Anda di halaman 1dari 36

PREEKLAMSIA

DAN EKLAMSIA
DISUSUN OLEH:
DIAH AYU WULANDARI
DWI TIARA SARI
ERINNA MAULINA
FADHILAH AKMALIAH
FARRAS YANZA

mutla
k

MUTLAK

MGSO4 40% 4 gram /IV dioplos


dengan aquabides sebanyak 10 cc,
6
diberikan selama 10-15 menit
Segera lanjutkan pemberian MgSO4
40% 6 gram /drip dalam larutan RL
500 ml dihabiskan dalam waktu 1
jam 28 tpm

Kala I
I. DATA SUBJEKTIF (S)
Identitas
Pasien

Suami Pasien

Ny. R

Tn. R

35 tahun

35 tahun

Pekerjaan

IRT

Buruh

Pendidikan

SD

SMU

Islam

Islam

Tidak tahu

Sunda

Sunda

Nama
Usia

Agama
Golongan darah
Suku Bangsa
Alamat

Kp. Cibatu Girang Rt. 01/15,


Pancalikan Desa Sekarwangi

Keluhan Utama :
Pasien mengatakan sedang hamil 9 bulan, ini
kehamilan yang kedua, pasien merasakan mules
yang teratur dan tidak hilang ketika di bawa berjalan
sejak kemarin tanggal 4-05-2014 pukul 20.00WIB,
pasien juga mengatakan sudah keluar lendir
bercampur darah namun belum keluar air-air yang
banyak dan tidak tertahan dari jalan lahir dan
gerakan janin masih aktif dirasakan ibu hingga saat
ini. Sejak kemarin pasien merasakan pusing yang
terasa berat. Penglihatan masih jelas dan pasien
terkadang merasakan
nyeri pada ulu hati namun saat pengkajian pasien
mengatakan tidak merasakan nyeri pada ulu hati.

Riwayat kehamilan sekarang


1. Status kehamilan : G2P1A0
2. HPHT : 04-08-2013
3. TP : 11-05-2014
4. Usia kehamilan : 39 minggu 1 hari
5. Gerakan janin : masih dirasakan aktif
dan sering
6. Imunisasi TT : 2x selama hamil
TT1 pada tgl 03-01-2014
TT2 pada tgl 31-01-2014

Riwayat ANC :
Pasien mengatakan memeriksakan
kehamilannya sebanyak 7 kali di
bidan, hasil pemeriksaan terakhir
bidan 1 hari yang lalu yaitu usia
kehamilan pasien sudah 9 bulan,
bidan menganjurkan ibu untuk
melahirkan di rumah sakit karena
tekanan darah ibu tinggi, dan protein
urine +2, dan kondisi janinnya baik.

Riwayat Obstetri
Tah

Usia

Jenis

keham persali

Anak
Penol Nif Se B

PB

Keada

as

200 Aterm Spont Bidan Bai

3, 50cm Hidup

un

ilan

nan

an

ong

5k
g

201 Hamil
1

ini

an

Riwayat Kesehatan
Pasien mengatakan sedang menderita hipertensi
sejak usia kehamilan 37minggu
Tidak ada riwayat penyakit turunan seperti penyakit
jantung, asma, DM,dll dalam keluarga pasien
namun, ibu pasien menderita hipertensi
Pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat
keturunan kembar
Pasien tidak mempunyai alergi pada obat dan
makanan tertentu selama ini
Pasien mengatakan bahwa dirinya tidak mengalami
nyeri saat BAK dan gejala2 yang menunjukkan
infeksi saluran kemih

DATA OBJEKTIF (O)


Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos Mentis
Pemeriksaan tanda-tanda vital
a. TD : 160/100 mmHg
b. Nadi : 82 x/ menit
c. Suhu : 37,20C
d. Pernafasan : 21 x/menit
Pemeriksaan fisik
Mata
- Sclera
: Tidak ikterik
- Konjungtiva : Tidak anemis
Muka
: tidak oedem, tidak pucat
Leher
: Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening,
kelenjar tiroid dan pembengjajan vena jugularis

Payudara : bersih, putting menonjol kiri dan kanan,


Kolostrum (+)
Abdomen : tidak terdapat luka operasi, tidak ada striae
gravidarum
TFU
: 28 cm
Leopold I : bagian fundus teraba 1 bagian agak bulat,
lunak dan tidak melenting
Leopold II :
Kiri
: teraba 1 bagian keras memanjang
Kanan
: teraba bagian-bagian kecil janin
Leopold III : bagian terendah janin teraba 1 bagian bulat,
keras dan tidak melenting.
Leopold IV : kepala sudah masuk PAP, teraba 3/5 bagian
DJJ

: 140x/menit, reguler

His

: 3x/10/40, kuat

TBJ

: 2635 gram

Ekstremitas
Atas : tidak terdapat oedema
Bawah: refleks patella +/+, oedema tungkai +/+, varies -/Pemeriksaan Dalam
Vulva/vagina
: tidak ada varices dan tanda-tanda
Portio
: tipis, lunak
Pembukaan
: 7 cm
Ketuban
: utuh
Presentasi
: kepala
Penurunan Kepala
: Station +1
Posisi
: UUK Kiri Depan
Molase dan kaput : tidak teraba
Bagian-bagian keci : tidak teraba
Pemeriksaan Penunjang
Hb
: 11,4 gr%
Gol. Darah
: A rhesus (+)
Protein Urin
: +3

III.ANALISA (A)
G2P1A0 hamil 39 minggu 1 hari kala I fase aktif dengan pre eklampsia berat.
Janin tunggal hidup intrauterine presentasi kepala
IV.PENATALAKSANAAN (P)
1.Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa pembukaan sudah 7 cm,
menjelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa ibu mengalami PEB
dan membutuhkan penanganan segera untuk mengantisipasi terjadinya kejan ibu
dan keluarga paham dan menyetujui penanganan yang akan dilakukan
2.Kolaborasi dengan dokter, advice dokter : Protap PEB sudah dilakukan
pemasangan infus RL 100cc+ 10 cc MgSO4 40% habis dalam 15-30 menit (Loading
Dose) nifedipine 1x10mg sudah diberikan nifedipine 1x10mg/Sublingual
3.Induksi persalinan Drip Oxytocin 5 IU sudah dilakukan pemasangan infus RL
500cc+Oxytocyn 5 IU, pukul : 18.50 WIB
4.Memberitahu ibu untuk tidak mengedan sebelum pembukaan lengkap ibu
mengikuti anjuran, tidak mengedan
5.Mengajarkan ibu teknik relaksasi saat adanya hiss ibu mengerti
6.Menganjurkan keluarga untuk memenuhi nutrisi dan hidrasi ibu nutrisi dan hidrasi
ibu terpenuhi
7.Memberitahu pasien untuk tidak menahan BAK agar tidak menghambat penurunan
bagian terendah janin pasien mengerti
8.Memberi dukungan dan semangat pada ibu
9.Menyiapkan partus set, hecting set, obat-obatan, air DTT, Klorin 0,5% dan
perlengkapan ibu serta bayi
10.
Melakukan pemantauan his, DJJ, TTV setiap jam, TD ibu tetap tinggi

KALA II, pukul: 19.25 WIB


I. SUBJEKTIF (S)
Ibu mengatakan ingin sekali mengedan sudah seperti mau
BAB
II.OBJEKTIF (O)
Keadaan umum : baik
Pemeriksaan tanda-tanda vital
TD : 160/100 mmHg
N : 81 x/menit
S : 37,00C
R : 20 x/menit
His : 4x/10/50 kuat
DJJ : 141x/menit, reguler
Periksa dalam
a) Vulva/vagina : tidak ada kelainan
b) Portio
: tidak teraba
c) Pembukaan
: 10 cm (lengkap)
d) Ketuban
: dilakukan amniotomi (19.25 WIB), warna air
ket: jernih,
bau:khas
e) Presentasi
: kepala
f) Penurunan
: hodge IV,
g) posisi
: ubun-ubun kecil :depan
g) Molase
: tidak teraba

III.ANALISA (A)
G2P1A0 hamil 39 minggu 1 hari partus kala II dengan PEB.
Janin tunggal hidup intrauterine dengan keadaan baik.

IV.PENATALAKSANAAN (P)
Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa pembukaan
sudah lengkap, ibu diperbolehkan mengedan ibu mulai mengedan
Memimpin ibu untuk mengedan saat ada his yang kuat selama 5
menit ibu mengedan kurang baik
Memberitahu ibu untuk beristirahat saat tidak ada his, menganjurkan
ibu untuk menarik napas panjang ibu mengikuti anjuran
Memenuhi kebutuhan hidrasi ibu ibu mau minum air putih
setengah gelas
Saat kepala terlihat di vulva, bidan melakukan episiotomi
mediolateral untuk persiapan vakum
Bidan memasang cup vakum pukul 19. 30 WIB cup vakum telah
terpasang
Saat ibu ada his, memberitahu ibu untuk mengedan dengan kuat dan
bidan melakukan penarikan cup vakum Pukul 19.40 WIB Bayi lahir
dengan EV, JK: P bayi langsung menangis warna kulit kemerahan,
tangis kuat, terdapat kaput suksedaneum, gerak aktif, tidak ada
kesulitan bernapas

KALA III, pukul: 19.40WIB


I. SUBJEKTIF (S)
Ibu merasa lega dan sedikit lemas.

II.OBJEKTIF (O)
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos Mentis
Pemeriksaan Fisik
Abdomen
Palpasi : tidak ada janin kedua
TFU : sepusat
Kontraksi : baik
Uterus : teraba globuler
KK : kosong
Genitalia : darah
50cc

III.ANALISA (A)
P2A0 partus kala III dengan PEB

IV.PENATALAKSANAAN (P)
1. Memberitahu ibu akan disuntik oksitosin agar rahim berkontraksi
dengan baik dan mencegah perdarahan ibu mengetahuinya
2. Menyuntikkan oksitosin 10 IU secara IM di 1/3 anterolateral paha
kanan
3. Mengklem dan memotong tali pusat Bayi ditangani oleh bagian
perinatologi
4. Melihat tanda-tanda pelepasan plasenta : tali pusat memanjang,
uterus globuler, adanya semburan darah
5. Melakukan penegangan tali pusat terkendali Plasenta lahir
pukul 19.45WIB
6. Melakukan masase uterus selama 15 detik kontraksi uterus baik

KALA IV, pukul: 20.00WIB


I. SUBJEKTIF (S)
Pasien merasa senang atas kelahiran putrinya dan merasa
nyeri pada luka jalan lahir

II.OBJEKTIF (O)
Keadaan umum : baik
Pemeriksaan tanda-tanda vital
a. TD
: 160/100 mmHg
b. N
: 79x/menit
c. R
: 21x/menit
d. S
: 37,10C
Abdomen
:
TFU
: sepusat
Kontraksi
: baik
Kandung kemih : kosong
Genitalia
:
Perdarahan : 250 ml
Perineum : laserasi grade II

III.ANALISA (A)
P2A0 partus kala IV dengan PEB

IV. PENATALAKSANAAN (P)


1. Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu
2. Memeriksa laserasi jalan lahir terdapat laserasi pada perineum
grade II
3. Menyuntikkan lidokain 1% untuk anestesi pada luka episiotomi
sudah dilakukan
1. Melakukan penjahitan perineum teknik jelujur dan subkutikuler
laserasi teratasi
2. Mengajarkan ibu teknik masase uterus agar uterus tetap
berkontraksi dengan baik ibu bisa melakukannya
3. Membersihkan ibu dan tempat bersalin, serta membantu ibu ganti
pakaian, dan memakai kain ibu merasa nyaman
4. Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya kala IV dan menganjurkan
ibu untuk segera memberitahu petugas jika mengalami salah satu
tanda bahaya ibu mengerti
5. Merapikan alat, mendekontaminasi dalam larutan klorin 0,5%
selama 10 menit