Anda di halaman 1dari 14
 Bilangan Bulat (Integer Programming) adalah sebuah metode optimasi matematis atau program kelayakan di mana
 Bilangan Bulat (Integer Programming) adalah sebuah metode optimasi matematis atau program kelayakan di mana

Bilangan Bulat (Integer Programming) adalah sebuah metode optimasi matematis atau program kelayakan di mana beberapa atau semua variabel dibatasi untuk bilangan bulat.

Untuk permasalahan optimasi dengan beberapa atau semua variabel keputusan bernilai bulat (integer)

bilangan bulat.  Untuk permasalahan optimasi dengan beberapa atau semua variabel keputusan bernilai bulat (integer)
 Bentuk ini muncul karena dalam kenyataannya tidak semua variabel keputusan dapat berupa bilangan pecahan
 Bentuk ini muncul karena dalam kenyataannya tidak semua variabel keputusan dapat berupa bilangan pecahan
 Bentuk ini muncul karena dalam kenyataannya tidak semua variabel keputusan dapat berupa bilangan pecahan

Bentuk ini muncul karena dalam kenyataannya tidak semua variabel keputusan dapat berupa bilangan pecahan

Misalnya, jika variabel keputusan yang dihadapi adalah jumlah produk yang harus diproduksi untuk mencapai keuntungan maksimal, maka jawaban 1 ½ adalh sangat tidak mungkin karena kita tidak bisa memproduksi produk setengah-setengah.

maksimal, maka jawaban 1 ½ adalh sangat tidak mungkin karena kita tidak bisa memproduksi produk setengah-setengah.
 Dalam hal ini haruslah ditentukan apakah akan memproduksi satu atau dua produk  Pendekatan
 Dalam hal ini haruslah ditentukan apakah akan memproduksi satu atau dua produk  Pendekatan
 Dalam hal ini haruslah ditentukan apakah akan memproduksi satu atau dua produk  Pendekatan

Dalam hal ini haruslah ditentukan apakah akan memproduksi satu atau dua produk

Pendekatan pembulatan dari solusi nilai pecahan dari solusi nilai pecahan dari program linier ini tetap memenuhi semua kendala dan menyimpang cukup jauh dari solusi bulat yang tepat.

Integer programming merupakan teknik linier programming dengan tambahan persyaratan semua atau beberapa variabel bernilai bulat negatif.

merupakan teknik linier programming dengan tambahan persyaratan semua atau beberapa variabel bernilai bulat negatif.
Kendala
Kendala
Kendala

Kendala

Kendala
Kendala
Dimana:

Dimana:

Dimana:
Dimana:
Dimana:
 Certainty Angka yang diasumsikan dalam fungsi tujuan dan fungsi kendala secara pasti diketahui dan
 Certainty Angka yang diasumsikan dalam fungsi tujuan dan fungsi kendala secara pasti diketahui dan
 Certainty Angka yang diasumsikan dalam fungsi tujuan dan fungsi kendala secara pasti diketahui dan
 Certainty Angka yang diasumsikan dalam fungsi tujuan dan fungsi kendala secara pasti diketahui dan

Certainty Angka yang diasumsikan dalam fungsi tujuan dan fungsi kendala secara pasti diketahui dan tidak berubah selama waktu dipelajari.

Proporsionality Alokasi sumber daya dengan tujuan (goal) yang ingin dicapai harus proporsional (sesuai dengan porsi)

Additivity Total dari semua aktivitas adalah sama dengan jumlah dari aktivitas individu

(sesuai dengan porsi)  Additivity Total dari semua aktivitas adalah sama dengan jumlah dari aktivitas individu
 Divisibility Jumlah produk yang akhirnya direkomendasikan dalam kondisi optimum, dapat berupa pecahan bukan bulat.
 Divisibility Jumlah produk yang akhirnya direkomendasikan dalam kondisi optimum, dapat berupa pecahan bukan bulat.
 Divisibility Jumlah produk yang akhirnya direkomendasikan dalam kondisi optimum, dapat berupa pecahan bukan bulat.
 Divisibility Jumlah produk yang akhirnya direkomendasikan dalam kondisi optimum, dapat berupa pecahan bukan bulat.

Divisibility Jumlah produk yang akhirnya direkomendasikan dalam kondisi optimum, dapat berupa pecahan bukan bulat.

Non-negatif variabel Semua variabel bukan negatif, bisa nol atau positif

Homogenity Memiliki arti yaitu sumber-sumber daya yang digunakan dalam proses harus sama.

bisa nol atau positif  Homogenity Memiliki arti yaitu sumber-sumber daya yang digunakan dalam proses harus
 Deterministic Semua parameter model diasumsikan diketahui konstan dan diketahui secara pasti.
 Deterministic Semua parameter model diasumsikan diketahui konstan dan diketahui secara pasti.
 Deterministic Semua parameter model diasumsikan diketahui konstan dan diketahui secara pasti.
 Deterministic Semua parameter model diasumsikan diketahui konstan dan diketahui secara pasti.

Deterministic Semua parameter model diasumsikan diketahui konstan dan diketahui secara pasti.

 Deterministic Semua parameter model diasumsikan diketahui konstan dan diketahui secara pasti.
 Pure Integer Programing Semua variabel keputusan harus bernilai bilangan bulat  Mixed integer programming
 Pure Integer Programing Semua variabel keputusan harus bernilai bilangan bulat  Mixed integer programming
 Pure Integer Programing Semua variabel keputusan harus bernilai bilangan bulat  Mixed integer programming

Pure Integer Programing Semua variabel keputusan harus bernilai bilangan bulat

Mixed integer programming (MIP) Tidak semua variabel keputusan berupa bilangan bulat

Binary Integer Programming (BIP) Semua variabel keputusan memiliki nilai berupa bilangan binary (0 dan 1)

bulat  Binary Integer Programming (BIP) Semua variabel keputusan memiliki nilai berupa bilangan binary (0 dan
 Mixed Binary Integer Programming Jika beberapa variabel keputusan memiliki nilai binary, beberapa variabel keputusan
 Mixed Binary Integer Programming Jika beberapa variabel keputusan memiliki nilai binary, beberapa variabel keputusan
 Mixed Binary Integer Programming Jika beberapa variabel keputusan memiliki nilai binary, beberapa variabel keputusan
 Mixed Binary Integer Programming Jika beberapa variabel keputusan memiliki nilai binary, beberapa variabel keputusan

Mixed Binary Integer Programming Jika beberapa variabel keputusan memiliki nilai binary, beberapa variabel keputusan memiliki nilai integer dan sisanya memiliki nilai real (boleh pecahan)

memiliki nilai binary, beberapa variabel keputusan memiliki nilai integer dan sisanya memiliki nilai real (boleh pecahan)
 Apabila seluruh variabel keputusan dari permasalahan program linier harus berupa bilangan bulat (positif atau
 Apabila seluruh variabel keputusan dari permasalahan program linier harus berupa bilangan bulat (positif atau
 Apabila seluruh variabel keputusan dari permasalahan program linier harus berupa bilangan bulat (positif atau

Apabila seluruh variabel keputusan dari permasalahan program linier harus berupa bilangan bulat (positif atau nol).

Contoh:

seluruh variabel keputusan dari permasalahan program linier harus berupa bilangan bulat (positif atau nol).  Contoh:
seluruh variabel keputusan dari permasalahan program linier harus berupa bilangan bulat (positif atau nol).  Contoh:
 Apabila hanya terdapat sebagian dari variabel keputusan dari permasalahan program linier yang diharuskan berupa
 Apabila hanya terdapat sebagian dari variabel keputusan dari permasalahan program linier yang diharuskan berupa
 Apabila hanya terdapat sebagian dari variabel keputusan dari permasalahan program linier yang diharuskan berupa

Apabila hanya terdapat sebagian dari variabel keputusan dari permasalahan program linier yang diharuskan berupa bilangan bulat (positif atau nol).
Contoh:

keputusan dari permasalahan program linier yang diharuskan berupa bilangan bulat (positif atau nol).  Contoh:
keputusan dari permasalahan program linier yang diharuskan berupa bilangan bulat (positif atau nol).  Contoh:
 Apabila variabel keputusannya diharuskan berharga 0 (nol) atau 1 (satu). Kondisi ini ditemukan dalam
 Apabila variabel keputusannya diharuskan berharga 0 (nol) atau 1 (satu). Kondisi ini ditemukan dalam
 Apabila variabel keputusannya diharuskan berharga 0 (nol) atau 1 (satu). Kondisi ini ditemukan dalam

Apabila variabel keputusannya diharuskan berharga 0 (nol) atau 1 (satu). Kondisi ini ditemukan dalam kasus dimana persoalan yang dihadapi merupakan persoalan keputusan “ya” atau “tidak”

Contoh:

ditemukan dalam kasus dimana persoalan yang dihadapi merupakan persoalan keputusan “ya” atau “tidak”  Contoh:
 Metode Grafik  Metode Round Off (Simplex)  Metode Branch-and-Bound
 Metode Grafik  Metode Round Off (Simplex)  Metode Branch-and-Bound
 Metode Grafik  Metode Round Off (Simplex)  Metode Branch-and-Bound
 Metode Grafik  Metode Round Off (Simplex)  Metode Branch-and-Bound
 Metode Grafik  Metode Round Off (Simplex)  Metode Branch-and-Bound

Metode Grafik

Metode Round Off (Simplex)

Metode Branch-and-Bound

 Metode Grafik  Metode Round Off (Simplex)  Metode Branch-and-Bound