Anda di halaman 1dari 6

BAB I

A. Pendahuluan
Flu babi adalah penyakit saluran pernapasan akut pada babi yang disebabkan oleh
virus influensa tipe A gejala klinis penyakit ini terlihat secara mendadak, yaitu berupa
batuk, dispneu, demam dan sangat lemah. Penyakit ini dengan sangat cepat menyebar
kedalam kelompok ternak dalam waktu satu minggu umumnya penyakit ini dapat sembuh
dengan cepat kecuali terjadi komploikasi dengan brochopnemunonia, akan berakibat pada
kematian (fener at al; 1987).
Penyakit virus influensa babi di kenal sejak tahun 1918, pada saat itu di dunia sedang
terdapat wabah penyakit influensa secara pandemik pada manusia yang menelan korban
sekitar 21 juta orang meninggal dunia (hampson 1996). Kasus tersebut terjadi pada akhir
musim panas.
Pada tahun yang sama di laporkan terjadi wabah penyakit epizootik pada babi di
Amerika Tengah bagian Utara yang memmpunyai kesamaan gejala klinis dan patologi
dengan influensa pada manusia. Karna penyakit ono muncul bersamaan dengan kejadian
penyakit epidemik pada manusia, maka penyakit ini di sebut flu pada babi.
Para ahli kesehatan hewan berpendapat bahwa penyakit babi ini di tularkan dari
manusia selain di negar Amerika Serikat wabah influenza babi di laporkan terjadi di
berbagai negara kanada, Amerika Selatan, Asia dan Afrika pada permulaan tahun 1968,
Pada awwal tahun 1976 di Amerika serikat terjadi suatu peristiwa yang sangat
menarik, yaitu di temukan virus influenza babi yang dapat di isolasi dari manusia,
selanjutnya dapat terungkap bahwa apabila manusia babi sakit, maka akan dapat menjadi
terinfeksi dan menderita penyakit pernapasan akut.
Penyakit yang disebabkan oleh virus klasik influenza babi serotipe H1N1 merupakan
penyakit kpernapasan pada babi yang sangat signifikan di amerika Utara, hampir
diseluruh Eropa dan Asia bagian barat, wabah umumnya terjadi pada musim gugur atau
musim dingin.

Bab II
A. Patofisiologi
Pada penyakit influenza babi klasik virus masuk melalui saluran pernapasan atas
kemungkinan lewat udara virus menempel pada trakea dan bronki dan berkembang secara
cepat yaitu dari dua jam dalam sel epitel bronkial hingga 24 jam post infeksi hampir
seluruh sel terinfeksi virus dan menimbulkan eksudat pada bronkiol. Infeksi dengan cepat
menghilang pada hari kesembilan (anon 1991). Lesi akibat infeksi skunder dapat terjadi
pada paru-paru karena aliran eksudat yang berlebuhan dari bronki lesi ini akan hilang
secara cepat tanpa meninggalkan adanya kerusakn. Kontradiksi ini berbeda dengan lesi
pnemonia enzootica babi yang dapat bertahan lama. Pnemonia skunder biasanya karena
serbuan pastuerala multocida, terjadi pada berapa kasus dan merupakan penyebab
kematian.
B. Cara Penularan dan Masa Inkubasi
Flu babi adalah penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza tipeA yang
dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi, dan penularan dimungkinkan antar
manusia. Adapun cara penularan flu babi menginfeksi manusia tiap tahun biasanya
ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, virus menyebar antar babi
secara aerosol (udara) dan kontak (kontak tangan dengan selaput lendir), baik langsung
maupun tidak langsung dengan babi yang sakit atau karier dan dapat juga melalui kontak
langsung dengan penderita flu babi. Masa inkubasinya tiga sampai lima hari. Flu babi
dapat menyebar dengan cepat sekali. Virusnya dapat ditularkan dari babi ke
manusia,tetapi juga sebaliknya. Maka dari itu, sebagian besar reservoir nya adalah
manusia dan babi. Orang yang menderita flu babi menurut para ahli akan tetap
menularkan penyakitnya sampai hari ketujuh. Jika sampai hari ketujuh ternyata
penyakitnya belum membaik maka dianggap orang tersebut masih dapat menularkan
penyakitnya sampai gejala flu benar benar hilang. Anak anak khususnya balitamemiliki
potensi waktu penularan yang lebih panjang. Akan tetapi, periodepenularan penyakit flu
babi masih terggantung lagi pada jenis virus H1N1. Jika pasien di rawat di rumah maka

dianjurkan untuk tidak keluar rumah dahulu sampai penyakit yang diderita benar benar
sembuh kecuali yang bersangkutan segera ke dokter atau ke rumah sakit.
C. Gejala Klinis Serta Organ Tubuh yang Terserang Virus Flu Babi
Pada umumnya, gejala infeksi flu babi pada manusia mirip dengan flu biasa pada
manusia. Yakni, menyerang organ pernapasan yang mengakibatkan batuk, nafas
cepat/sesak, pilek. Tak hanya organ pernapasan, flu babi juga menyerang organ anggota
gerak yakni menyebabkan nyeri otot, sendi dan tulang, juga menyerang organ pencernaan
yang menyebabkan penderita sakit tenggorokan, mual dan muntah-muntah. Namun selain
itu, flu babi juga dapat menyebabkan demam yang muncul tiba-tiba, kelelahan yang
berlebihan dan berkurangnya nafsu makan.Penyakit ini dapat jatuh ke arah yang lebih
buruk sehingga pasien mengalami kesulitan untuk bernafas dan memerlukan alat bantu
nafas. Bila ada bakteri yang ikut ikutan menginfeksi paru paru maka pasien dapat
mengalami radang paru- paru atau pneumonia dan akhirnya menyebabkan kematian
karena mengalami kegagalan pernapasan akibat pembuluh darah paru yang pecah.
D. Upaya Pencegahan dan Penanggulangan
Di dalam upaya pencegahan dan penanggulangan serta pengobatan bagi pasien yang
terjangkit penyakit flu babi, tak lepas dari 3 tahap pencegahan didalam antropologi
kesehatan. Berikut tahapan pencegahan pada penyakit flu babi
a.

Pencegahan Primer
Pencegahan primer adalah suatu usaha yang dilakukan agarmasyarakat tidak akan

terjangkit penyakit suatu penyakit dan dalam halini penyakit tersebut penyakit flu
babi. Pencegahan primer dilakukan padafase suseptibel. Pada penyakit ini pencegahan
primer bisa dilakukandengan cara :
1.

Melakukan promosi kesehatan melalui pengadaan penyuluhan mengenaibahaya


penyakit flu babi dan pencegahan berserta penanganan penderitakepada peternak
babi dan juga masyarakat yang tinggal di sekitarp eternakan babi

2.

Melakukan kerjasama dengan instansi terkait seperti dinas peternakanmelalui


penyemprotan disinfektan pada setiap babi dan kandang babi.

3.

Mengajak masyarakat untuk melakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih DanSehat),


seperti mencuci tangan terutama setelah melakukan kontak padababi atau penderita
flu babi.

4.

Melakukan penyuluhan mengenai pemakaian masker yang benar kepadapekerja


peternakan dan juga masyarakat umum.

5.

Pemberian alat pendeteksi panas tubuh ditempat-tempat seperti bandaraserta tempat


yang kemungkinan penularan flu babi dari luar negeri gunamencegah datangnya
wisatawan asing yang membawa virus flu babi.Pada prinsipnya, cara paling ampuh
untuk mencegah penularan virusflu babi sama dengan cara mencegah penularan virus
influenza yang lainyaitu vaksinasi. Sayangnya, vaksin untuk flu babi sampai saat ini
belumditemukan.

Akan

tetapi,

dengan

melakukan

pencegahan

primer

diatas,diharapkan mampu untuk meminimalisir masyarakat maupun babi agartidak


terjangkit virus flu babi
b. Pencegahan Sekunder
Pada pencegahan sekunder dilakukan diagnosa dini dan pengobatan tepat.
Pengobatan atau tindakan yang tepat bisa mencegah terjadinyakomplikasi atau
memperlambat

perjalanannya.

Pencegahan

sekunderdilakukan

pada

fase

presimtomatis yakni dengan jalan diagnosa dini. Selainitu juga dilakukan


pengisolasian bagi penderita flu babi dan pemberian obatyang tepat.

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Flu babi merupakan penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus
Orthomyxoviridae (influenza Tipe A) yang terjadi pada populasi babi, yang dapat
menginfeksi manusia yang menjalin kontak dengan babi yangsakit maupun karier,
langsung maupun tak langsung. Dan terjadi tiga fasedalam perjalanan alamiah Flu Babi
yaitu; fase suseptibel, fase presimtomatis,fase klinis. Serta untuk mencegah penyakit flu
babi ini perlu dilakukan tigatahap pencegahan yaitu pencegahan primer, pencegahan
sekunder danpencegahan tersier
B. Saran
Saat ini wabah flu babi di Indonesia sudah tidak muncul kembali sejakterjadinya
wabah terakhir pada pertengahan tahun 2009, pencegahan primeradalah solusi yang tepat
untuk meminimalisir terjangkitnya wabah padamasyarakat maupun babi dengan cara
pengadaan sosialisasi mengenai flubabi dan pemakaian masker pada peternak babi dan
masyarakat di daerahyang rentan wabah flu babi, serta membudayakan pola hidup PHBS

Daftar Pustaka
Adi, Putu. 2009. Peranan faktor Host, Agent dan Lingkungan pada terjadinya Penyakit
Flu Babi Perjalanan Alamiah dan Tahap-tahap Pencegahannya, Universitas Udayana.