Anda di halaman 1dari 30
Menu Langsung ke konten utama Beranda About me ALHADIST ALQUR’AN Surat Al-Fātiĥah Alqur’an 30 Juz

Menu

Langsung ke konten utama

Beranda About me ALHADIST ALQUR’AN Surat Al-Fātiĥah Alqur’an 30 Juz Surat Al-Baqarah Surat ‘Āli `Imrān Surat An-Nisā’ Surat Al-Mā’idah Surat Al-’An`ām Surat Al-’A`rāf Surat Al-’Anfāl Surat At-Tawbah Surat Yūnus Surat Hūd Surat Yūsuf Surat Ar-Ra`d Surat ‘Ibrāhīm Surat Al-Ĥijr Surat An-Naĥl Surat Al-’Isrā’ Surat Al-Kahf Surat Maryam Surat Ţāhā Surat Al-’Anbyā’ Surat Al-Ĥaj surat alqur’an lainya Buku Tamu Download angry birds Antivirus antivirus wahabi Doa – doa Ebook Editing Engineering Book film islami free Ebook 2 free software free software 2 free software 3 Game Game portable Islam terbukti benar kenalilah aqidahmu Kitab Bulughul Marom Mathematic matemathic 3 Matematika 2 Mikrotik perjalanan waktuku Physic Skripsi Soal-UN software islami Software Made in Indonesia super Mario teguh download terjemah alquran bagian 1 terjemah alquran bagian 2 video ceramah habieb munzir al musyawa Novel Ebook Kitab-Kitab Maulid & Sholawat Mimpi Ruqyah

Cari Cari Cari apa sih Bid’ah itu ? 3 Votes
Cari
Cari
Cari
apa sih Bid’ah itu ?
3 Votes
bismillahirahmanirahim sahabtku semua yang dirahmati Allah, saat saya mencoba memaparkan kajian diskusi mengenai tahlilan,

bismillahirahmanirahim

sahabtku semua yang dirahmati Allah, saat saya mencoba memaparkan kajian diskusi mengenai tahlilan, yasinan dan maulidan langsung saja ada yang bicara itu adalah bid’ah, dengan alasan “Rasulullah SAW tidak pernah memerintahkan dan mencontohkannya. Begitu juga para sahabatnya, tidak ada satupun diantara mereka yang mengerjakannya. Demikian pula para tabi’in dan tabi’it-tabi’in. Dan kalau sekiranya amalan itu baik, tentu mereka akan mendahului kita. kawan, Kerancuan yang terjadi akibat minimnya ilmu dan lemahnya pemahaman itu, semakin diperparah akhir-akhir ini, oleh maraknya fenomena kalangan yang mudah sekali dalam menjatuhkan hukum dan klaim bid’ah atas segala sesuatu, berdasarkan pandangan yang mensimplifikasikan (menyederhanakan) mafhum (pengertian) bid’ah dengan ungkapan global seperti misalnya: bahwa bid’ah adalah setiap hal yang tidak ada pada zaman Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Sallam, atau tidak pernah dilakukan oleh beliau. Sehingga segala sesuatu yang baru, tidak ada pada masa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam, dan tidak pernah beliau lakukan, langsung dan serta merta dihukumi dan diklaim sebagai bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap yang sesat itu di Neraka! Padahal masalahnya sebenarnya tidak sesederhana itu. Karena sederhana saja misalnya, seandainya setiap yang baru dan tidak ada pada masa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam itu, serta merta dihukumi sebagai bid’ah yang sesat, tentunya tidak perlu ada ijtihad lagi, dan para ulama mujtahid-pun tidak dibutuhkan lagi!

kawan, bagaimana cara kita memahami bidah…

mari kita mengkaji lebih dalam…?

semoga menambah wawasan kita

sebuah percakapan yang patut engkau simak mengawali pembicaraan mengenai bidah…

Ketika sebagian orang menolak pembagian Bid’ah pada Bid’ah Hasanah dan Bid’ah Sayyi’ah, maka itu berarti mereka menolak dan menyalahkan ulama’besar seperti al-Imam asy-Syafi’i, Al Hafid Ibnu Hajar, al-Imam a-Nawawi dan Salafus-shalih lainnya, seolah-olah Ulama besar itu hanya berpendapat berdasarkan hawa nafsu dan mengesampingkan al-Qur’an dan Hadits. sungguh betapa sombongnya orang yang berkata demikian…

Penah terjadi dialog menarik. Berikut kami kutib dengan tanda “A” untuk wakil mereka dan “B” untuk wakil kami.

A : Kami tidak menjelaskan pendapat kami berdasarkan

pikiran kami, tetapi berdasarkan ulama’ salaf juga.

B : Ulama’ salaf yang mana yang Anda maksudkan ?

A : Ulama’ semisal Ibnu Taimiyah.

B : Bukankah telah jelas dalam pembahasan yang lalu, bahwa

definisi Bid’ah semisal Ibnu Taimiyah masih perlu penjelasan lebih lanjut? Dan kemudian diperjelas oleh definisi yang dikemukakan

oleh As-Syafi’i.

A : Saya rasa definisi dari Ibnu Taimiyah sudah jelas, tidak perlu penjelasan tambahan.

B : Berarti Anda menafikan adanya bid’ah yang baik. Kalau demikian, apa pendapat Anda tentang hal-hal baru seperti mush-haf

al-Qur’an, pembukuan Hadits, fasilitas Haji, Sekolah dan Universitas Islam, Murattal dalam kaset dan sebagainya yang tidak ada di zaman Nabi?

A : Itu bukan bid’ah

B : Lantas di sebut apa? Apakah hanya akan didiamkan setiap hal-hal baru tanpa ada status hukum dari agama (boleh tidaknya). Ini

berarti Anda menganggap Islam itu jumud dan ketinggalan zaman.

A : (Diam)

Bid’ah menjadi dua ; Bid’ah agama dan Bid’ah Dunia.

B : Nah, memang seharusnya demikian. Lantas, siapa yang membagi bid’ah menjadi demikian?

A : Ulama’ semisal Albani dan Bin Baz. Berdasarkan Hadits

Rasulullah SAW, “Kalian lebih tahu urusan dunia kalian.”

B : Hadits tersebut bukan hanya ulama Anda yang mengetahui. Ulama’ salaf telah mengetahui Hadits tersebut, namun mereka tidak

menyimpulkan demikian, karena itu berarti seakan-akan Nabi ‘mempersilahkan’ manusia untuk berkreasi dalam urusan dunia sesuka

hati, dan Nabi ‘mengaku’ tidak banyak tahu urusan dunia. Baiklah, tidak usah kita berbicara terlalu jauh. Ketika ternyata Anda juga berdalih dengan pendapat ulama Anda, berarti kita sama-sama bersandar pada ulama. Sebuah pertanyaan buat Anda: Apakah Anda lebih percaya pada ulama Anda daripada ulama salaf yang hidup di zaman yang lebih dekat kepada zaman Nabi SAW? Apakah Anda mengira bahwa As-Syafi’i salah mendefinisikan Bid’ah -yang merupakan pokok agama maha penting- kemudian didiamkan saja oleh ulama salaf lainnya tanpa bantahan? Apakah Anda mengira Albani lebih banyak memahami Hadits dari Ibnu Hajar dan an-Nawawi?

A : Terdiam tidak menjawab.

B : Kami rasa tidak mungkin ulama Anda, seperti Ibnu Taimiyah, Albani dan Bin Baz sampai merasa lebih benar dari asy-Syafi’i,

an-Nawawi, Ibnu Hajar, Al-Baihaqi dan ulama salaf lainnya. Mungkin ulama Anda hanya sekedar memiliki pemikiran berbeda, sebagaimana lazimnya ulama berbeda pendapat tanpa menyalahkan pendapat lain. Kami rasa Anda saja yang berlebihan dan kemudian menyalahkan ulama salaf demi membela pendapat ulama Anda. Kalau benar demikian, maka berarti Anda justru telah menistakan ulama Anda sendiri

Baiklah, tetapi kami memiliki ulama’ yang memiliki penjelasan tidak seperti apa yang Anda jelaskan, ulama’ kami membagi

kawanku semua yang dirahmati Allah

bagaimana pandangan habib munzir al musyawa mengenai bidah ? I.1.1 Nabi saw memperbolehkan berbuat bid’ah hasanah. Nabi saw memperbolehkan kita melakukan Bid’ah hasanah selama hal itu baik dan tidak menentang syariah, sebagaimana sabda beliau saw :

ﺎﻫَرُ

ءٌ

ﻘﻨْﻳَ ن ْ

ْ

ز و ﻪِ

ْ

ِ

ﻲ ﺷ ﻢْﻫِ

ْ

َ

َ

ﻠﻋَ نﺎَ

ﻛ َ ﺔﺌَﻴﱢ ً

َ

أ

ﻦﻣِ ﺺَ

ْ

ً

ﺳَ ﺔﻨﱠ ﺳُ مِ

ُ

ﻘﻨْﻳَ ن ْ

َ

ْ

ﻼﺳِْ ﻹا

َ

ِ ْ

ْ

ﻲﻓِ ﻦﱠﺳَ ﻦﻣَوَ ءٌ

ْ

ْ

ِ

َ

َ

ُ

ﻲ ﺷ ﻢْﻫِ

ْ

رﻮﺟُ

ِ

ُ

أ

ْ

رُ ز

ووَ

ِ

ﻦﻣِ ﺺَ

ْ

َ

أ ﺮ ﻴ ﻏ ﻦﻣِ هُﺪَﻌْﺑَ ﺎﻬَ ﺑ ﻞﻤِﻋَ ﻦْﻣَ

َ

ِ ْ

ْ

َ ﻓ َ ﺔﻨَ ً ﺴَ

ﺣَ ﺔﻨﱠ ﺳُ مِ

َ

ْ

ِ

َ

ﺮُﺟْ

َ

أوَ ﺎﻫَﺮُﺟْ

َ

أ ﻪُ

ً

ﻼﺳِْ ﻹا ﻲ ﻦﺳَ ﻦﻣَ

ﻓِ

ْ

َ

را زوْ

ِ

َ

أ ﺮ ﻴ ﻏ ﻦﻣِ هِﺪِﻌْﺑَﻦﻣِ ﺎﻬَ ﻞﻤِﻋَ ﻦْﻣَ

“Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam Islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikit pun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk dalam Islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya” (Shahih Muslim Bab Zakat dan Bab Al ‘Ilm). Demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi). Hadits ini menjelaskan makna Bid’ah Hasanah dan Bid’ah Dhalalah.

Perhatikan hadits beliau saw, bukankah beliau saw menganjurkan?, maksudnya bila kalian mempunyai suatu pendapat atau gagasan

baru yang membuat kebaikan atas Islam, maka perbuatlah. Alangkah indahnya bimbingan Nabi saw yang tidak mencekik ummat,

beliau saw tahu bahwa ummatnya bukan hidup untuk 10 atau 100 tahun, tapi ribuan tahun akan berlanjut dan akan muncul kemajuan zaman, modernisasi, kematian ulama, merajalela kemaksiatan, maka tentunya pastilah diperlukan hal – hal yang baru demi menjaga muslimin lebih terjaga dalam kemuliaan. Demikianlah bentuk kesempurnaan agama ini, yang tetap akan bisa dipakai hingga akhir

zaman. Dan inilah makna ayat : “ALYAUMA AKMALTU LAKUM DIINUKUM

KU-sempurnakan pula kenikmatan bagi kalian, dan KU-ridhai Islam sebagai agama kalian”. (QS. Al-Maidah : 3). Maksudnya semua ajaran telah sempurna, tak perlu lagi ada pendapat lain demi memperbaiki agama ini, semua hal yang baru selama itu baik sudah masuk dalam kategori syariah dan sudah direstui oleh Allah dan Rasul-Nya, alangkah sempurnanya Islam. Bila yang dimaksud adalah tidak ada lagi penambahan, maka pendapat itu salah, karena setelah ayat ini masih ada banyak ayat – ayat lain turun, masalah hutang dll. Berkata Para Mufassirin bahwa ayat ini bermakna Makkah Almukarramah sebelumnya selalu masih dimasuki orang musyrik mengikuti hajinya orang muslim, mulai kejadian turunnya ayat ini, maka Musyrikin tidak lagi masuk Masjidil Haram, maka membuat kebiasaan baru yang baik boleh – boleh saja.

(dst)” “hari ini KU-sempurnakan untuk kalian agama kalian,

Namun tentunya bukan membuat agama baru atau syariat baru yang bertentangan dengan syariah dan sunnah Rasul saw, atau menghalalkan apa – apa yang sudah diharamkan oleh Rasul saw atau sebaliknya. Inilah makna hadits beliau saw : “Barangsiapa yang membuat – buat hal baru yang berupa keburukan…(dst)”, inilah yang disebut Bid’ah Dhalalah. Beliau saw telah memahami itu semua, bahwa kelak zaman akan berkembang, maka beliau saw memperbolehkannya (hal yang baru berupa kebaikan), menganjurkannya dan menyemangati kita untuk memperbuatnya, agar ummat tidak tercekik dengan hal yang ada di zaman kehidupan beliau saw saja, dan beliau saw telah pula mengingatkan agar jangan membuat buat hal yang buruk (Bid’ah Dhalalah). Mengenai pendapat yang mengatakan bahwa hadits ini adalah khusus untuk sedekah saja, maka tentu ini adalah pendapat mereka yang dangkal dalam pemahaman syariah, karena hadits diatas jelas – jelas tak menyebutkan pembatasan hanya untuk sedekah saja, terbukti dengan perbuatan bid’ah hasanah oleh para Sahabat dan Tabi’in.

I.1.2 Siapakah yang pertama memulai Bid’ah hasanah setelah wafatnya Rasul saw?

َ

لﺎ ﻗ ﻪُﻨْ ﻋَ ﻠﻟا ﻲﺿِرَ ﺖٍ

ُ

ءاِ ﺮﱠ

ُ

لﻮﺳُ رَ ﻪُ

َ

َ

َ

َ

ﻪُ

ْ

َ

ِ

ﻗ ﺮُﻤَﻋُ

َ ْ َ

ﻦﺑْ ﺪَﻳْ

َ

َ

ز ن

َ

ﻗ ﻞﺘْ َ ﻘ َ

ْ

َ

ﺑﺎ ﺛ

َ

أ

ْ

ِ

ْ

َ

ﻴ ﻟا

َ

ٍ

َ

ﻟ ﺎ

ً

ﺰﻳَ َ ﻢْ

َ

ﺒﺘَﺘَ ﻓ

ﺪْ

ْ َ

َ

ﺧ ﻪِ

ﻪُ

ﻟا

ﺮَﻤَﻋُ

ُ ﻟا ْ ﻊﻤْﺠَ ﺑ ِ ﺮَﻣُ

إ ﻪُﻨْ ﻋَ ﻠﻟا ﻲﺿِرَ ﺮ ﻜﺑَ ﻮﺑُ

ن

ﱠ ِ

َ

ٍ

ِ

ْ

ﺄ ﺗ ن

رﺪْﺻَ ﻪُ

َ

ِ

ْ

َ

أ ىرَ

َ

أ ﻲ

إوَ ِ نآﺮْ ِ ﻘ ُ ْ

َ

ﻰﺘﱠﺣَ

ﻟا ﻦﻣِ ﺮﻴٌ ﺜِ

ْ

ﻲﻨِﻌُ

ﺟاﺮَﻳُ

ِ

َ

ﻛ ﺐَﻫَ

َ

ﺬِﻟ ي

ﻠﻟا حَ ﺮَ

ﺮُﻤَﻋُ

ﺖُ

َ

ذ

ِ

ْ ﻗ ُ نآﺮْ ﻘ

ِ

ﻟا ﻚَِﻟ ﻲﻓِ

ﺖُﻳْ

أرَوَ ﻚَِﻟ

ﻠﻟاﻮَ ﱠ

َ

ﻓ ﻪُﻌْ ﻤَﺟﺎْ

ُ ﻟا ْ ﻊْﺒﱠﺘَﺘَ

َ

ﻓ نآﺮْ ﻘ

َ

ﻓ َ ﻢَ

ﻠﺳَوَ ﱠ ﻪِ

ْ

َ

ﻠﻋَ ﻪُ

ﻠﻟا ﻰ

ﻠﻟا

ِ

ﻮَﻫُ

ﻠﺳَوَ ﱠ ﻪِ

ﻗ َ ﻢَ

َ

لﺎ

ْ

َ

ﻠﻋَ ﻪُ

ﻠﻟا ﻰ

ﻠﺻَ ﻪِ

ﻠﻟا

ُ

لﻮﺳُ رَ ﻪُ

ْ

ﻠﻌَ ﻔﻳَ ْ ﻢْ

َ

ﻟ ﺎ ً

ْ

َ

ْ

ﺑ أ َ

َ

ﻟ حَﺮَ

ﺷ يﺬِ

َ

ﻠِﻟ ي

رﺪْﺻَ ﻪُ

ِ

ﻠﻟا حَﺮَ

ْ

ْ

ل

ُ

َ

ِ

ﻓ ﺔِ ﻣﺎَ ﻤَ

َ

َ

ٍ

ن

ْ

ِ

ﻟﺎ

ﻠﻟاوَ ا

ُ ْ

ُ

َ

ﺑ ﻞﺘْ ﻘ

ِ

َ

ﺬﻫَ

ﺮُﻤَﻋُ

ْ

ﻟا ﺮﱠﺤِﺘَﺴْﻳَ

َ

أ ﻰ

َ

ْ

َ

ﻠﻋَ ﻪُ

ﻠﻟا ﻰ

إوَ ِ نآﺮْ ِ ﻘ ُ ْ

ﻠﺻَ ﻪِ

ﻟا

ﻠﻟا

ﻠ َ ﻓ َ ﺮٌﻴْ

َ

ﺧ ﻪِ

ﻠﺳَوَ ﱠ ﻪِ

ﻗ َ ﻢَ

َ

لﺎ

ْ

ْ

ْ

ﻜ ﺗ َ ﺖَﻨْ

ُ

ﻛ ﺪْ

َ

ﻗوَ ﻚَﻤُ

ﻬﺘﱠ َ

ِ

ﻻ ﻞﻗﺎِ ﻋَ بﺎﱞ

َ

ٌ

َ ﻞﺟُ ٌ رَ ﻚَ ﱠ إ ِ

ُ

َ

ْ َ

َ

ﺗ ﻒ ﻴ ﻛ ﺖُ

ْ

َ

ِ

ْ

ﻠ ﻗ نآﺮْ ﻘ ُ ْ

ﻟا ﻊﻤْﺟَ ﻦﻣِ ﻪِ

ِ

ْ

ِ

ﺑ ﻲﻧِﺮَﻣَ ﺎﻤﱠﻣِ ﻲ

أ

ْ

ﻠﻋَ ﻞ ﻘ ﺛ أ َ نﺎ ﻛ

َ

َ َ

َ

َ

مَ ﻮْ ﻳَ ﺮﱠﺤَ ﺘَﺳاْ

َ ُ

ﺷ ﻞﻌَ ﻔ

ْ

َ

ى

ن ﱠ إ ِ لﺎ َ ﻘ َ ﻓ ﻲﻧﺎِ

َ

ﺗ ﻒ ﻴ ﻛ ﺮَﻤَﻌُِﻟ

َ

ْ

َ

أرَ يﺬِ

ﻔ ُ ﻠ ﱠ ﻛ َ ﻮْ َ

ﻟ ﻪِ

ﻠﻟاوَ

َ

ﻘ ﺑ ﺔِ ﻣﺎَ ﻤَ

ِ

ْ

َ

أ لﺎ

َ

ﻠﻌَ ﻔﻳَ ْ ﻢْ

َ

ﻗ ﺪٌﻳْ

لﺎ َ ﺠ ِ

ِ

ﺟاﺮَﻳُ ﺮ

َ

أ نآﺮْ ﻘ

ﺗ أ َ

ﻪُ

ْ

َ

أ لﺎ

َ

َ

ﻗ هُ ﺪَ ﻨْ ﻋِ

بﺎ ﺨ

ْ

ﻟا ﻦُﺑْ ﺮُﻤَﻋُ

ْ

َ َ

ا ذ ﺈ

ِ

ﺑ ءاِ ﺮﱠ

ْ

ﻟا ﻞﻫْ

ِ

َ

أ ﻞﺘَ ﻘﻣَ ﺮ ﻜﺑَ ﻮﺑُ

ْ

ْ

إ ﻞﺳَ رْ أ َ

َ

أ ﻲ ﻟ

َ

ِ

أ ﻲ

َ

َ

ﻓ َ ﻦﻃاِ ﻮَ ﻤَ ﻟﺎ

َ

ﺰﻳَ ﻢْ

َ

ﺷ نﻮ ﻠﻌَ ﻔ

َ

َ

ﻰﺘﱠﺣَ

ﺮ ﻜﺑَ ﻮﺑُ

ٍ

ﺎﻣَ

ﻲﻨِﻌُ

ﻪُﻌُﻤَﺟْ

“Bahwa Sungguh Zeyd bin Tsabit ra berkata : Abubakar ra mengutusku Ketika terjadi pembunuhan besar – besaran atas para sahabat (Ahlul Yamaamah), dan bersamanya Umar bin Khattab ra, berkata Abubakar : “Sungguh Umar (ra) telah datang kepadaku dan melaporkan pembunuhan atas ahlulyamaamah dan ditakutkan pembunuhan akan terus terjadi pada para Ahlulqur’an, lalu ia menyarankan agar Aku (Abubakar Asshiddiq ra) mengumpulkan dan menulis Alqur’an, aku berkata : “Bagaimana aku berbuat suatu hal

yang tidak diperbuat oleh Rasulullah

kebaikan, dan ia terus meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar, dan engkau (zeyd) adalah pemuda, cerdas, dan kami tak menuduhmu (kau tak pernah berbuat jahat), kau telah mencatat wahyu, dan

sekarang ikutilah dan kumpulkanlah Alqur’an dan tulislah Alqur’an

memindahkan sebuah gunung daripada gunung – gunung tidak seberat perintahmu padaku untuk mengumpulkan Alqur’an, bagaimana kalian berdua berbuat sesuatu yang tak diperbuat oleh Rasulullah saw??”, maka Abubakar ra mengatakannya bahwa hal itu adalah kebaikan, hingga ia pun meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan mereka berdua dan aku mulai mengumpulkan Alqur’an”. (Shahih Bukhari hadits No.4402 dan 6768).

ز َ لﺎ َ

ﻟا ﻦﻣِ ﻞ ﺒﺟَ ﻞ ﻘ ﻧ ﻲﻧﻮِ

ْ

ٍ

َ

ْ

ﻜﺑَ ﻮﺑُ

َ

أ ل ْ

ﻠ َ ﻓ َ ﺮٌﻴْ

ُ ﻟا ْ ﺖُ ﻌْ

ﻠﺻَ ﻪِ لﻮﺳُ ﺮَِﻟ ﻲﺣْﻮَ ﻟا ﺐُﺘُ

ﺎﻤَﻬُﻨْ ﻋَ ﻠﻟا ﻲﺿِرَ ﺮَﻤَﻋُوَ ﻜﺑَ ﻲ رَﺪْﺻَ

َ

ٍ

ِ

ﻪُ

??,

maka Umar berkata padaku bahwa “Demi Allah ini adalah demi kebaikan dan merupakan

!”

berkata Zeyd : “Demi Allah sungguh bagiku diperintah

Nah saudaraku, bila kita perhatikan konteks diatas Abubakar Asshiddiq ra mengakui dengan ucapannya : “sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar”. Hatinya jernih menerima hal yang baru (bid’ah hasanah) yaitu mengumpulkan Alqur’an, karena sebelumnya Alqur’an belum dikumpulkan menjadi satu buku, tapi terpisah – pisah di hafalan sahabat, ada yang tertulis di kulit onta, di tembok, dihafal dll. Ini adalah Bid’ah hasanah, justru mereka berdualah yang memulainya.

Kita perhatikan hadits yang dijadikan dalil menafikan (menghilangkan) Bid’ah Hasanah mengenai semua bid’ah adalah kesesatan. Diriwayatkan bahwa Rasul saw selepas melakukan shalat subuh beliau saw menghadap kami dan menyampaikan ceramah yang

membuat hati berguncang, dan membuat airmata mengalir ”

untuk perpisahan

mendengarkan dan taatlah walaupun kalian dipimpin oleh seorang Budak Afrika, sungguh diantara kalian yang berumur panjang akan melihat sangat banyak ikhtilaf (perbedaan pendapat), maka berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah khulafa’urrasyidin yang mereka itu pembawa petunjuk, gigitlah kuat – kuat dengan geraham kalian (suatu kiasan untuk kesungguhan), dan hati – hatilah dengan hal – hal yang baru, sungguh semua yang Bid’ah itu adalah kesesatan”. (Mustadrak Alasshahihain hadits No.329).

, maka kami berkata : “Wahai Rasulullah

seakan akan ini adalah wasiat

,

maka beri wasiatlah kami

maka Rasul saw bersabda : “Kuwasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah,

Jelaslah bahwa Rasul saw menjelaskan pada kita untuk mengikuti sunnah beliau dan sunnah Khulafa’urrasyidin, dan sunnah beliau saw telah memperbolehkan hal yang baru selama itu baik dan tak melanggar syariah. Dan sunnah khulafa’urrasyidin adalah anda lihat sendiri bagaimana Abubakar Asshiddiq ra dan Umar bin Khattab ra menyetujui bahkan menganjurkan, bahkan memerintahkan hal yang baru, yang tidak dilakukan oleh Rasul saw yaitu pembukuan Alqur’an, lalu pula selesai penulisannya dimasa Khalifah Utsman bin Affan ra, dengan persetujuan dan kehadiran Ali bin Abi Thalib kw dan seluruh sahabat Radhiyallahu’anhum.

Nah

ra di masa kekhalifahannya memerintahkan pengumpulan Alqur’an, lalu kemudian Umar bin Khattab ra pula dimasa kekhalifahannya memerintahkan tarawih berjamaah dan seraya berkata : “Inilah sebaik – baik Bid’ah!” (Shahih Bukhari hadits No.1906) lalu pula selesai penulisan Alqur’an dimasa Khalifah Utsman bin Affan ra hingga Alqur’an kini dikenal dengan nama “Mushaf Utsmaniy”, dan Ali bin Abi Thalib kw menghadiri dan menyetujui hal itu dan seluruh sahabat Radhiyallahu’anhum.

sempurnalah sudah keempat makhluk termulia di ummat ini, khulafa’urrasyidin melakukan bid’ah hasanah, Abubakar Asshiddiq

Demikian pula hal yang dibuat – buat tanpa perintah Rasul saw adalah 2X adzan di Shalat Jumat, tidak pernah dilakukan di masa Rasul saw, tidak dimasa Khalifah Abubakar Asshiddiq ra, tidak pula di masa Umar bin khattab ra dan baru dilakukan di masa Utsman bn Affan ra, dan diteruskan hingga kini (Shahih Bukhari hadits No.873). Seluruh madzhab mengikutinya.

Lalu siapakah yang salah dan tertuduh? Siapakah yang lebih mengerti larangan Bid’ah? Adakah pendapat mengatakan bahwa keempat Khulafa’urrasyidin ini tak faham makna Bid’ah?

TAMBAHAN DALAM HAL BID’AH HASANAH

Mengenai ucapan Al Hafidh Al Imam Assyaukaniy, beliau tidak melarang hal yang baru, namun harus ada sandaran dalil secara logika atau naqli-nya, maka bila orang yang bicara hal baru itu punya sandaran logika atau sandaran naqli-nya, maka terimalah, sebagaimana ucapan beliau :

ﻰﻟإ عﺪﺒﻟا ﻢﻴﺴﻘﺗ ﻦﻣ ءﺎﻬﻘﻔﻟا ﻪﻠﻌﻓ ﺎﻣ لﺎﻄﺑإ ﻰﻠﻋ ﻪﻟدأو ﻪﺣﺮﺼﻣ ﺎﻣو ﺮﺼﺤﻟا ﻪﻴﻠﻋ ﻲﺗﺄﻳ ﻻ ﺎﻣ مﺎﻜﺣﻷا ﻦﻣ ﻪﺘﺤﺗ جرﺪﻨﻳ ﻪﻧﻷ ﻦﻳﺪﻟا ﺪﻋاﻮﻗ ﻦﻣ ﺚﻳﺪﺤﻟا اﺬﻫو

ﺎﻣو ﺔﻴﻠﻜﻟا هﺬﻬﺑ ﻪﻟ اﺪﻨﺴﻣ ﻊﻨﻤﻟا مﺎﻘﻣ ﻲﻓ مﺎﻴﻘﻟﺎﺑ ﺔﻨﺴﺣ ﺔﻋﺪﺑ هﺬﻫ لﻮﻘﻳ ﻦﻣ ﺖﻌﻤﺳ اذإ ﻚﻴﻠﻌﻓ ﻞﻘﻧ ﻻو ﻞﻘﻋ ﻦﻣ ﺺﺼﺨﻣ ﻼﺑ ﺎﻬﻀﻌﺒﺑدﺮﻟا ﺺﻴﺼﺨﺗو مﺎﺴﻗأ

ﺔﻋﺪﺑ ﺎﻬﻧأ ﻰﻠﻋ قﺎﻔﺗﻻا ﺪﻌﺑ ﺎﻬﻧﺄﺷ ﻲﻓ عاﺰﻨﻟا ﻊﻗو ﻲﺘﻟا ﺔﻋﺪﺒﻟا ﻚﻠﺗ ﺺﻴﺼﺨﺗ ﻞﻴﻟﺪﻟ ﺎﺒﻟﺎﻃ ﺔﻟﻼﺿ ﺔﻋﺪﺑ ﻞﻛ ﻢﻠﺳو ﻪﻟآو ﻪﻴﻠﻋ ﷲ ﻰﻠﺻ ﻪﻟﻮﻗ ﻮﺤﻧ ﻦﻣ ﺎﻬﻬﺑﺎﺸﻳ

ﺔﻟدﺎﺠﻤﻟا ﻦﻣ ﺖﺣﺮﺘﺳاو اﺮﺠﺣ ﻪﺘﻤﻘﻟأ ﺪﻗ ﺖﻨﻛ عﺎﻛ نإو ﻪﺘﻠﺒﻗ ﻪﺑ كءﺎﺟ نﺈﻓ

“Hadits – hadits ini merupakan kaidah – kaidah dasar agama karena mencakup hukum – hukum yang tak terbatas, betapa jelas dan

terangnya dalil ini dalam menjatuhkan perbuatan para fuqaha dalam pembagian Bid’ah kepada berbagai bagian dan mengkhususkan penolakan pada sebagiannya (penolakan terhadap Bid’ah yang baik) dengan tanpa mengkhususkan (menunjukkan) hujjah dari dalil akal ataupun dalil tulisan (Alqur’an / hadits), Maka bila kau dengar orang berkata : “ini adalah bid’ah hasanah”, dengan kau pada posisi ingin melarangnya, dengan bertopang pada dalil bahwa keseluruhan Bid’ah adalah sesat dan yang semacamnya sebagaimana sabda Nabi saw “semua Bid’ah adalah sesat” dan (kau) meminta alasan pengkhususan (secara aqli dan naqli) mengenai hal Bid’ah yang menjadi pertentangan dalam penentuannya (apakah itu bid’ah yang baik atau bid’ah yang sesat) setelah ada kesepakatan bahwa hal itu Bid’ah (hal baru), maka bila ia membawa dalilnya (tentang Bid’ah hasanah) yang dikenalkannya maka terimalah, bila ia tak bisa membawakan dalilnya (secara logika atau ayat dan hadits) maka sungguh kau telah menaruh batu dimulutnya dan kau selesai dari perdebatan” (Naylul Awthaar Juz 2 hal 69-70).

Jelaslah bahwa ucapan Imam Assyaukaniy menerima Bid’ah hasanah yang disertai dalil Aqli (Aqliy = logika) atau Naqli (Naqli = dalil Alqur’an atau hadits). Bila orang yang mengucapkan pada sesuatu itu Bid’ah hasanah namun ia TIDAK bisa mengemukakan alasan secara logika (bahwa itu baik dan tidak melanggar syariah), atau tak ada sandaran naqli-nya (sandaran dalil hadits atau ayat yang bisa jadi penguat) maka pernyataan tertolak. Bila ia mampu mengemukakan dalil logikanya, atau dalil Naqli-nya maka terimalah. Jelas – jelas beliau mengakui Bid’ah hasanah.

Berkata Imam Ibn Rajab :

ﻰﺑﺮﻘﻟا يذ ءﺎﺘﻳإو نﺎﺴﺣﻹاو لﺪﻌﻟﺎﺑ ﺮﻣﺄﻳ ﷲ نإ ﻰﻟﺎﻌﺗ ﻪﻟﻮﻗ ناﺮﻘﻟا ﻲﻓ ﻮﻫ ﺎﻣ ﺎﻤﻫﺪﺣأ ،نﺎﻋﻮﻧ ﻢﻠﺳو ﻪﻴﻠﻋ ﷲ ﻰﻠﺻ ﻲﺒﻨﻟا ﺎﻬﺑ ﺺﺧ ﻲﺘﻟا ﻢﻠﻜﻟا ﻊﻣاﻮﺟ

ﻢﻠﺳو ﻪﻴﻠﻋ ﷲ ﻰﻠﺻ ﻪﻣﻼﻛ ﻲﻓ ﻮﻫ ﺎﻣ ﻲﻧﺎﺜﻟاو ﻪﻨﻋ ﺖﻬﻧ ﻻإ اﺮﺷ ﻻو ﻪﺑ تﺮﻣأ ﻻإ اﺮﻴﺧ ﺔﻳﻻا هﺬﻫ كﺮﺘﺗ ﻢﻟ ﻦﺴﺤﻟا لﺎﻗ.ﻲﻐﺒﻟاو ﺮﻜﻨﻤﻟاو ءﺎﺸﺤﻔﻟا ﻦﻋ ﻰﻬﻨﻳو

ﻰﻬﺘﻧا ﻢﻠﺳو ﻪﻴﻠﻋ ﷲ ﻰﻠﺻ ﻪﻨﻋ ةرﻮﺛﺄﻤﻟا ﻦﻨﺴﻟا ﻲﻓ دﻮﺟﻮﻣ ﺮﺸﺘﻨﻣ ﻮﻫو

“Seluruh kalimat yang dikhususkan pada Nabi saw ada 2 macam, yang pertama adalah Alqur’an sebagaimana firman-Nya swt :

“Sungguh Allah telah memerintahkan kalian berbuat adil dan kebaikan, dan menyambung hubungan dengan kaum kerabat, dan melarang kepada keburukan dan kemungkaran dan kejahatan” berkata Alhasan bahwa ayat ini tidak menyisakan satu kebaikan pun kecuali sudah diperintahkan melakukannya, dan tiada suatu keburukan pun kecuali sudah dilarang melakukannya. Maka yang kedua adalah hadits beliau saw yang tersebar dalam semua riwayat yang teriwayatkan dari beliau saw. (Jaamiul uluum walhikam Imam Ibn Rajab juz 2 hal 4), dan kalimat ini dijelaskan dan dicantumkan pula pada Tuhfatul ahwadziy).

Jelas sudah segala hal yang baik apakah sudah ada dimasa Rasul saw ataupun belum, sudah diperintahkan dan dibolehkan oleh Allah swt, apakah itu berupa penjilidan Alqur’an, ilmu nahwu, ilmu sharaf, ilmu mustalahul hadits, maulid, Alqur’an digital, dlsb. Dan semua hal buruk walau belum ada dimasa Nabi saw sudah dilarang Allah swt, seperti narkotika, ganja, dlsb.

I.1.3 Bid’ah Dhalalah Jelaslah sudah bahwa mereka yang menolak bid’ah hasanah inilah yang termasuk pada golongan Bid’ah Dhalalah, dan Bid’ah Dhalalah ini banyak jenisnya, seperti penafian sunnah, penolakan ucapan sahabat, penolakan pendapat Khulafa’urrasyidin, zakat profesi, ini semua bid’ah dhalalah, . Nah…diantaranya adalah penolakan atas hal baru selama itu baik dan tak melanggar syariah, karena hal ini sudah diperbolehkan oleh Rasul saw dan dilakukan oleh Khulafa’urrasyidin, dan Rasul saw telah jelas – jelas memberitahukan bahwa akan muncul banyak ikhtilaf, berpeganglah pada Sunnahku dan Sunnah Khulafa’urrasyidin. Bagaimana sunnah Rasul saw?, beliau saw membolehkan bid’ah hasanah, bagaimana sunnah khulafa’urrasyidin?, mereka melakukan bid’ah hasanah, maka penolakkan atas hal inilah yang merupakan bid’ah dhalalah, hal yang telah diperingatkan oleh Rasul saw.

Bila kita menafikan (meniadakan) adanya bid’ah hasanah, maka kita telah menafikan dan membid’ahkan kitab Alqur’an dan kitab Hadits yang menjadi panduan ajaran pokok agama Islam karena kedua kitab tersebut (Alqur’an dan Hadits) tidak ada perintah Rasulullah saw untuk membukukannya dalam satu kitab masing – masing, melainkan hal itu merupakan ijma’ atau kesepakatan pendapat para Sahabat Radhiyallahu’anhum dan hal ini dilakukan setelah Rasulullah saw wafat.

Buku hadits seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dll. Inipun tak pernah ada perintah Rasul saw untuk membukukannya, tak pula Khulafa’urrasyidin memerintahkan menulisnya, namun para Tabi’in mulai menulis hadits Rasul saw dan memberikan klasifikasi hukum hadits menurut para periwayatnya. Begitu pula Ilmu Musthalahulhadits, Nahwu, Sharaf, dan lain-lain sehingga kita dapat memahami kedudukan derajat hadits. Ini semua adalah perbuatan bid’ah namun Bid’ah Hasanah.

Demikian pula ucapan “Radhiyallahu’anhu” atas Sahabat, tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah saw, tidak pula oleh sahabat, walaupun itu disebut dalam Alqur’an bahwa mereka para sahabat itu diridhai Allah, namun tak ada dalam ayat atau hadits Rasul saw memerintahkan untuk mengucapkan ucapan itu untuk sahabatnya. Namun karena kecintaan para Tabi’in pada Sahabat, maka mereka menambahinya dengan ucapan tersebut dan seluruh Madzhab mengikutinya.

Dan ini merupakan Bid’ah Hasanah dengan dalil hadits di atas, lalu muncul pula kini Alqur’an yang di kasetkan, di CD kan, program Alqur’an di handphone, Alqur’an yang diterjemahkan, ini semua adalah Bid’ah hasanah.

Bid’ah yang baik, yang berfaedah dan untuk tujuan kemaslahatan muslimin, karena dengan adanya bid’ah hasanah di atas, maka semakin mudah bagi kita untuk mempelajari Alqur’an, untuk selalu membaca Alqur’an, bahkan untuk menghafal Alqur’an dan tidak ada yang memungkirinya.

Sekarang kalau kita menarik mundur ke belakang sejarah Islam, bila Alqur’an tidak dibukukan oleh para Sahabat ra, apa sekiranya yang terjadi pada perkembangan sejarah Islam ? Alqur’an masih bertebaran di tembok – tembok, di kulit onta, di hafalan para Sahabat ra yang hanya sebagian dituliskan, maka akan muncul beribu – ribu versi Alqur’an di zaman sekarang, karena semua orang akan mengumpulkan dan membukukannya, yang masing – masing dengan riwayatnya sendiri, maka hancurlah Alqur’an dan hancurlah Islam. Namun dengan adanya Bid’ah Hasanah, sekarang kita masih mengenal Alqur’an secara utuh dan dengan adanya bid’ah hasanah ini pula kita masih mengenal hadits – hadits Rasulullah saw, maka jadilah Islam ini kokoh dan abadi. Jelaslah sudah sabda Rasul saw yang telah membolehkannya, beliau saw telah mengetahui dengan jelas bahwa hal – hal baru yang berupa kebaikan (Bid’ah Hasanah), mesti dimunculkan kelak, dan beliau saw telah melarang hal – hal baru yang berupa keburukan (Bid’ah Dhalalah).

Saudara – saudaraku, jernihkan hatimu menerima ini semua, ingatlah ucapan Amirulmukminin pertama ini, ketahuilah ucapan – ucapannya adalah Mutiara Alqur’an, sosok agung Abubakar Asshiddiq ra berkata mengenai Bid’ah hasanah : “sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan Umar”. Lalu berkata pula Zeyd bin Haritsah ra : ” bagaimana kalian berdua (Abubakar dan Umar) berbuat sesuatu yang tak diperbuat oleh Rasulullah saw??”, maka Abubakar ra mengatakannya bahwa hal itu adalah kebaikan, hingga ia pun (Abubakar ra) meyakinkanku (Zeyd) “sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan mereka berdua”.

Maka kuhimbau saudara – saudaraku muslimin yang kumuliakan, hati yang jernih menerima hal – hal baru yang baik adalah hati yang sehati dengan Abubakar Asshiddiq ra, hati Umar bin Khattab ra, hati Zeyd bin Haritsah ra, hati para sahabat, yaitu hati yang dijernihkan Allah swt. Dan curigalah pada dirimu bila kau temukan dirimu mengingkari hal ini, maka barangkali hatimu belum dijernihkan Allah, karena tak mau sependapat dengan mereka, belum setuju dengan pendapat mereka, masih menolak bid’ah hasanah. Dan Rasul saw sudah mengingatkanmu bahwa akan terjadi banyak ikhtilaf, dan peganglah perbuatanku dan perbuatan khulafa’urrasyidin, gigit dengan geraham (yang maksudnya berpeganglah erat – erat pada tuntunanku dan tuntunan mereka).

Semoga Allah menjernihkan sanubariku dan sanubari kalian hingga sehati dan sependapat dengan Abubakar Asshiddiq ra, Umar bin

Khattab ra, Utsman bin Affan ra, Ali bin Abi Thalib kw dan seluruh sahabat

amiin

I.2.1 Pendapat para Imam dan Muhadditsin mengenai Bid’ah 1. Al Muhaddits Al Imam Muhammad bin Idris Assyafii rahimahullah (Imam Syafii) Berkata Imam Syafii bahwa bid’ah terbagi 2, yaitu Bid’ah Mahmudah (terpuji) dan Bid’ah Madzmumah (tercela), maka yang sejalan dengan sunnah maka ia terpuji, dan yang tidak selaras dengan sunnah adalah tercela, beliau berdalil dengan ucapan Umar bin Khattab

ra mengenai shalat tarawih : “inilah sebaik baik bid’ah”. (Tafsir Imam Qurtubiy juz 2 hal 86-87)

2. Al Imam Al Hafidh Muhammad bin Ahmad Al Qurtubiy rahimahullah

“Menanggapi ucapan ini (ucapan Imam Syafii), maka kukatakan (Imam Qurtubi berkata) bahwa makna hadits Nabi saw yang berbunyi :

“seburuk – buruk permasalahan adalah hal yang baru, dan semua bid’ah adalah dhalalah” (wa syarrul umuuri muhdatsaatuha wa kullu bid’atin dhalaalah), yang dimaksud adalah hal – hal yang tidak sejalan dengan Alqur’an dan Sunnah Rasul saw, atau perbuatan Sahabat radhiyallahu ‘anhum, sungguh telah diperjelas mengenai hal ini oleh hadits lainnya : “Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam Islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk dalam Islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya” (Shahih Muslim hadits No.1017) dan hadits ini merupakan inti penjelasan mengenai bid’ah yang baik dan bid’ah yang sesat”. (Tafsir Imam Qurtubiy juz 2 hal 87)

3. Hujjatul Islam Al Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf Annawawiy rahimahullah (Imam Nawawi)

Penjelasan mengenai hadits : “Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam Islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat – buat hal baru yang buruk dalam Islam, maka baginya dosanya”. Hadits ini merupakan anjuran untuk membuat kebiasaan – kebiasaan yang baik, dan ancaman untuk membuat kebiasaan yang buruk, dan pada hadits ini terdapat pengecualian dari sabda beliau saw : “semua yang baru adalah Bid’ah, dan semua yang bid’ah adalah sesat”, sungguh yang dimaksudkan adalah hal baru yang buruk dan bid’ah yang tercela”. (Syarh Annawawi ‘ala Shahih Muslim juz 7 hal 104-105)

Dan berkata pula Imam Nawawi : “Bahwa Ulama membagi bid’ah menjadi 5, yaitu bid’ah yang wajib, bid’ah yang mandub, bid’ah yang mubah, bid’ah yang makruh dan bid’ah yang haram. Bid’ah yang wajib contohnya adalah mencantumkan dalil – dalil pada ucapan – ucapan yang menentang kemungkaran. Contoh bid’ah yang mandub (mendapat pahala bila dilakukan dan tak mendapat dosa bila ditinggalkan) adalah membuat buku – buku ilmu syariah, membangun majelis taklim dan pesantren. Dan Bid’ah yang mubah adalah bermacam – macam dari jenis makanan, dan Bid’ah makruh dan haram sudah jelas diketahui. Demikianlah makna pengecualian dan kekhususan dari makna yang umum, sebagaimana ucapan Umar ra atas jamaah tarawih bahwa “inilah sebaik – sebaiknya bid’ah”. (Syarh Imam Nawawi ala Shahih Muslim Juz 6 hal

154-155)

4. Hujjatul isla m Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy rahimahullah

Mengenai hadits “Bid’ah Dhalalah” ini bermakna “Aammun Makhsush”, (sesuatu yang umum anyg ada pengecualiannya), seperti firman Allah : “… yang Menghancurkan segala sesuatu” (QS. Al-Ahqaf : 25) dan kenyataannya tidak segalanya hancur, (*atau pula ayat :

“Sungguh telah KU-pastikan ketentuan-KU untuk memenuhi jahannam dengan jin dan manusia keseluruhannya” (QS. Assajdah : 13), dan pada kenyataannya bukan semua manusia masuk neraka, tapi ayat itu bukan bermakna keseluruhan tapi bermakna seluruh musyrikin dan orang dhalim) atau hadits : “aku dan hari kiamat bagaikan kedua jari ini” (dan kenyataannya kiamat masih ribuan tahun setelah wafatnya Rasul saw) (Syarh Assuyuthiy Juz 3 hal 189).

Kemudian bila muncul pemahaman di akhir zaman yang bertentangan dengan pemahaman para Muhaddits dan para Imam maka mestilah kita berhati – hati darimanakah ilmu mereka? Berdasarkan apa pemahaman mereka? atau seorang yang disebut imam padahal ia tak mencapai derajat Hafidh atau Muhaddits? atau hanya ucapan orang yang tak punya sanad, hanya menukil menukil hadits dan mentakwilkan semaunya tanpa memperdulikan fatwa – fatwa para Imam? (Walillahittaufiq)

sahabatku semua yang dirahmati Allah

Dua Catatan :Pertama: Urgensi Materi Bid’ah

Pembahasan dan pengkajian tentang materi dan masalah bid’ah sangatlah penting dan sangat urgen sekali, dengan tujuan utama secara umum untuk menjaga dan memelihara kemurnian ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai manhaj (konsep dan pemahaman baku) Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Hal itu baik dalam pemahaman, amal, dakwah, maupun penyikapan. Dan tingkat kebutuhan terhadap pembahasan dan pengkajian seputar tema bid’ah secara benar dan proporsional ini, bertambah dan semakin besar pada akhir-akhir ini, karena adanya beberapa faktor penyebab antara lain sebagai berikut:

1. Dominan, meluas dan meratanya fenomena lemahnya ilmu dan langkanya para ulama (yang benar-benar berilmu syar’i yang haqq dan manhaji), yang mengakibatkan muncul dan banyaknya beragam kerancuan pemahaman dan penyikapan terhadap berbagai masalah, antara lain masalah bid’ah ini.

2. Maraknya fenomena bid’ah di tengah-tengah masyarakat dengan bermacam-macam jenis, bentuk, dan tingkatannya, yang menuntut adanya kapasitas ilmu tertentu, bashirah (kejelasan persepsi) dan kewaspadaan, agar minimal tidak terjadi kebingungan dalam penyikapan terhadapnya, dan lebih-lebih lagi agar tidak terpengaruh dan terseret ke dalam arus bid’ah yang deras itu.

3. Kerancuan yang terjadi akibat minimnya ilmu dan lemahnya pemahaman itu, semakin diperparah akhir-akhir ini, oleh maraknya fenomena kalangan yang mudah sekali dalam menjatuhkan hukum dan klaim bid’ah atas segala sesuatu, berdasarkan pandangan yang mensimplifikasikan (menyederhanakan) mafhum (pengertian) bid’ah dengan ungkapan global seperti misalnya:

bahwa bid’ah adalah setiap hal yang tidak ada pada zaman Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Sallam, atau tidak pernah dilakukan oleh beliau. Sehingga segala sesuatu yang baru, tidak ada pada masa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam, dan tidak pernah beliau lakukan, langsung dan serta merta dihukumi dan diklaim sebagai bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap yang sesat itu di Neraka! Padahal masalahnya sebenarnya tidak sesederhana itu. Karena sederhana saja misalnya, seandainya setiap yang baru dan tidak ada pada masa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam itu, serta merta dihukumi sebagai bid’ah yang sesat, tentunya tidak perlu ada ijtihad lagi, dan para ulama mujtahid-pun tidak dibutuhkan lagi!

4. Dan itu masih ditambah oleh sikap-sikap yang men-ta’mim (menggeneralisir) bid’ah, dan tidak memilah-milah serta tidak membeda-bedakan antara macam-macam bid’ah, tingkatan-tingkatannya, hukum-hukumnya, dan lain-lain. Misalnya antara bid’ah kubra dan bid’ah shughra, antara bid’ah haqiqiyah dan bid’ah idhafiyah, antara bid’ah muttafaq ’alaiha dan bid’ah mukhtalaf fiha, dan seterusnya.

5. Terbelahnya sikap banyak kalangan ummat Islam dalam hal bid’ah, menjadi dua kubu yang saling berseberangan dan berhadap- hadapan secara ghuluw (berlebihan) dan tatharruf (ekstrem), sehingga sangat sulit sekali – bahkan seakan-akan mustahil – untuk bisa dipertemukan dan disatukan. Dimana kubu pertama, berlebihan dan cenderung ekstrem dalam sikap longgar dan tasamuh (toleransi)-nya terhadap masalah dan fenomena bid’ah, yang berakibat semakin meluasnya wilayah bid’ah dari berbagai jenis dan tingkatan di tengah-tengah masyarakat. Sementara itu kubu yang berada di seberang lain,ghulu dan cenderung tatharruf dalam kebencian dan ke-antipati-annya terhadap setiap bid’ah, yang membawanya pada sikap simplifikasi dan generalisasi yang disebutkan diatas.

Kedua : Kaidah-kaidah tentang Masalah Membid’ahkan

Ada masalah yang sangat penting sekali dan yang telah diisyaratkan diatas, yang memerlukan perhatian khusus, kewaspadaan serius dan kehati-hatian istimewa. Yakni masalah membid’ahkan atau menghukumi suatu amal, atau suatu ibadah, atau suatu aktivitas, atau semacamnya dengan hukum bid’ah. Begitu pula masalah sikap membid’ahkan atau menghukumi orang tertentu atau kelompok tertentu dengan hukum sebagai ahli bid’ah. Masalah ini sungguh sangat berbahaya, dan butuh perhatian serius! Apalagi jika mencermati fenomena sikap gegabah sebagian kalangan yang gampang sekali dalam menjatuhkan hukum bid’ah atas segala sesuatu. Ditambah lagi dengan maraknya fenomena sikap saling membid’ahkan di tengah keragaman kelompok, jamaah dan gerakan dakwah Islam saat ini. Karena kesalahan para pembid’ah yang membid’ahkan apa yang sebenarnya termasuk sunnah, secara umum sama bahayanya dengan kesalahan para pembuat dan pelaku bid’ah itu sendiri. Adapun bahaya sikap gegabah dalam membid’ahkan seseorang atau suatu kelompok, maka bisa diketahui antara lain dari kaidah bahwa, jika seseorang itu tidak berhati-hati dalam menghukumi orang lain atau kelompok lain sebagai ahli bid’ah, sehingga ternyata salah, maka hukum bid’ah itu bisa berbalik kepada diri yang bersangkutan sendiri (qiyas pada masalah takfir/pengkafiran yang disebutkan dalam beberapa hadits riwayat Bukhari, Muslim, dan lain-lain).

Para ulama menyatakan bahwa, tidak semua yang tidak ada pada masa Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Sallam, atau tidak dilakukan oleh beliau, itu mesti langsung dan serta merta dihukumi sebagai bid’ah yang sesat. Demikian pula seseorang yang melakukan suatu

kebid’ahan yang hakiki sekalipun, tidak mesti langsung dan serta merta diklaim dan dihukumi sebagai ahli bid’ah yang sesat dan menyesatkan! Karena untuk menjatuhkan hukum dimaksud, membutuhkan dua hal sekaligus : terpenuhinya syarat-syarat dan tidak adanya faktor-faktor penghalang! Intinya, ada beberapa hal dan kaidah yang harus diperhatikan dalam masalah ini, antara lain :

1. Masalah membid’ahkan atau menjatuhkan hukum bid’ah adalah termasuk dalam cakupan tasyri’ (membuat hukum syariat) yang merupakan kewenangan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ’Alaihi wa Sallam. Maka pada prinsipnya, kita tidak boleh membid’ahkan apa-apa atau orang-orang atau kelompok-kelompok yang tidak ”dibid’ahkan” oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ’Alaihi wa Sallam.

2. Oleh karenanya, sikap dasar yang harus dimiliki oleh seorang muslim dalam masalah ini adalah sikap kehati-hatian puncak. Karena memang sikap gampang membid’ah-bid’ahkan ini termasuk masalah besar dalam hukum Islam, dan dampaknya berbahaya sekali, baik bagi pelaku maupun bagi masyarakat Islam secara luas.

3. Mengingat betapa pelik dan berbahayanya masalah menjatuhkan hukum bid’ah dan ahli bid’ah ini, maka yang berhak melakukannya hanyalah para ulama yang benar-benar mendalam ilmunya. Karena masalah ini memang masuk dalam wilayah ijtihad.

4. Menjatuhkan hukum bid’ah atas suatu amal atau suatu hal, dan juga hukum sebagai ahli bid’ah atas orang tertentu atau kelompok tertentu, haruslah didasarkan pada keyakinan penuh yang tidak menyisakansyubhat atau keragu-raguan sedikitpun terkait dengan telah terpenuhinya syarat-syaratnya dan tidak adanya faktor-faktor penghalangnya. Jadi, harus jelas dalilnya dan memang sesuai dengan fakta, tidak boleh didasarkan pada dugaan-dugaan atau asumsi-asumsi atau persepsi-persepsi yang tidak pasti atau tidak terbukti!

5. Terhadap berbagai bentuk bid’ah – dan demikian pula berbagai bentuk penyimpangan lainnya – yang marak di tengah masyarakat, kita harus mengedepankan dan mendominankan sikap dan posisi sebagai juru dakwah dan bukan sebagai ”hakim”! Maka sangatlah tepat kiranya jika kita menjadikan judul buku salah seorang pemuka dakwah kontemporer sebagai slogan tetap kita, yakni: ”Du’aatun Laa Qudhaat!” (Kita adalah juru dakwah dan bukan hakim!).

6. Kita wajib memahami sejak awal bahwa, bid’ah itu bukan hanya satu macam saja, melainkan bermacam-macam. Bid’ah juga tidak berada pada satu tingkatan dan satu derajat yang sama, namun berada pada tingkatan dan derajat yang berbeda-beda. Dan kita wajib ber-ta’amul (bersikap) dengan setiap bid’ah sesuai dengan macam, jenis dan tingkatannya masing-masing, serta tidak melakukan ta’mim(generalisasi) dalam penilaian dan penyikapan terhadap semua bid’ah yang ada. Sehingga tidak dibenarkan misalnya kita menyikapi jenis bid’ah shughra sebagaimana kita menyikapi jenis bid’ah kubra. Begitu pula sangat tidak diterima jika kita memberlakukan bid’ah mukhtalaf fiiha (bid’ah yang diperselisihkan) sama seperti perlakuan kita terhadap bid’ah muttafaq ’alaiha (bid’ah yang disepakati). Dan begitu seterusnya.

7. Kita wajib membedakan dalam penilaian dan penyikapan antara bid’ah dan pelakunya, antara pelaku bid’ah dan tokoh pencetusnya, antara pelaku bid’ah pasif dan pelaku bid’ah aktif, antara pelaku bid’ah awam dan pelaku bid’ah ”ulama”, dan seterusnya.

8. Kita harus senantiasa ingat kaidah yang mengatakan, bahwa tidak setiap orang yang melakukan kebid’ahan (yang jelas-jelas bid’ah sekalipun!) itu mesti diklaim sebagai mubtadi’ (ahli bid’ah), sebagaimana tidak setiap pelaku kefasikan itu mesti dihukumi sebagai orang fasik, bahkan tidak setiap orang yang melakukan kekufuran dan kesyirikan itu mesti secara otomatis dipastikan sebagai orang kafir dan musyrik!. Begitu pula misalnya, ketika kita bersikap bara’ terhadap setiap bentuk kebid’ahan, atau kefasikan, atau kemaksiatan, tidak berarti sekaligus dan serta merta kita juga harus bersikap bara’secara sama terhadap pelakunya!

9. Adapun terhadap mereka yang jelas-jelas dan tegas-tegas menghidupkan bid’ah – terutama bid’ah ideologis berupa penyimpangan-penyimpangan pemikiran dalam prinsip-prinsip ajaran Islam – maka kita juga harus bisa bersikap jelas dan tegas. Namun juga tetap harus hikmah, bijak dan proporsional, serta yang jelas tidak anarkis! Dengan demikian, kita memiliki sikap yang proporsional, kapan harus berhati-hati dan kapan harus bersikap tegas!(from http://hasanalbanna.com)

kawanku semua yang baik

Orang yang gemar melontarkan kata bid’ah biasanya akan berkata:

“Rasulullah SAW tidak pernah memerintahkan dan mencontohkannya. Begitu juga para sahabatnya, tidak ada satupun diantara mereka yang mengerjakannya. Demikian pula para tabi’in dan tabi’it-tabi’in. Dan kalau sekiranya amalan itu baik, tentu mereka akan mendahului kita.” Mereka juga berkata: “Kita kaum muslimin diperintahkan untuk mengikuti Nabi, yakni mengikuti segala perbuatan Nabi. Semua yang tidak pernah beliau lakukan, kenapa justru kita yang melakukannya? Bukankah kita harus menjauhkan diri dari sesuatu yang tidak pernah dilakukan Nabi SAW, para sahabat dan ulama-ulama salaf? Melakukan sesuatu yang tidak pernah dikerjakan oleh Nabi adalah Bid’ah”. Kaidah-kaidah seperti itulah yang sering mereka jadikan pegangan dan mereka pakai sebagai perlindungan, juga sering mereka jadikan sebagai dalil dan hujjah untuk melegitimasi tuduhan Bid’ah terhadap semua amalan baru. Mereka menganggap setiap hal baru -meskipun ada maslahatnya dalam agama- sebagai Sesat, haram, munkar, syirik dan sebagainya’, tanpa mau mengembalikannya kepada kaidah-kaidah atau melakukan penelitian terhadap hukum-hukum pokok (dasar) agama. Ucapan seperti diatas adalah ucapan yang awalnya haq namun akhirnya batil, atau awalnya shahih namun akhirnya fasid (rusak). Pernyataan bahwa Nabi SAW atau para sahabat tidak melakukan si anu adalah benar. Akan tetapi pernyataan bahwa semua yang tidak dilakukan oleh Nabi dan sahabat itu sesat adalah sebuah Istimbath (penyimpulan hukum) yang keliru. Karena tidak-melakukan-nya Nabi SAW atau salafus shalih bukanlah dalil keharaman amalan tersebut. Untuk ‘mengecap’ sebuah amalan boleh atau tidak itu membutuhkan perangkat dalil dan sejumlah kaidah yang tidak sedikit. Kaidah mereka yang menyatakan bahwa setiap amalan yang tidak dikerjakan Nabi dan sahabat adalah Bid’ah hanya berdalih dengan Hadits-hadits bid’ah dalam pengertian zhahir, tanpa merujuk pada penjelasan yang mendalam dari ulama salaf. Al-Imam Ibnu Hajar berkata: “Hadits-hadits shahih mengenai suatu persoalan harus dihubungkan antara satu dengan yang lain, untuk dapat diketahui dengan jelas tentang pengertiannya yang mutlak (lepas) dan yang muqayyad (terikat). Dengan demikian maka semua yang diisyaratkan oleh Hadits-hadits itu dapat dilaksanakan (dengan benar).” Ketika kita mengemukakan pendapat ulama, sebagian orang membantah dengan penyataan bahwa Hadits lebih utama untuk diikuti dari pendapat siapapun. Itu berarti ia mengira bahwa pendapat ulama itu tidak berdasarkan al-Qur’an atau Hadits, melainkan berdasarkan akal atau hawa nafsu. Maka takutlah kepada Allah dan janganlah bersu’uzhon pada ulama shaleh. Baiklah, mari kita telaah Hadits-hadits terkait dengan pembahasan ini, kita lihat saja apakah mereka berpendapat berdasarkan Hadits sedangkan ulama shaleh itu hanya berpendapat dengan akal atau hawa nafsu. *** HADITS PERTAMA TENTANG BID’AH Rasulullah SAW bersabda:

ﻟﻟ ََ ََ ﻼﻼ ﺿﺿ ََ ﺔﺔٍٍﻋَﻋَ

ﺔﺔ

ﺪْﺪْ ِِ

ﱡﱡ

ﺑﺑ ﻞﻞ ُُ

ٌٌ

ﻛﻛووََ ﺔﺔﻋَﻋَﺪْﺪْ

ﺑﺑ ِِ ﺔﺔٍٍ

ََ

ﺛﺛﺪَﺪَﺤﺤْْﻣﻣُُ ﻞﻞ ُُ

ﱡﱡ

ﻛﻛ

“Setiap yang diada-adakan (muhdatsah) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat’. (HR.Abu Daud dan Tirmidzi).

Al-Imam An-Nawawi, didalam Syarah Sahih Muslim, mengomentari Hadits ini dan berkata: “Ini adalah sebuah kaidah umum yang membawa maksud khusus (‘Ammun makhsus). Apa yang dimaksudkan dengan ‘perkara yang baru’ adalah yang bertentangan dengan Syari‘at. Itu dan itu saja yang dimaksudkan dengan Bid‘ah”.[8] Demikian juga ayat Allah juga menjelaskan, ada bid’ah yang terpuji, sebagaimana firman-Nya :

ﻟا بﻮ ﻠ ﻗ ﻲﻓِ ﻠﻌَﺟَوَ

“Dan kami jadikan di hati mereka (Hawariyyun pengikut Isa) rasa kasih dan sayang serta Rahbaniyah yang mereka buat, Kami tidak mewajibkan rahbaniyah itu, (mereka tidak melakukan itu) kecuali untuk mencari keridhaan Allah”. (QS. Al-Hadid : 27) Berkatalah KH. Ali Badri Azmatkhan:

Dalam ayat itu Allah menjelaskan bahwa Ia telah mengkaruniai Hawariyyun dengan tiga perkata. Pertama, rasa kasih, yakni berhati lembut sehingga tidak mudah emosi. Kedua, rasa sayang, yakni mudah tergerak untuk membantu orang lain. Ketiga, Rahbaniyah, yakni bersungguh-sungguh didalam mengharap ridha Allah, mereka berupaya dengan banyak cara untuk menyenangkan Allah, walaupun cara itu tidak diwajibkan oleh Allah. Allah SWT memang menyebut Rahbaniyah itu sebagai Bid’ah yang dibuat oleh Hawariyun, itu bisa dipahami dari kalimat ibtada’uuhaa (mereka mengada-adakannya). Namun Bid’ah yang dimaksud adalah Bid’ah Hasanah. Hal ini ditunjang dengan dua alasan:

Pertama, Rahbaniyah disebut dalam rentetan amal baik menyusul dua amal baik sebelumnya, yaitu ra’fatan (rasa kasih) dan rahmatan (rasa sayang). Kalau memang Allah mau bercerita tentang keburukan mereka akibat membuat Rahbaniyah, tentu susunan kalimatnya

ﷲِ

ناﻮَ ﺿ

ِ

ر ءﺎ

ِ

ْ

َ

ﻐﺘِﺑاْ ﻻ

ﻬ ِ ﻴ ْ ﻠﻋَ ﺎﻫﺎَ ﻨَﺒْﺘَ ﺎﻣَ ﺎﻫﻮَ ﻋُ ﺪَ ﺘَﺑاْ

إ ﻢْ

ِ

ﻴﻧﺎِ ﱠ

َ

َ

ً

ﺒﻫْ َ رَوَ ﺔﻤَﺣْرَوَ ﺔ ﻓ أرَ ْ هﻮُ ﻌُ

ً

ً َ

ﺒ ﺗا ﻦﻳﺬِ

َ

َ

ِ

ُ ُ

ْ

ﺎﻨَ

akan memisahkan antara kasih sayang dan Rahbaniyah. Sedangkan kalimat dalam ayat itu justru menggabungkan Rahbaniyah dengan kasih sayang sebagai karunia yang Allah berikan pada Hawariyun. Kedua, Allah SWT berkata “Rahbaniyah itu tidak Kami wajibkan”. Tidak diwajibkan bukan berarti dilarang, melainkan bisa jadi hanya dianjurkan atau dinilai baik. Ini mengisyaratkan bahwa Rahbaniyah itu adalah cara atau bentuk amalan yang tidak diperintah atau dicontohkan oleh Nabi Isa, akan tetapi memiliki nilai baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Isa. Bukti bahwa Allah SWT membenarkan Bid’ah mereka berupa Rahbaniyah adalah Allah SWT mencela mereka karena mereka kemudian meninggalkan Rahbaniyah itu. Ketika membuat Rahbaniyah menunjukkan upaya mereka untuk mendapat ridha Allah, maka meninggalkan Rahbaniyah menunjukkan kemerosotan upaya mereka untuk mendapat ridha Allah.[9] Sebagian orang berkata: Ketika Nabi SAW berkata ‘semua bid’ah adalah sesat’, bagaimana mungkin ada orang yang berkata ‘tidak, tidak semua bid’ah sesat, tetapi ada yang baik’. Apakah ia merasa lebih tahu dari Rasulullah? Apakah ia tidak membaca ayat:

ﻲ ﱢ ﺒﻨﻟاﱠ ِ تِﻮْﺻَ

ﻜ ُ ﺗاﻮَ َ ﺻْ أ َ اﻮْ ﻌُ

َ

ﻓ ﻢْ

َ

قﻮْ

َ

ﻓﺮْ ﺗ َ َ

اﻮْ ﻨُﻣآَ

ﻦﻳْﺬِ

َ

ﻟا ﺎﻬَﻳﱡ ﺎﻳَ

َ

أ

(Al-Hujarat : 2)

Mereka menyalahkan orang yang bersandar pada pendapat ulama salaf dan menganggap orang itu lebih mengutamakan ulama daripada Nabi. Hal ini merupakan pemikiran yang sempit dan termasuk penistaan terhadap kaum muslimin. Ada berapa juta muslimin shaleh yang meyakini keilmuan dan ketaqwaan al-Imam asy-Syafi’i sang penolong Sunnah (Nashirus-sunnah), Ibnu Hajar sang pakar yang hafal puluhan ribu Hadits beserta sanadnya, an-Nawawi sang penghasil puluhan ribu lembar tulisan ilmiah dan sebagainya? Sejarah bahkan mencatat bahwa islamisasi di belahan dunia dilakukan oleh ulama yang sependapat dengan mereka, termasuk Walisongo yang menyebarkan Islam di Nusantara. Tiba-tiba mereka dihujat oleh orang yang belajar dan pengabdiannya bahkan tidak melebihi seperempat yang dimiliki ulama salaf itu. Sungguh mereka tidak memiliki rasa hormat pada para pejuang Islam. Seandainya mereka tahu seberapa besar peranan para pejuang itu dalam perkembangan dunia Islam, jangankan para pejuang itu hanya berbeda

pendapat, seandainya jelas salah pun mereka tidak pantas dihujat, karena kita yakin mereka tidak sengaja bersalah. Apalagi pendapat mereka bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kalimat “Kullu” Tidak Berarti Semua Tanpa Kecuali Dalam bahasa Arab, Kulluh berarti semua. Namun dalam penggunaan, tidak semua kullu berarti semua tanpa kecuali. Ada banyak ayat al-Qur’an yang menggunakan kalimat “kullu” akan tetapi tidak bermaksud semua tanpa kecuali. Diantaranya:

1. Allah SWT berfirman:

َ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi

ُ

نﻮْﺴُﻠِ ﺒﻣُ ﻢْﻫُ

َ

ْ

َ َ

ا ذ ﺈ

ِ

ً

ﻓ ﺔﺘَ

ﻐﺑَ ْ ﻢْ ﻫﺎُ َ

َ

ﻧ ﺧ َ

ْ

أ اﻮْ

ُ

ﺗوْ

أ ﺎﻤَ

ﺑ اﻮْﺣُ

ِ

ﻓ َ ا

ِ

َ

ذ إ

ِ

ﻰﺘﱠﺣَ

ءٍ

ﺷ ﻞ ُ

ْ

َ

ﻛ باَ ﻮَ ﺑْ

َ

أ ﻢْ

ِ ﻴ ْ

َ

ﻠﻋَ ﺎﻨَﺤْﺘَ

َ

ﻓ ﻪِ

ﺑ اوْﺮُ

ِ

ﻛ ﱢ ذ ُ

ﺎﻣَ

اﻮْﺴُ

َ

ﻧ ﺎﻤﱠ ﻠ َ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan pintu-pintu dari segala sesuatu untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. al-An’am : 44)

Meskipun Allah SWT menyatakan abwaba kulli syai’ (pintu-pintu segala sesuatu), akan tetapi tetap ada pengecualiannya, yaitu pintu rahmat, hidayah dan ketenangan jiwa yang tidak pernah dibukakan untuk orang-orang kafir itu. Kalimat “kulli syai” (segala sesuatu) adalah umum, tetapi kalimat itu bermakna khusus.

2. Allah SWT berfirman:

ﺴﻟاﱠ ﺎﻣﱠ أ َ

ِ “Adapun perahu itu adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut, aku bermaksud merusak perahu itu, karena di hadapan mereka ada seorang Raja yang mengambil semua perahu dengan paksa.” (QS. al-Kahfi : 79)

ً

ﺎﺒﺼْ ﻏ ﺔٍﻨَ

َ

ﻴﻔِ ﺳَ ﻞ ُ

ْ

ﻛ ﺪُ ﺧ ﺄﻳَ ْ ﻚٌ ﻠِﻣَ

ُ

ﻫُ

ﻢْ

ءاَ رَوَ نﺎ

َ

َ

ﻛوَ ﺎﻬَ

ﺒ ﻴﻋِ أ َ ن

َ ْ

ْ

ُ

َ

أ تدْرَ ﺄ َ ﻓ ﺮﺤْ ﺒ ﻟا ﻲﻓِ

َ

ْ

َ

ُ

ُ

ﻠﻤَﻌْﻳَ ﻦَ ﻴْ

نﻮْ

َ

ﻛﺎِ ﺴَﻤَِﻟ ﺔﻨَ ﻴﻔِ

ْ

Meskipun Allah SWT mengunakan kalimat kulla ssafinatin (semua perahu), akan tetapi tetap ada pengecualiannya, .yaitu perahu yang bocor, karena Raja yang diceritakan dalam ayat itu tidak merampas kapal yang bocor, bahkan Nabi Khidhir sengaja membocorkan perahu itu agar tidak dirampas oleh Raja

3. Allah berfirman :

ﻴﻣِ ْ

َ

ْ

ﺮﺠْﻤُ ِ ﻟا مَﻮْ

ْ

َ

ﻘ ﻟا ي

ﺰﺠْ َ

ِ

َ ِﻟﺬ ﻢْ ﻬُﻨُﻛﺎِ ﺴَ ﻣَ إ ىﺮَﻳُﻻ اﻮْﺤُ

ِ

َ

َ

ﺒﺻْ َ ﻓ ﺎﻬَ

َ

َ

َ

ﺑرَ ﺮﻣْ ﺄ

ِ

ﺑ ِ ءٍ

ﻲ ﺷ َ ﻞ ﱠ ُ

ْ

ﻛ ﺮُ ﻣﺪَ ﺗ ُ

“Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, Maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-

bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi Balasan kepada kaum yang berdosa.” (ََQS. Al-Ahqaf : 25)

Meskipun Allah SWT menyatakan kulla syai’ (segala sesuatu), akan tetapi tetap ada pengecualiannya, yaitu gunung-gunung, langit dan bumi yang tidak ikut hancur.

Allah berfirman :

أأﺮَﺮَ ََ ﻣﻣااْ ْ تتﺪْﺪْﺟﺟََووََ ُُ ﻲﻲ ْْ ﻧﻧ ﱢﱢ إإ ِِ

“Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.” (QS. An-Naml:23) Meskipun Allah SWT menyatakan kulli syai’ (segala sesuatu), akan tetapi tetap ada pengecualiannya, karena Ratu Balqis tidak diberi segala sesuatu tak terkecuali, sebanyak apapun kekayaan Balqis tetap saja terbatas. Ayat-ayat diatas membuktikan bahwa, dalam konteks al-Qur’an, kalimat “kullu” juga bisa berarti “semua dengan pengecualian”, sebagaimana lazimnya dalam penggunaan bahasa Arab dan bahasa lainnya. Masihkah Ada yang menyalahkan ulama salaf semisal

asy-Syafi’i karena menafsirkan kalimat “kullu” dalam Hadits “Kullu bid’atin” dengan metode berfikir yang jernih dan ditunjang dengan perangkat pendukung dan dalil-dalil yang jelas. Selain itu, banyak pula ungkapan dalam al-Qur’an atau Hadits yang sepintas nampak bermakna umum namun sebenarnya bermakna khusus. Perlu dipahami bahwa hal ini adalah bisa dalam penggunaan bahasa pada umumnya, sehingga kita tidak boleh kaku karena terpaku dengan sebuah kalimat tanpa memperhatikan istilah dan susunan bahasa. Bahkan kita harus memperhatikan ayat dan Hadits lain barang kali ada maksud tkhshish (membatasi) dalam kalimat umum atau sebaliknya. Mari kita simak contoh-contoh berikut ini.

1. Allah berfirman:

ِِ “Barang siapa yang menginginkan kekuatan maka hanya milik Allah-lah kekuatan itu semuanya.” (QS. Fathir: 10) Dari pernyataan ayat diatas, sepintas kita memahami bahwa kita tidak boleh mengatakan bahwa kekuatan itu milik Allah dan Rasul-Nya, karena dalam ayat itu disebutkan bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah, semuanya dan berarti tidak ada sedikitpun kekuatan yang boleh dikatakan milik selain Allah. Namun coba perhatikan ayat berikut ini:

ﻟا ﻪﻠﻟِ وَ

ﻴﻴﻈﻈِِﻋَﻋَ ْْ

ﻢﻢٌٌ

ششﺮْﺮْﻋَﻋَ ٌٌ ﺎﺎﻬﻬََ ََ

ﻟﻟووََ ءءٍٍ

ﻲﻲ ْْ

ﺷﺷ ََ ﻞﻞ ﱢﱢ ُُ

ﻛﻛ ﻦﻦْ ْ

ﻣِﻣِ

ﺖﺖْْ

ﻴﻴﺗِﺗِووْْ ََ

أأووََ ُُ ﻢﻢْ ْ ﻬﻬُُ ُُ

ﺗﺗ ةة ًً

ﻜﻜﻠﻠِِﻤْﻤْ ََ

ًً

ﺎﺎﻌﻌ ﻴﻴﻤِﻤِﺟﺟََ ْْ ةة ﺰﺰﻌِﻌِ ﱠﱠ ﻟﻟاا ﻪﻪِِ

ُُ

ْْ

ﻠﻠﻠﻠِِ ّّ ﻓﻓ ََ ةة ََ ﺰﺰﻌِﻌِ ﱠﱠ ْْ

ﻦ َ ﻴﻨِﻣِ ْ ﺆﻤُ ْ

ﻟﻟاا ﺪُﺪُﻳْﻳْ

ﺮﺮﻳُﻳُ ننﺎﺎ ََ ََ

ُ

ﻛﻛ ﻦﻦﻣﻣََ ْْ

نﻮْﻤُ ﻠﻌْﻳَ َ ﻻ ﻦَ ﻴْ ﻘِﻓﺎِ ﻨَﻤُ ﻦﱠ ﻜﻟِ وَ

َ

َ

ْ

ﻟا

ﻠِﻟوَ ْ ﻪِِﻟﻮْ ﺳُ ﺮَِﻟوَ

ة

ﺰﻌِ

ْ

“ padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.” (QS. al-Munafiqun : 8) Ternyata ayat ini menyatakan bahwa kekuatan adalah milik Allah dan Rasulnya serta orang-orang mukmin. Memang, izzah (kekuatan)

Allah dan izzah Rasul adalah dua hal berbeda. Namun yang kita maksud di sini adalah penggunaan kalimat izzah untuk disebut milik Allah dan selain Allah. Kalau membaca ayat yang pertama, nampaknya kita tidak boleh mengatakan “izzah milik Allah dan Rasul”, akan tetapi kalau membaca ayat yang kedua maka kita bahkan boleh mengatakan “izzah milik Allah dan Rasul serta orang-orang mukmin”, karena Allah sendiri yang mengatakan demikian.

2. Allah SWT berfirman:

إ

ِ

“Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan (bahan bakar) neraka jahannam, kalian pasti masuk kedalamnya.” (QS. al-Anbiya : 98) Ayat ini menyatakan bahwa orang yang menyembah selain Allah akan masuk neraka bersama sesembahannya. Kalau ayat itu dipahami begitu saja tanpa mempertimbangkan ayat yang lain, maka akan dipahami bahwa Nabi Isa dan bundanya juga akan masuk neraka, karena mereka disembah dan dipertuhankan oleh orang Nasrani. Begitu juga para malaikat yang oleh kaum sebagian musyrikin disembah dan dianggap sebagai tuhan-tuhan mereka.

3. Rasulullah SAW. bersabda:

“Orang yang menunaikan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam tidak akan masuk neraka”. (HR. Muslim)

Hadits ini menyatakan bahwa orang yang shalat shubuh dan ashar akan selamat dari neraka. Kalau Hadits ini dipahami begitu saja tanpa mempertimbangkan ayat dan Hadits yang lain, maka akan dipahami bahwa kita akan selamat dari neraka walaupun tidak shalat zhuhur, maghrib dan isya’ asalkan shalat shubuh dan ashar.

نوْدُ

راوَ ﺎﻬَ

ِ

َ

ﻟ ﻢْﺘُ

َ

ْ

ﻧ أ

ﻢَﻨﱠﻬَﺟَ

ﺐُ

ﺼَﺣَ

ﷲِ

نوْ

ِ

َ

دُ ﻦﻣِ نوْ ﺪُ ﺒُ ﻌْ ﺗ ﺎﻣَوَ

ْ

َ

ُ

ﻢْ ﻜ ﻧ ﱠ

“Sesungguhnya biji hitam ini (habbatus-sauda’) adalah obat bagi semua penyakit, kecuali mati”[10]. Para mufassirin telah menegaskan bahawa kalimat ‘umum’ yang digunakan dalam Hadits ini merujuk kepada sesuatu yang ‘khusus’. Maksud Hadits ini sebenarnya ialah “banyak penyakit” (bukan semua penyakit) bisa disembuhkan dengan habbatus-sauda’, walaupun kalimat yang dipakai adalah kaliamat ‘umum’ (kullu yang berarti semua). *** HADITS KEDUA TENTANG BID’AH Rasulullah SAW bersabda:

ﻢﻢﻠﻠﺴﺴﻣﻣ وو ييررﺎﺎﺨﺨﺒﺒﻟﻟاا ههااوورر ) دﱞدﱞرَرَ

ََ

ﻮﻮََ ﻬﻬُُ ﻪﻪُُﻨْﻨْ ﻣِﻣِ

ﻓﻓ

ََ

ﺲﺲََْْ ﻴﻴ

ََ

ﻟﻟ ﺎﺎﻣﻣََ ﺬﺬﻫَﻫَ ﺎﺎ

اا

ﻧﻧ ََ ﺮﺮﻣﻣْْ ِِ

ََ ﻲﻲﻓِﻓِ ثثﺪَﺪَ ََ ﺣﺣأأْ ْ ﻦﻦﻣﻣََ ْْ

اا

)

“Barang siapa yang membuat perkara baru dalam masalah (agama) kami ini, yang tidak bersumber darinya, maka ia tertolak.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) Mari kita telaah makna Hadits diatas, benarkah Hadits diatas bisa menjadi justifikasi membid’ahkan setiap amalan baru dalam agama?

Coba anda perhatikan pada kalimat “yang tidak bersumber darinya” pada Hadits tersebut, kira-kira apa makna dari kalimat tersebut. Agar menjadi jelas, bandingkan dua kalimat berikut ini:

1. “Barang siapa yang membuat perkara baru dalam masalah (agama) kami ini, yang tidak bersumber darinya, maka ia tertolak.”

2. “Barang siapa yang membuat perkara baru dalam masalah (agama) kami ini, maka ia tertolak.”

KH. Ali Badri Azmatkhan berkata:

“Apabila kalimat ‘yang tidak bersumber darinya’ dibuang, maka sepintas akan dipahami bahwa hal baru apapun akan disebut Bid’ah, walaupun hal baru itu masih berisikan nilai syari’at. Dan kalaupun misalnya kalimat ‘yang tidak bersumber darinya’ itu benar-benar tidak disebutkan dalam Hadits ini, tentu kita juga tidak bisa memfonis semuanya Bid’ah berdasarkan Hadits ini, karena, untuk memahami sebuah Hadits, kita juga harus mempertimbangkan Hadits lain, baik Hadits Qauli (perkataan Nabi) maupun Hadits Iqrari (pembenaran Nabi terhadap tindakan Sahabat). Kemudian, ketika Nabi katakan ‘yang tidak bersumber darinya’, itu berarti ada hal baru yang bersumber dari syari’at dan ada hal baru yang tidak bersumber dari syari’at. Kalau yang dilarang adalah hal baru yang tidak bersumber dari syari’at, maka hal baru yang bersumber dari syari’at tidak dilarang.

Lantas apa yang dimaksud dengan hal baru yang bersumber dari syari’at? Kalau hal baru yang bersumber dari syari’at itu dicontohkan dengan shalat malam, maka semua orang tahu bahwa shalat malam itu bukan hal baru. Kalau hal baru yang bersumber dari syari’at itu diartikan ihya’ussunnah (menghidupkan Sunnah yang sudah lama ditinggalkan orang), maka secara bahasa itu juga tidak benar, karena memulai kebiasaan lama itu bukan termasuk hal baru. Maka tidak ada lain hal baru yang dimaksud kecuali cara baru yang tidak dicontohkan Nabi, namun tidak bertentangan dengan syari’at dan bahkan memiliki nilai syari’at. Hal ini diperkuat dengan banyaknya hal baru yang dilakukan para shabat Nabi, misalnya menyusun atau menambah doa selain susunan doa yang dicontohkan Nabi, Ta’rif (memperingati hari Arafah) yang dilakukan oleh Abdullah bin Abbas dengan menggelar kemah dan dzikir bersama pada tanggal 9 Dzulhijjah (ketika tidak sedang berhaji), shalat tarawih dengan satu imam di Masjidil-haram oleh para sahabat di zaman Umar bin al-Khatthab (sedangkan pada zaman Nabi tarawihnya berkelompok-kelompok di sudut-sudut Masjidil-haram), dan banyak lagi misal yang bisa kita temui dalam kitab-kitab Tafsir, kitab Hadits dan Syuruh (kitab syarah/tafsir Hadits). Kepada siapapun yang belum pernah membaca tuntas kitab-kitab Tafsir, kitab Hadits dan Syuruh, bila ia mau mentahqiq sebuah permasalahan, saya sarankan untuk membaca semuanya dengan tuntas, agar terbuka baginya cakrawala berfikir sebagaimana ulama salaf. Logikanya, bagaimana mungkin pemikiran seorang sarjana atau doktor yang hanya pernah membaca tuntas beberapa judul buku bisa lebih tajam dari pemikiran asy-Syafi’i, an-Nawawi, al-Ghazali, Ibnu Hajar al-Asqalani dan sebagainya. Mereka adalah ulama besar yang berhasil mengisi khazanah keilmuan Islam dengan karya-karya besar yang bukan hanya dikagumi umat Islam saja. Dan satu hal yang harus kita sadari, yaitu bahwa karya-karya itu tidak lahir dari upaya yang ringan, mereka tidak belajar hanya sepuluh tahun, mereka tidak meneliti hanya sepuluh tahun, mereka tidak hanya membaca seribu Hadits, tapi meneliti puluhan tahun dan puluhan ribu Hadits. Tidak mudah bagi mereka untuk memutuskan sebuah kesimpulan, tapi sebagian akademisi zaman sekarang begitu mudahnya menyalahkan ulama salaf, padahal target belajarnya tidak seserius ulama salaf, targetnya hanya gelar ‘Lc’, ‘MA’, ‘Doktor’ dan sebagainya”.[11] Agar lebih jelas lagi, mari kita lihat contoh amalan yang memiliki sumber agama atau dalil baik umum maupun khusus dan amalan yang tidak memiliki sumber bahkan bertentangan dengan agama berikut ini. Amalan Baru Yang Memiliki Sumber/dalil AMALAN BARU (Tidak Ada Di Zaman Nabi ) SUMBERNYA * Mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu mushaf Hadits, “Barangsiapa memudahkan urusan kaum muslimin maka Allah akan memudahkan urusannya.” Memberi titik dan harakat pada mush-haf Al-Qur’an Ibid Membaca doa-doa bervariasi dalam sujud dan Qunut (misalnya berdoa untuk mujahidin Palestina) Hadits “Sedekat-dekatnya makhluk dengan Tuhannya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa.” Menyusun Ilmu fiqih dalam sistem madzhab atau per bab agar mudah dipelajari dan khutbah dalam bahasa setempat Hadits, “berkatalah kepada seseorang berdasarkan kemampuan akalnya.” Mengumpulkan muslimin pada suatu momen dengan diisi tilawah Qur’an atau shalawat Nabi dsb. Jelas banyak dalilnya. Membuat Al-Qur’an dalam bentuk VCD Hadits, “Barang siapa yang memudahkan urusan kaum muslimin maka Allah akan memudahkan urusannya.” Memberi gelar pada tokoh agama dengan sebutan Syaikh, Ustadz, Kiai, Ajengan dsb. Perintah agama untuk memanggil orang dengan penghormatan dan panggilan yang disukai *Diantaranya saja Amalan Baru Yang Tidak Memiliki Dalil Atau Bertentangan Dengan Syari’at >>>Melakukan shalat karena adanya bulan purnama Tidak ada sumbernya >>>Adzan dan Iqamat ketika akan mandi, makan dll Tidak ada sumbernya >>>Shalat dengan mengangkat kaki sebelah Bertentangan dengan Hadits-Hadits shalat >>Shalat dengan berbahasa selain bahasa arab Tidak ada sumbernya bahkan bertentangan dengan Hadits-hadits shalat *** HADITS KETIGA Rasulullah SAW bersabda:

ﺎﺎﻬﻬََ ﻞﻞﻤِﻤِ ﻋَﻋَ ﻦﻦﻣﻣََ ممﺎﺎِِ

ﺑﺑ

ِِ

ْْ

ََ

ََ

ﺛﺛآآ ﻞﻞ ْْ

ُُ

ﺜﺜﻣِﻣِ ﻪﻪِِ

ﻴﻴ ْْ ﻠﻠﻋَﻋَ ننﺎﺎََ

ََ

ﻟﻟﻮﻮْْ ََ ﺳﺳُُ رَرَووََ

ﻛﻛ ََ ﻪﻪُُ

ﷲَﷲَ

ﻲﻲﺿﺿِِﺮْﺮْ ْْ

ﺗﺗ ُُ ََ ﻻﻻ ﺔﺔ ًً ﻟﻟ ََ ََ ﻼﻼ ﺿﺿ ََ ﺔﺔﻋَﻋَﺪْﺪْ ًً ﺑﺑ ِِ ععﺪَﺪَ ََ ﺘَﺘَﺑْﺑااْ ﻦﻦﻣﻣََووََ ِِ

“ Dan barangsiapa mengadakan Bid’ah yang sesat yang tidak diridhoi oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, maka ia mendapat (dosanya) dan sebanyak dosa orang lain yang ikut mengerjakannya.“ )HR. Tirmidzi Dalam Hadits diatas terdapat kalimat “Bid’ah yang sesat”. Dalam Hadits tersebut kata ‘Bid’ah’ dan ‘sesat’ adalah mudhaf dan mudhaf ‘ilaih (gramer Arab). Bila merujuk pada ilmu gramer bahasa Arab, bab “Mudhaf” dan “Na’at-man’ut”, susunan kalimat itu memberi arti adanya Bid’ah yang tidak sesat. Bahkan dalam bahasa Indonesiapun demikian. Kalau Anda berkata “Saya tidak suka tali yang panjang”, itu berarti menurut Anda ada tali yang pendek. Sebagai penutup bab ini, mari kita renungkan firman Allah SWT berikut ini :

ااﻮﻮْ ْ ﻬﻬُُﺘَﺘَ ﻪﻪُُﻨْﻨْ ﻋَﻋَ

ﻧﻧااََ

ْْ

ُُ

ﻢﻢْ ْ ﻛﻛﺎﺎﻬﻬََ ََ

ﻧﻧ ﺎﺎﻣﻣََ ووََ

ﺬﺬ ُُ ﺨﺨ ُُ

هُهوُ و

ﻓﻓ ََ

للﻮﻮْْ ُُ ﺳﺳُُ ﺮﱠﺮﻟﻟااﱠ ﻢﻢُُ

ﻛﻛﺎﺎ ُُ ﺗﺗ ََ اا ََ

ﺎﺎﻣﻣََ ووََ

‘Apa saja yang dibawa oleh Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa saja yang dilarang oleh Rasul maka berhentilah (mengerjakannya). (QS. Al-Hasyr : 7) Coba perhatikan, ayat diatas dengan jelas menyebutkan bahwa perintah agama adalah apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW, dan yang dinamakan larangan agama adalah apa yang memang dilarang oleh Rasulullah SAW. Dalam ayat diatas ini tidak dikatakan:

ااﻮﻮْ ْ ﻬﻬُُﺘَﺘَ

ََ

ﻧﻧﺎﺎ ْْ ﻓﻓ ﻪﻪُُ

ْْ ْْ

ﻠﻠﻌَﻌَ

ﻔﻔﻳَﻳَ ﻢﻢْْ ﺎﺎﻣﻣووََ

ﻟﻟ

ََ ََ

“Dan apa saja yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulul maka berhentilah (mengerjakannya).”

Juga dalam Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari:

هُهُﻮﻮْْ ﺒُﺒُﻨِﻨِﺘَﺘَﺟﺟﺎﺎْْ

ﻓﻓ ََ ﺊﺊ ٍٍ ﻴﻴ ْْ

ََ

ْْ

ﺷﺷ ﻦﻦﻋَﻋَ ﻢﻢْ ْ ﻜﻜﺘُﺘُ ﻴﻴﻬﻬََ ََ ذذااِِووََ ﻢﻢْْﺘُﺘُﻌْﻌْ

ْْ

ُُ

ََ

ﻧﻧ اا

ﻄﻄﺘَﺘَ ََ

ﺳﺳااﺎﺎْ ْ ﻣﻣََ

ﻪﻪُُﻨْﻨْﻣِﻣِ

ْْ

ُُ

ااﻮﻮْ ْ ﺄﺄ ََ

ﺗﺗ

ُُ

ﻓﻓ ﺮﺮﻣﻣﺄﺄْْ ﺑﺑ ﻢﻢْ ْ ﻜﻜ ﺗﺗﺮْﺮْ ُُ ﻣﻣأأََ اا ذذااِِ ََ

ٍٍ

ِِ

“Jika aku menyuruhmu melakukan sesuatu maka lakukanlah semampumu, dan jika aku melarangmu melakukan sesuatu, maka jauhilah ia.”

Perhatikan, dalam Hadits ini Rasulullah SAW tidak mengatakan:

ْْ

هُهُﻮﻮْْ ﺒُﺒُﻨِﻨِﺘَﺘَﺟﺟﺎﺎْْ

ﻓﻓ ََ ﺎﺎ

ًً ََ ْْ

ﺷﺷ ﻞﻞﻌَﻌَ

ﺌﺌ ﻴﻴ ْْ

ََ

ﻓﻓأأ ﻢﻢْ ْ ذذااِِووََ

ﻟﻟ اا ََ

“Dan apabila sesuatu itu tidak pernah aku kerjakan maka jauhilah ia!’

Jadi, pemahaman melarang semua hal baru (Bid’ah) dengan dalil Hadits “Setiap yang diada-adakan (muhdatsah) adalah Bid’ah” dan

Hadits “Barang siapa yang membuat perkara baru dalam masalah (agama) kami

banyak pernyataan atau ikrar dari Rasulullah SAW dalam Hadits-hadits yang lain yang menyimpulkan adanya restu beliau terhadap banyak hal baru atas inisiatif para sahabat. Dari itu, para ulama menarik kesimpulan bahwa Bid’ah (prakarsa) sesat ialah yang bersifat men-syari’atkan hal baru dan menjadikannya sebagai bagian dari agama tanda seizin Allah Allah SWT (QS Asy-Syura : 21), serta prakarsa-prakarsa yang bertentangan dengan yang telah digariskan oleh syari’at Islam, misalnya sengaja shalat tidak menghadap kearah kiblat, shalat dimulai dengan salam dan diakhiri denga takbir, melakukan shalat dengan satu sujud saja, melakukan shalat shubuh dengan sengaja sebanyak tiga raka’at dan sebagainya. Semuanya ini dilarang oleh agama karena bertentangan dengan apa yang telah digariskan oleh syari’at. Makna Hadits yang mengatakan “mengada-adakan sesuatu” adalah masalah pokok-pokok agama yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Itulah yang tidak boleh dirubah atau ditambah. Misalnya ada orang mengatakan bahwa shalat wajib itu dua kaili sehari, padahal agama menetapkan lima kali sehari. Misalnya juga, orang yang sanggup -tidak berhalangan- berpuasa wajib pada bulan Ramadhan boleh tidak perlu puasa pada bulan tersebut, tapi bisa diganti dengan puasa pada bulan apa saja. Inilah yang dinamakan menambah dan mengada-adakan agama, bukan masalah-masalah nafilah, sunnah atau lainnya yang tidak termasuk pokok agama. ayo kawan, buka mata, buka hati untuk menggapai ridho illahi robby

“ adalah pemahaman yang tidak benar, karena

[1] “Al-Munjid fil Lughah wal-A’lam“, alpabet ب

[2] Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, XIII : 253. [3] Iqthidho Shirath al-Mustaqim hal. 272 [4] Tafsir al-Manar, IX: 60. [5] Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, XV : 179, Dar al-Fikr, Beirut [6] Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Baari, IV : 318. [7] Syarh an-Nawawi ‘Ala Shahih Muslim, VI : 154-155, Dar Ihya Turats al-Arab, Beirut. [8] An-Nawawi, Syarah Sahih Muslim, VI : 154. [9] KH. Ali Badri Azmatkhan, Klarifikasi Masalah Khilafiyah. [10] Diriwayatkan dari ‘Aiysah dan Abu Hurairah oleh al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad melalui sembilan belas periwayatan (from http://www.piss-ktb.com pustaka ilmu sunni salafiah) mari kita mengkajinya bersama, mari buka mata hati kita….semoga Allah merahmati… semoga bermanfaat.

Share this:

Twitter2

Twitter2

Facebook46

Facebook46

Surat elektronik

Surat elektronik

Digg

Digg

Cetak

Cetak

LinkedIn

LinkedIn

Reddit

Reddit

Tumblr

Tumblr

Google +1

Google +1

StumbleUpon

StumbleUpon

Pinterest

Pinterest

Twitter2 Facebook46 Surat elektronik Digg Cetak LinkedIn Reddit Tumblr Google +1 StumbleUpon Pinterest

Like this:

Suka 4 bloggers like this.

Pinterest Like this: Suka 4 bloggers like this. 9 Juni 2012 17 Balasan Navigasi tulisan «

9 Juni 2012 17 Balasan

Navigasi tulisan

« Sebelumnya Berikutnya »

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nama * Surel * Situs web Komentar
Nama *
Surel *
Situs web
Komentar

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Kirim Komentar
Kirim Komentar

Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik.

Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik. Beritahu saya tulisan baru lewat surat elektronik. 1. 0

Beritahu saya tulisan baru lewat surat elektronik.

1.

0 0
0
0

Aa Ikhwan pada 9 Juni 2012 pada 8:34 pm

Rate This

Saudaraku dengan anda menuliskan stop wahabisme anda sama saja dengan memecah belah kaum muslimin karena Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah adalah seorang ulama pejuang Tauhid yg jg bs salah dalam berfatwa tp ulama yg

lain tidak ada yg mencelanya kecuali barangkali yg belum faham kitab2nya termasuk ane sangat diakui di dunia Islam dan menjadi rujukan.

ane sangat diakui di dunia Islam dan menjadi rujukan. . Kitab Tauhid Beliau Rahimahullah Yang membid’ahkan

. Kitab Tauhid Beliau Rahimahullah

Yang membid’ahkan atau tidak membid’ahkan sama2 muslim dan sama2 mentauhidkan Allah Subhanahu Wata’ala, hanya pemahaman mereka yg berbeda2 dan wajar krn Sunatullah. Para ulama tidak ada yg saling mencela smua saling menghargai krn berargumen dengan ilmu Al Qu r’an n Sunnah yang sungguh mulia. Para salaf tidak ada yg tidak mengakui 4 imam Rahimahullah yg mashur itu, tapi para ulama salaf berusaha tdk taklid terhadap pendapat 1 imam saja atau yg lainnya tp seluruh pendapat yang sangat banyak dan luas akan dirangkul dan dicek keshahihannya itu hanya masalah perbedaan zaman,waktu dan banyaknya kitab2 ulama yg hilang. Mohon koreksi

Balas

0 0
0
0

temonsoejadi pada 9 Juni 2012 pada 8:38 pm pada 9 Juni 2012 pada 8:38 pm

Rate This

sahabatku mas ikhwan yang dirahmati Allah pernahkah membaca Konferensi yang bertajuk “Bahaya Wahabi Bagi Dunia Islam” berlangsung di Mesir, tepatnya di Universitas al Azhar, Kairo dihadiri pelbagai tokoh, para pakar dan para ulama Universitas al Azhar.

Balas

para pakar dan para ulama Universitas al Azhar. Balas ↓ 0 0 Aa Ikhwan pada 9
0 0
0
0

Aa Ikhwan pada 9 Juni 2012 pada 8:48 pm

Rate This

Nah itu dia wahabi yg mana yg mesti diwaspadai

wahabi tp kenapa dahulu para imperialis menamakan kaum wahabi.

Kalo Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab sangat berlepas diri dr

Nah itu dia maksuda ane kenapa ada perbedaan istilah wahabi itu g mesti diteliti karena yg berbeda itu adalah para ulama

0 0
0
0

temonsoejadi pada 9 Juni 2012 pada 8:49 pm pada 9 Juni 2012 pada 8:49 pm

Rate This

kawan… bagaimana pendapat ulama mengenai kitab beliau para wahabi,, apa para ulama mengakuinya

tidak ada, yang mengaku ahli hadist

menyebarkan ideologi mereka ke seluruh dunia dengan menggunakan segala macam cara. Di antaranya dengan mentahrif kitab-kitab ulama terdahulu yang menguntungkan bagi ajaran Wahhabi. apakah ini baik,?? sungguh tidak bukan banyak sekali kitab yang ditak’rifkan guna memperlancar ajaran mereka

yang sanadnya

Sudah menjadi rahasia umum bahwa aliran Wahabi berupaya keras untuk

mas ikhwan, dalam konferensi itu para peserta menegaskan bahwa Faham Wahabi yang mengkafirkan mereka yang tidak sepaham dengan akidahnya merupakan bahaya terbesar bagi kaum Muslimin dan dunia Islam.

Para peserta konferensi menilai bahwa negara Saudi adalah dalang utama di balik menyebarnya Faham Wahabi dan mereka menyatakan, bila saja negara ini tidak membantu secara financial maka pemikiran Wahabi tidak akan menyebar kemana-mana.

Mereka mengemukakan bahwa Amerika dan Saudi yang paling banyak mengambil manfaat dari Wahabi yang menisbatkan kebohongan terhadap Islam.

Para peserta konferensi dalam pertemuan ilmiah tersebut menegaskan bahwa Faham Wahabi sama sekali tidak mengapresiasi kedudukan wanita dan perkembangan ilmu di dunia. Fahami Wahabi sangat tidak menghargai kedudukan wanita, ilmu pengetahuan, music, agama Kristen, dan mazhab Syiah. Pemikiran ini sejatinya adalah usaha kembali ke zaman Jahiliyah yang berlawanan dengan akal dan realita.

Balas

0 0
0
0

2. Aa Ikhwan pada 9 Juni 2012 pada 8:43 pm

Rate This

Kl anep milih di tengah soalnya ane gak paham tafsir Al Qur’an dan Hadist

otomatis bangsa akan sendirnya minimal tau

saja karena islam luas. Yg berhak membid’ahkan adalah para ulama yg memang bertugas dalam fatwa memfatwa kalau dalam

hal ini ya MUI yg selaraa sejalan dengan pemerintah n warga mesti taat pemerintah

sejalan dengan pemerintah n warga mesti taat pemerintah . Yg penting ngaji untuk diri dahulu keluarga

. Yg penting ngaji untuk diri dahulu keluarga n

pemerintah . Yg penting ngaji untuk diri dahulu keluarga n . Asal jangan saling memvonis bid’ah

. Asal jangan saling memvonis bid’ah dan jangan taklid terhadap 1 pendapat

.
.

Balas

0 0
0
0

3. frontdiskbrake pada 9 Juni 2012 pada 9:46 pm

Rate This

tanya mas ! Kesimpulan dr tahlilan termasuk bid’ah atau bukan?

Balas

dr tahlilan termasuk bid’ah atau bukan? Balas ↓ 0 0 temonsoejadi pada 9 Juni 2012 pada
0 0
0
0

temonsoejadi pada 9 Juni 2012 pada 10:11 pm

Rate This

jika engkau baca dar atas sampai bawah, ARTIKELKU INI http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/06/05/tahlilan- yasinan-kok-dianggap-bidah-kenapa/,,, pasti bisa MNYIMPULKAN SENDIRI KAWAN…TERIMA KASIH…

4.

Balas

0 0
0
0

frontdiskbrake pada 10 Juni 2012 pada 2:56 pm

Rate This

Aku hidup dilingkungan NU, yg biasa ada tahlil, yasinan dll, sering aku diundang acara tsb, dan kadang datang utk menghormati tetangga (cuma yg dekat rumah aja).

yg jd pertanyaan, bagaimana cara menyampaikan kpd sodara2 kita yg sering melakukan hal tsb? Dan seakan2 para kyainya juga ada yg over protect, dg dalil2 lain yg sepaham dg tahlil. Pernah dengar pengajian di masjid dekat rumah, kyainya menganjurkan anak2 pengikutnya utk sekolah disekolah yg mengajarkan tahlil. Jadi kalo orang tuanya udah mati, si anak bs ngirim doa tahlil.

Bahkan dulu waktu nenekku meninggal, ada sodaraku yg bilang “spt kehilangan kucing (red:mati)”, krn tak ada acara tahlil, ngirim doa dll.

Balas

krn tak ada acara tahlil, ngirim doa dll. Balas ↓ 0 0 temonsoejadi pada 10 Juni
0 0
0
0

temonsoejadi pada 10 Juni 2012 pada 5:29 pm

Rate This

maaf, saya jg orang NU mas, saya juga tahlilan, yasinan dan maulidan… saya rasa kajian diskusi yang saya paparkan

sangat jelas

dan referensinya kuat… namun saya menghargai pendapat yang tidak menjalankan

terima kasih

Balas

sahabat 1 0
sahabat
1
0

5. pada 15 Juni 2012 pada 12:42 am

Rate This

Assalamualaikum para sahabat. masalah ini memang bikin mumet

kaya ane… buat ane sih om semuanya oke aja

dari dulu gak kelar2… palagi bagi orang yang kurang ilmu

ngikutin cara siapa

dan

asal niat yang tulus dan ajarannya dari siapa

alasannya knapa

ni buat tahlilan… jujur ane jg suka tahlilan suka nggak

yang bikin ganjel tuh knapa harus ada hari ke 1,3, 7

dan seterusnya

knapa gak tiap hari aja… ni yang sekarang bikin ane bingung

trus apa tahlil ada di negara muslim lain?

soal bid’ah ane serahin ama yang ahlinya dah… salam sobat

muslim tetaplah bersatu…

Balas

0 0
0
0

6. Slow always smile end Respect pada 14 Agustus 2012 pada 1:50 am

Rate This

lebih baik kita saling menghormati ga usah saling menyalahkan kalo mau lakukan silahkan kalo engga , juga gpp, semua itu jgn lagi di permasalahkan. kebenaran milik allah, manusia hanya berik’tiar, askum

Balas

0 0
0
0

7. rony doank pada 8 Oktober 2012 pada 10:47 am

Rate This

sobat.mksi wejangan nya

Balas

0 0
0
0

8. firdaus pada 9 Oktober 2012 pada 3:47 pm

Rate This

Oke, banget tulisannya> Untuk menambah wawasan dan sebagai pembelajaran.Amin

Balas

0 0
0
0

9. Basuki pada 16 Oktober 2012 pada 2:26 pm

Rate This

Pak, ijin copas artikelnya ya? Bagus buat wawasan saya yang masih miskin ilmu agama…terima kasih

Balas

0 0
0
0

10. orang baik pada 26 Oktober 2012 pada 10:16 am

Rate This

KH. Mustafa Bisri : “Aku Harus Bagaimana ?”

aku pergi tahlil, kau bilang itu amalan jahil aku baca shalawat burdah, kau bilang itu bid’ah lalu aku harus bagaimana…?

aku bertawasul dengan baik, kau bilang aku musrik aku ikut majlis zikir, kau bilang aku kafir lalu aku harus bagaimana…?

aku shalat pakai lafadz niat, kau bilang aku sesat aku mengadakan maulid, kau bilang tak ada dalil yang valid lalu aku harus bagaimana…?

aku gemar berziarah, kau bilang aku alap- alap berkah aku mengadakan selametan, kau bilang aku pemuja setan lalu aku harus bagaimana…?

aku pergi yasinan, kau bilang itu tak membawa kebaikan aku ikuti tasawuf sufi, malah kau suruh aku menjauhi

ya sudahlah… aku ikut kalian… kan ku pakai celana cingkrang, agar kau senang

kan kupanjangkan jenggot, agar dikira berbobot

kan ku hitamkan jidat, agar dikira ahli ijtihad aku kan sering menghujat, biar dikira hebat aku kan sering mencela, biar dikira mulia

ya sudahlah… aku pasrah pada Tuhan yang ku sembah

Balas

0 0
0
0

11. orang baik pada 26 Oktober 2012 pada 10:17 am

Rate This

puisi wahabi

Aku seorang wahabi … Ciriku tanda hitam di dahi … Aku ibadah dimalam sunyi … Celanaku cingkrang seperti tukang sapi … Kupelihara jenggot ikut sunah nabi … Aku tak tahu imam Syafi’i … Aku tak tahu imam Maliki … Aku tak kenal imam Hanafi … Apalagi imam Hambali …

Aku tafsir Qur’an & Hadits sesuka hati … Karena aku tak pernah ngaji … Aku tak mau ikut mahzab islami … Pokoknya aku bikin mahzab sendiri … Aku bisa mengambil hukum sendiri … Dengan modal buku dari Saudi … Akulah mujtahid abad ini … Imam syafi’i dan Imam Bukhari ingin aku saingi … Jika pendapat mereka tidak sesuai, bisa aku evaluasi … Akulah standar kebenaran hukum islami …

Aku sering beralasan dengan tindakan nabi … Tapi aku tak mau memuliakan turunan nabi … Aku sering berkata ikut nabi … Tapi kuremehkan sahabat nabi … Aku pun tak mau ikut maulid nabi … Bahkan tak mau kuziarahi kubur nabi … Ya Allah … Bagaimanakah nasibku nanti … ?

Balas

0 0
0
0

12. aden pada 13 November 2012 pada 11:27 am

Rate This

sip trus menulis/berdakwah nermanfaat sekali bagi sy,trimakasih

Balas

nermanfaat sekali bagi sy,trimakasih Balas ↓ Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com Translate

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

Translate

Search Cari Cari Cari
Search
Cari
Cari
Cari

Assalamu'alaikum

ya Rabb, tunjukkan kami jalan lurusmu

ya Rabb, tuntun kami berjalan kearahmu

ya Rabb tuntun kami selalu

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)."(QS. Ali Imran:7) InsyaAllah !!!

tuntun kami

ya

Allah

menggapai

syurgamu

Bergabunglah dengan 2.219 pengikut lainnya. klik-lah dg Bismillah
Bergabunglah dengan 2.219 pengikut lainnya.
klik-lah dg Bismillah

Login

Daftarkami ya Allah menggapai syurgamu Bergabunglah dengan 2.219 pengikut lainnya. klik-lah dg Bismillah Login Masuk RSS

Masukkami ya Allah menggapai syurgamu Bergabunglah dengan 2.219 pengikut lainnya. klik-lah dg Bismillah Login Daftar RSS

RSS Entrikami ya Allah menggapai syurgamu Bergabunglah dengan 2.219 pengikut lainnya. klik-lah dg Bismillah Login Daftar Masuk

RSS KomentarWordPress.com Top post of the day Kitab-Kitab Tahlilan, Maulidan, yasinan, kok dianggap "Bid'ah" kenapa?

WordPress.comRSS Komentar Top post of the day Kitab-Kitab Tahlilan, Maulidan, yasinan, kok dianggap "Bid'ah" kenapa?

Top post of the day

Kitab-KitabRSS Komentar WordPress.com Top post of the day Tahlilan, Maulidan, yasinan, kok dianggap "Bid'ah" kenapa?

Tahlilan, Maulidan, yasinan, kok dianggap "Bid'ah" kenapa? Alasanya? Dalilnya ?RSS Komentar WordPress.com Top post of the day Kitab-Kitab doaku untukmu sayang, ( doa istri solehah

doaku untukmu sayang, ( doa istri solehah )dianggap "Bid'ah" kenapa? Alasanya? Dalilnya ? Karomah Syeikh Kholil Bangkalan sungguh keajaiban sedekah

Karomah Syeikh Kholil BangkalanDalilnya ? doaku untukmu sayang, ( doa istri solehah ) sungguh keajaiban sedekah rahasia kaya orang

sungguh keajaiban sedekah( doa istri solehah ) Karomah Syeikh Kholil Bangkalan rahasia kaya orang cina karomah para habaib

rahasia kaya orang cina) Karomah Syeikh Kholil Bangkalan sungguh keajaiban sedekah karomah para habaib Mimpi Do'a minta jodoh syair

karomah para habaibBangkalan sungguh keajaiban sedekah rahasia kaya orang cina Mimpi Do'a minta jodoh syair dan do'a Abu

Mimpisedekah rahasia kaya orang cina karomah para habaib Do'a minta jodoh syair dan do'a Abu nawas

Do'a minta jodohsedekah rahasia kaya orang cina karomah para habaib Mimpi syair dan do'a Abu nawas Maulid &

syair dan do'a Abu nawasorang cina karomah para habaib Mimpi Do'a minta jodoh Maulid & Sholawat teori geopolitik dan wawasan

Maulid & SholawatMimpi Do'a minta jodoh syair dan do'a Abu nawas teori geopolitik dan wawasan nusantara Religion Directory

teori geopolitik dan wawasan nusantarajodoh syair dan do'a Abu nawas Maulid & Sholawat Religion Directory Artikel terbaru mengenang mbah ma’shum

Maulid & Sholawat teori geopolitik dan wawasan nusantara Religion Directory Artikel terbaru mengenang mbah ma’shum
Maulid & Sholawat teori geopolitik dan wawasan nusantara Religion Directory Artikel terbaru mengenang mbah ma’shum

Religion Directory

Artikel terbaru

mengenang mbah ma’shum lasemdan wawasan nusantara Religion Directory Artikel terbaru Menangislah atas Wafatnya Ulama Asnawiyah- Al mubarok kudus

Menangislah atas Wafatnya UlamaDirectory Artikel terbaru mengenang mbah ma’shum lasem Asnawiyah- Al mubarok kudus Apakah anda punya masalah ?

Asnawiyah- Al mubarok kudusmbah ma’shum lasem Menangislah atas Wafatnya Ulama Apakah anda punya masalah ? Membubut Pion Catur Makna

Apakah anda punya masalah ?Menangislah atas Wafatnya Ulama Asnawiyah- Al mubarok kudus Membubut Pion Catur Makna Ujian ya Allah, maafkan

Membubut Pion CaturAsnawiyah- Al mubarok kudus Apakah anda punya masalah ? Makna Ujian ya Allah, maafkan kami Metode

Makna Ujiankudus Apakah anda punya masalah ? Membubut Pion Catur ya Allah, maafkan kami Metode potongan Do’a

ya Allah, maafkan kamiApakah anda punya masalah ? Membubut Pion Catur Makna Ujian Metode potongan Do’a minta jodoh Apakah

Metode potongan? Membubut Pion Catur Makna Ujian ya Allah, maafkan kami Do’a minta jodoh Apakah takdir (rejeki,

Do’a minta jodohCatur Makna Ujian ya Allah, maafkan kami Metode potongan Apakah takdir (rejeki, jodoh, mati) bisa berubah

Apakah takdir (rejeki, jodoh, mati) bisa berubah ?ya Allah, maafkan kami Metode potongan Do’a minta jodoh Kenapa anda tidak sholat ? Abrasive &

Kenapa anda tidak sholat ?jodoh Apakah takdir (rejeki, jodoh, mati) bisa berubah ? Abrasive & mesin Gerinda menangislah Terpesona oleh

Abrasive & mesin Gerindajodoh, mati) bisa berubah ? Kenapa anda tidak sholat ? menangislah Terpesona oleh keindahanmu (Alqur’an) Turning

menangislah? Kenapa anda tidak sholat ? Abrasive & mesin Gerinda Terpesona oleh keindahanmu (Alqur’an) Turning and

Terpesona oleh keindahanmu (Alqur’an)anda tidak sholat ? Abrasive & mesin Gerinda menangislah Turning and Milling Gaya aksial, geser dan

Turning and MillingGerinda menangislah Terpesona oleh keindahanmu (Alqur’an) Gaya aksial, geser dan momen lentur Alhamdulillah 350.000

Gaya aksial, geser dan momen lenturTerpesona oleh keindahanmu (Alqur’an) Turning and Milling Alhamdulillah 350.000 Hits Satuan konversi, Sifat-sifat

Alhamdulillah 350.000 HitsTurning and Milling Gaya aksial, geser dan momen lentur Satuan konversi, Sifat-sifat fisika Fluida dan Dimensional

Satuan konversi, Sifat-sifat fisika Fluida dan Dimensionalaksial, geser dan momen lentur Alhamdulillah 350.000 Hits Apa di balik kehadiran bocah misterius ? Gaza-Palestina,

Apa di balik kehadiran bocah misterius ?Satuan konversi, Sifat-sifat fisika Fluida dan Dimensional Gaza-Palestina, negeri para peminang bidadari Derita Menjadi

Gaza-Palestina, negeri para peminang bidadaridan Dimensional Apa di balik kehadiran bocah misterius ? Derita Menjadi Anak Yatim mengapa harus KORUPSI?

Derita Menjadi Anak Yatimmisterius ? Gaza-Palestina, negeri para peminang bidadari mengapa harus KORUPSI? Saatnya generasi muda bicara Proses

mengapa harus KORUPSI?negeri para peminang bidadari Derita Menjadi Anak Yatim Saatnya generasi muda bicara Proses pembuatan connecting rod

Saatnya generasi muda bicarabidadari Derita Menjadi Anak Yatim mengapa harus KORUPSI? Proses pembuatan connecting rod do’a awal dan akhir

Proses pembuatan connecting rodYatim mengapa harus KORUPSI? Saatnya generasi muda bicara do’a awal dan akhir tahun hijriah Do’a menghadapi

do’a awal dan akhir tahun hijriahSaatnya generasi muda bicara Proses pembuatan connecting rod Do’a menghadapi Ujian Koruptor bertemu Ustadz Kita ini

Do’a menghadapi Ujianpembuatan connecting rod do’a awal dan akhir tahun hijriah Koruptor bertemu Ustadz Kita ini cuma Bertamu

Koruptor bertemu Ustadzdo’a awal dan akhir tahun hijriah Do’a menghadapi Ujian Kita ini cuma Bertamu siapakah pengisi kesunyian

Kita ini cuma Bertamuhijriah Do’a menghadapi Ujian Koruptor bertemu Ustadz siapakah pengisi kesunyian hati ROSUL SAW ? Plastic And

siapakah pengisi kesunyian hati ROSUL SAW ?Ujian Koruptor bertemu Ustadz Kita ini cuma Bertamu Plastic And aplications Metal & Aplications Non ferrous

Plastic And aplicationsini cuma Bertamu siapakah pengisi kesunyian hati ROSUL SAW ? Metal & Aplications Non ferrous &

Metal & Aplicationspengisi kesunyian hati ROSUL SAW ? Plastic And aplications Non ferrous & Aplications Dalam kesunyian ada

Non ferrous & AplicationsROSUL SAW ? Plastic And aplications Metal & Aplications Dalam kesunyian ada ketenangan Doa seorang muslimah

Dalam kesunyian ada ketenanganMetal & Aplications Non ferrous & Aplications Doa seorang muslimah kenapa aku harus menikah denganmu ?

Doa seorang muslimahNon ferrous & Aplications Dalam kesunyian ada ketenangan kenapa aku harus menikah denganmu ? Dimana tempatmu

kenapa aku harus menikah denganmu ?Dalam kesunyian ada ketenangan Doa seorang muslimah Dimana tempatmu bersandar ? Dirimu sebuah penantian Indahnya

Dimana tempatmu bersandar ?Doa seorang muslimah kenapa aku harus menikah denganmu ? Dirimu sebuah penantian Indahnya berQurban Stretch forming

Dirimu sebuah penantianaku harus menikah denganmu ? Dimana tempatmu bersandar ? Indahnya berQurban Stretch forming Deep drawing Roll

Indahnya berQurban? Dimana tempatmu bersandar ? Dirimu sebuah penantian Stretch forming Deep drawing Roll forming Bending Machining

Stretch formingbersandar ? Dirimu sebuah penantian Indahnya berQurban Deep drawing Roll forming Bending Machining Shell mold

Deep drawing? Dirimu sebuah penantian Indahnya berQurban Stretch forming Roll forming Bending Machining Shell mold casting Sand

Roll formingpenantian Indahnya berQurban Stretch forming Deep drawing Bending Machining Shell mold casting Sand casting, Permanent

BendingIndahnya berQurban Stretch forming Deep drawing Roll forming Machining Shell mold casting Sand casting, Permanent Mold

MachiningberQurban Stretch forming Deep drawing Roll forming Bending Shell mold casting Sand casting, Permanent Mold Casting

Shell mold castingStretch forming Deep drawing Roll forming Bending Machining Sand casting, Permanent Mold Casting Investment casting Die

Sand casting,drawing Roll forming Bending Machining Shell mold casting Permanent Mold Casting Investment casting Die casting

Permanent Mold Castingforming Bending Machining Shell mold casting Sand casting, Investment casting Die casting Centrifugal Casting

Investment castingBending Machining Shell mold casting Sand casting, Permanent Mold Casting Die casting Centrifugal Casting Thermoforming

Die castingMachining Shell mold casting Sand casting, Permanent Mold Casting Investment casting Centrifugal Casting Thermoforming

Centrifugal CastingBending Machining Shell mold casting Sand casting, Permanent Mold Casting Investment casting Die casting Thermoforming

ThermoformingMachining Shell mold casting Sand casting, Permanent Mold Casting Investment casting Die casting Centrifugal Casting

Tulisan terfavorit dibaca

judul

Kitab-Kitab sungguh keajaiban sedekah Tahlilan, Maulidan, yasinan, kok dianggap “Bid’ah” kenapa? Alasanya? Dalilnya ? doaku untukmu sayang, ( doa istri solehah ) Mimpi rahasia kaya orang cina syair dan do’a Abu nawas Maulid & Sholawat film “Innocence of Muslim”, jelas penghinaan terhadap islam teori geopolitik dan wawasan nusantara Karomah Syeikh Kholil Bangkalan Petunjuk Penggunaan Multitester Digital alat-alat yang mengunakan prinsip elektromagnetik karomah para habaib aku mencintaimu karena Allah logam ferro dan non ferro gusdur; mumi Rapatkan barisan dan aqidah, waspadai aliran salafi wahabi ketulusan cinta yang indah Kenapa harus berbakti kepada orang tua? hukum kirchoff kenapa kita harus sholat? Butir – butir pancasila untuk calon istriku apa sih Bid’ah itu ? induksi elektromagnetik induksi elektromagnetik dan motor listrik untukmu para wanita cantik nan menawan Potensial listrik dan kapasitor Ebook menikah tanpa pacaran berani? kisah petani yang jujur sifat mekanik logam curahan hati wanita istimewa kyai para pelacur semoga tetap tersenyum Marhaban ya Ramadhan ya Syahrul Syiam kebakaran karena hubungan arus pendek listrik Kedudukan Ibadah Sholat gambar teknik Engineering Book "Ternyata ROKOK itu TIDAK Berbahaya" Abu nawas; saat izrail datang menyesal selalu kemudian bagaimana cara mengatasi stress ? Pembukaan UUD 1945 dan Maknanya dimana bagian tubuh yang paling berarti? mutiara kata semangatiku syair cinta ulama kenapa harus takut menikah? sungguh dia sangat benci istrinya sabar itu seperti apa sih? Ruqyah Kenapa engkau mencintaiku ? oh ibu, hati-hatilah mendoakan anakmu ? film “tanda tanya” layakkah di tonton? cinta yang sebenarnya, ILMU KALAM (USHULUDIN) dimana enaknya tukeran istri ? kenapa tidak berhijab? Kenapa harus baca Alquran? gambar baut dengan autocad siapakah bidadariku ? Gaya magnetik bicara yang baik to diam kisah cinta Abdullah bin abu bakar perjuangan butuh pengorbanan meminang bidadari terindah tragedi ketinggalan pesawat rosulullah saw menangis ? Ayat – Ayat Cinta Ramadhan kata mutiara; kegelapan suami suami idaman jihad fisabilillah ingat, kun fayakun ALHADIST kenapa kau agungkan facebook ? habieb syech; ya hanana

Views

14,274kenapa kau agungkan facebook ? habieb syech; ya hanana Views 12,523 12,083 10,306 7,596 7,408 7,004

12,523kau agungkan facebook ? habieb syech; ya hanana Views 14,274 12,083 10,306 7,596 7,408 7,004 5,671

12,083facebook ? habieb syech; ya hanana Views 14,274 12,523 10,306 7,596 7,408 7,004 5,671 4,700 4,582

10,306? habieb syech; ya hanana Views 14,274 12,523 12,083 7,596 7,408 7,004 5,671 4,700 4,582 4,342

7,596? habieb syech; ya hanana Views 14,274 12,523 12,083 10,306 7,408 7,004 5,671 4,700 4,582 4,342

7,408syech; ya hanana Views 14,274 12,523 12,083 10,306 7,596 7,004 5,671 4,700 4,582 4,342 4,272 3,945

7,004ya hanana Views 14,274 12,523 12,083 10,306 7,596 7,408 5,671 4,700 4,582 4,342 4,272 3,945 3,532

5,671hanana Views 14,274 12,523 12,083 10,306 7,596 7,408 7,004 4,700 4,582 4,342 4,272 3,945 3,532 2,651

4,700Views 14,274 12,523 12,083 10,306 7,596 7,408 7,004 5,671 4,582 4,342 4,272 3,945 3,532 2,651 2,648

4,58214,274 12,523 12,083 10,306 7,596 7,408 7,004 5,671 4,700 4,342 4,272 3,945 3,532 2,651 2,648 2,510

4,34212,523 12,083 10,306 7,596 7,408 7,004 5,671 4,700 4,582 4,272 3,945 3,532 2,651 2,648 2,510 2,440

4,27212,083 10,306 7,596 7,408 7,004 5,671 4,700 4,582 4,342 3,945 3,532 2,651 2,648 2,510 2,440 2,360

3,94510,306 7,596 7,408 7,004 5,671 4,700 4,582 4,342 4,272 3,532 2,651 2,648 2,510 2,440 2,360 2,159

3,53210,306 7,596 7,408 7,004 5,671 4,700 4,582 4,342 4,272 3,945 2,651 2,648 2,510 2,440 2,360 2,159

2,6517,596 7,408 7,004 5,671 4,700 4,582 4,342 4,272 3,945 3,532 2,648 2,510 2,440 2,360 2,159 2,037

2,6487,408 7,004 5,671 4,700 4,582 4,342 4,272 3,945 3,532 2,651 2,510 2,440 2,360 2,159 2,037 2,030

2,5107,004 5,671 4,700 4,582 4,342 4,272 3,945 3,532 2,651 2,648 2,440 2,360 2,159 2,037 2,030 2,020

2,4405,671 4,700 4,582 4,342 4,272 3,945 3,532 2,651 2,648 2,510 2,360 2,159 2,037 2,030 2,020 2,013

2,3604,700 4,582 4,342 4,272 3,945 3,532 2,651 2,648 2,510 2,440 2,159 2,037 2,030 2,020 2,013 1,931

2,1594,582 4,342 4,272 3,945 3,532 2,651 2,648 2,510 2,440 2,360 2,037 2,030 2,020 2,013 1,931 1,918

2,0374,342 4,272 3,945 3,532 2,651 2,648 2,510 2,440 2,360 2,159 2,030 2,020 2,013 1,931 1,918 1,907

2,0304,272 3,945 3,532 2,651 2,648 2,510 2,440 2,360 2,159 2,037 2,020 2,013 1,931 1,918 1,907 1,842

2,0203,945 3,532 2,651 2,648 2,510 2,440 2,360 2,159 2,037 2,030 2,013 1,931 1,918 1,907 1,842 1,783

2,0133,532 2,651 2,648 2,510 2,440 2,360 2,159 2,037 2,030 2,020 1,931 1,918 1,907 1,842 1,783 1,705

1,9312,651 2,648 2,510 2,440 2,360 2,159 2,037 2,030 2,020 2,013 1,918 1,907 1,842 1,783 1,705 1,500

1,9182,648 2,510 2,440 2,360 2,159 2,037 2,030 2,020 2,013 1,931 1,907 1,842 1,783 1,705 1,500 1,478

1,9072,510 2,440 2,360 2,159 2,037 2,030 2,020 2,013 1,931 1,918 1,842 1,783 1,705 1,500 1,478 1,461

1,8422,440 2,360 2,159 2,037 2,030 2,020 2,013 1,931 1,918 1,907 1,783 1,705 1,500 1,478 1,461 1,458

1,7832,360 2,159 2,037 2,030 2,020 2,013 1,931 1,918 1,907 1,842 1,705 1,500 1,478 1,461 1,458 1,445

1,7052,159 2,037 2,030 2,020 2,013 1,931 1,918 1,907 1,842 1,783 1,500 1,478 1,461 1,458 1,445 1,429

1,5002,037 2,030 2,020 2,013 1,931 1,918 1,907 1,842 1,783 1,705 1,478 1,461 1,458 1,445 1,429 1,350

1,4782,030 2,020 2,013 1,931 1,918 1,907 1,842 1,783 1,705 1,500 1,461 1,458 1,445 1,429 1,350 1,264

1,4612,020 2,013 1,931 1,918 1,907 1,842 1,783 1,705 1,500 1,478 1,458 1,445 1,429 1,350 1,264 1,215

1,4582,013 1,931 1,918 1,907 1,842 1,783 1,705 1,500 1,478 1,461 1,445 1,429 1,350 1,264 1,215 1,214

1,4451,931 1,918 1,907 1,842 1,783 1,705 1,500 1,478 1,461 1,458 1,429 1,350 1,264 1,215 1,214 1,213

1,4291,918 1,907 1,842 1,783 1,705 1,500 1,478 1,461 1,458 1,445 1,350 1,264 1,215 1,214 1,213 1,193

1,3501,907 1,842 1,783 1,705 1,500 1,478 1,461 1,458 1,445 1,429 1,264 1,215 1,214 1,213 1,193 1,181

1,2641,842 1,783 1,705 1,500 1,478 1,461 1,458 1,445 1,429 1,350 1,215 1,214 1,213 1,193 1,181 1,170

1,2151,783 1,705 1,500 1,478 1,461 1,458 1,445 1,429 1,350 1,264 1,214 1,213 1,193 1,181 1,170 1,169

1,2141,705 1,500 1,478 1,461 1,458 1,445 1,429 1,350 1,264 1,215 1,213 1,193 1,181 1,170 1,169 1,120

1,2131,500 1,478 1,461 1,458 1,445 1,429 1,350 1,264 1,215 1,214 1,193 1,181 1,170 1,169 1,120 1,118

1,1931,478 1,461 1,458 1,445 1,429 1,350 1,264 1,215 1,214 1,213 1,181 1,170 1,169 1,120 1,118 1,086

1,1811,461 1,458 1,445 1,429 1,350 1,264 1,215 1,214 1,213 1,193 1,170 1,169 1,120 1,118 1,086 1,064

1,1701,458 1,445 1,429 1,350 1,264 1,215 1,214 1,213 1,193 1,181 1,169 1,120 1,118 1,086 1,064 1,049

1,1691,445 1,429 1,350 1,264 1,215 1,214 1,213 1,193 1,181 1,170 1,120 1,118 1,086 1,064 1,049 1,021

1,1201,429 1,350 1,264 1,215 1,214 1,213 1,193 1,181 1,170 1,169 1,118 1,086 1,064 1,049 1,021 978

1,1181,350 1,264 1,215 1,214 1,213 1,193 1,181 1,170 1,169 1,120 1,086 1,064 1,049 1,021 978 968

1,0861,264 1,215 1,214 1,213 1,193 1,181 1,170 1,169 1,120 1,118 1,064 1,049 1,021 978 968 964

1,0641,215 1,214 1,213 1,193 1,181 1,170 1,169 1,120 1,118 1,086 1,049 1,021 978 968 964 940

1,0491,214 1,213 1,193 1,181 1,170 1,169 1,120 1,118 1,086 1,064 1,021 978 968 964 940 926

1,0211,213 1,193 1,181 1,170 1,169 1,120 1,118 1,086 1,064 1,049 978 968 964 940 926 913

9781,193 1,181 1,170 1,169 1,120 1,118 1,086 1,064 1,049 1,021 968 964 940 926 913 904

9681,181 1,170 1,169 1,120 1,118 1,086 1,064 1,049 1,021 978 964 940 926 913 904 902

9641,170 1,169 1,120 1,118 1,086 1,064 1,049 1,021 978 968 940 926 913 904 902 897

9401,170 1,169 1,120 1,118 1,086 1,064 1,049 1,021 978 968 964 926 913 904 902 897

9261,169 1,120 1,118 1,086 1,064 1,049 1,021 978 968 964 940 913 904 902 897 894

9131,120 1,118 1,086 1,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 904 902 897 894 892

9041,120 1,118 1,086 1,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 902 897 894 892

9021,118 1,086 1,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 897 894 892 856

8971,086 1,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 894 892 856 846

8941,086 1,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 892 856 846

8921,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 856 846 837

8561,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 846 837

8461,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 856 837

8371,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 856 846

8061,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 856 846

7951,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 856 846

7831,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 856 846

7731,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 856 846

7711,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 856 846

7471,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 856 846

7471,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 856 846

7451,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 856 846

7431,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 856 846

7421,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 856 846

7391,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 856 846

7321,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 856 846

7121,064 1,049 1,021 978 968 964 940 926 913 904 902 897 894 892 856 846

Download About me Beranikah untuk gagal? kisahku; melihat awan sholat Nikmati proses kehidupan bagaimana jika harus ditolak? kisah Anak Kerang jangan tiru girl band ? Kisah seekor anak singa berkali – kali ditolak lamaranya situs VOA-ISLAM di hack pakai virus gambar teknik ( mur dan baut ) URGENSI IBADAH Bacaan sholat dan terjemahanya coba melompatlah lebih tinggi ? Naik becak jurusan syurga Dialog dengan iblis sesibuk apa kamu? mengapa manisnya iman tidak terasa ? Gusdur; naik kereta Kisah seorang budak hitam ingatlah akan jasa ibumu Rasa puas itu seperti apa? Siapa yang berani menjamin hidupmu ? tugas makalah PAI kerasnya kehidupan metropolitan ORANG TERKAYA DIDUNIA Marco simoncelli; sebuah nasehat kehidupan Abu nawas; Tidur agar masuk syurga Zulfah, ijinkan aku meminangmu? Kisah seekor semut kisah lelaki ikhlas Hidup itu rangkaian suatu masalah, menurutmu ? Ayah, jangan ambil tanganku Indahnya, mencium bau syurga lalu, dimana Allah !!!!! ( Allah maha dekat ) bunda, jangan kau sia-siakanku Mutiara hati imam Baqir As HEAT TREATMENT Regangan, Hukum Hook, Poisson Ratio dan Safety Faktor permainan ibu guru kisah seekor srigala pincang tanyakan; dihatimu ada cintakah? coba ruqyah dirimu autodesk inventor cerita antara wortel, telur, dan kopi Arti 100.000 buatmu kisah manusia sejati wanita-wanita pilihan oh ibu, maafkan aku… Renungan; persiapkan dirimu sekarang mencari cinta sejati apakah harus jual diri? kenapa aku harus menikah denganmu ? kenapa masih saja membid’ahkan sesat maulid ? apa salah menangis Don’t cry, don’t be sad sahabat itu lebih baik daripada CINTA mulianya engkau ibu makna di balik ” kisah stuart little” alhamdulillah “sesuatu” ? Material Enginering; Diagram Fasa Abu nawas; menjebak pencuri mekanika kekuatan material ; tegangan dan regangan siapa itu Ainul Mardiyah ? Apa di balik kehadiran bocah misterius ? sakit membawa nikmat Skripsi Do’a; mohon ampun Fisika dasar 2 oh ayah, maafkan aku Duhai jiwa yang tenang keajaiban menurut islam munakahat Abu nawas; sebuah lilin abu nawas; orang bodoh tahun ini Ketika Cinta Berbalas Mau cepat kaya ? kisah seekor sapi dan ayam ladang hati Kisah seorang biksu

709? kisah seekor sapi dan ayam ladang hati Kisah seorang biksu 707 705 705 703 701

707seekor sapi dan ayam ladang hati Kisah seorang biksu 709 705 705 703 701 684 676

705seekor sapi dan ayam ladang hati Kisah seorang biksu 709 707 705 703 701 684 676

705sapi dan ayam ladang hati Kisah seorang biksu 709 707 705 703 701 684 676 670

703dan ayam ladang hati Kisah seorang biksu 709 707 705 705 701 684 676 670 670

701dan ayam ladang hati Kisah seorang biksu 709 707 705 705 703 684 676 670 670

684ayam ladang hati Kisah seorang biksu 709 707 705 705 703 701 676 670 670 669

676ladang hati Kisah seorang biksu 709 707 705 705 703 701 684 670 670 669 654

670hati Kisah seorang biksu 709 707 705 705 703 701 684 676 670 669 654 651

670hati Kisah seorang biksu 709 707 705 705 703 701 684 676 670 669 654 651

669Kisah seorang biksu 709 707 705 705 703 701 684 676 670 670 654 651 647

654seorang biksu 709 707 705 705 703 701 684 676 670 670 669 651 647 637

651biksu 709 707 705 705 703 701 684 676 670 670 669 654 647 637 623

647biksu 709 707 705 705 703 701 684 676 670 670 669 654 651 637 623

637709 707 705 705 703 701 684 676 670 670 669 654 651 647 623 614

623709 707 705 705 703 701 684 676 670 670 669 654 651 647 637 614

614707 705 705 703 701 684 676 670 670 669 654 651 647 637 623 583

583705 705 703 701 684 676 670 670 669 654 651 647 637 623 614 582

582705 703 701 684 676 670 670 669 654 651 647 637 623 614 583 581

581703 701 684 676 670 670 669 654 651 647 637 623 614 583 582 566

566701 684 676 670 670 669 654 651 647 637 623 614 583 582 581 548

548684 676 670 670 669 654 651 647 637 623 614 583 582 581 566 544

544676 670 670 669 654 651 647 637 623 614 583 582 581 566 548 542

542670 670 669 654 651 647 637 623 614 583 582 581 566 548 544 539

539670 669 654 651 647 637 623 614 583 582 581 566 548 544 542 533

533669 654 651 647 637 623 614 583 582 581 566 548 544 542 539 532

532654 651 647 637 623 614 583 582 581 566 548 544 542 539 533 532

532651 647 637 623 614 583 582 581 566 548 544 542 539 533 532 527

527647 637 623 614 583 582 581 566 548 544 542 539 533 532 532 521

521637 623 614 583 582 581 566 548 544 542 539 533 532 532 527 519

519623 614 583 582 581 566 548 544 542 539 533 532 532 527 521 514

514614 583 582 581 566 548 544 542 539 533 532 532 527 521 519 510

510583 582 581 566 548 544 542 539 533 532 532 527 521 519 514 509

509582 581 566 548 544 542 539 533 532 532 527 521 519 514 510 499

499581 566 548 544 542 539 533 532 532 527 521 519 514 510 509 494

494566 548 544 542 539 533 532 532 527 521 519 514 510 509 499 493

493548 544 542 539 533 532 532 527 521 519 514 510 509 499 494 492

492544 542 539 533 532 532 527 521 519 514 510 509 499 494 493 490

490542 539 533 532 532 527 521 519 514 510 509 499 494 493 492 487

487539 533 532 532 527 521 519 514 510 509 499 494 493 492 490 486

486533 532 532 527 521 519 514 510 509 499 494 493 492 490 487 483

483532 532 527 521 519 514 510 509 499 494 493 492 490 487 486 482

482532 527 521 519 514 510 509 499 494 493 492 490 487 486 483 478

478527 521 519 514 510 509 499 494 493 492 490 487 486 483 482 472

472521 519 514 510 509 499 494 493 492 490 487 486 483 482 478 471

471519 514 510 509 499 494 493 492 490 487 486 483 482 478 472 470

470514 510 509 499 494 493 492 490 487 486 483 482 478 472 471 468

468510 509 499 494 493 492 490 487 486 483 482 478 472 471 470 467

467509 499 494 493 492 490 487 486 483 482 478 472 471 470 468 467

467499 494 493 492 490 487 486 483 482 478 472 471 470 468 467 465

465494 493 492 490 487 486 483 482 478 472 471 470 468 467 467 463

463493 492 490 487 486 483 482 478 472 471 470 468 467 467 465 459

459492 490 487 486 483 482 478 472 471 470 468 467 467 465 463 455

455490 487 486 483 482 478 472 471 470 468 467 467 465 463 459 453

453487 486 483 482 478 472 471 470 468 467 467 465 463 459 455 450

450486 483 482 478 472 471 470 468 467 467 465 463 459 455 453 450

450483 482 478 472 471 470 468 467 467 465 463 459 455 453 450 449

449482 478 472 471 470 468 467 467 465 463 459 455 453 450 450 443

443478 472 471 470 468 467 467 465 463 459 455 453 450 450 449 430

430472 471 470 468 467 467 465 463 459 455 453 450 450 449 443 426

426471 470 468 467 467 465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 425

425470 468 467 467 465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 420

420468 467 467 465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 415

415467 467 465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 408

408467 465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408

408465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

408465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

403465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

401465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

396465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

394465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

391465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

390465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

387465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

386465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

384465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

382465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

381465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

381465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

381465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

379465 463 459 455 453 450 450 449 443 430 426 425 420 415 408 408

Terus saja dengan kesombonganmu Mikrotik tragedi diladang membawa bencana sekaligus karunia jari roda yang hilang Doa – doa apa kegunaan ilmumu ? abu nawas; tukang bohong statika struktur polisi yang menjaga amanah kupinang kau dengan Alquran sungguh dahsyatnya sedekah Lelaki hitam, sabarlah seberapa berartikah kamu ? kenapa kok mudah putus asa ? emansipasi atau exploitasi ? kelembutan hati yang terdalam apakah perceraian itu solusi terbaik ? Langkah menyusun paper yang baik dan benar Jadilah seperti air. Dan jangan ikuti jejak awan kenapa engkau pilih islam ? please stop, berprasangka buruk setangkai mawar buat ibu Proklamasi kemerdekaan dan maknanya Gaza-Palestina, negeri para peminang bidadari siapa sih idolamu ? apa arti cintamu ? suami-suami takut istri? coba lihat kekuatan dirimu? Perjalanan ini singkat kenangan penuh makna nasehat seorang guru Dilema seorang ustad putri sholehah itu seperti apa sih? kata mutiara; guruku kisah Pohon Apel terus dimana posisi kita? dan akupun tertipu Belajar Dari Wajah aduh, kok macet terus? buku statics J.L. Meriam dan L. G. Kraige siapa yang ikhlas mendoakan kita? tahukah engkau, kapan kita mati ? abu nawas; istana di gunung kisah mendapat lailatul qadar berapa ukuran cukup itu? Abu nawas; tangkap angin surat dari kakak Rayuanku kenapa engkau mengeluh ? Terus saja penjara dirimu? Dimana separuh agamaku ? ingatlah saat engkau kecil ALQUR’AN kebaikan berbuah manis Do’a nisfu sya’ban jangan cuma gantung impian INGAT, hidup itu cuma sekali? kebenaran akan terbukti abu nawas; satu dinar Apa Arti Kekayaan? kemagnetan dan penggunaanya gagal itu hal yang biasa gusdur; syi’ir tanpo waton siapakah orang – orang yang lemah itu ? indahnya senyumanmu Gusdur; Presiden bahagiakan dirimu dan orang lain Kisah seorang Sahabat listrik statis pernahkah kamu dinasehatin anak? Surat Al-Fātiĥah hubungan antara dosa dan musibah Dunia ibarat rumput mengapa harus berhijab ? Menuju Surga Dengan Cinta tutorial Autocad 2011 & 2012 setiap proses pasti tidak enak gumpalan awan jatuh di arab nafas – nafas cinta berbuat baiklah pada musuhmu dirumahmu ada “setan kotak” ?

379baiklah pada musuhmu dirumahmu ada “setan kotak” ? 378 378 375 373 369 365 364 362

378baiklah pada musuhmu dirumahmu ada “setan kotak” ? 379 378 375 373 369 365 364 362

378pada musuhmu dirumahmu ada “setan kotak” ? 379 378 375 373 369 365 364 362 360

375pada musuhmu dirumahmu ada “setan kotak” ? 379 378 378 373 369 365 364 362 360

373musuhmu dirumahmu ada “setan kotak” ? 379 378 378 375 369 365 364 362 360 360

369dirumahmu ada “setan kotak” ? 379 378 378 375 373 365 364 362 360 360 359

365dirumahmu ada “setan kotak” ? 379 378 378 375 373 369 364 362 360 360 359

364ada “setan kotak” ? 379 378 378 375 373 369 365 362 360 360 359 359

362ada “setan kotak” ? 379 378 378 375 373 369 365 364 360 360 359 359

360ada “setan kotak” ? 379 378 378 375 373 369 365 364 362 360 359 359

360“setan kotak” ? 379 378 378 375 373 369 365 364 362 360 359 359 358

359kotak” ? 379 378 378 375 373 369 365 364 362 360 360 359 358 357

359kotak” ? 379 378 378 375 373 369 365 364 362 360 360 359 358 357

358? 379 378 378 375 373 369 365 364 362 360 360 359 359 357 355

357? 379 378 378 375 373 369 365 364 362 360 360 359 359 358 355

355379 378 378 375 373 369 365 364 362 360 360 359 359 358 357 355

355378 378 375 373 369 365 364 362 360 360 359 359 358 357 355 350

350378 375 373 369 365 364 362 360 360 359 359 358 357 355 355 350

350375 373 369 365 364 362 360 360 359 359 358 357 355 355 350 347

347373 369 365 364 362 360 360 359 359 358 357 355 355 350 350 340

340369 365 364 362 360 360 359 359 358 357 355 355 350 350 347 338

338365 364 362 360 360 359 359 358 357 355 355 350 350 347 340 335

335364 362 360 360 359 359 358 357 355 355 350 350 347 340 338 329

329362 360 360 359 359 358 357 355 355 350 350 347 340 338 335 328

328360 360 359 359 358 357 355 355 350 350 347 340 338 335 329 328

328360 359 359 358 357 355 355 350 350 347 340 338 335 329 328 326

326359 359 358 357 355 355 350 350 347 340 338 335 329 328 328 326

326359 358 357 355 355 350 350 347 340 338 335 329 328 328 326 324

324358 357 355 355 350 350 347 340 338 335 329 328 328 326 326 320

320357 355 355 350 350 347 340 338 335 329 328 328 326 326 324 318

318355 355 350 350 347 340 338 335 329 328 328 326 326 324 320 317

317355 350 350 347 340 338 335 329 328 328 326 326 324 320 318 316

316350 350 347 340 338 335 329 328 328 326 326 324 320 318 317 316

316350 347 340 338 335 329 328 328 326 326 324 320 318 317 316 313

313347 340 338 335 329 328 328 326 326 324 320 318 317 316 316 312

312340 338 335 329 328 328 326 326 324 320 318 317 316 316 313 311

311338 335 329 328 328 326 326 324 320 318 317 316 316 313 312 311

311335 329 328 328 326 326 324 320 318 317 316 316 313 312 311 308

308329 328 328 326 326 324 320 318 317 316 316 313 312 311 311 308

308328 328 326 326 324 320 318 317 316 316 313 312 311 311 308 307

307328 326 326 324 320 318 317 316 316 313 312 311 311 308 308 301

301326 326 324 320 318 317 316 316 313 312 311 311 308 308 307 301

301326 324 320 318 317 316 316 313 312 311 311 308 308 307 301 300

300324 320 318 317 316 316 313 312 311 311 308 308 307 301 301 299

299320 318 317 316 316 313 312 311 311 308 308 307 301 301 300 298

298318 317 316 316 313 312 311 311 308 308 307 301 301 300 299 296

296317 316 316 313 312 311 311 308 308 307 301 301 300 299 298 296

296316 316 313 312 311 311 308 308 307 301 301 300 299 298 296 293

293316 313 312 311 311 308 308 307 301 301 300 299 298 296 296 291

291313 312 311 311 308 308 307 301 301 300 299 298 296 296 293 290

290312 311 311 308 308 307 301 301 300 299 298 296 296 293 291 290

290311 311 308 308 307 301 301 300 299 298 296 296 293 291 290 288

288311 308 308 307 301 301 300 299 298 296 296 293 291 290 290 286

286308 308 307 301 301 300 299 298 296 296 293 291 290 290 288 284

284308 307 301 301 300 299 298 296 296 293 291 290 290 288 286 283

283307 301 301 300 299 298 296 296 293 291 290 290 288 286 284 283

283301 301 300 299 298 296 296 293 291 290 290 288 286 284 283 281

281301 300 299 298 296 296 293 291 290 290 288 286 284 283 283 281

281300 299 298 296 296 293 291 290 290 288 286 284 283 283 281 279

279299 298 296 296 293 291 290 290 288 286 284 283 283 281 281 278

278298 296 296 293 291 290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 277

277296 296 293 291 290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277

277296 293 291 290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 275

275293 291 290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 270

270291 290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270

270290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 269

269290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 270

268290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 270

266290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 270

261290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 270

261290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 270

260290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 270

258290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 270

257290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 270

254290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 270

252290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 270

249290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 270

249290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 270

247290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 270

244290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 270

244290 290 288 286 284 283 283 281 281 279 278 277 277 275 270 270

lihatlah dalam kegelapan, apa yang kau dapat? Game portable Abu Nawas; cukup satu pertanyaan ayo hargai waktumu sekarang Dalam kesunyian ada ketenangan Listrik Dinamis ingat kita akan jadi tua Matematika 2 4 permaisuri hati adakah cinta dihatimu? Kado terindah untuk yang terindah seberapa hebatkah kamu? dan ternyata itu mudah kok PENGEROLAN ( ROLLING) antivirus wahabi Menangis tiga kali senyummu semangatmu abu nawas; berburu beruang laporan investigasi runtuhnya jembatan kukar berapa sih nilai dirimu? Novel Buku Tamu dimana akhlak-mu berada ? bagaimana saya tidak iri ? bahayanya penyakit ini kamu kenal umurmu? ingatlah akan dosa dan kesalahan kita Mathematic pecahkan saja gelasnya !!! hari ini adalah waktuku Klasifikasi Material Teknik mengapa engkau selalu ingin mengeluh? masih adakah orang yang jujur ? surat alqur’an lainya Proses Produksi tak menangis, jika harus kalah free Ebook 2 ma’rifatul islam pak tua yang hebat Dirimu sebuah penantian tak ada yang abadi abu nawas; jangan terlalu dalam manusia bukan magnet kesedihan haji dan umrah hidupmu untuk apa saja? abu nawas; ikhlas & pencuri project paper pancasila untuk apa engkau hidup? Koruptor bertemu Ustadz seberapa pentingkah nilai A ? Physic abu nawas; bayar hutang Bersyukur Mesti cuma 10ribu abu nawas; manusia bertelur sudahkah kau jaga amanahmu ? meski keadaanmu sulit !! siapa yang peduli sesama ? pengurusan Jenazah abu nawas; pangeran sakit dimana generasi-generasi islam? potongan A-A abu nawas; mimpi terindah Satu rindu untuk ibu mekanika fluida Derita Menjadi Anak Yatim pilih kerja keras to cerdas ? Mekanika Kekuatan Material : Puntiran sertifikasi ulama perlukah ? insyaAllah khair rinduku padamu ya rasul Abu nawas; istana awang-awang bukan sopir taxi biasa Abu nawas; keledai pandai abu nawas; malu seberapa bahayakah kesibukan? kalkulus, system bilangan real bandingkan dengan masalahmu? Elemen mesin angry birds siapa yang peduli ? Game Islam terbukti benar

241angry birds siapa yang peduli ? Game Islam terbukti benar 240 239 239 239 237 236

240birds siapa yang peduli ? Game Islam terbukti benar 241 239 239 239 237 236 236

239birds siapa yang peduli ? Game Islam terbukti benar 241 240 239 239 237 236 236

239siapa yang peduli ? Game Islam terbukti benar 241 240 239 239 237 236 236 234

239yang peduli ? Game Islam terbukti benar 241 240 239 239 237 236 236 234 233

237yang peduli ? Game Islam terbukti benar 241 240 239 239 239 236 236 234 233

236peduli ? Game Islam terbukti benar 241 240 239 239 239 237 236 234 233 230

236? Game Islam terbukti benar 241 240 239 239 239 237 236 234 233 230 229

234? Game Islam terbukti benar 241 240 239 239 239 237 236 236 233 230 229

233Islam terbukti benar 241 240 239 239 239 237 236 236 234 230 229 228 228

230Islam terbukti benar 241 240 239 239 239 237 236 236 234 233 229 228 228

229terbukti benar 241 240 239 239 239 237 236 236 234 233 230 228 228 226

228benar 241 240 239 239 239 237 236 236 234 233 230 229 228 226 225

228benar 241 240 239 239 239 237 236 236 234 233 230 229 228 226 225

226241 240 239 239 239 237 236 236 234 233 230 229 228 228 225 224

225241 240 239 239 239 237 236 236 234 233 230 229 228 228 226 224

224240 239 239 239 237 236 236 234 233 230 229 228 228 226 225 223

223239 239 239 237 236 236 234 233 230 229 228 228 226 225 224 223

223239 239 237 236 236 234 233 230 229 228 228 226 225 224 223 222

222239 237 236 236 234 233 230 229 228 228 226 225 224 223 223 221

221237 236 236 234 233 230 229 228 228 226 225 224 223 223 222 220

220236 236 234 233 230 229 228 228 226 225 224 223 223 222 221 220

220236 234 233 230 229 228 228 226 225 224 223 223 222 221 220 217

217234 233 230 229 228 228 226 225 224 223 223 222 221 220 220 216

216233 230 229 228 228 226 225 224 223 223 222 221 220 220 217 216

216230 229 228 228 226 225 224 223 223 222 221 220 220 217 216 215

215229 228 228 226 225 224 223 223 222 221 220 220 217 216 216 212

212228 228 226 225 224 223 223 222 221 220 220 217 216 216 215 211

211228 226 225 224 223 223 222 221 220 220 217 216 216 215 212 210

210226 225 224 223 223 222 221 220 220 217 216 216 215 212 211 209

209225 224 223 223 222 221 220 220 217 216 216 215 212 211 210 207

207224 223 223 222 221 220 220 217 216 216 215 212 211 210 209 207

207223 223 222 221 220 220 217 216 216 215 212 211 210 209 207 203

203223 222 221 220 220 217 216 216 215 212 211 210 209 207 207 201

201222 221 220 220 217 216 216 215 212 211 210 209 207 207 203 201

201221 220 220 217 216 216 215 212 211 210 209 207 207 203 201 200

200220 220 217 216 216 215 212 211 210 209 207 207 203 201 201 200

200220 217 216 216 215 212 211 210 209 207 207 203 201 201 200 199

199217 216 216 215 212 211 210 209 207 207 203 201 201 200 200 198

198216 216 215 212 211 210 209 207 207 203 201 201 200 200 199 197

197216 215 212 211 210 209 207 207 203 201 201 200 200 199 198 196

196215 212 211 210 209 207 207 203 201 201 200 200 199 198 197 194

194212 211 210 209 207 207 203 201 201 200 200 199 198 197 196 193

193211 210 209 207 207 203 201 201 200 200 199 198 197 196 194 193

193210 209 207 207 203 201 201 200 200 199 198 197 196 194 193 193

193209 207 207 203 201 201 200 200 199 198 197 196 194 193 193 193

193207 207 203 201 201 200 200 199 198 197 196 194 193 193 193 191

191207 203 201 201 200 200 199 198 197 196 194 193 193 193 193 189

189203 201 201 200 200 199 198 197 196 194 193 193 193 193 191 188

188201 201 200 200 199 198 197 196 194 193 193 193 193 191 189 187

187201 200 200 199 198 197 196 194 193 193 193 193 191 189 188 186

186200 200 199 198 197 196 194 193 193 193 193 191 189 188 187 186

186200 199 198 197 196 194 193 193 193 193 191 189 188 187 186 185

185199 198 197 196 194 193 193 193 193 191 189 188 187 186 186 182

182198 197 196 194 193 193 193 193 191 189 188 187 186 186 185 181

181197 196 194 193 193 193 193 191 189 188 187 186 186 185 182 180

180196 194 193 193 193 193 191 189 188 187 186 186 185 182 181 180

180194 193 193 193 193 191 189 188 187 186 186 185 182 181 180 179

179193 193 193 193 191 189 188 187 186 186 185 182 181 180 180 178

178193 193 193 191 189 188 187 186 186 185 182 181 180 180 179 177

177193 193 191 189 188 187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177

177193 191 189 188 187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 172

172191 189 188 187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172

172189 188 187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 169

169188 187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169

169187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 168

168187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 169

166187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 169

163187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 169

163187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 169

161187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 169

161187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 169

160187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 169

159187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 169

158187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 169

157187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 169

156187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 169

155187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 169

155187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 169

155187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 169

153187 186 186 185 182 181 180 180 179 178 177 177 172 172 169 169

super Mario teguh download percaya diri kok susah sih !! Thoharah Surat Ar-Ra`d siapa sahabat terbaikmu ? kisah Faruk dan seekor Rayap

 
percaya diri kok susah sih !! Thoharah Surat Ar-Ra`d siapa sahabat terbaikmu ? kisah Faruk dan

152

150

150

150

150

150

150

149

149

148

148

siapakah pengisi kesunyian hati ROSUL SAW ?

siapakah pengisi kesunyian hati ROSUL SAW ? 146

146

ّ

Adabul ‘Alim wal Muta’allim

ﻠﻌﺘﻤﻟاو

ﻢﻟﺎﻌﻟا بادآ

Adabul ‘Alim wal Muta’allim ﻢ ﻠﻌﺘﻤﻟاو ﻢﻟﺎﻌﻟا بادآ 146

146

semut vs gajah abu nawas; menolong bulan material teknik siapa sih temanmu? Phase Diagram ( Diagram Fasa ) do’a awal dan akhir tahun hijriah Dimana tempatmu bersandar ? surat from somalia matemathic 3 Doa seorang muslimah Surat Al-Baqarah free software Kitab Bulughul Marom kembali pada satu titik apa sih profesimu? keadilan itu seperti apa sih? abu nawas; kena tipu abu nawas; pakaian kering bagaikan siang dan malam Ada apa dengan cinta? Hakekat cinta sejati film islami Kisah seorang Bilal abu nawas; masuk penjara software islami Kita ini cuma Bertamu anakmu aset terbesarmu Do’a menghadapi Ujian kelola hatimu termodinamika seperti Air mengapa harus KORUPSI? PAI; Ma’rifatul Islam abu nawas; api Sabar Di Tengah Bencana Surat Yūsuf Cinta Berpijak pada Perasaan Sekaligus Akal Sehat Surat ‘Āli `Imrān Kenapa ada dosa ? perbaiki aqidahmu, coba bilang “met valentine”? antara Nyamuk dan kita Software Made in Indonesia muhasabah di 2012 ma’rifatul insan abu nawas; hukum pancung Indahnya Hidup Bersahaja free software 2 Surat Ţāhā Alqur’an 30 Juz kitab puasa abu nawas; waktu perang Lomba Menulis Komentar Berhadiah Jutaan Rupiah Mau naik jabatan dan kekuasaan ? bayangkan maut menjemputmu puisi untuk nyasarudin berdizikirlah free software 3 abu nawas; itik kaki satu abu nawas; cangkul penjara jagalah barang kecil ini PUNTIRAN Awan berbentuk lafadz Allah di jakarta teladani hastabrata kisah cinta tsabit bin ibrahim Saatnya generasi muda bicara Untuk apa anda bekerja? Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl

Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl
Memaafkan, Ciri Kemuliaan Diri pengakuan Surat Maryam buatlah sebuah langkah kenalilah aqidahmu Surat Al-’Anfāl

145

145

144

144

144

142

142

142

141

140

140

135

133

133

130

126

125

124

124

123

122

120

119

117

116

115

112

111

111

111

111

107

100

99

98

97

97

97

96

96

96

95

94

94

94

93

91

89

89

87

86

85

83

82

81

80

80

79

78

78

78

78

77

77

76

76

76

75

74

72

71

70

Surat An-Naĥl video ceramah habieb munzir al musyawa Antivirus abu nawas; bukan sayuran abu nawas; tenggelam abu nawas; engkau Ebook Editing seberat apapun harus dilewati mengemas rindu

Kategori pilihan

Autocad (2) (2)

Bahan kuliah (90) (90)

Cahaya Hati (311) (311)

Doa (17) (17)

Elemen mesin (1) (1)

Fisika Dasar (12) (12)

gambar teknik (4) (4)

Humor (38) (38)

ilmu pengetahuan bahan (12) (12)

kalkulus (3) (3)

Karakter (1) (1)

kata mutiara (8) (8)

Keajaiban (7) (7)

Komputer 1 (4) (4)

Loker MiGAS (1) (1)

Lucu (4) (4)

material teknik (6) (6)

mekanika fluida (2) (2)

mekanika kekuatan material (6) (6)

Mutiara hati (2) (2)

pendidikan agama islam (15) (15)

pendidikan pancasila (6) (6)

proses produksi (26) (26)

Puisi (4) (4)

Sholawat (3) (3)

Statika struktur (2) (2)

Sukses (1) (1)

termodinamika (1)