Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
Pengertian luas tentang showroom adalah ruang pamer, ruang yang khusus

digunakan sebagai tempat memamerkan mobil. Masyarakat umum menyebut


demikian karena secara global dan sudah menjadi kebiasaan berasumsi bahwa
tempat untuk memajang bernama showroom. Dimana showroom atau ruang pamer
mobil dengan satu merk yang sudah mendunia dan berada dalam satu negara
terdiri dari beberapa cabang dalam satu kota dan hanya ada satu pusat dalam satu
negara, serta ruang pamer mobil bekas atau yang sering disebut mobkas dengan
berbagai merk mobil serta tidak memberikan fasilitas lengkap, maka masyarakat
tetap menyebutnya showroom mobil bekas. Kata-kata showroom pun menjadi
sama pengertiannya yaitu tempat untuk memajang mobil. Padahal kata showroom
tidak demikian artinya, menurut Gilbert Mc Devinn adalah wilayah atau tempat
yang menyediakan jasa jual beli mobil dengan fasilitas lengkap seperti servis
(bengkel), spare part dan fasilitas pendukung lainnya. Selain itu showroom juga
dapat diartikan sebagai tempat display untuk furniture ataupun barang yang
memang untuk dipamerkan.
Tujuan showroom dibuat adalah untuk memberikan fasilitas akan
kebutuhan, dimana kebutuhan kendaraan saat ini sangat kompleks. Terbukti pada
tahun 2005, Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia)
optimis akan membesarnya pasar mobil Indonesia tahun 2005 yang penjualannya
ditargetkan mencapai angka 560.000 unit. Mendukung hal itu Presiden Direktur
PT. Indomobil Sukses Makmur mengatakan Kecenderungan masyarakat untuk
memiliki mobil tetap tinggi pada kelas dengan harga sekitar seratus lima puluh
juta rupiah kebawah. Harga inilah yang sesuai dengan daya beli masyarakat saat
ini. (Sindhuwinata, 2005).
Karena kebutuhan akan kendaraan, maka di kota-kota besar sudah terdapat
berbagai macam showroom mobil dengan berbagai merk sedikitnya 2 showroom.
Ada beberapa showroom mobil dengan berbagai merk yang berada di Surabaya
seperti NISSAN, Toyota, Honda dan sebagainya, karena Surabaya terkenal dengan
sebutan kota metropolis. Letak Surabaya yang berbatasan langsung dengan
BAB I PENDAHULUAN

sebelah Utara Selat Madura, sebelah Barat Kabupaten Gresik, sebelah Selatan
dengan Sidoarjo dan sebelah Timur dengan Selat Madura. Surabaya adalah ibu
kota sekaligus pusat pemerintahan Jawa Timur, kota ini terletak di tepian sungai
berantas. Kota ini dikenal dengan sebutan kota Pahlawan dan memiliki luasan
290,44 kilometer persegi.

(Ensiklopedia Nasional

Indonesia jilid 15 hal 421).


Seiring dengan perkembangan jaman, maka dunia perbisnisan di Surabaya
menjadi lebih semarak dalam mensukseskan usahanya. Tidak terlebih dengan
showroom NISSAN yang memberikan fasilitas lengkap, dimana fasilitas tersebut
membuat para konsumennya merasa aman dan nyaman saat berada dalamnya.
Karena berbagai fasilitas pendukung seperti display area and receptionist, waiting
area, playground dan lain-lain seperti fasilitas pendukung test drive dan service
terdapat pada showroom tersebut. Tujuan utama NISSAN memang menciptakan
suatu inovasi demi tercapainya tujuan bersama anggota keluarga. Maka pada saat
NISSAN mengeluarkan mobil sampai saat ini, desainnya selalu besar, sehingga

mampu

berkapaitas

sampai

orang.

Ini

saatnya

NISSAN

dalam

mengembangkan bisnisnya dengan memberikan fasilitas yang lebih lengkap, agar


semua anggota keluarga dapat menikmati saat di dalam showroom tersebut.
Saat ini NISSAN Motor Indonesia juga ikut sebagai bagian dari NISSAN
Global turut berpartisipasi dalam melaksanakan program GT 2012. GT 2012
menjadi acuan untuk terus mengembangkan jaringan dealer di seluruh Indonesia,
memproduksi kendaraan-kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan fokus
kepada kualitas produk. NISSAN GT 2012 merefleksikan tekad perusahaan untuk
mewujudkan pengembangan masyarakat yang bergerak secara berkesinambungan.
Saat ini sangat didambakan adanya keseimbangan antara pasar dunia yang
berpotensi tumbuh dan kebutuhan akan planet bumi yang lebih bersih. NISSAN
yakin dengan ketersediaan kendaraan masal tanpa emisi yang terjangkau
merupakan terobosan paling signifikan dari industri automotive. Bersama Renault,
NISSAN bertekad untuk menjadi yang terdepan.

Semakin pesat berkembangnya kota Surabaya, semakin tinggi tingkat


mobilitas masyarakatnya, maka dari itu NISSAN memberikan pelayanan di kota
Surabaya sebanyak 2 showroom yang mempunyai posisi khusus dalam sebuah
industri entertainment, karena hal ini menyangkut citra dan image NISSAN di
BAB I PENDAHULUAN

Surabaya. Sesuai dengan visi dan misi perusahaan yang bergerak pada
perdagangan dengan menyediakan jasa, maka NISSAN mempunyai patokan visi
dan misi yang menjadikan pedoman untuk memperkenalkan produk dan
perusahaannya lebih luas. Sebagaimana visi dan misi dari NISSAN sebagai
berikut:
Visi
NISSAN : Memperkaya kehidupan setiap individu.

Misi
NISSAN menyediakan produk dan jasa automotive secara unik dan inofatif yang

menghasilkan nilai keberhasilan tinggi bagi semua pengguna kendaraan dengan


aliansinya bersama Renaults.
Pada prinsip-prinsip pemahaman, NISSAN

mempunyai

guiding principle

S U C C E S S yang dapat diuraikan sebagai berikut:


S: Seeking Profitable Growth
U: Unique and Innovative: "Bold and Thoughtful"
C: Customer-Focused and Environment Friendly
C: Cross Functional and Global
E: Earnings and Profit Driven
S : Speed
S : Stretch
Disamping itu, NISSAN mempunyai slogan SHIFT_the way you move.
Dimana SHIFT_ merupakan semangatnya dalam mengubah pakem atau nilai-nilai
tradisional untuk menciptakan dan menawarkan serangkaian nilai-nilai baru.
Slogan ini mengkomunikasikan pemikiran NISSAN yang berupaya kuat untuk
terus menyediakan pengalaman-pengalaman menyenangkan dan kemungkinankemungkinan baru di kehidupan sehari-hari, meskipun dunia dan sarana
transportasi juga terus berubah. SHIFT_ the way you move juga
mengekspresikan aspirasi NISSAN untuk mengubah pandangan masyarakat
terhadap kendaraan, dimana kendaraan bukan lagi alat transportasi semata tapi
lebih ke pengalaman emosional. NISSAN sudah menggunakan konsep SHIFT_
secara global sejak 2001, namun penggunaan kata-kata setelah SHIFT_ bervariasi

BAB I PENDAHULUAN

sesuai negara dan produk. Maka NISSAN harus memunculkan sebuah konsep baru
dalam industri entertainment perdagangan, yakni dengan konsep baru yang
memunculkan keamanan dan kenyamanan pada setiap konsumen dengan
perubahan modern menjadi gaya futuris.
1.2

IDENTIFIKASI MASALAH

Jarang terdapat sebuah showroom yang memberikan fasilitas utama


maupun pendukung dengan memaksimalkan lahan terbatas dengan
berbagai kebutuhan ruang,

Kurang memaksimalkan kebutuhan waiting room untuk konsumen dengan


perbedaan kebutuhan,

Kurang tercapainya fasilitas untuk area playground/tempat bermain anak


yang lebih leluasa,

Kurangnya permainan lighting dan penggunaan general lamp,

Kurang efisien dalam melakukan kegiatan test drive sebagai fasilitas


pendukung yang dilakukan oleh konsumen, karena tidak tersedianya area
lahan untuk kegiatan tersebut.

1.3

PERUMUSAN MASALAH
Pada display area and receptionist yang ada saat ini menjadi kurang

menarik jika hanya terdapat meja dengan perlengkapan kursi, tanpa mengeksplor
permainan cahaya dan warna corporate. Bahkan tingkat estetika pada lantai,
dinding dan ceiling untuk menjadikan konsumen sebagai raja (terhormat) tidak
menonjol. Tema yang diusung NISSAN saat ini modern, dan semua terlihat pada
bentukan arsitektur, furniture serta fasilitas. Pembagian tempat resepsionis ini
juga kurang mendapat perhatian konsumen karena letaknya yang terdapat di
pinggir ruangan dan tidak terlihat sebagai point of view yang secara bahasa dan
kesan adalah menyapa, memperhatikan serta mempersilahkan konsumen untuk
memilih ataupun hanya sekedar melihat mobil. Padahal, jika suasana yang ada
saat ini tetap diterapkan, para konsumen pun kurang memaksimalkan fasilitas
yang disediakan. Selain para pengunjung yang datang menservis mobil, melihat
mobil dan membeli mobil pada tema baru yang akan diterapkan, tetapi tetap saja
kebutuhan dan kepuasan mereka terjawab jika suasana, peletakan area dan
fasilitas dikelola dengan baik, sehingga menjadi tingkat kepuasan tersendiri.
BAB I PENDAHULUAN

Pada waiting area hanya menambahkan fasilitas dan memaksimalkan


permainan cahaya yang ditujukan pada konsumen untuk tidak terlalu jenuh.
Sedangkan pada area playground yang kurang mendapat perhatian, karena hanya
terdapat alas dan mainan tanpa sekat yang memperjelaskan bahwa area tersebut
tempat bermain anak. Selain itu pandangan yang kurang leluasa dan kurang
nyaman terjadi di area tersebut yang berada di belakang jajaran display mobil.
Ragam jenis mainan pun juga kurang menarik, karena hanya berupa toy bricks.
Selain itu untuk penambahan kebutuhan pendukung, test drive yang berada
di luar area showroom bersifat kurang nyaman. Karena akan menempuh jarak jauh
sekitar putar balik dolog sampai bundaran waru. Disamping itu waktu yang tidak
efisien menjadi kendala. Pastinya membutuhkan banyak waktu karena terletak
pada daerah rawan macet, selain itu tidak semua konsumen mempunyai banyak
waktu.
Kesimpulan:
Maka dari itu NISSAN akan menekankan pada display area and receptionist,
waiting area serta penambahan ruangan untuk playground agar lebih leluasa
dalam beraktifitas. Pada display area and receptionist akan diletakkan
sebagaimana saat konsumen datang dapat merasa terhormat, hal ini dikarenakan
mengingat showroom adalah suatu bangunan komersil yang selalu memanjakan
para konsumennya agar tidak kecewa. Selain itu penambahan fasilitas pada
waiting area, suasana santai pun juga menjadi prioritas utama pada area tersebut.
Selain itu, penambahan fasilitas pendukung area test drive juga disediakan
didalam area showroom, sehingga konsumen tidak perlu menyediakan waktu
untuk melakukan pengecekan kenyamanan dari suatu produk mobil.

Dalam

mewujudkan fasilitas yang lengkap dan menarik, Nissan juga menyediakan


tempat tersendiri untuk bermain yang didalamnya terdapat berbagai macam jenis
permainan, sehingga orang tua tidak perlu khawatir jika jauh dari letak buah
hatinya, karena akan tetap bisa mengontrol. Semua hal ini dapat diwujudkan
dengan mengoptimalkan sistem tata ruang yang baik, termasuk didalamnya
mengoptimalkan pencahayaan, pengkondisian udara dan akustik ruang serta
penggunaan furniture yang tepat dengan warna dan mewakili dari style futurist
sehingga nyaman untuk digunakan.

BAB I PENDAHULUAN

1.4

BATASAN MASALAH
Pada showroom NISSAN A. Yani yang akan digunakan sebagai obyek

Tugas Akhir adalah Lighting dan Color. Serta sedikit pengolahan tata ruang agar
lebih terasa aman dan nyaman. Sehingga sebagai batasan masalah adalah sebagai
berikut:
1.

Kebutuhan ruang yang sebelumnya telah disediakan NISSAN tidak


dihilangkan, tetapi penambahan dengan detail menjadi prioritas utama dalam
sebuah desain,

2.

Segmentasi konsumen berusia antar 15-55 tahun dari kalangan menegah


keatas,

3.

Dalam pengaplikasian konsep comfy and family harmony, diusahakan tidak


menghilangkan image dari NISSAN sebagai showroom,

4.

Pemilihan sistem lighting disesuaikan dengan kebutuhan ruang dari setiap


aktifitas dengan terapan konsep futurist,

5.

Warna yang diberikan mewakili image dari NISSAN,

6.

Tema comfy and family harmony menyesuaikan dengan kebutuhan


eksisting serta fungsi dari ruang yang ada dalam area tersebut, terkecuali
dengan penambahan ruang yang telah disebutkan.

1.5

TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan Riset Desain Interior ini adalah sebagai berikut :


1.5.1 Tujuan
Menghasilkan karya rancang yang memungkinkan tercapainya hal-hal
seperti dibawah ini :
1.

Menciptakan sesuatu bersifat baru yang belum pernah ada dalam mendesain
dan memberikan fasilitas pada showroom demi kenyamanan konsumen,

2.

Menciptakan sebuah showroom dengan konsep comfy and family harmony


yang mempunyai fungsi berbeda pada setiap ruang yang tersedia untuk setiap
segmentasi pengunjung,

3.

Menampilkan tema comfy and amily harmony yang mengacu style


futurist, yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan eksisting serta fungsi
dari ruang yang ada dalam area tersebut. Semua ini ditujukan pada keamanan

BAB I PENDAHULUAN

dan kenyamanan konsumen,


4.

Menciptakan sistem interior dengan penggunaan yang fleksibel terhadap


beragam aktivitas yang dilakukan/diselenggarakan pada bangunan tersebut
seperti fasilitas pendukung testdrive pada satu area.

1.5.2 Manfaat
Dengan adanya sebuah konsep dan tema baru di showroom, maka akan
semakin menguatkan slogan SHIFT_the way you move dan kesejajaran konsep
produk sehingga akan semakin menarik para konsumen untuk datang ke
showroom NISSAN A. Yani. Dengan semakin bertambahnya konsumen, akan
berpengaruh pada ragam fasilitas yang semakin menerima masyarakat untuk lebih
mengenal dunia automotive lewat showroom NISSAN. Semakin dikenalnya
berbagai kebutuhan yang melibatkan mobil, maka jasa showroom dimasyarakat
akan semakin berkembang.
1.6

DEFINISI JUDUL

Judul Proyek Desain :


INTERIOR DESIGN NISSAN SHOWROOM WITH FUTURIST STYLE
THE DESCRIBE ATMOSPHERE COMFY AND FAMILY HARMONY
Desain Interior adalah karya arsitek atau desainer yang khusus menyangkut
bagian dalam dari suatu bangunan. Tujuan dari desain interior adalah memenuhi
berbagai

macam

kebutuhan

penghuni

secara

memuaskan,

dengan

mengembangkan unsur-unsur: fungsi, perabot, organisasi ruang, lantai, dinding,


langit-langit, hiasan/elemen estetis, pengkondisian udara, pencahayaan, akustik,
konstruksi, teknologi, sosial-budaya, anthropometri dan ergonomi.
Futurist, suatu style desain yang mencerminkan simbol teknologi, yang selalu
berkembang ke masa depan. Desain yang memiliki karakteristik logam dan kaca,
yang berpegang pada ekspresi kejujuran, yang biasanya mengandung ide tentang
produksi industrial, yang menggunakan industri selain industri bangunan sebagai
sumber teknologi dan imajinasi, dan yang memberikan prioritas pada fleksibilitas.
Comfy and Family Harmony, Sesuatu yang bersifat keamanan dan kenyamanan,
semua fasilitas ini dutujukan untuk para konsumen NISSAN. Dimana, semua

BAB I PENDAHULUAN

anggota keluarga dapat terwadahi dengan beberapa fasilitas yang tersedia dengan
segmentasi berbeda sesuai kebutuhan.
Jadi dengan adanya sebuah konsep dan tema baru pada NISSAN, maka
akan semakin menguatkan slogan SHIFT_ the way you move, sehingga akan
semakin menarik para konsumen untuk datang ke showroom tersebut. Dengan
semakin bertambahnya konsumen, akan berpengaruh pada ragam fasilitas yang
semakin menarik masyarakat untuk lebih mengenal dunia automotive.
1.7

METODOLOGI

Tahap-tahapnya meliputi:
a.

Tahap Identifikasi Obyek dan Permasalahan


Merupakan tahap yang dilakukan dengan mengadakan survey pengamatan

terhadap obyek kasus berdasarkan definisi serta latar belakang fungsionalitasnya


untuk menentukan faktor-faktor yang terkait. Dari beberapa permasalahan yang
didapatkan berdasarkan pengamatan dan survey terhadap pengguna akan
ditentukan permasalahan yang relevan dengan menerapkan beberapa batasan
(problem identification).
b.

Tahap Pengumpulan Data


Tahap ini digunakan untuk mencari dan mengumpulkan data informasi

yang relevan dari berbagai sumber, antara lain:


-

Data narasumber, yaitu data primer yang diperoleh dari pihak-pihak terkait
mengenai obyek perancangan.

Data survey, yaitu data primer yang diperoleh dari hasil pengamatan di
lapangan antara lain kegiatan/aktivitas primer dan aktivitas lain, fasilitas
pendukung, serta sirkulasi baik orang maupun barang.

Data wawancara, yaitu wawancara keinginan dari karyawan yang meliputi


staff/sales dan montir.

Data literatur, yaitu data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber
referensi teks baik yang bersifat teori kualitatif, perhitungan kuantitatif,
dan spesifikasi teknis.

c.

Tahap Analisa
Dalam tahap ini berbagai permasalahan diuraikan untuk mendapatkan

BAB I PENDAHULUAN

gambaran obyek secara menyeluruh. Dari uraian tersebut akan ditentukan


parameter tentang keberhasilan suatu obyek berdasarkan pemenuhan standar pada
analisa beberapa faktor untuk menghasilkan suatu produk yang optimal, meliputi:
-

Analisa arsitektur dan desain yang telah dibuat


Bentuk arsitektur gedung menganalogikan dari style futuris dengan
bentukan minim sudut/stream. Pada perusahaan automotive yang bersifat
komersil, seperti showroom NISSAN, dijadikan inspirasi untuk mendesain
interior dan elemen-elemennya sebagai bentuk kesatuan antara ruang
dalam dan ruang luar.

Analisa aktivitas user dan fungsi


Yaitu analisa tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan user, dimana studi
aktifitas dilakukan untuk mengetahui kebutuhan ruang, besaran ruang,
sirkulasi ruang, hubungan antar ruang dan kebutuhan furniturnya.

Analisa pembanding
Yaitu analisa terhadap perusahaan automotive lainnya pada bagian-bagian
area tertentu, termasuk pada furnishing dan elemen-elemen pendukung
lainnya.

Analisa teknologi
Yaitu analisa tentang penggunaan teknologi dalam mendukung aktifitas
kerja karyawan dan kebutuhan konsumen dalam sebuah ruang. Penerapan
elemen interior yang bersifat teknis meliputi penggunaan material,
pencahayaan dan mekanikal elektrikal

d.

Tahap Penentuan Konsep


Dalam tahap ini berisi berbagai ide perancangan untuk mengatasi

permasalahan-permasalahan yang ada (diketahui dari hasil analisa), dari berbagai


ide itu dibuat beberapa alternatif hingga terpilih salah satunya sebagai ide/konsep
desain terbaik yang selanjutnya akan dibawa ketahap berikutnya yaitu aplikasi
pada desain.
e.

Tahap Perancangan/Desain
Pada tahap ini berisi aplikasi dari konsep pada desain (bentuk, furnishing,

warna, material, mekanikal elektrikal dan elemenelemen lainnya)


BAB I PENDAHULUAN

yang
9

dituangkan dalam media gambar, presentasi digital atau maket.

BAB I PENDAHULUAN

10

Proses Desain

Skema 1.1Proses desain

BAB I PENDAHULUAN

11

halaman ini sengaja dikosongkan

BAB I PENDAHULUAN

12