel didalam maupun diluar area hotel . petugas
yang melakukan perawatan taman dan tanaman adalah Gardener.
E. Hubungan Tata Graha dengan department lain .
Tata Graha mempunyai hubungan penting dengan beberapa department lain dihotel untuk
menunjang operasional nya meliputi :
1. Hubungan Tata Graha dengan Kantor depan ( Front Office )
a. Dari pihak Tata Graha
1. Laporan status kamar ( Room Report )
2. Laporan mengenai kehilangan barang barang milik hotel yang dibawa tamu.
3. Laporan mengenai penemuan barang tamu yang hilang atau tertinggal dikamar
Atau Public Area setelah Check Out .
b. Dari pihak Kantor Depan ( Front Office )
1. Mengirimkan daftar penghuniaan tamu setiap hari
2. Mengirimkan daftar kamar kamar yang akan ditempati oleh tamu
perorangan , tamu rombongan atau tamu penting ( VIP ) .
3. Memberitahukan kamar yang Check Out ( Meninggalkan Kamar )
4. Memberitahukan Kamar yang Check In ( Datang / Tiba )
5. Memberitahukan kebutuhan tamu tambahan ( Extra )
6. Memberitahukan perpindahan tamu
7. Memberitahukan perbedaan status kamar ( Room Discrepancy Report ).
2. Hubungan Tata Graha dengan bagian pembelian ( Purchasing Section )
Menangani pembelian dan penyimpanan barang barang yang dibutuhkan Tata
Graha seperti Guest Supplies, Amenities , dan linen
3. Hubungan Tata Graha dengan bagian Maintenance ( Engineering )
a. Memberikan informasi mengenai kerusakan dan perbaikan peralatan di public
area dan kamar .
b. Perbaikan dan pemeliharaan alat alat untuk operasional tata graha.
c. Perbaikan kerusakan dikamar kamar tamu
4. Hubungan Tata Graha dengan bagian Keamanan ( Security )
Page
6

a. Pengawasan Security pada area area tata graha.


b. Menjaga keamanan barang barang milik tamu dan keselamatan tamu di area
hotel .
5. Hubungan Tata Graha dengan Food and Beverage
a. Pelayanan room service kepada tamu di kamar
b. Pengiriman karangan buah ( Fruit Stand ) untuk tamu penting atau tamu yang
berada di Executive room
c. Menyediakan linen untuk operasional Food and Beverage
d. Menjaga kebersihan Hall , Restaurant , Lounge dan Bar
6. Hubungan Tata Graha dengan Binatu ( Laundry )
a. Pencucian pakaian tamu , karyawan dan linen yang dipakai bagian room section
b. Penanganan keluhan tamu mengenai Laundry
c. Penanganan keterlambatan pengiriman linen yang dipakai oleh bagian tata graha.
7. Hubungan Tata Graha dengan Marketing .
Pemasaran produk produk bagian tata graham
8. Hubungan Tata Graha dengan bagian Accounting
a. Memenuhi pembelian kebutuhan operasional Tata Graha
b. Memberikan semua data administrasi operasional bagian tata graha untuk
pembuatan laporan keuangan.
9. Hubungan Tata Graha dengan Personalia ( Kepegawaian )
a. Pengadaan tenaga
b. Pengangkatan pegawai
c. Pemutusan hubungan kerja
d. Cuti karyawan
e. Surat peringatan untuk pegawai
f. Pembayaran gaji dan lembur karyawan

BAB III
MEMILIH DAN MENATA PERALATAN
Memulainya suatu pekerjaan akan menentukan langkah langkah pekerjaan berikutnya
apabila langkah pertama salah maka hasilnya salah dan tidak memuaskan. Tugas utama seorang
Houseman attendant adalah membersihkan area / lokasi di public area langkah pertama yang
Page
7

harus diperhatikan adalah mengetahui karateristik lokasi / area yang akan dibersihkan dan alat
apa yang digunakan sehingga tidak salah pengunaan alat dan Chemical .
Kebersihan lokasi / Area sangatlah penting bagi tamu atau public Areanya dengan pengertian
apabila public area suatu hotel bersih maka bersih juga kamar nya dan seluruh hotel.
Apabila lingkungan hotel bersih dan nyaman tamu akan betah tinggal di hotel .
Dalam pembagian kerja Housekeeping dibagi menjadi 3 Shift yaitu :
1. Morning Shift
Mulai pukul 07.00 15.00
2. Evening Shift
Mulai pukul 15.00 23.00
3. Night Shift
Mulai pukul 23.00 07.00
A. Persiapan Diri
Sebelum melakukan pekerjjan di dalam industri hospitality seorang Houseman dituntut
untuk selalu berpenampilan baik , bersih dan rapi. Hal ini penting karena sangat
mempengharuhi kesan yang ditangkap oleh para tamu hotel . Penampilan dan pelayanan
yang baik akan membuat tamu senang dan betah tinggal dihotel, sehingga dapat
menjadikan alat promosi oleh hotel untuk menarik tamu tamunya dating kembali atau
memberitahukan rekan rekannya supaya tinggal di hotel tersebut .
Diantara sifat sifat yang harus dimiliki adalah :
1. Memiliki kebiasaan rapid an bersih dalam penampilan ditempat tugas dengan criteria
sebagai berikut :
a. Pakaian seragam rapid an bersih.
b. Rambut pendek dan disisir rapi
c. Kuku dipotong rapi dan selalu bersih.
d. Telinga tidak boleh bertindik bagi pria dan wanita tidak boleh lebih dari satu.
e. Aroma parfume lembut dan tidak beraroma tajam.
f. Tidak boleh mengunakan perhiasan berlebihan.
g. Sepatu berwarna hitam ( Van topel ) warna hitam kaos kaki bersih
2. Perawatan Diri
a. Mandi teratur setiap hari 2 kali.
b. Mencuci dan memelihara rambut secara teratur.
c. Memelihara kesehatan tubuh tetap bugar.
d. Tidak berbau badan.
e. Membersihkan gigi dan tidak berbau mulut.
f. Memotong dan merawat kuku secara teratur
3. Percaya diri
4. Dapat memecahkan masalah
5. Diplomasi
6. Ketenangan
7. Kemampuan dan mengingat wajah tamu dan nama
Page
8

8. Menerapkan tata cara dan etika dengan tepat


9. Kesegaran jasmani
10. Disiplin dalam pelaksanaan tugas.
B. Jenis jenis peralatan pembersih ( Cleaning Equipment )
Untuk mencapai hasil pekerjaan yang baik perlu memperhatikan efektifitas dan efisiensi
tenaga dan biaya tidak terlepas dari peralatan yang dipergunakan .
Peralatan pembersih dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Manual Equipment : alat pembersih yang penggunaannya langsung dengan tangan.
2. Mechanical Equipment : alat pembersih yang pengnaanya dibantu tenaga listrik atau
mesin
Petugas Housekeeping / Houseman harus terlebih dahulu menguasai jenis jenis
peralatan tersebut sebelum mengunakan di area / lokasi agar tidak membahayakan dirinya
dan orang lain dan memudahkan dalam melakukan pekerjaan.
Ada beberapa jenis peralatan pembersih yang digunakan sebagai pendukung utama dalam
melakukan perawatan dan pembersihan area hotel . diantaranya adalah :
1. Kelompok Brush ( Sikat )
a. Hand Brush : Sikat tangan yang digunakan untuk menyikat dinding dan lantai kamar
mandi.
b. Round Head Brush / Ceiling Brush : Sikat yang digunakan untuk membersihkan
langit langit dari sarangf laba laba.
c. Toilet Bowl Brush : Sikat yang digunakan untuk membersihkan dan menyikat bagian
dalam jamban ( Toilet Bowl)
d. Steel Brush : Sikat baja yang digunakan untuk membersihkan karat pada besi atau
logam.
2. Kelompok Container
a. Public Area Trolley : Kereta kerja yang dibawa Houseman untuk membawa alat alat
kerja dan bahan pembersih dalam proses pembersihan di public area.
b. Room Attendant trolley : Kereta kerja Pramugraha / Room boy untuk menempatkan
atau membawa alat perlengkapan kerja , linen , dan perlengkapan tamu lainnya.
c. Linen Trolley : Kereta kerja linen attendant untuk membawa dan mengambil linen
bersih dari kamar ke laundry.
d. Pail : Ember untuk menampung air dan larutan bahan pembersih
e. Bucket : Ember dorong untuk menampung air yang sudah dicampur bahan pembersih
maupun yang belum digunakan untuk mopping .
f. Garbage Can : Tempat sampah kaleng untuk menampung sampah sementara.
g. Bottle Sprayer : Botol semprotan untuk menampung chemichal.
3. Kelompok Linen
Page
9

Jumlah alat kerja yang tergolong kedalam kelompok lena cukup banyak baik bentuk dan
jenisnya . Untuk menekan biaya sering dibuat dari linen hotel yang rusak .
Alat pembersih yang terbuat dari kain antara lain :
a. Dusting Cloth : Lap yang digunakan untuk membersihkan furniture terbuat dari kayu
b. Glass Cloth : Lap khusus yang digunakan membersihkan benda permukaan kaca.
c. Floor Cloth : Lap khusus untuk membersihkan lantai.
d. Mop Hair : Kain rumbai rumbai yang digunakan untuk mengepel lantai.
e. Floor Duster / Lobby Duster : Kain bertangkai untuk membersihkan lantai dari debu
dengan cara didorong.
f. Wall Duster : Kain untuk membersihkan dinding dari debu .
4. Kelompok Mechanichal
a. Vacuum Cleaner
A1. Dry Vacuum Cleaner : Mesin untuk menyedot debu dari lantai atau carpet.
A2. Wet Vacuum Cleaner : Mesin untuk menyedot air di lantai atau carpet yang
basah
A3. Wet & Dry Vacuum Cleaner : Mesin untuk menyedot lantai / carpet yang kering
dan basah.
b. Floor Maintenance Machine.
b1. Scrubbing Machine : Mesin untuk menyikat lantai yang rata dari kotoran yang
melekat.
b2. Brushing Machine : Mesin untuk menyikat lantai yang bergelombang dari kotoran
yang menempel.
b3.Buffing & Polishing Machine : Mesin untuk mengkilapkan lantai yang rata atau
marmer .
c. Shampooing Carpet : mesin untuk mencuci carpet dengan shampoo
d. Upholistery Extraction Machine : Mesin untuk mencuci sofa / bed dengan system
busa.
e. Blower : Mesin untuk mengeringkan carpet setelah di cuci.
f. Carpet Extraction : Mesin untuk shampooing carpet / mencuci carpet dan menghisap
cairan yang kotor .
g. Dry Foam Extraction : Mesin untuk shampooing carpet dengan system busa tanpa
h.

dibilas lagi dan sisa sudah kotor akan dihisap oleh mesin kembali.
Power Wall : Mesin untuk mencuci dinding dengan busa.

5. Kelompok Protektive dan Supporting


Page
10

Peralatan pembersih yang digunakan sebagai pengaman dan penunjang kegiataan


pembersihan , sehingga memungkinkan suatu pekerjaan pembersihaan terlaksana dengan
baik dan aman .
A. Kelompok Protektive
a.1. Hands Gloves : Untuk melindungi tangan dari bahan kimia takala mengunakan
atau ketika mencampur bahan kimia.
a.2. Goglees : Untuk melindungi mata dari asap , debu , bahan kimia ketika
membersihkan daerah yang sulit terjangkau.
a.3. Masker : Untuk melindungi diri dari bau , uap yang berasal dari bahan kimia
debu dan asap.
a.4. Safety Belt : Untuk mengikat / melindungi diri ketika membersihkan area yang
tinggi atau bagian luar gedung yang tinggi.
a.5. Safety Booth / Safety Shoes : Untuk menghindari kecelakaan kerja lantai yang
basah , jalan yang licin , cairan panas yang tumpah atau kejatuhan benda yang
keras.
a.6. Helmet : Untuk melindungi kepala dari kejatuhan benda keras dari atas
a.7. Coat / Jas : Untuk melindungi pekerja dari hawa dingin atau melindungi kulit
dari tumpahan bahan kimia atau air panas .
B. Kelompok Supporting .
b.1. Step Ladder ( Tangga )
b.2. Extension Ladder ( Tangga yang bisa dipanjang dan pendekkan )
b.3. Scafffolding ( Stagger )
b.4. Comnination Plug ( Steker Kombinasi )
b.5. Extension Cable ( Kabel penyambung )
b.6. Telescopic Stick ( Tonkat penyambung ketika membersihkan area yang tinggi )
b.7. Gondola ( Alat bantu membersihkan area yang tinggi )
6. Kelompok Peralatan lain lain
Peralatan pembersih yang tidak termasuk dalam pengkelopokan peralatan sebelumnya.
a. Window squeeze / Window Wiper : Alat yang dipergunakan untuk membersih
kan permukaan kaca dari air, debu dan kotoran yang menempel pada kaca.
b. Floor Squzee : Alat untuk mengeringkan /menarik air dari genangan di
permukaan lantai yang basah.
c. Gun Sprayer / Bottle Sprayer : Alat untuk menampung bahan kimia atau
menyemprotkan cairan kimia pada obyek yang dibersihkan.
d. Puty Knipe ( Kapr ) : Alat untuk mengerok kotoran yang menempel pada
e.
f.
g.
h.

lantai atau dinding .


Mop Wringer : Alat pemeras untuk untuk mopping berupa sumbu pel
Mop : Kain untuk mengepel lantai
Sponge ( Spon ) : alat untuk mengosok kotoran atau mennyedot air
Scotch Brite : alat untuk menggosok kotoran yang membandel
Page
11

i. Camois / Canebo : Kain yang terbuat dari karet untuk mengeringkan benda
yang basah.
j. Wet Caution / Danger Notice : alat yang digunakan member tanda peringatan
supaya berhati hati dipasang pada saat membersihkan lantai , perawatan
lantai atau mopping .
k. Scourer Pad : Sejenis spon yang terdiri dua bagian berstektur halus dan kasar
untuk membersihkan kamar mandi dan dinding .
l. Container Bin : tempat penampungan sampah sementara sebelum dibawa
ketempat pembungan.
C. Jenis jenis Bahan Pembersih ( Chemichal / Cleaning Supllies )
Cleaning supplies adalah bahan kimia yang bermanfaat untuk membantu proses
pembersihan . Cleaning Supplies dapat dibedakan menjadi 4 jenis :
1. Jenis Cair
2. Jenis Zat Padat
3. Jenis Powder ( Bubuk )
4. Jenis Pasta
Macam macam Chemical / Cleaning Supplies :
1. Air : Berupa bahan cair yang jernih bahan ini mudah didapat , murah dan dipakai
sebagai bahan pencampur dari bahan pembersih lain misalnya Detergent, Multy
Purpose Cleaner ( MPC ) dan sebagai bahan penetral / pembilas
2. Detergent : Berbentuk bubuk halus , batangan , cair atau cream dapat digunakan
sebagai bahan pembersih untuk peralatan dari bahan dasar plastic , vinyl , keramik
Kulit , metal dan porcelain.
3. Strippers : berbentuk cair dipergunakan untuk mengangkat lapisan sealer dan
finisher serta menghancurkan daya metal lock yang terdapat pada lantai biasanya
digunakan untuk lantai resilent dan lantai keras
Contoh: Wax stripe, Freedom
4. Sealer : Berbentuk cair yang berfungsi untuk melapisi lantai atau kayu dari
goresan atau banyak pori pori seperti Wooden Floor , Marmer ,
5. Polisher : Berbentuk cairan , cream /pasta sebagai bahan pengkilap pada obyak
pembersihan yang terbuat dari kayu , metal , kulit , dan marmer masing masing
polisher berbeda fungsinya pada obyek cleaning seperti semir untuk kulit ,
furniture polish / shine up untuk furniture / kayu Pasta Blanca untuk marmer
6. Abrasive: zat kimia berbentuk bubuk digunakan untuk menghilangkan kotoran
yang berat dan untuk memoles perlengkapan makan dari stainless steel, keramik
zat kimia ini dapat merusak permukaan marmer atau fiber glass.
Page
12

7. Disinfectant : Berbentuk cair berfungsi membunuh kuman kuman dan bakteri


digunakan untuk ruang dapur, toilet atau pesawat telepon yang dipakai umum.
8. Acid / Asam : Berbentuk cair bersifat asam dapat mengangkat kotoran yang keras
diperoleh dari asam , cuka atau bahan kimia lain .
9. Alkali : Berbentuk cair digunakan untuk laundry menambah daya bersih pada
detergent dan dapat membasmi hama.
10. Solven : berbentuk cair digunakan untuk dry cleaning ( pencucian kering ) dari
aceton, methyl spirit dan white spirit.
11. Amoniak : berbentuk cair dan Kristal mempunyai bau yang khas dan keras dan
tidak berwarna untuk membersihkan kotoran lemak pada kaca dan lantai biasanya
penggunaanya dicampur dengan air
12. Multy Purpose Cleaner : Berbentuk cair digunakan untuk semua benda obyek
cleaning dicampur air sebelum digunakan.
13. Deodorizer : untuk mengurangi bau yang tidak enak yang biasanya meninggalkan
bekas pada permukaan.
14. Metal Cleaner : Berbentuk cair / pasta untuk membersihkan logam / besi yang
tipis , lapisan pelindung pada logam zat ini dapat merusak banyak jenis lain.
15. Degreasers : disebut juga sebagai emulsi atau stabilisator untuk menghilangkan
jenis lemak dan minyak .
16. Dulcimers : membersihkan kandungan mineral yang dapat memudarkan kerak
dan kotoran berat pada permukaan lantai.
17. Fiberglass Cleaner : untuk membersihkan fiberglass
18. Liquid Soap : Sabun cairf yang digunakan membersihkan barang terbuat dari
porselen dan keramik
19. Liquid Hand Soap :Sabun cair untuk mencuci tangan yang biasa ditempatkan di
dispenser dekat wash basin.
20. Go Getter : Bahan pembersih untuk membersihkan toilet bowl atau urinoir dan
kotoran berat.
21. Spoy and Stain Remover : Untuk menghilangkan noda noda pada permukaan
carpet .
D. Syarat syarat Cleaner yang baik
1. Biodegradable
: Dapat diuraikan oleh mikro organisme sehingga tidak
membahayakan lingkungan atau mencemari lingkungan .
2. Solubility
: Dapat larut dalam air dan mudah dihilangkandari permukaan
benda yang dibersihkan

Page
13

3. Wetting

: Sifat pembasahan yang kuat untuk mendapatkan sifat ini

diperlukan adanya zat aktif permukaan untuk menurunkan kadar permukaan air
sehingga pembasahan pada permukaan benda yang dibersihkan dapat berlangsung
cepat.
4. Emulsification
partikel partikel kecil
5. Soil Suspension

: Sifat cleaner yang bekerja memecah kotoran menjadi


: Kotoran yang sudah di imulsikan harus terbuat

tersuspensi dalam larutan untuk mencegah lengketnya / melekatnya kembali pada


permukaan benda yang telah dibersihkan , zat yang dapat memberikan sifat ini
disebut emulsifier.
6. Rinsability

: Sisa sisa zat pembersih harus mudah dihilangkan dari

permukaan benda yang sudah dibersihkan.


7. Disinfectant
: Kemampuan yang dapat membunuh kuman / bakteri
pembawa penyakit di benda yang akan dibersihkan
E. Manfaat Cleaning Supplies
1. Mempermudah dan mempercepat pembersihan.
2. Memperpanjang usai pakai suatu barang jika cleaning supplies dipakai tepat.
3. Memperindah obyek yang dibersihkan.
4. Selain membersihkan juga melindungi objek yang dibersihkan.
5. Memberikan aroma yang segar terhadap ruangan atau barang yang dibersihkan.
F. Pertimbangan Memilih Cleaning Supplies.
Agar pengeluaran perusahaan dapat ditekan semaksimal mungkin dan cleaning
supplies yang dibeli dapat berdaya gunma tinggi seperti yang diinginkan maka dalam
memilih cleaning supplies harus memenuhi persyaratan berikut :
1. Memiliki daya bersih dan lindung yang baik.
2. Tidak merusak objek yang dibesihkan.
3. Tidak berbahaya bagi pemakai.
4. Ramah lingkungan.
5. Selalu tersedia dipasaran.
6. Harga yang competitive
G. Jenis Jenis Cleaning Supplies dan fungsinya
Dilihat dari cara kerjanya :
1. Solvent : Cleaning supplies yang cara kerjanya melarutkan kotoran yang
dibersihkan zat pembersih ini berupa cair yang dapat menghilangkan kotoran
dengan cara melarutkannya dalam air misalnya : air , amoniak ,turpentine ,
spiritus.
Page
14

2. Detergent : Cleaning Supplies ini cara kerjanya melepas kotoran yang dibersihkan
bahan pembersih ini berupa cair, padat, powder , pasta apabila dicampur air zat ini
dapat melepaskan , mengangkat kotoran dari benda yang dibersihkan seperti :
a. Soda Ash
b. Sulpurid acid
c. Hidrocarbon : Forward , Rinso, so Clean , GP Clean , Sabun Colek (pasta)
3. Chemical Reaction : Suata zat yang dapat menghilangkan kotoran dengan cara
merubah sifat dari kotoran tersebut yaitu dapat dibersihkan karena adanya reaksi
kimia . contoh :
a. Go Getter
b. Pilax
c. Bowl Cide
d. Coustic Soda
e. Vinegar
f. HCL ( Hidroctoroid acid )
4. Polish / Primer
4.1.
Dilihat dari cara kerjanya dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok yaitu :
a. Membersihkan dan menghilangkan kotoran
b. Membersihkan dan melapisi
c. Melapisi dan melindungi
4.4.
Dilihat dari larutan dasarnya dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok :
a. Solvent / Spirit based polish : Polish yang zat pelarutmya adalah
solvent.
b. Water based polish : Polish yang pelarutnya adalah air
b.1. New Complete
b.2.Fortify
b.3. Traffic Grade
b.4. Kiwi
b.5. Ocedar
b.6. Braso
b.7. Shine Up
H. Mengenal dan menggunakan bahan kimia yang aman
1. Membaca label pembungkus dan mengikuti petunjuknya.
2. Pastikan pembungkus tidak bocor dan rusak
3. Pastikan pada label pembungkus benar
4. Pastikan botol yang dipakai benar
5. Petugas harus memakai alat pelindung
6. Jangan mencampur bahan kimia dengan yang lain kecuali air
7. Amoniak tdak boleh dicampur dengan chlorine

Page
15

Page
16