Anda di halaman 1dari 5

RAPAT KERJA

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA


POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
10 SEPTEMBER 2015
TATA TERTIB SIDANG
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Rapat Kerja Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya selanjutnya
disingkat RAKER BEM PPNS adalah forum koordinasi program kerja BEM PPNS kepada
KM PPNS
Pasal 2
RAKER BEM PPNS dilaksanakan pada tanggal 10 September 2015
Pasal 3
RAKER BEM PPNS dilaksanakan berdasarkan AD/ART BEM PPNS
BAB II
PENYELENGGARAAN RAKER BEM PPNS
Pasal 4
RAKER BEM PPNS dilaksanakan oleh BEM PPNS
BAB III
PESERTA SIDANG RAKER BEM PPNS
Pasal 5
Peserta Sidang:
1. Peserta sidang terdiri dari peserta penuh.
2. Peserta penuh adalah fungsionaris BEM PPNS, ketua hima Prodi PPNS, ormawa
PPNS yang diundang.
BAB IV
HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA RAKER III BEM PPNS
Pasal 6
Setiap peserta sidang memiliki hak :
I. Peserta Penuh:
1. Hak bicara, adalah untuk bertanya, mengeluarkan pendapat dan mengajukan usulan
kepada pimpinan sidang baik secara lisan maupun tulisan.
2. Hak suara, adalah hak untuk ikut ambil bagian dalam pengambilan keputusan.
3. Hak dipilih, adalah hak untuk dipilih dalam proses pemilihan.

4. Interupsi :
a. Point of Information : interupsi untuk menyampaikan informasi yang
berkaitan dengan sidang.
b. Point of Clarification : interupsi untuk mengklarifikasi permasalahan yang
berkaitan dengan sidang.
c. Point of Personal Privilege : interupsi untuk menyampaikan pembelaan
pribadi.
d. Point of Order : interupsi untuk menyampaikan saran, pendapat dan
permasalahan yang bersifat prinsip.
e. Point of Solution : untuk memberi solusi
f. Point of View : untuk menyampaikan pandangan pribadi
II. Peserta Penuh:
1. Menghormati sesama peserta dan presidium sidang RAKER BEM PPNS.
2. Menaati tata tertib sidang yang telah disepakati dalam RAKER BEM PPNS.
3. Mengikuti seluruh rangkaian acara siding.
4. Menjaga ketenangan/harmonisasi persidangan
5. Mematuhi dan menghormati keputusan presidium sidang.
6. Mengangkat tangan kanan apabila ingin menggunakan hak bicara dan hak suara.
7. Mengangkat tangan kiri apabila ingin mendapatkan hak izin masuk dan keluar ruang
sidang.
BAB V
PERSIDANGAN
Pasal 7
Persidangan dalam RAKER BEM PPNS terdiri dari sidang pleno I & sidang pleno II
Pasal 8
Sidang pleno diikuti oleh peserta penuh dan dipimpin oleh presidium sidang.
Pasal 9
Sidang pleno bertugas menetapkan dan mengesahkan materi sebagai berikut :
A. Sidang Pleno I bertugas :
a. Penetapan tata tertib.
B . Sidang Pleno II bertugas :
b. Pengesahan Program Kerja BEM PPNS oleh peserta sidang.
Pasal 10
Jumlah Ketukan Palu :
1. Satu ketukan untuk menetapkan atau memutuskan hasil sidang, skorsing waktu
kurang dari atau sama dengan 1x15 menit, menyerahkan pimpinan sidang ke
presidium sebelumnya atau selanjutnya.
2. Dua ketukan untuk pending dan mencabut pending, skorsing waktu lebih dari 1x15
menit.
3. Tiga ketukan untuk membuka dan menutup sidang.

4. Lebih dari 3 ketukan untuk menertibkan kondisi sidang dengan menggunakan gagang
palu.
BAB VI
SANKSI
Pasal 11
1. Sanksi diberikan kepada peserta sidang yang melanggar tata tertib sidang berupa
teguran lisan.
2. Peserta sidang yang telah mendapatkan sanksi lisan sebanyak tiga kali akan
dikeluarkan dari persidangan, dan boleh mengikuti sidang selanjutnya dengan izin
pimpinan sidang
BAB VII
KEABSAHAN SIDANG
Pasal 12
1. Sidang dinyatakan sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 1/2n+1 jumlah
peserta sidang
2. Jika pada point satu tidak tercapai maka sidang ditunda selama 2 x 5 menit
3. Jika pada point dua tidak tercapai maka sidang dapat dilanjutkan kembali berdasarkan
kesepakatan forum RAKER BEM PPNS
BAB VIII
PRESIDIUM SIDANG
Pasal 13
Presidium sidang terdiri dari:
1. Presidium sidang sementara
2. Presidium sidang tetap

Pasal 14
Presidium sidang terdiri atas tiga orang, yaitu:
1. Presidium Sidang I
: Memimpin jalannya persidangan
2. Presidium Sidang II
: Mewakili dan membantu presidium sidang I
3. Presidium Sidang III : Sebagai notulen
Pasal 15
Tata cara pemilihan presidium sidang sementara:
1. Presidium sidang sementara dipilih oleh panitia RAKER BEM PPNS
2. Presidium sidang sementara berjumlah tiga orang yang terdiri dari presidium satu,
presidium dua, dan presidium tiga.
3. Presidium sidang sementara dipimpin oleh satu orang pimpinan presidium yang
disepakati oleh internal presidium sidang.

Pasal 16
Tata cara pemilihan presidium sidang tetap:
1. Presidium sidang dipilih oleh peserta sidang
2. Peserta sidang dapat mencalonkan diri atau dicalonkan untuk menjadi presidium
sidang tetap.
3. Pemilihan dan penentuan presidium sidang dilakukan melalui mekanisme
pengambilan keputusan sidang.
4. Peserta sidang dapat menolak ketika dicalonkan untuk menjadi presidium sidang
Pasal 17
Presidium sidang berkewajiban untuk memimpin jalannya persidangan secara tegas, adil dan
bijaksana
Pasal 18
Presidium sidang berhak :
1. Memberikan penjelasan atau jalan keluar masalah kepada peserta sidang jika tidak
tercapai kata sepakat
2. Memberikan sanksi kepada peserta yang melanggar tata tertib sidang
BAB IX
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 19
Tata cara pengambilan keputusan :
1. Keputusan diupayakan diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
2. Jika tidak tercapai kata mufakat maka keputusan diambil melalui lobying selama 2 x 5
menit.
3. Jika pada ayat dua tidak tercapai maka keputusan diambil melalui voting.
BAB X
LAIN-LAIN
Pasal 20
Waktu presentasi dan tanya jawab :
1. Waktu presentasi setiap kementrian adalah 15 menit
2. Waktu tanya jawab setiap kementrian adalah 15 menit
BAB XI
PENUTUP
Pasal 21
1. Segala susunan yang belum diatur dalam tata tertib akan diatur dengan kesepakatan
forum
2. Tata tertib ini berlaku sejak ditetapkan hingga berakhirnya RAKER BEM PPNS

Ditetapkan di
Tanggal
Pukul

: Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya,PPNS


: 10 September 2015
:
WIB

Pimdang I

Pimpinan Sidang Sementara


Pimdang II

Pimdang III

Rifqi Rismanda

Aldian Dwi Pamungkas

Dea Riadi Putri Panjaitan

NRP. 6513040066

NRP. 0414040009

NRP. 0514040002