Anda di halaman 1dari 9

PRAKTIKUM 1

MIKROSKOP DAN PENGAMATAN SEL


A. TUJUAN
1.
2.
3.
4.

Untuk memperkenalkan komponen-komponen mikroskop dan cara menggunakannya


Untuk mengetahui sifat-sifat bayangan pada mikroskop dan gambar yang dihasilkan
Untuk mengetahui perbedaan antara sel hewan dengan sel tumbuhan
Untuk mengetahui perbedaan antara sel hidup dengan sel mati

B. PENDAHULUAN
Mikroskop merupakan alat bantu untuk mengamati obyek yang berukuran sangat
kecil. Hal ini sangat membantu memecahkan berbagai permasalahan yang berkaitan
dengan organisme yang berukuran kecil. Berdasarkan pada kenampakan obyek yang
diamati ada dua jenis mikroskop, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan
mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya,
mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda-benda tipis dan transparan.
Jika yang diamati tebal misalnya jaringan, harus dibuat sayatan yang tipis. Benda yang
diamati biasanya diletakan diatas kaca objek, dalam medium air, dan ditutup dengan kaca
penutup yang tipis (cover glass). Dapat juga diamati preparat awetan dalam medium
balsem kanada. Kemudian penyinaran diberikan dari bawah oleh sinar alam atau lampu.
Pembesaran yang sering terdapat pada mikroskop biologi adalah sebagai berikut :
a. Lensa objektif 4x, lensa okuler 10x, perbesaran total 40x.
b. Lensa objektif 10x, lensa okuler 10x, perbesaran total 100x.
c. Lensa objektif 40x, lensa okuler 10x, perbesaran total 400x.
d. Lensa objektif yang paling kuat untuk mikroskop optik adalah 100x, yang disebut
dengan objektif minyak emersi. Cara penggunaanya harus dipelajari secara khusus.
Mikroskop cahaya monokuler (Gambar 1.1) mempunyai perbesaran maksimum
1000x. Mikroskop memiliki kaki yang dibuat berat dan kokoh agar mikroskop dapat
berdiri stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa okuler, lensa
obyektif, dan kondensor. Lensa okuler terletak pada ujung atas tabung mikroskop yang
berdekatan dengan mata pengamat. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa
tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah tabung mikroskop terdapat
tempat dudukan lensa obyektif atau revolver yang
bisa dipasang tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat tempat dudukan
tempat preparat atau meja mikroskop. Sistem lensa ketiga adalah kondensor. Sistem lensa
untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop.

Penuntun Praktikum Biologi Dasar

Gambar 1.1 Komponen-komponen Mikroskop cahaya monokuler


Pada dasarnya bagian-bagian mikroskop adalah sebagai berikut :
1. Lensa obyektif berfungsi membentuk bayangan pertama suatu spesimen. Lensa ini
menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir.
Kemampuan kerja lensa obyektif dalam mengumpulkan cahaya ditentukan oleh
numerical apperture (NA) yang tergantung pada kecembungan lensa. Numerical
apperture (NA) merupakan ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan
menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang
berdekatan sebagai dua benda yang terpisah. Bila sudut adalah setengah dari sudut
yang dibentuk dari suatu titik pada obyek dengan cahaya yang dikumpulkan oleh lensa
obyektif, dan n adalah indeks bias medium (biasanya udara atau minyak imersi) yang
memisahkan spesimen dengan lensa obyektif, maka NA = n sin (Gambar 1.2)
Lensa obyektif dikelompokkan menjadi tiga, yaitu scanning lens (4x), low power lens
(10x) dan high power lens (berkisar dari 20 sampai 100x). Beberapa mikroskop juga
ada yang memiliki oil immersion lens. Lensa ini hanya dapat digunakan bila di atas kaca
penutup telah diteteskan minyak imersi. Kemudian lensa obyektif diturunkan secara
perlahan sampai ujung lensa menyentuh minyak imersi.
2. Lensa okuler, merupakan lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung
okuler, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar
bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk
berkisar antara 4 - 25 kali.
3. Lensa kondensor adalah lensa yang berada di sebelah bawah meja benda, berfungsi
untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan difokuskan.
Pengaturan kondensor akan mempengaruhi resolusi dan kontras tampilan suatu
spesimen, sehingga bila pengaturannya tepat akan diperoleh daya pisah (resolusi)
maksimal. Jika daya pisah kurang maksimal, dua titik yang berdekatan akan tampak
menjadi satu.

Penuntun Praktikum Biologi Dasar

Gambar 1.2 Cahaya yang difokuskan oleh kondensor memasuki lensa objektif dengan
sudut

4.

5.
6.
7.

Perbesaran akan kurang bermanfaat jika daya pisah mikroskop kurang baik. Beberapa
kondensor posisinya tidak bisa diubah tetapi ada yang bisa diubah atau difokuskan
sehingga kualitas cahaya bisa diatur. Apabila posisi lensa kondensor dapat diubah maka
posisi yang terbaik adalah sedekat mungkin dengan meja benda.
Diafragma, terdapat di sebelah bawah kondensor yang berfungsi untuk mengontrol
diameter cahaya yang masuk ke lensa kondensor. Bila diafragma pada posisi hampir
tertutup maka cahaya akan sampai pada bagian tengah lensa kondensor akibatnya akan
sangat kontras. Namun, bila diafragma terbuka lebar maka spesimen menjadi kurang
kontras.
Pengatur kasar, untuk mendekatkan lensa obyektif ke specimen (perhatikan arah
putaran).
Pengatur halus, untuk mendapat image dengan kualitas maksimal (perhatikan arah
putaran).
Meja benda : tempat meletakkan spesimen yang akan diamati, biasanya dilengkapi
dengan penjepit spesimen dan knop pengatur posisi spesimen (kiri-kanan dan majumundur). Pada bagian tengah meja benda ada lubang agar cahaya dapat mengenai
spesimen.

Cara Menggunakan Mikroskop


a. Menyiapkan mikroskop :
1. Letakan mikroskop dsiatas meja yang kokoh. Jangan diatas buku atau kertas yang
berserakan diatas meja. Pada mkroskop yang menggunakan cermin aturlah
menghadap cahaya.
2. Periksalah mikroskop, bahawa bagian-bagiannya lengkap dalam keadaan bersih
dan tidak rusak.
3. erutama lensa-lensanya harusa dijaga tetap bersih debu, air, atau minyak untuk
membersihkannya dapat dilakukan dengan cara mengusapkannya dengan kertas
kasa yang bersih. Jangan menggosok dengan benda yang keras atau kasar, karena
akan merusak Coating nya.
4. Kalau badan atau meja mikroskop kotor, atau berdebu bersihkan dengan lab yang
bersih.
5. Kenalilah dahulu nama bagian-bagian mikroskop berdasarkan gambar yang
diberikan.
Penuntun Praktikum Biologi Dasar

b. Mengatur penyinaran/lampu :
1. Pasang kabel pada stop kontak dengan tegangan yang sesuai (Perhatikan
keterangan tegangan listrik yang direkomendasikan pada mikroskop seperti: 110120 Volt atau 220-240 Volt)
2. Tekan knop lampu kearah On dan untuk mematikan tekan Off.
3. Setelah lampu menyala, aturlah kondensor pada posisi paling atas, agar didapatkan
penyinaran kritis (Criticall Illumination).
c. Mengatur fokus :
1. Tempatkan preparat diatas meja mikroskop.
2. Sebelumnya turunkan tabung mikroskop atau naikkan meja mikroskop ( tergantung
jenis mikroskop yang digunakan) sampai menyentuh gelas penutup. Kerjakan
dengan pelan dan hati-hati! Melalui lensa okuler amati preparat sampai terfokus
3. Tempatkan ujung pensil pada permukaan cermin cekung atau datar sambil melihat
melalui lensa okuler, fokuskan kondensor dengan memutar tombol pengatur
kondensor sampai ujung pensil jelas terfokus. Ini menjamin daya pisah yang
maksimal.
4. Ambil lensa okuler sementara lihatlah kebawah melalui tabung mikroskop, aturlah
diafragma sampai kurang lebih 2/3 nya terbuka. (Pengaturan celah diafragma untuk
mengatur pencahayaan dan meningkatkan kontras. Jika celah diafragma dibuka
terlampau lebar preparat akan sangat terang dan kontras berkurang sehingga
struktur struktur kecil sulit dibedakan). Pasang kembali lensa okuler pada
tempatnya.
Catatan : Prosedur ini hendaknya diulangi setiap kali menggunakan lensa
obyektif yang berbeda pembesarannya, supaya diperoleh daya pisah yang
maksimal.
5. Terdapat dua pengatur fokus yaitu pengatur kasar dan pengatur halus, gunakan
pengatur kasar utuk mencari bayangan objek dengan memutar pengatur kasar
secara perlahan-lahan sehingga objektif mendekati meja preparat hingga terlihat
bayangan.
6. Untuk mendapatkan fokus yang lebih baik putarlah pengatur halus.
7. Mulailah dengan pembesaran lemah, baru dengan pembesaran yang lebih kuat
d. Mengganti pembesaran :
1. Putar objektif yang diinginkan kesumbu optik hingga terdengar bunyi klik yang
lemah. Untuk mendapatkan pembesaran yang lebih kuat putar objektif kelensa
objektif yang diinginkan sampai bunyi klik .
2. Atur kembali cahaya dengan lefel diafragma hingga didapatkan kontras yang baik
3. Khusus untuk pembesaran lensa objektif 100x diperlukan minyak emersi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan mikroskop:
1. Peganglah erat-erat lengan mikroskop dengan satu tangan, sedangkan tangan yang
lain pakailah untuk menyangga mikroskop.
2. Gunakan mikroskop dengan lengannya menghadap anda.
3. Meja preparat harus tetap horisontal untuk mencegah agar preparat tidak jatuh.
4. Bersihkan lensa mikroskop (objektif dan okuler) hanya dengan kertas lensa atau
kertas tisue.
5. Untuk mencari fokus suatu objek yang akan diamati, selalu mulai dengan lensa
objektif dengan pembesaran lemah (10X). Tanpa melihat melalui lensa okuler,
dekatkan lensa objektif dengan hatai-hati sampai hampir mengenai preparat.
Kemudian sambil melihat melalui lensa okuler, gerakkan lensa objektif dengan
perlahan-lahan menjauhi gelas preparat sehingga objek tersebut kelihatan. Untuk
memfokuskan objek selanjutnya digunakan pengatur fokus yang halus.
Penuntun Praktikum Biologi Dasar

6. Bila akan menggunakan pembesaran yang lebih kuat, fokuskan dahulu objek yang
alan diamati dengan menggunakan pengatur halus saja. Jangan sekali-kali memutar
pengatur kasar.
7. Untuk menggunakan mikroskop secara efisien maka :
Biasakan kedua mata anda tetap terbuka ketika mengamati preparat.
Mata kiri diletakkan pada lensa okuler
Mata kana diaarahkan pada buku gambar
Tangan kiri digunakan untuk mengatur alat pengatur fokus.
Tangan kanan mengatur posisi objek yang akan dilihat, memegang pinsil dan
menggambar/mencatat apa yang diamati.
8. Setelah selesai menggunakan mikroskop, putar pengatur kasar agar terdapat jarak
antara lensa obyektif dengan meja mikroskop. Aturlah cermin dalam posisi tegak,
masing-masing cermin cekung dan datar menghadap kearah samping. Bersihkan
meja mokroskop dari kotoran dan tumpahan medium dengan menggunakan tissue.

Gambar 1.3. Komponen Mikroskop cahaya binokuler


Penuntun Praktikum Biologi Dasar

Keterangan:
1. Eyepiece / oculars (lensa okuler): untuk memperbesar bayangan yang dibentuk
lensa objektif
2. Revolving nosepiece (pemutar lensa objektif): untuk memutar objektif sehingga
mengubah perbesaran
3. Observation tube (tabung pengamatan / tabung okuler)
4. Stage (meja benda): spesimen diletakkan di sini
5. Condenser (kondensor): Untuk mengumpulkan cahaya supaya tertuju ke lensa
objektif
6. Objective lense (lensa objektif): memperbesar spesimen
7. Brightness adjustment knob (pengatur kekuatan lampu): untuk memperbesar dan
memperkecil cahaya lampu
8. Main switch (tombol on-off)
9. Diopter adjustmet ring (cincin pengatur diopter): untuk menyamakan focus antara
mata kanan dan kiri
10. Interpupillar distance adjustment knob (pengatur jarak interpupillar)
11. Specimen holder (penjepit spesimen)
12. Illuminator (sumber cahaya)
13. Vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal): untuk menaikkan atau menurunkan
object glass
14. Horizontal feed knob (sekrup pengatur horizontal): untuk menggeser ke kanan / kiri
objek glas
15. Coarse focus knob (sekrup fokus kasar): menaik turunkan meja benda (untuk
mencari fokus) secara kasar dan cepat
16. Fine focus knob (sekrup fokus halus): menaik turunkan meja benda secara halus
dan lambat
17. Observation tube securing knob (sekrup pengencang tabung okuler)
18. Condenser adjustment knob (sekrup pengatur kondensor)
Seperti telah kita ketahui, bahwa salah satu cirri yang membedakan antara hewan
dan tumbuhan dapat dilihat secara struktural yaitu melalui pengamatan secara mikrokopis.
Dalam sayatan segar yang diamati di bawah mikroskop, sel tersebut terlihat sangat
transparan. Biasanya yang dapat dilihat adalah dinding sel, sitoplasma, inti dan vakuola.
Sel merupakan unit terkecil baik secara structural maupun fungsional dari makhluk
hidup. Bagian-bagian sel terdiri dari membran plasma, dinding sel, sitoplasma, inti, dan
organel-organel. Masing-masing makhluk hidup baik sel tumbuhan maupun sel hewan
menunjukkan beberapa persamaan dan beberapa perbedaan yang dapat diamati dari ciricirinya. Sel mati dapat dibedakan dari sel hidup berdasarkan struktur dan aktifitas dari
masing-masing sel tersebut.
Suatu sel hidup harus memiliki protoplas, yaitu bagian sel yang ada di bagian dalam
dinding sel. Protoplas dibedakan atas komponen protoplasma dan non protoplasma. Komponen
protoplasma yaitu terdiri atas membran sel, inti sel, dan sitoplasma (terdiri dari organel-organel
hidup). Komponen non protoplasma dapat pula disebut sebagai benda ergastik. Benda ergastik
adalah bahan non protoplasma, baik organik maupun anorganik, sebagai hasil metabolisme yang
berfungsi untuk pertahanan, pemeliharaan struktur sel, dan juga sebagai penyimpanan cadangan
makanan, terletak di baigan sitoplasama, dinding sel, maupun di vakuola. Seperti dijelaskan
sebelumnya bahwa benda ergastik memiliki banyak fungsi untuk sel, misalnya penyimpanan
cadangan makanan.
Pada sel mati tidak dijumpai adanya organel-organel, di dalam sel hanya berupa ruangan
kosong saja. Sel mati sendiri asalnya dari sel hidup. Sel menjadi mati disebabkan karena berbagai
faktor, misalnya faktor genetik maupun faktor lingkungan. Sedangkan yang akan dibahas dalam

Penuntun Praktikum Biologi Dasar

praktikum ini adalah sel mati karena faktor genetik, maksudnya sel tersebut mati karena telah
mencapai umur yang memang telah ditentukan secara genetik. Sel-sel tersebut memang dalam
perkembangannya terspesialisasi untuk menjadi suatu sel mati, yang memiliki fungsi tertentu
dalam bagi tumbuhan.

Gambar 1.4 Sel Hewan dan Sel Tumbuhan


C. ALAT, BAHAN DAN CARA KERJA
Alat
Mikroskop
Kaca objek
Kaca penutup
Pipet
Silet/Scalpel
Tusuk gigi
Lanset dan lancet pen
Bahan
Potongan kertas surat kabar yang bertulis huruf i dan a
Daun Rhoeo discolor (daun Adam dan Hawa)
Umbi kentang Solanum tuberosum
Serat kapas dan kapuk
Sampel mukosa pipi
Sampel darah
Akuades/Air
Iodin/Lugol
Metilen biru
Alkohol 70%
Kapas
Minyak Imersi

Penuntun Praktikum Biologi Dasar

Cara Kerja
Kegiatan 1.1 Memahami sistem kerja mikroskop
1. Sebagai bahan pengamatan digunakan huruf a dan i yang dipotong dari koran dan
diletakkan di atas gelas objek serta dibasahi dengan setetes air.
2. Kaca penutup diletakan di atas bahan pengamatan dengan cara sebagai berikut :
Ujung sisi gelas penutup yang sejajar dengan permukaan gelas objek
ditempelkan pada air dengan sudut kemiringan 45 sehingga air merata di
sepanjang sisi gelas penutup
Gelas penutup kemiringannya dikurangi secara perlahan sampai menutup penuh
seluruh bahan.
3. Kelebihan air di luar gelas penutup dihisap dengan kertas saring atau tissue.
4. Slide glass diletakkan di meja obyek dengan posisi huruf a atau i terbaca normal
oleh mata telanjang kemudian slide glass tersebut dijepit dengan penjepit slide.
5. Lensa obyektif dengan perbesaran lemah diposisikan segaris dengan obyek
6. Jarak antara obyek dengan lensa obyektif diatur 0,5 cm.
7. Obyek diamati melalui lensa okuler. Jika obyek belum tampak jelas jarak obyek
dan lensa obyektif diatur sedemikian rupa dengan menggunakan pengatur kasar
hingga diperoleh bayangan yang jelas.
8. Bentuk huruf a atau i diamati!
9. Bandingkan bentuk bayangan dengan bentuk obyek yang diamati. Bentuk bayangan
apakah sama atau terbalik? Apakah bayangan tersebut merupakan bayangan
cermin? Gambarlah bayangan tersebut!
Kegiatan 1.2. Pengamatan Struktur Sel Daun Rhoeo discolor (daun Adam dan Hawa)
1. Dengan menggunakan silet dan pinset, ambil lapisan epidermis permukaan bawah
daun Rhoeo discolor.
2. Letakkan pada kaca objek yang telah ditetesi air, kemudian tutup dengan kaca
penutup. Usahakan jangan ada gelembung udara.
Cara untuk menghindari adanya gelembung udara adalah mula-mula kaca penutup
diletakkan miring pada salah satu ujung kaca objek yang ditekan pleh jarum
bertangkai, kemudian jarum perlahan-lahan ditarik, sehingga kaca penutup turun
sampai akhirnya menempel seluruhnya di atas kaca objek
3. Amatilah dibawah mikroskop dengan pembesaran paling lemah (40 X), kemudian
100 X. Amati bagian-bagiannya.
4. Gambarlah sel tersebut dengan bagian-bagian yang bisa anda kenali.
Kegiatan 1.3 Pengamatan Sel Pati Kentang
1. Keriklah sekerat umbi kentang dengan jarum atau ujung silet sehingga cairannya
keluar.
2. Teteskan cairan tersebut pada kaca objek, dan tutup dengan kaca penutup.
3. Amati dibawah mikroskop struktur butir-butir pati tersebut.
4. Teteskan larutan Iodine pada tepi kanan kaca penutup dan pada tepi kiri kaca
penutup tempelkan kertas hisap, dengan demikian larutan iodine tersebut akan
masuk kedalam preparat dan menyebar ke seluruh bagian.
5. Amati dibawah mikroskop dan gambarkan butir-butir pati tersebut
Kegiatan 1.4 Pengamatan Sel Epithelium pipi
1. Dengan menggunakan ujung tumpul skalpel atau ujung jari atau sebuah tusuk gigi,
keruklah epitel pada bagian dalam dinding pipi anda
2. Tebarkan epitel yang diperoleh ke dalam setetes air pada kaca objek.
3. Tutup sediaan tersebut dengan kaca penutup.
4. Teteskan metilen biru secara hati-hati pada salah satu tepi gelas penutup
Penuntun Praktikum Biologi Dasar

5. Hisaplah metilen biru dengan menggunakan kertas hisap (tissue) melalui sisi yang
berlawanan dengan tempat meneteskan metilen biru.
6. Amatilah preparat tersebut dibawah mikroskop yang dimulai dengan pembesaran
lemah (40 x), kemudian pembesaran kuat (100 x).
7. Gambarlah struktur sel epitel rongga mulut. Gambar hasil pengamatan Anda dan
beri keterangan (membran sel, nukleus, sitoplasma)
Kegiatan 1.5 Pengamatan sel darah manusia
1. Siapkan lanset steril dan pasang di lancet pen
2. Bersihkan jari telunjuk anda dengan alkohol 70%,
3. Dengan menggunakan lanset tusukan jari telunjuk dengan hati-hati dan oleskan
darah tersebut pada kaca objek dengan membuang tetesan darah yang pertama.
4. Amati sediaan apusan darah tersebut dibawah mikroskop yang dimulai dengan
perbesaran lemah kemudian perbesaran kuat.
5. Perhatikan dan gambar sel darah!
Kegiatan 1.6 Pengamatan Serat Kapas dan Kapuk
1. Teteskan air pada kaca objek.
2. Letakkan 2-3 helai serat kapas dan tutup dengan kaca penutup.
3. Amati di bawah mikroskop
4. Gambar hasil pengamatan Anda dan beri keterangan (dinding sel, lumen, torsi)
5. Ulangi langkah no 1-4 dengan menggunakan kapuk.
D. PERTANYAAN
1. Bagaimana proses pembentukan bayangan yang terjadi pada saat pengamatan di
bawah mikroskop ?
2. Bagaimana sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa obyektif dan okuler ?
3. Jelaskan perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan?
4. Jelaskan perbedaan antara sel hidup dan sel mati ?
5. Apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan perbesaran
1000x (the highest magnification) dengan jelas?
6. Mengapa minyak imersi diperlukan pada pengamatan perbesaran1000x?

Penuntun Praktikum Biologi Dasar