Anda di halaman 1dari 10

Home Penulis Tamu Sekilas Permasalahan Aset Tetap dan Pengaruhnya Terhadap Opini Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

converted by Web2PDFConvert.com

Oleh : Fadjar Prajitno*


Aset tetap masih merupakan akun yang dikecualikan atau dianggap tidak wajar dalam opini laporan keuangan pemerintah daerah (pemda). Hal ini tidak terlepas
dari banyaknya permasalahan aset tetap yang dihadapi pemda. Beberapa contoh permasalahan aset tetap yang sering dijumpai pada pemda antara lain:
1. Pemda tidak melakukan kapitalisasi terhadap biaya-biaya yang sebenarnya menambah harga perolehan aset tetap. Hal ini terkait kesalahan penganggaran
seperti belanja yang seharusnya dianggarkan pada belanja modal tapi dianggarkan pada belanja barang dan jasa atau belanja pegawai.
2. Penilaian aset tetap, pengungkapan nilai aset tetap tidak lengkap dan memadai,yaitu aset tetap tidak didukung rincian aset, pengklasifikasian aset tetap tidak
sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

converted by Web2PDFConvert.com

3. Pengamanan aset tetap yang tidak memadai baik secara fisik maupun secara administrasi termasuk di antaranya masalah bukti kepemilikan.
4. Aset tetap pada sekolah-sekolah banyak yang belum tercatat.
5. Aset tetap dari daerah induk yang diserahkan kepada daerah baru atau daerah pemekaran tidak didukung rincian yang informatif dan tidak disertai bukti
kepemilikan.
Dari semua contoh permasalahan aset di atas barangkali tidak semuanya berpengaruh terhadap opini Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), begitu
juga dengan permasalahan lainnya yang terkait aset tetap.Permasalahan aset tetap dapat mempengaruhi opini apabila ada kondisi terjadi pembatasan lingkup
audit atau kecukupan bukti. Kondisi lainnya adalah terjadinya penyimpangan dari prinsip akuntansi atau salah saji.Kondisi-kondisi ini harus dikaitkan dengan
tingkat materialitas akun aset tetap dan dampaknya terhadap laporan keuangan secara keseluruhan.
Berikut disajikan contoh usulan pertimbangan opini atas LKPD Kabupaten Antah Berantah di Mayapada Tahun Anggaran 20xx :Penetapan Materialitas Tingkat
Laporan Keuangan atau Planning Materiality (PM) = 2,38% dari Realisasi Belanja Tahun Anggaran 20xx ( 2,38% x Rp647 milyar = Rp15.398.600.000,00). Batas akun
signifikan adalah 50% dari PM. Akun yang berdampak pada opini adalah aset tetap tanah dan belanja modal.
Terdapat aset tetap tanah senilai Rp67 milyar yang tidak dilengkapi bukti kepemilikan pada tanah kompleks perkantoran Mayapada, selain itutanah
tersebutdalam sengketa dengan masyarakat sekitarnya.Pihak BPN menyatakan tidak ada bukti kuat yang dimiliki Pemerintah Antah Berantah, sedangkan
masyarakat memiliki sertifikat atas tanah tersebut.Aset tanah yang bermasalah ini nilainya material dan signifikan karena melebihi 50% PMsehingga berakibat
pembatasan lingkup bagi auditor (auditor tidak dapat melakukan penilaian lebih lanjut karena pemerintah daerah tidak mempunyai bukti kepemilikan tanah dan
tanah tersebut dalam sengketa dengan masyarakat) dan mempengaruhi opini. Sedangkan untuk akun belanja modal terdapat kesalahan penganggaran yang
mestinya merupakan belanja barang dan jasa senilai Rp12,6 milyar.Laporan Realisasi Anggaran (LRA) tidak dapat dikoreksi dan nilai kesalahan penganggaran ini
melebihi batasmaterialitas yang dapat ditolerir (hasil perhitungan tolerable erroruntuk belanja modal adalah sebesar Rp1,7 milyar) sehingga mempengaruhi
opini karena terdapat misstatement (belanja modal terlalu tinggi senilai Rp12,6 milyar dan belanja barang dan jasa terlalu rendah Rp12,6 milyar) yang tidak
sesuai Standar Akuntasi Pemerintah (SAP).
Hasil dari penentuan opini ini adalah LKPD Kabupaten Antah Berantah Tahun Anggaran 20xx dinyatakan Wajar Dengan Pengecualian dengan alasan adanya
pengecualian berupa pembatasan lingkup pada aset tetap dan misstatement pada belanja modal.
Selain permasalahan penganggaran terkait aset tetap, aset tetap yang tidak memiliki atau tidak didukung rincian aset tetap serta aset tetap tanpa bukti
kepemilikan, permasalahan aset tetap lainnya yang dapat mempengaruhi opini laporan keuangan daerah antara lain :
Aset tetap yang tidak mencantumkan nilai atau hanya dinilai Rp1.
Pemerintah daerah kadang kesulitan mencantumkan berapa nilai wajar suatu aset tetap sehingga aset tetap tersebut hanya dicatat di Kartu Inventaris Barang
(KIB) tanpa adanya nilai atau hanya dinilai Rp1 saja.Misalkan ada aset tanah ratusan hektar yang tercatat di KIB tanpa ada nilai nominalnya atau hanya dinilai
Rp1 per bidang tanah padahal tanah tersebut berada di kawasan yang harga tanahnya tinggi. Hal ini akan membuat auditor meragukan kewajaran nilai tanah
yang tercantum di neraca. Memang ada kemungkinan sebelumnya diberikan nilai Rp1 agar aset tetap masih tercatat, sementara harga perolehannya yang wajar
belum diketahui.Namun kadang pemerintah daerah berhenti pada nilai Rp1 itu saja tanpa melakukan penilaian kembali untuk mendapatkan nilai yang
semestinya.
Aset tetap tidak dapat ditelusuri dan tidak diketahui keberadaannya.
Dari reviu terhadap KIB yang dibuat SKPD, kadang auditor menemukan adanya aset tetap yang spesifikasi dan letaknya atau pemegangnya tidak dijelaskan atau
tidak dicantumkan dalam KIB.Sebagai contoh untuk KIB A mengenai tanah tidak dicantumkan berapa luasnya dan tidak diketahui di mana letaknya, untuk KIB B
mengenai peralatan dan mesin tidak dicantumkan nomor polisi kendaraan bermotor, berapa nomor mesin atau nomor rangkanya serta siapa yang menguasai
kendaraan tersebut. Untuk KIB C mengenai gedung dan bangunan tidak dicantumkan berapa luas bangunan yang dimaksud, di mana letaknya dan bagaimana
kondisinya.Untuk KIB D, misalnya tidak dicantumkan di mana letaknya secara jelas dan berapa panjang ruas jalan milik pemerintah daerah. Kondisi ini
menghambat auditor untuk menelusuri keberadaan aset tetap tersebut.Apabila bukti-bukti pendukung masih ada, memungkinkan auditor menempuh
prosedur untuk melakukan pengujian terhadap kondisi ini, yaitu dengan melihat bukti kepemilikan tanah, surat tanda nomor kendaraan (stnk) atau bukti
pemilikan kendaraan bermotor (bpkb), ijin mendirikan bangunan (imb) atau kontrak pembuatan gedung atau jalan tersebut. Setelah itu auditor dapat
melakukan cek fisik terhadap aset tetap yang dimaksud untuk membuktikan keberadaan dan kondisinya.Hanya saja, ada kemungkinan bukti-bukti pendukung
yang dimaksud ternyata tidak ada sehingga aset tetap tidak dapat ditelusuri keberadaannya. Contoh kasus : kendaraan bermotor yang dipinjam mantan anggota
DPRD, tidak ada bukti pinjam pakai, tidak ada pencatatan kendaraan dengan nomor polisi sekian dipinjam oleh mantan anggota DPRD bernama siapa sehingga
tidak diketahui siapa yang bertanggungjawab jika aset tetap yang dipinjam hilang atau rusak. Parahnya lagi jika stnk dan bpkb serta kendaraan tersebut tidak ada
atau tidak diketahui keberadaannya.
Temuan terkait aset tetap tidak ditindaklanjuti.
Apabila temuan terkait aset tetap tahun lalu belum ditindaklanjuti pihak pemerintah daerah pada tahun sekarang atau tindaklanjutnya belum sesuai dengan
rekomendasi, maka auditor akan memunculkan kembali temuan tersebut ke dalam temuan tahun sekarang. Hal ini dapat mempengaruhi opini apabila temuan
yang tidak ditindaklanjuti tersebut ternyata pada tahun lalu berpengaruh terhadap opini. Sebaliknya apabila temuan tersebut telah ditindaklanjuti sesuai
rekomendasi maka temuan tersebut tidak akan dimunculkan kembali di tahun sekarang. Contohnya, dinas kesehatan Kabupaten A melakukan pengadaan alat
kesehatan pada tahun X. Hasil pengadaan diserahkan kepada RSUD dan puskesmas. Auditor melakukan cek fisik dan menyimpulkan dari pengadaan itu

converted by Web2PDFConvert.com

terdapat aset tetap peralatan dan mesin sebesar Rp27 milyaryang tidak dirinci per jenis barang.Nilai aset sebesar Rp27 milyar tersebut dicatat berdasarkan nilai
kontrak dan bukan pada jenis barang masing-masing yang terdapat pada RAB. Berdasarkan RAB diketahui bahwa tidak semua jenis barang dapat dikategorikan
sebagai aset tetap. Terdapat sebagian barang yang tidak mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan atau bersifat pakai habis yang tidak seharusnya dicatat
sebagai aset tetap.Pemeriksaan terhadap dokumen Bendahara Barang Dinas Kesehatan diketahui bahwa berita acara serah barang ke dari Dinas Kesehatan ke
RSUD dan puskesmas-puskesmas tidak tersedia secara lengkap. Kondisi tersebut mengakibatkan aset tetap tersebut tidak dapat ditelusur keberadaannya dan
aset tetap sebesar Rp27 milyar tidak dapat diyakini kewajarannya. Rekomendasi yang diberikan adalah merinci aset sebesar Rp27 milyar tersebut dan menelusuri
keberadaannya. Pemerintah daerah Kabupaten A pada tahun X+1 telah menindaklanjuti temuan tersebut sesuai rekomendasi sehingga berbeda dengan tahun
X, pada tahun X+1 untuk akun aset tidak lagi dikecualikan (Kabupaten A masih mendapatkan opini WDP, namun pengecualiannya tidak pada akun aset).
Rincian aset tetap tidak sesuai dengan nilai aset tetap di neraca.
Pada suatu daerah nilai aset tetapnya di neraca yang dibuat oleh bagian keuangan adalah Rp121 milyar tetapi rincian aset yang ada pada bidang aset
menunjukkan nilai aset tetap hanya Rp119 milyar.Atas perbedaan nilai ini tidak ada yang dapat memberikan penjelasan. Selain itu tidak ditemui rincian aset tetap
kecuali rincian aset tetap yang ada pada bidang aset. Hal ini mengakibatkan nilai aset tetap di neraca tidak diyakini kewajarannya.
Pihak inspektorat menyatakan mereka telah melakukan reviu atas laporan keuangan unaudited (yang belum diaudit) tersebut dan menyampaikan adanya
perbedaan nilai aset tetap antara bagian keuangan yang membuat neraca dengan bidang aset yang membuat rincian aset tetap. Namun ketika perbedaan itu
disampaikan kepada bagian keuangan, laporan keuangan yang telah ditandatangani kepala daerah telah diserahkan kepada auditor sehingga belum sempat
dilakukan koreksi terhadap laporan keuangan tersebut.
Terhadap kondisi ini, ada dua pandangan dari sisi auditor yang berbeda.Pertama, auditor menganggap laporan keuangan tersebut dibuat terburu-buru.Auditor
memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah untuk memperbaiki laporan keuangannya sehingga nilai aset tetapnya dineraca sesuai dengan nilai pada
rincian aset tetapnya.Kedua, auditor menganggap laporan keuangan yang telah ditandatangani itu merupakan produk hukum dan kesalahan yang ada pada
laporan keuangan tersebut adalah tanggungjawab pemerintah daerah yang bersangkutan sehingga pemerintah daerah tidak perlu diberikan kesempatan untuk
memperbaiki laporan keuangannya.
Aset tetap yang terkait dengan unsur fraud.
Aset tetap terkait unsur fraud dapat mempengaruhi penentuan opini laporan keuangan.Misalnya jalan senilai Rp2 milyar yang tercantum di neraca ternyata
fiktif.Berarti belanja modal juga fiktif, selain itu mengandung unsur fraud (kecurangan) yang mengakibatkan salah saji terhadap nilai aset tetap dan salah saji
terhadap nilai belanja modal yang disajikan lebih tinggi daripada nilai yang seharusnya sehingga berpengaruh terhadap opini laporan keuangan.
Aset tetap dari dana blockgrant dan dana BOS belum tercatat.
Kadang aset tetap dari dana blockgrant dan dana BOS belum tercatat dalam KIB dinas pendidikan dan belum tercatat pula di dalam neraca.Mestinya aset tetap
yang belum tercatat tersebut dapat dikoreksi melalui jurnal koreksi yang dibuat auditor. Namun perlu waktu untuk mengetahui besarnya nilai aset tetap dari
dana blockgrant dan dari dana BOS sehingga kadang tidak sempat dilakukan koreksi terhadap nilai aset tetap pada dinas pendidikan. Hal ini dapat
mengakibatkan nilai aset tidak diyakini kewajarannya karena belum memuat aset tetap dari dana blockgrant dan dana BOS.
Sebagai penutup uraian di atas, permasalahan-permasalahan aset tetap yang dimaksud memang dapat mempengaruhi opini.Namun berpengaruh tidaknya
permasalahan tersebut terhadap opini tergantung pada ada tidaknya pembatasan lingkup dan salah saji serta tingkat materialitas yang digunakan dan
dampaknya terhadap laporan keuangan secara keseluruhan.
*) Pegawai Negeri Sipil
0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

Tags

AKUN

ASET TETAP

BPK

MATERIALITAS

OPINI

PEMBATASAN RUANG LINGKUP

RUANG LINGKUP

TIDAK WAJAR

WARUNGKOPIPEMDA

Kontributor Warungkopipemda adalah Anda yang peduli dengan proses sharing knowledge tentang kepemdaan di negeri ini untuk perbaikan tata
kelola pemerintah daerah dan kesejahteraan masyarakatnya.

Previous

Punggawa Warungkopipemda
Melanjutkan Studi ke Luar
Negeri

Next

Kontrak Karya, Aset atau Bukan?

converted by Web2PDFConvert.com

Your email address will not be published. Required fields are marked *
Name *

Email *

Website

Comment

Notify me of followup comments via e-mail


Post Comment

Cari Artikel

converted by Web2PDFConvert.com

converted by Web2PDFConvert.com

tomcat hosting

Kapitalisasi Aset, Apa dan Bagaimana?

193x
dipesan

Beberapa Catatan Tentang Permendagri 64 Tahun 2013 Mengenai Penerapan SAP Berbasis AKrual pada Pemerintah Daerah

157x
dipesan

Mengapa Bendahara Desa perlu memahami Pengelolaan Keuangan Desa?

Verifikasi oleh PPK-SKPD

Pergeseran Anggaran dan Perubahan Anggaran, Bagaimana Aturannya?

146x
dipesan
141x
dipesan
138x
dipesan

Kas di Bendahara Pengeluaran: Apa Saja di Dalamnya?

138x
dipesan

Bagaimana Perlakuan Akuntansi Renovasi Aset Tetap?

99x
dipesan

Pengelolaan Dana Kapitasi pada Puskesmas dan Perlakuan Akuntansinya.

Samakah Mekanisme Penghapusan Persediaan dengan Aset Tetap?

Optimasi Antara Efisiensi dan Efektivitas

98x
dipesan
92x
dipesan
87x
dipesan

Akuntansi Keuangan Daerah


ASET
Pengelolaan Keuangan Daerah
Pengelolaan Keuangan Desa
PPBJ
Perencanaan Daerah
Kebijakan Publik
SAKIP
SPIP
Melawan Korupsi
Reformasi Birokrasi
Pemimpin dan Kepemimpinan
Belajar dari Negeri Lain

Arsip Select Month

converted by Web2PDFConvert.com

PROMOSI BUKU: Peningkatan Kinerja ala Pacuan Gajah


warungkopipemda
Bagaimana SD Australia menanamkan budaya baca
Nur Ana Sejati
Relevansi Hawthorne Effect dalam menurunkan pelanggaran public transport di Australia
Nur Ana Sejati
Belajar dari Krisis Amerika 1920
Nur Ana Sejati
Kebijakan pengembangan ilmu pengetahuan pada masa the golden age of Islam
Nur Ana Sejati
Mewujudkan Desa Mandiri
Eko Hery Winarno

Eko Hery Winarno: Hahaha...sesama eko harus kompak ya Ya..maksud pertanyaan Riza Efendi memang tid...

Eko Hery Winarno: Sama2 mbak Diana...

Eko Hery Winarno: Tergantung jenis pajaknya. Jika pajak diakui saat Surat Ketetapan Pajak diterbit...

Eko Hery Winarno: Mewakili rekan kami Ana Sejati kami mengucapkan terima kasih. Betul, belum banya...

arya: Mau tanya bgmna proses pencatatan piutang pajak tahun lalu yg realisasi tahun in...

Ramlan Majid: Sangat menarik tulisan Anda. Akan tetapi, selain melihat tugas pokok dan fungsi...

Tweets by @warungkopipemda

converted by Web2PDFConvert.com

Warkop Pemda
227 likes

Like Page

Share

Be the first of your friends to like this

warungkopipemda adalah sebuah blog yang digagas untuk melahirkan komunitas yang peduli dengan tata kelola pemerintahan daerah di negeri tercinta ini. Kami
mencoba turut berkontribusi untuk menjembatani proses sharing knowledge alias ngopi-ngopi sambil berdiskusi.

converted by Web2PDFConvert.com

Beranda
Sajian Utama
Penulis Tamu
Kumpulan Peraturan
Corat-coret
Resensi Buku
Tentang Kami

Sekretariat:
Jalan Telegraf II No. 44 Telkomas, Makassar
Subscribe to our email newsletter.
Enter your e-mail address
Subscribe

Nama Anda
Nomor HandPhone
Alamat Email
Pesan Anda

Kirim Pesan

Copyright 2015 | Hak Cipta Milik WarungKopiPemda.com

converted by Web2PDFConvert.com