Anda di halaman 1dari 18

Wawancara Kerja

Perencanaan dan Penulisan Pesan Bisnis dalam Wawancara Kerja


Salah satu bentuk penyampaian pesan bisnis adalah melalui wawancara kerja. Dalam
perencanaan dan penulisan pesan bisnis wawancara kerja, kita perlu mengetahui poin-poin
didalamnya diantaranya yaitu tipe-tipe wawancara kerja, persiapan wawancara kerja, dan
pertanyaan umum dalam wawancara kerja.
Tipe-Tipe Wawancara Kerja

1.
2.
3.
4.
5.

Mahmud Machfoedz (2002:117) mengatakan bahwa Wawancara merupakan salah satu


bentuk komunikasi lisan dalam dunia bisnis dan merupakan pertemuan yang memungkinkan
perekrut maupun pelamar untuksaling mengajukan pertanyaan dan saling bertukar informasi.
Pertemuan antara perekrut dan pelamar itu memiliki tujuan masing-masing. Djoko Purwanto
(2006:189) mengatakan bahwa Wawancara merupakan salah satu cara yang sangat penting bagi
suatu perusahaan dalam menyaring jumlah pelamar yang ada. Adapun aspek-aspek kepribadian
(personality aspect) yang akan dinilai oleh pewawancara kerja, yaitu :
Penampilan secara fisik
Sopan santun
Rasa percaya diri
Kemampuan berkomunikasi
Sikap terhadap pekerjaan
Wawancara terbagi menjadi beberapa tipe, diantaranya :

1. Wawancara Terstruktur
Wawancara terstuktur umumnya digunakan pada tahap penyaringan calon karyawan
.Pemberi kerja mengendalikan wawancara dengan menanyakan serangkaian pertanyaan yang
telah disiapkan dan telah direncanakan dari awal sampai akhir, dalam periode waktu yang telah
ditetapkan juga. Semua jawaban dari peserta wawancara akan dicatat. Meskipun baik untuk
pengumpulan fakta, tapi bentuk wawancara ini sangat terstuktur untuk mengukur kualitas diri
dari pelamar. Namun terkadang wawancara terstruktur digunakan oleh perusahaan untuk
membuat keseragaman dalam proses perekrutan.
2. Wawancara Terbuka
Wawancara terbuka merupakan wawancara yang bersifat informal, bentuk format santai
dan tidak terstuktur. Pewawancara memberikan pertanyaan luas yang bersifat terbuka dan
mendorong pelamar untuk berbicara dengan bebas. Jenis wawancara inin baik untuk
memperlihatkan kepribadian dan kualitas diri pelamar. Akan tetapi, beberapa pelamar terlalu
banyak membuka diri, bertele-tele dengan masalah pribadi atau keluarga yang tidak ada
kaitannya dengan masalah pekerjaan.
3. Wawancara Kelompok

Wawancara kelompok merupakan salah satu jenis wawancara yang berguna untuk
menilai keterampilan antar pribadi , yaitu dengan cara mempertemukan beberapa kandidat atau
pelamar secara serentak untuk melihat bagaimana mereka berinteraksi. Contoh : The Walt
Disney Company memakai wawancara kelompok ketika merekrut orang. Selama 45 menit,
perekrut Disney mengawasi cara kandidat berhubungan satu sama lain. Apakah mereka
tersenyum ? Apakah mereka mendukung komentar satu sama lain? Atau mereka saling
menjatuhkan satu sama lain, agar dapat memperoleh pekerjaan itu.
4. Wawancara Tekanan
Dalam wawancara ini, peserta wawancara dengan sengaja ditekan untuk mengetahui
reaksinya. Tekana dapat berupa pertanyaan yang membuat pelamar atau peserta wawancara
menjadi gelisah, kritik atas penampilan , atau pelamar diberi pertanyaan yang tajam yang
dirancang untuk membuat pelamar jengkel. Teori dibalik pendekatan ini adalah pelamar akan
mengungkapkan sebaik apa dirinya dalam menangani situasi yang menekannya. Tapi beberapa
pakar berpendapat teknik penilaian yang meragukan ini, terutama jika tekanan yang diajukan
selama wawancara tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Cara paling baik dalam
menghadapi wawancara ini adalah tetap bersikap tenang.
5. Wawancara Video
Wawancara video kini telah popular, banyak perusahaan besar menggunakan system
konferensi video untuk menyaring para pelamar. Para pakar merekomendasikan para kandidat
atau pelamar untuk mempersiapkan diri sedikit berbeda untuk wawancara video, diantaranya :
Mintalah pembicaraan awal lewat telepon ,agar terjalin hubungan dengan pewawancara.
Datanglah lebih awal untuk membiasakan diri dengan peralatan dan keadaan.
Selama wawancara, berbicaralah dengan jelas.
Duduklah dengan tegak.
Tatap ke depan bukan ke bawah.
6. Wawancara Situasional
Dalam hal ini pewawancara akan menguraikan situasi dan bertanya, Bagaimana Anda
menangani hal ini? atau meminta pelamar untuk menguraikan caranya menangani situasi
dimasa lalu. Wawancara situasional ini merupakan pertemuan langsung di tempat kerja antara
pemberi kerja yang membutuhkan penyelesaian pekerjan dan pekerja yang harus dipersiapkan
sepenuhnya untuk melakukan pekerjaan ini.
Persiapan Proses Wawancara Kerja
Pada setiap lowongan pekerjaan, pelamar harus melalui proses wawancara pribadi.
Wawancara ini mungkin merupakan kesempatan paling penting untuk berkomunikasi lisan guna
menentukan langkah untuk masa depan. Wawancara untuk menentukan sutu pekerjaan juga
merupakan sarana untuk mengetahui apakah calon karyawan memiliki kecakapan komunikasi
yang diperlukan bagi jabatan yang akan disandangnya

tersebut antara lain nama perusahaannya, lokasi perusahaan induk atau kantor pusatnya,
dan hal-hal yang berkenaan dengan perusahaan. Semua itu dapat diketahui dari berbagai sumber,
seperti brosur perusahaan,p ublikasi di media massa. Perusahaan sekarang ini menginginkan
kandidat yang serius untuk menunjukan pemahaman tentang perusahaannya.

Pikirkan Pertanyaan Yang di ajukan Sejak Awal


Merencanakan sejak awal pertanyaan yang akan diajukan pewawancara, akan membantu
pelamar menanganinya dengan lebih percaya diri dan cerdas.

Merencanakan Pertanyaan dari pemberi kerja


Para pemberi kerja biasanya menyesuaikan pertanyaan wawancaranya dengan kebutuhan
organisasional yang khusus. Pelamar dapat memikirkan akan di beri pertanyaan tentang
keterampilan, sikap pelamar terhadap pekerjaan dan perkuliahan, hubungan pelamar dan orang
lain, serta kadang-kadang tentang minat dan kegemaran. Pelamar juga perlu mengantisipasi dan
memikirkan sedikit lagi tentang pertanyaan sulit tertentu, seperti yang berikut ini :

Keputusan terberat apakah yang pernah Anda ambil ?


Persiapkan lah dengan contoh yang baik, menjelaskan mengapa keputusan itu sulit dan
bagaimana Anda pada akhirnya membuat keputusan sulit itu.
Apakah kelemahan terbesar Anda?
Uraikan sebuah kelemahan seperti terdengar sebuah kebajikan, dengan jujur mengungkapkan
sesuatu tentang diri kita sambil memperlihatkan manfaatnya bagi pemberi kerja.
Apa yang tidak Anda sukai dari pekerjaan yang pernah Anda tangani?
Nyatakan apa yang tidak Anda sukai dan bahaslah apa yang dapat Anda pelajari dari pengalaman
itu. Hindarilah melakukan penghinaan pada mantan pemberi kerja.
Dimanakah Anda ingin berada lima tahun dari sekarang?
Pertanyaan ini menguji, apakah Anda hanya sekedar memakai pekerjaan ini sebagai batu
loncatan hingga mendapatkan sesuatu yang lebih baik dan apakah Anda sudah memikirkan
tujuan jangka panjang. Mengatakan bahwa Anda berkeinginan untuk menjadi presiden
perusahaan adalah tidak realistis, namun tidak banyak memeberi kerja yang menginginkan orang
yang puas di tempat yang sama terus-menerus. Jawaban Anda harus mencerminkan tujuan
jangka panjang dan peluang kenaikan jabatan dalam organisasi.
Ceritakan sesuatu tentang diri Anda.
Jawablah bahwa Anda akan senang untuk berbicara tentang diri Anda dan tanyakan apa yang
ingin diketahui pewawancara. Selain itu terangkan juga keterampilan Anda yang dapat
memberikan sumbangan pada pekerjaan.

Menyiapkan Jawaban Atas Pertanyaan Ynag Diajukan Oleh Pewawancara


Berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan lamaran pekerjaan, memerlukan jawaban
yang sesuai. Oleh karena itu perlu di persiapkan jawaban yang akan diberikan misalnya, tentang
gaji,prestasi yang pernah dicapai, pengalaman kerja, dan berbagai hal yang berkenaan dengan
lamaran pekerjaan.

Merencanakan Pertanyaan Dari Anda Sendiri


Wawancara merupakan jalan dua arah, pertanyaan yang pelamar ajukan sama pentingnya
dengan jawaban yang pelamar berikan. Dengan mengajukan pertanyaan yang mendalam,

pelamar dapat memperlihatkan pemahaman dalam organisasi. Sebelum wawancara, pelamar


hendaknya menyiapkan daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada pemberi kerja. Berikut
ini adalah daftar beberapa hal yang dapat pelamar tanyakan:
Apa tugas dan tanggung jawab utama pekerjaan
Bagaimana kebijakan perusahaan mengenai promosi
Apakah tersedia program pelatihan bagi pegawai baru
Apa yang menjadi produk unggulan perusahaan
Siapa pesaing utama bagi perusahaan
Apa kelemahan dan kekuatan dari pesaing
Bagaimana perusahaan mengukur keberhasilan seseorang diposisi ini

Dukung Rasa Percaya Diri


Dengan membangun rasa percaya diri, Anda akan membuat kesan yang lebih baik dan
membuat seluruh proses menjadi tidak menegangkan.Cara terbaik untuk menetralkan setiap
kekhawatiran adalah menyingkirkan sumbernya. Anda mungkin merasa malu atau tidak percaya
diri karena merasa memiliki beberapa cacat yang akan memicu orang lain untuk memecat Anda.
Tapi ingatlah bahwa Anda sering merasa jauh lebih sadar dengan keterbatasan Anda di banding
orang lain.
Jika beberapa aspek penampilan atau latar belakang Anda membuat resah, perbaikilah.
Daripada memikirkan kelemahan, berfokuslah kepada kekuatan. Daripada memikirkan
bagaimana Anda tampil dalam wawancara, tapi berfokuslah pada bagaimana membantu
perusahaan itu menjadi berhasil. Ingatlah bahwa kandidat lain mempunyai rasa tegang yang
sama dalam menghadapi proses wawancara.

Perbaiki Gaya Wawancara


Kompetensi dan rasa percaya diri merupakan fondasi gaya wawancara Anda, dan Anda
dapat meningkatkannya dengan memberi pewawancara kesan tenang, sikap yang baik, dan
penilaian yang baik. Anda dapat mengembangkan gaya ahli dengan berpura-pura melakukan
wawancara dengan seorang teman. Setelah setiap sesi praktik, cobalah mengindentifikasi
peluang ini untuk perbaikkan. Mintalah teman untuk mengkritik kinerja Anda dan menulis setiap
kesalahan dalam proses wawancara itu. Ketika melakukan wawancara pura-pura ini, berikan
perhatian sendiri terhadap prilaku nonverbal, misalnya : kontak mata, tersenyum, duduk dengan
posisi tegas.

Rencanakan untuk tampil baik


Penampilan fisik itu penting, karena pakaian dan tampil rapi mengungkapkan tentang
kepribadian dan profesionalisme. Kenakan pakaian berkesan bisnis dengan kualitas terbaik yang
dapat di upayakan, lebih disukai berwarna gelap dan tegas. Beberapa kandidat bertanya kepada
pewawancara apa yang harus mereka kenakan jauh sebelumnya. Tampil rapi membuat setiap
gaya pakaian terlihat lebih baik. Pastikan pakaian tidak kusut,sepatu tidak lecet, rambut tertata
rapi.

Pertanyaan Umum dalam Wawancara Kerja

Mahmud Machfoedz (2002:123) mengatakan bahwa Dalam wawancara penyaringan


calon karyawan, pewawancara mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui kesesuaian
kualifikasi pelamar dengan jenis pekerjaan. Berbagai macam jenis pertanyaan akan ditanyakan
kepada pelamar, dan Anda sebagai pelamar harus benar-benar mempersiapkan diri untuk dapat
menjawab semua pertanyaan dengan baik dan benar. Pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan
kepada pelamar dapat saja berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar, program pendidikan dan
pelatihan yangpernah diikuti, pengalaman kerja, pergaulan antar sesama, pimpinan, penilaian
pribaadi, hobi, kepribadian, latar belakang keluarga, dan tujuan karir. Berikut ini merupakan
beberapa contoh pertanyaan yang sering ditanyakan dalam melakukan wawancara:
Pertanyaan tentang universitas:
Mata kuliah apa yang paling Anda sukai? Paling tidak disukai? Mengapa?
Apakah menurut Anda kegiatan ekstrakulikuler di kampus setara dengan nilai waktu yang
Anda habiskan? Mengapa atau mengapa tidak?
Kapan Anda memilih jurusan perkuliahan? Pernahkah Anda berganti jurusan? Jika ya,
mengapa?
Apakah Anda merasa telah melakukan tugas perkuliahan terbaik sesuai kecakapan Anda?
Tahun perkuliahan keberapa yang paling sulit bagi Anda? Mengapa?
Pertanyaan tentang pemberi kerja dan pekerjaan:
Pekerjaan apakah yang pernah Anda lakoni? Mengapa Anda meninggalkannya?
Apa pekerjaan yang paing menarik dan tidak menarik yang pernah Anda lakukan?
Mengapa Anda memilih bidang pekerjaan tersebut?
Apakah kerugian Anda dari memilih bidang ini?
Apakah Anda pernah bekerja untuk militer? Peringkat keberapa yang Anda raih?
Pekerjaan apa yang Anda pegang?
Bagaimana menurut Anda cara industry ini beroperasi?
Mengapa Anda merasa bahwa Anda menginkan jenis pekerjaan ini?
Pertanyaan tentang sikap dan preferensi pribadi:
Apakah Anda memilih untuk bekerja di setiap lokasi biografi khusus? Jika ya, mengapa?
Berapa besar uang yang ingin Anda kumpulkan dalam 5 taun dan dalam 10 tahun?
Apakah yang menurut Anda menentukan kemajuan seseorang dalam organisasi yanga
baik?
Karakteristik pribadi apakah yang menurut Anda diperlukan untuk berhasil dalam bidang
pilihan Anda?
Ceritakan sesuatu!
Apakah Anda sudah melakukan perjalanan?
Apakah menurut Anda peringkat harus menjadi bahan pertimbangan majikan? Mengapa?
Atau mengapa tidak?
Pertanyaan tentang kebiasaan kerja:
Apakah Anda lebih suka bekerja dengan orang lain atau sendiri saja?
Jenis bos seperti apakah yang Anda sukai?
Pernahkah Anda mengalami kesulitan dalam bekerja sama dengan rekan bisnis? Dengan

instruktur? Atau dengan mahasiswa lainnya?


Apakah Anda akan lebih memilih untuk bekerja di organisasi besar atau kecil? Mengapa?
Bagaimana menurut Anda tentang kerja lembur?
Apakah yang pernah Anda lakukan untuk memperlihatkan inisiatif dan kemauan kerja?

Melengkapi dan Mengembangkan Wawancara Kerja


Ada beberapa poin didalam mlengkapi dan mengembangkan wawancara kerja diantaranya, yaitu
tahapan tanya-jawab dalam wawancara kerja, beberapa hal yang harus dihindari sebagai tindakan
untuk memperbaiki wawancara kerja, dan cara melakukan tindak lanjut wawancara kerja.
Berikut penjelasan mengenai melengkapi dan mengembangkan wawancara kerja.
Tahapan Tanya-Jawab dalam Wawancara Kerja
Pewawancara akan bertanya pada pelamar mengenai kualifikasi pelamar dan membahas
banyak poin yang disebutkan dalam resume. Pelamar juga akan diminta untuk mengajukan
pertanyaan sendiri. Berikut merupakan tiga tahap tanya jawab menurut Bovee, Courtlang L and
john V Thill, (2007 : 380).
a) Menjawab Pertanyaan
Biarkan pewawancara memimpin percakapan, dan jangan pernah menjawab pertanyaan
sebelum ia selesai dengan pertanyaanya, beberapa kata terakhir dalam pertanyaannya mungkin
mengubah cara pelamar akan meresponnya. Ketika pertanyaan diajukan, pelamar harus
menyesuaikan jawaban untuk membuat kesan yang baik jangan membatasi diri dengan
memberikan jawaban- ya atau tidak. Jika diberi pertanyaan sulit, pastikan pelamar berhenti
sejenak untuk berpikir sebelum merespons. Mungkin saja perekrut tahu bahwa pelamar tidak
dapat menjawab pertanyaan dan hanya ingin melihat cara pelamar akan memberi respons.
Jika secara berkala mengajukan satu atau dua pertanyaan dari daftar yang pelamar
persiapkan, pelamar tidak hanya mempelajari sesuatu, tapi juga memperlihatkan minat.
Pelamar sebaiknya menyelidiki apa yang dicari perusahaan dari karyawan baru sehingga
pelamar dapat memperlihatkan caranya dalam memenuhi kebutuhan perusahaan.
b) Mendengarkan Pewawancara
Memperhatikan ketika pewawancara berbicara sama pentingnya dengan memberikan
jawaban yang tepat atau mengajukan pertanyaan yang baik. Ekspresi wajah, gerakan mata,
isyarat gerak dan postur tubuh pewawancara memberi tahu pelamar arti sebenarnya dari yang
dikatakannya. Pelamar harus menyadari betul- betul bagaimana komentar pelamar diterima.
c) Menjawab Pertanyan Diskriminatif
Para pemberi kerja secara hukum tidak dapat melakukan diskriminasi seorang pelamar
kerja berdasarkan ras, warna kulit, gender, dan usia, status perkawinan, agama, kebangsaan asli,

1.
2.
3.
4.
5.

1.
2.
3.
4.

atau cacat tubuh. Secara umum, hal- hal yang tidak boleh diajukan oleh pewawancara di Amerika
Serikat:
Afilisasi agama atau organisasi dan rumah yang pelamar miliki
Kebangsaan asli, usia, atau status perkawinan
Pasangan pelamar, pekerjaan atau gaji pasangan, tanggungan, anak-anak atau pengaturan
pengawasan anak
Tinggi, berat badan, gender, kehamilan, atau kondisi kesehatan atau cacat tubuh apapun yang
tidak ada kaitannya dengan kinerja pekerjaan
Penangkapan atau hukuman criminal (yang tidak berkaitan dengan kinerja pekerjaan).
Jika pewawancara mengajukan pertanyaan yang pribadi ini, cara pelamar merespons
bergantung pada seberapa besar pelamar menginginkan pekerjaan itu, bagaimana perasaan
pelamar dengan informasi yang ditanyakan, menurut pelamar apa yang akan dilakukan oleh
pewawancara dengan informasi itu dan apakah pelamar ingin bekerja di perusahaan yang
mengajukan pertanyaaan seperti itu. Pelamar selalu memiliki pilihan untuk menolak saja
pertanyaan itu atau memberi tahu pewawancara bahwa pelamar pikir pertanyaan itu tidak etis.
Jika memang mengiginkan pekerjaan itu, pelamar dapat;
menanyakan bagaiman pertanyaan itu berkaitan dengan kualifikasi pelamar
menjelaskan bahwa informasi itu bersifat pribadi
menanggapi apa yang menurut pelamar merupakan kepedulian sebenarnya dari pewawancara,
atau
menjawab pertanyaan

Beberapa Hal yang Harus Dihindari sebagai Tindakan untuk Memperbaiki Wawancara Kerja
Oleh karena wawancara sangat penting artinya bagi pelamar dalam memasuki dunia
kerja, maka sudah selayaknya pelamar harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Halhal yang harus dihindari pada saat pelamar melakukan wawancara menurut Bovee, Courtlang L
and John V Thill, (2007 : 375) ialah sebagai berikut:
1. Penampilan pribadi yang buruk
2. Penampilan berlebihan, terlalu agresif, bersikap sombong superioritas kompleks, bersikap
tahu segalanya
3. Kurang pengetahuan atau pengalaman
4. Persiapan yang buruk untuk wawancara, kurang berminat pada pekerjaan, kurang perencanaan
untuk karier, kurang mempunyai tujuan dan sasaran
5. Kurang antusias; pasif dan bersikap acuh tak acuh, kurang percaya diri dan kurang tenang,
mudah gugup dan tidak merasa tentram
6. Bukti- bukti pencapaian tidak cukup
7. Gagal berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakulikuler
8. Penekanan berlebihan pada uang, hanya tertarik pada tawaran gaji tertinggi
9. Prestasi sekolah buruk, hanya sekadar lulus
10. Tidak bersedia mulai dari bawah, terlau cepat mengharapkan terlalu banyak
11. Kecenderungan untuk mencari-cari alasan
12. Jawaban yang mengelak, menghindari pada faktor-faktor yang tidak menguntungkan dalam
catatan

13. Kurang gigih, kurang dewasa


14. Kurang rasa hormat, berperilaku tidak sopan
15. Menyalahkan mantan pekerja
16. Kurang keterampilan sosial
17. Terlihat tidak suka dengan pekerjaan sekolah
18. Kurang vitalitas
19. Tidak berani menatap mata pewawancara
20. Jabat tangan yang lemah dan tidak bertenaga.

Cara Melakukan Tindak Lanjut Wawancara Kerja


Bovee, Courtlang L and John V Thill, (2007 : 385) mengatakan bahwa Pendekatan
dengan calon pemberi kerja setelah wawancara, baik melalui telepon maupun tulisan,
memperlihatkan bahwa pelamar benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut. Ini juga
memberi pelamar peluang lain untuk memerlihatkan keterampilan komunikasi dan pengertian
etiket bisnis. Tindak lanjut membuat nama pelamar sekali lagi mendapat perhatian dari
pewawancara dan mengingatkannya bahwa pelamar aktif mencari dan menunggu keputusan.
Dua bentuk tindak lanjut yang paling umum adalah pesan ucapan terima kasih dan mengajukan
pertanyaan. Pesan ini sering diwujudkan dengan surat tetapi e-mail atau telepon juga efektif,
terutama jika pemberi kerja terlihat menyukai gaya yang santai dan pribadi.
1. Pesan Ucapan Terima Kasih (Thank You Letters)
Ekspresikan rasa terima kasih Anda dalam waktu dua hari setelah wawancara. Sekalipun
Anda merasa hanya mempunyai sedikit peluang untuk mendapatkan pekerjaan itu. Hal ini bukan
hanya merupakan merupakan etiket yang baik, tetapi juga member kesan yang positif. Ucapkan
terima kasih untuk waktu dan kebaikan pewawancara, dan pastikan untuk menyatakan kembali
pekerjaan khusus yang Anda inginkan. Sampaikan bahwa Anda masih tertarik pada pekerjaan itu,
tambahkan setiap fakta baru yang dapat mmbantu peluang Anda, dan kemudian tanyakan tentang
keputusannya dengan sopan.
Butalah agar pesan ucapan terima kasih Anda singkat (kurang dari 5 menit utnuk telepon
atau hanya satu halaman surat). Meskipun pewawancara pernah mengatakan bahwa Anda tidak
memenuhi syarat untuk pekerjaan itu, pesan ucapan terima kasih ini akan membuat pintu akan
tetap terbuka. Contoh Pesan Ucapan Terima Kasih terlampir di lampiran 1.
2. Pesan Mengajukan Pertanyaan
Jika tidak mendapatkan keputusan dari pewawancara pada tanggal yang dijanjikan atau
dalam waktu 2 minggu, Anda dapat mengirimkan surat untuk menanyakan hal ini. Surat
permintaan keterangan ini terutama tepat diajukan jika Anda menerima tawaran dari perusahaan
kedua, namun tidak ingin menerimanya sebelum Anda mendapatkan jawaban dari perusahaan
yang pertama. Buatlah pesan permintaan keterangan yang singkat. Contoh Pesan mengajukan
pertanyaan dilampirkan dalam lampiran 2.
3. Permintaan Perpanjangan Waktu

Jika menerima tawaran kerja sementara wawancara yang lainnya masih tertangguhkan,
Anda mungkin menginginkan waktu lebih banyak untuk memutuskan, jadi tulislah surat kepada
organisasi yag menawarkan pekerjaan dan mintalah perpanjangan waktu. Para pemberi kerja
memahami bahwa para kandidat sering kali melakukan wawancara dengan beberapa perusahaan.
Mereka ingin Anda yakin bahwa Anda mengambil keputusan yang tepat, sehingga dengan
senang hati mengakomodasi Anda dengan perpanjangan waktu yang masuk akal.
Awali permintaan Anda dengan pembukaan yang bersahabat. Mintalah perpanjangan
waktu dan menekankan antusiasme Anda terhadap organisasi itu. Simpulkan dengan
memertimbangkan untuk menerima keputusan yang cepat jika permintaan Anda untuk tambahan
waktu ditolak. Mintalah jawaban segera yang mengonfirmasi perpanjangan waktu jika organisasi
menyetujuinya. Jenis surat ini, pada intinya, merupakan permintaan langsung. Akan tetapi,
karena penerima mungkin merasa kecewa, pastikan untuk memperlembut permintaan Anda
untuk perpanjangan waktu dengan pernyataan yang menunjukkan Anda masih berminat.
4. Surat Penerimaan
Jika Anda menerima tawaran kerja yang ingin Anda terima, jawablah dalam 5 hari.
Mulailah dengan menerima posisi itu dan nyatakan terima kasih. Nyatakan dengan jelas bahwa
Anda menerima penawaran, identifikasi pekerjaan yang Anda terima, dan konfirmasikan rincian
yang vital seperti gaji dan tanggal mulai bekerja. Seperti biasanya, surat positif harus
mengungkapkan Anda bersemangat dan berkemauan bekerja sama. Kita harus sadar bahwa
tawaran kerja dan penerimaan terulis atas tawaran itu memberntuk kontrak yang terikat oleh
peraturan hukum, bagi Anda dan perusahaan tempat Anda akan bekerja. Sebelum menulis surat
penerimaan, pastikan Anda menginginkan pekerjaan itu. Contoh Surat Penerimaan terlampir di
Lampiran 3.
5. Surat Penolakan Tawaran Kerja
Rancangan surat kabar buruk (model pesan negative) merupakan rancangan surat yang
sesuai dengan surat penolakan tawaran kerja. Mulailah surat dengan hangat dan menghargai,
nyatakan alasan penolakan tawaran itu, dan diakhiri dengan catatan yang menyenangkan dan
penyesalan. Dengan mengusahakan penulisan yang sopan dan penuh taktik, Anda akan membuat
pintu selalu terbuka di masa mendatang. Contoh Surat Penolakan Tawaran Kerja terlampir di
Lampiran 4.
6. Surat Pengunduran Diri
Jika Anda mendapat tawaran kerja padahal sekarang Anda masih bekerja, Anda dapat
mempertahankan hubungan dengan perusahaan Anda sekarang melalui surat pengunduran diri
kepada supervisor Anda. Ikuti rancangan surat kabar buruk, dan buatlah surat itu berkesan
positif, tanpa memandang bagaimana sebenarnya perasaan Anda. Katakan hal yang
menyenangkan mengenai perusahaan itu, orang yang bekerja di situ, atau apa yang Anda pelajari
dari pekerjaanya. Kemudian nyatakan maksud Anda meninggalkan perusahaan dan tentukan
tanggal kerja terakhir Anda pada pekerjaan itu. Pastikan Anda memberitahukan ke perusahaan
dua
minggu
sebelumnya.
Weel Guys,

Seperti yang kita ketahui, wawancara kerja merupakan salah satu cara yang sangat penting
bagi perusahaan untuk menyaring jumlah pelamar yang ada. Bagi kebanyakkan orang
wawancara kerja ini sangat menakutkan, hal ini terjadi karena tidak ada seorangpun yang senang
dihakimi dan kemungkinan akan ditolak lamaran kerjanya oleh suatu perusahaan. Dibutuhkan
persiapan dalam menghadapi wawancara kerja, agar kita dapat tampil lebih baik dan mengurangi
ketegangan, hingga akhirnya kita dapat melewati wawancaara kerja.
Setiap orang pasti merasakan ketegangan dalam menghadapi wawancara kerja, kita tidak
dapat menghilangkan ketegangan saat wawancara, yang dapat kita lakukan adalah mengurangi
ketegangan itu

Lampiran 1:
Bandung, 17 Juni 2009
Yth. Angga Prayudhia
Manajer Personalia PT. MNK
Jalan Kebayoran 72
Bandung

Dengan hormat,
Pembicaraan kita tentang pembukaan hotel baru di Bandung pada tanggal 15 Juni 2009 sungguh
bermanfaat. Terimakasih saya sampaikan kepada Bapak Angga Prayudhia yang telah
menyediakan waktu untuk berbincang dengan saya.
.Informasi perkembangan dunia perhotelan di Bandung yang Bapak sampaikan menambah
keyakinan saya untuk meniti karier di bidang perhotelan. Untuk itu, saya akan berupaya untuk
menambah wawasan mengenai perhotelan dengan mengikuti pelatihan perhotelan dalam waktu
dekat ini.
Sungguh merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bila saya dapat berbincang-bincang lagi
dengan Bapak di lain kesempatan. Tak lupa saya mengucapkan terimakasih atas segala perhatian
dan bantuan Bapak.

Hormat saya,
Rizqi Malia

Lampiran 2:
Surakarta, 4 Juli 2009
Yth. Irwan Purwanto
Manajer Personalia PT.
Jalan Kereta Api 42
Surakarta
Dengan hormat,
Ketika kita berbicara pada tanggal 20 Juni 2009, tentang posisi koordinator fashion di ruang
pamer di Surakarta Bapak mengatakan bahwa keputusan akan diambil pada 2 Juli 2009. Saya
masih menginginkan posisi tersebut dan ingin mengetahui keputusan yang Bapak ambil.
Saat ini perusahaan lain telah memberikan tawaran pekerjaan kepada saya dan saya diminta
untuk memberikan jawaban dalam waktu satu minggu.
Karena perusahaan Bapak tampaknya menawarkan tantangan yang lebih besar, saya akan sangat
senang jika dapat mengetahui keputusan Bapak paling lambat hari Kamis, 8 Juli 2009.
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

Hormat saya,

Yulia Rahman
Lampiran 3:
Bandung, 10 Juli 2009
Yth. Angga Prayudhia
Manajer Personalia PT. MNK

Jalan Kebayoran 72
Bandung
Dengan hormat,
Surat Anda tertanggal 8 Juli 2009 merupakan berita yang sangat menyenangkan. Dengan senang
hati, saya terima posisi Sales Supervisor pada PT MNK di Bandung.
Sebagaimana tertulis dalam surat Anda, saya akan dating ke bagian Personalia PT MNK pada
jam 09.00 WIB
Saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dan kesempatan yang baik , untuk bersamasama mengembangkan perusahaan ini.

Hormat saya,

Rizqi Malia

Lampiran 4:
Jakarta, 5 Juli 2009
Yth. Ridho Purwanto, M.A.
Manajer Personalia PT. Yuntex
Jalan Antapani 3
Jakarta
Dengan hormat,

Salah satu hal yang paling menarik dari wawancara yang pernah saya lakukan ialah wawancara
bulan lalu di perusahaan Anda, PT. Yuntex. Saya menghargai Anda tentang tawaran kerja pada
posisi analisis computer seperti yang kita bicarakan.
Selama pencarian kerja, saya melamar ke lima perusahaan berperingkat tinggi seperti perusahaan
Anda, masing-masing merupakan pemimpin di bidangnya. Perusahaan Anda dan juga yang lain
menawarkan posisi kepada saya. Karena hasrat saya bekerja di luar negeri dapat terpenuhi
langsung oleh perushaan lain, maka saya menerima tawaran kerja itu.
Saya sangat menghargai waktu ketika Anda mewewancarai saya. Terima kasih atas pertimbangan
dan kebaikan Anda.

Hormat saya,

Riani Puspita

Lampiran 5:
Bandung, 5 Juli 2009
Yth. Angga Prayudhia
Manajer Personalia PT. Baranang
Jalan Kebayoran 11
Bandung
Dengan hormat,
Terima kasih yang tulus kepada Anda dan semua karyawan di PT. Baranang, karena telah
membantu saya belajar begitu banyak mengenai pelayanan public pada 11 bulan terakhir. Anda
semua telah memberi saya bantuan dan dorongan yang tidak terkira.
Anda mungkin ingat dahulu ketika mewawacara saya, sasaran kerja saya ialah menjadi
supervisor pelayanan pelanggan. Karena kesempatan itu telah ditawarkan kepada saya oleh
organisasi lain, saya mengajukan pengunduran diri dari oraganisasi Anda.
Saya akan mengakhiri kerja saya di sini dua minggu dari hari ini tetapi dapat merencanakan
tambahan minggu jika Anda ingin saya melatih pengganti. Terima kasih atas perhatian dan
waktunya.

Dengan hormat,

Rian Galih

CONTOH SURAT PENERIMAAN KERJA


PT JUWITA PERDANA
Distributor komputer
Jalan Kencana Wungu 33
Surakarta
Surakarta, 15 Desember 2000
Hal : Penerimaan Pegawai Baru
Yth. Sdr Yogi Fahmi Gofur
Jalan Kemukus Raya No 123
Sragen
Dengan Hormat,
Kami sampaikan selamat kepada Anda karena Anda diterima sebagai pegawai baru untuk posisi
supervisor pada PT JUWITA PERDANA . Surat Lamaran Kerja yang Anda kirimkan ke bagian
Personalia pada tanggal 20 September telah membawa keberuntungan bagi Anda.
Untuk itu saya mohon Anda Untuk segera dating ke Bagian Personalia pada tanggal 18
Desember 2000,pukul 09.00 WIB untuk melengkapi persyaratan yang diperlukan. Apabila Anda
tidak dapat dating pada tanggal tersebut, mohon pemberitahuan sebelumnya.
Atas segala perhatian dan kerjasamanya , kami ucapkan terimakasih.
Hormat kami,

Arman Maulana

BY: Fiesty dan Septyani ,, sumber:( engish text book,, business comunication)
Diposkan oleh moya di 8:43 AM
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook
Reaksi:

No comments:
Post a Comment
Link ke posting ini
Create a Link

Newer PostOlder PostHome


Subscribe to: Post Comments (Atom)

Fish
Wellcome ! to moya's blog
Active :))

Slides me please!

what time is it??


Clock Widgets

About Moyalisious

moya
saiah akan melanjutkan S2 di Universitas di USA bersama
sang kekasih, membawa papah mamah naik haji, pulang ke

Indonesia, kerja di KeMenkeu atau KeMenlu, pacar kerja di


swasta/wiraswasta, menikah, membaktikan diri pada negeri
Indonesia tercinta, punya anak yang sempurna saleh sehat
cakep baik, hidup berbahagia dengan keluarga besar dan
sangat berkecukupan, meninggal dengan bahagia dunia
akhirat, dan bertemu dengan keluarga besar di surga kelak ,
AMIN.
View my complete profile

Blog Archive

o
o

2013 (4)
2012 (4)
2011 (12)
2010 (14)
December (2)
November (6)
audit atas siklus perolehan dan pembayaran
kembali...
ANALISIS DAMPAK C-AFTA terhadap UKM di

Indonesia

MAKASSAR MEMBARA
Wawancara Kerja
DESENTRALISASI DAN MANAJEMEN DINAMIKA
KEUANGAN DAE...