Anda di halaman 1dari 4

Eko Heru Prasetyo

371738 Msi Akuntansi


BUDGETARY PARTICIPATION AND PROCEDURAL JUSTICE: EVIDENCE
FROM STRETCH BUDGET CONDITION
Ertambang Nahartyo, Universitas Gadjah Mada
Budget adalah alat manajemen yang paling banyak digunakan dalam fungsi
organisasi.Partisipasi anggaran dalam proses penganggara menjadi salah topik
penelitian yang menarik bagi para peneliti akuntansi keperilakuan dalam
setengah abad terkahir (seperti penelitian Leach-Lopez, Stammerjohan, dn
McNair 2007; Breaux dan Finn, dan Jones, 2011). Penelitian juga megakui
pentingnya procedural justice dalam partisipasi anggaran (magner, 2006; Libby
2009; Lindquist, 1995). Hanya saja literatur yang ada belum menyediakan bukti
yang konklusif apakah reaksi adalah hasil dari penjelasan pendahulunya dari
teori self-interested atau dari model lain procedural justice.
Penelitian ini menguji peran dari elemen nilai kelompok prosedur keadilan dalam
menjelaskan bagaimana individu mengalami kondisi keadilan dalam membuat
keputusan terkait dengan proses penganggaran. Penelitian ini juga memperluas
bidang penelitian dari penelitian terdahulu dalam prosedur keadilan dengan cara
mengobservasi perilaku individu dalam kondisi stretch budget.
Penelitian ini menawarkan delapan hipotesis yang dijelaskan dalam gambar
berikut:

C= Control
G = Group value

BC

PJJ = Procedural Justice

BC = Budget Commitment

PJJ
Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan enam puluh satu
mahasiswa sebagai peserta. Para peserta diminta untuk masuk ke laman yang
telah disediakan dan diberikan materi mengenai topik yang diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika organisasi memberikan karyawan
informasi yang cukup mengenai nilai kelompok yang dapat meningkatkan
procedural justice judgement dan budget commitment. Menggunakan kondisi
stretch budget, penelitian ini menunjukkan bahwa PJ memiliki pengaruh
memediasi hubungan antara group value dan budget commitment. Terlebih lagi

penelitian menemukan bahwa dalam kondisi stretch budget, nilai kelompok


memiliki hubungan negatif dengan komitmen anggaran.

THE EFFECT OF OBEDIENCE PRESSURE AND PERCEIVED


RESPONSIBILITY ON MANAGEMENT ACCOUNTANTS CREATION OF
BUDGETARY SLACK
Stan Davis (Wake Forest University), F. Todd DeZoort (The
University of Alabama) dan Lori S. Kopp (University of
Lethbridge)
Penelitian ini mengevaluasi kerentanan manajemen susceptibility to in
appropriate obedience pressure untuk membuat budget slack dalam melanggar
kebijakan perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Stan Davis F. Todd DeZoort
dan Lori S. Kopp juga mengevaluasi hubungan antara pressure effects dan
perceived responsibility, justifikasi keputusan,dan underlying ethical dimensions.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana Obedience
pressure from a Superior untuk menciptakan budgetary slack yang melanggar
kebijakan anggaran perusahaan yang mempengaruhi rekomendasi anggaran
manajemen akuntan. Obedience pressure adalah jenis Tekanan dari pengaruh
sosial yang dihasilkan ketika perilaku individu dengan perintah otoritas orang lain
(Brehm dan Kassin 1990; Tuhan dan DeZoort 2001). Penelitian ini
dilatarbelakangi terutama oleh kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman kita
tentang konflik profesional dan etika yang muncul ketika Obedience pressure
mendorong individu untuk berperilaku dengan cara disfungsional. Sementara
literatur memberikan bukti bahwa secara umum, auditor rentan terhadap
pengaruh sosial yang tidak pantas, dan to inappropriate orders from superiors,
khususnya, sedikit yang diketahui tentang bagaimana profesional membenarkan
dan atribut tanggung jawab penilaian tekanan berbasis dan keputusan.
Hipotesis dalam penelitian ini yaitu:
H1: Management accountants under pressure from an authoritative superior to
violate explicit corporate budget policy and create budget slack will provide
budget recommendations that are higher than their initial estimates.
H2: Management accountants who violate corporate budget policy and raise their
initial budget recommendation will hold themselves less responsible for their
decision than accountants who do not change their initial budget
recommendation.
Penelitian ini menunjukkan beberaoa temuan yang memiliki implikasi dari sudut
pandang penelitian dan sudut pandang praktisi. Dari sudut pandang penelitian,
implikasinya yang pertama yaitu emperpanjang literatur obedience pressure
dengan berfokus pada efek yang dirasakan pada tanggung jawab respon
profesional obedience pressure tugas norma pengalihan yang dapat
menciptakan ambivalensi etis. Kedua, penilaian eksplisit menjelaskan tanggung
jawab untuk ketaatan yang tidak pantas kepada otoritas, juga menguji dasardasar teori ketaatan dalam pengaturan akuntansi.
Sedangkan dari sudut pandang praktisi, penelitian ini memberikan implikasi yang
pertama yaitu
hampir setengah dari peserta di bawah tekanan ketaatan
mengalah dan dibesarkan pada awal rekomendasi anggaran, mereka jujur
melanggar kebijakan anggaran eksplisit. Temuan ini menunjukkan bahwa peserta
cenderung untuk mempertim-bangkan tanggapan mereka yang konsisten
dengan apa yang orang lain akan dilakukan.