Anda di halaman 1dari 18

PENGARUH BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX)

TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN


SUSU SGM EKSPLOR DI KOTA PADANG

JURNAL

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat


Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh :

KARLINA
NPM : 0910005530071

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI


UNIVERSITAS TAMANSISWA PADANG
2014

PENGARUH BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) TERHADAP


KEPUTUSAN PEMBELIAN SUSU SGM EKSPLOR DI KOTA PADANG
Abstrak
Oleh:
Karlina / 0910005530071
Pembimbing:
Gus Andri, SE, MM
Berri Brilliant Albar, SE, MM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
product, price, place, dan promotion secara bersamaan terhadap keputusan
pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang. Sampel penelitian adalah ibu-ibu
di Kota Padang yang membeli susu SGM Eksplor sebanyak 100 orang. Dari hasil
penelitian terlihat bahwa product berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang karena nilai t hitung (4,247) >
t tabel (1,984) pada level of significant 0,05. Price berpengaruh signifikan
terhadap keputusan pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang karena nilai
t hitung (-7,630) < t tabel (-1,984) pada level of significant 0,05. Place
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu SGM Eksplor di Kota
Padang karena nilai t hitung (2,602) > t tabel (1,984) pada level of significant
0,05. Promotion berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu SGM
Eksplor di Kota Padang karena nilai t hitung (2,127) > lebih besar dari nilai t tabel
(1,984) pada level of significant 0,05. Product, price, place dan promotion secara
bersamaan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu SGM
Eksplor di Kota Padang karena nilai F hitung (159,705) > F tabel (2,47) pada level
of significant 0,05. Besarnya pengaruh product, price, place dan promotion secara
bersamaan terhadap keputusan pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang
adalah 86,5%.
Kata Kunci: Product, Price, Place, Promotion dan Keputusan Pembelian.
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Kotler dan Keller (2009:22) mengemukakan tugas pemasar dalam
pemasaran terpadu adalah merencanakan kegiatan pemasaran dan merakit
program

pemasaran

yang

sepenuhnya

terpadu

untuk

menciptakan,

mengkomunikasikan dan menyerahkan nilai pada konsumen. Program pemasaran


terdiri dari sejumlah keputusan tentang kegiatan pemasaran yang meningkatkan
nilai untuk digunakan. Kegiatan-kegiatan pemasaran tampil dalam semua bentuk,

salah satunya dalam bentuk bauran pemasaran yang dapat dikelompokkan dalam
empat kelompok besar yaitu produk (product), harga (price), tempat (place), dan
promosi (promotion).
Salah satu produk makanan yang dibutuhkan konsumen adalah susu. Salah
satu perusahaan yang bergerak pada industri susu yaitu PT. Sari Husada
menghasilkan berbagai jenis susu seperti: SGM-1, SGM-2, SGM-3 Explor, SGM
Soya 1, SGM Soya 2, SGM Soya 3, SGM Bunda, Lactamil awal kehamilan,
Lactamil ibu hamil, Lactamil Ibu menyusui, Vitalac 1, Vitalac 2, Vitalac 3, dan
Gizi Kita. Saat ini PT. Sari Husada adalah perusahaan yang memproduksi produk
bernutrisi untuk bayi dan anak-anak Indonesia, mulai dari susu formula untuk bayi
hingga makanan bernutrisi dengan standar mutu Internasional. Dari semua produk
PT. Sari Husada kita ambil salah satu produk yaitu susu SGM yang menjual
produk dengan harga berbeda sesuai dengan spesifikasinya. Susu SGM
menerapkan konsep bauran pemasaran berdasarkan spesifikasi produk dan
layanan yang diberikan. Selain itu harga jual susu SGM relatif terjangkau oleh
semua lapisan masyarakat.
Untuk anak-anak berusia 1 tahun sampai dengan 3 tahun, Sari Husada
sebagai produsen memproduksi SGM Eksplor . SGM Eksplor adalah susu formula
lanjutan dengan Zinc untuk bayi berumur 1-3 tahun. Susu ini juga menjadi
tambahan nutrisi diluar ASI eksklusif dari ibu. Di dalam susu ini terdapat
kandungan prebiotik FOS-inulin yang baik untuk mempertahankan fungsi cerna
bayi, tinggi kalsium dan fosfor untuk membantu pembentukkan tulang dan
mempertahankan kepadatan tulang serta gigi, kolin untuk pembentukan membran
sel, dan 8 asam amino esensial untuk sumber protein tubuh. Selain itu, SGM
Eksplor juga mengandung vitamin A, B, C, D, dan E serta magnesium, zat besi,
mangan, zinc, mangan, yodium, omega 3, DHA, biotin (vitamin H), kholin, lkarnitin, kalium, dan klorida.
Selanjutnya, konsistensi dalam mempertahankan dan mengembangkan
saluran distribusi serta efektifitas promosi juga berpengaruh dalam memanfaatkan
potensi pasar. Susu SGM mempunyai nilai perceived quality total tertinggi
terhadap produk pesaingnya pada segmen pasar menengah ke bawah dalam
atributnya yaitu kualitas harga, bobot kemasan, jaminan keamanan, kemudahan

dalam memperoleh serta inovasi formula yang memiliki nilai performan tertinggi
dibandingkan susu sejenisnya. Namun repositioning produk dengan keunggulan
tersebut ternyata memunculkan pesaing pada segmen yang sama yaitu Dancow
1+, Frisian Flag 123, Bebelac 3, Nutrilon Royal 3, Indomilk Bio Kids 1, Sustagen
Junior 1+, dan lain sebagainya.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik melakukan penelitian dan
membahasnya dalam skripsi dengan judul Pengaruh Bauran Pemasaran
(Marketing Mix) terhadap Keputusan Pembelian Susu SGM Eksplor di Kota
Padang.
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah maka perumusan masalah dalam
penelitian ini adalah:
1. Bagaimanakah pengaruh product terhadap keputusan pembelian susu SGM
Eksplor di Kota Padang?
2. Bagaimanakah pengaruh price terhadap keputusan pembelian susu SGM
Eksplor di Kota Padang?
3. Bagaimanakah pengaruh place terhadap keputusan pembelian susu SGM
Eksplor di Kota Padang?
4. Bagaimanakah pengaruh promotion terhadap keputusan pembelian susu SGM
Eksplor di Kota Padang?
5. Bagaimanakah pengaruh product, price, place, dan promotion secara
bersamaan terhadap keputusan pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang?
1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh product terhadap keputusan
pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang.
2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh price terhadap keputusan
pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang.
3. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh place terhadap keputusan
pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang.

4. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh promotion terhadap keputusan


pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang.
5. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh product, price, place, dan
promotion secara bersamaan terhadap keputusan pembelian susu SGM Eksplor
di Kota Padang.
II. LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS PENELITIAN
2.1. Bauran Pemasaran
Selanjutnya Kotler dan Keller (2009:22) mengemukakan pengertian
bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan
untuk mengejar tujuan pemasarannya. Alat-alat pemasaran yang digunakan
perusahaan ini diklasifikasikan menjadi empat kelompok besar yang disebut 4P
tentang pemasaran, yaitu produk (product), harga (price), tempat (place), dan
promosi (promotion).
Empat P ini yang terdiri dari produk (product), harga (price), tempat
(place), dan promosi (promotion) menggambarkan pandangan penjual tentang alat
pemasaran yang tersedia untuk mempengaruhi pembeli. Dari sudut pandang
pembeli, alat pemasaran dirancang untuk menyerahkan manfaat pelanggan (Kotler
dan Keller, 2009:24).
2.2.1.1. Product
Kotler dan Keller (2009:4) mengemukakan pengertian produk adalah
segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan suatu
keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, acara, orang,
tempat, properti, organisasi, informasi dan ide. Selanjutnya Kotler dan Armstrong
(2003:337) mengemukakan pengertian produk adalah segala sesuatu yang dapat
ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dimiliki, digunakan,
atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan pemakainya.
Kotler dan Keller (2009:23) mengemukakan indikator product, yaitu:
1. Keragaman produk.
2. Kualitas.
3. Desain.
5

4. Ciri.
5. Nama merek.
6. Kemasan.
7. Ukuran.
8. Pelayanan.
9. Garansi.
10. Return.
Pengaruh product terhadap keputusan pembelian dikemukakan oleh Kotler
dan Keller (2009:223) yaitu orang akan mengambil keputusan pembelian terhadap
suatu produk dikarenakan faktor pribadi melalui indikator kepribadian dan konsep
diri. Kepribadian dapat menjadi variabel yang sangat berguna dalam menganalisis
pilihan merek konsumen. Gagasannya adalah bahwa merek juga mempunyai
kepribadian dan bahwa konsumen mungkin memilih merek yang kepribadiannya
cocok dengan kepribadian dirinya. Selain itu, konsumen membeli produk juga
dikarenakan faktor usia. Hal ini berarti keputusan pembelian terhadap produk
yang dilakukan konsumen akan berbeda-beda sepanjang hidupnya.
2.2.1.2. Price
Kotler dan Keller (2009:68) mengemukakan harga bukan hanya angkaangka di label harga. Harga mempunyai banyak bentuk dan melaksanakan banyak
fungsi, seperti sewa, uang sekolah, ongkos, upah/fee, bunga, tarif, biaya
penyimpanan, gaji, dan komisi. Semuanya merupakan harga yang harus
konsumen bayar untuk mendapatkan barang atau jasa.
Kotler dan Keller (2009:23) mengemukakan indikator price, yaitu:
1. Daftar harga.
2. Rabat.
3. Potongan harga khusus.
4. Periode pembayaran.
5. Syarat kredit.
Pengaruh price terhadap keputusan pembelian dikemukakan oleh Kotler
dan Keller (2009:223) yaitu orang akan mengambil keputusan pembelian terhadap

suatu produk dikarenakan faktor pribadi melalui indikator pekerjaan dan


lingkungan ekonomi. Pekerjaan seseorang juga mempengaruhi pola konsumsinya.
Perusahaan bahkan dapat mengkhususkan produknya pada kelompok pekerjaan
tertentu. Para pemasar barang yang peka terhadap harga terus menerus
memperhatikan kecenderungan penghasilan pribadi dari calon konsumennya.
2.1.3. Place
Kotler dan Keller (2009:106) mengemukakan sebagian besar produsen
tidak menjual barang mereka kepada pengguna akhir secara langsung, diantara
mereka terdapat sekelompok perantara yang melaksanakan beragam fungsi.
Perantara ini membentuk saluran pemasaran (disebut juga saluran dagang atau
saluran distribusi). Resminya, saluran pemasaran (marketing channels) adalah
sekelompok organisasi yang saling bergantung dan terlibat dalam proses
pembuatan produk atau jasa yang disediakan untuk digunakan atau dikonsumsi.
Kotler dan Keller (2009:111) mengemukakan melalui kontak, pengalaman,
spesialisasi dan skala operasi mereka, perantara membuat barang tersedia secara
luas dan dapat diakses oleh pasar sasaran dan biasanya menawarkan pencapaian
yang lebih besar daripada pencapaian yang dilakukan oleh perusahaan sendiri.
Saluran pemasaran berfungsi untuk menggerakkan barang dari produsen ke
konsumen.
Kotler dan Keller (2009:23) mengemukakan indikator place, yaitu:
1. Saluran distribusi.
2. Cakupan pasar.
3. Pengelompokkan.
4. Lokasi.
5. Persediaan.
6. Transportasi.
Pengaruh place terhadap keputusan pembelian dikemukakan oleh Kotler
dan Keller (2009:234) yaitu konsumen secara aktual akan mengambil keputusan
pembelian dikarenakan proses psikologis dasar. Para pemasar harus memahami
setiap sisi perilaku konsumen. Melalui pertanyaan perilaku konsumen yaitu siapa,

kapan, dimana, bagaimana, dan mengapa maka perusahaan yang cerdas akan
mencoba memahami sepenuhnya proses pengambilan keputusan pelanggan.
2.1.4. Promotion
Kotler dan Keller (2009:173) menyebut promosi dengan istilah
komunikasi

pemasaran,

yaitu

sarana

dimana

perusahaan

berusaha

menginformasikan, membujuk dan mengingatkan konsumen secara langsung


maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Intinya komunikasi
pemasaran merepsentasikan suara perusahaan dan mereknya serta merupakan
sarana tempat perusahaan berdialog dan membangun hubungan dengan
konsumen.
Kotler dan Keller (2009:23) mengemukakan komponen promosi
(promotion mix), yaitu:
1. Promosi penjualan (sales promotion).
2. Periklanan (advertising).
3. Tenaga penjualan (personal selling).
4. Kehumasan (publicity).
5. Pemasaran langsung (direct selling).
6. Informasi dari mulut ke mulut (word of mouth)
Pengaruh promotion terhadap keputusan pembelian dikemukakan oleh
Kotler dan Keller (2009:235) yaitu konsumen yang terangsang kebutuhannya
akan mendorong untuk mencari informasi yang lebih banyak. Yang menjadi
perhatian utama pemasar adalah sumber-sumber informasi utama yang menjadi
acuan konsumen dan pengaruh relatif tiap sumber tersebut terhadap keputusan
pembelian selanjutnya.
2.2. Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian konsumen menurut Kotler dan Keller (2009:234)
adalah proses psikologis dasar yang memainkan peran penting dalam memahami
cara konsumen aktual dalam mengambil keputusan pembelian. Para pemasar
harus memahami setiap sisi perilaku konsumen.

Selanjutnya Kotler dan Keller (2009:235) mengemukakan tahap-tahap


dalam keputusan pembelian konsumen adalah:
1. Pengenalan masalah.
2. Pencarian informasi.
3. Evaluasi alternatif.
4. Keputusan pembelian
5. Perilaku pasca pembelian
2.3. Kerangka Konseptual Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran yang terdiri dari product,
price, place dan promotion terhadap keputusan pembelian susu SGM Eksplor di
Kota Padang, kerangka konseptual penelitian adalah seperti yang dikemukakan
pada gambar 2.1.
Gambar 2.1.
Kerangka Konseptual Penelitian
Product
(X1)
Price
(X2)
Place
(X3)

H1
H2
H3

Keputusan Pembelian
(Y)

H4

Promotion
(X4)
H5

2.4. Hipotesis Penelitian


Berdasarkan perumusan masalah dan kerangka konseptual yang telah
dikemukakan, maka hipotesis penelitian adalah sebagai berikut:
1. Product berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu SGM
Eksplor di Kota Padang.
2. Price berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu SGM
Eksplor di Kota Padang.
9

3. Place berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu SGM


Eksplor di Kota Padang.
4. Promotion berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu SGM
Eksplor di Kota Padang.
5. Product, price, place dan promotion secara bersamaan berpengaruh signifikan
terhadap keputusan pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang.
III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif yaitu
melakukan pengujian terhadap hipotesis penelitian mengenai ada atau tidak
adanya pengaruh signifikan antara bauran pemasaran yang meliputi product,
price, place, dan promotion terhadap keputusan pembelian susu SGM Eksplor di
Kota Padang.
3.2. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi penelitian adalah ibu-ibu di Kota Padang yang membeli susu
SGM Eksplor. Berdasarkan metode Roscoe, banyaknya sampel yang digunakan
dalam penelitian adalah 100 orang yang merupakan ibu-ibu di Kota Padang yang
membeli susu SGM Eksplor. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple
random sampling yaitu unit-unit sampling individual yang dipilih secara acak
(Sarwono, 2009:322).
3.3. Jenis dan Sumber Data
3.3.1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif yaitu
data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan.
3.3.2. Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
1. Data primer bersumber dari angket penelitian dan wawancara yang dilakukan
dengan sampel penelitian.
2. Data sekunder bersumber dari buku-buku, literatur, makalah, serta tulisantulisan yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti.
10

3.4. Teknik Pengumpulan Data


Pengumpulan data dilakukan dengan cara:
1. Questionaire (kuisioner).
Kuisioner dilakukan untuk memperoleh data primer dengan cara
membuat daftar pernyataan yang diberikan secara tertulis kepada responden
penelitian yaitu ibu-ibu di Kota Padang yang membeli susu SGM Eksplor yang
dipilih sebagai sampel penelitian.
2. Studi kepustakaan.
Metode ini dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku, literatur,
makalah, serta tulisan-tulisan yang berhubungan dengan masalah yang sedang
diteliti.
3.5. Teknik Analisis Data
Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan analisis persamaan regresi linier berganda, uji t, uji F dan koefisien
determinasi.
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
4.1.1. Analisis Persamaan Regresi Linier Berganda
Bentuk persamaan regresi linear berganda untuk pengaruh product, price,
place dan promotion terhadap keputusan pembelian susu SGM Eksplor di Kota
Padang adalah sebagai berikut:
Y = 3,303 + 0,217 X1 0,437 X2 + 0,142 X3 + 0,101 X4 + e
Dari persamaan regresi diatas, dapat diinterprestasikan pengaruh product,
price, place dan promotion terhadap keputusan pembelian susu SGM Eksplor di
Kota Padang sebagai berikut :
1. Nilai konstanta adalah 3,303 artinya jika tidak terjadi perubahan product, price,
place dan promotion (nilai X1, X2, X3 dan X4 adalah 0), maka keputusan
pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang tetap sebesar 3,303 satuan.
2. Nilai koefisien regresi product adalah 0,217 artinya jika product meningkat
sebesar 1 (satuan) dengan asumsi variabel price (X2), place (X3), promotion

11

(X4) dan konstanta (a) adalah 0 (nol), maka keputusan pembelian susu SGM
Eksplor di Kota Padang akan mengalami peningkatan sebesar 0,217 satuan.
3. Nilai koefisien regresi price adalah -0,437 artinya jika price menurun sebesar 1
(satuan) dengan asumsi variabel product (X1), place (X3), promotion (X4) dan
konstanta (a) adalah 0 (nol), maka keputusan pembelian susu SGM Eksplor di
Kota Padang akan mengalami peningkatan sebesar 0,437 satuan.
4. Nilai koefisien regresi place adalah 0,142 artinya jika place meningkat sebesar
1 (satuan) dengan asumsi variabel product (X1), price (X2), promotion (X4) dan
konstanta (a) adalah 0 (nol), maka keputusan pembelian susu SGM Eksplor di
Kota Padang akan mengalami peningkatan sebesar 0,142 satuan.
5. Nilai koefisien regresi promotion adalah 0,101 artinya jika promotion
meningkat sebesar 1 (satuan) dengan asumsi variabel product (X1), price (X2),
place (X3) dan konstanta (a) adalah 0 (nol), maka keputusan pembelian susu
SGM Eksplor di Kota Padang akan mengalami peningkatan sebesar 0,101
satuan.
4.1.2. Uji t
Hasil uji t untuk pengaruh product, price, place dan promotion secara satu
per satu terhadap keputusan pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang adalah
sebagai berikut:
1. Variabel product berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu
SGM Eksplor di Kota Padang karena nilai signifikan (0,000) lebih kecil dari
level of significant 0,05 dan nilai t hitung (4,247) lebih besar dari nilai t tabel
(1,984).
2. Variabel price berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu
SGM Eksplor di Kota Padang karena nilai signifikan (0,000) lebih kecil dari
level of significant 0,05 dan nilai t hitung (-7,630) lebih kecil dari nilai t tabel
(-1,984). Hasil uji t ini mengindikasikan kurva permintaan pasar dan kurva
permintaan individual untuk susu SGM Eksplor di Kota Padang mempunyai
kemiringan negatif yang menunjukkan antara harga dan kuantitas yang diminta
mempunyai hubungan yang terbalik. Yaitu, kuantitas komoditi yang diminta
akan meningkat pada saat harga menurun atau sebaliknya kuantitas komoditi
yang diminta akan menurun pada saat harga meningkat (Salvatore, 2003:96).
12

3. Variabel place berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu


SGM Eksplor di Kota Padang karena nilai signifikan (0,011) lebih kecil dari
level of significant 0,05 dan nilai t hitung (2,602) lebih besar dari nilai t tabel
(1,984).
4. Variabel promotion berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu
SGM Eksplor di Kota Padang. Hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,036) lebih
kecil dari level of significant 0,05 dan nilai t hitung (2,127) lebih besar dari
nilai t tabel (1,984).
4.1.3. Uji F
Dari uji F menghasilkan nilai F hitung 159,705 dengan tingkat signifikansi
0,000 sedangkan F tabel pada tingkat kepercayaan 95% ( = 0,05) adalah 2,47
sehingga nilai F hitung lebih besar dari nilai F tabel dan tingkat signifikansinya
0,000 lebih kecil dari nilai 0,05. Hal ini menunjukkan pengaruh product, price,
place dan promotion secara bersamaan adalah signifikan terhadap keputusan
pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang.
4.1.4. Koefisien Determinasi (R2)
Nilai koefisien determinasi linier berganda (Adjusted R Square) adalah
0,865 berarti besarnya pengaruh product, price, place dan promotion secara
bersamaan terhadap keputusan pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang
adalah 86,5% dan sisanya 13,5% dipengaruhi oleh lingkungan eksternal seperti
kondisi ekonomi dan prilaku konsumen yaitu budaya, sosial, pribadi, dan
psikologis.
4.2. Implikasi Penelitian
Dari empat variabel bebas yang diteliti yaitu product, price, place dan
promotion maka diketahui price lebih berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang daripada pengaruh product, place
dan promotion dengan bentuk pengaruhnya price terhadap keputusan pembelian
susu SGM Eksplor di Kota Padang adalah negatif.
Adanya pengaruh negatif harga terhadap keputusan pembelian susu SGM
Eksplor di Kota Padang mengindikasikan kurva permintaan pasar dan kurva

13

permintaan individual untuk susu SGM Eksplor di Kota Padang mempunyai


kemiringan negatif yang menunjukkan antara harga dan kuantitas yang diminta
mempunyai hubungan yang terbalik. Yaitu, kuantitas komoditi yang diminta akan
meningkat pada saat harga menurun atau sebaliknya kuantitas komoditi yang
diminta akan menurun pada saat harga meningkat (Salvatore, 2003:96). Selain itu
adanya pengaruh negatif harga terhadap keputusan pembelian menurut Tjiptono
(2008:165) dikarenakan konsumen kurang memperhatikan aspek harga dalam
pembelian tetapi lebih mengutamakan kualitas produk. Selain itu juga
dikarenakan meningkatnya manfaat yang dirasakan konsumen dan dalam
penentuan harga nilai suatu barang, konsumen membandingkan kemampuan suatu
barang dalam memenuhi kebutuhannya dengan kemampuan barang subsitusi
(Tjiptono, 2008:152).
Untuk itu pimpinan PT. Sari Husada Cabang Padang terlebih dahulu harus
memberikan perhatian terhadap price susu SGM Eksplor yang dijual kepada ibuibu di Kota Padang terutama dalam hal membeli susu SGM Eksplor dikarenakan
harganya murah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuat daftar harga yang
dipublikasikan ke konsumen sehingga harga susu SGM Eksplor tidak jauh
berbeda pada setiap pedagang. Selain itu juga perlu dilakukan perbaikan dalam
hal memberikan potongan harga kepada konsumen. Hal ini dapat dilakukan
dengan memberikan potongan harga kepada konsumen yang membeli susu SGM
Eksplor dalam jumlah yang besar, misalnya pembelian 2 kotak ukuran 900 gram
diberikan potongan harga sebesar 2%.
Setelah itu dilanjutkan dengan memberikan perhatian kepada product
dengan cara mempertahankan keunggulan produk yang menjadi pendorong utama
ibu-ibu di Kota Padang yaitu susu SGM Eksplor dapat mendorong pertumbuhan
dan kesehatan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas dan
meningkatkan kualitas produk sehingga susu SGM Eksplor dapat mendorong
pertumbuhan dan kesehatan anak, Selain itu, perbaikan juga perlu dilakukan
dalam hal meningkatkan kemampuan konsumen untuk mengingat merek susu
SGM Eksplor daripada susu lainnya yang sejenis. Hal ini dapat dilakukan dengan
cara memberikan jaminan kepada konsumen dengan memperkenankan konsumen

14

mengajukan komplain dan memberikan jawaban terhadap komplain yang diajukan


konsumen dengan respon yang positif jika susu SGM Eksplor yang dibeli tidak
sesuai dengan yang dibutuhkan konsumen.
Kemudian dilanjutkan dengan place, dengan cara mempertahankan
keunggulan place yang menjadi menjadi pendorong utama ibu-ibu di Kota Padang
untuk memutuskan membeli susu SGM Eksplor yaitu terdapat di semua pedagang
yang menjual susu. Tujuannya agar susu SGM Eksplor dekat dengan lokasi
konsumen yaitu dengan membujuk dan mengajak outlet-outlet yang merupakan
toko-toko dan warung-warung makanan yang dekat dengan lokasi rumah
konsumen untuk turut menjadi bagian dalam penjualan susu SGM Eksplor yaitu
menjadi pengecer susu SGM Eksplor. Kelemahan dalam place juga perlu
diperbaiki terutama dalam menjaga ketersediaan susu SGM Eksplor yaitu dengan
menugaskan tenaga penjualan untuk selalu melakukan pengawasan ketersediaan
susu SGM Eksplor pada toko-toko dan warung-warung makanan yang menjual
susu SGM Eksplor sehingga kekosongan persediaan pada pengecer dapat
dihindari karena dapat menimbulkan kekecewaan bagi konsumen susu SGM
Eksplor.
Terakhir promosi, dengan meningkatkan promosi melalui iklan di surat
kabar, radio dan televisi yang terdapat di Kota Padang dengan tujuan dapat
meyakinkan konsumen bahwa susu SGM Eksplor adalah susu yang mempunyai
kualitas terbaik untuk pertumbuhan dan kesehatan anak. Perbaikan terhadap
kelemahan yang terjadi pada promosi juga perlu dilakukan, terutama dalam hal
pemberian hadiah langsung kepada konsumen yang membeli susu SGM Eksplor.
Misalnya dengan cara memberikan bonus pulsa sebesar Rp. 5.000,- kepada ibuibu yang menjadi konsumen SGM Eksplor sebagai bentuk terimakasih PT. Sari
Husada terhadap kesetiaan konsumennya untuk terus membeli susu SGM Eksplor.
Juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya setiap pembelian 2 kotak susu
SGM kemasan 900 gram maka konsumen diberikan hadiah 1 unit cangkir plastik
yang menarik.

15

V. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan maka dapat
dikemukakan kesimpulan penelitian mengenai pengaruh marketing mix yang
teridri dari product, price, place dan promotion terhadap keputusan pembelian
susu SGM Eksplor di Kota Padang sebagai berikut :
1. Product berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu SGM
Eksplor di Kota Padang dikarenakan hasil uji t yang dilakukan menghasilkan
nilai t hitung (4,247) lebih besar dari nilai t tabel (1,984) pada level of
significant 0,05.
2. Price berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu SGM
Eksplor di Kota Padang dikarenakan hasil uji t yang dilakukan menghasilkan
nilai t hitung (-7,630) lebih kecil dari nilai t tabel (-1,984) pada level of
significant 0,05.
3. Place berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu SGM
Eksplor di Kota Padang dikarenakan hasil uji t yang dilakukan menghasilkan
nilai t hitung (2,602) lebih besar dari nilai t tabel (1,984) pada level of
significant 0,05.
4. Promotion berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu SGM
Eksplor di Kota Padang dikarenakan hasil uji t yang dilakukan menghasilkan
nilai t hitung (2,127) lebih besar dari nilai t tabel (1,984) pada level of
significant 0,05.
5. Product, price, place dan promotion secara bersamaan berpengaruh signifikan
terhadap keputusan pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang dikarenakan
hasil uji F yang dilakukan menghasilkan nilai F hitung (159,705) lebih besar
dari nilai F tabel (2,47) pada level of significant 0,05. Besarnya pengaruh
product, price, place dan promotion secara bersamaan terhadap keputusan
pembelian susu SGM Eksplor di Kota Padang adalah 86,5% dan 13,5%
dipengaruhi variabel lainnya selain model yang diteliti, seperti oleh lingkungan
eksternal seperti kondisi ekonomi dan prilaku konsumen yaitu budaya, sosial,
pribadi, dan psikologis.

16

5.2. Saran-Saran
Adanya pengaruh yang signifikan product, price, place dan promotion
secara satu per satu dan secara bersamaan terhadap keputusan pembelian susu
SGM Eksplor di Kota Padang, maka dikemukakan saran-saran sebagai berikut:
1. Untuk product disarankan untuk memberikan informasi yang jelas kepada
konsumen mengenai manfaat dan keunggulan produk susu SGM Eksplor
sehingga konsumen lebih mengenal dan mengutamakan pembelian susu SGM
Eksplor.
2. Untuk price disarankan untuk memberikan potongan harga kepada konsumen
yang membeli susu SGM Eksplor dalam jumlah yang besar, misalnya
pembelian 2 kotak ukuran 900 gram diberikan potongan harga sebesar 2%.
3. Untuk place disarankan menugaskan tenaga penjualan untuk selalu melakukan
pengawasan ketersediaan susu SGM Eksplor pada toko-toko dan warungwarung makanan yang menjual susu SGM Eksplor sehingga kekosongan
persediaan pada pengecer dapat dihindari karena dapat menimbulkan
kekecewaan bagi konsumen susu SGM Eksplor.
4. Untuk promotion disarankan memberikan hadiah langsung kepada konsumen
yang menjadi pembeli setia susu SGM Eksplor. Misalnya dengan cara
memberikan bonus pulsa sebesar Rp. 5.000,- kepada ibu-ibu yang menjadi
konsumen SGM Eksplor sebagai bentuk terimakasih PT. Sari Husada terhadap
kesetiaan konsumennya untuk terus membeli susu SGM Eksplor. Juga dapat
dilakukan dengan cara lain, misalnya setiap pembelian 2 kotak susu SGM
kemasan 900 gram maka konsumen diberikan hadiah 1 unit cangkir plastik
yang menarik.
DAFTAR PUSTAKA
Abubakar, Rusydi. 2005. Pengaruh Pelaksanaan Bauran Pemasaran terhadap
Proses Keputusan Pembelian Konsumen pada Jamu di Banda Aceh.
Jurnal Sistem Teknik Industri Volume 6, No. 3 Juli 2005.
Alma, Buchari. 2003. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Edisi
Kedua. Bandung: Alfabeta.

17

Altasa, Rhandy. 2011. Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Keputusan


Pembelian Helm Merek Hiu (Studi Kasus: Mahasiswa STIE KBP
Padang). Skrispi. Padang: STIE KBP.
Bakti, Surya. 2012. Pengaruh Marketing Mix terhadap Keputusan Pembelian
Cement Type I pada PT. Semen Padang. Skrispi. Padang: STIE KBP.
Hasan, Ali. 2008. Marketing. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Media Pressindo.
Kotler, Philip. 2005. Manajemen Pemasaran. Edisi Milenium. Alih Bahasa:
Hendra Teguh dan Ronny A. Rusli. Jakarta: PT Prenhallindo
Kotler, Philip dan Amstrong, Gary. 2003. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jakarta:
PT. Indeks.
Kotler, Philip dan Keller, Kevin Lane. 2009. Manajemen Pemasaran. Edisi 12.
Alih Bahasa Benyamin Molan. Jakarta: PT. Indeks.
Lupiyoadi, Rambat dan Hamdani, A. 2008. Manajemen Pemasaran Jasa. Edisi
Kedua. Jakarta: Salemba Empat.
Nugroho, Bhuono Agung. 2005. Strategi Jitu Memilih Metode Statistik
Penelitian Dengan SPSS. Yogyakarta: Andi.
Rangkuti, Freddy. 2007. Riset Pemasaran. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Sarwono, Jonathan. 2009. Panduan Lengkap Untuk Belajar Komputasi Statistik
Menggunakan SPSS 16. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Salvatore, Dominick. 2003. Managerial Economics dalam Perekonomian
Global. Jakarta: Erlangga.
Schifman dan Kanuk. 2004. Consumen Behavior. 8th. New Jersey: Prentice Hall.
Sekaran, Uma. 2002. Research Methods for Bisinness: a Skill Builiding
Approach. Fourt Edition. Jhon & Son Inc.
Setiadi, Nugroho J. 2003. Perilaku Konsumen. Bandung: Kencana.
Suharno dan Sutarso, Yudi. 2010. Marketing in Pactice. Cetakan Pertama.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran. Edisi Kedua. Yogyakarta: CV. Andi
Offset.
______. 2005. Pemasaran Jasa. Malang: Bayumedia Publishing.

18