Anda di halaman 1dari 602

SULAWESI TENGGARA DALAM ANGKA 2015

SULAWESI TENGGARA IN FIGURES 2015


ISSN
NomorPublikasi/Publication Number
Katalog BPS / BPS Catalogue

: 0215.2304
: 74000.1514
: 1102001.74

UkuranBuku/ Book Size


JumlahHalaman/ Number of Pages

: 21 x 15 cm
: lxxx + 518

Naskah/ Manuscript :
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara
BPS Provincial Office of Sulawesi Tenggara
Gambar Kulit/ Cover Design :
Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik
Divison of Integrated Procesing and Statistical Dissemination
Penyunting/ Editor :
Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik
Divison of Integrated Procesing and Statistical Dissemination
Diterbitkan Oleh/Published By :
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara
BPS Provincial Office of Sulawesi Tenggara
Dicetak Oleh/ Printed By :
CV. METRO Graphia Kendari

Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya


May be cited with reference to the source

PETA WILAYAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA


MAP OF SULAWESI TENGGARA PROVINCE

Lambang Provinsi Sulawesi Tenggara


Symbol Of Sulawesi Tenggara Province

ARTI LAMBANG

MEANING OF SYMBOL

ARTI LAMBANG
-

Lambang ini terletak di dalam suatu bentuk perisai lima, yang menunjukkan bahwa
masyarakat Sulawesi Tenggara dalam segala segi peri hidup dan kehidupan, tetap
berada di dalam Falsafah Negara Republik
Indonesia Pancasila.

This symbol is located within a pentagonal shield which indicates that the
people of Sulawesi Tenggara are persistent in the philosophy of the Republic of
Indonesia, Pancasila, in every aspect of
life.

Pada bagian sebelah utara terdapat tulisan


berwarna merah Sulawesi Tenggara yang
menunjukkan : inilah lambang dari Sulawesi Tenggara, lambang mana adalah menjiwai setiap warga Sulawesi Tenggara di
waktu apa dan di tempat manapun ia berada. Warna merah melambangkan, berani
mempertahankan yang hak.

At the northern part, the province


name "Sulawesi Tenggara" is written in
red, symbolizing the courage to defend
the rights. This is the symbol which is
embodied by every citizen of Sulawesi
Tenggara wherever or whenever he/
she is.

Warna: ada empat macam warna sesuai


dengan pembagian perisai menunjukkan
bahwa pada waktu dibentuknya Propinsi
Sulawesi Tenggara meliputi empat daerah.

1. Hijau, adalah perlambang kesuburan, dan


warna ini menunjukkan Kabupaten Kendari. Bahwa di Kabupaten Kendari baik
untuk masa kini maupun masa-masa yang
akan datang, cukup banyak tersedia tanahtanah pertanian yang dapat ditanami
dengan segala macam bahan-bahan makanan dan bahan-bahan kebutuhan pokok
lainnya. Selanjutnya warna hijau ini
menunjukkan warna hutan. Kabupaten
Kendari cukup banyak hutannya yang
menghasilkan berbagai macam kayukayuan yang membutuhkan pengolahan,
baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun keluar negeri. Warna hijau melambangkan doa harapan dan kepercayaan.
2. Coklat,
adalah menunjukkan tanah
berwarna coklat yang mengandung nikel
dan terdapat di Kabupaten Kolaka. Sebagaimana diketahui bahwa nikel adalah

Color: there are four colors according to


the division of the shield showing that
at the time of the establishment, the
Sulawesi Tenggara Province covers four
areas.
1. Green, the symbol of fertility, shows
Kendari Regency. In Kendari Regency,
both at present and in the future, there
will be quite a lot of farming lands that
can be planted with various kinds of
food crops. Furthermore, the green
color also shows the color of forest.
The forests in Kendari Regency produce quite much timber which require
further processing, to meet the demand
from both inside and outside the country. Green symbolizes hope and belief in
prayer.

2. Brown, shows the color of soil containing nickel in Kolaka Regency. It has
been widely known that nickel is one of
the world's needs. Therefore, the Ko-

vii

MEANING OF SYMBOL
merupakan kebutuhan dunia., dimana
nikel yang terdapat di Kabupaten Kolaka
mempunyai daerah yang cukup luas serta
kadar yang tinggi. Dengan nikel ini, Sulawesi Tenggara sudah dikenal dengan dunia
luar.

laka Regency in Sulawesi Tenggara


Province which contains a high level of
nickel beneath, is widely known around
the world.

3. Kuning, adalah menunjukkan warna kayu


jati yang terdapat di Kabupaten Muna.
Kayu jati termasuk salah satu jenis kayu
yang disenangi di dalam dan di luar negeri.
Melalui kayu jati dari pulau Muna Sulawesi
Tenggara dikenal oleh daerah-daerah lain
di Indonesia maupun oleh dunia luar.
Warna kuning melambangkan kejayaan
masa silam, sekarang dan masa mendatang, keluhuran yang bijaksana dan cendekia.

3. Yellow, indicates the color of teak


located in Muna Regency. Teak is one
of the most preferable types of wood
inside and outside the country. Through
the teak from Muna island, Sulawesi
Tenggara is known by other regions,
both in Indonesia and other countries.
Yellow symbolizes the triumph of the
past, present and future, the wise nobility and scholars.

4. Hitam, adalah menunjukkan warna aspal


yang terdapat cukup banyak di Kabupaten
Buton. Aspal Buton ini udah dikenal sejak
dahulu dan telah memberikan andilnya
pada pembangunan tanah air kita khususnya dibidang prasarana jalan. Warna
hitam
melambangkan
kemantapan,
keteguhan dan kekekalan.

4. Black, shows the color of asphalt


which can be found quite a lot in Buton.
Buton asphalt has been known since
long ago and has given its contribution
for the development in our country,
especially in the field of road infrastructure. The black color symbolizes stability, strength and eternity.

Keempat macam warna ini selain melambangkan jumlah kabupaten yang ada
pada saat terbentuknya Provinsi Sulawesi
Tenggara, juga sekaligus menunjukkan
potensi yang ada di daerah ini cukup banyak, yang memberikan jaminan untuk masa depan daerah ini guna tercapainya kemakmuran dan keadilan yang diidamidamkan.

The four colors, in addition to representing the number of Regencys in Sulawesi Tenggara Province when it was
established, also shows that in this
area, there are a lot of potentials which
guarantee the future of this region in
order to achieve prosperity and justice
coveted.

Dan inilah makna dan pengertian yang


dikandung padi dan kapas yang secara
nasional telah dikenal sebagai lambang
untuk kemakmuran dan keadilan. Butir
padi yang terdiri dari 17 butir, melambangkan tanggal 17, buah kapas yang

Following is the meaning of "paddy and


cotton," which have been widely known
as the symbol of prosperity and justice.
There are 17 grains of paddy, 8 buds of
cotton, with 4 green and 5 white. These
figures stand for the date of Indone-

viii

ARTI LAMBANG
sians Independence Day, 17 August
1945.

terdiri dari 8 buah, melambangkan bulan


8/Agustus, tiap buah kapas dengan kelompok hijau 4 dan biji putih 5 melambangkan tahun 45. Hal ini mengingatkan Hari Proklamasi Negara RI. 17
Agustus 1945.
-

Mata Rantai yang disambung menjadi satu


yang berjumlah 27 mata rantai merupakan
perlambang kesatuan dan persatuan dari
keempat kabupaten di Sulawesi Tenggara,
yang dalam gerak langkah perjuangannya
telah mempunyai kesatuan derap dan
nada, yakni pembangunan di segala bidang; hal ini mengingatkan hari kelahiran
Propinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal
27 April 1964.

Twenty seven chains connected into


one symbolize the unity of four Regencys in Sulawesi Tenggara, which focus
on the same vision, that is the development in all segments. The figure 27
reminds the anniversary of Sulawesi
Tenggara Province which was on April
27, 1964.

Kepala Anuang, mempunyai dua macam


pengertian :
1. Bahwa Anuang adalah suatu binatang
yang mempunyai ciri khas yaitu: ulet,
gesit dan militan.
2. Bahwa Anuang itu hanya terdapat di
Sulawesi Tenggara pada khususnya dan
Sulawesi pada umumnya. Jadi perlambang sebagai ciri spesifik untuk Sulawesi Tenggara.

Head of Anuang, has two meanings :


1. Anuang is an animal possessing
characteristics, including : tough,
agile and militan
2. Anuang can only be found in Sulawesi, particularly in Sulawesi
Tenggara. Thus, it symbolizes the
specific characteristics of Sulawesi
Tenggara.

Warna Putih, yang menjadi dasar dari


kepala Anuang menunjukkan kesucian dan
kebersihan, itikad baik secara tulus ikhlas
bagi warga Sulawesi Tenggara dalam
melaksanakan
pengabdiannya
untuk
kemajuan daerah dan perkembangan Daerah Sulawesi Tenggara pada khususnya dan
Negara
Republik
Indonesia
pada
umumnya. Warna putih melambangkan
kesucian dan bersih tanpa pamrih.

White, used as the background color


of the Anuangs head, shows purity,
cleanliness, and sincere determination
of the people of Sulawesi Tenggara in
carrying out their dedication for the
progress and development of Sulawesi
Tenggara in particular and the Republic
of Indonesia in general. White symbolizes purity and clean with no strings
attached.

Warna Biru Laut, mempunyai tiga macam


pengertian :
1. Yang menjadi dasar dari pada Daerah

Sea Blue has three meanings :


1. It shows that some geographical
areas of Sulawesi Tenggara consist of

ix

MEANING OF SYMBOL
Sulawesi Tenggara ini menunjukkan
makna sebagian dari alam geografisnya
terdiri dari gugusan pulau yang
dipisahkan oleh laut-laut yang penuh
dengan kekayaan alam yang terkandung
di dalamnya.
2. Bahwa masyarakat Sulawesi Tenggara
memiliki jiwa pelaut yang ulung.
3. Warna biru laut melambangkan sifat
kesetiaan, keluhuran dan kejujuran dalam pengabdiannya.

groups of islands separated by sea


full of natural riches therein.

2. It shows that the people of Sulawesi


Tenggara possess the spirit of great
sailor.
3. Sea blue symbolizes the nature of
loyalty, mobility and honesty in the
service.

KEPALA BPS PROVINSI SULAWESI TENGGARA


Head of Sulawesi Tenggara Statistic Office

Ir. ADI NUGROHO, MM


NIP. 196010061983121001

xi

xii

KATA PENGANTAR
Buku Sulawesi Tenggara Dalam Angka adalah publikasi tahunan yang
diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara.
Publikasi ini memuat himpunan data dari berbagai bidang dan sektor
serta gambaran tentang hal-hal yang penting dari bidang-bidang yang
bersangkutan. Data yang disajikan ini disusun oleh Badan Pusat Statistik Provinsi
Sulawesi Tenggara baik berupa data primer yang dikumpulkan langsung maupun
data sekunder yang diperoleh dari instansi pemerintah dan swasta di wilayah
Provinsi Sulawesi Tenggara.
Publikasi Sulawesi Tenggara Dalam Angka 2015 dapat terbit berkat
kerjasama dan bantuan dari berbagai pihak, baik dari instansi pemerintah
maupun swasta. Untuk itu, kepada semua pihak yang telah ikut membantu
terwujudnya publikasi ini kami sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih.
Meskipun demikian, kami menyadari masih ada kekurangan dan atau
kesalahan yang mungkin terjadi. Untuk perbaikan di masa mendatang, tanggapan
dan saran dari pemakai data ini masih diharapkan.

Kendari, September 2015


Badan Pusat Statistik
Provinsi Sulawesi Tenggara
Kepala,

Ir. ADI NUGROHO, MM


NIP. 196010061983121001

xiii

PREFACE

Sulawesi Tenggara in Figures is an annual publication published by the


BPS Provincial Office of Sulawesi Tenggara.
The Publication contains data from various fields and sectors as well as
description about important aspects on the related fields. The Data were compiled
by BPS Provincial Office of Sulawesi Tenggara either directly from respondents,
such as households, private enterprises, or from administrative records from other
government institutions and private sectors.
This publication could be released due to the assistance and contributions from various parties, both from government institutions and private organisations. Therefore, on this occasion, I would like to express my sincere appreciation
and gratitude to all parties who had participated in providing the data or information required.
This publication has been compiled by giving serious attention as much
as possible, nevertheless it is realized that some weakness may occur. Suggestions
to improve the content of this publication are cordially welcome.
Kendari, September 2015
BPS Provincial Office of
Sulawesi Tenggara
Head,

Ir. ADI NUGROHO, MM


NIP. 196010061983121001

xiv

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
List of Content
Arti Lambang/ Meaning of Symbol
Foto Kepala BPS/ Head of Sulawesi Tenggara Statistic Office
Kata Pengantar / Preface
Daftar Isi/List of Contents
Daftar Gambar/List of Figures
Daftar Tabel /List of Tables
Penjelasan Umum/Explanatory Notes
Undang-Undang Statistik/The Law On Statistics
BAB I

GEOGRAFI DAN IKLIM/GEOGRAPHY AND CLIMATE

BAB II

PEMERINTAHAN/GOVERNMENT

Halaman
Page
vii
xi
xiii
xv
xvii
xxiii
lv
lix
1
23

BAB III PENDUDUK DAN TENAGA KERJA/ POPULATION AND EMPLOYMENT

49

BAB IV SOSIAL/SOCIAL

87

BAB V

PERTANIAN/AGRICULTURE

153

BAB VI INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM/


INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY

249

BAB VII PERDAGANGAN/TRADE

283

BAB VIII ANGKUTAN DAN KOMUNIKASI/ TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

305

BAB IX

HOTEL DAN PARIWISATA/HOTEL AND TOURISM

341

BAB X

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA/FINANCE AND PRICES

355

BAB XI

PENGELUARAN PENDUDUK/EXPENDITURE

421

BAB XII

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO/


GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT

437

BAB XIII KEMISKINAN/POVERTY

477

BAB XIV PERBANDINGAN DENGAN PROVINSI LAIN/COMPARISON WITH OTHER


PROVINCES

491

xv

LIST OF CONTENT

Halaman ini sengaja dikosongkan


This page intentionally left blank

xvi

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR GAMBAR
LIST OF PICTURES
Gambar/
Picture
1.1
1.2

1.3

2.1

2.2

2.3
2.4

3.1
3.2
3.3

3.4

4.1

Halaman/
Page

Luas Wilayah Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/Kota 2014 /Area in


Sulawesi Tenggara by Regency/City, 2014
Persentase Luas Wilayah Sulawesi Tenggara menurut Keadaan
Topografi/Tanah, 2014/Percentage of Area in Sulawesi Tenggara by Land
Topography, 2014
Suhu udara maksimum, minimum dan curah hujan di Kota Kendari 2014,
Maximum, minimum air temperature and rainfall in Kendari City, 2014

10

Banyaknya Desa/Kelurahan menurut Kabupaten/Kota, 2014/Number of


Villages/Urban-villages by Regency and City, 2014
Persentase Pegawai Negeri Sipil Daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara dirinci
Menurut Level Administrasi , 2014/Percentage of Regional Civil Servants by
Administration Level , 2014
Persentase Jumlah Anggota DPRD Provinsi menurut Fraksi, 2014/Percentage
of Regional Province Representatives Members by Fraction, 2014
Banyaknya Keputusan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, 2009 - 2014/
Number of Acts Issued by Regional Province Representatives of Sulawesi
Tenggara 2009 - 2014

29

Penduduk Sulawesi Tenggara , 1971 - 2014 (jiwa)/Sulawesi Tenggara Population, 1971 - 2014 (people)
Piramida Penduduk Sulawesi Tenggara, 2014/Population Pyramid of Sulawesi Tenggara , 2014
Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas menurut Jenis Kegiatan,
2014/Percentage of Sulawesi Tenggara Population 15 Years of Age and Over
by Type of Activity, 2014
Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut
menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2014/Percentage of Sulawesi Tenggara
Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Main Industry, 2014

57

Jumlah Murid Menurut Jenjang Pendidikan Tahun Ajaran 2011/2012 2014/2015/Number of Student by educational level, Education Year 2011/2012
- 2014/2015

97

11

12

30

31
32

58
59

60

xvii

LIST OF PICTURE
4.2

Angka Buta Huruf Penduduk Usia 10 Tahun ke atas Menurut Kabupaten/


Kota 2010-2014 (%) Illiteracy Rate Population 10 Years of Age and Over by
Regency/City 2010-2014 (%)
Persentase Peserta KB Aktif menurut Jenis Alat KB yang digunakan 2014/
Percentage of actively Family Planning User by Kind of Methode used 2014

98

4.4

Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang Telah Diajukan ke Sidang Pengadilan


menurut Jenis Kelamin, 2010-2014/ Number of Defendants Brought in The
Court of Law by Sex, 2010-2014

100

5.1

Persentase Luas Penggunaan Tanah di Sulawesi Tenggara 2014/Percentage


of Land Use in Sulawesi Tenggara 2014

167

5.2

Luas Panen Tanaman Bahan Makanan di Sulawesi Tenggara 2013-2014/


Harvested Area of Food Crops in Sulawesi Tenggara 2013-2014

168

5.3

Produktivitas Tanaman Bahan Makanan Di Sulawesi Tenggara, 2013-2014/


Productivity of Food Crops in Sulawesi Tenggara, 201232014

169

5.4

Produksi Tanaman Perkebunan Terpilih di Sulawesi Tenggara, 20102014/


Production of Selected Plantation Crops in Sulawesi Tenggara, 2010-2014

170

5.5

Populasi Ternak Sapi di Sulawesi Tenggara 2010-2014/ Population of Cow


Livestock in Sulawesi Tenggara 2010-2014

171

5.6

Persentase Luas Kawasan Hutan dan Perairan yang Telah Ditetapkan 2014/
Percentage of Fixed Forest and Water Ecosystem Areas , 2014

172

6.1

Persentase Perusahaan Industri Besar/Sedang menurut Kabupaten/Kota,


2014/Percentage of Large and Medium Manufacturing Industry by Regency/
City, 2014

258

6.2

Jumlah Industri Kecil Menurut Kabupaten/Kota, 2014 /Number of Smale


Scale Industry by Regency/City 2014

259

6.3

Tenaga Listrik Terjual dan Nilai Penjualan Listrik Menurut Kantor Rayon
2014/Sold Electricity and Production Value by Regional Division Office, 2014

260

7.1

Nilai dan Volume Ekspor Impor Provinsi Sulawesi Tenggara , 2012-2014 Value and volume of Export Import of Sulawesi Tenggara Province , 2012-2014

288

4.3

xviii

99

DAFTAR GAMBAR
7.2

Nilai Ekspor menurut Negara tujuan , 2014 (000 US$)/ value of Export by
destination country, 2014 (Thousand US$)

289

7.3

Nilai Impor Menurut Jenis Komoditas , 2014 (000 US$)/ Value of Import by
Kind of Commodity, 2014 ( Thousand US$)

290

8.1

Panjang Jalan yang diaspal menurut Tingkat Kewenangan Pemerintahan


(Km) , 2005 - 2014/Length of asphalted Roads by Level Government Authority(Km) , 2005 - 2014

311

8.2

Panjang Jalan menurut Kondisi Permukaan Jalan dan Tingkat Kewenangan


Pemerintahan (Km) 2014/Length of Roads by Road Surface Condition and
Level Government Authority(Km) , 2014

312

8.3

Jumlah Kendaraan Bermotor Terdaftar Menurut Jenis Kendaraan, 2013


2014/ Number of Registered Motor Vehicles by Kind of Vehicle, 2013 - 2014

313

8.4

Lalu Lintas Penumpang melalui Pelabuhan Udara di Sulawesi Tenggara,


2014 (orang)/Aircraft Passenger Traffic at Sulawesi Tenggara Province, 2014
(People)

314

9.1

Jumlah Hotel/Akomodasi menurut Klasifikasi Hotel


Kabupaten/Kota, 2009-2014 / Number of Hotels/Acomodation by Classification and Regency/City, 2009-2014

345

9.2

Jumlah Tamu Menurut Klasifikasi Hotel, 2012-2014/Number of Guests at


Hotel Classification, 2012-2014

346

9.3

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Per Bulan menurut klasifikasi 2014 /Room
Occupation Rate Per Month by Hotel Classification, 2014

347

10.1

Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sulawesi


Tenggara, 2009-2013 (Juta Rupiah) / Actual Regional Budget of Sulawesi
Tenggara Province, 2009-2013 (Millions Rupiah)
Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Daerah Otonom Kabupaten/Kota,
2013 (Juta Rupiah) /Actual Revenue and Expenditures of Regency/City 2013
(Millions Rupiah)
Persentase Kredit Perbankan menurut Jenis Kredit di Sulawesi Tenggara,
2014 / Percentage of Bank Loan by Types of Loan in Sulawesi Tenggara, 2014

363

Perkembangan Agregat Laju Inflasi Bulanan Kota Kendari 2014/Aggregate


Monthly Inflation Rate Development in Kendari City, 2014

366

10.2

10.3
10.4

364

365

xix

LIST OF PICTURE
11.1

Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan menurut Kelompok Barang dan


Daerah Tempat Tinggal, 2013 dan 2014/ Monthly Average Expenditure per
Capita (Rupiahs) by Commodity Group and Urban Rural Classification, 2013
and 2014

424

11.2

Rata-Rata Konsumsi Kalori (Kkal) Per Kapita Sehari Beberapa Jenis Makanan, 2013 dan 2014 / Average Daily Consumption of Calorie (Kcal) per
Capita For Several Foods , 2013 and 2014

425

11.3

Rata-Rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari (kkal) menurut Kelompok


Makanan, 2013 dan 2014/ Daily Average Consumption of Calorie (kcal) per
Capita by Food Group, 2013 and 2014

426

12.1

PDRB Sulawesi Tenggara menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku, 2010-2014 (Jutaan Rupiah)/ Sulawesi Tenggara GRDP by Industrial
Origin at Current Market Prices, 2010 - 2014 (Million Rupiahs)

449

12.2

Distribusi Persentase PDRB Sulawesi Tenggara menurut Lapangan Usaha


Atas Dasar Harga Berlaku, 2014/ Percentage Distribution of Sulawesi
Tenggara GRDP at Current market prices by Industrial Origin, 2014

450

12.3

PDRB Perkapita Sulawesi Tenggara Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga
Konstan 2010, 2010-2014 (Juta Rupiah)/ GRDP Per Capita of Sulawesi
Tenggara at current market prices and 2010 constant prices, 2010 - 2014
(Millions Rupiah)

451

12.4

Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sulawesi Tenggara 2011 - 2014 (%) /


Economic Growth of Sulawesi Tenggara Province 2011-2014 (%)

452

12.5

PDRB Sulawesi Tenggara menurut Pengeluaran Atas Dasar Harga Berlaku


2014 (Juta Rupiah)/ Sulawesi Tenggara GRDP by Expenditure at Current
Market Prices, 2014 (Million Rupiahs)

453

12.6

Laju Pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atas dasar


harga konstan 2010 Provinsi Sulawesi Tenggara 2011 - 2014 (%)/ Gross
Fixed Capital Formation (GFCF) Growth rate of Sulawesi Tenggara province
at constant 2010 prices 2011-2014 (%)

454

13.1

Indikator Kemiskinan Provinsi Sulawesi Tenggara Maret 2011September


2014/ Poverty Indicator of Sulawesi Tenggara Province March 2011
September 2014

480

xx

DAFTAR GAMBAR
13.2

Persentase Penduduk Miskin Provinsi Sulawesi Tenggara Menurut


Kabupaten/Kota, 2013/ Percentage of Poor People in Sulawesi Tenggara
Province by Regency/City, 2013

481

13.3

Jumlah Keluarga pra sejahtera (Pra KS),Keluarga Sejahtera I (KS-I) , Keluarga Sejahtera II (KS II), Keluarga Sejahtera III (KS III), Keluarga Sejahtera III+
(KS III+), 2010-2014/Number of underprivileged family , prosperous family
type I, prosperous family type II, prosperous family type III, prosperous family
type III+, 2010-2014

482

14.1

Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga


Konstan 2010 di Kawasan Sulawesi, 20112014 (persen)/ Growth Rate of
Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices in Sulawesi
Region, 20112014 (percent)

495

14.2

Produk Domestik Regional Bruto per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku di
Kawasan Sulawesi, 20102014 (ribu rupiah)/ Per Capita Gross Regional
Domestic Product at Current Market Prices in Sulawesi Region, 20102014
(thousand rupiahs)

496

14.3

Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kawasan Sulawesi, 2010 - 2013/


Human Development Index in Sulawesi Region, 2010- 2013

497

14.4

Laju Inflasi di Ibu Kota Provinsi di Kawasan Sulawesi, 2011 - 2014/Inflation


Rate at Provincial Capital in Sulawesi Region, 2011 - 2014

498

xxi

LIST OF PICTURE

Halaman ini sengaja dikosongkan


This page intentionally left blank

xxii

DAFTAR TABEL

DAFTAR TABEL
List of Table
TABEL
Table
1

Halaman
Page
GEOGRAFI DAN IKLIM/GEOGRAPHY AND CLIMATE

1.1

Letak Geografis Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/Kota, 2014/ Geographical Position of Sulawesi Tenggara by Regency/City,2014

13

1.2

Batas Wilayah Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/Kota, 2014 / Boundary of Sulawesi Tenggara by Regency/City, 2014

14

1.3

Luas Wilayah Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/ Kota, 2014/Total Area


of Sulawesi Tenggara by Regency/City, 2014

15

1.4

Luas Wilayah Sulawesi Tenggara Menurut Kondisi Tanah, 2014/ Total Area of
Sulawesi Tenggara by Soil Condition, 2014

16

1.5

Luas Wilayah Sulawesi Tenggara Menurut Jenis Tanah, 2014 / Total Area of
Sulawesi Tenggara by Type of Soil, 2014

17

1.6

Nama-nama sungai besar yang melintasi Kabupaten/Kota dan Jumlah Pulau


Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara/Great River and
number of Sulawesi Tenggara island by Regency/City

18

1.7

Suhu Udara Minimum dan Maksimum, di Kota Kendari Tahun 2014/


Minimum and Maximum Temperature in Kendari City, 2014

19

1.8

Rata-rata Tekanan Udara, Curah Hujan, dan Hari Hujan di Kota Kendari,
2014/Average of Atmospheric Pressure, Rainfall, and Rainy days by Station in
Kendari City, 2014

20

1.9

Kelembaban Udara Minimum dan Maksimum, di Kota Kendari Tahun 2014/


Minimum and Maximum Air Humidity in Kendari City, 2014

21

xxiii

LIST OF TABLE
2
2.1
2.2
2.3
2.4

2.5
2.6

2.7
2.8

2.9

2.10

2.11
2.12

2.13

xxiv

PEMERINTAHAN/GOVERNMENT
Pembagian Daerah Administrasi Sulawesi Tenggara, 2014/ Number of Administrative Area of Sulawesi Tenggara, 2014
Perkembangan Jumlah Desa,2011-2014 / Village Progress in Number, 20112014
Banyaknya Desa Menurut Posisi terhadap Laut/ Number of Village by Location bordered with coastal
Banyaknya Kepala Desa dan Lurah menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin, 2014/ Number of Village Head and Urban Village-administrators by
Regency/City and Sex, 2014

33

Jumlah Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, 2014/ Number of Member of Sulawesi Tenggara Regional Province Representatives 2014
Banyaknya Keputusan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, 2009 - 2014 /
Number of Acts Issued by Regional Province Representatives of Sulawesi
Tenggara 2009 - 2014
Kegiatan DPRD Sulawesi Tenggara, 2011- 2014/ Activities of Regional Province Representatives of Sulawesi Tenggara, 2011-2014

37

Jumlah Pemilih dan Penggunaan Hak Pilih dalam Pemilihan Anggota Legislatif Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin, 2014/ Number of Voter
and Used of Vote Right in Parliement Member Election by Regency and Sex,
2014
Hasil Penghitungan Suara untuk Keanggotaan DPR Dapil Provinsi Daerah
Pemilihan Sulawesi Tenggara, 2014/ Vote Counting Results for Province
Regional Representatives Membership 2014
Banyaknya Tambahan Pemilik Surat Keputusan Hak atas Tanah Menurut
Kabupaten/Kota, 2014/ Number of Additional Land Certificates Owners by
Regency/City, 2014
Realisasi Sertifikasi Tanah menurut Kabupaten/Kota, 2014/Realization of
Land Certification by Regency/City, 2014

40

Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara dirinci


menurut level administrasi dan Golongan, 2014/Number of Regional Civil
Servants by administration level and grade, 2014
Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi
Sulawesi Tenggara Menurut Unit Organisasi dan jenis Kelamin 2014/Number
of Civil Servants within the Sulawesi Tenggara Provincial Government According to the Unit Oragnization and Sex 2014

45

34
35
36

38

39

41

43

44

46

DAFTAR TABEL
3
3.1
3.1.1
3.1.2

3.1.3

3.1.4

3.1.5

3.1.6

3.1.7

3.2

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA/POPULATION AND LABOUR


Penduduk
Population
Penduduk Sulawesi Tenggara menurut Kabupaten/Kota, 1971 - 2014/
Population of Sulawesi Tenggara by Regency/City, 1971 - 2014
Jumlah dan Rata-rata Laju Pertumbuhan Penduduk Sulawesi Tenggara
menurut Kabupaten/Kota, 2000, 2010, 2012, 2013, 2014/Number and
Average Growth Rate of Population of Sulawesi Tenggara by Regency/City,
2000, 2010, 2012, 2013, 2014
Persebaran Penduduk Sulawesi Tenggara menurut Kabupaten/Kota,
2010, 2013, 2014/Population Distribution of Sulawesi Tenggara by Regency/City 2010, 2013, 2014
Kepadatan Penduduk Sulawesi Tenggara menurut Kabupaten/Kota, 2010,
2013, 2014/Population Density of Sulawesi Tenggara by Regency/City,
2010, 2013, 2014
Penduduk Sulawesi Tenggara menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, 2013 dan 2014/Population of Sulawesi Tenggara Province by Age
Group and Sex, 2013 and 2014
Penduduk Sulawesi Tenggara menurut Kabupaten/Kota, Jenis Kelamin
dan Rasio Jenis Kelamin, 2014/Population of Sulawesi Tenggara by Regency/City, Sex and Sex Ratio, 2014
Banyaknya Rumahtangga dan Penduduk Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/Kota, 2014/Number of Households and Population of Sulawesi
Tenggara by Regency/City, 2014

61

Ketenagakerjaan

69

61
63

64

65

66

67

68

Employment
3.2.1

3.2.2

3.2.3

Jumlah Penduduk Usia Kerja, Angkatan Kerja dan Tingkat Partisipasi


Angkatan Kerja di Sulawesi Tenggara, 2001-2014/Number of Working Age
People, Labor Force and Labor Force Participation Rate (LFPR) in Sulawesi
Tenggara, 2001-2014
Jumlah Angkatan Kerja yang Bekerja, Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka di Sulawesi Tenggara, 2001-2014/Number of Working People, Unemployment and Open Unemployment Rate (OUR) in Sulawesi
Tenggara Province, 2001-2014
Penduduk Sulawesi Tenggara Berumur 15 Tahun Ke Atas menurut Jenis
Kegiatan, 2012-2014/Population 15 Years of Age and Over of Sulawesi
Tenggara by Type of Activity, 2012-2013

69

70

71

xxv

LIST OF TABLE
3.2.4 Penduduk Sulawesi Tenggara Berumur 15 Tahun Ke Atas menurut Jenis
Kegiatan dan Jenis Kelamin 2014/Population 15 Years of Age and Over of
Sulawesi Tenggara by Type of Activity and Sex, 2014

72

3.2.5 Penduduk Sulawesi Tenggara Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja


menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2011-2014/Number of Population 15
Years of Age and Over of Sulawesi Tenggara Who Worked by Main Industry,
2011-2014

73

3.2.6 Persentase Penduduk Sulawesi Tenggara Berumur 15 Tahun Ke Atas yang


Bekerja menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2011-2014/Percentage of
Population 15 Years of Age and Over of Sulawesi Tenggara Who Worked by
Main Industry, 2011-2014

74

3.2.7 Penduduk Sulawesi Tenggara Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja


menurut Lapangan Usaha dan Jenis Kelamin, 2014/Number of Population 15
Years of Age and Over of Sulawesi Tenggara Who Worked by Main Industry
and Sex, 2014

75

3.2.8 Penduduk Sulawesi Tenggara Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Mencari


Pekerjaan menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin/Population 15 Years of Age and Over of Sulawesi Tenggara Looking For
Work by Educational Attainment and Sex, 2014

76

3.2.9 Penduduk Sulawesi Tenggara Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja


menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin, 2014/
Population 15 Years of Age and Over of Sulawesi Tenggara Who worked by
Educational Attainment and Sex, 2014

77

3.2.10 Banyaknya Pencari Kerja di Sulawesi Tenggara yang terdaftar dan ditempatkan menurut pendidikan yang ditamatkan dan jenis kelamin, 2014/Number
of Job seeker, by educational attainment and sex in Sulawesi Tenggara, 2014

78

3.2.11 Banyaknya Pencari Kerja di Sulawesi Tenggara yang Terdaftar, Ditempatkan


dan Dihapuskan menurut Tingkat Pendidikan 2014/Number of Registered
Job Vacancies, Fulfilled, and Have Not Been Yet Fulfilled by education in
Sulawesi Tenggara, 2014,

79

3.3

Transmigrasi
Transmigration

80

3.3.1 Penerimaan Transmigrasi Umum menurut Jenis Transmigrasi, 1998/1999 2014/General Transmigration Revenues by Type of Transmigration,
1998/1999 - 2014

80

3.3.2 Penerimaan Transmigrasi Umum menurut Daerah Asal, 2000 - 2014/ General Admission Transmigration by Region of Origin, 2000 - 2014

81

xxvi

DAFTAR TABEL
3.3.3

3.3.4
3.3.5

4
4.1

Penerimaan Transmigrasi Umum menurut Daerah Penempatan, 2000 2014/General Admission of Transmigration by Placement Region, 2000 2014
Penerimaan Transmigrasi Swakarsa menurut Daerah Penempatan,2000 2014/General Transmigration Revenues by Placement Region, 2000 - 2014

83

Penerimaan Transmigrasi menurut Jenis Transmigrasi , 2000-2014/


Transmigration Admission by Type of Transmigration, 2000 - 2014

86

85

SOSIAL/SOCIAL
Pendidikan

101

Education
4.1.1

4.1.2

4.1.3

4.1.4

4.1.5

4.1.6

Sekolah, Guru dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan Dilingkungan Kementrian Pendidikan Nasional 2011/2012- 2014/2015/Number of Schools,
Teachers and Students Under The Ministry of National Education by Educational Level 2011/2012- 2014/2015
Jumlah Sekolah, Guru dan Murid menurut Tingkat Pendidikan Di Bawah
Kementrian Pendidikan Nasional 2014/Number of Schools, Teachers and
Students by Educational Level Under The Ministry of National Education,
2014
Jumlah Sekolah, Guru dan Murid TK Dilingkungan Kementrian Pendidikan
Nasional menurut Kabupaten/Kota 2014/Number of Schools, Teachers and
Students in Kindergartens Under The Ministry of National Education by Regency/City 2014
Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Tingkat SD di Lingkungan Kementrian
Pendidikan Nasional menurut Kabupaten/Kota 2014/Number of Schools,
Teachers and Students in Elementary School under the National Education
Service by Regency/City, 2014
Jumlah Sekolah, Guru dan Murid SLTP di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional menurut Kabupaten/Kota 2014/Number of Schools, Teachers
and Students in Yunior High School UnderThe Ministry of National Education
by Regency/City 2014
Jumlah Sekolah, Guru dan Murid SMA/SMK di Lingkungan Kementrian
Pendidikan Nasional menurut Kabupaten dan Kota 2014/Number of
Schools, Teachers and Students in Senior High School /Vocational high
School Under The Ministry of National Education by Regency/City 2014

101

102

103

104

105

106

xxvii

LIST OF TABLE
4.1.7

Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Raudhatul Athfal (RA)/Bustanul Athfal


(BA) di bawah Departemen Agama Menurut Kabupaten/Kota, 2014/
Number of Schools, Teachers and Students in Raudhatul Athfal School under
Religion Department by Regency/City, 2014

107

4.1.8

Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Sekolah Madrasah Ibtidayah (MI) di


bawah Departemen Agama Menurut Kabupaten/Kota, 2014/Number of
Schools, Teachers and Students in Madrasah Ibtidayah School under Religion
Department by Regency/City, 2014
Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di
bawah Departemen Agama Menurut Kabupaten/Kota, 2014/Number of
Schools, Teachers and Students in Madrasah Tsanawiyah School under Religion Department by Regency/City, 2014

108

4.1.10 Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Madrasah Aliyah (MA) di bawah Departemen Agama Menurut Kabupaten/Kota, 2014/Number of Schools, Teachers
and Students in Madrasah Aliyah School under Religion Department by Regency/City, 2014

110

4.1.11 Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Kabupaten/Kota 2010-2014 (%)/


Gross Enrollment Ratio (GER) by Regency/City, 2010-2014

111

4.1.12 Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Kabupaten/Kota 2010-2014 (%)/


Net Enrollment Ratio (NER) by Regency/City, 2010-2014

113

4.1.13 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Kabupaten/Kota 2010-2014 (%) /


School Enrollment Ratio by Regency/City, 2010-2014

115

4.1.14 Angka Melek Huruf Penduduk Usia 10 Tahun ke atas Menurut Kabupaten/
Kota 2010-2014 (%)/ Literacy Rate Population Age 10 Above by Regency/
City 2010-2014 (%)
4.1.15 Angka Buta Huruf Penduduk Usia 10 Tahun ke atas Menurut Kabupaten/
Kota 2010-2014 (%) / Illiteracy Rate Population Age 10 Above by Regency/
City 2010-2014 (%)

117

4.1.16 Jumlah Pelatih Olahraga Menurut Kabupaten/Kota, 2013/ Number of Certified Sport Coaches by Regency/City, 2013

119

4.1.17 Jumlah Instruktur Olahraga Menurut Kabupaten/Kota, 2013/ Number of


Certified Sport Instructor by Regency/City, 2013

120

4.1.9

xxviii

109

118

DAFTAR TABEL
4.2.

Kesehatan

121

Health
4.2.1 Jumlah Fasilitas Kesehatan di Provinsi Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/Kota, 2014/Number of Health Facility in Sulawesi Tenggara Province
by Regency/Municipality 2014

121

4.2.2 Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja dan Sarana Pelayanan
Kesehatan di Provinsi Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/Kota, 2014/
Number of Health Personel by unit Organization and Health Service Station in
Sulawesi Tenggara Province by Regency/Municipality 2014

122

4.2.3 Jumlah Fasilitas Kesehatan di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2008- 2014/


Number of Health Facility in Sulawesi Tenggara Province, 2008- 2014

123

4.2.4 Jumlah Kasus 10 Penyakit Terbanyak di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2014/


Top Ten Disease Cases in Sulawesi Tenggara Province, 2014

124

4.2.5 Jumlah Balita Gizi Buruk yang mendapatkan perawatan menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2014/Number of Poor Nutrition
Under Five Children in care by Regency/City in Sulawesi Tenggara Province,
2014
4.2.6 Jumlah Kasus HIV/AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), DBD, Diare, TB, dan
Malaria Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2014/
Number of HIV/AIDS Cases, Sexually Transmitted Disease (STD), Dengue Fever, Tubercolosis, and Malaria by Regency/City in Sulawesi Tenggara Province, 2014
4.2.7 Jumlah Kematian Bayi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi
Tenggara Tahun 2013-2014/Number of Infant Mortality by Regency/City of
Sulawesi Tenggara Province, 2013 2014
4.2.8 Jumlah Bayi yang diImunisasi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2014/ Number of Immunized infant by Regency/City in Sulawesi Tenggara Province 2014

125

4.3.

129

Keluarga Berencana

126

127

128

Family Planning

4.3.1 Jumlah Klinik Keluarga Berencana (KKB) dan Pos Pelayanan Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi
Tenggara, 2014/Number of Family Planning Clinique (FPC) and Village Family
Planning Service Post (VFPSP) by Regency/City in Sulawesi Tenggara Province
2014

129

xxix

LIST OF TABLE
4.3.2

4.3.3

4.3.4

4.3.5

4.4.

Jumlah Peserta KB Aktif dan Baru menurut Alat Kontrasepsi yang


Digunakan, 2014/Number of Active and Newly Acceptors of Family Planning
Programme by Type of Contraception Device Used, 2014
Target dan Realisasi Akseptor Baru menurut Metode Kontrasepsi dan Kabupaten/Kota, 2014/Number of Active and Newly Acceptors of Family Planning
Programme by Type of Contraception Device Used, 2014
Jumlah Pasangan Usia Subur dan Peserta KB Aktif Menurut Kabupaten/
Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2014/Number of Fertile Age Couple and
Actively Family Planning User by Regency/City in Sulawesi Tenggara Province,
2014
Jumlah Tenaga Medis Pengelola Program KB menurut Kabupaten/Kota,
2014/Number of Medical Personel of Family Planning Program by Regency
City, 2014

130

Peradilan

134

131

132

133

Justices
4.4.1

Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang Telah Diajukan ke Sidang Pengadilan


menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin, 2014/Number of Defendants
Brought in The Court of Law by Age Group and Sex, 2014

134

4.4.2

Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang Telah Diajukan ke Muka Pengadilan


menurut Jenis Pidana/Hukuman dan Jenis Kelamin, 2014/Number of Defendants Brought in The Court of Law by Type of Punisment and Sex, 2014
Jumlah Narapidana Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri menurut Jenis
Kejahatan/Pelanggaran dan Jenis Kelamin, 2014/Number of Convicts Based
on Conviction of Regency Court by Type of Crime/Offence and Sex, 2014

135

Jumlah Narapidana Berdasarkan Putusan Pengadilan menurut Kabupaten


dan Jenis Kelamin, 2014/Number of Convicts Based on Conviction by Regency/City and Sex, 2014
Jumlah Kejahatan yang Dilaporkan kepada Kepolisian menurut JenisKejahatan dan Kabupaten/Kota, 2014/Number of Crimes Reported to Police by
Type of Crime and Regency/City, 2014
Jumlah Kejahatan yang Diselesaikan oleh Kepolisian menurut Jenis Kejahatan dan Kabupaten/Kota, 2014/Number of Crimes Cleared by Police by
Type of Crime and Regency/City, 2014
Jumlah Kecelakaan Lalulintas yang Dilaporkan menurut Kabupaten/Kota,
2014/Number of Traffic Accidents Reported by Regency/City, 2014

137

4.4.3

4.4.4

4.4.5

4.4.6

4.4.7

xxx

136

138

140

142

DAFTAR TABEL
4.4.8

Jumlah Kecelakaan Lalulintas yang Diselesaikan dan Taksiran Kerugian Materiil menurut Kabupaten/Kota, 2014/Number of Traffic Accidents Case
Cleared and Total Lost Estimation by Regency/City, 2014

143

4.4.9

Jumlah Pidana Penjara, Pidana Kurungan dan Pidana Denda (Pidana Umum)
yang Diajukan menurut Kabupaten, 2014/Number of Imprisonment, Custody
and Fine Sentence Proposed by Regency/City 2014

144

4.4.10 Jumlah Kasus Tahanan yang Diselesaikan menurut Jenis Penyelesaian dan
Tindak Pidana 2014/Number of Prisoners Cases Solved by Type of Solving and
Criminal Act 2014

145

4.5

Agama

146

Religion
4.5.1

Tempat Peribadatan menurut Kabupaten/Kota, 2014/Number of Worship


Place by Regency/City, 2014

146

4.5.2

Jumlah Jemaah Haji menurut Kabupaten/Kota, 2010 - 2014/Number of Al


Hajj Pilgrims by Regency/City, 2010- 2014

147

4.5.3

Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk menurut Kabupaten/Kota, 2014/Number of


Marriages, Divorces, and Reconciliations by Regency/City, 2014

148

4.6.

Sosial Lainnya
Other Social

149

4.6.1

Penyandang Cacat menurut Jenisnya dan Kabupaten/Kota, 2014/Number of


Handicapped Persons by Type of Handicap and Regency/City, 2014

149

4.6.2

Panti Asuhan, Kapasitas Tampung dan Anak Asuh yang Ditampung menurut
Kabupaten/Kota, 2014Panti Asuhan, Kapasitas Tampung dan Anak Asuh
yang Ditampung menurut Kabupaten/Kota, 2014/Number of Orphanages,
Capacity and Orphans in Care by Regency/City, 2014
Peristiwa Bencana Alam menurut Kabupaten/Kota dan Jenisnya, 2014/
Number of Natural Disaster by Regency/City and Type of Natural Disaster,
2014

150

4.6.3

151

xxxi

LIST OF TABLE
5
5.1

PERTANIAN/AGRICULTURE
Penggunaan Tanah

173

Land Use
5.1.1

Luas Penggunaan Lahan di Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/Kota


(Ha), 2014/Total Land Use in Sulawesi Tenggara by Regency/City (Ha), 2014

173

5.1.2

Persentase Penggunaan Lahan di Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/


Kota (Ha), 2014/Percentage of Land Use in Sulawesi Tenggara by Regency/
City (Ha), 2014

175

Tanaman Pangan

177

5.2

Food Crops
5.2.1

Luas Panen, Hasil Perhektar dan Produksi Tanaman Bahan Makanan, 2013 2014/Harvested Areas, Productivity and Production of Food Crops, 20122013

177

5.2.2

Produksi Tanaman Bahan Makanan menurut Kabupaten/Kota dan Jenis


Tanaman (Ton), 2014/Production of Food Crops by Regency/City and Type of
Crops (Ton), 2014
Luas Panen Tanaman Bahan Makanan menurut Kabupaten/Kota dan Jenis
Tanaman (Ha), 2014/Harvested Area of Food Crops by Regency/City and Type
of Crops (Ha), 2014
Hasil Per Hektar Tanaman Bahan Makanan menurut Kabupaten/Kota dan
Jenis Tanaman (Ku/Ha), 2014/Productivity of Food Crops by Regency/City
and Type of Crops (Ku/Ha), 2014
Beras yang Masuk Perbulan Melalui Perum Bulog ( Ton ), 2014/Rice Supplied by Logistic Agency per Month ( Ton ), 2014

178

5.2.6

Pengadaan Beras Lokal oleh Perum Bulog menurut Kabupaten/Kota ( Ton ),


2014/Local Rice Supplied by Logistic Agency by Regency/City ( Ton ), 2014

185

5.2.7

Pengadaan Beras Lokal oleh Perum Bulog Perbulan menurut KUD dan non
KUD (Ton), 2014Local Rice Supplied by Logistic Agency by Months , by Village Cooperative Unit , and non Village Cooperative Unit (Ton), 2014
Volume Beras Raskin yang Disalurkan oleh Perum Bulog (Ton), 2014/
Volume rice for Poor People Distributed by Logistic agency (Ton), 2014

187

5.2.3

5.2.4

5.2.5

5.2.8

xxxii

180

182

184

188

DAFTAR TABEL
5.3

Buah-buahan
Fruits
Produksi Buah-buahan Menurut Jenis Buah dan Kabupaten/Kota di Provinsi
Sulawesi Tenggara (Kuintal), 2014/Production of Fruit by Type of Plant and
Regency/City (Quintal), 2014

189

Sayur-sayuran dan Tanaman Biofarmaka


Vegetables and Biopharmacy Plants

191

Produksi Sayur-sayuran yang dipanen berkali-kali Menurut Jenis Sayuran


dan Kabupaten/Kota (Kuintal) 2014/Production of Repeatedly Harvested
Vegetables by Type of Plant and Regency/City (Quintal) 2014
Produksi Sayur-sayuran yang dipanen Sekaligus Menurut Jenis Sayuran dan
Kabupaten/Kota (Kuintal) 2014/Production of All at once Harvested Vegetables by Type of Plant and Regency/City (Quintal) 2014
Produksi Tanaman Biofarmaka Menurut Jenis dan Kabupaten/Kota
(Kuintal) 2014/Production of biopharmacyPlant by Type and Regency/City
(Quintal) 2014

191

Perkebunan
Plantation

197

5.5.1

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman (Ton), 2010-2014/


Production of Estate Crops by Type of Plants (Tons), 2010 -2014

197

5.5.2

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman dan Kabupaten/


Kota(Ton), 2014

198

5.5.3

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Buton , 2010-2014 (Ton)/

200

5.5.4

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Muna , 2010-2014 (Ton)/Production of Estate Crops by Type of Plants in Muna Regency 2010 -2014(Tons)

201

5.5.5

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Konawe , 2010-2014 (Ton)/Production of Estate Crops by Type of Plants in
Konawe Regency 2010-2014(Tons)

202

5.5.6

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Kolaka , 2010-2014 (Ton)/Production of Estate Crops by Type of Plants in
Kolaka Regency 2010-2014(Tons)

203

5.3.1

5.4
5.4.1

5.4.2

5.4.3

5.5

189

193

195

xxxiii

LIST OF TABLE
5.5.7

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Konawe Selatan , 2010-2014 (Ton)/Production of Estate Crops by Type of
Plants in Konawe Selatan Regency 2010-2014(Tons)

204

5.5.8

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Bombana , 2010-2014 (Ton)/Production of Estate Crops by Type of Plants in
Bombana Regency 2010-2014(Tons)

205

5.5.9

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Wakatobi , 2010-2014 (Ton)/Production of Estate Crops by Type of Plants in
Wakatobi Regency 2010-2014(Tons)

206

5.5.10 Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Kolaka Utara , 2010-2014 (Ton)/Production of Estate Crops by Type of Plants
in Kolaka Utara Regency 2010 -2014(Tons)

207

5.5.11 Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Buton Utara , 2010-2014 (Ton),Production of Estate Crops by Type of Plants
in Buton Utara Regency 2010-2014(Tons)

208

5.5.12 Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Konawe Utara , 2010-2014 (Ton)/Production of Estate Crops by Type of
Plants in Konawe Utara Regency 2010 -2014(Tons)

209

5.5.13 Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Kolaka Timur , 2014 (Ton),Production of Estate Crops by Type of Plants in
Kolaka Timur Regency 2014(Tons)

210

5.5.14 Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Konawe Kepulauan , 2014 (Ton)/Production of Estate Crops by Type of Plants
in Konawe Kepulauan Regency 2014(Tons)
5.5.15 Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman di Kota Kendari ,
2010-2014 (Ton)/Production of Estate Crops by Type of Plants in Kendari City
2010-2014(Tons)
5.5.16 Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman di Kota Baubau ,
2010-2014 (Ton)/Production of Estate Crops by Type of Plants in Baubau City
2010-2014(Tons)
5.5.17 Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Sulawesi
Tenggara (Ha) , 2014/Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Sulawesi Tenggara (Ha),2014
5.5.18 Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten
Buton (Ha), 2014/Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Buton
Regency (Ha), 2014

211

xxxiv

212

213

214

215

DAFTAR TABEL
5.5.19 Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten
Muna (Ha), 2014/Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Muna
Regency (Ha), 2014
5.5.20 Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten
Konawe (Ha), 2014/Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Konawe
Regency (Ha), 2014
5.5.21 Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten
Kolaka (Ha), 2014/Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Kolaka
Regency (Ha), 2014
5.5.22 Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten
Konawe Selatan (Ha), 2014/Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in
Konawe Selatan Regency (Ha), 2014
5.5.23 Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten
Bombana (Ha), 2014/Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in
Bombana Regency (Ha), 2014
5.4.24 Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten
Wakatobi (Ha), 2014/Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in
Wakatobi Regency (Ha), 2014
5.5.25 Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten
Kolaka Utara (Ha), 2014/Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in
Kolaka Utara Regency (Ha), 2014
5.5.26 Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten
Buton Utara (Ha), 2014/Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in
Buton Utara Regency (Ha), 2014
5.5.27 Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten
Konawe Utara (Ha), 2014/Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in
Konawe Utara Regency (Ha), 2014
5.5.28 Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten
Kolaka Timur (Ha), 2014/Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in
Kolaka Timur Regency (Ha), 2014
5.5.29 Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten
Konawe Kepulauan (Ha), 2014/Planted Area of Estate Crops by Type of Crops
in Konawe Kepulauan Regency (Ha), 2014
5.5.30 Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kota Kendari
(Ha), 2014/Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Kendari City (Ha),
2014
5.5.31 Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kota Baubau
(Ha), 2014/Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Baubau City (Ha),
2014

216

217

218

219

220

221

222

223

224

225

226

227

228

xxxv

LIST OF TABLE
5.6

Peternakan

229

Livestock
5.6.1

Populasi Ternak Besar Menurut Kabupaten/Kota (Ekor) , 2014/Population


of Large Livestock by Regency/City (Heads), 2014

229

5.6.2

Populasi Ternak Kecil Menurut Kabupaten/Kota (Ekor) , 2014/Population of


Small Livestock by Regency/City (Heads), 2014

230

5.6.3

Populasi Ternak Unggas Menurut Kabupaten/Kota (Ekor) , 2014/Population


of Poultry by Regency/City (Heads), 2014

231

5.6.4

Banyaknya Ternak Besar yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota (Ekor),


2014/Number of Large Livestock Slaughtered by Regency/City (Heads), 2014

232

5.6.5

Banyaknya Ternak Kecil yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota (Ekor),


2014/Number of Small Livestock Slaughtered by Regency/City (Heads), 2014

233

5.6.6

Banyaknya Ternak Unggas yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota (Ekor),


2014/Number of Poultry Slaughtered by Regency/City (Heads), 2014

234

5.6.7

Produksi Daging Ternak Besar Menurut Kabupaten/Kota (Kg), 2014/Meat


Production of Large Livestock by Regency/City (Kg), 2014

235

5.6.8

Produksi Daging Ternak Kecil Menurut Kabupaten/Kota (Kg), 2014/Meat


Production of Small Livestock by Regency/City (Kg), 2014

236

5.6.9

Produksi Daging Unggas Menurut Kabupaten/Kota (Kg), 2014/Meat


Production of poultry by Regency/City (Kg), 2014

237

5.6.10 Produksi Telur Unggas Menurut Kabupaten/Kota (Kg), 2014/Production of


Poultry Eggs by Regency/City (Kg), 2014

238

5.6.11 Jumlah Ternak Masuk Menurut Jenisnya, dan Kabupaten Kota (Ekor), 2014/
Number of Incoming Livestock by Kind and Regency/City (Heads), 2014

239

5.6.12 Jumlah Ternak Keluar Menurut Jenisnya dan Kabupaten/Kota (Ekor), 2014/
Number of outgoing Livestock by Kind and Regency/City (Heads), 2014

240

5.6.13 Realisasi Vaksinasi Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Vaksin


(Dosis), 2014/Realization of Livestock Vaccination by Regency/City and Types

241

xxxvi

DAFTAR TABEL
5.7

Perikanan

242

Fishery
5.7.1

Produksi dan Nilai Hasil Perikanan Laut dan Darat Menurut Kabupaten/
Kota, 2014/ Production and Value of Marine and Inland Fisheries Products
by Regency/City, 2014

242

5.7.2

Produksi Perikanan Budidaya Menurut Jenis Budidaya, 2014/Fisheries Production by kind of Aquaculture, 2014

243

Kehutanan
Forestry

245

5.8.1

Luas Kawasan Hutan dan Perairan yang Telah Ditetapkan menurut Kabupaten/Kota (Ha), 2014/Fixed Forest and Water Ecosystem Areasby Regency/
City (Ha), 2014

245

5.8.2

Produksi Kayu menurut Jenisnya dan Kabupaten/Kota, 2014/Timber Production by Type and Regency/City, 2014

247

5.8

6.1

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR/INDUSTRY, MINNING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY

Industri Pengolahan/Kerajinan

261

Manufacturing Industry
6.1.1

6.1.2

6.1.3

6.1.4

Jumlah Perusahaan Industri Besar/Sedang, Tenaga Kerja dan Pengeluaran


untuk Tenaga Kerja menurut Kabupaten/Kota, 2014/Number of Large and
Medium Manufacturing Industry, Employees and Labor Costs by Regency/
City, 2014
Jumlah Perusahaan Industri Besar/Sedang, Tenaga Kerja dan Pengeluaran
untuk Tenaga Kerja menurut Golongan Industri, 2014/Number of Large /
Medium Manufacturing Industry, Employees and Labor Costs by Industrial
Code, 2014
Nilai Output Industri Besar/Sedang menurut Golongan Industri, 2014/Value
of Gross Output of Large and Medium Manufacturing Industry by Industrial
Code, 2014
Nilai Tambah Industri Besar/Sedang menurut Kabupaten/Kota (000 Rp) ,
2014/Value Added of Large and Medium Manufacturing Industry by Regency/
City (000 Rp) , 2014

261

262

263

264

xxxvii

LIST OF TABLE
6.1.5

Nilai Tambah Industri Besar/Sedang Menurut Golongan Industri (000 Rp) ,


2014/Value of Gross Output of Large and Medium Manufacturing Industry by
Industrial Code, 2014

265

6.1.6

Jumlah Perusahaan Industri Menurut Kabupaten/Kota dan Kelompok


Industri, 2014/Number of Manufacturing Industry by Regency/City and Industry
Classification, 2014

266

6.1.7

Jumlah Industri, Nilai Produksi dan Tenaga Kerja Menurut Jenis Industri,
2014/Number of Establishments, Labours and Gross Output Values of
Manufacturing Industry, 2014

267

6.1.8

Jumlah Industri Kimia, Tenaga Kerja dan Nilai Produksi menurut Kabupaten/
Kota, 2014/Number of Chemical Industry Production Value Employees by
Regency/City, 2014

268

6.1.9

Jumlah Industri Logam dan Mesin Tenaga Kerja dan Nilai Produksi menurut
Kabupaten/Kota, 2014/Number of Metal and Machinary Industry, Employees
and Production Value by Regency/City, 2014

269

6.1.10 Jumlah Perusahaan Industri Aneka, Tenaga Kerja dan Nilai Produksi Menurut
Kabupaten/Kota, 2014/Number of Miscelaneous Industry Employees, and
Production Value by Regency/City, 2014

270

6.1.11 Jumlah Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (IHPK), Tenaga Kerja dan Nilai
Produksi menurut Kabupaten/Kota, 2014/Number of Agriculture and Foresty
Industry Employees and Production Value by Regency/City, 2014

271

6.1.12 Jumlah Industri Kecil (Hasil Pertanian, Kehutanan, Logam dan Mesin, Industri
Aneka), Tenaga Kerja dan Nilai Produksi menurut Kabupaten/Kota, 2014/
Number of Small Scale Industry (Agriculture, Foresty, Metal and Machinary,
Miscellaneous) Employees and Production Value by Regency/City, 2014

272

6.2

Pertambangan
Mining

273

6.2.1

Produksi dan Nilai Produksi Hasil Pertambangan Nikel, 2001-2014/Production


and Production Value of Nickel Mining, 2001-2014

273

6.2.2

Produksi dan Nilai Produksi Pertambangan Aspal, 2002-2014/Production and


Production Value of Asphalt Mining, 2002-2014

274

xxxviii

DAFTAR TABEL
6.3

Listrik

275

Electricity

6.3.1

Jumlah Kantor Pelayanan, Langganan, Tenaga Listrik yang Terjual dan Nilai
Penjualan Setiap Unit PLN menurut Rayon, 2014/Number of Office, Customers,
Electricity Sold and Revenue of Each PLN Unit by Regional, 2014

275

6.3.2

Daya Terpasang, Produksi Listrik, Tenaga Listrik yang terjual, Sisa Produksi
dan Nilai Penjualan Tenaga Listrik Menurut Kantor Rayon 2014/Installed
Capacity, Produced and Sold Electricity, Remainder of Production and Revenue
by Regional Office, 2014

276

6.3.3

Daya Terpasang, Produksi Listrik, Tenaga Listrik yang terjual, Sisa Produksi
dan Nilai Penjualan Tenaga Listrik Menurut Kategori Pelanggan 2014/Installed
Capacity, Produced and Sold Electricity, Remainder of Production and Revenue
by Costumer Category, 2014

277

Air Minum

278

6.4

Drinking Water
6.4.1

Jumlah Perusahaan Air Minum dan Pekerja menurut Kabupaten/Kota, 2014/


Number of Water Supply Company and Employees by Regency/City, 2014

278

6.4.2

Jumlah Pelanggan Air Minum menurut Kategori Pelanggan, 2010-2014/


Number Customers of Water Supply Establishment Type of by Customers, 20102014

279

6.4.3

Volume Air Minum yang Disalurkan Menurut Kategori Pelanggan (M3) , 2010
-2014/Volume of Water Supply Distributed by Type of Customers (M3), 20102014

280

6.4.4

Nilai Air Minum yang Disalurkan menurut Kategori Pelanggan (000 Rp), 20102014/Value of Water Supply Distributed by Type of Customers (000 Rp), 20102014

281

6.4.5

Nilai Input Perusahaan Air Minum menurut Jenis Pengeluaran (000 Rp.), 2011
-2014/Input Cost of Water Supply Company by Type of Cost (000 Rp.), 20112014

282

xxxix

LIST OF TABLE
7
7.1

PERDAGANGAN/TRADE
Ekspor

291

Export
7.1.1 Volume dan Nilai Ekspor Menurut Jenis Komoditas, 2013-2014/Volume and
Value of Exports by Kind of Commodity, 2013-2014

291

7.1.2 Volume dan Nilai Ekspor Menurut Pelabuhan Asal, 2013-2014/Volume and
Value of Export by Port of Origin, 2013-2014

292

7.1.3 Volume dan Nilai Ekspor Menurut Negara Tujuan, 2013-2014/Volume and
Value of Exports by Destination Country, 2013-2014

293

7.2

Impor

294

Import
7.2.1 Volume dan Nilai Impor Menurut Jenis Komoditas, 2013-2014/Volume and
Value of Import by Kind of Commodity, 2013-2014

294

7.2.2 Volume dan Nilai Impor Menurut Pelabuhan Masuk, 2013-2014/Volume


and Value of Import by Entry Port, 2013-2014

295

7.2.3 Volume dan Nilai Impor Menurut Negara Asal, 2013-2014/Volume and Value of Import by Origin Country, 2013-2014

296

7.2.4 Volume dan Nilai Ekspor dan Impor Sulawesi Tenggara, 2000-2014/Volume
and Value of Export and Import Sulawesi Tenggara, 2000-2014

297

7.3

Perdagangan Antar Pulau

298

Inter Island Trade


7.3.1 Volume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Menurut Hasil Bumi dan Laut,
2014/Volume and Value of Inter Island Trade by Land and Sea Products 2014

298

7.3.2 Volume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Tanaman Pangan Menurut Jenis
Barang, 2014/Volume and Value of Inter Island Trade of Food Crops by Kind
of Commodity, 2014

299

7.3.3 Volume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Hasil Perkebunan Menurut
Jenis Barang, 2014/Volume and Value of Inter Island Trade of Estate Crops
Products by Kind of Commodity, 2014

300

7.3.4 Volume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Hasil Peternakan Menurut Jenis
Barang, 2014/Volume and Value of Inter Island Trade of Animal Husbandry
Products by Kind of Commodity, 2014

301

xl

DAFTAR TABEL
7.3.5

Volume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Hasil Kehutanan Menurut Jenis
Barang, 2014/Volume and Value of Inter Island Trade of Forestry Products by
Kind of Commodity, 2014

302

7.3.6

Volume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Hasil Perikanan Menurut Jenis
Barang, 2014/Volume and Value of Inter Island Trade of Fishery Products by
Kind of Commodity, 2014

303

7.3.7

Volume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Hasil Industri Menurut Jenis
Barang, 2014/Volume and Value of Inter Island Trade of Industrial Products
by Kind of Commodity, 2014

304

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI/TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

8.1

Jalan Raya

315

Road way
8.1.1

Panjang Jalan Negara, Propinsi dan Kabupaten menurut Jenis Permukaan


(Km) , 2005-2014/Length of State, Provincial and Regency Road by Type of
Surface (Km) , 2005-2014

315

8.1.2

Panjang Jalan menurut Tingkat Kewenangan Pemerintahan, Jenis Permukaan, Kondisi dan Kelas Jalan (Km) , 2014/Length of Roads by Level Government Authority, Type of Surface, Condition, and Class of Roads (Km) , 2014

316

8.1.3

Panjang Jalan Kabupaten menurut Kabupaten/Kota, Jenis Permukaan, Kondisi dan Kelas Jalan (Km) , 2014/Length of Regency road by Regency/City,
Type of Surface, Condition and Class of Road (Km) , 2014

317

Angkutan Darat

319

8.2

Land Transportation
8.2.1

Jumlah Kendaraan Bermotor Terdaftar menurut Jenis, Kendaraan, 2010 2014/Number of Registered Motor Vehicles by Kind of Vehicles, 2010 - 2014

319

8.2.2

Jumlah Kendaraan Bermotor Terdaftar Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis


Kendaraan, 2014/Number of Registered Motor Vehicles by Regency/city and
Kind of Motor Vehicles, 2014

320

xli

LIST OF TABLE
8.3

Angkutan Laut
Marine Transportation

8.3.1

Kunjungan Kapal, Arus Barang dan Penumpang menurut Jenis Pelayaran,


2013/Number Of Ship Calls, Traffic of Cargo and Passenger by Type of Voyage, 2013

322

8.3.2

Kunjungan Kapal, Arus Barang dan Penumpang menurut Kabupaten/Kota


2014/Number Of Ship Calls, Traffic of Cargo and Passenger by Regency/City
2014

323

Angkutan Udara

324

8.4

Air Transportation
8.4.1

Lalu Lintas Pesawat Terbang dan Penumpang melalui Pelabuhan Udara SeSulawesi Tenggara, 2014/Aircraft and Passenger Traffic at Sulawesi Tenggara
Province, 2014

324

8.4.2

Lalu Lintas Barang, Bagasi dan Pos Paket Melalui Pelabuhan Udara Di Sulawesi Tenggara (Kg) , 2014/Cargo, Baggage and Parcels Traffic at Airport in
Sulawesi Tenggara (Kg) , 2014

325

8.4.3

Lalu Lintas Pesawat Terbang dan Penumpang melalui Pelabuhan Udara


Haluoleo Kendari, 2003 - 2014/Aircraft and Passenger Traffic at Haluoleo
Airport Kendari, 2003-2014

326

8.4.4

Lalu Lintas Pesawat Terbang dan Penumpang melalui Pelabuhan Udara


Betoambari Bau-Bau, 2008-2014/Aircraft and Aircraft Passenger Traffic at
Betoambari Baubau Airport, 2008-2014

327

8.4.5

Lalu Lintas Pesawat Terbang dan Penumpang melalui Pelabuhan Udara


Sangia Ni Bandera Kolaka, 2010-2014/Aircraft and Aircraft Passenger Traffic
at Sangia Ni Bandera Airport, Kolaka, 2010-2014

328

xlii

DAFTAR TABEL
8.4.6

Lalu Lintas Pesawat Terbang dan Penumpang melalui Pelabuhan Udara


Matahora Wakatobi, 2009-2014/Aircraft and Aircraft Passenger Traffic at
Matahora Airport, Wakatobi, 2009-2014
8.4.7 Lalu Lintas Pesawat Terbang dan Penumpang melalui Pelabuhan Udara
Sugimanuru Muna, 2013-2014/Aircraft and Aircraft Passenger Traffic at
Sugimanuru Airport, Muna, 2013-2014
8.4.8 Lalu Lintas Barang, Bagasi dan Pos Paket Melalui Pelabuhan Udara Haluoleo (Kg) , 2003-2014/Traffic of Cargo, Baggage and Mail at Haluoleo Airport Kendari (Kg) , 2003-2014
8.4.9 Lalu Lintas Barang, Bagasi dan Pos Paket Melalui Pelabuhan Udara
Betoambari Baubau (Kg) , 2008-2014/Cargo, Baggage and Parcels Traffic at
Betoambari Baubau Airport (Kg) , 2008-2014
8.4.10 Lalu Lintas Barang, Bagasi dan Pos Paket Melalui Pelabuhan Udara Sangia
Ni Bandera Kolaka (Kg) , 2010-2014/Cargo, Baggage and Parcels Traffic at
Sangia Ni Bandera Kolaka Airport (Kg) , 2010-2014
8.4.11 Lalu Lintas Barang, Bagasi dan Pos Paket Melalui Pelabuhan Udara Matahora Wakatobi (Kg) , 2009-2014/Cargo, Baggage and Parcels Traffic at
Matahora Wakatobi Airport (Kg) , 2009-2014
8.4.12 Lalu Lintas Barang, Bagasi dan Pos Paket Melalui Pelabuhan Udara Sugimanuru Muna (Kg) , 2012-2014/Cargo, Baggage and Parcels Traffic at Sugimanuru Airport, Muna (Kg) , 2012-2014

8.5

Pos dan Giro

329

330

331

332

333

334

335

336

Post and Giro


8.5.1

8.5.2

8.5.3

8.5.4

Jumlah Fasilitas Fisik Pelayanan Jasa Pos dan Giro Menurut Kabupaten/
Kota, 2014/Number of Physical Facilities Postal and Demand Deposit Services by Regency/City, 2014
Jumlah Benda-benda Pos yang Dikirim dan Diterima Dirinci Menurut KAbupaten/Kota, 2014/Number of Postal Goods Mailed and Received by Regency/City, 2014
Banyaknya Benda-benda Pos yang Dikirim dan Diterima dari Dalam dan
Luar Negeri menurut Jenis Pengiriman (Kg) , 2014/Number of Postal Goods
Sent and Receivedthrough Domestic and International Traffic (Kg), 2014
Kapasitas Sentral dan Sambungan Telepon menurut Unit Pengelola Tehnik
(UPT), 2014/Central Capacity and Telephone Connection by UPT (Technical
Administrator Unit), 2014

336

337

338

339

xliii

LIST OF TABLE
9

HOTEL DAN PARIWISATA/HOTEL AND TOURISM

9.1

Jumlah Hotel/Akomodasi menurut Klasifikasi Hotel Kabupaten/Kota, 2014/


Number of Hotels/Acomodation by Classification and Regency/City, 2014

348

9.2

Jumlah Kamar dan Tempat Tidur pada Hotel Bintang dan Hotel Non
Berbintang menurut Kabupaten/Kota, 2014/Number of Rooms and Beds at
Classified and Non Classified Hotel by Regency/City, 2014

349

9.3

Jumlah Tamu pada Hotel Bintang dan Non Bintang menurut Kabupaten/
Kota, 2014/Number of Guests at Classified and Non Classified Hotel by Regency/City, 2014

350

9.4

Rata-rata Lamanya Menginap Tamu Dalam Negeri dan Tamu Asing pada
Hotel Bintang dan Non Bintang (Hari), 2014/Average Length of Stay of Domestic and Foreign Guest at Classified Non Classified Hotels (Days), 2014

351

9.5

Tingkat Penghunian Kamar Hotel dirinci menurut bulan dan klasifikasi hotel 2014 /Room Occupation Rate by month and Hotel Classification, 2014

352

9.6

Tingkat Pemakaian Tempat Tidur Kamar Hotel dirinci menurut bulan klasifikasi hotel, 2014 /Bed Room Occupation Rate by month and Hotel Classification, 2014

353

9.7

Tingkat Penghunian Ganda Atas Kamar Hotel dirinci menurut bulan dan
klasifikasi hotel, 2014 /Double Room Occupation Rate by month and Hotel
Classification, 2014

354

10

KEUANGAN DAN HARGA HARGA/FINANCE AND PRICES

10.1

Keuangan Daerah
Regional Finance

367

10.1.1

Rencana dan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi


Sulawesi Tenggara, 2004 - 2013/Planning and Realization of Regional
Budget of Sulawesi Tenggara Province, 2004 - 2013

367

10.1.2

Rencana dan Realisasi Pendapatan Daerah Provinsi Sultra, 2012 - 2013/


Planning and Realization of Regional Revenues of Sulawesi Tenggara Province, 2012 - 2013

368

10.1.3

Rencana dan Realisasi Pengeluaran Aparatur Daerah dan Pelayanan Publik


Provinsi Sulawesi Tenggara, 2012 - 2013/Planning and Actual Regional
Apparatus Expenditures and Public Service of Sulawesi Tenggara Province,
2012 - 2013

369

xliv

DAFTAR TABEL
10.1.4 Rencana dan Realisasi Pembiayaan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi
Tenggara Menurut Jenis Pembiayaan, 2012 - 2013/Planning and Financing
Realization of Sulawesi Tenggara Provincial Goverment by Kind of Financing,
2012 - 2013

370

10.1.5 Realisasi Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Daerah Kabupaten/Kota


Menurut Jenis Pendapatan, 2013/Realization of Regional Income, Expenditures, and Financing of Regency/City by Kind of Income, 2013

371

10.1.6 Banyaknya Proyek Penanaman Modal Dalam Negeri dan Asing Menurut
Jenis Proyek, 2014/Number of Foreign and Domestic Capital Investment Projects by Types of Project, 2014

372

10.1.7 Pagu, Realisasi dan Sisa DIPA Sektoral Menurut Jenis Proyek , 2014/Budget,
Realization and Remainder Sectoral DIPA by Types of Project 2014

373

10.2

Perpajakan

375

Taxes

10.2.1 Realisasi Penerimaan Pajak Daerah menurut Jenisnya, 2001 - 2014/


Realization of Local Taxes Receipt by Type, 2001 - 2014(000 Rupiah/000 Rupiahs)
10.2.2 Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Pendapatan Daerah, 2013 - 2014/
Target and Realization of Regional Income Taxe Revenues, 2013 - 2014

375

10.2.3 Target dan Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah, 2013 - 2014 /
Target and Realization of Original Regional Revenues, 2013- 2014

377

10.2.4 Realisasi Penerimaan Pajak menurut Kabupaten/Kota, 2010 - 2014/


Realization of Tax Receipts by Regency/City, 2010 - 2014(000 Rp)/ (000 Rps)

378

10.2.5 Realisasi Penerimaan PBB, IPEDA menurut Kabupaten/Kota dan Sektor,


2014 (Juta Rupiah)/Realization of Receipts of Land and Building Tax, Regional
Development Contribution by Regency/City and Sector, 2014 (Million Rupiahs)

379

10.3.

380

Asuransi

376

Insurance
10.3.1 Produksi dan Porto Folio Polis, Jumlah Uang Pertanggungan dan Premi
pada AJB Bumiputera 1912 Rayon Utama Kendari 2007- 2014 /Production
and Portfolio of Policy, Sum Insured and Premium at AJB Bumi Putera 1912
Main Area of Kendari , 2007 - 2014
10.3.2 Pembayaran Klaim dan Penerimaan Pinjaman Polis pada AJB Bumiputera
1912 Rayon Utama Kendari 2007 - 2014/ Payment of Claims and Policy
Loan Revenues at AJB Bumi Putera 1912 Main Area of Kendari 2007 - 2014

380

381

xlv

LIST OF TABLE
10.3.3 Produksi dan Porto Folio Polis, Jumlah Uang Pertanggungan dan Premi PT
Asuransi Jiwasraya Kendari 2001 - 2014/ Production and Portfolio of Policy, Sum Insured and Premium Jiwasraya Insurance Kendari Ltd. 2001 - 2014

382

10.3.4 Pembayaran Klaim dan Penerimaan Pinjaman Polis PT Asuransi Jiwasraya


Kendari, 2001 - 2014/ Payment of Claims and Policy Loan Revenues Jiwasraya Insurance Kendari, Ltd, 2001 - 2014

383

10.3.5 Produksi dan Porto Folio Polis, Jumlah Uang Pertanggungan dan Premi
pada AJB Bumiputera 1912 Rayon Baubau, 2001 - 2014/ Production and
Portfolio of Policy, Sum Insured and Premium at AJB Bumi Putera 1912 Area
of Baubau, 2001 - 2014
10.3.6 Pembayaran Klaim dan Penerimaan Pinjaman Polis pada AJB Bumiputera
1912 Rayon Baubau, 2001 - 2014/ Payment of Claims and Policy Loan
Revenues at AJB Bumiputera 1912 Baubau Region, 2001 - 2014

384

10.3.7 Produksi dan Porto Folio Polis, Jumlah Uang Pertanggungan dan Premi PT
Asuransi Jiwasraya Baubau 2008 - 2014/ Production and Portfolio of Policy, Sum Insured and Premium Jiwasraya Insurance Baubau Ltd. 2008- 2014

386

10.3.8 Pembayaran Klaim dan Penerimaan Pinjaman Polis PT Asuransi Jiwasraya


Baubau, 2008 - 2014/ Payment of Claims and Policy Loan Revenues Jiwasraya Insurance Baubau, Ltd, 2008 - 2014

387

10.3.9 Produksi dan Porto Folio Polis, Jumlah Uang Pertanggungan dan Premi
pada AJB Bumiputera 1912 Rayon Madya Buton, 2005 - 2014/ Production
and Portfolio of Policy, Sum Insured and Premium AJB Bumi Putera 1912
Madya Area of Buton, 2005 - 2014
10.3.10 Pembayaran Klaim dan Penerimaan Pinjaman Polis pada AJB Bumiputera
1912 Rayon Buton, 2001 - 2014/ Payment of Claims and Policy Loan
Revenues at AJB Bumiputera 1912 Buton Region, 2001 - 2014

388

10.3.11 Pembayaran Klaim dan Penerimaan Pinjaman Polis Pada AJB BumiPutera
1912 Rayon Madya Kolaka, 2005 - 2014/ Payment of Claims and Policy
Loan Revenues at AJB BumiPutera 1912 Kolaka Region, 2005 - 2014

390

10.4

Perbankan
Banking

10.4.1 Banyaknya Kantor Bank menurut Kabupaten/Kota, 2014/Number of Bank


Offices by Regency/City, 2014

xlvi

385

389

391
391

DAFTAR TABEL
10.4.2 Banyaknya BRI Unit Desa menurut Kabupaten, 2014/Number of BRI Village
Unit by Regency, 2014

393

10.4.3 Perkembangan Giro, Deposito dan Tabungan Keadaan 31 Desember 2002 2014/Progress of Demand Deposits,Time Deposits and Savings in December
31st, 2002 - 2014

394

10.4.4 Kredit Perbankan menurut Jenis Kredit di Sulawesi Tenggara, 2014/Bank


Credit by Types of Credit in Sulawesi Tenggara, 2014

395

10.4.5 Banyaknya Nasabah dan Jumlah Simpanan Menurut Kelompok Bank di


Sulawesi Tenggara, 2014/Number of Customers and Savings Value by Types
of Savings in Sulawesi Tenggara, 2014

396

10.4.6 Perkembangan Tabanas, Taska dan Tabungan Lainnya Keadaan 31


Desember 2002 - 2014/Progress of National Development Savings, Term
Insurance Savings and Other Savings on December 31st, 2002 - 2014

397

10.4.7 Posisi Pinjaman Perbankan menurut Sektor Ekonomi di Sulawesi Tenggara,


2014/Banking Borrowing Position by Economic Sectors in Sulawesi Tenggara,
2014

398

10.5

Koperasi

399

Cooperation
10.5.1 Banyaknya Koperasi menurut Kabupaten dan Kota, 2014 /Number of
Cooperatives by Regency and City, 2014

399

10.5.2 Perkembangan Koperasi, 2009 - 2014/Progress of Cooperatives, 2009- 2014

400

10.5.3 Perkembangan Koperasi Non KUD, 2009 - 2014Progress of Non Village Unit
Cooperatives, 2009 - 2014

401

10.6

Harga-Harga
Prices

402

10.6.1 Indeks Harga Konsumen menurut Kelompok di Kendari, 2014/Consumer


Price Indices by Group in Kendari, 2014 (2007 = 100)

402

10.6.2 Inflasi Kota Kendari menurut Kelompok Pengeluaran, 2014/Inflation Rate of


Kendari City by Expenditure Group, 2014 ( 2007 = 100 )

404

10.6.3 Harga Eceran Bahan Pokok di Kota Kendari (rupiah/Satuan), 2014/Retail


Price of Essential Commodities in Kendari City (rupiahs/Unit), 2014

406

xlvii

LIST OF TABLE
10.6.4 Harga Rata-rata Bahan Makanan di Pasar Pedesaan menurut Jenis
Barang , 2011 - 2014/Average Prices of 12 Kinds of Food Stuffs at Rural
Market by Commodity , 2011 - 2014 (Rupiah/Rupiahs)
10.7

Nilai Tukar Petani


Farmer Terms of Trade

413

414

10.7.1 Nilai Tukar Petani Provinsi Sulawesi Tenggara , 2010 - 2014/ Statistic
Farmer Terms of Trade of Sulawesi Tenggara, 2010 - 2014

414

10.7.2 Nilai Tukar Petani Provinsi Sulawesi Tenggara Subsektor Tanaman


Pangan, 2010 - 2014/ Statistic Farmer Terms of Trade of Sulawesi
Tenggara Food Crops Subsector, 2010 - 2014

415

10.7.3 Nilai Tukar Petani Provinsi Sulawesi Tenggara Subsektor Tanaman


Hortikultura, 2010 - 2014/ Statistic Farmer Terms of Trade of Sulawesi
Tenggara Horticulture Crops Subsector, 2010 - 2014

416

10.7.4 Nilai Tukar Petani Provinsi Sulawesi Tenggara Subsector Tanaman


Perkebunan Rakyat , 2010-2014/ Statistic Farmer Terms of Trade of
Sulawesi Tenggara Estate Crops Subsctor, 2010 - 2014

417

10.7.5 Nilai Tukar Petani Provinsi Sulawesi Tenggara Subsektor Peternakan,


2010 2014/ Statistic Farmer Terms of Trade of Sulawesi Tenggara
Husbandry Subsector, 2010 2014

418

10.7.6 Nilai Tukar Petani Provinsi Sulawesi Tenggara Subsektor Perikanan, 2010 2014 / Statistic Farmer Terms of Trade of Sulawesi Tenggara Fisheries Subsector, 2010 - 2014

419

11
11.1

11.2

11.3

xlviii

PENGELUARAN PENDUDUK/EXPENDITURE
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan menurut Kelompok Barang
dan Daerah Tempat Tinggal, 2013 - 2014/ Monthly Average Expenditure
per Capita (Rupiahs) by Commodity Group and Urban Rural Classification,
2013 - 2014
Pengeluaran Rata-rata Perkapita Sebulan Menurut Kelompok Bukan Makanan dan Klasifikasi Daerah 2013-2014/ Average non food per capita
Expenditures in a month by Regional Classification, 2013-2014

427

Rata-Rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari (kkal) menurut Kelompok


Makanan, 2013 - 2014/ Daily Average Consumption of Calorie (kcal) per
Capita by Food Group, 2013 - 2014

431

429

DAFTAR TABEL
11.4

Rata-Rata Konsumsi Protein per Kapita Sehari (gram) menurut Kelompok


Makanan, 2013 - 2014/ Daily Average Consumption of Protein (grams) per
Capita by Food Group, 2013 - 2014

433

11.5

Rata-Rata Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) Per Kapita Sehari
Beberapa Jenis Makanan, 2013-2014/ Average Daily Consumption of Calorie (Kcal) and Protein (Grams) per Capita For Several Foods, 2013-2014

435

12

12.1

PRDB/GRDB

PDRB Menurut Lapangan Usaha

455

GRDP by Industrial Origin


12.1.1 PDRB, PDRB Perkapita, dan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sulawesi
Tenggara, 2010-2014/ GRDP, per capita GRDP and Economic growth rate
of Sulawesi Tenggara Province, 2010 - 2014

455

12.1.2 PDRB Sulawesi Tenggara menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku, 2010-2014 (Jutaan Rupiah)/ Sulawesi Tenggara GRDP by Industrial
Origin at Current Market Prices, 2010 - 2014 (Million Rupiahs)

456

12.1.3 PDRB Sulawesi Tenggara menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2010 (Jutaan Rupiah), 2010-2014/ GRDP of Sulawesi Tenggara by
Industrial Origin at 2010 Constant Market Prices (Million Rupiahs), 2010 2014

457

12.1.4 Distribusi Persentase PDRB Sulawesi Tenggara menurut Lapangan Usaha


Atas Dasar Harga Berlaku, 2010-2014/ Percentage Distribution of Sulawesi Tenggara GRDPby Industrial Origin at Current Market Prices, 2010 - 2014

458

12.1.5 Distribusi Persentase PDRB Sulawesi Tenggara menurut Lapangan Usaha


Atas Dasar Harga Konstan 2010, 2010-2014/ Percentage Distribution of
Sulawesi Tenggara GRDP by Industrial Origin at 2010 Constant Market Prices, 2010 - 2014

459

12.1.6 Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Sulawesi


Tenggara Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (%),
2011-2014/ Growth Rate of Gross Regional Domestic Product of Sulawesi
Tenggara Province at Current Market Prices by Industry (%), 2011-2014

460

12.1.7 Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Sulawesi


Tenggara Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha (%),
2011-2014/ Growth Rate of Gross Regional Domestic Product of Sulawesi
Tenggara Province at 2010 Constant Market Prices by Industry (%), 20112014

461

xlix

LIST OF TABLE
12.1.8 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Sulawesi
Tenggara Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (2010 =
100), 20102014/ Trend of Gross Regional Domestic Product of Sulawesi
Tenggara Province at Current Market Prices by industry (2010 = 100), 2010
-2014

462

12.1.9 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Sulawesi


Tenggara Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha,
20102014/ Trend of Gross Regional Domestic Product of Sulawesi
Tenggara Province at 2010 Constant Market Prices by Industry, 2010-2014

463

12.1.10 Indeks Harga Implisit Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Sulawesi
Tenggara Menurut Lapangan Usaha (2010 = 100), 20102014/ Implicite
Price Indices of Gross Regional Domestic Product of Sulawesi Tenggara
Province by Industry (2010 = 100), 20102014

464

12.1.11 Laju Pertumbuhan Indeks Harga Implisit Produk Domestik Regional Bruto
Provinsi Sulawesi Tenggara Menurut Lapangan Usaha (persen), 20112014/ Growth Rate of Implicit Price Indices of Gross Regional Domestic
Product of Sulawesi Tenggara Province by Industry (percent), 2011-2014

465

12.2

PDRB Menurut Pengeluaran


GDRP by Expenditure

466

12.2.1 PDRB Sulawesi Tenggara Menurut Pengeluaran Atas Dasar Harga Berlaku
(Jutaan Rupiah), 2010- 2014/ Sulawesi Tenggara GRDP by Expenditure at
Current Market Prices (Million Rupiahs), 2010- 2014

466

12.2.2 PDRB Sulawesi Tenggara Menurut Pengeluaran Atas Dasar Harga Konstan
2010 (Jutaan Rupiah), 2010- 2014/ Sulawesi Tenggara GRDP by Expenditure at 2010 Constant Market Prices (Million Rupiahs), 2010-2014

467

12.2.3 Distribusi Persentase PDRB Sulawesi Tenggara Menurut Pengeluaran Atas


Dasar Harga Berlaku, 2010- 2014/ Percentage Distribution of Sulawesi
Tenggara GRDP by Expenditure at Current Market Prices, 2010- 2014
12.2.4 Distribusi Persentase PDRB Sulawesi Tenggara Menurut Pengeluaran Atas
Dasar Harga Konstan 2010, 2010- 2014/ Percentage Distribution of Sulawesi Tenggara GRDP by Expenditure at 2010 Constant Market Prices, 20102014
12.2.5 Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga
Berlaku menurut pengeluaran, 2011- 2014/ GRDP growth rate by Expenditure at Current Market Prices, 2011- 2014

468

469

470

DAFTAR TABEL
12.2.6 Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga
Konstan 2010 menurut Pengeluaran, 2011- 2014/ GRDP growth rate by
Expenditure at Constant 2010 Market Prices, 2011- 2014

471

12.2.7 Indeks Perkembangan PDRB Sulawesi Tenggara Menurut Pengeluaran


Atas Dasar Harga Berlaku, 2010- 2014/ Growth Index of Sulawesi Tenggara GRDP by Expenditure At Current Market Prices, 2010- 2014

472

12.2.8 Indeks Perkembangan PDRB Sulawesi Tenggara Menurut Pengeluaran


Atas Dasar Harga Konstan 2010, 2010- 2014/ Growth Index of Sulawesi
Tenggara GRDP by Expenditure at 2010 Constant Market Prices, 2010- 2014

473

12.2.9 Indeks Implisit PDRB Sulawesi Tenggara menurut Penggunaan, 20102014/ Implicite Index of Sulawesi Tenggara GRDP by Expenditure, 20102014

474

12.2.10 Laju Pertumbuhan Indeks Harga Implisit Produk Domestik Regional Bruto
(2010 = 100), 2010- 2014/ Growth Rate of Implicite Index Sulawesi Tenggara GRDP by Expenditure at 2010 Constant Market Prices, 2010- 2014

475

13

KEMISKINAN/POVERTY

13.1

Garis Kemiskinan dan Penduduk Miskin di Provinsi Sulawesi Tenggara


Maret 2009-Sept 2014/ Poverty Line and Number of Poor People in Sulawesi Tenggara Province, March 2009-Sept 2014

483

13.2

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan


(P2) Provinsi Sulawesi Tenggara, Maret 2009-Sept 2014/ Poverty Gap
Index (P1) and Poverty Severity Index (P2) of Sulawesi Tenggara Province,
March 2009-Sept 2014
Jumlah Penduduk Miskin Provinsi Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/Kota, 2010-2013 (000 jiwa)/Number of Poor People in Sulawesi
Tenggara Province by Regency/City, 2010-2013 (000 people)

484

13.4

Persentase Penduduk Miskin Provinsi Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/Kota, 2010-2013/Percentage of Poor People in Sulawesi Tenggara
Province by Regency/City, 2010-2013

486

13.5

Garis Kemiskinan Provinsi Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/Kota,


2010-2013/Poverty Line in Sulawesi Tenggara Province by Regency/City,
2010-2013

487

13.3

485

li

LIST OF TABLE
13.6

Indeks Kedalaman Kemiskinan Menurut Kabupaten/Kota, 2010-2013/


Poverty gap index by Regency/City, 2010-2013

488

13.7

Indeks Keparahan Kemiskinan Menurut Kabupaten/Kota, 2010-2013/


Poverty Severity index by Regency/City, 2010-2013

489

13.8

Jumlah Keluarga pra sejahtera (Pra KS),Keluarga Sejahtera I (KS I), Keluarga Sejahtera II (KS II),Keluarga Sejahtera III (KS III),Keluarga Sejahtera III+
(KS III+) Menurut Kabupaten/Kota, 2014 /Number of underprivileged
family , prosperous family type I, prosperous family type II, prosperous
family type III, prosperous family type III+ by Regency/City, 2014

490

14
14.1

PERBANDINGAN REGIONAL/REGIONAL COMPARISON


Penduduk

499

Population
14.1.1

Penduduk Pertengahan Tahun menurut Provinsi, 2010 -2014/Midyear


Population by Province, 2010 - 2014

499

14.1.2

Laju Pertumbuhan Penduduk menurut Provinsi, 2011 -2014/Population


Growth Rate by Province, 2011 - 2014

500

PDRB
GRDP

501

14.2.1

Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut


Provinsi, 20102014 (miliar rupiah)/ Gross Regional Domestic Product at
Current Market Prices by Province 20102014 (billion rupiahs)

501

14.2.2

Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010


Menurut Provinsi, 20102014 (miliar rupiah)/ Gross Regional Domestic
Product at Constant 2010 Market Prices by Province 20102014 (billion
rupiahs)

502

14.2.3

Produk Domestik Regional Bruto per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku
Menurut Provinsi, 20102014 (ribu rupiah)/ Per Capita Gross Regional
Domestic Product at Current Market Prices by Province, 20102014
(thousand rupiahs)

503

14.2.4

Produk Domestik Regional Bruto per Kapita Atas Dasar Harga Konstan
2010 Menurut Provinsi, 20102014 (ribu rupiah)/ Per Capita Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Province, 2010
2014 (thousand rupiahs)

504

14.2

lii

DAFTAR TABEL
14.2.5

Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga


Berlaku Menurut Provinsi, 20102014/ Percentage Distribution of Gross
Regional Domestic Product at Current Market Prices by Province, 2010
2014

505

14.2.6

Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga


Konstan 2010 Menurut Provinsi, 20112014 (persen)/ Growth Rate of
Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Province, 20112014 (percent)

506

14.2.7

Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto per Kapita Atas


Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Provinsi, 20112014 (persen)/
Growth Rate of per Capita Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Province, 20112014 (percent)

507

Kemiskinan
Poverty

508

Jumlah Penduduk Miskin Dirinci Menurut Provinsi dan Daerah Tempat


tinggal , 2014 (000 Jiwa)/ Number of poor people by Province and Residential Status 2014 (000 people)
Persentase Penduduk Miskin Dirinci Menurut Provinsi dan Daerah Tempat tinggal , 2014 (%)/ Percentage of poor people by Province and Residential Status 2014 (%)

508

Garis Kemiskinan menurut Provinsi, 2013 - 2014 (Rupiah Per Kapita)/


Poverty Line by province 2013- 2014 (Rupiah Per Capita)

510

Pembangunan Manusia

511

14.3
14.3.1

14.3.2

14.3.3

14.4

509

Human Development
14.4.1

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menurut provinsi 2010 - 2013/


Human Development Index (HDI) by province 2010 - 2013

511

14.4.2

Peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menurut provinsi 2010 2013/ Human Development Index (HDI) Ranks by province 2010 - 2013

512

Harga-harga

513

14.5

Prices
14.5.1

Laju Inflasi di Ibukota Provinsi Indonesia, 2011 - 2014/Inflation Rate at


Provincial Capital in Indonesia, 2011 - 2014

513

liii

LIST OF TABLE
14.5.2

Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulan Desember di Ibukota Provinsi Indonesia, 2012 - 2014/December Consumer Price Index at Provincial Capital
in Indonesia, 2012- 2014

514

14.5.3

Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Menurut Provinsi 2011 - 2014/


Construction Cost Index (CCI) by province 2011- 2014

515

14.6

Nilai Tukar Petani


Farmers Term of Trade

14.6.1

Indeks yang dibayarkan petani menurut provinsi 2009 - 2014/ Index of


Value Paid by farmer by province 2009 - 2014

516

14.6.2

Indeks yang diterima Petani menurut Provinsi 2009 - 2014/ Index of


Value accepted by Farmer by Province 2009 - 2014

517

14.6.3

Nilai Tukar Petani menurut Provinsi 2009 - 2014/ Farmers Term of Trade
by Province 2009 - 2014

518

liv

PENJELASAN UMUM

PENJELASAN UMUM
Tanda-tanda, satuan-satuan dan lain-lainnya yang digunakan dalam publikasi ini adalah
sebagai berikut :
1.

2.

TANDA-TANDA
...
0
,
*)
**)
r)
e)

SATUAN
bal
barel
bata
botol
batang
kilometer (km)
kwintal (kw)
liter
long ton
lusin
metricubic feet (mcf)
metrik ton (m ton)
ons (oz)
pon (lb)
sak
ton
Satuan lain

=
=
=
=
=
=
=
=

Data tidak tersedia


Tidak ada atau nol
Data dapat diabaikan
Tanda desimal
Angka sementara
Angka sangat sementara
Angka revisi
Angka diperkirakan

=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
:

1.250 m
= 180 Kg
158,99 liter
= 0.15899 m
500 gram (untuk garam)
700 CC
400 gram (untuk sabun)
1.000 m
100 kg
0,80 kg (untuk beras)
1.016,50 kg
12 buah
1/35,3 m
0,98421 long ton
= 1.000 kg
100 gram
0,454 kg
40 kg atau 50 kg (untuk semen)
1.000 kg
buah, bungkus, butir, helai/lembar, kaleng, batang,
pulsa, ton kilometer (ton km), jam, menit, persen (%),
juta standar metrik kaki kubik per hari (mmscfd = gas
bumi).

lv

EXPLANATORY NOTES
3.

KLASIFIKASI INDUSTRI PENGOLAHAN


31. Industri makanan, minuman dan tembakau
32. Industri tekstil, pakaian jadi dan kulit
33. Industri kayu dan barang-barang dari kayu, termasuk perabot
rumahtangga.
34. Industri kertas dan barang-barang dari kertas, percetakan dan penerbitan.
35. Industri kimia dan barang-barang dari kimia, minyak bumi dan batu bara
36. Industri barang bukan logam kecuali minyak bumi dan batu bara
37. Industri logam dasar
38. Industri barang dari logam, mesin dan peralatannya
39. Industri, barang pengolahan lainnya

4. LAIN-LAIN
FOB
CIF

lvi

=
=

Free On Board = Harga ekspor sampai ke pelabuhan muat


Cost Insurance and Freight = Harga untuk impor
sampai
ke pelabuhan masuk

CIF=FOB

(Asuransi dan freight)

M.T.O.W

Maximum Tage of Weight = kemampuan berat maksimum


suatu pesawat untuk terbang

DWT

Dead weights Ton = bobot mati

B.R.T.

Bruto Registered Ton

PENJELASAN UMUM

EXPLANATORY NOTES
Symbols, measurement units, and other acronyms used in this publication, are as follows:
1.

2.

SYMBOLS
...
0
,
*)
**)
r)
e)

=
=
=
=
=
=
=
=

MEASUREMENT UNITS
bale
=
barrel
=
brick
=
bottle
=
bar
=
kilometer (km)
=
quintal (ql)
=
liter
=
long ton
=
dozen
=
metricubic feet (mcf)
=
metric ton (m ton)
=
ounce (oz)
=
pound (lb)
=
sack
=
ton
=
Other units
:

Data not available


Null or zero
Data negligible
Decimal point
Preliminary figure
Very preliminary figure
Revised figure
Estimated figure

1.250 m
= 180 Kg
158,99 liter
= 0.15899 m
500 gram (for salt)
700 CC
400 gram (a bar for soap)
1.000 m
100 kg
0,80 kg (for rice)
1.016,50 kg
12 buah
1/35,3 m
0,98421 long ton = 1.000 kg
100 gram
0,454 kg
40 kg or 50 kg (for cement)
1.000 kg
unit, pack, number, pieces, tin, pulse, ton-kilometers
(ton-km) hour, minute, percent (%), million metric
standard cubic feet per day (mmscfd=natural gas)

lvii

EXPLANATORY NOTES
3.

CLASSIFICATION OF MANUFACTURING INDUSTRY


31. Manufacturing industry of food, beverages and tobacco
32. Manufacturing industry of textile, garments and leathers
33. Manufacturing industry of wood, products of woods, including furniture
34. Manufacturing industry of paper and paper products, printing and publishing
35. Manufacturing industry of chemical and products of chemical, petroleum, and
coal.
36. Manufacturing industry of nonmetallic mineral products, except products of petroleum and coal.
37. Manufacturing industry of basic metal
38. Manufacturing industry of fabricated metal products, machinery and equipments.
39. Other manufacturing industries

4.

OTHERS

lviii

FOB

Free On Board

CIF

Cost, Insurance and Freight

CIF=FOB

Insurance and freight

M.T.O.W

Maximum Take-off Weight

DWT

Deadweights Tonnage

B.R.T.

Bruto Registered Tonnage

UNDANG-UNDANG STATISTIK NO. 16 TAHUN 1997

UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 16 TAHUN 1997
TENTANG
STATISTIK
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
Presiden Republik Indonesia,

Menimbang :
a. bahwa statistik penting artinya bagi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan di segenap aspek
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam pembangunan
nasional sebagai pengamalan Pancasila, untuk memajukan kesejahteraan
rakyat dalam rangka mencapai cita-cita bangsa sebagaimana tercantum
dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945;
b. bahwa dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik tersebut, diperlukan langkah-langkah untuk mengatur penyelenggaraan statistik nasional
terpadu dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal,
efektif, dan efisien;
c. bahwa Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undangundang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada saat ini tidak sesuai lagi
dengan perkembangan keadaan, tuntutan masyarakat, dan kebutuhanpembangunan nasional;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b,
dan c di atas, dipandang perlu membentuk Undang-undang tentang Statistik
yang baru;
Mengingat:
Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;
Dengan Persetujuan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

lix

STATISTICS LAW NO . 16 , 1997


MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
UNDANG-UNDANG TENTANG STATISTIK
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan :
1.
Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan, pengolahan,
penyajian, dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar
unsur dalam penyelenggaraan statistik;
2.
Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi.
3.
Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur
yang secara teratur saling berkaitan,sehingga membentuk totalitas dalam
penyelenggaraan statistik.
4.
Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya penyedian dan
penyebarluasan data, upaya pengembangan ilmu statistik, dan upaya yang
mengarah pada berkembangannya Sistem Statistik Nasional.
5.
Statistik dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas, baik bagi pemerintah maupun masyarakat, yang memiliki ciri-ciri lintas sektoral, berskala nasional, makro, dan yang penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab Badan.
6.
Statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugastugas pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi
yang bersangkutan.
7.
Statistik khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha, pendidikan, sosial budaya, dan
kepentingan lain dalam kehidupan masyarakat, yang penyelenggaraannya
dilakukan oleh lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat
lainnya.
8.
Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan
semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu.
9.
Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan
sampel untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi pada saat tertentu.
10. Kompilasi produk administrasi adalah cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada
pada pemerintah dan atau masyarakat.
11. Badan adalah Badan Pusat Statistik.

lx

12.
13.
14.
15.
16.
17.

UNDANG-UNDANG STATISTIK NO. 16 TAHUN 1997


Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi objek kegiatan statistik baik
yang berupa instansi pemerintah,lembaga, organisasi, orang, benda maupun
objek lainnya.
Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi objek penelitian untuk
memperkirakan karakteristik suatu populasi.
Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyelenggaraan statistik.
Penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerintah, lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya.
Petugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelenggara kegiatan
statistik untuk melaksanakan pengumpulan data, baik melalui wawancara,
pengukuran, maupun cara lain terhadap objek kegiatan statistik.
Responden adalah instansi pemerintah, lembaga, organisasi, orang, dan atau
unsur masyarakat lainnya yang ditentukan sebagai objek kegiatan statistik.
BAB II
ASAS, ARAH, DAN TUJUAN
Pasal 2

Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional, Undang-undang ini juga berasaskan :


a. keterpaduan;
b. keakuratan; dan
c. kemutakhiran.
Pasal 3
Kegiatan statistik diarahkan untuk :
a. mendukung pembangunan nasional;
b. mengembangkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien;
c. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik; dan
d. mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pasal 4
Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap, akurat,
dan mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien guna mendukung pembangunan nasional.
BAB III
JENIS STATISTIK DAN CARA
PENGUMPULAN DATA
Bagian Pertama
Jenis Statistik
Pasal 5
Berdasarkan tujuan pemanfaatannya, jenis statistik terdiri atas :
a. statistik dasar;

lxi

STATISTICS LAW NO . 16 , 1997


b.
c.

statistik sektoral; dan


statistik khusus.

Pasal 6
(1) Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatannya untuk umum,
kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku;
(2) Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan statistik khusus dengantetap memperhatikan seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang.
Bagian Kedua
Cara Pengumpulan Data
Pasal 7
Statistik diselenggarakan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara :
a. sensus;
b. survei;
c. kompilasi produk administrasi; dan
d. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pasal 8
Sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a diselenggarakan sekurangkurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) tahun oleh Badan, yang meliputi :
(1) sensus penduduk;
(2) sensus pertanian; dan
(3) sensus ekonomi.
(4) Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 9
(1) Survei sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b diselenggarakan secara
berkala dan sewaktu-waktu untuk memperoleh data yang rinci.
(2) Survei antar sensus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk
menjembatani 2 (dua) sensus tersebut.
Pasal 10
(1) Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf c
dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi.
(2) Hasil kompilasi produk administrasi milik instansi pemerintah terbuka pemanfaatannya untuk umum, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundangundangan yang berlaku.
(3) Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan hasil kompilasi produk administrasi milik lembaga, organisasi,
perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya dengan tetap memperhatikan

lxii

UNDANG-UNDANG STATISTIK NO. 16 TAHUN 1997


hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang.
BAB IV
PENYELENGGARAAN STATISTIK
Bagian Pertama
Statistik Dasar
Pasal 11
(1) Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan.
(2) Dalam menyelenggarakan statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1), Badan memperoleh data dengan cara :
a. sensus;
b. survei;
c. kompilasi produk administrasi; dan
d. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bagian Kedua
Statistik Sektoral
Pasal 12
(1) Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup
tugas dan fungsinya, secara mandiri atau bersama dengan Badan.
(2) Dalam menyelenggarakan statistik sektoral, instansi pemerintah memperoleh
data dengan cara :
a. survei;
b. kompilasi produk administrasi; dan
c. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(3) Statistik sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila
statistik tersebut hanya dapat diperoleh dengan cara sensus dan dengan
jangkauan populasi berskala nasional.
(4) Hasil statistik sektoral yang diselenggarakan sendiri oleh instansi pemerintah
wajib diserahkan kepada Badan.

Bagian Ketiga
Statistik Khusus
Pasal 13
(1) Statistik khusus diselenggarakan oleh masyarakat, baik lembaga, organisasi,
perorangan maupun unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama
dengan Badan.
(2) Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1), masyarakat memperoleh data dengan cara :
a. survei;
b. kompilasi produk administrasi; dan
c. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

lxiii

STATISTICS LAW NO . 16 , 1997


Pasal 14
(1) Dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional, masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13ayat (1) wajib memberitahukan sinopsis kegiatan statistik yang telah selesai diselenggarakannya kepada Badan.
(2) Sinopis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat:
judul;
a. wilayah kegiatan statistik;
b. objek populasi;
c. jumlah responden;
d. waktu pelaksanaan;
e. metode statistik;
f. nama dan alamat penyelenggara; dan
g. abstrak.
(3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos, jaringan
komunikasi data atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi
penyelenggara kegiatan statistik.
(4) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1), tidak berlaku bagi statistik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan
intern.
BAB V
PENGUMUMAN DAN PENYEBARLUASAN
Pasal 15
(1) Badan berwenang mengumumkan hasil statistik yang diselenggarakannya.
(2) Pengumuman hasil statistik dimuat dalam Berita Resmi Statistik.
Pasal 16
Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselenggarakannya.
BAB VI
KOORDINASI DAN KERJA SAMA
Pasal 17
(1) Koordinasi dan kerja sama penyelenggaraan statistik dilakukan oleh Badan
dengan instansi pemerintah dan masyarakat, di tingkat pusat dan daerah.
(2) Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional,
Badan bekerja sama denganinstansi pemerintah dan masyarakat untuk
membangun pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran.
(3) Koordinasi dan kerja sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas dasar kemitraan dan dengan tetap mengantisipasi serta
menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(4) Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinasi dan kerja sama penyelenggaraan statistik antara Badan, Instansi pemerintah, dan masyarakat

lxiv

UNDANG-UNDANG STATISTIK NO. 16 TAHUN 1997


diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden.
Pasal 18
(1) Kerja sama penyelenggaraan statistik dapat juga dilakukan oleh Badan, instansi pemerintah, dan atau masyarakat dengan lembaga internasional,
negara asing, atau lembaga swasta asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(2) Kerja sama penyelenggaraan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
didasarkan pada prinsip bahwa penyelenggara utama adalah Badan, instansi
pemerintah, atau masyarakat Indonesia.

BAB VII
HAK DAN KEWAJIBAN
Bagian Pertama
Penyelenggara Kegiatan Statistik
Pasal 19
Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden
mengenai karakteristik setiap unit populasi yang menjadi objek.
Pasal 20
Penyelenggara kegiatan statistik wajib memberikan kesempatan yang sama
kepada masyarakat untuk mengetahui dan memperoleh manfaat dari statistik
yang tersedia, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Pasal 21
Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang
diperoleh dari responden.
Bagian Kedua
Petugas Statistik
Pasal 22
Setiap petugas statistik Badan berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditentukan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan.
Pasal 23
Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan statistik sebagaimana adanya.
Pasal 24
Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud
Pasal 21 berlaku juga bagi petugas statistik.

lxv

STATISTICS LAW NO . 16 , 1997


Pasal 25
Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tanda
pengenal, serta wajib memperhatikan nilai-nilai agama, adat istiadat setempat,
tata krama, dan ketertiban umum.
Bagian Ketiga
Responden
Pasal 26
(1) Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden, kecuali dalam
penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan.
(2) Setiap responden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimanadimaksud dalam Pasal 25.
Pasal 27
Setiap responden wajib memberikan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan.
BAB VIII
KELEMBAGAAN
Pasal 28
(1) Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
(2) Badan mempunyai perwakilan wilayah di Daerah yang merupakan instansi
vertikal.
(3) Ketentuan mengenai tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja Badan,
sebagaimana dimaksud dalam ayatdan ayat (2), diatur lebih lanjut dengan
Keputusan Presiden.
Pasal 29
(1) Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan di bidang statistik kepada Badan.
(2) Forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersifat nonstruktural dan
independen, yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi,
dan tokoh masyarakat.
Pasal 30
(1) Instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi di lingkungannya
untuk melaksanakan statistik sektoral.
(2) Ketentuan mengenai tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja satuan
organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh instansi yang
bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

lxvi

UNDANG-UNDANG STATISTIK NO. 16 TAHUN 1997


(3) Dalam menyelenggarakan statistik sektoral, satuan organisasi sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) harus mengadakan koordinasi dengan Badan untuk menerapkan penggunaan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuranukuran yang telah dibakukan dalam rangka pengembangan Sistem Statistik
Nasional.
BAB IX
PEMBINAAN
Pasal 31
Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat
melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat, agar lebih meningkatkan kontribusi dan apresiasi masyarakat terhadap
statistik, mengembangkan Sistem Statistik Nasional, dan mendukung pembangunan nasional.
Pasal 32
Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Badan
melakukan upaya-upaya sebagai berikut :
a. meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan
statistik;
b. mengembangkan statistik sebagai ilmu;
c. meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat
mendukung penyelenggaraan statistik;
d. mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan
pengembangan konsep, definisi,klasifikasi, dan ukuran-ukuran dalam
kerangka semangat kerja sama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya;
e. mengembangkan sistem informasi statistik;
f. meningkatkan penyebarluasan informasi statistik;
g. meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik
untuk mendukung pembangunan nasional; dan
h. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik.
Pasal 33
Pelaksanaan pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 diatur lebih
lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
BAB X
KETENTUAN PIDANA
Pasal 34
Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sensus sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 11 ayat (2) huruf a,dipidana dengan pidana penjara paling lama 2

lxvii

STATISTICS LAW NO . 16 , 1997


(dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
Pasal 35
Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 14 ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu)
tahun atau denda paling banyak Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).
Pasal 36
(1) Penyelengara kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang
sah tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling
banyak Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).
(2) Penyelengara kegiatan statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal21, dipidana dengan pidana penjara
paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00
(seratus juta rupiah).
Pasal 37
Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6
(enam) bulan dan denda paling banyak Rp. 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).
Pasal 38
Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 27, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6
(enam) bulan dan denda paling banyak Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta
rupiah).
Pasal 39
Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah mencegah, menghalang-halangi, atau menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau statistik sektoral,
dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun denda paling banyak
Rp. 100.000.000,00(seratus juta rupiah).
Pasal 40
(1) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Pasal 36 ayat (2),
Pasal 37, Pasal 38, dan Pasal 39 adalah kejahatan.
(2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36 ayat (1)
adalah pelanggaran.
BAB XI

lxviii

UNDANG-UNDANG STATISTIK NO. 16 TAHUN 1997


KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 41
Semua peraturan pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang
Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan
tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang
baru berdasarkan Undang-undang ini.
BAB XII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 42
Pada saat mulai berlakunya Undang-undang ini, maka Undang-undang Nomor 6
Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang
Statistik dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 43
Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undangundang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
Disahkan di Jakarta
pada tanggal 19 Mei 1997
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
ttd
SOEHARTO
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 19 Mei 1997
MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
ttd
MOERDIONO

lxix

STATISTICS LAW NO . 16 , 1997

Law of the Republic of Indonesia number 16 of the year 1997

IN THE MERCY OF THE ONE MIGHTY GOD


THE PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA,
Considering :
a. That statistics are important to the planning, implementation, monitoring,
and evaluation of various activities in every aspect of the community, nation,
and state in the context of natural development, as the implementation of Pancasila, which aims to promote public welfare in an effort to achieve the notional goals as stated in the preamble to the Constitution of 1945;
b. That in the above mentioned importance of statistics mean, that steps must be
taken to regulate integrated national statistics in an effort to create a reliable, effective, and efficient National Statistics System;
c. That in Law Number 6 of 1960 on Censuses and Law Number 7 of 1960 on
Statistics are no longer appropriate in light of subsequent developments, community demands, and the requirements of national development;
d. That in light of letter a, b, and c above, a new Law on Statistics is deemed necessary;

In view of : Article 5 section (1) and Article 20 section (1) of the Constitution of
1945
With the approval of
THE PEOPLES REPRESENTATIVE COUNCIL
OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
DECREES:
To stipulate : THE LAW ON STATISTICS.

lxx

UNDANG-UNDANG STATISTIK NO. 16 TAHUN 1997


CHAPTER I
GENERAL PROVISIONS
Article 1
In this law aimed :
1. Statistics are the data obtained by collection, preparation, presentation, and
analysis, and is the system, which regulates the connection between elements
of statistics collection.
2. Data are information in the form of numbers, which concern the special characteristic of population.
3. The National Statistics System is an institution consisting of parts, which are
interlinked in an ordered manner to form a totality in statistical collection.
4. Statistical activities are measures directed towards providing and disseminating data, advancing the science of statistics, and eventually developing a National Statistics System.
5. Basic statistic are statistics utilized for a broad range of (both government and
community) purposes, which have cross-sectoral characteristics, are on a national and macro scale, and will be the responsibility of the Agency.
6. Sectoral statistics utilized to satisfy the needs of particular institutions in an
effort to perform the duties of the administration and to further development,
duty of the institution in question.
7. Special statistics are statistics utilized to fulfill the specific needs of business,
education, socio culture, and community interests, undertaken by nongovernment institution organizations, individuals, and/or other part of the
community.
8. A census is the data collected by enumerating a census of all population units
in the entire territory of the Republic of Indonesia to determine the characteristics of a population at a given time.
9. A survey is a data collection method whereby a sample census is taken in order
to estimate the characteristics of a population at a given time.
10. The compilation of administrative product is collecting, preparing, presenting
and analyzing data from administrative records available from the government and/or the community.
11. The Agency is the BPS Statistics Indonesia.
12. Population is the unit of object of statistical activities, and includes government institutions, non-government institutions, organizations, individuals,
items, and so on.
13. A sample is a unit of the population used to estimate the characteristics of a
population.
14. A synopsis is an outline of a statistical collection.
15. A conductor of statistical activities may be a government institution, a nongovernment institution, an organization, an individual, or another part of the
community.
16. An enumerator is an individual assigned by the conductor of statistical activities to collect data by interviewing, measuring (or using some other method
on) the object of statistical activity.

lxxi

STATISTICS LAW NO . 16 , 1997


17. A respondent is a government institution, a non-government institution, an
organization, an individual, or another part of the community, which has been
selected as the object of statistical activity.
CHAPTER II
PRINCIPLES, DIRECTIONS, AND AIMS
Article 2
In addition to the basic principles of national development, this Law is based on :
a. Integrity;
b. Accuracy: and
c. Currency,
Article 3
Statistical activities should:
a. Support national development;
b. Develop a reliable, effective, and efficient National Statistics System;
c. Increase public awareness of the significance and function of statistics; and
d. Support the development of science and technology.
Article 4
Statistical activities aim to provide complete, accurate, and current statistical data
in order to create a reliable, effective, and efficient National Statistics System to
support national development.

CHAPTER III
TYPES OF STATISTIC AND METHODS OF DATA COLLECTION
Part one
Types of Statistics
Article 5
Based on the purpose for which they are used, statistics are classified into the following types:
a. Basic statistic;
b. Sectoral statistics; and
c. Special statistics.
Article 6
(1) Basic statistics and Sectoral statistics are available for public utilization unless
it is specified otherwise in prevailing legislation.
(2) Every individual has equal opportunity to access and make used of special statistics but must maintain regard for the legally protected right of person or an institution

lxxii

UNDANG-UNDANG STATISTIK NO. 16 TAHUN 1997


Part Two
Data Collection Methods
Article 7
Statistics are collected by :
a. Census;
b. Survey;
c. The compilation of administrative products; and
d. Other methods in keeping with developments in science and technology.
Article 8
(1) Censuses as referred to in article 7 letter a, will be conducted at least once every ten years by the Agency, and will consist of :
a. A population census;
b. An agricultural census; and
c. An economic census.
(2) Changes to the census and when it is to be conducted as referred to in section
(1), will be further regulated in a government regulation.

Article 9
(1) Survey as referred to in article 7-letter b, will be conducted periodically or at
any time in order to obtain detailled data.
(2) Intercencal surveys will be carried out between censuses in order to bridge
them.
Article 10
(1) Compilation of administrative products referred to in article 7-letter c, will be
collected by utilizing various documents from administrative records.
(2) Compilation of administrative products will be owned by government institutions but will be available for public utilization unless prevailing legislation specifies otherwise.
(3) Every individual will have en equal opportunity to access the compilation of
administrative product owned by a non government institution, an organization,
an individual, or another part of the community but must maintain regard for the
legally protected rights of an individual or an institution.
CHAPTER IV
STATISTICS COLLECTION
Part One
Basic Statistics
Article 11
(1) The Agency is responsible for basic statistics collection.
(2) When collecting basic statistics referred to in section (1), the Agency will obtain
data by :

lxxiii

STATISTICS LAW NO . 16 , 1997


a. Census;
b. Survey;
c. Compilation of administrative product; and
d. Other methods in keeping with developments in science and technology.
Part Two
Sectoral Statistics
Article 12
(1) A government institution will collect Sectoral statistics in accordance with the
scope of its duties and functions, either independently or in cooperation with
the agency.
(2) When collecting Sectoral statistics, the government institution will obtain data
by :
a. Survey;
b. Compilation of administrative products; and
c. Other methods in keeping with developments in science and technology.
(3) Sectoral statistics must be collected in cooperation with the Agency when the
statistics can only be obtained by census and need be collected a national
scale.
(4) The results of Sectoral statistics activity when carried out by a government
institution on its own must be submitted to the Agency.
Part Three
Special statistic
Article 13
(1) Special statistics will be collected by the community whether by nongovernment institution, an organization, an individual, or another part of the
community either independently or in cooperation with the Agency.
(2) The community may collect special statistics as referred to in section (1) by :
a. Survey;
b. The compilation of administrative products; and
c. Other methods in keeping with developments in science and technology
Article 14
(1) In order to develop a National Statistics System, The community as referred to
in Article 13 section (1) must provide the Agency with a synopsis of the statistical activity that it has undertaken when completed.
(2) The synopsis referred to in section (1) should contain :
a. A tittle;
b. The area where the statistical activities were conducted;
c. The population;
d. The number of respondents;

lxxiv

UNDANG-UNDANG STATISTIK NO. 16 TAHUN 1997


e. The time taken;
f. The statistical method;
g. The name and address of the conductor of statistics activities; and
h. An abstract.
(3) Post, a data communications network, or other means, deemed convenient for
the conductor of the statistical activity, can deliver the synopsis.
(4) The obligation to provide a synopsis as referred to in section (1) does not apply
to statistics, which are used to fulfill internal requirements.
CHAPTER V
PUBLICATION AND DISSEMINATION

Article 15
(1) The Agency may publish the statistics it has collected.
(2) The statistics are to be published in the Official statistics News.
Article 16
The Agency may publish the statistics it has collected.

CHAPTER VI
COORDINATION AND COOPERATION
Article 17
(1) The coordination and cooperation in the collection of statistics will be the responsibility of the Agency in consultation with government institutions and the
community, at both central and regional levels.
(2) In the framework of achieving and developing a National statistics, system the
agency will cooperate with government institutions and the community to
standardize concepts, definitions, classifications and measurements
(3) The coordination and cooperation referred to in section (1) are to be conducted
based on partnership, and developments in science and technology will be
anticipated and applied.
(4) A Presidential Decree will further regulate the method and scope of the coordination and cooperation in the collection of statistics between the Agency, government institutions, and community.
Article 18
(1) There may also be cooperation in collecting statistics the Agency, government
institutions, and/or the community and international institutions, foreign
countries, or foreign private institutions in accordance with prevailing legislation.
(2) The cooperation in the collection of statistics referred to in section (1) is based
on the principle that the principal conductor of statistical activities will be the
Agency, the government institution, or the Indonesia community.

lxxv

STATISTICS LAW NO . 16 , 1997


CHAPTER VII
RIGHTS AND OBLIGATIONS
Part one
Conductor of Statistic Activities
Article 19
The conductor of statistical activities may obtain information from respondents on
the characteristics of every population, which is the object of the research.
Article 20
In accordance with prevailing legislation, the conductor of statistical activities
must provide equal opportunity for the community to access available statistics.
Article 21
The Conductor of statistical activities must ensure the confidentiality of the information obtained from respondents.
Part two
Enumerators
Article 22
Every enumerator from the Agency may enter an appointed working area in order
to obtain necessary information.
Article 23
Every enumerator must deliver the results of the statistical activity without altering
them.
Article 24
Stipulations ensuring the confidentiality of the information collected referred to in
Article 21 also apply to enumerators.

Article 25
Every enumerator must display his or her letter of assignment and/or identification, and must observe religious beliefs, local customs, etiquette and public order.
Part Three
Respondents
Article 26
(1) Every individual has the right to refuse to be a respondent, except when the
Agency is collecting basic statistics.
(2) Every respondent may turn away any enumerator who fails to satisfy the requirements of Article 25.

lxxvi

UNDANG-UNDANG STATISTIK NO. 16 TAHUN 1997


Article 27
Every respondent must provide the required information when the Agency is collecting basic statistics.
CHAPTER VIII
INSTITUTIONAL ISSUES
Article 28
(1) The government will establish an Agency, which will be under and directly responsible to the President.
(2) The Agency has regional representatives vertically.
(3) Stipulations regarding the Agencys duties, functions, organizational structure,
and working procedures, as referred to in section (1) and section (2), will be
further regulated by a Presidential Decree.
Article 29
(1) The government will establish a Statistics Community Forum, which will provide on statistics to the Agency.
(2) The forum referred to in section (1) will not have a formal structure but will be
independent. Its members will consist of government representatives, experts,
practitioners and public figures.
Article 30
(1) A government institution may establish an organizational unit within its field
of operation to collect Sectoral statistics.
(2) The duties, functions, organizational structures, and working procedures of the
organizational unit referred to in section (1) will be regulated by the relevant
institution based on prevailing legislation.
(3) When collecting Sectoral statistics, the organizational unit referred to in section (1) must coordinate with the Agency apply standardized concepts, definitions, classifications and measurements to farther develop the National statistics System.
CHAPTER IX
GUIDANCE
Article 31
The Agency will cooperate with government institutions and the community to
guide the statistics collecting body and the community, in order to further increase
the communitys contributions to, and appreciation of statistics, to develop a National Statistics System, and to support national development.
Article 32
The Agency should provide guidance as referred to in Article 31, by:

lxxvii

STATISTICS LAW NO . 16 , 1997


a. Increasing the capabilities of the human resources used in statistics collection;
b. Developing statistics as a science;
c. Increasing mastery of science and technology, which can support statistics collection;
d. Creating conditions that support the necessary standardization and development of concepts, definitions, classifications and measurements in cooperation
with other statistics collector;
e. Developing an information statistics system:
f. Improving the dissemination of statistical information;
g. Increasing the ability to used and utilize statistics to support national development; and
h. Promoting public awareness of the significance and function of statistics.
Article 33
The guidance directive referred to in Article 31 will be further regulated in a government regulation.
CHAPTER X
CRIMINAL PENALTIES/PROVISIONS
Article 34
Any individual who unlawfully conducts a census in breach of Article 11 section (2)
letter a, will be subject to imprisonment for a period not exceeding one years and a
fine not exceeding Rp 50.000.000.
Article 35
Any individual who deliberately violates article 14 section (1), will be subject to
imprisonment for a period not exceeding one year or a fine of up to Rp 25.000.000.

Article 36
(1) Any conductor of statistical activities who deliberately, and without legal justification, fails to fulfill his or her obligations as set out in Article 20, will be subject to imprisonment for one year or a fine not exceeding Rp 25.000.000
(2) Any conductor of statistical activities who deliberately violates Article 21 will
be subject to imprisonment for a period not exceeding five years and a fine not
exceeding Rp 100.000.000

lxxviii

UNDANG-UNDANG STATISTIK NO. 16 TAHUN 1997


Article 37
Enumerators who deliberately violate Article 24 will be subject to imprisonment for
a period not exceeding one year and six months and a fine not exceeding Rp
25.000.000
Article 38
Respondents who deliberately violate Article 27 will be subject to imprisonment for
a period not exceeding one year and six months and a fine not exceeding Rp
25.000.000
Article 39
Any individual who deliberately and without legal justification prevents, interrupts,
or causes the conductor of statistical activities to fail to collect basic or Sectoral
statistics will be subject to imprisonment for a period not exceeding five years and a
fine not exceeding Rp 100.000.000
Article 40
(1) The criminal acts referred to in Article 34, article 36 section (2), Article
37,Article 38, and Article 39 are crimes.
(2) The criminal acts referred to in Article 35 and Article 36 section (1) are violations.
CHAPTER XI
TRANSITIONAL PROVISION
Article 41
All regulations which implement Law Number 6 of 1960 on Censuses and Law Number 7 of 1960 on Statistics remain effective provided they do not conflict with, or
have not been repealed by, this Law or any subsequent legislation.
CHAPTER XII
CLOSING PROVISIONS
Article 42
When this Law takes effect, Law Number 6 of 1960 on censuses and Law Number 7
of 1960on statistics will be invalid
Article 43
This Law will take effect on the date it is enacted. In order for every individual to
know of this law, this legislation must be published in the State Gazette of the Republic of Indonesia.

lxxix

STATISTICS LAW NO . 16 , 1997


Ratified in Jakarta
On May 19, 1997
The President of the Republic Indonesia
Signed

SOEHARTO

Promulgated in Jakarta
On May 19, 1997
THE MINISTER/STATESECRETARY
OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
Signed

MOERDIONO
STATE GAZETTE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA OF 1997 NUMBER 39
Copy of original text
SECRETARIAT OF THE CABINET OF
THE REPUBLIC OF INDONESIA
Head of the Bureau of
Law and Regulation,
Signed
Lombock V. Nahattan

lxxx

Copy of original text


BPS STATISTIC INDONESIA
Head of the Bureau of
Personal and Organization,

Signed
Pietojo, MSA

BAB

GEOGRAFI
GEOGRAPHY

GEOGRAFI
PENJELASAN TEKNIS

TECHNICAL NOTES

Bab ini menyajikan ciri utama daerah


Provinsi Sulawesi Tenggara yang mencakup
Letak Geografis, Batas Wilayah, Luas Wilayah,
Tanah, Keadaan Perairan (Laut dan Sungai)
dan Keadaan Iklim.

This chapter presents the main characteristics of Sulawesi Tenggara including :


Geographical Position, Territorial Boundaries, Area, Soil, Water (Sea and River) and
Climate Condition.

1.1. Letak Geografis dan Batas


Wilayah
Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di
jazirah Tenggara Pulau Sulawesi. Secara geografis terletak di bagian Selatan Garis Khatulistiwa, memanjang dari Utara ke Selatan di
antara 0245'-0615' Lintang Selatan dan
membentang dari Barat ke Timur di antara
12045'-12445' Bujur Timur.
Provinsi Sulawesi Tenggara di sebelah
Utara berbatasan dengan Provinsi Sulawesi
Selatan dan Provinsi Sulawesi Tengah, sebelah
Selatan berbatasan dengan Provinsi NTT di
Laut Flores, sebelah Timur berbatasan dengan
Provinsi Maluku di Laut Banda dan sebelah
Barat berbatasan dengan Provinsi Sulawesi
Selatan di Teluk Bone.

1.1 Geographic Location and Territorial


Boundaries
Sulawesi Tenggara Province lies on
the southeast peninsula of Sulawesi. Geographically, it is located in the southern
part of the Equator, between 0245' and
0615' south latitude, and between 12045'
and 12445' east longitude.

1.2. Luas Wilayah


Sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara (74,25 persen atau 110.000 km) merupakan
perairan (laut). Sedangkan wilayah daratan,
mencakup jazirah tenggara Pulau Sulawesi dan
beberapa pulau kecil, adalah seluas 38.140 km
(25,75 persen).
Secara administrasi, Provinsi Sulawesi
Tenggara pada tahun 2014 terdiri atas lima
belas wilayah Kabupaten (Kabupaten Buton,
Muna, Konawe, Kolaka, Konawe Selatan, Wakatobi, Bombana, Kolaka Utara, Buton Utara,
Konawe Utara, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan, Muna barat, Buton Tengah dan Buton
Selatan) dan dua wilayah kota, (Kota Kendari
serta Kota Baubau).

1.2. Area
The larger part of Sulawesi Tenggara
(74,25 percent or 110 000 km) is water (sea).
While the land , covering the southeast peninsula of Sulawesi Island and several smaller
islands, is approximately 38 140 km (25.75
percent).
In 2014, Sulawesi Tenggara Province
was divided administratively into fiveteen
regency (namely Buton, Muna, Konawe,
Kolaka, Konawe Selatan, Wakatobi, Bombana, Kolaka Utara, Buton Utara, Konawe
Utara, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan,
Muna barat, Buton Tengah and Buton Selatan ) and two cities, (namely Kendari and
Baubau).

The territorial boundaries of Sulawesi


Tenggara province are: north by Sulawesi
Selatan and Sulawesi Tengah Province,
south by Nusa Tenggara Timur Province in
the Flores Sea, east by Maluku Province in
the Banda Sea, and west by Sulawesi Selatan Province on the Gulf of Bone.

GEOGRAPHY
Bagian yang terluas dataran provinsi ini
adalah daerah jazirah Tenggara dari Pulau
Sulawesi. Provinsi ini juga terdapat pulau-pulau
yang tersebar di masing-masing kabupaten.

The largest part of the land in this


province is the southeast peninsula of
Sulawesi. In addition, there are some islands scattered in each regency.

1.

Pulau-pulau yang terdapat di Kabupaten


Buton, termasuk Buton tengah dan Buton
selatan yaitu :
Pulau Buton
Pulau Siompu
Pulau Talaga Besar
Pulau Talaga Kecil
Pulau Sagori
Pulau Domalawa
Pulau Batu Atas
Pulau Tambake
Pulau Kadatua

1. Islands located in Buton Regency, including Buton Tengah and Buton Selatan
regency are :
Buton Island
Siompu Island
Talaga Besar Island
Talaga Kecil Island
Sagori Island
Domalawa Island
Batu Atas Island
Tambake Island
Kadatua Island

2.

Pulau-pulau yang terdapat di Kabupaten


Muna, termasuk Kabupaten Muna Barat
yaitu :
Pulau Muna
Pulau Tobea Besar
Pulau Tobea Kecil
Pulau Wataitonga
Pulau Koholifano
Pulau Bakealu
Kepulauan Tiworo
(Pulau-Pulau:
Maginti, Balu, Katela, Mandike, Bero,
Rangku, Maloang, Gola, Kayuangin
dan Tobuan)

2. Islands located in Muna Regency, including Muna Barat regency are :


Muna Island
Tobea BesarIsland
Tobea Kecil Island
Wataitonga Island
Koholifano Island
Bakealu Island
Kepulauan Tiworo (Maginti, Balu,
Katela, Mandike, Bero, Rangku,
Maloang, Gola, Kayuangin and Tobuan Islands)

3.

Pulau-pulau yang terdapat di Kabupaten


Konawe yaitu :
Pulau Bokori
Pulau Saponda Darat
Pulau Saponda Laut

3. Islands located in Konawe Regency are :


Bokori Island
Saponda Darat Island
Saponda Laut Island

4.

Pulau-pulau yang terdapat di Kabupaten

4. Islands located in Konawe Selatan

GEOGRAFI
Konawe Selatan yaitu :
Pulau Hari
Pulau Cempedak

Regency are :
Hari Island
Campada Island

5.

Pulau-pulau yang terdapat di Kabupaten


Kolaka yaitu :
Pulau Padamarang
Pulau Lambasina Besar
Pulau Lambasina Kecil
Pulau Maniang
Pulau Buaya
Pulau Lemo
Pulau Pisang

5. Islands located in Kolaka Regency are :


Padamarang Island
Lambasina Besar Island
Lambasina Kecil Island
Maniang Island
Buaya Island
Lemo Island
Pisang Island

6.

Pulau-pulau yang terdapat di Kabupaten


Konawe Utara yaitu :
Pulau Karama
Pulau Labengki
Pulau Bawulu

6. Islands located in Konawe Utara Regency are :


Karama Island
Labengki Island
Bawulu Island

7.

Pulau-pulau yang terdapat di Kabupaten


Bombana yaitu:
Pulau Masaloka
Pulau Kabaena

7. Islands located in Bombana Regency


are :
Masaloka Island
Kabaena Island

8.

Pulau-pulau yang terdapat di Kabupaten


Wakatobi yaitu :
Pulau Wangi-wangi
Pulau Kawi-Kawi
Pulau Kompona One
Pulau Simpora
Pulau Lentea Kiwolu
Pulau Kaledupa
Pulau Hoga
Pulau Lentea Langge
Pulau Binongko
Pulau Tomia
Pulau Runduma

8. Islands located in Wakatobi Regency


are :
Wangi-wangi Island
Kawi-Kawi Island
Kompona One Island
Simpora Island
Lentea Kiwolu Island
Kaledupa Island
Hoga Island
Lentea Langge Island
Binongko Island
Tomia Island
Runduma Island

GEOGRAPHY

Pulau Moromaho
Pulau Kapota
Pulau Lentea Tomia

9.

Pulau-pulau yang terdapat di Kabupaten


Buton Utara yaitu :
Pulau Tanah Merah
Pulau Langere

10.

Pulau-pulau yang terdapat di Kabupaten


Konawe Kepulauan yaitu :
Pulau Wawonii

Moromaho Island
Kapota Island
Lentea Tomia Island

9. Islands located in Buton Utara Regency


are :
Tanah Merah Island
Langere Island

10.

Islands located in Konawe Kepulauan


Regency are :
Wawonii Island

1.3. Tanah

1.3. Soil

1.3.1 Topografi
Peta topografi menunjukkan bahwa
Sulawesi Tenggara umumnya memiliki permukaan tanah yang bergunung, bergelombang
berbukit-bukit. Diantara gunung dan bukitbukit, terbentang dataran-dataran yang merupakan daerah potensial untuk pengembangan
sektor pertanian.
Permukaan tanah pegunungan telah
banyak digunakan untuk usaha. Tanah ini
sebagian besar berada pada ketinggian 100-500
meter di atas permukaan laut dan pada
kemiringan tanah yang mencapai 40 derajat.

1.3.1 Topography
Topographicaly, Sulawesi Tenggara
has a mountainous and undulated soil
surface. Among the mountains and hills,
there are stretches of plains potential for
the development of agricultural sector.

1.3.2 Geologis
Kondisi batuan di wilayah Provinsi
Sulawesi Tenggara ditinjau dari sudut geologis,
terdiri atas batuan sedimen, batuan
metamorfosis, dan batuan beku. Dari ketiga
jenis batuan tersebut, yang terluas adalah
batuan sedimen seluas 2.579,79 ha (67,64
persen).
Dari jenis tanah, Provinsi Sulawesi
Tenggara memiliki sedikitnya enam jenis tanah,
yaitu tanah podsolik seluas 2.299.729 ha atau
60,30 persen dari luas tanah Sulawesi Tenggara,

1.3.2 Geology
Geologically, the stone in Sulawesi
Tenggara Province, consisted of sedimentary, metamorphic and frozen stone.
Among the three types of stone, the largest
one was the sedimentary stone which was
2,579.79 hectares (67.64 percent).

The up-mountain range has been


used widely for business activities. This
land is mostly located at an altitude range
from 100 to 500 meters and the slopes of
40 degrees.

Based on the soil type, there were at


least six types of soil found in the Sulawesi
Tenggara Province namely podzolik soil of
2,299,729 ha (60.30 percent), mediterrane-

GEOGRAFI
tanah mediteran seluas 898.802 ha (23,57
persen), tanah latosol seluas 349.784 ha (9,17
persen), tanah organosol seluas 116.099 ha
(3,04 persen), jenis tanah alluvial seluas
129.569 ha (3,40 persen) dan tanah grumosol
seluas 20.017 ha (0,52 persen).

an soil of 898,802 ha (23.57 percent), latosol soil of 349,784 ha (9.17 percent), organozol soil of 116,099 ha (3.04 percent),
alluvial soil of 129,569 ha (3.40 percent)
and grumosol soil of 20,017 ha (0.52 percent).

1.4. Perairan (Sungai dan Laut)

1.4. Water (River and Sea)

1.4.1 Hidrologi
Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki
beberapa sungai yang melintasi hampir seluruh
kabupaten/kota. Sungai-sungai tersebut pada
umumnya potensial untuk dijadikan sebagai
sumber energi, untuk kebutuhan industri, rumah tangga dan irigasi.
Daerah aliran sungai, seperti Daerah
Aliran Sungai (DAS) Konaweha, melintasi Kabupaten Kolaka, dan Konawe. DAS tersebut seluas
7.150,68 km dengan debit air rata-rata 200 m/
detik. Bendungan Wawotobi yang menampung
aliran sungai tersebut, mampu mengairi persawahan di daerah Konawe seluas 18.000 ha.
Selain itu, masih dapat dijumpai banyak
aliran sungai di Provinsi Sulawesi Tenggara
dengan debit air yang besar sehingga berpotensi untuk pembangunan dan pengembangan
irigasi seperti: Sungai Lasolo di Kabupaten
Konawe, Sungai Roraya di Kabupaten Bombana
(Kecamatan Rumbia, dan Poleang), Sungai Wandasa dan Sungai Kabangka Balano di Kabupaten
Muna, Sungai Laeya di Kabupaten Kolaka, dan
Sungai Sampolawa di Kabupaten Buton.

1.4.1 Hydrology
Sulawesi Tenggara Province has several rivers flowing across almost every
regency/city. In general, these rivers are
potential to be used as a source to meet
the needs of industry, households and
irrigation.
The river basin area, such as
Konaweha River, lies across Kolaka, and
Konawe Regency. The Konaweha River
basin area covers 7150.68 km with an
average water debit 200 m / sec.
Wawotobi Dam that retains the river, can
be used to irrigate 18,000 ha area of rice
field in Konawe Regency.
In addition, there are still many other
rivers found in Sulawesi Tenggara Province
with large water flow which are potential
to develop irrigation, such as: Lasolo River
in Konawe, Roraya River in Bombana
(Rumbia and Poleang subregency), Wandasa and Kabangka Balano Rivers in Muna
Regency, Laeya River in Kolaka Regency,
and Sampolawa River in Buton Regency.

1.4.2 Oceanografi
Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki
perairan (laut) yang sangat luas. Luas perairan
Sulawesi Tenggara diperkirakan mencapai
110.000 km. Perairan tersebut, sangat potensial untuk pengembangan usaha perikanan dan
pengembangan
wisata
bahari,
karena
disamping memiliki bermacam-macam jenis
ikan dan berbagai varietas biota, juga memiliki
panorama laut yang sangat indah.

1.4.2 Oceanography
Sulawesi Tenggara has a very wide
range of waters (sea), about 110,000 km.
These waters are very potential for developing fisheries and Marine Tourism. Furthermore, These waters also contain a
wide range of fish species,other marine
biota, and speakably beautiful oceanic
scenery.

GEOGRAPHY
Berbagai spesies ikan yang banyak ditangkap nelayan dari perairan laut Sulawesi
Tenggara adalah: Cakalang, Teri, Layang, Kembung, Udang dan masih banyak lagi jenis ikan
yang lain. Di samping ikan, juga terdapat hasil
laut lainnya seperti: Teripang, Agar-agar, JapingJaping (kerang mutiara), Kerang Lola (Trochus
niloticus), Mutiara dan sebagainya.
Sulawesi Tenggara merupakan daerah
wisata bahari. Di sebelah Tenggara terdapat
Taman Nasional Wakatobi yang memiliki potensi sumberdaya alam laut yang bernilai tinggi
baik jenis dan keunikannya, dengan panorama
bawah laut yang menakjubkan. Taman nasional
ini memiliki 25 buah gugusan terumbu karang
dengan keliling pantai dari pulau-pulau karang
sepanjang 600 km. Lebih dari 112 jenis karang
dari 13 famili diantaranya Acropora formosa, A.
hyacinthus, Psammocora profundasafla, Pavona
cactus, Leptoseris yabei, Fungia molucensis,
Lobophyllia robusta, Merulina ampliata,
Platygyra versifora, Euphyllia glabrescens,
Tubastraea frondes, Stylophora pistillata,
Sarcophyton throchelliophorum, dan Sinularia
spp.

Various of fish species commonly


found in the marine waters of Sulawesi
Tenggara are: Skipjack, Anchovy, Flying
fish, Mackerel, Shrimp and many other fish
species. Besides fish, there are also several
other marine biota such as sea cucumber,
seaweed, pearl oyster, Lola (Trochus
niloticus), pearl, etc.
Sulawesi Tenggara is famous with its
marine tourism. In the southeastern, there
is Wakatobi National Park with its invaluable and unique marine natural resources
and stunning underwater panorama.This
National Park has 25 clusters of coral reefs,
with 600 km coastal circumference. In this
marine park, there are more than 112 species of coral from 13 families among others are: Acropora formosa, A. hyacinthus,
Psammocora profun-dasafla, Pavona cactus, Leptoseris yabei, Fungia molucensis,
Lobophyllia robusta, Merulina ampliata,
Platygyra versifora, Euphyllia glabrescens,
Tubastraea frondes, Stylophora pistillata,
Sarcophyton throchelliophorum, and Sinularia spp.

1.5. Iklim

1.5. Climate

1.5.1 Musim
Sulawesi Tenggara memiliki dua
musim, yaitu musim kemarau dan penghujan.
Musim Kemarau terjadi antara Bulan Juni dan
September, dimana angin Timur yang bertiup
dari Australia tidak banyak mengandung uap
air, sehingga mengakibatkan musim kemarau.
Sebaliknya Musim Hujan terjadi antara Bulan
Desember dan Maret, dimana angin Barat
yang bertiup dari Benua Asia dan Samudera
Pasifik banyak mengandung uap air sehingga
terjadi musim hujan. Keadaan seperti itu berganti setiap setengah tahun setelah melewati
masa peralihan pada bulan April - Mei dan
Oktober - November.

1.5.1 Season
Sulawesi Tenggara has two seasons,
dry season and rainy season. The dry season occurring from June to September, is
influenced by the Australia continental air
masses. The rainy season occurring from
December to March is influenced by the
Asia continental and the Pacific Ocean air
masses passing over oceans. The air contains a great deal of moisture and causes
rain to fall in Sulawesi Tenggara. The transitional periods between the two seasons
are April to May and October to November.

GEOGRAFI
1.5.2 Curah Hujan
Curah hujan dipengaruhi oleh perbedaan iklim, orografi dan perputaran/
pertemuan arus udara. Hal ini menimbulkan
adanya perbedaan curah hujan menurut bulan
dan letak stasiun pengamat.

1.5.2 Rainfall
Rainfall is influenced by climate, orography and cycling of air flow. Therefore, the
volume of rainfall were varied by month and
location of observation station.

1.5.3 Suhu Udara


Tinggi rendahnya suhu udara dipengaruhi oleh letak geografis wilayah dan
ketinggian dari permukaan laut. Sulawesi
Tenggara yang terletak di daerah khatulistiwa
dengan ketinggian pada umumnya di bawah
1.000 meter, sehingga beriklim tropis. Pada
tahun 2014, suhu udara maksimum rata-rata
berkisar antara 28oC - 34oC, dan suhu minimum
rata-rata berkisar antara 22oC - 25oC

1.5.3 Temperature
The air temperature is influenced
by geographical position and the altitude
above the sea level. Sulawesi Tenggara
which is located on the equator with an
altitude below 1000 meters, has a tropical
climate. In 2014, the range of average
maximum temperature was 28oC - 34oC,
and the average minimum temperature
was 22oC - 25oC.

GEOGRAPHY

Luas Wilayah Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/Kota 2014


Area in Sulawesi Tenggara by Regency/City, 2014

Sumber/Source : Kanwil BPN Prov. Sultra/ Regional Office of National Land Agency of Sulawesi Tenggara

10

30 570

29 589

100 000

42 597

200 000

99 351

291 642

199 659

300 000

289 041

400 000

267 525

500 000

339 162

451 420

600 000

487 746

579 894

700 000

400 196

1.1

305 608

Gambar
Figure

GEOGRAFI

Gambar
Figure

1.2

Persentase Luas Wilayah Sulawesi Tenggara menurut Keadaan


Topografi/Tanah, 2014
Percentage of Area in Sulawesi Tenggara by Land Topography, 2014

Pegunungan
relatif rendah/Up
Montain range
49,00%

Dataran sampai
berombak /Low
land plain
26,00%

Tanah
berbukit/Hilly
land
25,00%
Sumber/Source : Kanwil BPN Prov. Sultra/ Regional Office of National Land Agency of Sulawesi Tenggara

11

GEOGRAPHY

1.3

Maximum, minimum air temperature and rainfall in Kendari City,


2014
500

35,0

450

SUHU UDARA/AIR TEMPERATURE

30,0

400
25,0

350
300

20,0

250
15,0

200
150

10,0

100
5,0

50
0

0,0

Curah Hujan/Rainfall (mm)


Suhu Udara Minimum/Minimum Air Temperature
Suhu Udara Maksimum/Maximum Air Temperature
Sumber/Source : BMKG Kota Kendari/Metheorology Station of Kendari

12

CURAH HUJAN/RAINFALL (MM)

Gambar
Figure

Suhu udara maksimum, minimum dan curah hujan di Kota


Kendari 2014

GEOGRAFI

Tabel
Table

Letak Geografis Sulawesi Tenggara menurut Kabupaten/Kota, 2014


Geographical Position of Sulawesi Tenggara by Regency/City, 2014

1.1

Kabupaten/Kota
Regency/City

Lintang Selatan
South Latitude

Bujur Timur
East Longitude

(1)

(2)

(3)

1. Buton

0445' - 0545'

12130' - 12315'

2. Muna

0415' - 0515'

12230' - 12315'

3. Konawe

0245' - 0415'

12115' - 12330'

4. Kolaka

0200' - 0500'

12045' - 12406'

5. Konawe Selatan

0345' - 0445'

12145' - 12300'

6. Bombana

0415' - 0545'

12115' - 12215'

7. Wakatobi

0510' - 0615'

12330' - 12430'

8. Kolaka Utara

0245' - 0400'

12045' - 12130'

9. Buton Utara

0415' - 0515'

12245' - 12330'

10. Konawe Utara

0300' - 0400'

12145' - 12245'

11. Kolaka Timur

0350' - 0420'

12136' - 12240'

12. Konawe Kepualauan

0400' - 0420'

12255' - 12316'

13. Kendari

0345' - 0415'

12215' - 12245'

14. Baubau

0500' - 0545'

12230' - 12300'

0245' - 0615'

12045' - 12445'

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source : Kanwil BPN Prov. Sultra/ Regional Office of National Land Agency of Sulawesi Tenggara

13

GEOGRAPHY

Tabel
Table

1.2

Batas Wilayah Sulawesi Tenggara menurut Kabupaten/Kota, 2014


Boundary of Sulawesi Tenggara by Regency/City, 2014

Batas - B o u n d a r y
Sebelah
Sebelah
Selatan
Timur
Southern
Eastern

Kabupaten/Kota
Regency/City

Sebelah
Utara
Northern

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Prov. NTT
(Laut Flores)
Buton

3. Konawe

Butur, Muna,
Bombana
Selat Tiworo
Konsel
Konawe Utara

Konawe Selatan

Wakatobi
(Laut Banda)
Selat Buton
Buton, Butur
Kota Kendari

Bombana
(Selat Tiworo)
Selat Muna
Bombana
Kolaka Timur

4. Kolaka

Kolaka Utara

Bombana

Konawe, Konut

Kolaka
Teluk Bone

Konawe

Muna

Koltim, Konsel
Konkep, Butur

Kolaka

6. Bombana

Kota Kendari
Konsel, Kolaka

Bombana
Buton

Muna

Teluk Bone

7. Wakatobi

Laut Banda

Laut Flores

Laut Banda

Laut Flores

Prov. Sulteng

Kolaka

Kolaka. Konut

Teluk Bone

9. Buton Utara

Selat Wawonii

Buton

Laut Banda

Selat Buton

10. Konawe Utara

Konkep, Konsel
Prov. Sulteng

Konawe

Laut Banda

Muna
Koltim, Kolaka

11. Kolaka Timur

Konawe

Bombana

Konawe, Konsel

Kolaka

Laut Banda

Laut Banda
Teluk Kendari

Selat Wawonii
Konsel
Konawe, Konsel

Buton

1. Buton
2. Muna

5. Konawe Selatan

8. Kolaka Utara

12. Konawe Kepulauan


13. Kota Kendari

Konawe

Selat Wawonii
Muna
Konsel

14. Kota Baubau

Buton

Buton

Sulawesi Tenggara

Prov. Sulsel &


Prov. Sulteng

Prov. NTT
(Laut Flores)

Prov. Maluku
(Laut Banda)

Sumber/Source : Kanwil BPN Prov. Sultra/ Regional Office of National Land Agency of Sulawesi Tenggara

14

Sebelah
Barat
Western

Selat Masiri
Buton
Prov. Sulsel
(Teluk Bone)

GEOGRAFI
Tabel
Table

1.3

Luas Wilayah Sulawesi Tenggara menurut Kabupaten/Kota, 2014


Total Area of Sulawesi Tenggara by Regency/City, 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

Luas
Area
(km2)

Hektar (Ha)

(%)

(2)

(3)

(4)

1. Buton1

2 675,25

267 525

2. Muna2

2 890,41

289 041

7,58

3. Konawe

5 798,94

579 894

15,20

4. Kolaka

2 916,42

291 642

7,65

5. Konawe Selatan

4 514,20

451 420

11,84

6. Bombana
7. Wakatobi

3 056,08
425,97

305 608
42 597

8,01
1,12

8. Kolaka Utara

3 391,62

339 162

8,89

7,01

9. Buton Utara

1 996,59

199 659

5,23

10. Konawe Utara

4 877,46

487 746

12,79

11. Kolaka Timur

4 001,96

400 196

10,49

12. Konawe Kepulauan

993,51

99 351

2,60

13. Kota Kendari


14. Kota Baubau

295,89
305,70

29 589
30 570

0,78
0,80

Sulawesi Tenggara

38 140,00

3 814 000

100,00

Sumber/Source : Kanwil BPN Prov. Sultra/ Regional Office of National Land Agency of Sulawesi Tenggara
1
termasuk Buton Tengah dan Buton Selatan/Including Buton Tengah and Buton Selatan Regency
2
termasuk Muna Barat/Including Muna Barat Regency

15

GEOGRAPHY

Tabel
Table

1.4

Luas Wilayah Sulawesi Tenggara menurut Kondisi Tanah, 2014


Total Area of Sulawesi Tenggara by Soil Condition, 2014

Kondisi Tanah
Soil Condition
(1)

Luas
Area
(km2)

(%)

(2)

(3)

I. Topografi/Topography
1.1. Dataran sampai
berombak
Low land plain
1.2. Tanah berbukit
Hilly land
1.3. Pegunungan relatif
rendah
Up Montain range
Jumlah/Total

9 916 ,40

26 ,00

9 535 ,00

25 ,00

18 688 ,60

49 ,00

38 140 ,00

100 ,00

25 797 ,90

67 ,64

7 544 ,09

19 ,78

4 798 ,01

12 ,58

38 140 ,00

100 ,00

II. Geologi/Geology
2.1. Batuan sedimen
Sedimentary rock
2.2. Batuan metamorfosis
tanah berbukit
Metamorphic rocks
2.3. Batuan beku
Igneous rocks
Jumlah/Total

Sumber/Source : Kanwil BPN Prov. Sultra/ Regional Office of National Land Agency of Sulawesi Tenggara

16

GEOGRAFI

Tabel
Table

1.5

Luas Wilayah Sulawesi Tenggara menurut Jenis Tanah, 2014


Total Area of Sulawesi Tenggara by Type of Soil, 2014

Jenis Tanah
Soil Condition
(1)

Luas
Area
(km2)

(%)

(2)

(3)

Organosol/Organozol

1 169,99

3,04

Aluvial/Alluvial

1 295,69

3,40

200,17

0,52

8 988,02

23,57

22 997,29

60,30

3 497,84

9,17

Grumosol/Grumuzul
Mediteran/Meditteran
Podzolik/Podzolik
Latosol/Latozol

Sumber/Source : Kanwil BPN Prov. Sultra/ Regional Office of National Land Agency of Sulawesi Tenggara

17

GEOGRAPHY

Tabel
Table

Nama-nama sungai besar yang melintasi Kabupaten/Kota dan Jumlah


Pulau menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara
Great River and number of Sulawesi Tenggara island by Regency/City

1.6

Kabupaten/Kota
Regency/City

Nama Sungai
Name of River

Jumlah Pulau
Number of Island

(1)

(2)

(3)

1. Buton

Kaongkuongkea

39

2. Muna

Labalano

226

3. Konawe

Konaweha

4. Kolaka

Mekongga

13

Roraya

25

6. Bombana

Mandu-mandula

25

7. Wakatobi

138

8. Kolaka Utara

Lasusua

13

9. Buton Utara

Langkumbe, Ronda

13

10. Konawe Utara

Lasalo

53

11. Kolaka Timur

...

...

12. Konawe Kepulauan

...

13. Kota Kendari

Wanggu

14. Kota Baubau

Laomjio

5. Konawe Selatan

Sulawesi Tenggara
Sumber/Source

18

552
Kanwil BPN Prov. Sultra/ Regional Office of National Land Agency of Sulawesi Tenggara

GEOGRAFI

Tabel
Table

Suhu Udara Minimum dan Maksimum, di Kota Kendari Tahun 2014


Minimum and Maximum Temperature in Kendari City, 2014

1.7

Bulan
Month

Minimum
Minimum

Maksimum
Maximum

Rata-rata Suhu
Udara
Average

(1)

(2)

(3)

(4)

Januari/January

24,3

32,7

27,6

Pebruari/February

24,4

32,1

27,3

Maret/March

24,2

32,1

27,1

April/April

24,3

32,8

27,2

Mei/May

24,4

31,2

26,7

Juni/June

24,2

30,4

26,4

Juli/July

23,1

30,7

26,2

Agustus/August

21,9

30,1

25,4

September/September

20,7

31,1

25,5

Oktober/October

21,5

32,4

26,6

Nopember/November

23,9

33,1

28,2

Desember/December

24,4

33

27,6

23,4

31,8

26,8

Rata-rata
Sumber/Source

BMKG Kota Kendari/Metheorology Station of Kendari

19

GEOGRAPHY

Tabel
Table

Rata-rata Tekanan Udara, Curah Hujan, dan Hari Hujan di Kota Kendari,
2014
Average of Atmospheric Pressure, Rainfall, and Rainy days by Station in
Kendari City, 2014

1.8

Bulan
Month

Rata-rata
Tekanan Udara
(milibar)
Average Atmospheric Pressure

Curah Hujan
(mm)
Rainfall

Hari Hujan
Rainy Day

(1)

(2)

(3)

(4)

Januari/January

1 008,9

81,6

15

Pebruari/February

1 009,3

108,5

23

Maret/March

1 010,0

333,6

21

April/April

1 009,3

278,0

20

Mei/May

1 010,1

405,6

25

Juni/June

1 009,8

350,0

23

Juli/July

1 011,4

164,5

10

Agustus/August

1 012,2

83,0

10

September/September

1 012,0

0,0

Oktober/October

1 010,6

0,0

Nopember/November

1 009,0

22,1

Desember/December

1 008,0

436,7

20

1 010,1

2 263,6

172

Rata-rata/Jumlah
Average/Total
Sumber/Source

20

BMKG Kota Kendari/Metheorology Station of Kendari

GEOGRAFI

Tabel
Table

Kelembaban Udara Minimum dan Maksimum, di Kota Kendari Tahun


2014
Minimum and Maximum Air Humidity in Kendari City, 2014

1.9

Bulan
Month

Minimum
Minimum

Maksimum
Maximum

Rata-rata
Kelembaban
Udara
Average Air
Humidity

(1)

(2)

(3)

(4)

Januari/January

46

97

71,5

Pebruari/February

53

97

75,0

Maret/March

57

100

78,5

April/April

56

100

78,0

Mei/May

55

100

77,5

Juni/June

58

100

79,0

Juli/July

59

97

78,0

Agustus/August

50

100

75,0

September/September

50

96

73,0

Oktober/October

38

95

66,5

Nopember/November

46

95

70,5

Desember/December

48

100

74,0

51,3

98,1

74,7

Rata-rata/Average
Sumber/Source

BMKG Kota Kendari/Metheorology Station of Kendari

21

GEOGRAPHY

Halaman ini sengaja dikosongkan


This page intentionally left blank

22

BAB

PEMERINTAHAN
GOVERNMENT

PEMERINTAHAN
PENJELASAN TEKNIS

TECHNICAL NOTES

1.

Secara administrasi, sejak tahun 1999


(Undang Undang Nomor 22 tahun 1999)
telah terjadi pemekaran sejumlah kabupaten/ kota di Sulawesi Tenggara seiring
dengan tuntutan otonomi daerah, tiga
kabupaten yang baru mekar yaitu :
Kabupaten Muna Barat dimekarkan
dari Kabupaten Muna pada 2014
Kabupaten Buton Tengah dimekarkan
dari Kabupaten Buton pada 2014.
Kabupaten Buton Selatan dimekarkan
dari Kabupaten Buton pada 2014.

1.

Since 1999 (Law No. 22/1999), several


Regencys have split in line with the
implementation of regional autonomy :
Muna Barat Regency was split
from Muna Regency on 2014
Buton Tengah Regency was split
from Buton Regency on 2014.
Buton Selatan Regency was split
from Buton Regency on 2014.

2.

Pembagian
Wilayah
Administrasi
Pemerintahan
Pada tahun 2014, wilayah administrasi
Pemerintahan Daerah Provinsi Sulawesi
Tenggara dengan ibu kota Kendari terdiri
dari 17 wilayah administrasi kabupaten/
kota, yang terbagi dalam lima belas
kabupaten dan dua kota. Pemerintah
Provinsi Sulawesi Tenggara dari tahun ke
tahun melakukan pemekaran Wilayah
Kecamatan dan Desa/Kelurahan pada
masing-masing Kabupaten dan Kota.
Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara dibagi
ke dalam 209 kecamatan yang
membawahi 2.272 desa/Kelurahan/UPT
(Unit Pemukiman Transmigrasi)/Lainnya.

2.

Division of The Local Government


In 2014, Government administrative region of Sulawesi Tenggara consists of 17 administrative area, which
devided in fiveteen regency and two
cities. Sulawesi Tenggara Province splits
the districts and villages/sub-district in
every Regency and city year to year. The
Sulawesi Tenggara Province consists of
209 districts covering 2.272 villages/sub
-district/UPT
(Transmigration
Settlement Unit)/Other.

2.1 Kabupaten Buton


Wilayah administrasi
Pemerintah
Daerah Kabupaten Buton tahun 2014
terdiri atas 7 kecamatan yang dibagi
menjadi 95 desa / UPT / kelurahan.
Ibukotanya adalah Pasarwajo.

2.1 Buton Regency


In 2014, Buton Regency consists of
21 districts with 95 villages / UPT / subdistrict. The capital is Pasarwajo.

2.2 Kabupaten Muna


Wilayah administrasi Pemerintahan
Daerah Kabupaten Muna tahun 2014

2.2 Muna Regency


In 2014, Muna Regency consists of
22 districts with 152 villages / UPT / sub

25

GOVERNMENT
terdiri atas 22 kecamatan yang dibagi
menjadi 152 desa / UPT / kelurahan.
Ibukotanya adalah Raha.

-district. The capital is Raha.

2.3 Kabupaten Konawe


Wilayah administrasi Pemerintahan
Daerah Kabupaten Konawe tahun 2014
terdiri atas 23 kecamatan yang dibagi
menjadi 347 desa / UPT / kelurahan.
Ibukotanya adalah Unaaha

2.3 Konawe Regency


In 2014, Konawe Regency consists
of 23 districts with 347 villages / UPT /
sub-district. The capital is Unaaha.

2.4 Kabupaten Kolaka


Wilayah administrasi Pemerintahan
Daerah Kabupaten Kolaka tahun 2014
dengan ibukota Kolaka terdiri atas 12
kecamatan yang dibagi menjadi 135 desa/
UPT/kelurahan.

2.4 Kolaka Regency


Kolaka Regency in 2014 consists of
12 districts with 135 villages / UPT /
sub-district. The capital is Kolaka.

2.5 Kabupaten Konawe Selatan


Wilayah Administrasi Pemerintahan
Daerah Kabupaten Konawe Selatan tahun
2014 terdiri dari 22 kecamatan yang
dibagi menjadi 364 desa/UPT/kelurahan.
Ibukotanya adalah Andoolo.

2.5 Konawe Selatan Regency


Konawe Selatan in 2014 Regency
consists of 22 districts with 364 villages / UPT / sub-district. The capital is
Andoolo.

2.6 Kabupaten Bombana


Wilayah administrasi Pemerintahan
Daerah Kabupaten Bombana tahun 2014
terdiri atas 22 kecamatan yang dibagi menjadi 140 desa / UPT / kelurahan.
Ibukotanya adalah Kasipute.

2.6 Bombana Regency


Bombana Regency in 2014 consists
of 22 districts with 140 villages / UPT /
sub-district. The capital is Kasipute.

2.7 Kabupaten Wakatobi


Wilayah administrasi Pemerintahan
Daerah Kabupaten Wakatobi tahun 2014
terdiri atas 8 kecamatan yang dibagi menjadi 100 desa / UPT / kelurahan.
Ibukotanya adalah Wanci.

26

2.7 Wakatobi Regency


Wakatobi Regency in 2014 consists
of 8 districts with 100 villages / UPT /
sub-district. The capital is Wanci.

PEMERINTAHAN
2.8 Kabupaten Kolaka Utara
Wilayah administrasi Pemerintahan
Daerah Kabupaten Kolaka Utara tahun
2014 terdiri atas 15 kecamatan yang dibagi
menjadi
133
desa/UPT/kelurahan.
Ibukotanya adalah Lasusua.

2.8 Kolaka Utara Regency


Kolaka Utara Regency in 2014
consists of 15 districts with 133 villages/UPT/sub-district. The capital is Lasusua.

2.9 Kabupaten Buton Utara


Wilayah administrasi Pemerintahan
Daerah Kabupaten Buton Utara tahun
2014 terdiri atas 6 kecamatan yang dibagi
menjadi
91
desa/UPT/kelurahan.
Ibukotanya adalah Buranga.

2.9 Buton Utara Regency


In 2014, Buton Utara Regency
consists of 6 districts with 91 villages/
UPT/sub-district. The capital is Buranga.

2.10 Kabupaten Konawe Utara


Wilayah administrasi Pemerintahan
Daerah Kabupaten Konawe Utara tahun
2014 terdiri atas 10 kecamatan yang dibagi
menjadi
147
desa/UPT/kelurahan.
Ibukotanya adalah Asera.

2.10 Konawe Utara Regency


In 2014, Konawe Utara Regency
consists of 10 districts with 147 villages/UPT/sub-district. The capital is
Asera.

2.11 Kabupaten Kolaka Timur


Wilayah administrasi Pemerintahan
Daerah Kabupaten Buton Utara tahun
2014 terdiri atas 12 kecamatan yang dibagi
menjadi
133
desa/UPT/kelurahan.
Ibukotanya adalah Tirawuta.

2.11 Kolaka Timur Regency


Kolaka Timur Regency in 2014
consists of 12 districts with 133 sub
-district. The capital is Tirawuta.

2.12 Kabupaten Konawe Kepulauan


Wilayah administrasi Pemerintahan
Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan
tahun 2014 terdiri atas 7 kecamatan yang
dibagi menjadi 95 desa/UPT/kelurahan.
Ibukotanya adalah Wawonii.

2.12 Konawe Kepulauan Regency


In
2014, Konawe Kepulauan
consists of 7 districts with 95 subdistrict. The capital is Wawonii.

2.13 Kabupaten Muna Barat


Wilayah administrasi Pemerintahan
Daerah Kabupaten Muna Barat tahun 2014
terdiri atas 11 kecamatan yang dibagi menjadi 86 desa/UPT/kelurahan. Ibukotanya
adalah Laworo Kecaatan Saweigadi.

2.13 Muna Barat Regency


In 2014, Muna Barat Regency
consists of 11 districts with 86 villages/
UPT/sub-district. The capital is Laworo,
Sawerigadi Regency.

27

GOVERNMENT
2.14 Kabupaten Buton Tengah
Wilayah administrasi Pemerintahan
Daerah Kabupaten Buton Tengah tahun
2014 terdiri atas 7 kecamatan yang dibagi
menjadi
77
desa/UPT/kelurahan.
Ibukotanya adalah Labungkari, Kecamatan
Lakudo.

2.14 Buton Tengah Regency


Buton Tengah Regency in 2014
consists of 7 districts with 77 villages. The capital is Labungkari,
Lakudo district.

2.15 Kabupaten Buton Selatan


Wilayah administrasi Pemerintahan
Daerah Kabupaten Buton Selatan tahun
2014 terdiri atas 7 kecamatan yang dibagi
menjadi
70
desa/UPT/kelurahan.
Ibukotanya adalah Batauga.

2.15 Buton Selatan Regency


In 2014, Buton Selatan consists
of 7 districts with 70 villages. The
capital is Batauga.

2.16 Kota Kendari


Wilayah administrasi Pemerintahan
Daerah Kota Kendari tahun 2014
terdiri atas 10 kecamatan yang dibagi menjadi 64 kelurahan. Ibukotanya adalah
Mandonga.

2.16 Kendari City


Kendari City in 2014 consists
of 10 districts with 64 sub-district.
The capital is Mandonga.

2.17 Kota Bau-Bau


Wilayah administrasi Pemerintahan
Daerah Kota Bau-Bau tahun 2014
terdiri atas 8 kecamatan yang dibagi menjadi 43 kelurahan. Ibukotanya adalah
Baubau.

2.17 Bau-Bau City


In 2014, Bau-Bau City consists
of 8 districts with 43 sub-district.
The capital is Bau-Bau.

3.

3. Regional Province Representatives

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah


(DPRD) Provinsi
Jumlah anggota DPRD Provinsi
Sulawesi Tenggara tahun 2014 adalah
sebanyak 45 orang, terdiri dari Fraksi
PAN Persatuan Bangsa sebanyak 12
orang, Fraksi Partai Golongan Karya 7
orang, Fraksi Partai Demokrat 6 orang,
Fraksi Partai PDI Perjuangan 5 orang,
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera 5 orang,
Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya 4
orang, dan Fraksi Restorasi Nurani 6
orang.

28

The number of the Sulawesi


Tenggara
Regional
Province
Representatives in 2014 was 45 members
consisting of 12 members of PAN Persatuan Bangsa Fraction, 7 members of
Golongan Karya Fraction, 6 members of
Demokrat, 5 members of PDI Perjuangan
Fraction, 5 members of Keadilan Sejahtera Fraction, 4 members of Gerakan
Indonesia Raya Fraction and 6 members
of Restorasi Nurani .

PEMERINTAHAN
Gambar
Figure

2.1

Banyaknya Desa/Kelurahan menurut Kabupaten/Kota, 2014


Number of Villages/Sub-district by Regency and City, 2014

400
Kelurahan/Sub-district
Desa/Village
UPT/Transmigration Settlement Unit
Lainnya/Others

350
300

250
200
150
100

43

64

70

77

86

95

133

147

91

133

100

140

364

135

347

152

95

50
0

Sumber/Source

: Podes 2014/Village Potential Statistics 2014

29

GOVERNMENT
Gambar
Figure

2.2

Persentase Pegawai Negeri Sipil Daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara


dirinci Menurut Level Administrasi , 2014
Percentage of Regional Civil Servants by Administration Level , 2014

Provinsi
9,47%
Baubau
6,30%

Buton
10,90%
Muna
12,12%

Kendari
13,16%

Konawe Utara
4,28%
Buton Utara
3,18%
Kolaka Utara
4,48%

Konawe
10,70%

Kolaka
7,60%
Wakatobi
4,55%

Bombana
5,01%

Sumber/Source : BKD Prov. Sultra/ Regional Government Officer Board

30

Konawe Selatan
8,26%

PEMERINTAHAN

Gambar
Figure

2.3

Persentase Jumlah Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara


menurut Fraksi, 2014
Percentage of Regional Province Representatives Members of Sulawesi
Tenggara by Fraction, 2014
7. Rastorasi
Nurani
13,33%

1. PAN Persatuan
Bangsa
26,67%

6. Partai Gerakan
Indonesia Raya
8,89%

5. Partai Keadilan
Sejahtera
11,11%

2. Partai
Golongan Karya
15,56%

4. PDI Perjuangan
11,11%

Sumber/Source

3. Partai
Demokrat
13,33%

DPRD Provinsi Sultra/ Regional Province Representatives of Sulawesi Tenggara

31

GOVERNMENT

Gambar
Figure

Banyaknya Keputusan DPRD Tk. I Provinsi Sulawesi Tenggara, 2009 2014


Number of Acts Issued by Regional Representatives of Sulawesi Tenggara
2009 - 2014

2.4

20

19

19

2009

18
16
16

15

15

2010

14
14

14

13

13
12

12

12
11

12

11

11

10
10

2011

12
11
10

2012

2013

8
6

2014

6
4
2
0
Peraturan Daerah/Local
Government Regulations

Keputusan DPRD/Council's
Decision

Keputusan
Pimpinan/Chairman's
Decision

Keputusan Panitia
Musyawarah/Comittee's
Decision

Sumber/Source : BKD Prov. Sultra/Regional Government Officer Board

32

PEMERINTAHAN
Tabel
Table

Pembagian Daerah Administrasi Sulawesi Tenggara, 2014


Number of Administrative Area of Sulawesi Tenggara, 2014

2.1

Kode

Jumlah / Number of

Kabupaten/
Kota

Code

Regency/
City

Kecamatan
District

Village

(2)

(4)

(5)

(1)

Desa

Unit
Permukiman
Kelurahan Transmigrasi
(UPT)/
Sub-district Transmigration
Settlement
Unit

(6)

(7)

Lainnya
Others

Desa+ Kelurahan
Village + Subdistrict

(8)

7401 B u t o n

83

12

95

7402 M u n a

22

123

26

149

7403 Konawe

23

284

57

341

7404 Kolaka

12

102

33

135

7405 Konawe Selatan

22

336

15

12

351

7406 Bombana

22

116

22

138

7407 Wakatobi

75

25

100

7408 Kolaka Utara

15

127

133

7409 Buton Utara

79

11

90

7410 Konawe Utara

10

134

11

145

7411 Kolaka Timur

12

118

15

133

88

95

7412 Konawe Kepulauan


7413 Muna Barat

11

81

86

7414 Buton Tengah

68

77

7415 Buton Selatan

60

10

70

7471 Kendari

10

64

64

7472 Bau-Bau

43

43

209

1 874

371

10

17

2 245

7400 Sulawesi Tenggara


Sumber/Source

Podes , 2014, diolah/Village Potential Statistics 2014, Processed

33

GOVERNMENT

Tabel
Table

Perkembangan Jumlah Desa,2011-2014


Village Progress in Number, 2011-2014

2.2

Kode
Code

Kabupaten/
Kota
Regency/
City

2011*

2014*

(1)

(2)

(3)

(4)

7401
7402
7403
7404
7405
7406
7407
7408
7409
7410
7411
7412
7413
7414
7415
7471
7472

Buton
Muna
Konawe
Kolaka
Konawe Selatan
Bombana
Wakatobi
Kolaka Utara
Buton Utara
Konawe Utara
Kolaka Timur
Konawe Kepulauan
Muna Barat
Buton Tengah
Buton Selatan
Kendari
Baubau

207
237
332
117
364
139
100
133
59
146
97
74

64
43

7400

Sulawesi Tenggara

2 112

Sumber/Source
Catatan /Notes

34

:
:

95
152
347
135
364
140
100
133
91
147
133
95
86
77
70
64
43

2 272

Podes 2011, 2014/ Village Potential Statistic, 2011,2014


Termasuk UPT/Persiapan/Lainnya/Including Transmigration Settlement Unit /
Preparation Village/Others

PEMERINTAHAN

Tabel
Table

Banyaknya Desa Menurut Posisi terhadap Laut


Number of Village by Location bordered with coastal

2.3

Kode
Code

Kabupaten/
Kota
Regency/
City

Tepi Laut
Coastal

Bukan Tepi laut


Non Coastal

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

7401
7402
7403
7404
7405
7406
7407
7408
7409
7410
7411
7412
7413
7414
7415
7471
7472

Buton
Muna
Konawe
Kolaka
Konawe Selatan
Bombana
Wakatobi
Kolaka Utara
Buton Utara
Konawe Utara
Kolaka Timur
Konawe Kepulauan
Muna Barat
Buton Tengah
Buton Selatan
Kendari
Baubau

69
69
32
54
95
72
90
53
76
49
0
84
32
65
58
30
19

26
83
315
81
269
68
10
80
15
98
133
11
54
12
12
34
24

95
152
347
135
364
140
100
133
91
147
133
95
86
77
70
64
43

7400

Sulawesi Tenggara

947

1 325

2 272

Sumber/Source

Podes 2011, 2014/ Village Potential Statistic, 2011,2014

35

GOVERNMENT

Tabel
Table

Banyaknya Kepala Desa dan Lurah


menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin, 2014
Number of Village and Sub-district Administrator
by Regency/City and Sex, 2014

2.4

Kabupaten/

Lurah

Kepala Desa

Kepala UPT/Lainnya

Kota

Head of Sub-district

Head of Village

Administrator of
Transmigration Settle-

Regency/
City

Laki-laki Perempuan
Male
Female

(1)

(2)

(3)

Laki-laki
Male

Perempuan
Female

(4)

(5)

Laki-laki Perempuan
Male
Female
(6)

(7)

1.Buton
2.Muna
3.Konawe
4.Kolaka
5.Konawe Selatan
6.Bombana
7.Wakatobi
8.Kolaka Utara
9.Buton Utara
10.Konawe Utara
11.Kolaka Timur
12.Konawe Kepulauan
13.Muna Barat
14.Buton Tengah
15.Buton Selatan
16.Kendari
17.Baubau

10
19
53
31
12
17
21
5
6
9
14
5
5
7
8
62
34

2
4
4
1
1
3
2
1
5
1
1
1
0
2
2
2
9

75
120
250
95
304
25
67
107
54
112
84
79
77
60
54
0
0

2
2
23
3
25
0
1
6
8
18
7
6
2
2
2
0
0

0
3
6
0
7
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Sulawesi Tenggara

318

41

1 563

107

17

Sumber/Source

36

Podes 2014, diolah/Village Potential Statistic 2014, Processed

PEMERINTAHAN
Tabel
Table

Jumlah Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, 2014


Number of Regional Province Representatives of Sulawesi Tenggara ,
2014

2.5

Fraksi

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

Fraction

Male

Female

Total

(1)

(2)

(3)

(4)

10

12

2. Partai Golongan Karya

3. Partai Demokrat

4. PDI Perjuangan

5. Partai Keadilan Sejahtera

6. Partai Gerakan Indonesia Raya

7. Restorasi Nurani

2014

38

45

2013

39

45

2012

38

45

2011

38

45

2010

38

45

2009

38

45

2008

41

45

1. PAN Persatuan Bangsa

J u m l a h/T o t a l

Sumber/Source

DPRD Prov. Sultra/Regional Province Representatives of Sulawesi Tenggara

37

GOVERNMENT

Tabel
Table

2.6

Banyaknya Keputusan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, 2009 - 2014


Number of Acts Issued by Regional Province Representatives of Sulawesi
Tenggara 2009 - 2014

Keputusan

2009

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

13

15

14

12

19

11

15

16

19

3. Pernyataan/Statements

4. Keputusan Pimpinan/

10

13

11

12

11

12

14

11

12

10

40

47

47

50

55

51

Acts
(1)

1. Peraturan Daerah/
Local Goverment
Regulations
2. Keputusan DPRD/
Council's Decision

Chairman's Decision
5. Keputusan Panitia
Musyawarah/
Comittee's Decision

Jumlah / Total

Sumber/Source : DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara/Regional Province Representatives of Sulawesi Tenggara

38

PEMERINTAHAN

Tabel
Table

2.7

Kegiatan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, 2011- 2014


Activities of Province Regional Representatives of Sulawesi Tenggara, 2011-2014

Jenis Kegiatan/Type of Activity

2011

2012

2013

(1)

(2)

(3)

(4)

44
3
21
18

40
3
20

39
9
10

38
6
25

8
21
17
14
-

15
20
11
-

3
26
9
12
-

8
20
15
10
-

9
11
14
13
-

4
6
10
12
4

11
3
9
2
-

14
12
14
16
-

49

34

21

25

149

109

71

51

1. Rapat Paripurna Dewan/Council Plenary Session


2. Rapat Paripurna Istimewa/Special Plenary Session
3. Rapat Paripurna Khusus/Particular Plenary Session
4. Rapat Kerja/Rapat Gabungan Komisi/Working Meeting/
Commission Joint Meeting
5. Rapat Fraksi-Fraksi/Fractions Meeting
6. Rapat Pimpinan Dewan/Council Chairman Meeting
7. Rapat Panitia Khusus/Particular Committee Meeting
8. Rapat Panitia Anggaran/Budget Committee Meeting
9. Rapat Panitia Musyawarah/Deliberation Committee Meeting
10. Rapat Panitia Tehnis/Technical Committee Meeting
11. Kunjungan Ke Luar Daerah/Regional Trip
12. Kunjungan Kerja dalam Daerah Prov./Working Trip in Province Area
13. Kunjungan Kerja Keluar Negeri/Foreign Working Trip
14. Kunjungan Kerja Komisi/Committee Working Trip
15. Kunjungan Kerja Pimpinan Dewan
Bersama Dengan Gubernur KDH./Working Trip of Council's
Chairman with Governor
16. R e s e s/Recess of Parliament
17. Rapat Komisi-Komisi/Committee Meeting
17.1. Komisi I/Commission I
17.2. Komisi II/Commission II
17.3. Komisi III/Commission III
17.4. Komisi IV/Commission IV
18. Rapat Koordinasi Pimpinan Ketua
Fraksi Dengan Gubernur/Coordination Meeting between
Fraction Chairman and Governor
19. Rapat Badan Pertimbangan Daerah/Regional Deliberation
Board Meeting
20. Hearing (Dengar Pendapat)
Komisi ABCDE/Commission ABCDE
21. Menerima Unjuk Rasa/Accepting Protest

2014

Sumber/Source : DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara/Regional Province Representatives of Sulawesi Tenggara

39

GOVERNMENT

Tabel
Table

2.8

Kabupaten/Kota
Regency/ City

(1)

Jumlah Pemilih dan Penggunaan Hak Pilih dalam Pemilihan Anggota


Legislatif Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin, 2014
Number of Voter and Used of Vote Right in Parliement Member Election
by Regency and Sex, 2014

Jumlah Pemilih
Number of Voters
Laki-laki Perempuan
Male
Female
(2)

(3)

Penggunaan Hak Pilih


Voted

Jumlah
Total
(4)

Laki-laki Perempuan
Male
Female
(5)

(6)

Jumlah
Total
(7)

Buton

103 696

104 366

208 062

59 957

74 003

133 960

Muna

107 954

118 516

226 470

64 725

76 766

141 491

Konawe

96 365

93 796

190 161

77 377

76 745

154 122

Kolaka

128 179

122 251

250 430

95 132

91 872

187 004

Konawe Selatan

100 764

97 258

198 022

80 516

79 591

160 107

Bombana

55 391

54 176

109 567

40 250

41 730

81 980

Wakatobi

41 300

41 943

83 243

25 422

30 593

56 015

Kolaka Utara

56 809

53 395

110 204

40 413

39 075

79 488

Buton Utara

22 708

22 214

44 922

17 923

18 288

36 211

Konawe Utara

23 427

21 153

44 580

19 461

18 049

37 510

Kota Kendari

122 933

121 041

243 974

88 975

88 788

177 763

Kota Baubau

57 252

59 594

116 846

35 862

39 721

75 583

916 778

909 703

1 826 481

646 013

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source : KPU/General Election Commission

40

675 221 1 321 234

PEMERINTAHAN

Tabel
Table

2.9

Hasil Penghitungan Suara untuk Keanggotaan DPR Dapil Provinsi Daerah


Pemilihan Sulawesi Tenggara, 2014
Vote Counting Results for Province Representatives Membership 2014

Kabupaten/Kota / Regency/City
Partai Politik
Political Party
(1)

Buton

Muna

(2)

Konawe Kolaka

Konawe
Bombana
Selatan

(3)

(4)

(5)

(6)

25 557

3 818

8 138

5 123

6 081

3 833

Partai Kebangkitan Bangsa

6 836

4 817

6 124

7 771

11 877

3 627

Partai Keadilan Sejahtera

5 110

4 703

6 902

9 231

8 690

3 290

9 350

6 301

10 932

8 944

12 727

2 290

Partai Demokrasi Indonesia


Perjuangan
Partai Golongan Karya

8 087

47 179

12 254

17 024

28 707

18 802

Partai Gerakan Indonesia Raya

4 823

6 109

16 681

39 279

11 471

3 256

Partai Demokrat

12 886

6 415

17 360

21 271

18 050

7 164

Partai Amanat Nasional

26 293

29 539

35 788

38 689

31 647

21 409

Partai Persatuan Pembangunan

20 938

13 621

4 292

4 001

5 582

3 321

10 Partai Hati Nurani Rakyat

3 049

1 976

5 197

9 281

5 461

2 338

11 Partai Bulan Bintang

3 998

1 387

2 709

2 155

2 379

1 787

12 Partai Keadilan Dan Persatuan


Indonesia
Total

1 276

734

1 156

1 421

615

562

128 203 126 599 127 533 164 190 143 287

71 679

Partai Nasdem

(7)

Sumber/Source : KPU Provinsi Sulawesi Tenggara/General Election Commission of Sulawesi Tenggara Province

41

GOVERNMENT

Lanjutan Tabel
Continued Table

2.9

Kabupaten/Kota / Regency/City
Partai Politik

(1)

Wakato- Kolaka
bi
Utara
(8)

(9)

Buton
Utara
(10)

Konawe Kota
Kota
Utara Kendari Baubau
(11)

(12)

(13)

Jumlah
(14)

Partai Nasdem

3 073

1 365

3 966

1 185

22 375

5 849

90 363

Partai Kebangkitan Bangsa

1 862

4 675

3 405

1 879

4 251

1 648

58 772

Partai Keadilan Sejahtera

1 704

2 899

1 062

1 268

13 260

2 058

60 177

Partai Demokrasi Indonesia


Perjuangan
Partai Golongan Karya

23 566

6 301

1 791

2 578

8 811

3 465

97 056

3 061

8 054

4 466

3 959

22 173

4 528

178 294

1 465

18 909

2 388

2 220

15 273

2 083

123 957

Partai Gerakan Indonesia


Raya
Partai Demokrat

4 650

13 096

1 728

5 294

14 385

4 465

126 764

Partai Amanat Nasional

7 930

9 626

10 340

7 521

43 961

8 488

271 231

1 679

1 459

1 887

1 060

7 488

33 812

99 140

1 548

1 251

546

1 372

6 806

1 490

40 315

11 Partai Bulan Bintang

753

3 391

175

1 285

2 655

4 025

26 699

12 Partai Keadilan Dan Persatuan


Indonesia
Total

241

176

253

193

1 003

335

7 965

51 532

71 202

32 007

5
6

Partai Persatuan Pembangunan


10 Partai Hati Nurani Rakyat

Sumber/Source : KPU/General Election Commission

42

29 814 162 441

72 246 1 180 733

PEMERINTAHAN

Tabel
Table

Banyaknya Tambahan Pemilik Surat Keputusan Hak atas Tanah Menurut


2.10 Kabupaten/Kota, 2014
Number of Additional Land Certificates Owners by Regency/City, 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

1. B u t o n
2. M u n a
3. Konawe
4. Kolaka
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kepulauan
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

Hak Guna
Bangunan
Building Rights on
Land
Pemilik Luas (M2)
Owners Areas (M2)
(2)

(3)

31
8
2
44
8
15
2
4
1
2
329
2

25 450
1 618
114 132
27 966
699 129
11 696
15 420
5 977
3 223
20 551
305 503
819

2014

448

2013

14 277

2012

88

2011

2010
2009

Hak Milik
Property Rights
Pemilik
Owners
(4)

Luas (M2)
Areas (M2)
(5)

3 851
4 562
4 587
1 052
4 718
1 500
3 425
3 332
3 141
3 011
4 279
1 562

13 261 250
26 551 699
28 992 369
4 260 620
27 139 923
983 837
761 829
17 018 086
36 305 351
17 565 277
2 856 215
1 946 269

1 231 484

39 020

1 359 590

485 092

543 567

34

44
15

19 318

Hak Pakai
Right of Use
Pemilik Luas (M2)
Owners Areas (M2)
(6)

(7)

12
27
13
7
21
20
17
5
9
15
7
10

22 667
95 509
48 996
85 319
696 732
99 348
72 498
78 510
212 020
574 018
198 349
157 016

177 642 725

163

2 340 982

89 920 845

4 720

556 404

51 955

296 007 160

240

2 177 739

254 189

23 366

174 682 145

111

813 331

1 281 525

17 463

37 067 363

52

2 101 644

38 753

167 060 519

109

1 830 257

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source : Kanwil BPN Prov. Sultra/Regional Office of National Land Agency of Sulawesi Tenggara Province

43

GOVERNMENT
Tabel
Table

Realisasi Sertifikasi Tanah menurut Kabupaten/Kota, 2014


Realization of Land Certification by Regency/City, 2014

2.11

Kabupaten/Kota
Regency/City

Bidang
Area

Luas
Areas
(Ha)

(1)

(2)

(3)

1. B u t o n
2. M u n a
3. Konawe
4. Kolaka

5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara

11. Kolaka Timur


12. Konawe Kepulauan
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

Sulawesi Tenggara
2014
2013
2012
2011
2010
2009

3 894
4 597
4 602
1 103
4 747
1 535
3 444
3 341
3 151
3 028
4 615
1 574

13 309 367
26 648 826
29 155 497
4 373 905
28 535 784
1 094 881
849 747
17 102 573
36 520 594
18 159 846
3 360 067
2 104 104

39 631
504 089
51 377
23 541
16 707
38 877

181 215 191


91 836 839
29 791
175 749 665
54 963 811
168 910 420

Sumber/Source : Kanwil BPN Prov. Sultra/Regional Office of National Land Agency of Sulawesi Tenggara Province

44

PEMERINTAHAN

Tabel
Table

2.12

Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara


dirinci menurut level administrasi dan Golongan, 2014
Number of Regional Civil Servants by administration level and grade, 2014

Golongan/Grade

Unit Organisasi/Nama
Dinas/Nama badan
Organisation Unit

II

III

IV

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

386
62
119
44
44
65
14
7
14
5
12

16 571
3 103
2 530
2 320
1 255
2 052
1 002
1 096
1 200
904
1 109

25 847
3 730
4 316
3 843
3 087
2 823
2 095
1 634
1 653
1 089
1 577

9 385
1 107
1 934
1 649
1 196
1 128
567
603
421
337
443

52 189
8 002
8 899
7 856
5 582
6 068
3 678
3 340
3 288
2 335
3 141
-

Pemerintah Kota/
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

86
70
16

4 604
3 628
976

6 492
4 095
2 397

3 103
1 868
1 235

14 285
9 661
4 624

Pemerintah Provinsi/
Provincial Government

67

1 783

4 533

569

6 952

539

22 958

36 872

13 057

73 426

Pemerintah Kabupaten/
Regency Government
1. B u t o n
2. M u n a
3. Konawe
4. Kolaka
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kepulauan

Jumlah/Total

Sumber/Source : BKD Prov. Sultra/ Regional Government Officer Board

45

GOVERNMENT

Tabel
Table

2.13

Banyaknya Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi


Sulawesi Tenggara Menurut Unit Organisasi dan Jenis Kelamin 2014
Number of Civil Servants within the Sulawesi Tenggara Provincial
Government According to the Unit Oragnization and Sex 2014

Unit Organisasi/Nama
Dinas/Nama badan
Organisation Unit
(1)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26

Sekretariat Daerah
Sekretariat DPRD
Sekretariat KPU
Sekretariat Dewan Korpri
Sekretariat KPID
Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan
Dinas Perhubungan, Komunikasi &Informatika
Dinas Pekerjaan Umum
Dinas Koperasi, UMK & Menengah
Dinas Sosial
Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi
Dinas Pemuda Dan Olahraga
Dinas Pertanian & Peternakan
Dinas Perkebunan & Hortikultura
Dinas Kehutanan
Dinas Energi & Sumber Daya Mineral
Dinas Kelautan dan Perikanan
Dinas Perindustrian & Perdagangan
Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif
Dinas Pendapatan
Dinas Kesehatan
BAPPEDA
Badan Pendidikan dan Pelatihan
Badan Penelitian & Pengembangan
Inspektorat Daerah
Badan Lingkungan Hidup

46

Jenis Kelamin/Sex
Laki-laki Perempuan Jumlah
Male
Female
Total

(2)

(3)

(4)

434
92
12
14
4
251
149
469
44
69
103
62
261
162
115
56
130
66
46
152
134
64
48
21
52
22

321
57
2
7
8
162
60
120
32
59
67
25
157
90
41
31
88
60
32
141
223
49
47
34
35
27

755
149
14
21
12
413
209
589
76
128
170
87
418
252
156
87
218
126
78
293
357
113
95
55
87
49

PEMERINTAHAN
Lanjutan Tabel
Continued Tabel

2.13

Jenis Kelamin/Sex
Unit Organisasi/Nama

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Dinas/Nama badan
Organisation Unit

Male

Female

Total

(1)

(2)

(3)

(4)

27

Badan Kesbang, Politik & Lin Mas

37

22

59

28

Badan Kepegawaian Daerah

65

54

119

29

BPM dan Pemerintahan Desa

54

39

93

30

47

47

94

19

26

45

34

29

63

35

13

48

34

Badan Perpustakaan & Arsip Daerah


Badan Pmbrda.Perempn & Perindng Anak,
Kependudukan & KB
Badan Ketahanan Pangan
Badan Koord. Penanaman Modal Daerah &
Pelaynan Terpadu Satu Pintu
Badan Penanggulangan Bencana Daerah

45

16

61

35

Kantor Penghubung Pemerintah

28

38

66

36

Rumah Sakit Umum Bahteramas

188

608

796

37

Rumah Sakit Jiwa

98

124

222

38

Bakorlu, Pertanian, Perikanan & Kehutanan

53

34

87

39

Badan Narkotika

17

15

32

40

Satuan Polisi Pamong Praja

64

73

41

Badan Pengelola Keuangan & Aset Daerah

40

40

80

42

Badan Pengawas PemiIihan Umum

3 857

3 095

6 952

31
32

33

Jumlah / Total
Sumber/Source : BKD Prov. Sultra/ Regional Government Officer Board

47

GOVERNMENT

Halaman ini sengaja dikosongkan


This page intentionally left blank

48

PENDUDUK DAN
TENAGA KERJA
POPULATION
AND LABOR

BAB

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA


TECHNICAL NOTES

PENJELASAN TEKNIS
1.

Sumber utama data kependudukan adalah Sensus Penduduk yang dilaksanakan


setiap sepuluh tahun sekali. Sensus
Penduduk telah dilaksanakan sebanyak
enam kali sejak Indonesia merdeka yaitu
tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000 dan
2010. Selain Sensus Penduduk, untuk
menjembatani
ketersediaan
data
kependudukan di antara dua periode
sensus, BPS melakukan Survei Penduduk
Antar Sensus (SUPAS). SUPAS telah dilakukan sebanyak empat kali, tahun 1976,
1985, 1995 dan terakhir 2005. Data
kependudukan selain Sensus dan SUPAS
adalah proyeksi penduduk.

1.

The main source of demographic data


is Population Census, which is conducted every ten years. Population
Census has been conducted six times
since Indonesias independence: 1961,
1971, 1980, 1990, 2000 and 2010. In
addition to the Population Census, BPS
also conducted Intercensal Population
Survey, called SUPAS which is designed to proceed demographic data
between two censuses. SUPAS has
been conducted four times: 1976,
1985, 1995 and 2005. Besides Population Census and SUPAS, the
democratic data report also uses
population projection.
The population census enumerates all residents who domicile in the
entire territory of Republic of Indonesia including foreign citizenship except
the diplomatic corps members and
their families. Being different from the
implementation of the previous
censuses, the 2010 Population Census
applied the complete enumeration
method which also included the
household members of the diplomatic
corps of Republic of Indonesia living
abroad.

Di dalam sensus penduduk, pencacahan


dilakukan
terhadap
seluruh
penduduk yang berdomisili di wilayah
teritorial Indonesia termasuk warga Negara asing kecuali anggota Korps Diplomatik
beserta keluarganya. Berbeda dengan
pelaksanaan sensus penduduk sebelumnya,
Sensus
Penduduk
2010
melaksanakan
metode
pencacahan
lengkap termasuk pula anggota rumah
tangga Korps Diplomatik RI yang tinggal di
luar negeri.

2.

Penduduk didefinisikan sebagai semua


orang yang berdomisili di wilayah
teritorial Republik Indonesia selama 6
bulan atau lebih dan atau mereka yang
berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi
bertujuan menetap.

2.

Population defined as all residents of


the entire territory of Republic of Indonesia who have stayed for six months
or longer, and or those who domicile
less than six months but intending to
settle permanently.

3.

Rata-rata Pertumbuhan Penduduk adalah


angka yang menunjukkan tingkat
pertambahan penduduk per tahun dalam
jangka waktu tertentu.

3.

Average growth of population is the


annual population growth rate over a
certain period.

51

POPULATION AND LABOUR

3.

Kepadatan Penduduk adalah banyaknya


penduduk per km persegi.

3.

Population density is the number of


people per square kilometer.

4.

Rasio Jenis Kelamin adalah perbandingan


antara banyaknya penduduk laki-laki
dengan banyaknya penduduk perempuan
pada suatu daerah dan waktu tertentu.
Biasanya dinyatakan dengan banyaknya
penduduk laki-laki untuk 100 penduduk
perempuan.
Struktur umur penduduk pada suatu
daerah
sangat
ditentukan
oleh
perkembangan tingkat kelahiran, kematian
dan migrasi.

4.

Sex Ratio is the ratio of the number of


males to the number of females in a
given area and time, usually expressed
as the number of males for every 100
females.

6.

The age structure of population is


highly determined by the fertility,
mortality and migration rate.

7.

Rumah Tangga didefinisikan sebagai


seseorang atau sekelompok orang yang
mendiami
sebagian
atau
seluruh
bangunan fisik/sensus, dan biasanya tinggal bersama serta pengelolaan makan
dari satu dapur. Yang dimaksud makan
dari satu dapur adalah jika pengurusan
kebutuhan sehari-hari dikelola bersamasama menjadi satu.

7.

Household defined as a person or a


group of person usually living together
in a physical/census building unit or
part of it and making a common provision for food and other essentials of
living. The Common provision for food
means one organising daily needs for
all of household members.

8.

Anggota Rumah didefinisikan sebagai


adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu rumah tangga,
baik yang berada di rumah pada waktu
pencacahan maupun yang sementara
tidak ada.

8.

Household member defined as a person who usually lives in a household


regardless of their location at the time
of enumeration.

9.

Rata-rata Anggota Rumah Tangga adalah


angka yang menunjukkan rata-rata
jumlah anggota rumah tangga per rumah
tangga.

9.

Average household size is the average


number of household members per
household.

6.

10. Sumber utama data ketenagakerjaan


adalah Survei Angkatan Kerja Nasional
(Sakernas). Survei ini khusus dirancang
untuk mengumpulkan informasi/data

52

10. The main source of employment data


is National Labour Force Survey
(Sakernas). This survey is specifically

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA


ketenagakerjaan. Pada beberapa survei
sebelumnya,
pengumpulan
data
ketenagakerjaan
dipadukan
dalam
kegiatan lainnya, seperti Survei Sosial
Ekonomi Nasional (Susenas), Sensus
Penduduk (SP), dan Survei Penduduk
Antar Sensus (SUPAS). Sakernas pertama
kali diselenggarakan pada tahun 1976,
kemudian dilanjutkan pada tahun 1977
dan 1978.

designed to collect information on


employment statistics. Previously, the
collection of such data was integrated
with other surveys, such as National
Socio-economic Survey (Susenas),
Population Census (SP), and Intercensal Population Survey (SUPAS). The
first Sakernas was conducted in 1976,
then conducted anually during the
period 1977-1978.

Pada tahun 1986-1993, Sakernas


diselenggarakan secara triwulanan di
seluruh provinsi di Indonesia, baru sejak
tahun 1994 s/d 2001, Sakernas dilaksanakan secara tahunan setiap bulan
Agustus. Sejak tahun 2002-2004, di
samping Sakernas tahunan dilakukan pula
Sakernas Triwulanan. Sakernas Triwulanan ini dimaksudkan untuk memantau
indikator ketenagakerjaan secara dini di
Indonesia, yang mengacu pada KILM (the
Key Indicators of the Labour Market) yang
direkomendasikan oleh ILO (the International Labour Organization). Sejak tahun
2005-2010
Sakernas
dilaksanakan
pengumpulan datanya secara semesteran
pada bulan Februari (semester I) dan
Agustus (semester II). Mulai tahun 2011,
Sakernas dilaksanakan triwulanan (empat
kali dalam setahun), yaitu pada Bulan
februari, Maret, Agustus, dan November.

During 1986-1993, Sakernas was


conducted quarterly in all Provinces in
Indonesia, only since 1994 until 2001
Sakernas was conducted yearly, every
August of the year. During the period
2002-2004, besides a yearly Sakernas,
BPS also conducted a quarterly Sakernas. A Quarterly Sakernas is aimed to
monitor the prompt indicators of Indonesian labour market which referred
to the Key Indicators of the Labour
Market (KILM) recommended by ILO
(the International Labour Organization). Since 2005-2010, Sakernas has
been conducted in semester period, i.e
February (Semester I) and August
(Semester II. Since 2011, sakernas has
conducted quarterly; i.e. February,
May, August and November

Sejak Sakernas 2001, konsep status


pekerjaan dan pengangguran mengalami
perluasan dan penyempurnaan. Status
pekerjaan yang pada Sakernas 2000 hanya 5 kategori, mulai tahun 2001 ditambahkan kategori baru yaitu: pekerja
bebas pertanian dan pekerja bebas non
pertanian. Selain itu, dalam rangka menyesuaikan dengan konsep ILO, konsep
pengangguran terbuka diperluas yaitu

Since 2001 Sakernas, the concept


of employment status and unemployment was revised. The employment
status, previously covered only 5 categories, but since 2001 two new categories of casual employee both in
agriculture and non agriculture sectors have been added. To adapt the
ILO concept, the concept of open unemployment was also extended. Open

53

POPULATION AND LABOUR


disamping mencakup penduduk yang aktif
mencari pekerjaan, mencakup pula kelompok penduduk yang sedang mempersiapkan usaha/pekerjaan baru, kelompok
penduduk yang tidak mencari pekerjaan,
karena merasa tidak mungkin mendapat
pekerjaan serta kelompok penduduk yang
tidak aktif mencari pekerjaan dengan
alasan sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Inflation factor
yang digunakan dalam penghitungan
angka hasil sakernas didasarkan pada
total penduduk dirinci menurut kelompok
umur, provinsi dan daerah perkotaan dan
pedesaan hasil proyeksi penduduk.

unemployment now covers population


who were looking for work, population who were establishing a new
business/firm/ establishment, discouraged job seekers, and those who were
not actively looking for work with the
reason of already having job but not
starting to work. The inflation factor
used for the calculation of Sakernas
result was based on the population
total categorised by the age group,
province, and urban/rural area as a
result of population projection.

11. Tenaga kerja didefinisikan sebagai


penduduk berumur 15 tahun ke atas yang
dapat dibedakan atas dua kelompok yaitu:
Angkatan Kerja didefinisikan sebagai
penduduk
usia 15 tahun ke atas
(penduduk usia kerja) dan mempunyai
pekerjaan (bekerja) atau sedang mencari
pekerjaan
(pengangguran
terbuka).
Penduduk yang bekerja tidak hanya
meliputi penduduk yang sedang bekerja,
tetapi juga sementara tidak bekerja karena
suatu sebab, misalnya pegawai yang
sedang cuti, petani yang sedang menunggu
panen dan sebagainya. Sedangkan pencari
kerja adalah penduduk yang tidak memiliki
pekerjaan
tetapi
sedang
mencari
pekerjaan.
Angkatan
kerja seperti
diketahui sangat tergantung pada struktur
penduduk, sifat demografis serta keadaan
sosial ekonomi daerah.
Bukan Angkatan kerja didefinisikan
sebagai mereka yang berumur 15 tahun ke
atas yang kegiatannya hanya bersekolah,
mengurus rumahtangga dan lainnya (tidak
aktif secara ekonomis).

11. Manpower defined as 15 years of age


and over which can be divided into
two groups:
Economically Active is people aged 15
years old and over who are working or
looking
for
work
(open
unemployment). Working population
not only covers people who are
working but also temporarily absent
from work for some reason such as
employees on leave, the farmers who
were waiting for the harvest, and so
on. While unemployment is all people
who do not have a job but they are
looking for a job. Economically Active
highly depends on the population
structure, demographic, and local
socio-economic.

54

Not Economically Active defined as


people aged 15 years and over who
are not working but not looking for
work, such as attending school only,
taking care of household only and so
on.

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA


12. Penduduk Usia Kerja didefinisikan sebagai
Penduduk yang berumur 15 tahun ke
atas.

12. Working Age Population defined as


population aged 15 years and over.

13. Bekerja didefinisikan sebagai kegiatan


melakukan pekerjaan dengan maksud
memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan
dalam jangka waktu paling sedikit 1 jam
secara terus menerus dalam seminggu
yang lalu (termasuk pekerja keluarga
tanpa upah yang membantu dalam
usaha/kegiatan ekonomi).
14. Jumlah jam kerja seluruhnya didefinisikan
sebgai jumlah jam kerja yang digunakan
untuk bekerja (tidak termasuk jam kerja
istirahat resmi dan jam kerja yang
digunakan untuk hal-hal di luar pekerjaan)

13. The concept of working means activity


intended to earn income by doing
work or helping to do work at least
one hour continuously during the reference week (including unpaid family
worker/s for any economic activity .

15. Lapangan Usaha merupakan bidang


kegiatan dari pekerjaan/tempat bekerja
dimana seseorang bekerja. Klasifikasi
lapangan usaha mengikuti Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam 1
digit.

15. Industry is field of a persons activity


or establishment. The classification of
industries follows the Indonesia Standard Industrial Classification (KBLI) in
one digit.

16. Status Pekerjaan adalah kedudukan


seseorang dalam unit usaha/kegiatan
dalam melakukan pekerjaan.

16. Employment Status is the status of a


person at his place of work or establishment where he was employed.

17. Pekerja Tak Dibayar adalah seseorang


yang bekerja membantu usaha untuk
memperoleh
penghasilan/keuntungan
yang dilakukan oleh salah seorang anggota rumah tangga atau bukan anggota
rumah tangga tanpa mendapat upah/gaji.

17. Unpaid Worker is a person who intended to work without pay in an


establishment run by other members
of the family, relative or neighbour.

18. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)


adalah persentase jumlah angkatan kerja
terhadap jumlah penduduk usia kerja

18. The Labor Force Participation Rate


(LFPRs) is percentages of labour forces
by working age population

14. Total Working Hours defined as the


total hours spent by an employee to
perform all jobs (excluding the time
used for other activities which are not
classified as work).

55

POPULATION AND LABOUR


19. Transmigrasi
Dalam upaya pemerataan penyebaran
penduduk antar propinsi-propinsi di
Indonesia, dewasa ini pemerintah telah
dan terus melaksanakan suatu program
perpindahan penduduk yang disebut
Program Transmigrasi. Tujuan program ini,
disamping untuk pemerataan penyebaran
penduduk dan tenaga kerja serta
pembukaan dan pengembangan daerah
produksi baru, juga diharapkan dapat
mendorong peningkatan taraf hidup para
transmigran dan masyarakat di sekitarnya.

56

19. Transmigration
In order to distribute the population
among provinces, the Indonesian Government has been implementing a
migration program was called Transmigration Program. This program
aims to distribute the population and
labor, open and develop new production areas. In addition, it is expected
to improve the standard of living of
the migrants and their surrounding
communities.

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Gambar
Figure

Penduduk Sulawesi Tenggara , 1971 - 2014 (Jiwa)


Sulawesi Tenggara Population, 1971 - 2014 (People)

3.1

2 500 000

2 000 000

1 500 000

1 000 000

500 000

2014

2013

2012

2011

2010

2009

2008

2007

2006

2005

2004

2003

2002

2001

2000

1999

1998

1997

1996

1995

1994

1990

1980

1971

Sumber/ Source : Badan Pusat Statistik/ Statistics Indonesia

57

POPULATION AND LABOUR


Gambar
Figure

Piramida Penduduk Sulawesi Tenggara, 2014


Population Pyramid of Sulawesi Tenggara , 2014

3.2

70+

33

65 - 69

25
20

60 - 64

19

27

55 - 59

27

38

50 - 54

38

49

45 - 49

49

62

40 - 44

64

77

35 - 39

78

88

30 - 34

86

97

25 - 29

93

102

20 - 24

98

107

15 - 19

106

116

10-14

121

123

5-9

130

137

0-4

146

144
200

150

151
100

50

Sumber/ Source : Badan Pusat Statistik/ Statistics Indonesia

58

50

100

150

200

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Gambar
Figure

3.3

Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas menurut Jenis


Kegiatan, 2014
Percentage of Sulawesi Tenggara Population 15 Years Old and Over by
Type of Activity, 2014

Mengurus
Rumahtangga/
House Keeping
19,36%

Lainnya/Others
3,13%

Sekolah/Attend
ing School
10,64%

Bekerja/Worki
ng
63,91%

Mencari
Pekerjaan/Look
ing for Work
2,96%
Sumber/ Source : Badan Pusat Statistik/ Statistics Indonesia

59

POPULATION AND LABOUR

Gambar
Figure

3.4

Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja


Menurut menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2014
Percentage of Sulawesi Tenggara Population 15 Years Old and over
Who Worked by Main Industry, 2014

Listrik, gas dan Air Konstruksi/


minum/ Electricity, Construction
gasses and drinking
5,90%
water
0,26%

Industri
Pengolahan/
Manufacturing
Industry
5,15%

Transportasi/Komunikasi/
Transportation/Communication
4,40%
Perdagangan &
Hotel/ Trade and
Hotels
18,65%

Jasa-jasa/ Services
18,89%

Pertambangan &
Penggalian/ Mining
and Quarrying
2,53%
Pertanian/
Agriculture
42,62%

Sumber/ Source : Badan Pusat Statistik/ Statistics Indonesia

60

Keuangan/ Finance
1,62%

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA


3.1 Penduduk
Population
Tabel
Table

3.1.1

Penduduk Sulawesi Tenggara menurut Kabupaten/Kota, 1971 - 2014


Population of Sulawesi Tenggara by Regency/City, 1971 - 2014

[Diolah dari Hasil Sensus Penduduk, Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) dan Proyeksi Penduduk, BPS/Based on
Population Census, Inter-censal Population Survey and Projection of Population, BPS-Statistics Indonesia]

Tahun

Years
(1)

Kabupaten/Kota/Regency/City

Buton
(2)

Muna
(3)

Konawe
(4)

Kolaka
(5)

Konawe
Bombana
Selatan
(6)

Wakatobi

(7)

(8)

1971

300 343

154 024

189 968

69 694

1980

317 124

174 057

306 675

144 446

1990

394 484

226 933

488 471

239 731

1994

417 612

243 561

563 032

279 799

1995

424 771

250 162

586 235

293 160

1996

430 585

254 033

606 775

304 005

1997

437 620

260 365

478 769

319 768

1998

446 080

264 142

486 545

321 182

1999

452 066

268 616

491 177

326 013

2000

533 417

274 160

444 912

323 329

2001

548 775

278 820

452 810

331 151

2002

613 594

283 009

464 623

342 219

2003

571 272

292 774

477 368

355 653

2004

456 396

292 332

471 323

352 607

2005

266 401

287 732

260 830

266 015

228 765

105 847

96 413

2006

271 657

290 358

265 646

273 168

234 400

107 294

98 180

2007

275 666

243 397

224 345

278 829

237 918

108 231

99 492

2008

279 546

246 004

228 706

281 450

240 053

109 883

101 475

2009

284 627

248 461

233 080

287 246

244 046

111 481

103 423

2010

256 597

269 395

213 992

162 207

265 908

140 114

93 279

2011

257 760

273 390

217 889

167 106

272 407

144 803

93 733

2012

258 907

277 380

221 992

171 821

278 918

149 719

94 079

2013

259 896

281 312

225 878

176 596

285 289

154 679

94 511

2014

261 802

284 977

229 801

182 121

289 815

159 718

94 789

61

POPULATION AND LABOUR

Lanjutan Tabel / Continued Table 3.1.1

Tahun

Kabupaten/Kota/Regency/City

Years

Kolaka
Utara

Buton
Utara

Konawe
Utara

Kolaka
Timur

Konawe
Kep.

Kendari

Bau-bau

(1)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

Jumlah
(16)

1971

714 029

1980

942 302

1990

1 349 619

1994

1 504 004

1995

1 554 328

1996

1 595 398

1997

152 290

1 648 812

1998

154 710

1 672 659

1999

173 040

1 710 912

2000

200 474

1 776 292

2001

203 992

1 815 548

2002

211 881

1 915 326

2003

222 206

1 919 273

2004

222 583

115 862

1 911 103

2005

93 427

236 269

118 998

1 960 697

2006

94 190

244 586

122 339

2 001 818

2007

94 497

48 184

44 887

251 477

124 609

2 031 532

2008

111 418

48 700

45 760

254 236

127 743

2 074 974

2009

118 386

49 186

46 635

260 867

130 862

2 118 300

2010

121 970

54 984

51 823

154 788

29 126

291 689

137 715

2 243 587

2011

125 719

55 994

53 087

159 294

29 733

302 376

141 101

2 294 392

2012

129 371

57 022

54 364

163 785

30 116

313 404

144 587

2 345 465

2013

133 101

57 922

55 824

168 496

30 695

324 505

148 009

2 396 713

2014

136 883

58 918

57 077

173 623

31 183

335 889

151 485

2 448 081

62

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel
Table

3.1.2

Jumlah dan Rata-rata Laju Pertumbuhan Penduduk Sulawesi


Tenggara menurut Kabupaten/Kota, 2000, 2010, 2012, 2013, 2014
Number and Average Growth Rate of Population of Sulawesi Tenggara
by Regency/City, 2000, 2010, 2012, 2013, 2014

[Diolah dari Hasil Sensus Penduduk (SP) dan Proyeksi Penduduk, BPS/Based on Population Census and Projection of
Population, BPS-Statistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Laju Pertumbuhan (%)


Growth
Rates

Penduduk
Population

2000 1)

2010 1)

20122)

20132)

(3)

(4)

(5)

(5)

20142)

2013-2014
(6)

1. Buton

533 417

255 712

258 907

259 896

261 802

0,73

2. M u n a

274 160

268 277

277 380

281 312

284 977

1,30

3. Konawe

444 912

241 982

221 992

225 878

229 801

1,74

4. Kolaka

323 329

315 232

171 821

176 596

182 121

3,13

5. Konawe Selatan

264 587

278 918

285 289

289 815

1,59

6. Bombana

139 235

149 719

154 679

159 718

3,26

7. Wakatobi

92 995

94 079

94 511

94 789

0,29

8. Kolaka Utara

121 340

129 371

133 101

136 883

2,84

9. Buton Utara

54 736

57 022

57 922

58 918

1,72

10. Konawe Utara


11. Kolaka Timur

51 533

54 364

55 824

57 077

2,24

163 785

168 496

173 623

3,04

12. Konawe Kep.

30 116

30 695

31 183

1,59

11. Kota Kendari

200 474

289 966

313 404

324 505

335 889

3,51

12. Kota Bau-Bau

--

136 991

144 587

148 009

151 485

2,35

1 776 292 2 232 586

2 345 465

2 396 713

2 448 081

2,14

Sulawesi Tenggara
Catatan/Note

1) Hasil Sensus Penduduk/ Result from Population Census


2) Proyeksi Hasil SP/ Projection from Population Census

63

POPULATION AND LABOUR

Tabel
Table

3.1.3

Persebaran Penduduk Sulawesi Tenggara menurut Kabupaten/Kota,


2010, 2013, 2014
Population Distribution of Sulawesi Tenggara by Regency/City 2010,
2013, 2014

[Diolah dari Hasil Sensus Penduduk (SP) dan Proyeksi Penduduk, BPS/Based on Population Census and Projection of
Population, BPS-Statistics Indonesia]

2010
Kabupaten/ Kota
Regency/ City

(1)

Penduduk
Population
(2)

2013

2014

% Per% Per% Persebaran Penduduk sebaran Penduduk sebaran


% of Dis- Population % of Dis- Population % of Distribution
tribution
tribution
(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. B u t o n

256 597

11,44

259 896

10,84

261 802

10,69

2. M u n a

269 395

12,01

281 312

11,74

284 977

11,64

3. Konawe

213 992

9,54

225 878

9,42

229 801

9,39

4. Kolaka

162 207

7,23

176 596

7,37

182 121

7,44

5. Konawe Selatan

265 908

11,85

285 289

11,90

289 815

11,84

6. Bombana

140 114

6,25

154 679

6,45

159 718

6,52

7. Wakatobi

93 279

4,16

94 511

3,94

94 789

3,87

8. Kolaka Utara

121 970

5,44

133 101

5,55

136 883

5,59

9. Buton Utara

54 984

2,45

57 922

2,42

58 918

2,41

10. Konawe Utara

51 823

2,31

55 824

2,33

57 077

2,33

11. Kolaka Timur

154 788

6,90

168 496

7,03

173 623

7,09

12. Konawe Kep.

29 126

1,30

30 695

1,28

31 183

1,27

13. Kota Kendari

291 689

13,00

324 505

13,54

335 889

13,72

14. Kota Bau-Bau

137 715

6,14

148 009

6,18

151 485

6,19

2 243 587

100.00

2 396 713

100.00

2 448 081

100,00

Sulawesi Tenggara

64

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel
Table

3.1.4

Kepadatan Penduduk Sulawesi Tenggara menurut Kabupaten/Kota,


2010, 2013, 2014
Population Density of Sulawesi Tenggara by Regency/City, 2010, 2013,
2014

[Diolah dari Hasil Sensus Penduduk (SP) dan Proyeksi Penduduk, BPS/Based on Population Census and Projection of
Population, BPS-Statistics Indonesia]

Kabupaten/Kota Luas Area


(Km2)
Regency/City

(1)

(2)

Penduduk

Kepadatan Penduduk

Population

Population Density

2010

2013

2014

2010

2013

2014

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1. B u t o n

2 675,25

255 712

259 896

261 802

96

97

98

2. M u n a

2 890,41

268 277

281 312

284 977

93

97

99

3. Konawe

5 798,94

241 982

225 878

229 801

38

39

40

4. Kolaka

2 916,42

315 232

176 596

182 121

46

61

62

5. Konawe Selatan

4 514,20

264 587

285 289

289 815

59

63

64

6. Bombana

3 056,08

139 235

154 679

159 718

46

51

52

7. Wakatobi

425,97

92 995

94 511

94 789

218

222

223

8. Kolaka Utara

3 391,62

121 340

133 101

136 883

36

39

40

9. Buton Utara

1 996,59

54 736

57 922

58 918

27

29

30

10. Konawe Utara

4 877,46

51 533

55 824

57 077

11

11

12

11. Kolaka Timur

4 001,96

168 496

173 623

42

43

12. Konawe Kep.

993,51

30 695

31 183

31

31

13. Kota Kendari

295,89

289 966

324 505

335 889

980

14. Kota Bau-Bau

305,70

136 991

148 009

151 485

448

484

496

Sulawesi Tenggara 38 140,00 2 232 586 2 396 713 2 448 081

59

63

64

1 097 1 135

65

POPULATION AND LABOUR

Tabel
Table

3.1.5

Penduduk Sulawesi Tenggara menurut Kelompok Umur dan Jenis


Kelamin, 2013 dan 2014
Population of Sulawesi Tenggara Province by Age Group and Sex, 2013
and 2014

[Diolah dari Hasil Sensus Penduduk (SP) dan Proyeksi Penduduk, BPS/Based on Population Census and Projection of
Population, BPS-Statistics Indonesia]

Laki-Laki
Male

Perempuan
Female

Jumlah
Total

Kelompok
Umur
Age Group

2013

2014

2013

2014

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

0-4
5-9
10 - 14

150 884
141 527
128 470

150 527
145 502
130 037

143 751
133 612
121 828

143 887
137 263
123 380

294 635
275 139
250 298

294 414
282 765
253 417

15 - 19
20 - 24
25 - 29

118 074
104 157
96 902

120 906
105 913
98 143

113 880
105 747
100 969

115 706
106 671
101 853

231 954
209 904
197 871

236 612
212 584
199 996

30 - 34
35 - 39
40 - 44

91 217
84 821
75 459

92 771
86 208
77 779

95 252
85 574
74 013

97 053
87 533
76 670

186 469
170 395
149 472

189 824
173 741
154 449

45 - 49
50 - 54
55 - 59

61 012
46 946
36 073

63 994
49 101
37 753

59 356
46 918
35 635

62 043
48 890
37 730

120 368
93 864
71 708

126 037
97 991
75 483

60 - 64
65 - 69
70+

25 889
17 818
24 290

27 318
18 589
25 238

25 542
19 559
31 538

26 757
20 211
32 655

51 431
37 377
55 828

54 075
38 800
57 893

1 203 539 1 229 779

1 193 174

1 218 302

2 396 713

2 448 081

Jumlah/Total

66

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel
Table

3.1.6

Penduduk Sulawesi Tenggara menurut Kabupaten/Kota, Jenis


Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin, 2014
Population of Sulawesi Tenggara by Regency/City, Sex and Sex Ratio,
2014

[Diolah dari Hasil Sensus Penduduk (SP) dan Proyeksi Penduduk, BPS/Based on Population Census and Projection of
Population, BPS-Statistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City

Laki-laki
Male

Perempuan
Female

Jumlah
Total

Rasio Jenis
Kelamin
Sex Ratio

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1. B u t o n

127 805

133 997

261 802

2. M u n a

137 524

147 453

284 977

93,27

3. Konawe

117 713

112 088

229 801

105,02

4. Kolaka

95,38

93 673

88 448

182 121

105,91

148 003

141 812

289 815

104,37

6. Bombana

80 616

79 102

159 718

101,91

7. Wakatobi

45 512

49 277

94 789

92,36

8. Kolaka Utara

70 509

66 374

136 883

106,23

5. Konawe Selatan

9. Buton Utara

29 601

29 317

58 918

100,97

10. Konawe Utara

29 902

27 175

57 077

110,03

11. Kolaka Timur

89 184

84 439

173 623

105,62

12. Konawe Kep.

15 586

15 597

31 183

99,93

13. Kota Kendari

169 371

166 518

335 889

101,71

14. Kota Bau-Bau

74 780

76 705

151 485

97,49

2014

1 229 779

1 218 302

2 448 081

100,94

2013

1 206 539

1 193 174

2 396 713

101,12

2012

1 177 352

1 168 113

2 345 465

100,79

2011

1 151 247

1 143 145

2 294 392

100,71

Sulawesi Tenggara

67

POPULATION AND LABOUR

Tabel
Table

3.1.7

Banyaknya Rumahtangga dan Penduduk Sulawesi Tenggara Menurut


Kabupaten/Kota, 2014
Number of Households and Population of Sulawesi Tenggara by Regency/
City, 2014

[Diolah dari Hasil Sensus Penduduk (SP) dan Proyeksi Penduduk, BPS/Based on Population Census and Projection of
Population, BPS-Statistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City

Penduduk
Population

Rumahtangga
Household

Penduduk Per
Rumahtangga
Population Per
Household

(1)

(2)

(3)

(4)

1. B u t o n
2. M u n a
3. K o n a w e
4. Kolaka
5. Konawe Selatan
6.. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10.Konawe Utara
11.Kolaka Timur
12.Konawe Kep.
13.Kota Kendari
14.Kota Bau-Bau
Sulawesi Tenggara
2014
2013
2012
2011
2010
2009

68

261 802
284 977
229 801
182 121
289 815
159 718
94 789
136 883
58 918
57 077
173 623
31 183
335 889
151 485

53 947
63 635
51 426
41 356
67 603
36 128
22 539
31 581
12 582
12 302
39 426
6 979
79 248
32 348

4,9
4,5
4,5
4,4
4,3
4,4
4,2
4,3
4,7
4,6
4,4
4,5
4,2
4,7

2 448 081
2 396 713
2 345 465
2 294 392
2 243 587
2 118 300

551 100
544 184
529 277
512 120
502 066
529 972

4,4
4,3
4,4
4,5
4,5
4,0

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA


3.2 Ketenagakerjaan
Employment

Tabel
Table

3.2.1

Jumlah Penduduk Usia Kerja, Angkatan Kerja dan Tingkat Partisipasi


Angkatan Kerja di Sulawesi Tenggara, 2001-2014
Number of Working Age People, Labor Force and Labor Force Participation
Rate (LFPR) in Sulawesi Tenggara, 2001-2014

[Diolah dari Hasil Suvei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), BPS/Based on National Labor Force Survey, BPS-Statistics
Indonesia]

Tahun
Year

Penduduk
Usia Kerja
Working Age
People

Angkatan Kerja
Labor Force

Tingkat Partisipasi Angkatan


Kerja (TPAK)
Labor Force Participation Rate
(LFPR)

(1)

(2)

(3)

(4)

2001

1 357 432

683 272

50,34

2002

1 441 178

683 232

47,41

2003

1 440 158

873 841

60,68

2004

1 223 275

914 229

74,74

2005

1 371 728

958 072

69,84

2006

1 388 310

924 763

66,61

2007

1 417 235

955 763

67,44

2008

1 386 350

979 256

70,64

2009

1 418 144

998 195

70,39

2010

1 455 372

1 045 899

71,86

2011

1 482 880

1 058 999

71,42

2012

1 509 983

1 016 957

67,35

2013

1 541 477

1 014 192

65,79

2014

1 623 264

1 085 509

66,87

69

POPULATION AND LABOUR

Tabel
Table

3.2.2

Jumlah Angkatan Kerja yang Bekerja, Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka di Sulawesi Tenggara, 2001-2014
Number of Working People, Unemployment and Open Unemployment Rate
(OUR) in Sulawesi Tenggara Province, 2001-2014

[Diolah dari Hasil Suvei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), BPS/Based on National Labor Force Survey, BPS-Statistics
Indonesia]

Tahun
Year

Angkatan Kerja yang


Bekerja
Working Labor Force

Pengangguran
Unemployment

Tingkat Pengangguran
Terbuka (TPT)
Open Unemployment
Rate (OUR)

(1)

(2)

(3)

(4)

2001

645 998

37 274

5,46

2002

645 998

37 234

5,45

2003

791 420

82 421

9,43

2004

828 774

85 455

9,35

2005

853 354

104 718

10,93

2006

835 322

89 441

9,67

2007

894 601

61 162

6,40

2008

923 118

56 138

5,73

2009

950 876

41 319

4,14

2010

997 678

48 221

4,61

2011

1 026 548

32 451

3,06

2012

975 879

41 078

4,04

2013

968 949

45 243

4,46

2014

1 037 419

48 090

4,43

70

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel
Table

3.2.3

Penduduk Sulawesi Tenggara Berumur 15 Tahun Ke Atas menurut Jenis


Kegiatan, 2012-2014
Population 15 Years of Age and Over of Sulawesi Tenggara by Type of
Activity, 2012-2014

[Diolah dari Hasil Suvei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), BPS/Based on National Labor Force Survey, BPS-Statistics
Indonesia]

Jenis Kegiatan
Type of Activity

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

I. Angkatan Kerja
Economically Active
1.1. Bekerja
Working
1.2. Mencari Pekerjaan
Looking for Work

1 016 957

1 014 192

1 085 509

975 879

968 949

1 037 419

41 078

45 243

48 090

493 026

527 285

537 755

93 939

141 124

172 669

326 707

325 915

314 325

72 380

60 246

50 761

III. Penduduk Umur 15 Tahun Ke Atas


Population 15 Years of Age and Over

1 509 983

1 541 477

1 623 264

IV. % Bekerja terhadap Angkatan kerja


% of Working to Economically Active

95,96

95,54

95,57

V. % Angkatan Kerja terhadap


Penduduk 15 Tahun Ke Atas (TPAK)
% of Economically Active to Population 15
Years of Age and Over (LFPR)

67,35

65,79

66,87

II. Bukan Angkatan Kerja


Not Economically Active
2.1. Sekolah
Attending School
2.2. Mengurus Rumahtangga
House Keeping
2.3. Lainnya
Others

71

POPULATION AND LABOUR

Tabel
Table

3.2.4

Penduduk Sulawesi Tenggara Berumur 15 Tahun Ke Atas menurut Jenis


Kegiatan dan Jenis Kelamin 2014
Population 15 Years of Age and Over of Sulawesi Tenggara by Type of
Activity and Sex, 2014

[Diolah dari Hasil Suvei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), BPS/Based on National Labor Force Survey, BPS-Statistics
Indonesia]

Jenis Kegiatan
Type of Activity

Laki-Laki
Male

Perempuan
Female

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

I. Angkatan Kerja
Economically Active
1.1. Bekerja
Working
1.2. Mencari Pekerjaan
Looking for Work

662 845

422 664

1 085 509

635 596

401 823

1 037 419

27 249

20 841

48 090

II. Bukan Angkatan Kerja


Not Economically Active
2.1. Sekolah
Attending School
2.2. Mengurus Rumahtangga
House Keeping
2.3. Lainnya
Others

143 910

393 845

537 755

83 103

89 566

172 669

26 512

287 813

314 325

34 295

16 466

50 761

III. Penduduk Umur 15 Tahun Ke Atas


Population 15 Years of Age and Over

806 755

816 509

1 623 264

IV. % Bekerja terhadap Angkatan kerja


% of Working to Economically Active

95,89

95,07

95,57

V. % Angkatan Kerja terhadap


Penduduk 15 Tahun Ke Atas (TPAK)
% of Economically Active to Population
15 Years of Age and Over (TPAK)

82,16

51,76

66,87

72

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel
Table

3.2.5

Penduduk Sulawesi Tenggara Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja


menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2011-2014
Number of Population 15 Years of Age and Over of Sulawesi Tenggara Who
Worked by Main Industry, 2011-2014

[Diolah dari Hasil Suvei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), BPS/Based on National Labor Force Survey, BPS-Statistics
Indonesia]

Lapangan
Pekerjaan Utama
Main Industry

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

467 200

399 425

402 377

442 178

38 159

31 608

29 818

26 241

51 782

63 469

55 217

53 423

1 901

1 983

2 533

2 646

54 277

62 430

53 269

61 169

169 917

180 974

176 665

193 476

56 418

47 715

47 501

45 597

11 538

11 749

15 711

16 787

175 356

176 526

185 858

195 932

1 026 548

975 879

968 949

1 037 449

1. Pertanian
Agriculture
2. Pertambangan & Penggalian
Mining and Quarrying
3. Industri Pengolahan
Manufacturing Industry
4. Listrik, gas dan Air minum
Elictricity, gasses and drinking water
5. Konstruksi
Construction
6. Perdagangan & Hotel
Trade and Hotels
7. Transportasi/Komunikasi

Transportation/Communication
8. Keuangan
Finance
9. Jasa-jasa
Services

J u m l a h/T o t a l

73

POPULATION AND LABOUR

Tabel
Table

3.2.6

Persentase Penduduk Sulawesi Tenggara Berumur 15 Tahun Ke Atas yang


Bekerja menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2011-2014
Percentage of Population 15 Years of Age and Over of Sulawesi Tenggara
Who Worked by Main Industry, 2011-2014

[Diolah dari Hasil Suvei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), BPS/Based on National Labor Force Survey, BPS-Statistics
Indonesia]

Lapangan
Pekerjaan Utama
Main Industry

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Pertanian
Agriculture
2. Pertambangan & Penggalian
Mining and Quarrying
3. Industri Pengolahan
Manufacturing Industry
4. Listrik, gas dan Air minum
Elictricity, gasses and drinking water
5. Konstruksi
Construction
6. Perdagangan & Hotel
Trade and Hotels
7. Transportasi/Komunikasi
Transportation/Communication
8. Keuangan
Finance
9. Jasa-jasa
Services

J u m l a h/T o t a l

74

45,51

40,93

41,53

42,62

3,72

3,24

3,08

2,53

5,04

6,50

5,70

5,15

0,19

0,20

0,26

0,26

5,29

6,40

5,50

5,90

16,55

18,54

18,23

18,65

5,50

4,89

4,90

4,40

1,12

1,20

1,62

1,62

17,08

18,09

19,18

18,89

100,00

100,00

100,00

100,00

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel
Table

3.2.7

Penduduk Sulawesi Tenggara Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja


menurut Lapangan Usaha dan Jenis Kelamin, 2014
Number of Population 15 Years of Age and Over of Sulawesi Tenggara
Who Worked by Main Industry and Sex, 2014

[Diolah dari Hasil Suvei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), BPS/Based on National Labor Force Survey, BPS-Statistics
Indonesia]

Lapangan
Pekerjaan Utama
Main Industry

Laki-laki
Male

Perempuan
Female

Total
Total

(1)

(3)

(4)

(4)

1. Pertanian
Agriculture
2. Pertambangan & Penggalian
Mining and Quarrying
3. Industri Pengolahan
Manufacturing Industry
4. Listrik, gas dan Air minum
Elictricity, gasses and drinking water
5. Konstruksi
Construction
6. Perdagangan & Hotel
Trade and Hotels
7. Transportasi/Komunikasi
Transportation/Communication
8. Keuangan
Finance
9. Jasa-jasa
Services

J u m l a h/T o t a l

277 695

164 453

442 148

22 157

4 084

26 241

30 888

22 535

53 423

2 456

190

2 646

59 526

1 643

61 169

74 921

118 555

193 476

44 907

690

45 597

11 835

4 952

16 787

111 211

84 721

195 932

635 596

401 823

1 037 419

75

POPULATION AND LABOUR


Penduduk Sulawesi Tenggara Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Mencari PekerTabel
jaan menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin, 2014
3.2.8
Table
Population 15 Years of Age and Over of Sulawesi Tenggara Looking For Work
by Educational Attainment and Sex, 2014
[Diolah dari Hasil Suvei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), BPS/Based on National Labor Force Survey, BPS-Statistics
Indonesia]

Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan


Educational Attainment

Laki-Laki
Male

Perempuan
Female

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Tidak/Belum Tamat SD

1 185

432

1 617

3 432

1 478

4 910

2 961

1 860

4 821

13 529

9 821

23 350

1 849

1 161

3 010

4 293

6 089

10 382

27 249

20 841

48 090

Did Not Complete/Have Not Yet Completed


Primary School
2. Sekolah Dasar
Primary School
3. SLTP
Junior High School
4. SMTA Umum
Senior High School (General)
5. SMTA Kejuruan
Senior High School (Vocational)
6. Diploma / Universitas
Diploma / University

J u m l a h/T o t a l

76

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel
Table

Penduduk Sulawesi Tenggara Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja


menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin, 2014
Population 15 Years of Age and Over of Sulawesi Tenggara Who worked by
Educational Attainment and Sex, 2014

3.2.9

[Diolah dari Hasil Suvei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), BPS/Based on National Labor Force Survey, BPS-Statistics
Indonesia]

Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan


Educational Attainment

Laki-Laki
Male

Perempuan
Female

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Tidak/Belum Tamat SD

102 312

83 503

185 815

160 206

107 448

267 654

114 818

62 977

177 795

150 975

65 559

216 534

35 243

16 738

51 981

72 042

65 598

137 640

635 596

401 823

1 037 419

Did Not Complete/Have Not Yet Completed


Primary School
2. Sekolah Dasar
Primary School
3. SLTP
Junior High School
4. SMTA Umum
Senior High School (General)
5. SMTA Kejuruan
Senior High School (Vocational)
6. Diploma / Universitas
Diploma / University

J u m l a h/T o t a l

77

POPULATION AND LABOUR

Tabel
Table

3.2.10

Tingkat
Pendidikan
Education
Attainment
(1)

SD ke bawah
Elementary
School or
below

Banyaknya Pencari Kerja di Sulawesi Tenggara yang terdaftar dan


ditempatkan menurut pendidikan yang ditamatkan dan jenis kelamin,
2014
Number of Job seeker, by educational attainment and sex in Sulawesi
Tenggara, 2014

Terdaftar
Registered
Laki-laki
Male
(2)

Ditempatkan
Occupied

Laki-laki +
Perempuan Perempuan
Female
Male+Female
(3)

(4)

Laki-laki
Male

Perempuan
Female

Laki-laki + Perempuan
Male+Female

(5)

(6)

(7)

56

61

13

SLTP
Junior High
School

159

43

202

22

31

SLTA ke atas
High School or
above

791

3 675

7 466

1 278

1 249

2 527

4 006

3 723

7 729

1 305

1 266

2 571

Jumlah
Total

Sumber/Source: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Sultra/Manpower and Transmigration Service of Sulawesi
Tenggara Provinsi

78

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel
Table

3.2.11

Banyaknya Pencari Kerja di Sulawesi Tenggara yang Terdaftar,


Ditempatkan dan Dihapuskan menurut Tingkat Pendidikan 2014
Number of Registered Job Vacancies, Fulfilled, and Have Not Been Yet
Fulfilled by education in Sulawesi Tenggara, 2014,

Tingkat
Pendidikan
Educational
Level

Sisa
Tahun
2013
2013
Remain
Year

Terdaftar
Tahun
2014
2014
Registered
Year

(1)

(2)

(3)

DiDiBelum DiJumlah tempatkan hapuskan Tempatkan


Total
2014
2014
2014
Placed
Omitted Have Not
2014
Yet Been
Placed 2014
(4)

(5)

(6)

(7)

1. Sekolah Dasar
Primary School

198

61

259

13

16

230

2. S L T P
Junior High School

263

202

465

31

36

398

3. S M T A
Senior High School

17 101

3 454

20 555

1 507

2 501

16 997

9 604

1 328

10 932

313

705

9 914

20 892

2 646

23 538

705

1 187

21 646

152

38

190

30

158

48 210

7 729

55 939

2 571

4 475

49 343

4. Sarjana Muda
Bachelor of Art
5. S a r j a n a
Bachelor
6. S2
Master Degree

Jumlah/Total

Sumber/Source: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Sultra/Manpower and Transmigration Service of Sulawesi
Tenggara Province

79

POPULATION AND LABOUR


3.3 Transmigrasi
Transmigration

Tabel
Table

3.3.1

Penerimaan Transmigrasi Umum menurut Jenis Transmigrasi, 1998/1999 2014


General Transmigration Revenues by Type of Transmigration, 1998/1999 2014
Umum
Goverment Financed

Tahun
Years

(1)

Trans Swakarsa Mandiri


Self-Financed

Jumlah
Total

Keluarga
Family

Jiwa
Persons

Keluarga
Family

Jiwa
Persons

Keluarga
Family

Jiwa
Persons

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1998/1999

705

2 793

705

2 793

1999/2000

700

3 222

700

3 222

2000

500

1 948

500

1 948

2001

790

3 344

790

3 344

2002

650

2 712

550

2 526

1 200

5 238

2003

300

1 323

3 635

8 333

3 935

9 656

2004

600

2 389

167

668

767

3 057

2005

350

1 411

350

1 411

2006

250

966

130

479

380

1 445

2007

430

1 718

50

150

480

1 868

2008

250

938

100

493

350

1 431

2009

98

389

130

530

228

919

2010

442

1 755

158

638

600

2 393

2011

748

2 957

86

317

834

3 274

2012

665

2 535

19

670

2 554

2013

367

1 432

40

140

407

1 572

2014

261

1 041

261

1 041

Sumber/Source: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Sultra/Manpower and Transmigration Service of Sulawesi
Tenggara Provinsi

80

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel
Table

3.3.2

Penerimaan Transmigrasi Umum menurut Daerah Asal, 2000 - 2014


General Admission Transmigration by Region of Origin, 2000 - 2014

Tahun
Years

Satuan
Unit

Jawa
Barat
West
Java

(1)

(2)

(3)

2000

Keluarga/Family

45
173
50
192
25
108
68
249
50
197
75
325
67
252
43
163
15
45

Jiwa/Persons

2001

Keluarga/Family

2002

Keluarga/Family

2003

Keluarga/Family

2004

Keluarga/Family

2005

Keluarga/Family

2006

Keluarga/Family

2007

Keluarga/Family

Jiwa/Persons
Jiwa/Persons
Jiwa/Persons

Jiwa/Persons
Jiwa/Persons
Jiwa/Persons

Jiwa/Persons

2008

Keluarga/Family
Jiwa/Persons

2009

Keluarga/Family
Jiwa/Persons

2010

Keluarga/Family

2011

Keluarga/Family

2012

Keluarga/Family

2013

Keluarga/Family

2014

Keluarga/Family

Jiwa/Persons
Jiwa/Persons

Jiwa/Persons

Jiwa/Persons
Jiwa/Persons

Jawa
Tengah
Central
Java

DIY

Jawa
Timur
East Java

Bali

(4)

(5)

(6)

(7)

45
168
50
191
0
0
15
56
17
58
38
155
32
128
22
77

14
38
25
82
25
86
44
157
33
98
10
35
25
83

95
331
50
171
50
176
45
163
25
90
72
231
74
265
99
297
103
309
27
83

25
77
50
183
50
185
25
100
50
180
50
184
35
140
10
40

Lampung Banten
(8)

5
19

(9)

15
61

81

POPULATION AND LABOUR


Lanjutan Tabel
Continued Table

3.3.2

Tahun
Years

Satuan
Unit

NTB

Dili

DKI

APPDT /TPS

Jumlah
Total

(1)

(2)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

2000

Keluarga/Family

Jiwa/Persons

2001

Keluarga/Family

2002

Keluarga/Family

2003

Keluarga/Family

Jiwa/Persons
Jiwa/Persons
Jiwa/Persons

2004

Keluarga/Family
Jiwa/Persons

2005

Keluarga/Family
Jiwa/Persons

2006

Keluarga/Family
Jiwa/Persons

2007

Keluarga/Family
Jiwa/Persons

2008

Keluarga/Family
Jiwa/Persons

2009

Keluarga/Family
Jiwa/Persons

2010

Keluarga/Family
Jiwa/Persons

2011

Keluarga/Family
Jiwa/Persons

2012

Keluarga/Family
Jiwa/Persons

2013

Keluarga/Family

2014

Keluarga/Family

Jiwa/Persons
Jiwa/Persons

26
93
0
0
25
91
50
176
0
0
15
68
10
41

0
0
17
60
0
0
0
0
0
0
0
0

23
105
17
60
37
114
0
0
0
0
0
0

500
2 325
790
3 344
650
2 712
300
1 323
401
1 679
175
775
125
519
252
1 067
132
512
50
199
311
1 414
448
1 913
0
0
227
955
132
592

Sumber/Source: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Sultra/Manpower and Transmigration Service of Sulawesi
Tenggara Province
Catatan/Note : APPDT = Alokasi Penempatan Pemukiman Daerah Transmigrasi /Allocation of Transmigration Region
Placement

82

500
2 325
790
3 344
650
2 712
300
1 323
600
2 389
350
1 411
250
966
430
1 718
250
938
136
559
542
2 233
778
3 134
266
380
398
1 530
261
1 041

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel
Table

3.3.3

Penerimaan Transmigrasi Umum menurut Daerah Penempatan, 2000 - 2014


General Admission of Transmigration by Placement Region, 2000 - 2014

Daerah Penempatan
Placement Region

Tahun
Years

Satuan
Unit

Buton

Muna

Konawe

Kolaka

Kota
Kendari

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

2000

Keluarga/Family

2001

Jiwa/Persons
Keluarga/Family

2002

Jiwa/Persons
Keluarga/Family

2003

Jiwa/Persons
Keluarga/Family

2004

Jiwa/Persons
Keluarga/Family

2005

Jiwa/Persons
Keluarga/Family

2006

Jiwa/Persons
Keluarga/Family

2007

Jiwa/Persons
Keluarga/Family

2008

Jiwa/Persons
Keluarga/Family

2009

Jiwa/Persons
Keluarga/Family

2010

Jiwa/Persons
Keluarga/Family

2011

Jiwa/Persons
Keluarga/Family

2012

Jiwa/Persons
Keluarga/Family

2013

Jiwa/Persons
Keluarga/Family

2014

Keluarga/Family

Jiwa/Persons
Jiwa/Persons

250
1 388
210
1 146
200
802
0
0
100
454
-

100
374
100
367
150
665
300
1 323
250
970
100
396
150
659
300
1 222
106
426
50
221
-

113
415
140
558
100
418
0
0
150
561
150
563
48
194
100
375
-

250
918
150
601
25
85

50
226
0
0
50
190
-

Sumber/Source: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Sultra/Manpower and Transmigration Service of Sulawesi
Tenggara Province

83

POPULATION AND LABOUR


Lanjutan Tabel
Continued Table

3.3.3

Tahun
Years

Satuan
Unit

(1)

(2)

2000

Konawe
Selatan
(8)

Daerah Penempatan
Placement Region
Bombana
Konawe
Utara
(9)

(10)

Buton
Utara
(11)

Jumlah
Total
(12)

463
Keluarga/Family
2 177
Jiwa/Persons
700
2001
Keluarga/Family
2 989
Jiwa/Persons
650
2002
Keluarga/Family
2 712
Jiwa/Persons
300
2003
Keluarga/Family
1 323
Jiwa/Persons
350
2004
Keluarga/Family
1 424
Jiwa/Persons
125
225
2005
Keluarga/Family
550
946
Jiwa/Persons
150
100
250
2006
Keluarga/Family
571
395
966
Jiwa/Persons
350
2007
Keluarga/Family
1 410
Jiwa/Persons
100
250
2008
Keluarga/Family
375
938
Jiwa/Persons
50
98
2009
Keluarga/Family
195
389
Jiwa/Persons
200
100
600
2010
Keluarga/Family
780
391
2 393
Jiwa/Persons
300
144
650
2011
Keluarga/Family
672
2 657
Jiwa/Persons 1184
2012
Keluarga/Family
Jiwa/Persons
2013
Keluarga/Family
117
100
100
367
455
380
376
1 432
Jiwa/Persons
2014
Keluarga/Family
72
89
75
261
286
366
304
1 041
Jiwa/Persons
Sumber/Source: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Sultra/Manpower and Transmigration Service of Sulawesi
Tenggara Province

84

PENDUDUK DAN TENAGA KERJA

Tabel
Table

Penerimaan Transmigrasi Swakarsa menurut Daerah Penempatan,


2000 - 2014
General Transmigration Revenues by Placement Region, 2000 - 2014

3.3.4

Daerah Penempatan
Placement Region
Tahun
Years

Satuan
Unit

Buton

Muna

Konawe

Kolaka

(5)

(6)

(1)

(2)

(3)

(4)

2000

KK
Jiwa
KK
Jiwa
KK
Jiwa
KK
Jiwa
KK
Jiwa
KK
Jiwa
KK
Jiwa
KK
Jiwa
KK
Jiwa
KK
Jiwa
KK
Jiwa
KK
Jiwa
KK
Jiwa
KK
Jiwa
KK
Jiwa

0
0
0
0
300
1 515
450
1 924
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
250
1 011
286
1 178
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
66
257
158
638
78
285
5
19
40
140
0
0

2001

2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
100
493
64
237
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Bau-Bau
(7)

0
0
0
0
0
0
0
0
167
668
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Jumlah
Total

(8)

0
0
0
0
550
2 526
736
3 102
167
668
0
0
0
0
0
0
100
493
130
494
158
638
78
285
5
19
40
140
0
0

Sumber/Source: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Sultra/Manpower and Transmigration Service of Sulawesi
Tenggara Province

85

POPULATION AND LABOUR

Tabel
Table

3.3.5

Penerimaan Transmigrasi menurut Jenis Transmigrasi , 2000-2014


Transmigration Admission by Type of Transmigration, 2000 - 2014

TUNPS
Tahun
Years

(1)

SPONTAN/
Spontaneous

TUPS

Jumlah
Total

Keluarga/
Family

Jiwa/
Person

Keluarga/
Family

Jiwa/
Person

Keluarga/
Family

Jiwa/
Person

Keluarga/
Family

Jiwa/
Person

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

2000

500

2 325

500

2 325

2001

720

2 999

720

2 999

2002

1 200

5 238

1 200

5 238

2003

1 133

4 858

1 133

4 858

2004

767

3 067

767

3 067

2005

350

1 411

350

1 411

2006

380

1 445

380

1 445

2007

430

1 868

430

1 868

2008

350

1 431

350

1 431

2009

230

934

230

934

2010

600

2 393

600

2 393

2011

828

3 315

828

3 315

2012

670

2 554-

670

2 554

2013

367

1 432

367

1 432

2014

261

1 041

261

1 041

Sumber/Source: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Sultra/Manpower and Transmigration Service of Sulawesi
Tenggara Province

86

BAB

SOSIAL
SOCIAL

SOSIAL
PENJELASAN TEKNIS

TECHNICAL NOTES

Dalam pelaksanaan pembangunan sosial,


pemerintah telah mengupayakan berbagai
usaha
guna
terciptanya
kesejahteraan
masyarakat di bidang sosial yang lebih baik.
Usaha tersebut meliputi kegiatan di bidang
pendidikan, agama, kesehatan, keluarga
berencana,
keamanan,
dan
ketertiban
masyarakat, serta urusan sosial lainnya.

In order to improve the common


social welfare, the local government has
been supporting social activities that include education, religion, health, family
planning, security and public order, and
other social affairs.

4.1. Pendidikan
Sasaran
pembangunan
pendidikan
dititikberatkan pada peningkatan mutu dan
perluasan kesempatan belajar di semua
jenjang pendidikan, dimulai dari kegiatan
prasekolah (Taman Kanak-Kanak) sampai
dengan Perguruan Tinggi. Upaya peningkatan
mutu pendidikan yang ingin dicapai tersebut
dimaksudkan untuk menghasilkan manusia
berkualitas. Sedangkan perluasan kesempatan
belajar dimaksud agar penduduk usia sekolah
yang setiap tahun mengalami peningkatan
sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk
dapat memperoleh kesempatan belajar yang
seluas-luasnya.
Pelaksanaan pembangunan pendidikan di
Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan dari
tahun ke tahun. Indikator yang dapat mengukur
tingkat
perkembangan
pembangunan
pendidikan di Sulawesi Tenggara seperti Jumlah
sekolah dan guru, perkembangan berbagai rasio
dan sebagainya.

4.1. Education
Education development targets focused on improving quality and expanding
the learning opportunities at all education
levels. Improving the quality of education
aimed at improving the quality of human
resources (from kindergarten to university).
While the expansion of learning opportunities, aimed to make every school-age population had a full opportunity to learn.

1.

Tidak/belum
pernah
sekolah
didefinikasikan sebagai mereka yang tidak
pernah atau belum pernah terdaftar dan
tidak pernah atau belum pernah aktif
mengikuti pendidikan di suatu jenjang
pendidikan formal maupun nonformal
(paket A/B/C) termasuk juga yang tamat/
belum tamat taman kanak-kanak tetapi
tidak melanjutkan ke sekolah dasar.

From year to year, educational development in Sulawesi Tenggara has been


increasing. An increase in the implementation of education development in Sulawesi
Tenggara. The improvement, was measured by several variables such as number of
schools, teachers, changes in various specific ratios, etc.
1. Not/never attending school is defined
as someone who has never attended
or never been registered in a formal
education, such as primary, secondary
and tertiary education. Those who just
completed kindergarten are considered as never attended school.

89

SOCIAL
2.

Masih bersekolah didefinikasikan sebagai


mereka yang terdaftar dan aktif
mengikuti pendidikan di suatu jenjang
pendidikan formal maupun nonformal
(paket A/B/C) yang berada di bawah
pengawasan Kemendikbud, Kementrian
Agama (Kemenag), Instansi negeri lain
maupun instansi swasta, baik pendidikan
dasar, menengah maupun pendidikan
tinggi. Bagi mahasiswa yang sedang cuti
dianggap masih bersekolah.

2.

Attending school is defined as someone who is currently attending primary, secondary or tertiary education.

3.

Tidak bersekolah lagi didefinikasikan


sebagai mereka yang pernah terdaftar
dan aktif mengikuti pendidikan di suatu
jenjang pendidikan formal maupun nonformal, tetapi pada saat pencacahan tidak
lagi terdaftar dan tidak aktif mengikuti
pendidikan.

3.

Not attending school anymore is defined as someone who is not currently


attending school (formal and nonformal education).

4.

Tamat sekolah didefinikasikan sebagai


menyelesaikan pelajaran yang ditandai
dengan lulus ujian akhir pada kelas atau
tingkat terakhir suatu jenjang pendidikan
formal maupun nonformal (paket A/B/C)
di sekolah negeri maupun swasta dengan
mendapatkan tanda tamat belajar/ijazah.
Seseorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi tetapi telah
mengikuti ujian akhir dan lulus dianggap
tamat sekolah.

4.

Completed particular level of education is someone who has completed


particular level of education in private
or public school by owning certificate.

5.

Dapat membaca dan menulis artinya


dapat membaca dan menulis kata-kata/
kalimat sederhana dengan suatu aksara
tertentu.

5.

Able to read and write is the ability to


read and write at least a simple
sentence.

6.

Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang dimulai dari pendidikan dasar,
menengah, dan tinggi. Pendidikan yang
dicatat adalah pendidikan formal berdasar kurikulum Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan, termasuk pendidikan

6.

School is an education institution


starting from primary, secondary and
tertiary education. The education data
recorded in the survey covering data
on formal education based on the
curriculum set up by Ministry of Edu-

90

SOSIAL
yang diselenggarakan oleh pondok pesantren dengan memakai kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah
Aliyah (MA). Pondok pesantren/madrasah
diniyah adalah sekolah yang tidak memakai kurikulum dari Kementerian Pendidikan Nasional.

cation and Culture including education carried out by Muslim Boarding


School (Pondok Pesantren) implementing the Ministry of National Education curriculum, such as Madrasah
Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah
(MTs), and Madrasah Aliyah (MA).
Pondok pesantren/madrasah diniyah
(Islamic
boarding
school/Islamic
school) is school which does not implement curriculum from the Ministry of
National Education.

7.

Madrasah Ibtidaiyah adalah lembaga


pendidikan berciri khas Islam pada jenjang Sekolah Dasar. Madrasah Tsanawiyah adalah lembaga pendidikan berciri
khas Islam pada jenjang Sekolah Menengah Pertama, Madrasah Aliyah adalah
lembaga pendidikan berciri khas Islam
pada jenjang Sekolah Menengah Atas
(SMA).

7.

Madrasah Ibtidaiyah is Islamic school


at primary education. Madrasah Tsanawiyah is Islamic school at lower secondary education and Madrasah Aliyah is Islamic School at higher secondary education (SMA).

8.

Angka
Partisipasi
Kasar
(APK)
didefinikasikan sebagai Proporsi anak
sekolah pada suatu jenjang tertentu terhadap penduduk pada kelompok usia
tertentu. Sejak tahun 2007 Pendidikan
Non Formal (Paket A, Paket B, dan Paket
C) turut diperhitungkan. Angka ini
menunjukkan
tingkat
partisipasi
penduduk secara umum pada suatu tingkat pendidikan. APK yang tinggi menunjukkan tingginya tingkat partisipasi
sekolah, tanpa memperhatikan ketepatan
usia sekolah pada jenjang pendidikannya.
Jika nilai APK mendekati atau lebih dari
100 persen menunjukkan bahwa ada
penduduk
yang
sekolah
belum
mencukupi umur dan atau melebihi umur
yang seharusnya. Hal ini juga dapat

8.

Gross Enrollment Ratio (GER) is defined as the proportion of school children at a certain level of the population in certain age groups. Since 2007
the Non-Formal Education (Package A,
Package B and Package C) were taken
into account. This figure shows the
level of participation of the general
population at a level of education.
APK high indicating a high level of
school participation, regardless of the
accuracy of school age in education
levels. If the value of GER is close to or
more than 100 percent indicates that
there has not been sufficient population of school age and or exceed the
age should be. It can also indicate that

91

SOCIAL
the region is able to accommodate
school-age population over the actual
target.

menunjukkan bahwa wilayah tersebut


mampu menampung penduduk usia
sekolah lebih dari target
yang
sesungguhnya.
9.

Angka
Partisipasi
Murni
(APM)
didefinikasikan
sebagai
Proporsi
penduduk pada kelompok umur jenjang
pendidikan tertentu yang masih bersekolah terhadap penduduk pada kelompok umur tersebut. Sejak tahun 2007,
Pendidikan Non Formal (Paket A, Paket B,
dan Paket C) turut diperhitungkan. APM
menunjukkan seberapa banyak penduduk
usia sekolah yang sudah dapat memanfaatkan fasilitas pendidikan sesuai
pada jenjang pendidikannya. Jika APM =
100, berarti seluruh anak usia sekolah
dapat bersekolah tepat waktu.

9.

Net enrollment ratio (NER) is defined


as the proportion of the population in
the age group specific educational
levels that are still in school to the
population in that age group. Since
2007, the Non-Formal Education
(Package A, Package B and Package C)
were taken into account. NER indicates how many school-age population are already able to take advantage of educational facilities according to education levels. If NER =
100, mean all school age children
attend school on time.

10. Angka
Partisipasi
Sekolah
(APS)
didefinikasikan sebagai Proporsi dari
semua anak yang masih sekolah pada
suatu kelompok umur tertentu terhadap
penduduk dengan kelompok umur yang
sesuai. Sejak Tahun 2009, Pendidikan Non
Formal (Paket A, Paket B, dan Paket C)
turut diperhitungkan. APS yang tinggi
menunjukkan terbukanya peluang yang
lebih besar dalam mengakses pendidikan
secara umum. Pada kelompok umur mana peluang tersebut terjadi dapat dilihat
dari besarnya APS pada setiap kelompok
umur.

10. School Enrollment Ratio (SER) is defined as the proportion of all children
who were in school at a certain age
group of the population with the appropriate age groups. Since 2009, the
Non-Formal Education (Package A,
Package B and Package C) were taken
into account. SER high representing an
opportunity for greater access to education in general. In the age group
where such opportunities occur can be
seen from the SER in each age group.

11. Angka Melek Huruf didefinikasikan


sebagai Proporsi penduduk usia 10 tahun
ke atas yang mempunyai kemampuan

11. Literacy Rate is defined as the proportion of the population aged 10 years
and over who have the ability to read

92

SOSIAL
membaca dan menulis huruf latin dan
huruf lainnya, tanpa harus mengerti apa
yang di baca/ditulisnya terhadap
penduduk usia 10 tahun ke atas.

and write Latin and other letters,


without having to understand what is
read / written to the population aged
10 years and above.

12. Angka Buta Huruf didefinikasikan sebagai


Proporsi penduduk usia 10 tahun ke atas
yang tidak mempunyai kemampuan
membaca dan menulis huruf latin dan
huruf lainnya terhadap penduduk usia 10
tahun ke atas.

12. Illiteracy Rate is defined as a proportion of the population aged 10 years


and over who do not have the ability
to read and write Latin and other
letters of the population aged 10 years
and above.

4.2 Kesehatan dan Keluarga Berencana


Pembangunan kesehatan di Sulawesi
Tenggara dititikberatkan pada peningkatan
mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
Demikian pula pelaksanaan Program Nasional
Keluarga Berencana bertujuan menurunkan
dan mengendalikan pertumbuhan penduduk
dan membudayakan suatu norma yang dikenal
dengan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan
Sejahtera (NKKBS).

4.2 Health and Family Planning


Health development in Sulawesi
Tenggara was emphasized on improving
the quality of public health services. Similarly, the implementation of the National
Family Planning Program aimed at reducing and controlling population growth, and
cultivating a norm which is known as Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera
(the norm of happy and prosperous small
family).
Since 1993, to achieve these development goals, the local government has been
intensifying the development of facilities
and infrastructure of health services and
family planning to remote rural areas.

Untuk mencapai sasaran pembangunan,


baik di bidang kesehatan maupun di bidang
program keluarga berencana tersebut, maka
sejak tahun 1993 pemerintah daerah telah
menggiatkan
pelaksanaan
pembangunan
sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dan
keluarga berencana sampai ke pelosok
pedesaan.
Pembangunan
keluarga
berencana
mengutamakan penyediaan prasarana dan
sarana pelayanan
keluarga berencana,
Pengendali Program Lapangan Keluarga
Berencana (PPLKB), dan Penyuluh Keluarga
Berencana (PKB).
Penyediaan sarana dan prasarana
pelayanan keluarga berencana yang tersebar di
12 kabupaten/kota, diharapkan berpengaruh

Development priority of family planning is availability of facilities and infrastructure of family planning services, Field Program Controller of Family Planning, and
Family Planning Counselor.
The facilities and infrastructures of
family planning services supply, which distributed in 12 Regencys/ cities, were ex-

93

SOCIAL
langsung terhadap perkembangan kegiatan KB.

pected to bring positive impact to the progress of family planning activity.

13. Rumah Sakit adalah tempat pemeriksaan


dan perawatan kesehatan, biasanya
berada di bawah pengawasan dokter/
tenaga medis, termasuk rumah sakit
khusus seperti rumah sakit perawatan
paru paru, dan RS jantung.

13. Hospital is a place for health check,


usually controlled/supervised by doctors/medical personnel. Including in
this category are special hospitals such
Lung Hospital and Coronary Hospital.

14. Rumah Sakit Bersalin/Rumah Bersalin


adalah rumah sakit yang dilengkapi
dengan fasilitas untuk melahirkan,
pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu
dan anak serta berada di bawah
pengawasan dokter atau bidan senior.

14 Maternal Hospital/Maternal Health


Care Centre is a hospital completed
with health facilities for birth delivery,
pregnancy check and consultation,
and post-natal check, under the supervision of doctor or senior midwives.

15. Poliklinik adalah tempat pemeriksaan


kesehatan, biasanya tanpa fasilitas
perawatan menginap, berada di bawah
pengawasan dokter/tenaga medis, tidak
termasuk klinik yang terdapat di
puskesmas/rumah sakit. Poliklinik yang
karena satu dan lain hal menyediakan
tempat perawatan menginap, tetap
digolongkan ke dalam poliklinik (bukan
rumah sakit).

15. Polyclinic is a place for health check


and consultation usually under the
control of doctor/medical personnel
without in-patient facilities, excluding
clinic located in the public health centre (Puskesmas)/hospital. In the case
of polyclinic that provides in-patient
facilities due to a special reason, it
remains to be classified as a polyclinic
(not hospital).

16. Puskesmas
(Pusat
Kesehatan
Masyarakat) adalah unit pelayanan
kesehatan milik pemerintah yang
bertanggung jawab terhadap pelayanan
kesehatan masyarakat untuk wilayah
kecamatan, sebagian kecamatan, atau
kelurahan (misal di DKI Jakarta). Tim
Puskesmas
sesuai
jadwal
dapat
melakukan kegiatan Puskesmas Keliling
ke tempat tempat tertentu dalam wilayah
kerjanya, untuk mendekatkan pelayanan
dengan masyarakat.

16. Public Health Centre (PHC) is a health


centre provided by the government
that is responsible for the delivery of
health services to the community at
the sub-Regency level, part of
subRegency or villages (e.g. in DKI
Jakarta). Officials in the PHC as
scheduled can provide health services
in their working areas in the effort
of closing their services to the
community through Mobile PHC
program.

94

SOSIAL
17. Puskesmas Pembantu (Pustu) yaitu unit
pelayanan kesehatan masyarakat yang
membantu kegiatan Puskesmas di
sebagian dari wilayah kerja. Pada
beberapa daerah balai pengobatan telah
berubah fungsi menjadi Pustu walaupun
papan nama masih tertulis balai
pengobatan.

17. Subsidiary Public Health Centre is a


health facility that assists the Public
Health Centre in its part of working
area. In several regions, health check
points (Balai Pengobatan) has changes
their status into Subsidiary Public
health Centre, although their sign
written in the board remains unchanged.

18. Apotik adalah tempat penjualan obat


yang mempunyai izin operasi dari
Departemen Kesehatan, u.p. Ditjen POM,
di bawah pengawasan apoteker.

18. Pharmacy is a place of selling medicines having permit operation from


the Department of Health, through
Directorate General for Food and
Medicine Supervision, under the control of pharmacist.

19. Imunisasi adalah memasukkan kuman


atau racun penyakit tertentu yang sudah
dilemahkan (vaksin) ke dalam tubuh
dengan cara disuntik atau diminum
(diteteskan dalam mulut) dengan maksud
agar terjadi kekebalan tubuh terhadap
penyakit tersebut.

19. Immunization is putting enervated


microbe of a certain disease into human body by injection or drinking
(dropping into mouth) to make the
body immune to that disease.

20.

Keluhan kesehatan didefinikasikan


sebagai
keadaan seseorang
yang
mengalami gangguan kesehatan atau
kejiwaan, baik karena penyakit akut,
penyakit kronis, kecelakaan, kriminal atau
hal lain.

20. Health Complaint is defined as a condition where a person has health or


mental problems because of acute
illness, chronically illness, accident,
crimes, or others.

21. Mengobati
sendiri
didefinikasikan
sebagai upaya oleh art/keluarga dengan
melakukan pengobatan sendiri tanpa
datang ke tempat fasilitas kesehatan atau
memanggil dokter/petugas kesehatan ke
rumahnya (misal minum obat modern,
jamu, kerokan, kompres, kop, pijat) agar
sembuh atau menjadi lebih ringan
keluhan kesehatannya.

21. Self Treatment is defined as an effort


of household members/ family to have
a health treatment by themselves
without visiting health facilities or a
doctor/ health personnel (for instance,
by taking modern medicine, herb medicine, chief with a coin,compress, cupping suction, massage) in order to
recover from illness or reduce the
health complaint.

95

SOCIAL
4.3. Peradilan
Keamanan
dan
ketertiban
merupakan salah satu kebutuhan yang
selalu didambakan oleh masyarakat, baik
dalam kehidupan beragama maupun
dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk
itu pemerintah dan masyarakat selalu
mengupayakan berbagai usaha guna
terciptanya kehidupan yang aman dan
tertib.

4.3 Judiciary
Security and order were the
needs of every one, in every facet of
life. Therefore, the government and
the whole community are always looking for great efforts to create a safe
and orderly life.

22. Peristiwa Tindak Pidana yang Dilaporkan


Peristiwa yang dilaporkan ialah setiap
peristiwa yang diterima kepolisian dari
laporan masyarakat, atau peristiwa
dimana pelakunya tertangkap tangan
oleh kepolisian.

22. Reported Crime Incidence Reported


Crime Incidence includes all criminal
cases reported and received by police
office, and all crimes caught by police.

23. Jumlah Tindak Pidana menggambarkan


jumlah kasus tindak pidana yang terjadi
pada kurun waktu tertentu;

23. Crime Total refers to the number of


criminal cases occurring during a given
period;

4.4. A g a m a
Pembangunan di bidang agama dan
kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa diarahkan untuk menciptakan
keselarasan hubungan antar manusia
dengan manusia, manusia dengan
penciptanya
serta
dengan
alam
sekitarnya. Indikator pembangunan bidang
agama,
digambarkan
dengan
pembangunan
sarana
peribadatan,
pembinaan umat beragama, dan berbagai
kegiatan keagamaan di Sulawesi Tenggara.

4.4 Religion
Development of religious and
belief in "The Only God" is directed to
harmonization of human relationship,
relation of human with God and their
environment. Religious development
indicators are presented by the
construction of places of worship,
guidance to religious communities
and religious activities in Sulawesi
Tenggara.

4.5. Sosial Lainnya


Pada bagian akhir bab ini disajikan
beberapa indikator penting pembangunan
sosial lainnya di Sulawesi Tenggara seperti
urusan keterbelakangan, keterlantaran,
dan bencana alam.

4.5 Other Social Affairs


At the end of this chapter, several other important indicators of social
development in Sulawesi Tenggara
are presented, such as retardation,
waif, and natural disasters.

96

SOSIAL

356 847

348 734

400 000

353 587

4.1

Jumlah Murid Menurut Jenjang Pendidikan Tahun Ajaran


2011/2012 - 2014/2015
Number of Student by educational level, Education Year 2011/2012 2014/2015
350 672

Gambar
Figure

350 000

300 000

250 000

103 897

98 567

96 249

27 571

51 522

38 284

50 000

41 857

100 000

92 594

121 125

119 937

150 000

119 255

118 408

200 000

TK/Kindergarten

SD/Elementary School

2011/2012
Sumber/Source:

2012/2013

SMTP/Junior High
School

2013/2014

SMTA/Senior High
School

2014/2015

Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten/Kota/ Education and Culture Service in


the Regency/City Level

97

SOCIAL

Gambar
4.2
Figure

Angka Buta Huruf Penduduk Usia 10 Tahun ke atas Menurut Kabupaten/


Kota 2010-2014 (%)
Illiteracy Rate Population Age 10 Above by Regency/City 2010-2014 (%)

12

10
9,36

9,69

Sulawesi Tenggara
5,24

6
5,68
4,96
4

4,92

4,23

4,88
4,37
3,44

3,85

3,51

1,11
0

Sumber/Source: Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Tenggara / Health Service of Sulawesi Tenggara Province

98

SOSIAL

Gambar
Figure

Persentase Peserta KB Aktif menurut Jenis Alat KB yang digunakan 2014


Percentage of actively Family Planning User by Type of Methode 2014

4.3

IUD/IUD
2,90%

MOW/Tubectomy
2,16%

MOP/Vasectomy
0,50%
Kondom/Condom
5,91%

Pil/Pills
35,62%
Implant/Implant
14,03%

Suntikan/Injection
38,88%

Sumber/Source:

Kanwil BKKBN Prov. Sultra/National Family Planning Coordinating

Board of Sulawesi Tenggara Province

99

SOCIAL

Gambar
Figure

4.4

Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang Telah Diajukan ke Sidang Pengadilan menurut Jenis Kelamin, 2010-2014
Number of Defendants Brought in The Court of Law by Sex, 2010-2014

129

110

85

83
70

33
25
2
2010

2011
Laki-Laki/M a l e

Sumber/Source:

100

21

9
2012

2013

Perempuan/Female

Polda Prov. Sultra/Regional Police of Sulawesi Tenggara Province

2014

SOSIAL
4.1 Pendidikan
Education

Tabel
Table

Sekolah, Guru dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan Dilingkungan


Kementrian Pendidikan Nasional 2011/2012 - 2014/2015
Number of Schools, Teachers and Students Under The Ministry of National Education by Educational Level 2011/2012 - 2014/2015

4.1.1

Rata-rata
Average
Guru Per Murid Per Murid Per
Sekolah
Sekolah
Guru

Tingkat
Pendidikan
Educational
Level

Sekolah
School

Guru*)
Teacher

Murid
Student

(1)

(2)

(3)

(4)

1. T K/Kindergarten
2011/2012
2012/2013
2013/2014
2014/2015

1 127
1 271
1 381
1 448

4 854
5 601
5 625
5 808

41 857
51 522
38 284
27 571

4,31
4,41
4,07
4,01

37,14
40,54
27,72
19,04

8,62
9,20
6,81
4,75

2. S D/Elementary School
2011/2012
2012/2013
2013/2014
2014/2015

2 239
2 268
2 295
2 275

26 818
26 653
30 232
21 902

348 734
350 672
353 587
356 847

11,98
11,75
13,17
9,63

155,75
154,62
154,07
156,86

13,00
13,16
11,70
16,29

3. S M T P/Junior High School


2011/2012
2012/2013
2013/2014
2014/2015

637
669
653
673

11 062
12 025
11 475
9 920

118 408
119 255
119 937
121 125

17,37
17,97
17,57
14,74

185,88
178,26
183,67
179,98

10,70
9,92
10,45
12,21

5. S M T A/Senior High School **)


2011/2012
2012/2013
2013/2014
2014/2015

305
348
367
357

8 467
9 832
9 815
9 213

92 594
98 567
96 249
103 897

27,76
28,25
26,74
25,81

303,59
283,24
262,26
291,03

10,94
10,03
9,81
11,28

Teacher Per Student Per Student Per


School
School
Teacher
(5)

(6)

(7)

Sumber/Source:

Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten/Kota/ Education and Culture Service in the Regency/City Level

Catatan/Note :

*) Termasuk Guru Tidak Tetap/Including Temporary Teachers


**) Termasuk SMK/Including Vacational High School

101

SOCIAL
Tabel
Table

4.1.2

Jumlah Sekolah, Guru dan Murid menurut Tingkat Pendidikan Di Bawah


Kementrian Pendidikan Nasional 2014
Number of Schools, Teachers and Students by Educational Level Under The
Ministry of National Education, 2014
Rata-rata

Tingkat
Pendidikan
Educational
Level

Sekolah
School

(1)

(2)

Guru*)
Teacher

Average
Guru Per Murid Per Murid Per
Sekolah
Sekolah
Guru

Murid
Student

Teacher Per Student Student Per


School Per School Teacher
(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. T K
Kindergarten

1 448

5 808

27 571

4,01

19,04

4,75

2. S D
Elementary School

2 275

21 902

356 847

9,63

156,86

16,29

3. S M T P
Junior High School

673

9 920

121 125

14,74

179,98

12,21

4. S M U/ S M K
Senior High School
Vocational High
School

357

9 213

103 897

25,81

291,03

11,28

Sumber/Source:

Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten/Kota/ Education and Culture Service in the Regency/
City Level

Catatan/Note : *) Termasuk Guru Tidak Tetap /Including Temporary Teachers

102

SOSIAL
Tabel
Table

4.1.3

Jumlah Sekolah, Guru dan Murid TK Dilingkungan Kementrian Pendidikan


Nasional menurut Kabupaten/Kota 2014
Number of Schools, Teachers and Students in Kindergartens Under The
Ministry of National Education by Regency/City 2014
Rata-rata
Average

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Sekolah
School

(2)

Guru
Teacher

Murid
Student

*)

(3)

(4)

Guru Per

Murid Per

Murid Per

Sekolah

Sekolah

Guru

Teacher Per
School

Student Per
School

Student Per
Teacher

(5)

(6)

(7)

1. Buton

196

693

2 523

3,54

12,87

3,64

2. Muna

161

671

4 379

4,17

27,20

6,53

3. Konawe

167

729

4 648

4,37

27,83

6,38

4. Kolaka

197

765

1 306

3,88

6,63

1,71

5. Konawe Selatan

118

434

4 043

3,68

34,26

9,32

6. Bombana

124

462

2 237

3,73

18,04

4,84

7. Wakatobi

87

359

2 360

4,13

27,13

6,57

8. Kolaka Utara

114

416

344

3,65

3,02

0,83

9. Buton Utara

63

190

780

3,02

12,38

4,11

10. Konawe Utara

57

73

442

1,28

7,75

6,05

11. Kolaka Timur

12. Konawe Kep.

13. Kota Kendari

78

579

3 132

7,42

40,15

5,41

14. Kota Bau-Bau

88

437

1 377

4,97

15,65

3,15

1 450

5 808

27 571

4,01

19,01

4,75

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten/Kota/National Education Service in the Regency/City Level

103

SOCIAL
Tabel
Table

4.1.4

Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Tingkat SD di Lingkungan Kementrian


Pendidikan Nasional menurut Kabupaten/Kota 2014
Number of Schools, Teachers and Students in Elementary School under the
National Education Service by Regency/City, 2014
Rata-rata
Average

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Sekolah
School

(2)

Guru
Teacher
*)

(3)

Murid
Student

(4)

Guru Per

Murid Per

Sekolah

Sekolah

Murid Per
Guru

Teacher Per
School

Student Per
School

Student Per
Teacher

(5)

(6)

(7)

1. Buton

271

2 390

49 588

8,82

182,98

20,75

2. Muna

305

3 002

45 113

9,84

147,91

15,03

3. Konawe

268

2 429

34 400

9,06

128,36

14,16

4. Kolaka

181

2 235

37 129

12,35

205,13

16,61

5. Konawe Selatan

328

2 457

40 170

7,49

122,47

16,35

6. Bombana

157

1 395

20 891

8,89

133,06

14,98

7. Wakatobi

110

1 068

14 350

9,71

130,45

13,44

8. Kolaka Utara

99

1 004

16 668

10,14

168,36

16,60

9. Buton Utara

73

591

9 819

8,10

134,51

16,61

10. Konawe Utara

101

684

9 665

6,77

95,69

14,13

11. Kolaka Timur

140

1 173

15 665

8,38

111,89

13,35

12. Konawe Kep.

50

362

5 563

7,24

111,26

15,37

13. Kota Kendari

126

2 057

37 770

16,33

299,76

18,36

14. Kota Bau-Bau

66

1 055

20 056

15,98

303,88

19,01

2 275

21 902

356 847

9,63

156,86

16,29

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten/Kota/National Education Service in the Regency/City Level

104

SOSIAL
Tabel
Table

4.1.5

Jumlah Sekolah, Guru dan Murid SLTP di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional menurut Kabupaten/Kota 2014
Number of Schools, Teachers and Students in Yunior High School UnderThe
Ministry of National Education by Regency/City 2014
Rata-rata
Average

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Sekolah
School

(2)

Guru
Teacher
*)

(3)

Murid
Student

(4)

Guru Per

Murid Per

Sekolah

Sekolah

Murid Per
Guru

Teacher Per
School

Student Per
School

Student Per
Teacher

(5)

(6)

(7)

1. Buton

95

1 306

16 852

13,75

177,39

12,90

2. Muna

92

1 365

17 710

14,84

192,50

12,97

3. Konawe

59

951

11 434

16,12

193,80

12,02

4. Kolaka

45

677

9 115

15,04

202,56

13,46

5. Konawe Selatan

80

964

13 766

12,05

172,08

14,28

6. Bombana

54

644

6 286

11,93

116,41

9,76

7. Wakatobi

40

556

5 611

13,90

140,28

10,09

8. Kolaka Utara

34

429

4 802

12,62

141,24

11,19

9. Buton Utara

34

323

3 676

9,50

108,12

11,38

10. Konawe Utara

30

342

3 392

11,40

113,07

9,92

11. Kolaka Timur

40

395

5 160

9,88

129,00

13,06

12. Konawe Kep.

12

112

1 742

9,33

145,17

15,55

13. Kota Kendari

37

1 158

13 685

31,30

369,86

11,82

14. Kota Bau-Bau

21

698

7 894

33,24

375,90

11,31

673

9 920

121 125

14,74

179,98

12,21

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten/Kota/National Education Service in the Regency/City Level

105

SOCIAL

Tabel
Table

4.1.6

Jumlah Sekolah, Guru dan Murid SMA/SMK di Lingkungan Kementrian


Pendidikan Nasional menurut Kabupaten dan Kota 2014
Number of Schools, Teachers and Students in Senior High School/Vocational
high School UnderThe Ministry of National Education by Regency/City 2014
Rata-rata
Average

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Sekolah
School

(2)

Guru
Teacher
*)

(3)

Murid
Student

(4)

Guru Per

Murid Per

Sekolah

Sekolah

Murid Per
Guru

Teacher Per
School

Student Per
School

Student Per
Teacher

(5)

(6)

(7)

1. Buton

47

961

12 201

20,45

259,60

12,70

2. Muna

48

1 352

14 762

28,17

307,54

10,92

3. Konawe

36

771

10 595

21,42

294,31

13,74

4. Kolaka

39

1 081

14 417

27,72

369,67

13,34

5. Konawe Selatan

38

560

8 630

14,74

227,11

15,41

6. Bombana

27

461

5 436

17,07

201,33

11,79

7. Wakatobi

19

419

3 309

22,05

174,16

7,90

8. Kolaka Utara

10

327

3 212

32,70

321,20

9,82

9. Buton Utara

16

357

2 898

22,31

181,13

8,12

10. Konawe Utara

10

242

2 449

24,20

244,90

10,12

11. Kolaka Timur*

12. Konawe Kep.*

13. Kota Kendari

46

1 757

17 100

38,20

371,74

9,73

14. Kota Bau-Bau

21

925

8 888

44,05

423,24

9,61

357

9 213

103
897

25,81

291,03

11,28

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten/Kota/National Education Service in the Regency/City Level
*Gabung dengan Kabupaten Induk/Merging with origin Regency

106

SOSIAL
Tabel
4.1.7
Table

Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Raudhatul Athfal (RA)/Bustanul


Athfal (BA) di bawah Departemen Agama Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Number of Schools, Teachers and Students in Raudhatul Athfal School
under Religion Department by Regency/City, 2014
Rata-rata
Average

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Sekolah
School

(2)

Guru
Teacher
*)

(3)

Murid
Student

Guru Per

Murid Per

Sekolah

Sekolah

Murid Per
Guru

Teacher Per
School

Student Per
School

Student Per
Teacher

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Buton

14

54

508

3,86

36,29

9,41

2. Muna

39

150

817

3,85

20,95

5,45

3. Konawe

11

32

357

2,91

32,45

11,16

4. Kolaka

32

133

922

4,16

28,81

6,93

5. Konawe Selatan

18

62

520

3,44

28,89

8,39

6. Bombana

12

17

350

1,42

29,17

20,59

7. Wakatobi

10

46

279

4,60

27,90

6,07

8. Kolaka Utara

23

84

891

3,65

38,74

10,61

9. Buton Utara

13

104

4,33

34,67

8,00

10. Konawe Utara

20

5,00

20,00

4,00

11. Kolaka Timur*

12. Konawe Kep.*

13. Kota Kendari

29

141

1 014

4,86

34,97

7,19

14. Kota Bau-Bau

26

904

769

34,77

29,58

0,85

218

1 641

6 551

7,53

30,05

3,99

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Departemen Agama Prov. Sulawesi Tenggara/Religion Department of Sulawesi Tenggara Province
*Gabung dengan Kabupaten Induk/Merging with origin Regency

107

SOCIAL
Tabel
Table

4.1.8

Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Sekolah Madrasah Ibtidayah (MI) di


bawah Departemen Agama Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Number of Schools, Teachers and Students in Madrasah Ibtidayah School
under Religion Department by Regency/City, 2014
Rata-rata
Average

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Sekolah
School

(2)

Guru
Teacher
*)

(3)

Murid
Student

Guru Per

Murid Per

Murid Per

Sekolah

Sekolah

Guru

Teacher Per
School

Student Per
School

Student Per
Teacher

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Buton

19

198

2 703

10,42

142,26

13,65

2. Muna

16

202

1 725

12,63

107,81

8,54

3. Konawe

16

158

1 461

9,88

91,31

9,25

4. Kolaka

27

293

3 097

10,85

114,70

10,57

5. Konawe Selatan

22

226

2 204

10,27

100,18

9,75

6. Bombana

13

102

1 011

7,85

77,77

9,91

7. Wakatobi

91

1 042

13,00

148,86

11,45

8. Kolaka Utara

13

131

1 603

10,08

123,31

12,24

9. Buton Utara

12

68

12,00

68,00

5,67

10. Konawe Utara

32

8,00

32,00

4,00

11. Kolaka Timur*

12. Konawe Kep.*

13. Kota Kendari

16

180

2 719

11,25

169,94

15,11

14. Kota Bau-Bau

122

1 116

17,43

159,43

9,15

158

1 723

18 781

10,91

118,87

10,90

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Departemen Agama Prov. Sulawesi Tenggara/Religion Department of Sulawesi Tenggara Province
*Gabung dengan Kabupaten Induk/Merging with origin Regency

108

SOSIAL
Tabel
Table

4.1.9

Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di


bawah Departemen Agama Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Number of Schools, Teachers and Students in Madrasah Tsanawiyah School
under Religion Department by Regency/City, 2014
Rata-rata
Average

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Sekolah
School

(2)

Guru
Teacher
*)

(3)

Murid
Student

Guru Per

Murid Per

Sekolah

Sekolah

Murid Per
Guru

Teacher Per
School

Student Per
School

Student Per
Teacher

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Buton

28

476

3 299

17,00

117,82

6,93

2. Muna

25

393

2 619

15,72

104,76

6,66

3. Konawe

23

343

3 583

14,91

155,78

10,45

4. Kolaka

37

573

5 303

15,49

143,32

9,25

5. Konawe Selatan

28

356

3 030

12,71

108,21

8,51

6. Bombana

17

232

1 451

13,65

85,35

6,25

7. Wakatobi

11

174

1 396

15,82

126,91

8,02

8. Kolaka Utara

16

241

2 424

15,06

151,50

10,06

9. Buton Utara

71

240

11,83

40,00

3,38

10. Konawe Utara

56

512

14,00

128,00

9,14

11. Kolaka Timur*

12. Konawe Kep.*

13. Kota Kendari

14

262

3 108

18,71

222,00

11,86

14. Kota Bau-Bau

10

185

1 168

18,50

116,80

6,31

219

3 362

28 133

15,35

128,46

8,37

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Departemen Agama Prov. Sulawesi Tenggara/Religion Department of Sulawesi Tenggara Province
*Gabung dengan Kabupaten Induk/Merging with origin Regency

109

SOCIAL
Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Madrasah Aliyah (MA) di bawah Departemen Agama Menurut Kabupaten/Kota, 2014
4.1.10
Number of Schools, Teachers and Students in Madrasah Aliyah School under Religion Department by Regency/City, 2014

Tabel
Table

Rata-rata
Average

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Sekolah
School

(2)

Guru
Teacher
*)

(3)

Murid
Student

Guru Per

Murid Per

Sekolah

Sekolah

Murid Per
Guru

Teacher Per
School

Student Per
School

Student Per
Teacher

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Buton

14

281

1 483

20,07

105,93

5,28

2. Muna

15

247

1 061

16,47

70,73

4,30

3. Konawe

15

225

1 623

15,00

108,20

7,21

4. Kolaka

17

306

1 895

18,00

111,47

6,19

5. Konawe Selatan

18

269

1 528

14,94

84,89

5,68

6. Bombana

116

415

14,50

51,88

3,58

7. Wakatobi

123

868

20,50

144,67

7,06

8. Kolaka Utara

10

117

720

11,70

72,00

6,15

9. Buton Utara

62

207

12,40

41,40

3,34

10. Konawe Utara

48

242

16,00

80,67

5,04

11. Kolaka Timur*

12. Konawe Kep.*

13. Kota Kendari

155

1 208

22,14

172,57

7,79

14. Kota Bau-Bau

137

1 133

22,83

188,83

8,27

124

2 086

12 383

16,82

99,86

5,94

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Departemen Agama Prov. Sulawesi Tenggara/Religion Department of Sulawesi Tenggara Province
*Gabung dengan Kabupaten Induk/Merging with origin Regency

110

SOSIAL
Tabel
Table

4.1.11

Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Kabupaten/Kota 2010-2014 (%)


Gross Enrollment Ratio (GER) by Regency/City, 2010-2014

[Diolah dari Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS). BPS/Based on National Social and Economic Survey, BPSStatistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

Buton

Muna

Konawe

Kolaka

Konawe Selatan

Bombana

Wakatobi

Kolaka Utara

Jenjang Pendidikan
Grade
(2)

2010
(3)

2011
(4)

2012
(5)

2013
(6)

2014
(7)

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

116.53
79.83
64.88

105.21
89.44
74.90

116.96
92.01
69.47

119.56
81.37
59.25

115.99
81.72
81.37

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

109.32
78.18
75.61

105.24
85.65
60.05

105.88
91.09
84.15

114.62
73.74
76.77

114.18
81.90
85.69

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

120.29
78.32
76.88

103.23
91.44
67.67

112.92
90.33
53.42

112.96
83.70
71.19

113.55
86.20
77.98

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

113.48
68.19
69.99

98.44
98.66
67.38

107.06
87.11
66.50

105.52
77.98
73.57

110.92
89.34
82.27

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

113.09
81.45
69.10

104.60
96.24
70.51

104.75
82.68
66.78

109.15
80.98
63.34

113.71
81.25
80.10

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

117.30
72.83
54.57

104.52
104.09
69.90

98.91
96.00
78.79

106.32
90.71
57.61

104.97
91.22
60.09

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

112.31
88.04
80.30

107.29
100.43
83.13

110.77
92.95
87.51

108.98
88.29
101.22

116.99
87.79
111.37

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

110.84
79.89
72.10

99.41
97.19
68.24

102.15
94.99
68.65

104.79
86.58
59.77

104.05
93.28
76.86

111

SOCIAL
Lanjutan Tabel
Continued Table

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

4.1.11

Jenjang Pendidikan
Grade
(2)

2010
(3)

2011
(4)

2012
(5)

2013
(6)

2014
(7)

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

113.34
83.04
51.61

102.36
90.49
84.09

111.30
78.73
67.10

110.83
89.87
82.33

113.48
95.79
77.28

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

115.57
87.17
56.93

108.17
90.49
70.72

109.73
86.21
69.34

107.39
74.14
80.25

111.07
86.68
105.40

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

118.57
70.47
80.66

105.91
86.13
76.72

107.47
83.13
74.15

107.11
81.48
75.01

112.39
84.47
81.38

Baubau

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

117.55
79.67
98.66

102.41
86.48
90.74

106.60
95.47
75.32

105.59
82.38
90.67

112.75
89.94
91.09

Sulawesi Tenggara

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

114.77
77.28
73.02

103.63
92.38
72.33

108.04
89.29
71.32

110.26
81.55
72.30

112.40
85.97
82.22

Buton Utara

Konawe Utara

Kendari

112

SOSIAL
Tabel
Table

4.1.12

Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Kabupaten/Kota 2010-2014 (%)


Net Enrollment Ratio (NER) by Regency/City, 2010-2014

[Diolah dari Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS). BPS/Based on National Social and Economic Survey, BPSStatistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

Buton

Muna

Konawe

Kolaka

Konawe Selatan

Bombana

Wakatobi

Kolaka Utara

Jenjang Pendidikan
Grade

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

96,92
69,56
45,73

91,16
63,43
54,30

95,70
71,95
56,80

97,98
65,22
53,30

98,62
73,71
67,13

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

94,68
68,53
53,53

89,76
61,50
46,43

93,80
72,44
63,79

97,32
64,13
59,12

98,06
73,23
66,41

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

94,64
67,89
49,24

87,79
60,77
44,72

93,65
75,44
40,34

97,32
77,62
59,64

97,58
80,67
63,01

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

96,41
61,19
46,51

86,31
62,60
45,40

89,42
64,25
41,51

91,14
63,37
51,34

91,51
69,43
55,28

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

94,30
70,04
52,69

87,52
66,01
49,07

93,77
65,55
42,62

96,38
72,33
40,67

96,83
75,53
55,55

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

92,91
61,66
42,81

90,60
73,42
52,37

85,88
65,70
49,15

90,83
74,33
50,02

93,60
76,22
52,28

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

93,42
75,78
63,15

94,51
78,87
69,06

94,64
75,18
64,02

95,14
75,24
81,79

98,18
76,54
83,89

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

94,12
69,27
54,40

84,39
63,60
45,58

86,04
63,98
48,74

91,62
67,08
50,11

91,95
75,12
55,72

113

SOCIAL
Lanjutan Tabel
Continued Table

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

4.1.12

Jenjang Pendidikan
Grade

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

97,35
74,82
34,23

89,03
70,32
59,33

97,17
67,11
50,02

97,12
78,84
66,04

98,44
83,60
69,28

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

94,96
74,96
43,43

91,94
64,06
51,56

91,97
72,37
51,08

91,84
58,40
51,36

91,90
64,90
58,16

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

93,59
59,59
38,41

89,33
61,91
52,96

92,86
59,36
49,29

94,87
66,89
53,11

96,17
72,81
59,14

Baubau

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

96,06
69,33
60,88

87,31
61,43
71,54

91,17
71,46
58,12

95,32
75,54
69,53

96,89
80,82
72,98

Sulawesi Tenggara

SD/Elementary School
SMP/Junior High School
SMA/Senior High School

95,06
67,14
48,54

88,80
64,31
52,16

92,37
68,43
50,57

95,14
69,30
55,35

95,97
74,77
61,91

Buton Utara

Konawe Utara

Kendari

114

SOSIAL
Tabel
Table

4.1.13

Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Kabupaten/Kota 2010-2014 (%)


School Enrollment Ratio by Regency/City, 2010-2014

[Diolah dari Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS). BPS/Based on National Social and Economic Survey, BPSStatistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City

Usia
Pendidikan
(tahun)
School Age
(years old)

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Buton

Muna

Konawe

Kolaka

Konawe Selatan

Bombana

Wakatobi

7-12
13-15
16-18
19-24

98,79
92,04
54,59
10,07

96,61
89,22
67,94
11,82

97,96
92,26
77,30
10,89

98,20
87,54
71,91
6,51

99,41
94,49
77,61
18,05

7-12
13-15
16-18
19-24

97,13
86,45
60,82
10,95

95,90
80,24
56,48
12,33

97,90
87,14
73,63
16,30

98,24
90,74
68,87
13,36

99,20
92,09
75,12
22,38

7-12
13-15
16-18
19-24

97,84
87,78
59,81
14,25

97,97
85,17
50,37
12,50

97,15
87,92
54,05
16,97

99,04
91,61
67,18
20,69

99,72
93,10
72,95
23,28

7-12
13-15
16-18
19-24

98,40
85,23
51,66
7,57

98,28
83,62
52,23
14,52

95,76
85,03
53,76
14,91

95,94
84,17
56,62
10,07

98,45
91,73
62,26
15,24

7-12
13-15
16-18
19-24

97,47
84,95
60,12
5,85

98,42
87,00
54,07
4,99

96,07
90,03
55,74
12,58

98,16
89,96
47,34
6,04

98,82
95,43
59,04
11,84

7-12
13-15
16-18
19-24

96,64
74,34
46,74
5,45

97,58
89,85
67,26
8,19

97,13
84,74
55,44
12,05

97,88
85,50
54,93
6,25

97,67
86,63
59,93
7,63

7-12
13-15
16-18
19-24

96,34
91,07
75,42
9,73

98,96
93,57
81,80
8,92

98,77
93,30
76,86
14,31

100,00
96,25
86,98
14,09

100,00
97,64
97,78
18,36

115

SOCIAL
Lanjutan Tabel
Continued Table

4.1.13

Kabupaten/Kota
Regency/City

Usia
Pendidikan
(tahun)
School Age
(years old)

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Kolaka Utara

Buton Utara

Konawe Utara

Kendari

Baubau

Sulawesi Tenggara

116

7-12
13-15
16-18
19-24

97,38
87,27
60,64
7,83

95,86
86,63
54,04
4,94

97,96
78,89
59,67
7,42

99,64
79,34
55,54
5,65

99,12
91,91
62,09
8,16

7-12
13-15
16-18
19-24

98,73
91,77
40,11
5,34

95,41
92,96
67,72
12,46

97,17
86,18
66,25
9,23

97,87
92,62
80,58
12,51

99,61
99,06
87,27
16,33

7-12
13-15
16-18
19-24

97,76
89,31
50,87
6,06

98,31
90,97
61,90
11,40

95,84
88,80
57,25
10,50

96,25
89,17
57,88
8,36

99,43
96,68
65,51
11,02

7-12
13-15
16-18
19-24

97,96
94,78
66,82
42,39

98,37
88,20
70,97
54,86

99,29
87,91
72,40
49,51

97,98
89,03
72,31
58,41

99,60
93,11
77,40
59,47

7-12
13-15
16-18
19-24

98,24
96,14
78,52
35,92

95,11
91,73
81,43
36,59

98,05
90,90
75,59
43,36

98,12
96,87
78,92
44,94

98,86
98,01
86,94
49,37

7-12
13-15
16-18
19-24

97,81
88,17
59,93
18,28

97,36
86,88
62,66
19,87

97,41
87,85
65,26
23,70

98,02
89,05
65,81
24,11

99,11
93,53
72,25
28,78

SOSIAL
Angka Melek Huruf Penduduk Usia 10 Tahun ke atas Menurut
Kabupaten/Kota 2010-2014 (%)
4.1.14
Literacy Rate Population Age 10 and Over by Regency/City 2010-2014 (%)

Tabel
Table

[Diolah dari Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS). BPS/Based on National Social and Economic Survey, BPSStatistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Buton

87.43

87.55

87.42

88.09

90.64

2. Muna

89.79

89.18

89.85

90.17

90.31

3. Konawe

93.33

94.51

93.36

93.95

95.04

4. Kolaka

93.91

93.80

91.43

93.40

94.32

5. Konawe Selatan

93.03

92.06

92.04

94.17

95.77

6. Bombana

91.93

88.94

90.68

94.21

95.08

7. Wakatobi

91.24

94.53

92.92

93.78

95.12

8. Kolaka Utara

92.66

94.23

93.44

94.79

95.63

9. Buton Utara

91.86

89.94

92.74

93.08

96.56

10. Konawe Utara

95.31

92.52

91.34

94.47

96.49

11. Kolaka Timur

...

...

...

...

...

12. Konawe Kep.

...

...

...

...

...

13. Kota Kendari

97.89

96.65

98.17

98.17

98.89

14. Kota Bau-Bau

96.12

93.33

94.82

95.54

96.15

Sulawesi Tenggara

92.90

92.41

92.43

93.62

94.76

117

SOCIAL
Angka Buta Huruf Penduduk Usia 10 Tahun ke atas Menurut Kabupaten/
Kota 2010-2014 (%)
4.1.15
Illiteracy Rate Population Age 10 Above by Regency/City 2010-2014 (%)

Tabel
Table

[Diolah dari Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS). BPS/Based on National Social and Economic Survey, BPSStatistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Buton

12.57

12.45

12.58

11.91

9.36

2. Muna

10.21

10.82

10.15

9.83

9.69

3. Konawe

6.67

5.49

6.64

6.05

4.96

4. Kolaka

6.09

6.20

8.57

6.60

5.68

5. Konawe Selatan

6.97

7.94

7.96

5.83

4.23

6. Bombana

8.07

11.06

9.32

5.79

4.92

7. Wakatobi

8.76

5.47

7.08

6.22

4.88

8. Kolaka Utara

7.34

5.77

6.56

5.21

4.37

9. Buton Utara

8.14

10.06

7.26

6.92

3.44

10. Konawe Utara

4.69

7.48

8.66

5.53

3.51

11. Kolaka Timur

...

...

...

...

...

12. Konawe Kep.

...

...

...

...

...

13. Kota Kendari

2.11

2.11

1.83

1.83

1.11

14. Kota Bau-Bau

3.88

6.67

5.18

4.46

3.85

Sulawesi Tenggara

7.10

7.59

7.57

6.38

5.24

118

SOSIAL
Tabel
Table

4.1.16

Jumlah Pelatih Olahraga Menurut Kabupaten/Kota, 2013


Number of Certified Sport Coaches by Regency/City, 2013

Bersertifikat

Tidak Bersertifikat

Jumlah

Kabupaten/Kota
Regency/City

Laki-Laki

Perempuan

Laki-Laki

Perempuan

Laki-Laki

Male

Female

Male

Female

Male

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Buton

11

2. Muna

34

21

61

3. Konawe

19

30

4. Kolaka

5. Konawe Selatan

6. Bombana

7. Wakatobi

8. Kolaka Utara

12

9. Buton Utara

10

10

12. Konawe Kep.

13. Kota Kendari

20

20

14. Kota Bau-Bau

79

56

147

10. Konawe Utara


11. Kolaka Timur

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Tenggara/Sport and Tenage Service of Sulawesi Tenggara
Province

119

SOCIAL
Tabel
Table

4.1.17

Jumlah Instruktur Olahraga Menurut Kabupaten/Kota, 2013


Number of Certified Sport Instructor by Regency/City, 2013

Bersertifikat

Tidak Bersertifikat

Jumlah

Kabupaten/Kota
Regency/City

Laki-Laki
Male

Perempuan
Female

Laki-Laki
Male

Perempuan
Female

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Buton
2. Muna
3. Konawe
4. Kolaka
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

4
2
1
5
1

1
2
1

8
24
1

4
5
-

17
2
32
5
3

Sulawesi Tenggara

13

33

59

Total

Sumber/Source: Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Tenggara/Sport and Tenage Service of Sulawesi Tenggara
Province

120

SOSIAL
4.2. Kesehatan
Health
Tabel
4.2.1
Table

Jumlah Fasilitas Kesehatan di Provinsi Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/Kota, 2014


Number of Health Facility in Sulawesi Tenggara Province by Regency/City
2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Puskesmas
Klinik/Balai
Rumah
Posyandu
Polindes
Rumah
Public
Kesehatan
Bersalin
Integrated
Village
Sakit
Health CenClinique/
Maternity
Service Post
Maternity
Hospital
ter
Health
Hospital
Post
Center

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Buton

33

425

26

2. Muna

42

375

24

3. Konawe

24

345

60

4. Kolaka

12

182

16

5. Konawe Selatan

22

406

27

6. Bombana

23

224

31

7. Wakatobi

20

135

88

8. Kolaka Utara

16

144

79

9. Buton Utara

10

99

10. Konawe Utara

15

138

19

11. Kolaka Timur

13

143

12. Konawe Kep.

91

13. Kota Kendari

15

214

12

14. Kota Bau-Bau

17

145

50

25

269

3 066

441

Jumlah

Sumber/Source: Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Tenggara /Health Service of Sulawesi TenggaraProvince

121

SOCIAL

Tabel
Table

4.2.2

Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja dan Sarana Pelayanan


Kesehatan di Provinsi Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Number of Health Personel by unit Organization and Health Service Station
in Sulawesi Tenggara Province by Regency/City 2014

Tenaga Medis
Kabupaten/Kota
Medical Personel
Regency/
Dokter Perawat Bidan Farmasi
City
Doctor Nurse Midwife Pharmachyist
(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Tenaga Non Medis


Non-Medical Personel
Ahli
Gizi
Nutritionist
(6)

Teknisi Sanitasi Kesehatan


Medis 1) Sanitari- Masyarakat
Medical
an
Public
Asisstant
Health
(7)

(8)

(9)

1. Buton

50

347

279

22

61

...

...

67

2. Muna

60

391

257

23

63

...

...

104

3. Konawe

59

234

344

17

57

...

...

126

4. Kolaka

59

404

139

50

35

...

...

60

5. Konawe Selatan

34

203

311

20

42

...

...

90

6. Bombana

36

209

227

46

65

...

...

56

7. Wakatobi

16

254

179

20

13

...

...

42

8. Kolaka Utara

29

254

202

39

61

...

...

48

9. Buton Utara

21

211

131

15

17

...

...

28

10. Konawe Utara

31

165

214

26

28

...

...

54

11. Kolaka Timur

28

87

143

12

...

...

44

12. Konawe Kep.

30

59

...

...

13

13. Kota Kendari

156

779

414

360

335

...

...

1 045

14. Kota Bau-Bau

62

156

316

40

51

...

...

45

643

3 724

3 215

683

845

...

...

1 822

Jumlah

Sumber/Source: Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Tenggara/Health Service of Sulawesi Tenggara Province
Catatan/Notes :1) : termasuk Ahli Radiologi, Fisioterapi, Penata Anastesi /Including Radiologist/Fisiotheraphist/Anasthesy

122

SOSIAL

Tabel
4.2.3
Table

Jumlah Fasilitas Kesehatan di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2008 - 2014


Number of Health Facility in Sulawesi Tenggara Province, 2008- 2014

Tahun
Year

Rumah
Sakit
Hospital

(1)

(2)

Rumah
Puskesmas
Bersalin Public Health
Maternity
Center
Hospital

(3)

(4)

Posyandu
Integrated
Service Post

(5)

Klinik/Balai
Polindes
Kesehatan
Village
Clinique/
Maternity
Health
Post
Center
(6)

(7)

2008

22

...

238

2 618

...

897

2009

26

...

179

2 822

...

992

2010

26

...

239

2 876

...

899

2010

26

239

2 876

...

899

2012

21

252

2 990

688

2013

25

264

3 016

329

2014

25

269

3 066

441

Sumber/Source: Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Tenggara /Health Service of Sulawesi Tenggara

Province

123

SOCIAL

Tabel
Table

4.2.4

Jumlah Kasus 10 Penyakit Terbanyak di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2014


Top Ten Disease Cases in Sulawesi Tenggara Province, 2014

Jenis Penyakit
Type of Diseases

Jumlah Kasus
Number of
Cases

(1)

(2)

1. Ispa bukan pneumonia/Under Respiratory Infection non pneumonia

108 434

2. Hipertensi/hypertension

31 502

3. Influensa/Influenza

21 434

4. Diare/diarrhea

15 270

5. Tersangka TB Paru-paru/Suspect pulmonary Tubercolosis

5 641

6. Kecelakaan Lalu Lintas/Traffic Accident

5 016

7. HIV/Human Immunodeficiency Virus

4 705

8. Penyakit Gula/Diabetes Mellitus

4 448

9. Types Perut Klinis/Clinical abdominal typhoid

2 476

10. Radang paru-paru /Pneumonia

2 462

Sumber/Source: Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Tenggara/ Health Service of Sulawesi Tenggara Province

124

SOSIAL
Jumlah Balita Gizi Buruk yang mendapatkan perawatan menurut
Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2014
Number of Poor Nutrition Under Five Children in care by Regency/City in
Sulawesi Tenggara Province, 2014

Tabel
4.2.5
Table

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Balita Gizi Buruk


Poor Nutrition Under Five Children
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
Male
Female
Total

Mendapat
Perawatan
In Care

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Buton

21

54

75

75

2. Muna

25

23

48

48

3. Konawe

14

14

4. Kolaka

14

14

5. Konawe Selatan

16

16

6. Bombana

13

15

28

28

7. Wakatobi

8. Kolaka Utara

12

16

16

9. Buton Utara

10. Konawe Utara

11. Kolaka Timur

12. Konawe Kep.

13. Kota Kendari

13

13

14. Kota Bau-Bau

118

132

250

250

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Tenggara/ Health Service of Sulawesi Tenggara Province

125

SOCIAL

Tabel
4.2.6
Table

Jumlah Kasus HIV/AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), DBD, Diare, TB, dan
Malaria Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2014
Number of HIV/AIDS Cases, Sexually Transmitted Disease (STD), Dengue Fever,
Tubercolosis, and Malaria by Regency/City in Sulawesi Tenggara Province,
2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

HIV
HIV

AIDS
AIDS

IMS
STD

(1)

(2)

(3)

(4)

DBD
Diare
Dengue
Dhearrrea
Fever

TB
TB

Malaria
Malaria

(6)

(7)

(8)

27

5 487

385

398

(5)

1. B u t o n

18

2. M u n a

18

27

5 297

997

415

3. Konawe

55

2 690

654

14

4. Kolaka

441

4 248

435

12

5. Konawe Selatan

4 736

227

35

6. Bombana

114

1 447

216

35

7. Wakatobi

661

68

77

8. Kolaka Utara

53

3 302

222

26

9. Buton Utara

15

2 166

51

15

10. Konawe Utara

1 374

63

11. Kolaka Timur

272

12. Konawe Kep.

375

13. Kota Kendari

39

23

44

5 450

634

115

14. Kota Bau-Bau

29

84

2 577

339

30

72

116

853

40 082

4 291

1 179

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Tenggara/ Health Service of Sulawesi Tenggara Province

126

SOSIAL
Tabel
4.2.7
Table

Jumlah Kematian Bayi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi


Sulawesi Tenggara Tahun 2013-2014
Number of Infant Mortality by Regency/City of Sulawesi Tenggara
Province, 2013 2014
2013

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

2014

Jml Kelahiran
Number
of Birth

Lahir
Mati
Still
Birth

Jml Bayi
Mati
Number
of Infant
Mortality

(2)

(3)

(4)

Jml KeJml Bayi


lahiran Lahir Mati Mati
Number of Still Birth Number
Birth
of Infant
Mortality
(5)

(6)

(7)

1. B u t o n

5 852

77

78

5 747

89

26

2. M u n a

5 969

70

89

5 647

58

33

3. Konawe

5 007

50

70

4 381

64

4. Kolaka

6 071

78

52

4 382

58

5. Konawe Selatan

5 817

74

74

5 620

92

15

6. Bombana

3 374

60

72

3 255

69

25

7. Wakatobi

1 924

37

35

1 922

32

19

8. Kolaka Utara

2 407

23

22

2 561

22

9. Buton Utara

1 343

19

32

1 303

28

10. Konawe Utara

1 205

22

20

1 212

15

11. Kolaka Timur*

1 722

16

12. Konawe Kep.*

617

13. Kota Kendari

6 017

20

27

6 228

22

14. Kota Bau-Bau

2 953

30

35

2 956

20

16

47 939

560

606

47 553

589

172

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Tenggara/ Health Service of Sulawesi Tenggara Province
*Gabung dengan Kabupaten Induk/Merging with origin Regency

127

SOCIAL

Tabel
4.2.8
Table

Jumlah Bayi yang diImunisasi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi


Tenggara, 2014
Number of Immunized infant by Regency/City in Sulawesi Tenggara Province
2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Jumlah
Bayi

DPT1+
HB1

DPT3+
HB3

Campak

BCG

Polio3

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1 Buton

7 298

3 340

3 893

5 276

2 728

5 253

2 Muna

5 553

3 605

4 250

5 023

2 660

5 454

3 Konawe

5 017

4 301

4 165

4 160

2 227

4 302

4 Kolaka

4 259

4 035

3 949

4 021

2 084

4 025

5 Konawe Selatan

6 164

3 046

3 496

5 141

2 721

5 357

6 Bombana

3 401

1 805

2 170

2 804

1 396

2 826

7 Wakatobi

1 971

1 813

1 717

1 595

908

1 571

8 Kolaka Utara

2 768

1 493

1 900

2 519

1 382

2 616

9 Buton Utara

1 331

1 482

1 456

1 385

660

1 414

10 Konawe Utara

1 562

1 129

1 276

1 332

714

1 416

11. Kolaka Timur

2 192

1 871

1 869

1 865

783

1 928

12. Konawe Kep.

410

142

144

281

166

277

13. Kota Kendari

6 189

4 164

4 723

6 195

3 417

6 106

14. Kota Bau-Bau

3 209

2 229

2 364

2 951

1 521

2 972

51 325

34 455

37 372

44 548

23 367

45 517

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Tenggara/ Health Service of Sulawesi Tenggara Province
*Gabung dengan Kabupaten Induk/Merging with origin Regency

128

SOSIAL
4.3. Keluarga Berencana
Family Planning

Tabel
Table

4.3.1

Jumlah Klinik Keluarga Berencana (KKB) dan Pos Pelayanan Keluarga


Berencana Desa (PPKBD) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi
Tenggara, 2014
Number of Family Planning Clinique (FPC) and Village Family Planning Service Post (VFPSP) by Regency/City in Sulawesi Tenggara Province 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

KKB

PPKBD

(1)

(2)

(3)

1. Buton
2. Muna
3. Konawe
4. Kolaka
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur*
12. Konawe Kep.*
13. Muna Barat
14. Buton Tengah
15. Buton Selatan
16. Kota Kendari
17. Kota Bau-Bau

Sulawesi Tenggara

17
81
79
30
40
23
22
21
11
24
20
15
25
12
12
50
21

95
151
361
135
361
139
100
133
90
146
133
96
86
75
70
64
45

503

2 280

Sumber/Source: Kanwil BKKBN Prov. Sultra/National Family Planning Coordinating Board of Sulawesi Tenggara Province
*Gabung dengan Kabupaten Induk/Merging with origin Regency

129

SOCIAL
Tabel
Table

4.3.2

Jumlah Peserta KB Aktif dan Baru Menurut Alat Kontrasepsi yang


Digunakan, 2014
Number of Active and Newly Acceptors of Family Planning Programme by
Type of Contraception Device Used, 2014

Jenis Alat

Akseptor

Akseptor

Jumlah

Kontrasepsi

Aktif

Baru

Akseptor

Type of

Active

Newly

Total

Contraception

Acceptor

Acceptor

Acceptor

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Spiral/IUD

9 349

1 366

10 760

111 430

26 788

142 218

3 Kondom/Condom

19 160

5 861

25 021

4 Suntikan/Injection

125 988

30 637

156 625

54 097

8 825

62 922

2014

324 069

73 477

397 546

2013

328 787

84 492

413 279

2012

269 410

82 272

351 682

2011

305 699

86 945

392 644

2010

290 980

75 475

366 455

2009

287 960

74 326

362 286

2 Pil/Pill

5 Lainnya/Others

Jumlah/Total

Sumber/Source: Kanwil BKKBN Prov. Sultra/National Family Planning Coordinating Board of Sulawesi Tenggara Province

130

SOSIAL
Tabel
Table

4.3.3

Target dan Realisasi Akseptor Baru Menurut Metode Kontrasepsi dan


Kabupaten/Kota, 2014
Target and Realization of Newly Acceptors by Contraceptive Method and
Regency/City, 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Target KB
Target of
Family
Planning

Spiral
IUD

(1)

(2)

(3)

Metode Kontrasepsi
Contraceptive Method
PIL
Kondom Suntikan
Pill
Condom
Injection
(4)

(5)

(6)

Lainnya
Others
(7)

1. Buton
2. Muna

8 165
7 114

10
116

2 888
2 777

1 799
303

3 804
2 950

270
566

3. Konawe
4. Kolaka
5. Konawe Selatan

8 079
7 201
7 372

95
116
44

2 773
2 222
2 810

320
195
538

2 970
3 710
3 093

1 376
886
1 039

6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara

3 883
2 438
3 755

15
15
26

1 686
346
1 410

215
103
313

2 036
617
1 462

522
161
326

9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur

2 366
2 532
3 793

48
209
24

527
661
1 918

244
389
280

689
514
1 916

237
1 527
349

12. Konawe Kep.*


13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

7 540
4 895

556
82

4 745
2 025

831
331

4 584
2 292

951
615

Sulawesi Tenggara
2014
69 133
2013
83 260
2012
72 000
2011
75 247
2010
61 918
2009
59 947

1 366
1 703
1 679
1 561
1 254
834

26 788
28 075
34 402
30 710
27 807
27 864

5 861
6 265
9 382
10 832
9 345
7 890

30 637
30 992
36 809
34 438
29 341
29 496

8 825
9 619
0
9 190
7 728
9 351

Sumber/Source: Kanwil BKKBN Prov. Sultra/National Family Planning Coordinating Board of Sulawesi Tenggara Province
*Gabung dengan Kabupaten Induk/Merging with origin Regency

131

SOCIAL
Tabel
Table

4.3.4

Jumlah Pasangan Usia Subur dan Peserta KB Aktif Menurut Kabupaten/


Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2014
Number of Fertile Age Couple and Actively Family Planning User by Regency/City in Sulawesi Tenggara Province, 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Jumlah
PUS
Number
of Fertile
Age Couple

(1)

(2)

Peserta KB Aktif
Actively Family Planning User
MOW MOP
Kondom Implant Suntikan
Tubect Vasec- Condom Implant Injection
omy tomy

IUD
IUD
(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

Pil
Pills

Jumlah
Total

(9)

(10)

1. B u t o n

49 722

240

341

58

5 291

1 478

16 082 11 896

35 386

2. M u n a

45 711

626

456

816

1 107

2 933

12 811 15 783

34 532

3. Konawe

49 445

1 055 1 530

145

766

8 070

11 281 13 041

35 888

4. Kolaka

37 030

1 130

529

12

788

3 971

11 960

8 925

27 315

5. Konawe Selatan

58 215

1 143

999

323

1 722

8 689

16 310 14 304

43 490

6. Bombana

28 152

103

64

22

2 008

3 926

9 043

6 997

22 163

7. Wakatobi

12 174

21

177

262

3 545

1 109

5 120

8. Kolaka Utara

23 601

155

143

1 493

2 278

7 562

7 471

19 102

9. Buton Utara

10 530

122

44

15

707

1 748

3 493

1 588

7 717

10. Konawe Utara

12 681

279

96

29

1 300

3 606

2 288

2 694

10 292

11. Kolaka Timur

24 062

454

342

71

711

1 934

8 303

7 413

19 228

3 454 1 792

110

1 724

4 713

16 530 17 784

46 107

33

1 366

1 844

12. Konawe Kep.*


13. Kota Kendari

58 056

14. Kota Bau-Bau

21 876

Sulawesi Tenggara

431 255

612

669

9 394 7 011

6 780

6 425

17 729

1 634 19 160 45 452 125 988 115 430 324 069

Sumber/Source: Kanwil BKKBN Prov. Sultra/National Family Planning Coordinating Board of Sulawesi Tenggara Province
*Gabung dengan Kabupaten Induk/Merging with origin Regency

132

SOSIAL
Tabel
Table

4.3.5

Jumlah Tenaga Medis Pengelola Program KB menurut


Kabupaten/Kota, 2014
Number of Medical Personel of Family Planning Program by
Regency/City, 2014

Tenaga Medis
Medical Personel
Kabupaten/Kota
Regency/City

Dokter
Doctor

Bidan
Midwife

PPLKB
Field FP
Counselor

Penyuluh KB
Family
Planning
Counselor

Penyuluh
Para Medis
Paramedic
Counselor

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Buton

47

259

21

92

2. Muna
3. Konawe

24

88

33

15

50

296

29

97

4. Kolaka

19

135

24

25

5. Konawe Selatan

20

82

10

43

6. Bombana

53

22

44

7. Wakatobi
8. Kolaka Utara

2
7

40
91

8
-

31
166

9. Buton Utara

73

30

10. Konawe Utara

16

150

16

11. Kolaka Timur

15

91

12. Konawe Kep. *

13. Kota Kendari

46

228

10

113

14. Kota Bau-Bau

25

108

44

285
326
53
241
327

1 694
1 763
202
932
1 154

171
179
334
198
117

722
718
362
389
75

Sulawesi Tenggara
2014
2013
2012
2011
2010

13
1 106
12

Sumber/Source: Kanwil BKKBN Prov. Sultra/National Family Planning Coordinating Board of Sulawesi Tenggara Province

133

SOCIAL
4.4. Peradilan
Justices
Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang Telah Diajukan ke Sidang Pengadilan
menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin, 2014
Number of Defendants Brought in The Court of Law by Age Group and
Sex, 2014

Tabel
4.4.1
Table

Golongan Umur

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

Age Group

Male

Female

Total

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Sampai dengan 15 Tahun


15 years of Age and under

2. 16 - 20 tahun
16-20 years of Age

13

14

3. 21 tahun ke atas
21 years of Age and over

95

20

115

Sulawesi Tenggara

2014

110

21

131

2013

85

33

118

2012

83

25

108

2011

129

138

2010

70

72

Sumber/Source: Pengadilan Tinggi Prov. Sultra/ High Court of Sulawesi Tenggara Province

134

SOSIAL

Tabel
4.4.2
Table

Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang Telah Diajukan ke Muka Pengadilan


menurut Jenis Pidana/Hukuman dan Jenis Kelamin, 2014
Number of Defendants Brought in The Court of Law by Type of Punisment and
Sex, 2014

Jenis Pidana/Hukuman
Type of Punishment/Sentence

Laki-Laki
Male

Perempuan
Female

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Hukuman mati/Seumur Hidup


Death/longlife Sentence
2. Hukuman Penjara/Imprison
3. Hukuman Kurungan/Custody
4. Hukuman Denda/Fined
5. Hukuman Bersyarat/Percobaan
Conditional Punishment
6. Dikembalikan Kepada
Orang Tua/Wali
Returned to parents
7. Diserahkan Kepada Pemerintah
Hand over to Goverment
8. Bebas dari Segala Tuduhan/
Tuntutan/Free from accusation
9. Tidak Jelas/Unknown

Sulawesi Tenggara
2014
2013
2012
2011
2010

83
32
15

11
4
10

94
36
25

145
101
136
129
76

26
19
25
9
5

171
120
161
138
81

Sumber/Source: Pengadilan Tinggi Prov. Sultra/ High Court of Sulawesi Tenggara Province

135

SOCIAL
Tabel
4.4.3
Table

Jumlah Narapidana Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri menurut Jenis


Kejahatan/Pelanggaran dan Jenis Kelamin, 2014
Number of Convicts Based on Conviction of Regency Court by Type of Crime/
Offence and Sex, 2014

Jenis Kejahatan/Pelanggaran
Type of Crime/Offence

Laki-Laki
Male

Perempuan
Female

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Terhadap Ketertiban Umum

Against public order


2. Pembakaran - Arson
3. Pemalsuan Mata Uang-Money Forgery
4. Pemalsuan Meterai/Surat

1
2
-

1
2
-

Seal and Document Forgery


5. Kesusilaan - Morality

1
70
4
3
7
3
96
33
-

4
21
5
-

1
74
4
3
7
3
117
38
-

316
320
330
139
136

30
24
32
8
1

346
344
362
147
137

6. Perjudian - Gambling
7. Penculikan - Kidnaping
8. Pembunuhan - Murder
9. Penganiayaan - Assault
10. Pencurian - Theft
11. Perampokan - Robbery
12. Memeras/Mengancam - Black Mail
13. Penggelapan - Embezzlement
14. Penipuan - Swindle
15. Merusak Barang - Destruction
16. Penadahan - Fence
17. Psikotropika/Anaesthetic
18. Narkoba/Drugs
19. Penyuapan/Bribery
20. Korupsi/Corruption
21. Lain-lain - Other
Sulawesi Tenggara

2014
2013
2012
2011
2010

Sumber/Source: Lembaga Pemasyarakatan se-Sultra/ Penitentiary of Sulawesi Tenggara

136

SOSIAL
Jumlah Narapidana Berdasarkan Putusan Pengadilan menurut
Kabupaten dan Jenis Kelamin, 2014
Number of Convicts Based on Conviction by Regency/City and Sex, 2014

Tabel
4.4.4
Table

Kabupaten

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

Regency

Male

Female

Total

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Buton

2. Muna

11

12

3. Konawe

14

15

4. Kolaka

53

59

5. Konawe selatan

32

33

6. Bombana

7. Wakatobi

8. Kolaka Utara

9. Buton Utara

10. Konawe Utara

11. Kolaka Timur

12. Konawe Kep.

13. Kota Kendari

183

21

204

14. Kota Bau-Bau

21

21

2014

314

30

344

2013

320

24

344

2012

330

32

362

2011

139

147

2010

64

65

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Lembaga Pemasyarakatan se-Sultra/ Penitentiary of Sulawesi Tenggara

137

SOCIAL
Tabel
Table

Jumlah Kejahatan yang Dilaporkan kepada Kepolisian menurut Jenis


Kejahatan dan Kabupaten/Kota, 2014
Number of Crimes Reported to Police by Type of Crime and Regency/City,
2014

4.4.5

Jenis Kejahatan
Type of Crime
(1)

Kabupaten/Kota
Regency/City
Polda Buton
(2)

(3)

(4)

1. Pembunuhan/Murder
2. Aniaya Berat/Heavy Assault
3. Aniaya ringan/Light Assault
4. Aniaya biasa/Assault
5. C u r a s/Burglary
6. C u r a t/Robbery
7. Curanmor/Automobil Theft
8. Perkosaan/Rape
9. Perjudian/Gambling
10. Perzinahan/Adultery
11. Pengrusakan/Destruction
12. Penipuan/Deception
13. Penggelapan/Embezzlement
14. Curi Biasa/Theft

27
4
1
5
6
15
43
29
15

2
1
1
71
1
1
6
7
15
2
5
21

15. Penipuan dengan penggelapan/

78

16. Palsu surat/Doc. Forgery


17. Serobot tanah/Snatch
18. Penghinaan /Humiliation
19. Pengeroyokan/Swarming
20. Lahgun sajam/misused sharp weapon
21. Pengancaman/Threatening
22. PRBT tidak senang/unpleasant acts
23. Perbuatan asusila/Immoral behavior
24. Kawin tidak izin /Illegal Mariage
25. KDRT/Family Assault
26. Bawa Sajam tanpa ijin/Illegal bring sharp
weapon
27. Pembakaran/Arson
28. Lain-lain/Others

34
1
4
4
17
2
21

Sulawesi Tenggara
2014
2013
2012
2011
2010
Sumber/Source:
Catatan/Note :

138

Konawe Bombana
Selatan

Muna Konawe Kolaka


(5)

(6)

(7)

(8)

8
1
2
420
3
1
7
4
7
12
93
38
14
82

3
3
17
119
6
2
28
10
20
12
28
18
5
97

3
7
1
117
7
85
86
9
8
4
16
23
51
28

4
8
10
74
3
35
2
15
7
5
8
18
24
31

18

7
3
14
10
3
20
3
7

3
7
26
105
80
20
19
77

4
1
29
58
23
2
22
34

6
8
4
60
1
18
31

3
15
4
38
2
22
1
7
48

1
3
2
3
9
1
2
12

19

18

1
-

4
-

3
-

2
-

306
386
380
165
196

209
227
274
223
351

1052
1125
1588
977
691

566
458
861
752
1 002

599
747
753
680
774

394
487
783
359
449

142
276
412
190
243

Polda Prov. Sultra/Regional Police of Sulawesi Tenggara Province


Curat = Pencurian Berat/ Thieft Burglary
Curas = Pencurian dengan Kekerasan/Thieft Robbery
Curanmor = Pencurian Kendaraan Bermotor/Automobile Thieft

2
39
9
6
2
5
2
6
11
3
21

SOSIAL
Lanjutan Tabel
Continued Table

4.4.5

Jenis Kejahatan
Type of Crime
(1)

1. Pembunuhan/Murder
2. Aniaya Berat/Heavy Assault
3. Aniaya ringan/Light Assault
4. Aniaya biasa/Assault
5. C u r a s/Burglary
6. C u r a t/Robbery
7. Curanmor/Automobil Theft
8. Perkosaan/Rape
9. Perjudian/Gambling
10. Perzinahan/Adultery
11. Pengrusakan/Destruction
12. Penipuan/Deception
13. Penggelapan/Embezzlement
14. Curi Biasa/Theft
15. Penipuan dengan penggelapan/
Deception with embezzlement
16. Palsu surat/Doc. Forgery
17. Serobot tanah/Snatch
18. Penghinaan /Humiliation
19. Pengeroyokan/Swarming
20. Lahgun sajam/misused sharp
weapon
21. Pengancaman/Threatening
22. PRBT tidak senang/unpleasant acts
23. Perbuatan asusila/Immoral behavior
24. Kawin tidak izin /Illegal Mariage
25. KDRT/Family Assault
26. Bawa Sajam tanpa ijin/Illegal bring
sharp weapon
27. Pembakaran/Arson
28. Lain-lain/Others

Kabupaten/Kota -Regency/City

Wakatobi

Kolaka
Utara

(9)

(10)

Jumlah

Buton Konawe Kolaka Konawe Kendari


Utara Utara Timur
Kep.
(11)

(12)

(13)

(14)

Bau-bau

(15)

(16)

(17)

1
90
2
2
19
4
2
32

4
26
8
25
3
2
1
3
11
15
12

2
1
23
408
58
154
436
26
5
36
107
213
183
415

8
15
26
255
15
9
66
8
22
6
34
19
25
130

31
38
84
1646
93
303
660
79
89
93
345
400
356
884

94

13

229

6
5
4

1
1
16

13
44
19
187

7
6
7
42

78
97
99
531

15

23

19
14

5
-

69
22

14
6

286
71

31

16

121

13

4
108

22

7
378

18

77

1
-

2
-

26
-

1
-

40
-

2 704

792

7 138

-----

2 483
2 726
2 425
2 613
2 541

764
970
770
942
959

7 618
9 414
3 653
4 130
3 848

Jumlah/Total
2014

221

154

2013
2012
2011
2010
2009

438
492
338
375
219

227
175
120
200
129

Sumber/Source:
Catatan/Note :

-----

-----

-----

Polda Prov. Sultra/Regional Police of Sulawesi Tenggara Province


Curat = Pencurian Berat/ Thieft Burglary
Curas = Pencurian dengan Kekerasan/Thieft Robbery
Curanmor = Pencurian Kendaraan Bermotor/Automobile Thieft

139

SOCIAL
Tabel
Table

Jumlah Kejahatan yang Diselesaikan oleh Kepolisian menurut Jenis Kejahatan dan Kabupaten/Kota, 2014
Number of Crimes Cleared by Police by Type of Crime and Regency/City,
2014

4.4.6

Jenis Kejahatan
Type of Crime
(1)

Kabupaten/Kota -Regency/City
Polda Buton
(2)

(3)

(4)

1. Pembunuhan/Murder
2. Aniaya Berat/Heavy Assault
3. Aniaya ringan/Light Assault
4. Aniaya biasa/Assault
5. C u r a s/Burglary
6. C u r a t/Robbery
7. Curanmor/Automobil Theft
8. Perkosaan/Rape
9. Perjudian/Gambling
10. Perzinahan/Adultery
11. Pengrusakan/Destruction
12. Penipuan/Deception
13. Penggelapan/Embezzlement
14. Curi Biasa/Theft

13
3
1
5
4
8
8
6
3

2
1
1
43
5
4
7
2
8

15. Penipuan dengan penggelapan/

30

16. Palsu surat/Doc. Forgery


17. Serobot tanah/Snatch
18. Penghinaan /Humiliation
19. Pengeroyokan/Swarming
20. Lahgun sajam/misused sharp weapon
21. Pengancaman/Threatening
22. PRBT tidak senang/unpleasant acts
23. Perbuatan asusila/Immoral behavior
24. Kawin tidak izin /Illegal Mariage
25. KDRT/Family Assault
26. Bawa Sajam tanpa ijin/Illegal bring sharp
weapon
27. Pembakaran/Arson
28. Lain-lain/Others

8
2
1
1
6
21

Jumlah/Total
2014
2013
2012
2011
2010
2009
Sumber/Source:

140

120
108
152
102
101
40

(5)

(6)

1
1
184
3
4
5
33
11
2
30

3
1
18
190
2
1
3
4
19
10
13
8
3
41

4
7
2
3
19
10

1
13
35
3
34
11
8
49

16

1
-

136
157
242
138
318
177

Konawe Bombana
Selatan

Muna Konawe Kolaka

(7)

(8)

2
3
91
3
21
15
8
8
3
11
11
27
21

1
11
62
5
14
5
5
6
6
15
12

19
34
14
1
22
2
32

1
1
4
45
1
17
24

3
2
4
28
8
19
1
5
46

1
2
6
5
1
4
8

11

18

1
-

1
-

2
-

440
723
963
515
489
475

452
300
666
579
525
413

Polda Prov. Sultra/Regional Police of Sulawesi Tenggara Province

336
456
505
446
504
555

274
353
648
241
291
356

1
26
2
3
2
7
1
3
10
4
13

102
158
280
140
225
229

SOSIAL
Lanjutan Tabel
Continued Table

4.4.6

Kabupaten/Kota -Regency/City

Jenis Kejahatan
Type of Crime
(1)

Jumlah
Wakatobi
(9)

1. Pembunuhan/Murder
2. Aniaya Berat/Heavy Assault
3. Aniaya ringan/Light Assault
4. Aniaya biasa/Assault
5. C u r a s/Burglary
6. C u r a t/Robbery
7. Curanmor/Automobil Theft
8. Perkosaan/Rape
9. Perjudian/Gambling
10. Perzinahan/Adultery
11. Pengrusakan/Destruction
12. Penipuan/Deception
13. Penggelapan/Embezzlement
14. Curi Biasa/Theft
15. Penipuan dengan penggelapan/
Deception with embezzlement
16. Palsu surat/Doc. Forgery
17. Serobot tanah/Snatch
18. Penghinaan /Humiliation
19. Pengeroyokan/Swarming
20. Lahgun sajam/misused sharp
weapon
21. Pengancaman/Threatening
22. PRBT tidak senang/unpleasant acts
23. Perbuatan asusila/Immoral
behavior
24. Kawin tidak izin /Illegal Mariage
25. KDRT/Family Assault
26. Bawa Sajam tanpa ijin/Illegal bring
sharp weapon
27. Pembakaran/Arson
28. Lain-lain/Others

Kolaka Buton Konawe Kolaka Konawe Kendari Bau-bau


Utara Utara Utara Timur Kep.
(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

(17)

1
82
1
2
12
2
1
18
2

6
26
4
3
2
1
2
4
5
3
3

3
5
44
456
6
95
55
21
3
20
52
146
74
102
25

7
3
18
119
3
3
11
2
24
3
22
8
3
27
8

19
14
99
1192
14
131
96
53
82
57
169
216
140
278
83

4
2
-

1
2
9
2

4
21
41
177
14

7
8
45
1

30
26
98
389
29

14
4
4

10
-

61
13
19

9
5
20

185
69
101

13
-

4
3

4
169
7

1
19
22

7
399
922

1
-

3
-

4
-

9
-

163
288
368
243
294
190

90
157
106
88
112
90

-----

-----

-----

-----

1 640
1 555
1 543
1 247
1 401
1 620

402
498
694
489
586
668

4 907
4 753
6 167
2 067
2 393
2 568

Jumlah/Total
2014
2013
2012
2011
2010
2009
Sumber/Source:

Polda Prov. Sultra/Regional Police of Sulawesi Tenggara Province

141

SOCIAL
Tabel
Table

4.4.7

Jumlah Kecelakaan Lalulintas yang Dilaporkan menurut Kabupaten/Kota,


2014
Number of Traffic Accidents Reported by Regency/City, 2014

Korban Kecelakaan/Victims
Kabupaten/Kota
Regency/City

Kecelakaan
Accident

Meninggal
Dunia
Dead

Luka
Berat
Seriously
Injured

Luka
Ringan
Slightly
Injured

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1 Buton

31

13

34

51

2 Muna

74

29

64

93

3 Konawe

110

28

53

111

192

4 Kolaka

123

46

89

118

253

5 Konawe Selatan

72

24

22

85

131

6 Bombana

52

11

97

110

7 Wakatobi

25

10

32

51

8 Kolaka Utara

63

25

75

107

9 Buton Utara

10 Konawe Utara

11. Kolaka Timur

12. Konawe Kep.

13. Kota Kendari

316

54

122

249

425

14. Kota Bau-Bau

143

29

186

222

2014

1 009

269

315

1 051

1 635

2013

1 238

297

457

1 316

2 070

Sumber/Source: Direktorat Lalu Lintas Polda Prov. Sultra/Traffic Department of Sulawesi Tenggara Province Police

142

SOSIAL

Tabel
4.4.8
Table

Jumlah Kecelakaan Lalulintas yang Diselesaikan dan Taksiran Kerugian Materiil menurut Kabupaten/Kota, 2014
Number of Traffic Accidents Case Cleared and Total Lost Estimation by Regency/City, 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Jumlah
Kecelakaan
Number of
Accident

Kerugian
Materiil
Lost (Rupiah)

Penyelesaian
Perkara
Case
Cleared

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Buton

31

155 000 000

35

2. Muna

74

201 300 000

44

3. Konawe

110

380 090 000

81

4. Kolaka

123

390 500 000

117

5. Konawe Selatan

72

188 700 000

50

6. Bombana

52

200 450 000

37

7. Wakatobi

25

42 000 000

22

8. Kolaka Utara

63

267 800 000

72

9. Buton Utara

10. Konawe Utara

11. Kolaka Timur

12. Konawe Kep.

13. Kota Kendari

316

568 700 000

350

14. Kota Bau-Bau

143

148 150 000

149

1 009

2 543 090 000

957

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Direktorat Lalu Lintas Polda Prov. Sultra/Traffic Department of Sulawesi Tenggara Province Police

143

SOCIAL
Tabel
Table

4.4.9

Jumlah Pidana Penjara, Pidana Kurungan dan Pidana Denda (Pidana


Umum) yang Diajukan menurut Kabupaten, 2014
Number of Imprisonment, Custody and Fine Sentence Proposed by Regency/
City 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

Pidana Penjara
Pidana Kurungan
Imprisonment
Custody
Kurang
1-5
5 Tahun Kurang
1 - 5 5 Tahun
1 Tahun
Tahun
Ke atas 1 Tahun Tahun Ke atas
Less than
1-5
5 Years Less than 1 - 5 5 Years
1 Year
Years
& Over
1 Year
Years & Over
(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Pidana
Denda
Fine
(8)

1. Buton

101

32

2. M u n a

143

52

3. Konawe

189

22

4. K o l a k a

98

59

12

38

5. Konawe Selatan

62

26

11

28

28

6. Bombana

7. Wakatobi

48

8. Kolaka Utara

32

22

12

9. Buton Utara

10. Konawe Utara

11. Kolaka Timur

12. Konawe Kep.

13. Kota Kendari

250

166

23

96

14. Kota Bau-Bau

180

44

10

23

1 103
1 615
1 398
1 480
-

429
191
235
279
7

82
72
83
83
-

42
-

0
-

0
-

201
-

Sulawesi Tenggara
2014
2013
2012
2011
2010

Sumber/Source: Kejaksaan Tinggi Prov. Sultra/The High Prosecutor of Sulawesi Tenggara Province
Catatan/Note : wilayah hukum Kota Bau-Bau mencakup Bombana/Bau-bau City Law Territorial covers Bombana Regency
wilayah hukum Kabupaten Muna mencakup Buton Utara /Muna Regency Law Territorial covers Buton
Utara Regency

144

SOSIAL
Jumlah Kasus Tahanan yang Diselesaikan menurut Jenis Penyelesaian dan
Tindak Pidana 2014
Tabel
4.4.10
Table
Number of Prisoners Cases Solved by Type of Solving and Criminal Act
2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Pidana Penjara
Pidana Kurungan
Imprisonment
Custody
Pidana
Kurang
1-5
5 Tahun Kurang
1 - 5 5 Tahun Denda
1 Tahun
Tahun
Ke atas 1 Tahun Tahun Ke atas
Fine
Less than
1-5
5 Years Less than 1 - 5 5 Years
1 Year
Years
& Over
1 Year
Years & Over
(2)

1. Buton
2. M u n a
3. Konawe
4. K o l a k a
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

101
143
100
98
62
48
32
250
180

32
52
22
63
26
6
22
166
44

5
9
3
23
11
4
5
23
10

28
6
8

4
28
12
96
23

1 014
1 615
1 398
1 480

433
191
235
279

93
72
83
83

42
-

0
-

0
-

163
-

Sulawesi Tenggara
2014
2013
2012
2011

Sumber/Source: Kejaksaan Tinggi Prov. Sultra/The High Prosecutor of Sulawesi Tenggara Province
Catatan/Note : Bau-Bau wilayah hukum mencakup Bombana/Bau-bau Law Territorial covers Bombana
Raha wilayah hukum mencakup Buton Utara /Raha Law Territorial covers Buton Utara

145

SOCIAL
4.5 Agama
Religion
Tabel
Table

4.5.1

Tempat Peribadatan menurut Kabupaten/Kota, 2014


Number of Worship Place by Regency/City, 2014
Tempat Peribadatan
Places Worship Facilities

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

1. Buton
2. Muna
3. Konawe
4. Kolaka
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

Sulawesi Tenggara
2014
2013
2012
2011
2010

Gereja
Gereja
Masjid Mushala Katholik Protestan
Pura
Mosque Musholla Catholic protestan Temple
Church
Church
(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Vihara
Monastery
(7)

316
296
418
477
478
227
134
212
75
147
310
111

32
83
167
123
272
19
6
64
13
0
84
42

4
9
8
7
9
2
1
3
3
2
3
1

8
18
48
65
51
7
19
5
7
39
8

16
17
33
24
94
11
8
15
24
1
1
8

1
2
3
1
6
1
3
1

3 201
3 248
2 769
2 665
2 843

905
871
248
248
248

52
57
56
66
78

275
274
273
110
152

252
220
217
217
217

18
18
19
15
17

Sumber/Source: Kanwil Departemen Agama Prov. Sultra/Regional Office of Religious Affairs Ministry of Sulawesi
Tenggara Province

146

SOSIAL
Tabel
4.5.2
Table

Jumlah Jemaah Haji menurut Kabupaten/Kota, 2010 - 2014


Number of Al Hajj Pilgrims by Regency/City, 2010 - 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. B u t o n

62

61

64

58

21

2. M u n a

50

50

80

65

30

3. Konawe

154

158

115

118

90

4. K o l a k a

446

442

457

365

409

5. Konawe Selatan

51

51

29

37

49

6. Bombana

81

81

107

162

107

7. Wakatobi

71

70

72

31

35

8. Kolaka Utara

61

60

107

71

69

9. Buton Utara

10. Konawe Utara

11. Kolaka Timur

12. Konawe Kep.

13. Kota Kendari

681

681

455

467

419

14. Kota Bau-Bau

194

194

192

166

109

1 855

1 848

1 680

1 542

1 347

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Kanwil Departemen Agama Prov. Sultra/Regional Office of Religious Affairs Ministry of Sulawesi
Tenggara Province

147

SOCIAL
Tabel
Table

4.5.3

Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk menurut Kabupaten/Kota, 2014


Number of Marriages, Divorces, and Reconciliations by Regency/City, 2014

Kabupaten/Kota

Talak

Cerai

Regency/City

Separate

Divorce

Nikah/Rujuk
Marriage/
Remarriage

(1)

(2)

(3)

(4)

1. B u t o n

23

75

2 477

2. M u n a
3. Konawe
4. K o l a k a

58
42
76

153
153
307

2 846
2 287
3 095

5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi

27
-

103
-

2 384
1 200
916

8. Kolaka Utara
9. Buton Utara

950
608

10. Konawe Utara


11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.

433
-

176
77

361
262

2 311
1 109

Sulawesi Tenggara
2014

479

1 414

2013
2012

505
415

1 223
1 111

20 616
19 988

2011
2010

349
370

899
872

13. Kota Kendari


14. Kota Bau-Bau

19 549
18 845

Sumber/Source:

- Kanwil Departemen Agama Prov. Sultra/Regional Office of Religious Affairs Ministry of Sulawesi
Tenggara Province
- Pengadilan Tinggi Agama Prov. Sultra/High Court religions of Sulawesi Tenggara Province

Catatan/Notes:

- Jumlah Nikah/Rujuk hanya mencakup penduduk muslim,/Number of Marriage/remarriage only


cover for moeslem population

148

SOSIAL
4.6. Sosial Lainnya
Other Social
Tabel
Table

4.6.1

Penyandang Cacat menurut Jenisnya dan Kabupaten/Kota, 2014


Number of Handicapped Persons by Type of Handicap and Regency/City, 2014
Penyandang cacat
Handicapped Person

Cacat
Ganda
Invalid
(Double
Handicap)

Tuna
Netra
Blind

(2)

(3)

26
28
40
38
40
37
39
35
30
45
39

250
250
280
290
275
275
260
290
280
296

423
290
279
321
350
320
350
387
470
320

Sulawesi Tenggara
2014
2013

269
269

2 736
2 736

2012
2011
2010

269
269
616

2 736
2 736
3 533

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

1. B u t o n
2. M u n a
3. K o n a w e
4. K o l a k a
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

Sumber/Source:

Tuna Wica- Cacat


ra, Rungu Anggota
Bisu/Tuli
Badan
Deaf/
Physical
Dumb
Handicap
(4)

(5)

Ex.Pydg
Cacat
Pyk.Kronis
Mental
Ex-ChroniMentally
cal Disease
Handicap
Patient

Jumlah
Penyandang
Cacat
Number of
Handicapped
Persons

(6)

(7)

(8)

1 300
1 200
1 380
1 250
1 250
1 200
1 120
1 210
1 300
1 280

220
200
160
223
175
170
185
195
230
240

570
410
320
354
400
380
360
375
390
440

2 789
2 388
2 442
2 462
2 467
2 373
2 302
2 480
2 693
2 603

3 483
3 483

12 480
12 480

1 993
1 993

3 994
3 994

24 955
24 955

3 483
3 483
4 445

12 480
12 480
14 031

1 993
1 993
2 831

3 994
3 994
4 110

24 955
24 955
29 566

Dinas Sosial Prov. Sultra/ Social Service of Sulawesi Tenggara Province

149

SOCIAL

Tabel
Table

Panti Asuhan, Kapasitas Tampung dan Anak Asuh yang Ditampung


menurut Kabupaten/Kota, 2014
Number of Orphanages, Capacity and Orphans in Care by Regency/City,
2014

4.6.2

Kabupaten/Kota
Regency/City

Panti Asuhan
Separate

Anak Asuh
Orphan
in care

Pengasuh
Nanny

(1)

(2)

(3)

(4)

1. B u t o n
2. M u n a

1
16

78
742

6
141

3.
4.
5.
6.
7.

9
16
8
1
-

445
793
405
45
-

66
171
69
7
-

8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari

3
2
1
13

150
94
25
749

29
3
2
121

14. Kota Bau-Bau

235

44

Sulawesi Tenggara
2014

75

3 761

659

2013
2012
2011
2010

75
74
74
69

3 761
3 748
3 748
2 825

659
270
270
213

Konawe
Kolaka
Konawe Selatan
Bombana
Wakatobi

Sumber/Source:

150

Dinas Sosial Prov. Sultra/ Social Service of Sulawesi Tenggara Province

SOSIAL
Tabel
4.6.3
Table

Peristiwa Bencana Alam menurut Kabupaten/Kota dan Jenisnya, 2014


Number of Natural Disaster by Regency/City and Type of Natural Disaster,
2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Banjir
Flood
(2)

Jenis Bencana Alam


Type of Natural Disaster
Angin
Kebakaran
Topan
Fire
Hurricane/
Typhoon
(3)

(4)

Lain-lain
Others
(5)

1. Buton
2. Muna
3. Konawe
4. Kolaka

5
2
-

1
2
-

5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara

9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.

1
-

13. Kota Kendari


14. Kota Bau-Bau

4
1

2
-

15
48
15
7

12
9
41
9
0

11
40
11
4

6
14
36
14
-

Sulawesi Tenggara
2014
2013
2012
2011
2010

Sumber/Source: Dinas Sosial Prov. Sultra/ Social Service of Sulawesi Tenggara Province

151

SOCIAL

Halaman ini sengaja dikosongkan


This page left blank intentionally

152

BAB

PERTANIAN
AGRICULTURE

PERTANIAN
TECHNICAL NOTES

PENJELASAN TEKNIS
1.

Pengumpulan data Statistik Pertanian (SP)


diselenggarakan oleh Badan Pusat
Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara
bekerja sama dengan Dinas Pertanian.

1.

Agriculture Survey is carried out by the


BPS Provincial Office of Sulawesi
Tenggara in cooperation with the Agriculture Office.

2.

Data pokok tanaman pangan yang


dikumpulkan adalah luas panen dan
produktivitas (hasil per hektar). Produksi
tanaman pangan merupakan hasil
perkalian antara luas panen dengan
produktivitas. Jenis data tanaman pangan
yang dikumpulkan mencakup padi sawah,
padi ladang, dan palawija (jagung, kedelai,
kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan
ubi jalar). Pengumpulan data luas panen
dilakukan setiap bulan oleh Mantri
Pertanian/Kepala
Cabang
Dinas
Kecamatan (KCD) dan dilaporkan dengan
formulir
Statistik
Pertanian
(SP).
Pengumpulan data dilakukan dengan
pendekatan area kecamatan di seluruh
wilayah Sulawesi Tenggara. Pengumpulan
data luas panen di tingkat kecamatan
tersebut
didasarkan
pada
hasil
pengumpulan data dari seluruh desa/
kelurahan di kecamatan bersangkutan.
Pengumpulan data produktivitas tanaman
pangan dilakukan melalui Survei Ubinan
dengan
pendekatan
rumah
tanggamenggunakan formulir SUB-S.
Periode pengumpulan data dilakukan
setiap subround (caturwulan/empat
bulanan) dengan petugas lapangan adalah
Mantri Statistik (Koordinator Statistik
Kecamatan)/KSK dan KCD.
Pengumpulan
data
produktivitas
dilakukan melalui pengukuran langsung
pada plot ubinan berukuran 2 m x 2 m.
Pengumpulan
data
produktivitas
dilakukan sesuai dengan waktu panen
petani.

2.

The main food crops data collected


consists of area harvested and productivity (yield per hectare).Food crops
production is generated by area harvested multiplied by productivity. Type
of foodcrops data covers wetland paddy, dryland paddy and secondary food
crops (maize, soybeans, peanuts,
mung bean, cassava, and sweet potatoes). The area harvested data is collected every month by the Agriculture
Extension Workers (called KCD for
Kepala Cabang Dinas) and reported in
Agriculture Statistics Form(called SP
for Statistik Pertanian). Data collection
is conducted by using sub Regency
area approach in all over Sulawesi
Tenggara Province. Area harvested in
each sub Regency is estimated based
on the area harvested in each village
in the sub Regency. Food crops
productivity (yield per hectare) data
are collected through the Crop Cutting
Survey using SUB-S form based on
household approach. The data collection is conducted every sub round
(four monthly) with Sub Regency Statistics Coordinator (called KSK for
Koordinator Statistik Kecamatan) and
KCD as the enumerator.
The productivity data collection is
conducted by a direct measurement in
2 m x 2 m crop cutting plot. The
productivity measurement is conducted at the time of harvest.

155

AGRICULTURE
Penggunaan Tanah
Secara keseluruhan, luas daratan Provinsi
Sulawesi Tenggara mencapai 3.814.000
ha, sebagian besar merupakan (digunakan
sebagai) hutan negara. Penggunaan lahan
diklasifikasikan ke dalam 12 kategori
yaitu; sawah, tanah pekarangan/ tanah
untuk bangunan dan halaman sekitarnya,
tanah tegal/ kebun, tanah ladang/ huma,
tanah padang rumput, tanah rawa yang
tidak dapat ditanami, tanah tambak/
kolam/ tebat dan empang, tanah lahan
yang sementara tidak diusahakan, lahan
tanaman
kayu-kayuan, tanah hutan
negara, tanah perkebunan dan tanah lainlain.
Konversi lahan menunjukkan adanya
dinamika pemanfaatan tanah, dimana
telah terjadi peningkatan pemanfaatan
lahan ladang tambak, kolam, tebat dan
empang. Data lahan sawah dikumpulkan
setiap akhir tahun,meliputi :

3.

a.

Sawah berpengairan teknis


Sawah yang memperoleh pengairan dimana saluran pemberi terpisah dari saluran pembuang agar penyediaan dan pembagian irigasi dapat sepenuhnya diatur
dan diukur dengan mudah. Jaringan seperti ini biasanya terdiri dari saluran induk,
sekunder dan tersier. Saluran induk,
sekunder serta bangunannya dibangun,
dikuasai dan dipelihara oleh pemerintah.

a.

b.

Sawah berpengairan setengah teknis


Sawah berpengairan teknis akan tetapi
pemerintah hanya menguasai bangunan
penyadap untuk dapat mengatur dan
mengukur pemasukan air, sedangkan
jaringan selanjutnya tidak diukur dan
dikuasai pemerintah.

b.

3.

156

Land Use
Overall, the land area of Sulawesi
Tenggara covers 3,814,000 ha mostly
used as state forest. The land use isclassified into 12 categories, namely:
wetland, buildings and surrounding
yard, wasteland/ garden, field/ shifting cultivation, meadows, unused
swamp, dykes and water ponds, temporarily fallow, wooded land, forest
(state forest), estates and other lands.

Conversion of land has shown dynamism of the land use, where there has
been an increasing use of land on field,
dykes, and water ponds.Wet land data
is collected at the end of every yearwhich consists of:
Technical irrigated rice field
Technical irrigated rice field is a rice
field whose input drainage is separated from the output drainage so that
the irrigation supply and division could
be completely controlled and measured easily. Generally this type of irrigation consists of main, secondary and
tertiary drainage. The main and secondarychannel including its building
are developed, controlled, and maintained by the government.
Semi technical irrigated rice field
Semi technical irrigated rice field is the
same as technical irrigated rice field.
However, in this type of rice field, the
government only controlswater flow
controlling building to control and
measure the input drainage, while the
remaining irrigation system is not
controlled by the government.

PERTANIAN
c.

Sawah berpengairan sederhana


Sawah yang memperoleh pengairan dimana cara pembagian dan pembuangan
airnya
belum
teratur,
walaupun
pemerintah sudah ikut membangun sebagian dari jaringan tersebut (misalnya
biaya membuat bendungannya).

c.

Non-technical irrigated rice field


Non-technical irrigated rice field is a
rice field where the division and output drainage are not yet well developed, although the government has
already supported to develop a part of
the irrigation.

d.

Sawah tadah hujan


Sawah yang pengairannya tergantung
pada air hujan.

d.

Rain-fed rice field


Rain-fed rice field is a rice field which
relies only on rainfall.

e.

Sawah pasang surut


Sawah yang pengairannya tergantung
pada air sungai yang dipengaruhi oleh
pasang surutnya air laut.

e.

Tidal water rice field


Tidal water rice field is a rice field
whose irrigation depends on the level
of river affected by tidal water level.

f.

Sawah lainnya
Rembesan-rembesan rawa yang biasanya
ditanami padi.

f.

Other rice field


Other rice field i.e. swamp for rice
cultivation polder, etc.

4.

Tanaman Pangan
Setidaknya terdapat delapan jenis
tanaman
bahan
makanan
yang
diusahakan di Sulawesi Tenggara yaitu:
padi sawah, padi ladang, jagung, ubi kayu,
ubi jalar, kacang tanah, kacang kedelai
dan kacang hijau.
Dalam
rangka
pemenuhan
kebutuhan bahan makanan yang semakin
meningkat setiap tahunnya, maka selain
memanfaatkan produksi lokal, Depot
Logistik (Dolog) Provinsi Sulawesi
Tenggara telah memasok beras dari luar
wilayah.

4.

Food Crops
There are at least eight types of food
crops cultivated in Sulawesi Tenggara,
namely: wetland paddy, dryland paddy, maize, cassava, sweet potato,
peanut, soybean and mung bean.

Produksi padi mencakup padi sawah dan


padi ladang. Kualitas produksi padi dan
palawija adalah: gabah kering giling
(padi), pipilan kering (jagung), biji kering
(kedelai dan kacang tanah), dan umbi

5. The production of paddy covers the


production of wet land paddyand dry
land paddy. Production of paddy and
secondary crops data are presented in
the form of: dry unhusked rice (paddy),

5.

In order to meet the needs of staple


foods which continue to increase every
year, therefore, in addition to utilization
of local production, the Logistic Depot
of Sulawesi Tenggara Province has
been importing rice.

157

AGRICULTURE
dry loose maize (maize), dry shells
crops (soybeans and peanuts) and
fresh roots (cassava and sweet potatoes).

basah (ubi kayu dan ubi jalar).

6.

Tanaman Buah-buahan
Data jenis tanaman buah-buahan yang
diusahakan di Sulawesi Tenggara hanya
disajikan 21 jenis yaitu: alpokat, mangga,
rambutan (nephelium), langsat (lanzon),
jeruk, jambu biji, jambu air, durian,
pepaya, pisang, nenas, salak, nangka,
sawo, sukun, belimbing dan sirsak,
manggis, melinjo, jeruk besar dan petai.

6.

Fruit Plants
There are 21 types of fruit plantsthat
can be presented, namely: avocado,
mango, rambutan (nephelium), langsat (Lanzon), orange, guava, rose apple, durian, papaya, banana, pineapple, zalacca, jackfruit, sapodilla,
breadfruit, starfruit and soursop, mangosteen, melinjo, grapefruit and petai.

7.

Tanaman Sayur-sayuran
Data jenis tanaman sayur-sayuran
meliputi dua kelompok, yaitu (1)
kelompok tanaman sayur-sayuran yang
dipanen lebih dari satu kali dan (2)
kelompok tanaman sayur-sayuran yang
dipanen sekaligus. Kelompok pertama
terdiri dari sembilan jenis, yaitu: kacang
panjang, cabe, tomat, terung, buncis,
ketimun, labu, kangkung dan bayam.
Sedangkan kelompok kedua terdiri dari
enam jenis, yaitu: bawang merah,
bawang putih, bawang daun, kubis,
petsai/sawi dan kacang merah.

7.

Vegetable Plants
Vegetable plants data are differentiated in two groups, i.e.: (1) the repeatedly harvested vegetables and (2) the
all at once harvested vegetables. The
first group consists of nine types,
namely: long beans, chili, tomatoes,
eggplant, beans, cucumbers, squash,
kale and spinach. Whereas the second
group consists of six types, namely:
red onion, garlic, scallion, cabbage,
petsai/ mustard greens and red beans.

8.

Tanaman sayuran dan buah-buahan


semusim
a. Tanaman sayuran semusim adalah
tanaman sumber vitamin, garam
mineral
dan
lain-lain
yang
dikonsumsi dari bagian tanaman
yang berupa daun, bunga, buah dan
umbinya, yang berumur kurang dari
satu tahun.

8.

Seasonal vegetables and fruit plants


a. Seasonal vegetable plants are
plants which are sources of vitamin, mineral salt, etc., consumed
from the part of the plant in the
form of leaf, flower, fruit and
root with the age of less than one
year.

b.

158

Tanaman buah-buahan semusim


adalah tanaman sumber vitamin,

b.

Seasonal fruits plants are plants


which are the sources of vitamin,

PERTANIAN
garam mineral dan lain-lain yang
dikonsumsi dari bagian tanaman
yang berupa buah, berumur kurang
dari satu tahun, tidak berbentuk
pohon/rumpun tetapi menjalar dan
berbatang lunak.
9.

Tanaman buah-buahan dan sayuran


tahunan
a. Tanaman buah-buahan tahunan
adalah tanaman sumber vitamin,
garam mineral dan lain-lain yang
dikonsumsi dari bagian tanaman
yang berupa buah dan merupakan
tanaman tahunan.
b. Tanaman sayuran tahunan adalah
tanaman sumber vitamin, garam
mineral
dan
lain-lain
yang
dikonsumsi dari bagian tanaman
yang berupa daun dan atau buah
yang berumur lebih dari satu tahun.

mineral salt, etc., consumed from


the part of the plant in the form
of fruits. These plants are creeps
with the age of less than one
year.

9.

Annual fruit and vegetable plants


a. Annual fruits plants are plants
which are the sources of vitamin,
contained mineral salt, etc., consumed from the part of plant in
the form of fruits and more than
one year of age.
b. Annual vegetable plants are
plants which are the sources of
vitamin, contained mineral salt,
etc., consumed from the part of
the plant in the form of vegetable
and more than one year of age.

10. Luas panen adalah luas tanaman


sayuran, buah buahan, biofarmaka dan
tanaman hias yang diambil hasilnya/
dipanen pada perode pelaporan.

10. Harvested area is an area which vegetable, fruit, medicinal and ornamental plant of crop harvested during the
period of report.

11. Luas panen untuk tanaman sayuran: luas


tanaman yang dipanen sekaligus/habis/
dibongkar dan luas tanaman yang
dipanen berkali-kali (lebih dari satu kali)/
belum habis.

11. Harvested area of vegetables: entirely


plant harvested/ demolished and plant
harvested
several
times/
undemolished.

a.

Tanaman yang dipanen sekaligus/


habis/ dibongkar adalah tanaman
yang sehabis panen langsung
dibongkar/dicabut,
terdiri
dari
bawang merah, bawang putih,
bawang daun, kentang, kol/kubis,
kembang kol, petsai/sawi, wortel,
lobak dan kacang merah.

a.

Entirely
plants
harvested/
demolished are plants usually
harvested once and demolished
to be substituted by other plants,
consisting of: Onions, garlic,
leeks, potato, cabbage, cauli
flower, mustard green, carrots,
Chinese radish and red kidney
beans.

159

AGRICULTURE
b.

Tanaman yang dipanen berkali-kali


(lebih dari satu kali)/belum habis
adalah
tanaman
yang
pemanenannya lebih dari satu kali
dan biasanya dibongkar apabila
panenan terakhir sudah tidak
memadai lagi, terdiri dari : kacang
panjang, cabe besar, cabe rawit,
jamur, tomat, terung, buncis,
ketimun, labu siam, kangkung,
bayam, melon, semangka dan
blewah.

b.

Plants harvested several times/


undemolished are plants usually
harvested more than once and
demolished in the case that the
last harvest was economically
not profitable. They consist of:
yard long beans, chili, small chili,
mushroom, tomatoes, egg plant,
frech beans, cucumber, pumpkin/
chajota, swamp cabbage, spinach, melon, watermelon and
blewah .

12. Produksi adalah hasil menurut bentuk


produk dari setiap tanaman sayuran,
buah-buahan, biofarmaka dan tanaman
hias yang diambil berdasarkan luas yang
dipanen pada bulan/triwulan laporan.

12. Production is the standard production


quantity form of vegetable, fruit, medicinal and ornamental plant based on
harvested area reported monthly/
quarterly.

13. Tanaman Perkebunan


Sedikitnya terdapat 19 jenis tanaman
perkebunan rakyat di Sulawesi Tenggara
yaitu: kelapa dalam, kopi, kapuk, lada,
pala, cengkeh, jambu mete, kemiri,
coklat, enau/aren, vanili, pinang, asam
jawa, tembakau, kelapa hybrida, kapas
rakyat, tebu, jahe dan sagu.
Bentuk produksi perkebunan adalah;
karet kering(karet), daun kering (teh dan
tembakau), biji kering(kopi dan coklat),
kulit kering (kayu manis dan kina),serat
kering (rami), bunga kering (cengkeh),
refined sugar (tebu dari perkebunan
besar),
gula
mangkok(tebu
dari
perkebunan akyat), equivalent kopra
(kopra), biji dan bunga (pala) serta
minyak daun(sereh).

13. Plantation Crops


There are at least 19 types of estate
crops in Sulawesi Tenggara, namely:
coconut, coffee, capok, pepper, nutmeg,
clove, cashew nut, candle nut, cocoa,
sugar-palm, vanilla, areca nut, tamarind,
tobacco, hybrid coconuts, cotton, sugarcane, ginger and sago.
Production of estate crops are as follows: dry rubber (rubber); dry leaves
(tea and tobacco);dry beans (cofee
and cocoa); dry bark (cassiavera and
cinchona); dry fibre (rosella); dry flowers/buds (cloves); refined sugar (sugar
cane from estate); cup sugar (sugar
cane from smallholders); copra
(copra); seeds and buds (nutmeg); and
leaf oil (citronella).

14. Persediaan
akhir
tahun
produksi
perkebunan besar bukan merupakan
cadangan penyangga (bufferstock).

14. The production availability of estates


at the end of year is not the buffer
stock.

160

PERTANIAN
15. Kehutanan
Hutan adalah sebuah kawasan atau
suatu area yang luas yang ditumbuhi
dengan lebat oleh pepohonan dan
tanaman lainya. Hutan juga dapat
dimaknai sebagai suatu kumpulan
tetumbuhan, terutama pepohonan/ kayukayuan yang menempati suatu kawasan
tertentu.

15. Forestry
Forest is an area with a high density of
trees and other plants. Forests can also
be interpreted as a collection of plants,
especially trees / various woods that
occupy an area.

16. Data Statistik Kehutanan sebagian besar


merupakan
data
sekunder
yang
bersumber dari Dinas Kehutanan.

16. Most of forestry statistics are secondary data obtained from the Forestry
Office.

17. Kawasan hutan adalah wilayah tertentu


yang berupa hutan, yang ditunjuk dan
atau ditetapkan oleh pemerintah untuk
dipertahankan keberadaannya sebagai
hutan tetap. Hal ini untuk menjamin
kepastian hukum mengenai status
kawasan hutan, letak batas dan luas
suatu wilayah tertentu yang sudah
ditunjuk menjadi kawasan hutan tetap.
Kawasan hutan Indonesia ditetapkan oleh
Menteri Kehutanan dalam bentuk Surat
Keputusan Menteri Kehutanan tentang
Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan
Provinsi. Penunjukan Kawasan Hutan ini
disusun
berdasarkan
hasil
pemaduserasian antara Rencana Tata
Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) dengan
Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK).

17. Forest Area is a specific territory of


forest ecosystem determined and or
decided by the government as a permanent forest. Such decisionis important to maintain the size of forest
area and to ensure its legitimation and
boundary demarcation of permanent
forest. Indonesian forest area is determined by the Minister of Forestry in
the format of Ministerial Decree on
the Designation of Provincial Forest
Area and Inland Water, Coastal and
Marine Ecosystem. The designation of
Forest Area is formulated based on
integrated and harmonized of Provincial Spatial Planning (RTRWP) and
Forest Land Use by Consensus (TGHK).

Penunjukan kawasan hutan mencakup


pula kawasan perairan yang menjadi
bagian dari Kawasan Suaka Alam (KSA)
dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA).

The designation of forest area in some


cases also covers inland water,coastal
and marine ecosystem that may become part of Sanctuary Reserve Area
(KSA) and Nature Conservation Area
(KPA).

18. Kawasan Suaka Alam (KSA) adalah


kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di

18. A Sanctuary Reserve Area is a specific


terrestrial or aquatic area having spe-

161

AGRICULTURE
darat maupun di perairan yang
mempunyai fungsi pokok sebagai
kawasan pengawetan keanekaragaman
tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya,
yang juga berfungsi sebagai wilayah
sistem penyangga kehidupan.

cific criteria for preserving biodiversity


plant and animal as well as ecosystem,
which also serve as life support system.

19. Kawasan Pelestarian Alam (KPA) adalah


kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di
darat maupun di perairan yang
mempunyai fungsi pokok perlindungan
sistem
penyangga
kehidupan,
pengawetan
keanekaragaman
jenis
tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan
secara lestari sumber daya alam hayati
dan ekosistemnya.

19. A Nature Conservation area is a specific terrestrial or aquatic area whose


main function is to serve life support
system and preserve diversity of plant
and animal species, as well as to provide a sustainable utilization of living
resources and their ecosystems.

20. Berdasarkan Undang-Undang No. 41


Tahun 1999 tentang Kehutanan, kawasan
hutan dibagi ke dalam kelompok Hutan
Konservasi, Hutan Lindung, dan Hutan
Produksi dengan pengertian sebagai
berikut:

20. In accordance to the Act on Forestry


No. 41/ 1999, forest area is categorized as Conservation Forest, Protection Forest and Production Forest, for
which is defined as follows :

21. Hutan konservasi adalah kawasan hutan


dengan ciri khas tertentu, yang
mempunyai fungsi pokok pengawetan
keanekaragaman tumbuhan dan satwa
serta ekosistemnya.

21. Conservation forest is a forest area


having specific characteristic established for the purposes of conservation of animal and plant species and
their ecosystem.

22. Hutan Lindung adalah kawasan hutan


yang mempunyai fungsi pokok sebagai
perlindungan
sistem
penyangga
kehidupan untuk mengatur tata air,
mencegah banjir, mengendalikan erosi,
mencegah intrusi air laut, dan
memelihara kesuburan tanah.

22. Protection Forest is a forest area designated to serve life support system,
maintain hydrological system, prevent
of flood, erosion control, seawater
intrusion, and maintain soil fertility.

23. Hutan Produksi adalah kawasan hutan


yang
mempunyai
fungsi
pokok
memproduksi hasil hutan. Hutan produksi
terdiri dari Hutan Produksi Tetap (HP),
Hutan Produksi Terbatas (HPT), dan

23. Production forest is a forest area


designated mainly to promote sustainable forest production. Production
forest is classified as permanent production forest, limited production

162

PERTANIAN
Hutan Produksi yang dapat dikonversi.
24. Hutan konservasi terdiri dari :
1. Kawasan suaka alam berupa Cagar
Alam (CA) dan Suaka Margasatwa
(SM);
2. Kawasan pelestarian alam berupa
Taman Nasional (TN), Taman Hutan
Raya (THR), dan Taman Wisata Alam
(TWA);
3. Taman Buru (TB).
25. Lahan Kritis
Penetapan lahan kritis mengacu pada
lahan yang telah sangat rusak karena
kehilangan penutupan vegetasinya, sehingga kehilangan atau berkurang
fungsinya sebagai penahan air, pengendali erosi, siklus hara, pengatur iklim
mikro dan retensi karbon.
Berdasarkan kondisi vegetasinya, kondisi
lahan dapat diklasifikasikan sebagai :
sangat kritis, kritis, agak kritis, potensial
kritis dan kondisi normal.
26. Reboisasi
Reboisasi atau rehabilitasi hutan bertujuan untuk menghutankan kembali
kawasan hutan yang kritis di wilayah daerah aliran sungai (DAS) yang dilaksanakan
bersama masyarakat secara partisipatif.

27. Penghijauan
Merupakan upaya merehabilitasi lahan
kritis di luar kawasan hutan melalui
kegiatan tanam menanam dan bangunan
konservasi tanah agar dapat berfungsi
sebagai unsur produksi dan sebagai media pengatur tata air yang baik serta
upaya mempertahankan dan meningkatkan daya guna lahan sesuai dengan pe-

forest, and convertible production


forest.
24. Conservation forest is divided into :
1. Sanctuary Reserve area consists of
Strict Nature Reserve and Wildlife
Sanctuary.
2. Nature conservation area consists
of National Park (TN), Grand Forest Park (THR) and Nature Recreation Park (TWA);
3. Game Hunting Park (TB)
25. Critical Lands
Critical land refers to a piece of land
severely damaged due to loss of its
vegetation cover so that its functions
as water retention, erosion control,
nutrient cycling, micro climate regulator and carbon retention are completely depleted. Based upon its vegetation condition, the land could be
classifiedas: very critical, critical, slight
critical, potential critical and normal
condition.
26. Reforestation
Reforestation or forest rehabilitation is
intended to rehabilitate the critical
land inside forest area or watershed to
improve their ecological and hydrological functions. The activities were conducted with active participation of
local communities who live nearby the
target area.
27. Regreening
Constitutes an effort to rehabilitate
critical lands outside forest area by
planting trees and implementing soil
conservation practices. It aims to improve land productivity and hydrological function.

163

AGRICULTURE
runtukannya.
28. Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada
Hutan Alam
Pemanfaatan hasil hutan kayu adalah
segala bentuk usaha yang memanfaatkan
dan mengusahakan hasil hutan kayu
dengan tidak merusak lingkungan dan
tidak mengurangi fungsi pokok hutan.
Kegiatan ini hanya dapat dilaksanakan
pada areal hutan yang memilki potensi
untuk dilakukan kegiatan pemanfaatan
hasil hutan kayu dan dapat dilaksanakan
setelah diperoleh izin usaha.
29. Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan
Kayu (IUPHHK) pada hutan alam adalah
izin untuk memanfaatkan hutan produksi
yang kegiatannya terdiri dari pemanenan
atau
penebangan,
penanaman,
pemeliharaan, pengamanan, pengolahan,
dan pemasaran hasil hutan kayu. IUPHHK
dapat diberikan kepada perorangan,
koperasi, badan usaha swasta dan
BUMN/BUMD.
30. Kayu Bulat
Produksi hasil hutan utama yang
dihasilkan dari hutan adalah kayu bulat.
Produksi kayu bulat ini dihasilkan dari
hutan alam melalui kegiatan perusahaan
Hak Pengusahaan Hutan (HPH/ IUPHHK),
kegiatan ijin pemanfaatan kayu (IPK) dalam rangka pembukaan wilayah hutan,
pembangunan Hutan Tanaman Industri
(HTI) serta kegiatan hutan rakyat.
31. Kayu Gergajian
Merupakan kayu hasil konversi kayu bulat
dengan mengunakan mesin gergaji,
mempunyai bentuk yang teratur dengan
sisi-sisi sejajar dan sudut sudutnya siku
dengan ketebalan tidak lebih dari 6 cm
dan kadar air tidak lebih dari 18 %. Kayu

164

28. Commercial Utilization of Timber in


Natural Forest
Commercial utilization of timber as
forest product is activities to utilize
timber without destructing the environment and undermining the main
functions of the forest area. Those
activities could only be executed in
forest area with high commercial timber value with license.

29. The license to commercially utilize


timber innatural forest is license to
utilize production forest for which the
activities consist of harvesting or
felling, planting, tending, protecting,
processing and marketing. The license
could be granted to individuals, cooperatives, private companies, stateowned enterprises/local governmentowned enterprises.
30. Log
The main product of commercial forest
operation is log. The log is harvested
from various sources such as natural
forest granted to concessionaires
(IUPHHK/HPH), land clearing activities
(IPK), industrial forest plantation (HTI)
and community forest.

31. Sawn Timber


Constitutes a sawmill product derived
from logs as raw material. The product
is characterized with regular forms
having parallel sides at right angle to
each other, thickness not more than

PERTANIAN
Gergajian yang diolah langsung dari kayu
bulat, wajib didukung dengan dokumen
yang sah.

32. Kayu Lapis


Kayu Lapis adalah panel kayu yang tersusun dari lapisan veneer dibagian
luarnya, sedangkan dibagian intinya
(core) bisa berupa veneer atau material
lain, diikat dengan lem kemudian dipress
(ditekan) sedemikian rupa sehingga menjadi panel yang kuat. Termasuk dalam
artian ini adalah kayu lapis yang dilapisi
lagi dengan material lain.
33. Peternakan
Jenis ternak dikelompokkan menjadi:
ternak besar, ternak kecil dan unggas. Di
Sulawesi Tenggara, kelompok ternak
besar terdiri dari sapi, kerbau dan kuda;
Kelompok ternak kecil terdiri dari kambing, domba dan babi; dan kelompok
unggas terdiri dari ayam kampung, ayam
ras dan itik/itik manila.

6cm and moisture content not to exceed 18 percent. Sawn timber produced directly from logs must be certified by a legal document.
32. Plywood
Plywood is wood panel consisting of
layers pressed together in between
veneers; the core may be veneer or
some other material, bound together
with glue and pressed tightly together
to make a strong panel. Included to
this definition is plywood covered with
other materials.

33. Livestock
Livestock types are grouped into: large
cattle, small cattle and fowls. In Sulawesi Tenggara, the large cattle consist
of cows, buffaloes and horses;the
small cattle consist of goats, sheep
and pigs; and a fowl consistsoflocal
hens, rustling hens and duck/maniladuck.

34. Data populasi ternak bersumber dari hasil


SurveiPeternakan Nasional, sedangkan
data jumlah pemotongan ternak merupakan hasil Survei Laporan Pemotongan
Ternak. Pengumpulan data pemotongan
ternak dilakukan secara lengkap di seluruh Sulawesi Tenggara dari RPH (Rumah
Potong Hewan) dan Keurmaster setiap
triwulan.

34. Data on domestic livestock population


are obtained from the Directorate
General of Livestock Service, while
data on the number of animals slaughtered are based on the survey conducted by BPS-quartely. This survey is a
complete enumeration on all abbatoirs
and keurmasters.

35. Perikanan
Data statistik perikanan merupakan data
sekunder yang bersumber dari Dinas
Perikanan Statistik perikanan dibedakan
atas data Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya. Perikanan Tangkap
diklasifikasikan atas penangkapan ikan di

35. Fishery
Fishery Statistics are secondary data
obtained from the Service of Fisheries.
Fishery statistics are categorized into
two : 1) capture fisheries and 2) aquaculture. Capture fisheries are further

165

AGRICULTURE
laut dan penangkapan ikan di perairan
umum. Perikanan Budidaya diklasifikasikan atas jenis budidaya yaitu budidaya
laut, tambak, kolam, karamba, jaring
apung dan sawah.

166

classified into: marine capture fisheries and inland open water capture
fisheries. Aquaculture are further classified into several types of culture :
marine culture; brackish water pond;
fresh water pond; cage; floating net
and fish breeding in paddy fields.

PERTANIAN

Gambar
5.1
Figure

Persentase Luas Penggunaan Tanah Di Sulawesi Tenggara 2014


Percentage Land Use in Sulawesi Tenggara 2014

Lahan Bukan
Pertanian (jalan,
pemukiman,
perkantoran,
sungai dll) / Non
Agricultural
Land ( roads ,
residential
areas, offices,
rivers , etc. )
28%

Lahan Pertanian
Sawah /Rice
Field
3%

Lahan Pertanian
Bukan
Sawah/Non Rice
Field
69%
Sumber/Source: Badan Pusat Statistik/Statistic Indonesia

167

AGRICULTURE
Luas Panen Tanaman Bahan Makanan Di Sulawesi Tenggara 20132014
Harvested Area of Food Crops in Sulawesi Tenggara, 2013-2014

Gambar
5.2
Figure

KACANG
HIJAU/MUNG BEAN

KACANG
KEDELAI/SOYBEAN

KACANG
TANAH/PEANUT

UBI JALAR/SWEET
POTATOE

UBI
KAYU/CASSAVA

1476
1342
5079
3735

6058
6547
2688
2882

6858
10243
133550

PADI SAWAH/
WETLAND-PADDY

122702
Luas Panen (Ha)/Harvested Area (Hectare)

Sumber/Source: Badan Pusat Statistik/Statistic Indonesia

168

2013

24022
27133

JAGUNG/MAIZE

PADI
LADANG/DRYLANDPADDY

2014

8420
8974

PERTANIAN

Gambar
5.3
Figure

Produktivitas Tanaman Bahan Makanan Di Sulawesi Tenggara, 20132014


Productivity of Food Crops in Sulawesi Tenggara, 2013-2014

8
8

KACANG HIJAU/MUNG BEAN

11
10

KACANG KEDELAI/SOYBEAN

8
8

KACANG TANAH/PEANUT

93
84

UBI JALAR/SWEET POTATOE

208
201

UBI KAYU/CASSAVA
25
25

JAGUNG/MAIZE

31
31

PADI LADANG/DRYLAND-PADDY

48
43

PADI SAWAH/ WETLAND-PADDY


0
2014

2013

50

100

150

200

250

Produktivitas (Kw/Ha)/Productivity (Quintal/Hectare)

Sumber/Source: Badan Pusat Statistik/Statistic Indonesia

169

AGRICULTURE

5.4

Produksi Tanaman Perkebunan Terpilih di Sulawesi Tenggara, 2010


2014
Production of Selected Plantation Crops in Sulawesi Tenggara, 20102014

KELAPA
DALAM/COCONUT

CENGKEH/CLOVE

2010

2011

185201
140645

161064

27156

25882

22527

15952

14310

14636

14740

9415

6838

6046

30047

41420

37662

38224

66671

145818

213691

Gambar
Figure

JAMBU METE/CASHEW
NUT

2012

2013

KAKAO/COCOA

2014

Sumber/Source: Dinas Perkebunan dan Hortikultura/Estate and Hoticulture Services of Sulawesi Tenggara
Province

170

PERTANIAN

Gambar
Figure

5.5

Populasi Ternak Sapi Menurut di Provinsi Sulawesi Tenggara 20102014


Population of Cow Livestock in Sylawesi Tenggara Province, 2010-2014

268138
265370

239683
236511
230363

2010

2011

2012

2013

2014

Sumber/Source: Dinas Pertanian Prov. Sultra/Agriculture Service of Sulawesi Tenggara Province

171

AGRICULTURE

Gambar
5.6
Figure

Persentase Luas Kawasan Hutan dan Perairan yang Telah Ditetapkan


2014
Percentage of Fixed Forest and Water Ecosystem Areas , 2014
Hutan Produksi
Biasa/Production
Forests
11%
Hutan Produksi
Terbatas/Limited
Production Forests
12%

Hutan Konservasi
Perairan/
Penggunaan lainnya
39%

Hutan
Lindung/Protection
Forest
28%
Hutan Produksi yang
dapat
Dikonversikan/Conve
rtible forest
3%

Hutan
Wisata/PPA/Konserva
si Darat/Forests Tour
7%

Sumber/Source: Dinas Kehutanan Prov. Sultra/Forestry Service of Sulawesi Tenggara Province

172

PERTANIAN
5.1. Penggunaan Tanah
Land Use
Luas Penggunaan Lahan di Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/Kota
(Ha), 2014
Tabel
5.1.1
Table
Total Land Use in Sulawesi Tenggara by Regency/City (Ha), 2014
[Diolah dari Hasil Laporan Statistik Pertanian(SP) Tanaman Pangan. BPS/Based on Agricultural Statistic Report of Food
Crops, BPS-Statistics Indonesia]

Kabupaten/Kota/Regency/City

Penggunaan
Lahan
Land Use

Buton

Muna

Konawe

Kolaka

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Lahan Pertanian /
1.
Agricultural Land
1.1. Lahan Sawah / Rice Field
a. Irigasi/Irrigation Field

b. Tadah hujan/Rainfed Field


c. Rawa pasang surut/Tidal Marsh
Field
d. Rawa lebak/Swamp field
1.2. Lahan Pertanian Bukan Sawah/
Non Rice Field

210 741 247 058

344 126

Konawe
Bombana Wakatobi
Selatan
(6)

(7)

139 894 333 606

(8)

236 479

21 140

1 678
1 280

5 594
3 953

40 081
36 389

11 244
9 814

23 351
16 716

10 409
7 467

0
0

398

1 641

2 199

1 430

6 457

2 942

1 493

178

209 063 241 464

304 045

128 650 310 255

226 070

21 140

a. Tegal/kebun/Garden

21 119

49 036

17 238

4 348

34 836

21 480

1 074

b. Ladang/huma/field for dry rice


cultivation
c. Perkebunan/plantation

19 737

22 138

14 929

3 706

21 923

2 885

43 823

60 262

29 068

44 989

78 417

27 605

1 021

d. Ditanami pohon/hutan rakyat/


Planted trees / forest folk

19 376

22 713

23 489

4 441

22 404

13 744

3 034

e. Padang penggembalaan/
padang rumput/ Pasture /
meadow
f. Sementara tidak diusahakan/
temporary not cultivated )

12 999

3 556

40 088

670

6 761

20 402

1 284

40 105

39 727

53 108

563

17 769

19 252

13 043

51 904

44 032

126 125

69 933 128 145

120 702

1 684

56 784

41 983

257 794

151 748 117 814

69 129

21 457

267 525 289 041

601 920

291 642 451 420

305 608

42 597

g. Lainnya (tambak, kolam, empang, hutan negara dll)/Other


( ponds , pools , ponds , state
forests , etc.)
2. Lahan Bukan Pertanian
(jalan, pemukiman, perkantoran,
sungai dll) /Non Agricultural Land
( roads , residential areas, offices,
rivers , etc. )
Total Lahan/Total

173

AGRICULTURE
Lanjutan Tabel
Continued Table

1.

5.1.1

Penggunaan
Lahan
Land Use

Kolaka
Utara

Buton
Utara

(1)

(9)

(10)

Lahan Pertanian /
Agricultural Land

1.1. Lahan Sawah / Rice Field


a. Irigasi/Irrigation Field
b. Tadah hujan/Rainfed
Field
c. Rawa pasang surut/Tidal
Marsh Field
d. Rawa lebak/Swamp field

Kabupaten/Kota/Regency/City
Konawe Kolaka Konawe
Kendari Bau-Bau
Utara
Timur
Kep.
(11)

(12)

336 854 151 013 257 730 364 462

Jumlah
Total

(13)

(14)

(15)

(16)

67 619

16 067

17 861 2 744 650

2 884
2 646
238

2 422
0
2 422

6 018
2 726
3 232

11 422
9 558
1 864

3 683
475
3 208

1 319
1 037
282

1 440
1 240
200

121 545
93 301
26 513

60

1 553

178

1.2. Lahan Pertanian Bukan


Sawah/Non Rice Field
a. Tegal/kebun/Garden
b. Ladang/huma/field for
dry rice cultivation
c. Perkebunan/plantation
d. Ditanami pohon/hutan
rakyat/Planted trees /
forest folk
e. Padang penggembalaan/
padang rumput/ Pasture / meadow
f. Sementara tidak diusahakan/temporary
not cultivated )
g. Lainnya (tambak, kolam,
empang, hutan negara
dll)/Other ( ponds ,
pools , ponds , state
forests , etc.)
2. Lahan Bukan Pertanian
(jalan, pemukiman, perkantoran, sungai dll) /Non
Agricultural Land ( roads ,
residential areas, offices,
rivers , etc. )

333 970 148 591 251 712 353 040

63 936

14 748

Total Lahan/Total

174

544
230
90 998
149

12 517
14 689

16 421 2 623 105

31 994
21 821

7 374
3 575

7 288
6 213

5 110
1 247

3 288
1 085

217 246
134 178

23 084 143 495


3 218
8 403

60 331
17 089

9 344
3 022

2 799
341

1 774
781

617 010
142 204

210

8 514

3 449

1 180

88

435

99 643

247

15 140

20 032

2 881

8 181

702

628

231 378

241 795

79 733

17 453 258 341

28 708

4 461

8 430 1 181 446

35 734

9 706

13 522

12 709 1 069 350

339 162 199 659 487 746 400 196

77 325

29 589

30 570 3 814 000

2 308

48 646 230 016

PERTANIAN
Tabel
Table

5.1.2

Persentase Penggunaan Lahan di Sulawesi Tenggara Menurut Kabupaten/


Kota (%), 2014
Percentage of Land Use in Sulawesi Tenggara by Regency/City (%), 2014

[Diolah dari Hasil Laporan Statistik Pertanian(SP) Tanaman Pangan. BPS/Based on Agricultural Statistic Report of Food
Crops, BPS-Statistics Indonesia]

Penggunaan
Lahan
Land Use
(1)

Lahan Pertanian /
1.
Agricultural Land
1.1. Lahan Sawah / Rice Field
a. Irigasi/Irrigation Field
b. Tadah hujan/Rainfed Field
c. Rawa pasang surut/Tidal
Marsh Field
d. Rawa lebak/Swamp field
1.2. Lahan Pertanian Bukan
Sawah/Non Rice Field
a. Tegal/kebun/Garden
b. Ladang/huma/field for dry
rice cultivation
c. Perkebunan/plantation
d. Ditanami pohon/hutan
rakyat/Planted trees /
forest folk
e. Padang penggembalaan/
padang rumput/ Pasture /
meadow
f. Sementara tidak diusahakan/temporary not
cultivated )
g. Lainnya (tambak, kolam,
empang, hutan negara
dll)/Other ( ponds ,
pools , ponds , state forests , etc.)
2. Lahan Bukan Pertanian
(jalan, pemukiman, perkantoran, sungai dll) /Non
Agricultural Land ( roads ,
residential areas, offices,
rivers , etc. )
Total Lahan/Total

Kabupaten/Kota/Regency/City
Konawe
Konawe
Kolaka
Bombana Wakatobi
Selatan

Buton

Muna

(2)

(3)

78.77
0.63
0.48
0.15
0.00

85.48
1.94
1.37
0.57
0.00

57.17
6.66
6.05
0.37
0.25

47.97
3.86
3.37
0.49
0.00

73.90
5.17
3.70
1.43
0.00

77.38
3.41
2.44
0.96
0.00

49.63
0.00
0.00
0.00
0.00

0.00
78.15

0.00
83.54

0.00
50.51

0.00
44.11

0.04
68.73

0.00
73.97

0.00
49.63

7.89
7.38

16.97
7.66

2.86
2.48

1.49
1.27

7.72
4.86

7.03
0.94

2.52
0.00

16.38
7.24

20.85
7.86

4.83
3.90

15.43
1.52

17.37
4.96

9.03
4.50

2.40
7.12

4.86

1.23

6.66

0.23

1.50

6.68

3.01

14.99

13.74

8.82

0.19

3.94

6.30

30.62

19.40

15.23

20.95

23.98

28.39

39.50

3.95

21.23

14.52

42.83

52.03

26.10

22.62

50.37

100.00

100.00

100.00

100.00

100.00

100.00

100.00

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

175

AGRICULTURE
Lanjutan Tabel
Continued Table

1.

5.1.2

Kabupaten/Kota/Regency/City

Penggunaan
Lahan
Land Use

Kolaka
Utara

Buton
Utara

Konawe
Utara

Kolaka
Timur

(1)

(9)

(10)

(11)

(12)

Lahan Pertanian /
Agricultural Land

Konawe
Kendari Bau-Bau
Kep.
(13)

(14)

(15)

Jumlah
Total
(16)

99.32

75.64

52.84

91.07

87.45

54.30

58.43

71.96

1.1. Lahan Sawah / Rice Field


a. Irigasi/Irrigation Field
b. Tadah hujan/Rainfed Field
c. Rawa pasang surut/Tidal
Marsh Field
d. Rawa lebak/Swamp field

0.85
0.78
0.07
0.00

1.21
0.00
1.21
0.00

1.23
0.56
0.66
0.01

2.85
2.39
0.47
0.00

4.76
0.61
4.15
0.00

4.46
3.50
0.95
0.00

4.71
4.06
0.65
0.00

3.19
2.45
0.70
0.04

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

1.2. Lahan Pertanian Bukan


Sawah/Non Rice Field
a. Tegal/kebun/Garden
b. Ladang/huma/field for dry
rice cultivation
c. Perkebunan/plantation
d. Ditanami pohon/hutan
rakyat/Planted trees /
forest folk
e. Padang penggembalaan/
padang rumput/ Pasture /
meadow
f. Sementara tidak diusahakan/temporary not
cultivated )
g. Lainnya (tambak, kolam,
empang, hutan negara dll)/
Other ( ponds , pools ,
ponds , state forests , etc.)

98.47

74.42

51.61

88.22

82.68

49.84

53.72

68.78

0.16
0.07

6.27
7.36

6.56
4.47

1.84
0.89

9.43
8.03

17.27
4.21

10.76
3.55

5.70
3.52

26.83
0.04

11.56
1.61

29.42
1.72

15.08
4.27

12.08
3.91

9.46
1.15

5.80
2.55

16.18
3.73

0.00

0.11

1.75

0.86

1.53

0.30

1.42

2.61

0.07

7.58

4.11

0.72

10.58

2.37

2.05

6.07

71.29

39.93

3.58

64.55

37.13

15.08

27.58

30.98

0.68

24.36

47.16

8.93

12.55

45.70

41.57

28.04

100.00

100.00

100.00

100.00

100.00

100.00

100.00

100.00

2. Lahan Bukan Pertanian


(jalan, pemukiman, perkantoran, sungai dll) /Non
Agricultural Land ( roads ,
residential areas, offices,
rivers , etc. )
Total Lahan/Total

176

PERTANIAN
5.2. Tanaman Pangan
Food Crops

Tabel
Table

5.2.1

Luas Panen, Hasil Perhektar dan Produksi Tanaman Bahan Makanan,


2013 - 2014
Harvested Areas, Productivity and Production of Food Crops, 2013- 2014

[Diolah dari Hasil Laporan Statistik Pertanian(SP) Tanaman Pangan dan Survei Ubinan BPS/Based on Agricultural Statistic
Report of Food Crops and Crop Cutting Survey, BPS-Statistics Indonesia]

2013
Jenis Tanaman
Type of Crops

(1)

1.1. Padi Sawah/

2014

Luas
Hasil Per
Panen
Produksi
Hektar
Harvested
Production
Productivity
Area
(Ton)
(Ku/Ha)
(Ha)
(2)

(3)

(4)

Luas
Hasil Per
Panen
Produksi
Hektar
Harvested
Production
Productivity
Area
(Ton)
(Ku/Ha)
(Ha)
(5)

(6)

(7)

122 702

43

529 240

133 550

48

636 028

10 243

31

32 121

6 858

31

21 589

27 133

25

67 578

24 022

25

60 600

8 974

201

180 680

8 420

208

175 086

2 882

84

24 113

2 688

93

24 914

6 547

4 942

6 058

4 652

3 735

10

3 595

5 079

11

5 691

1 342

1 083

1 476

1 192

Wetland-paddy
1.2. Padi Ladang/
Dryland-paddy

1.3. J a g u n g/
Maize
1.4. Ubi Kayu/
Cassava
1.5. Ubi Jalar/
Sweet Potatoe
1.6. Kacang Tanah/
Peanut
1.7. Kacang Kedelai/
Soybean
1.8. Kacang Hijau/
Mung bean

177

AGRICULTURE
Tabel
Table

5.2.2

Produksi Tanaman Bahan Makanan menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Tanaman


(Ton), 2014
Production of Food Crops by Regency/City and Type of Crops (Ton), 2014

[Diolah dari Hasil Laporan Statistik Pertanian(SP) Tanaman Pangan dan Survei Ubinan BPS/Based on Agricultural Statistic Report of Food
Crops and Crop Cutting Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Padi/Paddy

Kabupaten/Kota
Buton

Muna

(2)

Konawe

(3)

(4)

- Regency/City
Konawe
Selatan

Kolaka
(5)

(6)

Bombana
(7)

Wakatobi
(8)

12 650

11 833

253 131

69 135

90 867

65 339

15

1.1. Padi Sawah/

6 857

7 848

252 979

69 135

88 048

63 672

Wetland Paddy
1.2. Padi Ladang/

5 793

3 985

152

2 819

1 667

15

9 379

35 786

1 807

376

3 364

1 586

223

43 054

24 293

5 471

8 789

17 394

2 475

24 011

3 667

5 588

1 059

1 716

2 396

799

39

90

2 861

95

28

147

146

217

709

1 022

344

908

100

25

83

70

23

150

37

Dryland Paddy
2. Jagung/
Maize
3. Ubi Kayu/
Cassava
4. Ubi Jalar/
Sweet Potatoe
5. Kacang Tanah/
Peanut
6. Kacang Kedelai/
Soybean
7. Kacang Hijau/
Mung bean

178

PERTANIAN
Lanjutan Tabel
Continued Table

5.2.2

Kabupaten/Kota

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Padi/Paddy

1.1. Padi Sawah/

- Regency/City

Kolaka
Utara

Buton
Utara

Konawe
Utara

Kolaka
Timur

Konawe
Kep.

Kendari

Bau-Bau

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

Jumlah
Total

(16)

8 086

10 813

27 831

88 180

1 384

7 113

11 241

657 617

7 888

8 007

24 819

88 145

1 240

7 113

10 276

636 028

198

2 806

3 012

35

144

964

21 589

1 082

2 178

1 869

1 170

110

1 396

275

60 601

1 356

24 110

12 216

4 903

72

5 017

1 924

175 086

739

2 502

3 912

1 054

256

907

280

24 915

44

97

798

269

65

4 652

1 828

546

15

5 691

24

26

700

53

1 193

Wetland Paddy
1.2. Padi Ladang/

Dryland Paddy

2. Jagung/
Maize

3. Ubi Kayu/
Cassava

4. Ubi Jalar/
Sweet Potatoe

5. Kacang Tanah/
Peanut

6. Kacang Kedelai/
Soybean

7. Kacang Hijau/
Mung bean

179

AGRICULTURE
Luas Panen Tanaman Bahan Makanan menurut Kabupaten/Kota dan Jenis
Tanaman (Ha), 2014
5.2.3
Harvested Area of Food Crops by Regency/City and Type of Crops (Ha), 2014

Tabel
Table

[Diolah dari Hasil Laporan Statistik Pertanian(SP) Tanaman Pangan dan Survei Ubinan BPS/Based on Agricultural Statistic
Report of Food Crops and Crop Cutting Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

Kabupaten/Kota

- Regency/City

Buton

Muna

Konawe

Kolaka

Konawe
Selatan

Bombana

Wakatobi

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

3 665

3 270

49 400

13 310

22 126

15 103

1 877

2 021

49 350

13 310

21 242

14 601

1 788

1 249

50

884

502

2. Jagung/
Maize

3 838

14 365

724

135

1 174

607

94

3. Ubi Kayu/
Cassava

2 308

1 234

276

370

809

104

1 077

4. Ubi Jalar/
Sweet Potatoe

386

601

116

190

255

81

5. Kacang Tanah/
Peanut

131

3 702

132

41

181

176

6. Kacang Kedelai/
Soybean

209

669

740

230

810

87

31

102

86

29

185

45

1. Padi/Paddy
1.1. Padi Sawah/
Wetland Paddy
1.2. Padi Ladang/
Dryland Paddy

7. Kacang Hijau/
Mung bean

180

PERTANIAN
Lanjutan Tabel
Continued Table

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Padi/Paddy
1.1. Padi Sawah/
Wetland Paddy
1.2. Padi Ladang/
Dryland Paddy

5.2.3

Kabupaten/Kota
Kolaka
Utara

Buton Konawe
Utara Utara

(9)

(10)

- Regency/City

Kolaka
Timur

(11)

(12)

1 868 2 956

7 505

16 644

1 804 2 057

6 464

Konawe
Kendari Bau-Bau
Kep.
(13)

Jumlah
Total

(14)

(15)

(16)

387

1 555

2 613

140 408

16 633

340

1 555

2 296

133 550

64

899

1 041

11

47

317

6 858

345

921

715

468

44

474

118

24 022

3. Ubi Kayu/
Cassava

64

982

577

249

266

101

8 420

4. Ubi Jalar/
Sweet Potatoe

74

267

426

125

30

99

33

2 688

5. Kacang Tanah/
Peanut

54

128

1 047

342

14

103

6 058

3 1 701

614

15

5 079

866

65

1 476

2. Jagung/
Maize

6. Kacang Kedelai/
Soybean
7. Kacang Hijau/

30

33

Mung bean

181

AGRICULTURE
Hasil Per Hektar Tanaman Bahan Makanan menurut Kabupaten/Kota dan
Jenis Tanaman (Ku/Ha), 2014
5.2.4
Productivity of Food Crops by Regency/City and Type of Crops (Ku/Ha), 2014

Tabel
Table

[Diolah dari Hasil Laporan Statistik Pertanian(SP) Tanaman Pangan dan Survei Ubinan BPS/Based on Agricultural Statistic
Report of Food Crops and Crop Cutting Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Padi/Paddy
1.1. Padi Sawah/
Wetland Paddy
1.2. Padi Ladang/
Dryland Paddy
2. Jagung/
Maize
3. Ubi Kayu/
Cassava

Kabupaten/Kota

- Regency/City

Buton

Muna

Konawe

Kolaka

Konawe
Selatan

Bombana

Wakatobi

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

34,52

36,19

51,24

51,94

41,07

43,26

24,78

36,53

38,83

51,26

51,94

41,45

43,61

0,00

32,40

31,90

30,42

0,00

31,89

33,20

24,78

24,44

24,91

24,96

27,83

28,66

26,12

23,75

186,54 196,86

198,24

237,53

215,01

237,96

222,95

4. Ubi Jalar/
Sweet Potatoe

94,99

92,99

91,27

90,33

93,96

98,68

78,00

5. Kacang Tanah/
Peanut

6,86

7,73

7,16

6,81

8,11

8,31

7,48

10,37

10,59

13,81

14,94

11,21

11,54

0,00

8,03

8,13

8,10

7,89

8,10

8,18

0,00

6. Kacang Kedelai/
Soybean
7. Kacang Hijau/
Mung bean

182

PERTANIAN
Lanjutan Tabel
Continued Table

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Padi/Paddy
1.1. Padi Sawah/
Wetland Paddy
1.2. Padi Ladang/
Dryland Paddy
2. Jagung/
Maize
3. Ubi Kayu/
Cassava

5.2.4

Kabupaten/Kota

- Regency/City

Kolaka
Utara

Buton
Utara

Konawe
Utara

Kolaka
Timur

(9)

(10)

(11)

(12)

43,28

36,58

37,08

43,72

38,93

30,89

31,35

Konawe
Kendari Bau-Bau
Kep.

Jumlah
Total

(13)

(14)

(15)

(16)

52,98

35,76

45,74

43,02

46,84

38,40

52,99

36,46

45,74

44,76

47,62

31,21

28,93

31,45

30,69

0,00

30,42

31,48

23,64

26,13

24,99

25,09

29,45

23,33

25,23

211,90 245,52

211,72

196,90

239,31 188,61

190,52 207,94

4. Ubi Jalar/
Sweet Potatoe

99,90

93,71

91,83

84,31

85,46

91,64

84,84

92,69

5. Kacang Tanah/
Peanut

8,20

7,61

7,62

7,86

6,05

6,29

6,47

7,68

6. Kacang Kedelai/
Soybean

9,07

10,74

8,89

9,73

0,00

0,00

9,26

11,20

7. Kacang Hijau/

8,11

7,81

8,08

8,11

8,08

0,00

0,00

8,08

Mung bean

183

AGRICULTURE
Tabel
Table

5.2.5

Beras yang Masuk Perbulan Melalui Perum Bulog ( Ton ), 2014


Rice Supplied by Logistic Agency per Month ( Ton ), 2014

Bulan
Month

Beras Lokal
Local Rice

Provinsi
Lainnya
From Other
Provinces

Luar Negeri
From Other
Countries

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Januari/January

105.00

0.00

0.00

105.00

2. Pebruari/February

285.00

0.00

0.00

285.00

3. M a r e t/March

416.12

0.00

0.00

416.12

4. A p r i l/April

3 806.54

0.00

0.00

3 806.54

5. M e i / M a y

9 108.29

0.00

0.00

9 108.29

6. J u n i / J u ne

3 926.81

0.00

0.00

3 926.81

7. J u l i / J u l y

3 607.38

0.00

0.00

3 607.38

8. Agustus/August

3 797.63

0.00

0.00

3 797.63

9. September/September

3 237.00

0.00

0.00

3 237.00

10. Oktober/October

1 763.01

0.00

0.00

1 763.01

11. Nopember/November

394.70

0.00

0.00

394.70

12. Desember/December

0.00

0.00

0.00

0.00

2014

30 447.45

0.00

0.00

30 447.45

2013

43 500,00

0,00

0,00

43 500,00

2012

36 000,02

19 953,40

0,00

55 953,42

2011

20 750,00

31 583,89

3 600,00

55 933,93

2010

15 063,42

23 850,01

0,00

38 913,43

2009

9 734,84

45 058,66

0,00

54 793,50

Jumlah/Total

Sumber/Source: Perum Bulog Divisi Regional Sultra/Logistics Agency of Sulawesi Tenggara Regional Division
Catatan/Note : *) Rincian Angka perbulan berdasarkan Data GDIM pada bulan setelah masa laporan/ The detail figure
per month is based on GDIM data in the month after the reporting period

184

PERTANIAN
Tabel
Table

Pengadaan Beras Lokal oleh Perum Bulog menurut Kabupaten/Kota ( Ton ),


2014
5.2.6
Local Rice Supplied by Logistic Agency by Regency/City ( Ton ), 2014

Bulan
Month
(1)

Kabupaten/Kota - Regency/City
Buton

Muna

Konawe

Kolaka

Konawe
Selatan

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Januari/January

0.00

0.00

30.00

2. Pebruari/February

0.00

0.00

3. M a r e t/March

0.00

0.00

4. A p r i l/April

0.00

5. M e i / M a y
6. J u n i / J u ne

Bombana Wakatobi
(7)

(8)

0.00

0.00

0.00

0.00

15.00

75.00

0.00

45.00

0.00

0.00

127.65

0.00

45.00

0.00

210.00

900.00

945.00

0.00

555.00

0.00

0.00

600.00

2 505.00

1 617.27

0.00

1 965.00

0.00

0.00

75.00

801.09

647.72

0.00

1 245.00

0.00

7. J u l i / J u l y

0.00

0.00

678.96

528.95

0.00

635.25

0.00

8. Agustus/August

0.00

195.00

1 011.80

352.86

0.00

905.70

0.00

9. September/September

0.00

255.00

461.39

662.06

0.00

795.00

0.00

10. Oktober/October

0.00

0.00

316.95

538.56

0.00

456.66

0.00

11. Nopember/November

0.00

0.00

99.83

124.92

0.00

96.75

0.00

12. Desember/December

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00 1 335.00

6 820.01

5 619.98

0.00

6 744.36

0.00

0,00 3 060,00

Jumlah/Total
2014
2013
2012
2011
2010
2009

8 000,01

8 505,00

0,00

6 954,99

0,00

0,00 2 010,02 10 305,02

8 291,02

2 137,51

3 975,02

0,00

0,00 1 455,01

7 310,50

4 143,02

0,00

2 730,02

0,00

0,00 1 320,00
0,00 5 767,10

2 790,57
2 970,02

1 958,55
3 350,02

0,00
0,00

1 755,30
2 575,92

0,00
0,00

Sumber/Source: Perum Bulog Divisi Regional Sultra/Logistics Agency of Sulawesi Tenggara Regional Division
Catatan/Note : *) Rincian Angka perbulan berdasarkan Data GDIM pada bulan setelah masa laporan/ The detail figure
per month is based on GDIM data in the month after the reporting period

185

AGRICULTURE
Lanjutan Tabel
Continued Table

5.2.6

Bulan
Month
(1)

Kabupaten/Kota - Regency/City
Kolaka
Utara

Buton
Utara

(2)

(3)

Konawe Kolaka Konawe


Kendari
Utara Timur
Kep.
(4)

(5)

(6)

(7)

Bau-Bau
(8)

Jumlah
Total
(9)

1. Januari/January

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

75.00

0.00

105.00

2. Pebruari/February

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

150.00

0.00

285.00

3. M a r e t/March

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

60.00

183.47

416.12

4. A p r i l/April

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

555.00

641.54

3 806.54

5. M e i / M a y

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

1 661.78

759.24

9 108.29

6. J u n i / J u ne

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

615.02

542.99

3 926.81

7. J u l i / J u l y

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

1 158.23

606.00

3 607.38

8. Agustus/August

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

1 060.49

271.79

3 797.63

9. September/September

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

690.71

372.86

3 237.00

10. Oktober/October

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

403.70

47.15

1 763.01

11. Nopember/November

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

73.20

0.00

394.70

12. Desember/December

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

6 503.10

3 425.01 30 447.45

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

9 720,00

7 260,00 43 500,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

4 211,52

5 070,00 36 000,11

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

3 252,02

1 860,02 20 750,59

0,00
0,00

0,00
0,00

0,00
0,00

0,00
0,00

0,00
0,00

2 844,00
1 983,68

4 395,00 15 063,42
10 594,61 27 241,35

Jumlah/Total
2014
2013
2012
2011
2010
2009

Sumber/Source: Perum Bulog Divisi Regional Sultra/Logistics Agency of Sulawesi Tenggara Regional Division
Catatan/Note : *) Rincian Angka perbulan berdasarkan Data GDIM pada bulan setelah masa laporan/ The detail figure per
month is based on GDIM data in the month after the reporting period

186

PERTANIAN
Tabel
Table

Pengadaan Beras Lokal oleh Perum Bulog Perbulan menurut KUD dan non
KUD (Ton), 2014
5.2.7
Local Rice Supplied by Logistic Agency by Months , by Village Cooperative
Unit , and non Village Cooperative Unit (Ton), 2014

KUD
Bulan
Month

Village
Cooperative
Unit

Non KUD
Non Village
Cooperative
Unit

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Januari/January

0.00

105.00

105.00

2. Pebruari/February

0.00

285.00

285.00

3. M a r e t/March

0.00

416.12

416.12

4. A p r i l/April

15.00

3 791.54

3 806.54

5. M e i / M a y

30.00

9 078.29

9 108.29

6. J u n i / J u ne

0.00

3 926.81

3 926.81

7. J u l i / J u l y

0.00

3 607.38

3 607.38

8. Agustus/August

0.00

3 797.63

3 797.63

9. September/September

0.00

3 237.00

3 237.00

10. Oktober/October

0.00

1 763.01

1 763.01

11. Nopember/November

0.00

394.70

394.70

12. Desember/December

0.00

0.00

0.00

45.00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

30 402.45
43 500,00
36 000,02
20 750,03
15 063,42
27 241,27

30 447.45
43 500,00
36 000,02
20 750,03
15 063,42
27 241,27

Jumlah/Total
2014
2013
2012
2011
2010
2009

Sumber/Source: Perum Bulog Divisi Regional Sultra/Logistics Agency of Sulawesi Tenggara Regional Division
Catatan/Note : *) Rincian Angka perbulan berdasarkan Data GDIM pada bulan setelah masa laporan/ The detail figure
per month is based on GDIM data in the month after the reporting period

187

AGRICULTURE
Tabel
Table

5.2.8

Volume Beras Raskin yang Disalurkan oleh Perum Bulog (Ton), 2014
Volume Rice for Poor People Distributed by Logistic agency (Ton), 2014

Bulan
Month

DIVRE
SULTRA

KANLOG
BOMBANA

SUBDIVRE
BAUBAU

KANLOG
RAHA

SUBDIVRE
UNAAHA

KANLOG
KOLAKA

KANLOG
KOLAKA

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1. Januari/
January
2. Pebruari/
February
3. M a r e t/
March
4. A p r i l/
April
5. M e i /
May
6. J u n i /
J u ne
7. J u l i /
July
8. Agustus/
August
9. September/
September
10. Oktober/
October
11. Nopember/
November
12. Desember/
December

Jumlah/Total

Sumber/Source:

188

292 740

292 740

1 541 520

1 003 410

732 060

169 200

759 870

1 653 435

5 859 495

1 569 690

1 969 650

2 107 590

637 575

1 260 585

7 545 090

95 310

38 800

485 400

619 510

643 650

548 475

399 270

1 260 585

2 851 980

1 516 965

2 319 660

405 630

228 390

4 470 645

652 860

454 935

341 640

829 830

486 045

557 310

3 322 620

247 665

79 290

185 700

112 860

984 120

194 430

138 150

832 950

2 149 650

124 170

207 450

474 885

806 505

25 050

25 050

7 693 740

2 006 820

5 481 100

4 377 780

2 741 220

6 268 140

28 568 800

625 515

Perum Bulog Divisi Regional Sultra/Logistics Agency of Sulawesi Tenggara Regional Division

PERTANIAN
5.3

Buah-buahan
Fruits

Tabel
Table

Produksi Buah-buahan Menurut Jenis Buah dan Kabupaten/Kota di


Provinsi Sulawesi Tenggara (Kuintal), 2014
5.3.1
Production of Fruit by Type of Plant and Regency/City (Quintal),
2014

[Diolah dari Hasil Survei Pertanian Hortikultura SPH-SBS/Based on Agriculture Survey for Horticulture, BPS-Statistics
Indonesia]

Jenis Tanaman
Type of Plant
(1)

1. Alpukat/Avocado
2. Belimbing/Star fruit
3. Duku/Langsat/Langsat
4. Durian/Durian
5. Jambu Biji/Guava
6. Jambu Air/Rose apple
7. Jeruk Siam/Keprok/Tangerin
8. Jeruk Besar/ Grape fruit
9. Mangga/Manggo
10. Manggis/ Mangosteen
11. Nangka/Jackfruit
12. Nenas/Pineapple
13. Pepaya/Papaya
14. Pisang/Banana
15. Rambutan/Nephelium
16. Salak/Zalacca
17. Sawo/Sapodilla
18. Markisa/Passion Fruit
19. Sirsak/ Sour Sop
20. Sukun/Breadfruit
21. Apel/Apple
22. Anggur/Grape
23. Melon/ Melon
24. Semangka/Watermelon
25. Blewah/Blewah

Kabupaten/Kota - Regency/City
Buton

Muna

Konawe

Kolaka

(2)

(3)

(4)

(5)

98
215
3 586
58
2 142
3 766
95 506
1 791
35 179
6
13 391
12 215
28 356
52 151
52 509
969
207
0
840
1 892
0
0
0
2 932
0

34
345
45 975
19 783
644
971
24 021
387
3 485
0
1 744
288
8 076
34 964
52 181
549
0
0
165
450
0
0
0
2 790
0

204
275
114
97
1 658
1 180
6 195
2 038
14 792
10
5 074
589
4 940
24 266
1 209
521
64
0
774
866
0
0
69
144
0

314
435
9 922
9 272
535
507
1 286
936
12 582
118
5 149
149
3 281
9 177
15 904
629
282
3
324
5 384
0
0
0
685
0

Konawe
Kolaka
Bombana Wakatobi
Selatan
Utara
(6)

501
966
7 150
5 934
2 952
4 114
224 594
4 428
36 771
945
14 305
4 359
31 543
72 163
41 904
3 280
964
0
1 536
1 383
0
0
375
4 303
0

(7)

(8)

(9)

77
79
81
225
182
120
1 772
480
6 123
0
1 000
63
999
3 415
1 059
52
0
0
43
85
0
0
0
0
0

7
67
0
0
189
130
209
78
2 125
0
525
14
608
608
0
0
0
0
105
185
0
0
0
236
0

1992
468
7077
12302
874
461
165
289
8833
0
1665
99
2884
41691
12520
843
0
0
232
729
0
0
0
788
0

189

AGRICULTURE
Lanjutan Tabel
Continued Table

5.3.1

Jenis Tanaman
Type of Plant
(1)

1. Alpukat/Avocado
2. Belimbing/Star fruit

Kabupaten/Kota - Regency/City
Buton
Utara

Konawe
Utara

Kolaka
Timur

Konawe
Kep

Kendari

Bau-Bau

(10)

(11)

(14)

(15)

(16)

(17)

0
0

117
428

233
756

3 852
4 964

3 414

9 054

1 166

87 630

5 116

23 145

578

76 517

65

389

1 544

265

1 320

12 759

144

100

1 156

151

352

13 155

7. Jeruk Siam/Keprok/Tangerin

8 087

4 021

2 028

2 190

260

370 334

8. Jeruk Besar/ Grape fruit


9. Mangga/Manggo

465
2 702

2 925
3 370

2 059
12 025

0
2

265
2 100

608
7 603

16 749
147 692

4. Durian/Durian
5. Jambu Biji/Guava
6. Jambu Air/Rose apple

10. Manggis/ Mangosteen

124
132

91
7

(16)

151
791

3. Duku/Langsat/Langsat

0
7

Jumlah
Total

387

12

1 484

11. Nangka/Jackfruit

594

1 822

5 016

273

1 622

5 262

57 442

12. Nenas/Pineapple
13. Pepaya/Papaya

246
527

160
2 162

941
6 689

24
253

4 038
1 309

244
4 418

23 429
96 045

14. Pisang/Banana

6 848

8 296

17 084

1 827

5 794

7 234

285 518

15. Rambutan/Nephelium

1 226

2 778

16 802

1 792

2 401

202 285

0
0

25
0

905
573

0
0

199
50

19
14

7 991
2 154

16. Salak/Zalacca
17. Sawo/Sapodilla
18. Markisa/Passion Fruit

271

274

21
0

109
134

2 365
1 722

6
34

591
610

782
738

7 893
14 212

21. Apel/Apple

22. Anggur/Grape

23. Melon/ Melon

0
290

0
420

0
42

0
0

0
2

0
0

444
12 632

19. Sirsak/ Sour Sop


20. Sukun/Breadfruit

24. Semangka/Watermelon
25. Blewah/Blewah

190

PERTANIAN
5.4 Sayur-sayuran dan Tanaman Biofarmaka
Vegetables and Biopharmacy Plants

Tabel
Table

Produksi Sayur-sayuran yang dipanen berkali-kali Menurut Jenis Sayuran


dan Kabupaten/Kota (Kuintal) 2014
5.4.1
Production of Repeatedly Harvested Vegetables by Type of Plant and
Regency/City (Quintal) 2014

[Diolah dari Hasil Survei Pertanian Hortikultura SPH-SBS/Based on Agriculture Survey for Horticulture, BPS-Statistics
Indonesia]

Jenis Tanaman
Type of Plant
(1)

1. Kacang panjang
Long Bean
2. Cabe besar
Chili
3. Cabe rawit
Small Chili
4. Paprika
Paprica
5. Tomat
Tomatoes
6. Terung
Egg plant
7. Buncis
Snap Bean
8. Ketimun
Cucumber
9. Labu siam
Squash
10. Kangkung
Swamp Cabbage
11. Bayam
Spinach
12. Melinjo
Melinjo
13. Petai
Petai
14. Jengkol
Jengkol

Kabupaten/Kota - Regency/City
Buton

Muna

Konawe

Kolaka

Konawe
Selatan

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1 853

37 725

11 293

3 107

23 301

2 202

411

756

6 263

4 278

713

14 592

742

1 409

19 407

4 126

1 103

22 047

1 258

66

50

2 420

28 914

9 134

1 313

18 784

7 118

191

1 926

37 169

13 404

1 888

17 561

2 566

216

419

30

430

5 880

887

9 828

3 814

663

10 196

298

124

146

12 126

15

294

5 174

25

1 728

19 896

3 799

3 694

27 705

2 555

561

946

21 312

1 933

2 244

21 641

2 394

89

185

37

91

11

233

81

70

1 892

5 015

31

57

74

65

689

Bombana Wakatobi
(8)

191

AGRICULTURE
Lanjutan Tabel
Continued Table

5.4.1

Kabupaten/Kota - Regency/City

Jenis Tanaman
Type of Plant

Kolaka
Utara

Buton
Utara

Konawe
Utara

Kolaka
Timur

(1)

(9)

(10)

(11)

(12)

Konawe
Kendari Bau-Bau
Kep.
(13)

(14)

(15)

Jumlah
Total
(16)

1. Kacang panjang

5 181

427

6 974

1 801

1 341

3 403

1 143 100 162

Long Bean
2. Cabe besar

3 384

100

482

359

984

374

454

33 483

Chili
3. Cabe rawit

11 659

121

3 174

677

839

1 848

460

68 194

Small Chili
4. Paprika

283

333

Paprica
5. Tomat

7 775

251

5 123

1 293

1 114

1 947

877

86 254

Tomatoes
6. Terung

6 218

318

10 565

2 243

1 172

2 708

1 466

99 420

Egg plant
7. Buncis

33

251

39

271

397

114

7 873

Snap Bean
8. Ketimun

5 178

32

992

238

671

591

438

33 950

Cucumber
9. Labu siam

2 101

194

202

20 277

Squash
10. Kangkung

5 321

252

2 601

923

46

2 747

1 142

72 970

Swamp Cabbage
11. Bayam

3 635

201

1 961

693

44

2 221

710

60 024

Spinach
12. Melinjo

482

18

220

1 065

Melinjo
13. Petai

694

21

93

26

8 168

46

28

32

999

Petai
14. Jengkol
Jengkol

192

PERTANIAN
Tabel
Figure

Produksi Sayur-sayuran yang dipanen Sekaligus Menurut Jenis Sayuran dan


Kabupaten/Kota (Kuintal) 2014
5.4.2 Production of All at once Harvested Vegetables by Type of Plant and
Regency/City (Quintal) 2014

[Diolah dari Hasil Survei Pertanian Hortikultura SPH-SBS/Based on Agriculture Survey for Horticulture, BPS-Statistics
Indonesia]

Kabupaten/Kota - Regency/City

Jenis Tanaman
Type of Plant
(1)

1. Bawang merah /Onion

Buton

Muna

Konawe

Kolaka

(2)

(3)

(4)

(5)

Konawe
Bombana Wakatobi
Selatan
(6)

(7)

(8)

261

197

3. Bawang daun/leek

157

1 060

870

995

954

77

4. Kentang/Potatoes

552

862

195

411

74

567

1 171

3 724

2 051

1 998

12

75

8. Wortel/Carrots

9. Lobak/Radish

140

606

37

32

2. Bawang putih/Garlic

5. Kubis/Cabbage

6. Kembang kol/Cauliflower
7. Petsai/sawi/Mustard

10. Kacang merah/Red Beans

193

AGRICULTURE
Lanjutan Tabel
Continued Table

5.4.2

Jenis Tanaman
Type of Plant
(1)

1. Bawang merah /Onion

Kabupaten/Kota - Regency/City
Kolaka
Utara

Buton
Utara

Konawe
Utara

(9)

(10)

(11)

Kolaka Konawe
Kendari Bau-Bau
Timur
Kep.
(12)

(13)

(14)

(15)

Jumlah
Total
(16)

2 930

181

3 569

3. Bawang daun/leek

142

142

147

100

43

4 687

4. Kentang/Potatoes

567

25

332

11

473

3 428

117

191

1 069

351

175

2 987

650

14 830

8. Wortel/Carrots

9. Lobak/Radish

10. Kacang merah/Red Beans

39

859

2. Bawang putih/Garlic

5. Kubis/Cabbage
6. Kembang kol/Cauliflower
7. Petsai/sawi/Mustard

194

PERTANIAN
Produksi Tanaman Biofarmaka Menurut Jenis dan Kabupaten/Kota
(Kuintal) 2014
5.4.3
Production of pharmacy Plant Type of and Regency/City
(Quintal) 2014

Tabel
Table

[Diolah dari Hasil Survei Pertanian Hortikultura SPH-TBF/Based on Agriculture Survey for Horticulture, BPS-Statistics
Indonesia]

Kabupaten/Kota - Regency/City

Jenis Tanaman
Type of Plant

Buton

Muna

Konawe

Kolaka

Konawe
Selatan

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

597 539

52 960

46 776

25 008

1 648 343

55 064

430

30 957

18 313

8 991

7 476

37 304

4 907

1 412

8 260

211

45

4 453

10 490

168

483

30 825

21 611

5 919

15 330

30 759

6 104

5 710

820

39

116

24 599

39

822

16 354

46

5 517

2 066

107

7. Temuireng

462

85

30

3 658

13

8. Temukunci

796

1 485

1 846

9. Dlingo/dringo

3 787

37

75

85

18

10. Kapulaga /Cardamon

45

50

124

243

363

303

1 889

4 856

8 629

3 002

12. Mahkota dewa

3 000

2 604

43 316

13. Keji beling

864

60

8 394

42 110

14. Sambiloto

1 264

1 742

2 423

8 873

50

15. Lidah buaya/Aloe vera

83

686

1 824

156

(1)

1. Jahe /Ginger
2. Laos/lengkuas/Laos

3. Kencur
4. Kunyit/Turmeric
5. Lempuyang
6. Temulawak/Curcuma

11. Mengkudu/Noni

Bombana Wakatobi
(7)

(8)

195

AGRICULTURE
Lanjutan Tabel
Continued Table

5.4.3

Jenis Tanaman
Type of Plant
(1)

1. Jahe /Ginger
2. Laos/lengkuas/Laos
3. Kencur/Kencur
4. Kunyit/Turmeric
5. Lempuyang

Kabupaten/Kota - Regency/City
Kolaka
Utara

Buton
Utara

Konawe
Utara

Kolaka
Timur

(9)

(10)

(11)

(12)

75

1 250

171

1 762

82

293

1 385

105

1 250

7. Temuireng

8. Temukunci

9. Dlingo/dringo

10. Kapulaga /Cardamon

11. Mengkudu/Noni

115

12. Mahkota dewa

696

13. Keji beling

57

14. Sambiloto

55

6. Temulawak/Curcuma

15. Lidah buaya/Aloe vera

196

Konawe
Kendari Bau-Bau
Kep.
(13)

(14)

(15)

Jumlah
Total
(16)

3 008

60 620

2 491 073

7 146

86 414

204 853

835

2 441

27 468

4 660

61 041

183 637

923

174

26 815

1 494

59 150

86 806

521

26 343

31 112

387

279

4 801

501

209

4 719

692

15

926

1 431

1 204

22 035

33 684

1 080

84 380

2 081

357

53 923

2 359

5 414

22 184

1 767

474

5 006

PERTANIAN
5.5 Perkebunan
Plantation
Tabel
Table

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman (Ton), 2010-2014


Production of Estate Crops by Type of Plants (Tons), 2010-2014

5.5.1

Jenis Tanaman
Type of Crops

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

38 224
3 940
230
4 991
219
6 046
15 952
1 173
145 818
3 332
0
3 246
0
261
248
57
6 165
0
805
22
0
0
0

37 662
2 960
154
3 634
173
6 838
14 310
1 374
161 064
3 370
0
3 583
0
214
162
58
4 877
0
227
80
0
0
0

41 420
3 105
259
4 059
258
14 740
22 527
1 136
140 645
319
0
4 049
0
84
313
50
4 977
0
0
144
16 461
0
0

30 047
3 685
197
4 405
474
9 415
25 882
1 156
185 201
405
0
3 573
0
81
221
42
6 327
0
0
175
12 614
75
180

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper

5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm

11. Kapas Rakyat/Cotton plant


12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit
21. Nilam
22. Jarak Pagar
23. Karet
Sumber/Source:
Province

66 671
6 729
376
7 112
519
14 636
27 156
1 219
213 691
3 316
0
3 516
0
77
261
86
4 847
0
0
2 233
60 368
65
8

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara

197

AGRICULTURE
Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman
Dan Kabupaten/Kota(Ton), 2014
5.5.2
Production of Estate Crops by Type of Plants (Tons) and Regency/City ,
2014

Tabel
Table

Kabupaten/Kota - Regency/City

Jenis Tanaman
Type of Crops

Buton

Muna

Konawe

Kolaka

Konawe
Selatan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

4 190
264
3
866
0
6 749
291
1
4 190
60
0
0
0
0
1
2
88
0
0
244
2 386
0
0

3 635
1 390

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove

7. Jambu Mete/Cashew nut


8. Kemiri/Candlenut
9. Kakao/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit
21. Nilam
22. Jarak Pagar
23. Karet

1 707
301
164
14
3
18
4 747
202
719
6
0
90
0
46
0
0
0
0
0
0
0
53
0

6 457
50
10
5
0
0
7 902
37
12 612
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0

2 394
522
50
1 293
7
113
1 835
72
10 172
16
0
309
0
5
127
1
1 893
0
0
83
636
12
0

1 095
13
45
6 152
288
8 989
0
0
2 948
0
0
48
31
149
0
0
13
32
0
8

Bombana
(7)

10 000
1 396
2
25
2
80
656
17
6 120
2 845
0
130
0
1
16
2
2
0
0
0
17 461
0
0

Wakatobi
(8)

304
118
17
0
4
7
562
0
23
7
0
22
0
20
17
0
0
0
0
0
0
0
0

Sumber/Source: Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara Province

198

PERTANIAN
Lanjutan Tabel
Continued Table

5.5.2

Kabupaten/Kota - Regency/City

Jenis Tanaman
Type of Crops

Kolaka
Utara

Buton
Utara

Konawe
Utara

Kolaka
Timur

Konawe
Kep.

Kendari

Bau-Bau

Jumlah

(1)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove

7. Jambu Mete/Cashew nut


8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit/Palm Oil
21. Nilam/Patchouli
22. Jarak Pagar/Jatropha
23. Karet/Rubber

2 721
206
0
336
253
5 372
10
38
87 703
127
0
0
0
0
0
0
206
0
0
1
39 853
0
0

2 120
188
10
3
27
17
1 313
6
279
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

1 054
506
0
144
41
182
562
18
590
2
0
0
0
0
8
2
360
0
0
0
0
0
0

26 728
1 699
110
3 108
0
1 830
379
476
79 276
235
0
0
0
2
30
40
1 548
0
0
1 892
0
0
0

5 028
28
0
125
169
211
2 185
9
2 639
0
0
0
0
0
3
4
570
0
0
0
0
0
0

32
5
5
0
0
0
148
9
37
3
0
7
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0

301
56
5
98
0
12
414
46
342
15
0
10
0
1
10
4
31
0
0
0
0
0
0

66 671
6 729
376
7 112
519
14 636
27 156
1 219
213 691
3 316
0
3 516
0
77
261
86
4 847
0
0
2 233
60 368
65
8

Sumber/Source: Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara Province

199

AGRICULTURE
Tabel
Table

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman


di Kabupaten Buton , 2010-2014(Ton)
5.5.3
Production of Estate Crops by Type of Plants in Buton Regency
2010-2014(Tons)

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit/Palm Oil
21. Nilam/Patchouli
22. Jarak Pagar/Jatropha
23. Karet/Rubber
Sumber/Source:

200

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1 085
164
98
13
2
7
510
122
468
9
66
184
0
0
0
0
0
0
0

1 089
188
99
12
2
8
576
122
476
8
0
71
0
190
0
0
0
0
0
0
0
0
0

1 688
14
165
14
2
6
6 214
175
616
5
0
89
0
45
0
0
0
0
0
0
0
0
0

1 689
283
109
4
2
6
0
176
631
5
0
90
0
56
0
0
0
0
0
0
0
60
0

1 707
301
164
14
3
18
4 747
202
719
6
0
90
0
46
0
0
0
0
0
0
0
53
0

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi
Tenggara Province

PERTANIAN
Tabel
Table

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman


di Kabupaten Muna , 2010-2014 (Ton)
5.5.4
Production of Estate Crops by Type of Plants in Muna Regency
2010-2014 (Tons)

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit/Palm Oil
21. Nilam/Patchouli
22. Jarak Pagar/Jatropha
23. Karet/Rubber
Sumber/Source:

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

2 318
55
10
5
0
0
625
40
3 038
0
0
0
0
3
0
0
0
0
72
0
0
0
0

3 292
50
10
5
0
0
2 439
37
6 506
0
0
0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0

2 453
50
10
5
0
0
2 465
37
8 088
0
0
0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0

2 453
50
10
5
0
0
6 373
37
12 612
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0

6 457
50
10
5
0
0
7 902
37
12 612
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

201

AGRICULTURE
Tabel
Table

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman


di Kabupaten Konawe , 2010-2014 (Ton)
5.5.5
Production of Estate Crops by Type of Plants in Konawe Regency
2010-2014(Tons)

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit/Palm Oil
21. Nilam/Patchouli
22. Jarak Pagar/Jatropha
23. Karet/Rubber
Sumber/Source:

202

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

6 937
774
46
1 441
128
160
4 214
66
9 562
16
0
412
0
5
127
0
2 289
0
0
0
0
0
0

6 681
417
12
851
56
49
2 254
54
9 632
5
0
261
0
2
75
0
1 398
0
80
0
0
0
0

8 093
496
54
1 446
176
306
3 854
91
11 999
14
0
288
0
3
210
3
2 403
0
0
80
0
0
0

2 129
465
53
1 226
4
83
1 437
74
9 459
16
0
323
0
4
120
1
1 849
0
0
80
2 120
15
0

2 394
522
50
1 293
7
113
1 835
72
10 172
16
0
309
0
5
127
1
1 893
0
0
83
636
12
0

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

PERTANIAN
Tabel
Table

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman


di Kabupaten Kolaka , 2010-2014 (Ton)
5.5.6
Production of Estate Crops by Type of Plants in Kolaka Regency
2010-2014(Tons)

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit/Palm Oil
21. Nilam/Patchouli
22. Jarak Pagar/Jatropha
23. Karet/Rubber

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

3 953
1 240
15
1 865
2
961
428
384
30 921
128
0
0
0
3
10
58
2 843
0
0
0
0
0
0

4 895
809
12
1 356
1
1 088
422
149
41 100
131
0
0
0
1
17
3
2 707
0
14
0
0
0
0

2 547
266
1
865
1
390
7
72
20 722
74
0
0
0
1
8
10
1 776
0
0
61
0
0
0

3 634
269
3
745
0
1 619
331
1
8 563
66
0
0
0
0
1
1
90
0
0
69
0
0
0

4 190
264
3
866
0
6 749
291
1
4 190
60
0
0
0
0
1
2
88
0
0
244
2 386
0
0

Sumber/Source: Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of
Sulawesi Tenggara Province

203

AGRICULTURE
Tabel
Table

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman


di Kabupaten Konawe Selatan , 2010-2014 (Ton)
5.5.7
Production of Estate Crops by Type of Plants in Konawe Selatan Regency
2010-2014(Tons)

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit/Palm Oil
21. Nilam/Patchouli
22. Jarak Pagar/Jatropha
23. Karet/Rubber

Sumber/Source:

204

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

3 634
308
0
1 093
13
31
7 288
343
8 409
0
0
2 910
0
0
57
40
138
0
74
0
0
0
0

6 341
339
0
1 202
14
34
7 654
377
9 022
0
0
3 201
0
0
63
40
159
0
74
0
0
0
0

3 656
295
0
1 084
12
27
6 400
288
8 956
0
0
2 911
0
0
47
29
140
0
0
0
0
0
0

3 695
315
0
1 084
12
27
4 000
288
8 900
0
0
2 911
0
0
49
28
140
0
0
0
32
0
180

3 635
1 390
1 095
13
45
6 152
288
8 989
0
0
2 948
0
0
48
31
149
0
0
13
32
0
8

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of

PERTANIAN
Tabel
Table

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman


di Kabupaten Bombana , 2010-2014 (Ton)
5.5.8
Production of Estate Crops by Type of Plants in Bombana Regency
2010-2014(Tons)

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit/Palm Oil
21. Nilam/Patchouli
22. Jarak Pagar/Jatropha
23. Karet/Rubber

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

10 316
762
2
23
0
18
816
16
5 387
3 025
0
116
0
1
20
2
2
0
262
0
0
0
0

10 422
764
2
76
2
23
816
303
5 387
3 026
0
134
0
1
2
2
4
0
0
0
0
0
0

9 630
1 400
2
161
3
78
811
17
6 477
49
0
725
0
1
28
0
2
0
0
0
0
0
0

1 000
1 445
2
160
2
68
656
12
6 120
45
0
160
0
1
16
2
2
0
0
0
0
0
0

10 000
1 396
2
25
2
80
656
17
6 120
2 845
0
130
0
1
16
2
2
0
0
0
17 461
0
0

Sumber/Source: Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of
Sulawesi Tenggara Province

205

AGRICULTURE
Tabel
Table

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman


di Kabupaten Wakatobi , 2010-2014 (Ton)
5.5.9
Production of Estate Crops by Type of Plants in Wakatobi Regency
2010-2014(Tons)

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit/Palm Oil
21. Nilam/Patchouli
22. Jarak Pagar/Jatropha
23. Karet/Rubber
Sumber/Source:

206

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

2 482
22
2
0
2
3
95
0
24
0
0
13
0
27
12
0
0
0
2
0
0
0
0

1 971
8
1
0
0
4
121
1
21
0
0
8
0
16
1
0
0
0
0
0
0
0
0

4 747
22
0
0
0
6
360
1
47
0
0
21
0
31
1
0
0
0
0
0
0
0
0

1 000
7
0
0
0
9
152
0
0
0
0
27
0
9
1
0
0
0
0
0
0
0
0

304
118
17
0
4
7
562
0
23
7
0
22
0
20
17
0
0
0
0
0
0
0
0

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

PERTANIAN
Tabel
Table

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman


di Kabupaten Kolaka Utara , 2010-2014 (Ton)
5.5.10
Production of Estate Crops by Type of Plants in Kolaka Utara Regency
2010-2014 (Tons)

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit/Palm Oil
21. Nilam/Patchouli
22. Jarak Pagar/Jatropha
23. Karet/Rubber
Sumber/Source:

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

3 705
194
10
299
22
4 661
100
118
85 992
124
0
0
0
0
0
0
503
0
41
0
0
0
0

3 836
218
1
272
28
5 463
91
277
90 002
182
0
0
0
0
0
0
615
0
0
0
22 945
0
0

3 757
198
1
245
37
13 700
91
378
82 512
158
0
0
0
0
0
0
589
0
0
3
16 461
0
0

4 616
171
0
216
248
6 586
58
348
102 662
201
0
0
0
0
0
0
920
0
0
26
10 462
0
0

2 721
206
0
336
253
5 372
10
38
87 703
127
0
0
0
0
0
0
206
0
0
1
39 853
0
0

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

207

AGRICULTURE
Tabel
Table

5.5.11

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman


di Kabupaten Buton Utara , 2010-2014 (Ton)
Production of Estate Crops by Type of Plants in Buton Utara Regency
2010-2014(Tons)

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit/Palm Oil
21. Nilam/Patchouli
22. Jarak Pagar/Jatropha
23. Karet/Rubber
Sumber/Source:

208

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

2 337
74
25
20
10
20
735
13
895
0
0
0
0
0
2
1
0
0
1
0
0
0
0

1 875
31
21
6
44
0
348
11
955
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

3 354
19
16
5
23
39
1 121
5
148
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

2 469
34
10
20
18
555
8 472
4
588
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

2 120
188
10
3
27
17
1 313
6
279
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

PERTANIAN
Tabel
Table

5.5.12

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman


di Kabupaten Konawe Utara , 2010-2014 (Ton)
Production of Estate Crops by Type of Plants in Konawe Utara Regency
2010-2014 (Tons)

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit/Palm Oil
21. Nilam/Patchouli
22. Jarak Pagar/Jatropha
23. Karet/Rubber
Sumber/Source:

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1 054
282
0
144
41
182
562
18
590
2
0
0
0
0
8
2
360
0
0
0
0
0
0

1 054
282
0
144
41
182
562
18
590
2
0
0
0
0
8
2
360
0
0
0
0
0
0

1 054
282
0
144
4
182
562
18
590
2
0
0
0
0
8
2
360
0
0
0
0
0
0

1 054
282
0
144
41
182
562
18
590
2
0
0
0
0
8
2
246
0
0
0
0
0
0

1 054
506
0
144
41
182
562
18
590
2
0
0
0
0
8
2
360
0
0
0
0
0
0

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

209

AGRICULTURE
Tabel
Table

5.5.13

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman


di Kabupaten Kolaka Timur , 2014 (Ton)
Production of Estate Crops by Type of Plants in Kolaka Timur Regency
2014 (Tons)

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit/Palm Oil
21. Nilam/Patchouli
22. Jarak Pagar/Jatropha
23. Karet/Rubber
Sumber/Source:

210

Jumlah Produksi (ton)

(2)

26 728
1 699
110
3 108
0
1 830
379
476
79 276
235
0
0
0
2
30
40
1 548
0
0
1 892
0
0
0

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

PERTANIAN
Tabel
Table

5.5.14

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman


di Kabupaten Konawe Kepulauan , 2014 (Ton)
Production of Estate Crops by Type of Plants in Konawe Kepulauan
Regency 2014(Tons)

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit/Palm Oil
21. Nilam/Patchouli
22. Jarak Pagar/Jatropha
23. Karet/Rubber
Sumber/Source:

Jumlah Produksi (ton)

(2)

5 028
28
0
125
169
211
2 185
9
2 639
0
0
0
0
0
3
4
570
0
0
0
0
0
0

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

211

AGRICULTURE
Tabel
Table

5.5.15

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman


di Kota Kendari , 2010-2014 (Ton)
Production of Estate Crops by Type of Plants in Kendari City
2010-2014 (Tons)

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit/Palm Oil
21. Nilam/Patchouli
22. Jarak Pagar/Jatropha
23. Karet/Rubber
Sumber/Source:

212

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

337
61
6
89
0
3
510
50
394
13
0
13
0
1
10
8
30
0
8
0
0
0
0

344
62
6
89
0
6
548
45
417
13
0
12
0
1
12
7
30
0
8
0
0
0
0

410
61
5
90
0
6
516
46
446
15
0
12
0
1
10
6
31
0
0
0
0
0
0

301
56
5
98
0
12
317
46
342
15
0
10
0
1
10
4
31
0
0
0
0
0
0

32
5
5
0
0
0
148
9
37
3
0
7
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

PERTANIAN
Tabel
Table

5.5.16

Produksi Tanaman Perkebunan menurut Jenis Tanaman


di Kota Bau-bau , 2010-2014 (Ton)
Production of Estate Crops by Type of Plants in Bau-bau City
2010-2014(Tons)

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid Coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit/Palm Oil
21. Nilam/Patchouli
22. Jarak Pagar/Jatropha
23. Karet/Rubber

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

67
4
16
0
0
0
68
3
135
15
0
3
0
37
2
0
0
0
2
0
0
0
0

22
1
2
0
0
0
57
2
52
3
0
2
0
1
1
0
0
0
2
0
0
0
0

31
2
5
0
0
0
126
8
44
2
0
3
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0

142
12
2
0
0
0
661
21
289
2
0
52,4
0
7
0,3
0
0
0
0
0
0
0
0

301
56
5
98
0
12
414
46
342
15
0
10
0
1
10
4
31
0
0
0
0
0
0

Sumber/Source: Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of
Sulawesi Tenggara Province

213

AGRICULTURE
Tabel
Table

5.5.17

Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Sulawesi


Tenggara (Ha) , 2014
Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Sulawesi Tenggara
(Ha),2014

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Kakao/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid coco.
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit
21. Nilam
22. Jarak Pagar
23. Karet
Sumber/Source:

214

Produktif
Productive
Crops

Belum
Produktif
Not Yet
Prod. Crops

Tidak
Produktif
Not Productive
Crops

Jumlah
Total Areas

(2)

(3)

(4)

(5)

49 534
6 542
922
8 153
857
19 609
88 618
2 082
180 225
2 422
0
2 747
6
137
407
339
2 475
0
0
818
1 288
554
72

7 515
1 180
67
3 042
1 688
6 124
11 966
714
36 800
855
0
190
8
82
153
274
1 852
0
0
6 705
2 737
95
585

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

57 049
7 722
989
11 195
2 545
25 733
100 584
2 796
217 025
3 277
0
2 937
14
219
560
613
4 327
0
0
7 523
4 025
649
657

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

PERTANIAN
Tabel
Table

Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Buton (Ha), 2014
5.5.18
Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Buton Regency (Ha),
2014

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut

Produktif
Productive
Crops

Belum
Produktif
Not Yet
Prod. Crops

Tidak
Produktif
Not Productive
Crops

Jumlah
Total Areas

(2)

(3)

(4)

(5)

3 051

693

246

3 990

2. Kopi/Coffee

701

230

293

1 224

3. Kapuk/Kapok

453

42

527

1 022

4. Lada/Pepper

52

26

11

89

5. Pala/Nutmeg

13

166

184

6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Kakao/Cocoa

10. Enau/Aren/Sugar Palm

85

453

544

16 650

3 435

2 739

22 824

433

109

16

558

2 142

910

317

3 369

38

23

70

11. Kapas Rakyat/Cotton plant

12. Kelapa Hybrida/Hybrid coco.

217

10

235

13. Tembakau/Tobacco

69

47

120

15. Pinang/Areca-nut

16. Panili/Vanilla

17. Sagu/Sago Palm

18. Tebu/Sugar-cane

19. Jahe/Ginger

20. Kelapa Sawit

14. Asam Jawa/Java tamarind

21. Nilam
22. Jarak Pagar
23. Karet
Sumber/Source:

520

66

29

615

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

215

AGRICULTURE
Tabel
Table

Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Muna (Ha), 2014
5.5.19
Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Muna Regency (Ha),
2014

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid coconut
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit
21. Nilam
22. Jarak Pagar
23. Karet
Sumber/Source:

216

Produktif
Productive
Crops

Belum
Produktif
Not Yet
Prod. Crops

Tidak
Produktif
Not
Productive
Crops

Jumlah
Total Areas

(2)

(3)

(4)

(5)

11 435
373
191
74
0
0
21 081
135
10 017
188
0
0
0
8
5
0
0
0
0
0
0
0
0

968
5
1
2
0
0
2 734
2
3 970
287
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

1 217
197
224
25
0
0
12 171
66
920
26
0
0
0
1
12
0
0
0
0
0
0
0
0

13 620
575
416
101
0
0
35 986
203
14 907
501
0
0
0
9
17
0
0
0
0
0
0
0
0

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

PERTANIAN
Tabel
Table

5.5.20

Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Konawe (Ha), 2014
Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Konawe Regency (Ha),
2014

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid coconut
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit
21. Nilam
22. Jarak Pagar
23. Karet
Sumber/Source:

Produktif
Productive
Crops

Belum
Produktif
Not Yet
Prod. Crops

Tidak
Produktif
Not
Productive
Crops

Jumlah
Total Areas

(2)

(3)

(4)

(5)

1 919
929
128
2 187
5
219
3 708
115
10 816
30
0
207
0
6
148
3
1 057
0
0
12
29
30
42

316
142
1
420
23
100
206
91
3 931
7
0
34
0
4
16
1
532
0
0
342
160
0
141

287
252
155
1 076
0
52
1 410
112
1 341
1
0
51
0
2
18
12
92
0
0
0
0
0
0

2 522
1 323
284
3 683
28
371
5 324
318
16 088
38
0
292
0
12
182
16
1 681
0
0
354
189
30
183

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

217

AGRICULTURE
Tabel
Table

Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Kolaka (Ha), 2014
5.5.21
Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Kolaka Regency (Ha),
2014

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid coconut
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit
21. Nilam
22. Jarak Pagar
23. Karet
Sumber/Source:

218

Produktif
Productive
Crops

Belum
Produktif
Not Yet
Prod. Crops

Tidak
Produktif
Not
Productive
Crops

Jumlah
Total Areas

(2)

(3)

(4)

(5)

2 664
504
16
1 235
0
8 494
1 232
2
16 462
171
0
0
0
0
13
53
97
0
0
736
703
0
0

878
32
0
468
31
2 674
367
0
5 245
5
0
0
0
0
0
25
24
0
0
4 774
438
0
263

41
14
16
79
0
21
280
0
8 048
7
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
4
0
0

3 583
550
32
1 782
31
11 189
1 879
2
29 755
183
0
0
0
0
14
78
121
0
0
5 510
1 145
0
263

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

Tabel
Table

PERTANIAN
Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten
Konawe Selatan (Ha), 2014
5.5.22 Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Konawe Selatan Regency
(Ha), 2014

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

Produktif
Productive
Crops

Belum
Produktif
Not Yet
Prod. Crops

Tidak
Produktif
Not
Productive
Crops

Jumlah
Total Areas

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Kelapa Dalam/Coconut

3 731

537

221

4 489

2. Kopi/Coffee

1 026

351

13

1 390

3. Kapuk/Kapok

4. Lada/Pepper

2 248

371

25

2 644

5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa

10. Enau/Aren/Sugar Palm


11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid coconut
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit
21. Nilam
22. Jarak Pagar
23. Karet
Sumber/Source:

31

154

185

433

266

701

14 933

378

455

15 766

457

214

679

15 331

4 346

37

19 714

3
0
1 986
5
1
90
207
297
0
0
25
35
0
30

2
0
70
0
2
76
115
911
0
0
410
40
0
181

1
0
47
0
0
3
15
10
0
0
0
0
0
0

6
0
2 103
5
3
169
337
1 218
0
0
435
75
0
211

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

219

AGRICULTURE
Tabel
Table

Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Bombana (Ha), 2014
5.5.23
Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Bombana Regency (Ha),
2014

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid coconut
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit
21. Nilam
22. Jarak Pagar
23. Karet
Sumber/Source:

220

Produktif
Productive
Crops

Belum
Produktif
Not Yet
Prod. Crops

Tidak
Produktif
Not
Productive
Crops

Jumlah
Total Areas

(2)

(3)

(4)

(5)

12 500
1 112
5
134
6
115
14 020
117
7 650
1 812
0
259
0
2
18
10
6
0
0
0
67
0
0

1 400
158
3
69
3
166
3 250
30
1 950
465
0
55
0
0
5
2
4
0
0
512
760
0
0

750
126
9
34
1
15
620
17
645
155
0
18
0
1
2
3
2
0
0
0
50
0
0

14 650
1 396
17
237
10
296
17 890
164
10 245
2 432
0
332
0
3
25
15
12
0
0
512
877
0
0

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

PERTANIAN
Tabel
Table

5.5.24

Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Wakatobi (Ha), 2014
Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Wakatobi Regency (Ha),
2014

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid coconut
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit
21. Nilam
22. Jarak Pagar
23. Karet
Sumber/Source:

Produktif
Productive
Crops

Belum
Produktif
Not Yet
Prod. Crops

Tidak
Produktif
Not
Productive
Crops

Jumlah
Total Areas

(2)

(3)

(4)

(5)

831
29
3
0
3
10
537
1
39
18
0
17
0
24
10
0
0
0
0
0
0
0
0

196
6
0
0
1
2
79
1
2
5
0
2
0
18
2
0
0
0
0
0
0
0
0

54
83
7
0
5
7
49
3
7
24
0
3
0
45
14
0
0
0
0
0
0
0
0

1 081
118
10
0
9
19
665
5
48
47
0
22
0
87
26
0
0
0
0
0
0
0
0

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

221

AGRICULTURE
Tabel
Table

Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Kolaka Utara (Ha), 2014
5.5.25
Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Kolaka Utara Regency (Ha),
2014

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid coconut
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit
21. Nilam
22. Jarak Pagar
23. Karet
Sumber/Source:

222

Produktif
Productive
Crops

Belum
Produktif
Not Yet
Prod. Crops

Tidak
Produktif
Not
Productive
Crops

Jumlah
Total Areas

(2)

(3)

(4)

(5)

1 495
147
0
476
427
8 677
66
195
66 388
81
0
0
0
0
0
0
115
0
0
15
454
0
0

207
7
0
71
202
706
9
8
1 121
33
0
0
0
0
0
0
9
0
0
88
1 339
0
0

61
52
0
13
15
132
4
84
4 055
13
0
0
0
0
0
0
10
0
0
7
19
0
7

1 763
206
0
560
644
9 515
79
287
71 564
127
0
0
0
0
0
0
134
0
0
110
1 812
0
7

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

PERTANIAN
Tabel
Table

5.5.26

Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Buton Utara (Ha), 2014
Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Buton Utara Regency
(Ha),
2014

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee

Produktif
Productive
Crops

Belum
Produktif
Not Yet
Prod. Crops

Tidak
Produktif
Not
Productive
Crops

Jumlah
Total Areas

(2)

(3)

(4)

(5)

4 017
107

1 144
35

48
46

5 209
188

3. Kapuk/Kapok

48

67

119

4. Lada/Pepper

34

64

40

138

5. Pala/Nutmeg

135

737

874

149
5 101

302
348

11
503

462
5 952

6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut

29

11

41

1 357

210

1 640

3 207

10. Enau/Aren/Sugar Palm

11. Kapas Rakyat/Cotton plant

12. Kelapa Hybrida/Hybrid coconut


13. Tembakau/Tobacco

0
0

12
0

0
0

12
0

14. Asam Jawa/Java tamarind

15. Pinang/Areca-nut

11

16. Panili/Vanilla

17. Sagu/Sago Palm


18. Tebu/Sugar-cane

0
0

0
0

0
0

0
0

19. Jahe/Ginger

20. Kelapa Sawit

21. Nilam

22. Jarak Pagar

23. Karet

9. Coklat/Cocoa

Sumber/Source:

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

223

AGRICULTURE
Tabel
Table

Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Konawe Utara (Ha), 2014
5.5.27 Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Konawe Utara Regency (Ha),
2014

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee

Produktif
Productive
Crops

Belum
Produktif
Not Yet
Prod. Crops

Tidak
Produktif
Not
Productive
Crops

Jumlah
Total Areas

(2)

(3)

(4)

(5)

1 403

147

445

1 995

416

26

64

506

3. Kapuk/Kapok

4. Lada/Pepper

139

23

162

5. Pala/Nutmeg

88

126

15

229

743

525

10

1 278

3 722

419

588

4 729

111

18

13

142

2 777

1 198

294

4 269

10. Enau/Aren/Sugar Palm

11. Kapas Rakyat/Cotton plant

12. Kelapa Hybrida/Hybrid coconut

13. Tembakau/Tobacco

19

21

6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa

14. Asam Jawa/Java tamarind


15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla

15

15

136

98

235

18. Tebu/Sugar-cane

19. Jahe/Ginger

20. Kelapa Sawit

21. Nilam

22. Jarak Pagar

23. Karet

17. Sagu/Sago Palm

Sumber/Source:

224

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

PERTANIAN
Tabel
Table

5.5.28

Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kolaka


Timur(Ha) , 2014
Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Kolaka Timur Regency
(Ha) , 2014

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid coconut
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit
21. Nilam
22. Jarak Pagar
23. Karet
Sumber/Source:

Produktif
Productive
Crops

Belum
Produktif
Not Yet
Prod. Crops

Tidak
Produktif
Not
Productive
Crops

Jumlah
Total Areas

(2)

(3)

(4)

(5)

1 713
1 012
27
1 223
8
282
1 272
342
43 686
49
0
0
0
3
67
26
400
0
0
30
0
0
0

557
138
6
1 362
16
677
117
200
13 449
18
0
0
0
0
40
80
188
0
0
579
0
0
0

190
549
37
782
0
42
329
89
12 077
5
0
0
0
0
3
139
90
0
0
0
0
0
0

2 460
1 699
70
3 367
24
1 001
1 718
631
69 212
72
0
0
0
3
110
245
678
0
0
609
0
0
0

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

225

AGRICULTURE
Tabel
Table

Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten


Konawe Kepulauan (Ha), 2014
5.5.29
Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Konawe Kepulauan Regency
(Ha), 2014

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee

Produktif
Productive
Crops

Belum
Produktif
Not Yet
Prod. Crops

Tidak
Produktif
Not
Productive
Crops

Jumlah
Total Areas

(2)

(3)

(4)

(5)

4 207

249

140

4 596

20

28

3. Kapuk/Kapok

4. Lada/Pepper

186

45

17

248

5. Pala/Nutmeg

141

123

264

6. Cengkeh/Clove

375

150

525

4 967

448

29

5 444

25

34

7. Jambu Mete/Cashew nut


8. Kemiri/Candlenut

2 964

273

359

3 596

10. Enau/Aren/Sugar Palm

9. Coklat/Cocoa

11. Kapas Rakyat/Cotton plant

12. Kelapa Hybrida/Hybrid coconut

13. Tembakau/Tobacco

14. Asam Jawa/Java tamarind

15. Pinang/Areca-nut

16. Panili/Vanilla

11

24

37

263

44

309

18. Tebu/Sugar-cane

19. Jahe/Ginger

20. Kelapa Sawit

21. Nilam

22. Jarak Pagar

23. Karet

17. Sagu/Sago Palm

Sumber/Source:

226

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

PERTANIAN
Tabel
Table

5.5.30

Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kota


Kendari (Ha) , 2014
Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Kendari City (Ha) , 2014

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

Produktif
Productive
Crops

Belum
Produktif
Not Yet
Prod. Crops

Tidak
Produktif
Not
Productive
Crops

Jumlah
Total Areas

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok

459
129
27

206
24
7

66
41
45

731
194
79

4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove

165
0
27

119
66
102

47
0
25

331
66
154

7. Jambu Mete/Cashew nut


8. Kemiri/Candlenut

898
62

87
17

314
22

1 299
101

9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant

465
16
0

175
5
0

121
1
0

761
22
0

12. Kelapa Hybrida/Hybrid coconut


13. Tembakau/Tobacco

43
0

5
0

8
0

56
0

14. Asam Jawa/Java tamarind


15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla

15
29
13

9
7
18

2
8
12

26
44
43

104
0

42
0

21
0

167
0

19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit
21. Nilam

0
0
0

0
0
0

0
0
0

0
0
0

22. Jarak Pagar


23. Karet

4
0

29
0

30
0

63
0

17. Sagu/Sago Palm


18. Tebu/Sugar-cane

Sumber/Source:

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

227

AGRICULTURE
Tabel
Table

5.5.31

Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Tanaman di Kota


Bau-Bau (Ha) , 2014
Planted Area of Estate Crops by Type of Crops in Bau-Bau City (Ha) ,
2014

Jenis Tanaman
Type of Crops
(1)

1. Kelapa Dalam/Coconut
2. Kopi/Coffee
3. Kapuk/Kapok
4. Lada/Pepper
5. Pala/Nutmeg
6. Cengkeh/Clove
7. Jambu Mete/Cashew nut
8. Kemiri/Candlenut
9. Coklat/Cocoa
10. Enau/Aren/Sugar Palm
11. Kapas Rakyat/Cotton plant
12. Kelapa Hybrida/Hybrid coconut
13. Tembakau/Tobacco
14. Asam Jawa/Java tamarind
15. Pinang/Areca-nut
16. Panili/Vanilla
17. Sagu/Sago Palm
18. Tebu/Sugar-cane
19. Jahe/Ginger
20. Kelapa Sawit
21. Nilam
22. Jarak Pagar
23. Karet
Sumber/Source:

228

Produktif
Productive
Crops

Belum
Produktif
Not Yet
Prod. Crops

Tidak
Produktif
Not
Productive
Crops

Jumlah
Total Areas

(2)

(3)

(4)

(5)

109
37
24
0
0
0
431
58
131
12
0
18
0
9
3
0
0
0
0
0
0
0
0

17
19
3
2
40
1
89
13
20
2
0
4
0
2
0
2
0
0
0
0
0
0
0

8
4
27
2
0
0
303
3
19
0
0
1
0
1
2
1
0
0
0
0
0
0
0

134
60
54
4
40
1
823
74
170
14
0
23
0
12
5
3
0
0
0
0
0
0
0

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Prov. Sultra/Estate and Horticulture Service of Sulawesi Tenggara
Province

PERTANIAN
5.6 Peternakan
Livestock
Tabel
Table

5.6.1

Populasi Ternak Besar Menurut Kabupaten/Kota (Ekor) , 2014


Population of Large Livestock by Regency/City (Heads), 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Sapi
Cow

Kerbau
Buffalo

Kuda
Horse

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1. B u t o n
2. M u n a
3. K o n a w e

14 327
56 726
37 339

157
468

2
230
3

14 329
57 113
37 810

4. K o l a k a
5. Konawe Selatan
6. Bombana

20 400
60 251
50 690

314
253
657

42
11
186

20 756
60 515
51 533

1 005
2 058
4 227
7 308
5 920
673
2 661
1 785

69
30
263
54
46
-

331
10
-

1 005
2 458
4 257
7 581
5 974
673
2 707
1 785

265 370
230 363
236 511
239 683
268 138

2 311
2 071
2 669
2 610
5 294

815
2 305
1 790
3 570
3 465

268 496
234 739
240 970
245 863
276 897

7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kepulauan
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.
2014
2013
2012
2011
2010

Sumber/Source: Dinas Pertanian dan Peternakan Prov. Sultra/Agriculture and Livestock Service of Sulawesi Tenggara
Province

229

AGRICULTURE
Tabel
Table

5.6.2

Populasi Ternak Kecil Menurut Kabupaten/Kota (Ekor) , 2014


Population of Small Livestock by Regency/City (Heads) , 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Kambing
Goat

Domba
Sheep

Babi
Pig

(1)

(2)

(3)

(4)

Jumlah
Total
(5)

1. B u t o n

23 948

457

24 405

2. M u n a

16 667

1 294

17 961

3. K o n a w e

26 839

22 300

49 139

4. K o l a k a

15 123

3 496

18 619

9 506

4 594

14 100

14 332
8 547

9
-

1 155
-

15 496
8 547

8. Kolaka Utara

3 595

3 595

9. Buton Utara

1 489

1 489

10. Konawe Utara

3 296

3 296

11. Kolaka Timur

2 645

14 423

17 068

12. Konawe Kepulauan

1 840

1 840

13. Kota Kendari

3 210

80

3 290

14. Kota Bau-Bau

1 800

2 235

4 035

5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.
2014

133 201

50 034

183 244

2013

145 806

22

43 625

189 453

2012

139 974

73

41 377

181 424

2011

124 460

165

35 871

160 496

2010

117 819

161

34 617

152 597

Sumber/Source: Dinas Pertanian dan Peternakan Prov. Sultra/Agriculture and Livestock Service of Sulawesi Tenggara
Province

230

PERTANIAN
Tabel
Table

5.6.3

Populasi Ternak Unggas Menurut Kabupaten/Kota (Ekor), 2014


Population of Poultry by Regency/City (Heads), 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Ayam
Kampung
Native
Chicken

Ayam
Petelur
Egg Laying
Chicken

Ayam
Pedaging
Broiler

Itik/ Itik
Manila
Duck/
Manila-Duck

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. B u t o n
2. M u n a
3. K o n a w e
4. K o l a k a

572 382

1 250

22 250

31 908

627 790

1 987 447
769 211

25 444

96 715

13 435

2 123 041

16 891

810 011

93 481

1 689 594

415 081

6 000

90 100

20 524

531 705

5. Konawe Selatan

1 406 380

44 752

1 220 340

42 350

2 713 822

6. Bombana

1 235 436

14 906

12 115

1 262 457

7. Wakatobi

32 173

512

30 454

5 681

68 820

8. Kolaka Utara

276 721

1 293

22 827

5 299

306 140

9. Buton Utara

42 553

20 300

2 462

65 315

10. Konawe Utara

62 451

2 627

65 078

11. Kolaka Timur

668 091

17 000

29 746

714 837

12. Konawe Kepulauan

7 611

743

8354

13. Kota Kendari

142 529

20 910

1 284 200

8 454

1 456 184

14. Kota Bau-Bau

151 250

9 050

327 160

6 444

493 904

2014

7 769 316

158 008

3 924 357

275 314

12 126 995

2013

9 402 349

147 814

4 946 709

482 714

14 979 586

2012

9 988 959

149 146

1 104 308

506 108

11 748 521

2011

8 994 112

157 977

1 785 941

429 102

11 367 132

2010

10 716 956

188 083

1 185 021

482 069

12 572 129

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.

Sumber/Source: Dinas Pertanian Prov. Sultra/Agriculture Service of Sulawesi Tenggara Province

231

AGRICULTURE
Banyaknya Ternak Besar yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota (Ekor),
2014
5.6.4
Number of Large Livestock Slaughtered by Regency/City (Heads), 2014

Tabel
Table

Kabupaten/Kota

Sapi

Kerbau

Kuda

Jumlah

Regency/City

Cow

Buffalo

Horse

Total

(1)

(2)

(3)

(4)

1. B u t o n

(5)

389

389

2. M u n a

2 758

2 765

3. K o n a w e

1 765

28

1 793

4. K o l a k a

4 373

4 378

5. Konawe Selatan

4 203

4 203

6. Bombana

1 893

32

1 931

7. Wakatobi

106

106

8. Kolaka Utara

129

82

217

9. Buton Utara

359

359

10. Konawe Utara

349

349

11. Kolaka Timur

325

325

13. Kota Kendari

7 056

7 056

14. Kota Bau-Bau

1 924

1 924

12. Konawe Kepulauan

Sulawesi Tenggara
2014

25 634

44

123

25 801

2013

22 979

45

97

23 121

2012

21 238

51

44

21 333

2011

16 422

138

84

16 644

2010

21 960

359

69

22 388

Sumber/Source: Dinas Pertanian Prov. Sultra/Agriculture Service of Sulawesi Tenggara Province

232

PERTANIAN
Tabel
Table

Banyaknya Ternak Kecil yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota (Ekor),


2014
5.6.5
Number of Small Livestock Slaughtered by Regency/City (Heads), 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Kambing
Goat

Domba
Sheep

Babi
Pig

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1. B u t o n

476

476

1 460

239

1 699

3. K o n a w e

537

446

983

4. K o l a k a

832

192

1 024

5. Konawe Selatan

976

1 275

2 251

6. Bombana

337

13

189

539

7. Wakatobi

347

347

8. Kolaka Utara

1 300

1 300

9. Buton Utara

186

186

10. Konawe Utara

44

44

11. Kolaka Timur

221

620

841

12. Konawe Kep.

42

42

13. Kota Kendari

1 332

16

1 348

14. Kota Bau-Bau

1 735

1 963

3 698

2014

9 825

13

4 940

14 778

2013

20 958

16

9 144

30 118

2012

15 919

71

12 935

28 925

2011

33 316

69

7 837

41 222

2010

47 127

24

10 868

58 019

2. M u n a

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Dinas Pertanian Prov. Sultra/Agriculture Service of Sulawesi Tenggara Province

233

AGRICULTURE
Tabel
Table

Banyaknya Ternak Unggas yang Dipotong Menurut Kabupaten/Kota (Ekor),


2014
5.6.6
Number of Poultry Slaughtered by Regency/City (Heads), 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Ayam
Kampung
Native
Chicken

Ayam
Pedaging
Broiler

Itik/ Itik
Manila
Duck/
Manila-Duck

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1. B u t o n

372 048

21 582

19 144

412 774

1 768 827

93 813

8 061

1 870 701

3. K o n a w e

607 677

785 711

56 088

1 449 476

4. K o l a k a

402 628

87 397

12 314

502 339

5. Konawe Selatan

1 364 419

1 183 729

25 410

2 573 558

6. Bombana

1 198 373

7 269

1 205 642

2. M u n a

7. Wakatobi

31 208

29 540

3 408

64 156

8. Kolaka Utara

268 419

22 142

3 179

293 740

9. Buton Utara

41 276

19 691

1 477

62 444

10. Konawe Utara

60 577

1 948

62 525

11. Kolaka Timur

667 448

17 847

685 295

12. Konawe Kep.

7 383

445

7 828

13. Kota Kendari

138 253

1 245 674

5 072

1 388 999

14. Kota Bau-Bau

146 712

317 364

3 866

467 942

2014

7 075 248

3 806 643

165 528

11 047 419

2013

2 996 075

1 557 422

99 534

4 653 031

2012

14 655 531

1 071 179

303 664

16 030 374

2011

9 851 425

1 013 490

140 337

11 005 252

2010

16 075 436

1 185 021

233 805

17 494 262

2009

13 651 634

996 406

206 648

14 854 688

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Dinas Pertanian Prov. Sultra/Agriculture Service of Sulawesi Tenggara Province

234

PERTANIAN
Tabel
Table

5.6.7

Produksi Daging Ternak Besar Menurut Kabupaten/Kota (Kg), 2014


Meat Production of Large Livestock by Regency/City (Kg), 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Sapi
Cow

Kerbau
Buffalo

Kuda
Horse

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1. B u t o n

65 225

65 225

2. M u n a

461 915

730

660

463 305

3. K o n a w e

259 638

6 193

265 831

4. K o l a k a

732 394

750

733 144

5. Konawe Selatan

740 869

740 869

6. Bombana

317 094

1 217

4 785

323 096

7. Wakatobi

9 883

9 883

8. Kolaka Utara

21 557

1 216

12 300

35 073

9. Buton Utara

60 066

60 066

10. Konawe Utara

58 407

58 407

11. Kolaka Timur

54 354

54 354

12. Konawe Kep.

838

838

13. Kota Kendari

1 290 923

221

1 291 144

14. Kota Bau-Bau

257 280

257 280

2014

4 330 443

9 577

18 495

4 358 515

2013

3 848 799

9 732

14 520

3 873 051

2012

3 327 993

9 842

6 626

3 344 461

2011

2 874 961

28 437

8 558

2 911 956

2010

3 902 400

71 998

10 350

3 984 748

2009

3 736 804

95 622

8 868

3 841 294

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Dinas Pertanian Prov. Sultra/Agriculture Service of Sulawesi Tenggara Province

235

AGRICULTURE
Tabel
Table

5.6.8

Produksi Daging Ternak Kecil Menurut Kabupaten/Kota (Kg) , 2014


Meat Production of Small Livestock by Regency/City (Kg) , 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Kambing
Goat

Domba
Sheep

Babi
Pig

(1)

(2)

(3)

(4)

Jumlah
Total
(5)

1. B u t o n

6 021

6 021

2. M u n a

18 469

13 731

32 200

3. K o n a w e

6 793

25 624

32 417

4. K o l a k a

10 525

11 031

21 556

5. Konawe Selatan

12 346

73 253

85 599

4 263

166

10 859

15 288

6. Bombana
7. Wakatobi

4 390

4 390

8. Kolaka Utara

16 445

16 445

9. Buton Utara

2 353

2 353

10. Konawe Utara

557

557

11. Kolaka Timur

2 796

35 621

38 417

12. Konawe Kep.

531

531

13. Kota Kendari

16 850

919

17 769

14. Kota Bau-Bau

21 948

112 780

134 728

2014

124 287

166

283 818

408 271

2013

265 097

201

525 350

790 648

2012

201 376

906

743 116

945 398

2011

514 744

832

376 756

892 332

2010

565 534

288

543 400

1 109 222

2009

548 050

892

511 985

1 060 927

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Dinas Pertanian Prov. Sultra/Agriculture Service of Sulawesi Tenggara Province

236

PERTANIAN
Tabel
Table

5.6.9

Produksi Daging Unggas Menurut Kabupaten/Kota (Kg), 2014


Meat Production of poultry by Regency/City (Kg), 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Ayam
Kampung
Native
Chicken

Ayam
Ras Pedaging
Broiler

Itik/ Itik
Manila
Duck/
Manila-Duck

Jumlah
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1. B u t o n

617 028

20 180

20 013

657 221

2 142 468

87 716

8 427

2 238 611

3. K o n a w e

829 209

734 639

58 750

1 622 598

4. K o l a k a

447 457

81 716

12 937

542 110

5. Konawe Selatan

1 516 078

1 106 787

26 671

2 649 536

6. Bombana

1 331 800

7 630

1 339 430

2. M u n a

7. Wakatobi

34 682

27 620

3 573

65 875

8. Kolaka Utara

298 305

20 703

3 349

322 357

9. Buton Utara

45 872

18 411

1 544

65 827

10. Konawe Utara

67 322

1 672

68 994

11. Kolaka Timur

720 202

18 692

738 894

12. Konawe Kep.

8 205

466

8 671

13. Kota Kendari

153 646

1 164 705

5 325

1 323 676

14. Kota Bau-Bau

163 048

296 718

4 051

463 817

2014

8 375 322

3 559 195

173 100

12 107 617

2013

10 135 731

4 486 419

305 211

14 927 361

2012

11 284 760

997 864

318 849

12 601 473

2011

9 124 839

955 382

139 600

10 219 821

2010

13 262 233

977 645

192 887

14 432 765

2009

11 262 597

822 036

170 483

12 255 116

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Dinas Pertanian Prov. Sultra/Agriculture Service of Sulawesi Tenggara Province

237

AGRICULTURE
Tabel
Table

5.6.10

Produksi Telur Unggas Menurut Kabupaten/Kota (Kg), 2014


Production of Poultry Eggs by Regency/City (Kg), 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Ayam
Kampung
Native
Chicken

(1)

(2)

1. B u t o n

Ayam
Ras Petelur

(3)

Itik/ Itik
Manila
Duck/
Manila-Duck

Jumlah
Total

(4)

(5)

371 419

9 413

204 481

585 313

1 289 654

192 346

86 069

1 568 069

3. K o n a w e

499 141

127 189

595 747

1 222 077

4. K o l a k a

269 346

45 180

129 716

444 242

5. Konawe Selatan

912 600

336 983

268 353

1 517 936

6. Bombana

801 674

112 242

76 762

990 678

2. M u n a

7. Wakatobi

20 877

3 855

36 134

60 866

8. Kolaka Utara

179 564

9 736

33 234

222 534

9. Buton Utara

27 613

15 791

43 404

10. Konawe Utara

40 524

16 144

56 668

11. Kolaka Timur

433 524

128 010

189 624

751 158

12. Konawe Kep.

4 939

4 766

9 705

13. Kota Kendari

92 487

157 452

53 537

303 476

14. Kota Bau-Bau

98 146

68 147

41 042

207 335

2014
2013

5 041 508
6 101 184

1 190 553
1 113 039

1 751 400
3 024 858

7 983 461
10 239 081

2012

6 778 184

1 404 539

3 246 177

11 428 900

2011

3 580 305

1 321 343

1 677 352

6 579 000

2010

4 501 121

1 413 782

2 256 084

8 170 987

2009

3 822 457

1 248 112

1 994 044

7 064 613

Sulawesi Tenggara

Sumber/Source: Dinas Pertanian Prov. Sultra/Agriculture Service of Sulawesi Tenggara Province

238

PERTANIAN
Tabel
Table

5.6.11

Jumlah Ternak Masuk Menurut Jenisnya, dan Kabupaten Kota (Ekor), 2014
Number of Incoming Livestock by Kind and Regency/City (Heads), 2014

Jenis Ternak - Types of Livestock


Kabupaten/Kota
Regency/City

Kuda
Horse

Sapi
Cow

Kambing
Goat

Ayam Ras
Broiler

Itik/
Itik Manila
Duck/
ManilaDuck

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. B u t o n
2. M u n a
3. Konawe
4. K o l a k a
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau
Jumlah/Total
2014
2013
2012
2011
2010
2009

165
99
165
33
33
66
-

35 750
-

4 400
-

4
0
30
5
67

561
9 199
290
1 840
4 681
8 079

674
0
401
1 894
3 639

35 750
429 905
156 200
63 880
253 049
1 646 010

4 400
27 264
13 100
1 661
4 946
22 291

Sumber/Source: Dinas Pertanian Prov. Sultra/Agriculture Service of Sulawesi Tenggara Province

239

AGRICULTURE
Tabel
Table

5.6.12

Jumlah Ternak Keluar Menurut Jenisnya dan Kabupaten/Kota (Ekor), 2014


Number of outgoing Livestock by Kind and Regency/City (Heads), 2014

Jenis Ternak - Types of Livestock


Kabupaten/Kota
Regency/City

Kerbau
Buffalo

Sapi
Cow

Kambing
Goat

Ayam Ras
Broiler

Itik/
Itik Manila
Duck/
ManilaDuck

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. B u t o n
2. M u n a
3. Konawe
4. K o l a k a
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

Sulawesi Tenggara
2014
2013
2012
2011
2010

13
8
2
-

862
34
1 019
-

23
49
12
93
130

1 915
5 100
220
4 255
6 207

1 131
3 066
4 132

33 330
2 243
3 051

2 712
374 983
99 966

Sumber/Source: Dinas Pertanian Prov. Sultra/Agriculture Service of Sulawesi Tenggara Province


* Gabung dengan Kabupaten Induk/Merging with origin Regency

240

PERTANIAN
Tabel
Table

5.6.13

Realisasi Vaksinasi Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Vaksin


(Dosis), 2014
Realization of Livestock Vaccination by Regency/City and Types of Vaccine
(Dosage), 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

1. B u t o n
2. M u n a
3. K o n a w e
4. K o l a k a
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

Sulawesi Tenggara
2014
2013
2012
2011
2010

Vaksinasi
Vaccination
SE
(Haemorrha
Brucelosis
Anthrax
gic septicaemia)
(2)

(3)

(4)

Jumlah
Total
ND
(Newcastle
Desease)

A I (Avian
Influenza)

(5)

(6)

(7)

200

2 250

2 450

300

600

900

1 000

1 000

2 000

4 000

6 000

10 000

1 000

600
-

6 500
9 100
10 000
9 545

9 850
4 700
10 400
9 000

144 503
12 400
5 200
52 077

500
-

16 350
159 403
12 400
25 600
70 622

Sumber/Source: Dinas Pertanian Prov. Sultra/Agriculture Service of Sulawesi Tenggara Province

241

AGRICULTURE
5.7 Perikanan
Fishery
Tabel
Table

Produksi dan Nilai Hasil Perikanan Laut dan Darat Menurut Kabupaten/Kota,
2014
5.7.1
Production and Value of Marine and Inland Fisheries Products by Regency/City,
2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

1 Buton
2 Muna
3 Konawe
4 Kolaka
5 Konawe Selatan
6 Bombana
7 Wakatobi
8 Kolaka Utara
9 Buton Utara
10 Konawe Utara
11 Kolaka Timur*
12 Konawe Kep.*
13 Kota Kendari
14 Kota Bau-Bau

Sulawesi Tenggara
2014
2013
2012
2011
2010
2009

Perikanan Laut
Marine fishery
Produksi
Nilai
Production
Value
(Ton)
(000 Rp)
(2)

Perikanan Darat
Inland fishery
Produksi
Nilai
Production
Value
(Ton)
(000 Rp)

(3)

(4)

Jumlah
Total
Produksi
Nilai
Production
Value
(Ton)
(000 Rp)

(5)

(6)

15 663,7

195 832 350

15 663,7

195 832

4 513,8

97 675 655

4 513,8

97 675 6555

6 940,6

150 316 050

78,7

2 178 200

7 019,32

152 494 250

3 112,9

66 933 400

3 112,9

66 933 400

489,1

44 679 985

489,1

4 467 985

21 465,1

382 155 400

2 1465,1

382 155 400

1 717,3

19 665 550

1 717,3

19 995 550

29 879,5

455 111 430

1 021, 5

12 152 040

30 901,0

467 263 470

7 701,6

90 807 150

7 701,6

90 807 150

4 536,1

58 032 118

1 830,3

28 711 455

6 186,4

86 743 573,25

41 298,1

521 704 750

41 298,1

521 704 750

13 451,2

146 283 194

13 451,2

146 283 194

150 589,00

21 889 985 032

2 930,50

43 041 695

153 519,50

2 232 026 727

124 548,20

1 473 482 572

3 228,70

42 524 152

127 776,90

1 516 006 724

718 685,65

4 275 842 389

68 979,81

958 638 360

787 665,46

5 234 480 749

221 471,20

2 237 604 650

24 625,50

445 596 606

246 096,70

2 683 201 256

218 338,10

2 228 778 439

56 494,50

922 110 829

270 905,80

862 990 782

217 512,90

2 386 423 593

1 000 911,53

190 110 854 1 218 424,43

2 576 534 447

Sumber/Source: Dinas Perikanan Prov. Sultra/Fishery Service of Sulawesi Tenggara Province


* Gabung dengan Kabupaten Induk/Merging with origin Regency

242

(7)

PERTANIAN
Tabel
Table

5.7.2

Produksi Perikanan Budidaya Menurut Jenis Budidaya, 2014


Fisheries Production by kind of Aquaculture, 2014

Kabupaten/Kota/ Regency/City

Jenis Budidaya
Kind of
Aquaculture

Buton

Muna

Konawe

Kolaka

Konawe
Selatan

Bombana

Wakatobi

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1. Kerapu
2. Rumput laut

117,75

155,01

42,41

113,43

6,91

237 844

182 139,12

10 660

283 245,78

100 710

30 202,24

6 561

3. Teripang

4. Udang barong

5. Tiram mutiara

6. Udang windu

160,39

37,87

2 608,81

60,34

98,07

7. Udang vaname

1 537,27

7 703,93

117,03

563,40

8. Bandeng

55,61

3 773,24

419,85

15 409,72

5 704

7 697,16

9. Kepiting

10. Ikan mas

1,06

182,66

410,79

139,51

11. Ikan nila

0,28

243,54

196,06

183,13

12. Ikan lele

0,20

53,14

345,98

84,98

13. Ikan mujair

14. Ikan lainnya

25,15

15. Gurame

7,70

16. Patin

1,4

32,6

238 017,36

187 766,57

11 666,02

310 034,5

107 046,2

38 560,87

6 561

Total

243

AGRICULTURE
Lanjutan Tabel
Continued Table

5.7.2

Kabupaten/Kota/ Regency/City

Jenis Budidaya
Kind of
Aquaculture

Kolaka
Utara

Buton Utara

Konawe
Utara

Kolaka
Timur*

Konawe
Kep.*

Kendari

Bau-Bau

Total

(1)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

1. Kerapu
2. Rumput laut

6,15

2,22

443,88

16 850

38,45

1 081,09

948 448,17

67 150,32

11 966,17

3. Teripang

4. Udang barong

3,45

3,45

5. Tiram mutiara

3,40

3,40

315,60

93,85

7,70

3 382,63

6. Udang windu
7. Udang vaname

1 179,18

59,05

11 159,86

8. Bandeng

193

481,22

48,60

0,09

33 782,49

9. Kepiting

78,73

78,73

10. Ikan mas

38,98

10,05

46,37

13,61

843,03

11. Ikan nila

20,39

13,89

41,85

7,74

706,88

12. Ikan lele

3,21

8,15

2,92

9,80

508,38

13. Ikan mujair

16,08

16,08

14. Ikan lainnya

4,63

29,78

15. Gurame

0,58

4,39

12,67

16. Patin

0,19

34,19

68 900,68

11 966,17

17 620,62

91,72

137,33

1 084,58

999 453,62

Total

Sumber/Source: Dinas Perikanan Prov. Sultra/Fishery Service of Sulawesi Tenggara Province


* Gabung dengan Kabupaten Induk/Merging with origin Regency

244

PERTANIAN
5.8 Kehutanan
Forestry

Tabel
Table

5.8.1

Luas Kawasan Hutan dan Perairan yang Telah Ditetapkan menurut Kabupaten/Kota (Ha), 2014
Fixed Forest and Water Ecosystem Areasby Regency/City (Ha), 2014

Kabupaten/Kota - Regency/City

Jenis Hutan
Kind of Forests

Buton

Muna

Konawe

Kolaka

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

44 558

42 947

52 041

42 890

65 017

81 823

29 737

1 136

107 463

133 646

3 707

24 473

Forests
3. Hutan Lindung/

28 918

31 829

236 190

291 745

44 251

48 579

10 022

Protection Forest
4. Hutan Wisata/PPA/

28 138

7 401

17 115

21 965

77 588

44 160

305

8 940

24 913

11 137

8 285

36 000

- 1 390 000

131 656

92 253

437 722

537 383

190 563

207 320 1 400 022

1. Hutan Produksi Biasa/

Konawe
Bombana Wakatobi
Selatan
(8)

Production Forests
2. Hutan Produksi Terbatas/
Limited Production

Konservasi Darat/
Forests Tour
5. Hutan Produksi yang

dapat Dikonversikan/
Convertible
Production Forest
6. Hutan Konservasi
Perairan/ Penggunaan
lainnya
Water Conservation
Forests/Other use
Jumlah/Total

Sumber/Source: Dinas Kehutanan Prov. Sultra/Forestry Service of Sulawesi Tenggara Province

245

AGRICULTURE
Lanjutan Tabel
Continued Table

5.8.1

Kabupaten/Kota - Regency/City

Jenis Hutan
Kind of Forests

(1)

1. Hutan Produksi Biasa/

Kolaka
Utara

Buton
Utara

Konawe
Utara

(9)

(10)

(11)

Kolaka Konawe
Timur* Kep.*
(12)

(13)

Jumlah
Total

Kendari

BauBau

(14)

(15)

(16)

6 417

65 999

...

...

1 300

1 901

404 893

71 733

9 464

80 490

...

...

5 005

466 854

159 133

15 634

209 661

...

...

973

4 554

1 081 489

83 668

...

...

2 419

470

282 924

10 363

33 052

...

...

96 995

81 800

...

...

1 507 800

230 866 125 546

471 002

...

...

4 692 11 930

3 840 955

Production Forests

2. Hutan Produksi Terbatas/


Limited Production
Forests
3. Hutan Lindung/
Protection Forest
4. Hutan Wisata/PPA/
Konservasi Darat/
Forests Tour
5. Hutan Produksi yang
dapat Dikonversikan/
Convertible
Production Forest
6. Hutan Konservasi
Perairan/ Penggunaan
lainnya
Water Conservation
Forests/Other use

Jumlah/Total

Sumber/Source: Dinas Kehutanan Prov. Sultra/Forestry Service of Sulawesi Tenggara Province


* Gabung dengan Kabupaten Induk/Merging with origin Regency

246

PERTANIAN
Tabel
Table

5.8.2

Produksi Kayu menurut Jenisnya dan Kabupaten/Kota, 2014


Timber Production by Type and Regency/City, 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

1. B u t o n

Kayu Gelondongan
Log

Kayu Olahan
Processed Timber

Jati
Teak
(M3)

Non-Jati
Non-Teak
(M3)

Gergajian
Sawn Timber
(M3)

Moulding
Moulding
(M3)

Square
Square
(M3)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

0,00

551,86

31,83

0,00

0,00

2. M u n a

0,00

40,24

165,03

0,00

0,00

3. Konawe

128,63

3 639,52

0,00

0,00

0,00

0,00

13 112,65

453,98

0,00

0,00

5 566,75

275,82

0,00

0,00

203,59

6. Bombana

0,00

411,73

0,00

0,00

0,00

7. Wakatobi

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

8. Kolaka Utara

0,00

221,59

0,00

0,00

0,00

4. Kolaka

5. Konawe Selatan

9. Buton Utara

0,00

0,00

751,47

0,00

0,00

10. Konawe Utara

0,00

1 354,56

0,00

0,00

0,00

11 Kolaka Timur

0,00

7 448,73

1 851,04

0,00

0,00

12 Konawe Kep.

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

13 Kota Kendari

882,41

0,00

502,51

0,00

46,43

14 Kota Bau-Bau

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

Sulawesi Tenggara
2014
2013
2012
2011
2010
2009
2008

6 577,80
27 056,70
3 755,86
6 529 743,00 32 877 698,00 14 647 910,00
0,00
0,00
46 739,06
22 246,82
67 931,10
38 162,97
17 049,98
57 900,39
27 606,85
7 086,77
79 157,34
28 638,90
7 008,08
18 797,13
10 893,19

0,00
250,02
0,00 110 727,00
21,31
20,14
0,00
485,74
273,04
722,91
1 371,67
0,00
0,00
0,00

Sumber/Source: Dinas Kehutanan Prov. Sultra/Forestry Service of Sulawesi Tenggara Province

247

AGRICULTURE
Lanjutan Tabel
Continued Table

5.8.2

Kabupaten/Kota
Regency/City

Flooring
Flooring
(M3)

(1)

(7)

1. B u t o n
2. M u n a
3. Konawe
4. Kolaka
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11 Kolaka Timur
12 Konawe Kep.
13 Kota Kendari
14 Kota Bau-Bau

Rotan Olahan
Processed Rattan
WS
(Ton)

Tohiti
(Ton)

Lambang
(Ton)

(8)

(9)

(10)

Batang
(ton)

0,00
0,00
0,00
0,00
36,54
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

320,00
0,00
0,00
0,00
40,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
60,00

0,00
0,00
0,00
0,00
14,42
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

0,00
0,00
0,00
0,00
36,76
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

0,00
0,00
0,00
0,00
7450,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

36,54
192 787,00
163,01
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

420,00
364 350,00
170 000,00
2 334,15
2 191,81
1 434,58
1 597
1 732

14,42
19 706,00
25,50
685,00
723,29
765,49
0,00
0,00

36,76
83 481,00
62 367,46
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

7 450,00
103 976,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00

Sulawesi Tenggara

2014
2013
2012
2011
2010
2009
2008
2007

Sumber/Source: Dinas Kehutanan Prov. Sultra/Forestry Service of Sulawesi Tenggara Province

248

INDUSTRI,
PERTAMBANGAN,
LISTRIK DAN
AIR MINUM
INDUSTRY,
MINING,
ELECTRICITY AND
WATER SUPPLY

BAB

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM


TECHNICAL NOTES

PENJELASAN TEKNIS
6.1 Industri
Amanat GBHN mengarahkan bahwa,
pembangunan dibidang industri ditujukan
untuk memperluas kesempatan kerja,
meningkatkan
ekspor,
menunjang
pembangunan daerah, serta memanfaatkan
sumber daya alam dan sumber daya manusia.
Sejalan dengan itu, maka dewasa ini
pemerintah memberikan kesempatan yang
seluas-luasnya kepada masyarakat untuk
membuka berbagai kegiatan dalam bidang
industri.

6.1 Industry
As mandated by the Broad Outlines
of the Nation's Direction, the development
of industry aimed at expanding employment opportunities, increasing exports,
supporting regional development, and
utilizating natural as well as human resources. Accordingly, the government gives
wide opportunities to the public to establish various activities in the field of industry.

Penyajian data tentang industri ini


dikelompokkan menurut banyaknya tenaga
kerja yang bekerja pada industri tersebut
yaitu; industri besar dan sedang, industri kecil
dan industri mikro. Industri yang memiliki
tenaga kerja 100 orang atau lebih
diklasifikasikan sebagai industri besar, 20
sampai dengan 99 orang diklasifikasikan
sebagai industri sedang, 5 (lima) sampai
dengan 19 orang diklasifikasikan sebagai
industri kecil, dan kurang dari lima orang
adalah industri mikro.
Data perusahaan industri yang disajikan,
diperoleh dari dua sumber, yaitu dari hasil
Survei Industri Besar dan Sedang tahun 2014
dan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Provinsi Sulawesi Tenggara.

In this publication, the data on industries are classified according to the number
of employees who work in the industry,
namely: large and medium manufacturing
industries, small industries and micro industries. Manufacturing industries which
has 100 employess or more are classified
as large scale manufacturing industry, 20
to 99 employees as medium scale manufacturing industry, 5 to 19 employees as
small scale industries, and less than five
employees as micro industry.
Data on industry presented in this
publication were obtained from two
sources, namely the 2014 Large and Medium Manufacturing Establishment Survey
and from the Industry and Trade Office of
Sulawesi Tenggara Province.

1.

1.

Pengumpulan data industri besar dan


sedang dilakukan melalui Survei Industri
Besar dan Sedang dilaksanakan setiap
tahun secara lengkap (sensus) sejak tahun
1975. Survei Industri Besar dan Sedang
mencakup semua perusahaan industri
yang mempunyai tenaga kerja 20 orang
atau lebih dengan menggunakan
kuesioner II A.

Data collection of large and medium


scale manufacturing is conducted
through The Large and Medium Manufacturing Establishment Survey that
has been done annually for all industries (census) since 1975. Large and
Medium Manufacturing Establishment
Survey covers all manufactures/ industries with 20 workers or more by questionaire II A.

251

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY


2.

Klasifikasi industri yang digunakan dalam


survei ini berdasar kepada Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). KBLI
adalah klasifikasi lapangan usaha yang
berdasar kepada International Standard
Industrial Classification of All Economic
Activities (ISIC) revisi 3 yang telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia.

2.

3.

Industri Pengolahan adalah suatu


kegiatan ekonomi yang melakukan
kegiatan mengubah suatu barang dasar
secara mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi/ setengah jadi, dan atau barang yang kurang
nilainya menjadi barang yang lebih tinggi
nilainya, dan sifatnya lebih dekat kepada
pemakai akhir. Termasuk dalam kegiatan
ini adalah jasa industri dan pekerjaan
perakitan (assembling).

3.

4.

Jasa Industri adalah kegiatan industri


yang melayani keperluan pihak lain. Pada
kegiatan ini bahan baku disediakan oleh
pihak lain sedangkan pihak pengolah
hanya melakukan pengolahannya dengan
mendapat imbalan sebagai balas jasa
(upah maklon).

4.

Services for manufacturing is defined


as a manufacturing activity which
serving other manufacturing establishments. In this case, raw materials are
supplied by others while the workers
are paid as a compensation for processing raw materials.

5.

Perusahaan atau usaha industri adalah


suatu unit (kesatuan) usaha yang
melakukan kegiatan ekonomi, bertujuan
menghasilkan barang atau jasa, terletak
pada suatu bangunan atau lokasi tertentu, dan mempunyai catatan administrasi
tersendiri mengenai produksi dan
struktur biaya serta ada seorang atau
lebih yang bertanggung jawab atas usaha
tersebut.

5.

A manufacturing establishment is
defined as a production unit engaged
in economic activity, producing goods
or services, located in a building or in a
certain location, keeping a business
record concerning the production and
cost structure, and having a person or
more that are responsible to those
activities.

6.

Industri pengolahan dikelompokkan ke


dalam 4 golongan berdasarkan banyaknya pekerja, yaitu: Industri Besar (100
orang pekerja atau lebih), Industri Se-

6.

Manufacturing industries are categorized into four groups, based on the


number of employees : Large scale
manufacturing (100 employees or-

252

The industrial clasification adopted in


this survey refers to the Klasifikasi
Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI). KBLI is classification of economic activities based on the International
Standard Industrial Classification of All
Economic Activities (ISIC rev 3) that
has been modified according to the
local condition in Indonesia.
Manufacturing industry is defined as
an economic activity processing basic
goods mechanically, chemicals or
manually into final or intermediate
goods. It is also defined as processing
of lower value goods into higher value
goods as final or intermediate products. The activities also include services for manufacturing and assembling.

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM


dang/Menengah
( 20-99 orang pekerja), Industri Kecil (5-19 orang pekerja),
dan Industri Mikro (1-4 orang pekerja).

more), Medium scale manufacturing


(20-99 employees), Small scale manufacturing (5-19 employees), and Micro industry (1-4 employees).

7.

Input atau biaya antara adalah biaya


yang dikeluarkan dalam proses industri
yang berupa bahan baku, bahan bakar,
barang lainnya diluar bahan baku/bahan
penolong, jasa industri, sewa gedung, dan
biaya jasa non industri.

7.

Input or intermediate cost is defined


as cost of raw materials and supporting materials, fuel, other materials, electricity, industrial services,
building rent, and nonindustrial services,etc.

8.

Output adalah nilai keluaran yang


dihasilkan dari proses kegiatan industri
yang berupa barang yang dihasilkan,
tenaga listrik yang dijual, jasa industri,
keuntungan jual beli, pertambahan stok
barang setengah jadi dan penerimaan
lain.

8.

Output is defined as total value of all


processed goods which include production, electricity sold, industrial
services, profits, change in stocks and
other incomes.

9.

Nilai Tambah adalah besarnya output


dikurangi besarnya nilai input (antara).

9.

Value added is defined as substraction from output to input.

10. Pengeluaran untuk tenaga kerja adalah


merupakan imbalan atas jasa-jasa yang
telah dikorbankan oleh pekerja untuk
pihak lain yang meliputi upah/gaji, upah
lembur, hadiah, bonus dan sejenisnya,
iuran dana pensiun, tunjangan sosial,
tunjangan kecelakaan, dan lainnya.

10. Labor Cost is defined as compensation for workers in the form of money
and goods. Labor cost covers wage
and salary, overtimepay, bonus in cash
and goods, pension funds, social allowance, accident allowance etc.

11. Modal Tetap adalah modal kerja yang


dapat digunakan lebih dari satu tahun.

11. Fixed Asset is working capital that


can be used for more than one year.

12. Pajak tidak langsung adalah pajak yang


langsung dibayarkan oleh perusahaan.
Termasuk PPN.

12. Indirect tax is tax paid by establishment including value added taxes
(PPN).

13. Bahan baku adalah bahan-bahan yang


digunakan untuk proses produksi dalam
membentuk suatu barang produksi.

13. Raw material is materials used in the


production process of production
goods.

253

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY


14. Barang yang dihasilkan adalah barang
yang dihasilkan dalam proses produksi.

14. Outcome product is goods related in


the production process.

15. Mulai tahun 2002, indeks produksi industri


besar
dan
sedang/menengah
menggunakan kerangka sampel tahun
2000. Sesuai dengan kerangka sampel,
maka indeks hanya dapat disajikan maksimal dalam 2 digit ISIC Revisi 3.

15. Since 2002, the industrial production


indices of large and medium manufacturing have been calculated based on
the 2000 sampling frame. Using this
sampling frame, the indices can be
calculated maximally only in 2 digits of
ISIC Revision 3.

16. Metodologi
penarikan
sampel
menggunakan "Cut Off Point " dan PPS.

16. The methodology of the sample selection was based on "Cut Off Point" and
PPS.

17. Klasifikasi Industri


10. Makanan
11. Minuman
12. Pengolahan Tembakau
13. Tekstil
14. Pakaian Jadi
15. Kulit, barang kulit dan alas kaki
16. Kayu, barang dari kayu (tidak
termasuk furnitur) dan barangbarang anyaman
17. Kertas dan barang dari kertas
18. Penerbitan,
percetakan
dan
reproduksi media rekaman
19. Batu bara, pengilangan minyak bumi
dan pengolahan gas bumi, barangbarang dari pengilangan minyak
bumi dan bahan nuklir
20. Kimia dan barang-barang dari bahan
kimia
21. Farmasi, Produk obat kimia dan obat
tradisional

17. Classification of Industry


10. Food
11. Beverages
12. Tobacco
13. Textiles
14. Wearing Apparel
15. Tanning and Dressing of Leather
16. Wood and Products of Wood
except Furniture and Plaiting
Materials
17. Paper and Paper Products
18. Publishing, Printing and Reproduction of Recorded Media
19. Coal, Refined Petroleum Products
and Nuclear Fuel

22.
23.
24.
25.

Karet, barang dari karet dan plastik


Barang galian bukan logam
Logam dasar
Barang-barang dari logam kecuali
mesin dan peralatannya
26. Komputer barang elektronik dan
optik

254

20. Chemicals and Chemical Products


21.

22.
23.
24.
25.
26.

Pharmaceutical, medicinal products and traditional medicinal


chemistry
Rubber and Plastics Products
Non-metallic Mineral Products
Basic Metals
Fabricated Metal Products except
Machinery and Equipments
Computer electronics and optics

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM


27. Peralatan Listrik
28. Mesin dan perlengkapannya YTDL
29 Kendaraan Bermotor, Trailer dan
Semi Trailer
30. Industri Alat Angkutan Lainnya

27. Electrical equipment


28. Machinery and Equipment
29. Motor Vehicles, Trailers and Semitrailers
30. Other Transport Equipment Industry
31. Furniture Manufacturing
32. Other Manufacturing
33. Services Repair Installation of Machinery and Equipment

31. Industri Furnitur


32. Industri Pengolahan Lainnya
33. Jasa Reparasi Pemasangan Mesin
dan Peralatan

18. Pengumpulan data industri mikro dan


kecil (IMK) dilaksanakan pada tahun
1991, 1993, 1994, dan 1995 melalui
Survei Industri Kecil dan Kerajinan
Rumahtangga (IKKR). Data IMK tahun
1996 dikumpulkan melalui Sensus
Ekonomi (SE) 1996 dan sejak tahun 1998
data IMK dikumpulkan melalui Survei
Usaha Terintegrasi (SUSI). Sedangkan
data IMK Tahun 2006 dikumpulkan
melalui Sensus Ekonomi 2006 - Sensus
Sampel (SE06-SS). Data tahun 2007 dan
2008 merupakan angka estimasi, karena
tidak ada pengumpulan data.

18. The data collection of micro and small


scale industries was conducted
through the Small Scale and Household/Cottage Industry Survey in 1991,
1993, 1994, and 1995. The 1996 data
was collected through the 1996 Economic Census and since 1998 the data
were collected through Integrated
Establishment Survey. While the 2006
micro and small scale industries data
were collected through the Census
Sample of the 2006 Economic Census.
The 2007 and 2008 data were estimated figures, since there were no data
collection.

6.2 Pertambangan

6.2 Mining

1.

Pertambangan adalah suatu kegiatan


pengambilan endapan bahan galian berharga dan bernilai ekonomis dari dalam
kulit bumi, di bawah permukaan bumi
dan di bawah permukaan air.

1.

Mining is an activity of taking economically valued material from within


the earth layer, under earth surface,
and under water level.

2.

Avtur (Aviation Turbin) adalah bahan


bakar khusus untuk turbin/pesawat
terbang, jenis khusus minyak tanah
dengan proses penyulingan dari 150C 250C.

2.

Avtur (Aviation Turbine) fuel is a special fuel for turbine/jet aircraf, a special kerosene produced in the distillation process range of 150C - 250C.

3.

Premium adalah jenis bahan bakar minyak. Dipergunakan di mesin pembakaran


bagian dalam kecuali mesin pesawat

3.

Premium is light hydrocarbon oil used


for internal combustion engine, exception for engine, available in the market

255

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY


as Premium, Premix, Super TT, and
BB2L.

terbang, di pasaran tersedia dalam bentuk Premium, Premix, Super TT dan BB2L.
4.

Minyak Bakar adalah bahan bakar minyak dari jenis residu, lebih kental daripada minyak diesel dan mempunyai titik
tuang (pour point) yang lebih tinggi daripada minyak diesel.

4.

Fuel oil is a fraction obtained from


petroleum distillation, either as a distillate or a residue. It is more viscous
and has a higher flash point than diesel fuel.

6.3 Listrik

6.3 Electricity

5.

5.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah


Perusahaan Umum Milik Negara yang
mempunyai aktivitas kegiatan pembangkitan, transmisi, dan distribusi tenaga
lsitrik.

State Electricity Company (PLN) is a


State owned company that has activities for electricity production, transmission and electricity distribution.

6.4 Air Minum

6.4 Drinking Water

6.

Perusahaan Air Bersih adalah perusahaan yang mempunyai aktivitas dalam


penampungan, penjernihan, dan penyaluran air baku atau air bersih dari terminal
air melalui saluran air, pipa atau mobil
tangki (dalam satu pengelolaan administrasi dengan kegiatan ekonomi) kepada
rumah tangga, perusahaan industri, atau
pengguna komersial lainnya.

6.

The Water Supply Company (PDAM)


is a company with several activities
such as the collection and purification
of water and the distribution of water
to households, industries, and other
commercial users.

7.

Jumlah listrik/gas/air bersih yang terjual


adalah banyaknya listrik/gas/air bersih
yang disalurkan kepada para pelanggan.

7.

Sold electricity/gas/cleaned water is


total electricity/gas/cleaned water
distributed to customers.

8.

Biaya input adalah pengeluaran yang


digunakan untuk pembelian bahan bakar
dan pelumas tenaga listrik yang dibeli,
alat-alat tulis, onderdil, ongkos pemeliharaan dan perbaikan kecil alat produksi,
sewa gedung dan mesin serta jasa
lainnya.

8.

Input values include expenditures for


fuel and lubricant, electricity consumed maintenance, stationaries,
spareparts, maintenance costs of machineries and vehicles, building and
machineries rental costs, and costs of
other services.

256

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM


9.

Nilai Output adalah nilai tenaga listrik/


gas/air bersih yang dijual atau didistribusikan kepada para pelanggan dan ditambah dengan pendapatan atau penerimaan dari kegiatan jasa perusahaan.

9.

Output cover electricity/gas/cleaned


water sold and distributed to customers added by income from other services.

257

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY

Gambar
Figure

6.1

Persentase Perusahaan Industri Besar/Sedang menurut Kabupaten/


Kota, 2014
Percentage of Large and Medium Manufacturing Industry by Regency/
City, 2014
Buton
2%

Kota Bau-Bau
7%

Muna
23%
Kota Kendari
33%

Konawe
3%

Kolaka
5%
Kolaka Utara
5%

Wakatobi
8%

Bombana
1%

Sumber/Source : Badan Pusat Statistik/Statistics Indonesia

258

Konawe Selatan
13%

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM

Gambar
Figure

6.2

Jumlah Industri Kecil Menurut Kabupaten/Kota, 2014


Number of Smale Scale Industry by Regency/City 2014

2500

1318

1381
1051

1000

1137

1487

1500

1551

1908

2000

440

301

96

383

258

500

Sumber/Source: Dinas Perindag Prov.Sultra/Industry and Trade Office of Sulawesi Tenggara Province

259

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY

Gambar
Figure

6.3

Tenaga Listrik Terjual dan Nilai Penjualan Listrik menurut Kantor Rayon
2014
Sold Electricity and Production Value by Regional Division Office
2014

21 770 523
26 178 996

7 Kolaka utara

53 892 185
69 802 626

6 Kolaka

40 399 280
59 644 722

5 Unaaha

14 428 537
20 439 921

4 Bombana

23 646 493
38 947 223

3 Konawe Selatan

83 633 246
86 554 854

2 Benu-Benua

207 493 019


200 709 855

1.Wua-wua
0

50 000 000

100 000 000 150 000 000 200 000 000 250 000 000

Nilai Penjualan (000 Rp)

Tenaga Listrik Terjual (Kwh)

Sumber/Source: PT. PLN (Persero) Wilayah VIII Cabang Kendari/PT. PLN (Persero) Region VIII, Branch Office of Kendari

260

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM


6.1. Industri Pengolahan/Kerajinan
Manufacturing Industry

Tabel
Table

6.1.1

Jumlah Perusahaan Industri Besar/Sedang, Tenaga Kerja dan Pengeluaran untuk Tenaga Kerja menurut Kabupaten/Kota, 2014
Number of Large and Medium Manufacturing Industry, Employees and
Labor Costs by Regency/City, 2014

[Diolah dari Hasil Survei Industri Besar dan Sedang Tahunan /Based on The Annual Large and Medium Manufacturing
Establishment Survey , BPS-Statistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City

Banyaknya
Perusahaan
Number of
Establishments

Tenaga Kerja
Employees

Pengeluaran Untuk
Tenaga Kerja
Labor Costs
( 000 Rp. )

(1)

(2)

(3)

(4)

1. B u t o n
2. M u n a
3. Konawe
4. Kolaka
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kepulauan
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.
2014
2013
2012
2011
2010

2
20
3
4
11
1
7
4
28
6

42
646
131
1 289
276
70
261
107
1 812
231

607 558
4 632 683
1 288 450
13 774 428
3 756 434
475 800
1 012 680
1 895 874
30 690 193
2 632 571

86
78
80
78
77

4 865
4 577
4 442
4 543
4 364

60 766 671
192 494 022
237 674 340
184 510 891
236 849 630

261

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY


Tabel
Table

6.1.2

Jumlah Perusahaan Industri Besar/Sedang, Tenaga Kerja dan Pengeluaran untuk Tenaga Kerja menurut Golongan Industri, 2014
Number of Large / Medium Manufacturing Industry, Employees and
Labor Costs by Industrial Code, 2014

[Diolah dari Hasil Survei Industri Besar dan Sedang Tahunan /Based on The Annual Large and Medium Manufacturing
Establishment Survey , BPS-Statistics Indonesia]

Kode Industri
Industrial Code

(1)

Biaya
Banyaknya
Tenaga Kerja
Tenaga Kerja
Employees
Perusahaan
Number of
Produksi Lainnya Tidak Jumlah Labor Costs
(000 Rp)
Establishments Production Others dibayar Total
Unpaid
(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

10, 11

38

1 237

772

2 009

25 532 761

13, 14

165

31

196

1 892 490

16

14

346

115

461

7 914 302

18

94

143

237

4 709 047

23, 24, 25

19

1 451

254

1 705

16 092 466

31

16

20

251 000

30, 32, 33

182

55

237

4 374 605

2014

86

3 491

1 374

4 865

60 766 671

2013

78

3 772

805

4 577

192 494 022

2012

80

3 545

897

4 442

237 674 340

2011

78

3 777

766

4 543

183 082 350

2010

78

3 733

800

20

4 533

183 548 107

Jumlah/Total

262

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM


Tabel
Table

6.1.3

Nilai Output Industri Besar/Sedang menurut Golongan Industri,


2014
Value of Gross Output of Large and Medium Manufacturing Industry by Industrial Code, 2014

[Diolah dari Hasil Survei Industri Besar dan Sedang Tahunan /Based on The Annual Large and Medium Manufacturing
Establishment Survey , BPS-Statistics Indonesia]

Kode
Industri
Industrial
Code

Barang yang
dihasilkan
Value of Goods
Produced

Jasa
Industri
Yang
Diberikan
Pihak
Lain
Value of
Industry
Services
Rendered

(1)

(2)

(3)

10, 11

(4)

Selisih
Penerimaan
nilai
dari Jasa
stock
non
barang
Industri
setengah
Revenue
jadi
From
Increase in
Non
Stock of
Industrial
Semi Finished Services

(5)

(6)

Jumlah
Total

(7)

17 921 865

1 646 472

488 478 362

13, 14

6 391 700

25 400

6 417 100

16

45 483 878

2 575

1 600

431 287

45 919 340
18 850 650

18

456 979 750 11 930 275

Keuntungan
dari barang
yang dijual
dlm bentuk
yang sama
seperti pada
waktu pembelian
Profits from
Goods
Sold in
the Same

14 462 200

275 000

4 102 000

11 450

3 174 896 241

183 669

26 585 957

11 523

- 3 201 677 390

31

2 150 000

12 000

6 000

20 000

2 188 000

30, 32, 33

14 455 780

75 000

14 530 780

2014

3 714 819 549 12 403 519

48 692 422

2 146 132

- 3 778 061 622

2013

2 847 624 766 12 956 540

38 819 205

6 429 772

7 500 2 905 837 783

2012

1 123 419 572

6 931 815

2 723 236 457

1 896 534

- 3 855 484 378

2011

2 644 077 522

6 104 144

10 734 447

13 526 841

- 2 674 412 954

2010

2 632 164 502

6 104 144

10 732 947

-7 713 481

- 2 641 288 112

23, 24, 25

Jumlah/Total

263

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY


Tabel
Table

6.1.4

Nilai Tambah Industri Besar/Sedang menurut Kabupaten/Kota


(000 Rp) , 2014
Value Added of Large and Medium Manufacturing Industry by Regency/City (000 Rp) , 2014

[Diolah dari Hasil Survei Industri Besar dan Sedang Tahunan /Based on The Annual Large and Medium Manufacturing
Establishment Survey , BPS-Statistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City

Nilai
Ouput
Value of
Gross Output

Biaya
Input
Input Costs

(1)

(2)

(3)

Nilai Tambah Pajak Tidak Nilai Tambah


Harga Pasar
Langsung
Biaya Faktor
Value Added at
Indirect
Value Added at
Market Prices
Taxes
Factor Costs
(4)

(5)

(6)

1. B u t o n

16 110 959

7 063 058

9 047 901

5 270

9 042 631

2. M u n a

38 810 277

21 691 228

17 119 049

22 310

17 096 739

3. Konawe

19 797 880

13 828 263

5 969 617

14 120

5 955 497

3 180 582 778

755 753 002

2 424 829 776

73 094 237

2 351 735 539

23 362 415

16 516 075

6 846 340

234 037

6 612 303

6. Bombana

6 762 000

4 651 000

2 111 000

2 000

2 109 000

7. Wakatobi

3 062 360

1 852 286

1 210 074

1 210 074

8. Kolaka Utara

6 497 190

2 871 344

3 625 846

24 500

3 601 346

9. Buton Utara

10. Konawe Utara

11. Kolaka Timur

4. Kolaka
5. Konawe Selatan

12. Konawe Kep.

13. Kota Kendari

462 599 909

262 210 367

200 389 542

891 144

199 498 398

14. Kota Bau-Bau

20 475 854

11 432 303

9 043 551

22 178

9 021 373

2014
2013

3 778 061 622


2 905 837 783

1 097 868 926


546 257 728

2 680 192 696


2 359 580 055

74 309 796
67 780 939

2 605 882 900


2 291 799 116

2012

3 855 484 378

268 458 935

3 587 025 443

78 983 169

3 508 042 274

2011
2010

2 641 720 369


2 641 288 112

1 513 116 598


1 513 156 574

1 128 603 771


1 128 131 538

11 389 145
11 384 145

1 117 218 626


1 116 747 393

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.

264

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM


Tabel
Table

6.1.5

Nilai Tambah Industri Besar/Sedang Menurut Golongan Industri


(000 Rp) , 2014
Value of Gross Output of Large and Medium Manufacturing Industry by Industrial Code, 2014

[Diolah dari Hasil Survei Industri Besar dan Sedang Tahunan /Based on The Annual Large and Medium Manufacturing
Establishment Survey , BPS-Statistics Indonesia]

Kode Industri
Industrial Code

Nilai
Ouput
Value of
Gross Output

Biaya
Input
Input Costs

Nilai Tambah
Harga Pasar
Value Added at
Market Prices

Pajak Tidak
Langsung
Indirect
Taxes

Nilai Tambah
Biaya Faktor
Value Added at
Factor Costs

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

10, 11

488 478 362

278 241 981

210 236 381

623 030

209 613 351

13, 14

6 417 100

2 497 807

3 919 293

16 545

3 902 748

16

45 919 340

23 453 212

22 466 128

306 482

22 159 646

18

18 850 650

8 097 213

10 753 437

227 056

10 526 381

3 201 677 390

778 697 002

2 422 980 388

73 043 561

2 349 936 827

31

2 188 000

1 785 348

402 652

1 500

401 152

30, 32, 33

14 530 780

5 096 363

9 434 417

91 622

9 342 795

2014

3 778 061 622

1 097 868 926

2 680 192 696

74 309 796

2 605 882 900

2013

2 905 837 783

546 257 728

2 359 580 055

67 780 939

2 291 799 116

2012

3 855 484 378

268 458 935

3 587 025 443

78 983 169

3 508 042 274

2011

2 641 720 369

1 513 116 598

1 128 603 771

11 389 145

1 117 214 626

2010

2 641 288 112

1 513 156 574

1 128 131 538

11 384 145

1 116 747 393

23, 24, 25

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.

265

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY


Tabel
Table

6.1.6

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Jumlah Perusahaan Industri Menurut Kabupaten/Kota dan Kelompok


Industri, 2014
Number of Manufacturing Industry by Regency/City and Industry Classification, 2014
Kelompok Industri
Industry Classification
Industri Industri Industri Industri Hasil Industri
Kimia
Logam
Aneka Pertanian &
Kecil
Chemicals dan Mesin Various Kehutanan
Smale
Metal and Industry Agriculture
Scale
Machinary
and Forestry
(2)

(3)

(4)

(5)

Jumlah
Total

(6)

(7)

1. B u t o n

1 137

1 145

2. M u n a

15

1 487

1 505

3. Konawe

41

1 551

1 592

4. Kolaka

1 051

1 057

5. Konawe Selatan

258

261

6. Bombana

383

386

96

99

8. Kolaka Utara

1 381

1 388

9. Buton Utara

301

305

10. Konawe Utara

440

444

11. Kolaka Timur

12. Konawe Kep.

13. Kota Kendari

16

1 908

1 926

14. Kota Bau-Bau

1 318

1 320

6
6
5
6
6
23

3
3
3
3
8
12

1
1
0
0
0
0

107
107
47
46
46
115

11 311
11 264
12 276
12 398
12 033
10 577

11 428
11 381
12 331
12 453
12 093
10 727

7. Wakatobi

Prov. Sulawesi Tenggara.


Sulawesi Tenggara Prov.
2014
2013
2012
2011
2010
2009

Sumber/Source: Dinas Perindag Prov.Sultra/Industry and Trade Office of Sulawesi Tenggara Province

266

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM


Tabel
Table

Jumlah Industri, Nilai Produksi dan Tenaga Kerja Menurut Jenis


Industri, 2014
Number of Establishments, Labours and Gross Output Values of
Manufacturing Industry, 2014

6.1.7

Kelompok/
Jenis Industri
Classification of
Industry
(1)

I. Industri Kimia/
Chemical Industry*
II. Industri Logam dan Mesin/ Metal
and Machinary Industry*
III. Industri Aneka/ Miscell amous
Industry*
IV. Industri Hasil Pertanian dan
Kehutanan/ Agricultural and
Forestry Industry*

Jumlah
Jumlah
Perusahaan
Tenaga
Number of
Kerja
ManufacNumber of
turing
Employees
Industry
(2)

(3)

Investasi
Investments
(000 Rp)

Nilai
Produksi
Production
Value
(000 Rp)

(4)

(5)

238

18 060 020

111 288 373

690

29 551 883

2 814 834 230

117

500 000

526 500

107

2 872

202 829 973

220 223 445

V. Industri Kecil/ Small Scale Industry


1. IK. Hasil Pertanian/ Small Scale
Industry of Agriculture
2. IK. Kimia/ Small Scale Industry
of Chemical
3. IK. Logam dan Mesin/ Small
Scale Industry of Metal and
Machinary

11 311

58 302

1 212 925 248

2 668 891 793

6 099

26 341

867 692 566

1 469 058 387

1 446

8 092

153 172 658

688 173 103

1 241

8 272

84 828 381

196 908 684

4. IK. Aneka/ Small Scale Industry


of Miscella amous things

2 525

15 597

107 231 643

314 751 619

11 428
11 381
12 331
12 453
12 093
10 727

62 219
62 026
71 696
72 453
70 975
57 132

1 463 867 124


1 448 042 024
1 691 232 183
1 840 702 580
1 723 159 828
1 261 938 165

5 815 764 341


5 253 649 943
6 229 589 750
5 955 649 529
5 053 468 287
3 504 140 978

J u m l a h/T o t a l
2014
2013
2012
2011
2010
2009

Sumber/Source: Dinas Perindag Prov.Sultra/ Industry and Trade Office of Sulawesi Tenggara Province
Catatan/Note : *) Industri Besar dan Sedang menurut konsep Dinas Perindag/ Large and Medium Establishment Industry according to the concept of Industry and Trade Office

267

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY


Tabel
Table

6.1.8

Jumlah Industri Kimia, Tenaga Kerja dan Nilai Produksi menurut


Kabupaten/Kota, 2014
Number of Chemical Industry Production Value Employees by Regency/City, 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Jumlah
Perusahaan
Number of
Manufacturing
Industry

Jumlah
Tenaga Kerja
Number of
Employees

Investasi
Investments
(000 Rp)

Nilai Produksi
Production
Value
(000 Rp)

(2)

(3)

(4)

(5)

(1)

1. B u t o n
2. M u n a
3. Konawe
4. Kolaka
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

137
231
233
384
83
60
13
74
52
80
0
0
55
67

837
1 272
1 253
2 925
187
225
53
137
293
577
0
0
556
114

29 526 338
31 539 004
23 267 824
17 248 993
2 077 880
5 408 909
204 887
45 788 906
6 852 763
1 804 110
0
0
6 551 462
2 113 356

116 662 829


49 434 520
42 301 894
444 790 993
1 620 746
8 952 827
2 524 176
13 126 368
7 426 322
52 252 572
0
0
14 520 964
5 945 169

1 469
1 449
1 760
1 753
1 706
1 705

8 429
8 315
10 111
10 185
10 047
9 942

172 384 432


170 071 460
199 357 478
254 922 678
252 491 551
172 950 255

759 559 380


749 376 976
897 461 834
819 057 328
713 430 132
690 116 895

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.
2014
2013
2012
2011
2010
2009

Sumber/Source: Dinas Perindag Prov.Sultra/Industry and Trade Office of Sulawesi Tenggara Province
Catatan/Note : Termasuk Industri Kecilnya/Including Small Scale Industry

268

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM


Tabel
Table

6.1.9

Jumlah Industri Logam dan Mesin Tenaga Kerja dan Nilai Produksi
menurut Kabupaten/Kota, 2014
Number of Metal and Machinary Industry, Employees and Production
Value by Regency/City, 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Jumlah
Perusahaan
Number of
Manufacturing
Industry

Jumlah
Tenaga Kerja
Number of
Employees

Investasi
Investments
(000 Rp)

Nilai Produksi
Production
Value
(000 Rp)

(2)

(3)

(4)

(5)

(1)

1. B u t o n
2. M u n a
3. Konawe
4. Kolaka
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

193
191
95
141
81
91
28
35
14
98
0
0
178
114

1 029
1 057
1 057
1 179
444
330
68
70
78
668
0
0
2 813
286

9 021 867
23 417 323
5 969 759
28 619 532
4 111 887
2 297 444
451 672
19 633 247
3 628 005
5 917 837
0
0
9 309 424
3 547 600

18 946 012
40 199 592
12 460 967
2 350 659 336
13 262 967
10 006 466
3 741 461
4 691 496
1 950 009
9 177 505
0
0
43 204 386
20 580 134

1 259
1 243
1 243
1 240
1 223

9 079
8 957
9 434
9 695
9 504

115 925 597


114 370 164
111 878 795
147 102 206
156 564 334

2 528 880 331


2 494 949 025
3 122 289 128
324 671 467
2 415 726 754

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.
2014
2013
2012
2011
2010

Sumber/Source: Dinas Perindag Prov.Sultra/Industry and Trade Office of Sulawesi Tenggara Province
Catatan/Note : Termasuk Industri Kecilnya/Including Small Scale Industry

269

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY


Tabel
Table

6.1.10

Jumlah Perusahaan Industri Aneka, Tenaga Kerja dan Nilai Produksi


Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Number of Miscelaneous Industry Employees, and Production Value
by Regency/City, 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Jumlah
Perusahaan
Number of
Manufacturing
Industry

Jumlah
Tenaga Kerja
Number of
Employees

Investasi
Investments
(000 Rp)

Nilai Produksi
Production
Value
(000 Rp)

(2)

(3)

(4)

(5)

(1)

1. B u t o n
2. M u n a
3. Konawe
4. Kolaka
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

273
433
162
224
38
18
23
18
24
69
290
954

1 460
2 386
2 386
1 497
224
98
197
37
132
470
3 946
2 881

11 050 014
28 730 038
10 339 515
6 788 588
2 090 000
1 134 000
1 065 233
9 744 811
4 420 006
3 233 385
8 854 053
20 282 000

27 972 832
92 091 543
21 125 727
19 961 184
20 118 204
2 464 212
1 818 202
1 989 595
3 303 326
4 981 622
45 376 672
74 075 000

2 526
2 526
1 919
1 920
1 899
1 699

15 714
15 714
14 639
14 644
14 546
10 311

107 731 643


107 761 643
101 745 864
155 661 409
132 274 002
124 951 690

315 278 119


311 991 591
305 916 601
355 650 845
335 453 833
515 891 872

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.
2014
2013
2012
2011
2010
2009

Sumber/Source: Dinas Perindag Prov.Sultra/Industry and Trade Office of Sulawesi Tenggara Province
Catatan/Note : Termasuk Industri Kecilnya/Including Small Scale Industry

270

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM


Tabel
Table

6.1.11

Jumlah Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (IHPK), Tenaga


Kerja dan Nilai Produksi menurut Kabupaten/Kota, 2014
Number of Agriculture and Foresty Industry Employees and Production Value by Regency/City, 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Jumlah
Perusahaan
Number of
Manufacturing
Industry

Jumlah
Tenaga Kerja
Number of
Employees

Investasi
Investments
(000 Rp)

Nilai Produksi
Production
Value
(000 Rp)

(2)

(3)

(4)

(5)

(1)

1. B u t o n
2. M u n a
3. Konawe
4. Kolaka
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

544
655
1 106
287
61
219
35
1 262
216
199
1 404
218

3 203
4 378
3 965
794
1 035
774
407
1 245
1 250
1 180
10 037
945

35 450
40 744
56 233
26 870
96 000
22 156
1 493
50 083
13 950
14 484

111
815
673
020
000
838
704
894
719
901
700 178 964
12 874 900

6 206
6 163
7 409
7 533
7 265

29 213
29 040
37 512
38 188
36 878

1 070 522 539


1 054 697 539
1 278 255 766
1 278 272 748
1 274 311 941

66 749
169 229
139 756
335 019
74 000
52 191
5 404
221 779
30 897
130 756

431
647
526
700
000
462
985
442
462
564
405 990 713
57 505 900

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.
2014
2013
2012
2011
2010

1 689 281 832


1 652 146 918
1 903 932 187
1 837 387 346
1 588 857 608

Sumber/Source: Dinas Perindag Prov.Sultra/Industry and Trade Office of Sulawesi Tenggara Province
Catatan/Note : Termasuk Industri Kecilnya/Including Small Scale Industry

271

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY


Jumlah Industri Kecil (Hasil Pertanian, Kehutanan, Logam dan Mesin, Industri
Aneka), Tenaga Kerja dan Nilai Produksi menurut Kabupaten/Kota, 2014
Tabel
6.1.12
Table
Number of Small Scale Industry (Agriculture, Foresty, Metal and Machinery,
Miscellaneous) Employees and Production Value by Regency/City, 2014

Kabupaten/Kota
Regency/City

Jumlah
Perusahaan
Number of
Manufacturing
Industry

Jumlah
Tenaga Kerja
Number of
Employees

Investasi
Investments
(000 Rp)

Nilai Produksi
Production
Value
(000 Rp)

(2)

(3)

(4)

(5)

(1)

1. B u t o n
2. M u n a
3. Konawe
4. Kolaka
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

1 137
1 487
1 551
1 051
258
383
96
1 381
301
440
1 908
1 318

6 346
8 635
8 055
5 840
1 716
1 393
327
1 396
1 719
2 767
16 193
3 915

65 847 729
119 187 901
78 882 825
51 371 505
13 296 716
29 393 991
2 016 687
102 423 054
27 800 867
19 286 623
669 175 450
34 241 900

119 211 436


323 515 140
195 356 332
850 971 221
107 302 215
72 293 911
11 638 256
172 230 030
42 363 812
188 569 024
442 790 116
142 650 300

11 311
11 264
12 276
12 936
12 083

58 302
58 109
69 206
69 840
68 197

1 212 925 248


1 197 100 148
1 279 775 841
1 413 670 317
1 373 246 496

2 668 891 793


2 624 606 235
3 087 247 619
3 280 676 196
2 820 034 519

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.
2014
2013
2012
2011
2010

Sumber/Source: Dinas Perindag Prov.Sultra/Industry and Trade Office of Sulawesi Tenggara Province
Catatan/Note : Termasuk Industri Kecilnya/Including Small Scale Industry

272

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM


6.2. Pertambangan
Mining
Tabel
Table

6.2.1

Tahun
Year

(1)

Produksi dan Nilai Produksi Hasil Pertambangan Nikel, 2001-2014


Production and Production Value of Nickel Mining, 2001-2014

Produksi
Production
Bijih Nikel
Nickel Ore
(Ton)

Ferro Nikel
Ferro Nickel
(Ton Ni)

(2)

(3)

Nilai Produksi (Juta Rp)


Production Value
(Million Rupiahs)
Bijih Nikel*)
Ferro Nikel*)
Nickel Ore
Ferro Nickel
(4)

(5)

2001

700 740

9 302

165 051,00

604 163,00

2002

969 689

96 534,00

2003

1 702 267

8 279 135

287 280,00

628 337,00

2004

1 426 672

7 441 235

2005

1 157 657

9 892 440

410 506,00

925 409,00

2006

1 486 442

622 492,00

2007

2 499 935

1 712 147

1 204 647,00

245 511,00

2008

3 018 048

860 143,55

2009

3 677 299r

14 190r

1 048 030,08r

2 298 780,00r

2010

6 062 828r

12 783r

1 727 905,98r

2 070 846,00r

2011

14 342 808r

6 630r

4 087 700,25r

1 193 394,60r

2012

18 778 406r

17 250r

5 351 845,72r

2 932 500,00r

2013

29 431 004

15 535

8 387 836,14

2 563 275,00

2014

1 387 140

16 851

138 714,00

1 252,61

Sumber/Source: Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Prov. Sultra/Mining and Mineral Resources Office of Sulawesi
Tenggara Province

273

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY


Tabel
6.2.2
Table

Produksi dan Nilai Produksi Pertambangan Aspal, 2002-2014


Production and Production Value of Asphalt Mining, 2002-2014

Tahun
Year

Produksi
Production
(Ton)

Nilai Produksi
Production Value
(Juta Rp)

(1)

(2)

(3)

2002

976

238,00

2003

1 851

555,23

2004

20 000

928,49

2005

34 394

287,78

2006

56 595

476,03

2007

44 162

374,26

2 0 08

56 647r

469,80r

2009

62 392r

18 717,52r

2 0 10

20 852

6 255,68r

2011

187 525

56 257,50r

2012

531 038r

159 311,45r

2013

583 830

175 148,91

2014

275 290

27 529,00

Sumber/Source: Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Prov. Sultra/Mining and Mineral Resources Office of Sulawesi
Tenggara Province

274

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM


6.3. Listrik
Electricity

Tabel
Table

6.3.1

Jumlah Kantor Pelayanan, Langganan, Tenaga Listrik yang Terjual dan


Nilai Penjualan Setiap Unit PLN menurut Rayon, 2014
Number of Office, Customers, Electricity Sold and Revenue of Each PLN
Unit by Regional, 2014

Kantor
Rayon/
Regional
branch

Banyaknya
kantor
pelayanan
Number of
services
branches

Banyaknya
Langganan
Number of
customers

Tenaga listrik
yang terjual
electricity sold
(kwh)

Nilai
penjualan
value of
electricity sold
(000 Rp.)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1.Wua-wua

62 011

200 709 855

207 493 019

2 Benu-Benua

31 100

86 554 854

83 633 246

3 Konawe Selatan

32 374

38 947 223

23 646 493

4 Bombana

14 681

20 439 921

14 428 537

5 Unaaha

38 559

59 644 722

40 399 280

6 Kolaka

36 246

69 802 626

53 892 185

7 Kolaka utara

16 320

26 178 996

21 770 523

43

231 291

502 278 197

445 263 283

PLN area Kendari

Sumber/Source: PT. PLN (Persero) Wilayah VIII Cabang Kendari/PT. PLN (Persero) Region VIII, Branch Office of Kendari
Catatan/Notes : Tidak Termasuk Area Pelayanan Bau-bau/not Including Bau-bau Regional Service Area

275

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY

Tabel
Table

6.3.2

Daya Terpasang, Produksi Listrik, Tenaga Listrik yang terjual, Sisa


Produksi dan Nilai Penjualan Tenaga Listrik Menurut Kantor Rayon 2014
Installed Capacity, Produced and Sold Electricity, Remainder of
Production and Revenue by Regional Office, 2014

Kantor
Rayon/
Regional
branch

Daya
terpasang
installed
capacities
(Kw)

Produksi
listrik
Electricity
produced
(Kwh)

(1)

(2)

(3)

Tenaga listrik
Sisa produksi
yang terjual
remainder of
Electricity
Production
Sold
(Kwh)
(Kwh)

(4)

(5)

Nilai
penjualan
value of
electricity
sold
(000 Rp.)

(6)

1 Wua-wua
2 Benu-Benua

91 020

338 787 534

326 211 932

12 575 602

314 772 759

5 639

24 452 819

20 439 921

4 012 898

14 428 537

5 Unaaha

11 000

66 250 838

59 644 722

6 606 116

40 399 280

6 Kolaka

12 115

80 565 473

69 802 626

10 762 847

53 892 185

5 080

30 857 664

26 178 996

4 678 668

21 770 523

124 854

540 914 328

502 278 197

38 636 131

445 263 283

3 Konawe Selatan
4 Bombana

7 Kolaka utara
PLN area Kendari

Sumber/Source: PT. PLN (Persero) Wilayah VIII Cabang Kendari/PT. PLN (Persero) Region VIII, Branch Office of Kendari
Catatan/Notes : Tidak Termasuk Area Pelayanan Bau-bau/not Including Bau-bau Regional Service Area

276

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM

Tabel
Table

Daya Terpasang, Produksi Listrik, Tenaga Listrik yang terjual, Sisa Produksi
dan Nilai Penjualan Tenaga Listrik Menurut Kategori Pelanggan 2014
6.3.3
Installed Capacity, Produced and Sold Electricity, Remainder of Production
and Revenue by Costumer Category, 2014

Kategori
Pelanggan
Costumer
Category

Jumlah
Pelanggan
Number of
Customers

Tenaga
Listrik Yang
Terjual
Total of Sold
Electricity
(Kwh)

Nilai
Penjualan
Revenue of
Sold Electricity
(000 Rp)

(1)

(2)

(3)

(4)

1 Industri/Industry

101

21 204 128

20 777 518 307

2 Bisnis/Business*)

12 288

97 662 665

124 007 485 123

311

10 922 144

12 127 737 102

1 973

20 297 046

26 904 572 368

212 415

328 711 710

238 453 481 190

4 160

15 184 749

11 443 651 316

43

8 295 755

11 548 837 868

231 291

502 278 197

445 263 283 274

3 Penerangan Jalan/
Road Lamp
4 Jawatan/
Government Institution
5 Rumahtangga/

Household
6 Sosial/Social
7 Lainnya/Others **)

J u m l a h/T o t a l

Sumber/Source: PT. PLN (Persero) Wilayah VIII Cabang Kendari/ PT. PLN (Persero) Region VIII, Branch Office of Kendari
Catatan/Notes : Tidak Termasuk Area Pelayanan Bau-bau/not Including Bau-bau Regional Service Area

277

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY


6.4. Air Minum
Drinking Water

Tabel
Table

6.4.1

Jumlah Perusahaan Air Minum dan Pekerja menurut Kabupaten/Kota,


2014
Number of Water Supply Company and Employees by Regency/City,
2014

[Diolah dari Hasil Survey Perusahaan Daerah Air Minum /Based on Water Supply Establisment Survey , BPS-Statistics
Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City

(1)

Banyaknya
Perusahaan
Number of
Company
(2)

Pekerja
Teknis
Technician
Workers
Laki-laki
Male
(3)

Pekerja
Administrasi
Administration
Workers

Perempuan
Perempuan
Laki-laki Male
Female
Female
(4)

(5)

(6)

Jumlah
Total
Laki-laki
Male

Perempuan
Female

(7)

(8)

1. B u t o n
2. M u n a
3. K o n a w e
4. K o l a k a
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Bau-Bau

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

47
28
18
31
1
23
26
18
146
42

1
2
0
4
0
0
0
0
11
1

42
12
16
40
0
4
4
21
79
13

24
12
12
27
0
13
6
5
74
10

89
40
34
71
1
27
30
39
225
55

25
14
12
31
0
13
6
5
85
11

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.
2014
2013
2012
2011
2010
2009

10
10
10
10
10
10

380
319
360
314
243
276

19
27
26
11
5
4

231
321
349
240
248
226

183
156
198
155
129
136

611
640
709
554
491
502

202
183
224
166
134
140

278

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM

Tabel
Table

6.4.2

Jumlah Pelanggan Air Minum menurut Kategori Pelanggan, 2010-2014


Number Customers of Water Supply Establishment Type of by Customers,
2010-2014

[Diolah dari Hasil Survey Perusahaan Daerah Air Minum /Based on Water Supply Establisment Survey , BPS-Statistics
Indonesia]

Kategori Pelanggan
Type of Customers

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Rumah tempat tinggal/


Residence

2. Hotel dan Obyek Pariwisata,


Toko,Perusahaan & Industri/
Hotels and Tourism Resort,
Shops, Company and
Industry

3. Badan-badan Sosial, Rumah


sakit dan Umum/Social
Instution, Hospital and
Public

4. Instansi Pemerintah
Goverment Institutions

5. Lain-lain/Others

Jumlah / Total

48 420

57 874

64 899

60 893

66 679

1 918

2 824

2 581

2 699

3 530

691

923

822

703

899

5 206

987

1 569

1 237

1123

386

80

811

850

56 621

62 609

69 951

66 343

73 081

279

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY

Tabel
Table

6.4.3

Volume Air Minum yang Disalurkan Menurut Kategori Pelanggan


(M3) , 2010-2014
Volume of Water Supply Distributed by Type of Customers (M3),
2010-2014

[Diolah dari Hasil Survey Perusahaan Daerah Air Minum /Based on Water Supply Establisment Survey , BPS-Statistics
Indonesia]

Kategori Pelanggan
Type of Customers

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1. Rumah tempat tinggal/


Residence

5 220 490

9 055 394

9 214 986

8 334 562

8 599 832

2. Hotel dan Obyek Pariwisata,


Toko,Perusahaan & Industri/
Hotels and Tourism Resort,
Shops, Company and
Industries

313 165

686 940

674 064

600 560

863 247

3. Badan-badan Sosial, Rumah


sakit dan Umum,Tempat
Peribadatan Masjid, Gereja
dan sebagainya/Social
Instution, Hospital, Religious
Service and Public

248 727

508 825

262 080

189 946

302 587

1 047 658

501 365

440 363

465 963

368 657

1 147 267

59 879

1 102 112

138 725

1 981 376

612 733

6 889 919

11 854 636

10 730 218

11 572 407

11 894 322

4. Instansi Pemerintah
Goverment Institutions

5. Hilang dalam penyaluran


Losy in Distribution
6. Lain-lain/Others

Jumlah / Total

280

INDUSTRI, PERTAMBANGAN, LISTRIK DAN AIR MINUM

Tabel
Table

6.4.4

Nilai Air Minum yang Disalurkan menurut Kategori Pelanggan (000 Rp),
2010-2014
Value of Water Supply Distributed by Type of Customers (000 Rp), 20102014

[Diolah dari Hasil Survey Perusahaan Daerah Air Minum /Based on Water Supply Establisment Survey , BPS-Statistics
Indonesia]

Kategori Pelanggan
Type of Customers

2010

2011

(1)

(2)

(3)

1. Rumah tempat tinggal/


Residence

2012
(4)

2 013

2014

(5)

(6)

17 632 116

34 651 089

34 265 859

3 198 422

48 897 928

2. Hotel dan Obyek Pariwisata,


Toko,Perusahaan & Industri/
Hotels and Tourism Resort,
Shops, Company and
Industries

1 375 253

4 347 625

3 774 759

69 523

9 361 107

3. Badan-badan Sosial, Rumah


sakit dan Umum,Tempat
Peribadatan Masjid, Gereja
dan sebagainya/Social
Instution, Hospital, Religious
Service and Public

1 265 344

748 846

733 183

11 477

916 584

4. Instansi Pemerintah
Goverment Institutions

4 039 158

2 292 928

2 064 352

306 091

2 781 613

5. Hilang dalam penyaluran


Losy in Distribution
6. Lain-lain/Others

Jumlah / Total

862 645

1 478 558

1 608 820

577 263

3 749 477

24 159 464

43 519 046

42 446 973

4 162 775

65 706 709

281

INDUSTRY, MINING, ELECTRICITY AND WATER SUPPLY

Tabel
Table

Nilai Input Perusahaan Air Minum menurut Jenis Pengeluaran (000 Rp.),
2011-2014
Input Cost of Water Supply Company by Type of Cost (000 Rp.), 2011-2014

6.4.5

[Diolah dari Hasil Survey Perusahaan Daerah Air Minum /Based on Water Supply Establisment Survey , BPS-Statistics
Indonesia]

Jenis Pengeluaran
Type of Cost

(1)

1 Bahan kimia/ Chemical


2 Bahan bakar dan pelumas
Fuel and lubricant
3 Listrik/Electricity
4 Alat tulis dan keperluan
kantor/ Stationary
5 Suku cadang dan bahanbahan untuk perbaikan
kecil barang modal / Spareparts
and material to repair capital
goods
6 Biaya pemeliharaan dan perbaikan
kecil barang modal
/Maintenance cost and cost to repair
capital goods
7 Sewa bangunan/konstruksi,
mesin alat-lat dan kendaraan
Rental cost of building/construction
machinary equipment, and vehicle
8 Jasa-jasa lainnya/other services

Jumlah / Total

282

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

1 194 292
1 507 498

1 382 043
2 427 690

1 411 583
2 258 468

1 112 412
2 890 266

4 872 805
719 118

9 182 586
337 951

7 125 125
505 160

3 119 097
1 085 217

703 020

766 951

546 450

1 211 327

83 316

46 575

9 813

122 275

218 725

313 600

74 800

3 541 259

2 645 931

1 258 614

1 028 887

12 743 583

17 008 453

13 428 812

10 522 006

BAB

PERDAGANGAN
TRADE

PERDAGANGAN
TECHNICAL NOTES

PENJELASAN TEKNIS
1.

Sistem pencatatan Statistik Ekspor dan


Impor adalah "General Trade" dengan
wilayah pencatatan meliputi seluruh
wilayah kepabeanan Indonesia. Sebelum
tahun 2008, sistem pencatatan Statistik
Impor adalah "Special Trade" dengan
wilayah pencatatan meliputi seluruh
wilayah kepabeanan Indonesia kecuali
Kawasan
Berikat
yang
dianggap/
diperlakukan sebagai luar negeri.

1.

The recording of Export and Import


Statistics is based on General Trade
System covering all Indonesian customs areas. Before 2008, the recording of import statistics is based on
Special Trade System, which covers all
Indonesian customs areas except
bounded zone, which are regarded as
"abroad".

2.

Pengesahan dokumen kepabeanan ekspor


dan impor dilakukan oleh Bea dan Cukai
berdasarkan Persetujuan Muat/Bongkar
Barang.

2.

The legalization of customs export and


import documents is conducted by the
Customs and Excise Office.

3.

Data ekspor berasal dari dokumen


kepabeanan BC 3.0 atau yang disebut
dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang
(PEB) yang diisi oleh eksportir.

3.

The export data are compiled based


on customs export documents BC 3.0
or known as Export Declarations (PEB),
filled by exporters.

4.

Data impor berasal dari dokumen


kepabeanan BC 2.0 atau yang disebut
dokumen Pemberitahuan Impor Barang
(PIB) dan dokumen kepabeanan BC 2.3
yang mencatat impor barang dari Luar
Negeri ke Kawasan Berikat.

4.

The import data are compiled based


on customs import documents BC 2.0
or known as Import Declarations Form
(PIB) and customs import documents
BC 2.3 which records import goods
from foreign country to Bounded
Zones Area.

5.

Barang-barang yang dikirim keluar negeri


untuk diolah dicatat sebagai ekspor, sedangkan hasil olahan yang dikembalikan
ke Indonesia dicatat sebagai impor.

5.

Goods sent abroad for processing


purposes are recorded as export while
its product sent to Indonesia are recorded as import.

6.

Barang-barang luar negeri yang diolah di


dalam negeri dicatat sebagai barang impor meskipun barang olahan tersebut
akan kembali keluar negeri.

6.

Foreign goods processed in Indonesia


are still recorded as imports although
the products will be sent to abroad.

7.

Barang-barang yang tidak dicakup dalam


pencatatan :

7.

The following goods are not included


in the statistics:

285

TRADE
a.
b.

c.
d.
e.

f.
g.
h.

a.

Pakaian dan barang-barang perhiasan penumpang.


Barang-barang bawaan penumpang
dari luar negeri untuk dipakai
sendiri, kecuali lemari es, pesawat
televise dan sebagainya.
Barang-barang untuk keperluan perwakilan kedutaan suatu negara.
Barang-barang
ekspedisi
dan
ekshibisi atau pameran.
Barang-barang untuk militer, yang
diimpor langsung oleh angkatan
bersenjata
Pembungkus/peti kemas untuk diisi
kembali.
Uang dan surat-surat berharga.
Barang-barang contoh

b.

c.

d.
e.
f.
g.
h.

Clothings and passengers' jewelry.


Luggage of passengers for own
use, except refrigerators, television sets, etc.
Goods imported for the use of
foreign representative countries/embassies.
Goods for expeditions, and
shows or exhibitions.
Military goods directly imported
by the Armed Forces.
Packings/containers to be refilled.
Bank notes and securities
Sample goods

8.

Sistem pengolahan dokumen impor/


ekspor Indonesia adalah sistem "Carry
Over" yaitu dokumen ditunggu selama
satu bulan, setelah bulan berjalan, sedangkan dokumen-dokumen yang terlambat akan diolah pada bulan berikutnya.
Dengan demikian dokumen bulan-bulan
sebelumnya yang terlambat diterima dan
masuk pada bulan berjalan, diperlakukan
sebagai dokumen bulan pengolahan.

8.

The carry-over system is used in processing Indonesian export and import


documents. Documents are processed
one month after the current month,
while those received later will be processed for the succeeding month.
This means previous documents received in the current month will be
treated as processed documents.

9.

Negara utama adalah negara yang


mempunyai nilai ekspor/importer besar.

9.

Major country is country which recorded the biggest of export or import


value.

10. Pelabuhan utama adalah pelabuhan yang


mempunyai nilai ekspor/impor terbesar.

10. Major port is port which recorded the


biggest of export or import value.

11. Ekspor, Jika dilihat peranan setiap sektor


ekonomi/jenis komoditas ekspor terhadap
total nilai ekspor, maka komoditi yang
dominan adalah sektor pertambangan dan
hasil perkebunan.

11. Export, If you see the role of each


economic sector / type of commodity
exports to total export value, then the
dominant commodity is mining and
plantation products sector.

286

PERDAGANGAN
12. Perdagangan Antar Pulau
Dalam kegiatan perdagangan antar pulau,
barang-barang yang diperdagangkan di
Sulawesi Tenggara terdiri dari dua
kelompok. Kelompok pertama adalah
komoditas hasil bumi yang meliputi: hasil
pertanian, perkebunan, peternakan dan
hasil hutan. Sedangkan kelompok kedua
adalah komoditas hasil laut, yang meliputi
ikan dan hasil-hasil laut lainnya.

12. Inter Island Trade


In the inter is land trade, the traded
goods in Sulawesi Tenggara consist of
two groups. The first group is a crops
commodity which includes agriculture,
estate crop, animal husbandry and
forest products. Whereas the second
group is the sea product commodities,
including fish and other sea products.

287

TRADE
Gambar
Figures

Nilai dan Volume Ekspor Impor Provinsi Sulawesi Tenggara , 2012-2014


7.1 Value and volume of Export Import of Sulawesi Tenggara Province , 20122014

35 000 000,00
30 000 000,00
25 000 000,00

20 000 000,00
15 000 000,00
10 000 000,00
5 000 000,00
Berat (Ton)

Nilai (000 US$)

Berat (Ton)

Ekspor
2012

Impor
2013

Sumber/Source: Badan Pusat Statistik/ Statistic Indonesia

288

Nilai (000 US$)

2014

PERDAGANGAN
Gambar
Figures

7.2

Nilai Ekspor menurut Negara tujuan , 2014 (000 US$)


value of Export by destination country, 2014 (Thousand US$)

140 000,00
120 000,00

100 000,00
80 000,00
60 000,00

40 000,00
20 000,00
0,00

Sumber/Source: Badan Pusat Statistik/ Statistic Indonesia

289

TRADE
Gambar
Figures

7.3

Nilai Impor Menurut Jenis Komoditas , 2014 (000 US$)


Value of Import by Kind of Commodity, 2014( Thousand US$)

600 000,00

500 000,00
482 853,06

400 000,00

300 000,00

200 000,00

100 000,00
70 808,64
24 998,52

BAHAN BAKAR MINERAL

MESIN DAN PESAWAT


MEKANIK

Sumber/Source: Badan Pusat Statistik/ Statistic Indonesia

290

LAINNYA

PERDAGANGAN
7.1

Tabel
Table

Ekspor
Export

7.1.1

Volume dan Nilai Ekspor Menurut Jenis Komoditas, 2013-2014


Volume and Value of Exports by Kind of Commodity, 2013-2014

[Diolah dari Hasil Statistik Ekspor-Impor BPS /Based on Export-Import Statistic, BPS-Statistics Indonesia]

Jenis Komoditi
Kind of Commodity

(1)

1 Aneka produk kimia


Various Chemical Products
2 Bahan bakar mineral
Mineral Fuels
3 Besi dan baja
Iron and Steel
4 Bijih logam, terak, dan abu
Metal Ores, Slag and Ash
5 Ikan dan udang
Fish and Shrimp
6 Kakao dan olahannya
Cocoa and its processed
7 Kayu dan barang dari kayu,
termasuk arang kayu
Wood and articles of wood,
including wood charcoal
8 Minyak dan lemak hewani/
nabati
Oil and Animal Fat/Vegetable
9 Sayuran dan akar-akaran
Vegetables and Roots
10 Tembakau dan tembakau
buatan
Tobacco and Artificial Tobacco

Total

2013

2014

Volume
Volume
(Ton)

Nilai
Value
(000 US$)

Volume
Volume
(Ton)

Nilai
Value
(000 US$)

(2)

(3)

(4)

(5)

553 883,79

14 262,27

170 291,09

5 583,44

63 180,83

229 722,84

76 831,09

272 320,58

31 466 679,68

724 646,08

2 224 714,00

44 632,58

2 887,33

7 260,19

1 361,61

3 842,96

32 086 631,62

975 891,38

2 473 197,80

326 379,56

291

TRADE
Tabel
Table

7.1.2

Volume dan Nilai Ekspor Menurut Pelabuhan Asal, 2013-2014


Volume and Value of Export by Port of Origin, 2013-2014

[Diolah dari Hasil Statistik Ekspor-Impor BPS /Based on Export-Import Statistic, BPS-Statistics Indonesia]

2013
Pelabuhan Asal
Port of Origin

(1)

2014

Volume
Volume
(Ton)

Nilai
Value
(000 US$)

Volume
Volume
(Ton)

Nilai
Value
(000 US$)

(2)

(3)

(4)

(5)

1 Kolaka

4 861 993,42

101 831,56

326 268,00

6 013,55

2 Kendari

18 019 305,84

444 625,33

1 430 904,07

32 861,41

3 Bau-Bau

5 313 921,45

120 964,29

639 172,59

15 053,17

4 Pomalaa

3 891 023,19

307 419,35

76 831,09

272 320,58

387,73

1 050,86

22,04

130,86

32 086 631,62

975 891,38

2 473 197,80

326 379,56

5 Bandara Haluoleo

Jumlah/Total

292

PERDAGANGAN
Tabel
Table

7.1.3

Volume dan Nilai Ekspor Menurut Negara Tujuan, 2013-2014


Volume and Value of Exports by Destination Country, 2013-2014

[Diolah dari Hasil Statistik Ekspor-Impor BPS /Based on Export-Import Statistic, BPS-Statistics Indonesia]

2013
Negara
Tujuan
Destination
(1)

1 Amerika Serikat

2014

Volume
Volume
( Ton)

Nilai
Value
(000 US$)

Volume
Volume
(Ton)

Nilai
Value
(000 US$)

(2)

(3)

(4)

(5)

202,50

829,48

202,50

832,23

2 Australia

936 329,00

13 576,77

51 170,00

741,97

3 Belanda

39 244,09

139 295,76

37 439,90

128 404,70

30 345 695,47

710 317,62

2 314 870,58

85 876,14

383 015,85

8 639,06

103,00

731,50

6 India

7 Inggris

8 Jepang

172 994,78

5 618,97

31 551,61

1 744,23

78 936,74

91 637,08

29 416,19

106 859,67

10 Malaysia

11 Mesir

12 Swiss

13 Yunani

14 Montenegro

4 Cina
5 Hongkong

9 Korea Selatan

15 Thailand

1 983,20

3 553,91

744,00

996,62

16 Ukraina

113 450,00

2 071,23

17 Panama

14 780,00

351,50

7 700,01

192,50

32 086 631,62

975 891,38

2 473 197,80

326 379,56

18 Fed Russia
19 Taiwan
Total

293

TRADE
7.2

Impor
Import

Tabel
Table

Volume dan Nilai Impor Menurut Jenis Komoditas, 2013-2014


Volume and Value of Import by Kind of Commodity, 2013-2014

7.2.1

[Diolah dari Hasil Statistik Ekspor-Impor BPS /Based on Export-Import Statistic, BPS-Statistics Indonesia]

Jenis Komoditi
Type of commodities
(1)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26

Alat dan aparat optik, fotografi, sinematografi,


serta perlengkapannya
Aneka produk kimia
Bahan bakar mineral
Bahan peledak dan korek api
Barang dari besi atau baja
Barang dari kulit disamak
Garam, belerang, tanah dan batu, bahan pelster,
kapur, dan semen
Gumpalan, kain kempa dan bukan tenunan
Kapal laut dan bangunan terapung
Karet dan barang dari karet
Kendaraan bermotor dalam keadaan terbongkar
sama sekali dan komponennya
Kendaraan selain yang bergerak di atas rel
Kertas dan kertas karton
Kimia anorganik
Lokomotif kereta api/trem dan kendaraan lain
yang bergerak di atas rel serta bagiannya
Mainan, keperluan permainan/olahraga, dan
perlengkapannya
Mesin dan peralatan listrik serta bagiannya
Mesin dan pesawat mekanik
Perabot rumahtangga
Perkakas dan peralatan dari logam tidak mulia
Plastik dan barang dari plastik
Produk keramik
Sayuran dan akar-akaran
Serealia
Tembaga dan barang daripadanya
Tutup kepala dan bagiannya

Total

294

2013

2014

Volume
Volume
(Ton)

Nilai
Value
(000 US$)

Volume
Volume
(Ton)

Nilai
Value
(000 US$)

(2)

(3)

(4)

(5)

9,24
459 410,23
0,52
0,02

31,48
477 316,63
1,92
0,05

3,93
0,54
494 462,86
146,51
-

181,00
25,00
482 853,06
472,67
-

500,00
1,67

180,00
5,04

1 039,63
-

340,59
-

1 050,83
-

3 541,56
-

1,00
0,65

46,00
30,00

479,88
3 953,66
2,63
0,01
1,86
0,00

2 718,01
14 072,05
5,73
0,05
7,18
0,01

739,12
6 029,62
0,19
-

22 303,27
70 808,64
1 600,00
-

465 410,56

497 879,72

502 424,06

578 660,22

PERDAGANGAN
Tabel
Table

7.2.2

Volume dan Nilai Impor Menurut Pelabuhan Masuk, 2013-2014


Volume and Value of Import by Entry Port, 2013-2014

[Diolah dari Hasil Statistik Ekspor-Impor BPS /Based on Export-Import Statistic, BPS-Statistics Indonesia]

2013
Pelabuhan
Masuk
Entry Port

(1)

1 Bau-Bau

2 Kendari

3 Pomalaa

4 Kolaka

Jumlah/Total

2014

Volume
Volume
(Ton)

Nilai
Value
(000 US$)

Volume
Volume
(Ton)

Nilai
Value
(000 US$)

(2)

(3)

(4)

(5)

444 065,19

469 047,87

16 147,38

27 328,96

5 150,00

1 442,88

48,00

60,00

465 410,56

497 879,72

458 075,10

463 052,89

17 092,20

15 251,23

20 335,09

4 884,53

6 921,67

95 471,57

502 424,06

578 660,22

295

TRADE
Tabel
Table

7.2.3

Volume dan Nilai Impor Menurut Negara Asal, 2013-2014


Volume and Value of Import by Origin Country, 2013-2014

[Diolah dari Hasil Statistik Ekspor-Impor BPS /Based on Export-Import Statistic, BPS-Statistics Indonesia]

2013
Negara
Asal
Origin Country
(1)

2014

Volume
Volume
(Ton)

Nilai
Value
(000 US$)

Volume
Volume
(Ton)

Nilai
Value
(000 US$)

(2)

(3)

(4)

(5)

1 Singapura

358 053,15

382 426,25

365 159,13

374 433,38

2 Malaysia

91 643,33

90 674,57

86 768,91

81 349,82

2 625,29

17 062,07

15 676,12

23 636,53

26 045,86

30 452,80

5 Jepang

447,44

31 630,03

6 Andorra

7 768,01

8 454,32

7 Taiwan

8 Viet Nam

794,53

3 178,75

37,96

1 142,36

10 Australia

11 Italia

428,21

5 107,46

12 Hongkong

11 471,24

11 628,60

13 Philipina

915,44

15 363,00

465 410,56

497 879,72

502 424,06

578 660,22

3 Korea Selatan
4 Tiongkok

9 Jerman

Total

296

PERDAGANGAN
Tabel
Table

7.2.4

Volume dan Nilai Ekspor dan Impor Sulawesi Tenggara, 2000-2014


Volume and Value of Export and Import Sulawesi Tenggara, 2000-2014

[Diolah dari Hasil Statistik Ekspor-Impor BPS /Based on Export-Import Statistic, BPS-Statistics Indonesia]

Ekspor/ Export

Impor/Import

Tahun
Year

Berat
Weight
(ton)

Nilai
Value
(000 US $)

Berat
Weight
(ton)

Nilai
Value
(000 US $)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

2000

349 690,83

108 613,65

n.a

n.a

2001

461 926,51

90 280,16

n.a

n.a

2002

364 327,88

59 757,24

n.a

n.a

2003

665 685,42

93 428,05

n.a

n.a

2004

860 037,36

115 093,80

n.a

n.a

2005

1 149 208,48

129 585,78

n.a

n.a

2006

1 110 454,07

350 841,06

n.a

n.a

2007

1 601 897,01

413 861,75

n.a

n.a

2008

4 001 890,90

573 525,72

250,30

703,52

2009

4 354 240,04

342 603,68

21 409,00

7 668,62

2010

7 587 152,44

541 543,78

3 032,08

1 686,39

2011

23 189 963,01

1 095 862,48

200 353,01

204 163,23

2012

26 541 027,05

1 060 589,94

284 614,92

318 191,69

2013

32 086 631,62

975 891,38

465 410,56

497 879,72

2014

2 473 197,80

326 379,56

502 424,06

578 660,22

297

TRADE
7.3

Tabel
Table

Perdagangan Antar Pulau


Inter Island Trade

Volume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Menurut Hasil Bumi dan
Laut, 2014
Volume and Value of Inter Island Trade by Land and Sea Products 2014

7.3.1

Hasil Bumi dan Laut


Land and Sea Products

Satuan
Unit

Volume
Volume

Nilai
Value
(000 Rp)

(2)

(3)

(4)

(1)

1.

Hasil Tanaman Pangan

Ton

5 648

20 455 573

2.

Hasil Perkebunan

Ton

271 641

5 783 000 415

3.

Hasil Perikanan

Ton

49 838

1 589 475 160

4.

Hasil Peternakan :

Ton

97

1 330 000

Ekor

1 856

14 848 000

5.

Ton

Hasil Kehutanan :

120

2 210 000

16 881

26 722 520

Ton

495

41 188 000

buah

75

33 750

327 839

7 437 659 148

m3

6.

Hasil Industri :

Jumlah
Ton
Ekor

m3
buah

1 856

14 848 000

16 881

26 722 520

75

33 750

Sumber/Source: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Sulawesi Tenggara/ Industry and Trade Office
of Sulawesi Tenggara Province

298

PERDAGANGAN
Tabel
Table

7.3.2

Volume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Tanaman Pangan Menurut


Jenis Barang, 2014
Volume and Value of Inter Island Trade of Food Crops by Kind of
Commodity, 2014

Jenis Barang
Kind of Commodity

Satuan
Unit

(1)

(2)

1. Kacang Kedelai/Soybeans
2. Kacang Tanah Gelondongan/
Peanuts
3. Kacang Tanah Kupas/ Peeled
Peanuts
4. Kacang Hijau/Green peas
5. Bawang/Shallot
6. Jeruk/Orange
7. Jagung/Maize
8. Beras/Rice
9. Beras Ketan/Glutinous Rice
10. Gaplek/Dried Cassava
11. Sagu/Meroxylon Sago
12. Pisang/Banana
13. Ubi Jalar/Sweet Potatoes
14. Labu/Pumpkin

Ton

36

543 150

Ton

16

56 406

Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton

63
70
6
158
683
408
153
612
2 754
51
128
510

82 212
873 375
100 980
790 500
5 467 200
3 145 000
510 000
3 060 000
4 131 000
102 000
318 750
1 275 000

Ton
Ton
Ton
Ton
Ton

5 648,00
5 537,30
5 277,68
2 793,88
2 248,98

20 455 573
19 706 950
17 554 686
19 146 530
15 930 914

Jumlah/Total
2014
2013
2012
2011
2010

Volume
Volume
(Ton)

Nilai
Value
(000 Rp)

(3)

(4)

Sumber/Source: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Sulawesi Tenggara/ Industry and Trade Office of Sulawesi
Tenggara Province

299

TRADE
Tabel
Table

Volume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Hasil Perkebunan


Menurut Jenis Barang, 2014
Volume and Value of Inter Island Trade of Estate Crops Products
by Kind of Commodity, 2014

7.3.3

Jenis Barang
Kind of Commodity

Satuan
Unit

Volume
Volume
(Ton)

Nilai
Value
(000 Rp)

(1)

(2)

(3)

1. K o p r a/Copra
2. Mete Gelondongan/Cashew Plot
3. Kemiri Gelondongan/Candlenut
4. K a k a o/Cocoa
5. C e n g k e h/Clove
6. K o p i/Coffee

Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton

41 820
45 900
11 832
147 390
928
2 648

266 500 000


585 000 000
31 900 000
3 323 500 000
113 750 000
57 112 000

7. Pinang Biji/Areca Nut Seed


8. L a d a/Pepper
9. Biji Kapuk/Cotton Seed
10. Buah Pala/Nutmeg
11. Bunga Pala/Mace Flower
12. J a h e/Ginger
13. Kunyit Bubuk/ Turmeric Powder

Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton

18 870
2 173
0
4
0
77
0

120 250 000


191 700 000
0
157 500 000
0
450 000
0

Jumlah/Total
2014
2013
2012
2011
2010
2009

Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton

271 642
266 315
270 830
208 519
158 382
189 059

5 783 000 415


4 847 662 000
3 108 019 623
3 886 827 557
3 239 263 945
3 605 179 587

(4)

Sumber/Source: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Sulawesi Tenggara/ Industry and Trade Office of Sulawesi
Tenggara Province

300

PERDAGANGAN
Tabel
Table

7.3.4

Volume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Hasil Peternakan


Menurut Jenis Barang, 2014
Volume and Value of Inter Island Trade of Animal Husbandry Products
by Kind of Commodity, 2014

Jenis Barang
Kind of Commodity

Satuan
Unit

Volume
Volume
(Ton)

Nilai
Value
(000 Rp)

(1)

(2)

(3)

(4)

1. Tulang/Ekor Sapi
Bone/oxtail
2. Sapi/Kerbau Potong
Cow/Buffalo
3. Kulit Ternak Kering
Dried Livestock Skin
4. Kulit Ternak Garam/Salted
Livestock Skin

Ton

Jumlah/Total
2014
2013
2012
2011
2010
2009

1 856,00

3 528 000

Ton

97,00

1 330 000

Ton

97,00
1 856,00
202,50
1 820,00
162,45
1 400,00
130,64
1 382,00
108,87
1 152,00
98,97
10 464,00

1 330 000
3 528 000
3 202 500
14 560 000
4 957 970
10 500 000
884 644
6 757 128
737 203
4 504 752
670 186
3 662 400

Ekor/Heads

Ton
Ekor/Heads
Ton
Ekor/Heads
Ton
Ekor/Heads
Ton
Ekor/Heads
Ton
Ekor/Heads
Ton
Ekor/Heads

Sumber/Source: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Sulawesi Tenggara/ Industry and Trade
Office of Sulawesi Tenggara Province

301

TRADE
Tabel
Table

7.3.5

Volume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Hasil Kehutanan


Menurut Jenis Barang, 2014
Volume and Value of Inter Island Trade of Forestry Products by
Kind of Commodity, 2014

Jenis Barang
Kind of Commodity

Satuan
Unit

(1)

(2)

Volume
Volume
(Ton)

Nilai
Value
(000 Rp)

(3)

(4)

1. Kayu Rimba Logs


Log Wild Wood

M3

11 280,00

16 920 000

2. Kayu Jati Gergajian


Sawn Teak
3. Kayu Jati Logs/Log Teak
4. Madu Alam/Natural Honey
5. Kulit Kayu Lambasari
Lambasari Wood Bark
6. Damar/Resin
7. Kayu Rimba Gergajian
Sawn Wild Wood
8. Rotan Asalan
Random Rattan
9. Kayu Gergajian Campuran
Mixed Sawn Wood
10. Batang Kelapa Gergajian
Sawn Coconut Trunk

M3

5 601,00

9 802 520

Ton
Ton
Ton

23,00
-

1 725 000
-

Ton
M3

Ton

97,00

485 000

M3

M3

120,00
16 881,00
261,30
20 472,00
3075,37
23 629
4 290,148
19 691,577
3 588,814
16 409,648

2 210 000
26 722 520
3 700 000
25 962 000
45 851 640
44 819 840
20 654 903
41 815 276
17 212 413
32 165 597

Jumlah/Total
2014
2013
2012
2011
2010

Ton
M3
Ton
M3
Ton
M3
Ton
M3
Ton
M3

Sumber/Source: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Sulawesi Tenggara/ Industry and Trade Office of Sulawesi
Tenggara Province

302

PERDAGANGAN

Tabel
Table

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28

7.3.6

Volume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Hasil Perikanan Menurut


Jenis Barang, 2014
Volume and Value of Inter Island Trade of Fishery Products by Kind of
Commodity, 2014

Jenis Barang
Kind of Commodity

Satuan
Unit

(1)

(2)

Ikan Kayu/Tuna
Ikan Teri/Anchovy
Cumi Kering/Dried Squid
Agar-agar/Seaweed
Mabe/Mabe Fish
Teripang/Sea Cucumber
Ikan Tuna Segar/Fresh Tuna
Ikan Cakalang/Skipjack
Ikan Layang/Layang Fish
Ikan Tongkol/Eastern Little Tuna
Ikan Kerapu Hidup/Grouper
Ikan Kering Campuran/Mixed Dried Fish
Gurita/Octopus
Lola/Lola
Ekor/Sirip Ikan Hiu/Shark Tail/Fin
Ikan Kaha-kaha/Kaha-kaha Fish
Ikan Baelo/Baelo Fish
Biji Mutiara/Pearl seed
Bole-bole/Bole-bole
Ikan Kakap Merah/Red Sea Bream
Ikan Sunu/Coral Trout Fish
Japing-japing/Pinctada Spp
Udang Windu/Tiger Shrimp
Kepiting/Crab
Kulit Mabe/Mutiara/Mabe Seashell/Pearl
Ikan Bandeng/Milkfish
Udang Vaname/Vaname Shrimp
Mata Tujuh/Mata Tujuh
Jumlah
2014
2013
2012
2011
2010

Volume
Volume
(Ton)
(3)

Nilai/
Value
(000 Rp)
(4)

Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton

15 708,00
10,00
3 029,00
9,00
347,00
1 530,00
2 346,00
3 468,00
76,00
14,00
36,00
43,00
19,00
14,00
23,00
19,00
4,00
17 201,00
5 934,00
6,00

582 480 000


4 000 000
22 323 400
3 034 500
6 936 000
28 250 000
17 190 000
25 360 000
2 160 000
214 200
1 428 000
433 500
188 700
142 800
586 500
671 160
214 200
820 136 000
73 359 000
367 200

Ton
Ton
Ton
Ton
Ton

49 836,00
26 275,70
28 918,74
33 243,41
27 170,06

1 589 475 160


147 206 950
802 507 784
584 920 573
674 715 956

Sumber/Source: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Sulawesi Tenggara/ Industry and Trade Office of Sulawesi
Tenggara Province

303

TRADE

Tabel
Table

7.3.7

Volume dan Nilai Perdagangan Antar Pulau Hasil Industri


Menurut Jenis Barang, 2014
Volume and Value of Inter Island Trade of Industrial Products by
Kind of Commodity, 2014

Jenis Barang
Kind of Commodity

Satuan
Unit

Volume
Volume

(1)

(2)

(3)

1. Kacang Mete/Cashew Nut


2. Kemiri Olahan/Processed Candlenut
3. Rotan Polish/Polish Rattan
4. Kasur/Mattress

Ton

Ton
Ton
Buah

Jumlah/Total
2014

2013
2012
2011

Ton
Buah
Ton
Buah
Ton
Buah
Ton
Buah

Nilai
Value
(000 Rp)
(4)

454,00

40 860 000

41,00

328 000

0,00

75,00

33 750 000

495,00
75
481,00
32
395 049
65 800
11 318,73
54912

41 188 000
33 750
3 945 000
44 770 000
20 701 275
26 320 000
99 042 730
9 208

Sumber/Source: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Sulawesi Tenggara/ Industry and Trade Office of Sulawesi
Tenggara Province

304

BAB

TRANSPORTASI
DAN KOMUNIKASI
TRANSPORTATION AND
COMMUNICATION

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI


TECHNICAL NOTES

PENJELASAN TEKNIS
1

Data transportasi dan komunikasi


meliputi:
Panjang Jalan
Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang sangat penting dalam memperlancar kegiatan hubungan perekonomian,
baik antara satu kota dengan kota lainnya,
maupun antara kota dengan desa dan
antara satu desa dengan desa lainnya
Kondisi jalan yang baik akan memudahkan
mobilitas penduduk dalam mengadakan
hubungan perekonomian dan kegiatan
sosial lainnya

Angkutan Darat
Sarana angkutan darat seperti kendaraan
bermotor di samping dapat dipergunakan
oleh masyarakat sebagai angkutan
penumpang, juga dapat dipergunakan
sebagai angkutan barang-barang produksi
hasil pertanian, kehutanan dan hasil-hasil
lainnya
Jenis sarana angkutan darat yang dicakup
disini adalah kendaraan bermotor yang
meliputi mobil penumpang, mobil beban,
otobis dan sepeda motor

Angkutan Laut
Sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara adalah berupa kepulauan Karena itu
diperlukan sarana angkutan laut sebagai
alat transportasi dari daerah yang satu ke
daerah yang lain

Pemerintah Sulawesi Tenggara mengupayakan berbagai jenis usaha pelayaran


Jenis-jenis usaha pelayaran yang sedang
beroperasi di Sulawesi Tenggara dewasa
ini terdiri dari pelayaran umum, pelayaran rakyat, pelayaran perintis dan angkutan penyeberangan Dan sesuai dengan

Data on transportations and communications cover:


Length of Road
Road is the land transportation infrastructure that is very important in
speeding up the economic relations
activities, both between one city to
another city, between villages and
cities, and between one village to
another village A good road conditions would facilitate the mobility of
the population in carrying out the
economic relations and conduct other social activities
Land Transportation
Land transportation as well as motor
vehicles can be used by the community as a passenger transportation It
also can be used as a goods transportation of agricultural production,
forestry and other results
Types of land transportation facilities
covered here is motor vehicles including passenger cars, car load, autobuses and motorcycle
Sea Transportation
Most of the region of Sulawesi
Tenggara are island Therefore, sea
transportation is required as a means
of transportation from one area to
another area
The Government of Sulawesi Tenggara today seek a variety of voyage
business Types of businesses that are
operating cruises in Sulawesi Tenggara today consists of a general voyage, people voyage, pioneer voyage,
and crossing transportation Accord-

307

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION


ing to the needs, there is a development on the other types of voyage
called a special voyage

kebutuhan telah berkembang pula jenis


pelayaran lain yang disebut pelayaran
khusus

Angkutan Udara
Sarana pelabuhan udara di Sulawesi
Tenggara yang dapat disinggahi pesawat
udara sebagai angkutan penumpang dan
barang serta aktif dipakai adalah Pelabuhan Udara Wolter Monginsidi di Kendari,
Pelabuhan Udara Betoambari di Bau Bau,
Pelabuhan Udara Matahora di Wakatobi
dan Pelabuhan Udara Sangia Nibandera
di Kolaka Pelabuhan Udara Wolter Monginsidi ini memegang peranan yang sangat penting dalam menghubungkan
Sulawesi Tenggara dengan Ujung Pandang dan Jakarta serta kota-kota lainnya
di Indonesia

Air Transportation
Airport facilities in Sulawesi Tenggara which can stop off the aircraft as a
passenger and goods transportation
and can be actively used are Wolter
Monginsidi Airport in Kendari and
Betoambari Airport in Bau Bau, Matahora Airport in Wakatobi, and Sangia Nibandera Airport in Kolaka The
Wolter Monginsidi Airport holds a
very important role in connecting
Sulawesi Tenggara to Ujung Pandang, Jakarta and other cities in Indonesia

Pos dan Telekomunikasi


Pembangunan pos dan giro diarahkan
untuk memperlancar pelayanan arus
informasi ke seluruh penjuru tanah air
Untuk memperlancar pelayanan informasi di Sulawesi Tenggara, dewasa ini telah
dibangun berbagai fasilitas fisik pos dan
giro sampai tingkat pedesaan yang meliputi kantor pos, kantor pos tambahan,
kantor pos dan giro pembantu, pos keliling kota, pos keliling desa, rumah pos,
kotak pos dan bis surat

Post and Telecommunication


Development on giro and post is
directed to expedite the services of
information flow throughout the
country To facilitate information
services in Sulawesi Tenggara, physical facilities of post and postal clearing has been built to the village level
which include the post office, the
additional post office, the auxiliary
post and giro office, urban mobile
post, rural mobile post, mailing
house, post office box, and mail post

Dengan tersedianya sarana fasilitas pelayanan jasa pos dan giro yang tersebar di
semua kabupaten/kota, maka kelancaran
pertukaran informasi antara manusia,
organisasi dan lembaga pemerintah di
Sulawesi Tenggara akan semakin meningkat Demikian pula pelayanan bendabenda pos seperti surat, wesel dan lainlain kepada masyarakat sampai kepelosok
pedesaan akan semakin lancar

308

By providing the means of post and


postal clearing service facilities account and spread over all Regencys/
cities, then the smooth exchange of
information between people, organizations and government agencies in
Sulawesi Tenggara will increase
Similarly, the post goods service such
as letter, money order, etc will be
going along more smoothly to the
people in remote areas

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI


2

Kendaraan bermotor adalah setiap kendaraan yang digerakkan oleh peralatan teknik yang ada pada kendaraan tersebut,
biasanya digunakan untuk angkutan
orang atau barang di atas jalan raya selain
kendaraan yang berjalan di atas rel Kendaraan bermotor yang dicatat adalah
semua jenis kendaraan kecuali kendaraan
bermotor TNI/Polri dan Korps Diplomatik

Motor vehicles are any kind of vehicles motorized by machine set up in


those vehicles They are usually used
for transporting peoples and goods
on roads except vehicles moving
along a railway line The data cover
all kinds of motor vehicles except
those belong to Indonesia Army
Force, Indonesian State Police and
Diplomatic Corps

Mobil penumpang adalah setiap kendaraan bermotor yang dilengkapi dengan


tempat duduk untuk sebanyak-banyaknya
delapan orang, tidak termasuk tempat
duduk untuk pengemudi, baik dilengkapi
atau tidak dilengkapi bagasi

Passengers cars are any motor vehicle with no more than eight seats
excluding seat for driver It can be
with or without boot

Mobil bis adalah setiap kendaraan bermotor yang dilengkapi dengan tempat duduk
untuk lebih dari delapan orang, tidak
termasuk tempat duduk untuk pengemudi, baik dilengkapi atau tidak dilengkapi
bagasi

Buses are passengers cars having


seats for more than eight passengers,
excluding seat for driver It can be
with or without boot

Mobil truk adalah setiap kendaraan bermotor yang digunakan untuk angkutan
barang, selain mobil penumpang, mobil
bis dan kendaraan bermotor roda dua

Trucks are any motor vehicles used to


transport goods excluding passenger
cars, buses, and motorcycles

Data panjang jalan yang disajikan dalam


publikasi ini, untuk jalan negara dan jalan
provinsi bersumber dari Kementerian
Pekerjaan Umum Sedangkan jalan kabupaten/kota bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten/Kota, diolah dari
daftar PJ-II/5

Data on the length of state and provincial roads were taken from the
Ministry of Public Works, while the
regency/city roads data were taken
from Regency/City Public Work Offices, based on PJ-II/5

Kunjungan kapal adalah kapal yang datang di pelabuhan baik untuk berlabuh di
perairan maupun bersandar di dermaga

Ships call is a ship arriving at a port


either for docking or berthing

Sumber data transportasi berasal dari


masing-masing instansi terkait, dikumpul-

Data on transportations are compiled


by the BPS Provinvial Office of Sula-

309

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION


wesi Tenggara These data are obtained from relevant institutions
monthly/annually

kan oleh BPS Provinsi Sulawesi Tenggara


setiap bulan/tahun

Post office is an establishment dealing with the delivery of goods, letters,


money, etc from one place to another place Service users usually put
postage stamps on the envelope and
postcard or are charged with amount
of money in obtaining services such
as money order, aerogramme, package post, etc A mailing house has
the same function as post office and
auxiliary post office It is usually located in remote areas

10 Telekomunikasi
adalah
setiap
pemancaran, pengiriman dan atau
penerimaan dari setiap informasi dalam
bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan,
gambar, suara dan bunyi melalui sistem
kawat, optik, radio atau sistem
elektromagnetik lainnya

10

Telecommunication includes every


transmitting, delivering and/or receiving from every information of
marking, signal, article, picture,
sound and voice through strand of
wire systems, optic, radio or other
electromagnetic system

11 Jaringan telekomunikasi adalah rangkaian


perangkat
telekomunikasi
dan
kelengkapannya yang digunakan dalam
rangka bertelekomunikasi

11

Telecommunication network is peripheral network of telecommunication and its equipment used in the
means of telecommunication

Kantor Pos adalah pemberi pelayanan


pengiriman barang, uang, dsb, dari suatu
tempat ke tempat yang lain Pengguna
pelayanan
biasanya
diharuskan
menempel perangko yang cukup pada
sampul surat, kartu pos, pos wesel, warkat pos, paket dsb Rumah pos berfungsi
sama seperti kantor pos dan kantor pos
pembantu, bedanya rumah pos biasanya
terletak di daerah terpencil

310

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Gambar
Figures

8.1

Sumber/Source :

Panjang Jalan yang Diaspal Menurut Tingkat Kewenangan Pemerintahan


(Ribu Km) , 2005 - 2014
Length of asphalted Roads by Government Authority (Thousand Km) , 2005 2014

Dinas Pekerjaan Umum Kota dan Kabupaten Se-Sultra/ Public Works Service
in all cities/regencies across Sulawesi Tenggara Province

311

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

Ribu/Thousands (Km)

Gambar
Figures

8.2

Panjang Jalan menurut Kondisi Permukaan Jalan dan Tingkat Kewenangan


Pemerintahan (Ribu Km) 2014
Length of Roads by Road Surface Condition and Level Government Authority
(Thousand Km) , 2014

3,00
2,66
2,50
2,06
1,92

2,00

1,57
1,50

1,00

0,82
0,58
0,42

0,50

0,18
0,07

0,17

0,03

0,14

0,00
Baik/Good

Sedang/Medium
Negara

Propinsi

Rusak/Damaged

Rusak Berat/Severely
Damaged

Kabupaten/Kota

Sumber/Source : Dinas Pekerjaan Umum Kota dan Kabupaten Se-Sultra/ Public Works Service in all cities/regencies
across Sulawesi Tenggara Province

312

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Gambar
Figures

8.3

Jumlah Kendaraan Bermotor Terdaftar Menurut Jenis Kendaraan, 2013


2014
Number of Registered Motor Vehicles by Kind of Vehicle, 2013 - 2014

49 582

50 000
45 000
37 209

40 000
35 000
30 000

25 000
20 000
15 000
10 000
5 000

2 384

3 652

167

2 858

4 456

379

0
2013

2014

Mobil Penumpang/ Passenger Cars

Mobil Barang/ Trucks

Mobil Bus/ Buses

Sepeda Motor/ Motor Cylces

Sumber/Source: Polda Provinsi Sultra/Regional Police of Sulawesi Tenggara Province

313

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

Gambar
Figures

8.4

Lalu Lintas Penumpang melalui Pelabuhan Udara di Sulawesi Tenggara,


2014 (orang)
Aircraft Passenger Traffic at Sulawesi Tenggara Province, 2014 (people)

60 000

20 000

10 000

Datang/ Arrival

Berangkat/ Departure

Sumber/Source: Bandar Udara Se-Sulawesi Tenggara/Airport in Sulawesi Tenggara

314

44 896
48 531

47 204
46 684

43 300
45 843

41 413
39 256

44 848
46 214

37 711
39 517

41 746
44 019

41 208
44 538

41 583
40 062

35 704
38 618

30 000

40 262
40 125

40 000

45 766
45 962

50 000

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI


8.1

Jalan Raya
Road way

Tabel
8.1.1
Table

Panjang Jalan Negara, Propinsi dan Kabupaten menurut Jenis Permukaan


(Km) , 2005-2014
Length of State, Provincial and Regency Road by Type of Surface (Km) ,
2005-2014
Provinsi
Provincial

Negara
State
Tahun
Year

(1)

Kabupaten
Regency

Diaspal
Asphalted

Tidak
Diaspal
NonAsphalted

Diaspal
Asphalted

Tidak
Diaspal
NonAsphalted

Diaspal
Asphalted

Tidak
Diaspal
NonAsphalted

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

2005

929,00

364,87

347,80

141,00

1 581,89

3 900,42

2006

944,42

349,45

373,90

114,90

2 022,34

3 980,61

2007

1 064,67

264,25

364,80

124,20

3 010,41

3 594,44

2008

1 067,38

226,49

481,02

706,61

3 383,06

4 269,39

2009

1 131,02

166,70

373,27

115,53

3 350,94

4 567,16

2010

1 201,92

195,13

423,51

482,58

3 350,94

4 567,15

2011

1 217,41

179,64

476,41

429,68

2 240,50

5 278,41

2012

1 155,88

241,17

493,83

412,26

2 365,78

5 343,66

2013

1 281,81

115,24

608,80

297,29

2 540,49

5 577,28

2014

1 463,30

34,51

579,73

326,36

2 707,69

5 511,00

Sumber/Source :

Dinas Pekerjaan Umum Kota dan Kabupaten Se-Sultra/ Public Works Service in all cities/regencies
across Sulawesi Tenggara Province

315

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION


Tabel
8.1.2
Table

Panjang Jalan menurut Tingkat Kewenangan Pemerintahan, Jenis Permukaan, Kondisi dan Kelas Jalan (Km) , 2014
Length of Roads by Level Government Authority, Type of Surface, Condition,
and Class of Roads (Km) , 2014

Perincian
Detail

Negara
State

Propinsi
Provincial

Kabupaten/
Kota
Regency/City

Jumlah
Total

(1)

(3)

(4)

(5)

(6)

1 Jenis Permukaan/Type of Surface


1 1 Diaspal/Asphalted
1 2 Kerikil/gravel
1 3 Tanah/soil
1 4 Tidak Diperinci/not
_____detailed
Jumlah I/Total I
2 Kondisi Jalan/Condition of Road
2 1 Baik/Good
2 2 Sedang/Medium
2 3 Rusak/Damaged
2 4 Rusak Berat/Severely
_____Damaged
Jumlah II/Total II
3 Kelas Jalan/Class of road
3 1 Kelas I/Class I
3 2 Kelas II/Class II
3 3 Kelas III/Class III
3 4 Kelas IIIA/Class IIIA
3 5 Kelas IIIB/Class IIIB
3 6 Kelas III C/Class III C
3 7 Tidak Diperinci/Not Detailed
Jumlah III/Total III

1 463,30
34,51
0,00

579,73
273,73
24,33

2 707,69
4 211,96
1 180,78

4 750,72
4 520,20
1 205,11

0,00

28,30

118,26

146,56

1 497,81

906,09

8 218,69

10 622,59

818,85
576,29
68,16

177,40
422,33
168,23

2 060,40
1 920,44
2 664,09

3 056,65
2 919,06
2 900,48

34,51

138,13

1 573,76

1 746,40

1 497,81

906,09

8 218,69

10 622,59

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
1 497,81

0,00
0,00
0,00
714,33
191,76
0,00
0,00

70,80
51,28
2 154,94
1 261,46
659,99
464,52
3 555,70

70,80
51,28
2 154,94
1 975,79
851,75
464,52
5 053,51

1 497,81

906,09

8 218,69

10 622,59

Sumber/Source : Dinas Pekerjaan Umum Kota dan Kabupaten Se-Sultra/ Public Works Service in all cities/regencies
across Sulawesi Tenggara Province

316

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI


Tabel
Table

Panjang Jalan Kabupaten menurut Kabupaten/Kota, Jenis Permukaan,


8.1.3 Kondisi dan Kelas Jalan (Km) , 2014
Length of Regency road by Regency/City, Type of Surface, Condition and
Class of Road (Km) , 2014

Perincian
Detail
(1)

Kabupaten/Kota/ Regency/CIty
Buton

Muna

Konawe

Kolaka

Konawe
Selatan

Bombana

Wakatobi

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

641,64
531,30
192,45
0,00

256,03
476,17
55,04
20,80

194,16
345,69
33,50
0,00

149,22
882,82
0,00
0,00

46,47
604,41
16,00
0,00

221,47
90,05
25,37
87,96

951,35 1 365,39

808,04

573,35 1 032,04

666,88

424,84

177,55
358,75
373,10
41,96

367,49
0,00
653,46
344,44

118,23
125,39
395,34
169,08

110,56
294,82
123,07
44,90

374,97
346,62
164,77
145,68

125,07
199,19
156,36
186,26

148,37
44,78
21,86
209,84

951,35 1 365,39

808,04

573,35 1 032,04

666,88

424,84

0,00
0,00
0,00
0,00
951,35
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00 1 365,39

0,00
0,00
787,24
0,00
0,00
0,00
20,80

0,00
0,00
43,36
281,39
171,26
77,34
0,00

0,00
0,00
0,00
855,27
0,00
0,00
176,77

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
666,88

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
221,47
203,38

951,35 1 365,39

808,04

573,35 1 032,04

666,88

424,84

1 Jenis Permukaan/
Type of Surface
1 1 Diaspal/Asphalted
1 2 Kerikil/gravel
1 3 Tanah/soil
1 4 Tidak Diperinci/
not detailed
Jumlah I/Total I

402,93
84,39
464,04
0,00

2 Kondisi Jalan/
Condition of Road
2 1 Baik/Good
2 2 Sedang/Medium
2 3 Rusak/Damaged
2 4 Rusak Berat/
Severely Damaged
Jumlah II/Total II
3 Kelas Jalan/Class of road
3 1 Kelas I/Class I
3 2 Kelas II/Class II
3 3 Kelas III/Class III
3 4 Kelas IIIA/Class IIIA
3 5 Kelas IIIB/Class IIIB
3 6 Kelas III C/Class III C
3 7 Tidak Diperinci/
Not Detailed
Jumlah III/Total III

Sumber/Source : Dinas Pekerjaan Umum Kota dan Kabupaten Se-Sultra/ Public Works Service in all cities/regencies
across Sulawesi Tenggara Province

317

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

Lanjutan Tabel
Continued Table

8.1.3

Kabupaten/Kota/ Regency/CIty
Perincian
Detail

(1)

Kolaka
Utara

Buton
Utara

Konawe
Utara

Kolaka
Timur

(9)

(10)

(11)

(12)

90,62
334,42
67,62
2,41

118,95
187,09
285,43
5,50

11,09
306,89
18,19
1,59

76,15
298,95
14,50
0,00

495,07

596,97

337,76

44,10
112,48
291,30
47,19

188,93
21,64
87,76
298,64

495,07

Konawe
Kota
KepuKendari
lauan
(13)

Kota Bau
-Bau

Total

(14)

(15)

336,20
44,79
8,65
0,00

162,76 2 707,69
24,99 4 211,96
0,00 1 180,78
0,00 118,26

389,60

389,64

187,75 8 218,69

20,92
132,78
148,73
35,33

18,75
186,85
153,65
30,35

185,15
91,64
92,76
20,09

180,32
5,51
1,93
0,00

596,97

337,76

389,60

389,64

187,75 8 218,69

70,80
51,28
372,99
0,00
0,00
0,00
0,00

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
596,97

0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
337,76

0,00
0,00
0,00
124,80
195,10
69,70
0,00

0,00
0,00
0,00
0,00
293,63
96,01
0,00

0,00
70,80
0,00
51,28
0,00 2 154,94
0,00 1 261,46
0,00 659,99
0,00 464,52
187,75 3 555,70

495,07

596,97

337,76

389,60

389,64

187,75 8 218,69

(16)

1 Jenis Permukaan/
Type of Surface
1 1 Diaspal/Asphalted
1 2 Kerikil/gravel
1 3 Tanah/soil
1 4 Tidak Diperinci/
not detailed
Jumlah I/Total I
2 Kondisi Jalan/
Condition of Road
2 1 Baik/Good
2 2 Sedang/Medium
2 3 Rusak/Damaged
2 4 Rusak Berat/
Severely Damaged
Jumlah II/Total II

2 060,40
1 920,44
2 664,09
1 573,76

3 Kelas Jalan/Class of road


3 1 Kelas I/Class I
3 2 Kelas II/Class II
3 3 Kelas III/Class III
3 4 Kelas IIIA/Class IIIA
3 5 Kelas IIIB/Class IIIB

3 6 Kelas III C/Class III C


3 7 Tidak Diperinci/
Not Detailed
Jumlah III/Total III

Sumber/Source : Dinas Pekerjaan Umum Kota dan Kabupaten Se-Sultra/ Public Works Service in all cities/regencies
across Sulawesi Tenggara Province

318

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI


8.2

Tabel
Table

Angkutan Darat
Land Transportation

8.2.1

Jumlah Kendaraan Bermotor Terdaftar menurut Jenis, Kendaraan, 2013 - 2014


Number of Registered Motor Vehicles by Kind of Vehicles, 2013 - 2014

Jenis Kendaraan
Type of Motor Vehicles

2013

2014

(1)

(2)

(3)

A Mobil Penumpang
Passenger Cars
1 Sedan Non Taxi/Non-Taxi Sedan
2 Sedan Taxi/Taxi Sedan
3 Jeep/jeep
4 St Wagon/Station wagon
5 SU Burban/SU Burban
6 Combi/Combi
7 Minicab/Minicab
8 Kendaraan Roda Tiga/Three____wheeled vehicles
B Mobil Barang/Trucks
1 Truk Barang/Goods Trucks
2 Truk Container/Container Trucks
3 Truk Trail/Trail Trucks
4 Truk Derek/ Crane Trucks
5 Truk Tangki/Tank Truck
6 Pemadam Api/Fire Fight Truck
7 Traktor/Tractor
8 Pick Up/Pickup truck
C Mobil Bus/Buses
1 Mikro Bus/Micro buses (12 seats)
2 Mini Bus/Mini Buses (12- 32 Seats)
3 Bus/buses (32 Seats)
D Sepeda Motor/Motor Cylces
1 Motor/Motor Cycles

167

379

59
22
69
17
-

98
67
201
13
-

2 384
596
6
1 782
3 652
3 652
37 209
37 209

2 858
694
29
9
2 126
12 883
3
12 875
5
49 366
49 366

Sumber/Source: Polda Provinsi Sultra/Regional Police of Sulawesi Tenggara Province

319

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION


Jumlah Kendaraan Bermotor Terdaftar Menurut Kabupaten/Kota dan
Tabel
Jenis Kendaraan, 2014
8.2.2
Table
Number of Registered Motor Vehicles by Regency/city and Kind of Motor
Vehicles, 2014

Kabupaten/Kota/Regency/City

Jenis Kendaraan
Type of Motor Vehicles
(1)

A Mobil Penumpang

Buton

Muna

Konawe

Kolaka

Konawe
Selatan

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Bomba- Wana
katobi
(7)

(8)

27

20

19

1
-

4
1
-

1
25
1
-

3
16
1
-

7
10
2
-

4
-

1
3
-

152
49
103

195
36
5
154

311
81
230

369
72
1
296

421
78
1
342

119
35
84

15
1
14

15
-

392
-

1 502
1

1 913
1

442
-

78
-

10
-

15

392

1 501

1 912

442

78

10

3 661
3 661

3 699
3 699

5 660
5 660

6 501
6 501

5 663
5 663

2 049
2 049

1 557
1 557

Passenger Cars
1 Sedan Non Taxi/Non-Taxi Sedan
2 Sedan Taxi/Taxi Sedan
3 Jeep/jeep
4 St Wagon/Station wagon
5 SU Burban/SU Burban
6 Combi/Combi
7 Minicab/Minicab
8 Kendaraan Roda Tiga/
Three-wheeled vehicles

B Mobil Barang/Trucks
1 Truk Barang/Goods Trucks
2 Truk Container/Container Trucks
3 Truk Trail/Trail Trucks
4 Truk Derek/ Crane Trucks
5 Truk Tangki/Tank Truck
6 Pemadam Api/Fire Fight Truck
7 Traktor/Tractor
8 Pick Up/Pickup truck

C Mobil Bus/Buses
1 Mikro Bus/
Micro buses (12 seats)
2 Mini Bus/
Mini Buses (12- 32 Seats)
3 Bus/buses (32 Seats)

D Sepeda Motor/Motor Cylces


1 Motor/Motor Cycles

Sumber/Source: Polda Provinsi Sultra/Regional Police of Sulawesi Tenggara Province

320

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI


Lanjutan Tabel
Continued Table

Jenis Kendaraan
Type of Motor Vehicles
(1)

8.2.2

Kabupaten/Kota/ Regency/CIty
Kolaka
Utara
(9)

Buton
Utara
(10)

Konawe
Utara
(11)

Kolaka
Timur
(12)

Konawe
Kota
Kota
Kep.
Kendari Bau-Bau
(13)
(14)
(15)

Total
(16)

257

34

379

1 Sedan Non Taxi/Non-Taxi


Sedan

71

14

98

2 Sedan Taxi/Taxi Sedan

1
1
-

2
-

3
-

67
116
3
-

17
3
-

67
201
13
-

52
9
-

35
5
-

68
11
-

0
-

0
-

917
254
-

204
63
-

2 858
694
-

2
-

3
-

16
1

1
8

29
9

41

30

54

646

132

2 126

15
-

12
-

43
-

6 991
1

1 470
-

12 883
3

15

43

6 989

1 470

12 875

1 311
1 311

939
939

1 128
1 128

12 405
12 405

4 793
4 793

49 366
49 366

A Mobil Penumpang
Passenger Cars

3 Jeep/jeep
4 St Wagon/Station wagon

5 SU Burban/SU Burban
6 Combi/Combi
7 Minicab/Minicab
8 Kendaraan Roda Tiga/
Three-wheeled vehicles

B Mobil Barang/Trucks
1 Truk Barang/Goods Trucks
2 Truk Container/Container
Trucks
3 Truk Trail/Trail Trucks
4 Truk Derek/ Crane Trucks
5 Truk Tangki/Tank Truck
6 Pemadam Api/Fire Fight
Truck
7 Traktor/Tractor
8 Pick Up/Pickup truck

C Mobil Bus/Buses
1 Mikro Bus/ Micro buses
(12 seats)
2 Mini Bus/ Mini Buses (1232 Seats)
3 Bus/buses (32 Seats)

D Sepeda Motor/Motor
Cylces
1 Motor/Motor Cycles

Sumber/Source: Polda Provinsi Sultra/Regional Police of Sulawesi Tenggara Province

321

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION


8.3

Angkutan Laut
Marine Transportation

Tabel
8.3.1
Table

Kunjungan Kapal, Arus Barang dan Penumpang menurut Jenis Pelayaran,


2013
Number Of Ship Calls, Traffic of Cargo and Passenger by Type of Voyage,
2013

J e n i s Pelayaran
Type of Voyage

(1)

1 Dalam Negeri/
Domestic
a
b
c
d
e

Umum/public
Rakyat/People
Perintis/pioneer
Khusus/special
Penyeberangan /
ferry
f Nusantara /
Archipelago
g Lainnya/others
2 Luar Negeri /
international

J u m l a h/T o t a l

Kunjungan
Kapal
Number of
Ship
Calls
(2)

Penumpang (Orang)
Passenger(People)
GRT

(3)

Datang
Arrival

Barang (Ton)
Cargo(Ton)

Berangkat Bongkar
Departure Unloaded

(4)

(5)

Muat
Loaded

(6)

(7)

36 094

30 798 928

1 971 062

1 987 694

5 564 543

12 051 704

13 061
8 325
332
809
13 049

21 979 978
1 503 096
2 753 732
2 914 436
1 263 521

877 180
147 251
946
0
903 534

911 123
95 828
57 611
0
881 656

3 449 713
83 379
5 870
1 278 595
726 443

9 677 006
743 550
595 964
332 892
700 417

498

377 425

42 151

41 476

20 543

1 875

20

6 740

828

29 769 874

155 892

171 947

128 160

13 452 200

36 922

60 568 802

2 126 954

2 159 641

5 692 703

25 503 904

Sumber/Source: Administrator Pelabuhan Se-Sultra/Port Administrator of Sulawesi Tenggara Province

322

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel
8.3.2
Table

Kunjungan Kapal, Arus Barang, dan Penumpang menurut Kabupaten/


Kota 2014
Number Of Ship Calls, Traffic of Cargo and Passenger by Regency/City
2014

Kabupaten/ Kota
Regency/ City

Kunjungan
Kapal
Number of
Ship Calls

(1)

(2)

Penumpang (Orang)
Passenger(People)

Barang (Ton)
Cargo(Ton)

Datang
Arrival

Berangkat
Departure

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

(3)

(4)

(5)

(6)

1 Buton

3 839

149 829

140 595

160 510

206 780

2 Muna

5 103

246 590

147 451

163 499

194 990

3 Konawe

1 089

26 737

27 024

6 364

5 756

4 Kolaka

1 318

63 975

71 547

727 329

840 292

5 Konawe Selatan

2 338

78 502

105 188

5630 971

1055 836

6 Bombana

3 128

61 151

61 071

26 503

1 335

7 Wakatobi

2 516

84 142

76 184

1084 134

11 398

8 Kolaka Utara

805

68 838

103 104

27 940

25 880

9 Buton Utara

399

22 902

11 928

137 874

13 482

10 Konawe Utara

138

657

973 185

11 Kolaka Timur

12 Konawe Kepulauan

13 Kota Kendari

4 420

375 215

468 941

1296 459

407 336

14 Kota Bau-Bau

11 450

334 442

410 120

887 204

1556 633

36 543

1 512 323

1 623 153

J u m l a h/T o t a l

10 149 444 5 292 903

Sumber/Source: Administrator Pelabuhan Se-Sultra/Port Administrator of Sulawesi Tenggara Province

323

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION


8.4 Angkutan Udara
Air Transportation

Tabel
8.4.1
Table

Lalu Lintas Pesawat Terbang dan Penumpang melalui Pelabuhan Udara SeSulawesi Tenggara, 2014
Aircraft and Passenger Traffic at Sulawesi Tenggara Province, 2014

Bulan
Month

(1)

Lalu Lintas
Pesawat Udara
Aircraft Traffic

Lalu Lintas
Penumpang (Orang)
Passenger (Person)

Datang
Arrival

Berangkat
Departure

Datang
Arrival

Berangkat
Departure

Transit
Transit

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Januari/January

579

579

45 766

45 962

Februari/February

497

497

40 262

40 125

Maret/March

557

557

41 583

40 062

April/April

539

539

35 704

38 618

Mei/May

577

577

41 208

44 538

Juni/June

547

547

41 746

44 019

Juli/July

544

544

37 711

39 517

Agustus/August

615

615

44 848

46 214

September/September

556

562

41 413

39 256

Oktober/October

641

641

43 300

45 843

Nopember/November

649

649

47 204

46 684

Desember/December

607

607

44 896

48 531

6 908

6 914

505 641

519 369

Jumlah/Total

Sumber/Source: Bandar Udara Se-Sulawesi Tenggara/Airport in Sulawesi Tenggara

324

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI


Tabel
8.4.2
Table

Lalu Lintas Barang, Bagasi dan Pos Paket Melalui Pelabuhan Udara Di
Sulawesi Tenggara (Kg) , 2014
Cargo, Baggage and Parcels Traffic at Airport in Sulawesi Tenggara (Kg) ,
2014

Bulan
Month

(1)

Barang
Cargo

Bagasi
Baggage

Pos Paket
Parcels

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Januari/January

197 821

116 662

294 397

270 354

12 964

3 442

Februari/February

200 225

99 172

297 315

234 872

14 663

3 980

Maret/March

196 261

101 528

326 036

262 701

15 440

3 970

April/April

198 193

88 457

255 658

224 571

12 308

6 394

Mei/May

208 788

118 683

302 899

247 967

15 469

2 861

Juni/June

212 507

98 984

301 721

231 192

15 431

3 988

Juli/July

127 284

105 378

265 112

198 110

15 210

4 801

Agustus/August

183 328

67 577

359 435

313 374

11 785

3 663

September/September

280 729

150 460

267 437

242 220

15 359

4 963

Oktober/October

289 422

133 770

271 379

246 076

17 494

1 632

Nopember/November

375 905

150 660

290 036

248 120

21 644

5 266

Desember/December

301 961

119 082

311 178

286 873

12 128

6 378

2 772 424 1 350 413 3 542 603 3 006 430

179 895

51 338

Jumlah/Total

Sumber/Source: Bandar Udara Se-Sulawesi Tenggara/Airport in Sulawesi Tenggara

325

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

Tabel
8.4.3
Table

Tahun
Year

(1)

Lalu Lintas Pesawat Terbang dan Penumpang melalui Pelabuhan Udara


Haluoleo Kendari, 2003 - 2014
Aircraft and Passenger Traffic at Haluoleo Airport Kendari, 2003-2014

Lalu Lintas Pesawat Udara


Aircraft Traffic

Lalu Lintas Penumpang (Orang)


Passenger (Person)

Datang
Arrival

Berangkat
Departure

Datang
Arrival

Berangkat
Departure

Transit
Transit

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

2003

1 102

1 102

80 337

80 390

850

2004

1 491

1 491

135 940

140 503

--

2005

1 205

1 205

125 886

125 184

--

2006

1 443

1 439

158 674

158 261

--

2007

1 731

1 729

200 911

203 260

--

2008

1 703

1 696

207 686

210 661

--

2009

2 504

2 517

273 163

279 645

--

2010

2 613

2 616

293 262

303 420

--

2011

2 686

2 686

325 771

336 697

--

2012

3 371

3 370

426 837

429 707

--

2013

5 299

5 299

435 527

453 837

--

2014

5 009

5 015

404 721

420 573

Sumber/Source: Bandar Udara Haluoleo Kendari/Haluoleo Airport in Kendari

326

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel
8.4.4
Table

Tahun
Year

(1)

Lalu Lintas Pesawat Terbang dan Penumpang melalui Pelabuhan Udara


Betoambari Bau-Bau, 2008-2014
Aircraft and Aircraft Passenger Traffic at Betoambari Bau-Bau Airport, 20082014
Lalu Lintas Pesawat Udara
Aircraft Traffic

Lalu Lintas Penumpang (Orang)


Passenger (Person)

Datang
Arrival

Berangkat
Departure

Datang
Arrival

Berangkat
Departure

Transit
Transit

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

2008

243

243

6 805

4 710

2009

282

282

5 778

5 250

2010

1 224

1 224

37 055

34 853

2 818

2011

1 431

1 433

48 750

43 658

2012

1 471

1 471

57 988

56 773

2013

948

948

54 640

52 751

2014

797

797

48 575

46 257

Sumber/Source: Pelabuhan Udara Betoambari Bau-Bau/ Betoambari Bau-Bau Airport


Catatan/notes : Pelabuhan Udara Betoambari baru beroperasi mulai akhir tahun 2007/ Betoambari
Airport Starts to Operate since late 2007

327

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

Tabel
8.4.5
Table

Tahun
Year

(1)

Lalu Lintas Pesawat Terbang dan Penumpang melalui Pelabuhan Udara


Sangia Ni Bandera Kolaka, 2010-2014
Aircraft and Aircraft Passenger Traffic at Sangia Ni Bandera Airport, Kolaka,
2010-2014
Lalu Lintas Pesawat Udara
Aircraft Traffic

Lalu Lintas Penumpang (Orang)


Passenger (Person)

Datang
Arrival

Berangkat
Departure

Datang
Arrival

Berangkat
Departure

Transit
Transit

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

2010

226

226

11 613

12 846

--

2011

730

730

46 635

47 509

--

2012

1 012

1 012

56 998

59 302

2013

800

800

47 882

48 952

2014

716

716

35 033

34 209

Sumber/Source: Pelabuhan Udara Sangia Ni Bandera Kolaka/ Sangia Ni Bandera Airport, Kolaka
Catatan/notes : Pelabuhan Udara Sangia Ni Bandera baru beroperasi mulai tahun 2010
Sangia Ni Bandera Airport Starts to Operate since 2010

328

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel
8.4.6
Table

Tahun
Year

(1)

Lalu Lintas Pesawat Terbang dan Penumpang melalui Pelabuhan Udara


Matahora Wakatobi, 2009-2014
Aircraft and Aircraft Passenger Traffic at Matahora Airport, Wakatobi, 2009
-2014
Lalu Lintas Pesawat Udara
Aircraft Traffic

Lalu Lintas Penumpang (Orang)


Passenger (Person)

Datang
Arrival

Berangkat
Departure

Datang
Arrival

Berangkat
Departure

Transit
Transit

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

2009

438

438

3 238

3 493

--

2010

527

527

9 611

9 654

--

2011

523

523

9 302

9 756

--

2012

549

549

12 561

13 959

2013

212

212

11 331

11 844

2014

344

344

17 274

18 258

Sumber/Source: Pelabuhan Udara Matahora, Wakatobi/Matahora Airport, Wakatobi


Catatan/notes : Pelabuhan Udara Matahora baru beroperasi mulai tahun 2009
Matahora Airport Starts to Operate since 2009

329

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

Tabel
8.4.7
Table

Tahun
Year

(1)

Lalu Lintas Pesawat Terbang dan Penumpang melalui Pelabuhan Udara


Sugimanuru Muna, 2012-2014
Aircraft and Aircraft Passenger Traffic at Sugimanuru Airport, Muna, 20122014
Lalu Lintas Pesawat Udara
Aircraft Traffic

Lalu Lintas Penumpang (Orang)


Passenger (Person)

Datang
Arrival

Berangkat
Departure

Datang
Arrival

Berangkat
Departure

Transit
Transit

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

2012

730

730

46 635

47 509

2013

2014

42

42

38

72

Sumber/Source: Pelabuhan Udara Sugimanuru, Muna/ Sugimanuru Airport, Muna


Catatan/notes : Pelabuhan Udara Sugimanuru baru beroperasi mulai tahun 2013
Sugimanuru Airport Starts to Operate since 2012

330

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel
8.4.8
Table

Tahun
Year

Lalu Lintas Barang, Bagasi dan Pos Paket Melalui Pelabuhan Udara
Haluoleo (Kg) , 2003-2014
Traffic of Cargo, Baggage and Mail at Haluoleo Airport Kendari (Kg) ,
2003-2014
Barang
Cargo

Bagasi
Baggage

Pos Paket
Parcels

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

2003

513 444

705 706

315 165

599 847

48 390

28 928

2004

348 372

991 268

1 095 578

1 150 356

43 664

14 873

2005

1 039 809

975 382

1 274 319

936 904

3 042

--

2006

991 732

873 713

1 483 020

1 246 998

--

--

2007

1 309 136

1 195 653

1 984 468

1 527 240

43 349

26 868

2008

1 687 933

1 196 924

2 626 202

2 002 778

178 514

121 896

2009

1 772 806

1 556 273

2 507 130

2 065 029

161 556

43 626

2010

1 943 035

1 678 301

3 052 763

2 238 551

194 382

46 177

2011

1 997 134

1 145 016

3 272 065

2 287 525

206 194

45 268

2012

1 951 085

1 055 081

3 895 027

2 897 004

212 299

44 240

2013

2 199 829

1 137 380

3 614 615

2 901 030

167 805

60 177

2014

2 577 754

1 205 885

2 990 024

2 547 694

178 880

51 338

(1)

Sumber/Source: Bandar Udara Haluoleo Kendari/Haluoleo Airport in Kendari

331

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION


Tabel
8.4.9
Table

Tahun
Year

(1)

Lalu Lintas Barang, Bagasi dan Pos Paket Melalui Pelabuhan Udara
Betoambari Bau-Bau (Kg) , 2008-2014
Cargo, Baggage and Parcels Traffic at Betoambari Bau-bau Airport (Kg) ,
2008-2014
Barang
Cargo

Bagasi
Baggage

Pos Paket
Parcels

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

2008

1 171

58 592

23 606

2009

181

45 484

35 969

2010

3 833

252 691

197 535

2011

388 532

279 774

2012

494 198

350 099

2013

462 924

334 879

2014

43 144

824

323 468

274 440

Sumber/Source: Pelabuhan Udara Betoambari Bau-Bau/ Betoambari Bau-Bau Airport


Catatan/notes : Pelabuhan Udara Betoambari baru beroperasi mulai akhir tahun 2007
Betoambari Airport Starts to Operate since late 2007

332

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel
8.4.10
Table

Lalu Lintas Barang, Bagasi dan Pos Paket Melalui Pelabuhan Udara Sangia
Ni Bandera Kolaka (Kg) , 2010-2014
Cargo, Baggage and Parcels Traffic at Sangia Ni Bandera Kolaka Airport
(Kg) , 2010-2014

Barang
Cargo

Tahun
Year

(1)

Bagasi
Baggage

Pos Paket
Parcels

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

2010

1 659

89 623

77 228

--

--

2011

51

--

358 220

269 682

6 332

51

2012

79 525

455 518

304 876

6 468

2013

74 450

432 496

301 428

2014

151 526

143 704

134 509

97 030

1 015

Sumber/Source: Pelabuhan Udara Sangia Ni Bandera Kolaka/ Sangia Ni Bandera Airport, Kolaka
Catatan/notes : Pelabuhan Udara Sangia Ni Bandera baru beroperasi mulai tahun 2010
Sangia Ni Bandera Airport Starts to Operate since 2010

333

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

Tabel
8.4.11
Table

Lalu Lintas Barang, Bagasi dan Pos Paket Melalui Pelabuhan Udara Matahora Wakatobi(Kg) , 2009-2014
Cargo, Baggage and Parcels Traffic at Matahora Wakatobi Airport (Kg) ,
2009-2014
Barang
Cargo

Tahun
Year

(1)

Bagasi
Baggage

Pos Paket
Parcels

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

2009

--

--

22109

25295

--

--

2010

--

--

52101

47391

--

--

2011

--

--

50879

51331

--

--

2012

62.488

66.752

2013

72 562

73 896

94 582

87 122

2014

Sumber/Source: Pelabuhan Udara Matahora, Wakatobi/Matahora Airport, Wakatobi


Catatan/notes : Pelabuhan Udara Matahora baru beroperasi mulai tahun 2009
Matahora Airport Starts to Operate since 2009

334

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI

Tabel
8.4.12
Table

Lalu Lintas Barang, Bagasi dan Pos Paket Melalui Pelabuhan Udara Sugimanuru Muna (Kg), 2012-2014
Cargo, Baggage and Parcels Traffic at Sugimanuru Airport, Muna (Kg), 20122014
Barang
Cargo

Tahun
Year

(1)

Bagasi
Baggage

Pos Paket
Parcels

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

Bongkar
Unloaded

Muat
Loaded

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

2012

358 220

269 682

51

2013

2014

20

144

Sumber/Source: Pelabuhan Udara Sugimanuru, Muna/ Sugimanuru Airport, Muna


Catatan/notes : Pelabuhan Udara Sugimanuru baru beroperasi mulai tahun 2012
Sugimanuru Airport Starts to Operate since 2012

335

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION


8.5 Pos dan Giro
Post and Giro

Tabel
8.5.1
Table

Jumlah Fasilitas Fisik Pelayanan Jasa Pos dan Giro Menurut Kabupaten/
Kota, 2014
Number of Physical Facilities Postal and Demand Deposit Services by Regency/City, 2014

Kabupaten/ Kota
Regency/ City

(1)

Kode
Pos
Post
code

(2)

Kantor
Ktr Pos
Pos
Pos
Pos
& Giro
Kotak
Bis
Kantor
Keliling Keliling Rumah
Tamba- PembanPos
Pos
Surat
Pos
Kota
Desa
han
tu
Post
Urban
Rural Mailing Post Office Mail
Additional Auxiliary
Box
Post
Office
Mobile Mobile House
Post
Post
Post
Post
Office
Office

Pos
Sekolah
School
Mailing

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

1 Buton

93700

2 Muna

93612

3 Konawe

93000

4 Kolaka

93500

5 Konawe Selatan

93000

6 Bombana

93700

7 Wakatobi

93790

8 Kolaka Utara

93771

9 Buton Utara

93700

10 Konawe Utara

93553

--

11 Kolaka Timur
12 Konawe Kep.

--

11 Kota Kendari

93000

500

12 Kota Bau-Bau

93700

Prov Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov
2014

45

20

15

500

2013
2012
2011
2010

47

18

500

39
51
16

1
12
6

12
24

3
5

18
17
45

12
24
79

700
900
750

12
45

Sumber/Source: PT (Persero) Pos dan Giro Kabupaten/Kota/Pos Indonesia, Branch Office of Regency/City

336

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI


Tabel
8.5.2
Table

Jumlah Benda-benda Pos yang dikirim dan diterima dirinci Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Number of Postal Goods Mailed and Received by Regency/City, 2014

Kabupaten/
Kota
Regency/ City

(1)

Surat Pos
Letter

Pos Paket
Package Post

Pos Wesel
Money Order

Kirim
Mailed

Terima
Received

Kirim
Mailed

Terima
Received

Kirim
Mailed

Terima
Received

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Akta
Agraria
Materai AgrariStamp
an
Certificate
(8)

(9)

1 Buton

...

...

...

...

...

...

...

...

2 Muna

7 719

26 655

352

527

1 532

2 549

3 Konawe

1 540

41 285

195

4 004

3 365

4 637

4 Kolaka

9 035

47 023

1 351

1 711

3 856

3 842

5 Konsel

4 056

28 442

1 105

2 077

3 887

3 355

6 Bombana

1 094

10 563

374

135

1 377

1 043

7 Wakatobi

...

...

...

...

...

...

...

...

8 Kolaka Utara

3 150

12 388

462

689

1 336

917

9 Buton Utara

...

...

...

...

...

...

...

...

10 Konawe Utara

1 121

3 326

241

325

674

416

11 Kolaka Timur

25 333

27 484

574

524

846

955

12 Konawe Kep.

6 550

9 265

304

298

259

1 280

13 Kota Kendari

216 382

428 758

5504

2 505

9 499

8 390

14 Kota Bau-Bau

73 903

110 855

13 104

30 105

390 000

Sumber/Source : PT Pos dan Giro Kendari/Pos Indonesia, Kendari

337

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

Tabel
8.5.3
Table

Banyaknya Benda-benda Pos yang Dikirim dan Diterima dari Dalam dan
Luar Negeri menurut Jenis Pengiriman (Kg) , 2014
Number of Postal Goods Sent and Receivedthrough Domestic and International Traffic (Kg), 2014

Jenis Pengiriman
Kind of Dispatch

(1)

1 Surat biasa (surat, warkat


pos, kartu pos, barang
cetakan, surat kabar,
surat pos dinas)/standard
mail (letter, aerogramme,
post card, form, newspaper,
official mail)
2 Surat kilat/pos kilat
khusus/express mail
3 Surat pos tercatat kilat
express-registered mail
4 Surat pos tercatat biasa
standard-registered mail
5 Surat pos terdaftar
Registered mail
6 Pos paket biasa
7 Pos paket udara
8 Pos wesel prima
9 Pos wesel instan

Junlah/Total

Dikirim
Diterima
Sent
Received
Dalam Negeri Luar Negeri Dalam Negeri Luar Negeri
Domestic International
Domestic
International
(2)

(3)

(4)

(5)

19 211

213 468

97 457

617

317 612

1 518

110 902

357

200 604

428

20 902

13 964

27 508

33 258

33 607

256 769

974

565 438

35 553

Sumber/Source: PT (Persero) Pos dan Giro Kendari/Pos Indonesia, Kendari


Catatan/Note: tidak termasuk rayon Baubau/Not Including Baubau Region

338

TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI


Kapasitas Sentral dan Sambungan Telepon menurut Unit Pengelola Tehnik
(UPT), 2014

Tabel
8.5.4
Table

Central Capacity and Telephone Connection by UPT (Technical Administrator


Unit), 2014

Kantor/ Office

(1)

Kapasitas Sentral
Otomatis
Automatic Central
Capacity
(2)

Sambungan Telepon
Telephone Connection
Induk
Central

Cabang
Branch

(3)

(4)

1. Bau-Bau

3 307

3 201

2. R a h a

1 015

987

3. Kendari

12 574

12 236

4. Kolaka

1 677

1 670

5. Pomalaa

350

338

6. Wanci

245

228

7. Unaaha

622

610

2014

59 015

17 813

2013

35 737

33 001

2012

33 594

30 315

2011

32 004

28 707

2010

21 970

16 253

2009

33 490

28 433

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.

Sumber/Source: PT. Telkom Kendari/Telkom Kendari

339

TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

Halaman ini sengaja dikosongkan


This page intentionally left blank

340

HOTEL DAN
PARIWISATA
HOTEL AND
TOURISM

BAB

HOTEL DAN PARIWISATA


PENJELASAN TEKNIS

TECHNICAL NOTES

1. Konsep dan definisi pariwisata mengikuti


rekomendasi World Tourism Organization
(WTO) dan International Union of Office
Travel Organization (IUOTO).

1. The concept and definition of tourism


refers to the recommendations of the
World Tourism Organization (WTO) and
International Union of Office Travel
Organizations (IUOTO).

2. Wisatawan mancanegara ialah setiap


pengunjung yang mengunjungi
suatu
negara di luar tempat tinggalnya, didorong
oleh satu atau beberapa keperluan tanpa
bermaksud memperoleh penghasilan di
tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun
(12 bulan). Definisi ini mencakup 2 (dua)
kategori wisatawan mancanegara, yaitu :

2. A foreign visitor is any person visiting a


country other than his usual place of
residence for any reason other than for
earning income in the country visited,
and the length of stay is no more than
one year (12 months). This definition
covers two categories of foreign visitors, namely :

3.

a.

Wisatawan (turis) ialah setiap


pengunjung seperti definisi di atas
yang tinggal paling sedikit 24 jam,
akan tetapi tidak lebih dari 1 (satu)
tahun di tempat yang dikunjungi,
dengan maksud antara lain: berlibur,
rekreasi, olah raga, bisnis, menghadiri
pertemuan, studi dan kunjungan
dengan alasan kesehatan.

a. Tourist is any visitor staying for at


least 24 hours, but not more than
one year, in the country visited,
with the intention of visiting, and
for any of these purposes such as:
Pleasure, recreation and sports,
Business, visiting friends and relatives, missions, attending meetings,
conferences, visit for health reasons
and study.

b.

Excursionist ialah setiap pengunjung


seperti definisi di atas yang tinggal
kurang dari 24 jam di tempat yang
dikunjungi (termasuk Cruise Passengers). Cruise Passengers ialah setiap
pengunjung yang tiba di suatu negara
di mana mereka tidak menginap di
akomodasi yang tersedia di negara
tersebut, misalnya dengan kapal laut.

b. Excursionist is any visitor staying


less than 24 hours in the country
visited including Cruise Passengers, i.e. visitors arriving in a country without staying in any accommodation available in the visited
country.

Penerimaan negara dari wisatawan


mancanegara adalah hasil kali antara rata
-rata pengeluaran wisman per kunjungan
dengan jumlah kunjungan wisman.

3.

Revenue from foreign visitor is the


number of foreign visitors in Indonesia
multiplied by the average expenditures per visit.

343

HOTEL AND TOURISM


4.

Akomodasi ialah suatu usaha yang


menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara
khusus, dan setiap orang dapat
menginap, makan serta memperoleh
pelayanan dan fasilitas lainnya dengan
pembayaran. Akomodasi dibedakan antara hotel dan akomodasi lainnya. Ciri khusus dari hotel adalah mempunyai
restoran yang berada di bawah manajemen hotel tersebut.

4.

An accommodation is an establishment using a building or a part of a


building, prepared commercially for
any person to stay, eat and obtain
service as well as other facilities. Accommodation is segregated into hotel
and other accommodations. The special characteristic of a hotel is having
a restaurant under the hotel management.

5.

Hotel berbintang yaitu hotel yang telah


memenuhi persyaratan yang telah ditentukan seperti persyaratan fisik, bentuk
pelayanan yang diberikan, kualifikasi
tenaga kerja, jumlah kamar dan lainnya.
Hotel tidak berbintang yaitu hotel yang
tidak memenuhi persyaratan yang telah
ditentukan.

5.

A classified hotel is an accommodation which meets specified standards


regarding physical requirements, services provided, manpower qualifications, number of rooms available, etc.
A non-classified hotel is an accommodation which has not met the requirements previously mentioned.

6.

Tingkat penghunian kamar hotel adalah


persentase banyaknya malam kamar yang
dihuni terhadap banyaknya malam kamar
yang tersedia.

6.

Room Occupancy Rate is the number


of roomnights occupied divided by the
number of roomnights available, multiplied by 100 percent.

7.

Rata-rata lamanya tamu menginap adalah


hasil bagi antara banyaknya malam tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel dan
akomodasi lainnya.

7.

Average length of stay is the number


of bed-nights used divided by the
number of guests staying at the accommodation.

344

HOTEL DAN PARIWISATA

Gambar
Figure

9.1

Jumlah Hotel/Akomodasi menurut Klasifikasi Hotel


Kabupaten/Kota, 2009-2014
Number of Hotels/Acomodation by Classification and Regency/City,
2009-2014

450

419
391

400
334

350
293

300

264
245

250

200
150
100
50
1

2009

2010

10

13

18

18

0
2011

Bintang/ Classified Hotel

2012

2013

2014

Non Bintang/Non Classified Hotel

Sumber/Source : Badan Pusat Statistik/BPS-Statistics Indonesia

345

HOTEL AND TOURISM

Gambar
Figure

9.2

Jumlah Tamu Menurut Klasifikasi Hotel, 2012-2014


Number of Guests at Hotel Classification, 2012-2014

450 000
400 000
350 000
300 000
250 000

2012

200 000

2013
150 000

2014

100 000
50 000
0
Dalam
Negeri/Domestic

Asing/Foreign

Dalam
Negeri/Domestic

Asing/Foreign

Bintang/ Classified Hotel


Non Bintang/Non Classified Hotel

Sumber/Source : Badan Pusat Statistik/BPS-Statistics Indonesia

346

HOTEL DAN PARIWISATA

Gambar
Figure

9.3

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Per Bulan menurut klasifikasi 2014


Room Occupation Rate Per Month by Hotel Classification, 2014

60,00

51,11
50,00

45,42 46,43
40,21

40,11

39,70

40,00
33,27
30,00

39,07
36,38

28,03

29,18

31,26

32,92

31,82

30,26
27,58

30,18

26,66

26,16
21,37

22,83

31,14
25,54

23,72

20,00

10,00

0,00
Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Bintang/ Classified Hotel

Jun

Jul

Agust Sep

Okt

Nop

Des

Non Bintang/Non Classified Hotel

Sumber/Source : Badan Pusat Statistik/BPS-Statistics Indonesia

347

HOTEL AND TOURISM

Tabel
Table

Jumlah Hotel/Akomodasi menurut Klasifikasi Hotel


Kabupaten/Kota, 2014
Number of Hotels/Acomodation by Classification and Regency/City,
2014

9.1

[Diolah dari Hasil Survei Hotel Tahunan (VHTL) /Based on Hotels Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City

Hotel Bintang
Classified Hotel

Hotel non
Bintang
Non Classified
Hotel

Total
Total

(1)

(2)

(3)

(4)

1
1
1
-

14
22
11
41
16
36
39
25
16
10
5

14
22
11
42
17
36
40
25
16
10
5

14
1

127
57

141
58

18
18
13
10
1
1

419
391
334
293
264
245

437
409
347
303
265
246

1. B u t o n
2. M u n a
3. Konawe
4. Kolaka
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.
2014
2013
2012
2011
2010
2009

348

HOTEL DAN PARIWISATA

Tabel
Table

Jumlah Kamar dan Tempat Tidur pada Hotel Bintang dan Hotel Non
Berbintang menurut Kabupaten/Kota, 2014
Number of Rooms and Beds at Classified and Non Classified Hotel by Regency/City, 2014

9.2

[Diolah dari Hasil Survei Hotel Tahunan (VHTL) /Based on Hotels Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

Hotel Bintang
Classified Hotel

Hotel Non Bintang


Non Classified Hotel

Kamar
Room

T. Tidur
Bed

Kamar
Room

T. Tidur
Bed

(2)

(3)

(4)

(5)

1. B u t o n

98

116

2. M u n a

230

376

3. Konawe

148

206

4. Kolaka

93

146

526

705

5. Konawe Selatan

48

78

164

193

6. Bombana

295

371

7. Wakatobi

60

77

357

441

8. Kolaka Utara

294

391

9. Buton Utara

197

251

10. Konawe Utara

138

153

11. Kolaka Timur

29

29

13. Kota Kendari

1 060

1 471

2 060

2 558

14. Kota Bau-Bau

33

58

768

1 036

1 294
1 066
770
487
32
32

1 830
1 499
1 077
715
56
56

5 304
4 757
4 043
3 552
3 357
2 842

6 826
6 230
5 520
4 946
4 862
4 273

12. Konawe Kep.

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.
2014
2013
2012
2011
2010
2009

349

HOTEL AND TOURISM

Tabel
Table

9.3

Jumlah Tamu pada Hotel Bintang dan Non Bintang menurut


Kabupaten/Kota, 2014
Number of Guests at Classified and Non Classified Hotel by
Regency/City, 2014

[Diolah dari Hasil Survei Hotel Tahunan (VHTL) /Based on Hotels Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

Hotel Bintang
Classified Hotel
Dalam Negeri
Domestic
(2)

Hotel Non Bintang


Non Classified Hotel

Asing
Foreign

Dalam Negeri
Domestic

(3)

(4)

Asing
Foreign
(5)

1. B u t o n

3 897

73

2. M u n a

13 885

35

10 090

24

20 485

2 762

37 685

3. Konawe
4. Kolaka
5. Konawe Selatan

26 513

40

6. Bombana

14 642

80

7. Wakatobi

1 500

1 000

11 218

136

8. Kolaka Utara

13 709

9. Buton Utara

4 252

10. Konawe Utara

4 435

27

11. Kolaka Timur

832

12. Konawe Kep.

13. Kota Kendari

124 090

2 360

192 194

1 039

14. Kota Bau-Bau

70 633

497

149 336
102 698
81 141
47 480
5 008
4 341

6 122
3 485
8 451
1 295
18
43

403 985
401 949
386 977
304 608
314 811
283 638

1 960
1 867
3 693
1 797
8 271
858

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.
2014
2013
2012
2011
2010
2009

350

3 261

HOTEL DAN PARIWISATA

Tabel
Table

9.4

Rata-rata Lamanya Menginap Tamu Dalam Negeri dan Tamu Asing pada
Hotel Bintang dan Non Bintang (Hari), 2014
Average Length of Stay of Domestic and Foreign Guest at Classified Non
Classified Hotels (Days), 2014

[Diolah dari Hasil Survei Hotel Bulanan (VHTS) /Based on Hotels Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

1. Januari/January
2. Pebuari/February
3. Maret/March
4. April/April
5. M e i / M a y
6. J u n i / J u n e
7. J u l i / J u l y
8. Agustus/August
9. September/Sptember
10. Oktober/October
11. Nopember/November
12. Desember/December

Hotel Bintang
Classified Hotel
Dalam Negeri
Domestic

Asing
Foreign

Hotel Non Bintang


Non Classified Hotel
Dalam Negeri
Domestic
(4)

Asing
Foreign

(2)

(3)

(5)

1,66
2,68
1,84
1,80
2,23
1,93
2,24
1,67
1,99
1,82
1,91
1,99

1,94
1,17
3,48
2,67
3,04
2,55
2,45
2,61
2,07
1,82
2,67
1,24

1,73
1,69
1,78
1,76
1,77
1,70
1,86
1,61
1,57
1,63
1,76
1,59

3,38
1,00
1,33
1,29
1,09
1,00
1,00
1,00
1,20
1,20
2,00
1,00

1,96
1,98
2,17
1,98
1,79

2,05
1,78
2,36
2,75
1,44

1,70
1,64
1,63
1,55
1,58

1,42
2,27
2,14
2,31
1,98

1,94
1,63

1,65
2,14

1,37
1,54

1,70
1,53

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.
2014
2013
2012
2011
2010
2009
2008

351

HOTEL AND TOURISM

Tabel
Table

Tingkat Penghunian Kamar Hotel dirinci menurut bulan dan klasifikasi


hotel 2014
Room Occupation Rate by month and Hotel Classification, 2014

9.5

[Diolah dari Hasil Survei Hotel Tahunan (VHTL) /Based on Hotels Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

Bintang

Non Bintang

Classified Hotel

non Classified Hotel

(2)

(3)

1. Januari/January

28,03

33,27

2. Pebuari/February

40,21

29,18

3. Maret/March

45,42

31,26

4. April/April

46,43

31,82

5. M e i / M a y

51,11

27,58

6. J u n i / J u n e

40,11

26,66

7. J u l i / J u l y

30,26

21,37

8. Agustus/August

32,92

22,83

9. September/Sptember

39,70

23,72

10. Oktober/October

36,38

26,16

11. Nopember/November

39,07

30,18

12. Desember/December

31,14

25,54

2014

38,32

27,42

2013

48,91

32,21

2012

52,90

33,82

2011

52,77

33,25

2010

41,89

33,18

2009

36,10

32,86

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.

352

HOTEL DAN PARIWISATA

Tabel
Table

Tingkat Pemakaian Tempat Tidur Kamar Hotel dirinci menurut bulan


klasifikasi hotel, 2014
Bed Room Occupation Rate by month and Hotel Classification, 2014

9.6

[Diolah dari Hasil Survei Hotel Tahunan (VHTL) /Based on Hotels Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

Bintang

Non Bintang

Classified Hotel

non Classified Hotel

(2)

(3)

1. Januari/January

27,34

39,16

2. Pebuari/February

50,76

34,77

3. Maret/March

48,41

37,74

4. April/April

45,87

38,86

5. M e i / M a y

49,27

36,51

6. J u n i / J u n e

40,05

33,43

7. J u l i / J u l y

27,77

30,10

8. Agustus/August

33,54

30,92

9. September/Sptember

38,45

30,46

10. Oktober/October

37,17

32,02

11. Nopember/November

46,22

38,32

12. Desember/December

40,18

32,91

2014

40,29

34,60

2013

48,45

38,63

2012

46,69

39,53

2011

43,06

36,89

2010

44,61

33,10

2009

42,71

30,31

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.

353

HOTEL AND TOURISM

Tabel
Table

Tingkat Penghunian Ganda Atas Kamar Hotel dirinci menurut bulan dan
klasifikasi hotel, 2014

9.7

Double Room Occupation Rate by month and Hotel Classification, 2014

[Diolah dari Hasil Survei Hotel Tahunan (VHTL) /Based on Hotels Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Kabupaten/Kota
Regency/City
(1)

Bintang

Non Bintang

Classified Hotel

non Classified Hotel

(2)

(3)

1. Januari/January

1,44

1,71

2. Pebuari/February

1,87

1,74

3. Maret/March

1,60

1,77

4. April/April

1,51

1,77

5. M e i / M a y

1,51

1,93

6. J u n i / J u n e

1,58

1,80

7. J u l i / J u l y

1,44

2,00

8. Agustus/August

1,60

1,94

9. September/Sptember

1,54

1,84

10. Oktober/October

1,62

1,75

11. Nopember/November

1,86

1,82

12. Desember/December

2,04

1,82

2014

1,63

1,82

2013

1,46

1,80

2012

1,29

1,77

2011

1,19

1,68

2010

1,84

1,55

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.

354

KEUANGAN DAN
HARGA-HARGA
FINANCE AND
PRICES

BAB

10

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


PENJELASAN TEKNIS

TECHNICAL NOTES

1.

Data harga yang disajikan meliputi :


a. Harga eceran beberapa jenis barang
di pasar Kendari
b. Indeks Harga Konsumen (IHK) dan
inflasi
c. Indeks harga yang diterima dan
dibayar Petani.

1.

Price statistics cover :


a. Retail prices of several commodities in Kendari
b. Consumer Price Index (CPI) and
inflation rates
c. Indices of prices received and
paid by farmers.

2.

Harga eceran beberapa jenis barang


di Kota Kendari diolah dari hasil survei
mingguan, dua mingguan, dan bulanan
BPS Provinsi Sulawesi Tenggara.

2.

The retail
prices of several
commodities in Kendari are compiled
from the weekly, forthnightly, and
monthly survey conducted by the
BPS-Provincial Office of Sulawesi
Tengara.

3.

Indeks Harga Konsumen (IHK) yang merupakan indikator inflasi di Kota Kendari,
mencakup sekitar 349 komoditas yang
dihitung berdasarkan pola konsumsi hasil
Survei Biaya Hidup (SBH) di Kota Kendari
tahun 2007.

3.

The Consumer Price Index (CPI) which


is the indicator of inflation, has been
developed from the consumption
pattern of the 2007 Cost of Living Survey (CLS) conducted in Kendari, covering 349 commodities.

4.

IHK mencakup 7 kelompok yaitu: bahan


makanan; makanan jadi, minuman, rokok,
dan tembakau; perumahan, air, listrik,
gas, dan bahan bakar; sandang;
kesehatan; pendidikan, rekreasi, dan
olahraga; transpor, komunikasi, dan jasa
keuangan.

4.

Commodities of CPI consist of 7 groups


as follows: foodstuff; prepare food,
beverages, and tobacco products;
housing, water, electricity, gas and
fuel; clothing; health; education, recreation and sports; transportation, communication, and financial services.

5.

Metoda yang digunakan dalam penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK)


adalah Formula Laspeyres yang telah
dimodifikasi.

5.

The method used in calculating Consumer Price Indices (CPI) is the modified Laspeyres formula .

6.

Inflasi/Deflasi
a.
Persentase (%) perubahan IHK
(inflasi/ deflasi) bulanan diperoleh
dari rumus,

6.

Inflation/Deflation
a. The percentage change of the
monthly CPI (inflation rate) is
obtained from the formula,

357

FINANCE AND PRICES

dimana :
In
= Indeks Harga Konsumen
bulan n
In-1
= Indeks Harga Konsumen
bulan n-1
Inflasi jika nilainya > 0
Deflasi jika nilainya < 0
b.

Where :
In
= Consumer Price Index
for month n
In-1
= Consumer Price Index
for month n-1
Inflation if the value > 0
Deflation if the value < 0

Persentase perubahan IHK dalam


satu tahun dihitung menggunakan
metode point to point, tetapi sebelum bulan April 1998 menggunakan
metode kumulatif bulanan.

b.

The percentage change of the


yearly CPI is calculated by using
the point- to-point method, but
before April 1998 the monthly
cumulative method is used.

7.

Data statistik perbankan bersumber dari


Bank Indonesia.

8.

Kantor bank terdiri dari Kantor Cabang


(KC), Kantor Cabang Pembantu (KCP), dan
kantor di bawah KCP.

8.

Bank offices consist of branch office


(KC), sub branch office (KCP) and offices under KCP.

9.

Uang beredar dalam arti sempit (MI) adalah kewajiban sistem moneter yang terdiri
atas uang kartal dan uang giral.

9.

The " money supply (M1)" in specific


term is liabilities of the monetary system which consist of currency and
demand deposits.

7.

Banking statistics are obtained from


the Bank of Indonesia.

10. Uang beredar dalam arti luas (M2) atau


likuiditas perekonomian adalah kewajiban
sistem moneter yang terdiri atas M1 dan
uang kuasi.

10. The "money supply (M2)" in a broader


term or "domestic liquidity" is liabilities of the monetary system which
consist of M1 and quasi money.

11. Uang kartal terdiri atas uang kertas dan


uang logam yang berlaku, tidak termasuk
uang kas pada KPKN dan bank umum.

11. Currency consists of legal bank notes


and coins excluding cash in the government treasury offices and commercial banks.
12. Demand deposit comprises current
accounts transfer,and matured time
and savings deposits in rupiah, held by
residents in the monetary system.

12. Uang giral terdiri atas rekening giro,


kiriman uang, simpanan berjangka dan
tabungan dalam rupiah yang sudah jatuh
waktu, yang seluruhnya merupakan

358

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


simpanan penduduk dalam rupiah pada
sistem moneter.
13. Uang kuasi terdiri atas simpanan
berjangka dan tabungan penduduk pada
bank umum,baik dalam rupiah maupun
valuta asing.

13. Quasi money consists of time and


savings deposits in rupiah and foreign
currency held by residents in commercial banks.

14. Data statistik penanaman modal yang


disetujui
pemerintah
terdiri
dari
Penanaman Modal Asing (PMA) dan
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
bersumber dari Badan Koordinasi
Penanaman
Modal
(BKPM).
Data
mengenai realisasi investasi penanaman
modal tidak termasuk sektor minyak,
asuransi dan perbankan. Data telah
memperhatikan perubahan investasi yang
beralih status dan juga pengurangan
investasi yang dicabut izin usahanya.

14. Data on foreign and domestic investments approved by government are


obtained from the Investment Coordinating Board (BKPM). Realisation of
investment in current year exclude
those investments in petroleum production, insurance, and banking sectors. Changes in investment status and
those who their license was take off
have been taken into account.

15. Data perusahaan asuransi bersumber dari


Departemen Keuangan. Jenis asuransi
terdiri dari:

15. Data for insurances are generated


from the Department of Finance.
Types of insurance are:

asuransi

Penyelenggara asuransi untuk PNS


dan TNI Polri

Asuransi Jiwa
Asuransi Kerugian
Reasuransi
Penyelenggara program
sosial dan Jamsostek

16. Data perkoperasian bersumber dari Dinas


Koperasi dan UKM. Data koperasi yang
disajikan meliputi :
a.
b.
c.

Jumlah usaha koperasi


Volume usaha koperasi
Sisa hasil usaha

Life insurance
Non life insurance
Reinsurance
Company which runs social insurance program and Worker
Social Insurance
Company which runs insurance
program for Civil Servant and
Army Forces-Police.

16. Data for cooperatives are generated


from the Service of Cooperatives and
Small and Medium Enterprises. Types
of cooperatives data are :
a. Number of cooperatives
b. Cooperative scale
c. Net income

359

FINANCE AND PRICES


17. Koperasi adalah badan usaha yang
beranggotakan orang seorang atau badan
hokum koperasi dengan melandaskan
kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat
yang berdasar atas asas kekeluargaan.

17. Cooperative is an establishment


whose members are people or establisments with legal status of
cooperative and its activities are based
or people economic movement and
familiarity.

18. Sisa hasil usaha koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam
satu tahun buku dikurangi dengan biaya,
penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

18. Cooperative net income is gross income in one year minus expenses,
depreciation, and other liabilities including taxes in current year.

19. Keuangan Pemerintah Daerah dan Penanaman Modal

19. Local Government Finance and Investment

Aktivitas keuangan pemerintah daerah yang dicakup terdiri dari keuangan


pemerintah Propinsi dan keuangan
pemerintah Kabupaten/Kota.
Kelancaran
penyelenggaraan
pemerintahan dan pembangunan daerah
sangat bergantung dari tersedianya sumber-sumber pendapatan daerah baik yang
berasal dari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun sumber dana yang berasal bantuan pemerintah pusat dan atau
setingkat di atasnya bagi pemerintah tingkat kabupaten dan kota.
Sumber - sumber pembiayaan pembangunan dan rutin dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Propinsi
Sulawesi Tenggara terdiri dari bagian sisa
lebih perhitungan anggaran tahun yang
lalu, bagian pendapatan asli daerah sendiri,
dana perimbangan dan dana lain-lain dari
pendapatan yang syah. Secara makro
rencana dan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah tampak meningkat
setiap tahunnya.
Penanaman modal bersumber dari
penanaman modal swasta (injus inves-

Financial activities covered by the


local government consist of Province
financial and Regency / City financial.

360

A successful implementation of
government and regional development depends on the availability of
resources both local income which
derived from the Local Revenue (PAD)
as well as from the central government assistance or higher level than
the Regency and city government.
Sources of financing for development and routine implementation of
Local Governance in Sulawesi Tenggara Province consists of the remainder
of the budget calculation over the past
year, the region's own revenue, balancing funds, and another funds from
legal revenue. On the economic plan
and budget the revenues and expenditures seem to increase every year.
Sources of investment come from
private investment (Investment injust)

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


ment) baik PMDN maupun PMA dan penanaman modal dari pemerintah
(autonomous invesment). Umumnya
kedua jenis penanaman modal tersebut
memiliki ciri khas yang sangat berbeda
dalam pengembalian modal. Bagi penanaman modal swasta orientasinya dalam
jangka waktu pendek, sedangkan modal/
investasi yang bersumber dari modal
pemerintah pengembalian modal dilakukan dalam jangka waktu panjang.
Lahirnya Undang-Undang Otonomi
Daerah dan Undang-Undang Perimbangan Ekonomi Pusat dan Daerah, memungkinkan bagi pemerintah daerah
untuk meningkatkan penggalian sumbersumber pendapatan daerah. Upaya peningkatan melalui investasi atau penanaman modal di daerah semakin memberikan peluang yang lebih besar. Potensi
sumber daya alam Sulawesi Tenggara
yang memiliki share dan prospektif untuk
dikembangkan masih terbatas pada sektor pertanian dan sektor jasa lainnya.

both foreign and domestic investment


and the government investment
(autonomous Investment). Generally
these two types of investments have
characteristics that differ greatly in
the return on capital. For the orientation of private investment is capital
return in a short term, while the
government source of investment is in
the long term.
The establishment of the Regional
Autonomy Law and the
Fiscal
Balance Law between the Central
Government and the regions allows
the local governments to improve the
extraction of the regional sources.
Efforts to increase through investment
or regional investment provide a
greater opportunity. The potential of
natural resources of Sulawesi Tenggara province whose share and prospective to be developed is still limited to
the agricultural sector and other service sectors.

20. Perpajakan, Pajak di Sulawesi Tenggara


yang terdiri dari pajak pendapatan daerah,
pajak perusahaan dan pajak bumi dan
bangunan (PBB)

20. Taxes, Taxes in Sulawesi Tenggara


consist of local income tax, corporate
tax and property tax (PBB).

21. Perbankan, Peranan perbankan di Sulawesi Tenggara dapat dilihat dari perkembangan jumlah kantor, jumlah dana
yang tersedia di bank dan jumlah kredit/
pinjaman yang disalurkan oleh bank.

21. Banking, The role of banks in Sulawesi Tenggara can be seen from the
increasing number of offices, the
amount of funds available in the bank
and the amount of loans provided by
banks.

22. Koperasi, Kebijaksanaan pemerintah


dalam pembinaan koperasi ditujukan agar
koperasi menjadi lembaga ekonomi yang
kuat dan menjadi wadah utama untuk
membina kemampuan usaha golongan
ekonomi lemah.

22. Cooperative, Government policy guidance is intended to guide cooperatives


to become strong economic institutions and the main source for building
the business skills of the economically
weak class.

361

FINANCE AND PRICES


23. Harga-Harga, Kegiatan pendataan harga
pada kurun waktu tertentu merupakan
suatu aktivitas dalam rangka memantau
kegiatan perekonomian, karena harga
merupakan salah satu indikator makro
untuk mengukur tingkat stabilitas ekonomi
atau keseimbangan antara penawaran dan
permintaan akan barang dan jasa.

23. Prices, Price data collection activities


at a particular time is an activity to
monitor the economic movement,
because the price is an indicator to
measure the level of macro economic
stability or the balance between supply and demand for goods and services.

24. Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan indikator proxy kesejahteraan petani. Nilai
ini merupakan perbandingan antara
Indeks harga yg diterima petani (It) dengan Indeks harga yg dibayar petani (Ib).
NTP > 100, berarti petani mengalami
surplus. Harga produksi naik lebih besar
dari kenaikan harga konsumsinya. Pendapatan petani naik lebih besar dari pengeluarannya. NTP = 100, berarti petani
mengalami impas. Kenaikan/penurunan
harga produksinya sama dengan persentase kenaikan/penurunan harga barang
konsumsi. Pendapatan petani sama dengan pengeluarannya. Sementara jika
NTP< 100, berarti petani mengalami defisit. Kenaikan harga produksi relatif lebih
kecil dibandingkan dengan kenaikan harga barang konsumsinya. Pendapatan
petani turun, lebih kecil dari pengeluarannya.

24. Farmers Terms of Trade (FTT) is a


proxy indicator to farmers welfare.
This value is the ratio between the
index of price that farmers receive (It)
with the index of prices -paid farmer
(Ib). FTT > 100, means that farmers
had a surplus. Production prices increased faster than the increase of
consumption prices. Farmers' income
increased faster than expenses. FTT =
100, mean farmers got break-even.
Increase/decrease in the price of production is equal to the percentage
increase / decrease in the price of
consumer goods. Farmers' income
equals expenses. Meanwhile, if FTT <
100, meaning farmers experienced
deficit. The increase in production
prices are relatively smaller than the
increase in prices of consumption
goods. Farmers' income dropped,
smaller than its expenditures.

362

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

2011

Pendapatan/Revenue

1.328.025

2012

1.812.945

1.972.560

1.811.984
2010

1.288.980

1.125.688

1.055.174

1.123.906

1.030.720
2009

1.714.896

Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sulawesi


Tenggara, 2009-2013 (Juta Rupiah)
10.1
Actual Regional Budget of Sulawesi Tenggara Province,
2009-2013 (Millions Rupiah)

Gambar
Figure

2013

Belanja/Expenditure

Sumber/Source: Biro Keuangan Kantor Gubernur KDH Tk. I Prov. Sulawesi Tenggara / Finance Bureau of
Governor's Office KDH Level I of Sulawesi Tengggara Province

363

FINANCE AND PRICES

MUNA

KONAWE

KOLAKA

BUTON
UTARA

KONAWE
UTARA

639.548

KOTA
KOTA BAUKENDARI
BAU

Belanja/Expenditure

Sumber/Source: Biro Keuangan Kantor Gubernur KDH Tk. I Prov. Sulawesi Tenggara / Finance Bureau of
Governor's Office KDH Level I of Sulawesi Tengggara Province

364

575.386

581.707

542.122

459.116

849.332

916.011

Pendapatan/Revenue

KOLAKA
UTARA

435.430

615.010

KONAWE BOMBANA WAKATOBI


SELATAN

580.704

505.970

492.572

569.708
BUTON

554.315

793.489

757.065

914.353

906.669

874.677

868.956

921.005
752.775

807.807

Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Daerah Otonom Kabupaten/


Kota, 2013 (Juta Rupiah)
Actual Revenue and Expenditures of Regency /City 2013 (Millions Rupiah)

10.2

890.383

Gambar
Figure

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

Gambar
Figures

10.3

Persentase Kredit Perbankan menurut Jenis Kredit di Sulawesi


Tenggara, 2014
Percentage of Bank Loan by Types of Loan in Sulawesi Tenggara,
2014

Konsumsi/
Consumption
54%

Modal Kerja/
Capital
25%

Investasi/
Investation
21%

Sumber/Source: Bank Indonesia Cabang Kendari/Bank of Indonesia, Branch Office of Kendari

365

FINANCE AND PRICES

Gambar
Figure

10.4

Perkembangan Agregat Laju Inflasi Bulanan Kota Kendari 2014


Aggregate Monthly Inflation Rate Development in Kendari City, 2014

7,4

2,23

2,1

AGUSTUS

SEPTEMBER

DESEMBER

NOVEMBER

OKTOBER

JUNI

-0,43

MEI

-0,67

APRIL

-0,76

MARET

FEBRUARI

-0,66

Sumber/Source: Badan Pusat Statistik, BPS/Statistic Indonesia, BPS

366

2,28

0,51

0,31
JANUARI

2,34

JULI

3,99

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


10.1. Keuangan Daerah
Regional Finance

Tabel
Table

10.1.1

Tahun
Year

(1)

Rencana dan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi


Sulawesi Tenggara, 2004 - 2013
Planning and Realisation of Regional Budget of Sulawesi Tenggara
Province, 2004 - 2013

Pendapatan (Juta Rp)


Revenues (Million Rps)

Belanja (Juta Rp)


Expenditures (Million Rps)

Rencana
Planning

Realisasi
Realization

Rencana
Planning

Realisasi
Realization

(2)

(3)

(4)

(5)

2004

390 070

381 326

393 631

381 299

2005

416 506

411 362

416 505

411 352

2006

604 261

598 369

629 283

561 198

2007

686 970

709 299

682 928

759 061

2008

908 701

1 021 376

883 699

1 077 454

2009

1 268 219

1 030 720

1 378 708

1 123 906

2010

1 147 217

1 055 174

1 320 577

1 125 688

2011

1 220 580

1 288 980

1 405 830

1 328 025

2012

1 846 011

1 811 984

2 021 707

1 714 896

2013

1 898 244

1 972 560

2 039 366

1 812 945

Sumber/Source: Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah Prov. Sulawesi Tenggara / Financial Management and
the Regional Asset Board of Sulawesi Tengggara Province

367

FINANCE AND PRICES


Tabel
Table

Rencana dan Realisasi Pendapatan Daerah Provinsi Sultra, 2012 - 2013


Planning and Realisation of Regional Revenues of Sulawesi Tenggara
Province, 2012 - 2013

10.1.2

Uraian
Description
(1)
1.

Pendapatan Asli Daerah/


Original Regional Revenue
1.1. Hasil Pajak Daerah/
Result of Reg. Taxes
1.2. Hasil Retribusi/
Result of Reg. Retributions
1.3. Hasil Pengelolaan Kekayaan
Daerah yang dipisahkan/
Result of Reg. Wealth Set Aside
1.4. Lain-Lain Pendapatan Daerah yang sah/
Other Legal Original Regional Revenues
2. Dana Perimbangan/Balance Funds
2. 1. Dana bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak/
The Region Share of Taxes/NonTaxes
2. 2. Dana Alokasi Umum (DAU)/
Public Allocation Fund
2. 3. Dana Alokasi Khusus (DAK)/
Special Allocation Fund
3. Lain-Lain Pendapatan Yang Sah/
Other Legal Revenues
3. 1. Pendapatan Hibah/Grants Revenue
3. 2. Dana darurat/Emergency Funds
3. 3. Dana Bagi Hasil Pajak dari Prov
dan Pemerintah Daerah Lainnya/
Revenues Sharing Fund
3. 4. Dana Penyesuaian dan Otoda/
Adjustment and Otonomy Funds
3. 5. Bantuan Keuangan dari Provinsi
atau Pemerintah Daerah lainnya/
Financial Assistance from Other
Regional Government
3. 6. Pendapatan Lainnya/Other Funds

Jumlah/Total (1+2+3)

Rencana (Juta Rp)


Planning (Million Rps)

Realisasi (Juta Rp)


Realisation (Million Rps)

2012

2013

2012

2013

(2)

(3)

(4)

(5)

532 566

417 111

502 842

514 857

260 227

327 808

336 933

408 107

23 072

17 860

19 161

24 471

29 150

25 000

25 047

23 844

220 116

46 443

121 702

58 435

1 010 576
106 033

1 123 896
89 593

1 020 125
115 207

1 160 896
126 593

869 883

981 036

870 258

981 036

34 660

53 267

34 660

53 267

302 869

357 237

289 017

296 807

55 000
-

5 804
-

302 869

302 237

289 017

291 003

1 846 011

1 898 244

1 811 984

1 972 560

Sumber /Source: Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah Prov. Sulawesi Tenggara / Financial Management and the
Regional Asset Board of Sulawesi Tengggara Province

368

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

Tabel
Table

10.1.3

Rencana dan Realisasi Pengeluaran Aparatur Daerah dan Pelayanan


Publik Provinsi Sulawesi Tenggara, 2012 - 2013
Planning and Actual Regional Apparatus Expenditures and Public Service
of Sulawesi Tenggara Province, 2012 - 2013

Uraian
Description
(1)
1. Belanja Tidak Langsung/Indirect
Expenditures
1. 1. Belanja Pegawai/
Personnel Expenditures
1. 2. Belanja Bunga/
Interest Expenditures
1. 3. Belanja Subsidi/
Subsidy Expenditures
1. 4. Belanja Hibah/
Grants Expenditures
1. 5. Belanja Bantuan Sosial/
Social Expenditures
1. 6. Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/
Kab/Kota dan Pemerintah Desa/
Sharing Fund Expenditures
1. 7. Belanja Bantuan Keuangan
Prov Kepada Kab/Kota dan
Pemerintah Desa/
Financial Assistance Expenditures
1. 8. Belanja Tidak Terduga/
Unexpected Expenditures

2. Belanja Langsung/Direct Expenditures


2. 1. Belanja Pegawai/
Personnel Expenditures
2. 2. Belanja Barang dan Jasa/
Goods and Services Expenditures
3. 3. Belanja Modal/
Capital Expenditures

Jumlah/Total

Rencana (Juta Rp)


Planning (Million Rps)

Realisasi (Juta Rp)


Realisation (Million Rps)

2012

2013

2012

2013

(2)

(3)

(4)

(5)

1 270 086

1 362 873

1 163 335

1 060 332

468 385

514 681

421 500

431 361

29 090

31 250

14 763

18 330

377 619

306 341

390 194

295 628

104 260

225 514

104 260

214 815

262 929

254 668

232 530

96 245

27 803

30 419

87

3 953

751 620

676 493

551 561

752 613

64 607

62 800

72 314

62 484

290 012

242 422

275 044

259 412

397 001

371 271

204 203

430 717

2 021 707

2 039 366

1 714 896

1 812 945

Sumber /Source: Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah Prov. Sulawesi Tenggara / Financial Management and the
Regional Asset Board of Sulawesi Tengggara Province

369

FINANCE AND PRICES

Tabel
Table

Rencana dan Realisasi Pembiayaan Pemerintah Daerah Provinsi


Sulawesi Tenggara Menurut Jenis Pembiayaan, 2012 - 2013
Planning and Financing Realisation of Sulawesi Tenggara Provincial
Goverment by Kind of Financing, 2012 - 2013

10.1.4

Uraian
Explanation
(1)
PEMBIAYAAN DAERAH (1-2)/Regional Financing
1.

Penerimaan Pembiayaan Daerah/


Regional Revenue
1. 1. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran
Tahun Anggaran Sebelumnya/Remaining
Balance of the Previous Fiscal
1. 2. Pencairan Dana Cadangan/Disbursement
of Reserve Funds
1. 3. Hasil Penjualan Kekayaan Daerah/Result
of Reg.Wealth Exploitation
1. 4. Penerimaan Pinjaman Daerah/Revenue
on Regional Loans
1. 5. Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman/
Revenue on Loans
1. 6. Penerimaan Piutang Daerah/Revenue on
Regional Claims
1. 7. Penerimaan Lainnya/Other Revenue

2.

Pengeluaran Pembiayaan Daerah/


Regional Expenditures
2. 1. Pembentukan dana Cadangan/Establishing
Reserve Funds
2. 2. Penyertaan Modal(Investasi)
Pemerintah Daerah/Capital Inclusion
(Investment)
2. 3. Pembayaran Pokok Utang/Payment of
Main Debts
2. 4. Pemberian Pinjaman Daerah/Regional
Loan Management
2. 5. Pengeluaran Lainnya/Other Expenditures

3. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran/Budget


Financing Revenue

Rencana (Juta Rp)


Planning (Million Rps)

Realisasi (Juta Rp)


Realisation (Million Rps)

2012

2013

2012

2013

(2)

(3)

(4)

(5)

175 696

141 122

998

158 213

180 696

183 207

23 591

203 680

10 696

1 436

4 362

96 988

170 000

181 771

19 204

106 018

26

674

5 000
-

42 085
-

22 593
-

45 467

5 000

14 885

5 000

17 810

27 200

17 593

27 657

98 086

317 828

Sumber/Source : Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah Prov. Sulawesi Tenggara / Financial Management and
the Regional Asset Board of Sulawesi Tengggara Province

370

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

Tabel
Table

10.1.5

Realisasi Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Daerah Kabupaten/Kota


Menurut Jenis Pendapatan, 2013
Realisation of Regional Income, Expenditures, and Financing of Regency /
City by Kind of Income, 2013
Pendapatan

Belanja

Pembiayaan (Juta Rp)


Financing (Milllion Rps)

Kabupaten/Kota

(Juta Rp)

(Juta Rp)

Regency /City

Revenues

Expenditures

Penerimaan

Pengeluaran

(Million Rps)

(Million Rps)

Revenues

Expenditures

(2)

(3)

(4)

(5)

(1)

1. B u t o n

807 807

752 775

98 481

2. M u n a

921 005

890 383

45 609

6 353

3. Konawe

868 956

874 677

31 701

1 345

4. Kolaka

914 353

906 669

66 547

9 800

5. Konawe Selatan

793 489

757 065

23 664

1 685

6. Bombana

569 708

554 315

56 457

1 000

7. Wakatobi

505 970

492 572

51 745

5 882

8. Kolaka Utara

615 010

580 704

84 444

18 524

9. Buton Utara

459 116

435 430

17 586

4 802

10. Konawe Utara

581 707

542 122

( 14 984 )

1 000

13. Kota Kendari

916 011

849 332

44 226

13 914

14. Kota Bau-Bau

639 548

575 386

51 736

4 412

8 592 680

8 211 430

557 212

68 717

11. Kolaka Timur*)


12. Konawe Kep.*)

Jumlah/Total

Sumber /Source: Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah Prov. Sulawesi Tenggara / Financial Management and
the Regional Asset Board of Sulawesi Tengggara Province
*) Gabung dengan Kabupaten Induk/Merging with origin Regency

371

FINANCE AND PRICES

Tabel
Table

10.1.6

Banyaknya Proyek Penanaman Modal Dalam Negeri dan Asing Menurut


Jenis Proyek, 2014
Number of Foreign and Domestic Capital Investment Projects by Types of
Project, 2014

Jenis Proyek
Types of Project

(1)
1. Pertanian
Agriculture
1.1. Tanaman Pangan
Food Crops
1.2. Perkebunan
Estate Crops
1.3. Perikanan
Fishery
1.4. Kehutanan
Foresty
2. Pertambangan
Mining
3. I n d u s t r i
Industry
4. Listrik, Gas dan Air Minum
Electrecity, Gas and Water Supply
5. Bangunan
Constuction
6. Perdagangan, Hotel, Restoran
Trade, Hotel and Restaurant
7. Angkutan dan Telekomunikasi
Transportation and Communication
8. Keuangan, Prsewaan dan jasa Perusahaan
Finance, Real Estate and Business Service
9. Jasa-jasa
Services
J u m l a h/T o t a l
2014
2013
2012
2011
2010
2009
2008
2007

Modal Dalam Negeri


Domestic Capital
Banyaknya
Investasi
Proyek
(Juta Rp)
Number of
Investment
Project
(Million Rps)
(2)
39

(3)
7 344 688

Modal Luar Negeri


Foreign Capital
Banyaknya
Investasi
Proyek
(000 US $)
Number of
Investment
Project
(000 US $)
(4)
21

(5)
102 011

28

6 947 683

78 288

11

397 005

11

23 722

251 929

44

1 077 453

23

12 376 342

43

229 044

3 088 018

90 000

190 000

25 500

8 400

17

24 776

122 816

26 565

10

67 127

81

1 424 187

123
79
76
77
76
75
52
3

30 794 038
21 187 523
18 807 355
18 937 142
14 439 228
13 204 509
12 684 496
4 033 750

239
142
133
123
80
81
49
9

3 104 650
1 381 922
1 388 440
891 239
55 865
1 106 108
29 381 110
13 349

Sumber/Source: Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Tk.I Sultra/ Investment Coordinating Board of Provincial
Government of Sulawesi Tenggara

372

Tabel
Table

10.1.7

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Pagu, Realisasi dan Sisa DIPA Sektoral Menurut Jenis Proyek , 2014
(Juta Rupiah)
Budget, Realisation and Remainder Sectoral DIP by Types of Project 2014
(Million Rupiah)

Jenis Proyek
Types of Project
(1)

1.

Badan Pengawas Pemilihan Umum

2.

Arsip Nasional Republik Indonesia

3.
4.

Badan Kependudukan Keluarga Berencana


Nasional
Badan Koordinasi Penanaman Modal

5.

Pagu TA 2014
Budget 2014

Realisasi Belanja
Expenditure
Realization

Sisa/
Remainder

(2)

(3)

(4)

90 329

78 061

12 268

199

195

30 544

25 551

4 993

500

499

Badan Meteorologi dan Geofisika

7 007

6 555

452

6.

Badan Narkotika Nasional

6 941

6 279

662

7.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia

682

660

23

8.

Badan Pemeriksa Keuangan

20 686

19 450

1 236

9.

Badan Pengawas Obat dan Makanan

16 598

14 974

1 624

10. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan


11. Badan Pertanahan Nasional

15 133

14 604

528

76 908

63 752

13 157

12. Badan Pusat Statistik

64 459

62 705

1 754

13. Basarnas

21 529

18 808

2 721

14. Kejaksaan RI

55 681

51 946

3 735

15. Kementrian Agama

598 438

540 289

58 150

16. Kementrian Dalam Negeri

284 971

277 221

7 750

74 040

73 846

193

60 557

52 200

8 357

114 277

104 140

10 138

57 500

55 378

2 122

17. Kementerian Energi dan Sumber Daya


Mineral
18. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI
19. Kementerian Kehutanan
20. Kementerian Kelautan dan Perikanan

373

FINANCE AND PRICES


Lanjutan tabel
Continued table

10.1.7

Jenis Proyek
Types of Project
(1)
21 Kementerian Kesehatan
22 Kementerian Keuangan
23 Kementerian Komunikasi dan Informatika

Pagu TA 2014
Budget Year
2014

Realisasi Belanja
Expenditure
Realization

Sisa/
Remainder

(2)

(3)

(4)

119 178
49 720
6 200

109 092
46 126
5 504

10 085
3 594
696

24 Kementerian Koperasi dan Pengusaha Kecil dan

7 045

6 995

50

Menengah
25 Kementerian Negara Lingkungan Hidup

3 700

3 223

477

15 915

15 375

540

1 358 782
20 075

1 316 632
19 801

42 149
274

29 Kementerian Pemuda dan Olahraga


30 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

8 357
482 798

7 921
427 715

436
55 083

31
32
33
34
35
36
37
38

25 673
1 028
499 236
4 341
137 066
241 088
27 493
110 268

25 201
919
465 562
4 137
127 713
236 097
25 721
106 914

472
109
33 675
204
9 353
4 992
1 772
3 353

504 975
202 033
12 249

509 970
183 659
11 250

- 4 995
18 374
999

11 202

10 507

695

101 719
429

100 493
415

1 226
15

5 547 551

5 234 056

313 495

26 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif


27 Kementerian Pekerjaan Umum
28 Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal

Kementerian Perdagangan
Kementerian Negara PPN / Bappenas
Kementerian Perhubungan
Kementerian Perindustrian
Kementerian Pertahanan
Kementerian Pertanian
Kementerian Sosial
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi

39 Kepolisian Negara Republik Indonesia


40 Komisi Pemilihan Umum
41 Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indone-

sia
42 Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indo-

nesia
43 Mahkamah Agung
44 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Jumlah

Sumber/Source: Kanwil DJPB Prov. Sulawesi Tenggara/ Sulawesi Tenggara DJPB Regional Office

374

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


10.2. Perpajakan
Taxes
Tabel
Table

10.2.1

Realisasi Penerimaan Pajak Daerah menurut Jenisnya, 2002 - 2014


Realisation of Local Taxes Receipt by Type, 2002- 2014
(000 Rupiah/000 Rupiahs)

Pajak
Bea Balik Nama Pajak Bahan
Pengolahan
Kendaraan
Kendaraan
Bakar
Air Bawah
Bermotor
Bermotor
Kendaraan
Tanah/air
Tunggakan
Denda
Pajak
Tahun
(PKB)
(BBN-KB)
Bermotor
permukaan
Pajak
Pajak Tax
Rokok
Year
Motor
Fee for Conver(PBB-KB)
Underground/ Tax Arrears Penalties Cigarette tax
Vehicle
sion of Vehicle Motor Vehicle Surface Water
Tax
Ownership
Fuel Tax
Processing
(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

2002

10 670 766

21 643 347

6 987 445

862 747

199 783

130 143

2003

14 344 741

27 085 574

11 621 867

1 060 648

279 077

176 776

2004

18 100 584

32 775 436

13 438 484

1 350 361

349 718

270 712

2005

19 519 565

34 419 791

18 005 618

667 815

237 413

253 271

2006

21 465 463

30 646 059

31 998 924

423 435

436 739

348 853

2007

24 323 177

36 643 562

38 543 562

485 892

516 013

328 165

2008

32 669 069

62 804 850

52 956 844

1 252 548

663 043

476 156

2009

38 934 276

76 631 937

52 017 350

1 690 452

1 371 636

800 037

2010

46 054 047

92 416 924

60 268 263

1 707 214

1 864 243

951 825

2011

55 754 959

122 242 806

80 461 325

1 785 402

2 503 171

1 162 858

2012

63 907 118

169 678 358

102 143 424

2 221 563

2 792 584

1 368 970

2013

76 658 718

202 302 466

123 462 831

2 269 633

3 376 928

263 168

2014

83 927 498

175 784 490

119 835 722

1 977 765

6 429 678

2 830 938

69 498 747

Sumber/Source: Dinas Pendapatan Dati I Prov. Sulawesi Tenggara / Regional Revenues Service of Sulawesi Tenggara Province

375

FINANCE AND PRICES


Tabel
Table

10.2.2

Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Pendapatan Daerah, 2013 - 2014


Target and Realisation of Regional Income Taxe Revenues, 2013 - 2014

Jenis Pajak
Type of Tax

(1)

Tahun Anggaran 2013/


FiscalYear 2013
Realisasi
Realization
Target
(000 Rp)
Nilai
Target
(000 Rp)
%
(000 Rps)
Value
(000 Rps)
(2)

(3)

1. Pajak Kendaraan
BermotorMotor
Vehicle Tax

74 027 205

2. Bea Balik Nama ( B B N )


Fee for Conversion of
Vehicle Ownership
3. Pajak Bahan Bakar
Kendaraan Bermotor
PBB - KB/ Motor
Vehicle Fuel Tax
4. Pengolahan air
permukaan Air
Bawah Tanah
Underground/Surface
Water Processing
5. Tunggakan Pajak

Tahun Anggaran 2014/


FiscalYear 2014
Realisasi
Realization
Target
(000 Rp)
Nilai
Target
(000Rp)
%
(000 Rps)
Value
(000 Rps)

(4)

(5)

(6)

(7)

76 658 718

103,55

76 629 703 83 927 497

110,04

186 345 468

202 302 466

108,56

212 240 885 175 784 490

82,82

110 101 114

123 462 831

112,14

123 702 033 119 835 722

96,87

1 975 271

2 269 633

114,90

1 975 271

1 977 765

100,13

3 214 747

3 376 928

105,04

3 311 189

6 429 679

194,18

738 835

263 168

35,62

738 835

2 830 938

383,16

50 000 000 69 498 747

139,00

108,48

468 237 916 460 284 902

101,73

Tax Arrears
6. Denda Pajak
Tax Penalties
7. Pajak Rokok

Cigarette Tax

Jumlah/Total

376 402 639

408 333 744

Sumber/Source: Dinas Pendapatan Dati I Prov. Sulawesi Tenggara / Regional Revenues Service of Sulawesi Tenggara
Province

376

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Tabel
Table

10.2.3

Target dan Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah, 2013 - 2014


Target and Realisation of Original Regional Revenues, 2013- 2014

Tahun Anggaran 2013/


FiscalYear 2013
Jenis Pajak
Type of Tax

(1)

Target
(000 Rp)
Target
(000 Rps)

Tahun Anggaran 2014/


FiscalYear 2014

Realisasi
Realization
Nilai
(000 Rp)
%
Value
(000 Rps)

(5)

Realisasi
Realization
Nilai
(000Rp)
%
Value
(000 Rps)

(2)

(3)

1. Pajak Daerah/Regional
Taxes

375 684 855

408 107 145

108,63

467 499 081

424 492 753

90,80

2. Retribusi Daerah/Regional
Retributions

24 200 960

24 470 030

101,11

23 044 030

18 317 976

79,49

3. Bagian Laba BUMD/ Share 23 821 680


of Profits from the Regional
-Owned Enterprises

23 843 795

100,09

24 000 000

23 315 540

97,15

4. Lain-Lain Pendapatan/
Other Revenues

78 887 491

21 504 375

27,26

55 647 794

33 358 451

59,95

5. Penerimaan Bagi Hasil


Pajak/Tax Revenue Sharing

67 250 859

67 214 668

99,95

60 039 385

62 477 343

104,06

6. Penerimaan Bagi Hasil


Bukan Pajak/Non-Tax
Revenue Sharing

39 771 989

59 378 675

149,30

39 771 989

61 153 215

153,76

609 617 834

604 518 689

99,16

670 002 280

623 115 279

93,00

Jumlah/Total

(4)

Target
(000 Rp)
Target
(000 Rps)

(6)

(7)

Sumber/Source: Dinas Pendapatan Dati I Prov. Sulawesi Tenggara / Regional Revenues Service of
Sulawesi Tenggara Province

377

FINANCE AND PRICES


Tabel
Table

10.2.4

Kabupaten

Realisasi Penerimaan Pajak menurut Kabupaten/Kota, 2010 - 2014


Realisation of Tax Receipts by Regency /City, 2010 - 2014
(000 Rp)/ (000 Rps)

2010

2011

2012

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Regency
(1)

1. B u t o n

589 313

609 234

--

--

--

2. M u n a

35 158 225

55 657 655

--

--

--

3. Konawe

28 868 400

37 005 949

39 205 261

49 072 422

52 241 402

4. Kolaka

71 081 091

103 210 249

466 010 448

...

...

5. Konsel

24 448 148

28 202 976

34 025 261

29 103 141

51 090 866

6. Bombana

9 751 911

15 951 191

--

--

--

7. Wakatobi

182 738

192 886

--

--

--

8. Kolaka Utara

16 855 592

19 532 507

--

--

--

9. Konawe Utara

10 351 378

7 332 101

10 438 736

13 365 412

34 757 043

10. Buton Utara

--

--

--

--

--

11. Kolaka Timur

--

--

--

--

--

12. Konawe Kepulauan

--

--

--

--

2 890 837

13. Kota Kendari

231 943 657

434 487 598

458 282 739

493 782 997

513 020 000

14. Kota Bau-Bau

1 341 691

1 531 053

--

--

--

430 572 144

703 713 400

549 679 705

585 323 972

654 000 148

J u m l a h/T o t a l

Sumber/Source: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kendari/Tax Services Office of Kendari


Catatan/Note : Penerimaan diatas adalah penerimaan kotor (bruto) belum dikurangi dengan SPH kirim retribusi /The
above mentioned revenues are gross revenues which has not been reduced by retribution of sent SPH

378

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

Tabel
Table

10.2.5

Realisasi Penerimaan PBB, IPEDA menurut Kabupaten/Kota dan Sektor,


2014 (Juta Rupiah)
Realisation of Receipts of Land and Building Tax, Regional Development
Contribution by Regency /City and Sector, 2014 (Million Rupiahs)

Kabupaten/ Kota
Regency /City

Perde
saan
Rural

Perkotaan
Urban

Perke
bunan
Estate
Crops

Kehu
tanan
Forestry

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Bea
Perolehan
Hak atas Tanah
Pertam
dan Bangunan
bangan
Fee for Land
Mining
and Building
Ownership
Rights
(6)

(7)

Jumlah
Total

(8)

1. B u t o n

2. M u n a

3. Konawe
4. Kolaka

1 472
678

1 259
3 319

2 732
3 998

5. Konawe Selatan

811

12 805

13 615

6. Bombana

7. Wakatobi
8. Kolaka Utara

9. Buton Utara

10. Konawe Utara


11. Kolaka Timur

12. Konawe Kep.

13. Kota Kendari


14. Kota Bau-Bau

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.
2014
2013
2 474

6 161

2 962
2 044

17 383
11 459

20 345
22 139

-1 013

11 284
222 219

2012
2011

2 292
9 383

5 246
8 691

435
568

3 311
203 577

2010

6 655

5 513

230

159 645

7 664

179 707

2009

9 382

7 239

116

207 397

11 147

235 279

Sumber/Source : Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Kota Kendari/Land and Building Tax Services Office of
Kendari,

379

FINANCE AND PRICES


10.3. Asuransi
Insurance

Tabel
Table

Produksi dan Porto Folio Polis, Jumlah Uang Pertanggungan dan Premi
pada AJB Bumiputera 1912 Rayon Utama Kendari 2007- 2014
Production and Portfolio of Policy, Sum Insured and Premium at AJB Bumi
Putera 1912 Main Area of Kendari , 2007 - 2014

10.3.1

Tahun
Year

(1)

Polis
Policy

(2)

Produksi
Production
Pertanggungan
Premi
(Juta Rp)
(Ribu Rp)
Sum Insured
Premium
(Million Rps)

(000 Rps)

(3)

(4)

Polis
Policy

(5)

Porto Folio
Portfolio
Pertanggungan
Premi
(Juta Rp)
(Ribu Rp)
Sum Insured Premium
(Million
Rps)
(000 Rps)
(6)

(7)

2007

729

1 012

380 836

35 850

11 764

27 366

2008

1 606

215 661

2 203 000

39 435

12 352

59 081

2009

1 091

233 473

2 643 600

47 322

14 822

51 388

2010

2 022

210 334

5 366 254

49 344

16 320

61 954

2011

1 056

22 942

2 934 211

50 400

39 262

11 755 343

2012

954

22 509

3 230 000

50 954

6 771

20 985

2013

878

32 116

2 581 578

81 796

43 161

24 112

2014

885

19 599

2 567 111

52 231

46 449

34 101

Sumber/Source: AJB Bumiputera 1912 Rayon Utama Kendari /AJB Bumi Putera 1912 Main Area of Kendari

380

Tabel
Table

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Pembayaran Klaim dan Penerimaan Pinjaman Polis pada AJB
Bumiputera 1912 Rayon Utama Kendari 2007 - 2014
Payment of Claims and Policy Loan Revenues at AJB Bumi Putera
1912 Main Area of Kendari 2007 - 2014

10.3.2

Meninggal

Habis Kontrak

Jual/Nilai Tebus

Pinjaman Polis

Death

Tahun
Year

(1)

Finish
Selling/Redemption
Policy
Contract
Value
Loans
PertangPertangPertangPertangPolis
Polis
gungan
gungan
gungan
gungan
Polis
Polis VerVersiVersi(Juta Rp) sicherungsp (Juta Rp)
(Juta Rp)
Versicher- (Juta Rp)
cherungs
cherungs
ungspolice Insured
olice
Insured
Insured
Insured
police
police
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

2007

11

214,11

201

2 124,3

112

725,1

42

324,4

2008

21

281,02

202

7 827,3

26

246,3

189

778,1

2009

33

310,00

225

812,2

20

156,0

177

625,0

2010

10

209,14

210

2 874,5

32

245,8

101

497,9

2011

17

749,91

325

3 110,2

57

1 504,8

170

856,9

2012

25

664,78

370

3 286,4

95

1 832,1

150

798,6

2013

32

716,88

385

3 462,6

97

1 932,1

155

882,5

2014

36

598 011

360

1 335,54

96

2 682 ,2

108

625,3

Sumber/Source: AJB Bumiputera 1912 Rayon Utama Kendari /AJB Bumi Putera 1912 Main Area of Kendari

381

FINANCE AND PRICES


Tabel
Table

Produksi dan Porto Folio Polis, Jumlah Uang Pertanggungan dan Premi
PT Asuransi Jiwasraya Kendari 2001 - 2014
Production and Portfolio of Policy, Sum Insured and Premium Jiwasraya
Insurance Kendari Ltd. 2001 - 2014

10.3.3

Produksi
Production
Tahun
Year

(1)

Polis
Policy

(2)

Pertanggungan
(Juta Rp)

Porto Folio
Portfolio
Premi
(Ribu Rp)

Polis
Policy

Pertanggungan
(Juta Rp)

Premi
(Ribu Rp)

Sum Insured

Premium

Sum Insured

Premium

(Million Rps)

(000 Rps)

(Million Rps)

(000 Rps)

(3)

(4)

(6)

(7)

(5)

2001

1 700

9 345

9 924

5 946

38 852

2 251 805

2002

1 602

8 639

4 628

7 104

43 657

4 468 232

2003

2 872

20 244

6 932

9 700

59 257

8 064 400

2004

5 867

23 610

5 851

15 346

78 634

8 169 115

2005

1 789

16 440

5 224

4 497

40 375

9 658 000

2006

1 083

25 440

4 174 904

8 617

30 529

7 634 000

2007

1 677

38 760

6 872 380

9 208

43 849

14 486 380

2008

3 458

1 854

7 803 355

3 425

26 297

12 570 831

2009

3 236

16 400

5 952 064

3 211

20 633

17 700 255

2010

2 871

128 295

11 016 256

5 697

256 928

20 532 295

2011

2 639

104 741

12 925 758

5 850

125 374

30 626 013

2012

314

20 125

7 763 426

6 164

20 251

9 988 257

2013

247

7 872

6 915 136

6 411

28 123

16 903 393

2014

202

35 294

6 007

2 130

65 546

8 599

Sumber/Source: PT. Asuransi Jiwasraya Kendari /Jiwasraya Insurance Kendari Ltd

382

Tabel
Table

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Pembayaran Klaim dan Penerimaan Pinjaman Polis PT Asuransi
Jiwasraya Kendari, 2001 - 2014
Payment of Claims and Policy Loan Revenues Jiwasraya Insurance
Kendari, Ltd, 2001 - 2014

10.3.4

Meninggal

Habis Kontrak

Jual/Nilai Tebus

Pinjaman Polis

Death

Tahun
Year

(1)

Finish
Selling/Redemption
Policy
Contract
Value
Loans
PertangPertangPertangPertangPolis
Polis
gungan
gungan
gungan
gungan
Polis
Polis VerVersiVersi(Juta Rp) sicherungsp (Juta Rp)
(Juta Rp)
Versicher- (Juta Rp)
cherungs
cherungs
ungspolice Insured
olice
Insured
Insured
Insured
police
police
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

2001

126

374

3 419

169

1 591

76

2 230

2002

15

93

282

2 450

58

628

89

753

2003

125

124

4 209

68

220

38

26

2004

12

254

126

4 528

102

351

58

129

2005

13

94

216

1 399

66

962

90

659

2006

20

492

206

1 948

114

494

57

494

2007

15

250

210

2 528

184

864

51

471

2008

599

247

2 894

131

1 034

39

231

2009

10

107

283

4 091

139

1 009

43

338

2010

14

147

166

1 526

326

5 189

47

374

2011

291

171

5 794

215

2 977

46

239

2012

108

134

4 077

149

4 046

27

258

2013

259

119

4 703

194

2 902

2014

386

60

3 048

147

3 303

28

340

Sumber/Source: PT Asuransi Jiwasraya Kendari/ PT.Asuransi Jiwasraya

383

FINANCE AND PRICES


Tabel
Table

Produksi dan Porto Folio Polis, Jumlah Uang Pertanggungan dan Premi
pada AJB Bumiputera 1912 Rayon Baubau, 2003 - 2014
Production and Portfolio of Policy, Sum Insured and Premium at AJB Bumi
Putera 1912 Area of Baubau, 2003 - 2014

10.3.5

Produksi
Production
Tahun
Year

(1)

Polis
Policy

(2)

Pertanggungan
(Juta Rp)

Porto Folio
Portfolio
Premi
(Ribu Rp)

Polis
Policy

Pertanggungan
(Juta Rp)

Premi
(Ribu Rp)

Sum Insured

Premium

Sum Insured

Premium

(Million Rps)

(000 Rps)

(Million Rps)

(000 Rps)

(3)

(4)

(6)

(7)

(5)

2003

771

7 397

500 100

7 914

31 656

6 001 200

2004

845

8 840

606 057

8 759

35 036

7 272 684

2005

545

8 798

506 596

9 304

37 216

6 079 152

2006

585

809 669

304 669

28 680

9 411

21 892

2007

729

1 012

380 836

35 850

11 764

27 366

2008

1 320

16 266

1 293 861

11 702

46 808

15 526 332

2009

1 139

18 182

1 097 677

13 660

96 897

12 361 048

2010

1 187

16 878

1 315 824

15 119

116 043

13 677 010

2011

1 132

19 224

1 392 914

16 251

135 267

15 070 000

2012

823

16 885 125

902 500

8 550

89 218 002

5 317 118

2013

759

13 935 276

1 604 951

9 309

100 172 653

6 992 069

2014

811

14 812 500

1 675 993

10 120

111 404 278

8 598 062

Sumber/Source: AJB Bumiputera 1912 Rayon Baubau/ AJB Bumi Putera 1912 Area of Baubau

384

Tabel
Table

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Pembayaran Klaim dan Penerimaan Pinjaman Polis pada AJB Bumiputera 1912 Rayon Baubau, 2003 - 2014
Payment of Claims and Policy Loan Revenues at AJB Bumiputera 1912
Baubau Region, 2003 - 2014

10.3.6

Meninggal
Death

Tahun
Year

(1)

Habis Kontrak
Finish Contract

Jual/Nilai Tebus
Selling/Redemption
Value

Pinjaman Polis
Policy Loans

PertangPertangPertangPertangPolis
Polis
Polis
gungan
gungan
gungan
gungan
Polis
VersiVersicherVersi(Juta Rp)
(Juta Rp)
(Juta Rp)
Versicher- (Juta Rp)
cherungs
ungspolic
cherungs
ungspolice Insured
Insured
Insured
Insured
police
e
police
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

2003

25

225,00

75

135,96

101

218,65

403

196,16

2004

23

212,73

70

135,96

101

218,65

403

196,16

2005

27

261,79

90

135,96

101

218,65

403

196,16

2006

25

346,31

85

748,65

196

370,19

175

421,71

2007

25

255,54

120

1 058,31

141

319,25

172

455,75

2008

35

591,95

129

1 246,09

132

864,42

164

443,42

2009

20

353,00

165

1 570,00

65

178,00

205

519,00

2010

31

248,00

256

1 797,00

180

670,00

136

866,00

2011

33

401,00

395

2 120,00

219

649,00

106

850,00

2012

25

251,00

290

2 351 ,70

38

159,00

166

233,00

2013

17

211,50

315

2 588,13

45

181,00

171

295,80

2014

35

497,25

380

2 918, 12

78

165,50

135

397,50

Sumber/Source: AJB Bumiputera 1912 Rayon Baubau/ AJB Bumi Putera 1912 Area of Baubau

385

FINANCE AND PRICES


Tabel
Table

Produksi dan Porto Folio Polis, Jumlah Uang Pertanggungan dan Premi
PT Asuransi Jiwasraya Baubau 2008 - 2014
Production and Portfolio of Policy, Sum Insured and Premium Jiwasraya
Insurance Baubau Ltd. 2008- 2014

10.3.7

Produksi
Production
Tahun
Year

(1)

Polis
Policy

Pertanggungan
(Juta Rp)

(2)

Porto Folio
Portfolio
Premi
(Juta Rp)

Polis
Policy

Pertanggungan
(Juta Rp)

Premi
(Juta Rp)

Sum Insured

Premium

Sum Insured

Premium

(Million Rps)

(Million Rps)

(Million Rps)

(Million Rps)

(3)

(4)

(6)

(7)

(5)

2008

128

515,28

83,91

3 950

2 872,80

2 169,28

2009

154

515,34

100,70

4 009

3 873,14

2 386,21

2010

180

618,40

120,84

4 059

4 000,00

2 666,21

2011

2012

55

4 494,00

602,74

171

2 247,00

204,00

2013

48

1 027,80

818,47

219

3 274,80

1 022,48

2014

28

350,46

444,75

293

5 104,07

2 301,05

Sumber/Source: PT. Asuransi Jiwasraya Baubau /Jiwasraya Insurance Baubau Ltd

386

Tabel
Table

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Pembayaran Klaim dan Penerimaan Pinjaman Polis PT Asuransi
Jiwasraya Baubau, 2008 - 2014
Payment of Claims and Policy Loan Revenues Jiwasraya Insurance
Baubau, Ltd, 2008 - 2014

10.3.8

Meninggal
Death

Tahun
Year

(1)

Habis Kontrak

Jual/Nilai Tebus
Selling/Redemption
Value

end of contract

Pinjaman Polis
Policy Loans

PertangPertangPertangPertangPolis
Polis
gungan
gungan
gungan
Polis
Polis Ver- gungan
VersiVersi(Juta Rp) sicherungsp (Juta Rp)
(Juta Rp)
Versicher- (Juta Rp)
cherungs
cherungs
ungspolice Insured
olice
Insured
Insured
Insured
police
police
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

2008

19,50

14

46,85

6,58

48,30

2009

17,94

52,80

5,20

40,00

2010

108,00

223,50

20,00

64,80

2011

2012

10

315,07

22

529,85

2013

55,00

80,91

33

273,18

95,50

2014

208,00

21

258,00

40

Sumber/Source: PT Asuransi Jiwasraya Baubau/Jiwasraya Insurance L.Td Baubau

387

FINANCE AND PRICES

Tabel
Table

Produksi dan Porto Folio Polis, Jumlah Uang Pertanggungan dan Premi
pada AJB Bumiputera 1912 Rayon Madya Buton, 2005 - 2014
Production and Portfolio of Policy, Sum Insured and Premium AJB Bumi
Putera 1912 Madya Area of Buton, 2005 - 2014

10.3.9

Produksi
Production
Tahun
Year

(1)

Polis
Policy

Pertanggungan
(Juta Rp)

(2)

Porto Folio
Portfolio
Premi
(Ribu Rp)

Polis
Policy

Pertanggungan
(Juta Rp)

Premi
(Ribu Rp)

Sum Insured

Premium

Sum Insured

Premium

(Million Rps)

(000 Rps)

(Million Rps)

(000 Rps)

(3)

(4)

(6)

(7)

(5)

2005

488

7 422

358 339

14 104

86 552

3 645 752

2006

754

12 742

799 212

14 776

98 222

4 334 964

2007

552

8 016

972

15 008

1 021 981

4 335 536

2008

--

--

--

--

--

--

2009

--

--

--

--

--

--

2010

1 187

16 878

1 315 824

15 119

116 043

13 677 010

2011

1 092

18 780

6 701

18 182

1 308 418

8 141 279

2012

141

2 856

262 167

2 715

10 858

3 526 332

2013

147

1 455

303 235

2 862

12 313,005

3 829 567

2014

--

--

--

--

--

--

Sumber/Source: AJB Bumiputera 1912 Rayon Madya Buton/ AJB Bumi Putera 1912 Madya Area of Buton

388

Tabel
Table

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Pembayaran Klaim dan Penerimaan Pinjaman Polis pada AJB Bumiputera 1912 Rayon Buton, 2008- 2014
10.3.10
Payment of Claims and Policy Loan Revenues at AJB Bumiputera 1912
Buton Region, 2008 - 2014

Meninggal
Death

Tahun
Year

(1)

Jual/Nilai Tebus
Selling/Redemption
Value

Habis Kontrak
Contract finished

Pinjaman Polis
Policy Loans

PertangPertangPertangPertangPolis
Polis
Polis
gungan
gungan
gungan
gungan
Polis
VersiVersicherVersi(Juta Rp)
(Juta Rp)
(Juta Rp)
Versicher- (Juta Rp)
cherungs
ungspolic
cherungs
ungspolice Insured
Insured
Insured
Insured
police
e
police
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

2008

35

591,95

129

1 246,08

132

864,42

164

443,42

2009

--

--

--

--

--

--

--

--

2010

31

248

256

1 797,00

180

670

136

866

2011

--

--

--

--

--

--

--

--

2012

855,54

35

235,03

59,25

10

67,75

2013

15

712,00

41

282,25

13

48,50

16

73,12

2014

--

--

--

--

--

--

--

--

Sumber/Source: AJB Bumiputera 1912 Rayon Buton/ AJB Bumi Putera 1912 Area of Buton

389

FINANCE AND PRICES


Pembayaran Klaim dan Penerimaan Pinjaman Polis Pada AJB BumiTabel
Putera 1912 Rayon Madya Kolaka, 2005 - 2014
10.3.11
Payment of Claims and Policy Loan Revenues at AJB BumiPutera 1912
Table
Kolaka Region, 2005 - 2014

Meninggal
Death

Tahun
Year

(1)

Jual/Nilai Tebus
Pinjaman Polis
Selling/Redemption
Policy
Value
Loans
PertangPertangPertangPertangPolis
Polis
gungan
gungan
gungan
gungan
Polis
Polis
VersiVersi(Juta Rp) Versicher- (Juta Rp)
(Juta Rp)
Versicher- (Juta Rp)
cherungs
cherungs
ungspolice Insured
Insured ungspolice Insured
Insured
police
police
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(2)

Habis Kontrak
Contract finished

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

2005

102

53

468

168

329

216

432 000

2006

41

220

108

827

132

528

362

782 671

2007

--

--

--

--

--

--

--

--

2008

--

--

--

--

--

--

--

--

2009

--

--

--

--

--

--

--

--

2010

--

--

--

--

--

--

--

--

2011

27

256 934

179

2 229 409

106

497 028

484

2 420 000

2012

18

174

176

2 203

128

963

272

657

2013

25

343

251

2 536

89

674

242

751

2014

--

--

--

--

--

--

--

--

Sumber/Source: AJB Bumiputera 1912 Rayon Madya Kolaka/ AJB Bumi Putera 1912 Madya Area of Kolaka

390

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


10.4. Perbankan
Banking
Tabel
Table

10.4.1

Banyaknya Kantor Bank menurut Kabupaten/Kota, 2014


Number of Bank Offices by Regency /City, 2014

Bank Tabungan Pemerintah


Government Bank

Kabupaten/Kota

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

1
-

3
10
5
7
2
3
2
4
1
1
3
1
19
8
-

1
1
1
2
1
1
4
1
-

2
1
1
2
1
1
1
6
1
-

3
-

1
6
4
5
5
4
4
3
2
2
4
1
11
2
1
1

1
1
-

1
1
1
2
1
1
1
1
5
2
-

2
1
-

1
1
1
-

1
1
1
3
1
-

4
1
-

1
-

1
2
3
4
3
1
1
1
1
1
2
3
-

1
-

1
1
1
1
1
1
1

69
54
45
45
40
37
36

12
11
8
8
6
6
6

16
14
13
13
7
5
5

3
1
13
13
12
7
8

56
25
20
20
19
17
17

2
2
1
1
1
1
1

16
18
18
18
10
9
9

3
2
1
1
1
1
1

3
2
1
1
1
1
1

7
7
7
7
8
5
6

5
3
3
2
2
3
2

1
1
1
1
1
1
1

23
21
19
22
12
11
1

1
1
1
1
1
1
1

OCBC NISP

PT. BCA

BPR

Danamon

MEGA

PT. BII

PANIN

BPD

Muamalat

BTN

Artha Graha

Mandiri

1. B u t o n
2. M u n a
3. K o n a w e
4. K o l a k a
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau
15. Muna Barat
16. Buton Tengah

BNI'46

(1)

BI

BRI

Regency /City

Bank Swasta Nasional


National Private bank

(11) (12) (13) (14) (15) (16)

Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara
2014
2013
2012
2011
2010
2009
2008

Sumber/Source: Bank Indonesia Cabang Kendari/Bank of Indonesia, Branch Office of Kendari

391

FINANCE AND PRICES


Lanjutan tabel
Continued table

10.4.1

Bank Swasta Nasional


National Private bank

Kabupaten/Kota

(21) (22) (23)

BTPN Syariah

(20)

Bank Permata

(19)

Bank National
Nobu

(18)

Mega Syariah

BRI Syariah

CIMB Niaga

BNI Syariah

Pundi

1. B u t o n
2. M u n a
3. K o n a w e
4. K o l a k a
5. Konawe Selatan
6. Bombana
7. Wakatobi
8. Kolaka Utara
9. Buton Utara
10. Konawe Utara
11. Kolaka Timur
12. Konawe Kep.
13. Kota Kendari
14. Kota Bau-Bau
15. Muna Barat
16. Buton Tengah

Mayapada

(17)

BSM

BTPN

(1)

Sinar Mas

Regency /City

(24)

(25)

(26)

(27)

(28)

Jumlah

1
1
1
1
5
2
-

1
3
-

1
1
-

1
-

1
1
1
-

1
-

1
1
1
2
1
-

1
-

1
1
1
-

1
-

1
-

1
-

10
23
17
29
13
13
9
12
4
4
7
2
83
25
1
1

11
9
7
7
6
3
-

4
2
1
1
1
1
-

2
2
1
1
1
-

1
3
3
3
-

3
1
1
1
-

1
1
1
1
-

6
1
1
-

1
5
1
-

3
-

1
-

1
-

1
-

253
187
168
168
130
110
96

Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara
2014
2013
2012
2011
2010
2009
2008

Sumber/Source: Bank Indonesia Cabang Kendari/Bank of Indonesia, Branch Office of Kendari

392

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Tabel
Table

10.4.2

Banyaknya BRI Unit Desa menurut Kabupaten/Kota, 2014


Number of BRI Village Unit by Regency/City, 2014

Kabupaten/ Kota
Regency /City

(1)

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Buton
Muna
Konawe
Kolaka
Konawe Selatan
Bombana
Wakatobi
Kolaka Utara
Buton Utara
Konawe Utara
Kolaka Timur
Konawe Kep.
Kota Kendari
Kota Bau-Bau

Prov. Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara Prov.
2014
2013
2012
2011

Jumlah Kantor BRI

Number of BRI Office


(2)

2
10
4
6
2
2
1
3
1
1
1
8
3

44
44
37
37

Sumber/Source: Bank Indonesia Cabang Kendari/Bank of Indonesia, Branch Office of Kendari

393

FINANCE AND PRICES


Perkembangan Giro, Deposito dan Tabungan Keadaan 31 Desember
Tabel
2002 - 2014
10.4.3
Progress of Demand Deposits,Time Deposits and Savings in December
Table
31st, 2002 - 2014

Giro

Deposito

Tabungan

Jumlah

Demand Deposits

Deposits

Savings

Total

Tahun

Rekening

Nilai

Rekening

Nilai

Rekening

Nilai

Rekening

Nilai

Year

Accounts

(Juta Rp)

Accounts

(Juta Rp)

Accounts

(Juta Rp)

Accounts

(Juta Rp)

Values

Values

Values

Values

(Mill. Rps)

(Mill. Rps)

(Mill. Rps)

(Mill. Rps)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

2002

11 097

531 619

6 859

334 963

442 332

808 903

460 288

1 675 485

2003

11 637

538 337

6 445

396 112

461 009

1 024 623

479 091

1 959 072

2004

10 656

440 796

5 363

306 429

455 615

1 236 030

471 634

1 983 255

2005

10 047

592 008

5 450

440 708

453 139

1 201 421

468 636

2 234 137

2006

14 898

1 000 570

5 943

586 878

445 913

1 701 549

466 754

3 288 997

2007

13 418

1 084 828

6 067

618 001

492 123

2 316 095

511 608

4 018 925

2008

11 889

938 383

6 442

835 906

533 645

2 841 855

551 976

4 616 144

2009

13 247

788 020

6 892

1 048 971

609 046

3 424 902

629 185

5 261 893

2 0 1 0r

10 776

835 800

7 306

1 225 442

695 035

3 857 316

713 117

5 918 558

2 0 1 1r

12 165

1 205 665

8 351

1 801 395

788 445

5 285 323

808 961

8 292 383

2 0 1 2r

12 712

1 556 685

9 151

1 931 263

942 930

6 218 402

964 793

9 706 350

2013

14 959

2 070 587

10 075

1 854 102

1 382 485

6 886 888

1 407 519 10 811 577

2014

15 570

1 926 603

11 483

2 643 422

1 363 998

6 750 155

1 391 051 11 320 180

Sumber/Source: Bank Indonesia Cabang Kendari/Bank of Indonesi, Branch Office of Kendari


Catatan/Note : Termasuk Bank Umum Syariah dan BPR/ Including Sharia Commercial Bank and Rural Banks

394

(9)

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Tabel
Table

Kredit Perbankan menurut Jenis Kredit di Sulawesi Tenggara, 2014


Bank Credit by Types of Credit in Sulawesi Tenggara, 2014

10.4.4

Jenis Kredit

Jumlah Rekening

Nilai (Juta Rp.)

Types of Credit

Number of Accounts

Value (Million Rps)

(1)

(2)

(3)

67 588

4 315 025

8 131

3 727 258

108 950

9 483 518

2014

184 669

17 525 800

180 795

16 105 238

167 232

12 547 090

2011

153 374

9 330 758

2 0 1 0r

88 639

5 463 148

2009

126 408

4 788 584

2008

103 465

3 825 769

2007

82 264

2 815 518

1. Modal Kerja
Capital
2. Investasi
Investment
3. Konsumsi
Consumption

J u m l a h/T o t a l

2013
2012

Sumber/Source: Bank Indonesia Cabang Kendari/Bank of Indonesi, Branch Office of Kendari


Catatan/Note : Termasuk Bank Umum Syariah dan BPR/ Including Sharia Commercial Bank and Rural Banks

395

FINANCE AND PRICES

Tabel
Table

Banyaknya Nasabah dan Jumlah Simpanan Menurut Kelompok Bank di


Sulawesi Tenggara, 2014
Number of Customers and Savings Value by Group of Banks in Sulawesi
Tenggara, 2014

10.4.5

Kelompok Bank
Group of Banks

Rekening
Accounts

Nilai (Juta Rp.)


Value (Million Rps)

(1)

(2)

(3)

1. Bank Persero
Limited liability Bank company

861 472

6 785 893

2. Bank Swasta Nasional


National Private Bank

158 511

2 181 794

3. Bank Pemerintah Daerah


Local Government Bank

327 137

2 259 960

2014

1 347 120

11 227 646

2013

1 374 914

10 733 900

2 0 1 2r

937 940

9 646 275

783 350

8 236 394

2010

692 081

5 862 946

2009

609 046

3 424 902

2008

544 415

3 793 954

2007

492 123

2 316 695

J u m l a h/T o t a l

2011

Sumber/Source: Bank Indonesia Cabang Kendari/Bank of Indonesi, Branch Office of Kendari


Catatan/Note : Termasuk Bank Umum Syariah dan BPR/ Including Sharia Commercial Bank and Rural Banks

396

Tabel
Table

Tahun
Years

(1)

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Perkembangan Tabanas, Taska dan Tabungan Lainnya Keadaan 31
Desember 2002 - 2014
Progress of National Development Savings, Term Insurance Savings and
Other Savings on December 31st, 2002 - 2014

10.4.6

Tabanas
National
Development
Savings

Taska
Term Insurance
Savings

Lainnya
Other Savings

Nilai
Nilai
Penabung (Juta Rp) Penabung (Juta Rp)
Values
Depositor Values Depositor
(Mill. Rps)
(Mill. Rps)
(2)

(3)

(4)

Jumlah
Total

Nilai
(Juta Rp)
Values

Penabung
Depositor

Nilai
(Juta Rp)
Values

Penabung
Depositor

(Mill. Rps)

(5)

(6)

(Mill. Rps)

(7)

(8)

(9)

2002

442 332

808 903

442 332

808 903

2003

461 009

1 024 623

461 009

1 024 623

2004

455 615

1 236 030

455 615

1 236 030

2005

453 139

1 201 421

453 139

1 201 421

2005

453 139

1 201 421

453 139

1 201 421

2006

445 913

1 701 549

445 913

1 701 549

2007

492 123

2 316 095

492 123

2 316 095

2008

523 266

2 789 575

523 266

2 789 575

2009

609 046

3 424 902

609 046

3 424 902

2010

671 493

3 853 785

671 493

3 853 785

2011

769 952

5 362 858

769 952

5 362 858

2012

919 409

6 264 985

919 409

6 264 985

2013

--

--

--

--

2014

--

--

--

--

Sumber/Source: Bank Indonesia Cabang Kendari/Bank of Indonesi, Branch Office of Kendari


Catatan/Note : Termasuk Bank Umum Syariah dan BPR/ Including Sharia Commercial Bank and Rural Banks
Sejak Tahun 1991 data jenis tabungan mengalami perubahan, yaitu: /There has been changes on types of savings data
since 1991:
- Tabungan setiap saat dapat ditarik/Savings which can be withdrawn at anytime
- Tabungan Berjangka/Term Savings
- Tabungan Lainnya/Other Savings

397

FINANCE AND PRICES


Posisi Pinjaman Perbankan menurut Sektor Ekonomi di Sulawesi
Tabel
Tenggara, 2014
10.4.7
Banking Loan Position by Economic Sectors in Sulawesi Tenggara, 2014
Table

Sektor Ekonomi
Economic Sectors

Nominal (Juta Rp)


Value (Millions Rp)

Rekening
Account

(1)

(2)

(3)

Pinjaman Lapangan Usaha/


Bussiness Loan
1. Pertanian/Agriculture
2. Pertambangan dan Penggalian/
Mining
3. Industri Pengolahan/Manufacturing
Industry
4. Listrik, Gas dan Air Minum/ Electricity, Gas & Water Suply
5. Konstruksi/Construction
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran/
Trade, Hotels and Restourant
7. Pengangkutan dan Komunikasi/
Transportation and Communication
8. Keuangan, real estate dan Jasa Perusahaan/Finance, real estate and
Bussiness Services
9. Jasa-jasa/Services
Pinjaman Kepada Bukan Lapangan
Usaha/ Non Bussiness Loan

8 042 283

75 773

379 157

6 499

1 434 123

339

181 900

3 523

251 990

69

472 969

529

4 436 849

57 190

289 785

839

169 839

1 072

425 671

5 713

9 483 518

108 879

J u m l a h/T o t a l
2014

17 525 800

184 652

2013

16 105 238

180 795

2012

12 547 090

167 232

2011

9 330 758

153 374

2010

5 463 148

88 639

Sumber/Source: Bank Indonesia Cabang Kendari/Bank of Indonesi, Branch Office of Kendari


Catatan/Note : Termasuk Bank Umum Syariah dan BPR/ Including Sharia Commercial Bank and Rural Banks

398

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


10.5. Koperasi
Cooperation

Tabel
Table

10.5.1

Kabupaten/Kota
Regency /City

Banyaknya Koperasi menurut Kabupaten/Kota, 2014


Number of Cooperatives by Regency /City, 2014

Banyaknya
Koperasi (Unit)
Number of
Cooperatives

Anggota
(Orang)
Members

Aktif Tidak Aktif (Persons)


(Active) Non Active)
(1)

(2)

(3)

Aset
Volume
SHU
Assets
Usaha
(Juta RP) (Juta RP) (Juta RP)
Net Profit
(Million Asset Scale (Million Rps)
(Million Rps)
Rps)
(4)

(5)

(6)

Modal
(Juta RP)
Capital
(Million Rps)

(7)

1. B u t o n

198

16

16 177

4 400

1 845

1 050

3 350

2. M u n a

219

42

30 899

66 541

151 759

7 472

59 069

3. Konawe

244

83

20 894

32 176

31 959

4 828

27 348

4. Kolaka

280

128

18 317

34 183

33 796

1 462

32 721

5. Konawe Selatan

207

73

60 862

8 150

2 950

450

7 700

6. Bombana

204

93

9 548

13 320

9 825

4 733

8 587

7. Wakatobi

81

98

5 506

8 414

3 200

1 133

7 281

8. Kolaka Utara

118

68

4 504

8 400

72 095

210

8 190

9. Buton Utara

36

99

3 062

5 997

2 145

384

5 613

10. Konawe Utara

55

19

3 468

5 933

958

205

5 728

11. Kolaka Timur

72

47

4 142

11 393

6 523

3 879

7 514

12. Konawe Kep.

38

2 392

27 159

6 206

197

26 962

13. Kota Kendari

268

107 324

5 257

22 429

347

4 910

14. Kota Bau-Bau

413

111

26 267

91 604

36 717

4 726

86 878

15. Provinsi

170

79

17 317

9 750

4 695

1 150

8 600

2 603

958

330 679

332 677

387 102

32 226

300 451

2 484

806

171 154

86 825

50 334

10 042

86 825

2014
2013

Sumber/Source: Dinas Koperasi, UKM dan Penanaman Modal Prop. Sulawesi Tenggara /Service of Cooperatives, Small
and Medium Enterprises, and Investment of Sulawesi Tenggara Province

399

FINANCE AND PRICES


Tabel
Table

10.5.2

Perkembangan Koperasi, 2009 - 2014


Progress of Cooperatives, 2009- 2014

Uraian
Description

2009

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1. Koperasi

2 055

2 434

2 799

2 951

3 290

3 561

87 326

149 477

150 492

107 018

171 154

330 679

100 570

118 502

128 294

41 801

50 604

192 810

38 303

68 566

68 471

24 912

36 220

107 641

170 836

241 125

204 467

198 063

137 159

332 677

182 443

239 574

96 905

98 642

50 334

387 102

31 965

35 928

7 702

10 294

10 042

32 226

138 873

187 068

196 765

66 713

86 825

300 451

Cooperatives
2. Anggota (Orang)
Members (Persons)
3. Modal Sendiri (Juta Rp)
Equity (Million Rps)
4. Modal Luar (Juta Rp)
Non-Equity (Million Rps)
5. Asset (Juta Rp)
Asset (Million Rps)
6. Volume Usaha
(Juta Rp)
Asset Scale
(Million Rps)
7. S H U (Juta Rp)
Net Profit (Million Rps)
8. Modal (Juta Rp)
Capital
(Million Rps)
Sumber/Source: Dinas Koperasi, UKM dan Penanaman Modal Prop. Sulawesi Tenggara /Service of Cooperatives, Small and
Medium Enterprises, and Investment of Sulawesi Tenggara Province

400

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Tabel
Table

10.5.3

Perkembangan Koperasi Non KUD, 2009 - 2014


Progress of Non Village Unit Cooperatives, 2009 - 2014

Uraian
Description

2009

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1. Koperasi

2 055

2 434

2 799

2 951

2 992

3 263

87 326

149 477

150 492

107 018

117 180

276 705

100 570

118 502

128 294

41 801

47 934

183 010

38 303

68 566

68 471

24 912

34 170

104 415

170 836

241 125

204 467

198 063

130 959

315 697

182 443

239 574

96 905

98 642

47 214

375 848

31 965

35 928

7 702

10 294

9 392

29 726

138 873

187 068

196 765

66 713

82 675

286 697

Cooperatives
2. Anggota (Orang)
Members (Persons)
3. Modal Sendiri (Juta Rp)
Equity (Million Rps)
4. Modal Luar (Juta Rp)
Non-Equity (Million Rps)
5. Asset (Juta Rp)
Asset (Million Rps)
6. Volume Usaha
(Juta Rp)
Asset Scale
(Million Rps)
7. Dana-dana (Juta Rp)
Funds (Million Rps)
8. S H U (Juta Rp)
Net Profit (Million Rps)
9. Modal (Juta Rp)
Capital
(Million Rps)
Sumber/Source: Dinas Koperasi, UKM dan Penanaman Modal Prop. Sulawesi Tenggara /Service of Cooperatives, Small
and Medium Enterprises, and Investment of Sulawesi Tenggara Province

401

FINANCE AND PRICES


10.6. Harga-Harga
Prices

Tabel
Table

Indeks Harga Konsumen menurut Kelompok di Kendari, 2014


Consumer Price Indices by Group in Kendari, 2014 ( 2007 = 100 )

10.6.1

[Diolah dari Hasil Survei Harga Konsumen, BPS /Based on Consumer Prices Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Makanan Jadi,
Minuman, Rokok
Bahan Makanan dan Tembakau
Foodstuff
Processed Food,
Beverages and
Tobacco Products

Bulan
Month

(1)

(2)

(3)

Perumahan
Housing

Sandang
Clothing

(4)

(5)

Januari/January

107,65

106,82

111,28

99,13

Pebruari/February

103,43

106,87

111,02

99,51

Maret/March

102,11

107,11

111,21

99,28

April/April

102,36

107,04

111,24

99,06

Mei/M ay

102,62

107,75

111,26

98,91

Juni/June

106,54

108,19

111,34

98,94

Juli/July

112,71

109,59

111,92

100,42

Agustus/August

111,52

109,58

112,53

99,81

September/September

109,71

109,86

113,58

99,30

Oktober/October

109,58

109,98

114,74

98,70

Nopember/November

112,20

110,41

115,42

97,77

Desember/December

114,30

111,00

119,80

99,22

2014

107,89

108,68

112,95

99,17

2013

182,34

155,92

158,28

131,11

2012

176,20

150,07

145,68

142,58

2011

164,18

141,31

134,96

130,96

2010

144,89

136,51

127,40

120,78

2009

144,31

129,70

123,89

117,56

2008

123,02

109,05

111,92

109,11

Rata-rata
Average

402

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Lanjutan Tabel
Continued Table

10.6.1

Bulan
Month

Kesehatan
Health

(1)

(6)

Pendidikan
Transport
Rekreasi
& Komunikasi
&Olah Raga
TransportaEducation,
tion and CoRecreation
munication
and Sports
(7)

(8)

Indeks
Umum
General
Index

Laju Inflasi
Inflation
Rate

(9)

(10)

Januari/January

103,72

101,72

114,13

108,50

0,31

Pebruari/February

104,13

101,84

113,79

107,45

-0,66

Maret/March

104,81

101,79

114,31

107,34

-0,76

April/April

104,90

101,79

114,53

107,43

-0,67

Mei/M ay

105,16

101,92

115,10

107,70

-0,43

Juni/June

105,73

102,10

115,11

108,71

0,51

Juli/July

107,06

102,12

115,51

110,69

2,34

Agustus/August

107,07

102,37

115,70

110,57

2,23

September/September

107,02

102,77

115,66

110,43

2,10

Oktober/October

107,50

102,85

115,42

110,63

2,28

Nopember/November

107,69

103,04

120,57

112,48

3,99

Desember/December

109,30

104,14

128,87

116,16

7,40

Rata-rata

2014

106,17

102,37

116,56

109,84

1,55

Average

2013

138,24

130,94

122,24

149,50

5,92

2012

134,54

129,45

105,23

141,15

5,25

2011

126,54

125,43

104,69

133,34

5,09

2010

121,81

109,52

102,44

125,33

3,87

2009

117,03

107,60

101,75

121,69

4,60

2008

106,80

104,38

103,65

111,05

15,28

Catatan/Note : Sebelum tahun 2008, penghitungan Indeks Harga Konsumen didasarkan pada pola konsumsi yang
diperoleh dari Survei Biaya Hidup tahun 2002 (2002=100)/ Before 2008, CPI was based on a consumption pattern obtained from the 2002 Cost of Living Survey (2002=100)

403

FINANCE AND PRICES

Tabel
Table

Inflasi Kota Kendari menurut Kelompok Pengeluaran, 2014


Inflation Rate of Kendari City by Expenditure Group, 2014 ( 2007 = 100 )

10.6.2

[Diolah dari Hasil Survei Harga Konsumen /Based on Consumer Prices Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Bulan
Month

Bahan Makanan
Foodstuff

Makanan Jadi,
Minuman, Rokok
dan Tembakau
Processed Food,
Beverages and
Tobacco Products

(1)

(2)

(3)

Januari/January

Perumahan
Housing

Sandang
Clothing

(4)

(5)

0,48

0,54

0,82

0,33

Pebruari/February

-3,92

0,05

-0,23

0,38

Maret/March

-1,28

0,22

0,17

-0,23

April/April

0,24

-0,07

0,03

-0,22

Mei/M ay

0,25

0,66

0,02

-0,15

Juni/June

3,82

0,41

0,07

0,03

Juli/July

5,79

1,29

0,52

1,50

Agustus/August

-1,06

-0,01

0,55

-0,61

September/September

-1,62

0,26

0,93

-0,51

Oktober/October

-0,12

0,11

1,02

-0,60

Nopember/November

2,39

0,39

0,59

-0,94

Desember/December

1,87

0,53

3,79

1,48

2014

6,68

4,47

8,53

0,43

2013

3,48

3,90

8,65

-8,04

2012

10,79

4,85

5,66

3,69

2011

2,33

3,48

7,22

9,89

2010

10,07

3,84

2,13

4,30

2009

3,90

12,50

6,48

6,72

2008

32,02

16,36

15,72

7,56

Rata-rata
Average

404

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Lanjutan Tabel
Continued Table

10.6.2

Bulan
Month

Kesehatan
Health

Pendidikan
Rekreasi &
Olah Raga
Education,
Recreation and
Sports

(1)

(6)

(7)

Januari/January

0,00

0,01

-0,37

0,31

Pebruari/February

0,40

0,12

-0,30

-0,97

Maret/March

0,65

-0,05

0,46

-0,10

April/April

0,09

0,00

0,19

0,08

Mei/M ay

0,25

0,13

0,50

0,25

Juni/June

0,54

0,18

0,01

0,94

Juli/July

1,26

0,02

0,35

1,82

Agustus/August

0,01

0,24

0,16

-0,11

-0,05

0,39

-0,03

-0,13

Oktober/October

0,45

0,08

-0,21

0,18

Nopember/November

0,18

0,18

4,46

1,67

Desember/December

1,50

1,07

6,88

3,27

2014

5,38

2,39

12,50

7,40

2013

2,76

1,15

16,16

5,92

2012

3,85

1,58

-0,37

5,25

2011

6,32

13,18

2,64

5,09

2010

0,44

4,87

-1,42

3,87

2009

10,16

-0,23

-1,05

4,60

2008

8,90

4,92

5,68

15,28

September/September

Rata-rata
Average

Transport
& Komunikasi
Transportation
and
Comunication

Indeks
Umum
General
Index

(8)

(9)

405

FINANCE AND PRICES

Tabel
Table

10.6.3

Harga Eceran Bahan Pokok di Kota Kendari (rupiah/Satuan), 2014


Retail Price of Essential Commodities in Kendari City (rupiahs/Unit), 2014

[Diolah dari Hasil Survei Harga Konsumen, BPS /Based on Consumer Prices Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Bulan
Month

(1)

Beras
Rice

Mie Instant
Instant
Noodles

Tepung
Terigu
Wheat
Flour

Ayam
Buras
Hidup
Live Domestic
Poultry

Daging
Ayam
Ras
Chicken
Meat

Daging
Sapi
Beef

Ikan
Bandeng
Milkfish

(Kg)

(Bks)

(Kg)

(Kg)

(Kg)

(Kg)

(Kg)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

Januari/January

8 167

1 579

9 218

85 496

32 130

76 374

19 544

Pebruari/February

8 167

1 592

9 221

80 291

31 902

73 128

18 859

Maret/March

8 289

1 591

9 253

80 683

30 924

75 355

17 099

April/April

8 399

1 591

9 246

79 779

28 573

75 260

17 242

Mei/M ay

8 388

1 591

9 183

77 481

28 891

75 754

17 615

Juni/June

8 306

1 598

9 273

78 488

29 617

74 882

17 795

Juli/July

8 303

1 639

9 386

78 102

30 797

75 751

20 067

Agustus/August

8 301

1 627

9 421

77 048

29 904

75 068

20 232

September/September

8 293

1 624

9 429

67 994

30 338

74 167

19 043

Oktober/October

8 292

1 625

9 440

65 397

31 115

74 352

17 840

Nopember/November

8 426

1 626

9 554

60 969

30 126

75 049

18 204

Desember/December

8 901

1 685

10 008

56 667

31 636

78 571

19 342

Rata-rata/Average

406

2014

8 353

1 614

9 386

74 033

30 496

75 309

18 574

2013

8 248

1 535

9 280

77 928

30 496

72 878

17 696

2012

8 219

1 453

9 154

68 441

29 276

62 996

19 148

2011

6 693

1 444

7 839

55 781

24 085

56 501

19 839

2010

6 451

1 307

7 727

41 871

26 447

62 171

16 193

2009

5 873

1 274

7 822

41 871

21 674

56 350

19 467

2008

4 682

1 257

7 784

39 665

23 608

58 866

14 713

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Lanjutan Tabel
Continued Table

10.6.3

Bulan
Month

Telur
Ikan Caka- Ikan Kem- Ikan Asin
Susu
Ayam
lang
bung
Belah
Bubuk Kampung
Tuna Mackerel Split Salt- Powder Chicken
ed Fish
Milk
Egg

Telur
Ayam
Ras
Egg

Bayam
Spinach

(Kg)

(Kg)

(Kg)

(Doos=400
Gr)

(Butir)

(Butir)

(Kg)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

Januari/January

16 945

26 387

55 494

32 403

2 060

1 326

5 882

Pebruari/February

15 612

22 543

54 311

32 777

2 060

1 320

6 021

Maret/March

15 145

22 626

51 218

33 184

2 026

1 244

4 819

April/April

14 495

23 149

51 298

33 189

2 030

1 173

4 805

Mei/M ay

14 871

22 993

53 359

33 686

2 030

1 184

5 711

Juni/June

15 741

23 463

55 044

36 115

2 041

1 224

6 126

Juli/July

18 308

26 941

56 427

37 981

2 089

1 309

7 035

Agustus/August

18 667

27 929

58 217

37 981

2 098

1 304

6 386

September/September

17 285

26 538

58 562

38 048

1 907

1 293

6 947

Oktober/October

16 463

26 548

56 141

38 299

1 909

1 280

7 628

Nopember/November

15 337

25 268

58 870

38 465

1 965

1 295

8 624

Desember/December

14 593

25 148

58 327

38 873

2 061

1 344

6 567

2014

16 122

24 961

55 606

35 917

2 023

1 275

6 379

2013

17 335

24 874

50 772

30 716

2 073

1 194

6 962

2012

15 338

22 854

46 770

28 730

2 178

1 115

6 142

2011

15 588

21 249

43 882

26 505

1 894

1 085

5 860

2010

13 051

18 391

33 614

26 331

1 774

949

7 289

2009

14 337

20 129

33 920

25 674

1 568

923

5 875

2008

12 737

16 042

27 565

22 400

1 258

927

7 312

(1)

Rata-rata/Average

407

FINANCE AND PRICES


Lanjutan Tabel
Continued Table

10.6.3

Kangkung

Bulan
Month

(1)

Kacang
Tanah
Peanuts

Tahu
Mentah
Tofu

Tempe
Tempe

Jeruk
Manis
Orange

Pepaya
Papaya

(Kg)

(Kg)

(Kg)

(Kg)

(Kg)

(Kg)

(Kg)

(16)

(17)

(18)

(19)

(20)

(21)

(22)

Water
Spinach

Bawang
Merah
Onion

Januari/January

5 986

23 234

8 291

13 355

24 298

4 915

37 201

Pebruari/February

5 294

23 047

7 838

13 301

23 874

5 059

31 621

Maret/March

5 298

23 179

7 804

13 248

24 594

4 753

27 976

April/April

5 194

23 246

7 729

13 194

24 239

4 767

26 772

Mei/M ay

5 144

23 014

8 148

13 301

23 982

5 076

27 245

Juni/June

6 241

23 430

8 350

13 502

23 976

4 965

31 544

Juli/July

6 379

24 478

6 546

13 578

23 953

5 723

35 037

Agustus/August

5 704

24 044

6 473

12 997

23 939

5 093

31 766

September/September

5 973

23 446

6 499

12 891

21 099

5 394

26 934

Oktober/October

6 142

23 644

6 452

12 906

21 522

5 706

24 357

Nopember/November

6 824

24 144

6 582

13 153

21 331

5 679

23 803

Desember/December

4 896

25 137

6 691

13 227

21 318

5 514

24 091

Rata-rata/Average

408

2014

5 756

23 670

7 284

13 221

23 177

5 220

29 029

2013

6 259

23 101

7 008

12 175

21 941

4 957

41 341

2012

5 500

18 727

6 715

10 011

16 343

3 772

19 429

2011

5 188

16 384

7 946

11 193

6 532

5 906

25 167

2010

5 405

13 738

6 722

8 692

5 116

4 409

27 055

2009

4 735

12 913

5 006

10 000

5 153

4 103

17 624

2008

4 821

12 510

4 479

7 222

4 252

3 534

18 828

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Lanjutan Tabel
Continued Table

10.6.3

Bulan
Month

Bawang
Putih
Garlic

Garam
Cabe
Cabe
BeryodiMerah
Rawit
um
Cayenne Cayenne Iodized
pepper
Salt

Kelapa
sudah
dikupas
Coconut
Peel

Minyak
Goreng
Cooking
Oil

Gula
Pasir
Sugar

(Kg)

(Kg)

(Kg)

(Kg)

(Btr)

(Ltr)

(Kg)

(23)

(24)

(25)

(26)

(27)

(28)

(29)

Januari/January

19 842

33 889

88 724

4 190

4 057

13 257

12 712

Pebruari/February

19 713

28 458

55 404

4 190

4 098

13 337

12 524

Maret/March

19 793

22 636

55 665

4 190

4 104

13 342

12 600

April/April

19 759

24 612

62 831

4 190

4 013

13 342

12 422

Mei/M ay

19 670

19 071

50 131

4 190

3 999

13 411

12 401

Juni/June

21 043

24 483

53 771

4 190

4 061

14 024

12 423

Juli/July

22 952

32 920

72 774

4 190

4 534

14 612

12 342

Agustus/August

22 142

33 130

63 733

4 190

4 363

14 735

12 322

September/September

20 994

29 128

65 426

4 190

4 207

15 251

12 237

Oktober/October

20 764

26 470

63 618

4 190

4 304

15 517

12 144

Nopember/November

20 692

28 845

92 334

4 190

4 169

15 889

12 161

Desember/December

21 927

48 108

128 935

4 190

4 440

16 429

12 214

(1)

Rata-rata/Average
2014

20 774

29 312

71 112

4 190

4 196

14 429

12 375

2013

27 120

39 316

79 266

4 127

3 857

13 434

12 819

2012

19 868

24 423

49 307

3 875

3 600

13 264

12 869

2011

22 923

18 155

53 035

3 908

3 447

13 018

11 110

2010

25 109

29 055

64 374

2 020

2 772

11 902

10 834

2009

12 852

19 122

57 623

2 133

2 889

14 067

8 906

2008

8 623

21 318

53 762

1 723

3 171

14 070

6 837

409

FINANCE AND PRICES


Lanjutan Tabel
Continued Table

10.6.3

Bulan
Month

(1)

Rokok
Kretek
Filter
Filter
Cigarettes

Batu
Stone

Besi
Beton
Concrette
Steel

Kayu
Balok
Wood
beams

Pasir
Sand

Semen Minyak
50 Kg
Tanah
Cement 50 Kerosene
Kg

(Bks)

(M3)

(Btg)

(Btg)

(M3)

(Zak)

(Ltr)

(30)

(31)

(32)

(33)

(34)

(35)

(36)

Januari/January

11 100

153 678

35 028

128 058

154 351

70 278

6 958

Pebruari/February

11 108

148 606

34 010

124 522

154 351

70 139

7 667

Maret/March

11 185

148 606

34 010

124 278

154 351

69 834

7 667

April/April

11 185

148 606

34 010

124 278

154 351

69 263

7 667

Mei/M ay

11 225

148 606

33 236

120 890

154 258

71 906

7 583

Juni/June

11 290

148 606

33 280

120 890

154 258

71 754

7 500

Juli/July

11 370

148 606

33 323

120 890

154 258

71 659

10 093

Agustus/August

11 370

149 572

33 059

120 890

153 009

71 590

10 158

September/September

11 454

149 572

33 059

120 890

153 009

71 202

10 158

Oktober/October

11 475

149 572

33 059

120 890

153 009

71 081

10 158

Nopember/November

11 475

149 572

33 059

120 890

153 009

71 175

10 615

Desember/December

11 606

171 103

35 395

125 149

159 083

69 829

10 729

2014

11 320

151 226

33 711

122 710

154 275

70 809

8 913

2013

10 721

156 194

34 098

127 332

149 727

70 257

5 142

2012

10 175

150 014

31 719

127 728

139 149

72 069

5 054

2011

9 228

137 153

28 965

144 844

131 997

60 505

4 670

2010

8 425

128 125

24 632

136 493 126 667

62 837

4 367

2009

7 944

122 916

22 233

136 354

128 611

59 203

4 145

2008

7 269

191 412

24 329

134 153

78 155

56 088

3 551

Rata-rata/Average

410

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Lanjutan Tabel
Continued Table

10.6.3

Bulan
Month

(1)

Sabun
Gas Elpiji
Lemari Cair Cuci
12 Kg
Kulkas
Pakaian
Piring
LPG 12 Refrigerator Wardrobe Liquid
Kgs
Dish
Soap
(Tabung)

(Buah)

(Buah)

(37)

(38)

(39)

Sabun
Bubuk Bahan
DeBaju Ser- Telepon
tergetn
sin
Seluler
DeterDress
Cellular
gent material Phone
Powder Sersin
Soap

(Kemas) (Kemas)
(40)

(41)

(M)

(Buah)

(42)

(43)

Januari/January

125 667 1 870 670

699 220

6 718

15 117

799 783

Pebruari/February

125 333 1 870 670

699 220

6 746

14 945

755 476

Maret/March

125 333 1 866 555

699 220

6 689

14 974

755 476

April/April

125 333 1 866 555

699 220

6 689

14 974

755 476

Mei/M ay

125 333 1 866 555

699 220

6 764

14 894

750 414

Juni/June

125 333 1 865 808

700 199

6 923

14 813

729 105

Juli/July

125 333 1 865 062

701 179

7 062

14 914

706 869

Agustus/August

125 333 1 865 062

697 814

7 142

14 967

708 214

September/September

133 010 1 865 062

697 814

7 229

15 131

708 214

Oktober/October

133 010 1 864 875

697 814

7 365

15 150

722 733

Nopember/November

131 731 1 924 365

697 814

7 437

15 245

722 154

Desember/December

133 010 1 959 004

740 485

7 876

15 492

686 552

2014

127 813 1 879 187

702 435

7 053

15 051

733 372

2013

113 583 1 836 974

678 373

6 644

14 458

14 500

816 038

2012

115 540 1 765 927

678 565

6 803

14 012

13 733

813 189

2011

120 028 1 820 130

600 694

6 366

13 811

12 830

862 362

2010

116 843 1 786 327

482 222

5 646

12 977

11 788

395 582

2009

115 167 1 727 257

474 884

5 588

16 328

15 100

343 853

2008

108 287 1 314 815

433 958

4 815

16 036

15 625

Rata-rata/Average

411

FINANCE AND PRICES


Lanjutan Tabel
Continued Table

10.6.3

Bulan
Month

(1)

Obat
Dengan
Resep
Pasta
Dokter
Gigi
Prescrip- Toothtion Medi- paste
cine

Surat
Sabun
Kabar
Angkutan
Mandi Harian
Udara
Toilet
Daily Air TransporSoap Newspatation
per

Emas
Perhiasan
Jewelry
Gold

Dokter
Spesialis
Specialis
Doctor

(Gr)

(Pasien)

(Resep)

(Tube)

(Buah)

(Eks)

(Kdi-Jkt)

(44)

(45)

(46)

(47)

(48)

(49)

(50)

Januari/January

473 333

68 833

9 782

5 713

2 445

4 640

1 204 323

Pebruari/February

475 163

68 833

9 782

5 755

2 440

4 640

1 225 640

Maret/March

475 325

68 833

9 782

6 048

2 504

4 640

1 331 045

April/April

468 047

68 833

9 782

6 048

2 509

4 640

1 375 325

Mei/M ay

468 509

68 833

9 782

6 063

2 510

4 739

1 461 237

Juni/June

469 809

68 833

9 782

6 084

2 515

4 739

1 485 396

Juli/July

477 991

68 833

9 782

6 209

2 612

4 739

1 614 625

Agustus/August

475 485

68 833

9 782

6 208

2 612

4 739

1 666 240

September/September

470 771

68 833

9 798

6 208

2 612

4 739

1 646 745

Oktober/October

469 626

68 833

9 793

6 228

2 671

4 739

1 562 542

Nopember/November

466 950

68 833

9 793

6 245

2 681

4 739

1 449 621

Desember/December

468 290

68 833

9 793

6 472

2 885

4 739

1 528 288

Rata-rata/Average

412

2014

471 608

68 833

9 786

6 107

2 583

4 706

1 462 586

2013

464 035

68 250

9 781

5 719

2 419

4 557

1 413 909

2012

458 765

63 250

10 005

5 688

2 340

4 204

1 673 168

2011

427 981

48 889

11 315

5 284

2 380

3 550

1 686 474

2010

357 149

50 000

11 053

4 663

2 353

3 539

1 493 665

2009

335 757

50 000

11 701

5 900

2 789

3 533

1 331 043

2008

272 028

47 222

6 087

4 216

2 934

3 766

1 225 500

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Tabel
Table

10.6.4

Harga Rata-rata Bahan Makanan di Pasar Pedesaan menurut Jenis


Barang , 2011 - 2014
Average Prices of 12 Kinds of Food Stuffs at Rural Market by Commodity ,
2011 - 2014 (Rupiah/Rupiahs)

[Diolah dari Hasil Survei Harga Pedesaan (HP) /Based on Rural Prices Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Tahun /Year
Jenis Barang

Satuan

Commodities

Unit

2011

2012

2013

(1)

(2)

(4)

(5)

(6)

1. Beras /Rice

Kg

6 598

8 120

8 028

8 461

2. Tepung Terigu/

Kg

8 119

7 816

8 100

8 579

3. Ayam Hidup/Chicken

Ekor/heads

87 343

88 159

95 313

95 197

4. Daging Sapi/Beef

Kg

71 843

74 688

80 583

87 853

5. Telur Ayam Ras/Egg

Kg

17 833

19 393

20 892

20 969

6. Tahu/Tofu

Kg

7 553

7 729

9 484

10 644

7. Tempe/Tempe

Kg

10 570

11 016

13 208

13 353

8. Kedelai/Soybean

Kg

10 090

10 254

10 428

1 154

9. Bawang Merah/

Kg

22 840

17 701

37 443

29 514

Kg

29 401

31 531

46 375

50 056

11. Cabe Merah/Chili

Kg

23 526

28 703

35 573

33 427

12. Bandeng/Milkfish

Kg

18 671

21 633

20 735

20 494

13. Kembung/Mackerel

Kg

17 953

19 097

19 548

22 932

Liter

12 300

15 089

13 138

14 197

Kg

11 928

12 946

13 717

13 877

Kaleng/
can

7 957

8 609

8 749

10 161

2014

Wheat Flour

Onion
10. Cabe Rawit/
Small Chili

14. Minyak Goreng/Cooking Oil


15. Gula Pasir/Sugar
16. Susu Kental Manis/
Sweetened Condensed Milk

413

FINANCE AND PRICES


10.7. Nilai Tukar Petani
Farmer Terms of Trade

Tabel
Table

Nilai Tukar Petani Provinsi Sulawesi Tenggara , 2010 - 2014


Statistic Farmer Terms of Trade of Sulawesi Tenggara, 2010 - 2014

10.7.1

[Diolah dari Hasil Survei NTP /Based on FTT Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Bulan
Month

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Januari/January

109,65

107,32

106,71

106,05

100,39

Pebruari/February

110,32

107,38

106,11

106,31

100,73

Maret/March

110,29

108,44

106,51

105,72

101,24

April/April

109,36

108,63

106,30

105,88

101,29

Mei/M ay

108,86

108,11

106,67

106,60

101,97

Juni/June

108,61

108,48

106,83

107,21

101,77

Juli/July

108,27

108,15

106,43

106,05

102,27

Agustus/August

107,84

106,40

106,70

104,69

101,57

September/September

107,07

106,78

106,15

105,22

101,64

Oktober/October

108,05

106,90

106,51

105,72

102,07

Nopember/November

108,04

107,41

106,27

106,51

101,23

Desember/December

107,32

107,47

106,23

101,89

99,63

Catatan/Notes:
Data 2010 - November 2013 menggunakan tahun dasar 2007(2007=100) sementara Desember 2013 - 2014 menggunakan
tahun dasar 2012 (2012=100)
Data 2010 - November 2013 based on 2007 prices (2007=100) and December 2013 - 2014 based on 2012 prices (2012=100)

414

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA


Tabel
Table

Nilai Tukar Petani Provinsi Sulawesi Tenggara Subsektor Tanaman


Pangan, 2010 - 2014
Statistic Farmer Terms of Trade of Sulawesi Tenggara Food Crops
Subsector, 2010 - 2014

10.7.2

[Diolah dari Hasil Survei NTP /Based on FTT Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Bulan
Month

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Januari/January

87,49

86,32

86,57

85,04

94,31

Pebruari/February

87,46

85,82

86,52

85,20

94,79

Maret/March

88,35

86,72

86,48

84,51

94,94

April/April

88,48

86,98

85,96

84,35

93,84

Mei/M ay

88,05

87,79

86,04

84,93

95,01

Juni/June

86,69

87,49

86,23

85,11

93,37

Juli/July

85,60

86,85

85,61

83,43

92,71

Agustus/August

85,32

86,19

85,29

81,84

91,80

September/September

84,69

86,44

85,07

81,86

92,94

Oktober/October

85,62

86,65

85,99

81,56

92,77

Nopember/November

86,19

87,23

85,88

81,56

93,00

Desember/December

85,58

87,03

85,51

95,83

93,13

Catatan/Notes:
Data 2010 - November 2013 menggunakan tahun dasar 2007(2007=100) sementara Desember 2013 - 2014 menggunakan
tahun dasar 2012 (2012=100)
Data 2010 - November 2013 based on 2007 prices (2007=100) and December 2013 - 2014 based on 2012 prices (2012=100)

415

FINANCE AND PRICES

Tabel
Table

Nilai Tukar Petani Provinsi Sulawesi Tenggara Subsektor Tanaman


Hortikultura, 2010 - 2014
Statistic Farmer Terms of Trade of Sulawesi Tenggara Horticulture Crops
Subsector, 2010 - 2014

10.7.3

[Diolah dari Hasil Survei NTP /Based on FTT Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Bulan
Month

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Januari/January

125,97

121,70

123,16

117,42

97,31

Pebruari/February

125,03

120,84

122,03

117,42

97,46

Maret/March

124,04

120,12

122,27

116,07

97,90

April/April

123,47

120,21

122,10

116,89

97,95

Mei/M ay

121,05

119,50

121,48

117,86

96,74

Juni/June

121,48

120,41

121,98

118,50

97,20

Juli/July

124,96

120,24

121,47

117,75

97,46

Agustus/August

125,16

121,08

121,64

117,78

95,51

September/September

124,83

122,05

120,94

116,55

96,14

Oktober/October

124,56

121,02

121,09

115,82

96,40

Nopember/November

122,57

123,67

119,45

116,32

97,06

Desember/December

122,94

123,90

118,65

98,84

97,19

Catatan/Notes:
Data 2010 - November 2013 menggunakan tahun dasar 2007(2007=100) sementara Desember 2013 - 2014 menggunakan
tahun dasar 2012 (2012=100)
Data 2010 - November 2013 based on 2007 prices (2007=100) and December 2013 - 2014 based on 2012 prices (2012=100)

416

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

Tabel
Table

Nilai Tukar Petani Provinsi Sulawesi Tenggara Subsector Tanaman


Perkebunan Rakyat , 2010-2014
Statistic Farmer Terms of Trade of Sulawesi Tenggara Estate Crops
Subsctor, 2010 - 2014

10.7.4

[Diolah dari Hasil Survei NTP /Based on FTT Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Bulan
Month

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Januari/January

133,30

126,89

122,57

123,61

102,44

Pebruari/February

133,81

128,50

121,63

124,41

102,84

Maret/March

133,33

130,34

122,45

122,95

104,33

April/April

130,06

130,35

122,28

124,18

105,40

Mei/M ay

129,91

128,49

123,64

125,09

106,98

Juni/June

130,03

129,69

123,39

126,42

107,00

Juli/July

129,09

130,00

123,31

124,13

108,20

Agustus/August

127,96

124,13

123,97

122,16

107,90

September/September

125,90

124,33

122,86

123,84

107,22

Oktober/October

128,34

124,62

123,11

125,81

107,85

Nopember/November

128,69

124,00

122,99

128,43

105,90

Desember/December

127,11

123,96

123,40

104,96

101,76

Catatan/Notes:
Data 2010 - November 2013 menggunakan tahun dasar 2007(2007=100) sementara Desember 2013 - 2014 menggunakan
tahun dasar 2012 (2012=100)
Data 2010 - November 2013 based on 2007 prices (2007=100) and December 2013 - 2014 based on 2012 prices (2012=100)

417

FINANCE AND PRICES


Tabel
Table

Nilai Tukar Petani Provinsi Sulawesi Tenggara Subsektor Peternakan,


2010 - 2014
Statistic Farmer Terms of Trade of Sulawesi Tenggara Husbandry
Subsector, 2010 - 2014

10.7.5

[Diolah dari Hasil Survei NTP /Based on FTT Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Bulan
Month

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Januari/January

96,10

92,37

91,32

90,42

102,63

Pebruari/February

96,06

92,05

91,08

90,69

103,24

Maret/March

95,87

92,23

90,87

90,65

103,19

April/April

94,71

92,18

90,60

90,40

102,86

Mei/M ay

94,25

92,09

90,70

90,99

103,24

Juni/June

94,81

91,67

90,58

90,75

103,65

Juli/July

94,82

91,47

90,39

89,25

104,04

Agustus/August

93,52

90,91

90,24

88,43

103,84

September/September

93,67

90,84

90,19

88,52

103,75

Oktober/October

93,54

90,73

90,29

88,66

104,66

Nopember/November

93,22

91,57

90,12

88,71

103,52

Desember/December

92,58

91,81

89,89

103,27

103,02

Catatan/Notes:
Data 2010 - November 2013 menggunakan tahun dasar 2007(2007=100) sementara Desember 2013 - 2014 menggunakan
tahun dasar 2012 (2012=100)
Data 2010 - November 2013 based on 2007 prices (2007=100) and December 2013 - 2014 based on 2012 prices (2012=100)

418

KEUANGAN DAN HARGA-HARGA

Tabel
Table

Nilai Tukar Petani Provinsi Sulawesi Tenggara Subsektor Perikanan,


2010 - 2014
Statistic Farmer Terms of Trade of Sulawesi Tenggara Fisheries Subsector,
2010 - 2014

10.7.6

[Diolah dari Hasil Survei NTP /Based on FTT Survey, BPS-Statistics Indonesia]

Bulan
Month

2010

2011

2012

2013

2014

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Januari/January

103,79

106,28

107,60

108,82

107,73

Pebruari/February

106,63

105,93

106,94

108,80

107,20

Maret/March

106,69

107,54

107,73

109,48

105,95

April/April

106,94

107,92

107,76

108,56

105,43

Mei/M ay

107,00

107,37

107,99

109,12

106,01

Juni/June

106,94

107,53

108,46

109,74

105,45

Juli/July

105,81

106,72

107,90

110,27

106,67

Agustus/August

105,80

106,40

108,56

108,98

106,26

September/September

105,75

106,98

108,15

109,98

105,95

Oktober/October

106,39

107,45

108,30

110,48

106,22

Nopember/November

106,62

107,89

108,51

110,54

104,85

Desember/December

106,05

108,22

108,74

106,91

103,23

Catatan/Notes:
Data 2010 - November 2013 menggunakan tahun dasar 2007(2007=100) sementara Desember 2013 - 2014 menggunakan
tahun dasar 2012 (2012=100)
Data 2010 - November 2013 based on 2007 prices (2007=100) and December 2013 - 2014 based on 2012 prices (2012=100)

419

FINANCE AND PRICES

Halaman ini sengaja dikosongkan


This page intentionally left blank

420

PENGELUARAN
PENDUDUK
EXPENDITURE

BAB

11

PENGELUARAN PENDUDUK
TECHNICAL NOTES

PENJELASAN TEKNIS
1.

Pengeluaran rata-rata per kapita sebulan


adalah biaya yang dikeluarkan untuk
konsumsi semua anggota rumahtangga
selama sebulan dibagi dengan banyaknya
anggota rumah tangga.

1.

Average Monthly per capita expenditure is defined as all consumption


cost for a month devided by all household members.

2.

Konsumsi rumah tangga dibedakan atas


konsumsi makanan maupun bukan
makanan tanpa memperhatikan asal
barang dan terbatas pada pengeluaran
untuk kebutuhan rumahtangga saja, tidak
termasuk konsumsi untuk keperluan
usaha atau yang diberikan kepada pihak
lain. Pengeluaran untuk konsumsi
makanan dihitung selama seminggu yang
lalu, sedangkan untuk konsumsi bukan
makanan sebulan, dua bulan, dan tiga
bulan yang lalu. Konsumsi makanan dan
non makanan selanjutnya dikonversikan
ke dalam pengeluaran rata-rata sebulan.

2.

Household Consumption is distinguished based on food and non food


consumption, with no regards to their
origin and specific to household consumption purposes only. Not including
for business or donation for other
people. Consumption for food was
calculated in a week, while non food
consumption was calculated in one,
two or three month previous. Furthermore, food and non food consumption
was converted to average household
expenditures for a month.

423

EXPENDITURE
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan menurut Kelompok Barang
dan Daerah Tempat Tinggal, 2013 dan 2014
Monthly Average Expenditure per Capita (Rupiahs) by Commodity Group
and Urban Rural Classification, 2013 and 2014

Gambar
11.1
Figure

1.000.000
900.000
800.000

700.000
531.822

522.922

600.000
500.000

271.732

400.000
220.658
300.000
200.000

345.539

344.964

274.204

248.380

100.000
-

Perkotaan / Urban

Perdesaan / Rural

2013

Makanan/ Food
Sumber/Source :

424

Perkotaan / Urban

Perdesaan / Rural

2014

Non Makanan/ Non Food

Susenas, BPS/National Economic and Social Survey, Statistic Indonesia

PENGELUARAN PENDUDUK

Gambar
11.2
Figure

Rata-Rata Konsumsi Kalori (Kkal) Per Kapita Sehari Beberapa Jenis Makanan, 2013 dan 2014
Average Daily Consumption of Calorie (Kcal) per Capita For Several Foods ,
2013 and 2014

73,01
Gula pasir / Cane sugar
72,73

88,33
Ikan dan udang segar / Fresh fish and shrimp
86,84

165,54

Minyak kelapa/jagung/goreng lainnya /


Coconut/maize/other frying oil

145,86

985,84

Beras lokal/ketan / Local rice/sticky rice


979,48
0
2014
Sumber/Source :

200

400

600

800

1000

1200

2013

Susenas, BPS/National Economic and Social Survey, Statistic Indonesia

425

EXPENDITURE
Rata-Rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari (kkal) menurut Kelompok
Makanan, 2013 dan 2014
Daily Average Consumption of Calorie (kcal) per Capita by Food Group,
2013 and 2014

Gambar
11.3
Figure

1022,3
1018,2

1. Padi-padian / Cereals

84,33
86,3
95,66
94,71
13,63
8,03
41,85
50,14
35,97
33,96
23,18
20,12
43,32
41,76

2. Umbi-umbian / Tubers
3. Ikan / Fish
4. Daging / Meat
5. Telur dan Susu / Eggs and milk
6. Sayur-sayuran / Vegetables
7. Kacang-kacangan / Legumes
8. Buah-buahan / Fruit

198,91
183,6

9. Minyak dan Lemak / Oil and fat

91,38
90,82
13,95
13,79
57,84
59,35
165,14
174,21

10. Bahan Minuman / Beverages stuffs


11. Bumbu-bumbuan / Spices
12. Konsumsi Lainnya
Miscellaneous food items
13. Makanan dan Minuman Jadi
Prepared food and beverages

200

400
2014

Sumber/Source :

426

600

800

1000

2013

Susenas, BPS/National Economic and Social Survey, Statistic Indonesia

1200

PENGELUARAN PENDUDUK

Tabel
Table

11.1

Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan menurut Kelompok Barang


dan Daerah Tempat Tinggal, 2013 - 2014
Monthly Average Expenditure per Capita (Rupiahs) by Commodity Group
and Urban Rural Classification, 2013 - 2014

[Diolah dari Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional/Based on National Social Economic Survey]

Kelompok Barang
Commodity Group
(1)

A. MAKANAN / FOOD
1. Padi-padian /
Cereals
2. Umbi-umbian /
Tubers
3. Ikan / Fish
4. Daging / Meat
5. Telur dan Susu /
Eggs and milk
6. Sayur-sayuran /
Vegetables
7. Kacang-kacangan /
Legumes
8. Buah-buahan / Fruit
9. Minyak dan Lemak /
Oil and fat
10. Bahan Minuman /
Beverages stuffs
11. Bumbu-bumbuan /
Spices
12. Konsumsi Lainnya
Miscellaneous food items
13. Makanan dan Minuman Jadi /Prepared
food and beverages
14. Tembakau dan sirih / Tobacco and betel

JUMLAH MAKANAN
TOTAL OF FOOD

Perkotaan / Urban

Perdesaan / Rural

2013

2014

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

49 247

47 354

53 297

55 563

3 354

3 326

4 920

5 517

55 464
5 392
27 914

54 333
8 134
24 799

44 626
1 762
11 529

50 239
3 735
11 973

29 173

24 573

21 233

21 039

4 639

5 510

3 109

3 887

13 173
7 744

16 336
8 617

6 624
7 911

8 310
8 777

10 943

10 968

10 844

11 524

7 705

8 669

6 123

7 016

10 566

9 475

6 399

7 399

81 315

80 317

33 375

37 599

38 337

43 128

36 628

41 626

344 964

345 539

248 380

274 204

Sumber: BPS, Susenas September


Source: BPS, Susenas September

427

EXPENDITURE
Lanjutan Tabel
Continued Table

11.1

[Diolah dari Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional/Based on National Social Economic Survey

Kelompok Barang
Commodity Group
(1)

A. MAKANAN / FOOD
1. Padi-padian /
Cereals
2. Umbi-umbian /
Tubers
3. Ikan / Fish
4. Daging / Meat
5. Telur dan Susu /
Eggs and milk
6. Sayur-sayuran /
Vegetables
7. Kacang-kacangan /
Legumes
8. Buah-buahan / Fruit
9. Minyak dan Lemak /
Oil and fat
10. Bahan Minuman /
Beverages stuffs
11. Bumbu-bumbuan /
Spices
12. Konsumsi Lainnya
Miscellaneous food items
13. Makanan dan Minuman Jadi /Prepared food
and beverages
14. Tembakau dan sirih / Tobacco and betel

JUMLAH MAKANAN
TOTAL OF FOOD
Sumber: BPS, Susenas September
Source: BPS, Susenas September

428

Perkotaan + Perdesaan
Urban + Rural
2013

2014

(6)

(7)

52 165

53 256

4 482

4 902

47 657
2 777
16 111

51 389
4 971
15 577

23 453

22 032

3 537

4 343

8 455
7 864

10 565
8 732

10 872

11 368

6 565

7 481

7 564

7 983

46 780

49 603

37 106

42 048

275 387

294 250

PENGELUARAN PENDUDUK

Tabel
Table

11.2

Pengeluaran Rata-rata Perkapita Sebulan Menurut Kelompok Bukan


Makanan dan Klasifikasi Daerah 2013-2014
Average non food per capita Expenditures in a month by Regional Classification, 2013-2014

[Diolah dari Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional/Based on National Social Economic Survey

Kelompok Barang
Commodity Group
(1)

Perkotaan / Urban

Perdesaan / Rural

2013

2014

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

B. BUKAN MAKANAN / NON FOOD


1. Perumahan dan fasilitas rumah tangga
Housing and household facility

216 627

238 608

82 214

108 436

2. Barang dan jasa / Goods and services

189 241

151 140

71 718

85 068

3. Pakaian, alas kaki dan tutup kepala


Clothing, footwear and headgear

66 092

56 894

35 759

37 335

4. Barang-barang yang tahan lama/


Durable goods

30 410

67 147

21 926

29 006

5. Pajak dan asuransi / Taxes and insurance

12 226

13 538

4 348

5 701

8 326

4 495

4 692

6 186

6. Keperluan pesta dan upacara


Parties and ceremonies
JUMLAH BUKAN MAKANAN
TOTAL OF NON FOOD
JUMLAH TOTAL

522 922
687 889

531 822
877 361

220 658
469 037

271 732
545 936

429

EXPENDITURE
Lanjutan Tabel
Continued Table

11.2

[Diolah dari Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional/Based on National Social Economic Survey

Kelompok Barang
Commodity Group
(1)

Perkotaan + Perdesaan
Urban + Rural
2013
2014
(6)

(7)

B. BUKAN MAKANAN / NON FOOD


1. Perumahan dan fasilitas rumah tangga
Housing and household facility

119 800

145 013

2. Barang dan jasa / Goods and services

104 581

103 633

3. Pakaian, alas kaki dan tutup kepala


Clothing, footwear and headgear

44 241

42 830

4. Barang-barang yang tahan lama


Durable goods

24 299

39 723

5. Pajak dan asuransi / Taxes and insurance

6 551

7 903

6. Keperluan pesta dan upacara


Parties and ceremonies

5 709

5 711

JUMLAH BUKAN MAKANAN


TOTAL OF NON FOOD

305 181

344 813

JUMLAH TOTAL

580 568

639 063

430

PENGELUARAN PENDUDUK

Tabel
Table

Rata-Rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari (kkal) menurut Kelompok


Makanan, 2013 dan 2014
Daily Average Consumption of Calorie (kcal) per Capita by Food Group,
2013 and 2014

11.3

[Diolah dari Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional/Based on National Social Economic Survey

Kelompok Barang / Food Group


(1)

Perkotaan / Urban

Perdesaan / Rural

2013

2014

2013

2014

(2)

(3)

(4)

(5)

1. Padi-padian / Cereals

945,21

918,45

1 046,53

1 062,89

2. Umbi-umbian / Tubers

51,06

47,32

99,98

98,79

3. Ikan / Fish

98,60

97,03

92,30

95,13

4. Daging / Meat

15,31

21,31

5,20

10,63

5. Telur dan Susu / Eggs and milk

78,65

65,66

39,08

32,55

6. Sayur-sayuran / Vegetables

37,52

35,43

32,58

36,18

7. Kacang-kacangan / Legumes

26,14

26,21

17,79

22,00

8. Buah-buahan / Fruit

45,20

48,49

40,43

41,29

9. Minyak dan Lemak / Oil and fat

172,23

195,78

188,01

200,13

10. Bahan Minuman / Beverages


stuffs

87,81

83,83

91,99

94,34

11. Bumbu-bumbuan / Spices

14,64

14,56

13,46

13,71

12. Konsumsi Lainnya


Miscellaneous food items

78,69

69,19

51,84

53,41

13. Makanan dan Minuman Jadi


Prepared food and beverages

245,82

228,83

146,41

140,26

1 852,09

1 866,50

1 901,31

Jumlah / Total

1 896,87

Sumber: BPS, Susenas September


Source: BPS, Susenas September

431

EXPENDITURE
Lanjutan Tabel
Continued Table

11.3

[Diolah dari Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional/Based on National Social Economic Survey

Perkotaan + Perdesaan
Urban +Rural
Kelompok
/ Food
[Diolah
dari Hasil Barang
Survei Sosial
EkonomiGroup
Nasional/Based on National Social Economic Survey
2013
2014
(1)

1.
2.
3.
4.
5.

Padi-padian / Cereals
Umbi-umbian / Tubers
Ikan / Fish
Daging / Meat
Telur dan Susu / Eggs and milk

6. Sayur-sayuran / Vegetables
7. Kacang-kacangan / Legumes
8. Buah-buahan / Fruit
9. Minyak dan Lemak / Oil and fat
10. Bahan Minuman / Beverages stuffs
11. Bumbu-bumbuan / Spices
12. Konsumsi Lainnya
Miscellaneous food items
13. Makanan dan Minuman Jadi
Prepared food and beverages

Jumlah / Total
Sumber: BPS, Susenas September