Anda di halaman 1dari 6

1.

manusia adalah makhluk sosial,makhluk yang tidak bisa hidup tanpa orang lain,yang
sangat membutuhkan teman,membutuhkan bantuan,membutuhkan
keakraban,membutuhkan komunikasi serta membutuhkan interaksi dengan orang lain,dll.
2. Proses sosialisasi sangat penting bagi manusia karena proses sosialisasi berlangsung
sepanjang hidup dan karena manusia adalah makhluk sosial,makhluk yang tidak bisa
hidup tanpa orang lain,yang sangat membutuhkan teman,membutuhkan
bantuan,membutuhkan keakraban,membutuhkan komunikasi serta membutuhkan
interaksi dengan orang lain,dll. Melalui sosialisasi seseorang akan terbentuk
kepribadian,pembentukan kepribadiannya melalui proses sosialisasi yang dilakukan
melalui interaksi sosial, proses sosialisasi yang dilakukan melalui proses pendidikan dan
pengajaran,dll.
Sosialisai sangat penting karena dapat mempererat hubungan antara masyarakatnya,dapat
memperoleh suatu ilmu dari suatu masyarakat tersebut,dapat membentuk suatu
kepribadian yang unik. Manusia memerlukan sosialisasi agar potensi-potensi
kemanusiaannya berkembang sehingga menjadi satu pribadi yang utuh dan menjadi
anggota masyarakat yang baik. Dengan proses sosialisasi setiap orang belajar bagaimana
mengkoordinasikan perilakunya dengan perilaku orang lain dan belajar bagaimana
menyesuaikan diri dengan lingkungan tertentu sesuai dengan peranan yang disandangnya.
Setiap orang juga diharapkan menjalankan peranan tertentu dalam kehidupan
bermasyarakat.
3. 1) Sosialisasi Primer
Sosialisasi primer, merupakan bentuk sosialisasi yang pertama kali diterima oleh individu
pada lingkungan di sekitar keluarga. Pada sosialisasi ini, individu belum mengetahui
sosialisasi yang amat luas layaknya orang dewasa. Pada bentuk ini, individu hanya
diperkenalkan sosialisasinya dengan anggota keluarganya saja, belum secara luas.
Sebagai contoh, sejak Ahmad kecil Ibunya selalu mengajarkan bagaimana bersikap sopan
santun kepada orang yang lebih tua. Contoh lain, Ibu Nadia selalu mengajarkan Nadia
yang masih kecil untuk selalu menggunakan tangan kanan saat makan dan menerima
pemberian dari orang lain.
2) Sosialisasi Sekunder
Pada sosialisasi sekunder, merupakan bentuk sosialisasi yang bertujuan memperkenalkan

individu kepada lingkungan di luar keluarga. Seperti lingkungan kerja, media massa,
sekolah, lingkungan bermain, dan sebagainya. Pada bentuk ini, individu dilatih untuk
saling ber sosialisasi antar sesama umur. Bukan dengan orang tuanya. Sebagai contoh,
Adi berteman akrab dengan Aldi maka itu ia saling ber sosialisasi bersama di saat mereka
berdua sedang bermain. Contoh lain, seorang guru mengajarkan pelajaran bahasa
indonesia kepada murid-muridnya yang duduk di bangku kelas 2 SD.
4. Peran sosial (social role) merupakan seperangkat harapan dan perilaku atas status sosial.
Menurut Soerjono Soekanto (1981), peran sosial merupakan tingkah laku individu yang
mementaskan suatu kedudukan tertentu. Dalam peranan yang berhubungan dengan
pekerjaannya, seseorang diharapkan menjalankan kewajiban-kewajibannya yang
berhubungan dengan peranan yang dipegangnya. Melalui belajar berperan, norma-norma
kebudayaan dipelajari. Seseorang dikatakan berperanan jika ia telah melaksanakan hak
dan kewajibannya sesuai dengan status sosialnya dalam masyarakat. Tidak ada peran
tanpa status sosial atau sebaliknya. Peran sosial bersifat dinamis (berubah-ubah)
sedangkan status sosial bersifat statis (tetap).

Pengertian Status Sosial


Menurut Mayor Polak (1979), status dimaksudkan sebagai kedudukan sosial seorang
oknum dalam kelompok serta dalam masyarakat. Status sosial memberi bentuk dan pola
pada interaksi sosial.
Sedangkan menurut Ralph Linton status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajian
yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya. Pemilik status sosial yang tinggi akan
ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan pemilik status
sosial rendah.
Soerjono Soekanto membedakan status dengan status sosial; status diartikan sebagai
tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial, sehubungan dengan orangorang lain dalam kelompok tersebut atau tempat suatu kelompok berhubungan dengan
kelompok-kelompok lainnya di dalam kelompok yang lebih besar lagi. Sedangkan status
sosial diartikan sebagai tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya
sehubungan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya, prestisenya dan hak-hak
serta kewajiban-kewajibannya.

5. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sosialisasi


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sosialisasi seperti berikut ini....
1. Faktor Intrinsik
Pada hakikatnya faktor intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam individu
yang melakukan proses sosialisasi. Wujud nyata faktor ini antara lain dapat berupa
pembawaan-pembawaaan seperti bakat, ciri-ciri fisik ataupun warisan biologis termasuk
kemampuan-kemampuan yang ada ada diri seseorang. Faktor-faktor ini akan
mempengaruhi pada jalannya proses sosialisasi dalam kehidupan bermasyarakat seorang
individu. Hasilnya akan sangat berpengaruh terutama dalam perolehan ketrampilan,
pengetahuan, nilai-nilai dalam proses sosialisasi itu sendiri. Faktor intrinsik justru
merupakan faktor yang dominan dalam mempengaruhi proses sosialisasi. Di satu sisi
merupakan faktor pendorong untuk me judkan keinginan. di sisi lain merupakan faktor
pengendali dan berfungsi sebagai pengukur mengenai baik-buruknya suatu aktivitas
dalam proses interaksi.

2. Faktor eksterinsik
Selain faktor-faktor bawaan yang ada di dalam diri masing-masing individu, secara
kodrati, manusia juga sudah mendpat pengaruh dan lingkungan di sekitamya. Faktorfaktor yang berada diluar diri individu inilah yang disebut faktor eksterinsik. Wujud nyata
dan faktor ini adalah norma-norma, sistem sosial. dan sistem budaya, sistem mata
pencaharian yang ada dalam masyarakat.
Untuk melakukan proses sosialisasi seorang individu akan dibatasi dengan nilai dan
norma yang ada dalam masyarakat. Nilai-nilai mi akan menjadi pedoman bagi seseorang
untuk melakukan berbagai aktivitas. Perpaduan antara faktor intrinsik dan eksterinsik
akan berakumulasi pada diri seseorang dalam melaksanakan proses sosialisasi.

6. Norma yang ada dalam masyarakt


No Norma
1
Agama

Pengertian
Petunjuk hidup

Contoh
yangShalat

Sanksi
Umumnya

berasal dari Tuhan yangTidak berjudi


disampaikan
utusannya

tidak

langsung

karena

melalui Suka berbuat baik,diberikan

setelah

yang

berisidll

meninggal dunia

perintah, larangan atau


2

Kesusilaan

Kesopanan

anjuran
Aturan yang datang atauBerlaku jujur

Tidak

bersumber

hanya diri sendiri yang

dari

nurani

manusia

kamil)

tentang

hatiBertindak adil

(insanMeng-hargai orangmerasakan
baiklain

buruknya suatu perbuatan


Peraturan hidup yang
timbul

dari

pergaulan

bersalah,

hasilorang yang lebihdiberikan

di

dalam

masyarakat

Tidak

malu,

oleh
berupa

dikucilkan

dari

tuntutan Menerima denganpergaulan.

pergaulan sehari-hari
Norma

kesopanan

bersifat

relatif,

apa

(Merasa

berkatacelaan, cemoohan atau

masyarakat dan dianggapkasar


sebagai

karena

menyesal, dsb.)
Meng-hormatiTidak tegas tapi dapat

segolongantua

manusia

tegas,

yang

tangan kanan
ini

Tidak

boleh

artinya meludah disembadianggaprang tempat

sebagai norma kesopanan


berbeda-beda di berbagai
tempat, lingkungan dan
waktu
4

Hukum

Norma

hukum

pedoman
dibuat

dan

oleh negara.

hidup

adalahHarus tertib
yang
b.

Harus

Tegas, Nyata, mengikat


sesuaidan bersifat memaksa.

dipaksakanaturan
Dilarang mencuri,

Ciri norma hukum antaramembu-nuh,


lain adalah diakui olehmeram-pok, dsb.
masyarakat

sebagai

ketentuan yang sah dan


ada

penegak

sebagai

pihak

berwenang

hukum
yang

memberikan

sanksi
Tujuan

utama

hukum
menciptakan

norma
adalah
suasana

aman dan tentram dalam


masyarakat.

7. Akibat jika nilai-nilai sosial dalam masyarakat tidak diindahkan maka akan terjadi
berbagai penyimpangan sosial. Akibatnya, timbul kekacauan dalam masyarakat.
8. Keluarga merupakan arena dimana anak mulai mengenal procreasi dan creasi secara syah
dan dibenarkan. Didalam suatu masyarakat, keluarga inti menjalankan fungsi yang
sebenarnya dari masyarakat, sementara pada masyarakat lain, pola-pola kekerabatan
memegang fungsi utama dalam membudayakan generasi muda. Dalam kasus lain,
keluarga adalah sebagai perantara antara budaya lokal dan unit sosial, dimana nilai-nilai
budaya mulai ditanamkan dari generasi tua ke generasi muda.
Keluarga juga menjalankan fungsi-fungsi politik. Keluarga membantu mengembangkan
kemampuan-kemampuan dan keterampilan-keterampilan untuk hidup berkelompok. Di
dalam keluarga anak mengenal proses pengambilan keputusan, kepatuhan terhadap
penguasa dan ketaatan untuk menjalankan aturan-aturan yang berlaku . Karena didalam
keluarga sebagai unit terkecil, terjadi fungsi-fungsi pengambilan keputusan maka
keluarga merupakan sistem politik pada tingkat mikro. Di dalam keluarga, anak pertama
kali belajar mengenal pola-pola kekuasaan, bagaimana kekuasaan terbagi serta jaringanjaringan hubungan kekuasaan berlangsung . Disini anak mulai mengenal mengapa orang
tua memiliki power yang lebih tinggi dibandingkan saudara-saudaranya yang lebih tua,

serta bagaimana pembagian kekuasaan antara lelaki dan perempuan. antara yang muda
dan yang tua, antara ayah dan ibu, antara anak dan orang tua. Sifat-sifat kepatuhan anak
dalam keluarga akan dibawa dalam kepatuhan di sekolah dan di masyarakat. Demikian
juga sifat-sifat suka memberontak, kebiasaan melawan dan tidak disiplin didalam
keluarga, juga akan mempengaruhi dalam kehidupan di sekolah dan di masyarakat.
Disamping keluarga memiliki fungsi politik, keluarga juga memiliki fungsi ekonomi,
yaitu fungsi-fungsi yang berhubungan dengan proses-proses memproduksi dan
mengkonsumsi tentang barang-barang dan jasa . Didalam siklus hubungan intim
didalam keluarga, anak-anak belajar mengenal sikap-sikap dan keterampilanketerampilan yang diperlukan untuk memainkan peranan dalam kegiatan produksi,
konsumsi, barang, dan jasa. Setiap keluarga mengadopsi pembagian tugas merupakan
tugas-tugas yang harus dilakukan oleh keluarga. Didalam keluarga juga ditemukan
tentang nilai-nilai kerja, penghargaan tentang kerja dan hubungan antara kerja dan
imbalan-imbalan yang dianggap layak.
Peranan keluarga bukan saja berupa peranan-peranan yang bersifat intern antara orang tua
dan anak, serta antara yang anak satu dengan anak ang lain. Keluarga juga merupakan
medium untuk menghubungkan kehidupan anak dengan kehidupan di masyarakat,
dengan kelompok-kelompok sepermainan, lembaga-lembaga sosial seperti lembaga
agama, sekolah dan masyarakat yang lebih luas.

1. Fungsi Nilai
Fungsi nilai sosial bagi kehidupan manusia:
1. Dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan "harga" sosial dari
suatu kelompok.
2. Dapat mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku.
3. Sebagai penentu terakhir manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial.
4. Nilai sosial dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan sesuai
5.
6.
7.
8.

dengan peranannya.
Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok.
Sebagai alat pengawas perilaku manusia.
Memberikan harapan yang baik, sikap mandiri, dan bertanggungjawab
Mengarahkan cara berperasaan, berpikir, berkehendak, dan bertindak