Anda di halaman 1dari 16

Identifikasi dan Pengukuran Risiko

Jika risiko tidak bisa diidentifikasi maka risiko tidak dapat diukur maka kita tidak bisa
mengelola risiko. Dua tipe risiko yaitu risiko murni dan risiko spekulatif (risiko bisnis). Karena
risiko memiliki karakteristik yang berbeda-beda maka pengukurannya pun jugab berbeda-beda.
1.1 Identifikasi Risiko
Secara umum langkah-langkah dalam identifikasi dan pengukuran risiko adalah sebagai
berikut:
1. Mengidentifikasi risiko dan mempelajari karakteristik risiko tersebut
2. Mengukur risiko tersebut, melihat seberapa besar dampak risiko tersebut terhadap kinerja
perusahaan, dan menetukan prioritas risiko tersebut

Gambar diatas mnggambarkan siklus mapping risiko


Pertama kali, risiko perlu diidentifikasi. Kemudia kita perli mempelajari karakteristik risiko
tersebut, serta melakukan evaluasi. Pemahaman yang baik terhadap karakteristik tersebut
akan bermanfaat untuk merumuskan metode yang tepat untuk mengelola risiko
tersebut.Langkah berikutnya adalah melakukan prioritisasi risiko, dimana kuantifikasi risiko
merupakan salah satu komponen penting dalam langkah tersebut. Melalui kunatifikasi
tersebut, kita bisa mengukur tinggi rendahnya risiko dan bagaimana dampak risiko tersebut
terhadap kinerja perusahaan. Selanjutnya kita bisa memfokuskan pada risiko yang paling
relevan ( misal, mempunyai dampak paling besar dan probabilitas yang besar) bagi
perusahaanLangkah selanjutnya adalah mengelola risiko.

1.1.1

Analisis Sekuen Risiko

Risiko mempunyai sekuen dari sumber risiko sampai kemudian munculnya kerugian
karena risiko tersebut. Bagan berikut ini menggambarkan sekuen semacam itu disertai
dengan ilustrasi analisi sekuen risiko untuk risiko kebakaran.

Bagan di atas menunjukan, pertama ada sumber risko yaitu api. Api bisa menyebabkan
kebakaran dan kerugian bagi organisai. Kemudia ada risk factors (faktor risiko) yang
menjadi katalis (catalyst, yaitu yang mempercepat atau memperbesar kemungkinan
munculnya kejadia yang tidak diinginkan. Dalam contoh di atas, risk factor tersebut
adalah minyak tanah yang ditaruh di dekat kompor. Situasi tersebut akan meningkatkan
kemungkinan terjadinya kebakaran. Jika terjadi kebakaran maka gedung yang ditempati
kompor tersebut akan terbakar. Dengan kata lain, gedung tersebut menghadapi eksposur
terhadap risiko kebakaran. Kemudia terjadi kejadi yang tidak kita inginkan (peril , yaitu
kebakaran. Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian.

1.1.2

Mengidentifikasi Sumber-Sumber Risiko


Teknik lain adalah dengan memperluas pengamatan terhadap sumber-sumber risiko.
Setelah sumber-sumber risiko tadi di identifikasi, kita mencoba melihat risko-risiko apa
saja yang bisa muncul dari sumber-sumber risiko tersebut. Berikut ini sumber-sumber
risiko dari lingkungan sekitar kita.
Lingkungan Fisik
Bangunan yang dimakan usia sehingga menjadi rapuh, sungai yang bisa

menyebabkan banjir, gempa bumi, badai, topan,vandalism (pengerusakan)


Lingkungan Sosial
Kerusahan sosial, demonstrasi, konflik dengan masyarakat lokal, pemogokan

pegawai, pencurian, perampokan


Lingkungan Politik
Perubahan perundangan, perubahan peraturan, konflik antar negara yang mendorong

boikot produk perusahaan


Lingkungan Legal
Gugatan karena gagal mematuhi peraturan dan perundangan berlaku
Lingkungan Operasional
Kecelakaan kerja, kerusakan mesin, kegagalan sistem komputer, serangan virus
terhadap komputer.
Lingkungan Ekopnomi
Kelesuan ekonomi (resesi), inflasi yang tidak terkendali

Dengan mengamati sumber-sumber risiko semacam itu, kita bisa memperoleh gambarn
risiko-risiko apa saja yang mungkin muncul dan membahayakan organisasi. Alternatif
kategori sumber risiko adalah sebagai berikut:

Konsumen
Keluhan dari konsumen yang mengakibatkan kekecewaan dan tidak mau lagi
membeli produk perusahaan, konsumen merasa dirugikan kemudia menuntu

perusahaan
Supplier
Pasokan dari supplier tidak datang ssesuai dengan yang diharapkan (terlambat atau

spesifikasinya berbeda)
Pesaing
Pesaing meluncrukan produk baru yang lebih baik, pesaing menurunkan harga yang
bisa mengakibatkan persaingan harga yang menurunkan tingkat keuntungan
perusahaan

Regulator
Perusahaan gagal mematuhi peraturan atau perundangan yang berlaku, perubahan
perundangan yang berlaku yang mengakibatkan perusahaan merugi ( misal upah

minimum naik, aturan pesangon dan sebagainya)


Kita juga bisa menggabungkan sumber di atas dengan sumber risiko sebelumnya.
Nampak bahwa dengan mengamati sumber-sumber risiko tersebut, risiko yang dihadapi
oleh perusahaan menjadi tidak terbatas. Daftar risiko tersebut sangat banyak, di luar
kendali perusahaan. Tahap berikutnya adalah melakukan prioritisasi, yaitu menetapkan
risiko mana saja yang paling relevan terhadap organisasi.
1.1.3

Teknik Pendukung Lainnya


Di samping teknik identifikasi risiko yang telah dijelaskan di atas, berikut ini teknik
pendukung lainnya untuk mengidetifikasi risiko
a. Metode Laporan Keuangan
Metode tersebut dimulai dengan melihat rekening-rekening dalam laporan keuangan.
Dari rekening tersebut, kemudia dianalisis risiko-risiko apa saja yang bisa muncul
dari rekening atau transaksi yang melibatkan rekening tersebut. Dengan melihat
rekening laporan keuangan satu per satu dan melihat risiko yang bisa muncul dari
rekening tersebut, kita bisa memperoleh gambaran risiko apa saja yang mungkin
dihadapi oleh perusahaan
b. Menganalisis Flow Chart kegiatan dan Operasi Perusahaan
Metode ini berusah amelihat sumber-sumber risiko dari flow-chart kegiatan dan
operasi perusahaan. Metode ini terutama sangat sesuai untuk risiko tertentu, seperti
risiko dari proses produksi. Proses produksi dimulai dari masuknya input tertentu,
pengerjaan input

tersebut, sampai menjadi output

tertentu. Dalam rangkaian

kegiatan produksi tersebut, ada kemungkinan munculnya kejadi yang tidak


diinginkan, misal kecelakaan kerja, kerusakan mesin, dan sebagainya, dengan
mengamati rangkain prosesnya, kita akan bisa melihat atau melokalisir terjadinya
kejadian tersebut, kemudia bisa mengidentifikasi sumber risiko yang menyebabkan
kejadian negatif tersebut.
c. Analisis Kontrak
Analisi kontrak bertujuan melihat risiko yang bisa muncul karena kontrak tertentu.
Risiko ini lebih berkaitan dengan risiko tuntutan hukum. Spesifikasi kontrak yang

tidak menyeluruh bisa menimbulkan celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak
yang tidak bertanggung jawab. Karena itu sedapat mungkin kontrak dituliskan dengan
bahsa yang jelas (hitam putih), menyeluruh, untuk meminimalkan risiko seperti risiko
tuntutan hukum atau ganti rugi. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan
meminta departemen hukum atau kepatuhan untuk memeriksa poin-poin dalam
kontrak, menganalisis kemungkinan-kemungkinan konsekuensi hukum jka suatu
kontrak dituliskan dengan redaksi yang tertentu.
d. Catatan Statistik Kerugian dan Laporan Kerugian Perusahaan
Jika perusahaan mempunyai database yang baik, perusahaan bisa mencatat kerugiankerugian yang dialami oleh perusahaan. Perusahaan bisa menetapkan standar
kenormalan yang tertentu untuk setiap kejadi. Jika suatu kejadian muncul dengan
catatan yang tidak normal, maka manajer risiko bisa memeriksa lebih lanjut
penyebabnya. Ketidak normalan tersebut bisa terjadi karena frekuensi yang terlalu
sering (lebih sering dibandingkan dengan frekuensi normal) atau nilai kerugian yang
terlalu tinggi (lebih tinggi dibandingkan dengan nilai kerugian yang normal). Analisis
terhadap penyimpangan bisa membantu menegidentifikasi sumber-sumber risiko.
e. Survey atau Wawancara Terhadap Manajer
Manajer merupakan pihak paling tahu operasi perusahaan, termasuk risiko-risiko
yang dihadapi perusahaan. Karena itu mereka bisa diminta bantuannya untuk
mengidentifikasi risiko-risiko yang dihadapi oleh organisasi. Yang diperlukan adalah
metodologi yang sistematis yang bisa memfasilitasi sesi diskusi tersebut.
Sebagai ilustrasi United Grain Griwers yang merupakan perusahaan yang bergerak
di bidang pertanian di Kanada melakukan sesi brainstorming antara manajernya
dengan konsultan manajemen risiko, untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang palin g
penting yang dihadapi oleh perusahaan. Hasil diskusi tersebut menunjukkan ada enam
tipe risiko yang palin gpenting, dengan urutan sebagai berikut:
1. Risiko Komoditas
Harga komoditas yang jatuh padahal perusahaan memegang komoditas tersebut
2. Risiko Cuaca
Cuaca yang tidak menguntungkan sehingga mengacaukan panen. Dan kemudian
menurunkan volume pertanian yang dikirimkan oleh perusahaan (penjualan
menurun)

3. Risiko counterparty
Yaitu counterparty perusahaan gagal memenuhi kontraknya terhadap perusahaan
4. Risiko Lingkungan
Yaitu perusahaan menghadapu tuntutan hukum karena perusahaan dituduh
merusak lingkungan ( seperti mencemarkan lingkungan )
5. Risiko Persediaan
Yaitu persediaan yang dipegang mengalami kerusakan ( misal membusuk )
Risiko komoditas merupakan risiko yang dianggap paling penting oleh manajer UGG
1.2 Mengukur risiko
Setelah risiko di identifikasi , tahap selanjutnya adalah mengukur risiko . Jika risiko bisa di
ukur , kita bisa melihat tinggi rendah nya risiko yang di hadapi oleh perusahaan kemudian
bisa melihat dampak dari risiko tersebut terhadap kinerja perusahaan ,sekaligus bisa
melakukan prioritisasi risiko / risiko yang paling relevan . Pengukuran risiko biasa nya
melalui kuantifikasi risiko .

Tabel berikut ini menyajikan ringkasan tipe tipe risiko dan teknik pengukuran yang berbeda .
Tabel Pengukuran untuk beberapa risiko
Tipe risiko
Risiko pasar

Definisi
Teknik pengukuran
Harga pasar bergerak kea rah Value at Risk (VAR) ,
yang tidak menguntungkan / stress-testing

Risiko kredit

merugikan .
Counterparty

tidak

bisa Credit ratings , credimetrics

membayar kewajiban nya / gagal


Risiko

perubahan

bayar ke perusahaan
tingkat Tingkat bunga berubah yang Metode pengukuran jangka

bunga

mengakibatkan kerugian pada waktu / durasi

Risiko operasional

portofolio perusahaan .
Kerugian yang terjadi melalui Matriks
operasi

perusahaan

frekuensi

dan

misalnya signifikasi kerugian ,VAR

system yang gagal , serangan operasional


Risiko kematian

teroris .
Manusia mengalami kematian Probabilitas

kematian

Risiko kesehatan

( lebih cepat dari usia kematian ) dengan table mortalitas


Manusia
terkena
penyakit Probabilitas
terkena
tertentu .

penyakit
menggunakan

Risiko teknologi

dengan
table

morbiditas
Perubahan teknologi mempunyai Analisis skenario
konsekuensi negative terhadap
perusahaan .

Tabel di atas menunjukan tipe risiko yang berbeda menghadirkan teknik pengukuran yang
berbeda juga , teknik pengukuran berbeda tingkat kecanggihan nya ( tingkat kuantifikasi nya )
mulai dari yang paling sederhana yaitu matriks frekuensi dan signikfikan kerugian , sampai pada
stress testing yang lebih rumit .
1.2.1

Matriks Frekuensi Dan Signifikasi Risiko


Teknik pengukuran yang cukup sederhana ( tidak terlalu melibatkan kuantifikasi yang
rumit ) adalah mengelompokkan risiko berdasarkan dua dimensi yaitu frekuensi dan
signifikansi . proses tersebut pada dasarnya melakukan dua hal , (1) mengembangkan
standar risiko dan (2) menerapkan standar tersebut untuk risiko yang telah di identifikasi .
Sebagai contoh kita menggunakan dua standar untuk frekuensi dan signifikansi yaitu
tinggi dan rendah , kemudian kita ingin mengevalusasi risiko kesalahan manusia / human
error .dalam premrosesan transaksi . berdasarkan pengalaman masa lalu , kejadian itu
sering terjadi . manusia gampang melakukan kesalahan atau tidak ber konsentrasi , tetapi
kerugian yang di timbulkan tidak terlalu besar . berdasarkan informasi tersebut risiko
kesalahan manusia dalam pemrosesan transaksi bisa di kategorikan sebagai frekuensi
tinggi , signifikasi rendah . bagan berikut ini meringkaskan hasil tersebut .

Tabel berikut ini menyajikan daftar risiko yang bisa dibagikan kepada manajer untuk
dievaluasi. Misalkan manajer diminta untuk mengevaluasi risiko peraturan dan
lingkungan(regulatory and environmental risk). Misalkan ada 50 manajer yang
berpatisipasi dalam sesi tersebut. Masing-masing manajer akan memberikan skor untuk
dimensi signifikansi dan kemungkinan untuk risiko peraturan dan lingkungan tersebut.
Misalkan saja rata-rata dari skor tersebut adalah 2 untuk kemungkinan (likelihood) dan 6
orang untuk signifikansi. Dengan kata lain, nampaknya risiko tersebut mempunyai
kemungkinan terjadi jarang (frekuensi yang rendah), dan mempunyai dampak yang serius
(signifikasi tinggi). Dampak yang serius tersebut barangkali disebabkan karena
munculnya tuntunan ganti rugi dengan nilai yan signifikan. Bagan berikut ini
meringkaskan hasil analisis tersebut. Terlihat bahwa risiko regulator dan lingkungan
berada pada kuadran signifikansi tinggi dan frekuensi rendah.
Matriks frekuensi dan signifikansi merupakan salah satu contoh bagaimana kita berusaha
mengkuantifisir risiko. Setelah kita bisa mengetahui posisi dari risiko yang kita evaluasi,
kita bisa merancang tindakan yang lebih tepat untuk menghadapi risiko tersebut
(menentukan prioritas risiko). Sebagai contoh, jika suatu risiko berada dalam kuadran
frekuensi rendah dan signifikansi rendah, maka monitoring secara berkala barangkali

cukup. Jika suatu risiko berada dalam kuadran frekuensi tinggi dan signifikasi tinggi,
maka risiko terebut sangat serius. Organisasi harus cepat-cepat mengatasi permasalahan
tersebut. Jika tidak risiko seperti itu bisa mengakibatkan kehancuran perusahaan dengan
cepat.

1.2.2

Teknik Kuantifikasi Risiko Lainnya


Selain matriks frekuensi dan signifikansi, masih banyak teknik pengukuran atas
kuantifikasi risiko lainnya. Penggunaan teknik tersebut akan tergantung dari karakteristik
risiko yang kita evaluasi.. Konsep dan teknik statistik sangat relevan dan banyak
digunakan untuk mengukur risiko-risiko tersebut.

1.3 Ilustrasi : Identifikasi Risiko Unggul Airlines


Unggul airlines adalah perusahaan penerbangan y ang berdiri sepuluh tahun yang lalu.
Perusahaan tersebut didirikan oleh dua orang bersaudara, yang tertarik dnegan bisnis
penerbangan. Mereka memperkirakan bahwa suatu saat akan terjadi deregulasi di bidang
penerbangan. Deregulasi tersebut memunculkan kesempatan bisnis, akrena salah satu
komponen deregulasi adalah membolehkan perusahaan penerbangan baru untuk terjun di
bisnis tersebut. antisipasi mereka ternyata benar, lalu PT Unggul Airlines akhirnya berdiri.
Joko Muryanto merupakan staf yang baru masuk, dia lulusan program Magister Manajemen
universitas ternama negeri ini. Atasannya meminta Joko untuk mengevaluasi risiko yang
dihadapi oleh perusahaan dan mengembangkan solusi untuk menghadapi risiko tersebut.
secara spesifik, atasannya meminta Joko untuk mengidentifikasi risiko strategis, yaitu risiko
yang dianggap secara signifikan mempengaruhi bisnis penerbangan PT Unggul Airlines. Joko
kemudian mencoba melakukann analisis yang mendalam m,engenai bisnis PT Unggul
Airlines. Hasil dari analisis tersebut adalah:

1. PT Unggul Airlines menggunakna pesawat yang lebih tua dibandingkan dengan pesaingpesaingnya. Pesawat tua tersebut digunakan karena biaya sewa dan biaya pembelian lebih
murah. Namun, pesawat tua lebih boros bahan bakar. Diperkirakan bahan bakar mencapai
sekitar 30% dari komponen, sementara persentase untuk pesaing adalah sekitar 15-20%.
Dengan struktur biaya yang semacam itu, PT Unggul menjadi lebih rentan terhadap
kenaikan harga bahan bakar pesawat. Untuk melihat seberapa besar pengaruh bahan
bakar tersebut, Joko memplot pengaruh perubahan harga bahan bakar terhadap EKS
(Earning Per Share) PT Unggul Airlines, seperti berikut:

Terlihat bahwa jika harga bahan bakar meningkat, maka EPS perusahaan mengaalami
penurunan dan sebaliknya. Untuk emlihat seberapa besar pengaruh tersebut, Joko
kemudian mencoba membandingkan pengaruh harga bahan bakar terhadap EPS untuk PT
Unggula Airlines dan perushaan penerbangan lainnya. perbandingan tersebut dapat dilihat
pada bagan tersebut:

Bagan diatas menunjukkan EPS Unggul Airlines lebih sensitive terhadap perubahan
harga bahan bakar, maka EPS Unggul Airlines cenderung lebih tinggi perushaaan
penerbangan lainnya. tetapi jika harga bahan bakar bergerak naik, maka EPS Unggul
Airlines akan jatuh cukup signifikan. Analisis tersebut menunjukkan bahwa Unggul
Airlines mempunyai eksposur terhadap perubahan harga bahan bakar yang lebih besar
dibandingkan pesaingnya.
2. PT Unggul Airlines mempunyai rute penerbangan luar negeri (Australia, Malaysia,
Hongkong). Selama ini PT Unggul Airlines lebih mengandalkan wisatwan domestic
yqang akan beprgian ke luar negeri untuk rute-rute tersebut. yang menjadi masalah, jika
rupiah melemah terhadap mata uang asing, mka harga tiket yang biasanya ditetapkan
dalam dolar amerika Serikt ($) menjadi lebih mqahal. Penetapan harga dalam $ dilakukan
karena PT Unggul Airlines harus membayar biaya dalam $ untuk operasi dinluar negeri.
Tabel berikut mengilustrasikan efek depresiasi rupiah terhadap dolar.

Awal periode
Akhir periode

Harga tiket ($)


$ 100
$ 100

Kurs
Rp10.000/$
Rp20.000/$

Harga Tiket (Rp)


Rp1.000.000
Rp2.000.000

Awal periode

Biaya Operasional ($)


$ 100

Kurs
Rp10.000/$

Biaya Operasional (Rp)


Rp1.000.000

Akhir periode

$ 100

Rp20.000/$

Rp2.000.000

Panel A tabel diatas menunjukkan efek perubahan kurs terhadpa epnumpang domestic.
Misalkan harga tiket ditetapkan $100. Jika kurs adalah Rp10.000/$, maka harga tiket
dalam rupiah adalah Rp1 juta, jika rupiah terdepresiasi terhadap dolar, menjadi
Rp20.000/$, maka harga tiket menjadi Rp 2 juta. Peningkatan harga tersebut akan
menurunkan minat penumpang domestic untuk bepergian ke luar negeri.
Panel B menunjukkan efek prubahan kurs terhadap biaya operasional rute luar negeri.
Misalkan biqaya operasional adalah $100. Sebelum perubahan kurs, biaya tersebut dalam
rupiah adalah Rp 1 juta. Jika rupiah melemah terhadap dolar mka biaya operasional akan
meningkat menjadi Rp 2 juta. Rute penerbagnag luat negeri dengan demikiaan rentan
terhadap perubahan kurs. PT Unggul Airlines mempunyai elsposur terhadap perubahan
kurs yang signifikan.
3. PT Unggul Airlines saat ini menggunkna utang yang cukup signifikan. Utang tersebut
terdiri dari dua tipe yaitu membayar bungqa secara tetap, dan membayar bunga
mengambang. Joko Muryanto kemudian mencoba menganalisis efek perubahan tingkat
bunga terhadap EPS PT Unggul Airlines. Bagan berikut menyajikan efek tersebut:

Dari kedua bagan tersebut dapat dilihat bahwa jika tingkat bunga naik, EPS Unggul
Airlines juga mengalami kenaikan. Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa tingkat
bunga meningkat pada kondisi perekonomian baik, dimaan lebih banyak penumpang
yang memanfaatkan jasa penerbangan. Karena itu meskipun biaya bunga naik, efek
bersih yang etrjadi adalah kenaikan EPS. Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa
pengaruh utang dengan bunga tetap terhadap EPS lebih besar dibandingkan pengaruh
utang dnegan bunga mengambang. Sekilas Nampak hasil tersebut tidk masuk akal,
karena buanga tetap membayarkan bunga yang tetap, sementara bunga mengambang
membayarkan bunga yang berubah. Dengan bunga mengambang, biaya bunga

bsia

meningkat pada saat tingkat bunga meningkat. Namun dapat terjadinyab hedging dari
utang mengambang. Pada saat kondisi ekonomi membaik, lebih banyak penumpang yang
memanfaatkan jasa penerbangan. Penjualan perusahaan akan meningkat dalam situasi
tersebut. jika perekonomian meningkat, ancaman inflasi menjadi lebih besar. Bank sentral
biasanya tidak suka dengan peningkatan inflasi, akrena di khawatirkan mengganggu
pertumbuhan ekonomi. Bank sentral cenderung menaikkan tingkat bunga untuk
mengendalikan inflasi. Dengan demikian pada saat tingkat bunga meningkat, perusahaan
sudah puny akas yang lebih banyak, yang bisa digunkan untuk membayar utang.
Pada akhirnya Joko Muryanto menyimpulkan bahwa PT Unggul Airlines
menghadapi tiga jenis risiko strategis, yaitu risiko kenaikan harga bahan bakar, risiko
perubahan kurs, dan risiko perubahan tingkat bunga.
Daftar Pustaka

M.Hanafi Mamduh.2014.Manajemen Risiko Edisi kedua.YogyakartaUPP STIM YKPN

MANAJEMEN RISIKO
IDENTIFIKASI DAN PENGUKURAN RISIKO

Oleh:
Putu Eka Surya Ananta Wijaya

1215251025

Ni Made Sashia Asa Dana

1215251071

Putu Purnama Wulandari

1215251080

Universitas Udayana
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
2015