Anda di halaman 1dari 4

TUGAS KELOMPOK

KONSELING POPULASI KHUSUS


Tentang

ANAK JALANAN (RUN AWAY)

Dosen Pembina :
Dra. ZIKRA, M.Pd., Kons

Oleh :
Kelompok 7

FRISCHA MEIVILONA YENDI


JULI HARTATI
AIDA FITRIA
NIKO RESKI

04164 / 2008
00046 / 2008
04259 / 2008
01335 / 2008

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2011
ANAK JALANAN (RUN AWAY)

A. ANALISIS
Menurut Departemen Sosial, pengertian anak jalanan adalah anak
yang menghabiskan sebagian waktunya untuk mencari nafkah (Depsos,
Aura No. 26, 1997). Salah satunya adalah Anto (Inisial), seorang remaja
yang sering berada di taman Imam Bonjol Padang dengan identitas :

Nama
:
Tempat/tahun lahir :
Jenis kelamin
:
Agama
:
Alamat
:
Riwayat Pendidikan : SMP
Cita-cita
:
Hobi
:
Status dalam keluarga
Anak ke/dari
:

Anto
Padang, 1993
Laki-laki
Islam
Balai Baru
sampai pertengahan kelas 9
Menyanyi
:
Anak kandung
4 dari 6 bersaudara

Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada Minggu, 13 Maret


2011, diketahui bahwa Anto mulai menjadi anak jalanan setelah bebas
dari penjara selama 5 bulan karena berkelahi. Menurut teman sesama
pengamen, Anto adalah anak yang baik dan mudah dalam beradaptasi.
Anto yang masih memiliki orang tua ini, lebih memilih hidup di jalanan
daripada harus pulang ke rumahnya, hal ini di karenakan orang tuanya
telah mengusirnya saat terjerat kasus dan ditahan di LP Muara Padang.

Anto mengaku bahwa untuk bertahan hidup di jalanan, ia harus bisa


menjadi pribadi yang bisa menyenangkan orang lain, karena kehidupan di
jalanan sangat keras. Dalam 1 detik, kawan bisa jadi lawan, dan lawan
bisa jadi kawan. Oleh karena itu, ia tidak boleh melawan arus pergaulan.

Biasanya dalam sehari, Anto akan menghasilkan uang sebanyak Rp


20.000,- dari usaha mengamen. Anto juga mengungkapkan bahwa
apabila dalam sehari ia tidak mendapatkan uang dari usaha

mengamennya, maka ia harus mencari alternatif lain, seperti mengompas


di lingkungan taman Imam Bonjol dengan alasan sebagai uang keamanan
dan sebagainya. Saat ditanyakan tentang tempat tidurnya pada malam
hari, Anto menceritakan bahwa ia dan teman-teman biasanya tidur di
rumah gadang yang ada di taman Imam Bonjol. Namun, apabila ada
penjaga (Satpol PP atau Polisi) maka ia dan teman-temannya segera
pindah dan keliling kota Padang mencari tempat menginap gratis untuk
sementara.

Anto merasa puas dengan hidup bebas seperti sekarang, tanpa


harus merasa bersalah pada kedua orang tuanya. Sejak diusir dari rumah,
Anto yang asli dari daerah Pesisir ini tidak mau lagi meminta uang pada
orang tuanya dan tidak pernah lagi tinggal di rumah bersama keluarga.
Saat
ditanyakan
tentang
keinginan
atau
cita-citanya,
Anto
mengemukakan bahwa ia tidak memiliki cita-cita dan tidak bermimpi jadi
orang yang sukses. Hal yang ia inginkan adalah bisa hidup bebas dan
damai.

B. IMPLIKASINYA DALAM KONSELING


Layanan yang dapat diberikan untuk anak jalanan seperti Anto, adalah :
1. Layanan Informasi, yaitu penyampaian berbagai informasi kepada
sasaran layanan agar individu dapat menolah dan memanfaatkan
informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya.
Untuk anak jalanan tersebut, kegiatan ini dilaksanakan dengan
pemberian informasi tentang :
Pentingnya pendidikan untuk anak seusianya.
Hakikat kehidupan yang layak dan sebenarnya.
2. Layanan
Konseling
Perorangan,
yaitu
dengan
membantu
mengembangkan potensi individu dan mengentaskan permasalahan
yang sedang individu alami. Untuk anak jalanan, kegiatan ini
dilaksanakan dengan pembahasan tentang :
Persepsi tentang arti kehidupan dan masa depan itu perlu dan
penting.
Perencanaan masa depan yang lebih baik.
C. WRAP UP

Dari hasil penelitian yayasan Nanda (1996 : 112) ada beberapa ciri
secara umum anak jalanan antara lain :
a. Berada di tempat umum (jalanan, pasar, pertokoan, tempat-tempat
hiburan) selama 24 jam.
b. Berpendidikan rendah (kebanyakan putus sekolah, serta sedikit sekali
yang lulus SD).
c. Berasal dari keluarga-keluarga tidak mampu (kebanyakan kaum urban
dan beberapa diantaranya tidak jelas keluarganya).
d. Melakukan aktifitas ekonomi (melakukan pekerjaan pada sektor
informal).
Dari ke empat ciri tersebut, Anto memenuhi kriteria anak jalanan yang
harus diberi bimbingan dalam menjalani kehidupan dan memaknai
pendidikan.