Anda di halaman 1dari 44

Proposal Tesis

PUZZLERANGKA MANUSIA
PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
(Penelitian Tindakan Kelas Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar
Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Negeri
Medan TembungTahun Ajaran 2013/2014)

Oleh: Safran Hasibuan

PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH


PASCASARJANA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2014

DAFTAR ISI
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.

Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Ruang Lingkup Penelitian
Originalitas Penelitian
Hipotesis Penelitian
Defenisi Operasional
Kajian Pustaka
1. Pengertian Belajar
2. Prestasi Belajar Siswa
3. Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
a. Faktor Internal
b. FaktorEksternal

4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Cara Mendapatkan Prestasi Belajar Yang Baik


Pengertian Media
Macam-macam Media Pembelajaran
Penggunaan Media Pembelajaran
Fungsi Dan Manfaat Media Pembelajaran
Puzzle Rangka Manusia
Alat Peraga (Torso)
Ilmu Pengetahuan Alam
a. Pengertian IPA
b. Hakikat Pembelajaran IPA di MI
J. Pendekatan Dan Lokasi Penelitian
1. Lokasi Penelitian
2. Kehadiran Peneliti
3. Data Dan Sumber Data
4. Analisis Data
5. Pengecekan Keabsahan Data
DAFTAR PUSTAKA

A. Latar Belakang
Guru masih mengeluh tentang materi pelajaran
yang terlalu banyak dan kurangnya waktu untuk
mengajarkan semua materi pembelajaran
sehingga pembelajaran berlangsung hanya
seperti formalitas semata
Keterbatasan kemampuan pendidik dalam
pemanfaatan media pembelajaran, tidak
tersedianya media pembelajaran yang dibutuhkan
dan media pembelajaran yang tersedia sudah
rusak
Rendahnya daya tangkap siswa terhadap materi
pembelajaran membuat guru pengampu mata
pelajaran IPA mengalami kesulitan dalam
mengaktifkan siswa untuk terlibat langsung
dalam proses penggalian dan penelaahan materi
pelajaran

Jumlah siswa setiap kelas cukup besar (30-40 siswa). Terkait


dengan jumlah siswa yang cukup besar di setiap kelas, proses
belajar dihadapkan pada kenyataan rendahnya kemampuan
pendidik menggunakan dan mengelola sarana dan prasarana
pembelajaran, sehingga hal tersebut juga menyebabkan guru
kurang dapat mengenali sikap dan perilaku individual siswa
secara baik. Hal ini dapat berdampak pada kurangnya perhatian
siswa terhadap materi pembelajaran

Siswa masih beranggapan mata pelajaran IPA sebagai mata


pelajaran yang bersifat teoritis semata. Akibatnya, ketika
mengikuti pembelajaran IPA siswa merasa cukup mencatat
dan menghafal materi yang disampaikan oleh guru, bahkan
tugas-tugas yang diberikan dikerjakan hanya sekedar
menyelesaikan tugas semata.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian yang akan
dilakukan adalah:

Bagaimana proses pembuatan


Puzzle Rangka Manusia?
Bagaimana menciptakan proses
pembelajaran yang baik dengan
memanfaatkan Puzzle Rangka
Manusia sebagai media
pembelajaran?
Bagaimana pemanfaatan Puzzle
Rangka Manusia untuk

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah:
1. Memahami bagaimana proses pembuatan media Puzzle Rangka
Manusia menggunakan peralatan sederhana
2. Memudahkan guru merancang pembelajaran yang lebih variatif
dan inovati fsehingga dengan penggunaan media Puzzle Rangka
Manusia siswa menjadi aktif dalam proses penggalian dan
penelaahan materi pelajaran walaupun siswa dalam ruang kelas
mencapai 30-40 orang
3. Media Puzzle Rangka Manusia tersebut menjadi media
pembelajaran bagi guru untuk menyampaikan materi rangka
manusia, sehingga siswa merasakan bahwa yang mereka pelajari
memang ada dalam tubuh mereka
4. Dengan menggunakan media Puzzle Rangka Manusia prestasi
belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi pembelajaran rangka
manusia diharapkan mampu mencapai atau melebihi KKM

D. Manfaat Penelitian
Mafaat penggunaanPuzzle Rangka Manusia sebagai media
pembelajaran dalam proses belajar IPA materi rangka manusia:
Sebagai panduan bagi guru atau peneliti lain mengenai prosedural
pembuatan media pembelajaran sendiri dengan menggunakan
peralatan sederhana. Sehingga, dalam proses pembelajaran guru
tidak hanya menggunakan media pembelajaran yang dapat di beli
dengan mudah di pasaran dan peneliti yang akan melakukan
penelitian sejenis mampu membuat media pembelajaran dengan
bentuk yang lainnya.
Meningkatan prestasi belajar siswa, diarahkan untuk memberikan
pemahaman kepada siswa bahwa materi pembelajaran IPA
berkaitan langsung dengan kehidupan nyata dan pembelajaran
materi tersebut memang melekat dalam diri siswa serta
berpengaruh langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi kepala sekolah bermanfaat untuk pemantauan pengembangan


perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses semua materi
pembelajaran yang dilakukan oleh guru khususnya pelajaran IPA.

E. Ruang Lingkup Penelitian


Lingkup penelitian ini dibatasi pada mata pelajaran
IPA kelas IV yang mencakup:
1. Standar Kompetensi: Makhluk Hidup dan Proses
Kehidupan dengan fokus memahami hubungan
antara struktur organ tubuh manusia dengan
fungsinya, serta pemeliharaannya
2. Kompetensi Dasar: Mendeskripsikan hubungan
antara struktur kerangka tubuh manusia dengan
fungsinya dan enerapkan cara memelihara
kesehatan kerangka tubuh
3. Uraian Materi:
a. Bagian-bagian rangka manusia
b. Fungsi rangka manusia
c. Perawatan rangka manusia

F. Originalitas Penelitian
Setiap rencana penelitian yang akan dilakukan
harus benar-benar berbeda dengan penelitian yang
pernah dilaksanakan oleh peneliti lain, agar karya
ilmiah yang disusun benar-benar orisinil dan tidak
mengandung unsur plagiasi sedikitpun. Dibawah ini
dipaparkan beberapa penelitian terdahulu untuk
melihat persamaan dan perbedaan penelitian yang
dilakukan peneliti lain dengan rencana penelitian yang
akan dilakukan.

No

Tabel 4
Analisis Penelitian Yang Akan Dilakukan Dengan Penelitian
Sebelumnya
Nama Peneliti, Bentuk,
Tujuan
Kesimpulan
Metode, Judul Dan Tahun
Penelitian
Penelitian
Penelitian

1 Hadi Sutopo
(Mhasiswa
Pascasarjana
UNJ),Disertasi,
Reasearch And
Development
(R&D),Pengembangan
Model Pembelajaran
Pembuatan Aplikasi
Multimedia Khususnya
Puzzle Game Pada
Mata Kuliah
Multimedia Di
Universitas
Tarumanagara Dan
Fakultas Teknologi
Informasi Universitas
Persada Indonesia YAI
Tahun Akademik
2007/2008, Tahun 2010.

Mengemban 1. Dengan model pembelajaran


pembuatan aplikasi multimedia
gkan model
khususnya puzzle game mahasiswa
pembelajara
dapat meningkatkan kemampuan
untuk membuat desain dan
n pembuatan
pemrograman dalam membuat puzzle
aplikasi
game.
multimedia 2. Keterampilan pemrograman dan
desain akan mendorong kreativitas
khususnya
mahasiswa untuk membuat aplikasi
puzzle game
multimedia seperti visualisasi, com
pany profile, pembelajaran, hiburan
dalam
dan lainnya. Agar dapat menciptakan
bentuk CDaplikasi multimedia yang baik,
ROM, yang
mahasiswa harus menguasai desain
dan pemrograman serta mampu
menjadi
mengembangkan kreativitasnya.
bagian dari 3. Dosen mata kuliah lain dapat
mata kuliah
mengembangkan model pembelajaran
dengan komputer karena
Multimedia.

memudahkan mahasiswa untuk mema


hami materi kuliah, sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai.

2 Any Herawati

1.

(Mahasiswa
Pascasarjana
Universitas
Negeri Malang),
Tesis, Metode
Penulisannya
Menggunakan 2.
Mixed
Research,Pembe
lajaran
Kooperatif TAI
Dan game
Puzzle Dalam
Meningkatkan
3.
Motivasi
Belajar Dan
Pemahaman
Konsep
Matematika
Siswa SMA
Negeri 3
Malang,Tahun
2012.

Meningkatkan motivasi belajar


dan pemahaman konsep mata
pelajaran matematika fungsi
komposisi dan fungsi invers
menggunakan model
Pembelajaran Kooperatif TAI
dan Game Puzzle di SMA negeri
3 Malang
Memahami prosedural
penerapan model Pembelajaran
Kooperatif TAI dan Game
Puzzle dalam meningkatkan
motivasi belajar dan
pemahaman konsep mata
pelajaran matematika fungsi
komposisi dan fungsi invers di
SMA negeri 3 Malang
Untuk meneliti respon siswa
terhadap penerapan model
Pembelajaran Kooperatif TAI
dan Game Puzzle dalam
meningkatkan motivasi belajar
dan pemahaman konsep mata
pelajaran matematika fungsi
komposisi dan fungsi invers di
SMA negeri 3 Malang

1.

2.

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
1.

Pembelajaran kooperatif TAI Dan Game Puzzle


yang dirancang pada Bab III dan dilaksanakan
pada siswa XI IPA 1 SMA Negeri 3 Malang
berhasil meningktakan motivasi belajar dan
pemahaman konsep mata pelajaran matematika
fungsi komposisi dan fungsi invers
Pembelajaran Kooperatif TAI dan Game Puzzle
yang dapat meningkatkan motivasi belajar dan
pemahaman konsep mata pelajaran matematika
dalam penelitian tersebut memiliki beberapa
tahap.
Tahapan persiapan pembelajaran
Tahapan Penyajian materi
Tahap belajar individu
Tahap belajar kelompok
Tahap diskusi kelas
Tahap tes individual
Tahap penerapan game puzzle
Tahap penerapan kelompok
Guru memberikan tes akhir
Respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif
TAI dan game puzzle ini adalah sangat positif
yang berarti siswa menganggap bahwa model
pembelajaran ini menyenangkan, tidak
membosankan, meningkatkan pemahaman siswa
dan memberi motivasi belajar untuk memperoleh
skor tes hasil belajar

3 Angga Tri Aprilia


. (Mahasiswa
Universitas Negeri
Malang), Skripsi,
penelitian
tindakan kelas,
Penerapan Media
Crossword Puzzle
Untuk
Meningkatkan
Aktivitas Dan
Hasil Belajar IPS
Siswa Kelas IV B
SDN Penanggung
Kecamatan Klojen
Kota Malang,
Tahun 2012.

Mendeskripsikan 1. Penggunaan media


penerapan media
crossword puzzle
crossword puzzle
membuat siswa menjadi
dalam
lebih aktif, senang,
pembelajaran
bersemangat belajar,
IPS materi
serta pembelajaran
koperasi,
menjadi menyenangkan
Mendeskripsikan
dan bermakna bagi
peningkatan
siswa.
Aktivitas belajar 2. Dengan menggunakan
siswa
media crossword puzzle
pembelajaran
aktivitas belajar siswa
IPS materi
menjadi meningkat
koperasi,
3. Dengan penggunaan
Mendeskripsikan
media crossword puzzle
peningkatan hasil
hasil belajar siswa
belajar IPS
menjadi meningkat.

4 Pipit Pudji Astutik


(Mahasiswa
Pascasarjana
Universitas Negeri
Malang Prodi
Pendidikan Dasar),
Tesis, Metode
Penelitian
Memodifikasi Model
4D (Four D Model),
Pengembangan
Bahan Ajar Materi
KPK dan FPB
Berbasis Pendidikan
Matematika
Realistik (PMR)
berbantuan Puzzle,
Tahun 2013.

Menghasilkan
Bahan ajar yang telah disusun
bahan ajar
berbasis Pendidikan
materi KPK dan
Matematika Realistik (PMR)
FPB berbasis
berbantuan Puzzle memiliki
Pendidikan
kelebihan dan kelemahan. Oleh
Matematika
karenanya, pengembangan
Realistik (PMR)
bahan ajar ini hanya pada
berbantuan
sampai tahap D3 dari D4. Untuk
Puzzle yang valid, penyebaran (diseminasi)
praktis dan
sebaiknya perlu dilakukan uji
efektif untuk
validasi terlebih dahulu.
siswa kelas IV
Karena, bahan ajar ini
SDN Tunjung
berdasarkan hasil analisis
sekar.
masalah pembelajaran dan
analisis karakteristik siswa
dalam pembelajaran
matematika di SDN
Tanjungsekar 3 Kota Malang.

5 Gendot Budiyono
(Mahasiswa
Pascasarjana
Prodi Pendidikan
dasar), Tesis,
Penelitian
Tindakan Kelas
Dengan
Pendekatan
Kualitatif,
Penerapan
Metode Group
Investigation
Dipadu Dengan
Game Puzzle
untuk
Meningkatkan
Aktivitas Dan
Hasil Belajar
Biologi Siswa
Kelas VII-B SMP
Negeri 1
Bondowoso,
Tahun 2011.

1. Meningkatkan
1. Sintaks Group Investigation yang terdiri
Aktivitas Belajar
dari selesksi topik, perencanaan kooperatif,
Siswa Kelas VII-B
implementasi, analisis dan sintesis,
SMP Negeri 1
presentasi dan evaluasi dapat
Bondowoso tahun
meningkatkan hasil belajar siswa
pelajaran 2009/2010 2. Penerapan metode Group Investigationyang
dengan
diapdu dengan Game Puzzledapat
menggunkan
meningkatkan aktivitas siswa, dari nilai
Metode Group
aktivitas siswa siklus I 73,63% menjadi
Investigation dipadu
89,57% pada siklus II.
dengan Game
3. Penerapan metode Group Investigationyang
Puzzle
diapdu dengan Game Puzzledapat
2. Meningkatkan
meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil
Hasil Belajar
belajar siswa meningkat dari 74,07% pada
Biologi Siswa Kelas
siklus I menjadi 96,26% pada siklus II.
VII-B SMP Negeri 1
Hasil belajar afektif secara klasikal tidak
Bondowoso tahun
mengalami peningkatan dari siklus I dan II
pelajaran 2009/2010
yaitu 96,29% tetapi mengalami
dengan
peningkatan pada rata-rata kelas dari
menggunkan
siklus I 81,29 menjadi 89,26 pada siklus II.
Metode Group
Hasil belajar psikomotor meningkat dari
Investigationdipadu
77,785 pada siklus I menjadi 100% pada
dengan Game
siklus II.
Puzzle

6 Dianita Solikha 1. Mendeskripsikan


Rahayu, Tesis,
Penerapan Media
Penelitian
Puzzle Untuk
Tindakan kelas
meningkatkan,
Model Hopkins,
Keterampilan
Penerapan
membaca Al-Quran
Media Puzzle
Siswa Slow Learner
Untuk
Di SDN merjosari
meningkatkan,
III Malang
Keterampilan
2. Mengetahui
membaca Alpeningkatkan,
Quran Siswa
Keterampilan
Slow Learner Di
membaca Al-Quran
SDN merjosari
Siswa Slow Learner
III Malang,
Di SDN merjosari
Tahun 2013.
III Malang

1. Penerapan media puzzle


dapat meningkatkan,
Keterampilan membaca
Al-Quran Siswa Slow
Learner Di SDN
merjosari III Malang
2. Berdasrkan hasil uji
coba menyatakan bahwa
media puzzle efektif
digunakan untuk
meningkatkan
keterampilan membaca
Al-Quran Siswa Slow
Learner Di SDN
merjosari III Malang

G. Hipotesis Penelitian

Dengan memahami usia siswa pada


tingkat pendidikan SD/MI khususnya kelas
IV yang masih memiliki keinginan bermain
yang begitu besar serta berdasarkan
penelitian terdahulu yang dipaparkan pada
tabel 4 di atas, hipotesis penelitian ini
adalah dengan penggunaan media Puzzle
Rangka
Manusiaproses
pembelajaran
mejadi lebih aktif dan menyenangkan serta
dapat meningkatkan prestasi belajar siswa
pada mata pelajaran IPA materi rangka
manusia di MIN Medan Tembung.

H. Definisi Operasional
Dari judul penelitian Puzzle Rangka Manusia(Penelitian Tindakan
Kelas Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas IV Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Medan Tembung Tahun Ajaran
2013/2014)pembatasan istilah pada penelitian tersebut dijelaskan di
bawah ini.

Puzzle Rangka Manusia adalah media pembelajaran berbentuk


permainan menysusun bagian-bagian rangka manusia yang
dibuat sendiri oleh peneliti menggunakan peralatan sederhana.
Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian reflektif yang
dilakukan oleh orang yang melakukan penelitian (guru), hasilnya
dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan keahlian
mengajar serta merupakan penelitian tentang, untuk dan oleh
masyarakat/kelompok sasaran dengan memanfaatkan interaksi,
partisipasi dan kolaborasi antara peneliti dan kelompok sasaran.

MeningkatkanPrestasi Belajar dalam penelitian ini maksudnya


adalah suatu upaya yang dilakukan guru dalam mengemas
pembelajaran dengan menggunakan media Puzzle Rangka
Manusia dibantu dengan media Audio Visual Dan Alat Peraga
Torsoagar proses belajar lebih baik lagi dan prestasi belajar
siswa pun meningkat.
Mata Pelajaran IPA ini merupakan salah satu mata pelajaran
eksakta yang diajarkan mulai dari SD/MI. Dalam penelitian ini,
materi IPA yang menjadi pokok penelitian adalah IPA pada
semester I (Ganjil) yaitu materi Rangka Manusia pada BAB I
dalam buku pelajaran Akrab Dengan Dunia IPA yang disusun oleh
Muchammad Azam, Tahun 2009, dengan penerbit PT. Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, Indonesia.
Madrasah Ibtidaiyah Negeri Medan Tembung (MIN Medan
Tembung) merupakan lokasi penelitian yang ada di Kecamatan
Medan Tembung tepatnya beralamt di Jl. Pertiwi Ujung No. 96
Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung.

I. Kajian Pustaka
1.Pengertian Belajar
2.Prestasi Belajar Siswa
3.Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

b. FaktorEksternal
a. Faktor Internal

4. Cara Mendapatkan Prestasi Belajar Yang Baik


5. Pengertian Media
6. Macam-macam Media Pembelajaran
7. Penggunaan Media Pembelajaran
8. Fungsi Dan Manfaat Media Pembelajaran
9. Puzzle Rangka Manusia
10. Alat Peraga (Torso)
11. Ilmu Pengetahuan Alam
a.Pengertian IPA
b.Hakikat Pembelajaran IPA di MI

J. Pendekatan Dan Jenis Penelitian


Penelitian
ini
menggunakan
pendekatan
kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas
(Classroom Action Research). Alasan mengapa
penelitian ini dilakukan adalah untuk memaparkan
dan memperbaiki proses pembelajaran dalam
kelas pada saat pembelajaran berlangsung, guna
meningkatkan hasil belajar siswa dengan media
puzzle rangka manusia dan dibantu dengan media
audio visual, salah satu alat bantunya merupakan
gambar yang dipantulkan menggunkan infokus
serta dirancang dengan aplikasi macromedia Flash
8 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA) dengan pokok pembahasan rangka manusia.

1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di MIN


Medan Tembung Tahun Pelajaran
2013/2014 yang berlokasi di Jl. Pertiwi
Ujung No. 96 Subjek dalam penelitian
ini adalah siswa Kelas IV MIN Medan
Tembung sebanyak 1 ruang kelas
(Kelas IV C/Hambali) denga jumlah
siswa adalah 32 siswa.Objek penelitian
dalam penelitian tindakan kelas ini
adalah aktivitas siswa dan hasil
belajar siswa pada mata pelajaran IPA.

2. Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti dipaparkan pada tabel dalam
proposal, yang dimulai dari kegiatan pembangunan
komunikasi dengan segala pihak yang berkaitan
dengan pelaksanaan penelitian (terutama pihak
sekolah tempat penelitian dilaksanakan), survey
singkat, pengidentifikasian masalah, persiapan halhal lain yang dibutuhkan pada saat `penelitian
hingga pada pelaksanaan tindakan.
Prosedur yang dilaksanakan dalam penelitian
tindakan kelas ini berbentuk siklus yang akan
berlangsung lebih dari satu siklus bergantung dari
tingkat keberhasilan dari target yang akan dicapai,
dimana setiap siklus bisa terdiri dari satu atau lebih
pertemuan.

Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti terlebih dahulu memberikan tes awal kepada
siswa kelas IV C/Hambali yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Setelah
diberikan tes, barulah dapat diketahui apakah kemampuan siswa dalam menerima pelajaran
cukup baik atau tidak. Dengan berpatokan peda tes awal tersebut maka dilaksanakan penelitian
ini dengan prosedur yang tersusun oleh Arikunto yang terdiri dari 4 tahapan (Perencanaan,
Pelaksanaan, Pengamatan dan Refleksi).

Tahapan perencanaan. Pada tahap perencanan,


peneliti bersama guru kelas membahas teknispelaksanaan
penelitian tindakan kelas, antara lain:
1. Menentukan kelas yang akan diteliti serta menentukan
materi yang akan diajarkan sesuai silabus dan kurikulum,
yaitu materi rangka manusia.
2. Membuat rencana pembelajaran (RPP) sesuai dengan
metode yang digunakan
3. Menyiapkan alatalat yang akan dipakai sesuai dengan
materi yang dipelajarai
4. Menyiapkan beberapa pertanyaan untuk membangkitkan
keaktifan siswa dalam mengungkapkan pendapat
5. Membuat soalsoal tugas yang akan diberikan pada masing
masing siswa berdasarkan kompetensi dasar yang dipelajari
6. Membuat lembar observai tentang keaktifan
7. Menyusun tes untuk mengukur hasil belajar siswa selama
tindakan penelitian diterapkan.

Tahapan Pelaksanaan Tindakan. Pada tahap ini tindakan


yang diambil yaitu peneliti melaksanakan pembelajaran dengan
media puzzle Rangka Manusia yang sesuai dengan skenario yang
telah disusun pada tahap perencanaan. Kegiatan yang dilakukan
pada tahap ini antara lain
1. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas IV C/Hambali MIN Medan
Tembung
2. Memberikan pengarahan kepada siswa bahwa pembelajaran yang
dilakukan mempergunakan mediaPuzzle Rangka Manusia dan media
pendukung lainnya
3. Menggunakan Puzzle Rangka Manusia sesuai dengan relevansinya pada
materi yang sedang diajarkan, sehingga siswa dapat mengerti dan
mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Pada saat
pembelajaran berlangsung, guru dapat menjawab dan menerangkan
kembali jika siswa mengalami kesulitan
4. Guru mengamati aktifitas siswa dalam pembelajaran
5. Membimbing siswa membuat kesimpulan mengenai pembelajaran yang
dilakukan dengan menggunakan media Puzzle tersebut
6. Guru menanyakan tanggapan siswa mengenai proses belajar mengajar
dengan menggunakan media Puzzle
7. Setelah proses belajar mengajar siswa diberikan tugas post test I.

Tahapan Observasi. Observasi yang dilakasanakan


meliputi implementasi dalam monitoring pada proses
pembelajaran di kelas secara langsung. Observasi terhadap
pelaksanaan tindakan secara khusus dan proses
pembelajarn secara umum dengan menggunakan lembar
observasi yang telah disiapkan. Observasi dilaksanakan
selama proses pembelajaran berlangsung dibantu seorang
guru kelas menyangkut keaktifan siswa dalam mengikuti
pembelajaran. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui
kesesuaian tindakan dengan rencana yang telah disusun
dan guna mengetahui sejauh mana pelaksanaan tindakan
dapat menghasilkan perubahan prestasi belajar yang
dikehendaki.Adapun rincian observasi yang dilakukan di
dalam kelas bisa di lihat seprti tabel di bawah ini.

Penilaian
No

Nama Siswa

Aspek yang di nilai

Ket.
Orang

Tidak memperhatikan
1

penjelasan guru

Mengobrol dan
bercanda dengan
teman sewaktu guru
2

menjelaskan

Keberanian siswa
dalam bertanya dan
mengemukakan
pendapat
3

Persentase

Kreativitas siswa
membuat catatan,
ringkasan sewaktu
guru menjelaskan

Interaksi dengan guru


sewaktu selama
kegiatan pembelajaran
5

Mengerjakan tugas
6

Dst

lain

Tahap Repleksi. Kegiatan refleksi dilakukan


dengan untuk mempertimbangkan pedoman mengajar
yang dilakukan serta melihat kesesuaian yang dicapai
dengan yang diinginkan dalam pembelajaran yang
pada akhirnya kelemahan dan kekurangan untuk
kemudian diperbaiki dalam siklus kedua.
1. Refleksi dilaksanakan setelah diperoleh
pembelajaran berlangsung dan diperoleh hasil tes
2. Refleksi dilaksanakan dengan cara menganalisis
hasil tes dan observasi kelas.
3. Penelitian dibantu oleh guru pada saat proses
refleksi.

3. Data Dan Sumber Data


1.Test
Dalam hal pengumpulan data. Tes merupakan pertanyaan,
latihan yang digunakan untuk mengukur kemampuan yang
dimiliki siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan tes
yang berupa informasi mengenai pengetahuan, sikap, bakat
dan lainnya dapat dilakukan dengan tes atau pengukuran bekal
awal atau hasil belajar dengan berbagai prosedur penilaian.
Tahap ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat
keberhasilan dari tindakan yang telah dilakukan, tingkat
keberhasilan ditentukan dengan melihat criteria yang telah
ditetapkan yaitu:<65 = siswa tidak tuntas belajar dan >65 =
siswa tuntas belajar.Kriteria ketuntasan minimal (KKM) telah
ditentukan Madrasah/Sekolah.
Tahap test dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu test awal (pre test)
dilaksanakan sebelum menggunakan mediaPuzzle Rangka
Manusia, test I (post test I) dilakukan pada siklus I dan test II
(post test II) dilakukan pada siklus II.

2. Observasi
Observasi dimaksud untuk mengetahui
kesesuaian tindakan dengan rencana
yang telah disusun dan untuk
mengetahui sejauh mana pelaksanaan
tindakan telah dilakukan, kemudian dapat
diperoleh hasilperubahan yang sesuai
dengan yang dikendaki.Kegiatan yang
diamati meliputi aktifitas guru dan
aktifitas siswa dalam pembelajaran.
3. Wawancara
Wawancara dilakukan saat tatap muka
dengan kepala sekolah, guru kelas dan

4. Analisis Data
Tehnik analisis data yang akan dilakukan berupa
1. Reduksi Data
Proses reduksi data yang dilakukan dengan cara
menyeleksi, menyederhanakan dan mentransformasikan
data yang telah disajikan dalam traskip catatan
lapangan. Kegiatan reduksi data ini bertujuan untuk
memilih dan mengelompokan jawaban siswa dari jenis
kesalahan yang dilakukan dalam menyelesaikan soalsoal pada materi rangka manusia
2. Paparan Data
Data kesulitan siswa dalam menjawab soal yang telah
direduksi kemudian disajikan dalam bentuk paparan data
kesulitan dalam menjawab soal-soal pada materi rangka
manusia.Demikian juga dengan data tindakan yang telah
dilakukan disajikan dalam bentuk paparan tindakan.

3. Verifikasi
Kegiatan verifikasi dilakukan terhadap paparan
data. Verifikasi terhadap kesalahan-kesalahan
jawaban siswa tindakan untuk mengatasi
kesulitan siswa untuk menyelesaikan soal dan
menarik kesimpulan dari data penelitian
4. Menarik Kesimpulan

Cara penarikan kesimpulan adalah dengan


memakai analisa data persentase dan kuantitas
data.Analisis data ini dilakukan untuk mengetahui
berhasil atau tidaknya tindakan yang dilakukan
dalam penelitian ini.Hal ini dilihat dari seberapa
persentasi keberhasilan yang dicapai dilihat dari
seberapa persentasi keberhasilan yang dicapai
dilihat dari aktivitas belajar.

Dengan rumus :
jumlah siswa yang mengalami perubahan 100
%Jumlah siswa keseluruhan
Analisis data dengan peningkatan persentase
dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Melakukan pengecekan data yang sudah masuk
2 Tahap pengumpulan data. Dalam hal ini reduksi
data yang dilakukan adalah menyeleksi hal-hal
yang pokok,merangkum dan memfokuskan pada
pembedaan hasil atas jawaban siswa pada
lembar jawaban. Kegiatan reduksi ini bertujuan
untuk melihat kesalahan jawaban siswa dalam
menyelesaikan soal-soal pada pembelajaran pada
materi rangka manusia melalui media Puzzle
Rangka Manusia.

3. Tahap penafsiran hasil. Tahap ini dilakukan dari hasil data


yang telah dikumpulkan. Penafsiran data merupakan tahap
memperediksi hasil sementara dari hasil data yang
diperoleh. Dengan kata lain tahap ini berbentuk dugaan
sementara hasil data yang ada.
4. Tahap tindak lanjut yaitu merumuskan langkah-langkah
perbaikan untuk siklus pembelajaran serta pengambilan
kesimpulan.
5. Meniympulkan apakah tindakan pembelajaran ini terjadi
peningkatan kemampuan membaca pada siswa. Dalam
kegiatan ini ditarik beberapa kesimpulan berdasarkan hasil
penelitian yang telah dilakukan. Kesimpulan yang diambil
merupakan dasar bagi pelaksanaan siklus selanjutnya dan
perlu tidaknya siklus dilanjutkan atas permasalahan yang
diduga.
Berdasarkan ketuntasan belajar, siswa yang memperoleh
nilai dari 65 s/d 100 dikatakan berhasil atau tuntas belajar
jika ketuntasan belajar di kelas sudah mencapai 80% maka
ketuntasan belajar secara klasikal tercapai.

5. Kriteria Keberhasilan

Tingkat keberhasilan ditentukan dengan


melihat dari kreteria yang telah
ditatapkan, yaitu kriteria menentukan
tingkat persentase jumlah siswa dari tiap
Tingkatdibagi
keberhasilan
indikator
lima bagianArti
yaitu :
80% 100%

Sangat baik

60% 79%

Baik

40% 59%

Cukup

20% 39%

Kurang

0% 20%

Sangat kurang

5. Pengecekan Keabsahan Data

Untuk memperkuat keshahihan data dan


temuan hasil penelitian, maka penulis
mengacu pada penggunaan standar yang
disarankan oleh Lincoln dan Guba, terdiri
dari: (1) Keterpercayaan atau credibility,
(2) dapat ditransfer atau transferability,
(3) dapat dipegang kebenarannya atau
dependability, dan (4) dapat
dikonfirmasikan atau confirmability.
Masing-masing dari proses penjaminan
keabsahan data yang dikembangkan oleh
Lincoln dan Guba akan diuraikan sebagai

1. Keterpercayaan (Credibility), Aktivitas untuk


membuat lebih terpercaya (credibly) temuantemuan dan interpretasi dalam penelitian ini
diperoleh dengan cara:
Keikutsertaan peneliti dalam kegiatan pembelajaran
dilaksanakan dengan tidak tergesa-gesa, sehingga
pengumpulan data, informasi tentang situasi belajar
dan fokus penelitian akan diperoleh secara sempurna.
Ketekunan pengamanan (persistent observation)
terhadap media pembelajaran, untuk memperoleh
informasi yang sahih.
Melakukan triangulasi yaitu informasi yang diperoleh
dari beberapa sumber diperiksa silang antara data
wawancara dengan data pengamatan dan sumber
informasi yang diperoleh dari seseorang informan
akan dicross-chek dengan informasi dari informasi
lain.

Mendiskusikan dengan teman sejawat yang tidak


berperan serta dalam penelitian, sehingga penelitian
akan mendapat masukan dari orang lain.
Analisis kasus negative (inegative caseanalysis) yaitu
menganalisis dan mencari kasus atau keadaan yang
menyanggah temuan penelitian, sehingga tidak ada
bukti lagi yang menolak temuan hasil penelitian.
Pengujian ketetapan referensi terhadap data temuan
dan intervretasi. Pada laporan penelitian, peneliti akan
membedakan antara data yang dikumpulkan dari
lapangan dan interpretasi peneliti terhadap data
tersebut. Pernyataan-pernyatan interfretasi dapat
ditandai dengan tanda baca buka dan tutup kurung
() atau akan dinyatakan dengan ungkapan menurut
peneliti...hal ini adalah untuk membantu menjamin
tingkat keterpercayaan hasil penelitian.

2. Dapat Ditransfer (Transferability)

Kelayakan transfer hasil penelitian ini sangat


relative dan bergantung pada konteks dan
stuasi lain yang mempunyai kriteria sejenis.
Kemungkinan transfer pada situasi lain juga
ditentukan oleh latar penelitian yang lebih
kurang serupa dengan setting penelitian ini.
Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti
akan semaksimal mungkin mendeskrifsikan
latar penelitian secara detail dan kaya agar
dapat menjadi acuan bagi karakteristik latar
penelitian lain yang sejenis untuk membantu
menjamin tingkat transferability.

3. Dapat Diandalkan (Dependability)

Dapat diandalkan (dependability) berarti juga dapat


dipercaya. Untuk menjamin hal ini peneliti akan
berusaha semaksimal mungkin untuk konsisten
dalam keseluruhan proses penelitian. Segala
aktifitas peneliti akan dicatat dalam bentuk memo
untuk membantu proses analisis data. Di samping
itu, sebagaimana yang telah disebutkan di atas,
peneliti juga akan menggunakan kamera sebagai
alat bantu mengumpulkan data sekaligus berfungsi
sebagai alat pembuktian untuk menjamin tingkat
keterandalan ini. Alat perekam dalam proses
wawancara juga akan membantu dalam menjamin
keterandalan untuk menghindari bias interfretasi
peneliti.

4. Dapat Dikonfirmasikan
(Confirmability)

Aktivitas cross-checking dan triangulasi


dalam analisis data akan membantu
menjamin tingkat confirmabilityi. Data
yang diperoleh dari seseorang informan
akan dikonfirmasikan kembali kepada
informan tersebut dan juga informan
lain sampai mendapatkan pengakuan
yang seragam. Di samping itu, data
yang diperoleh dengan wawancara akan
diuji silang atau dikonfirmasi dengan
data yang diperoleh melalui observasi.

Sekian
Dan
Terima Kasih