Anda di halaman 1dari 32

PENELITIAN EPIDEMIOLOGI

Kelompok 6

Topik Pembelajaran

Hubungan Asosiasi
Klasifikasi Penelitian Epidemiologi
Penelitian Observasional
Penelitian Eksperimental

Hubungan Asosiasi
Pengertian
Hubungan keterikatan atau saling pengaruh
antara dua atau lebih variabel, dimana hubungan
tersebut dapat bersifat sebab akibat atau bukan

Pembagian hubungan asosiasi


Hubungan semu
Hubungan asosiasi bukan kausal
Hubungan asosiasi kausal

Hubungan semu
Hubungan antara dua atau lebih variabel yang bersifat
tidak benar [semu / palsu] yang timbul karena faktor
kebetulan atau karena adanya bias pada metode
penelitian

Hubungan asosiasi bukan kausal


Hubungan asosiasi yang bersifat bukan hubungan
sebab akibat, di mana variabel ketiga tampaknya
mempunyai hubungan dengan salah satu variabel
yang terlibat, tetapi bukan sebagai faktor penyebab

Hubungan asosiasi kausal


Hubungan antara dua atau lebih variabel di mana
salah satu atau lebih di antara variabel tersebut
merupakan variabel penyebab kausal [primer dan
sekunder] terhadap terjadinya variabel lainya sebagai
hasil akhir dari suatu proses terjadinya penyakit

Kriteria penentuan hubungan kausal


Kekuatan hubungan <strength of the association>
Makin kuat hubungan antara paparan dan penyakit
<outcome>, makin kuat keyakinan bahwa hubungan
tersebut bersifat kausal

Konsistensi <Consistency of the association>


Penelitian dengan kerangka konsepsional sama tetapi
pada populasi yang berbeda, atau dalam cara
berbeda, di mana hasil penelitian tersebut tidak
berbeda dalam menemukan hubungan sebab akibat,
maka makin kuat adanya hubungan kausal

Spesifisitas <spesificity of the association>


Makin spesifik efek paparan, makin kuat kesimpulan
akan adanya hubungan kausal

Hubungan temporal <temporal correct association>


Hubungan kausal menunjukkan sekuen waktu yang
jelas, yaitu paparan faktor penelitian mendahului
kejasian penyakit

Biological plausibility
Keyakinan hubungan kausal antara paparan dan
penyakit makin kuat jika ada dukungan pengetahuan
biologik

Klasifikasi Penelitian Epidemiologi


Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari distribusi dan
determinan frekuensi penyakit dan kesehatan populasi, oleh
karena itu klasifikasi penelitian epidemiologi sebagai berikut :
1

Observasional
a. Deskriptif

Case report <laporan kasus>


Case series <rangkaian berkala>
Correlational studies <studi korelasi>
Cross sectional <potong lintang>

b. Analitik

Case control <kasus kontrol>


Cohort

Eksperimental

Community trial
Clinical trial

1. Penelitian Observasional
Peneliti tidak melakukan atau memberi
perlakuan kepada subyek penelitian, tetapi
subyek itu sendiri yang memilih melakukannya.
a. Penelitian deskriptif
Penelitian epidemiologi yang bertujuan
menggambarkan distribusi suatu masalah kesehatan
menurut variabel penelitian (orang,waktu,dan tempat)
Manfaat :
Memberikan masukan tentang pengalokasian
sumberdaya dalam rangka perencanaan yang efisien
bagi program kesehatan dan sebagai peunjuk awal
untuk merumuskan hipotesis bahwa suatu variabel
adalah resiko penyakit

Case report <laporan kasus>


Studi yang menggambarkan pengalaman dari satu atau
sebuah kelompok pasien dengan diagnosis yang sama
atau mirip
Rangkaian berkala <case series>
Rancangan studi yang bertujuan mendeskripsikan dan
mempelajari frekuensi penyakit atau status kesehatan dari
sebuah atau beberapa populasi, berdasarkan serangkaian
pengamatan pada beberapa sekuen waktu

Fungsi :
Dapat meramalkan kejadian penyakit berikutnya berdasarkan
perjalanan yang lampau <karena terlihat variasi frekuensi
penyakit secara kronologik>
Dapat sebagai cara awal untuk mengidentifikasi munculnya
suatu epidemi
Studi korelasi <studi ekologi, correlational studies>
Penelitian epidemiologi dengan populasi sebagai unit
analisis, yang digunakan untuk menggambarkan penyakit
dalam kaitannya dengan beberapa faktor, dengan cara
mengukur karakteristik dari keseluruhan populasi

Keuntungan :
Tepat untuk penelitian awal yang mencari hubungan
antara faktor paparan dan penyakit, sebab mudah
dilakukan dan murah dengan memanfaatkan informasi
yang tersedia
Kerugian :
Jenis penelitian ini bukan merupakan rancangan yang
tepat untuk menganalisis hubungan sebab akibat
Tidak mampu menghubungkan suatu faktor resiko
dengan penyakit secara individual
Tidak menggambarkan tingkat resiko individu

Cross sectional
Rancangan penelitian epidemiologi yang mempelajari
hubungan penyakit dan paparan <faktor penelitian>
dengan cara mengamati status paparan dan penyakit
serentak pada individu dari populasi tunggal, pada suatu
saat atau periode <Murti, 1997>

Status paparan dan status penyakit diukur pada


saat yang sama. Data yang dihasilkan adalah
prevalensi bukan insidensi

Kerangka cross sectional

Merumuskan pertanyaan penelitian


Menentukan tujuan penelitian
Populasi studi
Kriteria subjek studi
Cara pengambilan dan perkiraan besarnya sampel
Menentukan variabel yang akan diukur
Menyiapkan daftar pertanyaan atau pemeriksaan yang
dibutuhkan
Pengumpulan data
Analisis data

Tujuan penelitian

Memperoleh gambaran pola penyakit dan


determinannya pada populasi sasaran
Manfaat :
Dapat dipakai untuk menentukan besarnya
masalah penyakit <dengan ukuran prevalens>

Keuntungan :
Mudah dilakukan
Cepat dan murah
Menggunakan
masyarakat umum
sebagai sampel sehingga
generalisasinya cukup
memadai

Kerugian :
Tidak tepat bila
digunakan untuk
menganalisis hubungan
kausal <sebab akibat>
antara paparan dan
penyakit

b. Penelitian Analitik
Merupakan suatu studi yang dirancang untuk memeriksa
hubungan antara paparan dan akibatnya <exposure dan
outcome>.
Penelitian epidemiologi yang bertujuan untuk
memperoleh penjelasan tentang faktor-faktor resiko
penyebab penyakit
Prinsip yang digunakan adalah membandingkan
resiko terkena penyakit antara kelompok terpapar dan
tak terpapar faktor penelitian

Case control
Rancangan penelitian epidemiologi yang mempelajari
hubungan antara paparan <faktor penelitian> dan
penyakit, dengan cara membandingkan kelompok
kasus dan kelompok kontrol berdasarkan status
paparannya
Ciri-ciri studi kasus kontrol adalah pemilihan subyek
berdasarkan status penyakit, untuk kemudian
dilakukan pengamatan apakah subyek mempunyai
riwayat terpapar faktor penelitian atau tidak

Keuntungan :
Murah dan mudah
dilakukan
Cocok untuk meneliti
penyakit dengan periode
laten yang panjang
Tepat untuk meneliti
penyakit langka
Dapat meneliti pengaruh
sejumlah paparan
terhadap sebuah penyakit

Kerugian :
Bertentangan dengan logika
normal
Rawan terhadap bias
Tidak cocok untuk paparan
langka
Tidak dapat menghitung laju
insidensi
Tidak mudah memastikan
hubungan temporal antara
paparan dan penyakit
Sulit dipastikan apakah kasus
dan kontrol benar-benar
setara dalam hal faktor luar
dan sumber distorsi lainnya

Dalam penelitian ini terdapat 2 kelompok sampel:


Sampel kasus
Sampel kontrol
Untuk memilih kasus perlu diperhatikan :
a. Kriteria diagnosis harus dibuat dengan
jelas agar tidak menimbulkan bias
informasi
b. Populasi sumber kasus berasal dari
rumah sakit atau populasi / masyarakat

Untuk memilih kontrol perlu diperhatikan :


a. Karakter populasi sumber kasus
b. Keserupaan antara kontrol dan kasus
c. Pertimbangan praktis dan ekonomis
Cohort
Rancangan penelitian epidemiologi yang mempelajari
hubungan antara paparan dan penyakit, dengan cara
membandingkan kelompok terpapar dan kelompok tak
terpapar berdasarkan status penyakit

Ciri-ciri studi cohort adalah pemilihan subyek


berdasarkan status paparannya, dan kemudian
dilakukan pengamatan dan pencatatan apakah
subyek mengalami outcome yang diamati atau
tidak
Penelitian Cohort dapat bersifat prospektif maupun
retrospektif

Keuntungan :
Sesuai logika normal
dalam membuat inferensi
kausal
Dapat menghitung laju
insidensi
Sesuai untuk meneliti
paparan yang langka
Memungkinkan
mempelajari sejumlah
efek secara serentak

Kerugian :
Bersifat prospektif
Lebih mahal; waktu lama
Kurang praktis untuk
mempelajari penyakit
langka
Ada resiko hilangnya
subyek selama penelitian
karena migrasi, tingkat
partisipasi rendah, atau
meninggal

Dalam penelitian ini terdapat 2 kelompok sampel yaitu


sampel terpapar dan tidak terpapar.
Kelompok terpapar dapat diperoleh dari 2 sumber yaitu :
1. Populasi umum, untuk keadaan berikut
a. Prevalensi paparan pada populasi cukup tinggi
b. Mempunyai batas geografik yang jelas
c. Secara demografik stabil
d. Ketersediaan catatan demografik lengap dan up to
date

2. Populasi khusus, untuk keadaan-keadaan berikut :


a. Prevalensi paparan dan kejadian penyakit pada
populasi umum rendah
b. Kemudahan untuk memperoleh informasi yang
akurat dan pengamatan yang lebih terkontrol
Kelompok tak terpapar dipilih dari 2 populasi sumber,
yaitu populasi umum dan khusus. Kelompok tak
terpapar bisa dipilih dari populasi yang sama atau
bukan dengan populasi terpapar

2. Penelitian Eksperimental
Peneliti dengan sengaja memberikan suatu
perlakuan atau tidak memberikan perlakuan
kepada subyek penelitian
Perlakuan adalah yang kita anggap
sebagai paparan atau penyebab
Berdasarkan modus pengontrolan situasi penelitian,
eksperimen dibagi menjadi 2 jenis :
a. Eksperimen murni <menggunakan proses randomisasi>
b. Eksperimen semu / kausal <tidak menggunakan proses
randomisasi>

Clinical Trial <Uji Klinik>


Jenis eksperimen epidemiologi yang digunakan untuk
mengkaji suatu cara pencegahan penyakit atau upaya
pengobatan
Community trial <Uji komunitas>
Jenis eksperimen epidemiologi dimana intervensi
dialokasikan kepada komunitas, bukan individu
Karena tidak mungkin atau tidak
praktis dilakukan kepada individu

Contoh kasus
Hubungan antara orang menginang dengan
kemungkinan terjadinya kanker rongga
mulut dibandingkan dengan orang yang
tidak punya kebiasaan menginang

faktor predisposisi terjadinya kanker RM


pada orang yang menginang
Daun tembakau yang menjadi faktor
utama penyebab munculnya kanker RM
OH yang buruk
Pendidikan kesehatan yang kurang
Senyawa arekolin dalam biji pinang yang
bersifat karsinogenik

Faktor predisposisi kanker rongga mulut


terhadap orang yang tidak menginang

Sinar UV
Alkohol
Perokok berat
Faktor sistemik dan lokal
Virus
Jamur
Bakteri

Statistik yang digunakan dalam


penelitian epidemiologi
Statistik deskriptif
- mean, Median, Modus, Standard deviasi,
Rasio, Rate, Proporsi, presentase,dll
Statistik inferensial
- uji T, Chi Square, ANOVA, Confidence
Interval, Analisis multivarians, dll.