Anda di halaman 1dari 8

AC Mobil Nissan Grand Livina

Tugas Tata Udara Mobil


Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Tata Udara Mobil dengan
dosen pengampu mata kuliah Ega Taqwali Berman, S.Pd., M.Eng.

Oleh:
Reddy Juliardi
NIM: 1303639

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2015

1. Penggunaan AC Mobil
Perkembangan ilmu dan teknologi pada era sekarang sangatlah pesat dari
peningkatan kemampuan, keterampilan dan profesionalisme sumber daya
manusia. Berbagai usaha peningkatan telah dilakukan pada semua bidang
termasuk dalam bidang otomotif. Perkembangan teknologi pada bidang otomotif
berperan cukup besar terhadap kemajuan bidang-bidang lainnya. Untuk itu perlu
adanya tenaga-tenaga ahli dalam bidang ini, apalagi menghadapi serbuan
negara-negara produsen otomotif dengan pemasaran produk mereka memasuki
era pasar bebas.
Pada masa era globalisasi ini kenyamanan pada mobil sangatlah
diperlukan, industri berlomba-lomba menciptakan inovasi baru untuk menambah
kenyamanan mobil yang mereka produksi salah satunya dengan pengaturan
suhu, kelembaban udara, dan kebersihan didalam ruangan. Terutama
kenyamanan di dalam mobil. Disaat pemanasan global di seluruh lapisan bumi
ini membuat suhu lingkungan menjadi tinggi dan mengganggu kenyamanan
manusia dalam beraktifitas, dan jika kita mengendarai mobil pun udara terasa
pengap dan panas. Maka dari itu diciptakan inovasi pendinginan udara atau AC
di dalam mobil, selain mendinginkan ruangan dalam mobil juga dapat
mensirkulasikan udara bersih di ruangan. Sehingga tidak pengap dan panas di
dalam mobil.
2. Interior Mobil Nissan Grand Livina

3. Cara kerja sistem AC mobil dan Jalur Pemipaan


Seperti telah dijelaskan fungsi dari komponen-komponen sistem AC di atas,
cara kerja dari sistem AC adalah penggabungan dari fungsi masing-masing komponen
tersebut, hal tersebut digambarkan di bawah ini.

Adapun cara kerja dari sistem AC mobil adalah sebagai berikut:


Kompresor yang digerakan oleh tenaga mesin mobil tersebut, memompa dan
mensirkulasikan media pendingin / Refrigerant / Freon yang masih berbentuk Gas ke
dalam sistem dengan tekanan tertentu.
Selanjutnya media pendingin tersebut dialirkan ke kondensor, di kondensor
media pendingin didinginkan dengan jalan melepas panas ke udara luar lewat sirip-sirip
kondensor. Dikarenakan temperaturnya menurun maka media pendingin yang tadinya
berbentuk gas dari kompresor akan berubah menjadi media pendingin berbentuk cair.
Selanjutnya media pendingin tersebut dialirkan ke Filter / Dryer untuk
dilakukan penyaringan maupun pengeringan terhadap uap air yang ikut beredar di
dalam sistem. Media pendingin yang sudah difilter di alirkan ke katu expansi yang
bertugas untuk menurunkan tekanan media pendingin, karena tekanan turun maka
otomatis temperatur juga turun, akibat dari penurunan tekanan media pendingin berubah
menjadi kabut dengan temperatur yang rendah.
Media pendingin yang sudah turun tekanan dan temperaturnya dialirkan ke
evaporator, akibatnya evaporator menjadi dingin, udara yang mengalir melalui siripsirip evaporator panasnya diserap sehingga temperatur udara tersebut menjadi turun.
Udara yang sudah turun temperaturnya dialirkan kedalam ruang kendaraan sehingga
terasa sejuk. Sementara itu di dalam evaporator terjadi perubahan bentuk pada media

pendingin, yang semula berbentuk kabut dari katup expansi berubah menjadi gas pada
evaporator.
Media pendingin yang sudah dalam bentuk gas dari evaporator siap dihisap dan
di sirkulasikan ke dalam sistem.

4. Komponen Utama AC Mobil Nissan Grand Livina


AC atau Air Conditioners, adalah suatu rangkaian peralatan (komponen)
yang berfungsi untuk mendinginkan udara didalam kabin agar penumpang
dapat merasa segar dan nyaman. Rangkaian peralatan (komponen)
tersebut adalah:
a) Compressor
Berfungsi untuk memompakan
Refrigrant yang berbentuk gas agar
tekanannya meningkat sehingga
juga akan mengakibatkan
temperaturnya meningkat.
Jenis kompresor yang digunakan
pada AC mobil Nissan Grand
Livina ialah kompresor Rotari
b) Condenser

Berfungsi untuk menyerap panas pada


Refrigerant yang telah dikompresikan oleh
kompresor dan mengubah refrigrant yang
berbentuk gas menjadi cair (dingin).

c) Dryer/Receifer
Berfungsi untuk menampung Refrigerant cair untuk sementara, yang
untuk selanjutnya mengalirkan ke Evaporator melalui Expansion
Valve, sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan. Selain itu
Dryer/Receifer juga berfungsi sebagai Filter untuk menyaring uap air
dan kotoran yang dapat merugikan bagi siklus Refrigerant.

d) Expansion Valve

Berfungsi Mengabutkan
Refrigrant kedalam
Evaporator, agar
Refrigerant cair dapat
segera berubah menjadi gas.

e) Evaporator

Merupakan

kebalikan

Condenser

Berfungsi

dari
untuk

menyerap panas dari udara yang


melalui

sirip-sirip

Evaporator,

sehingga

tersebut menjadi dingin

pendingin
udara

5.

Wiring Diagram