Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

KEGIATAN INTERNAL DAN EKSTERNAL CSR BANK BCA


DIKOTA TASIKMALAYA
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Kapita Selekta

Disusun Oleh:
1. Tria Islamiyati 10080011381
2. Sophi Novita 10080011382
3. Feby Aditya R 10080011381
4. Augusto Ardy A 10080011380
5. Fira 100800009

PROGRAM STUDI HUMAS/PUBLIC RELATIONS


FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2014

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan
rahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang
berjudul: KEGIATAN INTERNAL DAN EKSTERNAL CSR BANK BCA
DIKOTA TASIKMALAYA
Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan
Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan
ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari
kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah berupaya
dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik
dan oleh karenanya, penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima
masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Bandung , Desember 2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Tujuan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Laporan Lapangan
A. Data Narasumber
B. Data Perusahaan
PT. Bank Central Asia (BCA) adalah salah satu perusahaan swasta yang ada di Kota Tasikmalaya dan
bergerak di bidang jasa perbankan.Responden kami adalah
Penjelasan Tentang CSR yang telah dilakukan perusahaanBerdasarkan penjelasan responden,
sampai saat ini BCA tidakhanya concern pada bidang bisnis belaka namun juga concern pada
pemberdayaan sosial kemasyarakatan. Proses pemberdayaan social masyarakat ini ada sebagai
bentuk tanggungjawab sosial perusahaan. Pelaksanaan CSR di BCA sendiri ada yang dilakukan
oleh BCA pusat namun ada pula yang pelaksanaannya diserahkan kepada daerah yang itu artinya
dilakukan oleh kantor cabang masing-masing.
B. Daftar Pertanyaan
1.
2.
3.
C. Jawaban Narasumber
1.
2.
3.
2.2 Analisis
Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial korporat merupakan
suatu kegiatan Public Relationsuntuk kepentingan pembangunan reputasi perusahaan (korporat)
dengan melakukan aksi-aksi sosial. World Bisnis Council For Sustainable Development
(WBCD) mengatakan Corporate Social Responsibilty (CSR) merupakan suatu komitmen
berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada
pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan
peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarga

Namun secara umum pengertian dari Corporate Social Responsibilty (CSR) diterangkan
sebagai sebuah pendekatan dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial di dalam
operasi bisnis mereka dan dalam interaksi dengan stakeholder berdasarkan prinsip kemitraan dan
kesukarelaan[1]. Dalam

koridor

Perundangan

tentang

Perseroan

Terbatas

di

Indonesia, Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi satu kewajiban korporat. Peraturan
perundangan itu dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas. Pasal 74 ayat (1) UU 40 tahun 2007 ini menjelaskan Perseroan yang menjalankan
kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam, wajib melaksanakan
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
Dengan demikian Corporate Sosial Responsibility kegiatan-kegiatan sosial yang
dilakukan oleh pihak korporat terhadap komunitas di mana korporat tersebut berada ataupun
dalam kalangan masyarakat yang lebih luas. Corporate Social Responsibility menjadi kewajiban
korporat karena korporat sudah mengambil keuntungan dari negara maupun masyarakat sehingga
sudah sewajarnya korporat basar terutama mengambil tanggun jawab sosial terhadap lingkungan
sekitarnya. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Tim Barnet bahwa korporat perlu melihat secara
luas memikul tanggung jawab sosial terhadap karyawan, supplier, konsumen, komunitas stempat,
masyarakat, pemereintah maupun kelompok-kelompok tertentu[2].
Secara matematis kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) ini tidak memberikan
laba apapun kepada korporat dalam jangka waktu yang pendek, tetapi bila dikaji secara
mendalam Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki dampak yang cukup siginfikan bagi
reputasi korporat dalam jangkan panjang. Corporate Social Responsibility ini sangat membantu
dalam pembangunan reputasi korporat. Kegiatan CSR ini berbeda dengan kegiatan filantropis
(penggalangan dana), tetapi Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu program
yang berlangsung secara berkesinambungan. Karena kegiatan CSR merupakan kegiatan yang
berkelanjutan maka perlu menjadi agenda rutin dalam korporat.
Corporate Social Responsibilty meskipun menjadi satu tanggung jawab korporat namun
pelaksanaan disesuaikan dengan kemampuan korporate itu sendiri, karena kalau dilakukan tanpa
mempertimbangkan kemampuan korporat tersebut salah-salah justru kegiatan Corporate Social
Responsibility (CSR) ini akan menghancurkan korporate itu sendiri. Kegiatan Corporate Social
Responsibility (CSR) selain memperhatikan kemampuan korporate juga perlu melihat keperluan

komunitas ataupun masyarakat sehingga kegiatan itu memiliki nilai yang khusus di dalam
komunitas maupun masyarakat.
Tentunya kegiatan Corporate Social Responsibilty (CSR) meskipun sebauh kegiatan
sosial tetapi tentunya memiliki dampak yang menguntungkan bagi korporat secara signifikan
bagi kelangsuangan korporat. Dampak positif yang dihasilkan oleh kegiatan Corporate Social
Responsibility (CSR) bagi korporat adalah:
a. Meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat (publik) terhadap korporat.
Menciptakan tingkat kepercayaan masyarakat ini tentunya dengan membangun reputasi
perusahaan ke arah good corporate (korporat yang baik), artinya korporat yang peduli terhadap
keperluan publik. Tingkat kepercayaan masyarakat (publik) dapat dihasilkan melalui kegiatan
Corporate Social Responsibility (CSR). Sebagai contohnya adalah Bank BCA.Banks BCA secara
kontinyu memberikan program pelatihan kepada anak-anak yang tidak mampu untuk belajar
tentang Akuntasi, dan para trainee lulusan terbaik direkrut oleh Bank BCA menjadi yunior staff.
Selain itu Bank BCA juga secara kontinu memberikan bantuan buku-buku perpustakaan kepada
sekolah-sekolah ditempat-tempat yang kurang mampu.[3] Selain itu dalam program Corporate
Social Responsibility (CSR) Bank BCA juga mengadakan pelatihan-pelatihan kewirausahaan
para pengusaha muda sehingga dapat membantu mereka untuk berkembang menjadi pengusaha
besar. BCA juga merekrut pelajar-pelajar lulusan SLTA untuk magang kerja di Bank BCA selama
tiga tahun. Dan selama mereka magang Bank BCA menyediakan biasiswa pendidikan bagi
mereka. Kegiatan ini secara perlahan dapat meningkatkan tingkat percaya masyarakat bahwa
Bank BCA bukan sekedar Bank yang hanya mengeruk keuntungan dari masyarakat melalui
tabungan-tabungan mereka, tetapi ternyata bank ini peduli dengan keperluan publik. Sampai saat
ini dapat kita lihat Bank BCA merupakan bank swasta di Indonesia yang terbesar, di Jakarta
hampir setiap orang memiliki tabungan di bank tersebut. Ini dapat merupakan bukti bahwa
tingkat kepercayaan masyarakat kepada Bank BCA cukup tinggi.
b. Meningkatkan loyalitas masyarakat (konsumen)
Dalam kasus yang kedua ini, kita dapat belajar dari kasus Apple di Amerika Serikat. Apple
pernah membiaya pengadaan perangkat komputer di sekolah-sekolah yang ada di Amerika secara
berkesinambungan dalam beberapa tahun terakhir. Kegiatan ini sepertinya membuang banyak

biaya, tetapi program ini membuat mayrakat Amerika Serikat mengenal Apple sebagai
perusahaan yang peduli dengan kemajuan informasi di sekolah-sekolah di Amerika Serikat.
Secara perlahan anak-anak sekolah di Amerika Serikat mengenali Komputer produk Apple
sebagai produk yang baik. Anak-anak sekolah yang sudah menikmati perangkat komputer Apple
ini merasa nyaman menggunakan komputer mereka, sehingga tanpa disadari telah tercipta
tingkat keloyalan yang tinggi terhadap produk-produk Apple. Dari program Corporate Social
Responsibility (CSR) dengan mengadakan perangkat komputer ini membuat Apple mnguasai
pasar komputer dan turunan di Amerika. Produk-produk yang membuming saat ini seperti
Blackberry tidak dapat menembus dominasi Apple di negeri Paman Sam ini.
c. Mengurangi dampak negatif dari operasional korporat.
Corporate Social Responsibility (CSR) dapat digunakan untuk mengurangi citra buruk suatu
korporat karena memproduksi produk yang berdampak negatif bagi kelangsungan hidup
manusia. Sebagai contohnya adalah perusahaan rokok. Rokok merupakan industri yang
diharamkan oleh banyak pihak, dan mendapatkan protes dimana-mana. Meski demikian tidak
ada yang dapat memungkiri bahwa perusahaan rokok memiliki kegiatan Corporate Social
Responsibility (CSR) yang cukup gencar dengan menyediakan program biasiswa. Perusahaan
rokok yang cukup gencar dengan program beasiswanya adalah Perusahaan Rokok HM
Sampoerna, bahkan program beasiswa yang diberikan oleh yayasan yang didirikan oleh
perusahaan ini merupakan salah satu program beasiswa yang bergengsi. Pemberian beasiswa
oleh perusahaan ini nyata-nyata telah membantu masyarakat untuk mengenyam pendidkan yang
lebih tingi atau bahkan dilembaga pendidkan yang memiliki prsetise tinggi.
Melihat beberapa kasus di atas dapat dikatakan kegiatan Corporate Social Responsibility
(CSR) bukanlah kegiatan yang menghabiskan dana semata, tetapi sebuah kegiatan yang bersifat
investasi

artinya

kegiatan

yang

akan

menghasilkan

keuntungan

di

masa

depan.

Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) akan berperan besar terhadap pembangunan
Reputasi perusahaan yang tentunya akan berperan besar bagi kelangsungan korporat.

A. Kegiatan Internal Bank BCA

Beasiswa Prestasi
Beasiswa Prestasi (BSP), merupakan program beasiswa dalam bentuk uang sekolah kepada
anak karyawan yang berprestasi. Program beasiswa ini diselenggarakan oleh APPI bersama
dengan BCA Finance dan anggota lainnya.
Donor darah untuk karyawan BCA setiap 2 bulan sekali2.
Kegiatan Donor Darah Bakti BCA diselenggarakan secara rutin, bekerja sama dengan
Palang Merah Indonesia. Kegiatan diikuti oleh manajemen dan karyawan BCA di beberapa
cabang di Indonesia. Kegiatan dilaksanakan secara periodik dan merupakan agenda tetap,
yaitu 3 atau 4 kali dalam satu tahun. Kegiatan dilaksanakan di kantor pusat maupun di
beberapa cabang BCA.
Bantuan beasiswa secara rutin tiap tahun untuk karyawan agar dapat melanjutkan
sekolahnya. Program beasiswa ini diselenggarakan oleh APPI bersama dengan BCA
Finance

B. Kegiatan Eksternal Bank BCA


a. Bidang Pendidikan
Menyadari pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa, berbagai program pendidikan
melalui Solusi Cerdas BCA dikembangkan secara berkesinambungan, antara lain:
Program Pendidikan Akuntansi (PPA) Non-Gelar. Diluncurkan tahun 1996, program ini
bertujuan untuk memberikan pendidikan non-gelar tanpa dipungut biaya bagi lulusan SMA
atau sederajat yang memiliki prestasi akademik namun memilki kendala keuangan sehingga
tidak dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Berlangsung selama 30
bulan dan menggunakan sistem gugur dengan standar kelulusan yang ketat, selama
pendidikan peserta tidak dipungut biaya sama sekali, bahkan mendapatkan uang saku dan
fasilitas berupa buku-buku pelajaran serta pemeriksaan kesehatan sesuai kebijakan
perusahaan. Pada akhir tahun 2013, jumlah peserta program PPA tercatat sebanyak 343
orang, yang terdiri dari 8 kelas (Batch 26-33). Sebanyak 77 peserta berhasil menyelesaikan
program ini dan 73 di antaranya memilih untuk bergabung dengan BCA sebagai karyawan
permanen pada tahun 2013.

Program Pendidikan Teknologi Informasi (PPTI) Non-Gelar. Guna mengimbangi


peningkatan kebutuhan SDM dan perkembangan Teknologi Informasi BCA, mulai tahun
2013 dibukalah Program Pendidikan Teknologi Informasi BCA (PPTI BCA) Non-Gelar,
program pendidikan setara S1 non gelar yang tidak dipungut biaya dan ditujukan bagi lulusan
Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ingin
melanjutkan pendidikan atau mengembangkan kemampuan dalam bidang teknologi
informasi. Pendidikan diberikan oleh para praktisi dan pengajar dari sejumlah universitas
terkemuka di Indonesia selama 30 bulan. Selain kegiatan di dalam kelas, peserta juga
berkesempatan melakukan magang di Unit Kerja Kantor Pusat BCA. Untuk menjamin
kualitas para lulusan, program ini menerapkan sistem gugur dengan standar kelulusan yang
tinggi.
Program Magang Bakti BCA. Program ini ditujukan bagi lulusan SMA hingga S1 yang
ingin bekerja dalam industri perbankan. Peserta akan mengikuti proses pelatihan selama 1
tahun tanpa ikatan dinas, di mana mereka akan dibekali dengan pengalaman magang di
bidang operasional perbankan dan ilmu lainnya yang menunjang. Saat ini, Program Magang
Bakti BCA memberi kesempatan peserta magang untuk mendapatkan pengalaman
operasional sebagai CSO (Customer Service Officer) atau sebagai Teller. Selain keterampilan
dan pengetahuan, peserta magang juga akan dibekali dengan soft skill, seperti motivasi dan
perawatan diri. Setelah menyelesaikan program ini, peserta magang dengan kinerja terbaik
akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan.
Bakti BCA Terintegrasi.
Merupakan program CSR BCA yang ditujukan untuk membantu pengembangan infrastruktur
pendidikan untuk sekolah dasar dan menengah, yang memiliki potensi untuk berkembang
namun berada di lingkungan masyarakat dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Bentuk
bantuan yang diberikan antara lain berupa bantuan buku perpustakaan, pengembangan
laboratorium komputer, renovasi ruang belajar, maupun pelatihan guru dan lain sebagainya.
Hingga saat ini BCA telah memberikan bantuan kepada 18 sekolah dari Sekolah Dasar
hingga SMA di Gunung Kidul, Yogyakarta; Tanggamus, Lampung dan Taktakan Serang,
Banten.
Beasiswa Bakti BCA

Sejak tahun 1999, BCA bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di
Indonesia serta menjalin kerja sama dengan beberapa yayasan, seperti Yayasan Paramadina,
Yayasan Perbanas, Yayasan Karya Salemba Empat, dan STEKPI dalam memberikan
beasiswa pendidikan untuk mahasiswa berprestasi. Selama periode 2013, BCA melanjutnya
pemberian beasiswa kepada 490 penerima Beasiswa periode tahun ajaran 2013 2014
bekerja sama dengan 16 perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia.
Kemitraan Pendidikan
Perhatian BCA dalam bidang pendidikan tercermin pada beberapa kegiatan lain, antara lain:

Memberikan donasi dalam perbaikan ruangan di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan


Masyarakat - Universitas Indonesia (LPEM, UI), Depok.

Bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada (FEB,
UGM), Yogyakarta mengembangkan laboratorium perbankan.

Untuk mendukung pelestarian dan perkembangan budaya Indonesia di kalangan


mahasiswa, BCA memberikan bantuan seperangkat alat gamelan kepada Univesitas
Diponegoro, Semarang dan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

BCA kembali mendukung program Pendidikan Ramah Anak Unicef. Pada tahun 2013,
bantuan BCA didedikasikan untuk anak-anak di Wamena, Papua.

b. Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM)


BCA mendukung upaya pemberdayaan masyarakat melalui Solusi Bisnis Unggul BCA. Program
ini dikembangkan sejalan dengan keunggulan BCA dalam payment system. Beberapa bentuk
implementasi program solusi bisnis unggul BCA, antara lain:

Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Mitra Bersama


Tahun 2009, bekerja sama dengan dua perusahaan terkemuka lainnya di Indonesia, yakni PT
Astra International Tbk dan PT Pertamina Tbk, BCA berkolaborasi mengembangkan
Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Mitra Bersama untuk memfasilitasi para pelaku usaha
kecil dan menengah agar mereka dapat mengembangkan usaha mereka secara lebih
berkelanjutan dan kompetitif. Guna mengimplementasikan tujuan pembentukan LPB Mitra

Bersama, ketiga perusahaan tersebut difasilitasi oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra. Pada
tahun 2013, dikembangkan LPB Mitra Bersama di Pontianak, Kalimantan Barat. Lokasi baru
tersebut melengkapi 4 LPB Mitra Bersama yang telah dikembangkan sebelum tahun 2013,
yaitu di Sidoarjo, Jawa Timur (2009), Palembang, Sumatera Selatan (2010), Bukit Tinggi,
Sumatera Barat (2010), dan Yogyakarta (2012). Untuk lebih memajukan perkembangan
UKM di berbagai daerah, LPB Mitra Bersama aktif menjalin kerja sama dengan sejumlah
lembaga pendidikan atau lembaga pemerintah terkait. Kemitraan dengan Komunitas.
Menjalin kemitraan dengan berbagai komunitas merupakan cara lain yang ditempuh BCA
untuk memperluas jangkauan.
Kegiatan CSR-nya. Pada tahun 2013, program kemitraan dengan komunitas yang dilakukan
oleh BCA, antara lain adalah:
1. Paguyuban Wirawisata Gelaran
Merupakan komunitas yang diprakarsai oleh karang taruna dengan restu pemuka masyarakat
setempat, lewat pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui pengembangan desa wisata
Wirawisata Gua Pindul, di Gunung Kidul, Yogyakarta. Diharapkan pengembangan Desa
Wisata tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan dan usaha bagi pemuda dan masyarakat
setempat.
Agar lebih meningkatkan layanan desa wisata tersebut, BCA memberikan bantuan
pengembangan infrastruktur, seperti perbaikan kamar bilas, pengembangan ruang tunggu.
Selain hal tersebut, BCA juga memperkenalkan produk dan layanan perbankan yang dapat
memberikan kemudahan bagi pengelola maupun pengunjung desa wisata Gua Pindul.
2. Pengembangan Desa Wisata Bleberan
Sebagai kesinambungan dari program pengembangan Desa Wisata Wirawisata Goa Pindul
yang berhasil dilakukan BCA, pada tahun 2013, dilaksanakan program Bakti BCA di Desa
Wisata Bleberan yang mengelola air terjun Sri Gethuk dan Goa Rancang Kencana, Gunung
Kidul. BCA memberikan bantuan berupa peralatan pendukung operasional dan
pengembangan kualitas SDM, melalui pelatihan peningkatan kemampuan serta keterampilan
atau soft skill SDM di bidang pariwisata. Kegiatan pelatihan berlangsung selama dua hari
pada Desember 2013, dan diikuti oleh 40 peserta.

c. Bidang kesehatan masyarakat


Beberapa pelaksanaan kegiatan sosial dalam bidang kesehatan selama 2013, antara lain:

Tasikmalaya, 15 Desember 2009. PT Bank Central Asia Tbk melalui program Bakti BCA
menggelar kegiatan Operasi Katarak di Tasikmalaya. Bertempat di Rumah Sakit Prasetya
Bunda Jati Tasikmalaya, kegiatan ini akan melakukan operasi kepada 50 orang penderita
katarak di daerah Tasikmalaya dan sekitarnya. Program operasi katarak ini digelar BCA
dengan bekerjasama dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter
Spesialis Mata Indonesia (SPBK Perdami). Kegiatan sosial BCA ini telah digelar sejak tahun
2001. Adapun tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengurangi jumlah penderita
katarak di Indonesia.
Berdasarkan hasil survey kesehatan indera penglihatan tahun 1993-1996 terlihat bahwa
gangguan indera penglihatan akibat kebutaan sebesar 1,5% dengan penyebab utamanya
adalah buta katarak sebesar 0,78%. Sebagian besar penderita buta katarak adalah para usia
lanjut walaupun tidak menutup kemungkinan diderita oleh usia produktif.
Sebelumnya, pada 1 Desember 2009 BCA telah melakukan program yang sama di daerah
Bengkulu Utara dan sekitarnya. Program operasi katarak ini berhasil mengoperasi penderita
katarak sebanyak 100 orang. Hingga Desember 2009, program Operasi Katarak Bakti BCA
telah memberikan bantuan kepada sebanyak 1124 orang penderita.
Dalam sambutannya, Gunawan Limardijanto (Kepala BCA KCU Tasikmalaya) menyatakan
bahwa program ini adalah wujud tanggung jawab sosial BCA yang merupakan bagian dari
masyarakat. Diharapkan dengan program Bakti BCA ini, akan semakin banyak penderita
yang mendapatkan kesembuhannya dan dapat beraktifitas secara normal kembali, lanjut
Gunawan Limardijanto.

Layanan Kesehatan Klinik Duri Utara. Sejak Februari 2012, BCA menfasilitasi layanan
kesehatan yang berkualitas dengan biaya yang relatif terjangkau bagi masyarakat kurang
mampu, meliputi layanan konsultasi kesehatan umum maupun pengobatan, layanan keluarga
berencana, operasi kecil/penanganan & perawatan luka, imunisasi anak, vaksinasi dewasa,
dan lain-lain.

Pengembangan Layanan Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Bekerjasama

dengan manajemen Klinik Duri Utara, dikembangkan layanan kesehatan dengan biaya yang
relatif terjangkau. Layanan kesehatan tersebut diresmikan pada bulan Februari 2012 yang
lalu.

Perbaikan dan pembangunan rumah layak huni, di tahun 2011, bekerjasama dengan
Pemerintah Daerah DKI Jakarya, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia serta beberapa
perusahaan lain, dilakukan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat yang tinggal di
daerah Cilincing, Jakarta Utara.

D. Bidang Lingkungan
Kebijakan lingkungan dari BCA diimplementasikan dan dimanifestasikan dalam berbagai
kegiatan atau bentuk sebagai berikut:

Green Building Menara BCA Menara BCA menjadi salah satu gedung pertama di
Indonesia yang meraih sertifikat Greenship EB Platinum, karena mampu menghemat
konsumsi energi listrik sebesar 35% atau setara penurunan emisi gas karbon dioksida (CO2)
sebesar 6.360 ton per tahun. Dengan penggunaan lampu LED-light emitting diode, mampu
menghemat listrik hingga 70% dan sekaligus menurunkan beban kerja AC karena hampir
tidak ada panas yang dilepaskan oleh lampu. Kaca luar gedung juga memakai teknologi
insulated glazing yang dapat mengurangi panas yang masuk ke dalam ruangan tanpa
mengurangi intensitas cahaya secara signifikan.

Partisipasi dalam Earth Hour Earth Hour adalah sebuah kegiatan global yang dicetuskan
oleh WWF dan dilaksanakan setiap hari Sabtu terakhir pada bulan Maret di setiap tahun. BCA
pun kembali berpartisipasi dalam Earth Hour dengan memadamkan penerangan logo BCA
dan penerangan outdoor lainnya selama satu jam, pada tanggal 23 Maret 2013 antara pukul
20:30 sampai dengan pukul 21:30. Pemadaman dilakukan di beberapa kantor BCA, yaitu di
gedung Menara BCA, gedung Wisma Asia II dan gedung Wisma Pondok Indah.

Pelaksanaan dan dukungan lingkungan hidup Sebagai salah satu bentuk program
corporate social responsibility BCA di bawah payung Bakti BCA, khususnya Solusi Sinergi
BCA, BCA bekerja sama dengan lembaga atau organisasi yang memiliki kompetensi dan
kredibilitas dalam pengelolaan lingkungan hidup. BCA aktif mendukung program NEWtrees,
sebuah program reforestrasi yang dikelola WWF-Indonesia. Tahun 2013, BCA melanjutkan

dukungannya terhadap program NEWtrees dengan menyumbangkan 2.400 bibit pohon untuk
ditanam di daerah Ciliwung Hulu, yang merupakan zona prioritas Departemen Kehutanan.
Upaya rehabilitasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya dukung DAS tersebut sekaligus
mengurangi risiko terjadinya banjir.

Di tahun 2013, BCA kembali memberikan dukungannya untuk upaya pelepasliaran


orangutan yang dilakukan oleh The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).
Pelepasliaran orangutan dilakukan sebanyak dua kali, bertempat di Kalimantan, dengan total
jumlah orangutan yang dilepas sebanyak 12 ekor. Upaya akan terus berlanjut hingga jumlah
orangutan yang dilepasliarkan dapat mencapai target.

Melalui program Bakti BCA, BCA mendukung program pelepasan Penyu di Bali yang
dikoordinasikan oleh keluarga besar Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) serta memberikan
sumbangan di Gunung Kidul berupa pembuatan kolam tadah hujan, sebagai sarana
penampungan dan persediaan air untuk irigasi pertanian dan kebutuhan air rumah tangga di
musim kemarau.
E. Bidang Bencana Alam

Melalui Bakti BCA, BCA aktif memberikan bantuan bagi masyarakat yang terkena musibah
bencana alam. Tentunya, bantuan diberikan dengan menyesuaikan kebutuhan yang ada. Pada
tahun 2013, Bakti BCA menyalurkan bantuan terkait dengan musibah kebakaran di Kebon Sirih,
Jakarta, dan bencana alam di Makassar.
F. Bidang Budaya
Program Solusi Sinergi BCA yang dijalankan pada tahun 2013 ini merupakan program
kepedulian sosial Bakti BCA di bidang budaya, kesehatan, lingkungan, olahraga, empati dan
lain-lain.
BCA senantiasa aktif dalam berbagai upaya melestarikan dan mendukung pengembangan
budaya nasional, yang diwujudkan dalam program BCA untuk Wayang Indonesia. Tahun
2013, BCA mengimplementasikan beberapa kegiatan antara lain:

Pameran foto hasil lomba Photography World Of Wayang di Jakarta, Februari 2013.
Pameran foto dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun BCA ke-56. Selama 6 hari,
pengunjung dapat menyaksikan 150 foto bertema wayang yang diseleksi dari 3.600 foto.

Wayang Masuk Sekolah, merupakan kegiatan yang dikembangkan sebagai salah satu
upaya untuk mensosialisasikan dan mengenalkan wayang kepada generasi muda. Bekerja
sama dengan radio JFM Semarang serta Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah, BCA
melaksanakan kegiatan Wayang Masuk Sekolah di Semarang. Kegiatan dilaksanakan di lima
sekolah menengah atas atau sederajat, pada semester pertama 2013 dan melibatkan kurang
lebih 1.500 murid.

WOW World of Wayang: BCA bekerja sama dengan Pepadi dan Kompas TV, kembali
melanjutkan pengembangan sarana edukasi dan pengenalan wayang kepada generasi muda
melalui layar kaca. WOW pertama kali diluncurkan pada tahun 2012. Program ditayangkan
setiap Minggu siang, di Kompas TV. Dalam jangka panjang, diharapkan program tersebut
dapat menumbuhkan kebanggaan dan memotivasi generasi muda untuk mengenal dan
mengembangkan wayang Indonesia.

Pagelaran wayang semalam suntuk di Yogyakarta, sebagai salah satu bentuk apresiasi dan
pengenalan wayang kepada masyarakat. Pagelaran dengan lakon Temuruning Wahyu
Katentreman yang dibawakan oleh Darmono SH yang merupakan anak dari dalang
terkemuka Anom Suroto. Acara terbuka untuk umum dan tidak dikenai biaya. Sebanyak
kurang lebih 1000 penonton dengan antusias menyaksikan pertunjukan wayang hingga
selesai.

Bekerja sama dengan Rumah Topeng dan Wayang Bali, BCA berpartisipasi dalam
penyelenggaraan Bali Puppetry Festival dan Seminar 2013 di Ubud, Bali. Dilaksanakan
selama 5 hari, dengan berbagai agenda acara, antara lain: pameran topeng, lokakarya,
seminar, dan pertunjukan wayang. Kegiatan diikuti oleh utusan, seniman dan pemerhati
wayang dari Indonesia, Jepang, Filipina, Iran, dan Myanmar.

BCA aktif mendukung beberapa organisasi yang memiliki dedikasi dan integritas dalam
pengembangan budaya bangsa, antara lain Pepadi, Unima Indonesia, Teater Koma, dan lainlain. Beberapa contoh kegiatan yang didukung BCA, seperti pertunjukan drama Sampek
Engtay, pertunjukan drama Ibu, lomba dalang cilik, renovasi situs Bung Karno di Ende, dan
lain-lain.

BCA juga memberikan donasi kepada beberapa lembaga atau organisasi yang melakukan
kegiatan sosial untuk kepentingan masyarakat yang selaras dengan pilar kegiatan sosial BCA.

Bantuan diberikan sesuai dengan kebutuhan lembaga atau organisasi dan tidak bersifat
permanen. Pada tahun 2013, BCA memberikan donasi dalam kegiatan pelayanan sosial
kemanusiaan bagi anak-anak, santunan anak yatim dan dhuafa, kegiatan hari Kesetiakawanan
Sosial Nasional 2013, bantuan kepada Yayasan Hati Suci, Yayasan Senang Hati, dan lain-lain.
G. Dalam bidang olahraga
BCA memberi dukungan pada beberapa organisasi dan lembaga pembinaan olah raga, antara lain
pada kegiatan kejuaraan panjat tebing se-Asia, kejuaraan Brigde Bermuda Bowl, ekspedisi 555
Kartini Petualangan Pendakian 3 (tiga) gunung Rainier, kejuaraan panahan nasional Ganesha
Open 2013, olah raga jalan santai bersama 2013, dan lain-lain.
Secara keseluruhan.Berdasarkan temuan lapang sementara dari hasil wawancara
denganperusahan PT. Bank Central Asia (BCA) maka jika dipetakan dalam analisa SWOTmaka hasil analisa
adalah sebagai berikut:
Tabel Analisa SWOT kegiatan CSR PT.Bank Centra Asia (BCA) :
1.

Strength (kekuatan) BCA memiliki program CSR pusat dan memiliki

program

CSR

dari cabang, sehingga banyak CSR yang dilakukan.


2. Weakness (Kelemahan)CSR yang diberikan belum memiliki alasan dan okus yang jelas, seperti
ada donor darah, operasi katarak, bantuan terhadap acara sekitar, dsb.Kurangnya data yang
dimiliki untuk menunjangCSR.
3. Oportunity (Peluang) Banyaknya aspek dan lingkup yang bisa di jangkau oleh persuahaan
4.Threat (Ancaman) kurang data untuk menunjang jalannya CSR perusahaan.

LAMPIRAN

BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Corporate Social Responsibilty (CSR) merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh
dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi
dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup
pekerjanya beserta seluruh keluarga
Namun secara umum pengertian dari Corporate Social Responsibilty (CSR) diterangkan
sebagai sebuah pendekatan dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial di dalam
operasi bisnis mereka dan dalam interaksi dengan stakeholder berdasarkan prinsip kemitraan dan
kesukarelaan. Dalam koridor Perundangan tentang Perseroan Terbatas di Indonesia, Corporate
Social Responsibility (CSR) menjadi satu kewajiban korporat. Peraturan perundangan itu
dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Pasal 74
ayat (1) UU 40 tahun 2007 ini menjelaskan Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di
bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam, wajib melaksanakan Tanggung Jawab
Sosial dan Lingkungan.
Dengan demikian Corporate Sosial Responsibility kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan oleh
pihak korporat terhadap komunitas di mana korporat tersebut berada ataupun dalam kalangan
masyarakat yang lebih luas. Corporate Social Responsibility menjadi kewajiban korporat karena
korporat sudah mengambil keuntungan dari negara maupun masyarakat sehingga sudah
sewajarnya korporat basar terutama mengambil tanggun jawab sosial terhadap lingkungan
sekitarnya. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Tim Barnet bahwa korporat perlu melihat secara
luas memikul tanggung jawab sosial terhadap karyawan, supplier, konsumen, komunitas stempat,
masyarakat, pemereintah maupun kelompok-kelompok tertentu.

3.2 Saran
Jadi meskipun Corporate Social Responsibilty menjadi satu tanggung jawab korporat,
namun pelaksanaan disesuaikan dengan kemampuan korporate itu sendiri, karena kalau
dilakukan tanpa mempertimbangkan kemampuan korporat tersebut salah-salah justru
kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) ini akan menghancurkan korporate itu sendiri.
Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) selain memperhatikan kemampuan korporate
juga perlu melihat keperluan komunitas ataupun masyarakat sehingga kegiatan itu memiliki nilai
yang khusus di dalam komunitas maupun masyarakat.
Tentunya kegiatan Corporate Social Responsibilty (CSR) meskipun sebuah kegiatan
sosial tetapi tentunya memiliki dampak yang menguntungkan bagi korporat secara signifikan
bagi kelangsuangan korporat.