Anda di halaman 1dari 8

1.

AKUNTANSI UNIT TELLER


Pengertian Teller
Teller merupakan karyawan atau petugas bank yang bertanggung jawab terhadap lalu
lintas uang tunai. Teller juga dapat diartikan sebagai kuasa kas terbatas, karena dalam
jumlah uang tertentu teller dapat melakukan transakasi secara langsung. Maksud dan tujuan
dari adanya seorang teller yakni terbentuknya suatu hubungan pelayanan yang langsung,
cepat, dan aman antara petugas bank dengan para nasabahnya.
Variasi Jenis Teller

Corporate Teller
Corporate teller adalah teller yang hanya melaksanakan pembayaran kepada dan ran
dari nasabah perusahaan.

Individual Account Teller


Individual Account Teller adalah teller yang hanya melaksanakan pembayaran kepada
dan menerima setoran dari nasabah perorangan.

Non Cash Teller


Noncash teller merupakan teller yang hanya melaksanakan penerimaan setoran
nontunai

Foreign Exchange Teller


Teller yang hanya melaksanakan pembayaran dan menerima setoran tunai valuta asing

Local Currency Teller


Teller yang melaksanakan pembayaran dan penerimaan setoran tunai dalam mata uang
negara setempat.
Express Teller
Express teller merupakan teller yang hanya melaksanakan pembayaran tunai di bawah
nilai nominal tertentu. Dalam hal ini rekening giro nasabah secara otomatis dianggap
cukup untuk meliput cek yang bersangkutan

Mixed Transaction Teller


Teller yang melaksanakan segala macam jenis transaksi.
Special Teller
Teller yang hanya melaksanakan pembayaran dan penerimaan setoran dengannilai
nominal yang sangat besar

Kegiatan Teller
Merupakan peningkatan pelayanan dalam hal kecepatan pelayanan penerimaan atau
pembayaran uang tunai dengan memperhatikan unsur-unsur pengamanan. Dalam
pelaksanaannya, sistem teller ditunjang oleh "sistem manual" dan "sistem komputer" yang
menyebabkan pekerjaan teller semakin cepat karena beberapa informasi dapat disajikan

oleh komputer, sehingga beberapa jenis pekerjaan dapat dilakukan dalam waktu singkat,
sebelum melakukan transaksi dengan nasabah. Pekerjaan Teller meliputi:

Memeriksa identitas nasabah (petugas counter)

Meneliti keabsahan tanda tangan dan warkat (petugas specimen)

Mengesahkan tanda terima setoran dalam batas wewenangnya (pejabat kas)

Membayar dan menerima uang tunas (kasir)

Menerima setoran warkat bank sendiri dan warkat bank lain (petugas counter)

Mencatat penerimaan dan pengeluaran tunas dan nontunai

Beberapa Contoh Akuntansi untuk Teller


Transaksi saat pembukaan cabang
Bank Bunga melakukan setoran modal awal sebesar Rp. 1.000.000.000.
Jurnal transaksinya :
Kas

Rp. 1.000.000.000
Modal Bank

Rp. 1.000.000.000

Transaksi harian dan unit teller (setoran tunai nasabah)


a. Seorang nasabah melakukan setoran awal untuk pembukaan rekening giro secara tunai
Rp 3.000.000.
Jurnal transaksinya :
Kas

Rp. 3.000.000
Rekening giro nasabah

Rp. 3.000.000

b. Seorang nasabah melakukan setoran awal untuk pembukaan rekening tabungan secara
tunai Rp 25.000.000.
Jurnal transaksinya :
Kas

Rp 25.000.000
Rekening tabungan nasabah

Rp 25.000.000

Penarikan tunai nasabah dalam rupiah


a. Seorang nasabah melakukan penarikan tunai dari rekening tabungannya sebesar Rp
15.000.000.
Jurnal transaksinya :
Rekening tabungan
Kas

Rp 15.000.000
Rp 15.000.000

b. Pembelian BBM secara tunai sebesar Rp 150.000.


Jurnal transaksinya :

Biaya BBM

Rp 150.000

Kas kecil

Rp 150.000

2. AKUNTANSI UNIT GIRO


Pengertian Giro
Giro asal katanya dari bahasa belanda yakni giral. Giro merupakan suatu sistem
pembayaran yang diselenggarakan oleh kantor pos atau sekelompok bank yang
memungkinkan pembayaran-pembayaran yang terjadi antara nasabahnya yang tidak
menggunakan uang tunai melainkan dengan cara pemindahbukuan. Atau simpanan dari
pihak ketiga seperti bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan
menggunakan cek surat perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.
Giro merupakan salah satu produk bank yang merupakan simpanan dana masyarakat pada
bank dengan harga yang murah dibandingkan dengan lainnya yang dimiliki oleh bank.
Menurut Undang-Undang RI No.10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UndangUndang No.7 Tahun 1992 Tentang Pokok-Pokok Perbankan, menyatakan bahewa giro
adalah simpanan yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dan penarikannya dapat
dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, sarana perintah pembayaran lainnya atau
dengan cara pemindahbukuan. Setiap r kening giro akan memperoleh nomor account,
dimana setiap terjadi transaksi terhadap rekening giro tau dicatat oleh petugas bank dan
setiap akhir bulan akan dilaporkan kepada nasabah giro dalam bentuk rekening Koran.
Pada rekening ini diuraikan secara rinci mutasi-mutasi yang terjadi selama bulan laporan.
Mutasi yang terjadi pada rekening giro ini dapat dibagi dalam 2 jenis yakni:
1. Mutasi Debet :Mutasi yang mengakibatkan terjadi penurunan saldo rekening nasabah
yang disebabkan karena adanya penarikan dana, misalnya penarikan tuani dengan
menggunakan cek, pembebanan biaya adm bulanan, pembebanan buku cek/BG
2. Mutasi kredit mutasi yang mengakibatkan terjadi penambahan jumlah saldo nasabah
yang disebabkan karena adanya setoran dana. Misalnya setoran kliring, setoran tunai
dan pemberian jasa giro.
Alat-alat Pembayaran Giro
Dalam melakukan pembayaran,sarana yang digunakan untuk rekening giro yakni bilyet
giro, cek atau yang dipersamakan dengan itu.
1. Bilyet Giro
Surat pemindahbukuan dari penarik (nasabah) kepada bank untuk memindahbukukan
sejumlah dana tertentu kepada pihak yang identitasnya tercantum di warkat pada bank
tertentu atas beban rekening penarik. Surat berharga dikatakan bilyet jika memuat syarat
formal yang diatur berdasarkan ketentuan bamk Indonesia, antara lain:
a. Ada nama Bilyet Giro pada formulir BG

b. Ada nomor seri bilyet giro


c. Ada kata perintah yang jelas tanpa syarat untuk memindahbukukan sejumlah dana
atau saldo penarik
d. Ada nama bank penarik
e. Ada lokasi atau tempat penarikan tertentu
f.

Ada nama pihak yang menerima pemindahbukuan dana

g. Ada jumlah dana yang dipindahbukukan baik dalam angka maupun huruf
h. Ada tanda tangan penarik
i.

Ada tanggal penarikan /atau tanggal efektif berlakunya perintah dalam BG

Selanjutnya ada beberapa sifat bilyet giro yang perlu diperhatikan antara lain:
1) BG tidak dapat dibayar tunai, dan hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan
2) Pembayaran dapt dilakukan pada BG jatuh tempo
3) Masa berlaku warkat adalah 70 hari tanggal pembukuan. Bial tidak dicantumkan
tanggal

pembukuan, maka tanggal efektif dapat dijadikan sebagai dasar

perhitungannya
4) BG dapat dibatalakan oleh penarik secara sepihak dengan catatan saldo mencukupi.
Pada saat BG jatuh tempo, BG tidak dapat dibatalkan apabila saldo tidak cukup
untuk menutupi nilai yang tercantum pada BG. Pembatalan BG harus disertai
dengan alasan pembatalan BG.
2. Cek
Cek adalah surat perintah pembayaran tidak bersyarat dari penarik kepada bank untuk
membayarkan sejumlah dana tertentu kepada pembawa atau pihak yang identitasnya
tercantum pada warkat, pada saat warkat ditunjukan atas beban rekening penarik.
Menurut KUHD (Pasal 178) suatu syarat berharga dikatakan cek kalau memuat syarat
formal sebagai berikut:
a. Ada kata perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu
b. Ada nama bank tertarik
c. Ada tempat dimana pembayaran dilakukan
d. Ada tanggal dan tempat dimana cek dikeluarkan
e. Ada tanda tangan si penari
Jika dari salah satu syarat formal diatas tidak ada, maka cek itu tidak berlaku dan bank
tidak akan membayarnya. Khusus untuk syarat keempat pada pengecualian, apabila tempat
pembayaran tersebut tidak secara jelas dituliskan, maka tempat/alamat yang tertulis
dianggap sebagai tempat dimana bank akan membayar cek tersebut.
Ada beberapa hal sifat cek yang perlu diperhatikan:
1. Cek dapat dibayar tunai
2. Dapat dibayar setiap saat ditunjukan

3. Masa berlaku cek adalah 70 hari sejak tanggal pembukuan


4. Cek tidak dapat dibatalkan oleh penarik kecuali disertai surat kepolisian yang
menyatakan cek tersebut hilang.
Jasa Giro
Setiap dan yang ditempatkan pada suatu bank, maka pihak bank akan memberikan jasa
kepada nasabah. Pemberian jasa atas penempatan dana giro dikenal dengan istilah jas giro
yang tidak lain merupakan bunga yang diperoleh atas partisipasinya pada bank.
Penentuan jasa nasabah yang diberikan oleh bank terdiri dari 3 yaitu sebagai berikut:
1) Berdasarkan saldo harian atau lamanya dana mengendap
2) Berdasarkan saldo terendah
3) Berdasarkan saldo rata-rata
Secara umum untuk mengetahui perhitungan bunga/jasa giro basabah dapat digunakan
rumus sebagai berikut:
Jasa giro = Saldo x Rate x hari
365/366
Keterangan :
Jasa Giro : jasa giro yang diperhitungkan
Saldo : saldo nasabah
Rate : suku bunga/jasa giro dalam % per tahun
Hari : jumlah hari pengendapan saldo nasabah
Akuntansi Transaksi Giro
Apabila seorang nasabah membuka rekening giro, maka nasabah akan dikenakan biaya
buku cek dan BG, pembukuan rekening giro dapat dilakukan dengan cara tunai, setor kliring
atau transfer dan amanat (RAK). Untuk pencatatan taransaksi secara tunai dilakukan oleh
petugas teller, sementra yang lainnya dilakukan oleh petugas giro. Untuk lebih jelas
pencatatan transaksi dapat dilihat sebagai berikut :
1. Pembukaan Rekenig Giro (Account Transfer)Dalam Rupiah
a. Pembukaan Rekening Giro Melalui Over Booking
Seorang nasabah ingin menbuka rekening giro sebesar Rp. 100.000.000,- dana
tersebut berasal dari tabungannya pada Bank Asia. Jurnal Transakasi:
D/Rekening Tabungan Nasabah Rp. 100.000.000,K/Rekening Giro Nasabah Rp. 100.000.000,b. Pembukaan Rekening Giro Melalui Penyetoran Kliring
Seorang nasabah giro Bank Asia menyerahkan BG Bank Danamon sebesar Rp.
5.000.000,- untuk disetor kerekening gironya. Hasil kliring berhasil.
D/BI Giro Rp. 5.000.000,K/ Rekening Giro Nasabah Rp. 5.000.000,-

c. Pembukuan Kliring Melalui Transfer


Seorang nasabah hendak membuka rekening Giro Rp. 10.000.000,- di Bank Asia,
dana tersebut diperoleh dari hasil transfer (LLG masuk) dari Bank lain. Jurnal
Transaksi
D/ BI Giro Rp. 10.000.000,K/Rekening Giro nasabah Rp. 10.000.000,d. Pembukaan Rekening Giro melalui Rekening Antar Kantor (RAK)
Seorang nasabah hendak membuka rekening giro pada bank asia cabang makasar
sebesar Rp. 20.000.000,- dana tersebut diterima dari Bank Asia Cabang Surabaya.
Jurnal Transakasi:
D/ Rekening Antar Kantor (RAK) Rp. 20.000.000,K/ Rekening Giro Nasabah Rp. 20.000.000,2. Penarikan Rekening Giro
Penarikan rekening giro menggunakan sarana cek atau Bilyet Giro. Penarikan ini dapat
dilakukan secar tunai, pindah buku, kliring, transfer atau melalui RAK. Sebagai ilustrasi
dapat dilihat sebagai berikut:
a. Penarikan Rekening Giro Melalui Over Booking
Nasabah Giro atas nama Tuan Ronald melakukan penarikan cek dengan No. Cek
75.000.001 sebesar Rp. 2.500.000,- dana tersebut disetor ke tabungan anaknya
pada bank yang sama. Jurnal Transaksi:
D/Rekening Giro Nasabah Rp. 2.500.000,K/Rekening Tabungan Nasabah Rp. 2.500.000,b. Penarikan Rekening Giro melalui Kliring
Tuan Jimmy menerbitkan Bilyet Giro Bank Asia sebesar Rp. 3.000.000,- yang
diserahkan pada rekannya nasabah PT. Bank Niaga. Oleh rekannya BG tersebut
dikliringkan, ternyata kliiring berhasil. Jurnal transaksi:
D/Rekening Giro Nasabah Rp. 3.000.000,K/ BI Giro Rp. 3.000.000,c. Penarikan giro melalui RAK
Seorang nasabah Asia cabang Jakarta melakukan penarikan dananya dengan
menerbitkan cek Rp. 500.000,- di Cabang Makassar. Jurnal Transaksi :
D/RAK Rp. 500.000
K/Kas Rp. 500.000
d. Penarikan Rekening Giro Untuk Administrasi Biaya Cek/BG
Tuan Ali mengambil buku Cek dan BG masing-masing seharga Rp. 50.000,- Jurnal
Transaksi:
D/Rekening Giro nasabah Rp. 100.000,-

K/RRA Surat Berharga Rp. 80.000,K/ Pendapatan Surat Berharga Rp. 20.000,3. Pembayaran Jasa Giro Nasabah
Tuan Amran membuka rekening giro pada tanggal 21 september 2004 sebesar Rp.
75.000.000,- dengan suku bunga 5%.
Jurnal Transaksi:
D/BBL Jasa Giro Rp. 102.739
K/KS PPh Jasa Giro Rp. 20.548,K/Rekening Giro Nasabah Rp. 82.191,4. Pencadangan Jasa Giro
Pada setiap akhir bulan melakukan pencadangan jasa giro nasabah. Hal ini dilakukan
untuk memperkirakan hasil usaha yang akan diterima pada akhir bulan atau akhir tahun.
Bank Asia melakukan pencadangan jasa Giro nasabah untuk periode September 2004
sebesar Rp. 250.000.000,Jurnal Transaksi
D/BBL Jasa Giro Rp. 250.000.000,K/KS Jasa Giro Rp. 250.000.000,5. Riversing Jasa Giro Nasabah
Setiap pencadangan jasa giro yang dilakukan bank pada akhir bulan, maka setiap awal
bulan harus dinihilkan kembali. Hal ini karena pada setiap awal bulan pembayaran jas giro
nasabah dilakukan secara riel. Bank Asia melakukan riversing jasa giro nasabah pada awal
bulan (tanggal 1 Oktober 2004) sebesar Rp. 25.000.000,Jurnal transaksi
D/KS Jasa Giro Rp. 250.000.000,K/ BBL Jasa Giro Rp. 250.000.000,6. Pembebanan Administrasi Bulanan
Setiap nasabah giro akan dikenakan biaya bulanan berupa biaya administrasi bulanan.
Setiap Bank dalam membebani biaya bulanan berbeda satu dengan yang lain. Ada yang Rp.
30.000,- ada juga yang mencapai Rp. 50.000,- . Seorang nasabah giro Bank Asia dikenakan
biaya administrasi Rp. 30.000,- untuk bulan September 2004.
Jurnal Transaksi:
D/ Rekening Giro Nasabah Rp. 30.000,K/POL Administrasi Giro Rp. 30.000,-

DAFTAR PUTAKA
http://dokumen.tips/documents/akuntansi-unit-teller.html
http://emoy-indonesiabaru.blogspot.co.id/2009/05/artikel-1.html