Anda di halaman 1dari 99

How To Get Your Future ?

Prospek Kerja Lulusan Teknik Perencanaan


Wilayah dan Kota di Bidang Pemerintahan
SEMINAR PROFESI
Himpunan Mahasiswa Teknik Planologi 2015
Universitas Diponegoro
Manda Machyus, ST, M.Si
Semarang, 9 Mei 2015

kulonuwun
Nama
TTL
Alamat
Telp
Kantor
E-mail
1991 1996
1996 1999
1999 2002
2002 2006
2007 2009

: Manda Machyus, ST, M.Si


: Jakarta, 9 Juni 1984
: Perumahan Puri Botanical Blok H/7 No. 51 Joglo-Jakarta
Barat
: 0816 1814 827 atau 0878 88156 759
: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Jalan Pattimura Nomor 20 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
12110, (021) 7245751, 722660
: mandamachyus@gmail.com

: SD Muhammadiyah 24 Jakarta
: SLTP N 74 Jakarta
: SMUN 36 Jakarta
: Sarjana Teknik (ST) Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro Semarang
: Magister Sains (M.Si) Kajian Pengembangan Perkotaan, Universitas Indonesia - Jakarta
2003
2004
2007-2009
2009-2013
2013-2014
2014-now

: Event Organizer - Will Communication Semarang


: Kerja Praktek - CV. Artefak Arkindo Jakarta
: Staf Honorer Deputi Perumahan Formal, Kementerian Perumahan Rakyat
: Staf Perencana (PNS)
: Kepala Sub Bidang Penyusunan Strategi
: Kepala Seksi Pengelolaan Rumah Susun, Direktorat Jenderal Penyediaan
Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

SIAPA ANDA

posisi mahasiswa
TONGGAK SEJARAH PERGERAKAN MAHASISWA:
1. Perkumpulan Boedi Oetomo, eks pelajar STOVIA 1908 Dr. Sutomo, Moh.Hatta, dll
2. Kongres Pemuda II, Jakarta 28 oktober 1928 Muh.Yamin, kumpulan pemuda
pelajar/jong
3. Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1945 Chairul Saleh, Soekarni, dll
4. Orde Baru Angkatan66 Soe Hok Gie, Akbar Tanjung, dll
5. Malari, Jakarta 1974 Hariman Siregar, Arif Rahman Hakim, dll
6. Peristiwa Mei (Orde Reformasi), Jakarta 1998 Elang Mulia, Hery H, Hafidin,
Hendriawan S

Mahasiswa
terdidik terpelajar
sosok IDEALIS

Agent of
Change!!

Ide dan pemikiran cerdas merubah paradigma


Sikap kritis kontrol kebijakan pemerintah
Sosok yang memiliki kepedulian dan keberpihakan pada
RAKYAT moral force
Calon pemimpin menata masa depan BANGSA
Dan suatu hal yang menjadi kebanggaan mahasiswa adalah
semangat membara untuk melakukan sebuah

perubahan.

kumpulan meme

Carilah calon kepala keluarga


anak Planologi.

Kota aja ditata,


apalagi masa depan
kamu sama dia

KEDUDUKAN PERGURUAN TINGGI


DAN SIVITAS AKADEMIKA
Sivitas Akademika: masyarakat akademik

Tridharma Perguruan Tinggi

yang terdiri dari dosen dan mahasiswa

Pendidikan: Mata Kuliah


(wajib dan pilihan)
Penelitian: Studio, Kuliah Kerja Lapangan, Tugas Akhir
(spesifik pada issue tertentu)

Pengabdian: Kerja Praktek dan Kuliah Kerja Nyata (KKN)


(penerapan pengetahuan yg didapat)
PENGABDIAN

Pusat Penelitian atau Pengembangan Ilmu


Pengetahuan dan Teknologi research center

kerjasama antar Perguruan Tinggi dan dengan


dunia usaha, dunia industri, dan Masyarakat
pengabdian masyarakat

Kerjasama dengan pemerintah (Pusat/Daerah)


Penerapan Penelitian

Bidang
Perencanaan
Wilayah dan
Kota

6
pengembangan wilayah, transportasi, perumahan, infrastruktur, tata ruang, pertanahan, lingkungan,
ekonomi perkotaan, pariwisata, dll

sosok perencana / perencana kota


Breakthrough
Thinking out of the box,
execute inside the box!

POLA PIKIR

Profesi keahlian yang berkaitan

Identifikasi issue
Perumusan masalah
Analisis
Penyusunan strategi
Skenario implementasi
Evaluasi

dengan bidang tertentu yang


diperoleh melalui sebuah proses
pendidikan maupun pelatihan khusus.
Orientasi kepentingan masyarakat
dengan menggunakan keahlian.
(Wignjosoebroto,1999)
filosofi perencana:
membawa kita pada pemahaman, dan
pemahaman akan membawa kita pada
tindakan yang lebih layak

POLA TINDAK

Perencana kota
profesional yang bekerja di bidang
perencanaan kota:

meriset, mendesain, membuat program,


melakukan rekayasa sosial, melakukan
analisis teknis, mengelola sumberdaya kota,
dan mendidik warga kota untuk meningkatkan
kualitas kota.

tanggungjawab perencana
etika profesi
tanggungjawab perencana

masyarakat
yang menugaskan dan kepada yang
berkepentingan (pemerintah)
kesejawatan
diri sendiri

6 (enam) K + LEADERSHIP

Sujarto (2006)

KONSEPSI perlunya pembaharuan (inovasi) konsep dalam pengembangan perkotaan


KOMUNIKASI terjalinnya komunikasi yang baik antar lembaga terkait (by sector and by level)
KOORDINASI terjalinnya sinergitas koordinasi dengan berbagai pihak
KERJASAMA terwujudnya kerjasama dengan dunia usaha dan masyarakat (public private partnership)

KOMITMEN komitmen penuh melaksanakan amanat konstitusi dan peraturan perundang-undangan


KONTROL monitoring dan evaluasi atas penyelenggaraan kebijakan

LEADERSHIP karakter pemimpin yang mampu menjalankan amanat konstitusi demi


kepentingan rakyat

Kerangka Pikir
Lingkup Perumahan Permukiman dalam Konteks Perkotaan
PERADABAN

Housing for Urban Development!!!

PERUMAHAN DAN KAWASAN


PERMUKIMAN

UU 23/2014
Pemda
UU 1/2011
PKP

Pasal 28 H
UUD 45

UU 20/2011
RUSUN

as a house

as a home/
housing

structure
UU
28/2002
Bangunan
Gedung

Keandalan
Keamanan
Kesehatan
Kenyamanan
Kemudahan

PP 38/2007
Kewenangan
Daerah

perumahan
permukiman

rumah

living space

Wahana pendidikan
Persemaian budaya
Perkembangan anak
Aset bagi pemiliknya,
dll

5 Elements of Settlement
Ekistics (Doxiadis)
nature, man, society, shell, network

kota
as city

UU 26/2007
Penataan Ruang

function

UU PERKOTAAN ??
PP 34/2009
Pengelolaan Perkotaan

spatial

Tanah
Tata Ruang
Bangunan
Infrastruktur
Lingkungan hidup
(SDA)
UU 5/1960
Pokok Agraria

Secure Tenure

activity and
mobility
social, culture,
politic, economic,
etc

Bermasyarakat
Keluarga
Lingkungan
Kawasan
Perkotaan

perkotaan
as urban

User
friendly

more complex
Urbanisasi
Kepadatan
Transportasi
RTH
Backlog
Kekumuhan
Kemiskinan
Degradasi lingkungan,
dll

sustainability
UU 32/2009
Lingkungan Hidup

Urbanisasi

Push
Factors

Pull
Factors

Fisik
Alih Fungsi Lahan

> 50 % Penduduk di perkotaan

Kumuh

Banjir

Tidak tertata

Sampah

Sosekbud
9
Addiction (Kecanduan)
Masyarakat Perkotaan
Tawuran Warga

Alcohol

Pengemis

Tobacco

Drugs
Gambling
Shopping
Internet
Working

Penggusuran

Eating
Human Trafficking

Sex

Planner

Sipil
Arsitek

Geodesi
Teknik
Industri

Hukum

Teknik
Lingkungan

Ekonom

Psikolog

Informatika

Partisipasi
Penegakan Hukum
Transparansi
Kesetaraan
Daya Tanggap

Sosiolog

Statistik

Akuntan

Public Policy
(Kebijakan
Pemerintah)

10 Prinsip Good Governance

Sastra
Komunikasi

Wawasan Kedepan
Akuntabilitas
Pengawasan
Efisiensi & Efektivitas
Profesionalisme

rencana pembangunan kesejahteraan masyarakat


melalui penyusunan kebijakan pemerintah dan
membantu manajemen pembangunan (Sujarto, 2006)

PILAR BERNEGARA, BERBANGSA DAN BERMASYARAKAT


1.
2.
3.
4.
5.

Pancasila
UUD 1945
Bhineka Tunggal Ika
NKRI
Gotong Royong: Kebersamaan, Kemitraan,
Keswadayaan dan Peran Serta Masyarakat
KEARIFAN LOKAL

Pembukaan UUD 1945 pada alinea 4 Cita-Cita Konstitusi!

Pemerintah Negara Indonesia dibentuk untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan
kehidupan bangsa.

Pemerintah bukan wasit di bangku


penonton, tetapi harus turun ke lapangan
dan ikut berlari untuk mengawasi dan
menjamin tertibnya pertandingan

kedudukan PEMERINTAH
bureaucracy (noun)
Montesquieu (1748) Teori
Pemisahan Kekuasaan
trias politica
(legislative, yudicative, executive)

Birokrasi: bureau yang artinya


"kantor" dan cracy yang artinya
"pemerintahan".
sebuah struktur organisasi yang
memiliki ciri-ciri harus mengikuti tata
prosedur pembagian tanggung
jawab, adanya jenjang (hirarki)

jabatan, serta adanya hubungan yang


sifatnya impersonal.
(Max Weber)
PUSAT

check and balances

: Presiden dan Wakil Presiden


beserta Jajaran Kabinet
DAERAH : Gubernur, Walikota/Bupati
beserta jajaran SKPD
1.
2.

Masyarakat
Organisasi (NGO) dan
Partai Politik

3. Perguruan Tinggi
birokrasi juga disebut sebagai badan yang
menyelenggarakan Civil Service (pelayanan publik)

4.
5.

Dunia Usaha
Pers

aparat PEMERINTAH

abdi Negara!

Siapa?

Pegawai Negeri Sipil (PNS) = Aparatur Sipil Negara (ASN)


Gol/Ruang

Pangkat

Jabatan politis
Hak Prerogatif Presiden

Menteri

Direktur Jenderal

Deputi

IV c IV d

Pembina Utama

Direktur

Asisten Deputi

II

IV b IV c

Pembina Utama
Muda-Madya

III

III d IV a

Pembina Tk. I

IV

III b III c

Kepala Sub-Direktorat

Kepala Seksi

Kepala Bidang

Kepala Sub Bidang

Eselon

Fungsional Umum / Staf

III a

Penata
Penata Muda

we cannot always build the future for our youth, but we can build
our youth for the future
Franklin Delano
Roosevelt
President AS
1933-1945

ask not what your country can do for you.


Ask what you can do for your country
(John F. Kennedy)

service to others is the rent


you pay for your room, here
on earth
(Muhammad Ali)

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


2015-2019
Digabungkan dengan Kementerian
Perumahan Rakyat menjadi Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Kabinet Kerja
27 Oktober 2014

Basuki Hadimuljono

Tirta
Wisma (cipta)
Marga

perumusan kebijakan
operasionalisasi kebijakan
LINGKUP UTAMA
Perumahan Rakyat dan Infrastruktur Dasar,
Lokus: Perkotaan/Perdesaan

Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2015

Jl. Pattimura 20, Kebayoran


Baru, Jakarta Selatan
(021) 7392262
www.pu.go.id

Lingkup Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan


Deklarasi Universal
HAM PBB 1948

RPJMN 2015-2019
PERPRES NO 2 / 2015

Ps. 28 H UUD 1945


UU 39/1999 HAM Rumah Merupakan

Hak Setiap Orang!

KOORDINASI DAN
REGULASI
FASILITASI
DAN ADVOKASI
AKSELERASI

RENCANA STRATEGIS PENYEDIAAN PERUMAHAN

Perumusan Jakstragram, Penyusunan Regulasi/ NSPM, Koordinasi lintas sektor


Sosialisasi, Pendampingan Kepada Masyarakat, Pelatihan Kepada
Stakeholders, Peningkatan Kapasitas Kelembagaan PUPR di daerah

Stimulan Pembangunan Fisik Terbatas rumah (tapak/susun) beserta Prasarana


Sarana Utilitas (PSU )
MITRA

DIREKTORAT JENDERAL
PENYEDIAAN PERUMAHAN

HUBUNGAN KERJA
PERENCANAAN
PENYEDIAAN PERUMAHAN
RUMAH KHUSUS DAN
RUMAH NEGARA
RUMAH UMUM DAN
RUMAH KOMERSIAL

RENCANA STRATEGIS
KEMENTERIAN PUPR (draft)

RUMAH SUSUN
RUMAH SWADAYA

PEMDA
BUMN
DEVELOPER DAN DUNIA USAHA
NGO DAN ASOSIASI PROFESI
KONSULTAN DAN KONTRAKTOR
MASYARAKAT

SEKIAN
Semoga Berarti
Semoga Menginspirasi

Matur Nuwun

bentuk dan jenis RUMAH


JENIS:
rumah komersial mencari keuntungan

rumah umum Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)


rumah swadaya dibangun masyarakat
rumah khusus kebutuhan khusus: pesisir, perbatasan, bencana,
sosial, dll
rumah negara peyelenggaraan tugas/dinas pejabat negara

BENTUK:
rumah tunggal;

rumah deret;
rumah susun.

Objek Pengaturan dalam UU no.1 tahun 2011


PERUMAHAN adalah kumpulan rumah
sebagai bagian dari permukiman, baik
perkotaan maupun perdesaan yang
dilengkapi dengan PSU sebagai hasil
upaya pemenuhan rumah layak huni (UU
PKP Pasal 1 angka 2)

Perumahan

Lingkungan Hunian Skala


Besar/Kasiba

Permukiman

Permukiman/Lisiba
Perumahan
Skala Besar

Lingkungan
Hunian
Kawasan
Permukiman
Kawasan Fungsi Lain/
Bukan Permukiman

Pelayanan Sosial
Kegiatan Ekonomi

Perumahan mendukung
Kawasan Fungsi Lain
PERMUKIMAN adalah bagian dari
lingkungan hunian yang terdiri atas lebih
dari satu satuan perumahan yang
mempunyai PSU serta mempunyai
penunjang kegiatan fungsi lain di
kawasan perkotaan atau kawasan
perdesaan (UU PKP Pasal 1 angka 5)

Jasa Pemerintahan

KAWASAN FUNGSI
LAIN/KWS. BUKAN
PERMUKIMAN

LINGKUNGAN HUNIAN
adalah bagian dari kawasan
permukiman yang terdiri
atas lebih dari satu satuan
permukiman (UU PKP Pasal
1 angka 4)

KAWASAN PERMUKIMAN adalah


bagian dari lingkungan hidup diluar
kawasan lindung baik berupa kawasan
perkotaan maupun kawasan perdesaan
yang berfungsi sebagai lingkungan
tempat tinggal atau lingkungan hunian
dan tempat kegiatan yang mendukung
perikehidupan dan penghidupan (UU PKP
pasal 1 angka 3 )

Pusat Kws. Perkim

Pusat Lingk. Hunian


Pusat Permukiman
Pusat Perumahan

MENTERI YANG MENANGANI BIDANG


PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN
Foto

Nama

Kabinet

Dari

Kabinet
Pembangunan III

Bernama Menteri
29 Maret 1978 19 Maret 1983 Muda Urusan
Perumahan Rakyat

Kabinet
Pembangunan IV

Berganti nama
menjadi Menteri
19 Maret 1983 21 Maret 1988
Negara Perumahan
Rakyat

Cosmas
Batubara

Siswono
Kabinet
Yudohusodo Pembangunan V
Kabinet
Pembangunan VI

Akbar
Tandjung

Kabinet
Pembangunan VII

Sampai

21 Maret 1988 17 Maret 1993

Keterangan

Menteri Negara
Perumahan Rakyat

17 Maret 1993 16 Maret 1998

16 Maret 1998 21 Mei 1998

Berganti nama
menjadi Menteri
Negara Perumahan
Rakyat dan
Permukiman

MENTERI YANG MENANGANI BIDANG


PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN
Foto

Nama

Theo L.
Sambuaga

Erna
Witoelar

Soenarno

Kabinet

Kabinet Reformasi
Pembangunan

Dari

23 Mei 1998

Sampai

Keterangan

26 Oktober
1999

Berganti nama
menjadi Menteri
Negara Perumahan
dan Permukiman

17 Maret
1993

Digabungkan dengan
Menteri Pekerjaan
Umum sehingga
menjadi Menteri
Permukiman dan
Pengembangan
Wilayah

Kabinet Persatuan
Nasional

21 Maret 1988

Kabinet Gotong
Royong

Menteri Permukiman
dan Pengembangan
16 Maret
Wilayah berganti
17 Maret 1993
1998
nama menjadi
16 Maret 1998
21 Mei 1998 Menteri
Permukiman dan
Prasarana Wilayah

MENTERI YANG MENANGANI BIDANG


PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN
Foto

Nama

Kabinet

Dari

Sampai

Keterangan

Muhammad Kabinet Indonesia


Yusuf Asy'ari Bersatu Jilid I

21 Oktober
2004

22 Oktober
2009

Dipisahkan dari
Menteri Permukiman
dan Prasarana
Wilayah dan kembali
bernama Menteri
Negara Perumahan
Rakyat

Suharso
Monoarfa

Kabinet Indonesia
Bersatu Jilid II

22 Oktober
2009

19 Oktober
2011

Berganti nama
menjadi Menteri
Perumahan Rakyat

Djan Faridz

Kabinet Indonesia
Bersatu Jilid II

19 Oktober
2011

Sekarang

NAWACITA JOKOWI-JK (2015-2019)


Terkait Perumahan
2) Membuka partisipasi publik
dan pelayanan perizinan
perumahan SATU ATAP
3) Pemerataan pembangunan
PKP antar wilayah terutama
desa, kawasan timur Indonesia,
dan kawasan perbatasan
4) Menjamin kepastian hukum
hak kepemilikan tanah
5) Program-program:
Rusun bersubsidi
Kampung deret
Pondok singgah (rumah sakit,
terminal, pelabuhan, stasiun,
dan pasar)
Rumah pekerja di kawasan
industri baru

KOMPONEN DASAR HAK BERMUKIM

1. Tata Ruang Perizinan


2. Tanah
3. Infrastruktur Dasar (termasuk energi &
transportasi umum)
4. Pembiayaan (termasuk pendanaan, pajak,
retribusi, dll)
5. Bangunan Gedung (teknik, teknologi dan
bahan bangunan strategis) aset komunitas

BERMUKIM:
Kelurahan / RT
Lingkungan
Kawasan Perkotaan/
perdesaan
Provinsi dan
Negara

NEGARA WAJIB HADIR Tata Kelola Kelembagaan Penyelenggaraan di Pusat dan Daerah :
Transparan, Akuntabel dan Bebas KKN
Menjalankan amanat Pasal 54 ayat (3) Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan
Kawasan Permukiman (termasuk UU No 20/2011 tentang Rusun) POLITIK ANGGARAN (Minimal
3% dari APBN/APBD)
Dana APBN /APBD dan dana-dana lainnya (dunia usaha, CSR, masyarakat, dll) dialokasikan untuk
mendukung program dan terobosan Pemerintah (Pusat & Daerah) Kemitraan Pemerintah,
Swasta dan Masyarakat (Public Private Partnership/ PPP)

PERTANYAAN YANG HARUS DIJAWAB

Apakah Penggabungan Urusan Perumahan Rakyat ke PU dapat menyelesaikan


27
masalah?
kondisi DARURAT PERUMAHAN RAKYAT yang terjadi saat ini seperti antara lain:
Angka backlog semakin tinggi : PROGRAM SEJUTA RUMAH
Luasan permukiman kumuh meningkat : PROGRAM 100-0-100
Jumlah rumah tidak layak huni meningkat : PROGRAM BEDAH RUMAH & SEJENIS
Daya beli/cicil/sewa masyarakat semakin rendah : PROGRAM RUMAH SEWA/ SEWA-BELI
Keperdulian Pemda yang menurun : PROGRAM KEMUDAHAN, BANTUAN & FASILITASI
Kemitraan/ Kebersamaan/ Peran Serta antar pelaku (stake holders) menurun : PROGRAM
KEMITRAAN YANG SETARA & SINERJIS
Pembangunan Rumah tak hanya fisik, tapi juga non fisik : PROGRAM KESWADAYAAN
MASYARAKAT MELALUI P2BPK
Kepastian Hukum dalam Kepemilikan, Pengelolaan dan Kepenghunian : PROGRAM PRONA,
PROGRAM SERTIFIKASI TANAH KOMUNAL dan lain-lain
Dsb
Diperlukan keseriusan dan dukungan Pemerintah dalam penyelenggaraan Penyediaan Perumahan
Rakyat sebagai AGENDA NASIONAL Agenda 2020 (Kementerian Perumahan dan Kawasan
Permukiman Perkotaan) Ministry of Housing and Urban Development ??
Hal ini merupakan wujud kehadiran Negara dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan hak asasi
manusia untuk bertempat tinggal/ hunian (papan).

Oleh
Rayyan Malik, ST, MT, IAP

Semarang, 9 Mei 2015

UNDANG - UNDANG JASA KONSTRUKSI


No. 18 TAHUN 1999
+ Diundangkan & berlaku
+ Terdiri dari

: 07 Mei 1999
: 12 Bab dan 46 Pasal
Bab I. : Ketentuan Umum
Bab II. : Azas dan Tujuan
Bab III.: Usaha Jasa Konstruksi
Bab IV.: Pengikatan Pekerjaan Konstruksi
Bab V. : Penyelenggaraan Pek. Konstruksi
Bab VI.: Kegagalan Bangunan
Bab VII: Peran Masyarakat
Bab VIII: Pembinaan
Bab IX.: Penyelesaian SEngketa
Bab X. : Sanksi
Bab XI. : Ketentuan Peralihan
Bab XII.: Ketentuan Penutup

+ Peraturan pelaksanaan :
a. PP No. 28/2000,
tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi

b. PP No. 29/2000,
tentang Usaha dan Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

c. PP No. 30/2000,
tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi

( Ps. 1)
( Ps. 2 )
(Ps. 4 13)
(Ps.14-22)
(Ps. 23-24)
(Ps. 25-28)
(Ps. 29-34)
(Ps. 35)
(Ps. 36-40)
(Ps. 41-43)
(Ps. 44)
( Ps. 45-46)

UU No. 18 Tahun 1999


( JK )
PP. No. 28/2000

PP. No. 29/2000

PP. No. 30/2000

(U&PMJK)

(PJK)

(PPJK)

PERATURAN
LPJK

KEPPRES
80/2003

SK / SE.
MENTERI

KEPMEN KIMPRASWIL
No. 369/KPTS/M/2001
No. 257/KPTS/M/2004

KPTS. GUBERNUR

PELAKSANAAN JASA KONSTRUKSI

JASA KONSTRUKSI
diatur dalam UU RI No. 18 Tahun 1999

USAHA DAN PERAN


MASYARAKAT
JASA KONSTRUKSI
diatur dalam
PP RI No. 28 Tahun 2000

PENYELENGGARAAN
JASA KONSTRUKSI
diatur dalam
PP RI No. 29 Tahun 2000

Usaha Jasa
Konstruksi

Tenaga Kerja
Konstruksi

Pengikatan
Pekerjaan
Konstruksi

Penyelenggaran Pekerjaan
Konstruksi

Peran
Masyarakat

Sanksi
Administratif

Kegagalan
Bangunan

Penyelesaian
Sengketa

Sanksi
Administratif

PENYELENGGARAAN
PEMBINAAN
JASA KONSTRUKSI
diatur dalam
PP RI No. 30 Tahun 2000

Pembinaan

PENGERTIAN
1.

JASA
KONSTRUKSI

2.

PEKERJAAN
KONSTRUKSI

3.

INDUSTRI
KONSTRUKSI

1.

Adalah Layanan Jasa :


- Konsultansi Perencanaan Konstruksi
- Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
- Konsultansi Pengawasan Konstruksi

2.

Adalah seluruh atau sebagian rangkaian


kegiatan Perencanaan, Pelaksanaan dan
Pengawasan untuk bidang :
- Arsitektural
- Sipil
- Mekanikal
- Elektrikal
- Tata Lingkungan

3.

Adalah seluruh komponen kegiatan dan proses


untuk penyelenggaraan Jasa Konstruksi
(termasuk didalamnya suplier bahan dan persewaan alat)

DEFINISI

PERENCANA KONSTRUKSI : penyedia jasa orang


atau badan usaha yang dinyatakan ahli profesional di
bidang perencanaan jasa konstruksi yang mampu
mewujudkan suatu hasil perencanaan menjadi bentuk
bangunan atau bentuk fisik lain
PELAKSANA KONSTRUKSI : penyedia jasa orang
atau badan usaha yang dinyatakan ahli yang profesional
di bidang pelaksana jasa konstruksi yang mampu
menyelenggarakan kegiatannya untuk mewujudkan
suatu hasil perencanaan menjadi bentuk bangunan atau
bentuk fisik lain
PENGAWAS KONSTRUKSI : penyedia jasa orang
perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli
yang profesional di bidang pengawasan jasa konstruksi
yang mampu melaksanakan pekerjaan pengawasan
sejak awal pelaksanaan pekerjaan konstruksi sampai
selesai dan diserahterimakan

SERTIFIKASI

(pasal 8 dan 9)

Perencana konstruksi, pelaksana konstruksi dan pengawas konstruksi


yang berbentuk badan usaha harus :

Memenuhi ketetentuan tentang perizinan usaha di bidang jasa


konstruksi

Memiliki sertifikat, klasifikasi dan kualifikasi perusahaan jasa


konstruksi
(1)

(2)
(3)

(4)

Perencana konstruksi dan pengawas konstruksi orang


perseorangan harus memiliki sertifikat keahlian
Pelaksana konstruksi orang perseorangan harus memiliki sertifikat
ketrampilan kerja dan sertifikat keahlian kerja
Orang perseorangan harus dipekerjakan oleh badan usaha sbg
perencana konstruksi atau pengawas konstruksi atau tenaga
tertentu dalam usaha pelaksana konstruksi harus memiliki
sertifikat keahlian
Tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan keteknikan yang
bekerja pada pelaksana konstruksi harus memiliki sertifikat
ketrampilan dan keahlian kerja

PLANNING

Planning adalah suatu proses yang secara sistematis


mempersiapkan kegiatan-kegiatan guna mencapai
tujuan dan sasaran tertentu.
Yang dimaksud dengan kegiatan di sini adalah kegiatan
yang dilakukan dalam rangka pekerjaan konstruksi, baik
yang menjadi tanggung jawab pelaksana (kontraktor)
maupun perencana (konsultan)
Baik kontraktor maupun konsultan, harus mempunyai
konsep planning yang tepat untuk mencapai tujuan
sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masingmasing.

Kesetaraan?
Jasa Konstruksi
(UU 18/99)

Perencanaan
Pelaksanaan
Pengawasan

Penataan Ruang
(UU26/2007)

Perencanaan Tata
Ruang
Pelaksana Rencana
Tata Ruang
Pengendalian
Pelaksanaan RTR

Usaha Jasa Konstruksi


Bentuk Usaha Jasa Konstruksi

:
(Bab III Pasal 5)

Usaha Jasa Konstruksi dibedakan atas Jenis


Usaha, Bentuk Usaha, dan Bidang Usaha.
Bentuk Usaha
Orang Perseorangan

Badan Usaha

Berbentuk Badan
Hukum

Bukan Berbentuk
Badan Hukum

Bidang Usaha Jasa Konstruksi


1.
2.
3.
4.
5.

Bidang pekerjaan Arsitektural


Bidang pekerjaan Sipil
Bidangpekerjaan Mekanikal
Bidang pekerjaan Elektrikal
Bidang pekerjaan Tata Lingkungan :
penataan kota/planologi;
pengembangan wilayah

teknik lingkungan;
bangunan pengolahan limbah
analisa dampak lingkungan
tata lingkungan lainnya.

TATA RUANG - JASA KONSTRUKSI


PENATAAN RUANG
UU 26/2007

RENCANA
MAKRO

UU 18/1999 : JASA KONSTRUKSI


BIDANG
ARSITEKTUR

BIDANG
SIPIL

BIDANG
MEKANIKAL

BIDANG
ELEKTRIKAL

BIDANG
BIDANG TATA
TATA
LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

RENCANA
RINCI

Kualifikasi Usaha Jasa Perencanan dan Pengawasan


Konstruksi (Permen PU 08/PRT/M/ 2011)

Kualifikasi Usaha Jasa Perencanan dan Pengawasan


Konstruksi (Permen PU 08/PRT/M/ 2011)

Kualifikasi Usaha Jasa Perencanan dan Pengawasan


Konstruksi (Permen PU 08/PRT/M/ 2011)

Kualifikasi Usaha Jasa Perencanan dan Pengawasan


Konstruksi (Permen PU 08/PRT/M/ 2011)

STANDAR KOMPETENSI
STANDAR
Sesuatu yang ditetapkan/dibakukan dan disusun berdasarkan
konsensus semua pihak terkait dengan memperhatikan:
Persyaratan yang ditentukan
Perkembangan IPTEK
Pengalaman
untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.

KOMPETENSI
KEMAMPUAN SESEORANG YANG DILANDASI ATAS PENGETAHUAN ,
KETERAMPILAN , DAN SIKAP KERJA UNTUK MELAKSANAKAN
SESUATU PEKERJAAN

KOMPETENSI

KOMPETENSI

Kompetensi

Pengetahuan / Knowlegde
Pola pikir
Konseptual
Dasar-dasar teori
Mempunyai referensi

Kompetensi

Keterampilan /Skill

Management

Technical

kepemimpinan
manajemen waktu
analisis
pengambilan keputusan
komunikasi

kerjasama
hubungan tim kerja
Management

gambar
kontrol waktu
menghitung biaya RAB
instalasi
Quality control
Finishing

Technical

Kompetensi

Prilaku / Attitude
sikap kerja
membuka telinga bagi orang lain
budaya mencatat
berfikir positif
one-ness
continuous improvement

Peluang Kerja Planologi?


Rencana Tata Ruang (Makro dan Mikro)
Masterplan Transportasi, Pariwisata, Limbah, Sampah,
Drainase, Irigasi.
Studi Kelayakan (FS) Jalan, TPA, Kawasan Industri, PKL
Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LPPB)
Rencana Pengembangan Perumahan Permukiman
Dokumen Lingkungan (AMDAL, UKL-UPL, DPLH)
Analisis Pembebasan Lahan / Penetuan Lokasi
Sistem Informasi Geografis (GIS) / Pemetaan / Data Spasial

contoh KASUS......!!

HASIL OVERLAY BATAS RTRW DENGAN


KESEPAKATAN PILAR BATAS

HASIL OVERLAY BATAS ADIMINISTRASI (a)

Batas Wilayah Adminsitrasi


dari RTRW Kabupaten/Kota

Batas Utara:
Batas Timur:
Batas Selatan:
Batas Barat:

Batas Wilayah Adminsitrasi


dari RTRW Provinsi

Berbatasan dengan kabupaten Grobogan dan Kabupaten Semarang, masih terdapat bagian
yang tumpang tindih tumpang tindih (overshoot dan undershoot).
Berbatasan dengan Kabupaten Sragen dan Kota Surakarta sudah tidak ada bagian yang
tumpang tindih. Sedangkan batas dengan Kota Karanganyar belum terdefinisikan.
Berbatasan dengan kabupaten Klaten dan Kabupaten Sukoharjo tidak terdapat bagian yang
tumpang tindih tumpang tindih (overshoot dan undershoot).
Masih terdapat bagian batas administrasi yang tumpang tindih dengan Kabupaten Magelang
dan Kabupaten Semarang.

HASIL OVERLAY BATAS ADIMINISTRASI (b)

Batas Wilayah Adminsitrasi


dari RTRW Kabupaten/Kota

Batas Utara:

Batas Timur:
Batas Selatan:
Batas Barat:
Batas Dalam:

Batas Wilayah Adminsitrasi


dari RTRW Provinsi

Berbatasan dengan Kota Semarang dan Kabupaten Demak masih bagian yang tumpang tindih (overshoot dan
undershoot).
Berbatasan dengan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Boyolali, terdapat beberapa bagian batas wilayah yang
dengan Kabupaten Grobogan dan Boyolali yang masih tumpang tindih (overshoot dan undershoot).
Berbatasan dengan Kabupaten Boyolali, terdapat beberapa bagian batas wilayah yang dengan masih tumpang
tindih (overshoot dan undershoot).
Berbatasan dengan Kabupaten Magelang, Temanggung, Kendal, terdapat beberapa bagian batas wilayah yang
yang masih tumpang tindih (overshoot dan undershoot).
Berbatasan dengan Kota Salatiga terdapat bagian yang masih tumpang tindih (overshoot dan undershoot)

HASIL OVERLAY BATAS ADIMINISTRASI (c)

Batas Wilayah Adminsitrasi


dari RTRW Kabupaten/Kota

Batas Utara
Batas Timur
Batas Selatan
Batas Barat

Batas Wilayah Adminsitrasi


dari RTRW Provinsi

Berbatasan dengan Kabupaten Grobogan, sudah tidak ada bagian batas administrasi yang
tumpang tindih.
Berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur sehingga perlu dilakukan sinkronisasi batas
dengan wilayah Provinsi Jawa Timur.
Berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar. Belum terdefinisikan
Berbatasan dengan Kabupaten Boyolali, sudah tidak ada bagian batas administrasi yang
tumpang tindih.

HASIL OVERLAY JALAN (a)

HASIL OVERLAY JALAN (b)

HASIL OVERLAY JALAN (c)

HASIL OVERLAY POLA RUANG (a)

HASIL OVERLAY POLA RUANG (b)

OVERLAY POLA RUANG (c)

OVERLAY POLA RUANG (d)

OVERLAY POLA RUANG (e)

apa itu IAP......?

IAP

IAP didirikan pada tanggal 13 April 1971

Nama organisasi profesi : IKATAN AHLI PERENCANAAN


INDONESIA disingkat IAP
yang merupakan wadah tunggal berhimpunnya segenap ahli
perencanaan wilayah dan kota di Indonesia.

IAP berkedudukan di ibukota Negara Republik Indonesia dan dapat


membentuk cabang-cabang dan sesuai kebutuhannya.

IAP bertujuan untuk :


mengembangkan keahlian perencanaan wilayah dan kota
meningkatkan mutu, kesejahteraan, persatuan dan kesatuan

bagi segenap ahli perencanaaan wilayah dan kota di Indonesia

Keanggotaan
Anggota Muda
Anggota Biasa.
Anggota Kehormatan.
Anggota Bersertifikat.

Hak Anggota IAP bersertifikat


Anggota bersertifikat mempunyai hak yang
melekat pada anggota biasa dan hak
tambahan lain yakni:

Memperoleh pengakuan IAP dalam bentuk


sertifikasi atas jenjang kemampuan
profesionalnya;
Mencantumkan sebutan IAP dibelakang nama
yang bersangkutan;
Melakukan penilaian keprofesionalan bagi
kegiatan dan karya di bidang perencanaan
wilayah dan kota.

Sertifikasi adalah:

proses penilaian untuk mendapatkan pengakuan


terhadap klasifikasi dan kualifikasi atas kompetensi
dan kemampuan usaha di bidang konstruksi yang
berbentuk usaha orang perseorangan atau badan
usaha; atau

proses penilaian kompetensi dan kemampuan profesi


keterampilan kerja dan keahlian kerja seseorang di
bidang jasa konstruksi menurut disiplin keilmuan dan
atau keterampilan tertentu dan atau kefungsian dan
keahlian tertentu.

KLASIFIKASI
Kegiatan menetapkan penggolongan di
bidang Jasa Konstruksi menurut bidang dan
sub-bidang

KUALIFIKASI
Kegiatan menetapkan penggolongan di
biang Jasa Konstruksi menurut tingkat/
kedalaman kompetensi

KUALIFIKASI PERENCANA
AHLI PRATAMA
PERENCANA WILAYAH DAN KOTA
AHLI MADYA
PERENCANA WILAYAH DAN KOTA
AHLI UTAMA
PERENCANA WILAYAH DAN KOTA

BAKUAN KOMPETENSI AHLI PERENCANAAN


Faktor

Perencana
Muda

Perencana
Madya

Perencana
Utama

Kompleksitas Obyek

Sederhana

Agak rumit

Rumit
Kawasan Khusus

Perumusan Masalah

Mengenali
(mengikuti fisik)

Merumuskan
(Formulasi)

Mendefinisikan
permasalahan baru
hasil wacana

Pemecahan Masalah

Penyelesaian
Umum

Penyelesaian Khusus

Menemukan
penyelesaian baru

Metoda Riset

Mampu
mengaplikasi
(menetapkan)

Menentukan metode
tertentu untuk
persoalan tertentu

Mampu menjelaskan
mengapa memilih
suatu metoda
tertentu

Gradasi Knowledge
(Bloom Taxonomy)

Mengetahui
(Spesifikasi, alat
bantu)

Memahami/
Menterjemahkan
(Comprehension)

Mampu mencari/
merumuskan/
menyusun

Salam.....
Rayyan Malik, ST, MT, IAP
Hp
Email

: 081 666 8060


: rayyan_m_b@yahoo.com
rayyan.malik.basyarahil@gmail.com

Direksi Perusahaan :

PT. TUMBUH JAYA DESAIN


CV. HRV PLANNER CONSULTANT

Pengurus :
Wakil Ketua IAP Jawa Tengah
Wakil Bidang Sertifikasi BSP IAP Nasional
Ketua Bidang Alumni Fakultas Teknik, DPD IKA UNDIP JATENG

Peran Masyarakat :
Lembaga Jasa Konstruksi (Bab VII Pasal 33)

Lembaga (LPJK)
adalah organisasi yang bertujuan untuk mengembangkan jasa
konstruksi nasional.

Tugas Lembaga (LPJK) adalah


Melakukan atau mendorong penelitian dan pengembangan jasa konstruksi;
Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan jasa konstruksi;
Melakukan registrasi tenaga kerja konstruksi, yang meliputi klasifikasi,

kualifikasi dan sertifikasi keterampilan dan keahlian kerja;


Melakukan registrasi badan usaha jasa konstruksi;
Mendorong dan meningkatkan peran arbitrase, mediasi, dan penilai ahli di
bidang jasa konstruksi.

Lembaga (LPJK) beranggotakan wakil-wakil dari:

Asosiasi perusahaan;
Asosiasi profesi;
Pakar dan perguruan tinggi; dan
Instansi Pemerintah.

Show you off

Try Haristyo R. Wibowo, ST


Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI
Semarang, 9 Mei 2015

Rules of the game

Jangan mencatat
Santai saja
Pertemuan ini hanya untuk menggelitik pikiran Anda
Anda-lah penulis dalam buku kehidupan Anda sendiri

the book of life

Planner

??

Multi-disiplin/Makro/Multi-aspek
Banyak tahu, tidak tahu banyak
Leader of sectors ?

Quote:

Saya mendengar, maka saya tahu.


Saya melihat, maka saya ingat.
Saya melakukan, maka saya paham.
(Confusius)

Is it your passion

??

Kecenderungan terlihat sampai max semester 6


Aktif terlibat dalam kegiatan/pekerjaan/proyek
plano, baik dari dosen atau konsultan

Development: Need a planner

Pemerintahan
Konsultan
Developer
Akademisi
LSM/Aktivis Sosial
Politisi

Have you ever find


Newspaper
Search job engine

??

??

Government Planner: Tasks


Pembina
Bimbingan Teknis
Sosialisasi
Konsultansi
Fasilitasi
NSPK

Supervisor
Konsultan
Kontraktor

Coordinator
BKPRN
K/L terkait
Konreg

Policy
Maker
Program
Prioritas
Rencana Kerja
Anggaran

Expert Needed in Government

Ahli
Ahli Penataan
Pengembangan
Ruang
Perkotaan
Ahli
dan/atau
Pengembangan
Perdesaan
Wilayah
Ahli Perancangan
Ahli Penataan
Kawasan/Revitalisasi Kota

Ahli Pengaturan Ahli Ekonomi


Zonasi
Wilayah
Ahli
Ahli Kebijakan
Pengembangan
Publik
Masyarakat
Ahli Transportasi
Ahli GIS

Government Planner: All-around

??

Acara/event
Keuangan
Anggaran
Perjalanan Dinas ++
Akomodasi
Pengadaan Barang/Jasa
Administratif
Print, FC, Kurir, Ngecap, Minta tanda tangan, etc..

Bersih-bersih
Pijat
Nganter pulang
Nyuapin makan
dll.
dll.
dll.

How to act
Pinter VS Pinter-Pinter
Diferensiasi
Quick Learning
Praktek dalam Dunia Kerja
Depth Learning

Arsipkan !

Quote:

Jika kamu membaca buku yang sama


dengan yang dibaca oleh semua orang,
maka kamu hanya dapat berpikir sama
seperti apa yang dipikirkan oleh semua
orang lain juga.
(Haruki Murakami, Norwegian Wood)

How to survive

Layang-layang
Jurus Sabar
Sarjana: struktur
berpikir, logika,
analisis,kepekaan

How to be a special one


Prajurit yang pernah bertempur di medan perang akan lebih
terampil dibandingkan dengan prajurit yang belajar perang hanya
dari buku, latihan perang atau simulasi.
Jangan berharap lebih, ketika kita tidak bisa memberi lebih.
Ketidakpastian adalah kepastian.

?
Value
Grade

Kejarlah Nilai

Watchout
Fatamorgana
kelulusan

Politik kantor

Fenomena PNS Indonesia


Dicintai atau dibenci ?
Dicurigai kalau kaya ?
Siap ditempatkan dimana saja ?

ATR
Ditjen Tata Ruang
Dit. Perencanaan TR

Ditjen Pengendalian
Pemanfaatan Ruang
dan Penguasaan Tanah
Dit. Pengendalian

PU

Dit. Pemanfaatan TR
Dit. Penataan Kawasan
Dit. Pembinaan
Daerah

VS or Feat

Badan Pengembangan
Infrastruktur Wilayah
Set. Badan
Pusat
Perencanaan
Infrastruktur

Pusat
Pemograman
dan Evaluasi
Infrastruktur

Pusat
Pengemba
ngan Kaw.
Strategis

Pusat
Pengemban
gan Kaw.
Perkotaan

Dit. Penertiban
Dit. Dal dan Tau Tanah
Dit. Tib dan Guna
Tanah Telantar

ATR

Show your work

Untuk terhubung dengan banyak orang, kita harus terlihat


benar-benar terlihat
(Brene Brown)
Do something
Kabar harian lebih baik daripada resume atau daftar karya:

Waktu kuminta menunjukkan karya, mereka memperlihatkan


tugas sekolah, atau portofolio dari pekerjaan di bidang lain,
padahal aku lebih tertarik pada apa yang mereka lakukan akhir
pekan lalu
(Ze Frank)

Remind

Apa pun pfofesi

dan jalan hidup seseorang, selama dia bisa

membuat apa yang dilakukannya bermanfaat dan memberi


kontribusi yang baik bagi lingkungannya, maka selayaknya pilihan

itu disebut sebagai profesi yang baik dan terhormat.

terima kasih