Anda di halaman 1dari 11

STUDI KELAYAKAN BISNIS

PENDAHULUAN

A. Pengertian Studi Kelayakan Bisnis


Sebelum memahami secara mendalam apa yang dimaksud dengan studi kelayakan
bisnis seta kegiatan apa saja yang dilakukan dalam studi kelaykan bisnis, terlebih dahulu
memahami pengertian investasi dan kegiatan dalam investasi serta pengertian proyek dan
bisnis.
Dalam arti luas investasi menurut William Sharpe (2005) dalam bukunya investment
adalah mengorbankan dollar sekarang untuk dollar dimasa yang akan datang. Dalam
pengertian tersebut terdapat 3 atribut penting dalam investasi yaitu adanya
keuntungan,risiko, dan tenggang waktu. Mengorbankan uang atau dollar artinya
menanamkan sejumlah uang (dana) dalam suatu usaha saat ini atau saat investasi
dilakukan dan mengharapkan pembeliaan investasi (keuntungan) yang diharapkan pada
masa yang akan datang (dalam waktu tertentu).
Investasi dapat dilakukan dalam berbagai bidang usaha, oleh karena itu investasi pun
dibagi dalam beberapa jenis. Dalam praktiknya investasi dibagi dalam dua macam :

Investasi nyata ( Real Investment )


Investasi nyata merupakan investasi yang dibuat dalam harta tetap (fixed asset)
seperti tanah, bangunan, pertalatan atau mesin mesin.

Investasi finansial (Financial Investment)


Investasi finansial merupakan investasi dalam sector keuangan, misalnya
pembelian saham, obligasi, sertifikat deposito maupun surat berharga lainnya.

Studi kelayakan bisnis dalam arti sempit adalah studi yang mempelajari tentang
bagaimana perencanaan bisnis yang akan dijalankan dan pada saat kegiatan bisnis tersebut
berjalan agar dapat mengetahui keuntunguan yang akan diperoleh nantinya. Perancanaan
bisnis tersebut seperti konsep bisnis yang akan dipakai, produk/jasa yang akan dijual,
lingkungan tempat bisnis tersebut dibangun, keuangan yang ada untuk memulai bisnis, dan
lainnya.
Studi kelayakan bisnis dalam arti luas adalah studi yang mempelajari tentang dapat
tidaknya suatu bisnis yang akan dijalankan dapat membawa manfaat yang lebih luas,
seperti penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan sumber daya di lokasi bisnis tersebut,
menstimulus orang orang untuk ikut membuka usaha di lokasi tersebut, dan dapat
memberikan keuntungan financial bagi negara.
B. STUDI KELAYAKAN PROYEK DAN STUDI KELAYAKAN BISNIS
Pengertian bisnis adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk memperoleh
keuntungan sesuai dengan tujuan dan target yang diinginkan dalam berbagai bidang, baik
jumlah maupun waktunya. Keuntungan merupakan tujuan utama dalam dunia bisnis,
terutama bagi pemilik bisnis, baik keuntungan dalam jangka pendek maupun jangka
panjang. Bentuk keuntungan yang diharapkan lebih banyak dalam bentuk finansial.
Besarnya keuntungan telah ditetapkan sesuai dengan target yang diinginkan sesuai dengan
batas waktunya.
Secara umum pengertian proyek adalah kegiatan yang melibatkan berbagai sumber
daya yang terhimpun dalam suatu wadah (organisasi) tertentu dalam jangka waktu tertentu
untuk melaksanakan kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya atau untuk mencapai
sasaran tertentu. Kegiatan yang berbentuk proyek dapat diartikan sebagai kegiatan
sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumberdaya

tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah digariskan
dengan jelas.
Berdasarkan pengertian diatas kita dapat mengetahui perbedaan antara kegiatan bisnis
dan proyek, maka dapat dibedakan antara studi kelayakan bisnis dan studi kelayakan
proyek. Studi kelayakan bisnis merupakan penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak
hanya menganalisis layak atau tidaknya bisnis dibangun, tetapi juga saat dioprasionalkan
secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan untuk waktu yang tidak ditentukan.
Sedangkan studi kelayakan proyek merupakan penelitian tentang layak atau tidaknya suatu
proyek dibangun untuk jangka waktu tertentu.
C. MANFAAT STUDI KELAYAKAN BISNIS
Terdapat tiga manfaat yang timbul dari adanya studi kelayakan bisnis, yaitu :
1. Manfaat Finansial
Manfaat finansial diperoleh oleh pelaku bisnis jika bisnis tersebut dirasa
menguntungkan dibandingkan dengan resiko yang akan dihadapi.
2. Manfaat Ekonomi Nasional
Bisnis yang dijalankan tidak hanya menguntungkan secara ekonomis saja tetapi juga
bermanfaat bagi peningkatan ekonomi Negara secara makro.
3. Manfaat Sosial
Memberikan manfaat terutama bagi masyarakat di sekitar lokasi bisnis tersebut
dibangun.

D. TUJUAN DAN FUNGSI STUDI KELAYAKAN


Setelah menjelaskan manfaat dari studi kelayakan bisnis, terdapat tujuan penting
dilakukannya studi kelayakan bisnis, antara lain :
1. Menghindari Resiko Kerugian
Studi kelayakan bisnis bertujuan untuk menghindari resiko kerugian keuangan di
masa yang akan datang yang penuh ketidakpastian. Fungsi dari studi kelayakan adalah
untuk mengantisipasi ketidakpastian yang terjadi serta untuk meminimalkan resiko
yang tidak diinginkan, baik resiko yang dapat dikendalikan maupun tidak dapat
dikendalikan.
2. Memudahkan perencaaan
Ramalan tentang apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang dapat mempermudah
dalam melakukan perencanaan, yang meliputi :

Berapa jumlah dana yang akan dibutuhkan

Kapan usaha akan dijalankan

Dimana lokasi usaha akan dibangun

Siapa yang akan melaksanakan

Bagaimana cara melaksanakannya

Berapa besar keuntungan yang dieperoleh

Bagaimanacara mengawasi jika terjadi penyimpangan.


Dengan adanya prencanaan yang baik, maka suatu usaha akan mempunyai jadwal
pelaksanaan usaha, mulai dari usaha dijalankan sampai pada waktu tertentu.

3. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan


Bagaimana rencana yang sudah disusun akan memudahakan dalam pelaksanaan
usaha. Rencana yang sudah disusun akan dijadkan acuan dalam mengerjakan setiap

tahap usaha, sehingga suatu pekerjaan dapat dilakukan secara sistematis dan dapat
mencapai sasaran serta sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
4. Memudahkan pengawasan
Pelaksanaan usaha pengawasan ini perlu dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan
terhadap jalannya usaha. Pengawasan ini perlu dilakukan agar tidak terjadi
penyimpangan dari rencana yang telah disusun.
5. Memudahkan pengendalian
Adanya pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan dapat mendeteksi terjadinya suatu
penyimpangan, sehingga dapat melakukan pengendalian atas penimpangan tersebut.
Tujuannya adalah untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan yang melenceng,
sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Namun dalam proses bisnis/proyek memungkinkan terjadinya kerugian karena


berbagai faktor yang merupakan aspek-aspek studi kelayakan itu sendiri, seperti:

Demand yang tinggi tetapi perusahaan tidak dapat memproduksi produk susuai
keinginan karena kapasitas mesin yang masih sedikit

Waktu produksi yang lama

Perusahaan terkasa ditutup karena faktor lingkungan


Namun ada tiga kategori yang menyebabkan kegagalan dalam bisnis/proyek, yaitu:

kesalahan dalam memutuskan dan menilai alternatif, kesalahan dalam pengelolaan setelah
bisnis berjalan, dan faktor yang sulit dikendalikan seperti faktor lingkungan, faktor
politik, ekonomi, dan sosial

E. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INTENSITAS


STUDI KELAYAKAN BISNIS
1. Jumlah dana yang diinvestasikan
Artinya, jika jumlah dana yang diinvestasikan semakin besar maka studi
kelayakan bisnis yang dilakukan akan semakin mendalam, tetapi jika dana yang
diinvestasikan semakin kecil semakin kecil maka akan semakin dangkal studi
kelayakan bisnis yang dilakukan.
2. Ketidakpastian estimasi bisnis yang dilakukan
Artinya, kondisi bisnis dimasa yang akan datang penuh ketidakpastian sehingga
semakin sulit kita memprediksi ketidakpastian tersebut maka semakin mendalam
studi kelayakan bisnis yang dilakukan.
3. Kompleksitas variable variable yang mempengaruhi bisnis invesasi.
Artinya, setiap bisnis investasi dipengaruhi dan mempengaruhi variable variable
lainnya. Semakin banyak variable yang mempengaruhi bisnis tersebut, maka akan
semakin dalam studi kelayakan bisnis yang dilakukan.

F. HUBUNGAN ANTARA STUDI KELAYAKAN BISNIS DENGAN DISIPLIN


ILMU LAINNYA
Dalam mempelajari studi kelayakan bisnis akan belajar untuk mengombinasikan ilmu
manajemen dalam satu rangkaian yang saling berhubungan untuk melakukan analisis
terhadap objek yang akan diteliti. Studi kelayakan bisnis merupakan disiplin ilmu
yang dibangun di atas disiplin ilmu lainnya, misalnya manajemen pemasaran,
manajemen produksi/operasi, manajemen sumber daya manusia, hokum dalam bisnis,
manajemen keuangan, ilmu social, budaya dan lingkungan. Tanpa sumbangan ilmu
lainnya, studi kelayakan bisnis tidak mungkin ada. Studi kelayakan bisnis merupakan

ilmu terapan yang dipelajari dan digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah
dalam kegiatan usaha/bisnis.

Manajemen
Pemasaran
Hukum

Ilmu

Bisnis

Teknik

Studi
Manajemen

Ilmu

Kelayakan

Oprasional

Sosiologi

Bisnis

MSDM dan

Ilmu

Teori Organisasi

Lingkungan
Manajemen
Keuangan

Disiplin Ilmu

Bentuk Kontribusi

Manajemen Pemasaran

Menganalisis

Manfaat

permintaan Untuk menentukan dan

dan penawaran

menilai apakah produk

1. Mencari

dan yang

menghitung

pasar dapat

akan

dihasilkan

diserap/diterima

poensial, permintaan oleh pasar (marketable)


potensial

dan

permintaan efektif,
segmen pasar
2. Menganalisis
persaingan
3. Memilih

strategi

pemasaran yg tepat
4. Menentukan strategi

generik
Manajemen operasi dan
produksi

1. Pemilihan

desain Untuk menilai apakah

produk yang akan kegiatan produksi dapat


diproduksi

dilakukan secara efisien

2. Penghitungan

dan efektif

kapasitas
perusahaan
Manajemen SDM dan

1. Struktur organisasi

Untuk menilai struktur

teori organisasi

2. Analisis pekerjaan

Organisasi

3. Analisis jabatan

menentukan

4. Proses rekrutmen

proyek/bisnis

Hukum dalam bisnis

1. Memilih

badan Untuk

dan
pelaksana

menilai

bentuk

hokum yang tepat organisasi yg paling tepat


sesuai dengan tujuan serta
organisasi

kelengkapan

legalitas usaha

2. Menentukan
prosedur pendirian
Ilmu

social,

politik,

budaya, dan lingkungan

1. Kondisi dan dampak Untuk menilai pengaruh


social,

budaya, social, budaya, politik

politik masy.
2. Dampak

masyarakat serta dampak


pencemaran lingkungan

pencemaran
lingkungan (amdal)
Manajemen Keuangan

1. Menentukan modal Untuk menilai kelayakan


kerja

aspek keuangan, apakah

2. Menentukan modal menguntungkan


investasi

atau

tidak

3. Menilai arus kas

G. LANGKAH PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI


Ada beberapa langkah proses pengambilan keputusan investasi, diantaranya adalah:
1. Menetapkan tujuan dan jenis keputusan investasi yang akan dipilih
2. Mengidentifikasi alternatif-alternatif investasi
3. Mengumpulkan informasi-informasi tentang investasi yang ingin dilakukan
4. Melakukan studi kelayakan bisnis untuk mengetahui baik atau tidaknya investasi
yang akan dilakukan
5. Melaksanakan keputusan investasi, pelaksanaan ini sesuai dengan tujuan investasi,
jika tidak maka harus kembali mengkaji tujuan investasi

H. PIHAK-PIHAK YANG MEMERLUKAN STUDI KELAYAKAN BISNIS


Ada beberapa pihak yang sangat berkepentingan dengan dilakukannya studi
kelayakan bisnis, antara lain:
1. Manajemen perusahaan
Sebagai pihak yang menjadi Project Leader, maka pihak manajemen perlu
mempelajari studi kelayakan bisnis untuk merealisasikan ide bisnis tersebut,
sehingga manajemen perusahaan mengetahui apakah ide tersebut layak atau tidak
untuk dilaksanakan ditinjau dari segi kepentingan bisnis yang berorientasi pada
profit serta peningkatan laba perusahaan.

2. Investor
Investor akan mempelajari hasil studi kelayakan bisnis yang telah dibuat sebelum
menanamkan modalnya pada bisnis yang dikehendaki
3. Mitra penyerta local
Investor biasanya membutuhkan mitra penyerta modal baik perseorangan atau
perusahaan. Hasil studi kelayakan bisnis akan membantu investor dalam
meyakinkan mitranya untuk melakukan investasi.
4. Kreditur
Pihak kreditur sangat berkepentingan terhadap hasil laporan studi kelayakan
bisnis. Sebelum mengucurkan kredit maka kreditur terlebih dulu mengkaji hasil
studi kelayakan bisnis tersebut, hal ini dilakukan untuk memperoleh jaminan
bahwa kredit yang dikucurkan tersebut aman dan pelaku bisnis mampu
mengembalikan hutang serta bunganya.
5. Pemerintah
Penyusunan studi kelayakan bisnis perlu memperhatikan kebijakan-kebijakan
pemerintah karena secara langsung maupun tidak langsung kebijakan-kebijakan
pemerintah tersebut memengaruhi kebijakan perusahaan.
6. Masyarakat
Masyarakat akan menerima akibat sampingan dari adanya bisnis tersebut, baik
akibat yang bersifat negative maupun positif, sehingga kepentingan masyarakat
terutama masyarakat di sekitar lokasi bisnis terhadap studi kelayakan bisnis ini
bersifat eksternalitas

I. TAHAPAN STUDI KELAYAKAN BISNIS


Terdapat bberapa tahapan dalam melaksanakan studi kelayakan bisnis, yaitu:
1. Penemuan ide
Dalam memilih suatu produk yang akan dibuat harus memperhatikan potensi
produk tersebut di pasar nantinya laku dijual dan menguntungkan sehingga perlu
dilakukan penelitian terhadap kebutuhan pasar dan jenis produk yang akan dibuat
2. Tahap penelitian
Setelah beberapa ide proyek dipilih, selanjutnya dilakukan penelitian secara
mendalam dengan memakai metode ilmiah.
3. Tahap evaluasi
Evaluasi berarti membandingkan membandingkan sesuatu dengan satu atau lebih
standard atau kriteria, dimana standard atau kriteria tersebut dapat bersifat
kuantitatif atau kualitatif.
4. Tahap pengurutan usulan yang layak
Jika terdapat lebih dari satu usulan bisnis yang dianggap layak dan terdapat
keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki manajemen untuk merealisasikan semua
rencana bisnis tersebut misalnya keterbatasan dana, maka perlu dilakukan
pemilihan rencana bisnis yang dianggap paling penting untuk direalisasikan.
5. Tahap rencana pelaksanaan
Setelah rencana bisnis dipilih untuk direalisasikan, perlu dibuat rencana kerja
pelaksanaan pengembangan proyek.
6. Tahap pelaksanaan
Merealisasikan pembangunan proyek, kegiatan ini membutuhkan manajemen
proyek.