Anda di halaman 1dari 25

Profil Perusahaan

Berawal dari keberanian pasangan Marius Widyarto Wiwied


(Owner C59) dan Maria Goreti (Istri dari Mas Wiwied) yang membeli
satu mesin jahit dan dua mesin obras. Uang untuk membeli mesinmesin tersebut merupakan hasil dari menjual kado pernikahan
mereka pada 12 Oktober 1980 silam. Selanjutnya, didirikanlah
perusahaan C59 yang kemudian pada setiap tanggal tersebut
diperingati hari Ulang tahun C59.
Nama perusahaan C59 sendiri berasal dari alamat rumah,
dimana Pak Wiwied dan Ibu Maria pertama kali tinggal, yaitu Caladi
Nomor 59 Bandung. Pada awalnya bisnis C59 pertama kali adalah
melayani pesanan t-shirt bergambar, yang pada masa itu teknik
pengerjaannya masih manual belum menggunakan komputer. Baru
pada tahun 1985, C59 mulai menunjukan keunggulan dari segi
bahan

t-shirt,

jenis

sablon,

dan

teknik

pisah

warna

hingga

produknya dapat dikenal di Bandung dan Jakarta.


Tahun 1990, C59 semakin berkembang dengan membangun
pabrik dan fasilitas modern bersamaan dengan dibangunnya toko
retail (showroom) yang pertama di Jalan Tikukur Nomor 10 Bandung.
Tahun 1993-1994, C59 berdiri secara sah sebagai perusahaan yang
berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan Bapak Marius Widyarto
Wiwied sebagai Direktur Utama (hingga saat ini) yang dilanjutkan
dengan melakukan ekspansi ke beberapa kota di Indonesia, dengan
mendirikan toko sendiri dan menjalin kerjasama dengan Ramayana
Departement

Store

sebagai

saluran

distribusi

yaitu:

Jakarta,

Balikpapan, Yogyakarta, Ujung Pandang, Lampung, dan Malang.


Tahun 2000, pada usia yang ke-20 C59 mulai memasarkan
produknya ke Eropa Tengah (Ceko, Slovakia dan Jerman). Sedangkan
untuk

mengembangkan

pasar

lokal

nasional,

C59

menjalin

kerjasama dengan Matahari Departement Store. Konsep dan varian


produknya juga berubah dari Basic T-shirt" (kaos oblong) menjadi
"Fashion Apparel" dengan segmentasi kalangan remaja usia 14-24
tahun.

Tahun 2002-2003, PT Caladi Lima Sembilan (C59) andil peran


dalam trend para kawula muda, dengan mengadakan C59 Street
Fiesta, yang digelar di tiga kota besar di Jawa, antara lain Bandung,
Surabaya, Yogyakarta. Tahun 2004, PT Caladi Lima Sembilan (C59)
sesuai dengan slogannya "Express Your Style" ikut ambil bagian
dalam mengekpresikan musik anak muda dalam ajang Indonesian
Idol, bekerjasama dengan sebuah Televisi Swasta Indonesia (RCTI)
den Fremantle Media Enterprises, Ltd. Tahun 2007, PT Caladi Lima
Sembilan (C59) mendapat penghargaan Hade Award dari Dinas
Perindustrian Jawa Barat, dan KICK (Kreative Independent Clothing
Komunity), sebagai pelopor perclothingan di Bandung Jawa Barat.
Tahun 2008, PT Caladi Lima Sembilan (C59) bekerjasama secara
resmi dengan Dekranasda Kota Bandung, Ardan Management
Group, Saung Angklung Udjo, Miing Fellowship, dan SMKN 14/SMSR.
Awards Yang Pernah Diraih C59
Pada tahun 1996,
C59 mendapatkan
penghargaan
Upakarti dari
Presiden RI
(Republik
Indonesia) Bapaka
Soeharto Untuk
Kategori Usaha
Kecil dan Menengah.
Pada Tahun 2000, C59
mendapatkan
penghargaan
ASEAN
Development Best
Economic
Executive Award.

Pada tahun 2007,


C59 mendapatkan
Rekor MURI
sebagai

Pada tahun 1999, C59

mendapatkan penghargaan
Internasional Merit Award
untuk kategori Best Calendar
Theme.
Pada tahun 2001,
C59
mendapatkan
penghargaan
Enterprise 50 (50
UKM Terbaik
Nasional)
sebagai Peringkat I
(Pertama) yang
diselenggarakan oleh
Accenture dan Majalah SWA.
Pada
Tahun
2009,
C59
mendapatkan penghargaan TOP
BRAND
2009
dari
Majalah SWA.

penyelenggara melukis
diatas kaos dengan peserta
terbanyak.

Profil Pemilik (Owner)


Nama lengkap
Nama panggilan
Status
Jabatan
Alamat
E-mail

:
:
:
:
:
:

Marius Widyarto
Mas Wiwied
Menikah
Direktur Utama
Jl. Merak No.2 Bandung
wiwied@c59.co.id dan
widyartowiwied@yahoo.com

PENDIDIKAN
SD
SMP
SMA
UNIVERSITAS

:
:
:
:

Banjarmasin (1963-1969)
Aloysius Bandung (1969-1972)
Aloysius Bandung (1972-1975)
Fakultas Ekonomi Universitas
Bandung (1975-1980)

PRESTASI
KEGIATAN:

Parahyangan

DAN

a) Mendirikan dan merintis perusahaan t-shirt C59 dari tahun 1980,


sekaligus menjadi pemilik.
b) Mengembangkan usaha t-shirt C59 menjadi PT.CALADI LIMA
SEMBILAN di tahun 1993, dan disahkan menjadi PT di tahun 1995.
c) Penghargaan Entrepreneur Award dari HIPMI tahun 1993.
d) Penghargaan Upakarti dari Presiden RI Soeharto tahun 1996.
e) Penghargaan Merit Award " Design Best Theme " tahun 1999.
f) Penghargaan ASEAN Development Best Economic Executive Award
tahun 2000.
g) Penghargaan Enterprise 50 versi Majalah SWA, Accenture, HIPMI
(rangking 1) "Prestasi Terbaik Kewirausahaan tahun 2001.
h) Menjadi ketua HDCI (Harley Davidson Club Indonesia) CHAPTER
Bandung.
i) Menjadi penasehat ikatan-ikatan Automotive Bandung.
j) Menjadi pembicara pada program "Prapurna Bakti" di PLN,
PERTAMINA, BNI, Mandiri, Aneka Tambang, dan Garuda.

k) Menjadi pembicara pada program Kewirausahaan untuk para santri


di Pesantren Daarut Tauhid (DT) pimpinan K.H Abdullah Gymnastiar
(AA Gym).
l) Menjadi pembicara seminar "Entrepreneurship" di Perguruan Tinggi
di Indonesia, juga Entrepreneur University (EU), terutama untuk
pembekalan sebelum kelulusan.
m) Menjadi pembicara dalam program seminar bersama Yahya
B.Sunaryo (DIREXION), Hermawan Kertajaya (MARKPLUS), Renald
Khasali SOLUSI), James Gwee (Academia).
n) Menjadi pembicara acara Mario Teguh Golden Ways Metro TV
(Januari 2010).

Logo Perusahaan dan Filosofi Bisnis

Nama

C59 sendiri berasal

dari alamat rumah, dimana Pak Wiwied dan istrinya pertama


kali tinggal, yaitu di Jalan Caladi Nomor 59 Bandung. Alasannya
sangat sederhana, yaitu agar pembeli lebih mudah apabila ingin
memesan atau membeli lagi. Yang pada akhirnya dijadikan sebagai
komitmen untuk memberikan layanan jasa terbaik, sesuai waktu
dan kualitas yang diinginkan konsumen.
Filosofi bisnis Wiwied sendiri terinspirasi dari burung Caladi
yang berasal dari bahasa Sunda yang berarti burung pelatuk.
Wiwied mengartikan Caladi sebagai lima citra dan sembilan cita-

cita, lima citra itu menggambarkan karakter sumberdaya manusia


yang dimiliki C59 yakni, cakap, cerdik, cermat, cepat, dan ceria.
Sedangkan
sembilan
cita-citanya
adalah customer
satisfaction, company profit, confident working atmosphere, control,
collaboration, clear mind, creativity, dan consultative. Wiwied juga
ingin seperti burung pelatuk Woody Woodpecker yang tidak mau
kalah dari pesaingnya, dan bila kita perhatikan burung pelatuk
selalu fokus ketika mematuk pohon, Wiwied pun ingin selalu fokus di
bidang garmen.

Gambaran Umum Bisnis


Nama Perusahaan
: PT Caladi Lima Sembilan
Badan Hukum
: Perseroan Terbatas (PT)
Alamat Head Office
: Jl. Merak no. 2 Bandung 40133
Telp. 022-2505959 / 022-2507225
Fax. 022-2500124
Alamat Factory : Jl. Cigadung Raya Timur No. 107 Bandung 40191
Telp. 022-2506640 / 022-2504718
Fax. 022-2501159
E-mail
: c59bdg@c59.co.id
Website
: www.c59.co.id
Terdapat dua lini bisnis C59, yaitu retail dan costum made.
1) Bisnis retail adalah memasarkan produk C59 yang didesain,
dikonsep, dicetak dan dipasarkan oleh C59. Untuk menjawab
kebutuhan pasar, maka C59 mengembangkan bisnis retailnya
dengan mendirikan showroom dan bekerjasama dengan
outlet-outlet di Indonesia yang berskala nasional (Matahari
Department

Store

dan

Ramayana

Departement

Store).

Showroom-showroom C59 tersebar di beberapa kota di


Indonesia.
2) Bisnis custom made adalah suatu bentuk bisnis dimana Anda
adalah pencipta ide, konsep dan desain. C59 hanya perantara
untuk menjadikan konsep Anda ke dalam produknya seperti tshirt, kemeja, jaket, sweater, dan lain-lain.

PT Caladi Lima Sembilan bergerak dalam bidang pembuatan


kaos bergambar (clothing) dengan jalur distribusi nasional dan
internasional. Selain bergerak dalam bidang pembuatan kaos
bergambar, PT Caladi Lima Sembilan juga bergerak dalam bidang
penyediaan layanan jasa yang ditangani oleh divisi Creative Force
59.
PT Caladi Lima Sembilan juga menjadi konsultan desain untuk
perusahaan atau instansi baik swasta maupun pemerintah. PT
Caladi Lima Sembilan merancang berbagai produk yang akan
mencerminkan identitas instansi tersebut dan dapat diwujudkan
dalam berbagai bentuk produk seperti kaos, stiker, topi, seragam
perusahaan, banner, bendera, dan lain-lain yang digunakan sebagai
sarana promosi. Beberapa instansi yang telah menjadi pelanggan
C59 yaitu :
1. Telkom Indonesia,
2. Telkomsel,
3. Indosat,
4. XL,
5. Esia,
6. Nokia Indonesia,
7. Telkom Speedy,
8. Pertamina,
9. Chevron,
10.
Caterpillar,
11.
PT.
Aneka
Tambang,
12.
Exxon Mobil,
13.
Hitachi,
14.
RCTI,
15.
GLOBAL TV,
16.
PT. INTI,
17.
WWF Indonesia,
18.
Hard Rock Caf,
19.
Coca Cola,
20.
Aqua,
21.
Yogya Dept Store,
22.
Matahari
Dept
Store,
23.
KFC,
24.
Mc. Donalds,
25.
Teh Botol Sosro,
26.
BNI,

27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.

Bank Niaga,
Bank Mega,
Mandiri,
BCA,
BJB,
BRI,
Hotel Hyatt,
Hotel Santika,
Jonas Photo,
Tupperware

Indonesia
37.
Garuda Indonesia,
38.
Merpati Airliness,
39.
Pos Indonesia,
40.
Departemen PU,
41.
Pemkot Bandung,
42.
Persib Bandung,
43.
Polda Jawa Barat,
44.
PT.
Kereta
Api
Indonesia
45.
Saung Udjo,
46.
Pikiran Rakyat,
47.
Ardan Radio,
48.
Oz Radio,
49.
Yamaha,
50.
Honda,
51.
Harley Davidson,
52.
Suzuki,

53.
54.

Toyota,
dan lain-lain.

Organisasi dan Manajemen


PT

Caladi

Lima

Sembilan

memiliki

struktur

organisasi

pendekatan departementalisasi fungsional dan hierarki horizontal.


Kelebihan:
a. Koordinasi lebih mudah dilakukan.
b. Pembinaan dan kontrol lebih efektif.
c. Spesialisasi tugas lebih mendalam.
Kelemahan:
a. Biaya-biaya yang berkaitan dengan jabatan lebih besar.
b. Birokrasi semakin panjang.
c. Jalur perintah dan tanggung jawab lebih panjang.
Struktur organisasi yang terdapat pada PT Caladi Lima Sembilan :

Manajemen Pemasaran
Marketing Mix (4P)

1. Product (Produk)
Produk inti yang ditawarkan oleh PT Caladi Lima Sembilan
(C59) adalah t-shirt. Namun, seiring dengan perkembangan maka
C59 pun membuat produk lain. Produk yang diproduksi oleh C59
antara lain :
(polo shirt)

(t-shirt)

(kemeja)

(rompi)

(jaket)

(dompet)

(celana)

(sweater
)

(tas)

(training
suit)

(topi)

(mug)

Ciri khas produk-produk C59 adalah multitema, seperti tema


otomotif, musik, etnik, pop, ekstrem sport, sport atau image
branding yang menonjolkan kreativitas dari logo C59 dengan tematema tipografi. Khusus produk tematik, dari 2007 sampai saat ini
produk unggulannya adalah Indonesian Legend. Didalamnya

ada sub-sub tema yang menceritakan tentang kondisi Indonesia


saat ini, masa lampau, dan masa depan. Disana dikupas juga
tentang tokoh, misalnya tokoh legenda di Indonesia yang melekat di
masyarakat. Latar belakang tema Indonesia Legends juga
sebagai pengobat rindu.
Tema ini juga diangkat untuk orang-orang yang sejak tahun
80-an sudah menggunakan produk-produk C59.

Meski begitu

Indonesia Legends tidak hanya untuk usia tertentu saja, setiap


desain diciptakan untuk merangkul semua kalangan. Setiap kaoskaos yang bertema Indonesian Legend mengandung pesanpesan tertentu. Tentunya dalam pesan-pesan itu C59 bersifat nonblok, artinya C59 bersifat netral tanpa memihak blok manapun.
Sub tema lainnya adalah kopi isu. Kopi isu merupakan tematema yang disesuaikan dengan isu-isu yang berkembang saat ini
misalnya tentang korupsi dan bank century. C59 menggambarkan
situasi itu secara bijak, jika secara tulisan tentunya akan lebih
mudah, tapi jika secara visual dalam bentuk rupa apalagi rupa di
kaos

itu

lebih

sulit,

sehingga

C59

lebih

mencampurkan

antara image dan copy write-nya.


Bisnis retail C59 memilih dua atau lebih segmen pasar
(multisegment marketing) yaitu memasuki segmen berdasarkan
usia (kids, teenagers, adults), berdasarkan gender (wanita dan pria),
dan berdasarkan pekerjaan (pelajar, karyawan, wiraswata, dan lainlain).

Sedangkan

untuk

bisnis

custom

made

C59

target

konsumennya adalah perorangan, instansi pemerintah, BUMN,


perusahaan swasta, universitas, dan lain-lain.
2. Price (Harga)
Harga
disesuaikan

yang
oleh

ditetapkan
jenis

bahan

untuk
yang

bisnis

custom

digunakan,

teknik

made
yang

digunakan, serta jumlah kuantitas barang yang dipesan pelanggan.


3. Place (Tempat dan Saluran Distribusi)
Penjualan produk C59 dilakukan secara retail dimulai dengan
membuka showroom pertama yang berlokasi di Jalan Tikukur No. 10

Bandung. Dengan adanya penjualan melalui saluran retail ini, C59


merubah strategi yang dulunya hanya menerima pesanan saja.
Perkembangan C59 dari waktu ke waktu menunjukkan hasil yang
makin baik, ini bisa dilihat bahwa saat ini produknya ditawarkan
melalui 22 showroom dan lebih dari 250 outlet di seluruh Indonesia.
C59 pun menjalin kerjasama dengan Ramayana Dept Store
sebagai saluran distribusi yaitu Jakarta, Balikpapan, Yogyakarta,
Ujung Pandang, Lampung, dan Malang.

PT Caladi Lima Sembilan

(C59) juga sudah mulai menjalin hubungan perdagangan dengan


pihak luar negeri, hal ini dibuktikan dengan makin tingginya nilai
ekspor yang dicapai setiap tahunnya. Ekspor yang sudah dilakukan
antara lain ke Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia,
Jerman, Inggris, Cheko, Slovakia, Amerika, Perancis dan Jepang.
4. Promotion (Promosi)
PT Caladi Lima Sembilan menggunakan beberapa bauran
promosi (promotional mix) yaitu :
a. Wisata Pabrik dan Kewirausahaan. C59 mengadakan wisata
pabrik dengan tujuan menciptakan brand awareness kepada
masyarakat. Masyarakat luas dapat melihat proses produksi
pada pabrik C59.
b. Mengiklankan produk C59 di media cetak (koran, majalah) dan
media eletronik (TV, radio, internet).
c. Aktif menghubungi atau mendatangi pasar-pasar modern atau
d.
e.
f.
g.
h.

pelanggan yang berpotensi.


Promosi Goes To Campus.
Pemberian kupon dan diskon harga.
Event Community (Retail).
Mendatangi Customer Lama (Maintenance Customer).
Customer dari Relasi CEO dan Karyawan.

Sumber Daya Manusia


JUMLAH PEGAWAI
PT Caladi Lima Sembilan memiliki pegawai yang terdiri dari:
Pegawai Kantor (Staff) : 43 orang

Pegawai Produksi

: 200 orang

JAM KERJA
PT Caladi Lima Sembilan beroperasi selama lima hari yaitu
Senin -Jumat pada pukul 08.00-17.00WIB. PT Caladi Lima Sembilan
juga memberlakukan lembur untuk operator pada kondisi-kondisi
tertentu, misalnya untuk mengejar deadline pemesanan. Waktu
lembur selama 4 jam yaitu pada pukul 19.00-21.00 WIB dan berlaku
pada hari kerja (Senin-Jumat).
PROSES REKRUTMEN
PT Caladi Lima Sembilan melakukan perekrutan karyawan
melalui publikasi media cetak seperti koran dan komunikasi mouth
to mouth, karena perusahaan lebih mengutamakan calon karyawan
dari masyarakat sekitar atau teman atau saudara dari pekerja yang
sudah ada. Jumlah tenaga kerja produksi yang dipersiapkan oleh PT
Caladi Lima Sembilan akan disesuaikan dengan kebutuhan untuk
memproduksi produk sesuai dengan pesanan. Proses penyeleksian
langsung dilakukan oleh bagian personalia dan umum, Prosedur
penerimaan tenaga kerja di PT Caladi Lima Sembilan adalah sebagai
berikut:
a. Mengisi formulir lamaran pekerjaan
b. Penyeleksian dan perjanjian
c. Persetujuan langsung diputuskan oleh manager.
Apabila

pelamar

telah

diterima

sebagai

karyawan

di

perusahaan, maka karyawan baru tersebut harus menjalani masa


percobaan terlebih dahulu selama 3 bulan dan harus mengikuti
pelatihan dan pengarahan.
SISTEM KOMPENSASI
PT Caladi Lima Sembilan memiliki karyawan tetap dan
karyawan kontrak (hanya pada saat terdapat proyek produksi).
Karyawan kontrak diberikan upah dalam bentuk harian yang dibayar
pada setiap hari Jumat. Upah tersebut dihitung per hari sesuai
dengan posisi kerja dan sampai batas waktu kontrak atau proyek
produksi selesai. Untuk karyawan tetap, gaji akan dibayarkan secara

setiap bulan setiap tanggal 31 atau 1. Selain mendapatkan gaji


utama, para pegawai juga mendapatkan uang transport, uang
lembur dan tunjangan hari raya. Perusahaan akan memberikan
reward kepada karyawan yang memiliki performance yang baik.
Penghargaan dapat berupa kenaikan gaji, ataupun uang bonus atas
kinerjanya

Manajemen Produksi
BAHAN MATERIAL
Produk-produk t-shirt yang dihasilkan oleh PT Caladi Lima
Sembilan berbahan utama dari kain katun combet. Bahan baku
tersebut berasal dari pabrik-pabrik tekstil di seluruh Indonesia. PT
Caladi Lima Sembilan selalu menyediakan bahan baku kain warna
dasar dalam jumlah banyak. Bahan baku disimpan dalam gudang
bahan baku disusun bertumpuk per kemasan. Bahan baku dikemas
dalam karung plastik dan tumpukan bahan baku diletakkan diatas
pallet kayu agar menjaga kualitas bahan baku dari cacat. Pada saat
proses produksi, operator akan menggunakan bahan baku yang
berada di gudang tanpa memperhatikan jadwal kedatangan bahan
baku, jadi penggunaan bahan baku dilakukan secara acak. Jenis
bahan material yang digunakan untuk memproduksi produk C59
yaitu :
1. Katun

10.

Combet
2. Katun

terry
11.
Parasu

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Carded
Misty
Cuty Lacoste
Diadora
Lotto
Adidas
Fleece
Polar

t
12.
13.

Baby

Micro
High

twist
14.
Canva
s
15.

Denim

16.
17.

Twill
Katun

Drill
18.
Japan
Drill
19.
Americ
an Drill
20.
Taipan
21.
Tropica

TEKNOLOGI
C59 menggunakan teknologi mesin dan manual. Mesin yang
digunakan antara lain mesin plastisol, mesin jahit, mesin obras,
mesin border, mesin potong kain, mesin lubang & pasang kancing,
dan lain-lain. Terdapat beberapa teknik sablon yang dilakukan
yaitu :
1. Karet
2. Karet
3.
4.
5.
6.
7.

Transparant
Karet Khusus
Metalic
Cabut Warna
Gliter
Emas/Gold

8. Perak/Silver
9. Reflektif
10. Timbul Busa
11. Glow
In/Fosfor
12. Magic Color
13. Cetak Tebal
14. Timbul Keras

15.
16.

Tekstur Print
Timbul

Plastisol
17. Glass Print
18. Foil
19. Flocking

TATA LETAK PABRIK (FACRTORY LAYOUT)

PROSES
PRODUKSI

Proses produksi C59 dilakukan berdasarkan Made to Order dan


Made to Stock. Made to Order dilakukan untuk memenuhi unit bisnis
custom made sedangkan Made to Stock dilakukan untuk memenuhi
unit bisnis retail. Berikut ini penjelasan tentang urutan proses
produksi pada pembuatan t-shirt:
1. Pemotongan Kain
Bahan baku t-shirt yang berupa kain katun combet dipotong
dengan mesin potong otomatis atau manual. Proses potong
merupakan

proses

pertama

yg

dilakukan,

dalam

proses

ini

keterangan pada lembar kerja di realisasikan ke dalam bentuk


potongan kaos sesuai dengan model yang di minta. Jumlah
potongan yang dapat dihasilkan dalam sehari kurang lebih 2500
potong untuk oblong biasa. Tata cara yang biasa dilakukan oleh
operator potong sebelum kain tersebut di potong adalah sebagai
berikut:
a) Memeriksa lembar perintah kerja potong yang bertujuan
untuk mempersiapkan jenis bahan/kain yang di potong
sesuai dengan permintaan.
b) Bahan yang sudah di siapkan tersebut dihampar pada meja
potong sampai dengan jumlah potongan yang diminta
c) Bahan tersebut kemudian di pola dengan memakai sejenis
kapur tulis.
d) Cutting, yaitu bahan yang sudah di pola tersebut di potong
mengikuti pola yang sudah ada.
e) Bahan

yang

sudah

di

potong

dipisah-pisah

sesuai

keterangan warna bahan per order, karena pada saat


memotong bisa terdiri dari beberapa order. Bahan tersebut
selanjutnya diberi kode dengan menempelkan nomor order
pada selembar kertas di ujung ikatan kain, supaya tidak
tercampur.

Gambar 1 - Pemotongan Kain

langkah (b)

langkah (c) &


(d)
langkah (e)

2. Penyortiran
Setelah itu kain combed di sortir, setelah disortir bahan dapat
langsung disablon. Jika bahan tidak disablon dapat langsung
diobras, dijahit, dizoom, dan dapat langsung finishing.

Gambar 2 Penyortiran (bahan tidak disablon)


Tujuan dari proses sortir ini adalah untuk menghindari adanya
cacat kain sebelum kain bahan tersebut di sablon baik berupa
goresan maupun lubang-lubang dan juga untuk lebih memudahkan
bagian sablon dalam proses printing.
3. Afdruk
Proses selanjutnya sablon kaos yang sebelumnya harus
melewati beberapa proses yaitu dari mulai tracer, klise, afdruk, stel,
dan obat. Untuk gambar yang sudah menjadi klise berarti sudah
siap untuk di afdruk, klise tersebut harus di sortir dahulu yang
bertujuan untuk menentukan ukuran screen yang akan di pakai.
Penentuan ukuran screen ini disesuaikan dengan besarnya gambar
yang akan di cetak. Dalam proses afdruk ada beberapa tahap yang
harus di tembuh sebelum screen siap di stel, diantaranya:
a) Pemolesan screen dengan Super-X yang bertujuan agar
gambar dari klise yang akan di afdruk bisa keluar, tetapi
terlebih dahulu harus dikeringkan lagi setelah proses
pemolesan tersebut.
b) Penyinaran, yang bertujuan menyinari screen yang sudah
di tempeli dengan klise agar gambarnya bisa keluar/ ada
dalam screen.
c) Penyemprotan, dalam tahap ini screen yang sudah selesai
disinari disemprot dengan air agar partikel-partikel screen
(monil) dapat lepas sehingga membentuk gambar seperti
pada klise. Dalam proses ini operator harus berhati-hati
supaya screen tidak sampai jebol/rusak.
d) Pengeringan sekaligus penambalan. Screen yang masih
dalam keadaan basah setelah di semprot di jemur agar
cepat kering, yang selanjutnya screen tersebut di tambal
dengan sejenis obat yang berguna menutup screen yang

bocor dan bila mana proses tersebut sudah selesai berarti


sudah siap untuk di stel.

Gambar 3 Afdruk
4. Stel
Tujuan dari proses ini agar letak gambar yang di sablon bisa
pas antara tiap warna, karena dalam satu gambar bisa terdiri dari
beberapa warna. Cara yang biasa dilakukan biasanya dengan
mencoba menyablonnya pada selembar kain putih agar hasil
sablonnya bisa lebih jelas kelihatan. Kemudian tiap screen yang
akan di stel posisi gambarnya di buat pas dengan gambar pada kain
tersebut. Kapasitas stel normal sehari mulai dari pukul 08.00 sampai
dengan pukul 16.00 WIB adalah 24 order. Waktu yang di perlukan
proses ini satu hari dalam kondisi normal.

Gambar 4 Stel
5. Sablon
Proses ini dapat terlaksana bila didukung oleh 3 faktor
yaitu bahan yang akan di sablon, obat, dan screen yang sudah di
stel. Untuk setiap operator sablon di dampingi oleh dua orang
pembantu. Kerjasama dan kekompakan sangat diperlukan pada
proses ini. Kapasitas normal untuk bagian sablon per hari dapat
mencapai 8.000 potong.
Gambar yang telah disiapkan untuk disablon dicetak dalam
kanvas dengan cara dipanaskan dan ditekan dalam suhu panas,
setelah kurang lebih lima menit kanvas kemudian dicelupkan dalam
bak air kemudian disemprot sampai cetakan gambar terlihat,

setelah

selesai

kanvas

sablon

kemudian

dikeringkan

dengan

menggunakan kipas angin manual. Setelah bahan sablon siap, baru


dapat disablonkan pada bahan t-shirt yang telah disortir, kemudian
di press.

Gambar 5 Sablon 1

Gambar 5 Sablon
2
6. Press
Pada tahap ini bahan yang sudah di sablon di press terlebih
dahulu agar hasil sablonnya lebih bisa tahan lama dan tidak bau
obat atau cat sablon. Dalam proses ini nampaknya tidak terlalu
banyak kendala yang berarti dan waktu yang diperlukan adalah satu
hari dengan kapasitas per hari mencapai 3.000-4.000 potong.

Gambar 6 - Press
7. Obras

Pada mesin obras bahan baku t-shirt setengah jadi yang telah
disablon kemudian diobras pada mesin obras. Pada mesin obras ini
bagian depan dan belakang t-shirt disambungkan dan dipasang rib
pada bagian leher. Kemampuan rata-rata dari setiap operator obras
dalam sehari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB adalah 125
potong. Kemampuan rata-rata dari setiap operator zoom dalam
sehari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB adalah 450 potong.
Kapasitas normal untuk bagian obras dan jahit ini adalah 1.800
potong per hari untuk oblong. Waktu yang diperlukan pada proses
ini adalah dua hari dalam kondisi normal.

Gambar 7 - Obras
8. Jahit dan Zoom
Pada mesin jahit, t-shirt dipasang bis lalu ditindes dan
dilakukan pemasangan label C59. Setelah pemasangan label, bahan
t-shirt dizoom dengan menggunakan mesin zoom. Kemudian bagian
badan t-shirt disambungkan dengan bagian tangan dengan mesin
jahit. Untuk memastikan proses yang dilakukan telah benar
dilakukan kembali zoom bawah, setelah itu dilakukan tindes bagian
leher t-shirt.

Gambar 8 Jahit dan Zoom


9. Finishing

Pada bagian finishing, t-shirt yang sudah jadi dibersihkan dari


sisa-sisa benang hasil proses jahit, kemudian diperiksa jika terjadi
cacat produk harus dipisahkan. Kemudian t-shirt disetrika rapi
kemudian dapat langsung dilipat dan dikemas dalam plastic seal
dan dipisahkan sesuai dengan ukuran masing-masing.

Gambar 9 - Finishing
10.
Packing
Packing merupakan proses terakhir dari rangkaian proses
produksi. Barang yang sudah di packing dari bagian finishing dikirim
ke setiap cabang dengan cara dikirim langsung oleh bagian
ekspedisi/paket atau bisa dengan melalui jasa pengiriman.

Gambar 10 - Packing

SISTEM PENGENDALIAN KUALITAS


1. Pengendalian Kualitas Bahan Baku
PT Caladi Lima Sembilan sangat memperhatikan kualitas
bahan baku. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi t-shirt

adalah kain katun combet. Untuk menjaga agar tetap mendapatkan


bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan maka PT Caladi Lima
Sembilan memesan bahan baku dari supplier yang telah lama
bekerja sama. Sebelum disimpan dan dibawa ke bagian produksi,
bahan baku yang baru datang diperiksa terlebih dahulu kualitasnya,
jika terdapat bahan yang cacat akan dikembalikan kepada supplier.
Pemeriksaan dilakukan secara acak dan dengan cara visual dan
sentuhan bahan. Bahan baku yang akan digunakan diperiksa
terlebih dahulu agar tidak mengganggu jalannya aliran proses
produksi.
2. Pengendalian Kualitas Produk Setengah Jadi
Produk setengah jadi t-shirt adalah pada saat setelah bahan
baku selesai disortir yang kemudian akan dilakukan proses sablon
atau ada juga yang tidak dilakukan proses sablon. Produk setengah
jadi t-shirt yang akan disablon dilakukan pemeriksaan kualitas
sablon apabila terdapat sablon yang cacat maka akan dipisahkan
dan disatukan dengan scrap.
3. Pengendalian Kualitas Produk Jadi
Pengendalian kualitas produk menjadi sangat penting bagi PT
Caladi Lima Sembilan untuk menjaga kepercayaan konsumen.
Pengendalian dan pemeriksaan kualitas produk jadi t-shirt pada PT
Caladi Lima Sembilan adalah pada bagian finishing. T-shirt diperiksa
sebelum dilipat dan dikemas. T-shirt yang terdapat cacat akan
dipisahkan dan diperbaiki. Jika terdapat t-shirt yang cacat pada
jahitan t-shirt tersebut maka akan dirework. Jika cacat t-shirt dalam
bentuk bolong, maka t-shirt pesanan konsumen tersebut akan
diganti dengan yang baru atau produksi ulang. T-shirt yang terdapat
noda kotor akan dibersihkan dengan disemprot cairan air mineral
hingga noda hilang. Pemilihan bahan yang sesuai dengan desain,
separasi warna, pembuatan screen, dan printing dijalankan dibawah
pengawasan kualitas yang ketat. Dengan demikian, mutu produk
buatan C59 selalu dapat dijamin.

Manjemen Keuangan
Semakin berkembangnya bisnis dan pesanan yang diperoleh
akhirnya menuntut suatu peningkatan modal kerja. Kebutuhan
modal ini menjadi suatu pemikiran yang serius mengingat makin
banyaknya pesanan yang masuk sedangkan bahan baku yang
dibutuhkan harus disediakan lebih dulu sehingga mempercepat
pelayanan.
Pada tahun 1989, datang pesanan dari Bank Niaga untuk
pembuatan kaos oblong. Bank Niaga melihat potensi yang dimiliki
C59 untuk berkembang jauh lebih besar. Bank Niaga kemudian
menawarkan pinjaman yang dapat digunakan untuk investasi juga
untuk tambahan modal kerja. Kesempatan ini diterima oleh C59
sebagai bantuan yang sangat berharga. Dalam prakteknya Bank
Niaga bersedia menempatkan salah satu staf-nya untuk duduk
dalam kegiatan operasional sehari-hari sehingga penggunaan dana
yang dipinjamkan dapat lebih terjamin keamanannya.
Disisi lain bank sebagai suatu lembaga

pembiayaan

mempunyai aturan yang ketat dalam operasional kreditnya, hal ini


juga menjadi pemikiran pihak C59. Khawatir jika sewaktu-waktu
lembaga perbankan ini dilikuidasi, C59 melakukan kiat dengan
melakukan kredit pembelian dari pemasoknya baik pemasok bahan
baku kain, benang, atau bahan pembantu lainnya. Disamping lebih
bersahabat terdapat juga suatu hubungan bisnis yang saling
menguntungkan bagi kedua belah pihak yaitu pemasok dan
produsen.
Adanya bantuan tambahan dana investasi dan modal kerja,
prioritas utama digunakan untuk pembangunan fasilitas produksi.
Fasilitas produksi ini dibangun di daerah Cigadung, tepatnya di Jalan
Cigadung Raya Timur No. 107 Sekemirung Bandung. Dengan luas
tanah sekitar 8.000 M2, C59 mempunyai keleluasaan dalam
mengembangkan fasilitas pendukung lainnya, seperti pengolahan
limbah, generator pendukung daya listrik dan sebagainya.
Meningkatnya penjualan yang secara tidak langsung
menambah tenaga kerja, menuntut C59 untuk menyusun suatu

struktur organisasi yang baik, yang juga memerlukan suatu


pengakuan legalitas dari pemerintah. Pada tahun 1991 C59 secara
resmi

menjadi

perseroan

terbatas

(PT)

yang

disahkan

oleh

Departemen Kehakiman.
Pada tahun 1990 juga mulai dipikirkan peluang lain dari bisnis
kaos oblong ini, yaitu melalui penjualan eceran (retail) dimana
desain grafisnya dirancang sendiri oleh para designer dari C59.
Penjualan secara retail ini dimulai dengan membuka showroom
pertama yang berlokasi di Jalan Tikukur No. 10 Bandung, dengan
adanya penjualan melalui saluran retail ini, berarti merubah strategi
yang mendasar bagi C59 yang bermula hanya menerima pesanan
saja.
Penjualan retail ini ternyata juga menunjukkan perkembangan
yang memuaskan. Melalui berbagai pembicaraan mengenai strategi
perusahaan

maka

diputuskan

untuk

menggunakan

teknik

franchising, yang menerapkan gaya manajemen dan format display


showroom yang dirancang oleh pemberi franchise. Perkembangan
C59 dari waktu ke waktu menunjukkan hasil yang makin baik, ini
bisa dilihat bahwa saat ini produknya ditawarkan melalui 22
showroom dan lebih dari 250 outlet di seluruh Indonesia.

Analisis SWOT
Strength (Kekuatan)
1

PT

Caladi

Lima

Sembilan

sudah

30

tahun

lebih

bergerak dalam bisnis pembuatan kaos yang kualitasnya


tidak diragukan lagi. C59 memiliki kualitas produk yang

bermutu tinggi serta desain produk yang unggul.


Merek C59 sangat terkenal di Bandung dan Jakarta dan sekarang

nama C59 juga sudah dikenal luas di Indonesia bahkan di luar

negeri.
Sebagai perwujudan profesionalismenya dan demi kepuasan

konsumen, C59 memberikan jaminan atas kesalahan produksi


ataupun keterlambatan jadwal. Research and development terus
ditingkatkan dalam hal kemungkinan pemakaian material baru,
teknologi yang lebih maju, serta manajemen perusahaan yang
lebih baik membuat C59 diharapkan semakin mampu memenuhi
setiap tuntutan yang timbul dari masyarakat.
Weakness (Kelemahan)

Produknya cenderung mudah untuk ditiru pesaing, oleh karena

itu C59 perlu mengembangkan diferensiasi pada produknya.


Opportunity (Peluang)

Merek lokal lain yang juga ternama seperti Dagadu dan Joger

sudah membatasi diri sebagai produk yang pasarnya hanya


sampai Yogyakarta dan Bali sehingga dari sisi penyebaran,

kedua merek tersebut tidak mengganggu pasar C59.


Setelah sukses pada bisnis bidang pembuatan pesanan

kaos, PT Caladi Lima Sembilan merambah ke bisnis retail


yang bermula dari menjual sisa order yang tidak memenuhi
syarat

namun

ternyata

diminati

orang

banyak.

Hal

ini

merupakan peluang C59 mengambil ceruk pasar retail pada


3

kategori produk tshirt atau kaos.


Keberhasilan C59 dalam menembus pasar luar negeri

dimulai dari beberapa staf-nya yang bersekolah di luar


negeri yang biasanya membawa satu dua koper kaos C59
kemudian di sana. Tern y a t a d i s a n a m e m i l i k i
yang

sangat

besar

k a re n a m e m i l i k i

peluang

empat

musim

s e hingga tidak hanya bisa menjual t-shirt namun juga sweater


atau jaket.
Treat (Ancaman)
1

Semakin berkembangnya usaha distro (clothing) dan factory

outlet di Bandung dengan kualitas dan desain yang bersaing


menyebabkan

pesaing

semakin banyak.

Dokumentasi

C59

dalam

kategori

produk

t-shirt