Anda di halaman 1dari 10

BAB VII

PENILAIAN PENDAPATAN DENGAN PENDEEKATAN BERBASIS BIAYA


Masalah Persediaan :
-

Klasifikasi
Alur Biaya
Pengendalian
Nilai dasar persediaan

Barang Fisik yang termasuk dalam persediaan


-

Barang dalam perjalanan


Barang Konsinyasi
Penjualan dengan perjanjian khusus
Kesalahan persediaan

Biaya yang termasuk dalam persediaan


-

Harga produk/barang
Periode harga
Diskon pembelian

Asumsi alur biaya


-

Identifikasi khusus
Harga rata-rata
FIFO
Analisis kesimpulan

MASALAH PERSEDIAAN
Klasifikasi
Persediaan merupakan item aset yang dimiliki perusahaan untuk dijual dalam bisnis, atau
barang yang akan dikonsumsi dalam produksi barang yang akan dijual. Deskripsi dan
penilaian persediaan memerlukan ketelitian. Investasi dalam persediaan kerapkali merupakan
aktiva lancar terbesar dari bisnis perdagangan dan manufaktur.
Perusahaan mencatat biaya yang akan dibebankan ke barang dan bahan baku yang ada di
tangan tetapi tidak ditempatkan dalam produksi disebut sebagai persediaan bahan baku.
Pada setiap titik dalam proses produksi terus-menerus, beberapa unit hanya belum diproses
sepenuhnya. Biaya bahan baku untuk unit-unit yang belum selesai, ditambah biaya tenaga

kerja langsung diterapkan khusus untuk bahan ini dan bagian biaya overhead yang
dialokasikan, merupakan persediaan barang dalam proses.
Arus Biaya Persediaan
Perusahaan yang menjual atau memproduksi barang melaporkan persediaan dan harga pokok
penjualan pada akhir periode akuntansi. Untuk menentukan jumlah, mereka menambahkan
persediaan awal pembelian dalam satu periode sebagai harga pokok barang tersedia untuk
dijual.

Persediaan
Awal

Biaya
Pembelian

Barang yang
tersedia
untuk dijual

Biaya
Penjualan

Persediaan
Akhir

Sistem Perpetual
Sistem Perpetual secara terus menerus mencatat perubahan dalam persediaan. Beberapa
metode dalam persediaan menggunakan perpetual sistem adalah sebagai berikut :
1. Pembelian barang dagangan untuk dijual kembali atau bahan baku untuk produksi
didebet kedalam ke persediaan bukan ke pembelian.
2. Barang didebet kedalam persediaan bukan pembelian.
3. Harga pokok penjualan diakui dalam penjualan dengan mendebet harga pokok
penjualan dan persediaan terkredit.
4. Buku besar pembantu catatan persediaan dipergunakan sebagai kontrol.
Sistem Periodik
Dalam persediaan menggunakan system periodic, perusahaan menentukan jumlah persediaan
yang tersedia hanya secara periodik. Mengakui semua akuisisi persediaan selama periode
akuntansi dengan cara mendebet rekening pembelian.
Kontrol Persediaaan

Dengan alasan yang bervariasi, manajemen perusahaan sangat penting untuk membuat
perencanaan persediaan dan kontrol persediaan. Membutuhkan system yang akurat dan
ketelitian dengan pencatatan yang up to date atau tepat waktu. Penjual dan pembeli bisa
hilang apabila barang yang tersedia untuk dijual tidak sesuai model, kualitas serta kuantitas
yang diinginkan.
Masalah yang mendasar dalam penilaian persediaan
Barang yang dijual atau digunakan selama periode akuntansi tidak selalu sama dengan barang
yang dibeli atau diproduksi selama periode akuntansi berjalan. Sebagai hasilnya, persediaan
terkadang bertambah atau berkurang selama periode berjalan.
Penilaian persediaan bisa sangat susah, memerlukan aturan seperti :
a. Barang fisik yang dimasukkan kedalam persediaan
b. Biaya yang harus dimasukkan kedalam persediaan
c. Asumsi arus biaya yang harus diadopsi
BARANG FISIK YANG DIMASUKKAN KEDALAM PERSEDIAAN
Dalam teknisnya, perusahaan harus mengakui pembelian ketika secara legal barang yang
sudah dibeli, transaksinya telah secara legal diakui pembeli. Namun, perusahaan biasanya
mengakui barang yang dibeli ketika barang sudah diterima.Karena sulit untuk menentukan
waktu yang tepat kapan secara legal barang itu sudah berpindah kekuasaan.
Barang dalam perjalanan
Terkadang barang yang telah dibeli masih berada dalam perjalanan, belum diterima oleh
pembeli diakhir periode fiscal. Akuntansi untuk pengiriman barang berikut tergantung kepada
siapa yang memiliki barang.

Barang Konsinyasi
Perusahaan menjual produk tertentu melalui pengiriman konsinyasi. penerima barang tidak
memasukkan ke akun persediaan untuk barang yang diterima. Barang-barang tersebut tetap
menjadi milik pengirim sampai dijual.
Penjualan dengan perjanjian khusus

Tiga masalah penjualan yang mengidikasikan tipe penjualan dengan perjanjian khusus :
1. Penjualan dengan perjanjian dapat dibeli kembali
2. Penjualan dengan tingkat pengembalian tinggi
3. Penjualan dengan angsuran
Dampak kesalahan persediaan
1. Persediaan akhir salah saji
2. Pembeliaan dan persediaan salah saji
BIAYA-BIAYA YANG TERMASUK KEDALAM PERSEDIAAN
Biaya Produk
Biaya pembelian mencakup semua :
1.
2.
3.
4.

Harga Pembeliaan
Bea masuk dan pajak lainnya
Biaya Transportasi
Biaya penanganan langsung berkaitan dengan akuisisi barang

Biaya Periode
Biaya periode adalah biaya yang tidak terkait langsung dengan akuisisi barang dan produksi
barang.
Perlakuan terhadap diskon pembeliaan
Diskon pembeliaan atau perdagangan dimaksudkan untuk penurunan harga jual yang
diberikan kepada pelanggan. diskon ini dapat digunakan untuk memberikan insentif untuk
pembelian pertama kalinya atau sebagai hadiah untuk pesanan besar.

ASUMSI ARUS BIAYA YANG DIGUNAKAN


Identifikasi Khusus
Identifikasi khusus digunakan untuk mengidentikasi semua barang yang dijual dan semua
barang dalam persediaan. Perusahaan memasukkan barang yang terjual sebagai harga pokok
penjualan. Barang yang masih ada tangan atau belum terjual dimasukkan kedalam persediaan.
Metode ini hanya dapat digunakan dalam kasus yang mudah untuk memisahkan secara fisik
barang dengan harga beli.

Biaya Rata-Rata
Seperti namanya, metode biaya rata-rata adalah penentuan harga barang yang ada dalam
persediaan dengan menggunakan harga rata-rata barang yang tersedia selama periode
akuntansi.
Perusahaan biasanya menggunakan metode biaya rata-rata untuk praktisnya daripada alasan
konseptual. Metode ini juga mudah dan objektif untuk digunakan. Metode ini tidak dapat
memanipulasi laba seperti halnya metode penilaian harga persediaan lainnya.
First In, First Out (FIFO)
Metode FIFO mengasumsikan bahwa perusahaan menggunakan urutan untuk barang yang
mereka beli. dengan kata lain, metode FIFO mengasumsikan bahwa barang yang pertama kali
dibeli merupakan barang pertama yang digunakan (dalam perusahaan manufaktur) atau yang
pertama dijual (dalam perusahaan dagang). Oleh karena itu, persediaan yang tersisa
merupakan pembelian terbaru.
Salah satu tujuan FIFO adalah memperkirakan arus fisik barang. Dengan FIFO, perusahaan
tidak dapat memilih item biaya tertentu untuk mengisi untuk biaya lainnya. Keuntungan lain
dari metode FIFO adalah bahwa akhir persediaan dekat dengan biaya saat ini, karena barang
yang pertama masuk merupakan barang yang pertama keluar. Sehingga persediaan akhir
terdiri dari pembelian terbaru. Namun, metode FIFO gagal untuk mencocokkan biaya saat ini
terhadap pendapatan saat ini pada laporan laba rugi. Perusahaan biasanya mengkombinasikan
beberapa macam metode persediaan.

BAB IX
MASALAH PERSEDIAAN TAMBAHAN
NILAI TERENDAH ANTAR BIAYA DENGAN REALISASI (LCNRV)
Nilai Realisasi Bersih (NRV)
Mengingat biaya akuisisi yang terdapat didalam harga perolehan persediaan dihitung dengan
menggunakan salah satu metode (identifikasi khusus, FIFO, dan harga rata-rata) berdasarkan

data masa lalu. Nilai realisasi bersih (NRV) diharapkan perusahaan didapatkan dari penjualan
persediaan.
Oleh karena itu perusahaan mencatat setiap persediaannya dalam LCNRV untuk setiap
tanggal pencatatan.
ILUSTRASI LCNRV
Sebagai

indikasinya,

perusahaan

menilai

persediaan

pada

LCNRV.

Perusahaan

memperkirakan nilai realisasi bersih didasarkan pada bukti yang paling dapat diandalkan dari
jumlah realisasi persediaan.
Metode Aplikasi LCNRV
Perusahaan bisa menerapkan aturan LCNRV kepada beberapa barang yang sama atau serupa,
atau total persediaan. Apabila perusahaan mengikuti harga barang yang sama atau serupa atau
pendekatan total persediaan dalam menentukan LCNRV, kenaikan harga pasar cenderung
untuk mengimbangi penurunan harga pasar.
Pencatatan Nilai Reliasasi Bersih dan Bukan Biaya
Salah satu dari dua metode dapat digunakan untuk mencatat efek pendapatan pada penilaian
persediaan dalam nilai realisasi bersih (NRV). Salah satu metode, disebut sebagai metode
harga pokok penjualan, dengan mendebit barang yang dijual dari persediaan untuk
dimasukkan sebagai nilai realisasi bersih (NRV. Sebagai Akibatnya, perusahaan tidak
melaporkan kerugian pada laporan laba rugi karena harga pokok penjualan sudah termasuk
jumlah kerugian. Metode kedua, disebut sebagai metode kerugian, mendebit kerugian barang
yang dijual dari persediaan ke dalam nilai realisasi bersih (NRV).

Allowance
Daripada mengkredit rekening persediaan untuk penyesuaian nilai realisasi bersih (NRV),
perusahaan biasanya lebih memilih menggunakan akun penyisihan, sering disebut sebagai
"Penyisihan untuk Mengurangi Persediaan untuk Nilai Realisasi Bersih (NRV)." Misalnya,
dengan menggunakan akun penyisihan dengan metode kerugian.
Recovery Kerugian Persediaan

Periode setelah akhir pencatatan, pencatatan keuangan bisa berubah sedemikian rupa sehingga
nilai realisasi bersih persediaan sebelumnya mungkin dicatat lebih besar daripada biaya atau
ada bukti jelas dari peningkatan nilai realisasi bersih. Dalam situasi ini, jumlah asli dalam
pencatatan berbeda atau berbanding terbalik dengan pada jumlah asli akhir pencatatan.
Penilaian atas aturan LCNRV
1. Perusahaan mengakui penurunan nilai aset dan biaya untuk biaya pada periode di
mana kerugian terjadi bukan pada periode penjualan.
2. Inkonsistensi penerapan aturan karena perusahaan mungkin menilai persediaan dengan
biaya dalam satu tahun dan nilai realisasi bersih (NRV) di tahun depan.
3. LCNRV menilai persediaan dalam laporan posisi keuangan secara konservatif, tetapi
efeknya pada laporan laba rugi mungkin tidak konservatif.
DASAR PENILAIAN
Special Valuation Situations
1. Aset Pertanian
2. Komoditas yang dimiliki broker
Persediaan Pertanian
Berdasarkan IFRS, pengukuran nilai realisasi bersih (NRV) digunakan untuk persediaan
ketika persediaan terkait dengan pertanian. Secara umum, hasil kegiatan pertanian membagi
dua jenis aset pertanian:
1. Aset biologis atau;
2. Hasil pertanian pada saat panen.

Komoditas yang dimiliki broker


Komoditi yang dimiliki broker juga umumnya mengukur persediaan mereka pada nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual (nilai realisasi bersih/NRV), dengan perubahan nilai realisasi
bersih diakui di laporan laba rugi pada saat perubahan periode. Broker membeli atau menjual
komoditi (seperti jagung, gandum, logam mulia, minyak) untuk orang lain atau untuk mereka
sendiri. Tujuan utama untuk menyimpan persediaan ini adalah untuk menjual komoditas
dalam waktu tertentu dan menghasilkan keuntungan dari fluktuasi harga. Dengan demikian,

nilai realisasi bersih adalah ukuran yang paling relevan dalam industri ini karena
menunjukkan jumlah yang broker akan terima dari persediaan di masa depan.
Penilaian dengan menggunakan nilai penjualan relative
Masalah khusus yang muncul ketika sebuah perusahaan membeli sebuah grup perusahaan
yang memiliki anak perusahaan yang bermacam-macam dengan pembelian lump-sump, juga
disebut basket purchases
Komitmen Pembelian Masalah khusus
Dalam banyak kasus dalam bisnis, bertahannya sebuah perusahaan dan mendapatkan profit
yang berkelanjutan ditandai dengan tersedianya stock barang yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan konsumen.
Konsekuensinya, adalah sangat penting bagi sebuah perusahaan mempunyai komitmen
pembelian, dimana terdapat perjanjian tersedianya persediaan selama seminggu, sebulan
maupun setahun.
Umumnya, perusahaan mempertahankan kepercayaan pembeli dalam pemenuhan kebutuhan
persediaan yang didasarkan oleh komitmen pembelian.
ESTIMASI PERSEDIAAN DENGAN METODE LABA KOTOR
Tiga asumsi yang direalisasikan oleh metode laba kotor:
1. Persediaan awal ditambah pembelian sama dengan total barang yang akan dicatat
2. Barang yang tidak terjual harus tetap berada di tangan
3. Penjualan, pengurangan biaya, dikurangi dengan jumlah persediaan ditambah
pembelian, sama dengan persediaan akhir

Komputasi Persentase Laba Kotor


Di kebanyakan situasi, persentase laba kotor sering dinyatakan sebagai persentase dari harga
jual. Misalnya, menggunakan 30 persen laba kotor dalam penjualan. Laba kotor pada harga
jual adalah metode umum untuk mengutip keuntungan untuk beberapa alasan.
Evaluasi Metode Laba Kotor

Apa kerugian utama dari mtode laba kotor, kerugiannya adalah metode laba kotor
memberikan nilai estimasi bukan nilai pasti. Sedangkan perusahaan diwajibkan untuk
melakukan inventarisasi fisik untuk setiap persediaan minimal sekali setahun.

RESUME BUKU INTERMEDIATE ACCOUNTING


BAB VIII dan IX

NAMA
NIM

: LALU AFGHAN MUHAROR


: I2F013030

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


UNIVERSITAS MATARAM
TAHUN 2013