Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Syamsul Arifin

Nim

: 155040207111011

Kelas

: P/AD

Faktor Abiotik
Abiotik (bahasa Inggris: Abiotic) adalah salah satu komponen atau faktor dalam lingkungan.
Secara umum abiotik adalah komponen penyusun ekosistem yang terdiri dari benda mati.
Secara terperinci, komponen abiotik merupakan keadaan fisik dan kimia di sekitar organisme
yang menjadi medium dan substrat untuk menunjang berlangsungnya kehidupan organisme.
Faktor abiotik adalah faktor yang berasal dari alam semesta yang tidak hidup, misalnya
udara, air, cahaya, dll. Fungsi-fungsi komponen abiotik dalam pemenuhan kebutuhan
manusia dan yang dapat mempengaruhi ekosistem, serta komponen yang berperan dalam
keseimbangan ekosistem alam

Contoh beberapa faktor abiotik :


1. Tanah
Makhluk hidup tidak dapat terlepas dari tanah. Tanah yang berbeda akan memiliki
sifat, tekstur, dan kandungan garam mineral yang berbeda pula. Tanah yang subur merupakan
media yang terbaik bagi tumbuhan.
Seperti yang kita ketahui tempat dimana manusia tinggal dan berpijak adalah tanah.
Manusia dapat beraktivitas, membangun rumah, gedung, bahkan bercocok tanam. Tanah juga
ditempati oleh komponen biotik seperti tumbuhan dan hewan yang melakukan aktivitasnya
setiap hari.
2. Suhu Atau Temperatur
Pada umumnya makhluk hidup rata-rata dapat bertahan hidup pada kisaran suhu 0
derajat sampai 40 derajat C. Hanya makhluk hidup tertentu saja yang dapat hidup di bawah
atau di atas daripada itu. Hewan berdarah panas mampu hidup pada suhu di bawah titik beku
karena memiliki bulu dan memiliki suhu tubuh yang konstan (tetap). Suhu merupakan
syarat yang diperlukan organisme untuk hidup. Temperatur lingkungan adalah ukuran dari
intensitas panas dalam unit standar dan biasanya diekspresikan dalam skala derajat celsius.
Secara umum, temperatur udara adalah faktor bioklimat tunggal yang penting dalam
lingkungan fisik ternak.

3. Sinar/Cahaya Matahari
Sinar matahari memengaruhi sistem secara global, karena sinar matahari
menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh
tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.
Radiasi matahari dalam suatu lingkungan berasal dari dua sumber utama:
a. Temperatur matahari yang tinggi.
b. Radiasi termal dari tanah, pohon, awan dan atmosfir.
Petunjuk variasi dan kecepatan radiasi matahari, penting untuk mendesain
perkandangan ternak, karena dapat memengaruhi proses fisiologi ternak. Lingkungan ternal
adalah ruang empat dimensi yang sesuai ditempati ternak. Mamalia dapat bertahan hidup dan
berkembang pada suatu lingkungan termal yang tidak disukai, tergantung pada kemampuan
ternak itu sendiri dalam menggunakan mekanisme fisiologis dan tingkah laku secara efesien
untuk mempertahankan keseimbangan panas di antara tubuhnya dan lingkungan.
4. Air
Sekitar 80-90% tubuh makhluk hidup tersusun atas air. Zat ini digunakan sebagai
pelarut di dalam sitoplasma, untuk menjaga tekanan osmosis sel, dan mencegah sel dari
kekeringan. Air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air
diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan dan penyebaran biji, bagi hewan dan
manusia, air diperlukan untuk pertumbuhan, hidup, dan lain sebagainya. Dalam kehidupan,air
sangat diperlukan oleh makhluk hidup karena sebagian tubuh mengandung air. Di alam, air
dapat berbentuk gas, cair, dan padat. Air sangat berpengaruh terhadap metabolisme makhluk
hidup dan dipengaruhi pula oleh suhu, salinitas, dan PH.
5. Udara
Udara di atmosfer tersusun atas nitrogen (N2, 78%), oksigen (O2, 21%), karbon
dioksida (CO2,0,03%), dan gas lainnya.
Jadi gas nitrogen merupakan penyusun udara terbesar di atmosfer bumi
6. Mineral
Mineral yang diperlukan tumbuhan misalnya belerang (S), fosfat (P), kalium (K),
kalsium (Ca), magnesium (Mg), besi (fe), natrium (Na), dan khlor (C1). Mineral-mineral itu
diperoleh tumbuhan dalam bentuk ion-ion yang larut didalam air tanah. Mineral tersebut
digunakan untuk berlangsungnya metabolisme tubuh dan untuk penyusun tubuh. Hewan dan
manusia pun memerlukan mineral untuk penyusun tubuh dan reaksi-reaksi metabolismenya.
Selain itu, mineral juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa dan mengatur
fungsi fsikologi (faal) tubuh.

7. Keasaman (PH)
Kesamaan juga berpengaruh jerhadap makhluk hidup. Biasanya makhluk hidup
memerlukan lingkungan yang memilik PH netral. Makhluk hidup tidak dapat hidup di
lingkungan yang terlalu asam atau basa. Sebagai contoh tanah di Kalimantan yang umumnya
bersifat asam memiliki keanekaragaman yang rendah dibandingkan dengan di daerah lain
yang tanahnya netral. Tanah di Kalimantan bersifat asam karena tersusun atas gambut.
8. Kadar Garam (Salinitas)
Jika kadar garam tinggi, sel-sel akar tumbuhn akan mati dan akhirnya akan
mematikan tumbuhn itu. Didaerah yang berkadar garam tinggi hnya hidup tumbuhan tertentu.
Misalnya pohon bakau di pantai yang tahan terhadap lingkungan berkadar garam tinggi.
9. Topografi
Topografi artinya keadaan naik turunnya permukaan bumi disuatu daerah. Topografi
berkaitan dengan kelembaban, cahaya, suhu, serta keadaan tanah disuatu daerah. Interaksi
berbagai faktor itu membentuk lingkungan yang khas. Sebagai contoh keanekaragaman
hayati di daerah perbukitan berbeda dengan di daerah datar. Organisme yang hidup di daerah
berbukit berbeda dengan daerah datar. Topografi juga memengaruhi penyebaran makhluk
hidup.
10. Garis Lintang
Garis lintang yang berbeda menunjukan kondisi lingkungan yang berbeda pula.
Garis lintang secara tidak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme
dipermukaan bumi. Ada organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.
Indonesia yang terletak di daerah khatulistiwa dan di antara dua benua, memiliki
curah hujan yang cukup tinggi, rata-rata 200-225 cm/tahun. Dengan curah hujan yang tinggi
dan merata, cahaya matahari sepanjang tahun, dan suhu yang cukup hangat dengan suhu ratarata 27 derajat C, Indonesia memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi.

Sumber : http://kapanpunbisa.blogspot.co.id/2011/10/faktor-faktor-abiotik-danbiotik.html