Anda di halaman 1dari 9

Belanja tanpa Merusak Alam

07 Nov 2010
Lingkungan
Media Indonesia
Kardus, tas tapioka, dan plastik mudah terurai adi bahari pengganti kantong plastik yang
ramah lingkungan dan ekonomis.
Arnoldus Dhae
4
LINSEY Elisabeth dengan antusias memilih kardus bekas saat petugas kasir menawari
beberapa pilihan untuk pembungkus barang belanjaannya. Kardus yang lebih kaku dan
berat ketimbang kantong plastik tampak tidak jadi soal bagi warga negara Australia ini."Saya sangat tertarik dengan upaya mengurangi sampah plastik. Makanya, saya selalu
menggunakan kardus atau tas kain," kata Elisabeth di Hyper-mart Bali Galeri, Selasa
(2/11).
Kardus sebagai pembungkus belanjaan memang bukan tanpa alasan. Di toko serbaada itu,
tiap 10 menit, tendengar ajakan untuk tidak menggunakan kantong plastik. "Mendukung
Bali clean and green, kami hargai jika menggunakan kardus atau tas ramah lingkungan.
Ini akan mengurangi sampah plastik,", begitu pengumuman toko.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali AA Alit Sastrawan mengatakan,
dalam sehari Pulau Dewata itu menghasilkan 750 ton sampah plastik.
Di Jakarta, Indonesia Solid Waste Association (Inswa) menghitung dari 6.000 ton
produksi sampah tiap hari, L3%-nya adalah sampah plastik. "Dan trennya terus
meningkat. Sampah plastik bisa mengalah-*-kan sampahfKertas," kata Ketua Inswa, S
jBebassari, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
InOentu mengkhawatirkan mengingat plastik baru terurai 500 tahun.
Selain itu, timbunan sampah plastik juga bisa menjadi bencana karena menahan
pelepasan gas sampah organik hingga menimbulkan ledakan seperti yang terjadi di TPA
Leuwigajah beberapa tahun lalu.
Maka, usaha mengurangi sampah plastik mutlak dilakukan dan tempat belanja berperan
besar untuk itu.
Pengunjung dirayu makanan

Langkah mengganti, plastik konvensional ini sebenarnya cukup banyak. Di hipermart di


Bali, selain kardus, juga ditawarkan tas dari tapioka dan tas plastik yang mudah terurai.
Tas dari tapioka menjadi tawaran pertama bagi pembeli karena cepat terurai.
Hanya saja, karena bahan bakunya yang cukup mahal, tas yang diproduksi di Ubud ini
tidak gratis. Harganya mulai Rp6.000-Rpll.000. "Tapi ternyata peminatnya cukup banyak
dan kebanyakan bule," kata Manajer Umum Toko Ni Nyoman Erawati.
Kardus menjadi pilihan kedua bagi pembeli dan diberikan gratis. Sementara pilihan
terakhir adalah plastik yang mengandung oxium.
Oxiuin merupakan bahan aditif yang membuat plastik lebih cepat teroksidasi hingga
terurai hanya dalam waktu dua tahun. Plastik oxium ini juga banyak digunakan toko
serbaada lainnya, seperti Indomaret, Alfamart, dan Hero. Harga kantong plastik oxium
yang tidak jauh beda dengan kantong konvensional, yakni sekitar Rpl6.000/kg,
membuatnya tetap ekonomis bagi pemilik toko.
Namun, pilihan terakhir pada plastik ini dimaklumi karena penggunaan plastik berarti
juga terus menguras cadangan minyak bumi yang jadi bahan bakunya.
Begitu pun Erawati mengatakan hingga tahun ketiga pelaksanaan program itu, plastik
oxium memiliki peminat paling banyak. Dalam seminggu tokonya menghabiskan lebih
dari 700 kg plastik ini.
Untuk meningkatkan minat pengunjung pada kardus bekas dan tas tapioka, manajemen
menyiapkan hadiah tambahan. Makanan kecil dan berbagai bibit pohon, yang disediakan
bersama Balai Pembenihan Tumbuhan dan Hutan Tanaman Industri setempat, bisa
dibawa pembeli secara gratis.
Kerja sama dengan berbagai pihak ini membuat pengelola pusat belanja bisa
menyediakan berbagai insentif kepada pembeli sebagai iming-iming partisipasi. (M7)miweekend mediaindonesia.com
Yahoo answer
Sampah, waste, atau garbage merupakan bahan sisa. Penanganan sampah sebenarnya
membutuhkan manajemen yang terpadu dari pemerintah kota (pemkot) sampai
masyarakat. Membebankan pengelolaan sampah hanya pada pemkot tentu juga tidak adil.
Bagaimanapun sampah adalah sisa dari kegiatan masyarakat. Sebagian besar sampah di
Indonesia bahkan berasal dari sisa kegiatan rumah tangga.
Karakteristik sampah.
Sampah bisa digolongkan menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik
seperti plastik dan logam tidak dapat diolah dengan cara memanfaatkan aktivitas
organisme hidup lainnya. Sehingga sampah anorganik juga disebut sebagai nonbiodegradable waste. Beberapa jenis sampah yang termasuk organik atau biodegradable

waste adalah sisa makanan, tumbuhan, hewan, kertas, plastik jenis biodegradable,
manure/kompos, dan sewage/liquid waste [*]. Gambar di bawah menunjukkan
jenis/komposisi sampah.
Teknologi pengolahan sampah.
Sebelum membahas teknologi pengolahan sampah, ada baiknya masyarakat juga
dilibatkan dalam peran serta pengolahan sampah. Terdapat beberapa hal yang bisa
dilakukan oleh mayarakat.
1. Meminimalisasi bahan-bahan yang akhirnya hanya terbuang menjadi sampah. Contoh
sederhananya adalah budaya menghabiskan makanan.
2. Menggunakan kembali (re-use) bahan bahan yang sedianya mau dibuang tetapi
sebenarnya masih bisa dimanfaatkan kembali. Contoh sederhananya adalah menyimpan
kembali plastik yang sebenarnya bisa dipakai dikemudian hari.
3. Melakukan daur ulang (re-cycling). Contoh sederhananya kertas sisa yang bisa dibuat
sebagai mainan anak-anak. Buku-buku yang sudah tidak dipakai bisa dihibahkan di
perpustakaan atau diwariskan.
4. Mengolah sampah menjadi energi berguna dengan memanfaatkan sejumlah teknologi.
Untuk memperoleh teknologi pengolahan sampah yang optimum, maka pengetahuan
akan karakteristik sampah di atas merupakan hal yang sangat pokok. Selain logam dan
plastik dapat didaur ulang, sampah padat dan cair juga perlu dipisahkan. Pada tahap
inilah peran serta masyarakat sangat diperlukan. Ada banyak penduduk yang akhirnya
menggantungkan hidup dari kegiatan daur ulang sampah (pemulung). Apakah pekerjaan
ini hanya ada di Indonesia ya? he..he..he...
Setelah pemisahan, maka teknologi pemisahan sampah dapat diterapkan.
1. Untuk sampah bio dan cair, teknologi yang paling sederhana adalah dengan biogas
digester. Hasil dari teknologi ini adalah sekitar 60% gas CH4 dan sisanya kompos.
Sampah bio padat juga dapat dibuat pelet atau briket.
2. Sampah bio padat dapat langsung dibakar dalam incinerator untuk menghasilkan panas
dan listrik.
3. Sampah bio padat dapat juga langsung dioleh dalam gasifikasi untuk menghasilkan
panas (50-60%) dan listrik (30%).
4. Sampah bio padat juga dapat diolah menjadi bahan bakar cair dengan teknik pirolisis.
Sampah plastik dapat didaur ulang atau juga dapat dilakukan proses depolimerisasi.
Tetapi plastik non degradable sendiri mempunyai banyak jenis. Prinsip dari daur ulang
sampah plastik dapat dilihat di sini.
5. Sampah logam dapat dipisahkan dari awal atau dengan pemisahan secara magnetik.
Sampah logam kemudian dapat dilebur kembali untuk selanjutnya diolah menjadi bahanbahan lain yang berguna.
Prospek sampah menjadi energi.
Kendala utama pengolahan sampah menjadi listrik adalah masih bersatunya sampah-

sampah di Indonesia. Bercampurnya plastik dengan sampah bio misalnya sangat


menghambat proses digester anaerobik, mengingat sampah plastik sangat sulit dioleh
oleh jasad renik. Bercampurnya plastik juga mempersulit penanganan dalam pirolisis,
gasifikasi dan incinerator karena sampah plastik mempunyai temperatur terurai yang
berbeda dibandingkan bahan bio yang lain. Penggunaan temperatur operasi yang keliru
dapat menyebabkan polusi yang berbahaya.
Bercampurnya sampah bio kering dan basah juga menyebabkan nilai kalor dari sampah
menjadi turun. Sampah di Indonesia diperkirakan hanya mempunyai nilai kalor 1.0002000 kkal/kg dan jauh dibawah LHV biomass yang 15-20 MJ/kg. Salah satu pendapat
(opini: namun saya meragukannya) menyebutkan bahwa nilai kalor sampah di Indonesia
adalah 3.000-4.000 kkal/kg.
Harga listrik dari sampah yang dapat dijual kepada PLN adalah Rp 400/kWh. Teknologi
yang dijadikan rujukan oleh Indonesia adalah teknologi dari China. Pada bulan Desember
1998, China (Shanghai Pudong City Heat Energy) membangun pembangkit listrik tenaga
sampah (PLTsa) dengan kapasitas 35-40 MWh. Dengan nilai investasi 670 juta yuan (87
juta $) dapat mengolah sampah 1.100-1.200 ton sampah/hari [*]. Hitungan kasar ini
adalah 1 ton sampah perhari menghasilkan listrik 31.8 kWh dengan biaya investasi 2.5
juta $ (Rp 24 M) per MWh atau 79 ribu $ per ton sampah.
Sampai disini terlihat bagaimana sampah sebenarnya akan menjadi salah satu bisnis masa
depan. Selain teknologi, aspek ke-ekonomian, tentu peran serta masyarakat dalam
pengelolaan sampah sangat-sangat dibutuhkan untuk menciptakan kota/desa yang bersih.
Berikut beberapa fakta yang berhasil dikoleksi dari berbagai sumber.
* Info sampah di Bandung.
* Bank Dunia (BD) menyatakan komitmennya untuk mengalokasikan dana sebesar US$4
juta untuk membantu proyek pengolahan sampah dan mengurangi polusi gas metan di
tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Tamangapa, Kota Makassar [*].
* Jasa pengelolaan sampah di TPA Bantar Gebang saat ini senilai Rp52.500 per ton.
Sehingga dengan usulan kenaikan tersebut, jasa pengelolaan sampah di lokasi itu akan
naik menjadi Rp60.000 per ton [*].
* Di sleman akan dikembangkan juga energi listrik dari sampah. Teknologi yang
digunakan oleh investor untuk mengubah sampah menjadi energi listrik adalah teknologi
yang ramah lingkungan yang disebut dengan Thermal Converter, dimana sampah diolah
pada suhu 1700 oC sehingga menghasilkan uap yang dapat menggerakkan turbin yang
pada akhirnya membangkitkan generator listrik. Terkait dengan keluaran berupa listrik
tersebut investor juga akan menjalin kerjasama dengan PT. PLN Distribusi Jawa Tengah
dan DIY [*]. Opini: temperatur operasi 1700oC rasanya sangat-sangat tinggi. Teknologi
ini perlu diragukan setidaknya dari dua segi. pertama, apakah dengan sampah yang hanya
punya nilai kalor 2000 kkal/kg dapat dihasilkan temperatur setinggi itu? Rasanya kok
sulit sekali. Kedua, pada temperatur 1700oC banyak bahan-bahan termasuk logam yang
mendekati titik leburnya dan tentunya teknologi ini menjadi tidak aman.
* Di Bali teknologi pengolahan sampah 500 ton/hari diperlukan dana sekitar 20 juta $ dan

kapasitas yang diharapkan sebesar 9.6 MW pada tahun 2008 [*]. Opini: Rencana dasar ini
berbeda cukup signifikan dengan teknologi dari cina. 1 ton sampah menghasilkan 19.2
kWh (Bali) dan 31.8 kWh (China). Investasi pembangkit 1MWh dibutuhkan 2.1 juta $
(Bali) dan 2.5 juta $ (China).
* Untuk mengolah sampah organik 1.000 ton/hari menjadi pupuk di TPST Duri Kosambi
diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 13,25 M dengan lahan 40 ha. Sedangkan
jumlah sampah di Jakarta adalah 5.000 ton/hari.
* Sampah di Palembang adalah 2.500-3000 m3/hari. Rencananya diolah menjadi listrik
40 MWh [* atau *].
* Jumlah sampah yang ada di Indonesia adalah 11.330 ton per hari dan diperkirakan
dapat dikonversi menjadi listri sebesar 566.6 MWh [*].
TIPS HEMAT ENERGI
Persiapkan Diri Anda
Kehidupan modern memungkinkan manusia hidup dalam suasana yang nyaman dan serba
praktis. Hal ini semua dimungkinkan dengan adanya energi listrik. Dengan berbagai jenis
peralatan listrik, energi listrik dapat diubah menjadi energi putar, panas, cahaya, serta
sinyal audio-video, sesuai kebutuhan. Proses perubahan energi hingga listrik siap pakai di
rumah-rumah atau di kantor-kantor membutuhkan biaya. Besarnya biaya yang harus
disediakan tergantung dari jumlah tenaga listrik yang dimanfaatkan, atau sering disebut
dengan jumlah kWh terpakai.
Kiat Menghemat Energi Listrik di Rumah Tangga
Mendengar tidak sama dengan melihat dan melihat tidak sama dengan melakukan. Ajaran
seindah apapun tidak akan ada gunanya jika tidak dilakukan. Sayangilah listrik anda,
mulailah dengan menggunakannya dengan hemat dengan menjalankan tips-tips berikut.
Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan menumbuhkan sikap hemat energi listrik di
rumah tangga, antara lain : Menyambung daya listrik dari PLN sesuai dengan kebutuhan.
Rumah Tangga kecil misalnya, cukup dengan daya 450 VA atau 900 VA, rumah tangga
sedang cukup dengan daya 900 VA hingga 1300 VA. Memilih peralatan rumah tangga
yang tepat dan sesuai kebutuhan. Membentuk perilaku anggota rumah tangga yang hemat
listrik, seperti: Menyalakan alat-alat listrik hanya saat diperlukan. Menggunakan alat-alat
listrik secara bergantian. Menggunakan tenaga listrik untuk menambah pendapatan rumah
tangga (produktif). Peralatan listrik rumah tangga pada umumnya sudah dirancang untuk
pemakaian listrik yang hemat, namun pada prakteknya masih ditemukan pemborosan
energi listrik. Hal ini dapat terjadi antara lain karena penggunaan peralatan dengan cara
yang kurang tepat.
Langkah-langkah Penggunaan Peralatan Listrik Rumah Tangga Dalam Menghemat
Pemakaian Energi Listrik

PENGHEMATAN ENERGI PADA PENCAHAYAAN


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Padamkan lampu apabila ruangan tidak dipakai.


Padamkan lampu pada siang hari.
Kurangi penerangan listrik yang berlebihan.
Atur letak perabot agar tidak menghalangi cahaya lampu dalam ruangan.
Menyalakan lampu halaman/taman bila hari benar-benar telah mulai gelap.
Matikan lampu halaman/taman bila hari sudah mulai terang kembali.

PENGHEMATAN ENERGI PADA TATA UDARA


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
Gunakan kapasitas AC yang tepat dan efisien.
Gunakan pengatur waktu (timer) agar AC beroperasi hanya pada saat dibutuhkan.
Kontrol temperature dengan termostat.
Gunakan penutup pada bagian ruangan yang terkena sinar matahari langsung.
Usahakan pintu, jendela dan ventilasi udara selalu tertutup agar kelembaban cukup rendah.
Hindari menempatkan sesuatu yang menghalangi sirkulasi udara.
Bersihkan filter AC, coil kondensor dan sirip AC secara teratur.
Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.
Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung, agar efek pendingin tidak
berkurang.
11. Matikan AC bila ruangan kosong dalam jangka waktu relatif lama.

PENGHEMATAN ENERGI PADA POMPA AIR


1.
2.
3.
4.

Gunakan bak penampungan air (menyimpan air di posisi atas).


Gunakan pelampung air di penampungan.
Gunakan air secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran dan pipa.
Sering terjadi pompa bekerja terus menerus, padahal tidak ada pemakaian. Penyebabnya adalah
sebagai berikut :

Rele tekan ( pressure switch ) tidak bekerja.

Instalasi pipa air di dalam bangunan ada yang bocor.

Kran air tidak ditutup sempurna atau rusak.

PENGHEMATAN ENERGI PADA MESIN CUCI


1.

Menggunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas.

2.
3.
4.

Kapasitas berlebih mengakibatkan perlambatan perputaran mesin dan menambah beban


pemakaian listrik.
Kapasitas yang kurang menyebabkan tidak efisien, karena mesin cuci tersebut menggunakan
energi yang sama.
Gunakan pengering hanya pada cuaca mendung/hujan. Bila cuaca cerah, sebaiknya
memanfaatkan sinar matahari.

PENGHEMATAN ENERGI PADA LEMARI PENDINGIN


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Memilih lemari es dengan ukuran / kapasitas yang sesuai.


Pintu lemari es ketika menutup harus selalu tertutup rapat.
Isi lemari es harus sesuai dengan kapasitas (Jangan terlalu sesak).
Tempatkan lemari es jauh dari sumber panas (kompor, sinar matahari langsung).
Tempatkan lemari es min. 15 cm dari tembok, agar sirkulasi udara ke kondensor baik.
Hindari penempatan bahan makanan / minuman yang masih terlalu panas.
Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan. Karena semakin rendah temperatur ,semakin banyak
energi listrik yang digunakan.
8. Ganti karet isolasi pada pintu / kabinet secepatnya apabila rusak.
9. Membersihkan kondensor ( terletak dibelakang lemari es ) secara teratur dari debu dan kotoran,
agar proses pelepasan panas berjalan dengan baik.
10. Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.

PENGHEMATAN ENERGI PADA SETRIKA

1.
2.

Atur penggunaan tingkat panas yang disesuaikan dengan bahan yang diseterika (sutera, wol,
polyster, katun dan sebagainya).
Bersihkan sisi besi bagian bawah seterika secara teratur agar penghantaran panas berlangsung
baik

3.

Menyeterika sekaligus banyak jangan hanya satu atau dua potong pakaian.

4.

Mematikan seterika bila akan ditinggal cukup lama.

PENGHEMATAN ENERGI LAINNYA

Kurangi pemakaian listrik pada waktu beban puncak pada jam 18.00 - 22.00

Matikan magic-jar atau magic-com bila nasi sudah tersisa sedikit karena listrik untuk
menghangatkan nasi menjadi sia-sia.

Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta perlatan audio visual lainnya, bila tidak ditonton atau
didengarkan.

Lepaskan kabel peralatan listrik bila peralatan sedang tidak digunakan.

Gunakan Peralatan Listrik Hemat Energi

Bila peralatan listrik yang menggunakan sistem remote sedang tidak digunakan, jangan
mematikan dengan remote control (stand by). Tetapi matikan dari tombol on-off atau lepaskan
tusuk kontak.

Nyalakan water heater 20 menit sebelum air panas digunakan

Bersihkan secara periodik kaca jendela. Kaca jendela yang bersih akan meneruskan cahaya lebih
banyak.

Bersihkan secara periodik bola lampu / tabung lampu beserta reflektornya agar supaya bersih agar
tidak mengurangi cahaya.

Hemat energi perlu dilakukan, terutama energi yang tak terbarukan, mengingat
sumbernya makin terbatas. Langkah pertama hemat energi adalah mengenali
energi apa saja yang terbarukan dan yang tidak, selanjutkan manfaatkan energi
tersebut secara efisien.
Hemat energi di rumah adalah awal yang perlu untuk dilakukan. Misalnya,
pastikan setiap sudut rumah mendapatkan cahaya yang cukup sepanjang hari
sehingga tidak perlu menyalakan lampu. Namun, cahaya matahari juga
menghasilkan panas. Agar suhu udara di dalam rumah tetap nyaman, maka
panasnya mesti kita kelola. ldealnya temperatur di dalam rumah sekitar 25 0C,
pada suhu ini manusia dapat beraktivitas dengan nyaman.

Tanpa kita sadari pemakaian listrik dan perangkat listrik di rumah cukup
memboroskan energi dan turut menyumbang terhadap pemanasan global. Oleh
sebab itu, optimalkan pemanfaatan listrik, air atau gas. Kenalilah peralatan mana
saja yang konsumsi listriknya besar.
Pengertian energi cukup luas, ia mencakup segala hal yang ada di bumi.
Manusia memerlukan energi untuk hidup. Ketika sedang bergerak, manusia
sedang membakar energi yang didapat dari makanan. Di rumah, Iistrik
merupakan

salah

satu

sumber

energi

yang

banyak

digunakan

untuk

mengoperasikan alat rumah tangga, seperti AC, televisi, komputer, kompor,

lampu, dan lain-lain. Energi tidak hilang, melainkan hanya berubah-ubah bentuk,
misalnya energi listrik menjadi energi panas (water heater), energi listrik menjadi
energi gerak (kipas angin),dan seterusnya.Tapi dari manakah listrik berasal?
Listrik merupakan sumber energi sekunder, yakni perlu ada sumber energi lain
yang menggerakkan elektron sehingga bisa memproduksi listrik. Saat ini
terdapat beberapa sumber energi primer untuk listrik, seperti batubara, minyak
bumi, dan lain-lain. Dari berbagai sumber energi itu terbagi menjadi 2 bagian,
yakni yang bisa diperbaharui dan yang tidak. Sebagian besar sumber energi
yang kini digunakan adalah yang tidak bisa diperbarui. Sumber energi yang tidak
bisa diperbarui inilah yang kelak akan habis, terutama bila penggunaannya
terlalu berlebihan.
Hemat energi juga dapat dilakukan dengan mencari sumber energi alternatif,
tetapi kita juga perlu hemat energi. Bila sumber energi benar-benar habis,
generasi mendatang akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya. Hemat
energi berarti kita juga peduli akan keberlangsungan hidup anak cucu kita kelak.